BAB 2 LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB LANDASAN EORI Dalam bab n duraan beberapa landasan teor yang terat mencaup onsep neuro-uzzy dan sot computng teor hmpunan uzzy melput hmpunan uzzy aturan uzzy dan penalaran uzzy serta sstem nerens uzzy uzzy nerence systems FIS metode regres penduga uadrat terecl least squares estmator LSE dan metode optmsas penurunan tercuram steepest descent SD jarngan syara adapt Adaptve Neuro-Fuzzy Inerence Systems ANFIS serta uzzy clusterng yang mencaup uzzy C- means FCM dan substractve clusterng... Neuro-Fuzzy dan Sot Computng... engertan Neuro-Fuzzy dan Sot Computng Neuro-uzzy dan sot computng SC adalah ntegras dua pendeatan omplementer: jarngan syara neural networs NN yang mengenal pola dan beradaptas untu menanggulang lngungan yang berubah-ubah; sstem nerens uzzy uzzy nerence systems FIS yang menggabungan pengetahuan manusa serta melauan nerens dan pembuatan eputusan. Snerg n memungnan SC menggabungan pengetahuan manusa secara eet menghadap etdatepatan dan etdapastan dan belajar beradaptas dengan lngungan yang tda detahu atau berubah-ubah untu perorma yang lebh ba.

2 8... Karaterst Neuro-Fuzzy dan Sot Computng a Kepaaran manusa SC menggunaan epaaran manusa dalam bentu aturan -then uzzy sama banya sepert dalam representas pengetahuan onvensonal untu memecahan masalah-masalah prats. b Model-model omputas bologcally nspred Dnspras oleh NN bologs NN truan dgunaan secara estens dalam SC untu menghadap perseps pengenalan pola dan regres nonlner serta masalahmasalah lasas. c en-ten optmsas baru SC mengaplasan metode-metode optmsas novat yang tmbul dar berbaga sumber. d Komputas numers da sepert ecerdasan artsal artcal ntellgence AI yang smbol SC terutama bergantung pada omputas numers. e Doman-doman aplas baru Karena omputas numersnya SC telah menemuan sejumlah doman aplas baru dsampng doman-doman dengan pendeatan AI. Doman-doman aplas n membutuhan omputas yang ntens. embelajaran bebas model NN dan FIS adapt mempunya emampuan untu membangun model menggunaan hanya data contoh sstem target. engetahuan detl dalam sstem target menolong men-set strutur model nsal tetap buan eharusan.

3 9 g Komputas ntens anpa asums banya pengetahuan bacground masalah yang sedang dselesaan neuro-uzzy dan SC sangat bergantung pada omputas mengerah anga ecepatan tngg untu menemuan aturan-aturan atau eberaturan dalam hmpunan data. h olerans esalahan enghapusan sebuah neuron dalam suatu NN atau sebuah aturan dalam suatu FIS tda menghancuran sstem. Sstem tetap beerja arena arstetur paralel dan redundannya mespun ualtas perorma berangsur memburu. Karaerst goal drven Neuro-uzzy dan SC adalah goal drven; jalan yang memmpn state n e solus tda terlalu pentng selama bergera menuju tujuan dalam long run. engetahuan doman spes menolong mengurang watu omputas dan pencaran tetap buan suatu ebutuhan. j Aplas-aplas duna rl Semua masalah duna rl mengandung etdapastan bult-n yang tda dapat delaan sehngga terlalu cepat menggunaan pendeatan onvensonal yang memerluan desrps detl masalah yang sedang dpecahan. SC adalah pendeatan terntegras yang serngal dapat menggunaan ten-ten spes dalam subtugassubtugas untu membangun solus umum yang memuasan untu masalah duna rl... eor Hmpunan Fuzzy... Hmpunan Fuzzy Hmpunan uzzy abur adalah generalsas onsep hmpunan basa ordner. Untu semesta wacana X hmpunan uzzy dtentuan oleh ungs eanggotaan yang

4 0 memetaan anggota x e rentang eanggotaan dalam nterval [0 ]. Sedangan untu hmpunan basa ungs eanggotaan bernla dsrt 0 dan. Berut ddensan beberapa elas MF terparameter satu dmens yatu MF dengan sebuah nput tunggal. MF segtga dspesasan oleh tga parameter {a b c} sepert berut: μ segtga x 0 x a b a c x c b 0 x a. a x b. b x c. c x. arameter {a b c} dengan a < b < c menentuan oordnat x dar etga corner yang mendasar MF segtga. MF trapesum dspesasan oleh empat parameter {a b c d} sebaga berut: μ trapesum x; a b c d 0 x a b a d x d c 0 x a. a x b. b x c. c x d. d x. arameter {a b c d} dengan a < b c < d menentuan oordnat x dar eempat corner yang mendasar MF trapesum. MF Gauss dspesasan oleh dua parameter {c σ}: μ gauss x ; c σ e x c σ dmana c merepresentasan pusat MF dan σ mendensan lebar MF. MF bel umum atau MF bel dspesasan oleh tga parameter {a b c}:

5 μ bel x; a b c. b x c a Gambar.. Contoh empat elas MF terparameter: a µ segtga x;06080; b µ trapesum x;006095; c µ gauss x;500; d µ bel x;0450. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p6 Gambar. menunjuan art s dar setap parameter dalam suatu MF bel. Gambar.. Art s dar parameter-parameter dalam suatu MF bel umum. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p8 MF S berbentu huru S Gambar.3 dspesasan oleh parameter {a b}: 0 [ x a / b a] x; a b [ b x / b a] μ S x a. a x a b /. a b / x b. x b. t perslangan terjad pada a b /.

6 Gambar.3. Gra ungs MF S. Sumber: Analss & Desan Sstem Fuzzy Menggunaan ool Box Matlab 00p54 MF Z dspesasan oleh dua parameter {a b} Gambar.4: [ x a / b a] x; a b [ b x / b a] 0 μ Z x a. a x a b /. a b / x b. x b. Gambar.4. Gra ungs MF Z. Sumber: Analss & Desan Sstem Fuzzy Menggunaan ool Box Matlab 00p55 MF p dspesasan oleh empat parameter {a b c d}: Gambar.5: μ x; a b c d μ x; a b * μ x; c d p S Z arameter c menentuan tt tengah dan parameter b menetuan lebar bdang pada tt perslangan. t perslangan terdapat pada: u c ± b /. Gambar.5. Gra ungs MF p. Sumber: Analss & Desan Sstem Fuzzy Menggunaan ool Box Matlab 00p53

7 3 MF sgmod ddensan oleh μ sgmod x; a c exp[ a x c] dmana a mengontrol slope pada tt perslangan x c. Gambar.6. Gra ungs MF sgmod: a Dua ungs sgmod y dan y ; b sebuah close MF ddapatan dar y - y ; c dua ungs sgmod y dan y 3 ; d sebuah close MF ddapatan dar y y 3. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p9... Aturan Fuzzy dan enalaran Fuzzy a Aturan I-hen Fuzzy Suatu aturan -then uzzy atau aturan uzzy mengasumsan bentu x s A then y s B dmana A dan B nla lngust yang ddensan hmpunan uzzy pada semesta X dan Y. x s A dsebut anteseden sedangan y s B dsebut onseuen. Dua ungs mplas yang banya dgunaan adalah mn Mamdan arena emudahannya dalam nterpretas gras dan prod Larsen:

8 4. Mn mnmum. Fungs n aan memotong output hmpunan uzzy. Gambar.7 menunjuan salah satu contoh penggunaan ungs mn. Gambar.7. Fungs mplas mn. Sumber: Analss & Desan Sstem Fuzzy Menggunaan ool Box Matlab 00p90. Dot product. Fungs n aan mensala output hmpunan uzzy. Gambar.8 menunjuan salah satu contoh penggunaan ungs dot. Gambar.8. Fungs mplas dot. Sumber: Analss & Desan Sstem Fuzzy Menggunaan ool Box Matlab 00p90 b enalaran Fuzzy Aturan dasar nerens dalam two-valued logc tradsonal adalah modus ponens: menar ebenaran proposs B dar ebenaran A dan mplas A B. Dalam penalaran manusa modus ponens banya dgunaan dalam cara pendeatan approxmate. In dtulsan sebaga prems ata: x s A' prems aturan: x s A then y s B onseuens onlus: y s B'.

9 5 dmana A' deat dengan A dan B' deat dengan B. rosedur nerens d atas dsebut approxmate reasonng atau penalaran uzzy; juga dsebut generalzed modus ponens GM arena mengandung modus ponens dalam asus spesal. A A' dan B adalah hmpunan uzzy pada X X dan Y. Implas uzzy A B despresan sebaga relas uzzy R pada X Y. Maa hmpunan uzzy B yang dtar dar x s A' dan aturan uzzy x s A then y s B ddensan oleh μ B y max x mn[μ A x μ R x y] ٧ x [μ A x ٨ μ R x y] atau euvalen dengan B' A' о R A' о A B. Ada 3 metode yang dgunaan dalam melauan omposs aturan-aturan uzzy untu nerens yatu: max sum dan probor. µ s x nla eanggotaan solus uzzy sampa aturan e-; µ x nla eanggotaan onseuen uzzy aturan e-.. Metode Max Maxmum. Solus hmpunan uzzy dperoleh dengan mengambl nla masmum aturan menggunaannya untu memodas daerah uzzy dan mengaplasannya e output dengan menggunaan operator OR unon. µ s x maxµ s x µ x. Metode Addtve Sum Solus hmpunan uzzy dperoleh dengan melauan penjumlahan terbatas terhadap semua output daerah uzzy. µ s x mn - µ s x µ x

10 6 3. Metode robablstc OR probor Solus hmpunan uzzy dperoleh dengan melauan produ terhadap semua output daerah uzzy. Secara umum dtulsan: µ s x µ s x µ x - µ s x * µ x Jad proses penalaran uzzy dapat dbag e dalam empat langah: a Derajat esepadanan / memasuan nput uzzy Bandngan ata yang detahu dengan anteseden dar aturan uzzy untu menemuan derajat esepadanan dengan memperhatan setap anteseden MF. b Kuat penyulutan / mengaplasan operator uzzy Gabungan derajat-derajat esepadanan dengan memperhatan anteseden MF-MF dalam suatu aturan menggunaan operator uzzy AND atau OR untu membentu uat penyulutan yang mengndasan tngat bagan anteseden dar aturan dpenuh. c MF onseuen yang qualed terndus / mengaplasan metode mplas Gunaan uat penyulutan e MF onseuen dar suatu aturan untu menemuan suatu MF onseuen qualed. d Output eseluruhan MF / omposs semua output Agregasan semua MF onseuen qualed untu mendapatan suatu MF output eseluruhan...3. Sstem Inerens Fuzzy Sstem nerens uzzy FIS adalah sebuah ramewor omputas populer berdasaran pada onsep teor hmpunan uzzy aturan -then uzzy dan penalaran uzzy.

11 7 ga omponen onsep FIS yatu: bass aturan mengandung seles dar aturanaturan uzzy; bass data mendensan MF-MF yang dgunaan dalam aturan uzzy; dan meansme penalaran melauan prosedur nerens pada aturan-aturan dan ataata yang dberan untu menar output atau onlus yang reasonable. FIS dapat mengambl nput uzzy maupun nput tegas sebaga uzzy sngleton tap output yang dhaslan hampr selalu hmpunan uzzy. Kadang ala output tegas dbutuhan sehngga dbutuhan metode deuzas untu mengestra nla tegas yang palng ba merepresentasan hmpunan uzzy. Gambar.9. Dagram blo untu suatu sstem nerens uzzy. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p74 Model Fuzzy Sugeno Model uzzy Sugeno model uzzy SK dajuan oleh aag Sugeno dan Kang aag dan Sugeno 985 p6-3; Sugeno dan Kang 988 p5-33 dalam upaya untu membangun pendeatan sstemats untu membangtan aturan-aturan uzzy dar hmpunan data nput-output yang dberan. Suatu aturan uzzy has dalam model uzzy Sugeno berbentu x s A and y s B then z x y

12 8 dmana A dan B hmpunan uzzy dalam anteseden dan z x y ungs tegas dalam onseuen. Ja x y polnomal orde satu FIS yang dhaslan dsebut model uzzy Sugeno orde satu. Ja onstan dhaslan model uzzy Sugeno orde nol. Gambar.0 menunjuan prosedur penalaran model uzzy Sugeno orde satu. Output eseluruhan dperoleh melalu rataan terbobot. Dalam prate rataan terbobot dapat dgantan dengan jumlah terbobot z w z w z untu mengurang omputas hususnya dalam proses pelathan. enyederhanaan n dapat menyebaban hlangnya art lngust MF ecual jumlah uat penyulutan w deat dengan. Gambar.0. Model uzzy Sugeno. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p8.3. Metode Kuadrat erecl untu Identas Sstem.3.. Identas Sstem Menentuan suatu model matemata untu suatu sstem yang tda detahu sstem target dengan mengobservas pasangan data nput-output secara umum merupaan dentas sstem. Identas sstem secara umum melput dua langah top-down: a Identas strutur. erlu menggunaan pengetahuan a pror sstem target untu menentuan elas model yang d dalamnya pencaran model yang palng coco

13 9 dlauan. Serngal elas model dnotasan oleh ungs terparameter y u; θ dmana y adalah output model u adalah vetor nput dan θ adalah vetor parameter. b Identas parameter. Setelah strutur model detahu dgunaan tenten optmsas untu menentuan vetor parameter θ θˆ sehngga model yang dhaslan ŷ u;θˆ dapat mendesrpsan sstem secara tepat. Gambar.. Dagram blo untu dentas parameter. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p96 Serngal strutur sstem detahu sehngga masalah dentas sstem hanya pada dentas parameter. Gambar. menglustrasan sema dentas parameter dmana nput u daplasan e model dan beda antara output sstem target y dan output model ŷ dgunaan dengan cara yang sesua untu meng-update vetor parameter θ untu mengurang beda n. Hmpunan data yang terdr dar m pasangan nput-output yang dngnan u ; y m serng dsebut hmpunan data pelathan atau hmpunan data contoh. Secara umum dentas sstem melauan dentas strutur maupun parameter berulang al sampa model yang memuasan dtemuan sebaga berut: a Spesas dan parametersas sebuah elas dar model-model matemata yang merepresentasan sstem yang ddentas. b Lauan dentas parameter untu memlh parameter-parameter yang palng ba mem-t hmpunan data pelathan.

14 0 c Adaan tes-tes valdas untu melhat apaah model yang ddentas merespon secara benar epada suatu hmpunan data yang tda terlhat. Hmpunan data n dsjont dar hmpunan data pelathan dan dsebut hmpunan data tes valdas atau ce. d ermnas prosedur eta hasl-hasl tes valdas memuasan. Selannya elas lan dar model-model dplh dan langah b sampa d dulang..3.. enduga Kuadrat erecl Dalam masalah uadrat terecl umum output suatu model lner y dberan oleh espres terparameter lner y θ u θ u θ n n u dmana u [u u p ] adalah vetor nput model n adalah ungs dar u yang detahu dan θ θ n adalah parameter yang tda detahu yang aan destmas. Mensubsttus setap pasangan data e persamaan sebelumnya menghaslan m persamaan lner:. m n m n m m n n n n y y y M M L M L L θ θ θ θ θ θ θ θ θ u u u u u u u u u Menggunaan notas matr persamaan sebelumnya dapat dtuls: Aθ y dmana A adalah matr m n: m n m n u u u u A L M M M L

15 θ adalah vetor parameter tda detahu n : θ θ M θ n dan y adalah vetor output m : y y M. y m Bars e- dar matr data gabungan [ y] pasangan data nput-output u ; y melalu A M dnotasan oleh [ a M y ] berelas dengan a [ u L u ]. n Serngal m lebh besar darpada n sehngga solus esa yang memenuh semua m persamaan tda selalu mungn arena data dapat dontamnas oleh derau atau model mungn tda sesua sstem target. Maa persamaan dmodas dengan memasuan vetor galat e untu menghtung derau aca atau galat pemodelan: Aθ e y. Dcar θ θˆ yang memnman jumlah uadrat galat yang ddensan oleh m E θ y a θ e e y Aθ y Aθ dmana e y Aθ adalah vetor galat yang dprodus oleh sebuah pemlhan spes θ. E θ adalah dalam bentu uadrat dan mnmum pada θ θˆ dsebut penduga uadrat terecl least squares estmator LSE yang memenuh persamaan normal A A θˆ A y.

16 Ja A A nonsngular θˆ un dan dberan oleh θˆ A A - A y. tetap ja A A sngular maa LSE tda un dan harus menggunaan generalzed nverse untu menemuan θˆ enduga Kuadrat erecl Reurs LSE dapat despresan sebaga θ A A - A y dmana tanda top ^ dhlangan agar sederhana. Dasumsan dmens bars A dan y adalah ; maa subscrpt dtambahan untu menotasan banya pasangan data yang dgunaan untu menduga θ. Ja sebuah pasangan data baru a ; y terseda sebaga entr e- maa dsampng menggunaan seluruh pasangan data yang terseda untu mengalulas ulang LSE θ dapat dgunaan θ untu menemuan θ. θ dapat despresan sebaga θ A a A a A a y. y Untu menyederhanaannya dgunaan dua matr n n dan A A - A A a a [ A a] A a A A aa -.

17 3 Dua matr n terhubung oleh aa. 3 Menggunaan dan maa θ A y θ A y ay. 4 Untu mengespresan θ dalam θ A y dalam persamaan 4 harus delmnas. Dar persamaan pertama dalam persamaan 4 A y. θ Dengan memasuan espres n e persamaan edua dan menggunaan persamaan 3 θ a θ y [ aa a θ y ] θ a y - a θ. Maa θ dapat despresan sebaga suatu ungs dar penduga lama θ dan pasangan data baru a ; y. enduga baru θ sama dengan penduga lama θ plus term pengores berdasaran data baru; term pengores n sama dengan suatu vetor adaptas a dalan galat preds yang dhaslan penduga lama yatu y - a θ. Mengalulas melbatan nverse matr n n. In computatonally expensve dan membutuhan ormula nremental untu. Dar persamaan 3 aa. Ja A dan I CA - B adalah matr-matr bujur sangar nonsngular maa: A BC - A - A - B I CA - B - CA -.

18 4 Menggunaan ormula nverse matr dengan A B a dan C a dperoleh ormula nremental berut untu : a a a I a. a a aa Sngatnya penduga uadrat terecl reurs untu Aθ y dmana bars e- m dar ] [ y AM dnotasan oleh ] [ y M a dalulas secara seuensal: y θ θ θ a a a a a a 5 dmana bersar antara 0 sampa m- dan seluruh LSE θˆ sama dengan θ m penduga dengan menggunaan semua m pasangan data. Untu memula algortma tersebut perlu dplh nla-nla nsal untu θ 0 dan 0. Konds nsal untu bootstrap persamaan 5 adalah θ 0 0 dan 0 γi dmana γ adalah suatu anga post besar dan I adalah matr denttas berdmens M M..4. Optmsas Berbass Dervat en optmsas berbass graden dapat menentuan arah pencaran berdasaran normas dervat ungs obyet. ujuannya memnmalan ungs obyet bernla rl E pada ruang nput n-dmens θ [θ θ θ n ] dengan menemuan tt mnmum mungn loal θ θ * yang memnmalan Eθ.

19 5.4.. Metode enurunan Descent Fungs obyet E dapat berbentu nonlner terhadap parameter θ. Dalam metode penurunan terat tt berut θ next dtentuan oleh langah turun dar tt n θ now dalam vetor arah d: θ next θ now ηd dmana η adalah uuran langah tngat pembelajaran post pencoco sepanjang apa untu dproses dalam arah tersebut. Metode penurunan terat menghtung langah e- η d melalu dua prosedur: pertama menentuan arah d dan emudan mengalulas uuran langah η. t berut θ next harus memenuh pertdasamaan berut: Eθ next Eθ now ηd < Eθ now. erbedaan dantara berbaga algortma penurunan berada pada prosedur pertama untu menentuan arah. Lalu semua algortma bergera e sebuah tt mnmum loal dengan uuran langah optmum yang dapat dtentuan oleh mnmsas gars. Metode Berbass Graden Metode penurunan berbass graden ja arah turun d dtentuan dengan dasar graden g dar ungs obyet E. Graden dar ungs terderensalan E : R n R pada θ adalah vetor dervat pertama dar E dnotasan g. Yatu de E θ E θ E θ g θ E θ L θ θ θ n Secara umum berdasaran graden arah turun mengut onds untu arah penurunan yang laya:.

20 6 φ 0 de θnow ηd dη η 0 g d g d cos ξ θ now < 0 dmana ξ menandaan sudut antara g dan d dan ξ θ menotasan sudut antara g now now dan d pada tt n θ now. Arah graden selalu tega lurus e urva bentu. Gambar.. Arah-arah penurunan yang laya. Arah-arah dar tt awal θ now dalam area bayang adalah anddat-anddat vetor penurunan yang mungn. Keta d -g d adalah arah penurunan tercuram pada tt loal θ now. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p3 Bentu undamental motode n dmana arah penurunan laya dtentuan dengan membeloan graden melalu peralan dengan G delected gradent: θ next θ now - ηgg 6 dengan uuran langah post η dan matr post dente G. Secara deal ngn dtemuan suatu nla θ next yang memenuh: E θ g θ next 0. θ θ θ next Dalam prate sult memecahan persamaan tersebut secara analts. Untu memnmalan ungs obyet prosedur penurunan dulang sampa satu dar rtera berhent berut terpenuh:. Nla ungs obyet cuup ecl;. anjang vetor graden g lebh ecl dar pada nla tertentu; atau 3. Watu omputas tertentu telah lewat.

21 7.4.. Metode enurunan ercuram Steepest Descent Keta G I matr denttas persamaan 6 menjad ormula penurunan tercuram steepest descent SD : θ next θ now - ηg. Ja cosξ yatu d menunju arah yang sama dengan arah graden negat -g ungs obyet E dapat durang secara loal oleh jumlah terbanya pada tt n θ now. Abatnya arah graden negat -g menunju arah locally steepest downhll. Ja metode penurunan tercuram menggunaan mnmsas gars yatu tt mnmum η * pada arah d dtemuan pada setap teras maa de θ now ηg now φ η dη Eθ now - η g now g now g next g now 0 dmana g next adalah vetor graden pada tt berut. ersamaan n mengndasan bahwa vetor graden berut g next selalu ortogonal terhadap vetor graden n g now Analss untu Kasus Kuadrat Menganalss ungs obye uadrat adalah pentng arena ungs general dapat ddeat dengan ba oleh ungs uadrat d setar suatu mnmum loal arena onseuens dar teor aylor. Msalan ungs obyet E meml bentu uadrat: E θ θ A θ b θ c.

22 8 Graden dar Eθ dapat despresan sebaga gθ Aθ b. Metode enurunan ercuram tanpa Mnmsas Gars Dalam persamaan sebelumnya dgunaan uuran langah tetap ecl η SD sederhana: θ next θ now - ηg. 7 Vers lan dengan menormalsas graden SD vers ternormalsas: g θ next θ now κ 8 g dmana κ adalah uuran langah rl mengndasan jara Eucldean transs dar θ now e θ next : κ θ next θ now. Besar langah ηg dalam persamaan 7 dengan η tetap secara otomats berubah pada setap teras berdasaran graden berbeda g. Ja tt mnmum berada pada plateau landscape maa g menjad sangat ecl dan penurunan tercuram sederhana mempunya onvergens pelan. Vers ternormalsas dalam persamaan 8 dengan suatu κ tetap selalu membuat langah yang sama berapapun ecuraman dar slope. Bagamana Meng-update κ Uuran langah κ dapat d-update berdasaran dua aturan heurst berut Jang 993 p :. Ja ungs obyet melalu m redus berturut naan κ dengan p%.. Ja ungs obyet melalu n ombnas satu na dan satu turun berturut turunan κ dengan q%.

23 9.5. Jarngan Syara Adapt Suatu jarngan adapt Gambar.3 adalah strutur jarngan yang semua atau sebagan node bersat adapt artnya output-output dar node bergantung pada parameter-parameter modable yang bersnggungan dengan node n. Suatu jarngan adapt dgunaan untu dentas sstem dan tugas ta adalah menemuan arstetur jarngan yang sesua dan hmpunan dar parameter-parameter yang dapat memodelan terba suatu sstem target yang tda detahu yang dgambaran oleh hmpunan pasangan data nput-output..5.. Arstetur Gambar.3. Suatu jarngan adapt eedorward dalam representas laps. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p00 Konguras dar jarngan adapt terdr atas hmpunan node yang dhubungan oleh ln-ln berarah dmana setap node melauan ungs node stats pada snyalsnyal nputnya untu membangtan output node tunggal dan setap ln menspesasan arah alran snyal dar satu node e lannya. arameter-parameter pada jarngan adapt ddstbusan e dalam node-nodenya sehngga setap node mempunya suatu hmpunan parameter loal. Ja hmpunan parameter node tda osong maa ungs nodenya bergantung pada nla-nla parameter; dgunaan ota untu merepresentasan jens node adapt n. D lan

24 30 pha ja hmpunan parameter node osong maa ungsnya tetap; dgunaan lngaran untu menotasan tpe node tetap n. Gambar.4. Deompss dar node-node adapt: a sebuah node tunggal; b masalah sharng parameter. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p0 Setap node adapt dapat ddeomposs e dalam sebuah node tetap plus satu atau lebh node parameter sepert dlustrasan dalam contoh berut. Gambar.4a menunjuan jarngan adapt dengan satu node yang dapat drepresentasan oleh y x a dmana x dan y adalah nput dan output dan a adalah parameter dar node. Representas euvalennya adalah dengan memndahan parameter eluar dar node dan menaruhnya e dalam suatu node parameter sepert dtunjuan dalam Gambar.4a. Node parameter berguna dalam memecahan beberapa masalah representas sepert masalah sharng parameter dalam Gambar.4b dmana dua node adapt u gx a dan v hy a berbag parameter a yang sama sepert dnotasan oleh gars tt-tt yang menghubungan dua node n. Dengan mengeluaran parameter dan menaruhnya edalam sebuah node parameter dapat dmasuan ebutuhan sharng parameter e dalam arstetur. In menyederhanaan representas jarngan dan juga mplementas perangat luna. Jarngan adapt secara umum dlasasan e dalam dua ategor berdasaran tpe ones yang dml: eedorward dan recurrent. Jarngan adapt yang

25 3 dtunjuan dalam Gambar.3 eedorward arena output dar tap node merambat dar ss nput r e ss output anan unanmously. Ja terdapat sebuah ln bal yang membentu sebuah jalur srular dalam suatu jarngan maa jarngan recurrent; Gambar.5 adalah sebuah contoh. Gambar.5. Suatu jarngan adapt recurrent. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p0 Dalam representas laps dar jarngan adapt eedorward pada Gambar.3 tda terdapat ln antar node-node dalam laps yang sama dan output dar node-node dalam suatu laps spes selalu terhubung dengan node-node pada laps berutnya. Representas n serngal dmnat arena modulartasnya yatu node-node dalam laps yang sama mempunya ungsonaltas yang sama atau membangtan level abstras yang sama untu vetor-vetor nput. Secara onseptual jarngan adapt eedorward sesungguhnya merupaan pemetaan stats antara ruang nput dan outputnya. ujuannya adalah membangun suatu jarngan untu mencapa suatu pemetaan nonlner yang dngnan yang datur oleh sebuah hmpunan data yang mengandung pasangan-pasangan nput-output yang dngnan dar sstem target. Hmpunan data n serngal dsebut hmpunan data pelathan dan prosedur-prosedur untu mengatur paramater-parameter untu menngatan perorma jarngan serng dsebut aturan pelathan atau algortma adaptas. Serngal perorma suatu jarngan duur sebaga etdacocoan antara output yang dngnan dan output jarngan dalam onds nput yang sama. Ketdacocoan n dsebut uuran galat.

26 3.5.. erambatan Bal untu Jarngan Feedorward erambatan bal adalah aturan pelathan dasar untu jarngan adapt yang pada esensnya metode SD sederhana. Bagan nt adalah bagamana secara reurs memperoleh suatu vetor graden dmana tap elemen ddensan sebaga dervat uuran galat terhadap suatu parameter. Msalan sebuah jarngan adapt eedorward yang dberan mempunya L laps dan laps l l 0 L; l 0 merepresentasan laps nput mempunya Nl node. Maa output dan ungs node [ Nl] dalam laps l dapat drepresentasan sebaga x l dan l sepert dtunjuan pada Gambar.6. Karena output suatu node bergantung pada syal-snyal yang masu dan hmpunan parameter dar node maa espres umum untu ungs node l sebaga berut: x l l x l- x l-nl- α β γ dmana α β γ dan seterusnya adalah parameter-parameter dar node n. Gambar.6. Konvens notasonal: representas laps. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p06 Mengasumsan bahwa hmpunan data pelathan yang dberan mempunya entr dapat ddensan suatu uuran galat untu entr data pelathan e-p p sebaga jumlah uadrat galat: E p N L d x L

27 33 dmana d adalah omponen e- dar vetor output yang dngnan e-p dan x L adalah omponen e- dar vetor output atual yang dhaslan dengan menggunaan vetor nput e-p e jarngan. Karena untu ANFIS hanya terdapat satu node output maa: E p d x L. Maa ngn dmnman suatu uuran galat eseluruhan untu seluruh pasangan nputoutput pelathan yang ddensan sebaga E p E Sebelum mengalulas vetor graden observas hubungan ausal berut: p. Dengan ata lan perubahan ecl pada parameter α aan mempengaruh output node yang mengandung α; selanjutnya aan mempengaruh output laps ahr dan arenanya uuran galat. Karena tu onsep dasar dalam menghtung vetor graden adalah dengan melewatan sebuah bentu normas dervat dmula dar laps output dan berjalan mundur laps dem laps sampa laps nput dcapa. Snyal galat є l ddensan sebaga dervat uuran galat E p terhadap output node dalam laps l mengambl jalur ba langsung dan ta langsung. l E x p l. Espres n dsebut dervat beruntun oleh Werbos 974 yang mempertmbangan ba jalur langsung maupun ta langsung yang membawa pada hubungan ausal. Snyal galat output node e- pada laps L dapat dalulas secara langsung: L E x p L E x p L.

28 34 In sama dengan є L -d x L. Untu node nternal pada poss e- dar laps l snyal galat ddapatan dengan aturan beranta: l N m l m l m l l m l l N m pada layer l eror snyal m l p pada layer l eror snyal l p l x x x E x E 3 3 dmana 0 l L-. Vetor graden ddensan sebaga dervat uuran galat terhadap masngmasng parameter. Ja α adalah suatu parameter dar node e- pada laps l maa α α α l l l l p x E E. Ja parameter α djnan untu d-share dantara node-node berbeda maa persamaan d atas dubah e bentu yang lebh umum: S x p x E E α α * dmana S adalah hmpunan node yang mengandung α sebaga suatu parameter; dan x * dan * adalah output dan ungs dar suatu node gener dalam S. Dervat dar uuran galat eseluruhan E terhadap α adalah p E p E α α. Karena tu untu penurunan tercuram sederhana tanpa mnmsas gars ormula update untu parameter gener α msalnya parameter prems a b atau c adalah α η α Δ E 9 dmana η adalah tngat pelathan yang dapat despresan sebaga

29 35 η α κ E α dmana κ adalah uuran langah panjang setap transs sepanjang arah graden dalam ruang parameter Aturan elathan Hbrd: Mengombnasan SD dan LSE Mes dapat menggunaan perambatan bal untu mengdentas parameter jarngan adapt namun serngal memaan watu panjang sebelum onvergen. Output jarngan adapt lner dalam beberapa parameter jarngannya; sehngga dapat ddentas dengan metode uadrat terecl MK lner. endeatan n menghaslan aturan pelathan hbrd Jang 99 p76-767; Jang 993 p yang mengombnasan SD dan LSE untu dentas cepat parameter. elathan O-Lne elathan Batch Dasumsan jarngan adapt hanya mempunya satu output yang drepresentasan oleh o F S 0 dmana adalah vetor varabel-varabel nput S adalah hmpunan parameter dan F adalah ungs eseluruhan yang dmplementas oleh jarngan adapt. Ja terdapat sebuah ungs H sehngga ungs ompost H о F lner dalam beberapa elemen S maa elemen-elemen n dapat ddentas oleh MK. Secara lebh ormal ja hmpunan parameter S dapat dbag e dalam dua hmpunan S S S

30 36 dmana merepresentasan jumlah langsung sehngga H о F lner dalam elemenelemen S maa dengan mengaplasan H e persamaan 0 dperoleh Ho H о F S yang lner dalam elemen S. Ja dberan nla elemen-elemen S dapat dmasuan data pelathan e dalam persamaan dan memperoleh persamaan matr: Aθ y dmana θ adalah vetor yang tda detahu yang elemennya adalah parameterparameter dalam S. Solus terba untu θ yang memnman Aθ y adalah penduga uadrat terecl LSE θ *. Searang dapat dombnasan SD dan LSE untu meng-update parameter jarngan adapt. Untu pelathan hbrd yang daplasan e dalam mode batch setap epoch perode pelathan tersusun atas orward pass dan bacward pass. Dalam orward pass setelah vetor nput dhadran dalulas output node laps dem laps sampa bars dalam matr A dan y dalam persamaan dperoleh. Lalu parameterparameter dalam S ddentas ba dengan ormula LSE pseudonverse dalam persamaan atau ormula LSE reurs dalam persamaan 5. Kemudan dapat dhtung uuran galat untu setap pasangan data pelathan. Dalam bacward pass snyal galat merambat dar ahr output menuju ahr nput; vetor graden daumulas untu setap entr data pelathan. ada ahr bacward pass untu semua data pelathan parameterparameter dalam S d-update oleh SD dengan persamaan 9. Untu nla parameter tetap dalam S yang dberan parameter dalam S yang dtemuan djamn tt optmum global dalam ruang parameter S arena pemlhan uuran uadrat galat. Buan hanya aturan pelathan hbrd n mengurang dmens ruang

31 37 pencaran metode SD tetap secara substansal juga mengurang watu yang dbutuhan untu mencapa onvergens..6. ANFIS: Adaptve Neuro-Fuzzy Inerence Systems Arstetur suatu elas dar jarngan adapt yang secara ungsonal euvalen dengan FIS dsebut sebaga ANFIS yang epanjangannya adaptve neuro-uzzy nerence system..6.. Arstetur ANFIS Dasumsan FIS mempunya dua nput x dan y dan satu output z. Untu model uzzy Sugeno orde satu Sugeno dan Kang 988 p5-33; aag dan Sugeno 983 p55-60; aag dan Sugeno 985 p6-3 hmpunan aturan yang umum dengan dua aturan -then uzzy adalah sebaga berut: Aturan : I x s A and y s B then p x q y r Aturan : I x s A and y s B then p x q y r. Gambar.7. a Suatu model uzzy Sugeno tngat pertama dua nput dengan dua aturan; b arstetur ANFIS yang euvalen. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p336

32 38 Gambar.7a menglustrasan meansme penalaran model Sugeno n; arstetur ANFIS yang euvalen dtunjuan pada Gambar.7b dmana node dalam laps yang sama mempunya ungs yang serupa. Dnotasan output node e- dalam laps l sebaga O l. a Laps Setap node dalam laps n adalah node adapt dengan ungs node O O untu atau μ A x μ untu 3 4 B y dmana x atau y adalah nput e node dan A atau B - adalah label lngust sepert ecl atau luas yang berhubungan dengan node n. Dengan ata lan O adalah derajat eanggotaan hmpunan uzzy A A A B atau B dan menspesasan derajat dmana nput x atau y yang dberan memenuh uanter A. arameter dalam laps n dsebut sebaga parameter prems. b Laps Setap node dalam laps n adalah node tetap berlabel П yang outputnya adalah produ dar semua snyal yang masu: O w μ x μ. A B y Setap output node merepresentasan uat penyulutan dar sebuah aturan. c Laps 3 Setap node dalam laps n adalah node tetap berlabel N. Node e- mengalulas raso uat penyulutan aturan e- dan jumlah uat penyulutan semua aturan: O 3 w w. w w Output dar laps n dsebut uat penyulutan ternormalsas.

33 39 d Laps 4 Setap node dalam laps n adalah node adapt dengan ungs node 4 r y q x p w w O dmana w adalah uat penyulutan ternormalsas dan {p q r } adalah hmpunan parameter node n. arameter dalam laps n dsebut sebaga parameter onseuen. e Laps 5 Node tunggal dalam laps n adalah node tetap berlabel Σ yang menghtung output eseluruhan sebaga penjumlahan dar semua snyal yang masu: output eseluruhan. 5 w w w O.6.. Algortma elathan hbrd Dar arstetur ANFIS yang dtunjuan dalan Gambar.7b terlhat bahwa eta nla parameter-parameter prems tetap output eseluruhan dapat despresan sebaga ombnas lner dar parameter-parameter onseuen. Secara smbol output dalam Gambar.7b dapat dtuls ulang sebaga w w w w w w r y q x p w r y q x p w r w q y w p x w r w q y w p x w yang lner dalam parameter onseuen p q r p q dan r. Dar observas dpunya S hmpunan parameter-parameter total S hmpunan parameter-parameter prems nonlner S hmpunan parameter-parameter onseuen lner

34 40 dalam persamaan 4; dan H dan F adalah ungs denttas dan ungs dar sstem nerens uzzy dalam persamaan. Sehngga algortma pelathan hbrd dapat daplasan secara langsung. Dalam orward pass output-output node bergera maju sampa laps 4 dan parameter onseuen ddentas dengan MK. Dalam bacward pass snyal-snyal galat bergera mundur dan parameter prems d-update dengan penurunan graden. abel. merangum atvtas dalam setap pass. abel.. Dua pass dalam prosedur pelathan hbrd untu ANFIS. Sumber: Neuro-Fuzzy and Sot Computng 997p Fuzzy Clusterng Clusterng memparts suatu hmpunan data e dalam beberapa elompo sehngga emrpan d dalam elompo lebh besar darpada antar elompo. Karena tu dperluan matr emrpan yang mengambl dua vetor nput dan mengembalan nla emrpannya. Karena matr emrpan senst terhadap rentang elemen-elemen dalam vetor nput maa setap varabel nput harus dnormalsas msalnya edalam nterval [0 ]. en-ten clusterng dgunaan bersamaan dengan pemodelan uzzy terutama untu menentuan aturan-aturan -then uzzy nsal..7.. Fuzzy C-Means Clusterng FCM Fuzzy C-means clusterng FCM adalah suatu algortma clusterng data dmana setap tt data termasu dalam suatu cluster pada tngat yang dspesasan oleh sebuah derajat eanggotaan. Algortma n dajuan oleh Bezde 973.

35 4 FCM memparts umpulan n vetor x... n e dalam c elompo uzzy dan menemuan sebuah pusat cluster dalam setap elompo sehngga ungs harga untu uuran etdasamaan dmnmsas. Matr eanggotaan U mempunya elemen dengan nla dantara 0 dan dengan c u j j K n. 3 Fungs harga atau ungs obyet untu FCM adalah: c c m J U c K c J u d 4 c n j j j dmana u j d antara 0 dan ; c adalah pusat cluster elompo uzzy ; dj c x j adalah jara Eucldean antara pusat cluster e- dan tt data e-j; dan m [ adalah esponen pembobot. Konds yang dbutuhan agar persamaan 4 mencapa mnmum adalah n m u x j j j c 5 n m u j j dan u j. 6 / m c d j d j Dalam operas mode batch FCM menentuan pusat-pusat cluster c dan matr eanggotaan U menggunaan langah-langah berut Bezde 973:

36 4 Langah : Insalsas matr eanggotaan U dengan nla-nla aca antara 0 dan sehngga batasan dalam persamaan 3 dpenuh. Langah : Htung c pusat cluster uzzy c... c menggunaan persamaan 5. Langah 3: Htung ungs harga berdasaran persamaan 4. Berhent ja nlanya dbawah nla tolerans tertentu atau emajuannya terhadap teras sebelumnya dbawah threshold tertentu. Langah 4: Htung U yang baru menggunaan persamaan 6. Kembal e langah..7.. Substractve Clusterng Dalam substractve clusterng yang dajuan oleh Chu 994 setap tt data buan tt grd menjad anddat pusat cluster. Dengan menggunaan metode n omputas menjad proporsonal terhadap banya tt data dan tda tergantung pada dmens masalah. Apabla terdapat n tt data: {x.. x n } dan dengan menganggap bahwa data-data tersebut sudah dalam eadaan normal maa denstas tt data x ddensan sebaga: D exp / x x j ra n j dengan r a adalah onstanta post. Maa suatu tt data aan meml denstas yang besar ja meml banya tt data tetangga. Radus r a menunjuan lngungan; tttt data d luar radus n berontrbus sangat ecl pada denstas. Setelah menghtung denstas setap tt tt dengan denstas tertngg dplh menjad pusat cluster pertama. Msalan x c adalah tt terplh sedangan D c uuran denstasnya. Selanjutnya denstas tap tt x dperba dengan ormula:

37 43 D D exp / x xc D c rb dengan r b adalah onstanta post. Maa tt-tt d deat pusat cluster pertama u c aan durang denstasnya secara sgnan sehnga aan sangat sult dplh menjad pusat cluster berutnya. r b onstan menunjuan lngungan yang mengurang denstas tt. Basanya r b bernla lebh besar dbandng dengan r a untu mencegah pusat-pusat cluster jaranya deat r b squash_actor * r a basanya squash_actor 5 sepert yang dsaranan dalam reerens Chu 994. Setelah denstas setap tt dperba pusat cluster berutnya x c dplh dan semua denstas setap tt data dperba embal deman seterusnya. Dgunaan pecahan sebaga ator pembandng yatu accept_rato dan reject_rato. Bla hasl bag potens tertngg tt data dengan potens tertngg dar teras pertama lebh besar dar accept_rato maa tt dterma sebaga pusat cluster baru. Apabla hasl bag potens tertngg tt data dengan potens tertngg dar teras pertama lebh ecl dar accept_rato namun lebh besar dar reject_rato maa tt data tersebut baru aan dterma sebaga pusat cluster baru hanya ja tt terleta pada jara yang cuup jauh dengan pusat cluster yang lannya. Namun apabla hasl bag antara potens tertngg tt data dengan potens tertngg pada teras pertama lebh ecl dar accept_rato maupun reject_rato maa tt data tersebut tda dpertmbangan lag untu menjad pusat cluster baru potensnya sama dengan nol.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB PENDAHULUAN. Latar Belaang Masalah Analss regres merupaan lmu peramalan dalam statst. Analss regres dapat dataan sebaga usaha mempreds atau meramalan perubahan. Regres mengemuaan tentang engntahuan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Pengendalan Kualtas Statst Pengendalan Kualtas statst merupaan suatu metode pengumpulan dan analss data ualtas, serta penentuan dan nterpretas penguuran-penguuran

Lebih terperinci

FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (STUDI KASUS: KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK)

FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (STUDI KASUS: KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK) Semnar Nasonal Aplas Tenolog Informas 00 (SNATI 00) ISSN: 0-0 Yogyaarta, Jun 00 FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (STUDI KASUS: KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK) Sr Kusumadew Jurusan Ten Informata,

Lebih terperinci

Bab III. Plant Nonlinear Dengan Fase Nonminimum

Bab III. Plant Nonlinear Dengan Fase Nonminimum Bab III Plant Nonlnear Dengan Fase Nonmnmum Pada bagan n dbahas mengena penurunan learnng controller untu sstem nonlnear dengan derajat relatf yang detahu Dalam hal n hanya dperhatan pada sstem-sstem nonlnear

Lebih terperinci

Benyamin Kusumoputro Ph.D Computational Intelligence, Faculty of Computer Science University of Indonesia METODE PEMBELAJARAN

Benyamin Kusumoputro Ph.D Computational Intelligence, Faculty of Computer Science University of Indonesia METODE PEMBELAJARAN METODE PEMBELAJARAN Sebelum suatu Jarngan Neural Buatan (JNB) dgunaan untu menglasfasan pola, terlebh dahulu dlauan proses pembelaaran untu menentuan strutur arngan, terutama dalam penentuan nla bobot.

Lebih terperinci

BAB V MODEL SEDERHANA DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN SIMULASINYA

BAB V MODEL SEDERHANA DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN SIMULASINYA BAB V MOEL SEERHANA ISTRIBUSI TEMPERATUR AN SIMULASINYA Model matemata yang terdapat pada bab sebelumnya merupaan model umum untu njes uap pada reservor dengan bottom water. Model tersebut merupaan model

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Untuk mengetahui pola perubahan nilai suatu variabel yang disebabkan oleh

BAB 2 LANDASAN TEORI. Untuk mengetahui pola perubahan nilai suatu variabel yang disebabkan oleh BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Untu mengetahu pla perubahan nla suatu varabel yang dsebaban leh varabel lan dperluan alat analss yang memungnan ta unut membuat perraan nla varabel tersebut pada nla

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.. Populas dan Sampel Populas adalah eseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngup yang ngn dtelt. Banyanya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut uuran populas, sedangan suatu nla

Lebih terperinci

Created by Simpo PDF Creator Pro (unregistered version)

Created by Simpo PDF Creator Pro (unregistered version) Created by Smpo PDF Creator Pro (unregstered verson) http://www.smpopd.com Statst Bsns : BAB IV. UKURA PEMUSATA DATA. Pendahuluan Untu mendapatan gambaran yang lebh jelas tentang seumpulan data mengena

Lebih terperinci

FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (Studi kasus: klasifikasi kualitas produk)

FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (Studi kasus: klasifikasi kualitas produk) Semnar Nasonal plas enolog Informas (SNI ) Yogyaarta, Jun FUZZY BCKPROPGION UNUK KLSIFIKSI POL (Stud asus: lasfas ualtas produ) Sr Kusumadew Jurusan en Informata, Faultas enolog Industr Unverstas Islam

Lebih terperinci

BAB II DIMENSI PARTISI

BAB II DIMENSI PARTISI BAB II DIMENSI PARTISI. Defns dasar dan eteratannya dengan metrc dmenson Dalam pembahasan dmens parts, graf yang dbahas adalah graf terhubung sederhana dan tda meml arah. Sebelum mendefnsan graf yang dgunaan

Lebih terperinci

EKSPEKTASI SATU PEUBAH ACAK

EKSPEKTASI SATU PEUBAH ACAK EKSPEKTASI SATU PEUBAH ACAK Dalam hal n aan dbahas beberapa macam uuran yang dhtung berdasaran espetas dar satu peubah aca, ba dsrt maupun ontnu, yatu nla espetas, rataan, varans, momen, fungs pembangt

Lebih terperinci

Karakterisasi Matrik Leslie Ordo Tiga

Karakterisasi Matrik Leslie Ordo Tiga Jurnal Graden Vol No Januar 006 : 34-38 Karatersas Matr Lesle Ordo Tga Mudn Smanhuru, Hartanto Jurusan Matemata, Faultas Matemata dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unverstas Bengulu, Indonesa Dterma Desember

Lebih terperinci

Probabilitas dan Statistika Distribusi Peluang Diskrit 1. Adam Hendra Brata

Probabilitas dan Statistika Distribusi Peluang Diskrit 1. Adam Hendra Brata Probabltas dan Statsta Dsrt Adam Hendra Brata Unform Bernoull Multnomal Setap perstwa aan mempunya peluangnya masng-masng, dan peluang terjadnya perstwa tu aan mempunya penyebaran yang mengut suatu pola

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DISKRIMINAN. Analisis diskriminan (discriminant analysis) merupakan salah satu metode

BAB III ANALISIS DISKRIMINAN. Analisis diskriminan (discriminant analysis) merupakan salah satu metode BAB III ANALISIS DISKRIMINAN 3. Analss Dsrmnan Analss dsrmnan (dscrmnant analyss) merupaan salah satu metode yan dunaan dalam analss multvarat. Dalam analss dsrmnan terdapat dua jens varabel yan terlbat

Lebih terperinci

BAB 10. Menginterpretasikan Populasi Variabel Kanonik. Variabel kanonik secara umumnya artifisal. Jika variabel awal X (1) dan X (2)

BAB 10. Menginterpretasikan Populasi Variabel Kanonik. Variabel kanonik secara umumnya artifisal. Jika variabel awal X (1) dan X (2) BB 0 Mengnterpretasan Populas arabel Kanon arabel anon secara umumnya artfsal. Ja varabel awal X ( dan X ( dgunaan oefsen anon a dan b mempunya unt propors dar hmpunan X ( dan X (. Ja varabel awal yang

Lebih terperinci

III FUZZY GOAL LINEAR PROGRAMMING

III FUZZY GOAL LINEAR PROGRAMMING 7 Ilustras entu hmpunan fuzzy dan fungs eanggotaannya dapat dlhat pada Contoh 3. Contoh 3 Msalan seseorang dataan sudah dewasa ja erumur 7 tahun atau leh, maa dalam loga tegas, seseorang yang erumur urang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belaang Analss dsrmnan merupaan ten menganalss data, dmana varabel dependen merupaan data ategor ( nomnal dan ordnal ) sedangan varabel ndependen berupa data nterval atau raso.msalnya

Lebih terperinci

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN TAK LINIER

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN TAK LINIER PENYELESIN SISTEM PESMN TK LINIE Mater Kulah: Pengantar; Iteras Satu Tt; Iteras Newton # PENGNT # erut n adalah contoh seumpulan buah persamaan ta lner smulta dengan buah varabel ang ta detahu:... ( 57...

Lebih terperinci

Pengolahan lanjut data gravitasi

Pengolahan lanjut data gravitasi Modul 6 Pengolahan lanjut data gravtas 1. Transformas/proyes e bdang datar (metode Damney atau Euvalen Tt Massa). Pemsahan Anomal Loal/Resdual dan Anomal Regonal a. Kontnuas b. Movng average c. Polynomal

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengenal dua macam variabel yaitu : 2. Variabel terikat (Y) yaitu : Hasil belajar Sejarah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengenal dua macam variabel yaitu : 2. Variabel terikat (Y) yaitu : Hasil belajar Sejarah BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Varans Peneltan 3.1.1 Varabel Peneltan Peneltan n mengenal dua macam varabel yatu : 1. Varabel bebas (X) yatu : Berpr formal. Varabel terat (Y) yatu : Hasl belajar Sejarah

Lebih terperinci

U JIAN A KHIR S EMESTER M ATEMATIKA T EKNIK

U JIAN A KHIR S EMESTER M ATEMATIKA T EKNIK Jurusan Ten Spl dan Lngungan FT UGM U JIAN A KHIR S EMESTER M ATEMATIKA T EKNIK SENIN, 4 JANUARI 23 OPEN BOOK WAKTU MENIT PETUNJUK ) Saudara tda boleh menggunaan omputer untu mengerjaan soal- soal ujan

Lebih terperinci

BAB III MODUL INJEKTIF

BAB III MODUL INJEKTIF BAB III ODUL INJEKTIF Bab n adalah bab yang palng pentng arena bab n bers mula dar hal-hal dasar mengena modul njet sampa sat-sat stmewanya yang tda dml oleh modul lan yang tda njet, yang merupaan ous

Lebih terperinci

USULAN PENERAPAN TEORI MARKOV DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAWATAN TAHUNAN PADA PT. PUPUK KUJANG

USULAN PENERAPAN TEORI MARKOV DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAWATAN TAHUNAN PADA PT. PUPUK KUJANG Usulan Penerapan Teor Marov Dalam Pengamblan Keputusan Perawatan Tahunan Pada Pt. Pupu Kujang USULAN PENERAPAN TEORI MARKOV DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAWATAN TAHUNAN PADA PT. PUPUK KUJANG Nof Ern,

Lebih terperinci

VI. KETIDAKPASTIAN. Contoh : Asih mengalami gejala ada bintik-bintik di wajahnya. Dokter menduga bahwa Asih terkena cacar

VI. KETIDAKPASTIAN. Contoh : Asih mengalami gejala ada bintik-bintik di wajahnya. Dokter menduga bahwa Asih terkena cacar VI. KETIDAKPASTIAN 12 Dalam enyataan sehar-har banya masalah dduna n tda dapat dmodelan secara lengap dan onssten. Suatu penalaran dmana adanya penambahan fata baru mengabatan etdaonsstenan, dengan cr-cr

Lebih terperinci

INVERS DRAZIN DARI SUATU MATRIKS DENGAN MENGGUNAKAN BENTUK KANONIK JORDAN

INVERS DRAZIN DARI SUATU MATRIKS DENGAN MENGGUNAKAN BENTUK KANONIK JORDAN Buletn Ilmah ath. Stat. dan erapannya (Bmaster) Volume 5, No. 3 (6), hal 8. INVERS DRAZIN DARI SUAU ARIKS DENGAN ENGGUNAKAN BENUK KANNIK JRDAN Eo Sulstyono, Shanta artha, Ea Wulan Ramadhan INISARI Suatu

Lebih terperinci

STATISTIKA. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Mean Median Modus Simpangan baku Varian Histogram Quartil Desil Persentil

STATISTIKA. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Mean Median Modus Simpangan baku Varian Histogram Quartil Desil Persentil Bab 7 STATISTIKA A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetens Dasar Setelah mengut pembelajaran n sswa mampu:. Menghayat dan mengamalan ajaran agama yang danutnnya. 2. Meml motvas nternal, emampuan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN ORI. Aljabar Matrs.. Defns Matrs Matrs adalah suatu umpulan anga-anga yang juga serng dsebut elemen-elemen yang dsusun secara teratur menurut bars dan olom sehngga berbentu perseg panjang,

Lebih terperinci

SISTEM JARINGAN SYARAF KABUR SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat. Memperoleh Gelar Sarjana Sains. Program Studi Matematika

SISTEM JARINGAN SYARAF KABUR SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat. Memperoleh Gelar Sarjana Sains. Program Studi Matematika SISTEM JARINGAN SYARAF KABUR SKRIPSI Dauan untu Memenuh Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarana Sans Program Stud Matemata Dsusun oleh: Ssra Mardawat NIM : 0534006 PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA

Lebih terperinci

PEMODELAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI MAKANAN DI KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE

PEMODELAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI MAKANAN DI KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE PEMODELAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI MAKANAN DI KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE Dew Arfanty Azm, Dra.Madu Ratna,M.S. dan 3 Prof. Dr.

Lebih terperinci

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur

Lebih terperinci

ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS

ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS Ihwannul Khols, ST. MT. Unverstas 7 Agustus 945 Jaarta [email protected] Abstra Pengenalan pola data

Lebih terperinci

BAB III METODE RESPONSE SURFACE DENGAN SIMULASI MONTE CARLO. solusi dari suatu masalah diberikan berdasarkan proses rendomisasi (acak).

BAB III METODE RESPONSE SURFACE DENGAN SIMULASI MONTE CARLO. solusi dari suatu masalah diberikan berdasarkan proses rendomisasi (acak). BAB III METODE RESPONSE SURFACE DENGAN SIMULASI MONTE CARLO 3. Smulas Monte Carlo Smulas Monte Carlo merupaan bentu smulas probablst dmana solus dar suatu masalah dberan berdasaran proses rendomsas (aca).

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Control chart pertama kali dikenalkan oleh Dr. Walter Andrew Shewhart dari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Control chart pertama kali dikenalkan oleh Dr. Walter Andrew Shewhart dari BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pendahuluan Control chart pertama al denalan oleh Dr. Walter Andrew Shewhart dar Bell Telephone Laboratores Amera Serat pada tahun 94. Control chart adalah sebuah gra yang member

Lebih terperinci

BAB II TEORI ALIRAN DAYA

BAB II TEORI ALIRAN DAYA BAB II TEORI ALIRAN DAYA 2.1 UMUM Perhtungan alran daya merupakan suatu alat bantu yang sangat pentng untuk mengetahu konds operas sstem. Perhtungan alran daya pada tegangan, arus dan faktor daya d berbaga

Lebih terperinci

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c 6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan

Lebih terperinci

Pemodelan Anomali Magnetik Berbentuk Prisma Menggunakan Algoritma Genetika Antonius a, Yudha Arman a *, Joko Sampurno a

Pemodelan Anomali Magnetik Berbentuk Prisma Menggunakan Algoritma Genetika Antonius a, Yudha Arman a *, Joko Sampurno a Pemodelan Anomal Magnet Berbentu Prsma Menggunaan Algortma Geneta Antonus a, Yudha Arman a *, Joo Sampurno a a Jurusan Fsa, FMIPA Unverstas Tanjungpura, Jalan Pro. Dr. Hadar Nawaw, Pontana, Indonesa *Emal

Lebih terperinci

MODEL REGRESI SEMIPARAMETRIK SPLINE UNTUK DATA LONGITUDINAL PADA KASUS KADAR CD4 PENDERITA HIV. Lilis Laome 1)

MODEL REGRESI SEMIPARAMETRIK SPLINE UNTUK DATA LONGITUDINAL PADA KASUS KADAR CD4 PENDERITA HIV. Lilis Laome 1) Paradgma, Vol. 13 No. 2 Agustus 2009 hlm. 189 194 MODEL REGRESI SEMIPARAMERIK SPLINE UNUK DAA LONGIUDINAL PADA KASUS KADAR CD4 PENDERIA HIV Lls Laome 1) 1) Jurusan Matemata FMIPA Unverstas Haluoleo Kendar

Lebih terperinci

ANALISIS DATA WORLD DEVELOPMENT INDICATORS MENGGUNAKAN CLUSTER DATA MINING

ANALISIS DATA WORLD DEVELOPMENT INDICATORS MENGGUNAKAN CLUSTER DATA MINING Semnar Nasonal Tenolog Informas dan Multmeda 207 STMIK AMIKOM Yogyaarta, 4 Februar 207 ANALIS DATA WORLD DEVELOPMENT INDICATORS MENGGUNAKAN CLUSTER DATA MINING Sgt Kamseno ), Bara Satya 2) ), 2) Ten Informata

Lebih terperinci

METODE OPTIMASI SELEKSI FITUR DENGAN ALGORITMA FAST BRANCH AND BOUND

METODE OPTIMASI SELEKSI FITUR DENGAN ALGORITMA FAST BRANCH AND BOUND METODE OPTIMASI SELEKSI FITUR DENGAN ALGORITMA FAST BRANCH AND BOUND Rully Soelaman, Suc Hatnng Rn dan Dana Purwtasar Faultas Tenolog Informas, Insttut Tenolog Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, 60, Indonesa

Lebih terperinci

Hybrid intelligent system adalah kombinasi lebih dari dua teknologi cerdas.

Hybrid intelligent system adalah kombinasi lebih dari dua teknologi cerdas. Teny Handhayan Pendahuluan Hybrd ntellgent system adalah kombnas lebh dar dua teknolog cerdas. Contohnya kombnas Neural Network dengan Fuzzy membentuk Neuro-fuzzy system Perbandngan Expert Systems, Fuzzy

Lebih terperinci

Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN

Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN Analsa Numerk Bahan Matrkulas Bab AKAR-AKAR PERSAMAAN Pada kulah n akan dpelajar beberapa metode untuk mencar akar-akar dar suatu persamaan yang kontnu. Untuk persamaan polnomal derajat, persamaannya dapat

Lebih terperinci

KAJIAN METODE SUMBER EKIVALEN TITIK MASSA PADA PROSES PENGANGKATAN DATA GRAVITASI KE BIDANG DATAR

KAJIAN METODE SUMBER EKIVALEN TITIK MASSA PADA PROSES PENGANGKATAN DATA GRAVITASI KE BIDANG DATAR Berala Fsa ISSN : 1410-966 Vol.8, No.1, Januar 005, hal 7-10 KAJIAN METODE SUMBER EKIVALEN TITIK MASSA PADA PROSES PENGANGKATAN DATA GRAVITASI KE BIDANG DATAR Agus Setyawan Laboratorum Geofsa, Jurusan

Lebih terperinci

Implementasi Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation Pada Aplikasi Pengenalan Wajah Dengan Jarak Yang Berbeda Menggunakan MATLAB 7.0

Implementasi Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation Pada Aplikasi Pengenalan Wajah Dengan Jarak Yang Berbeda Menggunakan MATLAB 7.0 Implementas Jarngan Saraf Truan Bacpropagaton Pada Aplas Pengenalan Waah Dengan Jara Yang Berbeda Menggunaan MATLAB 7.0 Syafe Nur Luthfe Jurusan Ten Informata, Unverstas Gunadarma Jl. Margonda Raya 100,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS

BAB IV HASIL ANALISIS BAB IV HASIL ANALISIS. Standarda Varabel Dalam anal yang dtamplan pada daftar tabel, dar e-39 wadu yang meml fator-fator melput luaan DAS, apata awal wadu, 3 volume tahunan rerata pengendapan edmen, dan

Lebih terperinci

Lucas Theorem Untuk Mengatur Penyimpanan Memori yang Lebih Aman

Lucas Theorem Untuk Mengatur Penyimpanan Memori yang Lebih Aman Lucas Theorem Untu Mengatur Penympanan Memor yang Lebh Aman Hendra Hadhl Chor (135 8 41) Program Stud Ten Informata ITB Jalan Ganesha 1, Bandung e-mal: [email protected]; [email protected]

Lebih terperinci

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE 6B.1 Pelathan ADALINE Model ADALINE (Adaptve Lnear Neuron) dtemukan oleh Wdrow & Hoff (1960) Arstekturnya mrp dengan perseptron Perbedaan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang

Lebih terperinci

TEKNIK EKSTRAPOLASI RICHARDSON BERULANG PADA MODEL BINOMIAL FLEKSIBEL UNTUK MENENTUKAN HARGA OPSI JUAL AMERIKA

TEKNIK EKSTRAPOLASI RICHARDSON BERULANG PADA MODEL BINOMIAL FLEKSIBEL UNTUK MENENTUKAN HARGA OPSI JUAL AMERIKA IndoMS Journal on Statstcs Vol, No (4), Page 39-49 TEKNIK EKSTRAPOLASI RICHARDSON BERULANG PADA MODEL BINOMIAL FLEKSIBEL UNTUK MENENTUKAN HARGA OPSI JUAL AMERIKA Arum Handn Prmandar, Abdurahman Jurusan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI MODEL OPTIMASI LINIER INTEGER DENGAN BANYAK TUJUAN UNTUK PENGALOKASIAN PEKERJAAN

IMPLEMENTASI MODEL OPTIMASI LINIER INTEGER DENGAN BANYAK TUJUAN UNTUK PENGALOKASIAN PEKERJAAN SISFO-Jurnal Sstem Informas IMPLEMENTASI MODEL OPTIMASI LINIER INTEGER DENGAN BANYAK TUJUAN UNTUK PENGALOKASIAN PEKERJAAN Fazal Mahananto 1), Mahendrawath ER 2), Rully Soelaman 3) Jurusan Sstem Informas,

Lebih terperinci

KOLINEARITAS GANDA (MULTICOLLINEARITY) Oleh Bambang Juanda

KOLINEARITAS GANDA (MULTICOLLINEARITY) Oleh Bambang Juanda KOLINEARITAS GANDA MULTICOLLINEARIT Oleh Bambang Juanda Model: = X + X + + X + ε. Hubungan Lnear Sempurna esa, Ja C X 0 C onstanta yg td semuanya 0. Mudah detahu rn td ada dugaan parameter oef dgn OLS,

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. 2.1 Konsep Dasar Infeksi, Saluran Pernafasan, Infeksi Akut, dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. 2.1 Konsep Dasar Infeksi, Saluran Pernafasan, Infeksi Akut, dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) BAB TINJAUAN TEORITIS. Knsep Dasar Infes, Saluran Pernafasan, Infes Aut, dan Infes Saluran Pernafasan Aut (ISPA.. Infes Infes adalah masunya uman atau mrrgansme e dalam tubuh manusan dan berembang ba sehngga

Lebih terperinci

Bab V Aliran Daya Optimal

Bab V Aliran Daya Optimal Bab V Alran Daya Optmal Permasalahan alran daya optmal (Optmal Power Flow/OPF) telah menjad bahan pembcaraan sejak dperkenalkan pertama kal oleh Carpenter pada tahun 196. Karena mater pembahasan tentang

Lebih terperinci

BAB 4 PERHITUNGAN NUMERIK

BAB 4 PERHITUNGAN NUMERIK Mata kulah KOMPUTASI ELEKTRO BAB PERHITUNGAN NUMERIK. Kesalahan error Pada Penelesaan Numerk Penelesaan secara numers dar suatu persamaan matemats kadang-kadang hana memberkan nla perkraan ang mendekat

Lebih terperinci

Analisis Penyelesaian Persamaan Kuadrat Matriks

Analisis Penyelesaian Persamaan Kuadrat Matriks Jurnal Matemata, Jurnal Matemata, tatsta tatsta, & Komutas & Komutas Vol. 3 No Vol. Jul No. 6 Jul 5 Vol, No, 9-3, 9-9, Jul 5 9 Analss Penyelesaan Persamaan Kuadrat Matrs Hasmawat dan Amr Kamal Amr Abstra

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI SISTEM NONLINIER DENGAN MENGGUNAKAN RECURRENT NEURAL NETWORK DAN ALGORITMA DEAD-ZONE KALMAN FILTER

IDENTIFIKASI SISTEM NONLINIER DENGAN MENGGUNAKAN RECURRENT NEURAL NETWORK DAN ALGORITMA DEAD-ZONE KALMAN FILTER IDENIFIKASI SISEM NONLINIE DENGAN MENGGUNAKAN ECUEN NEUAL NEOK DAN ALGOIMA DEAD-ZONE KALMAN FILE ully Soelaman, angga fa Faultas enolog Informas Insttut enolog Sepuluh Nopember Kampus Keputh, Suollo, Surabaya

Lebih terperinci

PEMILIHAN VARIABEL YANG RELEVAN PADA ATURAN FUZZY MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF

PEMILIHAN VARIABEL YANG RELEVAN PADA ATURAN FUZZY MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF PEMILIHAN VARIABEL YANG RELEVAN PADA ATURAN FUZZY MENGGUNAKAN JARINGAN YARAF r Kusumadew Jurusan Teknk Informatka, Fakultas Teknolog Industr Unverstas Islam Indonesa Yogyakarya emal: [email protected] Abstrak

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN MODEL

BAB IV PEMBAHASAN MODEL BAB IV PEMBAHASAN MODEL Pada bab IV n akan dlakukan pembuatan model dengan melakukan analss perhtungan untuk permasalahan proses pengadaan model persedaan mult tem dengan baya produks cekung dan jont setup

Lebih terperinci

BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model

BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN A. Regres Model Log-Log Pada prnspnya model n merupakan hasl transformas dar suatu model tdak lner dengan membuat model dalam bentuk

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. PENGUJIAN PENGUKURAN KECEPATAN PUTAR BERBASIS REAL TIME LINUX Dalam membuktkan kelayakan dan kehandalan pengukuran kecepatan putar berbass RTLnux n, dlakukan pengujan dalam

Lebih terperinci

Analisis Sensitivitas

Analisis Sensitivitas Analss Senstvtas Terdr dar aa : Analss Senstvtas, bla terad perubahan paraeter seara dsrt Progra Lnear Paraetr, bla terad perubahan paraeter seara ontnu Maa-aa perubahan pasa optu: Perubahan suu tetap,

Lebih terperinci

Perbandingan Masalah Optimasi TSP dengan Menggunakan Algoritma Ant Colony dan Jaringan Hopfield

Perbandingan Masalah Optimasi TSP dengan Menggunakan Algoritma Ant Colony dan Jaringan Hopfield Perbandngan Masalah Optmas TSP dengan Menggunaan Algortma Ant Colony dan Jarngan Hopfeld 1 Yulan, Moh.Isa Irawan, dan 3 Mardljah 1,, 3 Jurusan Matemata, Insttut Tenolog Sepuluh Noember Kampus ITS, Surabaya

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia)

PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia) PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Stud Kasus pada Data Inflas Indonesa) Putr Noorwan Effendy, Amar Sumarsa, Embay Rohaet Program Stud Matematka Fakultas

Lebih terperinci

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM BAB X RUANG HASIL KALI DALAM 0. Hasl Kal Dalam Defns. Hasl kal dalam adalah fungs yang mengatkan setap pasangan vektor d ruang vektor V (msalkan pasangan u dan v, dnotaskan dengan u, v ) dengan blangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODE PENELITIAN Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf analts dengan jens pendekatan stud kasus yatu dengan melhat fenomena permasalahan yang ada

Lebih terperinci

APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN REKUREN PADA IDENTIFIKASI SISTEM NONLINIER DENGAN ALGORITMA OPTIMAL BOUNDED ELLIPSOID

APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN REKUREN PADA IDENTIFIKASI SISTEM NONLINIER DENGAN ALGORITMA OPTIMAL BOUNDED ELLIPSOID APLIKASI JARINGAN SARAF IRUAN REKUREN PADA IDENIFIKASI SISEM NONLINIER DENGAN ALGORIMA OPIMAL BOUNDED ELLIPSOID Rully Soelaman, Mohammad Azs Efend Faultas enolog Informas, Insttut enolog Sepuluh Nopember

Lebih terperinci

ANALISIS KAPABILITAS PROSES

ANALISIS KAPABILITAS PROSES TI PENGENLIN KULITS STTISTIK TOPIK 0 NLISIS KPILITS PROSES L, Semester II 00/0 Hlm. TI PENGENLIN KULITS STTISTIK. PENHULUN esrps : Merupaan uuran eseragaman proses dalam menghaslan produ dengan araterst

Lebih terperinci

PENYELESAIAN MULTIKOLINEARITAS MELALUI METODE RIDGE REGRESSION. Oleh : SOEMARTINI

PENYELESAIAN MULTIKOLINEARITAS MELALUI METODE RIDGE REGRESSION. Oleh : SOEMARTINI PENYELESAIAN MULTIKOLINEARITAS MELALUI METODE RIDGE REGRESSION Oleh : SOEMARTINI JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 008 DAFTAR ISI Hal DAFTAR

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :

Lebih terperinci

Statistika. Bab. Mean (rata-rata) Ukuran Pemusatan Ukuran Letak Median Modus Kuartil Desil A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

Statistika. Bab. Mean (rata-rata) Ukuran Pemusatan Ukuran Letak Median Modus Kuartil Desil A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Bab Statsta A KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetens Dasar Melalu proses pembelajaran statsta, sswa mampu menghayat pola hdup dspln, rts, bertanggungjawab, onssten, dan jujur serta menerapannya

Lebih terperinci

Pengenalan Jenis Kelamin Berdasarkan Citra Wajah Menggunakan Metode Two-Dimensional Linear Discriminant Analysis

Pengenalan Jenis Kelamin Berdasarkan Citra Wajah Menggunakan Metode Two-Dimensional Linear Discriminant Analysis Konferens Nasonal Sstem & Informata 05 STMIK STIKOM Bal, 9-0 Otober 05 Pengenalan Jens Kelamn Berdasaran Ctra Wajah Menggunaan Metode Two-Dmensonal Lnear Dscrmnant Analyss Ftr Damayant Prod Manajemen Informata,

Lebih terperinci

PENGUJIAN PROPORSI MENGGUNAKAN KETERKAITAN DISTRIBUSI CHI-SQUARE DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI BINOMIAL TERHADAP DISTRIBUSI NORMAL STANDARD

PENGUJIAN PROPORSI MENGGUNAKAN KETERKAITAN DISTRIBUSI CHI-SQUARE DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI BINOMIAL TERHADAP DISTRIBUSI NORMAL STANDARD ORBITH Vl. 7 N. 3 Nvember 11: 366-37 ENGUJIAN ROORSI MENGGUNAKAN KETERKAITAN DISTRIBUSI CHI-SQUARE DENGAN ENDEKATAN DISTRIBUSI BINOMIAL TERHADA DISTRIBUSI NORMAL STANDARD Oleh: Endang Tryan Staf engajar

Lebih terperinci

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang

Lebih terperinci

Restorasi Citra Dengan Menggunakan Metode Iteratif Lanczos Hybrid Regularization

Restorasi Citra Dengan Menggunakan Metode Iteratif Lanczos Hybrid Regularization Restoras Ctra Dengan Menggunaan Metode Iteratf Lanczos Hybrd Regularzaton Yudh Purwananto, Rully Soelaman, Alfa Masjta Rahmat Jurusan Ten Informata, Faultas Tenolog Informas Insttut Tenolog Sepuluh Nopember

Lebih terperinci

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7 ANGKAAN AUS SEAAH (DC). Arus Searah (DC) Pada rangkaan DC hanya melbatkan arus dan tegangan searah, yatu arus dan tegangan yang tdak berubah terhadap waktu. Elemen pada rangkaan DC melput: ) batera ) hambatan

Lebih terperinci

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa

Lebih terperinci

IV. MODEL-MODEL EMPIRIS FUNGSI PERMINTAAN

IV. MODEL-MODEL EMPIRIS FUNGSI PERMINTAAN 69 IV. MODEL-MODEL EMPIRIS FUNGSI PERMINTAAN Dtnau dar sfat hubungan antar persamaan terdapat dua ens model persamaan yatu model persamaan tunggal dan model sstem persamaan. Model persamaan tunggal adalah

Lebih terperinci

PENGENALAN WAJAH BERBASIS METODE TWO-DIMENSIONAL LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS

PENGENALAN WAJAH BERBASIS METODE TWO-DIMENSIONAL LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS PENGENALAN WAJAH BERBASIS MEODE WO-DIMENSIONAL LINEAR DISCRIMINAN ANALYSIS Ftr Damayant, Agus Zanal Arfn, Rully Soelaman Program Magster en Informata, Insttut enolog Sepuluh Nopember (IS) - Surabaya Kampus

Lebih terperinci

Pendekatan Hurdle Poisson Pada Excess Zero Data

Pendekatan Hurdle Poisson Pada Excess Zero Data SEMINAR NASIONAL MAEMAIKA DAN PENDIDIKAN MAEMAIKA UNY 05 Pendeatan Hurdle Posson Pada Excess Zero Data S - 7 Def Yust Fadah, Resa Septan Pontoh Departemen Statsta FMIPA Unverstas Padadaran [email protected]

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Node. Edge. Gambar 1 Directed Acyclic Graph

TINJAUAN PUSTAKA. Node. Edge. Gambar 1 Directed Acyclic Graph TINJAUAN PUSTAKA Bayesan Networks BNs dapat memberkan nformas yang sederhana dan padat mengena nformas peluang. Berdasarkan komponennya BNs terdr dar Bayesan Structure (Bs) dan Bayesan Parameter (Bp) (Cooper

Lebih terperinci

V E K T O R Kompetensi Dasar :

V E K T O R Kompetensi Dasar : MODUL PEMELJRN I V E K T O R Kompetens Dasar : 1. Mahasswa mampu memaham perbedaan besaran vetor dan salar serta memberan contohcontohna dalam ehdupan sehar-har, 2. Mahasswa mampu melauan operas penumlahan

Lebih terperinci

Bab III Analisis Rantai Markov

Bab III Analisis Rantai Markov Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 11 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan adalah ndustr yang syarat dengan rsko. Mula dar pengumpulan dana sebaga sumber labltas, hngga penyaluran dana pada aktva produktf. Berbaga kegatan jasa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam memlh sesuatu, mula yang memlh yang sederhana sampa ke hal yang sangat rumt yang dbutuhkan bukanlah berpkr yang rumt, tetap bagaman berpkr secara sederhana. AHP

Lebih terperinci

Tinjauan Algoritma Genetika Pada Permasalahan Himpunan Hitting Minimal

Tinjauan Algoritma Genetika Pada Permasalahan Himpunan Hitting Minimal 157 Vol. 13, No. 2, 157-161, Januar 2017 Tnjauan Algortma Genetka Pada Permasalahan Hmpunan Httng Mnmal Jusmawat Massalesse, Bud Nurwahyu Abstrak Beberapa persoalan menark dapat dformulaskan sebaga permasalahan

Lebih terperinci

PENJADWALAN PEKERJAAN DENGAN MENGGUNAKAN DISPATCHING RULES DI PT. TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI

PENJADWALAN PEKERJAAN DENGAN MENGGUNAKAN DISPATCHING RULES DI PT. TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI PENJADWALAN PEKERJAAN DENGAN MENGGUNAKAN DISPATCHING RULES DI PT. TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI Yunarstanto 1 Irwan Iftad 1 Iwan Ngabd Raharjo 2 Abstract: Producton flow n PT. Tga Seranga Pustaa Mandr

Lebih terperinci

PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING

PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING Meda Informatka, Vol. 2, No. 2, Desember 2004, 57-64 ISSN: 0854-4743 PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING Sr Kusumadew Jurusan Teknk Informatka, Fakultas

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB LANDASAN TEORI.1 Analsa Regres Analsa regres dnterpretaskan sebaga suatu analsa yang berkatan dengan stud ketergantungan (hubungan kausal) dar suatu varabel tak bebas (dependent varable) atu dsebut

Lebih terperinci

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Sebuah jarngan terdr dar sekelompok node yang dhubungkan oleh busur atau cabang. Suatu jens arus tertentu berkatan dengan setap busur. Notas standart untuk menggambarkan sebuah jarngan

Lebih terperinci

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER 5.1 Pembelajaran Dengan Fuzzy Program Lner. Salah satu model program lnear klask, adalah : Maksmumkan : T f ( x) = c x Dengan batasan : Ax b x 0 n m mxn Dengan

Lebih terperinci