SURVEI PENJUALAN ECERAN
|
|
|
- Ida Lesmana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret, didukung oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 2,5% (yoy), meningkat dari 1,5% (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan penjualan eceran pada periode laporan didorong oleh penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh 11,0% (yoy), meningkat dari 9,5% (yoy) pada bulan sebelumnya, serta ditopang oleh peningkatan penjualan eceran kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tumbuh 6,8% (yoy), meningkat dari 4,9% (yoy) pada bulan Februari. Penjualan eceran diperkirakan terus meningkat pada April yang tercermin pada IPR yang tumbuh 3,4% (yoy) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Perkiraan peningkatan kinerja penjualan terutama bersumber dari penjualan komoditas Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh 12,3% (yoy) dan sub kelompok Sandang sebesar 12,1% (yoy). Hasil Survei juga mengindikasikan adanya peningkatan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang (Juni ), sejalan dengan faktor musiman Ramadhan dan Idul Fitri. Indikasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan menjadi 169,0 dari 164,0 pada bulan sebelumnya Penjualan Eceran Riil Bulan Maret Kinerja penjualan eceran pada Maret meningkat. Penjualan eceran pada Maret meningkat. Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan penjualan eceran pada Maret tumbuh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. IPR Maret tercatat sebesar 209,1 atau tumbuh 2,5% (yoy), meningkat dari 1,5% (yoy) pada Februari (Grafik 1). Grafik 1. Indeks Penjualan Riil Metodologi Survei penjualan eceran (SPE) merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September 1999 dan bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan PDB dari sisi konsumsi. Sejak Januari 2015 survei dilakukan terhadap ± 700 pengecer sebagai responden dengan metode purposive sampling di 10 kota yaitu Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Purwokerto, Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Denpasar. Indeks Penjualan Riil (IPR) dihitung dengan menggunakan bobot komoditas berdasar tabel Input-Output (I-O) dan bobot kota berdasar pangsa konsumsi Rumah Tangga (RT) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap konsumsi RT Produk Domestik Bruto (PDB). Responden bersifat panel dan dikelompokkan berdasarkan 7 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun IPR menggunakan tahun dasar 2010=100 (sebelumnya 2000=100). Sementara, perkiraan harga umum dihitung menggunakan metode balance score (net balance +100) yang dibobot menggunakan bobot kota atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH). 1
2 Berdasarkan rincian kelompok komoditas, peningkatan penjualan eceran terutama terjadi pada kelompok komoditas Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh 11,0% (yoy), meningkat dari 9,5% (yoy) pada bulan sebelumnya, serta ditopang oleh peningkatan penjualan eceran pada kelompok komoditas Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercatat tumbuh 6,8% (yoy), lebih tinggi dari 4,9% (yoy) pada Februari. Grafik 2. Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (%) Grafik 3. Pertumbuhan IPR Kelompok Makanan dan Non Makanan (%, yoy) Grafik 4. Pertumbuhan IPR Kelompok Suku Cadang & Aksesori Grafik 5. Pertumbuhan IPR Kelompok Makanan, Minuman & Tembakau Grafik 6. Pertumbuhan IPR Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Grafik 7. Pertumbuhan IPR Peralatan Informasi dan Komunikasi 2
3 Grafik 8. Pertumbuhan IPR Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya Grafik 9. Pertumbuhan IPR Kelompok Barang Lainnya (o/w sandang) Perkiraan Penjualan Riil Bulan April Penjualan ritel diperkirakan terus meningkat pada April. Kinerja penjualan eceran diperkirakan semakin meningkat pada April. Hasil SPE mengindikasikan IPR April sebesar 213,6 atau tumbuh 3,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 2,5% (yoy) pada Maret (Grafik 1). Pertumbuhan penjualan pada April ditopang oleh pertumbuhan beberapa kelompok komoditas diantaranya kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh 12,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 11,0% (yoy) pada bulan sebelumnya dan juga sub kelompok Sandang yang tumbuh 12,1% (yoy), meningkat dari 7,9% (yoy) pada Maret. Di sisi lain, kelompok komoditas Makanan, Minuman dan Tembakau tumbuh 6,3% (yoy), melambat dibandingkan bulan Maret yang tumbuh 6,8% (yoy). Grafik 10. Pertumbuhan IPR Menurut Kategori (%, yoy) 3
4 Penjualan Riil Secara Regional Pada Maret, peningkatan kinerja penjualan tertinggi terjadi di Surabaya. Secara regional, peningkatan penjualan eceran pada bulan Maret terutama terjadi di wilayah Surabaya dan Semarang yang masing-masing tumbuh sebesar 44,4% (yoy) dan 13,2% (yoy), meningkat dari 33,0% (yoy) dan 10,0% (yoy) pada Februari. Peningkatan penjualan terutama terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya di wilayah Surabaya. Sementara itu, di wilayah Semarang, peningkatan penjualan didorong oleh kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi dan perbaikan kinerja pada kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Pada April, peningkatan penjualan eceran terjadi pada sebagian besar wilayah cakupan survei. Peningkatan penjualan eceran tertinggi terjadi di wilayah Banjarmasin dan Jakarta, dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 35,9% (yoy) dan 10,4% (yoy), meningkat dibandingkan 29,6% (yoy) dan -1,8% (yoy) pada Maret. Responden menyampaikan peningkatan penjualan didorong oleh kegiatan promosi menjelang Ramadhan dan penambahan variasi produk (Gambar 1). Gambar 1. Pertumbuhan IPR April Secara Regional (%, yoy) Perkiraan Harga Pada 3 dan 6 Bulan yang Akan Datang Tekanan kenaikan harga barang dan jasa secara umum diindikasi meningkat pada Juni. Tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (Juni ) diperkirakan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 169,0 meningkat dari 164,0 pada bulan sebelumnya (Grafik 11). Tekanan kenaikan harga diperkirakan tetap berlanjut pada 6 bulan mendatang (September ), terindikasi dari nilai IEH 6 bulan mendatang sebesar 150,8 lebih tinggi dari 149,2 pada bulan sebelumnya (Grafik 12). 4
5 Grafik 11. Indeks Ekspektasi Harga 3 Bulan Yang Akan Datang Grafik 12. Indeks Ekspektasi Harga 6 Bulan Yang Akan Datang Perkiraan Penjualan Pada 3 dan 6 Bulan yang Akan Datang Penjualan ritel pada Juni diperkirakan meningkat. Responden memperkirakan penjualan eceran pada 3 bulan mendatang (Juni ) meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) 3 bulan yang akan datang sebesar 161,2 lebih tinggi dibandingkan 153,7 pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi selama Ramadhan dan Idul Fitri. Sementara itu, penjualan eceran pada 6 bulan mendatang (September ) diperkirakan menurun, terindikasi dari IEP 6 bulan sebesar 141,6, lebih rendah dibandingkan 147,6 pada periode sebelumnya (Grafik 13). Grafik 13. Indeks Ekspektasi Penjualan 3 dan 6 Bulan Yang Akan Datang 5
6 Lampiran Tabel 1. Indeks Penjualan Riil Menurut Kategori Suku Cadang dan Aksesori Makanan, Minuman & Tembakau Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Peralatan Informasi dan Komunikasi (6.4) 9.3 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya Barang Budaya dan Rekreasi (0.0) 2.6 Barang Lainnya o/w Sandang INDEKS TOTAL Tabel 2. Pertumbuhan Tahunan Indeks Penjualan Riil (year on year, %) Suku Cadang dan Aksesori Makanan, Minuman & Tembakau (0.6) Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Peralatan Informasi dan Komunikasi (4.5) 3.8 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya Barang Budaya dan Rekreasi (3.5) (2.2) Barang Lainnya o/w Sandang (2.3) 4.2 INDEKS TOTAL Tabel 3. Pertumbuhan Bulanan Indeks Penjualan Riil (month to month, %) Suku Cadang dan Aksesori Makanan, Minuman & Tembakau (3.8) Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (5.1) Peralatan Informasi dan Komunikasi Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (3.8) Barang Budaya dan Rekreasi Barang Lainnya - Sb Kanan (7.7) Sandang INDEKS TOTAL (2.4) Tabel 4. Indeks Penjualan Riil Per Kota KOTA Jakarta (6.2) 14.3 Bandung (0.5) 2.5 Surabaya Medan (6.1) 3.6 Semarang ** Banjarmasin Makasar (3.2) 0.1 Manado (3.9) Denpasar INDEKS TOTAL **) Data Semarang dan Purwokerto 6
7 Tabel 5. Pertumbuhan Tahunan Indeks Penjualan Riil Per Kota (year on year, %) Jakarta (25.84) Bandung (1.33) 0.16 Surabaya (1.84) Medan (2.32) (0.06) Semarang ** Banjarmasin (4.71) 6.31 Makasar (3.53) (0.81) Manado (4.28) (4.35) Denpasar (0.08) (3.82) IPR Nasional **) Data Semarang dan Purwokerto Tabel 6. Pertumbuhan Bulanan Indeks Penjualan Riil Per Kota (month to month, %) Jakarta Bandung Surabaya (11.9) Medan (4.2) 4.8 Semarang ** (4.6) Banjarmasin Makasar (3.1) 2.5 Manado (4.0) Denpasar (2.7) INDEKS TOTAL (2.4) **) Data Semarang dan Purwokerto Tabel 7. Ekspektasi Harga dan Penjualan (dalam Indeks) VARIABEL Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Ekspektasi Harga Umum - 3 bulan yang akan datang bulan yang akan datang Ekspektasi Penjualan - 3 bulan yang akan datang bulan yang akan datang
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei 2017 Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2017 yang tumbuh 4,3% (yoy),
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari Pada Februari indeks penjualan riil mengalami penurunan sebesar -5,7% (mtm). Penurunan tersebut sesuai dengan pola historisnya yang cenderung turun pada bulan Februari.
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o April Konsumsi masyarakat pada April menurun SURVEI PENJUALAN ECERAN Tingkat konsumsi masyarakat pada bulan April menurun sebagaimana tercermin dari indeks penjualan riil yang turun 1,1% (mtm), namun
PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH
Mei 2015 PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Survei Konsumen Mei 2015 (hal. 1) Survei Penjualan Eceran April 2015 (hal. 13) PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Mei 2015 Alamat Redaksi :
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juli Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei Indeks riil penjualan eceran mengalami penurunan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juni Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Januari Indeks riil penjualan eceran pada Januari dan ruari mengalami penurunan Harga dan suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil
SURVEY PENJUALAN ECERAN
SURVEY PENJUALAN ECERAN September Indeks riil penjualan eceran pada September mengalami penurunan Harga-harga umum diperkirakan meningkat dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN Januari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Januari tercatat sebesar 213,4, menurun sebesar -3,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan indeks penjualan tersebut
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret 2005 Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran
SURVEI KONSUMEN. April 2015
SURVEI KONSUMEN April Survei mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada April melemah, namun masih berada pada level optimis (>100). Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN Desember 2013 Konsumsi rumah tangga diindikasikan semakin menguat pada bulan Desember 2013. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2013 menjadi 116,5
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini
PESIMIS OPTIMIS Juni 2013 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga Optimisme konsumen diperkirakan
Indeks Keyakinan Konsumen
PESIMIS OPTIMIS Setelah melambat pada bulan sebelumnya, tingkat konsumsi rumah tangga pada Februari 2013 mengalami peningkatan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh menguatnya optimisme konsumen untuk melakukan
Mei Divisi Statistik Sektor Riil 1. Metodologi PESIMIS OPTIMIS
PESIMIS OPTIMIS Mei 2012 Pasca penundaan kenaikan harga BBM, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2012 mulai meningkat dari 102,5 menjadi 109,0 atau meningkat sebesar 6,5 poin. Persepsi mengenai
KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari 2008 Pada Januari 2008 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level pesimis sebesar 94,5 Responden memperkirakan harga secara umum pada tiga dan enam
Sisi Permintaan. Sisi Penawaran
SURVEI KONSUMEN Sisi Permintaan Perkembangan Sektor Riil Pengeluaran Konsumsi Pertumbuhan Ekonomi Sisi Penawaran TUJUAN SURVEI KONSUMEN Merupakan survei bulanan yang bersifat mikro, bertujuan untuk mengidentifikasi
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Februari 2009 Trend peningkatan IKK kembali terjadi pada Februari 2009 meskipun belum mencapai level optimis yang tercatat pada indeks 96,4. Beberapa isu positif terkait
Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 100. Okt. Jul. Mei. Sep. Mar. Ags. Jan. Jun. Feb
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 September 24?? Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 1?? Konsumen tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN. September 2006
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN September 2006 Indeks keyakinan konsumen menunjukkan trend membaik dan pada bulan September 2006 meningkat 3,0 poin. Tingkat harga pada enam bulan mendatang cenderung menurun,
SURVEI KONSUMEN. Maret Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Maret 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk Indeks Keyakinan Konsumen turun IKK menurun disebabkan kenaikan harga BBM Hasil survei Maret 2005 mengindikasikan
SURVEI KONSUMEN. Februari Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Februari 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Sebagaimana Januari 2005, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat Konsumen kembali optimis terhadap membaiknya kondisi ekonomi
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Desember 2006 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun tipis, kembali ke level pesimis, setelah pada November 2006 lalu sempat menyentuh level optimis Ekspektasi kenaikan harga
KONSUMEN. Januari 2005 Indeks Keyakinan Konsumen menurun. Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Optimis. Pesimis. Jul Ags. Jun. Jan. Okt. Mei. Feb.
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN uari 23 uari 25 Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 119,1 menjadi
2
Desember 2016 1 2 3 4 5 6 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
2
Januari 2015 1 2 3 4 5 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 Nopember 24 Indeks Keyakinan Konsumen terus meningkat Konsumen masih optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen terus
A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) B. Indeks Ekspektasi Harga 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
November 2014 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
Tim Statistik Sektor Riil 1 OPTIMIS PESIMIS. Metodologi
PESIMIS OPTIMIS Metodologi Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO PEREKONOMIAN GLOBAL PEREKONOMIAN DOMESTIK PROSPEK DAN RISIKO KEBIJAKAN BANK INDONESIA 2 2 PERTUMBUHAN EKONOMI DUNIA TERUS MEMBAIK SESUAI PERKIRAAN... OUTLOOK
INFLASI KOTA TARAKAN BULAN NOVEMBER 2015
BPS KOTA TARAKAN No. 12/12/6571/Th.IX, 01 Desember 2015 INFLASI KOTA TARAKAN BULAN NOVEMBER 2015 Mulai bulan Januari 2014 tahun dasar penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan 2012 = 100 (sebelumnya
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL Triwulan I - 1 Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-1 meningkat baik secara triwulanan (,7%) maupun tahunan (,53%). Kenaikan harga yang terjadi sejalan dengan
i
i 2 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Indeks 250 200 150 100 50 0 Indeks SPE Growth mtm (%) Growth yoy (%)
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL Triwulan II - 21 Harga dan Volume Penjualan Properti Residensial pada triwulan II-21 mengalami kenaikan. Indeks Harga Properti Residensial masih menunjukkan kenaikan,
Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan I-2012
Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan I-2012 Asesmen Ekonomi Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan II 2012 tercatat sebesar 7,25%, mengalami perlambatan dibandingkan
INFLASI KOTA TARAKAN BULAN AGUSTUS 2016
BPS KOTA TARAKAN No. 08/08/6571/Th.X, 01 Agustus 2016 INFLASI KOTA TARAKAN BULAN AGUSTUS 2016 Mulai bulan Februari 2014 tahun dasar penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan 2012 = 100 (sebelumnya
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA AGUSTUS 2017 Vol. 3 No. 2 Triwulanan April - Jun 2017 (terbit Agustus 2017) Triwulan II 2017 ISSN 2460-490257 e-issn 2460-598212 KATA PENGANTAR RINGKASAN
BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN BOYOLALI
BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN BOYOLALI No. 04/33/09/Th.III, 10 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN BOYOLALI Bulan Maret 2016 Inflasi 0,42 persen Pada bulan Maret
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL Triwulan IV - 9 Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan IV-9 menunjukkan kenaikan, baik secara triwulanan (,69%) maupun tahunan (,31%). Kenaikan harga yang terjadi
INFLASI KOTA TARAKAN BULAN MARET 2015
BPS KOTA TARAKAN No. 04/04/6571/Th.IX, 01 April 2015 INFLASI KOTA TARAKAN BULAN MARET 2015 Mulai bulan Januari 2014 tahun dasar penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan 2012 = 100 (sebelumnya
BERITA RESMI STATISTIK KABUPATEN SEMARANG
BERITA RESMI STATISTIK KABUPATEN SEMARANG No. 05/05/3322/Th.III, 07 Mei PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN SEMARANG BULAN APRIL DEFLASI SEBESAR 0,07 persen di Kabupaten Semarang terjadi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 15/3373/4/08/16/Th.VIII, 8 Agustus 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN JULI 2016 INFLASI 1,01 Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1437 H, perkembangan harga
BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN BOYOLALI No. 01/33/10/Th.IV, 10 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN BOYOLALI Bulan Desember 2016 Inflasi 0,23 persen Pada bulan Desember
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 13/3373/4/07/16/Th.VIII, 11 Juli 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN JUNI 2016 INFLASI 0,41 Bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1437 H, perkembangan harga kebutuhan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 19/3373/4/10/16/Th.VIII, 5 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,10 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada
BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN BOYOLALI No. 12/33/09/Th.III, 10 November 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN BOYOLALI Bulan November 2016 Inflasi 0,67 persen Pada bulan
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL Triwulan I 8 Baik secara triwulanan maupun tahunan, harga Properti Residensial Triwulan I-8 mengalami kenaikan. Kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut pada Triwulan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
No. 11/3373/4/06/13/Th.V, 04 Juni 2013 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN MEI 2013 DEFLASI 0,07 PERSEN Pada bulan di Kota Salatiga tercatat bahwa perkembangan harga kebutuhan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 07/3373/4/04/16/Th.VIII, 5 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN MARET 2016 INFLASI 0,37 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada bulan
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL RESIDENTIAL PROPERTY PRICE SURVEY Triwulan III 2006 Harga properti residensial di triwulan III meningkat Pada triwulan IV mendatang diperkirakan harga properti akan melambat
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 19/3373/4/10/15/Th.VII, 6 Oktober 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN SEPTEMBER 2015 DEFLASI 0,16 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada
ii Triwulan I 2012
ii Triwulan I 2012 iii iv Triwulan I 2012 v vi Triwulan I 2012 vii viii Triwulan I 2012 ix Indikator 2010 2011 Total I II III IV Total I 2012 Ekonomi Makro Regional Produk Domestik Regional Bruto (%, yoy)
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
No. 06/12 Th. IX, 2 Januari 2012 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DESEMBER 2011 BREBES INFLASI SEBESAR 0,05 PERSEN Pada bulan 2011 di Brebes terjadi inflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks
Bab. I Pendahuluan INDEKS HARGA KONSUMEN DAN LAJU INFLASI TAHUN 2013
INDEKS HARGA KONSUMEN DAN LAJU INFLASI TAHUN 2013 Aktivitas perekonomian Kota Purbalingga pada tahun 2013 apabila ditinjau dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara umum, terlihat lebih fluktuatif
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 11/3373/4/06/16/Th.VIII, 6 Juni 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN MEI 2016 TERCATAT INFLASI 0,11 PERSEN Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga
Bab 5 Indeks Nilai Tukar Petani Kabupaten Ciamis
Bab 5 Indeks Nilai Tukar Petani Kabupaten Ciamis Sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah, walaupun saat ini kontribusinya terus menurun dalam pembentukan Produk Domestik
2008 No
LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA : FEBRUARI 2008 2008 No.20.11.2.02.08 I. Inflasi bulan Februari 2008 sebesar 0,65% (m-t-m), sumbangan terbesar berasal dari kelompok bahan makanan sebesar 0,41% Perkembangan
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL RESIDENTIAL PROPERTY PRICE SURVEY Triwulan II 2006 Harga properti residensial di triwulan II melambat Pada triwulan III mendatang diperkirakan harga properti akan meningkat
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/04/53/Th. XVII, 1 April 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2014 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,14 PERSEN Pada Maret 2014 terjadi deflasi sebesar
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL RESIDENTIAL PROPERTY PRICE SURVEY TRIWULAN I-2004 Harga properti residensial pada triwulan I-2004 mengalami kenaikan namun sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/03/53/Th. XIX, 1 Maret 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI FEBRUARI 2016 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,33 PERSEN Februari 2016, Nusa Tenggara Timur terjadi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN KABUPATEN TULUNGAGUNG JULI 2017 INFLASI 0.04 PERSEN
No.1/08/3504/Th.XVII, 2 Agustus 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN KABUPATEN TULUNGAGUNG JULI 2017 INFLASI 0.04 PERSEN Pada bulan Juli 2017 Kabupaten Tulungagung mengalami Inflasi sebesar 0.04 persen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
No. 36 / VII / 1 Juli 2004 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI INFLASI BULAN JUNI 2004 SEBESAR 0,48 PERSEN Pada bulan Juni 2004 terjadi inflasi 0,48 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 38 kota mengalami
Profil Responden Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags
Agustus 2013 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi saat ini -
