SURVEI PENJUALAN ECERAN
|
|
|
- Sri Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SURVEI PENJUALAN ECERAN Juni Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil penjualan eceran naik 2,7% Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia kepada para pengusaha ritel pada Juni mengindikasikan adanya peningkatan penjualan. Indeks riil penjualan mengindikasikan peningkatan sebesar 2,7%, dibandingkan indeks penjualan riil pada yang turun sebesar 11,0%. Dari sembilan kelompok barang yang disurvei, terdapat enam kelompok barang yang mengalami peningkatan penjualan riil, yaitu kelompok peralatan tulis; suku cadang kendaraan; kelompok makanan dan tembakau; bahan konstruksi; pakaian dan perlengkapannya; dan perlengkapan rumah tangga. Adapun tiga kelompok barang lainnya mengalami penurunan penjualan riil, dengan penurunan terbesar pada kelompok bahan bakar, diikuti kelompok kerajinan, seni dan mainan; dan bahan kimia (Tabel 1). Secara regional, dari lima kota yang disurvei Bandung, Surabaya, dan Jakarta mengindikasikan adanya peningkatan penjualan (Tabel 3). Grafik 1 Indeks Riil Penjualan Eceran 1 1 Indeks Riil Jul Sep Nov Jan * ) angka realisasi sementara ** ) angka perkiraan Jul Sep Nov Jan Metodologi GRAFIK PENJUALAN BEBERAPA KOMODITI Survei penjualan eceran merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September 1999 terhadap sekitar 316 pengecer sebagai responden (purposive sampling) di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan. Responden bersifat panel dan dikelompokkan berdasarkan 9 Klasifikasi Lapangan Usaha Industri (KLUI) tahun Hasil survei penjualan eceran disajikan dalam bentuk indeks riil. Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 1
2 Grafik 2 Penjualan Makanan dan Tembakau 280 Makanan & Tembakau Grafik 3 Penjualan Pakaian dan Perlengkapannya 280 Pakaian & Perlengkapannya Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan 40 Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Grafik 4 Penjualan Perlengkapan Rumah Tangga Grafik 5 Penjualan Bahan Kimia Perlengkapan Rumah Tangga Bahan Kimia Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Grafik 6 Penjualan Bahan Konstruksi Grafik 7 Penjualan Bahan Bakar Bahan Konstruksi Grafik 9 Penjualan Suku Cadang Kendaraan Bahan Bakar Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Grafik 8 Penjualan Peralatan Tulis Grafik 9 Penjualan Suku Cadang Kendaraan 200 Peralatan Tulis 175 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 2 Suku Cadang Kendaraan 125
3 80 Grafik 10 Penjualan Kerajinan, Seni, dan Mainan Kerajinan, Seni & Mainan 60 Jul Sep Nov Jan Jul Sep Nov Jan Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 3
4 Penjualan kelompok pakaian dan perlengkapannya mengalami penurunan terbesar Berdasarkan hasil SPE, peningkatan indeks total penjualan riil disebabkan oleh:?? Penjualan kelompok peralatan tulis (10,8%), dengan peningkatan terbesar terjadi di kota Jakarta.?? Penjualan kelompok suku cadang kendaraan (9,2%), dengan peningkatan terbesar terjadi di kota Semarang.?? Penjualan kelompok makanan dan tembakau (7,6%), dengan peningkatan terbesar terjadi di kota Medan.?? Penjualan kelompok bahan konstruksi (6,4%), dengan peningkatan terbesar terjadi di kota Jakarta.?? Penjualan kelompok pakaian dan perlengkapannya (2,0%), dengan peningkatan terbesar terjadi di kota Bandung.?? Penjualan kelompok perabot rumah tangga (1,2%), dengan peningkatan terbesar terjadi di kota Surabaya. Tabel 1 Pertumbuhan (m-t-m) Indeks Riil Penjualan Eceran Menurut Kategori (KLUI) Gabungan 5 Kota (dalam persen) Juni Sep Des Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan 1) Feb Apr Jun*) Jul**) Makanan & Tembakau -7,0 1,9-2,4 0,2 4,4-1,4 0,3 4,6 1,2 1,1 16,0-5,7 57,9-8,1 11,2-1,4-9,7 7,6-7,2 Pakaian & Perlengkapannya 22,4 18,1 9,2 18,6-2,0-5,5 3,1 1,7 0,9 9,4 14,8 1,3-13,0-3,3-1,7 5,1-8,2 2,0 1,5 Perlengkapan rumah tangga 10,7 6,0 1,4 11,6 10,6-7,8 1,9 11,3-0,6 4,2 3,8-4,6 51,4-12,0 1,6-12,2-4,1 1,2 1,0 Bahan kimia -3,4 4,5-3,0-0,4 8,8 6,2-7,3 13,6-0,1 7,5-10,9 28,3 50,9-4,6-7,4 0,7 0,8-1,7-2,1 Bahan konstruksi 7,0-1,3-0,8 23,5-12,8-4,7 8,3-4,1-0,9 13,5 9,0 7,3 101,0-15,4-13,3-4,1 0,4 6,4 6,3 Bahan bakar -1,6-3,1-1,0 5,1 1,7 0,3 3,6 1,4 1,9-1,0-5,2 2,2 49,8-17,3 22,4-2,0-0,5-5,5-1,8 Peralatan tulis -9,7 4,4-2,4 23,4 12,6 3,4 13,2 8,0-7,0-10,0-2,8 14,2-10,6-1,4 21,4 1,3-17,0 10,8-7,7 Suku cadang kendaraan 2,1-1,6 3,3 2,5 7,5-4,2-3,3-5,7 11,0-0,6 1,9 18,8-53,4 15,7-29,3 113,6-43,9 9,2-5,1 Kerajinan, Seni & Mainan -7,3-8,4-7,9 7,7-8,8 2,8 5,7 8,2 1,7-0,5 8,4 18,8-23,9-4,2-6,9 1,4-26,9-3,9 2,8 INDEKS TOTAL 1,2 2,6 0,6 7,8 2,6-2,1 1,3 3,1 1,9 3,1 6,0 6,5 13,0-6,6 0,8 6,3-11,2 2,7-2,2 Prospek Penjualan Eceran Juli Penjualan pada Juli diperkirakan turun Indeks riil penjualan eceran pada Juli diperkirakan turun sebesar 2,2%. Penurunan tersebut terutama didorong oleh penurunan penjualan pada lima kelompok barang dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok peralatan tulis, diikuti kelompok makanan dan tembakau, suku cadang kendaraan; bahan kimia; dan bahan bakar. Adapun empat kelompok barang lainnya diperkirakan mengalami peningkatan yaitu bahan konstruksi; kerajinan, seni dan mainan; pakaian dan perlengkapannya; dan perlengkapan rumah tangga (Tabel 1 dan Grafik 2-10). Perkiraan Harga Umum dan Suku Bunga Kredit Mayoritas responden masih meperkirakan harga dan suku bunga relatif stabil pada 1, 3 dan 6 bulan ke depan Sebanyak 52,9% responden pedagang eceran (menurun dibanding survei sebanyak 59,1% responden) memperkirakan harga barang untuk periode 1, 3, dan 6 bulan ke depan relatif stabil namun dengan kecenderungan meningkat (Tabel 2). Adapun sebanyak 42,3% responden (meningkat dibanding survei yang sebesar 36,0% responden) memperkirakan akan adanya kenaikan harga umum pada 1, 3, dan 6 bulan ke depan. Mayoritas responden (81,4%) memperkirakan suku bunga kredit relatif stabil untuk 1, 3, dan 6 bulan ke depan (meningkat dibanding hasil survei sebanyak 76,0% responden). Adapun sebanyak 14,6% responden Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 4
5 (menurun dibanding hasil survei sebanyak 16,8% responden) memperkirakan kenaikan suku bunga kredit untuk 1, 3, dan 6 bulan ke depan. Tabel 2 Ekspektasi Harga Umum dan Suku Bunga Kredit (dalam indeks) VARIABEL Juni Sep Des Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Apr Jun Ekspektasi Harga Umum 1 bulan yad 135,0,8,8 129,1 122,9 121,7 124,4 126,4 136,2 136,7 153,2 149,8 139,4 165,8 138,5 122,4 126,9 138,6 3 bulan yad 129,1 119,1 115,4 116,7 117,5 117,1 122,0 134,7 138,1 132,0 144,2 135,8 137,1 147,9 131,1 122,5 128,8 136,6 6 bulan yad 134,9 122,5 107,4 111,9 117,1 123,3 119,9 117,3 118,5 118,3 131,3 119,2 127,9 135,2 133,6 133,9 137,5 137,0 Ekspektasi Suku Bunga Kredit 1 bulan yad 94,3 83,1 80,4 93,9 95,7 101,9 109,3,7 118,0 107,3 107,4 105,4 105,2 117,3,8 119,7 112,8 115,7 3 bulan yad 92,9 88,8 83,3 86,4 97,1 105,3 105,4 101,0 109,3 108,4 109,9 102,0 106,5 116,4 114,2 108,7 107,9 107,9 6 bulan yad 83,7 87,1 83,5 88,2 102,5 108,5 105,9 106,4 108,3 105,8 105,0 101,5 107,4,8,1 108,8 108,0 108,5 Catatan: (Indeks) 1 Mulai data bulan et perhitungan indeks ekspektasi Harga Umum dan Suku Bunga Kredit ditambah dengan. Nilai diatas artinya terjadi ekspektasi kenaikan harga umum dan suku bunga sebaliknya nilai dibawah terjadi ekspektasi penurunan harga umum dan suku bunga. Grafik 11 Perkembangan Ekspektasi Harga Umum dan Inflasi Aktual (%) 3,0 2,5 2,0 1,5 1,0 0,5 0,0-0,5 Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb -1,0 Apr Jun Ags Okt Des Ekspektasi 1 bln yad Ekspektasi 6 bln yad Ekspektasi 3 bln yad Inflasi Aktual Grafik 12 Perkembangan Ekspektasi Suku Bunga Kredit dan Tingkat Suku Bunga SBI 1 Bulan (Indeks) (%) 18,0 16,0 14,0 12, ,0 8,0 60 Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des Feb Apr Jun Ags Okt Des 6,0 Ekspektasi 1 bln yad Ekspektasi 3 bln yad Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah Ekspektasi 6 bln yad Suku Bunga SBI 1 bulan 5
6 Perkembangan Penjualan Eceran secara Regional Pada Juni, kota Bandung, Surabaya, dan Jakarta mengindikasikan adanya peningkatan penjualan Secara regional, tiga dari lima kota yang disurvei pada Juni mengindikasikan peningkatan penjualan yang terjadi di kota Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Sementara itu, pada Juli diperkirakan penurunan penjualan terjadi di kota Bandung dan Jakarta, sedangkan Medan, Semarang, dan Surabaya diperkirakan mengalami peningkatan penjualan. Tabel 3 Pertumbuhan (m-t-m) Indeks Riil Penjualan Eceren per Kota (dalam persen) Juni Sep Des Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan 1) Feb Apr Jun*) Jul**) Jakarta -1,0 5,6-1,3 17,3 1,1-1,8 1,1 4,9 3,6 2,8 4,2 7,5 29,7-5,1 0,5 1,0-8,9 1,2-0,6 Bandung 2,5-7,8 9,5 4,3 13,8 1,4-0,9 1,0-0,5 2,5 4,6 19,2-37,4-11,2-22,8 104,4-35,7 9,8-9,8 Surabaya 3,3-0,9 1,7 1,6 0,3-2,1 4,1 2,1-3,5 3,8 1,7 1,1 24,5-0,6-4,5 0,5 1,4 1,8 0,1 Medan 1,4 1,5 3,9 2,4-5,7 0,1-1,1 2,4 4,1 3,9 1,9 6,3-7,0-4,0 9,8-1,7 1,0-8,1 3,7 Semarang 8,5 11,7-3,1-2,2 4,1 1,2-3,6 0,3-4,5 2,5 11,6-0,2 3,8-8,7 16,8-6,5 5,5-4,5 3,8 INDEKS TOTAL 1,2 2,6 0,6 7,8 2,6-2,1 1,3 3,1 1,9 3,1 6,0 6,5 13,0-6,6 0,8 6,3-11,2 2,7-2,2 Tabel 4 Kontribusi Menurut Kategori terhadap Indeks Riil Total Penjualan Eceran Gabungan 5 Kota (dalam persen) Juni Sep Des Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan 1) Feb Apr Jun*) Jul**) Makanan & Tembakau 22,0 26,2 27,5 35,5 25,4 23,2 23,3 24,4 24,7 24,9 28,9 27,3 43,1 39,6 44,0 43,4 39,2 42,2 39,2 Pakaian & Perlengkapannya 16,1 19,4 24,1 35,5 30,4 29,6 30,5 31,1 31,4 34,3 39,4 39,9 34,7 33,6 33,0 34,7 31,8 32,4 32,9 Perlengkapan rumah tangga 7,4 8,6 8,5 10,0 8,7 7,4 7,5 8,4 8,3 8,7 9,0 8,6 13,0 11,4 11,6 10,2 9,8 9,9 10,0 Bahan kimia 11,3 13,2 14,6 12,8 12,5 12,8 11,9 13,5 13,5 14,5 13,0 16,6 25,1 23,9 22,2 22,3 22,5 22,1 21,7 Bahan konstruksi 7,2 7,3 7,9 8,5 5,9 5,3 5,7 5,5 5,4 6,2 6,7 7,2 14,5 12,3 10,6 10,2 10,2 10,9 11,6 Bahan bakar 14,5 14,5 14,9 15,2 15,5 14,6 15,1 15,4 15,7 15,5 14,7 15,0 22,5 18,6 22,8 22,3 22,2 21,0 20,6 Peralatan tulis 3,4 4,4 4,4 5,5 5,9 6,1 6,9 7,4 6,9 6,2 6,0 6,8 6,1 6,0 7,3 7,4 6,2 6,8 6,3 Suku cadang kendaraan 23,8 22,9 23,0 23,9 23,7 22,0 21,3 20,1 22,3 22,2 22,6 26,8 12,5 14,5 10,2 21,8 12,3 13,4 12,7 Kerajinan, Seni & Mainan 7,9 7,1 7,4 9,0 6,3 7,3 7,7 8,4 8,5 8,5 9,1 10,8 8,2 7,9 7,3 7,4 5,4 5,2 5,4 INDEKS TOTAL 113,6 123,7 132,2 156,0 134,1 128,4,0 134,0 136,6,9 149,3 159,1 179,7 167,8 169,1 179,8 159,6 163,9,3 Tabel 5 Nilai Indeks Riil Penjualan Eceran Menurut Kategori (KLUI) Gabungan 5 Kota (dalam indeks) Juni Sep Des Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan 1) Feb Apr Jun*) Jul**) Makanan & Tembakau 134,6,2 167,8 216,9 155,3 141,9 142,2 148,7,5 152,3 176,6 166,6 263,0 241,8 268,9 265,1 239,4 257,6 239,1 Pakaian & Perlengkapannya 103,8 125,0 155,2 228,7 195,6 1,9 196,8 200,2 202,0,9 253,7 257,0 223,5 216,2 212,6 223,4 205,1 209,1 212,3 Perlengkapan rumah tangga 122,4 142,5 141,4 166,0 143,6 122,2 124,5 138,6 137,7 143,5 148,9 142,0 215,0 189,1 192,2 168,9 161,9 163,8 165,4 Bahan kimia 108,8 127,5,7 124,0,8 124,2 115,2,8,7,5 125,2,7 242,6 231,5 214,4 215,8 217,5 213,7 209,3 Bahan konstruksi 75,7 77,1 82,9 89,9 61,5 55,7 60,3 57,9 57,3 65,1,9 76,1 153,0 129,4 112,2 107,6 108,1 115,0 122,2 Bahan bakar 112,1 112,4 115,0 117,3 121,0 113,1 117,1 118,8 121,1 119,8 113,6 116,1 174,0 143,9 176,1 172,5 171,7 162,2 159,2 Peralatan tulis 98,6 127,3 128,0,2 1,1 175,5 198,8 214,7 199,7 179,9 173,8 198,6 177,5 175,0 212,5 215,3 178,7 198,0 182,8 Suku cadang kendaraan 131,3 126,5 127,1 132,2,6 121,8 117,7 111,0 123,2 122,5 124,8 148,3 69,1 79,9 56,5,7 67,7 74,0,2 Kerajinan, Seni & Mainan 102,4 92,0 95,7 116,6 81,4 94,2 99,5 107,7 109,5 109,0 116,9 138,9 105,8 101,4 94,3 95,6 69,9 67,2 69,1 INDEKS TOTAL 113,6 123,7 132,2 156,0 134,1 128,4,0 134,0 136,6,9 149,3 159,1 179,7 167,8 169,1 179,8 159,6 163,9,3 Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah 6
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei Indeks riil penjualan eceran mengalami penurunan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juli Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEY PENJUALAN ECERAN
SURVEY PENJUALAN ECERAN September Indeks riil penjualan eceran pada September mengalami penurunan Harga-harga umum diperkirakan meningkat dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Januari Indeks riil penjualan eceran pada Januari dan ruari mengalami penurunan Harga dan suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret 2005 Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN Januari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Januari tercatat sebesar 213,4, menurun sebesar -3,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan indeks penjualan tersebut
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari Pada Februari indeks penjualan riil mengalami penurunan sebesar -5,7% (mtm). Penurunan tersebut sesuai dengan pola historisnya yang cenderung turun pada bulan Februari.
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret, didukung oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok
Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 100. Okt. Jul. Mei. Sep. Mar. Ags. Jan. Jun. Feb
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 September 24?? Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 1?? Konsumen tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN. Maret Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Maret 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk Indeks Keyakinan Konsumen turun IKK menurun disebabkan kenaikan harga BBM Hasil survei Maret 2005 mengindikasikan
SURVEI KONSUMEN. Februari Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Februari 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Sebagaimana Januari 2005, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari
KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari 2008 Pada Januari 2008 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level pesimis sebesar 94,5 Responden memperkirakan harga secara umum pada tiga dan enam
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 Nopember 24 Indeks Keyakinan Konsumen terus meningkat Konsumen masih optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen terus
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o April Konsumsi masyarakat pada April menurun SURVEI PENJUALAN ECERAN Tingkat konsumsi masyarakat pada bulan April menurun sebagaimana tercermin dari indeks penjualan riil yang turun 1,1% (mtm), namun
PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH
Mei 2015 PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Survei Konsumen Mei 2015 (hal. 1) Survei Penjualan Eceran April 2015 (hal. 13) PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Mei 2015 Alamat Redaksi :
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN Desember 2013 Konsumsi rumah tangga diindikasikan semakin menguat pada bulan Desember 2013. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2013 menjadi 116,5
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat Konsumen kembali optimis terhadap membaiknya kondisi ekonomi
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Februari 2009 Trend peningkatan IKK kembali terjadi pada Februari 2009 meskipun belum mencapai level optimis yang tercatat pada indeks 96,4. Beberapa isu positif terkait
A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) B. Indeks Ekspektasi Harga 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
November 2014 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
Mei Divisi Statistik Sektor Riil 1. Metodologi PESIMIS OPTIMIS
PESIMIS OPTIMIS Mei 2012 Pasca penundaan kenaikan harga BBM, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2012 mulai meningkat dari 102,5 menjadi 109,0 atau meningkat sebesar 6,5 poin. Persepsi mengenai
KONSUMEN. Januari 2005 Indeks Keyakinan Konsumen menurun. Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Optimis. Pesimis. Jul Ags. Jun. Jan. Okt. Mei. Feb.
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN uari 23 uari 25 Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 119,1 menjadi
Indeks Keyakinan Konsumen
PESIMIS OPTIMIS Setelah melambat pada bulan sebelumnya, tingkat konsumsi rumah tangga pada Februari 2013 mengalami peningkatan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh menguatnya optimisme konsumen untuk melakukan
2
Desember 2016 1 2 3 4 5 6 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
2
Januari 2015 1 2 3 4 5 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
SURVEI KONSUMEN. September 2006
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN September 2006 Indeks keyakinan konsumen menunjukkan trend membaik dan pada bulan September 2006 meningkat 3,0 poin. Tingkat harga pada enam bulan mendatang cenderung menurun,
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini
PESIMIS OPTIMIS Juni 2013 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga Optimisme konsumen diperkirakan
SURVEI KONSUMEN. April 2015
SURVEI KONSUMEN April Survei mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada April melemah, namun masih berada pada level optimis (>100). Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei 2017 Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2017 yang tumbuh 4,3% (yoy),
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Desember 2006 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun tipis, kembali ke level pesimis, setelah pada November 2006 lalu sempat menyentuh level optimis Ekspektasi kenaikan harga
MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI
Suplemen 2 MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI I. Kondisi Umum Optimisme Konsumen Pangkalpinang selama triwulan I 2008 secara umum meningkat dibanding dengan triwulan IV -
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Agustus Secara umum, tingkat hunian properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk pusat perbelanjaan. Harga sewa properti komersial juga
Tim Statistik Sektor Riil 1 OPTIMIS PESIMIS. Metodologi
PESIMIS OPTIMIS Metodologi Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Mei Secara umum tingkat hunian maupun tarif sewa properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk tingkat hunian apartemen. Sementara itu,
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY September Secara umum, tingkat hunian properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk pusat perbelanjaan. Sementara harga sewa properti komersial
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Februari - Tingkat hunian hotel dan apartemen mengindikasikan kenaikan, lainnya relatif stabil. Sementara tarif sewa, umumnya mengindikasikan penurunan
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
CQWWka BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 10/07/62/Th. X, 1 Juli PERKEMBANGAN TINGKAT PENGGUNAAN SARANA AKOMODASI Selama, TPK Hotel Berbintang Sebesar 56,39 Persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel
Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %)
Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %) 1 (Miliar Rp) Grafik 2. Realisasi Penyaluran Kredit Januari-November 2013 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 0 KPR/KPA KKB-Mobil KKB-Sepeda Motor KTA + Multiguna
i
i 2 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Indeks 250 200 150 100 50 0 Indeks SPE Growth mtm (%) Growth yoy (%)
DISAMPAIKAN DI DINAS PUPESDM PROP DIY
Gambaran Umum Kelistrikan Produksi Listrik Persentase (%) Grafik Persentase Tingkat Pertumbuhan Produksi Listrik (KWh) 020 018 016 014 012 010 008 006 004 002 000 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
Januari 2005 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL Tingkat hunian kantor dan apartemen meningkat, sebaliknya tingkat hunian pusat perbelanjaan dan hotel menurun. Sementara tarif sewa umumnya mengalami peningkatan
PDB Dunia (rhs) Jan-02 May-02 Sep-02 Jan-03 May-03 Sep-03 Jan-04 May-04 Sep-04 Jan-05 May-05 Sep-05 Jan-06 May-06 Sep-06 Jan-07 May-07 Sep-07 Jan-08 May-08 Sep-08 Jan-09 May-09 Sep-09 Jan-10 May-10 Sep-10
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA AGUSTUS 2017 Vol. 3 No. 2 Triwulanan April - Jun 2017 (terbit Agustus 2017) Triwulan II 2017 ISSN 2460-490257 e-issn 2460-598212 KATA PENGANTAR RINGKASAN
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO PEREKONOMIAN GLOBAL PEREKONOMIAN DOMESTIK PROSPEK DAN RISIKO KEBIJAKAN BANK INDONESIA 2 2 PERTUMBUHAN EKONOMI DUNIA TERUS MEMBAIK SESUAI PERKIRAAN... OUTLOOK
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG SEPTEMBER 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan 2016 mencapai
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JULI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan mencapai 6.932
BI Rate KMK KK KI. Tahun BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak Juli 2005, Bank Indonesia menerapkan BI Rate sebagai salah satu instrumen utama dalam menerapkan kebijakan moneter. Instrumen ini juga menjadi acuan utama oleh
Studi Kinerja Industri Properti Residensial Pertumbuhan Harga, Penjualan, Pembiayaan, & Faktor Yang Mempengaruhinya.
LAPORAN INDUSTRI Januari 2014 Studi Kinerja Industri Properti Residensial Pertumbuhan Harga, Penjualan, Pembiayaan, & Faktor Yang Mempengaruhinya. DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN.... 1.1 Kata Pengantar. 1.2
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL Triwulan IV - 9 Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan IV-9 menunjukkan kenaikan, baik secara triwulanan (,69%) maupun tahunan (,31%). Kenaikan harga yang terjadi
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI NOVEMBER 2011
Nop-06 Feb-07 Mei-07 Agust-07 Nop-07 Feb-08 Mei-08 Agust-08 Nop-08 Feb-09 Mei-09 Agust-09 Nop-09 Feb-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Mei-11 Agust-11 PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI NOVEMBER 2011
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JUNI 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan mencapai 7.930
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG No. 10/05/2172/Th.II, 2 Mei 2017 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG MARET 2017 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang
BAB I PENDAHULUAN. dengan ekonomi regional dan internasional yang dapat menunjang sekaligus dapat berdampak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan berkeadilan perlu adanya pembangunan ekonomi yang seimbang.
Manulife Investor Sentiment Index Study
Manulife Investor Sentiment Index Study Q4 2016 Indonesia Februari 2017 1 Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) 6 Kelas aset utama Dana tunai/
PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG No. 10/10/2172/Th. I, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota
BAB I PENDAHULUAN. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan dibutuhkan untuk menunjang kegiatan usaha di Indonesia, hal ini terlihat dari besarnya
Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah
No. 10/11/62/Th. XI, 1 November 2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah Selama September 2017, TPK Hotel Berbintang Sebesar 58,44 persen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.036/01/2017, 10 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN Pada Desember 2016 terjadi inflasi sebesar 0,35
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG JULI 2017 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan Juli 2017 mencapai
I. PENDAHULUAN. Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia. Manusia melakukan kegiatan konsumsi berarti mereka juga melakukan pengeluaran. Pengeluaran untuk
PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA MARET 2017
No. 23/05/Th. VIII, 2 Mei PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA MARET Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada bulan Maret tercatat US$12,96 juta atau mengalami kenaikan sebesar 4,52 persen dibanding
Grafik 1 Perkembangan NTP dan Indeks Harga yang Diterima/Dibayar Petani Oktober 2015 Oktober 2016
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 03/11/62/Th.X, 1 November Selama Oktober, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 97,96 Persen dan Terjadi
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY
9+-* SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY September Harga properti komersial sewa/jual pada bulan September secara bulanan relatif kecuali tarif hotel mengalami penurunan dan lahan industri
TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER
TINJAUAN KEBIJAKAN MONETER 1 1 2 3 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jan-12 Mar-12 May-12 Jul-12 Sep-12 Nov-12 Jan-13 Mar-13 May-13 Jul-13 Sep-13 Nov-13 Jan-14 Mar-14 May-14 Jul-14 Sep-14 Nov-14 Jan-15 35.0 30.0
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY
9+-* SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Maret Tingkat hunian ritel, kantor meningkat sebaliknya tingkat hunian apartemen, hotel menurun, sementara tarif sewa ritel, apartemen stabil.
PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA JUNI 2017
No. 42/08/Th. VIII, 1 Agustus PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA JUNI Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada bulan Juni tercatat US$19,83 juta atau mengalami penurunan sebesar 17,03 persen dibanding
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI FEBRUARI 2012
Nop-06 Feb-07 Mei-07 Agust-07 Nop-07 Feb-08 Mei-08 Agust-08 Nop-08 Feb-09 Mei-09 Agust-09 Nop-09 Feb-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Mei-11 Agust-11 Nop-11 PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI FEBRUARI
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.028/05/2016, 18 Mei 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN Pada April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,40 persen dengan
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI APRIL 2012
I. TOTAL SIMPANAN NASABAH PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI APRIL 2012 Total pada bulan April 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp14,48 Triliun dibandingkan dengan total pada bulan Maret 2012 sehingga
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA
Vol. 3 No. 3 Triwulanan Juli - September 2017 (terbit November 2017) Triwulan III 2017 ISSN xxx-xxxx e-issn xxx-xxxx KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA NOVEMBER 2017 DAFTAR ISI 2 3 DAFTAR
ANGGARAN PIUTANG 2. PENGARUH KREDIT TERHADAP KAS 1. PENGERTIAN
ANGGARAN PIUTANG 8 1. PENGERTIAN Anggaran Piutang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang sejumlah piutang perusahaan beserta perubahan-perubahanya dari waktu ke waktu selama
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.018/07/2015, 14 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN Pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY
9+-* SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Oktober Harga properti komersial sewa/jual pada bulan Oktober secara bulanan relatif stabil kecuali tarif lahan industri mengalami penurunan dan
