BAB IV HASIL - HASIL PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS
|
|
|
- Vera Veronika Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL - HASIL PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS 4.1. Data NEA dan PHA Data NEA dan PHA yang digunakan di sini diambil dari website NASA yang diambil tanggal 25 Juli Untuk data NEA dan PHA yang didapat pada tanggal tersebut masing-masing berjumlah 4091 dan 800. Datadata NEA dan PHA tersebut didapatkan terpisah. Elemen-elemen orbit dari masing-masing NEA dan PHA yang dimuat di data tersebut antara lain: sumbu setengah panjang (a), inklinasi (i), argumen perihelion (w), eksentrisitas (e) longitude ascending node (Ω) dan epochnya. Selain itu dimuat juga nilai mean anomali (M), perihelion (q), aphelion (Q), periode (P), magnitudo mutlak V (H), jarak minimum orbitnya dengan orbit bumi (MOID), referensi solusi orbit dan kelas dari NEA dan PHA tersebut (Amor, Apollo, Aten, atau IEO). Contoh data yang didapatkan diberikan pada lampiran A. Dari 4091 NEA, 1598 diantaranya merupakan kelas Amor, 2160 merupakan kelas Apollo dan 327 lainnya merupakan kelas Aten, dengan 6 sisanya merupakan kelas IEO (Interior Earth Object). Sementara itu, dari 800 PHA, 47 diantaranya merupakan kelas Amor, dengan kelas Apollo berjumlah 671, kelas Aten berjumlah 81 dan satu sisanya merupakan kelas IEO. Untuk data magnitudo mutlak V (H) asteroid 1998 ST27 diambil dari website Near Earth Objects Dynamic Site (NEODys) di Data tersebut dapat dilihat pada lampiran B Jari-jari Asteroid NEA dan PHA Perhitungan jari-jari dari asteroid-asteroid NEA dan PHA yang dilakukan disini mengasumsikan bahwa semua asteroid anggota NEA dan PHA adalah asteroid tipe S. Asumsi ini diambil berdasarkan penelitian Binzel et al. (2002) di mana asteroid tipe S merupakan tipe asteroid yang dominan pada NEO dengan perbandingan 4:1 untuk lebih dari 300 asteroid NEO. Dengan menggunakan persamaan menghitung diameter (3.20) atau (3.21) dan tinggal dibagi dengan 2, sementara nilai H untuk asteroid-asteroid NEA dan PHA sudah diketahui dari data yang didapatkan, dan menggunakan nilai albedo untuk tipe 67
2 S (0,21±0,05) maka sudah bisa didapatkan jari-jari dari asteroid-asteroid NEA dan PHA. Hasil yang didapatkan dirangkum melalui gambar 11 a, 11 b, 12, tabel VIII, dan tabel IX. Dari 4091 NEA, jari-jari terbesar dimiliki oleh asteroid 1036 Ganymed (18,939 km) yang menjadi satu-satunya asteroid NEA dan PHA dari data yang memiliki jari-jari lebih dari 10 km. Selain itu hanya ada tiga asteroid lain yang meemiliki jari-jari > 4 km, yaitu asteroid 4954 Eric (4,440 km), 2006 HR30 (5,412 km), dan 433 Eros (8,617 km). Untuk itu diberikan dua grafik distribusi jari-jari NEA terhadap jumlah. Grafik yang pertama (gambar 11 a) memuat semua 4091 NEA, sementara untuk lebih memperjelas bentuk distribusi jari-jari NEA terhadap jumlah, diberikan lagi grafik histogram NEA dengan tidak memasukkan asteroid-asteroid NEA yang memiliki jari-jari > 4 km (gambar 11 b). Jari-jari dari total seluruh NEA terentang mulai dari yang hanya sebesar 0,001 km (asteroid 2003 SQ222) yang berdasarkan tabel VII tidak akan menimbulkan dampak apapun saat memasuki Bumi (akan meledak di atmosfer, hanya yang asteroid besi berhasil mencapai ke permukaan) sampai pada yang menyebabkan dampak global (jari-jari 0,85 km). NEA didominasi oleh asteroid-asteroid yang berdasarkan ukurannya dapat menyebabkan kerusakan lokal dan regional (jari-jari 0, <0,85 km), ada sebanyak 3090 asteroid, sementara yang dapat menyebabkan kerusakan global sampai kemusnahan mahluk hidup (jari-jari 0,85 km) sebanyak 211 asteroid dan yang tidak akan menimbulkan apa-apa (jari-jari < 0,0375) ada 790 asteroid. Untuk 800 PHA, tidak didapatkan PHA dengan jari-jari > 2,5 km. PHA terkecil berjari-jari km yaitu asteroid 1998 FL3, 2000 RE52, dan 2003 GP51. PHA terbesar memiliki jari-jari 2,225 km yaitu asteroid 4953 (1990 MU). Secara umum, berdasarkan pada tabel VII, dapat digambarkan bahwa konsekuensi miminum yang dapat ditimbulkan oleh asteroid-asteroid PHA tersebut jika menumbuk Bumi adalah terbentuknya kawah seukuran kawah Meteor di Arizona atau peristiwa seperti peristiwa Tunguska, dengan tumbukan di darat akan menyebabkan kerusakan pada wilayah seluas kota Washington, Paris, atau Moskow. Sementara konsekuensi maksimumnya adalah efek yang global, perubahan iklim, kebakaran, dengan tumbukan di darat akan menghancurkan wilayah seluas negara Meksiko atau India untuk asteroid dengan diameter sekitar 3 km (melibatkan energi sebesar 1 juta-10 juta Mton TNT, terjadi satu juta tahun sekali). 68
3 jumlah jari-jari (km) Gambar 11 a. Grafik distribusi jumlah NEA terhadap jari-jari jumlah jari-jari (km) Gambar 11 b. Grafik distribusi jumlah NEA terhadap jari-jari dengan tidak memasukkan asteroid 4954 Eric, (2006 HR30), 433 Eros, 1036 Ganymed. 69
4 jumlah jari-jari (km) Gambar 12. Grafik distribusi jumlah PHA terhadap jari-jari Selang jari-jari (km) Jumlah 0 - <0, ,25 - <0, <0, ,75 - < <1, ,25 - <1, ,50 - <1, ,75 - < <2,25 8 2,25 - <2,50 6 2,50 - < 2,75 2 2,75 - < <3,25 0 3, 25 - < 3,50 2 3,50 - < 3,75 2 3,75 - < (a) Selang jari-jari (km) Jumlah 0 - <0, ,25 - <0, <0, ,75 - < <1, ,25 - <1,50 4 1,50 - <1,75 3 1,75 - < <2,25 3 Tabel VIII. Selang jari-jari asteroid NEA (a) dan PHA (b) sesuai dengan gambar 11 b. dan 12 dengan jumlahnya untuk tiap-tiap selang. (b) 70
5 Selang jari-jari (km) Jumlah 0 - <0, , <0, ,080 - <0, ,175 - <0, ,350 - <0, ,850 - <1, ,5 - <3,5 52 3,5 - < Selang jari-jari (km) Jumlah 0, <0, ,080 - <0, ,175 - <0, ,350 - <0, ,850 - <1,5 27 1,5 - <3,5 8 (b) (a) Tabel IX. Selang jari-jari asteroid NEA (a) dan PHA (b) yang didasarkan pada kerusakan yang dapat ditimbulkannya (lihat tabel VII) dengan jumlahnya untuk tiap-tiap selang. Secara keseluruhan, asteroid-asteroid PHA dari data yang didapatkan, didominasi oleh asteroid-asteroid yang dilihat dari ukurannya akan menimbulkan dampak lokal jika menumbuk Bumi dilihat dari tabel VII (asteroid dengan diameter < 1,7 km). Asteroidasteroid PHA dengan jari-jari 0, <0,85 km tersebut berjumlah 765 asteroid. Hanya 35 asteroid PHA yang dapat menimbulkan kerusakan global (jari-jari 0,85 km) namun belum sampai dapat menjadi penyebab kemusnahan massal seperti peristiwa K-T atau P-T (paling tidak membutuhkan benda langit berjari-jari 3,5 km) Massa NEA dan PHA Dalam perhitungan massa NEA dan PHA, dilakukan dengan masih mengasumsikan bahwa asteroid-asteroid NEA dan PHA adalah tipe S. Untuk mempermudah diasumsikan juga asteroid-asteroid tersebut berbentuk bola. Massa asteroidasteroid NEA dan PHA kemudian dapat dihitung menggunakan persamaan (3.19). Jari-jari sudah diketahui karena telah dihitung sebelumnya, tinggal menentukan kerapatan asteroid. Jenis kerapatan yang digunakan adalah density bulk karena telah diketahui bahwa asteroidasteroid memiliki porositas yang cukup signifikan. 71
6 jumlah massa (g) Gambar 13. Grafik distribusi jumlah NEA terhadap massa jumlah massa (g) Gambar 14. Grafik distribusi jumlah PHA terhadap massa 72
7 Selang Massa (g) Jumlah Selang Massa (g) Jumlah 1x <1x x <1x x < 1x x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x (b) 1x <1x x <1x x <1x x <1x x <1x (a) Tabel X. Selang massa NEA (a) dan PHA (b) dengan jumlah untuk tiap-tiap selang Untuk asteroid tipe S density bulk ini sebesar 2,69 (±0.04) g/cm 3 (Standish 2001 dalam Britt et al. 2002). Disini digunakan nilai density bulk sebesar 2,6 g/cm 3. Perhitungan massa ini penting terutama untuk asteroid-asteroid yang berdiameter mencapai ratusan meter dan lebih. Untuk tumbukan-tumbukan besar sumber ancamannya adalah dari energi kinetiknya. Makin besar energi kinetiknya makin besar dampak negatif atau kerusakan yang dapat ditimbulkannya. Mengetahui massa penumbuk akan memberi bantuan dalam memahami ancaman atau besar kerusakan yang akan diakibatkan oleh suatu peristiwa tumbukan. Selanjutnya hal tersebut akan membantu dalam penentuan pengambilan tindakan yang dianggap perlu apabila suatu benda langit benar-benar akan menumbuk Bumi. Didapatkan massa NEA terentang dari 3, g 7, g dan massa PHA terentang dari 2, g 1, g. 73
8 4.4. Asteroid-asteroid NEA dan PHA dengan Jarak Mencapai < 0,05 AU terhadap Bumi di Tahun 2007 Dari seluruh jarak antara asteroid-asteroid NEA dan PHA dengan Bumi sepanjang tahun 2007 yang telah didapatkan, dipilih lagi asteroid-asteroid yang pada tahun 2007 ini akan memiliki jarak dari Bumi < 0,05 AU. Nilai yang digunakan tersebut merupakan syarat jarak PHA (selain harus memiliki magnitudo absolut H 22). 0,05 AU setara dengan 19,46 LD ( km). LD adalah Lunar Distance, yaitu jarak Bumi Bulan. Nilai kuantitatif untuk satuan besaran AU diambil dari Cox (2000), dimana 1 AU adalah 1, x m. Untuk jarak Bumi-Bulan diambil dari Tholen et al. (2000), yaitu ± 1 km jumlah Januari Februari Maret April Mei Juni Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Gambar 15. Grafik jumlah asteroid yang akan dijumpai Bumi dalam jarak < 0,05 AU terhadap bulan dalam satu tahun di tahun
9 N0 Nama Tanggal Jarak terdekat JD Gregorian AU LD Poseidon Maret Xanthus Oktober (1989 UQ) Desember (2001 US16) Juni (1994 EU) Januari (1999 FA) Desember (1999 SK10) Januari (2000 SZ162) Maret (2001 GO2) Januari (2001 HJ31) Maret (2001 LC) Agustus (2002 AW) November (2002 EW8) Februari (2002 EQ9) April (2002 FS6) Februari (2002 VU114) Januari (2003 RU11) September (2003 SY4) Juli (2003 WP25) Desember (2003 YT70) Desember (2004 BN41) September (2004 KE1) Agustus (2004 RN9) November (2004 XZ130) November (2005 GT) April (2005 TG50) Februari (2005 TH50) Desember (2006 BZ147) November (2006 FH36) Januari (2006 HE2) Juli (2006 JY26) Februari (2006 LH) Desember Tabel XI. Asteroid NEA dan PHA yang berjarak < 0,05 AU (19,46 LD atau km). Tulisan berwarna merah menandakan bahwa asteroid tersebut merupakan asteroid NEA yang juga asteroid PHA. 75
10 Didapatkan 32 asteroid NEA, dengan 4 diantaranya merupakan asteroid NEA yang juga anggota PHA, yang jaraknya terhadap Bumi mencapai < 0,05 AU. Daftar asteroid-asteroid tersebut dapat dilihat pada tabel XI. Diberikan pada tabel tersebut jarak terdekat untuk masing-masing asteroid dalam AU dan LD, tanggal saat asteroid-asteroid tersebut berada pada jarak terdekatnya dari Bumi dalam MJD dan Gregorian. Sepanjang tahun 2007 setiap bulannya kecuali di bulan Mei, Bumi akan menjumpai asteroid-asteroid dengan jarak < 0,05 AU. Jumlah asteroid tiap bulan yang akan menjumpai Bumi dengan jarak < 0,05 AU dapat dilihat pada gambar 15. Bumi di tahun 2007 pada bulan Januari dan Desember akan paling banyak berjumpa dengan asteroid-asteroid tersebut (masing-masing bulan 5 dan 6 asteroid). Asteroid 2001 HJ31 merupakan asteroid yang memiliki jarak terdekat dengan Bumi untuk tahun 2007 ini. Pada tanggal 3 Maret 2007 asteroid 2001HJ31 akan mencapai jarak 0, AU atau 2, LD dari Bumi, hanya sekitar km. Diberikan juga elemen-elemen orbit (tabel XII) dari data yang didapat dan jari-jari serta massa (tabel XIII) hasil perhitungan untuk ke 32 asteroid tersebut. Ke 32 asteroid tersebut memiliki massa yang terentang dari 3, , g dengan jari-jari terentang dari 0,003 1,168 km. Dapat dilihat 18 diantaranya, berdasarkan tabel 7, tidak akan menimbulkan ancaman serius bila menumbuk Bumi (jari-jarinya <0,0375). Kemungkinannya asteroid-asteroid tersebut akan meledak terlebih dulu di atmosfer Bumi, kecuali bila memiliki komposisi penyusun dari besi maka barulah asteroid tersebut bisa mencapai ke permukaan. Tiga belas asteroid berada pada rentang jari-jari yang bila menumbuk Bumi dapat menyebabkan kerusakan lokal. Bisa menimbulkan tsunami jika jatuh di lautan, menciptakan kawah jika jatuh di daratan. Satu asteroid (4341 Poseidon) memiliki jari-jari yang bila Poseidon ini menumbuk Bumi, maka dapat mengakibatkan bencana global. Asteroid 2001 HJ31 (jari-jari ~0,028 km, massa ~2,297E+11 g), yang memiliki jarak terdekat dengan Bumi di tahun 2007 ini, jika pun menabrak Bumi termasuk ke dalam kategori asteroid yang tidak menimbulkan ancaman serius bagi Bumi dengan kemungkinan akan meledak terlebih dulu di atmosfer Bumi. 76
11 Tabel XII. Elemen-elemen orbit 32 asteroid yang pada tahun 2007 ini akan memiliki jarak terdekat dengan Bumi < 0,05 AU. Tulisan berwarna merah adalah asteroid NEA yang juga PHA. Nama Epoch (TDB) a (AU) e i (deg) w (deg) Node (deg) M (deg) q (AU) Q (AU) P (yr) H (mag) MOID (AU) 4341 Poseidon Xanthus (1989 UQ) (2001 US16) (1994 EU) (1999 FA) (1999 SK10) (2000 SZ162) (2001 GO2) (2001 HJ31) (2001 LC) (2002 AW) (2002 EW8) (2002 EQ9) (2002 FS6) (2002 VU114) (2003 RU11) (2003 SY4) (2003 WP25) (2003 YT70) (2004 BN41) (2004 KE1)
12 Nama Epoch (TDB) a (AU) e i (deg) w (deg) Node (deg) M (deg) q (AU) Q (AU) P (yr) H (mag) MOID (AU) (2004 RN9) (2004 XZ130) (2005 GT) (2005 TG50) (2005 TH50) (2006 BZ147) (2006 FH36) (2006 HE2) (2006 JY26) (2006 LH) Keterangan judul-judul kolom (elemen-elemen orbit dalam referensi frame J2000 heliosentris-ekliptik): Epoch (TDB): Epoch osilasi dari elemen-elemen asteroid dalam modified Julian date (Julian date ) TDB a (AU): Sumbu setengah panjang orbit asteroid dalam AU e: Eksentrisitas orbit i (deg): Inklinasi orbit terhadap bidang ekliptika dan ekuinok J2000 (J2000-Ekliptik) dalam derajat w (deg): Argumen perihelion (J2000-Ekliptik) dalam derajat Node (deg): Longitude dari ascending node (J2000-Ekliptik) dalam derajat M (deg): Mean anomali asteroid pada epoch, dalam derajat q (AU): Jarak perihelion orbit dalam AU Q (AU): Jarak aphelion orbit dalam AU P (yr): Periode orbit dalam tahun Julian H (mag): Magnitudo mutlak V asteroid MOID (AU): Minimum orbit intersection distance (jarak minimum antara orbit-orbit yang berosilasi dari NEO dan Bumi) Ref: Referensi solusi orbit Class: Klasifikasi asteroid: NEA = "Near-Earth Asteroid", AMO = "Amor", APO = "Apollo", ATE = "Aten", atau IEO = "Interior Earth Object". Tanda "*" menandakan kalau asteroid tersebut juga merupakan potentially hazardous asteroid. 78
13 Tabel XIII. Jari-jari dan massa 32 asteroid yang pada tahun 2007 ini akan memiliki jarak terdekat dengan Bumi < 0,05 AU. Tulisan berwarna merah adalah asteroid NEA yang juga PHA. Nama Jari-jari (km) Massa (g) (+) (-) (+) (-) 4341 Poseidon E E E Xanthus E E E (1989 UQ) E E E (2001 US16) E E E+12 (1994 EU) E E E+09 (1999 FA) E E E+12 (1999 SK10) E E E+13 (2000 SZ162) E E E+08 (2001 GO2) E E E+10 (2001 HJ31) E E E+10 (2001 LC) E E E+13 (2002 AW) E E E+12 (2002 EW8) E E E+10 (2002 EQ9) E E E+13 (2002 FS6) E E E+10 (2002 VU114) E E E+11 (2003 RU11) E E E+09 (2003 SY4) E E E+09 (2003 WP25) E E E+10 (2003 YT70) E E E+09 (2004 BN41) E E E+09 (2004 KE1) E E E+11 (2004 RN9) E E E+12 (2004 XZ130) E E E+12 (2005 GT) E E E+08 (2005 TG50) E E E+10 (2005 TH50) E E E+08 (2006 BZ147) E E E+09 (2006 FH36) E E E+11 (2006 HE2) E E E+09 (2006 JY26) E E E+07 (2006 LH) E E E+10 79
14 4.5. Skala Potensi Tumbukan Dari 32 asteroid diatas, yang pada tahun 2007 ini akan memiliki jarak terdekat dengan Bumi < 0,05 AU, dilanjutkan dengan membuat skala potensi tumbukannya dengan Bumi. Langkah-langkahnya sama dengan yang digambarkan pada sub bab (3.2). Langkah pertama adalah menghitung energi kinetik tumbukan E dari ke 32 asteroid. Perhitungan tersebut membutuhkan massa dan kecepatan tumbukan V asteroid. Untuk massa sudah diketahui melalui perhitungan yang sudah dilakukan sebelumnya, yang perlu ditentukan lagi di sini adalah kecepatan tumbukan dari asteroid. Ini dilakukan dengan menggunakan persamaan (3.4) smapai (3.6). Dua asteroid disini dianggap memiliki memiliki V = 0, dikarenakan melalui perhitungan didapat V keduanya negatif, jadi dianggap asteroid-asteroid tersebut memiliki orbit yang weakly-bound. Setelah itu dapat dihitung frekuensi tumbukan, f B, untuk masing-masing asteroid dengan menggunakan persamaan (3.8). Hasil perhitungan V, V, E, dan f B dapat dilihat pada tabel XIV. Tabel XIV tersebut memuat parameter-parameter yang tidak bergantung pada waktu atau probabilitas tumbukan. Langkah selanjutnya adalah menentukan probabilitas untuk setiap asteroid. Untuk menghitung probabilitas tumbukan, P l, antara 32 asteroid NEA dan PHA diatas dengan Bumi, dihitung perbandingan antara cross section Bumi (A b ) dengan cross section dari sebaran kemungkinan orbit asteroid (A s ) disaat close approach diantara keduanya. Jadi, P l dihitung: A b P l = (4.1) A s jika A b dan A s beririsan. Jika A b dan A s tidak beririsan maka P l = 0. Diasumsikan A b dan A s adalah lingkaran, maka luas A b dan A s dihitung sebagai luas lingkaran. Radius A b adalah b, radius bumi r ditambah dengan gravitational focusing, yaitu jarak dimana benda-benda langit masih dapat melintasi Bumi tanpa mengalami pengaruh gaya gravitasi Bumi, yang dihitung dengan menggunakan persamaan: 2 r cr b = + 2 (4.2) dengan m m c = 2 U (4.3) 80
15 dan 2 ( ) 1 U = 3 2 a 1 e cosi (4.4) a U adalah kecepatan planetosentris, dengan a, e, i adalah sumbu setengah panjang, eksentrisitas, dan inklinasi orbit heliosentris dari masing-masing asteroid. Untuk A s, radiusnya didapatkan dari selisih koordinat (x,y,z) asteroid yang didapatkan dari program ASCAO dimana tidak memperhitungkan gangguan dengan koordinat (x,y,z) didapatkan JPL Ephemeris (di alamat website horizons.cgi#top) yang memperhitungkan gangguan yang dialami oleh masing-masing asteroid. Koordinat (x, y, z) tersebut yang digunakan adalah pada saat asteroid-asteroid berada pada jarak terdekatnya dari Bumi. Selisih tersebut dapat dianggap σ atau 3σ sebagai wilayah/area ketidakpastian disekitar (x,y,z) hasil perhitungan. Di sini yang digunakan adalah 3σ. Jadi luas A s dapat dihitung dengan radiusnya adalah nilai 3σ, dan titik pusat koordinat (x,y,z) adalah yang dari hasil perhitungan (yang didapatkan dari program ASCAO). Kemudian ditentukan apakah A b dan A s saling beririsan. A b dan A s ini dihitung pada waktu asteroid berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Barulah dapat dihitung dihitung energi yang diharapkan Ẽ menggunakan persamaan (3.7), resiko ternormalisasi R dengan menggunakan persamaan (3.15) dengan T dihitung dari saat pengambilan data (25 Juli 2006) sampai pada waktu asteroid berada di jarak terdekatnya dari Bumi, dan logaritma R yaitu P. Hasil-hasil perhitungan Ẽ, R, dan P untuk 32 asteroid dapat dilihat di tabel XV. Untuk 32 asteroid yang pada tahun 2007 ini akan memiliki jarak terdekat dengan Bumi < 0,05 AU didapatkan E dalam rentang 5, , Mton TNT, f B dalam rentang 4, ,98, P l terentang dari 8, , , Ẽ terentang dari 5, , Mton TNT, P terentang dari -9,441-2,513. Pada tabel XIV terdapat Ada 18 (lebih dari setengah) asteroid (dengan berdasarkan tabel VII), energinya kecil (<10 Mton TNT) sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan apapun kecuali ledakan di atmosfer. Asteroid-asteroid tersebut adalah 1994 EU, 2000 SZ162, 2001 GO2, 2001 HJ31, 2002 EW8, 2002 FS6, 2003 RU11, 2003 SY4,
16 Tabel XIV. Parameter-parameter relevan untuk 32 asteroid. Tulisan berwarna merah adalah asteroid NEA yang juga PHA. Nama H (mag) Jari2 (km) Massa (kg) V km/s V km/s E MT f B tahun Poseidon E E E Xanthus E E E (1989 UQ) E E E (2001 US16) E E E-04 (1994 EU) E E E-01 (1999 FA) E E E-04 (1999 SK10) E E E-05 (2000 SZ162) E E E-01 (2001 GO2) E E E-03 (2001 HJ31) E E E-03 (2001 LC) E E E-05 (2002 AW) E E E-04 (2002 EW8) E E E-03 (2002 EQ9) E E E-05 (2002 FS6) E E E-02 (2002 VU114) E E E-03 (2003 RU11) E E E-02 (2003 SY4) E E E-01 (2003 WP25) E E E-02 (2003 YT70) E E E-02 (2004 BN41) E E E-02 (2004 KE1) E E E-03 (2004 RN9) E E E-04 (2004 XZ130) E E E-04 (2005 GT) E E E-01 (2005 TG50) E E E-02 (2005 TH50) E E E+00 (2006 BZ147) E E E-02 (2006 FH36) E E E-03 (2006 HE2) E E E-01 (2006 JY26) E E E+00 (2006 LH) E E E-02 82
17 WP25, 2003 YT70, 2004 BN41, 2005 GT, 2005 TG50, 2005 TH50, 2006 BZ147, 2006 HE2, 2006 JY26, 2006 LH. Asteroid-asteroid ini memiliki diameter < 75 m. Dengan energi terbesar dimiliki oleh asteroid 4341 Poseidon sebesar 1,18E+06 Mton TNT (jari-jari dan massa yang dimilikinya juga terbesar 1,168 km dan 1,734E+13 kg). Dengan energi sebesar itu asteroid 4341 Poseidon masuk pada kategori dapat menimbulkan kerusakan skala global walau dengan nilai Ẽ 9,466E-04 Mton TNT (tidak akan menimbulkan kerusakan bagi Bumi). Dapat dilihat bahwa asteroid 4341 Poseidon memiliki nilai f B paling kecil (4, ) dengan nilai P <-2 (yaitu -2,513), jadi kemungkinan tumbukannya dengan Bumi kecil. Asteroid 2001 HJ31, yang akan berada paling dekat dengan Bumi di tahun 2007 ini memiliki nilai E dan Ẽ <10 Mton TNT (masing-masing 7,99E+00 dan 8,931E-09) dengan nilai f B yang juga kecil (5,69E-03) dan nilai P sebesar -6,489. Kesempatannya untuk menumbuk Bumi kecil, dan kalaupun menumbuk dengan energi yang kecil tersebut tidak akan menimbulkan kerusakan di permukaan Bumi, bahkan kemungkinannya besar untuk meledak terlebih dahulu di atmosfer. Jadi tidak akan membahayakan. Berdasarkan tabel XIV, energi yang diharapkan Ẽ, semua asteroid-asteroid memiliki energi <10 Mton TNT. Jadi kemungkinan tidak akan menimbulkan bahaya bagi Bumi. selain itu nilai P semua asteroid tidak ada yang P > 0, situasi yang lebih mengancam dari kerusakan latar. Nilai semua P <-2, jadi tidak ada yang memiliki kemungkinan untuk menumbuk Bumi. 83
18 Tabel XV. Potensi tumbukan untuk 32 asteroid. Tulisan berwarna merah adalah asteroid NEA yang juga PHA. Nama T (thn) P l Ẽ (MT) R P 4341 Poseidon E E E Xanthus E E E (1989 UQ) E E E (2001 US16) E E E (1994 EU) E E E (1999 FA) E E E (1999 SK10) E E E (2000 SZ162) E E E (2001 GO2) E E E (2001 HJ31) E E E (2001 LC) E E E (2002 AW) E E E (2002 EW8) E E E (2002 EQ9) E E E (2002 FS6) E E E (2002 VU114) E E E (2003 RU11) E E E (2003 SY4) E E E (2003 WP25) E E E (2003 YT70) E E E (2004 BN41) E E E (2004 KE1) E E E (2004 RN9) E E E (2004 XZ130) E E E (2005 GT) E E E (2005 TG50) E E E (2005 TH50) E E E (2006 BZ147) E E E (2006 FH36) E E E (2006 HE2) E E E (2006 JY26) E E E (2006 LH) E E E
Bab IV ANALISIS CLOSE APPROACH BEBERAPA ASTEROID BERBAHAYA
Bab IV ANALISIS CLOSE APPROACH BEBERAPA ASTEROID BERBAHAYA Sebagian besar asteroid yang termasuk kelompok PHAs menimbulkan ancaman dikarenakan orbitnya yang sangat dekat dengan Bumi (kurang dari 0.05 AU)
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ruang-ruang di antara planet-planet di tata surya kita ternyata tidaklah benar-benar kosong. Ruang-ruang tersebut berisikan partikel-partikel ataupun benda-benda mulai
Relasi Empirik Diameter Asteroid Dengan Fenomena Tsunami Dan Gempa
Relasi Empirik Diameter Asteroid Dengan Fenomena Tsunami Dan Gempa TUGAS AKHIR Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung oleh: Dhany Dewantara
BAB 3 ASTEROID DAN POTENSI BENCANA
BAB 3 ASTEROID DAN POTENSI BENCANA Sebagian besar asteroid tipe AAA kini diklaim sebagai kelompok PHA (Potentially Hazardous Asteroids), yaitu kelompok yang berpotensi membahayakan berdasarkan parameter
BAB III DAMPAK TUMBUKAN DAN SKALA POTENSI TUMBUKAN
BAB III DAMPAK TUMBUKAN DAN SKALA POTENSI TUMBUKAN 3.1. Dampak-dampak Tumbukan Telah disebutkan sebelumnya, bahwa Bumi mengalami tumbukan oleh partikelpartikel kosmik secara konstan. Partikel-partikel
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL ASTRONOMI Ronde : Analisis Data Waktu : 240 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
Bab III KONSEP PELUANG TABRAKAN ASTEROID DENGAN BUMI
Bab III KONSEP PELUANG TABRAKAN ASTEROID DENGAN BUMI Pengamatan asteroid yang dianggap berbahaya bagi Bumi banyak dilakukan melalui program pengamatan, salah satunya adalah (Near Earth Asteroid Program)
JAWABAN DAN PEMBAHASAN
JAWABAN DAN PEMBAHASAN 1. Dalam perjalanan menuju Bulan seorang astronot mengamati diameter Bulan yang besarnya 3.500 kilometer dalam cakupan sudut 6 0. Berapakah jarak Bulan saat itu? A. 23.392 km B.
Bab II TEORI ENCOUNTER PLANET
Bab II TEORI ENCOUNTER PLANET Terdapat beberapa populasi asteroid di tata surya. Populasi terbesar berada pada sabuk utama yang terletak di antara orbit Mars dan orbit Jupiter (Main Belt Asteroids, MBAs).
3. ORBIT KEPLERIAN. AS 2201 Mekanika Benda Langit. Monday, February 17,
3. ORBIT KEPLERIAN AS 2201 Mekanika Benda Langit 1 3.1 PENDAHULUAN Mekanika Newton pada mulanya dimanfaatkan untuk menentukan gerak orbit benda dalam Tatasurya. Misalkan Matahari bermassa M pada titik
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2004 Materi Uji : ASTRONOMI Waktu :
3. MEKANIKA BENDA LANGIT
3. MEKANIKA BENDA LANGIT 3.1. ELIPS Sebelum belajar Mekanika Benda Langit lebih lanjut, terlebih dahulu perlu diketahui salah satu bentuk irisan kerucut yaitu tentang elips. Gambar 3.1. Geometri Elips
PEKERJAAN RUMAH SAS PERTEMUAN-1 DAN PERTEMUAN-2 A.Pilihan Ganda
PEKERJAAN RUMAH SAS PERTEMUAN-1 DAN PERTEMUAN-2 A.Pilihan Ganda 1. Tinggi bintang dari bidang ekuator disebut a. altitude b. latitude c. longitude d. deklinasi e. azimut 2. Titik pertama Aries, didefinisikan
TELAAH ULANG TEORI TSUNAMI WARD & ASPHAUG: SUATU PENDEKATAN EMPIRIS
TELAAH ULANG TEORI TSUNAMI WARD & ASPHAUG: SUATU PENDEKATAN EMPIRIS S. Siregar, D. Dewantara dan B. Dermawan KK- Astronomi FMIPA, ITB Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 E-mail: [email protected] Abstrak Teori
Telaah Evolusi Orbit 42 Asteroid PHAs
ISSN: Simposium Nasional Fisika 1 (2015) 1-7 Telaah Evolusi Orbit 42 Asteroid PHAs Judhistira Aria Utama 1*, Waslaluddin 1 Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia *[email protected]
TELAAH AWAL KEUBAHAN SETENGAH SUMBU PANJANG AKIBAT EFEK YARKOVSKY PADA ASTEROID 3362 KHUFU (1984 QA)
TELAAH AWAL KEUBAHAN SETENGAH SUMBU PANJANG AKIBAT EFEK YARKOVSKY PADA ASTEROID 3362 KHUFU (1984 QA) E. Soegiartini dan S. Siregar Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
BAB 2 ORBIT DAN SIFAT FISIS ASTEROID
BAB 2 ORBIT DAN SIFAT FISIS ASTEROID 2.1 Asteroid Definisi kata Asteroid adalah star-like atau seperti bintang. Definisi ini menjelaskan penampakan visual asteroid dari teleskop namun tidak sesuai dengan
Uji Kompetensi Semester 1
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! Uji Kompetensi Semester 1 1. Sebuah benda bergerak lurus sepanjang sumbu x dengan persamaan posisi r = (2t 2 + 6t + 8)i m. Kecepatan benda tersebut adalah. a. (-4t
SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SOAL SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI
SOAL SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI Waktu Jumlah Soal : 150 menit : 30 Soal 1. Bintang A memiliki tingkat kecemerlangan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan Bintang B. Bintang
Draft Marking Scheme. (Berdasarkan Solusi OSP Astronomi 2013)
Draft arking Scheme (Berdasarkan Solusi OSP Astronomi 013) A. C No A B C D E 1 X X 3 X 4 X 5 X 6 X 7 X 8 X 9 X 10 X 11 X 1 X 13 X 14 X 15 X 16 X 17 X 18 19 X 0 X 1 X X 3 X 4 X 5 X Berdasarkan dokumen Petunjuk
TELAAH AWAL KEUBAHAN SETENGAH SUMBU PANJANG AKIBAT EFEK YARKOVSKY PADA ASTEROID 3362 KHUFU (1984 QA)
Telaah Awal Keubahan Setengah Sumbu... (E. Soegiartini et al.) TELAAH AWAL KEUBAHAN SETENGAH SUMBU PANJANG AKIBAT EFEK YARKOVSKY PADA ASTEROID 3362 KHUFU (1984 QA) E. Soegiartini, dan S. Siregar Program
Bab III Aplikasi Efek Radiasi Termal Pada Asteroid
Bab III Aplikasi Efek Radiasi Termal Pada Asteroid Main Belt Asteroids (MBAs) adalah asteroid-asteroid yang mendiami daerah diantara Mars dan Jupiter, yakni 2.0 3.3 AU, yang ditaksir berjumlah sekitar
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Kelas & Sekolah Provinsi Kabupaten/Kota Tanggal Lahir Tanda Tangan Naskah ini
I Elevasi Puncak Dermaga... 31
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... v HALAMAN PERNYATAAN.. vi HALAMAN PERSEMBAHAN... vii INTISARI... viii ABSTRACT... ix KATA PENGANTAR...x DAFTAR ISI... xii DAFTAR GAMBAR... xvi DAFTAR
DINAMIKA ORBIT ASTEROID 2012 DA14 PASCAPAPASAN DEKAT DENGAN BUMI
DINAMIKA ORBIT ASTEROID 2012 DA14 PASCAPAPASAN DEKAT DENGAN BUMI Judhistira Aria Utama 1*), Budi Dermawan 2, Taufiq Hidayat 2, Umar Fauzi 3 1 Program Studi Astronomi, Jl. Ganesha 10, Bandung 40132 2 KK
Studi Kasus 1. Komet dalam orbit parabola
Daftar Isi Bab 1 Masalah Dua Benda 1.1 Vektor I-1 1.2 Momentum linier, momentum sudut, momen dan gaya I-2 1.3 Potensial bola padat I-5 1.4 Persamaan gerak dua titik massa I-7 1.6 Orbit dalam bentuk polar
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA. Soal Tes Olimpiade Sains Nasional 2011
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Soal Tes Olimpiade Sains Nasional 2011 Bidang : ASTRONOMI Materi : Teori Tanggal : 14 September 2011 Soal
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2013 TINGKAT PROVINSI
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2013 TINGKAT PROVINSI ASTRONOMI Waktu : 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN
Ronde Analisis Data. P (φ) = P 0 + P t cos φ dengan P t = 2πP 0r cp B
Halaman 1 dari 6 (D1) Binary Pulsar Dalam pencarian sistematis selama beberapa dekade, astronom telah menemukan sejumlah besar milisecond pulsar (periode rotasi < 10 ms). Sebagian besar pulsar ini ditemukan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Olimpiade Sains Nasional Bidang Astronomi 2012 ESSAY Solusi Teori 1) [IR] Tekanan (P) untuk atmosfer planet
DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN
DAFTAR ISI PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN INTISARI ABSTRACT vii x xii xiii xv xvii xviii xix BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan
Bintang Ganda DND-2006
Bintang Ganda Bintang ganda (double stars) adalah dua buah bintang yang terikat satu sama lain oleh gaya tarik gravitasi antar kedua bintang tersebut. Apabila sistem bintang ini lebih dari dua, maka disebut
Bab IV Tes Evolusi Orbit Asteroid
Bab IV Tes Evolusi Orbit Asteroid Sebelum tahun 1990 konsep perhitungan evolusi atau integrasi orbit yang banyak dipakai adalah menggunakan konsep time-step seperti Runge-Kutta (Dormand et al. 1987), Bulirsch
Oleh : Kunjaya TPOA, Kunjaya 2014
Oleh : Kunjaya Kompetensi Dasar X.3.5 Menganalisis besaran fisis pada gerak melingkar dengan laju konstan dan penerapannya dalam teknologi X.4.5 Menyajikan ide / gagasan terkait gerak melingkar Pengertian
Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Meteor, Meteoroid, dan Meteorit
Meteor, Meteoroid, dan Meteorit Apakah meteor? Meteor adalah lintasan cahaya terang di langit yang terjadi karena pecahan meteoroid masuk ke atmosfer Bumi. Meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan
DINAMIKA ORBIT ASTEROID YANG ANALOG DENGAN ORBIT BUMI
164 Jurnal Sains Dirgantara Vol. 7 No. 2 Juni 2010 :164-177 DINAMIKA ORBIT ASTEROID YANG ANALOG DENGAN ORBIT BUMI B. Dermawan *), T. Hidayat *), M. Putra *), A. Fermita **), D. T. Wahyuningtyas **), D.
SELEKSI TINGKAT PROVINSI CALON PESERTA INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO) TAHUN 2009
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIRJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS SELEKSI TINGKAT PROVINSI CALON PESERTA INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO) TAHUN
MODUL 4 IMPULS DAN MOMENTUM
MODUL 4 IMPULS DAN MOMENTUM A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan definisi impuls dan momentum dan memformulasikan impuls dan momentum 2. Memformulasikan hukum kekekalan momentum 3. Menerapkan konsep kekekalan
SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2017
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2017 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL ASTRONOMI Ronde : Teori Waktu : 240 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2014
indahbersamakimia.blogspot.com
Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2007 Materi Uji : Astronomi Waktu : 150 menit Tidak diperkenankan menggunakan alat hitung (kalkultor). Di bagian akhir soal diberikan daftar konstanta yang
TELAAH KEMUNGKINAN TUMBUKAN ANTARA BUMI DENGAN NEA DAN PHA DI TAHUN 2007 TUGAS AKHIR
TELAAH KEMUNGKINAN TUMBUKAN ANTARA BUMI DENGAN NEA DAN PHA DI TAHUN 2007 TUGAS AKHIR Diajukan sebagai syarat kelulusan tahap Sarjana di Program Studi Astronomi ITB Oleh : Ninuk Purwanti 10302014 PROGRAM
ROTASI BENDA LANGIT. Chatief Kunjaya. KK Atronomi, ITB. Oleh : TPOA, Kunjaya 2014
ROTASI BENDA LANGIT Oleh : Chatief Kunjaya KK Atronomi, ITB KOMPETENSI DASAR XI.3.6 Menerapkan konsep torsi, momen inersia, titik berat dan momentum sudut pada benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2012 Waktu 180 menit Nama Provinsi Tanggal Lahir.........
TES STANDARISASI MUTU KELAS XI
TES STANDARISASI MUTU KELAS XI. Sebuah partikel bergerak lurus dari keadaan diam dengan persamaan x = t t + ; x dalam meter dan t dalam sekon. Kecepatan partikel pada t = 5 sekon adalah ms -. A. 6 B. 55
r 21 F 2 F 1 m 2 Secara matematis hukum gravitasi umum Newton adalah: F 12 = G
Gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik menarik yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya Secara matematis
Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Asteroid
Asteroid Apakah asteroid itu? Asteroid adalah benda angkasa yang berupa pecahan kecil-kecil dan bergerak mengelilingi matahari. Pecahan kecil-kecil itu berupa batu dengan bentuk yang tidak beraturan. Asteroid
Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu
A. TEORI SINGKAT A.1. TEORI SINGKAT OSILASI Osilasi adalah gerakan bolak balik di sekitar suatu titik kesetimbangan. Ada osilasi yang memenuhi hubungan sederhana dan dinamakan gerak harmonik sederhana.
Soal-Jawab Fisika Teori OSN 2013 Bandung, 4 September 2013
Soal-Jawab Fisika Teori OSN 0 andung, 4 September 0. (7 poin) Dua manik-manik masing-masing bermassa m dan dianggap benda titik terletak di atas lingkaran kawat licin bermassa M dan berjari-jari. Kawat
Xpedia Fisika DP SNMPTN 05
Xpedia Fisika DP SNMPTN 05 Doc. Name: XPFIS9910 Version: 2012-06 halaman 1 Sebuah bola bermassa m terikat pada ujung sebuah tali diputar searah jarum jam dalam sebuah lingkaran mendatar dengan jari-jari
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOLUSI SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 014 TINGKAT PROVINSI ASTRONOMI Waktu : 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB Soal No. 1 Seorang berjalan santai dengan kelajuan 2,5 km/jam, berapakah waktu yang dibutuhkan agar ia sampai ke suatu tempat yang
Dinamika. DlNAMIKA adalah ilmu gerak yang membicarakan gaya-gaya yang berhubungan dengan gerak-gerak yang diakibatkannya.
Dinamika Page 1/11 Gaya Termasuk Vektor DlNAMIKA adalah ilmu gerak yang membicarakan gaya-gaya yang berhubungan dengan gerak-gerak yang diakibatkannya. GAYA TERMASUK VEKTOR, penjumlahan gaya = penjumlahan
4. Orbit dalam Medan Gaya Pusat. AS 2201 Mekanika Benda Langit
4. Orbit dalam Medan Gaya Pusat AS 2201 Mekanika Benda Langit 4. Orbit dalam Medan Gaya Pusat 4.1 Pendahuluan Pada bab ini dibahas gerak benda langit dalam medan potensial umum, misalnya potensial sebagai
PROGRAM PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS BIDANG ASTRONOMI 2014 SMA 2 CIBINONG TES 20 MEI 2014
PROGRAM PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS BIDANG ASTRONOMI 2014 SMA 2 CIBINONG TES 20 MEI 2014 NAMA PROVINSI TANGGAL LAHIR ASAL SEKOLAH KABUPATEN/ KOTA TANDA TANGAN 1. Dilihat dari Bumi, bintang-bintang tampak
FIsika KTSP & K-13 MOMENTUM DAN IMPULS. K e l a s A. MOMENTUM
KTSP & K-3 FIsika K e l a s XI MOMENTUM DAN IMPULS Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut.. Memahami konsep momentum dan impuls.. Mengetahui hubungan
SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA 2017
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA 2017 Bidang Fisika Waktu : 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Satuan Besaran dalam Astronomi. Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB
Satuan Besaran dalam Astronomi Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB Kompetensi Dasar X.3.1 Memahami hakikat fisika dan prinsipprinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian dan aturan angka penting) X.4.1 Menyajikan
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Kecepatan Angin dan Windrose Data angin dibutuhkan untuk menentukan distribusi arah angin dan kecepatan angin yang terjadi di lokasi pengamatan. Data angin yang digunakan
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT KABUPATEN / KOTA FISIKA.
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 6 TINGKAT KABUPATEN / KOTA FISIKA Waktu : 3 jam KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN
BIDANG STUDI : FISIKA
BERKAS SOAL BIDANG STUDI : MADRASAH ALIYAH SELEKSI TINGKAT PROVINSI KOMPETISI SAINS MADRASAH NASIONAL 013 Petunjuk Umum 1. Silakan berdoa sebelum mengerjakan soal, semua alat komunikasi dimatikan.. Tuliskan
BAB MOMENTUM DAN IMPULS
BAB MOMENTUM DAN IMPULS I. SOAL PILIHAN GANDA 0. Dalam sistem SI, satuan momentum adalah..... A. N s - B. J s - C. W s - D. N s E. J s 02. Momentum adalah.... A. Besaran vektor dengan satuan kg m B. Besaran
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT PROVINSI
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT PROVINSI BIDANG ASTRONOMI Waktu : 180 Menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
UM UGM 2017 Fisika. Soal
UM UGM 07 Fisika Soal Doc. Name: UMUGM07FIS999 Version: 07- Halaman 0. Pada planet A yang berbentuk bola dibuat terowongan lurus dari permukaan planet A yang menembus pusat planet dan berujung di permukaan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Soal Test Olimpiade Sains Nasional 2010 Bidang : ASTRONOMI Materi : Teori (Pilihan Berganda) Tanggal
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Kelas & Sekolah Provinsi Kabupaten/Kota Tanggal Lahir Tanda Tangan Soal A.
STRUKTUR BUMI. Bumi, Tata Surya dan Angkasa Luar
STRUKTUR BUMI 1. Skalu 1978 Jika bumi tidak mempunyai atmosfir, maka warna langit adalah A. hitam C. kuning E. putih B. biru D. merah Jawab : A Warna biru langit terjadi karena sinar matahari yang menuju
CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT
Masalah Dua Benda. SMA-BPK,Jakarta Barat, 16 Maret oleh Dr. Suryadi Siregar KK-Astronomi,ITB
Masalah Dua Benda oleh Dr. Suryadi Siregar KK-Astronomi,ITB SMA-BPK,Jakarta Barat, 6 Maret 007 6 Maret 007 S.Siregar, Pelatihan Astronomi Hukum Gravitasi G konstanta gravitasi mi massa ke i r jarak m ke
4. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan konstan 72 km/jam. Jarak yang ditempuh selama selang waktu 20 sekon adalah...
Kelas X 1. Tiga buah vektor yakni V1, V2, dan V3 seperti gambar di samping ini. Jika dua kotak mewakili satu satuan vektor, maka resultan dari tiga vektor di atas adalah. 2. Dua buah vektor A dan, B masing-masing
Gempabumi akibat Pemusnahan Ranjau Laut di Teluk Kendari. Oleh:
I. Pendahuluan bumi akibat Pemusnahan Ranjau Laut di Teluk Kendari Oleh: Waode Sitti Mudhalifana,S.Si PMG Pertama-Stasiun Geofisika Kendari [email protected] Telah dilakukan peledakan bom untuk
SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1
SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1 1. [SDW] Tata Surya adalah... A. susunan Matahari, Bumi, Bulan dan bintang B. planet-planet dan satelit-satelitnya C. kumpulan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Olimpiade Sains Nasional Bidang Astronomi 2012 Tes Teori Waktu 180 menit Nomor Peserta Provinsi Tanggal
UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A. 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut!
SOAL UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut! 2 cm 3 cm 0 5 10 Dari gambar dapat disimpulkan bahwa diameter
Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Mars, Dewa Perang.
Mars, Dewa Perang http://www.msss.com/mars/pictures/usgs_color_mosaics/usgs-color.html Planet Merah Dalam cerita Yunani kuno Mars disebut dengan Ares. Ares merupakan Dewa Perang. Mars adalah planet keempat
indahbersamakimia.blogspot.com Soal Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2011, Waktu : 150 menit
Soal Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2011, Waktu : 150 menit Pilihan Berganda, 20 Soal 1. Jika jarak rata-rata planet Mars adalah 1,52 SA dari Matahari, maka periode orbit planet Mars mengelilingi
TENTANG UTS. Penentuan Cadangan, hal. 1
TENTANG UTS Soal 1: Jawaban umumnya tidak fokus atau straight ke pertanyaan/ masalah yang diajukan. Key words dalam pertanyaan di atas tekanan saturasi, sedangkan dalam banyak jawaban di bawah tekanan
GMBB. SMA.GEC.Novsupriyanto93.wordpress.com Page 1
1. Sebuah benda bermassa 1 kg berputar dengan kecepatan sudut 120 rpm. Jika jari-jari putaran benda adalah 2 meter percepatan sentripetal gerak benda tersebut adalah a. 32π 2 m/s 2 b. 42 π 2 m/s 2 c. 52π
BULAN = MOON ROTASI & REVOLUSI BULAN. Bidang orbit bulan miring 5,2 0 terhadap bidang ekliptika (orbit bumi mengedari matahari)
BULAN = MOON Bulan, sebagai satelit bumi. Permukaannya tidak indah seperti yang terlihat dari bumi. Permukaan bulan berlembah-lembah, bergunung-gunung. Hal itu bisa dilihat dengan teropong (dari bumi)
SOAL DINAMIKA ROTASI
SOAL DINAMIKA ROTASI A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Sistem yang terdiri atas bola A, B, dan C yang posisinya seperti tampak pada gambar, mengalami gerak rotasi. Massa bola A, B,
PRISMA FISIKA, Vol. II, No. 3 (2014), Hal ISSN :
PRISMA FISIKA, Vol. II, No. 3 (1), Hal. 5 91 ISSN : 337- Model Sederhana Gerak Meteor di Atmosfer yang Jatuh Tegak Lurus Terhadap Permukaan Bumi Nur Fadhila 1)*, Yudha Arman 1), Boni Pahlanop Lapanporo
STUDI ANALISIS PEMODELAN BENDA UJI KUBUS DAN SILINDER UNTUK MENETUKAN KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE KOMPUTER
STUDI ANALISIS PEMODELAN BENDA UJI KUBUS DAN SILINDER UNTUK MENETUKAN KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE KOMPUTER HEBER SEMBIRING NRP. 0221023 Pembimbing : Anang Kristanto, ST., MT. UNIVERSITAS
NASKAH SOAL POST-TEST. Mata Pelajaran: Fisika Hari/Tanggal : Kelas : XI/IPA Waktu :
NASKAH SOAL POST-TEST Mata Pelajaran: Fisika Hari/Tanggal : Kelas : XI/IPA Waktu : PETUNJUK: 1) Tulislah terlebih dahulu nama, nomor, dan kelas pada lembar jawaban yang tersedia! 2) Bacalah terlebih dahulu
BAB III APLIKASI METODE EULER PADA KAJIAN TENTANG GERAK Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bab ini pembaca diharapkan dapat: 1.
BAB III APLIKASI METODE EULER PADA KAJIAN TENTANG GERAK Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bab ini pembaca diharapkan dapat: 1. Menentukan solusi persamaan gerak jatuh bebas berdasarkan pendekatan
BENARKAN TAHUN INI ADA MATAHARI KEMBAR?
BENARKAN TAHUN INI ADA MATAHARI KEMBAR? Anak saya dan beberapa sahabat di Banjarmasin terperangah ketika membaca berita harian Banjarmasin Post edisi Senin 24 Januari 2011 pada halaman pertama memuat sebuah
Jawaban Soal OSK FISIKA 2014
Jawaban Soal OSK FISIKA 4. Sebuah benda bergerak sepanjang sumbu x dimana posisinya sebagai fungsi dari waktu dapat dinyatakan dengan kurva seperti terlihat pada gambar samping (x dalam meter dan t dalam
Physic Work sheet Grade XI Semester I. 2. Newton s Law of Gravitation
. Newton s Law of Gravitation the gravitational force between two objects is the attractive force which its magnitude is directly proportional to the mass of each object and inversely proportional to the
KELOMPOK I. Raditya Budi Satria ( ) Imelsa Heni Priyayik ( ) Sergius Prastowo ( ) Rina Metasari ( )
KELOMPOK I Raditya Budi Satria (101134007) Imelsa Heni Priyayik (101134098) Sergius Prastowo (101134116) Rina Metasari (101134131) BERTAMASYA MENJELAJAHI TATA SURYA KI-KD EVALUASI INDIKATOR BERTAMASYA
SIMULASI GERAK WAHANA PELUNCUR POLYOT
BAB SIMULASI GERAK WAHANA PELUNCUR POLYOT. Pendahuluan Simulasi gerak wahana peluncur Polyot dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Simulink Matlab 7.. Dalam simulasi gerak ini dimodelkan gerak roket
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1 1. Terhadap koordinat x horizontal dan y vertikal, sebuah benda yang bergerak mengikuti gerak peluru mempunyai komponen-komponen
BAB 1 : MASSA, ENERGI, RUANG, DAN WAKTU
BAB 1 : MASSA, ENERGI, RUANG, DAN WAKTU A. Pengertian Dasar Setiap hari kita melihat berbagai macam hal di lingkungan sekitar. Ada banyak hal yang bisa diamati. Misalnya jenis kendaraan yang melintas di
Pembahasan a. Kecepatan partikel saat t = 2 sekon (kecepatan sesaat) b. Kecepatan rata-rata partikel saat t = 0 sekon hingga t = 2 sekon
Soal Kinematika Gerak dan Analisis Vektor Soal No. 1 Sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi terhadap waktu : r(t) = 3t 2 2t + 1 dengan t dalam sekon dan rdalam meter. Tentukan: a. Kecepatan partikel
1. Pendahuluan Bumi dilahirkan sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu (nebula) di
1. Pendahuluan Bumi dilahirkan sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu (nebula) di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi
LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR GRAFIK DAFTAR SIMBOL
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iv UCAPAN TERIMAKASIH... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR GRAFIK... x DAFTAR SIMBOL... xii BAB I PENDAHULUAN
Pilihan ganda soal dan impuls dan momentum 15 butir. 5 uraian soal dan impuls dan momentum
Pilihan ganda soal dan impuls dan momentum 15 butir. 5 uraian soal dan impuls dan momentum A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Sebuah mobil bermassa 2.000 kg sedang bergerak dengan kecepatan
SOAL UJIAN PRAKTEK ASTRONOMI OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 CALON PESERTA INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (IESO) 2015
SOAL UJIAN PRAKTEK ASTRONOMI OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 CALON PESERTA INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (IESO) 2015 Bidang : KEBUMIAN SUB BIDANG ASTRONOMI Materi : ANALISIS DATA (Langit Mendung)
ANTIREMED KELAS 11 FISIKA
ANTIREED KELAS 11 FISIKA UTS Fisika Latihan 1 Doc. Name: AR11FIS01UTS Version : 2014-10 halaman 1 01. erak sebuah benda memiliki persamaan posisi r = (-6-3t)i + (8 + 4t)j Semua besaran menggunakan satuan
Treefy Education Pelatihan OSN Online Nasional Jl Mangga III, Sidoarjo, Jawa WhatsApp:
Treefy Education PEMBAHASAN LATIHAN 1 1.a) Bayangkan bola berada di puncak pipa. Ketika diberikan sedikit dorongan, bola akan bergerak dan menabrak tanah dengan kecepatan. Gerakan tersebut merupakan proses
MEKANIKA FLUIDA CONTOH TERAPAN DIBIDANG FARMASI DAN KESEHATAN?
MEKANIKA FLUIDA DISIPLIN ILMU YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI BIDANG MEKANIKA TERAPAN YANG MENGKAJI PERILAKU DARI ZAT-ZAT CAIR DAN GAS DALAM KEADAAN DIAM ATAUPUN BERGERAK. CONTOH TERAPAN DIBIDANG FARMASI DAN
