SURVEY PENJUALAN ECERAN
|
|
|
- Erlin Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SURVEY PENJUALAN ECERAN September Indeks riil penjualan eceran pada September mengalami penurunan Harga-harga umum diperkirakan meningkat dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil penjualan eceran turun 9,9% Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia kepada para pengusaha ritel pada September mengindikasikan adanya penurunan penjualan. Indeks riil penjualan turun sebesar -9,9% (pada Agustus indeks penjualan riil turun sebesar -0,5%). Dari sembilan kelompok barang yang disurvei, terdapat enam kelompok barang yang mengalami penurunan penjualan riil, yaitu kelompok pakaian dan perlengkapannya, peralatan tulis, suku cadang kendaraan, bahan konstruksi, makanan dan tembakau, serta bahan bakar (Tabel 1). Adapun tiga kelompok barang lainnya mengalami peningkatan penjualan riil, yaitu kelompok kerajinan, seni dan mainan, perlengkapan rumah tangga, dan bahan kimia. Secara regional, dari lima kota yang disurvei Jakarta, Semarang, Medan dan Surabaya mengalami penurunan penjualan riil, sedangkan Bandung mengindikasikan adanya peningkatan penjualan (Tabel 3). Grafik 1 Indeks Riil Penjualan Eceran 1 1 Indeks Riil * ) angka realisasi sementara ** ) angka perkiraan Apr Juni Metodologi Survei penjualan eceran merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September 1999 terhadap sekitar 316 pengecer sebagai responden (purposive sampling) di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan. Responden bersifat panel dan dikelompokkan berdasarkan 9 Klasifikasi Lapangan Usaha Industri (KLUI) tahun Hasil survei penjualan eceran disajikan dalam bentuk indeks riil. Tim Statistik Sektor Riil 1
2 GRAFIK PENJUALAN BEBERAPA KOMODITI Grafik 2 Penjualan Makanan dan Tembakau Grafik 3 Penjualan Pakaian dan Perlengkapannya 2 Makanan & Tembakau Pakaian & Perlengkapannya Grafik 4 Penjualan Perlengkapan Rumah Tangga Grafik 5 Penjualan Bahan Kimia Perlengkapan Rumah Tangga Bahan Kimia Apr Juni Grafik 6 Penjualan Bahan Konstruksi Grafik 7 Penjualan Bahan Bakar Bahan Konstruksi 1 Bahan Bakar Apr Juni Tim Statistik Sektor Riil 2
3 Grafik 8 Penjualan Peralatan Tulis Grafik 9 Penjualan Suku Cadang Kendaraan Peralatan Tulis Suku Cadang Kendaraan Apr Juni *) angka sementara angka perkiraan Grafik 10 Penjualan Kerajinan, Seni, dan Mainan Kerajinan, Seni & Mainan 60 *) angka sementara angka perkiraan Tim Statistik Sektor Riil 3
4 Berdasarkan hasil SPE September, penurunan indeks total penjualan riil disebabkan oleh: Penjualan kelompok pakaian dan perlengkapannya mengalami penurunan terbesar? Penjualan kelompok pakaian dan perlengkapannya (40,5%), dengan penurunan terbesar terutama terjadi di kota Jakarta? Penjualan kelompok peralatan tulis (8,9%), dengan penurunan terbesar terutama terjadi di kota Jakarta? Penjualan kelompok suku cadang kendaraan (8,4%), dengan penurunan terbesar terutama terjadi di kota Jakarta? Penjualan kelompok bahan konstruksi (7,1%), dengan penurunan terbesar terutama terjadi di kota Jakarta? Penjualan kelompok makanan dan tembakau (3,0%), dengan penurunan terbesar terutama terjadi di kota Jakarta? Penjualan kelompok bahan bakar (0,7%), dengan penurunan terbesar terutama terjadi di kota Medan Tabel 1 Pertumbuhan (m-t-m) Indeks Riil Penjualan Eceran Menurut Kategori (KLUI) Gabungan 5 Kota (dalam persen) Mar Juni Sep Des Mar Jun Sep Des Jan 1) Feb Mar Apr Mei Jun Jul Sep*) Okt Makanan & Tembakau -7,0 1,9-2,4 0,2 4,4-1,4 1,2-5,7 57,9-10,1 9,2 1,6-6,3-5,6 0,6-2,9-3,0 0,6 Pakaian & Perlengkapannya 22,4 18,1 9,2 18,6-2,0-5,5 0,9 1,3-13,7-2,3-0,4 3,8-9,7-12,0 5,5 4,8-40,5 0,1 Perlengkapan rumah tangga 10,7 6,0 1,4 11,6 10,6-7,8-0,6-4,6 51,4-12,5 1,7-9,1-3,3 12,1-9,8-3,4 2,9-7,4 Bahan kimia -3,4 4,5-3,0-0,4 8,8 6,2-0,1 28,3 47,7-3,9-7,9 0,9 2,1-3,9 1,6-1,3 0,2-4,3 Bahan konstruksi 7,0-1,3-0,8 23,5-12,8-4,7-0,9 7,3 83,3-8,2-12,8-2,3 1,6 11,0-8,4-2,9-7,1-9,3 Bahan bakar -1,6-3,1-1,0 5,1 1,7 0,3 1,9 2,2 47,3-17,8 17,3 3,5 1,7-1,7-3,8-0,6-0,7-9,7 Peralatan tulis -9,7 4,4-2,4 23,4 12,6 3,4-7,0 14,2-15,8-3,2 20,1 2,7-10,8 6,8 16,0-3,5-8,9 14,3 Suku cadang kendaraan 2,1-1,6 3,3 2,5 7,5-4,2 11,0 18,8-51,4 17,2-30,5 125,3-45,6 5,9-38,6 1,9-8,4-22,5 Kerajinan, Seni & Mainan -7,3-8,4-7,9 7,7-8,8 2,8 1,7 18,8-23,9-4,4-8,8 1,2-25,0-5,3 6,2 1,8 7,4 3,6 INDEKS TOTAL 1,2 2,6 0,6 7,8 2,6-2,1 1,9 6,5 11,5-6,2-0,5 9,2-10,5-2,5-3,0-0,5-9,9-3,6 Angka perkiraan Prospek Penjualan Eceran Oktober Penjualan pada Oktober diperkirakan akan turun Indeks riil penjualan eceran pada Oktober diperkirakan turun sebesar 3,6%. Penurunan tersebut didorong oleh penurunan penjualan pada lima kelompok barang dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok suku cadang kendaraan, diikuti kelompok bahan bakar, bahan konstruksi, perlengkapan rumah tangga, dan bahan kimia. Adapun empat kelompok lainnya yaitu kelompok peralatan tulis; kerajinan, seni dan mainan; makanan dan tambakau; dan pakaian dan perlengkapannya diperkirakan mengalami peningkatan penjualan riil. Perkiraan Harga Umum dan Suku Bunga Kredit Mayoritas responden masih memperkirakan harga meningkat dan suku bunga relatif stabil pada 1, 3 dan 6 bulan ke depan Sebanyak 57.4% responden pedagang eceran (menurun dibanding hasil survei Agustus sebanyak 64.5% responden) memperkirakan harga barang untuk periode 1, 3, dan 6 bulan ke depan akan meningkat (Tabel 2). Adapun sebanyak 2,2% responden (menurun dibanding survei Agustus yang sebesar 2.3% responden) memperkirakan akan adanya penurunan harga umum pada 1, 3, dan 6 bulan ke depan, sedangkan 40.4% responden memperkirakan harga akan stabil. Mayoritas responden (58.9%) memperkirakan suku bunga kredit relatif stabil untuk 1, 3, dan 6 bulan ke depan (menurun dibanding hasil survei Agustus sebanyak 59.7% responden). Adapun sebanyak 38.3% responden (meningkat dibanding hasil survei Agustus sebanyak 36.3% responden) memperkirakan kenaikan suku bunga kredit untuk 1, 3, dan 6 bulan ke depan. Tim Statistik Sektor Riil 4
5 VARIABEL Tabel 2 Ekspektasi Harga Umum dan Suku Bunga Kredit (dalam indeks) Mar Juni Sep Des Mar Jun Sep Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Sep Ekspektasi Harga Umum 1 bulan yad 135,0,8,8 129,1 122,9 121,7 136,2 149,8 139,4 165,8 138,5 122,4 126,9 138,6 129,8 172,1 173,9 3 bulan yad 129,1 119,1 115,4 116,7 117,5 117,1 138,1 135,8 137,1 147,9 131,1 122,5 128,8 136,6 132,4 167,5 156,8 6 bulan yad 134,9 122,5 107,4 111,9 117,1 123,3 118,5 119,2 127,9 135,2 133,6 133,9 137,5 137,0 138,3 146,9 135,3 Ekspektasi Suku Bunga Kredit 1 bulan yad 94,3 83,1,4 93,9 95,7 101,9 118,0 105,4 105,2 117,3,8 119,7 112,8 115,7 118,9 146,4 153,8 3 bulan yad 92,9 88,8 83,3 86,4 97,1 105,3 109,3 102,0 106,5 116,4 114,2 108,7 107,9 107,9 113,1 127,3 131,0 6 bulan yad 83,7 87,1 83,5 88,2 102,5 108,5 108,3 101,5 107,4,8,1 108,8 108,0 108,5 117,8 123,4 122,0 Catatan: Mulai data bulan Maret perhitungan indeks ekspektasi Harga Umum dan Suku Bunga Kredit ditambah dengan. Nilai diatas artinya terjadi ekspektasi kenaikan harga umum dan suku bunga sebaliknya nilai dibawah terjadi ekspektasi penurunan harga umum dan suku bunga. (Indeks) Grafik 11 Perkembangan Ekspektasi Harga Umum dan Inflasi Aktual (%) 1 9,0 1 8,0 1 7,0 6,0 5,0 4,0 3,0 2,0 1,0 0,0 Sep Nov Jan 2006 Mar -1,0 Ekspektasi 1 bln yad Ekspektasi 6 bln yad Ekspektasi 3 bln yad Inflasi Aktual Grafik 12 Perkembangan Ekspektasi Suku Bunga Kredit dan Tingkat Suku Bunga SBI 1 Bulan (Indeks) (%) 15,0 14,0 13,0 12,0 11,0 10,0 9,0 8,0 7,0 Sep Nov Jan 2006 Mar 6,0 Ekspektasi 1 bln yad Ekspektasi 6 bln yad Ekspektasi 3 bln yad Suku Bunga SBI 1 bulan Tim Statistik Sektor Riil 5
6 Perkembangan Penjualan Eceran secara Regional Pada Oktober, kota Semarang, Jakarta, dan Bandung mengindikasikan adanya penurunan penjualan Secara regional, pada September dari lima kota yang disurvei, hanya Bandung yang mengalami peningkatan penjualan. Adapun empat kota yang lain yakni mengalami penurunan penjualan riil de ngan penurunan terbesar pada kota Jakarta. Sementara itu, pada Oktober diperkirakan penurunan penjualan terjadi di kota Semarang, Jakarta, dan Bandung, sedangkan Surabaya dan Medan diperkirakan mengalami peningkatan penjualan. Tabel 3 Pertumbuhan (m-t-m) Indeks Riil Penjualan Eceren per Kota (dalam persen) Mar Juni Sep Des Mar Jun Sep Des Jan 1) Feb Mar Apr Mei Jun Jul Sep*) Okt Jakarta -1,0 5,6-1,3 17,3 1,1-1,8 3,6 7,5 29,7-5,1 0,5 1,0-8,9-4,7 0,8-1,5-15,3-8,4 Bandung 2,5-7,8 9,5 4,3 13,8 1,4-0,5 19,2-37,4-11,2-22,8 104,4-35,2 9,6-23,4 9,3 6,5-8,5 Surabaya 3,3-0,9 1,7 1,6 0,3-2,1-3,5 1,1 24,5-0,6-4,5 0,5 1,7-5,1-0,1 0,9-0,3 0,5 Medan 1,4 1,5 3,9 2,4-5,7 0,1 4,1 6,3-7,0 0,5-7,2 11,7-0,5 0,5-7,2-1,4-3,2 8,4 Semarang 8,5 11,7-3,1-2,2 4,1 1,2-4,5-0,2 3,4-8,7 17,0-6,5 5,5-4,5 10,7 4,5-5,7-13,7 INDEKS TOTAL 1,2 2,6 0,6 7,8 2,6-2,1 1,9 6,5 11,5-6,2-0,5 9,2-10,5-2,5-3,0-0,5-9,9-3,6 Angka perkiraan Tabel 4 Kontribusi Menurut Kategori terhadap Indeks Riil Total Penjualan Eceran Gabungan 5 Kota (dalam persen) Mar Juni Sep Des Mar Jun Sep Des Jan 1) Feb Mar Apr Mei Jun Jul Sep*) Okt Makanan & Tembakau 22,0 26,2 27,5 35,5 25,4 23,2 24,7 27,3 43,1 38,7 42,3 42,9 40,2 38,0 38,2 37,1 36,0 36,2 Pakaian & Perlengkapannya 16,1 19,4 24,1 35,5 30,4 29,6 31,4 39,9 34,4 33,6 33,5 34,8 31,4 27,6 29,1 30,5 18,2 18,2 Perlengkapan rumah tangga 7,4 8,6 8,5 10,0 8,7 7,4 8,3 8,6 13,0 11,4 11,5 10,5 10,2 11,4 10,3 9,9 10,2 9,5 Bahan kimia 11,3 13,2 14,6 12,8 12,5 12,8 13,5 16,6 24,6 23,6 21,7 21,9 22,4 21,5 21,9 21,6 21,6 20,7 Bahan konstruksi 7,2 7,3 7,9 8,5 5,9 5,3 5,4 7,2 13,2 12,1 10,6 10,3 10,5 11,7 10,7 10,4 9,6 8,8 Bahan bakar 14,5 14,5 14,9 15,2 15,5 14,6 15,7 15,0 22,1 18,2 21,3 22,1 22,4 22,1 21,2 21,1 21,0 18,9 Peralatan tulis 3,4 4,4 4,4 5,5 5,9 6,1 6,9 6,8 5,8 5,6 6,7 6,9 6,1 6,6 7,6 7,3 6,7 7,7 Suku cadang kendaraan 23,8 22,9 23,0 23,9 23,7 22,0 22,3 26,8 13,0 15,3 10,6 23,9 13,0 13,8 8,5 8,6 7,9 6,1 Kerajinan, Seni & Mainan 7,9 7,1 7,4 9,0 6,3 7,3 8,5 10,8 8,2 7,8 7,2 7,2 5,4 5,1 5,5 5,6 6,0 6,2 INDEKS TOTAL 113,6 123,7 132,2 156,0 134,1 128,4 136,6 159,1 177,4 166,3 165,4 1,6 161,7 157,7 152,9 152,2 137,1 132,2 Angka perkiraan Tabel 5 Nilai Indeks Riil Penjualan Eceran Menurut Kategori (KLUI) Gabungan 5 Kota (dalam indeks) Mar Juni Sep Des Mar Jun Sep Des Jan 1) Feb Mar Apr Mei Jun Jul Sep*) Okt Makanan & Tembakau 134,6,2 167,8 216,9 155,3 141,9,5 166,6 263,0 236,4 258,1 262,2 245,6 231,8 233,2 226,5 219,7 221,0 Pakaian & Perlengkapannya 103,8 125,0 155,2 228,7 195,6 1,9 202,0 257,0 221,9 216,8 215,9 224,1 202,3 178,0 187,8 196,8 117,1 117,2 Perlengkapan rumah tangga 122,4 142,5 141,4 166,0 143,6 122,2 137,7 142,0 215,0 188,1 191,4 174,0 168,3 188,7 1,2 164,4 169,1 156,7 Bahan kimia 108,8 127,5,7 124,0,8 124,2,7,7 237,4 228,1 210,0 212,0 216,4 208,0 211,4 208,6 209,0 200,1 Bahan konstruksi 75,7 77,1 82,9 89,9 61,5 55,7 57,3 76,1 139,5 128,1 111,7 109,1,9 123,1 112,8 109,6 101,7 92,3 Bahan bakar 112,1 112,4 115,0 117,3 121,0 113,1 121,1 116,1 171,1,6 164,8 1,6 173,6 1,7 164,2 163,2 162,1 146,4 Peralatan tulis 98,6 127,3 128,0,2 1,1 175,5 199,7 198,6 167,3 162,0 194,6 199,9 178,3 1,5,9 213,1 194,1 221,9 Suku cadang kendaraan 131,3 126,5 127,1 132,2,6 121,8 123,2 148,3 72,0 84,4 58,6 132,1 71,8 76,1 46,7 47,6 43,5 33,7 Kerajinan, Seni & Mainan 102,4 92,0 95,7 116,6 81,4 94,2 109,5 138,9 105,8 101,1 92,2 93,3,0 66,3,4 71,7 77,0 79,8 INDEKS TOTAL 113,6 123,7 132,2 156,0 134,1 128,4 136,6 159,1 177,4 166,3 165,4 1,6 161,7 157,7 152,9 152,2 137,1 132,2 Angka perkiraan Tim Statistik Sektor Riil 6
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juli Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei Indeks riil penjualan eceran mengalami penurunan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juni Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Januari Indeks riil penjualan eceran pada Januari dan ruari mengalami penurunan Harga dan suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret 2005 Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN Januari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Januari tercatat sebesar 213,4, menurun sebesar -3,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan indeks penjualan tersebut
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari Pada Februari indeks penjualan riil mengalami penurunan sebesar -5,7% (mtm). Penurunan tersebut sesuai dengan pola historisnya yang cenderung turun pada bulan Februari.
Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 100. Okt. Jul. Mei. Sep. Mar. Ags. Jan. Jun. Feb
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 September 24?? Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 1?? Konsumen tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret, didukung oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok
KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari 2008 Pada Januari 2008 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level pesimis sebesar 94,5 Responden memperkirakan harga secara umum pada tiga dan enam
PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH
Mei 2015 PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Survei Konsumen Mei 2015 (hal. 1) Survei Penjualan Eceran April 2015 (hal. 13) PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Mei 2015 Alamat Redaksi :
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o April Konsumsi masyarakat pada April menurun SURVEI PENJUALAN ECERAN Tingkat konsumsi masyarakat pada bulan April menurun sebagaimana tercermin dari indeks penjualan riil yang turun 1,1% (mtm), namun
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Februari 2009 Trend peningkatan IKK kembali terjadi pada Februari 2009 meskipun belum mencapai level optimis yang tercatat pada indeks 96,4. Beberapa isu positif terkait
SURVEI KONSUMEN. Maret Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Maret 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk Indeks Keyakinan Konsumen turun IKK menurun disebabkan kenaikan harga BBM Hasil survei Maret 2005 mengindikasikan
SURVEI KONSUMEN. September 2006
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN September 2006 Indeks keyakinan konsumen menunjukkan trend membaik dan pada bulan September 2006 meningkat 3,0 poin. Tingkat harga pada enam bulan mendatang cenderung menurun,
SURVEI KONSUMEN. Februari Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Februari 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Sebagaimana Januari 2005, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN Desember 2013 Konsumsi rumah tangga diindikasikan semakin menguat pada bulan Desember 2013. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2013 menjadi 116,5
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat Konsumen kembali optimis terhadap membaiknya kondisi ekonomi
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei 2017 Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2017 yang tumbuh 4,3% (yoy),
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 Nopember 24 Indeks Keyakinan Konsumen terus meningkat Konsumen masih optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen terus
Mei Divisi Statistik Sektor Riil 1. Metodologi PESIMIS OPTIMIS
PESIMIS OPTIMIS Mei 2012 Pasca penundaan kenaikan harga BBM, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2012 mulai meningkat dari 102,5 menjadi 109,0 atau meningkat sebesar 6,5 poin. Persepsi mengenai
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Desember 2006 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun tipis, kembali ke level pesimis, setelah pada November 2006 lalu sempat menyentuh level optimis Ekspektasi kenaikan harga
A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) B. Indeks Ekspektasi Harga 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
November 2014 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
SURVEI KONSUMEN. April 2015
SURVEI KONSUMEN April Survei mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada April melemah, namun masih berada pada level optimis (>100). Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April
Indeks Keyakinan Konsumen
PESIMIS OPTIMIS Setelah melambat pada bulan sebelumnya, tingkat konsumsi rumah tangga pada Februari 2013 mengalami peningkatan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh menguatnya optimisme konsumen untuk melakukan
KONSUMEN. Januari 2005 Indeks Keyakinan Konsumen menurun. Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Optimis. Pesimis. Jul Ags. Jun. Jan. Okt. Mei. Feb.
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN uari 23 uari 25 Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 119,1 menjadi
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini
PESIMIS OPTIMIS Juni 2013 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga Optimisme konsumen diperkirakan
2
Desember 2016 1 2 3 4 5 6 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
2
Januari 2015 1 2 3 4 5 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI NOVEMBER 2011
Nop-06 Feb-07 Mei-07 Agust-07 Nop-07 Feb-08 Mei-08 Agust-08 Nop-08 Feb-09 Mei-09 Agust-09 Nop-09 Feb-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Mei-11 Agust-11 PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI NOVEMBER 2011
MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI
Suplemen 2 MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI I. Kondisi Umum Optimisme Konsumen Pangkalpinang selama triwulan I 2008 secara umum meningkat dibanding dengan triwulan IV -
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI FEBRUARI 2012
Nop-06 Feb-07 Mei-07 Agust-07 Nop-07 Feb-08 Mei-08 Agust-08 Nop-08 Feb-09 Mei-09 Agust-09 Nop-09 Feb-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Mei-11 Agust-11 Nop-11 PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI FEBRUARI
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI APRIL 2012
I. TOTAL SIMPANAN NASABAH PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI APRIL 2012 Total pada bulan April 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp14,48 Triliun dibandingkan dengan total pada bulan Maret 2012 sehingga
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Agustus Secara umum, tingkat hunian properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk pusat perbelanjaan. Harga sewa properti komersial juga
Tim Statistik Sektor Riil 1 OPTIMIS PESIMIS. Metodologi
PESIMIS OPTIMIS Metodologi Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY September Secara umum, tingkat hunian properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk pusat perbelanjaan. Sementara harga sewa properti komersial
PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI JANUARI 2012
Jan-07 Apr-07 Jul-07 Oct-07 Jan-08 Apr-08 Jul-08 Oct-08 Jan-09 Apr-09 Jul-09 Oct-09 Jan-10 Apr-10 Jul-10 Oct-10 Jan-11 Apr-11 Jul-11 Oct-11 PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI JANUARI 2012 I. TOTAL
i
i 2 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Indeks 250 200 150 100 50 0 Indeks SPE Growth mtm (%) Growth yoy (%)
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
7 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Mei Secara umum tingkat hunian maupun tarif sewa properti komersial mengalami peningkatan, kecuali untuk tingkat hunian apartemen. Sementara itu,
Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %)
Grafik 1. Permintaan Kredit Baru (SBT, %) 1 (Miliar Rp) Grafik 2. Realisasi Penyaluran Kredit Januari-November 2013 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 0 KPR/KPA KKB-Mobil KKB-Sepeda Motor KTA + Multiguna
BI Rate KMK KK KI. Tahun BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak Juli 2005, Bank Indonesia menerapkan BI Rate sebagai salah satu instrumen utama dalam menerapkan kebijakan moneter. Instrumen ini juga menjadi acuan utama oleh
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Februari - Tingkat hunian hotel dan apartemen mengindikasikan kenaikan, lainnya relatif stabil. Sementara tarif sewa, umumnya mengindikasikan penurunan
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA AGUSTUS 2017 Vol. 3 No. 2 Triwulanan April - Jun 2017 (terbit Agustus 2017) Triwulan II 2017 ISSN 2460-490257 e-issn 2460-598212 KATA PENGANTAR RINGKASAN
PDB Dunia (rhs) Jan-02 May-02 Sep-02 Jan-03 May-03 Sep-03 Jan-04 May-04 Sep-04 Jan-05 May-05 Sep-05 Jan-06 May-06 Sep-06 Jan-07 May-07 Sep-07 Jan-08 May-08 Sep-08 Jan-09 May-09 Sep-09 Jan-10 May-10 Sep-10
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO PEREKONOMIAN GLOBAL PEREKONOMIAN DOMESTIK PROSPEK DAN RISIKO KEBIJAKAN BANK INDONESIA 2 2 PERTUMBUHAN EKONOMI DUNIA TERUS MEMBAIK SESUAI PERKIRAAN... OUTLOOK
BAB I PENDAHULUAN. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Peran perbankan dalam masa pembangunan saat ini sangatlah penting dan dibutuhkan untuk menunjang kegiatan usaha di Indonesia, hal ini terlihat dari besarnya
Grafik 1 Perkembangan NTP dan Indeks Harga yang Diterima/Dibayar Petani Oktober 2015 Oktober 2016
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 03/11/62/Th.X, 1 November Selama Oktober, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 97,96 Persen dan Terjadi
DATA DISTRIBUSI SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS
DATA DISTRIBUSI SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS SEMESTER II-2016 Divisi Statistik, Kepesertaan, dan Premi Penjaminan Direktorat Penjaminan dan Manajemen Risiko Daftar Isi Daftar Isi... 1 KETERANGAN... 2 I.
I. PENDAHULUAN. Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan konsumsi telah melekat di sepanjang kehidupan sehari-hari manusia. Manusia melakukan kegiatan konsumsi berarti mereka juga melakukan pengeluaran. Pengeluaran untuk
DATA DISTRIBUSI SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS
DATA DISTRIBUSI SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS SEMESTER I-2017 Group Penanganan Premi Penjaminan Daftar Isi Daftar Isi... 1 Daftar Tabel dan Gambar...2 Keterangan... 3 I. Jumlah BPR dan BPRS... 4 II. Total
PERTUMBUHAN SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS
PERTUMBUHAN SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS Juni 2016 Divisi Statistik, Kepesertaan, dan Premi Penjaminan Direktorat Penjaminan dan Manajemen Risiko Daftar Isi Daftar Isi... 1 KETERANGAN... 2 I. Total Simpanan...
Manulife Investor Sentiment Index Study
Manulife Investor Sentiment Index Study Q4 2016 Indonesia Februari 2017 1 Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) Tentang Manulife Investor Sentiment Index (MISI) 6 Kelas aset utama Dana tunai/
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG SEPTEMBER 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan 2016 mencapai
PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI 2015
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No. 31/7/Th. IV, 1 Juli 216 PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI 215 PRODUKSI PADI TAHUN 215 NAIK 28,8 PERSEN A. PADI Produksi padi tahun 215 sebanyak 2,33 juta ton gabah
BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
CQWWka BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 10/07/62/Th. X, 1 Juli PERKEMBANGAN TINGKAT PENGGUNAAN SARANA AKOMODASI Selama, TPK Hotel Berbintang Sebesar 56,39 Persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel
PRESENSI DOSEN DIPEKERJAKAN KOPERTIS WILAYAH V
Pangkat/Gol. : Perguruan Tinggi : Universitas Ahmad Dahlan Jabatan Fungsional : Bulan : Januari 2014 No. HARI TANGGAL DATANG PULANG. DATANG PULANG 1 Rabu 01-Jan-14 Libur Libur Libur 2 Kamis 02-Jan-14 1.
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 03/10/62/Th.X, 3 Oktober Selama September, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 97,67 Persen dan Terjadi
PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA TANJUNGPINANG No. 10/10/2172/Th. I, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN KE KOTA TANJUNGPINANG AGUSTUS 2016 Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota
PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR JUNI 2013
5 Jan Jul 2 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No.49/8/35/Th. XI, 1 Agustus 213 PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR JUNI 213 Selama bulan Juni 213 jumlah wisman dari pintu masuk Juanda dan TPK hotel berbintang di
PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR JUNI 2012
BPS PROVINSI JAWA TIMUR No.48/08/35/Th. X, 1 Agustus PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR JUNI Selama bulan Juni jumlah wisman dari pintu masuk Juanda dan TPK Hotel Berbintang di Jawa Timur masing-masing
DISAMPAIKAN DI DINAS PUPESDM PROP DIY
Gambaran Umum Kelistrikan Produksi Listrik Persentase (%) Grafik Persentase Tingkat Pertumbuhan Produksi Listrik (KWh) 020 018 016 014 012 010 008 006 004 002 000 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR AGUSTUS 2012
BPS PROVINSI JAWA TIMUR No.62/10/35/Th. X, 1 Oktober PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR AGUSTUS Selama bulan Agustus jumlah wisman dari pintu masuk Juanda dan TPK Hotel Berbintang di Jawa Timur masing-masing
SURVEI PROPERTI KOMERSIAL
Januari 2005 SURVEI PROPERTI KOMERSIAL Tingkat hunian kantor dan apartemen meningkat, sebaliknya tingkat hunian pusat perbelanjaan dan hotel menurun. Sementara tarif sewa umumnya mengalami peningkatan
PENGARUH JUMLAH UANG YANG BEREDAR TERHADAP INFLASI
Tugas Makroekonomi I Nama : Kurniasih NIM : 7111414028 Ekonomi Pembangunan B 2014 PENGARUH JUMLAH UANG YANG BEREDAR TERHADAP INFLASI Sebelum kita membahas mengenai pengaruh jumlah uang yang beredar terhadap
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.028/05/2016, 18 Mei 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN Pada April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,40 persen dengan
BAB IV PEMBAHASAN. Saldo Ratarata. Distribusi Bagi Hasil. Januari 1 Bulan 136,901,068,605 1,659,600, % 1,078,740, %
36 BAB IV PEMBAHASAN A. Analisis Sistem Pembagian Keuntungan Bagi Hasil deposito Syariah (Mudharabah) Pada Bank BTN Unit Usaha Syariah besar kecilnya pendapatan yang diperoleh nasabah dari deposito bergantung
BAB I PENDAHULUAN. dengan ekonomi regional dan internasional yang dapat menunjang sekaligus dapat berdampak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan berkeadilan perlu adanya pembangunan ekonomi yang seimbang.
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 19/3373/4/10/16/Th.VIII, 5 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,10 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada
Studi Kinerja Industri Properti Residensial Pertumbuhan Harga, Penjualan, Pembiayaan, & Faktor Yang Mempengaruhinya.
LAPORAN INDUSTRI Januari 2014 Studi Kinerja Industri Properti Residensial Pertumbuhan Harga, Penjualan, Pembiayaan, & Faktor Yang Mempengaruhinya. DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN.... 1.1 Kata Pengantar. 1.2
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.018/07/2015, 14 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN Pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR)
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Papua Barat (Pabar) periode triwulan IV-2014 ini dapat
PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2014
No. 02/01/Th. VI, 2 Januari 2015 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2014 Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada bulan November 2014 tercatat US$ 8,99 juta atau mengalami penurunan sebesar
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.036/01/2017, 10 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN Pada Desember 2016 terjadi inflasi sebesar 0,35
