SURVEI KONSUMEN. September 2006
|
|
|
- Yohanes Oesman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN September 2006 Indeks keyakinan konsumen menunjukkan trend membaik dan pada bulan September 2006 meningkat 3,0 poin. Tingkat harga pada enam bulan mendatang cenderung menurun, suku bunga tabungan cenderung meningkat dan nilai tukar rupiah terhadap USD mulai menguat. Indeks Keyakinan Konsumen naik 3,0 poin Indeks Keyakinan Konsumen Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada bulan September 2006 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level pesimis, yaitu 96,1, namun meningkat 3,0 poin dibanding hasil survei bulan Agustus Meningkatnya indeks keyakinan konsumen tersebut disebabkan oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)) sebesar 3,4 poin dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 2,6 poin. Peningkatan kedua sub indeks pendukung tersebut disebabkan naiknya optimisme konsumen mengenai peningkatan penghasilan saat ini dan ekspektasi penghasilan pada enam bulan mendatang. Dari 16 kota yang disurvei, 7 kota menunjukkan indeks keyakinan konsumen yang optimis, atau lebih banyak dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya (5 kota). IKK bulan September 2006 tertinggi terjadi di kota Manado (117,3) dan terendah terjadi di kota Padang (77,2). Optimisme indeks keyakinan konsumen di kota Manado telah terjadi sejak bulan Januari 2006, sedangkan pesimisme IKK di kota Padang telah terjadi sejak bulan Februari Sementara itu, IKK kota Jakarta masih menunjukkan pesimisme sejak bulan Juli 2005 dan pada bulan September 2006 tercatat sebesar 79,1 atau meningkat 0,7 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Grafik 1 Indeks Keyakinan Konsumen 150,0 (Indeks) 125,0 100,0 Optimis Pesimis 75,0 50,0 25,0 Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Metodologi Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober Sejak Juli 2005 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih rumah tangga sebagai responden (purposive random sampli ng) di 16 kota : Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, dan Pangkal Pinang. Pengumpulan 1 data dilakukan sebagian melalui wawancara telepon dan sebagian lagi secara langsung kepada responden secara rotated. Indeks dihitung dengan metode balance score ( net balance + 100), sehingga jika indeks diatas 100 berarti optimis, sebaliknya dibawah 100 berarti pesimis.
2 Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) masih pada level pesimis dan pada bulan September 2006 tercatat sebesar 81,8 atau mengalami peningkatan sebesar 3,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan IKE tersebut didorong oleh optimisme penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu. Indeks penghasilan saat ini pada bulan September 2006 berada dalam level optimis dan tercatat sebesar 111,9 atau meningkat 4,3 poin dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, indeks ketersediaan lapangan kerja dan indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama pada bulan September 2006 masih tetap pada level pesimis. Indeks ketersediaan lapangan kerja tercatat sebesar 71,4 atau meningkat 3,9 poin dibanding bulan sebelumnya dan indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama tercatat sebesar 62,3 atau meningkat 2,0 poin dibanding bulan sebelumnya. Dari 16 kota yang disurvei, 13 kota masih menunjukan pesimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini dengan indeks terendah terjadi di kota DKI Jakarta (57,2). Adapun 3 kota yang menunjukkan optimisme IKE adalah kota Makassar (110,5), Manado (108,2) dan Denpasar (100,8). Optimisme IKE kota Denpasar baru terjadi pada bulan September 2006, sedangkan optimisme konsumen di kota Makassar dan Manado terjadi sejak bulan Maret Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masih berada pada level optimis sejak bulan Desember 2005 dan pada bulan September tercatat sebesar 110,5 atau meningkat 2,6 poin dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan IEK tersebut lebih disebabkan optimisme ekspektasi penghasilan pada enam bulan yang akan datang terutama disebabkan akan adanya kenaikan gaji/omset usaha. Indeks ekspektasi penghasilan masih berada pada level optimis dan pada bulan September 2006 tercatat sebesar 132,0 atau meningkat 3,6 poin dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu indeks ekspektasi ekonomi juga masih pada level optimis sejak bulan juni 2006 dan pada bulan September 2006 tercatat sebesar 106,8 atau meningkat 3,1 point dibanding bulan sebelumnya. Indeks ekspektasi ketersediaan lapangan pekerjaan masih berada pada level pesimis sejak bulan Februari 2005 dan pada bulan September tercatat sebesar 92,6 atau meningkat 1,2 poin dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan pekerjaan disebabkan peningkatan kegiatan/proyek yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta. Dari 16 kota yang disurvei, Indeks Ekspektasi Konsumen di 14 kota masih berada pada level optimisme dan tertinggi terjadi di kota Manado (126,3). Pada bulan September 2006, Indeks Ekspektasi Konsumen kota Jakarta menunjukkan optimisme dengan indeks sebesar 101,0. Sementara itu, 2 kota masih berada level pesimis, yakni kota Samarinda (92,7) dan Padang (92,3). Pesimisme konsumen di kota Samarinda terjadi sejak bulan Agustus 2006, sedangkan pesimisme konsumen di kota Padang terjadi sejak bulan September Penghasilan saat ini dan pada enam bulan mendatang menunjukkan peningkatan Ekspektasi Penghasilan Sebagaimana bulan-bulan sebelumnya, pada bulan September 2006 sebagian besar responden menyatakan bahwa penghasilan mereka relatif sama dibandingkan enam bulan yang lalu (53,1% responden). Adapun 29,4% responden menyatakan bahwa 2
3 penghasilan mereka meningkat dibandingkan enam bulan yang lalu, sedangkan 17,5% responden menyatakan sebaliknya. Dengan demikian, secara net balance penghasilan saat ini mengalami peningkatan sebesar 11,86%, lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei bulan sebelumnya (7,53%). Sebagian besar responden juga mengekspektasikan bahwa penghasilan mereka pada enam bulan yang akan datang juga relatif sama (53,5% responden), sedangkan sebanyak 39,2% responden mengekspektasikan penghasilan mereka akan meningkat pada enam bulan yang akan datang dan 7,2% responden mengekspektasikan sebaliknya. Dengan demikian, secara net balance ekspektasi penghasilan konsumen pada enam bulan yang akan datang menunjukkan peningkatan sebesar 32,0%, lebih tinggi dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya (28,4%). 3
4 Menurut konsumen harga-harga pada 6 bulan mendatang diperkirakan masih meningkat dalam trend menurun Ekspektasi Harga Secara net balance, konsumen mengekspektasikan akan terjadinya kenaikan harga-harga pada tiga bulan yang akan datang sebesar 64,5%, atau lebih tinggi dibanding hasil survei bulan sebelumnya (62,6%). Tiga kelompok barang yang mendominasi kenaikan harga pada tiga bulan yang akan datang adalah kelompok bahan makanan; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau; dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan. Adapun ekspektasi kenaikan harga-harga pada enam bulan yang akan datang (sampai dengan Februari 2007) secara net balance tercatat sebesar 58,4%, atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya (63,6 %). Kenaikan harga diperkirakan akan didominasi oleh kelompok bahan makanan; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau; dan kelompok perumahan, listrik, gas & bahan bakar. Konsumen mengekspektasikan akan terjadinya kenaikan hargaharga pada akhir tahun 2006 secara net balance sebesar 69,3%, atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya (68,0%). Kelompok barang yang mendominasi kenaikan harga pada akhir tahun 2006 adalah kelompok bahan makanan; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau; dan kelompok perumahan, listrik, gas & bahan bakar. Sebagai informasi, laju inflasi bulanan (month to month) pada September 2006 sebesar 0,38%, sehingga laju inflasi sampai dengan September 2006 (year to date) mencapai 4,06%, sedangkan inflasi secara tahunan (year on year) sebesar 14,55%. Grafik 2 Ekspektasi Konsumen Mengenai Harga-harga pada Enam Bulan Yang Akan Datang (Indeks) (% m-t-m) Indeks Ekspektasi Inflasi Menurut Konsumen Inflasi Aktual (% m-t-m) Catatan; Indeks = 100 menunjukkan responden mengekspektasikan harga akan tetap/stabil, indeks > 100 menunjukkan responden mengekspektasikan harga akan meningkat (inflasi) lebih, dan indeks < 100 menunjukkan responden mengekspektasikan harga akan turun (deflasi). Ekspektasi Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah terhadap USD pada enam bulan kedepan Tim diperkirakan Statistik Sektor Riil akan menguat Meskipun mayoritas responden (47,2%) memperkirakan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika pada enam bulan yang akan 4
5 datang masih stabil, sedangkan sebanyak 27,3% responden memperkirakan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika akan menguat dan 25,5% responden memperkirakan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika akan melemah. Dengan demikian, secara net balance nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika pada enam bulan yang akan datang diperkirakan akan menguat. Hal tersebut ditunjukkan dari angka indeks net balance sebesar 101,8, setelah selama tiga bulan sebelumnya diperkirakan akan melemah. Grafik 3 Ekspektasi Konsumen Mengenai Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (Indeks) (Rp/USD) 11,000 10,500 10,000 9,500 9,000 8, Indeks Nilai Tukar Menurut Konsumen Kurs Rp/USD 8,000 Catatan; Indeks = 100 menunjukkan responden mengekspektasikan nilai tukar rupiah akan tetap/stabil, indeks > 100 menunjukkan responden mengekspektasikan nilai tukar rupiah akan menguat dan indeks < 100 menunjukkan responden mengekspektasikan nilai tukar rupiah akan melemah Ekspektasi Suku Bunga Tabungan Suku bunga tabungan pada enam bulan yang akan datang diperkirakan akan mengalami peningkatan Pada bulan September 2006, mayoritas responden (57,9%) mengekspektasikan suku bunga tabungan pada enam bulan yang akan datang relatif tetap, sedangkan sebanyak 24,6% responden mengekspektasikan suku bunga akan meningkat dan 17,5% responden mengekspektasikan suku bunga akan menurun. Dengan demikian, secara net balance suku bunga tabungan pada enam bulan yang akan datang diekspektasikan akan mengalami peningkatan sebesar 7,1%, lebih tinggi dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya (2,9%). Grafik 4 Ekspektasi Konsumen Mengenai Tingkat Suku Bunga Tabungan 5
6 (Indeks) Indeks Ekspektasi Suku Bunga Tabungan SBI 1 bulan (%) (%) Catatan; Indeks = 100 menunjukkan responden mengekspektasikan suku bunga akan tetap/stabil, indeks > 100 menunjukkan responden mengekspektasikan suku bunga akan meningkat, dan indeks < 100 menunjukkan responden mengekspektasikan suku bunga akan menurun. 6
7 Menurut konsumen, kondisi ekonomi saat ini masih lebih buruk, namun kondisi ekonomi enam bulan yang akan datang diperkirakan akan Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan konsumsi barang tahan lama Perkiraan Kondisi Ekonomi Pada survei September 2006, mayoritas responden (47,2%) menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini sama dengan kondisi ekonomi enam bulan yang lalu, sedangkan sebanyak 19,1% responden menilai kondisi ekonomi saat ini adalah lebih baik dibanding kondisi ekonomi enam bulan yang lalu, dan sebanyak 33,7% responden lainnya menilai kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibanding kondisi ekonomi enam bulan yang lalu. Dengan demikian, secara net balance kondisi ekonomi saat ini masih lebih buruk dibandingkan enam bulan yang lalu yang ditunjukkan dari indeks 85,4. Hasil tersebut lebih baik dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya (79,3). Mayoritas responden (57,5%) memperkirakan kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang masih relatif sama dengan kondisi ekonomi saat ini, sedangkan sebanyak 24,6% responden memperkirakan kondisi ekonomi pada enam bulan yang akan datang akan membaik dan sebanyak 17,9% responden memperkirakan kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang akan memburuk. Dengan demikian, secara net balance kondisi ekonomi pada enam bulan yang akan datang diperkirakan masih lebih baik dengan indeks 106,8. Hasil tersebut lebih baik dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya dengan indeks sebesar 103,7. Ekspektasi Konsumsi Barang Tahan Lama Mayoritas konsumen (55,8%) masih beranggapan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan konsumsi barang tahan lama. Hasil tersebut lebih rendah dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya (57,0%). Walaupun mayoritas konsumen beranggapan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian barang tahan lama, namun konsumen masih merencanakan dan berkeinginan untuk membeli beberapa barang tahan lama seperti motor (15,1%), komputer (14,2%), dan televisi (10,9%). Grafik 5 Perkembangan Rencana Pembelian Barang Tahan Lama (%) Lainnya AC Mesin Cuci Home Stereo Komputer CD/VCD/DVD Player Televisi Kompor Gas Lemari Es Furniture Motor Mobil (%) Jul-06 Agt-06 Sep-06 7
8 Tabel 1 Keyakinan Konsumen, Ekspektasi Harga, Rencana Konsumsi dan Indikator Ekonomi (dalam indeks) 8
9 Keterangan Mar Jun Sep Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep A. Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Kondisi Ekonomi saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu Penghasilan saat ini Ketepatan waktu pembelian barang tahan lama Ketersediaan lapangan kerja (sebelum Okt 04 : Kondisi Pengangguran) Ekspektasi Konsumen dalam 6 bulan yang akan datang Ekspektasi Penghasilan Ekspektasi Ekonomi Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (sebelum Okt 04 : Ekspketasi Pengangguran) B. Ekspektasi Harga dalam 6 bulan yang akan datang Harga umum Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Perumahan, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Sandang Kesehatan Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Ekspektasi Harga hingga akhir 2006 Harga umum Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Perumahan, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Sandang Kesehatan Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga C. Rencana Konsumsi Barang Tahan Lama (% responden) Mobil Motor Furnitur Lemari Es Kompor Gas Televisi CD/VCD/DVD Player Komputer Home Stereo Mesin Cuci AC Lainnya D. Indikator Ekonomi Kurs Rp terhadap US$ 6 bulan yad Ketersediaan Barang & Jasa 6 bulan yad Tingkat Suku Bunga 6 bulan yad Tabungan saat ini Tabungan 6 bulan yad Keberhasilan Program Ekonomi Pemerintah 6 bulan yad Keterangan : - Sejak Oktober 2004 dan Januari 2006 dilakukan perubahan format kuesioner, sehingga beberapa item dihilangkan dan terdapat beberapa item baru - Sebelum Oktober 2004 time frame ekpektasi adalah 6-12 bulan yad, mulai Oktober 2004 adalah 6 bulan yad - Seluruh angka indeks dihitung berdasarkan net balance (% jawaban naik - % jawaban turun)
10 Tabel 2 Keyakinan Konsumen Menurut Regional (dalam indeks) Keterangan Mar Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep DKI Jakarta Bandung Semarang Surabaya Medan Palembang Banjarmasin Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen BandarLampung Makassar Samarinda Denpasar Padang Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Pontianak Indeks Keyakinan Konsumen Manado Mataram Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen Pangkal Pinang Indeks Keyakinan Konsumen Kondisi Ekonomi Saat Ini Ekspektasi Konsumen
11 Tabel 3 Figur Responden (dalam persen) Keterangan Mar Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pengeluaran per bulan Rp. 1 Juta - Rp. 3 juta Diatas Rp. 3 Juta s/d 5 juta Diatas 5 juta Kelompok Umur th th Diatas 60 th Pendidikan SLTA Akademi Sarjana Pasca Sarjana
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Desember 2006 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun tipis, kembali ke level pesimis, setelah pada November 2006 lalu sempat menyentuh level optimis Ekspektasi kenaikan harga
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat Konsumen kembali optimis terhadap membaiknya kondisi ekonomi
KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari 2008 Pada Januari 2008 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level pesimis sebesar 94,5 Responden memperkirakan harga secara umum pada tiga dan enam
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Februari 2009 Trend peningkatan IKK kembali terjadi pada Februari 2009 meskipun belum mencapai level optimis yang tercatat pada indeks 96,4. Beberapa isu positif terkait
SURVEI KONSUMEN. Maret Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Maret 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk Indeks Keyakinan Konsumen turun IKK menurun disebabkan kenaikan harga BBM Hasil survei Maret 2005 mengindikasikan
SURVEI KONSUMEN. Februari Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Februari 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Sebagaimana Januari 2005, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari
KONSUMEN. Januari 2005 Indeks Keyakinan Konsumen menurun. Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Optimis. Pesimis. Jul Ags. Jun. Jan. Okt. Mei. Feb.
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN uari 23 uari 25 Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 119,1 menjadi
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 Nopember 24 Indeks Keyakinan Konsumen terus meningkat Konsumen masih optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen terus
Mei Divisi Statistik Sektor Riil 1. Metodologi PESIMIS OPTIMIS
PESIMIS OPTIMIS Mei 2012 Pasca penundaan kenaikan harga BBM, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2012 mulai meningkat dari 102,5 menjadi 109,0 atau meningkat sebesar 6,5 poin. Persepsi mengenai
SURVEI KONSUMEN. April 2015
SURVEI KONSUMEN April Survei mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada April melemah, namun masih berada pada level optimis (>100). Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini
PESIMIS OPTIMIS Juni 2013 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga Optimisme konsumen diperkirakan
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN Desember 2013 Konsumsi rumah tangga diindikasikan semakin menguat pada bulan Desember 2013. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2013 menjadi 116,5
2
Januari 2015 1 2 3 4 5 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
2
Desember 2016 1 2 3 4 5 6 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
Indeks Keyakinan Konsumen
PESIMIS OPTIMIS Setelah melambat pada bulan sebelumnya, tingkat konsumsi rumah tangga pada Februari 2013 mengalami peningkatan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh menguatnya optimisme konsumen untuk melakukan
A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) B. Indeks Ekspektasi Harga 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
November 2014 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 100. Okt. Jul. Mei. Sep. Mar. Ags. Jan. Jun. Feb
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 September 24?? Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 1?? Konsumen tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen
Profil Responden Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags
Agustus 2013 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi saat ini -
PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH
Mei 2015 PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Survei Konsumen Mei 2015 (hal. 1) Survei Penjualan Eceran April 2015 (hal. 13) PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Mei 2015 Alamat Redaksi :
Sisi Permintaan. Sisi Penawaran
SURVEI KONSUMEN Sisi Permintaan Perkembangan Sektor Riil Pengeluaran Konsumsi Pertumbuhan Ekonomi Sisi Penawaran TUJUAN SURVEI KONSUMEN Merupakan survei bulanan yang bersifat mikro, bertujuan untuk mengidentifikasi
Tim Statistik Sektor Riil 1 OPTIMIS PESIMIS. Metodologi
PESIMIS OPTIMIS Metodologi Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari Pada Februari indeks penjualan riil mengalami penurunan sebesar -5,7% (mtm). Penurunan tersebut sesuai dengan pola historisnya yang cenderung turun pada bulan Februari.
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Januari Indeks riil penjualan eceran pada Januari dan ruari mengalami penurunan Harga dan suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil
SURVEY PENJUALAN ECERAN
SURVEY PENJUALAN ECERAN September Indeks riil penjualan eceran pada September mengalami penurunan Harga-harga umum diperkirakan meningkat dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei Indeks riil penjualan eceran mengalami penurunan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juli Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juni Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret, didukung oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,32 PERSEN
BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 80/10/21/Th. XI, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,32 PERSEN Pada September 2016,
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret 2005 Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,28 PERSEN
BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 72/09/21/Th. XI, 1 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,28 PERSEN Pada Agustus 2016, gabungan
BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI
BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI No.34/02/21/Th. III, 1 Pebruari 2008 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BATAM JANUARI 2008 INFLASI 0,92 PERSEN Pada Bulan Januari 2008 di Kota Batam terjadi
MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI
Suplemen 2 MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI I. Kondisi Umum Optimisme Konsumen Pangkalpinang selama triwulan I 2008 secara umum meningkat dibanding dengan triwulan IV -
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR APRIL 2013
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/05/53/Th. XVI, 1 Mei PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR APRIL Bulan : Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi sebesar
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 31/09/31/Th. IX, 3 September 2007 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DKI JAKARTA BULAN AGUSTUS 2007 INFLASI SEBESAR 0,82 PERSEN Bulan Agustus 2007, harga-harga di DKI
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK No. 60/10/Th. XIV, 3 Oktober 2011 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2011 INFLASI 0,27 PERSEN Pada 2011 terjadi inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/09/53/Th. XIV, 5 September PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Bulan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami Inflasi sebesar 0,46
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN Januari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Januari tercatat sebesar 213,4, menurun sebesar -3,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan indeks penjualan tersebut
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/02/53/Th. XX, 1 Februari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2017 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,74 PERSEN Mengawali Tahun 2017, Januari 2017
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/10/53/Th. XVIII, 1 Oktober 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2015 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,26 PERSEN Berbeda arah dengan bulan sebelumnya
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/02/Th. XIV, 1 Februari 2011 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2011 INFLASI 0,89 PERSEN Pada bulan terjadi inflasi sebesar 0,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/12/53/Th. XVIII, 1 Desember 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI NOVEMBER 2015 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,70 PERSEN Masih melanjutkan trend dengan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/11/53/Th. XIX, 1 November 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI OKTOBER 2016 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,19 PERSEN Oktober 2016, Nusa Tenggara Timur
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
No. 02/02/1271/Th.II, 01 Februari PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN JANUARI SIBOLGA INFLASI 1,82 PERSEN Bulan, Sibolga mengalami inflasi sebesar 1,82 persen atau terjadi kenaikan nilai Indeks Harga Konsumen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/10/53/Th. XIX, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2016 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,17 PERSEN September 2016, Nusa Tenggara Timur
Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Ternate
Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Ternate No. 58/11/82/Th. XVI, 01 November 2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI MALUKU UTARA Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Ternate Oktober 2017, Ternate mengalami
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/03/53/Th. XIX, 1 Maret 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI FEBRUARI 2016 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,33 PERSEN Februari 2016, Nusa Tenggara Timur terjadi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2015 DEFLASI 0,50 PERSEN
BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 22/03/21/Th.X, 2 Maret 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI GABUNGAN 2 KOTA IHK DI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2015 DEFLASI 0,50 PERSEN Pada Februari 2015, dari gabungan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK No. 18/04/Th. X, 2 April 2007 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2007 INFLASI SEBESAR 0,24 PERSEN Pada bulan 2007 terjadi inflasi 0,24 persen. Dari 45 kota tercatat
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o April Konsumsi masyarakat pada April menurun SURVEI PENJUALAN ECERAN Tingkat konsumsi masyarakat pada bulan April menurun sebagaimana tercermin dari indeks penjualan riil yang turun 1,1% (mtm), namun
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/07/53/Th. XVII, 1 Juli 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JUNI 2014 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,61 PERSEN Pada Juni 2014, Nusa Tenggara Timur terjadi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/09/53/Th. XVIII, 1 September 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI AGUSTUS 2015 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,73 PERSEN Berbeda dengan bulan sebelumnya,
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/04/53/Th. XVII, 1 April 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2014 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,14 PERSEN Pada Maret 2014 terjadi deflasi sebesar
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/09/53/Th. XVII, 1 September 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI AGUSTUS 2014 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,71 PERSEN Pada Agustus 2014, Nusa Tenggara
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN PROVINSI RIAU
No. 16/04/14/Th. XIV, 1 April PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN PROVINSI RIAU MARET, PEKANBARU INFLASI 0,04 PERSEN DAN DUMAI DEFLASI 0,01 PERSEN Bulan, Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,04 persen
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI No.74/11/21/Th. III, 3 Nopember PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BATAM BULAN OKTOBER INFLASI PERSEN Pada Bulan Oktober di Kota Batam terjadi inflasi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 09/03/31/Th. XI, 2 Maret PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI DEFLASI SEBESAR 0,22 PERSEN Bulan Februari, harga-harga di DKI Jakarta mengalami
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI No.75/11/21/Th. III, 3 Nopember PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA TANJUNGPINANG BULAN OKTOBER DEFLASI 0,22 PERSEN Pada Bulan Oktober di Kota Tanjungpinang
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK No. 16/03/Th. XVI, 1 Maret 2013 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI FEBRUARI 2013 INFLASI 0,75 PERSEN Pada Februari 2013 terjadi inflasi sebesar 0,75 persen dengan Indeks Harga
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
No. 01/01/1271/Th.XIII, 03 Januari 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN DESEMBER SIBOLGA INFLASI 2,12 PERSEN Bulan, Sibolga mengalami inflasi sebesar 2,12 persen atau terjadi kenaikan nilai Indeks Harga
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/05/53/Th. XVIII, 4 Mei 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI APRIL 2015 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,21 PERSEN Pada April 2015, Nusa Tenggara Timur terjadi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
No. 36 / VII / 1 Juli 2004 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI INFLASI BULAN JUNI 2004 SEBESAR 0,48 PERSEN Pada bulan Juni 2004 terjadi inflasi 0,48 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 38 kota mengalami
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/08/53/Th. XVIII, 3 Agustus 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JULI 2015 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 1,06 PERSEN Pada Juli 2015, Nusa Tenggara Timur
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/06/53/Th. XX, 2 Juni 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MEI 2017 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI -0.01 PERSEN Mei 2017 Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK No. 01/01/Th. XIX, 4 Januari 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DESEMBER 2015 INFLASI 0,96 PERSEN Pada 2015 terjadi inflasi sebesar 0,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK No. 39/07/Th. XIV, 1 Juli 2011 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JUNI 2011 INFLASI 0,55 PERSEN Pada bulan terjadi inflasi sebesar 0,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/04/53/Th. XIX, 1 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2016 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,76 PERSEN Setelah mengalami deflasi di Februari 2016
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
No. 43 / VI / 1 September 2003 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI INFLASI BULAN AGUSTUS 2003 SEBESAR 0,84 PERSEN! Pada bulan Agustus 2003 terjadi inflasi 0,84 persen. Dari 43 kota tercatat 32 kota
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN OKTOBER 2011 KOTA PEKANBARU MENGALAMI INFLASI 0,54 PERSEN
l No. 45/11/14/Th. XII, 1 November PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN OKTOBER KOTA PEKANBARU MENGALAMI INFLASI 0,54 PERSEN Dengan menggunakan Tahun Dasar 2007=100, pada bulan Kota Pekanbaru mengalami inflasi
SELAMA BULAN MARET 2010 KOTA PEKANBARU MENGALAMI DEFLASI SEBESAR 0,34 PERSEN
No. 12/04/14/Th. XI, 1 April SELAMA BULAN MARET KOTA PEKANBARU MENGALAMI DEFLASI SEBESAR 0,34 PERSEN Dengan menggunakan Tahun Dasar 2007=100, pada bulan Kota Pekanbaru mengalami deflasi (inflasi negatif)
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/02/53/Th. XVIII, 2 Februari 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2015 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,61 PERSEN Pada uari 2015, Nusa Tenggara Timur
PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO
No. 14/03/Th. VIII, 3 Maret 2014 PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO Kota Manado pada bulan Februari 2014 mengalami deflasi sebesar 0,23 persen. Laju inflasi tahun kalender sebesar 0,83 persen dan inflasi
