SURVEI PENJUALAN ECERAN
|
|
|
- Irwan Halim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei Indeks riil penjualan eceran mengalami penurunan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil penjualan eceran turun 0,5% Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia kepada para pengusaha ritel pada Mei mengindikasikan adanya penurunan penjualan. Indeks riil penjualan mengindikasikan penurunan sebesar 0,5%, lebih rendah dibandingkan April yang turun sebesar 0,6%. Dari sembilan kelompok barang yang disurvei, terdapat lima kelompok barang yang mengalami penurunan penjualan riil, yaitu kelompok pakaian dan perlengkapannya; perlengkapan rumah tangga; makanan dan tembakau; peralatan tulis; dan bahan bakar. Adapun empat kelompok barang lainnya mengalami peningkatan penjualan riil, dengan peningkatan terbesar pada kelompok suku cadang kendaraan, diikuti kelompok kerajinan, seni dan mainan; bahan kimia; dan bahan konstruksi (Tabel 1). Secara regional, dari lima kota yang disurvei kota Bandung dan Jakarta mengindikasikan adanya penurunan penjualan (Tabel 3). Grafik 1 Indeks Riil Penjualan Eceran Indeks Riil Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Juni Ags Okt Des Feb * ) angka realisasi sementara ** ) angka perkiraan Metodologi Survei penjualan eceran merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September 1999 terhadap sekitar 316 pengecer sebagai responden (purposive sampling) di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan. Responden bersifat panel dan dikelompokkan berdasarkan 9 Klasifikasi Lapangan Usaha Industri (KLUI) tahun Hasil survei penjualan eceran disajikan dalam bentuk indeks riil. Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 1
2 GRAFIK PENJUALAN BEBERAPA KOMODITI Grafik 2 Penjualan Makanan dan Tembakau Grafik 3 Penjualan Pakaian dan Perlengkapannya 280 Makanan & Tembakau Pakaian & Perlengkapannya Grafik 4 Penjualan Perlengkapan Rumah Tangga Grafik 5 Penjualan Bahan Kimia Perlengkapan Rumah Tangga Bahan Kimia Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Juni Ags Okt Des Feb Grafik 6 Penjualan Bahan Konstruksi Grafik 7 Penjualan Bahan Bakar Bahan Konstruksi Grafik 9 Penjualan Suku Cadang Kendaraan Bahan Bakar 1 50 Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Juni Ags Okt Des Feb Grafik 8 Penjualan Peralatan Tulis Grafik 9 Penjualan Suku Cadang Kendaraan 200 Peralatan Tulis 175 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah Suku Cadang Kendaraan
3 Grafik 10 Penjualan Kerajinan, Seni, dan Mainan Kerajinan, Seni & Mainan 80 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 3
4 Penjualan kelompok pakaian dan perlengkapannya mengalami penurunan terbesar Berdasarkan hasil SPE Mei, penurunan indeks total penjualan riil disebabkan oleh:?? Penjualan kelompok pakaian dan perlengkapannya (10,9%), dengan penurunan terbesar terjadi di kota Jakarta.?? Penjualan kelompok perlengkapan rumah tangga (8,7%), dengan penurunan terbesar terjadi di kota Bandung.?? Penjualan kelompok makanan dan tembakau (1,9%), dengan penurunan terbesar terjadi di kota Bandung.?? Penjualan kelompok peralatan tulis (1,5%), dengan penurunan terbesar terjadi di kota Bandung?? Penjualan kelompok bahan bakar (0,5%), dengan penurunan terbesar terjadi di kota Bandung. Tabel 1 Pertumbuhan (m-t-m) Indeks Riil Penjualan Eceran Menurut Kategori (KLUI) Gabungan 5 Kota (dalam persen) Makanan & Tembakau -7,0 1,9-2,4 0,2 4,4-5,6-1,8-1,4 0,3 4,6 1,2 1,1 16,0-5,7 57,9-8,1 11,2-1,4-1,9 6,0 Pakaian & Perlengkapannya 22,4 18,1 9,2 18,6-2,0 9,7-5,8-5,5 3,1 1,7 0,9 9,4 14,8 1,3-13,0-3,3-1,7 5,1-10,9-2,1 Perlengkapan rumah tangga 10,7 6,0 1,4 11,6 10,6-7,5-0,3-7,8 1,9 11,3-0,6 4,2 3,8-4,6 51,4-3,4-2,0-8,7-8,7 4,4 Bahan kimia -3,4 4,5-3,0-0,4 8,8-4,0 0,8 6,2-7,3 13,6-0,1 7,5-10,9 28,3 50,9-4,6-7,4 0,7 2,2-13,0 Bahan konstruksi 7,0-1,3-0,8 23,5-12,8-1,2-3,8-4,7 8,3-4,1-0,9 13,5 9,0 7,3 84,8-7,9-13,1-2,8 0,9 7,5 Bahan bakar -1,6-3,1-1,0 5,1 1,7-5,0-1,9 0,3 3,6 1,4 1,9-1,0-5,2 2,2 49,8-17,3 22,4-2,0-0,5-4,9 Peralatan tulis -9,7 4,4-2,4 23,4 12,6-2,0 1,8 3,4 13,2 8,0-7,0-10,0-2,8 14,2-10,6-1,4 21,4 1,3-1,5 3,3 Suku cadang kendaraan 2,1-1,6 3,3 2,5 7,5 2,2-4,7-4,2-3,3-5,7 11,0-0,6 1,9 18,8-51,4 14,7-19,4-4,6 33,7-17,7 Kerajinan, Seni & Mainan -7,3-8,4-7,9 7,7-8,8 8,8 3,4 2,8 5,7 8,2 1,7-0,5 8,4 18,8-23,9-4,2-6,9 1,4 5,1-1,8 INDEKS TOTAL 1,2 2,6 0,6 7,8 2,6 0,5-2,7-2,1 1,3 3,1 1,9 3,1 6,0 6,5 12,6-5,4 1,3-0,6-0,5-2,1 Prospek Penjualan Eceran Juni Penjualan pada Juni diperkirakan turun Indeks riil penjualan eceran pada Juni diperkirakan turun sebesar 2,1%. Penurunan tersebut terutama didorong oleh penurunan penjualan pada lima kelompok barang dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok cuku cadang kendaraan; bahan kimia; bahan bakar; pakaian dan perlengkapannya; dan kerajinan, seni dan mainan. Empat kelompok barang lainnya diperkirakan mengalami peningkatan yaitu bahan konstruksi; makanan dan tembakau; perlengkapan rumah tangga; dan peralatan tulis (Tabel 1 dan Grafik 2-10). Perkiraan Harga Umum dan Suku Bunga Kredit Mayoritas responden masih meperkirakan harga dan suku bunga relatif stabil pada 1, 3 dan 6 bulan ke depan Sebagian besar responden pedagang eceran (59,1%) memperkirakan harga barang untuk periode 1, 3, dan 6 bulan ke depan relatif stabil (angka indeks masing-masing di atas ) dengan kecenderungan meningkat (Tabel 2). Adapun sebanyak 36,0% responden memperkirakan akan adanya kenaikan harga umum pada 1, 3, dan 6 bulan ke depan. Mayoritas responden (76,0%) memperkirakan suku bunga kredit relatif stabil untuk 1, 3, dan 6 bulan ke depan dengan kecenderungan menurun. Adapun sebanyak 16,8% responden memperkirakan kenaikan suku bunga kredit untuk 1, 3, dan 6 bulan ke depan (angka indeks di atas ). Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 4
5 Tabel 2 Ekspektasi Harga Umum dan Suku Bunga Kredit (dalam indeks) VARIABEL Mar Juni Sep Des Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Ekspektasi Harga Umum 1 bulan yad 135,0,8,8 129,1 122,9 122,6,5 121,7 124,4 126,4 136,2 136,7 153,2 149,8 139,4 165,8 138,5 122,4 126,9 3 bulan yad 129,1 119,1 115,4 116,7 117,5 121,6 125,7 117,1 122,0 134,7 138,1 132,0 144,2 135,8 137,1 147,9 131,1 122,5 128,8 6 bulan yad 134,9 122,5 107,4 111,9 117,1 123,3 128,5 123,3 119,9 117,3 118,5 118,3 131,3 119,2 127,9 135,2 133,6 133,9 137,5 Ekspektasi Suku Bunga Kredit 1 bulan yad 94,3 83,1 80,4 93,9 95,7 99,1 104,9 101,9 109,3,7 118,0 107,3 107,4 105,4 105,2 117,3,8 119,7 112,8 3 bulan yad 92,9 88,8 83,3 86,4 97,1 102,9 106,3 105,3 105,4 101,0 109,3 108,4 109,9 102,0 106,5 116,4 114,2 108,7 107,9 6 bulan yad 83,7 87,1 83,5 88,2 102,5 112,2 113,5 108,5 105,9 106,4 108,3 105,8 105,0 101,5 107,4,8,1 108,8 108,0 Catatan: Mulai data bulan Maret perhitungan indeks ekspektasi Harga Umum dan Suku Bunga Kredit ditambah dengan. Nilai diatas artinya terjadi ekspektasi kenaikan harga umum dan suku bunga sebaliknya nilai dibawah terjadi ekspektasi penurunan harga umum dan suku bunga. Grafik 11 Perkembangan Ekspektasi Harga Umum dan Inflasi Aktual (Indeks) (%) 3,0 1 2,5 2,0 1,5 1,0 0,5 0,0-0,5 Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov -1,0 Ekspektasi 1 bln yad Ekspektasi 6 bln yad Ekspektasi 3 bln yad Inflasi Aktual Grafik 12 Perkembangan Ekspektasi Suku Bunga Kredit dan Tingkat Suku Bunga SBI 1 Bulan (Indeks) (%) 18,0 16,0 14,0 12, ,0 8,0 60 Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov Jan Mar Mei Jul Sep Nov 6,0 Ekspektasi 1 bln yad Ekspektasi 6 bln yad Ekspektasi 3 bln yad Suku Bunga SBI 1 bulan Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 5
6 Perkembangan Penjualan Eceran secara Regional Pada Mai, kota Bandung dan Jakarta mengindikasikan adanya penurunan penjualan Secara regional, dua dari lima kota yang disurvei pada Mei mengindikasikan penurunan penjualan yang terjadi di kota Bandung dan Jakarta. Sementara itu, pada Juni diperkirakan peningkatan penjualan hanya terjadi di kota Surabaya, sedangkan empat kota lain (Jakarta, Bandung, Medan dan Semarang) mengalami penurunan penjualan. Tabel 3 Pertumbuhan (m-t-m) Indeks Riil Penjualan Eceren per Kota (dalam persen) Jakarta -1,0 5,6-1,3 17,3 1,1 2,4-4,5-1,8 1,1 4,9 3,6 2,8 4,2 7,5 29,7-5,1 0,5 1,0-3,2-4,3 Bandung 2,5-7,8 9,5 4,3 13,8-2,9 0,7 1,4-0,9 1,0-0,5 2,5 4,6 19,2-32,0-15,7-19,2 101,3-24,8-6,6 Surabaya 3,3-0,9 1,7 1,6 0,3-2,9 0,0-2,1 4,1 2,1-3,5 3,8 1,7 1,1 24,5-0,6-4,5 0,5 1,4 1,8 Medan 1,4 1,5 3,9 2,4-5,7-1,4-1,7 0,1-1,1 2,4 4,1 3,9 1,9 6,3-7,0-4,0 9,8-1,7 1,0-0,1 Semarang 8,5 11,7-3,1-2,2 4,1-9,0 4,8 1,2-3,6 0,3-4,5 2,5 11,6-0,2 3,8-8,7 16,8-6,5 5,5-0,4 INDEKS TOTAL 1,2 2,6 0,6 7,8 2,6 0,5-2,7-2,1 1,3 3,1 1,9 3,1 6,0 6,5 12,6-5,4 1,3-0,6-0,5-2,1 Tabel 4 Kontribusi Menurut Kategori terhadap Indeks Riil Total Penjualan Eceran Gabungan 5 Kota (dalam persen) Makanan & Tembakau 22,0 26,2 27,5 35,5 25,4 24,0 23,6 23,2 23,3 24,4 24,7 24,9 28,9 27,3 43,1 39,6 44,0 43,4 42,6 45,2 Pakaian & Perlengkapannya 16,1 19,4 24,1 35,5 30,4 33,3 29,3 29,6 30,5 31,1 31,4 34,3 39,4 39,9 34,7 33,6 33,0 34,7 30,9 30,3 Perlengkapan rumah tangga 7,4 8,6 8,5 10,0 8,7 8,0 8,0 7,4 7,5 8,4 8,3 8,7 9,0 8,6 13,0 12,5 12,3 11,2 10,2 10,7 Bahan kimia 11,3 13,2 14,6 12,8 12,5 12,0 12,8 12,8 11,9 13,5 13,5 14,5 13,0 16,6 25,1 23,9 22,2 22,3 22,8 19,8 Bahan konstruksi 7,2 7,3 7,9 8,5 5,9 5,8 5,5 5,3 5,7 5,5 5,4 6,2 6,7 7,2 13,3 12,3 10,7 10,4 10,5 11,3 Bahan bakar 14,5 14,5 14,9 15,2 15,5 14,9 14,6 14,6 15,1 15,4 15,7 15,5 14,7 15,0 22,5 18,6 22,8 22,3 22,2 21,1 Peralatan tulis 3,4 4,4 4,4 5,5 5,9 5,7 5,9 6,1 6,9 7,4 6,9 6,2 6,0 6,8 6,1 6,0 7,3 7,4 7,3 7,6 Suku cadang kendaraan 23,8 22,9 23,0 23,9 23,7 24,2 23,0 22,0 21,3 20,1 22,3 22,2 22,6 26,8 13,0 14,9 12,0 11,5 15,4 12,6 Kerajinan, Seni & Mainan 7,9 7,1 7,4 9,0 6,3 6,9 7,1 7,3 7,7 8,4 8,5 8,5 9,1 10,8 8,2 7,9 7,3 7,4 7,8 7,7 INDEKS TOTAL 113,6 123,7 132,2 156,0 134,1 134,7 129,8 128,4,0 134,0 136,6,9 149,3 159,1 179,0 169,4 171,6 1,6 169,7 166,2 Tabel 5 Nilai Indeks Riil Penjualan Eceran Menurut Kategori (KLUI) Gabungan 5 Kota (dalam indeks) Makanan & Tembakau 134,6,2 167,8 216,9 155,3 146,5 143,9 141,9 142,2 148,7,5 152,3 176,6 166,6 263,0 241,8 268,9 265,1 260,1 275,8 Pakaian & Perlengkapannya 103,8 125,0 155,2 228,7 195,6 214,5 202,0 1,9 196,8 200,2 202,0,9 253,7 257,0 223,5 216,2 212,6 223,4 199,1 195,0 Perlengkapan rumah tangga 122,4 142,5 141,4 166,0 143,6 132,8 132,5 122,2 124,5 138,6 137,7 143,5 148,9 142,0 215,0 207,7 203,5 185,9 169,7 177,1 Bahan kimia 108,8 127,5,7 124,0,8 116,0 116,9 124,2 115,2,8,7,5 125,2,7 242,6 231,5 214,4 215,8,6 191,8 Bahan konstruksi 75,7 77,1 82,9 89,9 61,5 60,8 58,5 55,7 60,3 57,9 57,3 65,1,9 76,1,6 129,6 112,5 109,3,3 118,6 Bahan bakar 112,1 112,4 115,0 117,3 121,0 114,9 112,8 113,1 117,1 118,8 121,1 119,8 113,6 116,1 174,0 143,9 176,1 172,5 171,7 163,4 Peralatan tulis 98,6 127,3 128,0,2 1,1 166,7 169,7 175,5 198,8 214,7 199,7 179,9 173,8 198,6 177,5 175,0 212,5 215,3 212,0 219,0 Suku cadang kendaraan 131,3 126,5 127,1 132,2,6 133,5 127,2 121,8 117,7 111,0 123,2 122,5 124,8 148,3 72,0 82,6 66,5 63,5 84,9 69,8 Kerajinan, Seni & Mainan 102,4 92,0 95,7 116,6 81,4 88,6 91,6 94,2 99,5 107,7 109,5 109,0 116,9 138,9 105,8 101,4 94,3 95,6,5 98,7 INDEKS TOTAL 113,6 123,7 132,2 156,0 134,1 134,7 131,1 128,4,0 134,0 136,6,9 149,3 159,1 179,0 169,4 171,6 1,6 169,7 166,2 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 6
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juni Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juli Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEY PENJUALAN ECERAN
SURVEY PENJUALAN ECERAN September Indeks riil penjualan eceran pada September mengalami penurunan Harga-harga umum diperkirakan meningkat dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Januari Indeks riil penjualan eceran pada Januari dan ruari mengalami penurunan Harga dan suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret 2005 Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN Januari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Januari tercatat sebesar 213,4, menurun sebesar -3,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan indeks penjualan tersebut
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari Pada Februari indeks penjualan riil mengalami penurunan sebesar -5,7% (mtm). Penurunan tersebut sesuai dengan pola historisnya yang cenderung turun pada bulan Februari.
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret, didukung oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok
Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 100. Okt. Jul. Mei. Sep. Mar. Ags. Jan. Jun. Feb
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 September 24?? Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 1?? Konsumen tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN. Maret Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Maret 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk Indeks Keyakinan Konsumen turun IKK menurun disebabkan kenaikan harga BBM Hasil survei Maret 2005 mengindikasikan
KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari 2008 Pada Januari 2008 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level pesimis sebesar 94,5 Responden memperkirakan harga secara umum pada tiga dan enam
SURVEI KONSUMEN. Februari Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Februari 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Sebagaimana Januari 2005, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari
PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH
Mei 2015 PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Survei Konsumen Mei 2015 (hal. 1) Survei Penjualan Eceran April 2015 (hal. 13) PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Mei 2015 Alamat Redaksi :
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN Desember 2013 Konsumsi rumah tangga diindikasikan semakin menguat pada bulan Desember 2013. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2013 menjadi 116,5
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o April Konsumsi masyarakat pada April menurun SURVEI PENJUALAN ECERAN Tingkat konsumsi masyarakat pada bulan April menurun sebagaimana tercermin dari indeks penjualan riil yang turun 1,1% (mtm), namun
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 Nopember 24 Indeks Keyakinan Konsumen terus meningkat Konsumen masih optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen terus
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat Konsumen kembali optimis terhadap membaiknya kondisi ekonomi
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Februari 2009 Trend peningkatan IKK kembali terjadi pada Februari 2009 meskipun belum mencapai level optimis yang tercatat pada indeks 96,4. Beberapa isu positif terkait
A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) B. Indeks Ekspektasi Harga 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
November 2014 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
Mei Divisi Statistik Sektor Riil 1. Metodologi PESIMIS OPTIMIS
PESIMIS OPTIMIS Mei 2012 Pasca penundaan kenaikan harga BBM, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2012 mulai meningkat dari 102,5 menjadi 109,0 atau meningkat sebesar 6,5 poin. Persepsi mengenai
2
Desember 2016 1 2 3 4 5 6 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
2
Januari 2015 1 2 3 4 5 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
Indeks Keyakinan Konsumen
PESIMIS OPTIMIS Setelah melambat pada bulan sebelumnya, tingkat konsumsi rumah tangga pada Februari 2013 mengalami peningkatan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh menguatnya optimisme konsumen untuk melakukan
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini
PESIMIS OPTIMIS Juni 2013 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga Optimisme konsumen diperkirakan
SURVEI KONSUMEN. September 2006
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN September 2006 Indeks keyakinan konsumen menunjukkan trend membaik dan pada bulan September 2006 meningkat 3,0 poin. Tingkat harga pada enam bulan mendatang cenderung menurun,
SURVEI KONSUMEN. April 2015
SURVEI KONSUMEN April Survei mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada April melemah, namun masih berada pada level optimis (>100). Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April
KONSUMEN. Januari 2005 Indeks Keyakinan Konsumen menurun. Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Optimis. Pesimis. Jul Ags. Jun. Jan. Okt. Mei. Feb.
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN uari 23 uari 25 Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 119,1 menjadi
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Desember 2006 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun tipis, kembali ke level pesimis, setelah pada November 2006 lalu sempat menyentuh level optimis Ekspektasi kenaikan harga
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei 2017 Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2017 yang tumbuh 4,3% (yoy),
MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI
Suplemen 2 MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI I. Kondisi Umum Optimisme Konsumen Pangkalpinang selama triwulan I 2008 secara umum meningkat dibanding dengan triwulan IV -
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Agustus Secara umum, tingkat hunian properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk pusat perbelanjaan. Harga sewa properti komersial juga
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Mei Secara umum tingkat hunian maupun tarif sewa properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk tingkat hunian apartemen. Sementara itu,
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY September Secara umum, tingkat hunian properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk pusat perbelanjaan. Sementara harga sewa properti komersial
Tim Statistik Sektor Riil 1 OPTIMIS PESIMIS. Metodologi
PESIMIS OPTIMIS Metodologi Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Februari - Tingkat hunian hotel dan apartemen mengindikasikan kenaikan, lainnya relatif stabil. Sementara tarif sewa, umumnya mengindikasikan penurunan
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
CQWWka BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 10/07/62/Th. X, 1 Juli PERKEMBANGAN TINGKAT PENGGUNAAN SARANA AKOMODASI Selama, TPK Hotel Berbintang Sebesar 56,39 Persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel
Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %)
Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %) 1 (Miliar Rp) Grafik 2. Realisasi Penyaluran Kredit Januari-November 2013 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 0 KPR/KPA KKB-Mobil KKB-Sepeda Motor KTA + Multiguna
DISAMPAIKAN DI DINAS PUPESDM PROP DIY
Gambaran Umum Kelistrikan Produksi Listrik Persentase (%) Grafik Persentase Tingkat Pertumbuhan Produksi Listrik (KWh) 020 018 016 014 012 010 008 006 004 002 000 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
i
i 2 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Indeks 250 200 150 100 50 0 Indeks SPE Growth mtm (%) Growth yoy (%)
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
Januari 2005 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL Tingkat hunian kantor dan apartemen meningkat, sebaliknya tingkat hunian pusat perbelanjaan dan hotel menurun. Sementara tarif sewa umumnya mengalami peningkatan
PDB Dunia (rhs) Jan-02 May-02 Sep-02 Jan-03 May-03 Sep-03 Jan-04 May-04 Sep-04 Jan-05 May-05 Sep-05 Jan-06 May-06 Sep-06 Jan-07 May-07 Sep-07 Jan-08 May-08 Sep-08 Jan-09 May-09 Sep-09 Jan-10 May-10 Sep-10
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG SEPTEMBER 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan 2016 mencapai
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA AGUSTUS 2017 Vol. 3 No. 2 Triwulanan April - Jun 2017 (terbit Agustus 2017) Triwulan II 2017 ISSN 2460-490257 e-issn 2460-598212 KATA PENGANTAR RINGKASAN
BI Rate KMK KK KI. Tahun BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak Juli 2005, Bank Indonesia menerapkan BI Rate sebagai salah satu instrumen utama dalam menerapkan kebijakan moneter. Instrumen ini juga menjadi acuan utama oleh
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JULI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan mencapai 6.932
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI NOVEMBER 2011
Nop-06 Feb-07 Mei-07 Agust-07 Nop-07 Feb-08 Mei-08 Agust-08 Nop-08 Feb-09 Mei-09 Agust-09 Nop-09 Feb-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Mei-11 Agust-11 PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI NOVEMBER 2011
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO PEREKONOMIAN GLOBAL PEREKONOMIAN DOMESTIK PROSPEK DAN RISIKO KEBIJAKAN BANK INDONESIA 2 2 PERTUMBUHAN EKONOMI DUNIA TERUS MEMBAIK SESUAI PERKIRAAN... OUTLOOK
Studi Kinerja Industri Properti Residensial Pertumbuhan Harga, Penjualan, Pembiayaan, & Faktor Yang Mempengaruhinya.
LAPORAN INDUSTRI Januari 2014 Studi Kinerja Industri Properti Residensial Pertumbuhan Harga, Penjualan, Pembiayaan, & Faktor Yang Mempengaruhinya. DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN.... 1.1 Kata Pengantar. 1.2
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG No. 10/05/2172/Th.II, 2 Mei 2017 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG MARET 2017 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JUNI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan mencapai 7.930
BAB I PENDAHULUAN. dengan ekonomi regional dan internasional yang dapat menunjang sekaligus dapat berdampak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan berkeadilan perlu adanya pembangunan ekonomi yang seimbang.
PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG No. 10/10/2172/Th. I, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota
Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah
No. 10/11/62/Th. XI, 1 November 2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah Selama September 2017, TPK Hotel Berbintang Sebesar 58,44 persen
Manulife Investor Sentiment Index Study
Manulife Investor Sentiment Index Study Q4 2016 Indonesia Februari 2017 1 Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) 6 Kelas aset utama Dana tunai/
BAB I PENDAHULUAN. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan dibutuhkan untuk menunjang kegiatan usaha di Indonesia, hal ini terlihat dari besarnya
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.036/01/2017, 10 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN Pada Desember 2016 terjadi inflasi sebesar 0,35
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JULI 2017 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan Juli 2017 mencapai
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI FEBRUARI 2012
Nop-06 Feb-07 Mei-07 Agust-07 Nop-07 Feb-08 Mei-08 Agust-08 Nop-08 Feb-09 Mei-09 Agust-09 Nop-09 Feb-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Mei-11 Agust-11 Nop-11 PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI FEBRUARI
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI APRIL 2012
I. TOTAL SIMPANAN NASABAH PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI APRIL 2012 Total pada bulan April 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp14,48 Triliun dibandingkan dengan total pada bulan Maret 2012 sehingga
I. PENDAHULUAN. Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia. Manusia melakukan kegiatan konsumsi berarti mereka juga melakukan pengeluaran. Pengeluaran untuk
Grafik 1 Perkembangan NTP dan Indeks Harga yang Diterima/Dibayar Petani Oktober 2015 Oktober 2016
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 03/11/62/Th.X, 1 November Selama Oktober, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 97,96 Persen dan Terjadi
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL Triwulan IV - 9 Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan IV-9 menunjukkan kenaikan, baik secara triwulanan (,69%) maupun tahunan (,31%). Kenaikan harga yang terjadi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.028/05/2016, 18 Mei 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN Pada April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,40 persen dengan
ANGGARAN PIUTANG 2. PENGARUH KREDIT TERHADAP KAS 1. PENGERTIAN
ANGGARAN PIUTANG 8 1. PENGERTIAN Anggaran Piutang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang sejumlah piutang perusahaan beserta perubahan-perubahanya dari waktu ke waktu selama
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY
9+-* SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Maret Tingkat hunian ritel, kantor meningkat sebaliknya tingkat hunian apartemen, hotel menurun, sementara tarif sewa ritel, apartemen stabil.
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY
9+-* SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY September Harga properti komersial sewa/jual pada bulan September secara bulanan relatif kecuali tarif hotel mengalami penurunan dan lahan industri
TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER
TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER 1 1 2 3 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jan-12 Mar-12 May-12 Jul-12 Sep-12 Nov-12 Jan-13 Mar-13 May-13 Jul-13 Sep-13 Nov-13 Jan-14 Mar-14 May-14 Jul-14 Sep-14 Nov-14 Jan-15 35.0 30.0
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.018/07/2015, 14 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN Pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2017 INFLASI 0,13 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.040/05/2017, 8 Mei 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2017 INFLASI 0,13 PERSEN Pada April 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan
Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah
Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah No. 10/10/62/Th. XI, 2 Oktober 2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah Selama
