Studi Kasus di PT.Petrokimia Gresik
|
|
|
- Suparman Muljana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Perancangan Sstem Kontrol egar H untu Optmsas Pembaaran oler Abstra Stud Kasus d P.Petroma Gres A.. Setad, Y.Y. Nazaruddn, E. Joelanto, dan S. Nugroho Kelompo Keahlan Instrumentas dan Kontrol Faultas enolog Industr I Jl. Ganesha No. andung 43 Pada paper n aan daj mengena optmas pembaaran boler. Optmas menjad pentng untu daj, buan saja untu epentngan eonoms perusahaan tetap juga untu meredus jumlah polutan yang dhaslan. Optmas dlauan dengan mennjau laju alran bahan baar dan udara yang dgunaan untu pembaran. Saat jumlah bahan baar dan udara sudah optmal maa excess ar aan berurang dan efsens boler aan menngat. Pembaaran yang optmal berart tda ada bahan baar yang terbuang bersama alran udara. Selan tu tda ada elebhan udara yang membuat sebagan alor hasl pembaaran terbuang. Pada tugas ahr n, aan drancang sstem ontrol tegar H untu mengoptmas sstem pembaaran boler P. Petroma Gres. Sstem ontrol H dgunaan untu menjamn robustness terhadap gangguan dan etdapastan model. Pengontrol H yang dterapan berhasl mengoptmalan pembaaran dapat dlhat dar rata rata persentase ssa osgen sebesar.7 dan penghematan bahan baar sebesar 97 Nm 3 /hr Keywords : boler, optmas, ontrol tegar H Pendahuluan Pada boler, pembaaran meml peranan yang pentng. Energ yang dgunaan untu menghaslan uap berasal dar proses pembaaran. Pada onds boler P. Petroma Gres persentase ssa osgen besar 6% - 8%. Hal n menunjuan bahwa boler belum beerja optmal. Optmas aan memberan euntungan eonoms pada perusahaan, selan tu pula dapat mengurang ems gas ssa pembaaran,optmas pembaaran aan membuat pembaaran lebh efsen, hal n dlauan dengan cara mengatur laju alran bahan baar dan udara agar ssa pembaaran menjad optmal. Permasalahan juga terjad pada level permodelan, dmana setap metoda perancangan sstem ontrol bergantung pada eauratan model sstem yang aan dontrol. Sedangan hampr tda mungn menghaslan model yang merepresentasan dnama sstem yang sebenarnya. Hal n serngal menyebaban terjadnya perbedaan performans maupun establan yang cuup sgnfan pada level smulas dan saat mplementas, terutama ja pada sstem dengan sala besar sepert d ndustr. Solus yang dtawaran adalah merancang model sstem ontrol tegar H untu mengoptmsas pembaaran pada boler dengan bantuan perangat omputer. Sstem ontrol tegar H merupaan metoda ontrol optmal dan sanggup menangan etdapastan antara model dan sstem sebenarnya. Sstem Pembaaran oler. Proses Pembaaran Pembaaran terjad dengan mencapuran bahan baar dan udara pada ushu yang tepat. Pembaaran aan menghaslan alor untu memanasan ar menjad uap. Pembaaran sempurna aan mengahaslan produ berupa ar dan arbon dosda besamaan dengan alor, sedangan pembaaran tda sempurna dapat menghaslan produ beracun sepert arbon monosda.
2 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Gambar Proses Pembaaran Sempurna Gambar Proses Pembaaran da Sempurna Jumlah bahan baar dan udara yang dgunaan memengaruh hasl pembaaran. Jumlah udara yang terlalu banya megabatan jumlah ems yang bertambah abat adanya bahan baar yang tda terbaar. Sedangan ja jumlah udara yang terlalu banya mengabatan penyerapan alor oleh ssa udara mengat dan temperatur proses menurun. Ssa udara pembaaran (excess ar) merupaan menjad ndas ualtas pembaaran. Persentase osgen dgunaan untu mengetahu seberapa banya ssa udara. Hubungan ssa udara terhadap osgen adalah [4] : Excess Ar (%) K % osgen () Persentase osgen yang optmal untu boler dangan bahan baar gas adalah pada rentang.5%-3% [4].. Sstem Pembaaran oler Sstem pembaaran boler basanya melbatan sstem ontrol perbandngan bahan baar terhadap udara. ujuan sstem ontrol n adalah menjaga alran bahan baar dan udara pada sutu nla pembandng tertentu. asanya strateg ontrol yang dgunaan adalah pengontrol cascade, dengan nner loop berupa pengontrol teanan maupun temperatur yang aan menentuan frng rate bahan baar, dan outer loop merupaan pengontrol alran bahan baar maupun udara. Gambar 3 Sstem Kontrol Pembaaran
3 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Pada Gambar 3 frng rate dtentuan dar pengontrol teanan uap. Penggunaan sensor osgen dgunaan untu mengetahu onds pembaaran, pada P. Petroma Gres terdapat O rmmng System yang aan mengores set pont dar laju alran udara agar Persentase osgen ecl. 3 Identfas Pembaaran oler 3. Identfas Sstem dengan Jarngan Saraf ruan (JS) ahapan pertama dalam perancangan sstem ontrol adalah menghaslan model dar sstem yang aan dontrol. Pada asus al n masuan pada sstem adalah alran bahan baar dan udara. Sedangan varabel eluaran adalah teanan uap dan persentase udara. Identfas dlauan secara offlne, dengan metoda estmas parameter menggunaan jarngan saraf truan. u (t-) u (t-) wj -y (t-) -y (t-) j y (t) u (t-) y (t) u (t-) -y (t-) -y (t-) Gambar 4 Strutur Jarngan Saraf ruan Fungs atfas pada eluaran adalah lner, dan masuan pada jarngan saraf truan merupaan regressor untu strutu model Auto egressve wth External Varables (AX). Sehngga bobot dar JS merupaan merupaan parameter dar model. Model AX yang dhaslan dapat dtulsan pada persamaan berut : y () t wu ( t ) + w5u ( t ) + wu ( t ) + w6u ( t ) w3u ( t ) w7u ( t ) w4u ( t ) w8u ( t ) y ( t) wu ( t ) + w5u ( t ) + wu ( t ) + w6u ( t ) w u ( t ) w u ( t ) w u ( t ) w u ( t ) () 3. epresentas Ketdapastan Ketdapastan berasal dar dentfas sstem. Varas parameter yang dhaslan saat melauan dentfas dengan rentang data yang berbeda menjad sumber etdapastan. Model yang daugmentas dengan etdapastan tersebut merepresentasan araterst sstem yang berubah ubah pada rentang erja yang berbeda. epresentas model yang telah teraugmentas dengan etdapastan menggunaan near Fractonal ransformaton. entu umum persamaan ruang eadaan dengan etdapastan parameter[]: 3
4 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: A A s G ) ( (3) Aan dubah dalam bentu F menjad ),,, ( ), ( ) ( u dag G F s G Δ Δ (4) defnsan matrs etdapastan A P (5) meml ran matrs q, matrs P dapat dfatorsas menjad [ ] Z W P (6) dengan q x n, y q x n W, q x n, dan u q x n Z, dapat dbentu [ ] Z W P O (7) Sehngga persamaan (4.4) dapat juga dtulsan + Z Z W W A s G M M O ) ( (8) ealsas sstem yang telah daugmentas dengan etdapastan adalah u w w x A y z z x M M & (9) engan
5 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: [ ] [ ] [ Z Z Z ] [ W W W ] () epresentas F model dengan etdapastan dperlhatan pada Gambar 5. z z O w w y A u Gambar 5 Strutur Ft Model dengan Ketdapastan Notas z dan w dgunaan untu merepresentasan pertubas pada sstem abat etdapastan. 4 Perancangan Pengontrol 4. Nla Sngular dan Norm Nla sngular suatu matrs omples P dengan dmens m x n, merupaan aar uadreat nyata ta negatf sebanya buah dar nla egen matrs PP dengan mn{m.n}. σ ( P) ( P P) j,,..., () j λ j Hubungan antara nla sngular dengan norm spetral matrs, norm- adalah : Gu σ ( G) max u u Gu σ ( G) mn u u () Ja sstem G bersfat stabl dan proper atau merupaan sstem IO, maa norm H dar sstem G adalah o G sup σ ( G( jω)) o (3) ωε dmana norm H menguantfasan nla penguatan energ dar sstem I G. 5
6 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Sstem Kontrol egar H Masalah perancangan sstem ontrol tegar H adalah mencar pengontrol K yang admssble sehngga ( I + GK) K( I + GK) < γ (4) Konfguras standar dar sstem yang ter-nterones adalah []: I P I G A I G A I I I (5) asumsan onds berut terpenuh (A,) adalah stablzable dan (,A) adalah detectable A jωi meml full column ran untu setap ω A jωi meml full row ran untu setap ω Matrs pengontrol K dapat dcar dengan memecahan persamaan ccat berut [] A X + XA X X + ( γ ) AY + YA Y Y (6) Sehngga formulas dar pengontrol K adalah A X ( γ ) ZY K X ZY (7) mana Z ( I γ YX ) (8) 4.3 Perancangan Pengontrol egar H Hal yang esensal dalam perancangan sstem ontrol tegar adalah menentuan fungs bobot performans dan bobot dar atuator. obot bobot n dplh sedeman sehngga respon freuens dar sstem lup tertutup memenuh rtera yang dngnan. Krtera desan pengontrol yang dngnan adalah : Sstem lup tertutup adalah stabl. Sstem lup tertutup dapat stabl mencapa set pont yang dngnan, dan dapat mengatas gangguan w(t) pada eluaran teanan berupa snyal ota dengan ampltudo 4 g/cm. Snyal ontrol alran bahan baar harus mnmum. Hal n dlauan agar dapat dlauan penghematan bahan baar untu mencapa set-pont teanan yang dngnan. H norm dar operator yang menghubungan masuan esogenous menuju eluaran adalah stabl dan dbatas oleh γ, yatu oefsen performans. Hal n menunjuan W p ( I + GK) < γ rtera performas : 6
7 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Matrs fungs pembobot perfomans Wp dplh untu membatas H norm fungs senstftas eluaran, sedangan matrs fungs pembobot Wu berfungs untu membatas as ontrol. Nla dar masng masng matrs fungs pembobot adalah: w p w u s s.5 +.8s + + 3s + 5 Hasl Smulas 5. Hasl Identfas s s +.8s + + 3s + () Identfas dlauan 3 al pada rentang data yang berbeda untu mendapatan etdapastan. 9) Gambar 6 Valdas untu entang ata 5 7
8 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Gambar 7 Valdas untu rentang data 5 Gambar 8 Valdas untu rentang data 5 abel Perbandngan crtera valdas ata Identfas eanan Uap MSE Persentas O Uj oba Kemampuan Penjejaan 8
9 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Gambar 9 espon Penjejaan Set pont Gambar As Kontrol espon Penjejaan abel Perbandngan nla Krtera performans untu Uj oba Kemampuan penjejaan Jens Pengontrol s (mnt) Krtera Performans Mp (%) SME eana n Uap %O atarata H PI Uj oba sturbance ejecton 9
10 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Gambar espon erhadap Gangguan Gambar As Kontrol erhadap Gangguan abel 3 Perbandngan Nla Krtera Performans untu Uj oba terhadap Gangguan Jens Pengontrol H 5.4 Uj oba terhadap Ketdapastan Krtera Performans SME eanan Uap PI %O atarata 3
11 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Gambar 3 espon Sstem dengan Ketdapastan - Gambar 4 As Kontrol dengan Ketdapastan - Gambar 5 espon Sstem dengan Ketdapastan.5 3
12 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Gambar 6 As Kontrol dengan Ketdapastan.5 Gambar 7 espon Sstem dengan Ketdapastan Gambar 8 As Kontrol dengan Ketdapastan Pada pengontrol PI menjad tda stabl abel 4 Perbandngan Nla Krtera Performans untu Uj oba terhadap Ketdapastan Pengontrol PI s(mnt) Mp(%) MSE teanan % O atarata 3
13 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: Analss espon Freuens Pengontrol H s(mnt) Mp(%) MSE teanan % O atarata Plot Nyqust dgunaan untu mengetahu tngat establan dat masng masng pengontrol Masuan udara Masuan bahan baar Gambar 9 Plot Nyqust Pengontrol PI Masuan udara Masuan bahan baar Gambar Plot Nyqus Pengontrol H 33
14 J.Oto.Ktrl.Inst (J. Auto.trl.Inst) Vol (), 9 ISSN: abel 5 Perbandngan Nla Gan Margn dan Phase Margn GMudara (d) GM bahan baar (d) PMudara ( ) PM bahan baar ( ) Pengontrol PI Pengontrol H Kesmpulan erdasaran pengujan yang telah dlauan, esmpulan yang dapat dambl dar paper n adalah :. elah dhaslan model untu sstem pembaaran boler P. Petroma Gres MSE saat valdas untu eluaran teanan uap adalah.,.66 dan.7.. Sedangan untu eluaran osgen adalah.4,.96 dan Optmas pembaaran telah dlauan dengan memnmalan ssa osgen. ata rata atual persentas osgen adalah 6.76% sedangan setelah dlauan optmas.5%. Sstem ontrol tegar H yang drancang berhasl menghemat bahan baar sebsear 97 Nm3/h. Sstem ontrol tegar H yang drancang mampu mempertahanan establan dan performans mespun dberan pertubas berupa etdapastan abat esalahan permodelan. Hal n terlhat dar nla rata rata SME yang cuup ecl yatu 7.54 dan rata rata persentase osgen adalah.7 %. Menggunaan acuan harga gas alam adalah $.44 [8] maa dapat dlauan penghematan sebesar $ 373.5,47 / tahun. 7 aftar Pustaa [] K. Zhou, J. oyle, and K. Glover, obust and Optmal ontrol, New Jersey : Prentce Hall, [].jung, System Identfcaton heory for the User, Prentce Hall, 999. [3] G.J. alas et all, μ-analyss and Synthess oolbox, he Mathwors Inc.,. [4] uelow, S. G, he ontrol of olers nd ed,instrument Socety of Amerca.,99 [5] S. Hayn, Neural Networ A omprehensve Foundaton, New Yor : McMllan ollege Publshng ompany,994. [6] K.Glover, J. oyle, State Space Formulae for All Stablzng ontrollers that Satsfy an H - norm ound and elatons to s Senstvty. System and ontrol etters, vol, pp 67 7,988 [7] K.Ogata, Modern ontrol Engneerng,Prentce Hall,997. [8] NN Money, Maret and Stocs ommodtes, June,
BAB V MODEL SEDERHANA DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN SIMULASINYA
BAB V MOEL SEERHANA ISTRIBUSI TEMPERATUR AN SIMULASINYA Model matemata yang terdapat pada bab sebelumnya merupaan model umum untu njes uap pada reservor dengan bottom water. Model tersebut merupaan model
BAB 2 LANDASAN TEORI. Untuk mengetahui pola perubahan nilai suatu variabel yang disebabkan oleh
BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Untu mengetahu pla perubahan nla suatu varabel yang dsebaban leh varabel lan dperluan alat analss yang memungnan ta unut membuat perraan nla varabel tersebut pada nla
FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (STUDI KASUS: KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK)
Semnar Nasonal Aplas Tenolog Informas 00 (SNATI 00) ISSN: 0-0 Yogyaarta, Jun 00 FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (STUDI KASUS: KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK) Sr Kusumadew Jurusan Ten Informata,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB PENDAHULUAN. Latar Belaang Masalah Analss regres merupaan lmu peramalan dalam statst. Analss regres dapat dataan sebaga usaha mempreds atau meramalan perubahan. Regres mengemuaan tentang engntahuan
BAB 2 LANDASAN TEORI
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Pengendalan Kualtas Statst Pengendalan Kualtas statst merupaan suatu metode pengumpulan dan analss data ualtas, serta penentuan dan nterpretas penguuran-penguuran
FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (Studi kasus: klasifikasi kualitas produk)
Semnar Nasonal plas enolog Informas (SNI ) Yogyaarta, Jun FUZZY BCKPROPGION UNUK KLSIFIKSI POL (Stud asus: lasfas ualtas produ) Sr Kusumadew Jurusan en Informata, Faultas enolog Industr Unverstas Islam
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.. Populas dan Sampel Populas adalah eseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngup yang ngn dtelt. Banyanya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut uuran populas, sedangan suatu nla
Bab III. Plant Nonlinear Dengan Fase Nonminimum
Bab III Plant Nonlnear Dengan Fase Nonmnmum Pada bagan n dbahas mengena penurunan learnng controller untu sstem nonlnear dengan derajat relatf yang detahu Dalam hal n hanya dperhatan pada sstem-sstem nonlnear
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB PENDAHULUAN. Latar Belaang Analss dsrmnan merupaan ten menganalss data, dmana varabel dependen merupaan data ategor ( nomnal dan ordnal ) sedangan varabel ndependen berupa data nterval atau raso.msalnya
Probabilitas dan Statistika Distribusi Peluang Diskrit 1. Adam Hendra Brata
Probabltas dan Statsta Dsrt Adam Hendra Brata Unform Bernoull Multnomal Setap perstwa aan mempunya peluangnya masng-masng, dan peluang terjadnya perstwa tu aan mempunya penyebaran yang mengut suatu pola
USULAN PENERAPAN TEORI MARKOV DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAWATAN TAHUNAN PADA PT. PUPUK KUJANG
Usulan Penerapan Teor Marov Dalam Pengamblan Keputusan Perawatan Tahunan Pada Pt. Pupu Kujang USULAN PENERAPAN TEORI MARKOV DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAWATAN TAHUNAN PADA PT. PUPUK KUJANG Nof Ern,
INVERS DRAZIN DARI SUATU MATRIKS DENGAN MENGGUNAKAN BENTUK KANONIK JORDAN
Buletn Ilmah ath. Stat. dan erapannya (Bmaster) Volume 5, No. 3 (6), hal 8. INVERS DRAZIN DARI SUAU ARIKS DENGAN ENGGUNAKAN BENUK KANNIK JRDAN Eo Sulstyono, Shanta artha, Ea Wulan Ramadhan INISARI Suatu
Karakterisasi Matrik Leslie Ordo Tiga
Jurnal Graden Vol No Januar 006 : 34-38 Karatersas Matr Lesle Ordo Tga Mudn Smanhuru, Hartanto Jurusan Matemata, Faultas Matemata dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unverstas Bengulu, Indonesa Dterma Desember
BAB III ANALISIS DISKRIMINAN. Analisis diskriminan (discriminant analysis) merupakan salah satu metode
BAB III ANALISIS DISKRIMINAN 3. Analss Dsrmnan Analss dsrmnan (dscrmnant analyss) merupaan salah satu metode yan dunaan dalam analss multvarat. Dalam analss dsrmnan terdapat dua jens varabel yan terlbat
BAB 10. Menginterpretasikan Populasi Variabel Kanonik. Variabel kanonik secara umumnya artifisal. Jika variabel awal X (1) dan X (2)
BB 0 Mengnterpretasan Populas arabel Kanon arabel anon secara umumnya artfsal. Ja varabel awal X ( dan X ( dgunaan oefsen anon a dan b mempunya unt propors dar hmpunan X ( dan X (. Ja varabel awal yang
VI. KETIDAKPASTIAN. Contoh : Asih mengalami gejala ada bintik-bintik di wajahnya. Dokter menduga bahwa Asih terkena cacar
VI. KETIDAKPASTIAN 12 Dalam enyataan sehar-har banya masalah dduna n tda dapat dmodelan secara lengap dan onssten. Suatu penalaran dmana adanya penambahan fata baru mengabatan etdaonsstenan, dengan cr-cr
III FUZZY GOAL LINEAR PROGRAMMING
7 Ilustras entu hmpunan fuzzy dan fungs eanggotaannya dapat dlhat pada Contoh 3. Contoh 3 Msalan seseorang dataan sudah dewasa ja erumur 7 tahun atau leh, maa dalam loga tegas, seseorang yang erumur urang
BAB II DIMENSI PARTISI
BAB II DIMENSI PARTISI. Defns dasar dan eteratannya dengan metrc dmenson Dalam pembahasan dmens parts, graf yang dbahas adalah graf terhubung sederhana dan tda meml arah. Sebelum mendefnsan graf yang dgunaan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. 2.1 Konsep Dasar Infeksi, Saluran Pernafasan, Infeksi Akut, dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
BAB TINJAUAN TEORITIS. Knsep Dasar Infes, Saluran Pernafasan, Infes Aut, dan Infes Saluran Pernafasan Aut (ISPA.. Infes Infes adalah masunya uman atau mrrgansme e dalam tubuh manusan dan berembang ba sehngga
BAB III METODE RESPONSE SURFACE DENGAN SIMULASI MONTE CARLO. solusi dari suatu masalah diberikan berdasarkan proses rendomisasi (acak).
BAB III METODE RESPONSE SURFACE DENGAN SIMULASI MONTE CARLO 3. Smulas Monte Carlo Smulas Monte Carlo merupaan bentu smulas probablst dmana solus dar suatu masalah dberan berdasaran proses rendomsas (aca).
PENYELESAIAN MULTIKOLINEARITAS MELALUI METODE RIDGE REGRESSION. Oleh : SOEMARTINI
PENYELESAIAN MULTIKOLINEARITAS MELALUI METODE RIDGE REGRESSION Oleh : SOEMARTINI JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 008 DAFTAR ISI Hal DAFTAR
IDENTIFIKASI SISTEM NONLINIER DENGAN MENGGUNAKAN RECURRENT NEURAL NETWORK DAN ALGORITMA DEAD-ZONE KALMAN FILTER
IDENIFIKASI SISEM NONLINIE DENGAN MENGGUNAKAN ECUEN NEUAL NEOK DAN ALGOIMA DEAD-ZONE KALMAN FILE ully Soelaman, angga fa Faultas enolog Informas Insttut enolog Sepuluh Nopember Kampus Keputh, Suollo, Surabaya
Strategi Meminimalkan Load Shedding Menggunakan Metode Sensitivitas Untuk Mencegah Voltage Collapse Pada Sistem Kelistrikan Jawa-Bali 500 kv
1 Strateg Memnmalan Load Sheddng Menggunaan Metode Senstvtas Untu Mencegah Voltage Collapse Pada Sstem Kelstran Jawa-Bal 500 V Rs Cahya Anugrerah Haebb, Ad Soepranto,, Ardyono Pryad Jurusan Ten Eletro,
PEMODELAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI MAKANAN DI KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE
PEMODELAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI MAKANAN DI KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE Dew Arfanty Azm, Dra.Madu Ratna,M.S. dan 3 Prof. Dr.
KOLINEARITAS GANDA (MULTICOLLINEARITY) Oleh Bambang Juanda
KOLINEARITAS GANDA MULTICOLLINEARIT Oleh Bambang Juanda Model: = X + X + + X + ε. Hubungan Lnear Sempurna esa, Ja C X 0 C onstanta yg td semuanya 0. Mudah detahu rn td ada dugaan parameter oef dgn OLS,
Benyamin Kusumoputro Ph.D Computational Intelligence, Faculty of Computer Science University of Indonesia METODE PEMBELAJARAN
METODE PEMBELAJARAN Sebelum suatu Jarngan Neural Buatan (JNB) dgunaan untu menglasfasan pola, terlebh dahulu dlauan proses pembelaaran untu menentuan strutur arngan, terutama dalam penentuan nla bobot.
BAB IV PEMBAHASAN MODEL
BAB IV PEMBAHASAN MODEL Pada bab IV n akan dlakukan pembuatan model dengan melakukan analss perhtungan untuk permasalahan proses pengadaan model persedaan mult tem dengan baya produks cekung dan jont setup
Pengolahan lanjut data gravitasi
Modul 6 Pengolahan lanjut data gravtas 1. Transformas/proyes e bdang datar (metode Damney atau Euvalen Tt Massa). Pemsahan Anomal Loal/Resdual dan Anomal Regonal a. Kontnuas b. Movng average c. Polynomal
Restorasi Citra Dengan Menggunakan Metode Iteratif Lanczos Hybrid Regularization
Restoras Ctra Dengan Menggunaan Metode Iteratf Lanczos Hybrd Regularzaton Yudh Purwananto, Rully Soelaman, Alfa Masjta Rahmat Jurusan Ten Informata, Faultas Tenolog Informas Insttut Tenolog Sepuluh Nopember
Eman Lesmana, Riaman. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung-Sumedang km 21 Jatinangor ABSTRAK
PENGGUNAAN MODEL REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PROGRAM PENGGEMUKAN SAPI PO ( PERANAKAN ONGOLE) SERTA ANALISIS BCR ( BENEFIT COST RATIO ) PENGGUNAAN PAKAN BAHAN KERING Eman Lesmana, Raman Jurusan Matemata
Bab III Model Estimasi Outstanding Claims Liability
Bab III Model Estmas Outstandng Clams Lablty. Model ELRF Suatu model yang dgunaan untu menasr outstandng clams lablty, tda cuup hanya melbatan data pada run-off trangle saa. Sebab, pembayaran lam d masa
JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK IDENTIFIKASI POLA KODE DERAU PALSU
JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK IDENTIFIKASI POLA KODE DERAU PALSU Ea Saputra LF096585 Jurusan Ten Eletro Faultas Ten Unverstas Dponegoro Abstra Jarngan saraf truan merupaan suatu metode yang salah satunya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengenal dua macam variabel yaitu : 2. Variabel terikat (Y) yaitu : Hasil belajar Sejarah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Varans Peneltan 3.1.1 Varabel Peneltan Peneltan n mengenal dua macam varabel yatu : 1. Varabel bebas (X) yatu : Berpr formal. Varabel terat (Y) yatu : Hasl belajar Sejarah
EKSPEKTASI SATU PEUBAH ACAK
EKSPEKTASI SATU PEUBAH ACAK Dalam hal n aan dbahas beberapa macam uuran yang dhtung berdasaran espetas dar satu peubah aca, ba dsrt maupun ontnu, yatu nla espetas, rataan, varans, momen, fungs pembangt
IMPLEMENTASI MODEL OPTIMASI LINIER INTEGER DENGAN BANYAK TUJUAN UNTUK PENGALOKASIAN PEKERJAAN
SISFO-Jurnal Sstem Informas IMPLEMENTASI MODEL OPTIMASI LINIER INTEGER DENGAN BANYAK TUJUAN UNTUK PENGALOKASIAN PEKERJAAN Fazal Mahananto 1), Mahendrawath ER 2), Rully Soelaman 3) Jurusan Sstem Informas,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN ORI. Aljabar Matrs.. Defns Matrs Matrs adalah suatu umpulan anga-anga yang juga serng dsebut elemen-elemen yang dsusun secara teratur menurut bars dan olom sehngga berbentu perseg panjang,
Created by Simpo PDF Creator Pro (unregistered version)
Created by Smpo PDF Creator Pro (unregstered verson) http://www.smpopd.com Statst Bsns : BAB IV. UKURA PEMUSATA DATA. Pendahuluan Untu mendapatan gambaran yang lebh jelas tentang seumpulan data mengena
BAB III MODUL INJEKTIF
BAB III ODUL INJEKTIF Bab n adalah bab yang palng pentng arena bab n bers mula dar hal-hal dasar mengena modul njet sampa sat-sat stmewanya yang tda dml oleh modul lan yang tda njet, yang merupaan ous
ANALISIS DATA WORLD DEVELOPMENT INDICATORS MENGGUNAKAN CLUSTER DATA MINING
Semnar Nasonal Tenolog Informas dan Multmeda 207 STMIK AMIKOM Yogyaarta, 4 Februar 207 ANALIS DATA WORLD DEVELOPMENT INDICATORS MENGGUNAKAN CLUSTER DATA MINING Sgt Kamseno ), Bara Satya 2) ), 2) Ten Informata
Analisis Penyelesaian Persamaan Kuadrat Matriks
Jurnal Matemata, Jurnal Matemata, tatsta tatsta, & Komutas & Komutas Vol. 3 No Vol. Jul No. 6 Jul 5 Vol, No, 9-3, 9-9, Jul 5 9 Analss Penyelesaan Persamaan Kuadrat Matrs Hasmawat dan Amr Kamal Amr Abstra
MODEL REGRESI SEMIPARAMETRIK SPLINE UNTUK DATA LONGITUDINAL PADA KASUS KADAR CD4 PENDERITA HIV. Lilis Laome 1)
Paradgma, Vol. 13 No. 2 Agustus 2009 hlm. 189 194 MODEL REGRESI SEMIPARAMERIK SPLINE UNUK DAA LONGIUDINAL PADA KASUS KADAR CD4 PENDERIA HIV Lls Laome 1) 1) Jurusan Matemata FMIPA Unverstas Haluoleo Kendar
Optimasi Baru Program Linear Multi Objektif Dengan Simplex LP Untuk Perencanaan Produksi
JURNA INFORMATIKA, Vol.4 No.2 September 27, pp. 222~229 ISSN: 2355-6579 E-ISSN: 2528-2247 222 Optmas Baru Program near Mult Objetf Dengan Smplex P Untu Perencanaan Produs Maxs Ary Am BSI Bandung e-mal:
KLASTERISASI SINYAL SUARA MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA PENGEMBANGAN SISTEM PENGENALAN INDIVIDU BERBASIS SUARA UCAPAN
KLASTERISASI SINYAL SUARA MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA PENGEMBANGAN SISTEM PENGENALAN INDIVIDU BERBASIS SUARA UCAPAN Abstra Nama: Moh. Bagus Had S (Nrp 1205 100 037) Dosen Pembmbng:
PRA-PEMROSESAN DATA LUARAN GCM CSIRO-Mk3 DENGAN METODE TRANSFORMASI WAVELET DAUBECHIES UNTUK PEMODELAN STATISTICAL DOWNSCALING
PRA-PEMROSESAN DATA LUARAN GCM CSIRO-M3 DENGAN METODE TRANSFORMASI WAVELET DAUBECHIES UNTUK PEMODELAN STATISTICAL DOWNSCALING Vvn Mandasar (306 00 069), Dr Ir Setawan, M S (960030 9870 00) Mahasswa Jurusan
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER 5.1 Pembelajaran Dengan Fuzzy Program Lner. Salah satu model program lnear klask, adalah : Maksmumkan : T f ( x) = c x Dengan batasan : Ax b x 0 n m mxn Dengan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi
Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa
Studi Perhitungan CCT Menggunakan Metode EEAC (Extended Equal Area Criterion) Dan Trajektori Kritis/ Critical Trajectory Untuk Kestabilan Transien
JURAL TEKIK POITS Vol., o., (0) -6 Stud Perhtungan CCT enggunaan etode EEAC (Extended Equal Area Crteron) Dan Trajetor Krts/ Crtcal Trajectory Untu Kestablan Transen Hardansyah Pratama, Ardyono Pryad,
P i KULIAH KE 3 METODA KELOMPOK (COHORT SURVIVAL METHOD) METODE ANALISIS PERENCANAAN - 1 TPL SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT.
ROGRAM STUDI ERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA METODE ANALISIS ERENCANAAN TL SKS DR Ir Ken Martna K, MT KULIAH KE METODA KELOMOK (COHORT SURVIVAL METHOD) Merupaan salah satu metode proyes pendudu endudu delompoan
ANALISIS MODEL PERSEDIAAN BARANG EOQ DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KADALUARSA DAN FAKTOR ALL UNIT DISCOUNT
LAORAN HASIL ENELITIAN ANALISIS MOEL ERSEIAAN BARANG EO ENGAN MEMERTIMBANGKAN FAKTOR KAALUARSA AN FAKTOR ALL UNIT ISOUNT Tauf Lmansyah LEMBAGA ENELITIAN AN ENGABIAN KEAA MASYARAKAT UNIVERSITAS KATOLIK
Perbandingan Masalah Optimasi TSP dengan Menggunakan Algoritma Ant Colony dan Jaringan Hopfield
Perbandngan Masalah Optmas TSP dengan Menggunaan Algortma Ant Colony dan Jarngan Hopfeld 1 Yulan, Moh.Isa Irawan, dan 3 Mardljah 1,, 3 Jurusan Matemata, Insttut Tenolog Sepuluh Noember Kampus ITS, Surabaya
PENERAPAN PETA P MULTIVARIAT PADA PENGONTROLAN PROSES PEMOTONGAN KACA JENIS LNFL DI PT. ASAHIMAS FLAT GLASS, TBK.
PENERAPAN PETA P MULTIVARIAT PADA PENGONTROLAN PROSES PEMOTONGAN KACA JENIS LNFL DI PT. ASAHIMAS FLAT GLASS, TBK. Fanny Ayu Octavana dan Dra. Luca Ardnant, MT. Jurusan Statsta, Faultas Matemata dan Ilmu
PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN TAK LINIER
PENYELESIN SISTEM PESMN TK LINIE Mater Kulah: Pengantar; Iteras Satu Tt; Iteras Newton # PENGNT # erut n adalah contoh seumpulan buah persamaan ta lner smulta dengan buah varabel ang ta detahu:... ( 57...
ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA UNTUK MENGATASI MASALAH MULTIKOLINIERITAS DALAM ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA
ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA UNTUK MENGATASI MASALAH MULTIKOLINIERITAS DALAM ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA Hars Bhat Prasetyo, Dan Handayan, Wdyant Rahayu JURUSAN MATEMATIKA FMIPA-UNIVERSITAS NEGERI
ANALISIS KAPABILITAS PROSES
TI PENGENLIN KULITS STTISTIK TOPIK 0 NLISIS KPILITS PROSES L, Semester II 00/0 Hlm. TI PENGENLIN KULITS STTISTIK. PENHULUN esrps : Merupaan uuran eseragaman proses dalam menghaslan produ dengan araterst
KAJIAN METODE SUMBER EKIVALEN TITIK MASSA PADA PROSES PENGANGKATAN DATA GRAVITASI KE BIDANG DATAR
Berala Fsa ISSN : 1410-966 Vol.8, No.1, Januar 005, hal 7-10 KAJIAN METODE SUMBER EKIVALEN TITIK MASSA PADA PROSES PENGANGKATAN DATA GRAVITASI KE BIDANG DATAR Agus Setyawan Laboratorum Geofsa, Jurusan
ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS
ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS Ihwannul Khols, ST. MT. Unverstas 7 Agustus 945 Jaarta [email protected] Abstra Pengenalan pola data
APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN REKUREN PADA IDENTIFIKASI SISTEM NONLINIER DENGAN ALGORITMA OPTIMAL BOUNDED ELLIPSOID
APLIKASI JARINGAN SARAF IRUAN REKUREN PADA IDENIFIKASI SISEM NONLINIER DENGAN ALGORIMA OPIMAL BOUNDED ELLIPSOID Rully Soelaman, Mohammad Azs Efend Faultas enolog Informas, Insttut enolog Sepuluh Nopember
BAB IV HASIL ANALISIS
BAB IV HASIL ANALISIS. Standarda Varabel Dalam anal yang dtamplan pada daftar tabel, dar e-39 wadu yang meml fator-fator melput luaan DAS, apata awal wadu, 3 volume tahunan rerata pengendapan edmen, dan
APLIKASI PENENTUAN PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA FUZZY MADM PADA BEASISWA RUTIN UKSW
Semnar NasonalTenologInformasdan Multmeda 2015 STMIK AMIKOM Yogyaarta, 6-8Februar 2015 APLIKASI PENENTUAN PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA FUZZY MADM PADA BEASISWA RUTIN UKSW Aslnda 1), Andea
PENGUJIAN PROPORSI MENGGUNAKAN KETERKAITAN DISTRIBUSI CHI-SQUARE DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI BINOMIAL TERHADAP DISTRIBUSI NORMAL STANDARD
ORBITH Vl. 7 N. 3 Nvember 11: 366-37 ENGUJIAN ROORSI MENGGUNAKAN KETERKAITAN DISTRIBUSI CHI-SQUARE DENGAN ENDEKATAN DISTRIBUSI BINOMIAL TERHADA DISTRIBUSI NORMAL STANDARD Oleh: Endang Tryan Staf engajar
PENGENALAN WAJAH BERBASIS METODE TWO-DIMENSIONAL LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS
PENGENALAN WAJAH BERBASIS MEODE WO-DIMENSIONAL LINEAR DISCRIMINAN ANALYSIS Ftr Damayant, Agus Zanal Arfn, Rully Soelaman Program Magster en Informata, Insttut enolog Sepuluh Nopember (IS) - Surabaya Kampus
Pendekatan Hurdle Poisson Pada Excess Zero Data
SEMINAR NASIONAL MAEMAIKA DAN PENDIDIKAN MAEMAIKA UNY 05 Pendeatan Hurdle Posson Pada Excess Zero Data S - 7 Def Yust Fadah, Resa Septan Pontoh Departemen Statsta FMIPA Unverstas Padadaran [email protected]
IMPLEMENTASI BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK DALAM PRAKIRAAN CUACA DI DAERAH BALI SELATAN
E-Jurnal Matemata Vol. 5 (4), November 2016, pp. 126-132 ISSN: 2303-1751 IMPLEMENTASI BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK DALAM PRAKIRAAN CUACA DI DAERAH BALI SELATAN I Made Dw Udayana Putra 1, G. K. Gandhad
P n e j n a j d a u d a u l a a l n a n O pt p im i a m l a l P e P m e b m a b n a g n k g i k t Oleh Z r u iman
OTIMISASI enjadualan Optmal embangkt Oleh : Zurman Anthony, ST. MT Optmas pengrman daya lstrk Dmaksudkan untuk memperkecl jumlah keseluruhan baya operas dengan memperhtungkan rug-rug daya nyata pada saluran
PENENTUAN LOKASI GUDANG DISTRIBUSI PADA SISTEM DISTRIBUSI PRODUK KONSUMSI PT X DI JAWA TIMUR
Prosdng Semnar Nasonal Manajemen Tenolog IX Program Stud MMT-ITS, Surabaya 14 Pebruar 2009 PENENTUAN LOKASI GUDANG DISTRIBUSI PADA SISTEM DISTRIBUSI PRODUK KONSUMSI PT X DI JAWA TIMUR Teguh Otarso Program
Lucas Theorem Untuk Mengatur Penyimpanan Memori yang Lebih Aman
Lucas Theorem Untu Mengatur Penympanan Memor yang Lebh Aman Hendra Hadhl Chor (135 8 41) Program Stud Ten Informata ITB Jalan Ganesha 1, Bandung e-mal: [email protected]; [email protected]
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. PENGUJIAN PENGUKURAN KECEPATAN PUTAR BERBASIS REAL TIME LINUX Dalam membuktkan kelayakan dan kehandalan pengukuran kecepatan putar berbass RTLnux n, dlakukan pengujan dalam
Penggunaan Model Regresi Tobit Pada Data Tersensor
SEMINAR NASIONAL MAEMAIKA DAN PENDIDIKAN MAEMAIKA UNY 016 S 15 Penggunaan Model Regres obt Pada Data ersensor Def Yust Fadah 1, Resa Septan Pontoh 1, Departemen Statsta FMIPA Unverstas Padjadjaran [email protected]
Pengenalan Jenis Kelamin Berdasarkan Citra Wajah Menggunakan Metode Two-Dimensional Linear Discriminant Analysis
Konferens Nasonal Sstem & Informata 05 STMIK STIKOM Bal, 9-0 Otober 05 Pengenalan Jens Kelamn Berdasaran Ctra Wajah Menggunaan Metode Two-Dmensonal Lnear Dscrmnant Analyss Ftr Damayant Prod Manajemen Informata,
BAB II STUDI PUSTAKA
Masur Kmsan 5 7 1 BAB II STUDI PUSTAKA 1 Umum Secara umum sstem strutur dbedaan dar egunaan strutur, sepert strutur embatan, gedung, tang, bendungan atau pesawat udara Secara husus penamaan n dbedaan dar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam pembuatan tugas akhr n, penulsan mendapat referens dar pustaka serta lteratur lan yang berhubungan dengan pokok masalah yang penuls ajukan. Langkah-langkah yang akan
BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.
BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 3, No.1, (2014) ( X Print) D-36
JURNAL SAINS DAN SENI POMIS Vol. 3, No., (04 337-350 (30-98X Prnt D-36 Fator-Fator Yang Mempengaruh ngat Keberhaslan Pemberan Kemoterap Pada Pasen Penderta Kaner Payudara D RSUD Dr.Soetomo Dengan Menggunaan
Pemodelan Peran Perempuan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur Tahun Menggunakan Regresi Data Panel
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5 No. (016) 337-350 (301-98X Prnt) D-305 Pemodelan Peran Perempuan Terhadap Pertumbuhan Eonom d Jawa Tmur Tahun 010-014 Menggunaan Regres Data Panel Putr Rachmawat, Wahu
STATISTIKA. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Mean Median Modus Simpangan baku Varian Histogram Quartil Desil Persentil
Bab 7 STATISTIKA A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetens Dasar Setelah mengut pembelajaran n sswa mampu:. Menghayat dan mengamalan ajaran agama yang danutnnya. 2. Meml motvas nternal, emampuan
Diagram Kontrol Fuzzy Multinomial Untuk Data Linguistik
Prosdng Statsta ISSN: 2460-6456 Dagram Kontrol Fuzzy Multnomal Untu Data ngust 1 Amy Amallya Azzah, 2 Suwanda Idrs, 3 snur Wachdah 1,2,3 Prod Statsta, Faultas Matemata dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unverstas
Implementasi Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation Pada Aplikasi Pengenalan Wajah Dengan Jarak Yang Berbeda Menggunakan MATLAB 7.0
Implementas Jarngan Saraf Truan Bacpropagaton Pada Aplas Pengenalan Waah Dengan Jara Yang Berbeda Menggunaan MATLAB 7.0 Syafe Nur Luthfe Jurusan Ten Informata, Unverstas Gunadarma Jl. Margonda Raya 100,
BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c
6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat
BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang
ANALISA UNJUK KERJA SISTEM V-BLAST PADA KANAL FREQUENCY SELECTIVE FADING DALAM RUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODULASI J-ary QAM
Analsa Unju Kerja Sstem I Gst. Ag. Km. Dafar Djun H. ANALISA UNJUK KEJA SISEM V-BLAS PADA KANAL FEQUENCY SELECIVE FADING DALAM UANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODULASI J-ary QAM I Gust Agung Komang Dafar Djun
BAB 2 ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA
BAB ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA.1 Pendahuluan Pada sstem tga fasa, rak arus keluaran nverter pada beban dengan koneks delta dan wye memlk hubungan yang
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PILIHAN MINAT PERGURUAN TINGGI DI KOTA JAMBI DENGAN MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING
Semnar Nasonal plas Tenolog Informas 20 (SNTI 20) ISSN: 907-5022 Yogyaarta, 7-8 Jun 20 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSN UNTUK MENENTUKN PILIHN MINT PERGURUN TINGGI DI KOT JMBI DENGN MENGGUNKN FUZZY MULTI CRITERI
