SURVEI PENJUALAN ECERAN
|
|
|
- Widyawati Dewi Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 o SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari Pada Februari indeks penjualan riil mengalami penurunan sebesar -5,7% (mtm). Penurunan tersebut sesuai dengan pola historisnya yang cenderung turun pada bulan Februari. Responden memperkirakan tekanan terhadap harga secara umum pada 3 bulan mendatang cenderung meningkat seiring dengan pemberitaan mengenai rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Namun demikian, menguatnya tekanan terhadap kenaikan harga tersebut cenderung lebih rendah untuk 6 bulan yang akan datang. Perkembangan Penjualan Riil Indeks penjualan riil menurun secara bulanan namun meningkat secara tahunan Indeks penjualan riil pada Februari mengalami penurunan. Berdasarkan Hasil survei penjualan eceran mencatat indeks penjualan riil sebesar 109,7 atau mengalami penurunan -5,7% dari bulan sebelumnya. Penurunan yang terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas menyebabkan indeks penjualan riil pada periode laporan berada pada level lebih rendah dari data bulan sebelumnya. Sebagaimana pola historis pada tahun-tahun sebelumnya, omset penjualan cenderung menurun pada bulan Februari yang ditengarai terkait dengan jumlah hari kalender yang relatif lebih pendek dibandingkan bulan-bulan lainnya. Survei menunjukan kontraksi penjualan terbesar terjadi pada kelompok Barang lainnya (-10,1%) yang diikuti oleh kelompok makanan, minuman & tembakau (-7,2%), dan kelompok suku cadang & aksesori (-4,5%). Di sisi lain, pertumbuhan penjualan riil hanya terjadi pada kelompok peralatan dan komunikasi meski hanya mencatat kenaikan relatif kecil sebesar 0,3%. Grafik 1. Perkembangan Indeks Riil Penjualan Eceran Indeks 350,0 300,0 250,0 200,0 150,0 100,0 50, * *) Angka sementara 2010 Indeks Riil Penjualan Eceran (Rebase 2010) Indeks Riil Penjualan Eceran (Seri Lama) Metodologi Survei penjualan eceran (SPE) dilaksanakan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan PDB dari sisi konsumsi swasta. SPE merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September Mulai Januari survei dilakukan terhadap sekitar 600 pengecer sebagai responden dengan metode purposive sampling di 10 kota yaitu Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Purwokerto, Makassar, Manado, Banjarmasin dan Denpasar. Indeks dihitung dengan menggunakan bobot komoditas dan bobot kota dimana bobot komoditas atas dasar tabel Input-Output (I-O), sementara bobot kota atas dasar pangsa konsumsi Rumah Tangga (RT) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap konsumsi RT Produk Domestik Bruto (PDB). Saat ini responden bersifat panel dan dikelompokkan berdasarkan 7 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun Indeks riil disajikan dengan tahun dasar 2010=100 (sebelumnya 2000=100). Sementara, perkiraan harga umum dihitung dengan menggunakan metode balance score (net balance + 100) yang dibobot menggunakan bobot kota atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH)
2 Secara tahunan indeks penjualan riil masih tumbuh positif sebesar 11,3%. Meskipun terjadi penurunan secara bulanan, indeks penjualan riil masih mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan indeks penjualan riil terutama didorong oleh tumbuhnya penjualan pada kelompok perlengkapan rumah tangga (29,2%), kelompok barang lainnya (15,1%), dan kelompok barang budaya & rekreasi (11,2%). Tabel 2. Indeks Penjualan Riil menurut Kategori Suku Cadang dan Aksesori 94,3 91,8 100,0 98,7 99,8 96,9 95,8 107,0 100,8 90,1 89,9 102,0 95,5 91,2 Makanan, Minuman & Tembakau 101,2 97,6 102,7 104,0 112,1,1 119,0 146,3 109,3 109,9 112,4 116,3 116,4 108,0 Bahan Bakar Kendaraan 91,9 96,6 107,7 105,4 106,7 107,0 107,7 102,4 102,9 113,8 107,9,6 102,8 99,6 Peralatan Informasi & Komunikasi 113,4,9 114,8 106,2,6 112,4,0 117,2 109,2 101,6 109,9 122,0 125,6 126,0 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 103,4 99,2 99,3 93,9 102,3 108,0 112,6 123,1 109,5 115,3 117,4 124,9 131,1 128,1 Barang Budaya dan Rekreasi 93,8 85,5 96,6 99,9 102,6 105,0 115,9 91,2 102,8 98,1 98,0 115,3 97,7 95,1 Barang Lainnya 93,9 86,9 89,8 89,9 92,1 95,8 106,8 157,3 88,0 85,4 88,4 106,1 111,3 100,1 101,0 98,6 102,4 101,6 108,0 107,8 114,3 136,5 106,6 106,4 108,8 115,7 116,3 109,7 Tabel 1. Pertumbuhan Penjualan Riil secara Bulanan (m-t-m) Suku Cadang dan Aksesori -5,1-2,7 8,9-1,3 1,0-2,9-1,1 11,7-5,8-10,7-0,2 13,5-6,4-4,5 Makanan, Minuman & Tembakau -3,6-3,5 5,2 1,3 7,7-1,8 8,1 23,0-25,3 0,5 2,3 3,5 0,1-7,2 Bahan Bakar Kendaraan -5,6 5,1 11,5-2,1 1,2 0,3 0,6-4,9 0,5 10,5-5,1 2,5-7,1-3,1 Peralatan Informasi & Komunikasi -4,8 6,5-5,0-7,4 4,1 1,6-2,1 6,5-6,8-6,9 8,1 11,0 3,0 0,3 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 0,3-4,1 0,2-5,4 8,9 5,6 4,3 9,3-11,0 5,3 1,9 6,4 4,9-2,2 Barang Budaya dan Rekreasi -10,8-8,8 12,9 3,4 2,7 2,3 10,5-21,3 12,6-4,6-0,1 17,7-15,2-2,7 Barang Lainnya -7,5-7,5 3,3 0,1 2,5 4,0 11,4 47,3-44,1-2,9 3,5 20,1 4,9-10,1-3,9-2,4 3,9-0,8 6,3-0,2 6,0 19,5-22,0-0,2 2,3 6,3 0,5-5,7 Tabel 3. Pertumbuhan Penjualan Riil secara Tahunan (y-o-y) Suku Cadang dan Aksesori -3,5-11,6-7,5 4,2-0,5-4,2-3,6 1,5 1,3-5,9-5,4 2,6 1,2-0,7 Makanan, Minuman & Tembakau 12,2 12,6 12,6 11,6 10,5 16,1 19,7 22,4-6,7 6,9 14,6 10,8 15,1 10,7 Bahan Bakar Kendaraan -10,9-1,9 1,5 3,2 2,9 3,3 1,8 6,5 14,1 14,8 14,4 13,6 11,8 3,1 Peralatan Informasi & Komunikasi 17,7 29,6 19,4 18,6 19,0 24,9 20,4 7,2-2,1-1,5 2,7 2,4 10,8 4,3 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 0,3 1,9 0,8-3,9 4,2 10,1 12,1 18,7 3,8 17,9 21,8 21,1 26,7 29,2 Barang Budaya dan Rekreasi 2,3-8,2 6,4 10,2 3,7-4,3-5,0-7,7 3,0 1,2-3,9 9,6 4,2 11,2 Barang Lainnya 2,2-3,9-2,7-6,6-6,0-2,4 3,4 30,1-29,6-4,6-4,4 4,5 18,4 15,1 7,9 8,8 8,4 7,9 8,0 12,3 14,7 19,1-5,9 5,9 11,2 10,1 15,1 11,3 Ekspektasi Penjualan Responden optimis penjualan akan meningkat pada 3 dan 6 bulan kedepan Responden memperkirakan penjualan pada 3 dan 6 bulan mendatang akan meningkat. Perkiraan responden terhadap kenaikan tersebut tercermin dari indeks ekspektasi penjualan 3 dan 6 bulan kedepan yang mencapai 125,1 dan 137,0. Dibandingkan bulan lalu indeks tersebut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 6,7 dan 5,7 poin yang mengindikasikan bahwa optimisme responden terhadap kenaikan penjualan kedepan semakin menguat. 2
3 Perkiraan Suku Bunga Kredit Ekspektasi suku bunga kredit 6 bulan kedepan cenderung turun Ekspektasi kenaikan suku bunga kredit pada 6 bulan mendatang semakin berkurang. Indikasi berkurangnya ekspektasi peningkatan suku bunga kredit 6 bulan yang akan datang tercermin dari penurunan indeksnya sebesar -1,8 poin menjadi104,3. Sementara itu, indeks ekspektasi suku bunga kredit pada 3 bulan mendatang lebih tinggi dari 6 bulan kedepan sebagaimana terlihat dari indeksnya yang mencapai 106,1 atau meningkat 3,0 poin dari periode sebelumnya. Grafik 2. Ekspektasi Pedagang mengenai Suku Bunga Kredit (%naik - %turun) Ekspektasi suku bunga 3 bulan yad (sb. Kiri) Ekspektasi suku bunga 6 bulan yad (sb. Kiri) Suku Bunga SBI 1 bulan (mulai Juli 2010 data BI rate) sb. Kanan 7,5 6, , Perkiraan Harga Umum Tekanan harga diperkirakan masih tinggi Tekanan terhadap harga secara umum pada 3 dan 6 bulan mendatang diperkirakan akan meningkat. Berita mengenai rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM ditengarai masih mempengaruhi ekspektasi responden terhadap kenaikan harga pada 3 bulan mendatang meski dengan tekanan kenaikan harga yang sedikit lebih rendah pada 6 bulan mendatang sebagaimana diterefleksi pada indeks ekspektasi harga yang tercatat sebesar 151,8 dan 144,6, atau meningkat masingmasing 11,4 dan 6,6 poin. Grafik 3. Ekspektasi Pedagang mengenai Harga Umum 3 Bulan ke Depan (Indeks) 150 Inflasi Kumulatif 3 bulan Ekspektasi harga 3 bulan yad - Weighted (sb. kiri)
4 Grafik 4. Ekspektasi Pedagang mengenai Harga Umum 6 Bulan ke Depan (Indeks) 150 Inflasi Kumulatif 6 bulan Ekspektasi harga 6 bulan yad - Weighted (sb. kiri) Tabel 4. Indeks Ekspektasi Pedagang mengenai Penjualan, Suku Bunga Kredit, dan Harga secara Umum VARIABEL Ekspektasi Penjualan 3 bulan yad 6 bulan yad Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb 122,6 127,5 119,5,8 115,4 122,4 117,2 112,5 121,9 129,8 133,8 123,2 118,4 125,1 121,1 122,5 125,3 124,8,9 119,3 114,1 117,5 117,5 117,6 127,0 129,3 131,3 137,0 Ekspektasi Suku Bunga Kredit 3 bulan yad 106,4 107,4 104,4 105,4 109,9 107,6 106,2 105,7 105,1 104,8 106,4 104,4 103,1 106,1 6 bulan yad 104,1 105,3 101,4 102,7 105,1 102,1 100,7 102,0 102,0 101,0 103,7 104,4 106,1 104,3 Ekspektasi Harga Umum 3 bulan yad 137,7 128,8 139,9 134,6 137,8 136,5 134,3 123,4 128,3 139,6 133,4 135,8 140,4 151,8 6 bulan yad 123,6 118,2 125,4 119,1 117,8 124,1 118,2 114,0 114,5 123,1 126,5,2 138,0 144,6 Penjualan Eceran secara Regional Hampri seluruh kota yang disurvei mengalami penurunan indeks Secara regional, hampir seluruh kota yang disurvei mengalami penurunan penjualan riil. Beberapa kota yang mengalami penurunan penjualan riil secara bulanan cukup dalam antara lain: Jakarta, (-12,9%), Semarang (-8,9%) dan Bandung (-8,6%). Sebaliknya pertumbuhan penjualan riil hanya terjadi di Makasar yang mencatat kenaikan 3,7%. Sementara itu, secara tahunan kontraksi penjualan yang cukup besar tertinggi terjadi di kota Makasar (-12,1%), Banjarmasin (-12,1%) dan Jakarta (-2,8%). Jakarta Bandung Surabaya Medan Semarang** Banjarmasin Makassar Manado Denpasar **) Data Semarang dan Purwokerto Tabel 5. Pertumbuhan Bulanan Penjualan Rill Per Kota (% m-t-m) -8,5-14,2 4,4-4,4 14,0-2,6 5,5 50,7-49,4 4,2 5,9 23,4-8,2-12,9-6,6 5,9-0,3 1,7 1,2 2,2 3,4 8,5-6,7-9,7 5,9-4,5 6,1-8,6-2,7 6,4 3,4-3,4 2,5 0,4-4,6 2,8-3,9-3,6 0,5 6,1 1,9-0,2 0,1-0,8 3,5-0,7 2,1-0,4 13,4 28,2-1,4 0,3 0,7 5,3 5,0-5,1 9,9-23,4 10,0 2,4 12,9-3,5 18,5 26,9-29,5 3,5-3,5 19,2-7,1-8,9 0,4-0,4 0,0-0,1-0,2-0,1-0,4-0,9 0,0 0,4-0,2-9,3 0,0-1,6-0,4 43,2 3,9-6,3 14,4-14,1 11,2 18,7-27,1 1,3-12,4 10,0-5,7 3,7-29,1 10,5 5,4-0,6 3,4 5,0 0,1 8,6-7,3-3,5 22,8 1,7-17,7-0,9-21,8-6,6 5,8 22,3 15,9 4,9 0,8-4,7 7,1-0,9 16,7 6,3-0,4-1,5-3,9-2,4 3,9-0,8 6,3-0,2 6,0 19,5-22,0-0,2 2,3 6,3 0,5-5,7 4
5 Tabel 6. Pertumbuhan Tahunan Penjualan Riil Per Kota (% y-o-y) Jakarta Bandung Surabaya Medan Semarang** Banjarmasin Makassar Manado Denpasar 6,2-1,7-4,1-7,7-7,1-6,8-7,9 18,0-38,0-11,5-6,1-4,7-4,3-2,8 14,7 22,3 17,7 18,0 11,8 13,8 13,7 13,6 0,0-6,9 3,5-0,8 12,7-2,7-8,1 1,1 0,2-2,3-1,3 1,3-1,0 0,3-2,0-3,0-2,6 3,1 8,0 1,4-16,0-12,4-3,6-8,3-3,9 0,2 19,9 43,2 36,3 35,2 54,1 58,6 66,3 59,0 44,2 16,1 10,9 11,6 22,8 22,0 27,0 12,7-2,4 26,9 32,1 30,5 10,3 31,2-3,7-4,3-3,8-3,2-2,7-2,5-1,7-2,5-2,9-2,6-2,4-10,6-11,0-12,1-13,3 8,9-1,2 7,4 33,4 36,6 29,9 70,2 45,8 47,5 26,1 28,1 21,3-12,1-8,8-2,1 45,3 40,5 41,1 15,6 21,3 60,0 31,9 15,4 40,1 8,3 25,7 12,7 129,0 167,5 143,4 122,4 91,0 79,6 55,0 57,1 45,3 85,1 95,2 **) Data Semarang dan Purwokerto 7,9 8,8 8,4 7,9 8,0 12,3 14,7 19,1-5,9 5,9 11,2 10,1 15,1 11,3 5
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o April Konsumsi masyarakat pada April menurun SURVEI PENJUALAN ECERAN Tingkat konsumsi masyarakat pada bulan April menurun sebagaimana tercermin dari indeks penjualan riil yang turun 1,1% (mtm), namun
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan pertumbuhan penjualan eceran pada Maret, didukung oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei 2017 Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2017 yang tumbuh 4,3% (yoy),
PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH
Mei 2015 PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Survei Konsumen Mei 2015 (hal. 1) Survei Penjualan Eceran April 2015 (hal. 13) PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Mei 2015 Alamat Redaksi :
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Januari Indeks riil penjualan eceran pada Januari dan ruari mengalami penurunan Harga dan suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan Penjualan Eceran Indeks riil
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei Indeks riil penjualan eceran mengalami penurunan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEY PENJUALAN ECERAN
SURVEY PENJUALAN ECERAN September Indeks riil penjualan eceran pada September mengalami penurunan Harga-harga umum diperkirakan meningkat dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan relatif stabil Perkembangan
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juni Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN
SURVEI PENJUALAN SURVEI KONSUMEN ECERAN Januari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada bulan Januari tercatat sebesar 213,4, menurun sebesar -3,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan indeks penjualan tersebut
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Juli Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran Indeks
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Februari 2009 Trend peningkatan IKK kembali terjadi pada Februari 2009 meskipun belum mencapai level optimis yang tercatat pada indeks 96,4. Beberapa isu positif terkait
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Maret 2005 Indeks riil penjualan eceran mengalami peningkatan Harga-harga umum dan tingkat suku bunga kredit diperkirakan masih akan tetap meningkat Perkembangan Penjualan Eceran
KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari 2008 Pada Januari 2008 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih berada pada level pesimis sebesar 94,5 Responden memperkirakan harga secara umum pada tiga dan enam
SURVEI KONSUMEN. Maret Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Maret 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan memburuk Indeks Keyakinan Konsumen turun IKK menurun disebabkan kenaikan harga BBM Hasil survei Maret 2005 mengindikasikan
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Januari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus membaik Harga secara umum diekspektasikan tetap akan meningkat Konsumen kembali optimis terhadap membaiknya kondisi ekonomi
SURVEI KONSUMEN. Februari Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Indeks Keyakinan Konsumen turun
Februari 2005 SURVEI KONSUMEN Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Sebagaimana Januari 2005, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN Desember 2013 Konsumsi rumah tangga diindikasikan semakin menguat pada bulan Desember 2013. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2013 menjadi 116,5
Indeks Keyakinan Konsumen
PESIMIS OPTIMIS Setelah melambat pada bulan sebelumnya, tingkat konsumsi rumah tangga pada Februari 2013 mengalami peningkatan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh menguatnya optimisme konsumen untuk melakukan
Sisi Permintaan. Sisi Penawaran
SURVEI KONSUMEN Sisi Permintaan Perkembangan Sektor Riil Pengeluaran Konsumsi Pertumbuhan Ekonomi Sisi Penawaran TUJUAN SURVEI KONSUMEN Merupakan survei bulanan yang bersifat mikro, bertujuan untuk mengidentifikasi
SURVEI KONSUMEN. September 2006
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN September 2006 Indeks keyakinan konsumen menunjukkan trend membaik dan pada bulan September 2006 meningkat 3,0 poin. Tingkat harga pada enam bulan mendatang cenderung menurun,
Mei Divisi Statistik Sektor Riil 1. Metodologi PESIMIS OPTIMIS
PESIMIS OPTIMIS Mei 2012 Pasca penundaan kenaikan harga BBM, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2012 mulai meningkat dari 102,5 menjadi 109,0 atau meningkat sebesar 6,5 poin. Persepsi mengenai
KONSUMEN. Januari 2005 Indeks Keyakinan Konsumen menurun. Prospek ekonomi diperkirakan stabil. Optimis. Pesimis. Jul Ags. Jun. Jan. Okt. Mei. Feb.
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN uari 23 uari 25 Indeks Keyakinan Konsumen menurun Prospek ekonomi diperkirakan stabil Indeks Keyakinan Konsumen turun Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 119,1 menjadi
Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 100. Okt. Jul. Mei. Sep. Mar. Ags. Jan. Jun. Feb
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 September 24?? Indeks Keyakinan Konsumen menembus level 1?? Konsumen tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN. April 2015
SURVEI KONSUMEN April Survei mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada April melemah, namun masih berada pada level optimis (>100). Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April
SURVEI KONSUMEN. Indeks Keyakinan Konsumen
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN Desember 2006 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun tipis, kembali ke level pesimis, setelah pada November 2006 lalu sempat menyentuh level optimis Ekspektasi kenaikan harga
SURVEI KONSUMEN SURVEI KONSUMEN
SURVEI KONSUMEN C O N S U M E R SURVEI KONSUMEN S U R V E Y Januari 23 Nopember 24 Indeks Keyakinan Konsumen terus meningkat Konsumen masih optimis terhadap prospek ekonomi Indeks Keyakinan Konsumen terus
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini
PESIMIS OPTIMIS Juni 2013 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,4 poin. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga Optimisme konsumen diperkirakan
Tim Statistik Sektor Riil 1 OPTIMIS PESIMIS. Metodologi
PESIMIS OPTIMIS Metodologi Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden
2
Desember 2016 1 2 3 4 5 6 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
2
Januari 2015 1 2 3 4 5 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) B. Indeks Ekspektasi Harga 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
November 2014 1 2 3 4 A. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 1) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) - Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) - Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi (kondisi
i
i 2 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Indeks 250 200 150 100 50 0 Indeks SPE Growth mtm (%) Growth yoy (%)
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.036/01/2017, 10 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI DESEMBER 2016 INFLASI 0,35 PERSEN Pada Desember 2016 terjadi inflasi sebesar 0,35
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA
KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI PAPUA AGUSTUS 2017 Vol. 3 No. 2 Triwulanan April - Jun 2017 (terbit Agustus 2017) Triwulan II 2017 ISSN 2460-490257 e-issn 2460-598212 KATA PENGANTAR RINGKASAN
PDB Dunia (rhs) Jan-02 May-02 Sep-02 Jan-03 May-03 Sep-03 Jan-04 May-04 Sep-04 Jan-05 May-05 Sep-05 Jan-06 May-06 Sep-06 Jan-07 May-07 Sep-07 Jan-08 May-08 Sep-08 Jan-09 May-09 Sep-09 Jan-10 May-10 Sep-10
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2017 INFLASI 0,13 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.040/05/2017, 8 Mei 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2017 INFLASI 0,13 PERSEN Pada April 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.028/05/2016, 18 Mei 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI APRIL 2016 DEFLASI 0,40 PERSEN Pada April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,40 persen dengan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JANUARI 2016 INFLASI 0,11 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.025/02/2016, 15 Februari 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JANUARI 2016 INFLASI 0,11 PERSEN Pada Januari 2016 terjadi inflasi sebesar 0,11
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI FEBRUARI 2016 DEFLASI 0,06 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.026/03/2016, 14 Maret 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI FEBRUARI 2016 DEFLASI 0,06 PERSEN Pada Februari 2016 terjadi deflasi sebesar 0,06
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.018/07/2015, 14 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN Pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 03/10/62/Th.X, 3 Oktober Selama September, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 97,67 Persen dan Terjadi
MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI
Suplemen 2 MASYARAKAT BABEL CUKUP OPTIMIS TERHADAP KONDISI EKONOMI SAAT INI I. Kondisi Umum Optimisme Konsumen Pangkalpinang selama triwulan I 2008 secara umum meningkat dibanding dengan triwulan IV -
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI MEI 2016 INFLASI 0,18 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.029/06/2016, 21 Juni 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI MEI 2016 INFLASI 0,18 PERSEN Pada Mei 2016 terjadi inflasi sebesar 0,18 persen dengan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI MARET 2017 DEFLASI 0,11 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.039/04/2017, 13 April 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI MARET 2017 DEFLASI 0,11 PERSEN Pada Maret 2017 terjadi deflasi sebesar 0,11 persen
Grafik 1 Perkembangan NTP dan Indeks Harga yang Diterima/Dibayar Petani Oktober 2015 Oktober 2016
o. 04/04/62/Th. I, 2 Juni 2007 BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 03/11/62/Th.X, 1 November Selama Oktober, Nilai Tukar Petani (NTP) Sebesar 97,96 Persen dan Terjadi
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI NOVEMBER 2016 INFLASI 0,38 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.035/12/2016, 14 Desember 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI NOVEMBER 2016 INFLASI 0,38 PERSEN Pada November 2016 terjadi inflasi sebesar 0,38
2008 No
LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA : FEBRUARI 2008 2008 No.20.11.2.02.08 I. Inflasi bulan Februari 2008 sebesar 0,65% (m-t-m), sumbangan terbesar berasal dari kelompok bahan makanan sebesar 0,41% Perkembangan
Kondisi Perekonomian Indonesia
KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA Kondisi Perekonomian Indonesia Tim Ekonomi Kadin Indonesia 1. Kondisi perekonomian dunia dikhawatirkan akan benar-benar menuju jurang resesi jika tidak segera dilakukan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,04 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.033/10/2016, 10 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,04 PERSEN Pada September 2016 terjadi inflasi sebesar 0,04
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2016 INFLASI 0,66 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.030/07/2016, 18 Juli 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2016 INFLASI 0,66 PERSEN Pada Juni 2016 terjadi inflasi sebesar 0,66 persen dengan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BADAN PUSAT STATISTIK No. 01/01/Th. XIX, 4 Januari 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DESEMBER 2015 INFLASI 0,96 PERSEN Pada 2015 terjadi inflasi sebesar 0,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen
ii Triwulan I 2012
ii Triwulan I 2012 iii iv Triwulan I 2012 v vi Triwulan I 2012 vii viii Triwulan I 2012 ix Indikator 2010 2011 Total I II III IV Total I 2012 Ekonomi Makro Regional Produk Domestik Regional Bruto (%, yoy)
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI AGUSTUS 2015 INFLASI 0,39 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.020/09/2015, 15 September 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI AGUSTUS 2015 INFLASI 0,39 PERSEN Pada Agustus 2015 terjadi inflasi sebesar 0,39
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR APRIL 2013
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/05/53/Th. XVI, 1 Mei PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR APRIL Bulan : Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi sebesar
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/04/53/Th. XVII, 1 April 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2014 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,14 PERSEN Pada Maret 2014 terjadi deflasi sebesar
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO
PERKEMBANGAN EKONOMI TERKINI, PROSPEK DAN RISIKO PEREKONOMIAN GLOBAL PEREKONOMIAN DOMESTIK PROSPEK DAN RISIKO KEBIJAKAN BANK INDONESIA 2 2 PERTUMBUHAN EKONOMI DUNIA TERUS MEMBAIK SESUAI PERKIRAAN... OUTLOOK
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,54 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.032/09/2016, 16 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,54 PERSEN Pada Agustus 2016 terjadi deflasi sebesar 0,54
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA
+ No. 19/3373/4/10/16/Th.VIII, 5 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,10 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/02/53/Th. XX, 1 Februari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2017 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,74 PERSEN Mengawali Tahun 2017, Januari 2017
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JULI 2016 INFLASI 0,95 PERSEN
BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.031/08/2016, 23 Agustus 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JULI 2016 INFLASI 0,95 PERSEN Pada Juli 2016 terjadi inflasi sebesar 0,95 persen
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/03/53/Th. XIX, 1 Maret 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI FEBRUARI 2016 NUSA TENGGARA TIMUR DEFLASI 0,33 PERSEN Februari 2016, Nusa Tenggara Timur terjadi
INFLASI KOTA TARAKAN BULAN NOVEMBER 2015
BPS KOTA TARAKAN No. 12/12/6571/Th.IX, 01 Desember 2015 INFLASI KOTA TARAKAN BULAN NOVEMBER 2015 Mulai bulan Januari 2014 tahun dasar penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan 2012 = 100 (sebelumnya
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR)
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Papua Barat (Pabar) periode triwulan IV-2014 ini dapat
SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA
SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA TRIWULAN IV-2008 Sebagai dampak dari krisis keuangan global, kegiatan dunia usaha pada triwulan IV-2008 mengalami penurunan yang tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT)
LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA : JANUARI 2008
LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA : JANUARI 2008 No.20.11.2.01.08 A. INFLASI BULAN JANUARI 2008 I. Inflasi bulan Januari 2008 sebesar 1,77% (m-t-m), sumbangan terbesar berasal dari inflasi kelompok bahan makanan
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/02/53/Th. XVIII, 2 Februari 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2015 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,61 PERSEN Pada uari 2015, Nusa Tenggara Timur
