PERENCANAAN STRUKTUR PERPUSTAKAAN DUA LANTAI
|
|
|
- Shinta Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERENCANAAN STRUKTUR PERPUSTAKAAN DUA LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta Dikerjakan oleh : Rr. Dwi Ratih Isrorini NIM : I PROGRAM D-III TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 009 i
2 LEMBAR PERSETUJUAN PERENCANAAN STRUKTUR PERPUSTAKAAN LANTAI TUGAS AKHIR Dikerjakan Oleh: Rr. DWI RATIH ISRORINI NIM : I Diperiksa dan disetujui ; Dosen Pembimbing Ir. PURWANTO, MT ii
3 LEMBAR PENGESAHAN PERENCANAAN STRUKTUR PERPUSTAKAAN LANTAI TUGAS AKHIR Dikerjakan Oleh: Rr. DWI RATIH ISRORINI NIM : I Dipertahankan didepan tim penguji: 1. Ir. PURWANTO, MT. : Ir. SUPARDI, MT. : Ir. SLAMET PRAYITNO, MT. : Mengetahui, Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS Disahkan, Ketua Program D-III Teknik Jurusan Teknik Sipil FT UNS Ir. BAMBANG SANTOSA, MT Ir. SLAMET PRAYITNO, MT Mengetahui, a.n. Dekan Pembantu Dekan I Fakultas Teknik UNS Ir. NOEGROHO DJARWANTI, MT iii
4 PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul PERENCANAAN STRUKTUR PERPUSTAKAAN LANTAI ini dengan baik. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penyusun banyak menerima bimbingan, bantuan dan dorongan yang sangat berarti dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, penyusun ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada : 1. Ir. Slamet Prayitno, MT., selaku Ketua Program Diploma III Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta.. Ir. Purwanto, MT., selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir. 3. Ir. Supardi, MT., selaku Dosen Pembimbing Akademik. 4. Bapak dan Ibu dosen pengajar beserta karyawan di Fakultas Teknik UNS yang telah banyak membantu dalam proses perkuliahan. 5. Keluarga dan rekan-rekan D3 Teknik Sipil Gedung angkatan Semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu. Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Kritik dan saran maupun masukan yang membawa ke arah perbaikan dan bersifat membangun sangat penyusun harapkan. Akhirnya, besar harapan penyusun semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya. Surakarta, Agustus 009 Penyusun iv
5 DAFTAR ISI Hal HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN....ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN...iii PENGANTAR....iv DAFTAR ISI....v DAFTAR GAMBAR...x DAFTAR TABEL...xii DAFTAR LAMPIRAN...xiv DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL xv i BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Maksud dan Tujuan Kriteria Perencanaan Peraturan-Peraturan Yang Berlaku... BAB DASAR TEORI.1. Dasar Perencanaan Jenis Pembebanan Sistem Kerja Beban Provisi Keamanan Perencanaan Atap Perencanaan Beton Bertulang Perencanaan Pondasi v
6 BAB 3 RENCANA ATAP 3.1. Rencanaan Atap Dasar Perencanaan Perencanaan Gording Perencanaan Pembebanan Perhitungan Pembebanan Kontrol Terhadap Tegangan Kontrol terhadap lendutan Perencanaan Jurai Perhitungan Panjang Batang Jurai Perhitungan Luasan Jurai Perhitungan Pembebanan Jurai Perencanaan Profil Jurai Perhitungan Alat Sambung Perencanaan Setengah Kuda-Kuda Perhitungan Panjang Batang Setengah Kuda-Kuda Perhitungan Setengah Luasan Kuda-Kuda Perhitungan Pembebanan Setengah Kuda-kuda Perencanaan Profil Kuda-kuda Perhitungtan Alat Sambung Perencanaan Kuda-kuda Trapesium Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda Trapesium Perhitungan Setengah Luasan Kuda-kuda Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Trapesium Perencanaan Profil Kuda-kuda Trapesium Perhitungan Alat Sambung vi
7 3.7. Perencanaan Kuda-kuda Utama Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda Perhitungan Setengah Luasan Kuda-kuda Utama Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama Perhitungan Alat Sambung BAB 4 PERENCANAAN TANGGA 4.1. Uraian Umum Data Perencanaan Tangga Perhitungan Tebal Plat Equivalent dan Pembebanan Perhitungan Tebal Plat Equivalent Perhitungan Beban Perhitungan Tulangan Tangga dan Bordes Perhitungan Tulangan Tumpuan Perhitungan Tulangan Lapangan Perencanaan Balok Bordes Pembebanan Balok Bordes Perhitungan Tulangan Lentur Perhitungan Pondasi Tangga Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi Pembebanan Pondasi Perhitungan Tulangan Lentur Perhitungan Tulangan Geser BAB 5 PLAT LANTAI 5.1. Perencanaan Pelat Lantai Perhitungan Pembebanan Pelat Lantai Perhitungan Momen Penulangan Lapangan Arah x vii
8 5.5. Penulangan Lapangan Arah y Penulangan Tumpuan Arah x Penulangan Tumpuan Arah y Rekapitulasi Tulangan. 11 BAB 6 PERENCANAAN BALOK ANAK 6.1. Perencanaan Balok Anak Perhitungan Lebar Equivalent Lebar Equivalent Balok Anak Balok Anak As A-A Pembebanan Balok Perhitungan Tulangan BAB 7 PERENCANAAN PORTAL 7.1. Perencanaan Portal Dasar Perencanaan Perencanaan Pembebanan Perhitungan Luas Equivalen untuk Plat Lantai Perhitungan Pembebanan Portal Memanjang Pembebanan Balok Induk As A F Pembebanan Sloof Perhitungan Pembebanan Portal Pembebanan Balok Induk As B Pembebanan Ring Balk Penulangan Portal Memanjang Balok dimensi 30/ Balok Dimensi 5/ Penulangan Portal Balok Dimensi 30/ Balok Dimensi 5/ viii
9 7.6. Penulangan Kolom Penulangan Tulangan Lentur Arah X Penulangan Tulangan Lentur Arah Y Tulangan Geser Penulangan Ring Balk Tulangan Lentur Tulangan Geser Penulangan Sloof Tulangan Lentur Tulangan Geser BAB 8 PERENCANAAN PONDASI 8.1. Data Perencanaan Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi Perhitungan Tulangan Lentur Perhitungan Tulangan Geser PENUTUP DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix
10 DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 3.1. Rencana Atap Gambar 3.. Rangka Batang Jurai... 0 Gambar 3.3. Luasan Atap Jurai...1 Gambar 3.4. Luasan Plafon Jurai... Gambar 3.5. Pembebanan Jurai akibat Beban Mati... 4 Gambar 3.6. Pembebanan Jurai akibat Beban Angin Gambar 3.7. Rangka Batang Setengah Kuda-kuda Gambar 3.8. Luasan Atap Setengah Kuda-kuda Gambar 3.9. Luasan Plafon Setengah Kuda-kuda Gambar Pembebanan Setengah Kuda-kuda akibat Beban Mati Gambar Pembebanan Setengah kuda-kuda akibat Beban Angin Gambar 3.1. Rangka Batang Kuda-kuda Trapesium Gambar Luasan Atap Kuda-kuda Trapesium Gambar Luasan Plafon Kuda-kuda Trapesium Gambar Pembebanan Kuda-kuda Trapesium akibat Beban Mati Gambar Pembebanan Kuda-kuda Trapesium akibat Beban Angin Gambar Rangka Batang Kuda-kuda Utama Gambar Luasan Atap Kuda-kuda Utama...73 Gambar Luasan Plafon Kuda-kuda Utama Gambar 3.0. Pembebanan Kuda-kuda Utama akibat Beban Mati Gambar 3.1. Pembebanan Kuda-kuda Utama akibat Beban Angin Gambar 4.1. Perencanaan Tangga Gambar 4.. Detail Tangga Gambar 4.3. Tebal Equivalen....9 Gambar 4.4. Rencana Tumpuan Tangga...94 Gambar 4.5. Pondasi Tangga x
11 Gambar 5.1. Denah Plat Lantai Gambar 5.. Plat Tipe A Gambar 5.3. Perencanaan Tinggi Efektif Gambar 6.1. Denah Rencana Balok Anak Gambar 6.. Pembebanan Balok Anak As A - A Gambar 7.1. Portal Tiga Dimensi...14 Gambar 7.. Denah Portal...15 Gambar 7.3. Pembebanan Portal Memanjang As A F Gambar 7.4. Pembebanan Portal Memanjang As B Gambar 8.1. Perencanaan Pondasi xi
12 DAFTAR TABEL Hal Tabel.1. Koefisien Reduksi Beban hidup... 5 Tabel.. Faktor Pembebanan U.. 7 Tabel.3. Faktor Reduksi Kekuatan ø... 7 Tabel 3.1. Kombinasi Gaya Dalam pada Gording Tabel 3.. Panjang Batang pada Jurai...0 Tabel 3.3. Rekapitulasi Pembebanan Jurai...9 Tabel 3.4. Perhitungan Beban Angin Jurai Tabel 3.5. Rekapitulasi Gaya Batang Jurai...31 Tabel 3.6. Rekapitulasi Perencanaan Profil Jurai Tabel 3.7. Perhitungan Panjang Batang pada Setengah Kuda-kuda Tabel 3.8. Rekapitulasi Pembebanan Setengah Kuda-kuda Tabel 3.9. Perhitungan Beban Angin Setengah Kuda-kuda Tabel Rekapitulasi Gaya Batang Setengah Kuda-kuda Tabel Rekapitulasi Perencanaan Profil Setengah Kuda-kuda Tabel 3.1. Perhitungan Panjang Batang pada Kuda-kuda Trapesium Tabel Rekapitulasi Pembebanan Kuda-kuda Trapesium... 6 Tabel Perhitungan Beban Angin Kuda-kuda Trapesium Tabel Rekapitulasi Gaya Batang Kuda-kuda Trapesium Tabel Rekapitulasi Perencanaan Profil Kuda-kuda Trapesium Tabel Perhitungan Panjang Batang pada Kuda-kuda Utama Tabel Rekapitulasi Beban Mati Kuda-kuda Utama Tabel Perhitungan Beban Angin Kuda-kuda Utama... 8 Tabel 3.0. Rekapitulasi Gaya Batang Kuda-kuda Utama Tabel 3.1. Rekapitulasi Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama Tabel 5.1. Perhitungan Plat Lantai Tabel 5.. Penulangan Plat Lantai...11 xii
13 Tabel 6.1. Perhitungan Lebar Equivalent Tabel 6.. Perhitungan Pembebanan Balok Anak Tabel 6.3. Perhitungan Tulangan Lentur Balok Anak Daerah Lapangan Tabel 6.4. Perhitungan Tulangan Lentur Balok Anak Daerah Tumpuan... 1 Tabel 6.5. Perhitungan Tulangan Geser Balok Anak Tabel 7.1. Hitungan Lebar Equivalen...17 Tabel 7.. Rekapitulasi Hitungan Pembebanan Portal Memanjang Tabel 7.3. Rekapitulasi Hitungan Pembebanan Portal Tabel 7.4. Penulangan Balok Portal Memanjang Dimensi 30/ Tabel 7.5. Penulangan Balok Portal Memanjang Dimensi 5/ Tabel 7.6. Penulangan Balok Portal Dimensi 30/ Tabel 7.7. Penulangan Balok Portal Dimensi 5/ Tabel 7.8. Penulangan Kolom...16 Tabel 7.9. Penulangan Ring Balk Tabel Penulangan Sloof xiii
14 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Data SAP Lampiran Gambar xiv
15 DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL A Luas penampang batang baja (cm) B Luas penampang (m) AS Luas tulangan tekan (mm) AS Luas tulangan tarik (mm) B Lebar penampang balok (mm) C Baja Profil Canal D Diameter tulangan (mm) Def Tinggi efektif (mm) E Modulus elastisitas(m) e Eksentrisitas (m) F c Kuat tekan beton yang disyaratkan (Mpa) Fy Kuat leleh yang disyaratkan (Mpa) g Percepatan grafitasi (m/dt) h Tinggi total komponen struktur (cm) H Tebal lapisan tanah (m) I Momen Inersia (mm) L Panjang batang kuda-kuda (m) M Harga momen (kgm) Mu Momen berfaktor (kgm) N Gaya tekan normal (kg) Nu Beban aksial berfaktor P Gaya batang pada baja (kg) q Beban merata (kg/m) q Tekanan pada pondasi ( kg/m) S Spasi dari tulangan (mm) Vu Gaya geser berfaktor (kg) W Beban Angin (kg) Z Lendutan yang terjadi pada baja (cm) f Diameter tulangan baja (mm) q Faktor reduksi untuk beton xv
16 r s w Ratio tulangan tarik (As/bd) Tegangan yang terjadi (kg/cm3) Faktor penampang xvi
17 MOTTO ü Segalanya dimulai dari dalam pikiran. Jika Anda berpikir kalah, maka Anda akan kalah cepat atau lambat. Sang pemenang adalah orang yang berfikir bahwa dia pasti menang. Untuk itu yakinlah dan percaya diri. (Napoleon Hill) ü Orang harus cukup tegar untuk memaafkan kesalahan,cukup pintar untuk belajar dari kesalahan dan cukup kuat untuk mengoreksi kesalahan. (John Maxwell) ü Semangat. (Anonim) xvii
18 PERSEMBAHAN Untuk keluargaku tercinta. Ayah, Ibu, Kakak, Adek yang selama ini membuat hidupku berwarna Untuk sahabat-sahabatku yang selalu ada Untuk Nenno atas keberadaannya ( I ll always remember u.. J) Para pejoeang D3 Teknik Sipil Gedung angkatan 006. Thank s for all... Untuk ChimpLunK, atas paksaanmu biar aku pendadaran duluan,hahaha matatih ya (I m nothing without u.. J) Untuk semua yang mengenal Rr. Dwi Ratih Isrorini. -TERIMA KASIH- xviii
19 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menghadapi era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencapai proses pembangunan yang maksimal. Proses pembelajaran yang maksimal diperlukan guna menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk bersaing dalam laju perkembangan zaman. Teknik sipil merupakan salah satu bidang yang turut menentukan pesat atau tidaknya sebuah proses pembangunan. Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dituntut melahirkan generasi yang berkualitas, memberikan Tugas Akhir kepada mahasiswa jurusan Teknik Sipil, yaitu sebuah perencanaan struktur gedung bertingkat dengan tujuan menghasilkan sumber daya yang berkompeten sesuai dengan bidangnya. 1.. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari Tugas Akhir antara lain adalah : 1. Mahasiswa mampu menerapkan teori yang didapat dari bangku perkuliahan dalam perhitungan atau perencanaan struktur bangunan gedung.. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman dalam merencanakan suatu struktur bangunan gedung. 3. Mahasiswa mampu merencanakan berbagai struktur bangunan gedung dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. xix 1
20 1.3. Kriteria Perencanaan 1. Spesifikasi Bangunan a. Fungsi bangunan : Perpustakaan b. Luas bangunan : 63 m c. Jumlah lantai : lantai d. Tinggi antar lantai : 4 m e. Konstruksi Atap : Rangka kuda-kuda baja f. Penutup atap : Genteng g. Pondasi : Foot Plat. Spesifikasi Bahan a. Mutu baja profil : BJ 37 b. Mutu beton (f c) :,5 MPa c. Mutu baja tulangan (fy) : Polos 40 MPa. Ulir 400 MPa Peraturan-peraturan yang Berlaku 1. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung SNI Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (Beta Version) SNI xx
21 BAB DASAR TEORI 1.5. Dasar Perencanaan.1.1. Jenis Pembebanan Dalam merencanakan struktur bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, beban angin, beban hidup maupun beban khusus yang bekerja pada struktur bangunan tersebut. Beban-beban yang bekerja pada struktur dihitung menurut SNI Beban-beban tersebut adalah : 1. Beban Mati (q d ) Beban mati adalah berat semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala unsur tambahan, penyelesaian-penyelesaian, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gedung. Untuk merencanakan gedung ini, beban mati yang terdiri dari berat sendiri bahan bangunan dan komponen gedung antara lain adalah : a. Bahan Bangunan: 1. Beton Bertulang kg/m 3. Pasir kg/m 3 3. Beton kg/m 3 b. Komponen Gedung: 1. Langit-langit dan dinding (termasuk rusuk-rusuknya, tanpa penggantung langit-langit atau pengaku), terdiri dari : - semen asbes (eternit) dengan tebal maximum 4mm kg/m - kaca dengan tebal 3-4 mm kg/m. Penutup atap genteng dengan reng dan usuk kg/m 3 xxi
22 3. Penutup lantai dari tegel, keramik dan beton (tanpa adukan) per cm tebal kg/m 4. Adukan semen per cm tebal kg/m. Beban Hidup (ql) Beban hidup adalah semua bahan yang terjadi akibat penghuni atau pengguna suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung itu, sehingga mengakibatkan perubahan pembebanan lantai dan atap tersebut. Khususnya pada atap, beban hidup dapat termasuk beban yang berasal dari air hujan (SNI ). Beban hidup yang bekerja pada bangunan ini disesuaikan dengan rencana fungsi bangunan tersebut. Beban hidup untuk bangunan ini terdiri dari: a. Beban atap kg/m b. Beban tangga dan bordes kg/m c. Beban lantai kg/m Peluang untuk terjadi beban hidup penuh yang membebani semua bagian dan semua unsur struktur pemikul secara serempak selama unsur gedung tersebut adalah sangat kecil, maka pada perencanaan balok induk dan portal dari sistem pemikul beban dari suatu struktur gedung, beban hidupnya dikalikan dengan suatu koefisien reduksi yang nilainya tergantung pada penggunaan gedung yang ditinjau, seperti diperlihatkan pada tabel berikut : xxii
23 Tabel.1. Koefisien Reduksi Beban Hidup Penggunaan Gedung a. PERUMAHAN/HUNIAN Rumah sakit/poliklinik b. PENYIMPANAN Perpustakaan, Ruang Arsip c. TANGGA Perumahan / penghunian, Pertemuan umum, perdagangan dan penyimpanan, industri, tempat kendaraan Sumber: SNI Koefisien Beban Hidup untuk Perencanaan Balok Induk 0,75 0,80 0,90 3. Beban Angin (W) Beban Angin adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara. Beban Angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan negatif (hisapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang yang ditinjau. Besarnya tekanan positif dan negatif yang dinyatakan dalam kg/m ini ditentukan dengan mengalikan tekanan tiup dengan koefisien-koefisien angin. Tekan tiup harus diambil minimum 5 kg/m, kecuali untuk daerah di laut dan di tepi laut sampai sejauh 5 km dari tepi pantai. Pada daerah tersebut tekanan hisap diambil minimum 40 kg/m. Sedangkan koefisien angin untuk gedung tertutup: 1. Dinding Vertikal a. Di pihak angin ,9 b. Di belakang angin ,4. Atap segitiga dengan sudut kemiringan a a. Di pihak angin : a < ,0 a - 0,4 65 < a < ,9 b. Di belakang angin, untuk semua a ,4 4. Beban Gempa (E) xxiii
24 Beban gempa adalah semua beban statik equivalen yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa itu (SNI )..1.. Sistem Kerja Beban Bekerjanya beban untuk bangunan bertingkat berlaku sistem gravitasi, yaitu elemen struktur yang berada di atas akan membebani elemen struktur di bawahnya, atau dengan kata lain elemen struktur yang mempunyai kekuatan lebih besar akan menahan atau memikul elemen struktur yang mempunyai kekuatan lebih kecil. Dengan demikian sistem bekerjanya beban untuk elemen-elemen struktur gedung bertingkat secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : Beban pelat lantai didistribusikan terhadap balok anak dan balok portal, beban balok portal didistribusikan ke kolom dan beban kolom kemudian diteruskan ke tanah dasar melalui pondasi Provisi Keamanan Dalam pedoman beton, SNI struktur harus direncanakan untuk memiliki cadangan kekuatan untuk memikul beban yang lebih tinggi dari beban normal. Kapasitas cadangan ini mencakup faktor pembebanan (U), yaitu untuk memperhitungkan pelampauan beban dan faktor reduksi (Æ), yaitu untuk memperhitungkan kurangnya mutu bahan di lapangan. Pelampauan beban dapat terjadi akibat perubahan dari penggunaan untuk apa struktur direncanakan dan penafsiran yang kurang tepat dalam memperhitungkan pembebanan. Sedang kekurangan kekuatan dapat diakibatkan oleh variasi yang merugikan dari kekuatan bahan, pengerjaan, dimensi, pengendalian dan tingkat pengawasan. Tabel.. Faktor Pembebanan U xxiv
25 No. Kombinasi Beban Faktor U D, L D, L, W D, W D, E 1, D +1,6 L 0,75 ( 1, D + 1,6 L + 1,6 W ) 0,9 D + 1,3 W 0,9 ( D ± E ) Keterangan : D Beban mati L Beban hidup E Beban gempa W Beban angin Tabel.3. Faktor Reduksi Kekuatan Æ No GAYA Æ ,80 0, Lentur tanpa beban aksial Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur Komponen dengan tulangan spiral Komponen lain Geser dan torsi Tumpuan Beton 0,70 0,65 0,75 0,65 Karena kandungan agregat kasar untuk beton struktural seringkali berisi agregat kasar berukuran diameter lebih dari cm, maka diperlukan adanya jarak tulangan minimum agar campuran beton basah dapat melewati tulangan baja tanpa terjadi pemisahan material sehingga timbul rongga-rongga pada beton. Untuk melindungi dari karat dan kehilangan kekuatannya dalam kasus kebakaran, maka diperlukan adanya tebal selimut beton minimum. Beberapa persyaratan utama pada Pedoman Beton SNI adalah sebagai berikut: a. Jarak bersih antara tulangan sejajar yang selapis tidak boleh kurang dari d b atau 5 mm, dimana d b adalah diameter tulangan. b. Jika tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan pada lapisan atas harus diletakkan tepat diatas tulangan di bawahnya dengan jarak bersih tidak boleh kurang dari 5 mm. Tebal selimut beton minimum untuk beton yang dicor setempat adalah: xxv
26 a. Untuk pelat dan dinding 0 mm b. Untuk balok dan kolom 40 mm c. Beton yang berhubungan langsung dengan tanah atau cuaca 50 mm 1.6. Perencanaan Atap 1. Pembebanan Pada perencanaan atap, beban yang bekerja adalah : a. Beban mati b. Beban hidup c. Beban air. Asumsi Perletakan a. Tumpuan sebelah kiri adalah Sendi. b. Tumpuan sebelah kanan adalah Rol.. 3. Analisa struktur pada perencanaan ini menggunakan program SAP Analisa tampang menggunakan peraturan SNI Perhitungan profil kuda-kuda a. Batang tarik Fn rmak sijin ( l 400kg / cm ) 1600kg / cm s ijin s 3 Fbruto 1,15 x Fn ( < F Profil ) Dengan syarat σ terjadi 0,75 σ ijin σ terjadi b. Batang tekan λ lk i x rmak Fprofil E λ g π... dimana, σ leleh 400 kg/cm 0,7. σ leleh xxvi
27 λ s λ λ g Apabila λs 0,5 ω 1 0,5 < λs < 1, ω 1,43 1,6-0,67.l s λs 1, ω 1,5.l s kontrol tegangan : P σ maks.. ω sijin Fp c. Sambungan Tebal plat sambung (d) 0,65 d Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6 s ijin Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. Tumpuan 1,5 s ijin Kekuatan baut P geser. ¼. p. d. t geser P desak d. d. t tumpuan P Jumlah mur-baut à n P maks geser Jarak antar baut Jika 1,5 d S 1 3 d Jika,5 d S 7 d S 1,5 d S 5 d 1.7. Perencanaan Beton Bertulang 1. Pembebanan a. Beban mati b. Beban hidup Tangga 00 kg/m Plat Lantai 50 kg/m xxvii
28 Balok anak 50 kg/m Portal 00 kg/m. Asumsi Perletakan a. Tangga Tumpuan bawah adalah Jepit. Tumpuan tengah adalah Sendi. Tumpuan atas adalah Jepit. b. Plat lantai : jepit penuh c. Balok anak : jepit jepit d. Portal Jepit pada kaki portal. Bebas pada titik yang lain 3. Analisa struktur menggunakan tabel SNI dan program SAP Analisa tampang menggunakan peraturan SNI Pemasangan tulangan lentur disyaratkan sebagai berikut : a. Jarak minimum tulangan sengkang 5 mm b. Jarak maksimum tulangan sengkang 40 atau h M u M n f dimana, f 0, 80 f y m 0,85xf ' M Rn n bxd c r 1 æ ç 1- mè 1-.m.Rn fy ö ø rb 0,85.fc æ 600. b. ç fy è 600+ fy r max 0,75. rb r min < r < r maks r < r min ö ø tulangan tunggal dipakai r min xxviii
29 As r ada. b. d Luas tampang tulangan As Jumlah tulangan x Luas Perhitungan tulangan geser : f 0,60 V c 1 f'c b d 6 f Vc0,6 x Vc Φ.Vc Vu 3 Φ Vc Vu < Æ Vc < 3 Ø Vc Vs perlu Vu Vc ( Av. fy. d) Vs ada s à (perlu tulangan geser) à (tidak perlu tulangan geser) à (pilih tulangan terpasang) à (pakai Vs perlu) 1.8. Perencanaan Pondasi 1. Pembebanan Beban aksial dan momen dari analisa struktur portal akibat beban mati dan beban hidup.. Analisa tampang menggunakan peraturan SNI Perhitungan kapasitas dukung pondasi (Terzaghi): q ada q u q ijin P A 1,3 c N c + q N q + 0,4 γ B Nγ q u / SF q ada q ijin (aman) Eksentrisitas à M e N Agar pondasi tidak mengguling, N 6M s + BL BL e L 6 xxix
30 Sedangkan pada perhitungan tulangan lentur Mu ½. qu. t f ý m 0,85 f'c M n Rn b d r 1 æ ç 1- mè 1-.m.Rn fy ö ø 0,85. fc æ 600 ö rb. b. ç fy è 600+ fyø r max 0,75. rb r min 1,4 f y r min < r < r maks r < r min As r ada. b. d tulangan tunggal dipakai r min Luas tampang tulangan As Jumlah tulangan Luas xxx
31 Perhitungan tulangan geser : Vu s x A efektif f 0,60 V c 1 6 x f ' cxbxd f Vc0,6 x Vc Φ.Vc Vu 3 Φ Vc Vu < Æ Vc < 3 Ø Vc Vs perlu Vu Vc à (perlu tulangan geser) à (tidak perlu tulangan geser) à (pilih tulangan terpasang) Vs ada ( Av. fy. d) s à (pakai Vs perlu) xxxi
32 BAB 3 PERENCANAAN ATAP 3.1. Rencana Atap G J KU L KT SK1 KU N SK1 KT Gambar 3.1. Rencana Atap Keterangan : KU Kuda-kuda utama G Gording KT Kuda-kuda trapesium N Nok SK1 Setengah kuda-kuda utama L Lisplank SK Setengah kuda-kuda J Jurai 14 xxxii
33 3.. Dasar Perencanaan Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana atap adalah sebagai berikut : a. Bentuk rangka kuda-kuda : seperti tergambar. b. Jarak antar kuda-kuda : 4 m c. Kemiringan atap (a) : 30 d. Bahan gording : baja profil lip channels ( ). e. Bahan rangka kuda-kuda : baja profil double siku sama kaki (ûë). f. Bahan penutup atap : genteng. g. Alat sambung : baut-mur. h. Jarak antar gording :,309 m i. Bentuk atap : limasan. j. Mutu baja profil : Bj-37 ( σ ijin 1600 kg/cm ) ( σ leleh 400 kg/cm ) 3.3. Perencanaan Gording Perencanaan Pembebanan Dicoba menggunakan gording dengan dimensi baja profil tipe lip channels/ kanal kait ( ) ,15 pada perencanaan kuda- kuda dengan data sebagai berikut : a. Berat gording 9,095 kg/m. f. t s 3,15 mm b. I x 587,434 cm 4. g. t b 3,15 mm c. I y 101,974 cm 4. h. Z x 65,70 cm 3. d. h 180 mm i. Z y 19,03 cm 3. e. b 80 mm xxxiii
34 Kemiringan atap (a) 30. Jarak antar gording (s),309 m. Jarak antar kuda-kuda utama 4,00 m. Pembebanan berdasarkan SNI , sebagai berikut : a. Berat penutup atap 50 kg/m. b. Beban angin 5 kg/m. c. Berat hidup (pekerja) 100 kg. d. Berat penggantung dan plafond 18 kg/m Perhitungan Pembebanan a. Beban Mati (titik) y x q x a P q y Berat gording 9,095 kg/m Berat Plafond (,0 18 ) 36 kg/m Berat penutup atap (, ) 115,45 kg/m q 160,545 kg/m + q x q sin a 160,545 sin 30 80,73 kg/m. q y q cos a 160,545 cos ,036 kg/m. M x1 1 / 8. q y. L 1 / 8 139,036 (4) 78,07 kgm. M y1 1 / 8. q x. L 1 / 8 80,73 (4) 160,545 kgm. b. Beban hidup y xxxiv x P x
35 P diambil sebesar 100 kg. P x P sin a 100 sin kg. P y P cos a 100 cos 30 86,603 kg. M x 1 / 4. P y. L 1 / 4 86, ,603 kgm. M y 1 / 4. P x. L 1 / km. c. Beban angin TEKAN HISAP Beban angin kondisi normal, minimum 5 kg/m. Koefisien kemiringan atap (a) 30. 1) Koefisien angin tekan (0,0a 0,4) 0, ) Koefisien angin hisap 0,4 Beban angin : 1) Angin tekan (W 1 ) koef. Angin tekan beban angin ½ (s 1 +s ) 0, 5 ½ (,309 +,309) 11,545 kg/m. ) Angin hisap (W ) koef. Angin hisap beban angin ½ (s 1 +s ) 0,4 5 ½ (,309 +,309) -3,090 kg/m. Beban yang bekerja pada sumbu x, maka hanya ada harga M x : 1) M x (tekan) 1 / 8. W 1. L 1 / 8 11,545 (4) 3,090 kgm. ) M x (hisap) 1 / 8. W. L 1 / 8-3,090 (4) -46,180 kgm. Tabel 3.1. Kombinasi Gaya Dalam pada Gording xxxv
36 Momen Beban Mati Beban Beban Angin Kombinasi Hidup Tekan Hisap Minimum Maksimum M x 78,07 86,603 3,090-46, , ,765 M y 160, ,545 10, Kontrol Terhadap Tegangan Kontrol terhadap tegangan Minimum M x 318,495 kgm 31849,5 kgcm. M y 10,545 kgm 1054,5 kgcm. σ æ M ç è Z X X ö ø æ M + ç è Z Y Y ö ø æ 31849,5ö ç è 65,70 ø æ 1054,5ö + ç è 19,03 ø 109,107 kg/cm < s ijin 1600 kg/cm Kontrol terhadap tegangan Maksimum M x 387,765 kgm M y 10,545 kgm 38776,5 kgcm. 1054,5 kgcm. σ æ M ç è Z X X ö ø æ M + ç è Z Y Y ö ø æ 38776,5ö ç è 65,70 ø æ 1054,5ö + ç è 19,03 ø 155,698 kg/cm < s ijin 1600 kg/cm xxxvi
37 Kontrol Terhadap Lendutan Di coba profil : ,15 q x 0,8073 kg/cm E, kg/cm q y 1,39036 kg/cm I x 587,434 cm 4 P x 50 kg I y 101,974 cm 4 P y 86,603 kg Z ijin 1 400, cm q x.l Z x 384.E.I y 3 Px.L + 48.E.I y ,8073 (400) , ,974 48, ,974 1,561 cm q y.l Py.L Z y E.I x 48.E.I x ,39036 (400) 86,603 (400) , ,434 48, ,434 0,469 cm Z x Z + Z y ( 1,561) + (0,469) 1,630 cm Z Z ijin 1,630 cm, cm aman! Jadi, baja profil lip channels ( ) dengan dimensi ,15 aman dan mampu menerima beban apabila digunakan untuk gording. xxxvii
38 3.4. Perencanaan Jurai Gambar 3.. Rangka Batang Jurai Perhitungan Panjang Batang Jurai Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.. Panjang Batang pada Jurai Nomer Batang Panjang Batang (m) 1,848,848 3,848 4,88 5 3, , , , ,81 10, , ,643 xxxviii
39 i l 13 3,117 14, , , Perhitungan luasan jurai j G 1 i k i' l m n j k i' h g m n h' o p g' q r f f' e e' d d' c c' b b' 9 a a' s h g h' f g' f' e o e' p q r s 6 d d' 7 c c' 8 b b' 9 a a' Gambar 3.3. Luasan Atap Jurai Panjang j1 ½.,309 1,155 m Panjang j ,155 m Panjang aa,500 m Panjang a s 4,500 m Panjang cc 1,500 m Panjang c q 3,500 m Panjang ee 0,500 m Panjang e o,500 m Panjang gg g m 1,500 m Panjang ii i k 0,500 m Luas aa sqc c (½ (aa + cc ) 7-9) + (½ (a s + c q) 7-9) (½ (,5 + 1,5 ). 1,155) + (½ (4,5 + 3,5). 1,155) xxxix
40 13,86 m Luas cc qoe e (½ (cc + ee ) 5-7 ) + (½ (c q + e o) 5-7) ( ½ ( 1,5 + 0,5 ). 1,155 ) + (½ (3,5 +,5). 1,155) 9,4 m Luas ee omg gff (½ 4-5. ee ) + (½ (e o + g m) 3-5) + (½ (ff + gg ) 3-5) (½ 1,155 0,5) + (½ (,5 + 1,5),31) + (½ ( + 1,5),31) 8,95 m Luas gg mki i (½ (gg + ii ) 1-3) (½ (1,5 + 0,5). 1,155) 4,6 m Luas jii k (½ ii j1) (½ 0,5 1,155) 0,578 m j G 1 i k i' l m n j k 1 l i i' m n h h' o p 3 g g' q r 4 f f' s 5 e e' 6 d d' 7 c c' 8 b b' 9 a a' h g h' f g' f' e o e' p q r s 6 d d' 7 c c' 8 b b' 9 a a' Gambar 3.4. Luasan Plafon Jurai Panjang j1 ½.,000 1 m Panjang j m Panjang bb,000 m Panjang b r 4,000 m xl
41 Panjang cc 1,500 m Panjang c q 3,500 m Panjang ee 0,500 m Panjang e o,500 m Panjang gg g m 1,500 m Panjang ii i k 0,500 m Luas bb rqc c (½ (bb + cc ) 7-8) + (½ (b r + c q) 7-8) (½ (,0 + 1,5) 1) + (½ (4 + 3,5) 1) 5,50 m Luas cc qoe e (½ (cc + ee ) 5-7) + (½ (c q + e o) 5-7) (½ (1,5 + 0,5). 1) + (½ (3,5 +,5). 1) 8,50 m Luas ee omg gff (½ 4-5. ee ) + (½ (e o + g m) 3-5) + (½ (ff + gg ) 3-5) (½ 1 0,5) + (½ (,5 + 1,5) ) + (½ ( + 1,5) ) 7,75 m Luas gg mki i (½ (gg + ii ) 1-3) (½ (1,5 + 0,5). 1 ) 4,00 m Luas jii k (½ ii j1) (½ 0,5 1) 0,50 m Perhitungan Pembebanan Jurai Data-data pembebanan : Berat gording 9,095 kg/m Berat penutup atap 50 kg/m Berat plafon dan penggantung 18 kg/m Berat profil kuda-kuda 15 kg/m xli
42 P6 P5 P3 P4 8 P1 5 1 P 9 P P10 1 P P P7 Gambar 3.5. Pembebanan jurai akibat beban mati a. Beban Mati 1) Beban P1 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording bb r 9,095 (,0+4,0) 54,570 kg b) Beban Atap luasan aa sqc c berat atap 13, kg c) Beban Plafon luasan bb rqc c berat plafon 5, kg d) Beban Kuda-kuda ½ btg (1 + 5) berat profil kuda-kuda ½ (, ,055) 15 44,73 kg e) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 44,73 13,8 kg f) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 44,73 4,47 kg ) Beban P xlii
43 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording dd p 9,095 (1,0+3,0) 36,380 kg b) Beban Atap luasan cc qoe e berat atap 9, kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (3, ,81 +, ,055 ) 15 73,508 kg d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 73,508,05 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 73,508 7,351 kg 3) Beban P3 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording ff n 9,095 (,0+,0) 36,380 kg b) Beban Atap luasan ee omg gff berat atap 8, ,5 kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg (6 + 11) berat profil kuda-kuda ½ (3, ,643) 15 35,35 kg d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 35,35 10,571 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 35,35 3,54 kg 4) Beban P4 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording ff n 9,095 (,0+,0) 36,380 kg b) Beban Atap luasan ee omg g berat atap 8, ,5 kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (1, , ,055) 15 xliii
44 58,613 kg d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 58,613 17,584 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 58,613 5,861 kg 5) Beban P5 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording hh l 9,095 (1,0+1,0) 18,190 kg b) Beban Atap luasan gg mki i berat atap 4, kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (3,055 +, , ,055) 15 9,438 kg d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 9,438 7,731 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 9,438 9,44 kg 6) Beban P6 a) Beban Atap luasan jii k berat atap 0, ,9 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg (8+16) berat profil kuda-kuda ½ (3, ,619) 15 50,055 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 50,055 15,017 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 50,055 5,006 kg 7) Beban P7 a) Beban Plafon luasan jii k berat plafon 0, kg xliv
45 b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (3, ,751 +,88) 15 76,485 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 76,485,946 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 76,485 7,649 kg 8) Beban P8 a) Beban Plafon luasan gg mki i berat plafon kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (,88 +, ,117 +,848) 15 84,48 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 84,48 5,38 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 84,48 8,443 kg 9) Beban P9 a) Beban Plafon luasan ee omg gff berat plafon 7, , 5 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg (3 + 1) berat profil kuda-kuda ½ (,848+1,643) 15 33,683 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 33,683 10,105 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 33,683 3,368 kg 10) Beban P10 a) Beban Plafon luasan ee omg g berat plafon 7, ,5 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda xlv
46 ½ (1,643 +,870 +,848) 15 55,08 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 55,08 16,56 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 55,08 5,51 kg 11) Beban P11 a) Beban Plafon luasan cc qoe e berat plafon 8, kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (, ,81 +,848) 5 48,878 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 48,878 14,663 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 48,878 4,888 kg xlvi
47 Tabel 3.3. Rekapitulasi Pembebanan Jurai Beban Input Beban Beban Beban Beban Plat Beban Jumlah Kudakuda 000 SAP Beban Atap gording Bracing Penyambung Plafon Beban (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) ( kg ) P ,570 44,73 4,47 13, , P 46 36,380 73,508 7,351,05-601,91 60 P3 447,5 36,380 35,35 3,54 10, , P4 447,5 36,380 58,613 5,861 17, , P ,190 9,438 9,44 7, , P6 8,9-50,055 5,006 15,017-98, P ,485 7,649, , P ,48 8,443 5, , P ,683 3,368 10, ,5 186, P ,08 5,51 16,56 139,5 16, P ,878 4,888 14, ,49 b. Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1 P P5 P6 100 kg ; P3 P4 50 kg xlvii
48 c. Beban Angin Perhitungan beban angin : W6 W5 W4 8 W W 13 W Gambar 3.6. Pembebanan Jurai akibat Beban Angin Beban angin kondisi normal, minimum 5 kg/m. Koefisien angin tekan 0,0a - 0,40 (0,0 30) 0,40 0, a) W1 luasan koef. angin tekan beban angin 18,48 0, 5 9,4 kg b) W luasan koef. angin tekan beban angin 13,86 0, 5 69,3 kg c) W3 luasan koef. angin tekan beban angin 9,4 0, 5 46, kg d) W4 luasan koef. angin tekan beban angin 9,4 0, 5 46, kg e) W5 luasan koef. angin tekan beban angin 4,6 0, 5 3,1 kg f) W6 luasan koef. angin tekan beban angin 0,578 0, 5,89 kg Tabel 3.4. Perhitungan Beban Angin Jurai xlviii
49 Beban Wx (Untuk Input Wy (Untuk Input Beban (kg) Angin W.Cos a (kg) SAP000) W.Sin a (kg) SAP000) W1 9,4 80, ,00 47 W 69,3 60, , W3 46, 40, ,100 4 W4 46, 40, ,100 4 W5 3,1 0, ,550 1 W6,89, ,445 Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang setengah kuda-kuda sebagai berikut : Tabel 3.5. Rekapitulasi Gaya Batang Jurai kombinasi Batang Tarik (+) (kg) Tekan (-) (kg) 1 650,71 604, , , , , , , , , ,1 1 19, , , , , Perencanaan Profil Jurai xlix
50 a. Perhitungan profil batang tarik P maks. 1830,39 kg s ijin 1600 kg/cm P 1830,39 maks. F netto σ ijin ,144 cm F bruto 1,15. F netto 1,15. 1,144 cm 1,316 cm Dicoba, menggunakan baja profil ûë F. 1,74 cm 3,48 cm. F penampang profil dari tabel profil baja Kontrol tegangan yang terjadi : σ Pmaks. 0,85. F 1830,39 0,85.3,48 618,793 kg/cm /cm 100 kg/cm... aman!! Digunakan profil ûë dengan pertimbangan penggunaan baut ukuran ½ inches 1,7 mm. b. Perhitungan profil batang tekan P maks. 380,10 kg lk,870 m 87 cm Dicoba, menggunakan baja profil ûë i x 1,35 cm F. 4,3 cm 8,6 cm. λ lk i x 87 1,35 1,593 cm λ g π E 0,7.σ 111cm leleh...dimana, σ leleh 400 kg/cm l
51 λ s λ λ g 1,915 1, Karena l c < 1, maka : ω 1,5λ 1,5 (1,915) 4,584 s σ Pmaks..ω F 380,10 4,584 8,6 168,649 kg/cm s s ijin 168,649 kg/cm 1600 kg/cm... aman!! Digunakan profil ûë dengan pertimbangan penggunaan baut ukuran ½ inches 1,7 mm Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 1,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang 13,7 mm. Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65. 1,7 7,94 mm. li
52 Menggunakan tebal plat 8 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : a) P geser. ¼. p. d. t geser. ¼. p. (1,7) ,96 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,8. 1, ,40 kg P yang menentukan adalah P geser 430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 1830,39 n 0,753 ~ buah baut P 430,96 geser Digunakan : buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1,5 d 1,73. 1,7,197 cm cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5. 1,7 6,35 cm 6 cm b. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 1,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang 13,7 mm. Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65 x 1,7 7,94 mm. lii
53 Menggunakan tebal plat 8 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : a) P geser. ¼. p. d. t geser. ¼. p. (17) ,96 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,8. 1, ,40 kg P yang menentukan adalah P geser 430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 380,10 n 0,979 ~ buah baut P 430,96 geser Digunakan : buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1,5 d,5. 1,7 3,175 cm 3 cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5. 1,7 6,35 cm 6 cm liii
54 Tabel 3.6. Rekapitulasi Perencanaan Profil Jurai Nomer Batang Dimensi Profil Baut (mm) 1 ûë Æ 1,7 ûë Æ 1,7 3 ûë Æ 1,7 4 ûë Æ 1,7 5 ûë Æ 1,7 6 ûë Æ 1,7 7 ûë Æ 1,7 8 ûë Æ 1,7 9 ûë Æ 1,7 10 ûë Æ 1,7 11 ûë Æ 1,7 1 ûë Æ 1,7 13 ûë Æ 1,7 14 ûë Æ 1,7 15 ûë Æ 1,7 16 ûë Æ 1,7 liv
55 3.5. Perencanaan Setengah Kuda-kuda Gambar 3.7. Rangka Batang Setengah Kuda-kuda Perhitungan Panjang Batang Setengah Kuda-kuda Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.7. Perhitungan Panjang Batang pada Setengah Kuda-kuda Nomer Batang Panjang Batang 1,08,08 3,08 4,000 5,309 6,309 7,309 8, ,81 10, , ,643 13,391 lv
56 14, , , Perhitungan luasan Setengah Kuda-kuda k j G k g h i j i f e' d' c' b' a' e d c h b a g f e' d' c' b' a' e d c b a Gambar 3.8. Luasan Atap Setengah Kuda-kuda Panjang ak Panjang bj Panjang ci Panjang dh Panjang eg 9 m 7 m 5 m 3 m 1 m Panjang a b b c c d d e,309 m Panjang e f ½,309 1,155 m Luas abjk ½ (ak + bj) a b ½ (9 + 7),309 18,47 m Luas bcij ½ (bj + ci) b c lvi
57 ½ (7 + 5),309 13,854 m Luas cdhi ½ (ci + dh) c d ½ (5 + 3),309 9,36 m Luas degh ½ (dh + eg) d e ½ (3 + 1),309 4,618 m Luas efg ½ eg e f ½ 1 1,155 0,578 m G k j k g h i j i f e' d' c' b' a' e d c h b a g f e' d' c' b' a' e d c b a Gambar 3.9. Luasan Plafon Panjang ak Panjang bj Panjang ci Panjang dh Panjang eg 8 m 7 m 5 m 3 m 1 m Panjang a b e f 1 m lvii
58 Panjang b c c d d e m Luas abjk ½ (ak + bj) a b ½ (8 + 7) 1 7,5 m Luas bcij ½ (bj + ci) b c ½ (7 + 5) 1 m Luas cdhi ½ (ci + dh) c d ½ (5 + 3) 8 m Luas degh ½ (dh + eg) d e ½ (3 + 1) 4 m Luas efg ½ eg e f ½ 1 1 0,5 m Perhitungan Pembebanan Setengah Kuda-kuda Data-data pembebanan : Berat gording 9,095 kg/m Berat penutup atap 50 kg/m Berat profil 15 kg/m lviii
59 P6 P5 P4 8 P1 P 6 10 P P9 P8 P7 P11 P10 Gambar Pembebanan Setengah Kuda-kuda akibat Beban Mati a. Beban Mati 1) Beban P1 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording 9, ,760 kg b) Beban Atap luasan abjk berat atap 18, ,6 kg c) Beban Plafon luasan abjk berat plafon 7, kg d) Beban Kuda-kuda ½ btg (1 + 5) berat profil kuda-kuda ½ (,08 +,309) 15 3,58 kg e) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 3,58 9,758 kg f) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 3,58 3,53 kg ) Beban P a) Beban Gording berat profil gording panjang gording lix
60 9, ,570 kg b) Beban Atap luasan bcij berat atap 13, ,7 kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (,309+0,81+,059+,309) 15 56,35 kg d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 56,35 16,871 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 56,35 5,64 kg 3) Beban P3 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording 9, ,380 kg b) Beban Atap luasan cdhi berat atap 9, ,8 kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg (6 + 11) berat profil kuda-kuda ½ (, ,643) 15 9,640 kg d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 9,640 8,89 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 9,640,964 kg 4) Beban P4 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording 9, ,380 kg b) Beban Atap luasan cdhi berat atap 9, ,8 kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (1,643 +,391 +,309) 15 47,573 kg lx
61 d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 47,573 14,7 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 47,573 4,757 kg 5) Beban P5 a) Beban Gording berat profil gording panjang gording 9,095 18,190 kg b) Beban Atap luasan degh berat atap 4, ,9 kg c) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (,309+,464+3,174+,309) 15 76,90 kg d) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 76,90 3,076 kg e) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 76,90 7,69 kg 6) Beban P6 a) Beban Atap luasan efg berat atap 0, ,900 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg (8 + 16) berat profil kuda-kuda ½ (, ,619) 15 44,460 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 44,460 13,338 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 44,460 4,446 kg 7) Beban P7 a) Beban Plafon luasan efg berat plafon 0, ,404 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda lxi
62 ½ (3, ,174 + ) 15 65,948 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 65,948 19,784 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 65,948 6,595 kg 8) Beban P8 a) Beban Plafon luasan degh berat plafon 4, ,14 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ ( +,464 +,391 +,08) 15 66,63 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 66,63 19,987 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 66,63 6,66 kg 9) Beban P9 a) Beban Plafon luasan cdhi berat plafon 9, ,48 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg (3 + 1) berat profil kuda-kuda ½ (,08 + 1,643) 15 7,533 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 7,533 8,60 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 7,533,753 kg 10) Beban P10 a) Beban Plafon luasan cdhi berat plafon 9, ,48 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (1,643 +,059 +,08) 15 lxii
63 4,975 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 4,975 1,893 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 4,975 4,98 kg 11) Beban P11 a) Beban Plafon luasan bcij berat plafon 13, ,37 kg b) Beban Kuda-kuda ½ btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ (,08 + 0,81 +,08) 15 36,578 kg c) Beban Plat Sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 36,578 10,973 kg d) Beban Bracing 10% beban kuda-kuda 10 % 36,578 3,658 kg lxiii
64 Tabel 3.8. Rekapitulasi Pembebanan Setengah Kuda-kuda Input Beban Beban Beban Beban Beban Plat Beban Jumlah SAP Beban Atap gording Kuda-kuda Bracing Penyambung Plafon Beban 000 (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) ( kg ) P1 93,6 7,760 3,58 3,53 9, , P 63,7 54,570 56,35 5,64 16, , P3 461,8 36,380 9,640,964 8,89-539, P4 461,8 36,380 47,573 4,757 14,7-564, P5 30,9 18,190 76,90 7,69 3, , P6 8,9-44,460 4,446 13,338-91,144 9 P ,948 6,595 19,784 10,404 10, P ,63 6,66 19,987 83,14 176, P ,533,753 8,60 166,48 04, P ,975 4,98 1, ,48 6,414 7 P ,578 3,658 10,973 49,37 300, b. Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P 1, P, P 5, P kg; P 3, P 4 50 kg lxiv
65 c. Beban Angin Perhitungan beban angin : W6 W5 W4 8 W1 W 5 9 W Gambar Pembebanan Setengah Kuda-kuda akibat Beban Angin Beban angin kondisi normal, minimum 5 kg/m. Koefisien angin tekan 0,0a - 0,40 (0,0 30) 0,40 0, a) W1 luasan koef. angin tekan beban angin 18,47 0, 5 9,360 kg b) W luasan koef. angin tekan beban angin 13,854 0, 5 69,70 kg c) W3 luasan koef. angin tekan beban angin 9,36 0, 5 46,180 kg d) W4 luasan koef. angin tekan beban angin 9,36 0, 5 46,180 kg e) W5 luasan koef. angin tekan beban angin 4,618 0, 5 3,090 kg f) W6 luasan koef. angin tekan beban angin 0,578 0, 5,890 kg Tabel 3.9. Perhitungan Beban Angin Setengah Kuda-kuda lxv
66 Beban Angin Beban (kg) Wx W.Cos a (kg) Untuk Input SAP000 Wy W.Sin a (kg) Untuk Input SAP000 W1 9,360 79, , W 69,70 59, , W3 46,180 39, ,090 4 W4 46,180 39, ,090 4 W5 3,090 19, ,545 1 W6,890, ,445 Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut : Tabel Rekapitulasi Gaya Batang Setengah Kuda-kuda Kombinasi Batang Tarik (+) ( kg ) Tekan (-) ( kg ) 1 577,88 548, , , , , , , , , , , , , , ,1 lxvi
67 Perencanaan Profil Setengah Kuda- kuda a. Perhitungan profil batang tarik P maks. 1573,18 kg s ijin 1600 kg/cm P 1573,18 maks. F netto σ ijin ,983 cm F bruto 1,15. F netto 1,15. 0,983 cm 1,131 cm Dicoba, menggunakan baja profil ûë F. 1,74 cm 3,48 cm. F penampang profil dari tabel profil baja Kontrol tegangan yang terjadi : σ Pmaks. 0,85. F 1573,18 0,85.3,48 531,839 kg/cm s 0,75s ijin 531,839 kg/cm 100 kg/cm... aman!! Digunakan profil ûë dengn pertimbangan penggunaan baut ukuran ½ inches 1,7 mm. b. Perhitungan profil batang tekan P maks. 010,38 kg lk,059 m 05,9 cm n.lk.pmax I min π E 3.(05,9).010,38 6 (3,14).(,1.10 ) 1,349 cm 4 Dicoba, menggunakan baja profil ûë i x 1,1 cm lxvii
68 F. 3,08 6,16 cm λ lk i x 05,9 170,165 1,1 cm λ λ g π E 0,7. σ 111cm λ λ leleh 170, s g... dimana, σ 1,533 leleh 400 kg/cm Karena l c < 1, maka : ω 1,5λ 1,5 (1,533),938 s Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks..ω σ F 010,38,938 6,16 958,746 kg/cm s s ijin 958,746 kg/cm 1600 kg/cm aman!! Digunakan profil ûë dengn pertimbangan penggunaan baut ukuran ½ inches 1,7 mm Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 1,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang 13,7 mm. Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65. 1,7 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm lxviii
69 Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : a) P geser. ¼. p. d. t geser. ¼. p. (1,7) ,96 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,9. 1, ,0 kg P yang menentukan adalah P geser 430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 1573,18 n 0,647 ~ buah baut P 430,96 geser Digunakan : buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1 1,73 d,5. 1,7,197 cm cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5. 1,7 6,35 cm 6 cm lxix
70 b. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 1,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang 13,7 mm. Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65 x 1,7 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : a) P geser. ¼. p. d. t geser. ¼. p. (17) ,96 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,9. 1, , kg P yang menentukan adalah P geser 430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 010,38 n 0,87 ~ buah baut P 430,96 geser Digunakan : buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1,5 d,5. 1,7 3,175 cm 3 cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5. 1,7 lxx
71 6,35 cm 6 cm Tabel Rekapitulasi Perencanaan Profil Setengah Kuda-kuda Nomer Batang Dimensi Profil Baut (mm) 1 ûë Æ 1,7 ûë Æ 1,7 3 ûë Æ 1,7 4 ûë Æ 1,7 5 ûë Æ 1,7 6 ûë Æ 1,7 7 ûë Æ 1,7 8 ûë Æ 1,7 9 ûë Æ 1,7 10 ûë Æ 1,7 11 ûë Æ 1,7 1 ûë Æ 1,7 13 ûë Æ 1,7 14 ûë Æ 1,7 15 ûë Æ 1,7 16 ûë Æ 1,7 lxxi
72 3.6. Perencanaan Kuda-kuda Trapesium Gambar 3.1. Rangka Batang Kuda-kuda Trapesium Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda Trapesium Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.1. Perhitungan Panjang Batang pada Kuda-kuda Trapesium Nomer Batang Panjang Batang (m) 1,08,08 3,08 4,000 5,000 6,08 7,08 8,08 9,309 10,309 11,000 1,000 13,000 14,000 15,309 16,309 lxxii
73 17 0,81 18, ,643 0, ,309, ,309 4, ,309 6, ,643 8, , Perhitungan luasan kuda-kuda trapesium d e G c f d e b g c f b g a h a h Gambar Luasan Atap Kuda-kuda Trapesium Panjang ah Panjang bg Panjang cf 4,5 m 3,5 m,5 m lxxiii
74 Panjang de Panjang ab Panjang bc Panjang cd,0 m,309 m,309 m 1,155 m æ ah+ bgö Luas abgh ç ab è ø æ 4,5+ 3,5ö ç,309 è ø 9,36 m æ bg+ cf ö Luas bcfg ç bc è ø æ 3,5+,5ö ç,309 è ø 6,97 m æ cf + deö Luas cdef ç cd è ø æ,5+,0ö ç 1,155 è ø,599 m d e G c f d e b g c f b a g h a h lxxiv
75 Gambar Luasan Plafon Kuda-kuda Trapesium Panjang ah Panjang bg Panjang cf Panjang de Panjang ab Panjang bc Panjang cd 4,0 m 3,5 m,5 m,0 m 1,0 m,0 m,0 m æ ah+ bgö Luas abgh ç ab è ø æ 4,0+ 3,5ö ç 1,0 è ø 3,75 m æ bg+ cf ö Luas bcfg ç bc è ø æ 3,5+,5ö ç,0 è ø 6,0 m æ cf + deö Luas cdef ç cd è ø æ,5+,0ö ç 1,0 è ø,5 m Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Trapesium Data-data pembebanan : Berat gording 9,095 kg/m Berat penutup atap 50 kg/m Berat profil 15 kg/m lxxv
76 P3 P4 P5 P6 P7 P P8 P P9 P16 P15 P14 P13 P1 P11 P10 Gambar Pembebanan Kuda-kuda Trapesium akibat Beban Mati a. Beban Mati 1) Beban P1 P9 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095 4,0 36,380 kg b) Beban atap Luasan Berat atap 9, ,8 kg c) Beban plafon Luasan berat plafon 3, ,5 kg d) Beban kuda-kuda ½ Btg (1 + 9) berat profil kuda kuda ½ (,08 +,309) 15 3,58 kg e) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 3,58 9,758 kg f) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 3,58 3,53 kg ) Beban P P8 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095 3,0 7,85 kg b) Beban atap Luasan Berat atap 6, ,35 kg lxxvi
77 c) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (, ,81 +,059 +,309) 15 56,35 kg d) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 56,35 16,871 kg e) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 56,35 5,64 kg 3) Beban P3 P7 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095,0 18,190 kg b) Beban atap Luasan Berat atap, ,95 kg c) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (, ,643 +,391 + ) 15 6,573 kg d) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 6,573 18,77 kg e) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 6,573 6,57 kg f) Beban reaksi reaksi jurai 1 + reaksi jurai 1578,46 kg + 138,39 kg 816,85 kg 4) Beban P4 P6 a) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ ( + 1,309 +,391 + ) 15 57,750 kg b) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 57,750 17,35 kg c) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 57,750 5,775 kg 5) Beban P5 a) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda lxxvii
78 ½ ( + 1,309 + ) 15 39,818 kg b) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 39,818 11,945 kg c) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 39,818 3,98 kg d) Beban reaksi reaksi ½ kuda-kuda 1 + reaksi ½ kuda-kuda 1595,49 kg + 13,70 kg 819,19 kg 6) Beban P10 P16 a) Beban plafon Luasan berat plafon kg b) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (,08 + 0,81 +,08) 15 36,578 kg c) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 36,578 10,973 kg d) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 36,578 3,658 kg 7) Beban P11 P15 a) Beban plafon Luasan berat plafon, ,5 kg b) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (,08 +, ,643 +,08) 15 58,185 kg c) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 58,185 17,456 kg d) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 58,185 5,819 kg e) Beban reaksi reaksi jurai 1 + reaksi jurai 840,30 kg + 319,46 kg 1159,76 kg 8) Beban P1 P14 a) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda lxxviii
79 ½ (,08 +, ,309 + ) 15 57,960 kg b) Beban plat sambung 30% beban kuda-kuda 30% 57,960 17,388 kg c) Beban bracing 10% beban kuda-kuda 10% 57,960 5,796 kg 9) Beban P13 a) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ ( +, ,309 +,391 + ) 15 75,683 kg b) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 75,683,705 kg c) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 75,683 7,568 kg d) Beban reaksi reaksi ½ kuda-kuda 1 + reaksi ½ kuda-kuda 96,58 kg + 338, kg 164,80 kg Beban Tabel Rekapitulasi Pembebanan Kuda-kuda Trapesium Beban Beban Beban Beban Beban Plat Beban Kuda - Atap gording Bracing Penyambung Plafon kuda (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) Beban Reaksi (kg) Jumlah Beban (kg) P1P9 461,8 36,380 3,58 3,53 9,758 67,5-611,19 61 PP8 346,35 7,85 56,35 5,64 16, , Input SAP (kg) P3P7 19,95 18,190 6,573 6,57 18,77-816,85 305, P4P ,750 5,775 17, , P ,818 3,98 11, ,19 874, P10P ,578 3,658 10, , P11P ,185 5,819 17,456 40,5 1159,76 181,70 18 P1P ,960 5,796 17, ,144 8 P ,683 7,568, , , Beban Hidup lxxix
80 Beban hidup yang bekerja pada P1, P, P4, P5, P6, P8, P9 100 kg lxxx
81 Beban Angin Perhitungan beban angin : W3 W4 W W5 W W6 Gambar Pembebanan Kuda-kuda Trapesium akibat Beban Angin Beban angin kondisi normal, minimum 5 kg/m. 1) Koefisien angin tekan 0,0a - 0,40 (0,0 35) 0,40 0, a) W1 luasan koef. angin tekan beban angin 9,36 0, 5 46,180 kg b) W luasan koef. angin tekan beban angin 6,97 0, 5 34,635 kg c) W3 luasan koef. angin tekan beban angin,599 0, 5 1,995 kg ) Koefisien angin hisap - 0,40 a) W4 luasan koef. angin tekan beban angin,599-0,4 5-5,990 kg b) W5 luasan koef. angin tekan beban angin 6,97-0,4 5-69,70 kg c) W6 luasan koef. angin tekan beban angin 9,36-0,4 5-9,360 kg lxxxi
82 Tabel Perhitungan Beban Angin Kuda-kuda Trapesium W x Beban (Untuk Input (Untuk Input Beban (kg) Angin W.Cos a (kg) SAP000) W.Sin a (kg) SAP000) W 1 46,180 39, ,090 4 W 34,635 9, , W 3 1,995 11,54 1 6,498 7 W 4-5,990 -, , W 5-69,70-59, , W 6-9,360-79, , W y Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang jurai sebagai berikut : Tabel Rekapitulasi Gaya Batang Kuda-kuda Trapesium kombinasi Batang Tarik (+) (kg) Tekan (-) (kg) 1 36,7 3456, , , , , , , , , , , , , , ,40 lxxxii
83 17 89, , , , , , , , , , , , Perencanaan Profil Kuda-kuda Trapesium a. Perhitungan Profil Batang Tarik P maks. 3931,1 kg s ijin 1600 kg/cm P 3931,1 maks. F netto σ ijin ,58 cm F bruto 1,15. F netto 1,15. 0,58 cm 3,669 cm Dicoba, menggunakan baja profil ûë F. 19, cm 38,4 cm. F penampang profil dari tabel profil baja lxxxiii
84 Kontrol tegangan yang terjadi : σ Pmaks. 0,85. F 3931,1 0,85.38,4 1008,9 kg/cm s 0,75. s ijin 1008,9 kg/cm 100 kg/cm... aman!! b. Perhitungan profil batang tekan P maks. 3684,97 kg lk I min,00 m 00 cm n.lk.pmax π E 3.(00).3684,97 6 (3,14).(,1.10 ) 13,45 cm 4 Dicoba, menggunakan baja profil ûë i x 3,04 cm F. 19, 38,4 cm λ lk i x 00 3,04 65,789 cm λ λ g π E 0,7. σ 111cm λ λ leleh 65, s g... dimana, σ 0,593 leleh 400 kg/cm Karena l c < 1, maka : lxxxiv
85 1,43 w 1,6-0,67lc 1,43 1,6-0,67.0,593 1,189 Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks..ω σ F 3684,97 1,189 38,4 1140,31 kg/cm s s ijin 1140,31 kg/cm 1600 kg/cm aman!! Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 5,4 mm ( 1 inches) Diameter lubang 6,4 mm. Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65. 5,4 15,875 mm. Menggunakan tebal plat 16 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : a) P geser. ¼. p. d. t geser lxxxv
86 . ¼. p. (,54) ,85 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,9., ,40 kg P yang menentukan adalah P desak 5486,40 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 3931,1 n 5,989 ~ 6 buah baut P 5486,40 geser Digunakan : 6 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1 1,73 d 1,73.,54 4,394 cm 4 cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5.,54 1,7 cm 1 cm b. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 5,4 mm ( 1 inches) Diameter lubang 6,4 mm. Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65. 5,4 15,875 mm. Menggunakan tebal plat 16 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : lxxxvi
87 a) P geser. ¼. p. d. t geser. ¼. p. (,54) ,85 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,9., ,40 kg P yang menentukan adalah P desak 5486,40 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 3684,97 n 6,71 ~ 7 buah baut P 5486,40 geser Digunakan : 4 buah baut a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1,5 d,5.,54 6,35 cm 6 cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5.,54 1,7 cm 1 cm Tabel Rekapitulasi Perencanaan Profil Kuda-kuda Trapesium Nomer Batang Dimensi Profil Baut (mm) 1 ûë Æ 5,4 ûë Æ 5,4 3 ûë Æ 5,4 4 ûë Æ 5,4 5 ûë Æ 5,4 6 ûë Æ 5,4 7 ûë Æ 5,4 8 ûë Æ 5,4 9 ûë Æ 5,4 10 ûë Æ 5,4 11 ûë Æ 5,4 1 ûë Æ 5,4 lxxxvii
88 13 ûë Æ 5,4 14 ûë Æ 5,4 15 ûë Æ 5,4 16 ûë Æ 5,4 17 ûë Æ 1,7 18 ûë Æ 1,7 19 ûë Æ 15,9 0 ûë Æ 15,9 1 ûë Æ 1,7 ûë Æ 15,9 3 ûë Æ 1,7 4 ûë Æ 15,9 5 ûë Æ 1,7 6 ûë Æ 15,9 7 ûë Æ 15,9 8 ûë Æ 1,7 9 ûë Æ 1,7 lxxxviii
89 3.7. Perencanaan Kuda-kuda Utama Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda Gambar Rangka Batang Kuda-kuda Utama Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel Perhitungan Panjang Batang pada Kuda-kuda Utama No batang Panjang batang 1,08,08 3,08 4,000 5,000 6,08 7,08 8,08 9,309 10,309 11,309 1,309 13,309 14,309 lxxxix
90 15,309 16, ,81 18, ,643 0,391 1,464 3, , ,174 5,464 6, ,643 8, ,81 xc
91 3.7.. Perhitungan Luasan Setengah Kuda-Kuda Utama f g e h G f e g h d i d i c j b a k l c j b k a l Gambar Luasan Atap Kuda-kuda Utama Panjang al Panjang di Panjang eh Panjang fg Panjang ab Panjang ef Panjang bk Panjang cj 4,00 m 3,5 m,5 m,0 m bc cd de,309 m ½.,309 1,155 m Luas abkl al ab 4,309 9,36 m Luas bcjk bk bc 4,309 9,36 m æ cj+ di ö Luas cdij (cj ½ cd ) + ç 1.cd è ø æ 4+ 3,5 ö (4 ½.,309) + ç 1.,309 è ø 8,947 m xci
92 æ di+ ehö Luas dehi ç de è ø æ 3,5+,5ö ç,309 è ø 6,97 m æ eh+ fgö Luas efgh ç ef è ø æ,5+,0ö ç 1,155 è ø,599 m f g e h G f e g h d i d i c j b a k l c j b k a l Gambar Luasan Plafon Kuda-kuda Utama Panjang al Panjang bk Panjang cj 4,00 m Panjang di 3,5 m Panjang eh,5 m Panjang fg,0 m Panjang ab 1,0 m Panjang bc cd de,0 m Panjang ef 0,1 m Luas abkl al ab xcii
93 4 1,0 4,0 m Luas bcjk bk bc 4,0 8,0 m æ cj+ di ö Luas cdij (cj ½ cd ) + ç 1.cd è ø æ 4+ 3,5 ö (4 ½,0) + ç 1.,0 è ø 7,75 m æ di+ ehö Luas dehi ç de è ø æ 3,5+,5ö ç,0 è ø 6,0 m æ eh+ fgö Luas efgh ç ef è ø æ,5+,0ö ç 1,0 è ø,5 m Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama Data-data pembebanan : Berat gording 9,095 kg/m Jarak antar kuda-kuda utama 4,00 m Berat penutup atap 50 kg/m Berat profil 15 kg/m xciii
94 P5 P4 P6 P P7 P P8 P P9 P16 P15 P14 P13 P1 P11 P10 Gambar 3.0. Pembebanan Kuda- kuda Utama akibat Beban Mati a. Beban Mati 1) Beban P1 P9 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095 4,0 36,380 kg b) Beban atap Luasan Berat atap 9, ,8 kg c) Beban plafon Luasan berat plafon 4, kg d) Beban kuda-kuda ½ Btg (1 + 9) berat profil kuda kuda ½ (,08 +,309) 15 3,58 kg e) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 3,58 9,758 kg f) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 3,58 3,53 kg ) Beban P P8 xciv
95 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095 4,0 36,380 kg b) Beban atap Luasan Berat atap 9, ,8 kg c) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (, ,81 +,059 +,309) 15 56,35 kg d) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 56,35 16,871 kg e) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 56,35 5,64 kg 3) Beban P3 P7 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095 4,0 36,380 kg b) Beban atap Luasan Berat atap 8, ,350 kg c) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (, ,643 +,391 +,309) 15 64,890 kg d) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 64,890 19,467 kg e) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 64,890 6,489 kg 4) Beban P4 P6 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095 3,0 7,85 kg b) Beban atap Luasan Berat atap 6, ,350 kg c) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (,309 +, ,174 +,309) 15 76,90 kg xcv
96 d) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 76,90 3,076 kg e) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 76,90 7,69 kg 5) Beban P5 a) Beban gording Berat profil gording Panjang Gording 9,095,0 18,190 kg b) Beban atap Luasan Berat atap, ,950 kg c) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (, ,619 +,309) 15 61,778 kg d) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 61,778 18,533 kg e) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 61,778 6,178 kg f) Beban reaksi (. reaksi jurai) + reaksi ½ kuda-kuda (. 499,60 kg) + 461,4 kg 1460,6 kg 6) Beban P10 P16 a) Beban plafon Luasan berat plafon kg b) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (,08 + 0,81 +,08) 15 36,578 kg c) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 36,578 10,973 kg d) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 36,578 3,658 kg 7) Beban P11 P15 a) Beban plafon Luasan berat plafon 7, ,5 kg xcvi
97 b) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (,08 +, ,643 +,08) 15 58,185 kg c) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 58,185 17,456 kg d) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 58,185 5,819 kg 8) Beban P1 P14 a) Beban plafon Luasan berat plafon kg b) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda kuda ½ (,08 +,391 +,464 + ) 15 66,63 kg c) Beban plat sambung 30% beban kuda-kuda 30% 66,63 19,987 kg d) Beban bracing 10% beban kuda-kuda 10% 66,63 6,66 kg 9) Beban P13 a) Beban plafon ( Luasan) berat plafon, kg b) Beban kuda-kuda ½ Btg ( ) berat profil kuda-kuda ½ ( + 3, , ,174 + ) ,753 kg c) Beban plat sambung 30 % beban kuda-kuda 30 % 104,753 31,46 kg d) Beban bracing 10 % beban kuda-kuda 10 % 104,753 10,475 kg e) Beban reaksi ( reaksi jurai) + reaksi ½ kuda-kuda ( 855,37 kg) + 736,48 kg 447, kg Tabel Rekapitulasi Beban Mati Kuda-kuda Utama xcvii
98 Beban Beban Atap (kg) Beban gording (kg) Beban Kuda - kuda (kg) Beban Bracing (kg) Beban Plat Penyambung (kg) Beban Plafon (kg) Beban Reaksi (kg) Jumlah Beban (kg) P1P9 461,80 36,380 3,58 3,53 9, , PP8 461,80 36,380 56,35 5,64 16, , P3P7 447,35 36,380 64,890 6,489 19, , P4P6 346,35 7,85 76,90 7,69 3, ,33 48 Input SAP (kg) P5 19,95 18,190 61,778 6,178 18, ,6 1695, P10P ,578 3,658 10, , P11P ,185 5,819 17, ,5-0,96 1 P1P ,63 6,66 19, ,7 0 P ,753 10,475 31, , 674, b. Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1, P, P3, P4, P6, P7, P8, P9 100 kg xcviii
99 c. Beban Angin Perhitungan beban angin : W5 W6 W4 W7 W W8 W W9 W W10 Gambar 3.1. Pembebanan Kuda-kuda Utama akibat Beban Angin Beban angin kondisi normal, minimum 5 kg/m. 1) Koefisien angin tekan 0,0a - 0,40 (0,0 30) 0,40 0, a. W1 luasan koef. angin tekan beban angin 9,36 0, 5 46,18 kg b. W luasan koef. angin tekan beban angin 9,36 0, 5 46,18 kg c. W3 luasan koef. angin tekan beban angin 8,947 0, 5 44,735 kg d. W4 luasan koef. angin tekan beban angin 6,97 0, 5 34,635 kg e. W5 luasan koef. angin tekan beban angin,599 0, 5 1,995 kg xcix
100 ) Koefisien angin hisap - 0,40 a. W7 luasan koef. angin tekan beban angin,599-0,4 5-5,99 kg b. W8 luasan x koef. angin tekan x beban angin 6,97-0,4 5-69,7 kg c. W9 luasan koef. angin tekan beban angin 8,947-0,4 5-89,47 kg d. W10 luasan koef. angin tekan beban angin 9,36-0,4 5-9,36 kg e. W11 luasan koef. angin tekan beban angin 9,36-0,4 5-9,36 kg Tabel Perhitungan Beban Angin Kuda-kuda Utama Beban Wx (Untuk Input Wy (Untuk Input Beban (kg) Angin W.Cos a (kg) SAP000) W.Sin a (kg) SAP000) W 1 46,18 39, ,09 4 W 46,18 39, ,09 4 W 3 44,735 38,74 39,368 3 W 4 34,635 9, , W 5 1,995 11,54 1 6,498 7 W 6-5,99 -, , W 7-69,7-59, , W 8-89,47-77, , W 9-9,36-79, ,18-47 W 10-9,36-79, ,18-47 c
101 Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut : Tabel 3.0. Rekapitulasi Gaya Batang Kuda-kuda Utama Batang kombinasi Tarik (+) kg Tekan(+) kg , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,9 ci
102 6 177, , , , Perencanaan Profil Kuda- kuda a. Perhitungan Profil Batang Tarik P maks ,67 kg s ijin 1600 kg/cm P 15914,67 maks. F netto σ ijin ,947 cm F bruto 1,15. F netto 1,15. 9,947 cm 11,439 cm Dicoba, menggunakan baja profil ûë F. 9,4 cm 18,8 cm. F penampang profil dari tabel profil baja Kontrol tegangan yang terjadi : σ Pmaks. 0,85. F 1914,67 0,85.18,8 808,177 kg/cm s 0,75. s ijin 808,177 kg/cm 100 kg/cm... aman!! b. Perhitungan profil batang tekan P maks. 1778,47 kg lk,309 m 30,9 cm I min n.lk.pmax π E 3.(30,9).1778,47 6 (3,14).(,1.10 ) 137,367 cm 4 cii
103 Dicoba, menggunakan baja profil ûë i x,1 cm F. 9,4 18,8 cm λ lk i x 30,9 108,915 cm,1 λ λ g π E 0,7. σ 111cm λ λ leleh 108, s g... dimana, σ 0,981 leleh 400 kg/cm Karena l c < 1, maka : 1,43 w 1,6-0,67lc 1,43 1,6-0,67.0,981 1,517 Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks..ω σ F 1778,47 1,517 18,8 1434,894 s s ijin kg/cm 1434,894 kg/cm 1600 kg/cm aman!! Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 19,05 mm (¾ inches) Diameter lubang 0,05 mm. ciii
104 Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65. 0,05 1,531 mm. Menggunakan tebal plat 13 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : a) P geser. ¼. p. d. t geser. ¼. p. (1,905) ,67 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,9. 1, ,80 kg P yang menentukan adalah P desak 4114,80 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 1914,67 n 3,139 ~ 4 buah baut P 4114,80 geser Digunakan : 4 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1 1,73 d 1,73. 1,905 3,96 cm 3 cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5. 1,905 9,55 cm 9 cm b. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut (Æ) 19,05 mm (¾ inches) civ
105 Diameter lubang 0,05 mm. Tebal pelat sambung (d) 0,65. d 0,65. 0,05 1,531 mm. Menggunakan tebal plat 13 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser 0,6. s ijin 0, kg/cm Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan 1,5. s ijin 1, kg/cm Kekuatan baut : a) P geser. ¼. p. d. t geser. ¼. p. (1,905) ,67 kg b) P desak d. d. t tumpuan 0,9. 1, ,80 kg P yang menentukan adalah P desak 4114,80 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, Pmaks. 1778,47 n 4,3 ~ 5 buah baut P 4114,80 geser Digunakan : 5 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d S 1 3 d Diambil, S 1,5 d,5. 1,905 4,76 cm 4 cm b),5 d S 7 d Diambil, S 5 d 5. 1,905 9,55 cm 9 cm Tabel 3.1. Rekapitulasi Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama Nomer Batang Dimensi Profil Baut (mm) cv
106 1 ûë Æ 19,05 ûë Æ 19,05 3 ûë Æ 19,05 4 ûë Æ 19,05 5 ûë Æ 19,05 6 ûë Æ 19,05 7 ûë Æ 19,05 8 ûë Æ 19,05 9 ûë Æ 19,05 10 ûë Æ 19,05 11 ûë Æ 19,05 1 ûë Æ 19,05 13 ûë Æ 19,05 14 ûë Æ 19,05 15 ûë Æ 19,05 16 ûë Æ 19,05 17 ûë Æ 1,7 18 ûë Æ 1,7 19 ûë Æ 1,7 0 ûë Æ 1,7 1 ûë Æ 1,7 ûë Æ 1,7 3 ûë Æ 1,7 4 ûë Æ 1,7 5 ûë Æ 1,7 6 ûë Æ 1,7 7 ûë Æ 1,7 8 ûë Æ 1,7 9 ûë Æ 1,7 cvi
107 BAB 4 PERENCANAAN TANGGA 4.1. Uraian Umum Tangga merupakan bagian dari struktur bangunan bertingkat yang sangat penting sebagai penunjang antara struktur bangunan dasar dengan struktur bangunan tingkat atasnya. Penempatan tangga pada struktur suatu bangunan sangat berhubungan dengan fungsi bangunan bertingkat yang akan dioperasionalkan. Pada bangunan umum, penempatan haruslah mudah diketahui dan terletak strategis untuk menjangkau ruang satu dengan yang lainya, penempatan tangga harus disesuaikan dengan fungsi bangunan untuk mendukung kelancaran hubungan yang serasi antara pemakai bangunan tersebut. 4.. Data Perencanaan Tangga 1, 1,8 3,85 Naik 4, Gambar 4.1. Perencanaan Tangga cvii 90
108 Gambar 4.. Detail Tangga Data-data tangga : Tebal plat tangga Tebal bordes tangga Lebar datar Lebar tangga rencana Dimensi bordes 1 cm 0 cm 40 cm 180 cm cm Menentukan lebar antread dan tinggi optred lebar antrade 30 cm Jumlah antrede 70 / 30 9 buah Jumlah optrade buah Tinggi 0ptrede 00 / 10 0 cm Menentukan kemiringan tangga a Arc.tg ( 00/300 ) 34 o cviii
109 4.3. Perhitungan Tebal Plat Equivalen dan Pembebanan Perhitungan Tebal Plat Equivalen Y 30 0 C t' B D A t eq Ht1 Gambar 4.3. Tebal Equivalen BD BC AB AC BD AB BC AC ,06 16,64 cm ~ 17 cm, AC ( 0) + (30) 36,06 cm t eq 3 BD ,33 cm Jadi total equivalent plat tangga Y t eq + ht 11, ,33 cm 0,333 m Perhitungan Beban cix
110 a. Pembebanan tangga (tabel.1 SNI ) 1. Akibat beban mati (qd) Berat tegel keramik (0,5 cm) 15 kg/m Berat spesi ( cm) 0, kg/m Berat plat tangga 0, kg/m Berat sandaran tangga 700 0,1 1,0 70 kg/m qd 687 kg/m +. Akibat beban hidup (ql) ql kg/m 300 kg/m 3. Beban ultimate (qu) qu 1,. qd ql 1, , ,4 kg/m b. Pembebanan pada bordes ( tabel. 1 PPIUG 1983 ) 1. Akibat beban mati (qd) Berat tegel keramik ( 0,5 cm) 15 kg/m Berat spesi ( cm) 0, kg/m Berat plat bordes 0, kg/m Berat sandaran tangga 700 0,1 1,0 70 kg/m qd 607 kg/m +. Akibat beban hidup (ql) ql kg/m 300 kg/m 3. Beban ultimate (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql 1, , ,4 kg/m. cx
111 Perhitungan analisa struktur tangga menggunakan Program SAP 000 tumpuan di asumsikan jepit, jepit, jepit seperti pada gambar berikut : 3 1 Gambar 4.4. Rencana Tumpuan Tangga 4.4. Perhitungan Tulangan Tangga dan Bordes Perhitungan Tulangan Tumpuan d h - p - ½ D tul - ½ Æ sengkang ½ ,5 mm M u 1478,48 kgm 1, Nmm (Perhitungan SAP) M n Mu φ 7 1, , Nmm 0,8 fy 400 m 0, 915 0,85. fc 0,85.,5 0,85.fc æ 600 rb ö. b. ç fy è 600+ fyø 0,85.,5 æ 600 ö. b. ç 400 è ø 0,044 r max 0,75. rb 0,0183 r min 0,005 cxi
112 7 Mn 1, R n 0, 76 b. d 1000.(159,5) N/mm r ada 1 æ ç 1- mè 1-.m.Rn fy ö ø 1 æ 0,915 0,76ö ç ,915 è 400 ø 0,00185 r ada < r max < r min di pakai r min 0,005 As r. b. d 0, mm Dipakai tulangan D 1 mm ¼. p 13 13,665 mm Jumlah tulangan Jarak tulangan , ,015 4 buah 50 mm Jarak maksimum tulangan mm Dipakai tulangan D 13 mm 40 mm As yang timbul 4. ¼.π. d 530,66 mm > As (400 mm )... Aman! Perhitungan Tulangan Lapangan M u M n 78,57 kgm 0, Nmm (Perhitungan SAP) Mu f 7 0, ,8 fy 400 m 0, 915 0,85. fc 0,85.,5 0,85.fc æ 600 rb ö. b. ç fy è 600+ fyø 0, Nmm cxii
113 0,85.,5 æ 600 ö. b. ç 400 è ø 0,044 r max 0,75. rb 0,0183 r min 0,005 7 Mn 0, R n 0, 358 N/mm b.d 1000(159,5) r ada 1 æ ç 1- mè 1-.m.Rn fy ö ø 1 æ 0,915 0,358ö ç ,915 è 400 ø 0,00090 r ada < r min < r max di pakai r min 0,005 As r. b. d 0, mm Dipakai tulangan D 1 mm ¼. p 1 13,665 mm Jumlah tulangan Jarak tulangan , ,015 4 buah 50 mm Jarak maksimum tulangan mm Dipakai tulangan D 13 mm 40 mm As yang timbul 4. ¼.π. d 530,66 mm > As (400 mm )... Aman! 4.5. Perencanaan Balok Bordes qu balok cxiii
114 m Data perencanaan: h 300 mm b 150 mm d` 30 mm d h d` mm cxiv
115 Pembebanan Balok Bordes Beban mati (qd) Berat sendiri 0,15 0, kg/m Berat dinding 0, kg/m Beban reaksi bordes Beban Hidup (ql) Beban ultimate (q u ) q u 1,. qd + 1,6.qL 1, , ,6 kg/m Beban reaksi bordes q u Reaksi bordes lebar bordes 1.11,6.1, 1, 610,8 kg/m 300 kg/m 15 kg/m qd 743 kg/m Perhitungan tulangan lentur M u M n 1859,83 kgm 1, Nmm (Perhitungan SAP) Mu φ 7 1, , Nmm 0,8 fy 400 m 0, 915 0,85. fc 0,85.,5 0,85.fc æ 600 rb ö. b. ç fy è 600+ fyø 0,85.,5 æ 600 ö. b. ç 400 è ø 0,044 r min 0,005 cxv
116 7 Mn, R n, 16 b. d 150.(70) N/mm r ada 1 æ ç 1- mè 1-.m.Rn fy ö ø 1 æ 0,915,16ö ç ,915 è 400 ø 0,00565 r ada > r min < r max di pakai r ada 0,00565 As r. b. d 0, ,85 mm Dipakai tulangan D 16 mm ¼. p 16 00,96 mm Jumlah tulangan 8,85 00,96 As yang timbul. ¼.π. d Dipakai tulangan D 16 mm 1,139 buah 401,9 mm > As... Aman! cxvi
117 4.6. Perhitungan Pondasi Tangga 100 Pu Mu cor rabat t 5 cm urugan pasir t 5 cm Gambar 4.5. Pondasi Tangga Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 1,0 m, panjang 1,8 m dan lebar 1,0 m. Data Pondasi sebagai berikut : Tebal 00 mm Ukuran alas mm g tanah 1,7 t/m kg/m 3 s tanah 4 kg/cm kg/m γ beton,4 t/m kg/m 3 Mu P 1478,48 kgm 5798,41 kg (Perhitungan SAP) Cek Ketebalan p u 57984,1 d³ 1,41» 130 mm φ. 1. f'c.b 0,6. 1., Tebal telapak pondasi mm 0 cm cxvii
118 4.7. Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi Perhitungan Pembebanan Pondasi e Berat telapak pondasi 1,0 1,8 0, kg Berat tanah (0,4 0,7) 1, kg Berat kolom 0,0 1,8 0, kg Pu Σ M Σ P 1478, ,41 Ptot Mtot s yang terjadi ± 1 A.b.L 0,165 kg < 1 6.B 0,167 6 Vtot 8981, ,48 s tanah ,598 kg/m 1,0.1,8.1,0.1, , ,95 σ tanah ,746 kg/m 1,0.1,8.1,0.1, ,598 kg/m < kg/m σ yang terjadi < s ijin tanah... Ok! 5798,41 kg 8981,41 kg Perhitungan Tulangan Lentur Mu ½. qu. t ½. 777,598. (0.4) 618,08 kgm Mn 6 6, , Nmm 0,8 fy 400 M 0, 195 0,85. f ' c 0,85.,5 0,85.f'c æ 600 rb ö b ç fy è 600+ fyø 0,85.,5 æ 600 ö.0,85. ç 0, è ø Mn Rn b.d 7, ( 00) 0,193 cxviii
119 r max 0,75. rb 0,0183 1,4 r min fy 1, ,0035 r perlu 1 m æ ç 1- è 1- m. Rn fy ö ø r perlu < r max 1. 0,915 0,00048 < r min dipakai r min 0,0035 æ 0,915 0,193ö ç 1-1- è 400 ø Untuk Arah Sumbu Panjang dan Pendek adalah : Sama As perlu r min. b. d 0, mm digunakan tul D 13 ¼. p. d Jumlah tulangan (n) Jarak tulangan ¼. 3,14. (13) 13,665 mm ,665 5,76 ~ 6 buah ,667 mm ~ 150 mm 6 Sehingga dipakai tulangan D mm As yang timbul 6 13, ,99 > As.. Aman! Perhitungan Tulangan Geser Vu s A efektif 7775,98 (0,4 1,8) 55638,706 N cxix
120 Vc 1. f'c. b. d 6 1., ,883 N Æ Vc 0,6. Vc 94868,33 N 3 ÆVc 3. ÆVc ,99 N Vu < Æ Vc < 3 Ø Vc, maka tidak perlu tulangan geser cxx
121 BAB 5 PELAT LANTAI 5.1. Perencanaan Pelat Lantai A B B B A 4,5 C D D D C 4,5 A B B B A 4,5 Gambar 5.1. Denah Plat Lantai 5.. Perhitungan Pembebanan Pelat Lantai a. Beban Hidup (ql) Berdasarkan SNI yaitu : Beban hidup fungsi gedung untuk perpustakaan tiap 1 m 400 kg/m cxxi 104
122 b. Beban Mati (qd) tiap 1 m Berat plat sendiri 0, kg/m Berat keramik (0,5 cm) 15 kg/m Berat Spesi ( cm) 0, kg/m Berat plafond + instalasi listrik 5 kg/m Berat Pasir ( cm) 0,0 1,6 1 3 kg/m qd 46 kg/m c. Beban Ultimate ( qu ) Untuk tinjauan lebar 1 m pelat maka : qu 1, qd + 1,6 ql 1, , , kg/m 5.3. Perhitungan Momen Perhitungan momen menggunakan tabel PPIUG ,5 A Gambar 5.. Pelat Tipe A cxxii
123 Mlx 0,001.qu. Lx. x ,. (4).33 Mly 0,001.qu. Lx. x ,. (4).8 Mtx 0,001.qu. Lx. x ,. (4).77 Mty 0,001.qu. Lx. x ,. (4).7 607,834 kgm 515,738 kgm 1418,78 kgm 136,18 kgm Perhitungan selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini. Tabel 5.1. Perhitungan Plat Lantai TIPE Ly/Lx Mlx Mly Mtx Mty PLAT (m) (kgm) (kgm) (kgm) (kgm) A 4,5/4 1,1 607, , ,78 136,18 B 4,5/4 1,1 534, , , ,894 C 4,5/4 1,1 478, , , ,48 D 4,5/4 1,1 460, , , ,637 Dari perhitungan momen diambil momen terbesar yaitu: Mlx 607,834 kgm Mly 515,738 kgm Mtx 1418,78 kgm Mty 136,18 kgm Data : Tebal plat (h) 13 cm 130 mm Tebal penutup (d ) 0 mm Diameter tulangan (Æ) 10 mm b 1000 fy 40 Mpa f c,5 Mpa Tinggi Efektif (d) h - d m Tinggi efektif h cxxiii d y d x d '
124 Gambar 5.3. Perencanaan Tinggi Efektif dx dy h d - ½ Ø mm h d Ø - ½ Ø ½ mm untuk plat digunakan 0,85. fc æ 600 ö rb. b. ç fy è 600+ fyø 0,85.,5 æ 600 ö.0,85. ç 40 è ø 0,0484 r max 0,75. rb 0,0363 r min 0,005 (untuk pelat) 5.4. Penulangan lapangan arah x Mu 607,834 kgm 6, Nmm Mn Mu 6 6, , Nmm f 0,8 Mn Rn b.d 7, ( 105) 0,689 N/mm fy 40 m 1,549 0,85.f'c 0,85.,5 cxxiv
125 r perlu 1 æ. ç 1- m è 1- m.rn fy ö ø 1 æ. ç 1-1,549 è 0, ,549.0, ö ø r < r max r < r min, di pakai r min 0,005 As r min. b. d 0, ,5 mm Digunakan tulangan Æ 10 ¼. p. (10) 78,5 mm 6,5 Jumlah tulangan 3, 344 ~ 4 buah. 78,5 Jarak tulangan dalam 1 m mm ~ 00 mm 4 Jarak maksimum h mm As yang timbul 4. ¼. p. (10) 314 > As. ok! Dipakai tulangan Æ mm 5.5. Penulangan lapangan arah y Mu 515,738 kgm 5, Nmm Mn Mu 6 5, , Nmm f 0,8 Mn Rn b.d 6, ( 95) 6 0,714 N/mm fy 40 m 1,549 0,85.f'c 0,85.,5 cxxv
126 r perlu 1 æ. ç 1- m è 1- m.rn fy ö ø 1 æ. ç 1-1,549 è 0, ,549.0, ö ø r < r max r < r min, di pakai r min 0,005 As r min. b. d 0, ,5 mm Digunakan tulangan Æ 10 ¼. p. (10) 78,5 mm 6,5 Jumlah tulangan 3, 344 ~ 4 buah. 78,5 Jarak tulangan dalam 1 m mm ~ 00 mm 4 Jarak maksimum h mm As yang timbul 4. ¼. p. (10) 314 > As. ok! Dipakai tulangan Æ mm 5.6. Penulangan tumpuan arah x Mu 1418,78 kgm 1, Nmm Mn 7 Mu 1, , Nmm f 0,8 Mn Rn b.d 1, ( 105) 1,608 N/mm fy 40 m 1,549 0,85.f'c 0,85.,5 r perlu 1 æ. ç 1- m è 1- m.rn fy ö ø cxxvi
127 1 æ. ç 1-1,549 è 0, ,549.1, ö ø r < r max r > r min, di pakai r perlu 0,007 As r perlu. b. d 0, mm Digunakan tulangan Æ 10 ¼. p. (10) 78,5 mm Jumlah tulangan 735 9, 363 ~ 10 buah. 78,5 Jarak tulangan dalam 1 m mm 10 Jarak maksimum h mm As yang timbul 8. ¼. p. (10) 68 > As. ok! Dipakai tulangan Æ mm 5.7. Penulangan tumpuan arah y Mu 136,18 kgm 1, Nmm Mn Mu 7 1, , Nmm f 0,8 Mn Rn b.d 1, ( 95) 7 1,837 N/mm fy 40 m 1,549 0,85.f'c 0,85.,5 r perlu 1 æ. ç 1- m è 1- m.rn fy ö ø cxxvii
128 1 æ. ç 1-1,549 è 0, ,549.1, ö ø r < r max r > r min, di pakai r perlu 0,0063 As r ada. b. d 0, ,5 mm Digunakan tulangan Æ 10 ¼. p. (10) 78,5 mm 769,5 Jumlah tulangan 9,803 ~ 10 buah. 78,5 Jarak tulangan dalam 1 m mm 10 Jarak maksimum h mm As yang timbul 8. ¼. p. (10) 68 > As. ok! Dipakai tulangan Æ mm 5.8. Rekapitulasi Tulangan Dari perhitungan diatas diperoleh : Tulangan lapangan arah x Æ mm Tulangan lapangan arah y Æ mm Tulangan tumpuan arah x Æ mm Tulangan tumpuan arah y Æ mm cxxviii
129 TIPE PLAT A Tabel 5.. Penulangan Plat Lantai Momen Tulangan Lapangan Tulangan Tumpuan Mlx Mly Mtx Mty Arah x Arah y Arah x Arah y (kgm) (kgm) (kgm) (kgm) (mm) (mm) (mm) (mm) 607, , ,78 136,18 Æ10 00 Æ10 00 Æ Æ B C D 534, , , ,894 Æ10 00 Æ10 00 Æ Æ , , , ,48 Æ10 00 Æ10 00 Æ Æ , , , ,637 Æ10 00 Æ10 00 Æ Æ cxxix
130 A C A' D B B' 1 5 C' D' BAB 6 BALOK ANAK 6.1. Perencanaan Balok Anak A B B B 4 3 C D D D C,5,5 1 1,5 1,5 A B A B B B A,5 1,5 C 4 3 B' C' 1 D D' ,5 A' Gambar 6.1. Denah Rencana Balok Anak Keterangan : Balok Anak Balok Anak Balok Anak Balok Anak : As A-A : As B-B : As C-C : As D-D cxxx 113
131 Perhitungan Lebar Equivalen Untuk mengubah beban segitiga dan beban trapesium dari pelat menjadi beban merata pada bagian balok, maka beban pelat harus diubah menjadi beban equivalent yang besarnya dapat ditentukan sebagai berikut : a. Lebar Equivalent Tipe I Leq Ly ½ Lx Leq 1 6 é æ.lx. ê3-4ç êë è Lx.Ly ö ù ú ø úû b. Lebar Equivalent Tipe II Leq ½Lx Leq 1 3 Lx Lx Lebar Equivalent Balok Anak Tabel 6.1. Perhitungan Lebar Equivalent No. Ukuran Plat Lx Ly Leq (segitiga) Leq (trapesium) 1 1,0 4,5 1,0 4,5-0,49 1,0 3,0 1,0 3,0 0, ,5 1,5 1,5 1,5-0, ,5 1,5 1,5 1,5 0, ,0 3,0 1,0 3,0-0, Balok Anak As A-A Data : Penentuan Dimensi Balok Anak cxxxi
132 h 1/10. L 1/ mm b 1/15. L 1/ mm (h dipakai 450 mm, b 300 mm ) Pembebanan Balok A A' Gambar 6.. Pembebanan Balok Anak As A-A Leq A-A Leq 1 + (. Leq ) + (. Leq 4) 0,49 + (. 0,333) + (. 0,417) 1,99 a. Beban Mati (qd) Berat sendiri 0,30 (0,45-0,13) 400 kg/m 3 30,4 kg/m Beban Plat 1,99 46 kg/m 848,60 kg/m Beban Dinding 0, kg/m kg/m qd 099 kg/m b. Beban hidup (ql) Beban hidup digunakan 400 kg/m ql 1, kg/m 796,8 kg/m c. Beban berfaktor (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql (1, 099) + (1,6 796,8) 3793,68 kg/m cxxxii
133 6... Perhitungan Tulangan Dicoba : Æ tulangan 16 mm Æ sengkang 1 mm Tebal selimut 40 mm d h p ½ Æt - Æs mm a. Tulangan Lentur Daerah Lapangan 0,85.fc æ 600 ö rb.βç fy è 600+fyø 0,85.,5 æ 600 ö.0,85. ç 400 è ø 0,044 r max 0,75. rb 0,0183 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 Dari perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 7075,7 kgm 7, Nmm Mn Mu 7 7, , Nmm f 0,8 Mn Rn b.d 8, ( 370),154 N/mm fy 400 m 0,915 0,85.f'c 0,85.,5 cxxxiii
134 r perlu 1 æ. ç 1- m è 1- m.rn fy ö ø 1 æ 0,915,154 ö. ç ,915 è 400 ø 0,0057 r < r max r > r min, di pakai r perlu 0,0057 As r min. b. d 0, ,7 mm Digunakan tulangan D 16 ¼. p. (16) 00,96 mm 63,7 Jumlah tulangan 3, 148 ~ 4 buah. 00,96 Dipakai 4 D 16 mm As ada 4. ¼. p. 16 a 803,84 mm > As aman! As ada fy 803, ,041 0,85 f'c b 0,85,5 300 Mn ada As ada fy (d - a ) 56, , (370 - ) 10, Nmm Mn ada > Mn... aman! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm b. Tulangan Lentur Daerah Tumpuan Dari perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 1349,07 kgm 13, Nmm cxxxiv
135 Mn Mu 7 13, , Nmm f 0,8 Mn Rn b.d 16, ( 370) 4,087 N/mm fy 400 m 0,915 0,85.f'c 0,85.,5 r perlu 1 æ. ç 1- m è 1- m.rn fy ö ø r < r max 1 æ 0,915 4,087ö. ç ,915 è 400 ø 0,0116 r > r min, di pakai r perlu 0,0116 As r min. b. d 0, ,6 mm Digunakan tulangan D 16 ¼. p. (16) 00,96 mm 187,6 Jumlah tulangan 6, 407 ~ 7 buah. 00,96 Dipakai 7 D 16 mm As ada 7. ¼. p ,7 mm > As aman! As ada fy 1406,7 400 a 98,07 0,85 f'c b 0,85,5 300 cxxxv
136 Mn ada As ada fy (d - a ) 98, ,7 400 (370 - ) 18, Nmm Mn ada > Mn... aman! Jadi dipakai tulangan 7 D 16 mm c. Tulangan Geser Dari perhitungan SAP 000 diperoleh : Vu f c fy d 15985,71 kg ,1 N,5 Mpa 40 Mpa h p ½ Ø ½ (1) 404 mm Vc 1/ 6. f' c.b.d Ø Vc 1/ 6., ,013 N 0, ,013 N 57490,08 N 3 Ø Vc , ,64 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc 57490,08 N < ,1 N < 17470,64 N Jadi diperlukan tulangan geser Ø Vs Vu - Ø Vc Vs perlu , , ,89 N fvs 0,6 Av. ¼ p (1) 10366, ,487 N 0,6. ¼. 3, ,08 mm Av.fy. d 6, s 18, 483 mm ~ 100 mm Vs perlu ,487 s max h/ mm < 600 mm cxxxvi
137 Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm Perhitungan Selanjutnya akan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 6.. Perhitungan Pembebanan Balok Anak Pembebanan pada As Leq qd (kg) ql (kg) P C P D P C A A' 1, P C 5345, P D 3678,97 796,8 B B' 0, , ,6 P B C C' 1, ,466 P B 1398,51 576,4 D D' 0, ,41 384,8 cxxxvii
138 Tabel 6.3. Perhitungan Tulangan Lentur Balok Anak Daerah Lapangan As Balok Anak A A B-B C-C D-D b (mm) h (mm) d (mm) d (mm) ,5 45,5 45,5 f c (Mpa),5,5,5,5 fy (Mpa) ρb 0,044 0,044 0,044 0,044 ρ max 0,0183 0,0183 0,0183 0,0183 ρ min 0,0035 0,0035 0,0035 0,0035 Mu (Nmm) 7, , , , Mn (Nmm) 8, , , , Rn (N/mm),154 0,38 1,81 0,954 m 0,915 0,915 0,915 0,915 ρ 0,0057 0, ,0048 0,004 As Perlu (mm ) 63,7 76,388 35,68 171,85 Luas tulangan 00,96 13,665 13,665 13,665 Tul. yang dipakai 4 D 16 mm D 13 mm D 13 mm D 13 mm As ada (mm ) 803,84 65,33 65,33 65,33 cxxxviii
139 Tabel 6.4. Perhitungan Tulangan Lentur Balok Anak Daerah Tumpuan As Balok Anak A A B-B C-C D-D b (mm) h (mm) d (mm) d (mm) ,5 45,5 45,5 f c (Mpa),5,5,5,5 fy (Mpa) ρb 0,044 0,044 0,044 0,044 ρ max 0,0183 0,0183 0,0183 0,0183 ρ min 0,0035 0,0035 0,0035 0,0035 Mu (Nmm) 13, , , , Mn (Nmm) 16, , , , Rn (N/mm) 4,087 1,147,989 1,907 m 0,915 0,915 0,915 0,915 ρ 0,0116 0,0096 0,008 0,0050 As Perlu (mm ) 187,6 76,388 40,6 45,5 Luas tulangan 00,96 13,665 13,665 13,665 Tul. Yang dipakai 7 D 16 mm D 13 mm 4 D 13 mm D 13 mm As ada (mm ) 1406,7 65,33 530,66 65,33 cxxxix
140 Tabel 6.5. Perhitungan Tulangan Geser Balok Anak As Balok Anak A A B-B C-C D-D b (mm) h (mm) d (mm) d (mm) f c (Mpa),5,5,5,5 fy (Mpa) Vu (N) , ,1 5345, 36789,7 Vc (N) 95817, , , ,015 Ø Vc (N) 57490, , , ,609 3 Ø Vc (N) 17470, , , ,87 Ø Vs 10366, , , ,091 Vs perlu , , ,985 40,15 Av 6,08 100,48 100,48 100,48 s 18,483 67,515 13,000 75,355 Tul. yg dipakai Ø mm Ø mm Ø mm Ø mm cxl
141 BAB 7 PORTAL 7.1. Perencanaan Portal Gambar 7.1. Portal Tiga Dimensi 14 cxli
142 A B C D E F , , ,5 4,5 5 6 Gambar 7.. Denah Portal Dasar Perencanaan Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan recana portal adalah sebagai berikut : a. Bentuk denah portal : Seperti tergambar b. Model perhitungan : SAP 000 (3 D) c. Perencanaan dimensi rangka : b (mm) h (mm) Dimensi kolom : 300 mm 300 mm Dimensi sloof : 00 mm 300 mm Dimensi balok I : 300 mm 700 mm Dimensi balok II : 50 mm 400 mm Dimensi ring balk : 00 mm 300 mm d. Kedalaman pondasi : 1,5 m cxlii
143 e. Mutu beton : K5U Perencanaan Pembebanan Dalam perhitungan portal, berat sendiri balok dimasukkan dalam perhitungan (input) SAP 000, sedangkan beberapa pembebanan yang lain adalah sebagai berikut : Plat Lantai Berat plat sendiri 0, kg/m Berat keramik (0,5 cm) 15 kg/m Berat Spesi ( cm) 0, kg/m Berat plafond + instalasi listrik 5 kg/m Berat Pasir ( cm) 0, kg/m qd 46 kg/m Dinding Berat sendiri dinding 0,15 (4 0,5) ,5 kg/m Atap Kuda kuda utama 7470 kg (SAP 000) Kuda kuda trapesium kg (SAP 000) Jurai 1579 kg (SAP 000) Setengah Kuda-kuda 194 kg (SAP 000) Perhitungan Luas Equivalen untuk Plat Lantai 1 Luas equivalent segitiga :.Lx 3 Luas equivalent trapezium : Table7.1. Hitungan Lebar Equivalen No. Ukuran Plat (cm) Lx (m) 1 æ ç æ.lx. 3-4ç 6 ç è è Ly (m) Lx.Ly ö ø ö ø Leq (segitiga) (m) Leq (trapesium) (m) cxliii
144 ,0 4,5-1, ,0 4,5 1, ,0 4,5-0, ,0 4,5 0, ,5 1,5 0, ,5 1,5-0, Perhitungan Pembebanan Portal Memanjang Pembebanan Balok Induk As A F a. Pembebanan balok induk element A B B C C D D - E Beban Mati (qd) Beban sendiri balok 0,5 (0,4 0,13) kg/m Berat pelat lantai ( 1,333) ,716 kg/m qd 197,716 kg/m Beban Hidup (ql) ql ( 1,333) ,4 kg/m Beban berfaktor (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql (1, 197,716) + (1,6 1066,4) 363,499 kg/m cxliv
145 b. Pembebanan balok induk element As E - F Beban Mati (qd) Beban sendiri balok 0,3 (0,7 0,13) ,4 kg/m Berat pelat lantai (( 0,48) + 1,666) ,676 kg/m Berat dinding 841,5 kg/m qd 345,076 kg/m Beban Hidup (ql) ql (( 0,48) + 1,666) ,4 kg/m Beban berfaktor (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql (1, 345,076) + (1,6 1050,4) 4494,731 kg/m 364 kg/m 364 kg/m 364 kg/m 364 kg/m 4495 kg/m 147 kg/m 176 kg/m 176 kg/m 147 kg/m 1186 kg/m A B C D E F Gambar 7.3. Pembebanan Portal Memanjang As A F Table 7.. Rekapitulasi Hitungan Pembebanan Portal Memanjang Balok Induk Jumlah Pembebanan qu cxlv
146 Balok Leq Beban Mati (qd) Beban Bentang Berat Plat Hidup Dinding Jumlah sendiri Lantai (ql) A-B 1, , , , 830,550 B-C 1, , , , 830,550 C-D 1, , , , 830,550 D-E 1, , , , 830,550 E-F 1,93 410,4 550, ,18 517, 960,18 A-B, , , ,4 363,499 B-C, , , ,4 363,499 C-D, , , ,4 363,499 D-E, , , ,4 363,499 E-F,66 410,4 1118, , ,4 4494,731 A-B, , , ,4 363,499 B-C, , , ,4 363,499 C-D, , , ,4 363,499 D-E, , , ,4 363,499 E-F, , , ,4 363,499 A-B 1, ,858-79, , 178,950 B-C 1, , , , 034,950 C-D 1, , , , 034,950 D-E 1, , , , 034,950 E-F 1, ,858-79, , 178,950 B-C , ,000 C-D , ,000 D-E , ,000 A-B , ,400 E-F , ,400 cxlvi
147 7... Pembebanan Sloof Beban Mati (qd) Beban sendiri balok 0, 0, kg/m Berat spesi ( cm) 0, kg/m Berat pasir ( cm) 0, kg/m Berat keramik (0,5 cm) 0, ,075 kg/m qd 18,075 kg/m Beban berfaktor (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql (1, 18,075) + (1,6 0) 61,69 kg/m 7.3. Perhitungan Pembebanan Portal Pembebanan Balok Induk As B 1-6 a. Pembebanan balok induk element B 1 - B 3 B 3 4 Beban Mati (qd) Beban sendiri balok 0,5 (0,4 0,13) kg/m Berat pelat lantai ( 1,473) ,996 kg/m qd 1416,996 kg/m Beban Hidup (ql) ql ( 1,473) ,4 kg/m cxlvii
148 Beban berfaktor (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql (1, 1416,996 ) + (1,6 1178,4) 3585,835 kg/m b. Pembebanan balok induk element B 4 5 Beban Mati (qd) Beban sendiri balok 0,5 (0,4 0,13) kg/m Berat dinding 0,15 (4 0,4) kg/m qd 1080 kg/m Beban berfaktor (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql (1, 1080) + (1,6 0) 196 kg/m c. Pembebanan balok induk element B 5-6 Beban Mati (qd) Beban sendiri balok 0,5 (0,4 0,13) kg/m Berat dinding 0, kg/m qd 67 kg/m Beban berfaktor (qu) qu 1,. qd + 1,6. ql (1, 67) + (1,6 0) 806,4 kg/m cxlviii
149 B 3586 kg/m 3586 kg/m 3586 kg/m 1419 kg/m 807 kg/m 176 kg/m 176 kg/m 147 kg/m 147 kg/m 147 kg/m Gambar 7.4. Pembebanan Portal Memanjang As B 1 Table 7.3. Rekapitulasi Hitungan Pembebanan Portal Pembebanan Balok Induk Jumlah Beban Mati (qd) Beban qu Leq Berat Plat Hidup Balok Bentang Dinding Jumlah sendiri Lantai (ql) 1-1, , , ,0 991,718 A B C Balok Induk -3 1, , , ,0 991, , , , ,0 991, , , , ,400 1-, , , , ,835-3, , , , , , , , , , , , , ,400 1-, , , , ,835-3, , , , , , , , , ,835 Jumlah Pembebanan Leq Beban Mati (qd) Beban qu cxlix
150 Balok D E F Berat Plat Hidup Bentang Dinding Jumlah sendiri Lantai (ql) 1-, , , , ,435-3, , , , , , , , , , , , , , ,108-3, , , , , , , , , , , , , , , ,4 639, , , , , , ,0 991, , , , ,0 991, , , , , Pembebanan Ring Balk a. Beban Titik P1 Reaksi kuda-kuda utama 7470 kg P Reaksi kuda kuda trapesium kg P3 Reaksi jurai 1579 kg P4 Reaksi setengah kuda-kuda 194 kg b. Beban Merata Beban sendiri ring balk 0,15 0,5 400 Beban berfaktor (qu) (1, qd) + (1,6 ql) (1, 90 ) + ( 1,6 0 ) 108 kg/m 90 kg/m 7.4. Penulangan Portal Memanjang Balok Dimensi 30/70 cl
151 Untuk perhitungan tulangan lentur balok memanjang dimensi 30/70, diambil pada bentang dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 000. Data perencanaan : h 700 mm Ø t 16 mm b 300 mm Ø s 1 mm p 40 mm d h - p ½ Ø t - Ø s fy 400 MPa ½ f c,5 MPa 640 mm 0,85.f'c.βæ 600 ö rb ç fy è 600+ fyø 0,85.,5.0,85æ 600 ö ç 400 è ø 0,044 r max 0,75. rb 0,75. 0,044 0,0183 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 a. Tulangan Lentur Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 9393,18 kgm 9, Nmm Mn Mu 9, φ 0, , Nmm 7 Mn 11, Rn 0, 956 b.d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 cli
152 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø 1 0,915 0,005 æ ç 1- è 1-.0,915. 0, ö ø r < r min r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r min 0,0035 As perlu r min. b. d 0, mm Digunakan tulangan D 16 mm As perlu n 1 p ,96 As 4 00,96 803,84 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm 3,344 4 tulangan b. Tulangan Lentur Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 14673,04 kgm 14, Nmm Mn Mu 14, φ 0, , Nmm 7 Mn 18, Rn 1, 493 b.d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø clii
153 1 æ ç 1-0,915è 0, ,915.1, ö ø r > r min r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r perlu 0,0039 As perlu r. b. d 0, ,8 mm Digunakan tulangan D 16 As perlu n 1 p ,8 00,96 As 4 00,96 803,84 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm 3,76 4 tulangan c. Tulangan Geser Dari perhitungan SAP 000 Diperoleh : Vu f c fy d 586,95 kg 5869,5 N,5 Mpa 40 Mpa h p ½ Ø ½ (1) 654 mm Vc 1/ 6. f' c.b.d 1/ 6., ,719 N Ø Vc 0, ,719 N 93065,83 N 3 Ø Vc , ,495 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc 93065,83 N < 5869,5 N < 79197,495 N Jadi diperlukan tulangan geser Ø Vs Vu - Ø Vc cliii
154 Vs perlu 5869, , ,668 N fvs 0, ,668 0,6 Av. ¼ p (1) 75339,447 N. ¼. 3, ,08 mm Av.fy. d 6, s 18, 879 mm ~ 100 mm Vs perlu 75339,447 s max h/ mm Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm Balok Dimensi 5/40 Untuk pehitungan tulangan lentur balok memanjang dimensi 5/40, diambil pada bentang dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 000. Data perencanaan : h 400 mm Ø t 16 mm b 50 mm Ø s 8 mm p 40 mm d h - p ½ Ø t - Ø s fy 400 MPa ½ f c,5 MPa 344 mm 0,85.f'c.βæ 600 ö rb ç fy è 600+ fyø 0,85.,5.0,85æ 600 ö ç 400 è ø 0,044 r max 0,75. rb 0,75. 0,044 0,0183 cliv
155 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 a. Tulangan Lentur Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 947,3 kgm, Nmm Mn Mu, φ 0, 8 7 3, Nmm 7 Mn 3, Rn 1, 45 b.d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø 1 æ ç 1-0,915è 0, ,915.1, ö ø r < r min r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r min 0,0035 As perlu r perlu. b. d 0, mm Digunakan tulangan D 16 As perlu n 1 p ,96 As 00,96 401,9 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan D 16 mm 1,498 tulangan clv
156 b. Tulangan Lentur Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 5193,98 kgm 5, Nmm Mn Mu 5, φ 0, 8 7 6, Nmm 7 Mn 6, Rn, 195 b.d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø 1 0,915 0,0058 æ ç 1- è 1-.0,915., ö ø r > r min r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r perlu 0,0058 As perlu r perlu. b. d 0, ,8 mm Digunakan tulangan D 16 As perlu n 1 p ,8 00,96 As 3 00,96 60,88 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan 3 D 16 mm,439 3 tulangan c. Tulangan Geser Dari perhitungan SAP 000 Diperoleh : Vu 7357,77 kg 73577,7 N clvi
157 f c fy d,5 Mpa 40 Mpa h p ½ Ø ½ (8) 356 mm Vc 1/ 6. f' c.b.d Ø Vc 1/ 6., ,678 N 0, ,678 N 416,407 N 3 Ø Vc , ,0 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc 416,407 N < 73577,7 N < 16649,0 N Jadi diperlukan tulangan geser Ø Vs Vs perlu Vu - Ø Vc 73577,7 416, ,93 N fvs 0, ,93 0,6 Av. ¼ p (8) 568,8 N. ¼. 3, ,48 mm Av.fy. d 100, s 164, 47 mm ~ 150 mm Vs perlu 568,8 s max h/ mm Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm 7.5. Penulangan Portal Balok Dimensi 30/70 Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal dimensi 30/70, diambil pada bentang dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 000. clvii
158 Data perencanaan : h 700 mm Ø t 16 mm b 300 mm Ø s 1 mm p 40 mm d h - p ½ Ø t - Ø s fy 400 Mpa ½ f c,5 MPa 64 mm 0,85.f'c.βæ 600 ö rb ç fy è 600+ fyø 0,85.,5.0,85æ 600 ö ç 400 è ø 0,044 r max 0,75. rb 0,75. 0,044 0,0183 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 a. Tulangan Lentur Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 11085,17 kgm 11, Nmm Mn Mu 11, φ 0, , Nmm 7 Mn 13, Rn 1, 11 b.d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø 1 æ ç 1-0,915è 0,009.0,915.1,11ö ø clviii
159 r < r min r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r min 0,0035 As perlu r min. b. d 0, ,1 mm Digunakan tulangan D 16 As perlu n 1 p ,1 00,96 As 4 00,96 803,84 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm 3,354 4 tulangan b. Tulangan Lentur Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 13377,14 kgm 13, Nmm Mn Mu 13, φ 0, , Nmm 7 Mn 16, Rn 1, 35 b.d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø 1 æ ç 1-0,915è 0, ,915.1, ö ø r > r min clix
160 r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r perlu 0,00351 As perlu r. b. d 0, ,06 mm Digunakan tulangan D 16 As perlu n 1 p ,06 00,96 As 4 00,96 803,84 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm 3,364 4 tulangan c. Tulangan Geser Dari perhitungan SAP 000 Diperoleh : Vu f c fy d 17347,11 kg ,1 N,5 Mpa 40 Mpa h p ½ Ø ½ (10) 655 mm Vc 1/ 6. f' c.b.d 1/ 6., ,890 N Ø Vc 0, ,890 N 9308,134 N 3 Ø Vc , ,40 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc 9308,134 N < ,1 N < 7964,40 N Jadi diperlukan tulangan geser Ø Vs Vu - Ø Vc ,1 9308, ,966 N clx
161 Vs perlu fvs 0,6 806,966 0,6 Av. ¼ p (10) ,61 N. ¼. 3, mm Av.fy. d s 184, 497 mm 150 mm Vs perlu ,61 s max h/ mm Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm Balok Dimensi 5/40 Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal dimensi 5/40, diambil pada bentang dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 000. Data perencanaan : h 400 mm Ø t 16 mm b 50 mm Ø s 8 mm p 40 mm d h - p ½ Ø t - Ø s fy 400 MPa f c,5 MPa 34 mm 0,85.f'c.βæ 600 ö rb ç fy è 600+ fyø 0,85.,5.0,85æ 600 ö ç 400 è ø 0,044 r max 0,75. rb 0,75. 0,044 0,0183 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 clxi
162 a. Tulangan Lentur Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 6313,78 kgm 6, Nmm Mn Mu 6, φ 0, 8 7 7, Nmm 7 Mn 7,89.10 Rn 3, 007 b. d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø 1 0,915 0,008 æ ç 1- è 1-.0,915. 3, ö ø r > r min r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r perlu 0,008 As perlu r perlu. b. d 0, , mm Digunakan tulangan D 16 As perlu n 1 p , 00,96 As 4 00,96 803,84 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm 3,305 4 tulangan clxii
163 b. Tulangan Lentur Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 8708,4 kgm 8, Nmm Mn Mu 8, φ 0, , Nmm 7 Mn 10, Rn 4, 148 b.d fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø 1 0,915 0,01 æ ç 1- è 1-.0,915. 4, ö ø r > r min r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r perlu 0,01 As perlu r perlu. b. d 0, mm Digunakan tulangan D 16 As perlu n 1 p ,96 As 5 00, ,8 mm As > As... aman! Jadi dipakai tulangan 5 D 16 mm 4,837 5 tulangan c. Tulangan Geser Dari perhitungan SAP 000 Diperoleh : Vu 11897,7 kg 11897,7 N clxiii
164 f c fy d,5 Mpa 40 Mpa h p ½ Ø ½ (10) 355 mm Vc 1/ 6. f' c.b.d Ø Vc 1/ 6., ,136 N 0, ,136 N 4097,81 N 3 Ø Vc , ,464 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc 4097,81 N < 11897,7 N < 1693,4 N Jadi diperlukan tulangan geser Ø Vs Vs perlu Vu - Ø Vc 11897,7 4097, ,879 N fvs 76874,879 0,6 0,6 Av. ¼ p (10) 1814,798 N. ¼. 3, mm Av.fy. d s 104, 401 mm ~ 100 mm Vs perlu 1814,798 s max h/ mm Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm 7.6. Penulangan Kolom Perhitungan Tulangan Lentur arah X Untuk contoh pehitungan tulangan lentur kolom arah X diambil momen terbesar dari perhitungan dengan SAP 000. Data perencanaan : b 300 mm ø tulangan 16 mm clxiv
165 h 300 mm f c,5 MPa fy 400 MPa ø sengkang 8 mm s (tebal selimut) 40 mm Dari perhitungan SAP 000 didapat : Pu 39313,41 kg ,1 N Mu 584,4 kgm d 5, Nmm h s Ø sengkang ½ Ø tulangan ½ mm d h d mm e Mu Pu 5, ,1 148,611 mm e min 0,1. h 0, mm 600 cb d 600+ fy ,4 ab β 1. cb 0, ,4 14,44 Pn b 0,85 f c ab b 0,85,5 14, ,5 N Pu Pn perlu ; 5 0,1. f ' c. Ag 0,1, ,05.10 N f karena Pu ,1 N > 0,1. f ' c. Ag, maka Ø 0,65 Pn perlu f Pu , ,69 N 0,65 Pn perlu < Pn b analisis keruntuhan tarik clxv
166 a Pn perlu 0,85. f ' c. b As 60481,69 0,85., ,416 Pn perlu æ çe- è fy h + ( d- d' ) a ö ø æ ,416ö 60481,69 ç148, è ø ,751 mm luas memanjang minimum : ( ) As t 1%. Ag 0, mm Sehingga, As As As Ast Menghitung jumlah tulangan : As n 1. p.( D) 4 As ada 3. ¼. π mm p.(16) 60,88 mm > 450 mm As ada > As perlu aman! Jadi dipakai tulangan 3 D 16,39 3 tulangan Perhitungan Tulangan Lentur arah Y Untuk contoh pehitungan tulangan lentur kolom arah Y diambil momen terbesar dari perhitungan dengan SAP 000. Data perencanaan : b 300 mm ø tulangan 16 mm clxvi
167 h 300 mm f c,5 MPa fy 400 Mpa ø sengkang 8 mm s (tebal selimut) 40 mm Dari perhitungan SAP 000 didapat : Pu 7447,54 kg 74475,4 N Mu 3487,8 kgm 3, Nmm d h s Ø sengkang ½ Ø tulangan ½ mm d h d mm e Mu Pu 3, ,4 17,07 mm e min 0,1.h 0, mm 600 cb d 600+ fy ,4 ab β 1. cb 0, ,4 14,44 Pn b 0,85 f c ab b 0,85,5 14, ,5 N Pu Pn perlu ; 5 0,1. f ' c. Ag 0,1, ,05.10 N f karena Pu 74475,4 N > 0,1. f ' c. Ag, maka Ø 0,65 Pn perlu f Pu 74475,4 469,846 N 0,65 Pn perlu < Pn b analisis keruntuhan tarik clxvii
168 a Pn perlu 0,85. f ' c. b As 469,846 0,85., ,598 Pn perlu æ çe- è fy h + ( d- d' ) a ö ø æ ,598ö 469,846 ç17,07- + è ø ,889 mm luas memanjang minimum : ( ) As t 1%. Ag 0, mm Sehingga, As As As Ast Menghitung jumlah tulangan : As n 1. p.( D) 4 As ada 3. ¼. π mm p.(16) 60,88 mm > 450 mm As ada > As perlu aman! Jadi dipakai tulangan 3 D 16,39 3 tulangan Tulangan Geser Dari perhitungan SAP 000 diperoleh : Vu 134,67 kg 1346,7 N Vc 1/6. f ' c.b.d clxviii
169 1/6., ,339 N Ø Vc 0, , ,04 N 3 Ø Vc , ,611 N Vu < Ø Vc < 3 Ø Vc à tidak perlu tulangan geser Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm 7.7. Penulangan Ring Balk Tulangan Lentur Untuk perhitungan tulangan lentur ring balk diambil pada bentang dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 000. Data perencanaan : h 300 mm Ø t 13 mm b 00 mm Ø s 8 mm p 30 mm d h - p - 1/ Ø t - Ø s fy 400 Mpa ½ f c,5 MPa 55,5 mm 0,85.f'c.βæ 600 ö rb ç fy è 600+ fyø 0,85.5.0,85æ 600 ö ç 400 è ø 0,071 r max 0,75. rb 0,75. 0,071 0,003 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 clxix
170 a. Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 1058,34 kgm 1, Nmm Mn Mu 1, φ 0, 8 7 1, Nmm 7 Mn 1,39.10 Rn 1, 013 b.d ,5 fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø r < r min 1 æ 0,915 1,013ö ç ,915 è 400 ø 0,009 r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r min 0,0035 As perlu r min. b. d 0, ,5 178,85 mm Digunakan tulangan D 13 As perlu n 1 p ,85 13,665 As 13,665 65,33 As > As aman! Jadi dipakai tulangan D 13 mm 1,348 tulangan b. Daerah Tumpuan clxx
171 Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 197,04 kgm 1, Nmm Mn Mu 1, φ 0, 8 7 1, Nmm 7 Mn 1, Rn 1, 4 b. d ,5 fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø r < r min 1 æ 0,915 1,4ö ç ,915 è 400 ø 0,003 r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r min 0,0035 As perlu r min. b. d 0, ,5 178,85 mm Digunakan tulangan D 13 As perlu n 1 p ,85 13,665 As 13,665 65,33 As > As aman! Jadi dipakai tulangan D 13 mm 1,348 tulangan Tulangan Geser clxxi
172 Dari perhitungan SAP 000 Diperoleh : Vu f c fy d 414,66 kg 4146,6 N,5 Mpa 40 Mpa h p ½ Ø ½ (8) 66 mm Vc 1/ 6. f' c.b.d 1/ 6., ,93 N Ø Vc 0, ,93 N 534,976 N 3 Ø Vc , ,97 N Vu < Ø Vc < 3 Ø Vc 4146,6 N < 534,976 N < 75704,97 N à tidak perlu tulangan geser Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm 7.8. Penulangan Sloof Tulangan Lentur Untuk perhitungan tulangan lentur sloof, diambil pada bentang dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 000. Data perencanaan : h 300 mm Ø t 13 mm b 00 mm Ø s 8 mm p 30 mm d h - p - 1/ Ø t - Ø s fy 400 Mpa ½ f c,5 MPa 55,5 mm 0,85.f'c.βæ 600 ö rb ç fy è 600+ fyø 0,85.5.0,85æ 600 ö ç 400 è ø clxxii
173 r max 0,071 0,75. rb 0,75. 0,071 0,003 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 a. Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 146,19 kgm 1, Nmm Mn Mu 1, φ 0, 8 7 1, Nmm 7 Mn 1, Rn 1, 400 b.d 00.55,5 fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø r > r min 1 æ 0,915 1,4 ö ç ,915 è 400 ø 0,36 r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r perlu 0,0036 As perlu r perlu. b. d 0, ,5 183,96 mm Digunakan tulangan D 13 clxxiii
174 As perlu n 1 p ,96 13,665 As 13,665 65,33 As > As aman! Jadi dipakai tulangan D 13 mm 1,387 tulangan b. Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 000 diperoleh : Mu 717,93 kgm, Nmm Mn Mu, φ 0, 8 7 3, Nmm 7 Mn 3, Rn, 60 b.d ,5 fy 400 m 0, 915 0,85.f'c 0,85.,5 r 1 m æ ç 1- è 1-.m.Rn fy ö ø r > r min 1 æ 0,915,60ö ç ,915 è 400 ø 0,0070 r < r max dipakai tulangan tunggal Digunakan r perlu 0,0070 As perlu r perlu. b. d 0, ,5 357,7 mm Digunakan tulangan D 13 clxxiv
175 As perlu n 1 p ,7 13,665 As 3 13, ,995 mm As > As aman! Jadi dipakai tulangan 3 D 13 mm,696 3 tulangan Tulangan Geser Dari perhitungan SAP 000 Diperoleh : Vu f c fy d 397,7 kg 3977 N,5 Mpa 40 Mpa h p ½ Ø ½ (8) 66 mm Vc 1/ 6. f' c.b.d 1/ 6., ,93 N Ø Vc 0, ,93 N 534,976 N 3 Ø Vc , ,97 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc 534,976 N < 3977 N < 75704,97 N Jadi diperlukan tulangan geser Ø Vs Vs perlu Vu - Ø Vc , ,04 N fvs 774,04 0,6 0,6 1903,373 N Av. ¼ p (8). ¼. 3, ,48 mm Av.fy. d 100, s 497, 19 mm Vs perlu 1903,373 clxxv
176 s max h/ mm Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm Tabel 7.4. Penulangan Balok Portal Memanjang Dimensi 30/70 Potongan Tumpuan Lapangan Balok ( cm ) Tul. Atas 4 D 16 mm D 16 mm Tul. Bawah D 16 mm 4 D 16 mm Sengkang Æ mm Æ mm clxxvi
177 Tabel 7.5. Penulangan Balok Portal Memanjang Dimensi 5/40 Potongan Tumpuan Lapangan Balok Tul. Atas 3 D 16 mm D 16 mm Tul. Bawah D 16 mm D 16 mm Sengkang Æ mm Æ mm Tabel 7.6. Penulangan Balok Portal Dimensi 30/70 Potongan Tumpuan Lapangan Balok Tul. Atas 4 D 16 mm D 16 mm Tul. Bawah D 16 mm 4 D 16 mm Sengkang Æ mm Æ mm Tabel 7.7. Penulangan Balok Portal Dimensi 5/40 clxxvii
178 Potongan Tumpuan Lapangan Balok Tul. Atas 5 D 16 mm D 16 mm Tul. Bawah D 16 mm 3 D 16 mm Sengkang Æ mm Æ mm Tabel 7.8. Penulangan Kolom Potongan Kolom Tulangan Sengkang 3 D 16 mm Æ mm clxxviii
179 Tabel 7.9. Penulangan Ring Balk Potongan Tumpuan Lapangan Balok Tul. Atas D 13 mm D 13 mm Tul. Bawah D 13 mm D 13 mm Sengkang Æ mm Æ mm Tabel Penulangan Sloof Potongan Tumpuan Lapangan Balok Tul. Atas 3 D 13 mm D 13 mm Tul. Bawah D 13 mm D 13 mm Sengkang Æ mm Æ mm clxxix
180 BAB 8 PERENCANAAN PONDASI 8.1. Data Perencanaan pasir 5 cm Gambar 8.1. Perencanaan Pondasi Direncanakan pondasi telapak (foot plate) dengan kedalaman 1,5 m, panjang 1,5 m dan 1,7 m. - f, c,5 Mpa - fy 400 Mpa - σ tanah 4 kg/cm kg/m - g tanah 1,7 t/m kg/m 3 - γ beton,4 t/m 400 kg/m 164 clxxx
181 Dari perhitungan SAP 000 pada Frame 388 diperoleh : - Pu 39313,41 kg - Mu 584,4 kgm Dimensi Pondasi Σtanah Pu A A Pu s tanah 39313, 41 0,983 m² B L A 0, 983 0,991 ~ 1,5 m Chek Ketebalan Pu ,1 d ³ 1 1 f f ' cb 0,6, ,76 ~ 400 mm 8.. Perencanaan kapasitas dukung pondasi Pembebanan pondasi Berat telapak pondasi 1,5 1,5 0, kg Berat tanah (1,5 1,5 1,) - (0,3 0,3 1,1) ,7 kg Berat kolom pondasi 0,3 0,3 1, ,6 kg Pu 39313,41 kg V total 4559,71 kg å å M e V 584,4 4559,71 0,18 < 1/6 B 0,5 s yang terjadi Vtot ± A Mtot 1.b.L ,71 Σ tanah 1 + 1,5 1,5 584,4 1 1,5 6 ( 1,5) 30649,951 kg/m clxxxi
182 45888,41 Σ tanah - 1,5 1,5 584,4 1 1,5 6 ( 1,5) 9876,90 kg/m 30649,951 kg/m < kg/m σ yang terjadi < s ijin tanah... Ok! 8.3. Perhitungan tulangan lentur Mu ½ qu t Mn ½ 30649,951 (0,6) 5516,991 kgm 5, Nmm 7 5, ,8 6, Nmm fy 400 m 0, 915 0,85. fc 0,85.,5 0,85. fc æ 600 ö rb. b. ç fy è 600+ fyø 0,85.,5 æ 600 ö.0,85. ç 400 è ø 0,045 r max 0,75. rb 0,0183 1,4 1,4 r min 0, 0035 fy 400 Mn Rn b.d 6, ( 300) 0,511 r perlu 1 m æ ç 1- è 1- m. Rn fy ö ø 1. 0,915 0,0013 r perlu < r min As perlu r min. b. d æ 0,915 0,511ö ç 1-1- è 400 ø clxxxii
183 0, mm Dipakai tulangan Æ 16 mm ¼. p. 16 Jumlah tulangan 00,96 mm ,96 7,837 8 buah 1000 Jarak tulangan dalam 1 m 15 mm 100 mm 8 As terpasang 8 ¼ p 16 As terpasang > As.. aman! 1607,68 mm Jadi digunakan tulangan Æ mm 8.4. Perhitungan tulangan geser Vu s A efektif 30649,991 0,6 1,5 7584,99 kg 75849,9 N Vc 1/ 6. f'c. b. d 1 / 6, ,4 N Æ Vc 0,6 Vc 0, , ,74 N 3Æ Vc 3 Æ Vc , ,3 N Æ Vc < Vu < 3Ø Vc 13453,74 N < 75849,9 N < ,3 N Jadi diperlukan tulangan geser Ø Vs Vu - Ø Vc clxxxiii
184 Vs perlu 75849, , ,18 N fvs 6396,18 0,6 0,6 Av. ¼ p (10) ,633 N. ¼. 3, mm Av.fy. d s 108, 699 mm ~ 100 mm Vs perlu ,633 s max h/ mm Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø mm clxxxiv
185 DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1989, Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Bangunan Rumah dan Gedung, Cetakan ke-, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Direktorat Jendral Cipta Karya Yayasan Lembaga Penyelidik Masalah Bangunan, Bandung. Anonim, 00, Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedun (SNI ), Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung. Anonim, 00, Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung. Suranto, Agus, 007, Laporan Tugas Akhir, Surakarta. Zulaidin, Damar, 009, Laporan Tugas Akhir, Surakarta. clxxxv
BAB 2 DASAR TEORI. Bab 2 Dasar Teori. TUGAS AKHIR Perencanaan Struktur Show Room 2 Lantai Dasar Perencanaan
3 BAB DASAR TEORI.1. Dasar Perencanaan.1.1. Jenis Pembebanan Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun
Tugas Akhir Perencanaan Struktur dan Rencana Anggaran Biaya Gedung Kuliah 2 Lantai
3 PERENCANAAN STRUKTUR Dan RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG KULIAH 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik
BAB 2 DASAR TEORI Dasar Perencanaan Jenis Pembebanan
BAB 2 DASAR TEORI 2.1. Dasar Perencanaan 2.1.1 Jenis Pembebanan Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun
Tugas Akhir Perencanaan Struktur Salon, fitness & Spa 2 lantai TUGAS AKHIR. Disusun Oleh : Enny Nurul Fitriyati I
Tugas Akhir Perencanaan Struktur Salon, fitness & Spa lantai A- TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR SALON FITNES DAN SPA LANTAI Disusun Oleh : Enny Nurul Fitriyati I.85060 PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK SIPIL
PERENCANAAN STRUKTUR PERPUSTAKAAN DUA LANTAI TUGAS AKHIR
PERENCANAAN STRUKTUR PERPUSTAKAAN DUA LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG FACTORY OUTLET DAN CAFE 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG FACTORY OUTLET DAN CAFE 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesatnya perkembangan dunia teknik sipil menuntut bangsa Indonesia untuk dapat menghadapi segala kemajuan dan tantangan. Hal itu dapat terpenuhi apabila sumber daya
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG SERBAGUNA 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG SERBAGUNA 2 LANTAI TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya (A.Md.) pada Program Studi DIII Teknik Sipil Jurusan
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ASRAMA MAHASISWA 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ASRAMA MAHASISWA LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil
PERENCANAAN STRUKTUR DAN ANGGARAN BIAYA GEDUNG SWALAYAN DAN TOKO BUKU 2 LANTAI TUGAS AKHIR
Perencanaan Struktur Gedung Swalayan dan Toko Buku Lantai PERENCANAAN STRUKTUR DAN ANGGARAN BIAYA GEDUNG SWALAYAN DAN TOKO BUKU LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RESTORAN 2 LANTAI
digilib.uns.ac.id PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RESTORAN 2 LANTAI TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DISTRO & CAFE 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DISTRO & CAFE 2 LANTAI TUGAS AKHIR Disusun sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya (A.Md.) pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG LABORATORIUM DUA LANTAI. Tugas akhir. Sudarmono I
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG LABORATORIUM DUA LANTAI Tugas akhir Sudarmono I 85 07 061 Fakultas teknik jurusan teknik sipil Universitas sebelas maret 2010 MOTTO...Sesungguhnya Alloh tidak mengubah keadaan
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RESTORAN DAN KARAOKE 2 LANTAI TUGAS AKHIR
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RESTORAN DAN KARAOKE 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERPUSTAKAAN 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERPUSTAKAAN LANTAI Oleh: Fredy Fidya Saputra I.8505014 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET PROGRAM D III JURUSAN TEKNIK SIPIL SURAKARTA 009 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG PERPUSTAKAAN 2 LANTAI
digilib.uns.ac.id PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG PERPUSTAKAAN 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUSKESMAS DUA LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUSKESMAS DUA LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN GEDUNG TOKO BUKU 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN GEDUNG TOKO BUKU 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya (A.Md.) pada Program Studi Diploma III Teknik
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA RUMAH TINGGAL 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA RUMAH TINGGAL 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH DUA LANTAI
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH DUA LANTAI Disusun oleh: ANDI YUNIANTO NIM: I 8507035 PROGRAM D-III TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKRTA
PERENCANAAN STRUKTUR PUSKESMAS PEMBANTU DUA LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR PUSKESMAS PEMBANTU DUA LANTAI TUGAS AKHIR Telah disetujui untuk dipertahankan di depan tim penguji sebagai persyaratan memperoleh gelar Ahli Madya pada jurusan Teknik Sipil Dikerjakan
Oleh : Hissyam I
PERENCANAANN STRUKTUR GEDUNG FACTORY OUTLETT DAN RESTO 2 LANTAI Oleh : Hissyam I 8507048 D3 TEKNIK SIPIL GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITASS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar
BAB 2 DASAR TEORI Dasar Perencanaan Jenis Pembebanan
BAB DASAR TEORI.1. Dasar Perencanaan.1.1. Jenis Pembebanan Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun beban
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN GEDUNG TOKO ELEKTRONIK 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN GEDUNG TOKO ELEKTRONIK LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya (A.Md.) pada Program Studi Diploma III
GEDUNG ASRAMA DUA LANTAI
digilib.uns.ac.id PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG ASRAMA DUA LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ASRAMA MAHASISWA 2 LANTAI TUGAS AKHIR
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ASRAMA MAHASISWA 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG KULIAH 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG KULIAH LANTAI Agus Supriyanto I.850033 D3 TEKNIK SIPIL GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET 011 iv v MOTTO Demi masa, sesungguhnya manusia
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN SEKOLAHAN 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN SEKOLAHAN LANTAI Oleh : Dede Setiawan I8506704 PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 011 MOTTOO...Sesungguhnya
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG LABORATORIUM 2 LANTAI & RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG LABORATORIUM 2 LANTAI & RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia konstruksi saat ini semakin berkembang pesat, meningkatnya berbagai kebutuhan manusia akan pekerjaan konstruksi menuntut untuk terciptanya inovasi dan kreasi
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SUPERMARKET DAN FASHION DUA LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SUPERMARKET DAN FASHION DUA LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
PERENCANAAN STRUKTUR RUMAH DAN TOKO 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR RUMAH DAN TOKO LANTAI TUAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh elar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG PERPUSTAKAAN 2 LANTAI
digilib.uns.ac.id PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG PERPUSTAKAAN 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN CAFE DAN RESTO 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN CAFE DAN RESTO 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG RSUD 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG RSUD LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program Studi D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG KULIAH DAN LABORATORIUM 2 LANTAI TUGAS AKHIR
perpustakaan.uns.ac.id PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG KULIAH DAN LABORATORIUM LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG UKM DUA LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG UKM DUA LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas
PERENCANAAN KANTOR KECAMATAN 2 LANTAI TUGAS AKHIR
PERENCANAAN KANTOR KECAMATAN 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KULIAH 4 LANTAI DENGAN SISTEM DAKTAIL TERBATAS
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KULIAH 4 LANTAI DENGAN SISTEM DAKTAIL TERBATAS Naskah Publikasi untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Teknik Sipil disusun oleh : MUHAMMAD NIM : D
BAB I. Perencanaan Atap
BAB I Perencanaan Atap 1. Rencana Gording Data perencanaan atap : Penutup atap Kemiringan Rangka Tipe profil gording : Genteng metal : 40 o : Rangka Batang : Kanal C Mutu baja untuk Profil Siku L : BJ
PERENCANAAN STRUKTUR BUTIK 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR BUTIK LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG MALL 3 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG MALL 3 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D3 Teknik
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG SWALAYAN 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG SWALAYAN LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas
DISUSUN OLEH JUNE ADE NINGTIYA I
PERENCANAAN STRUKTUR HOTEL 2 LANTAI DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH JUNE ADE NINGTIYA I 8507053 DIPLOMA TIGA JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA MASJID 2 LANTAI (Structure and Cost Budget of Two Storeys Mosque)
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA MASJID 2 LANTAI (Structure and Cost Budget of Two Storeys Mosque) TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya (A.Md.) pada
UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL 2011
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA 2 LANTAI Dikerjakan Oleh: CINTIA PRATIWI NIM. I 8508002 UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL 2011 LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH (DEKRANASDA) JL. KOLONEL SUGIONO JEPARA
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH (DEKRANASDA) JL. KOLONEL SUGIONO JEPARA Merupakan Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Jurusan
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG FACTORY OUTLET DAN RESTO DUA LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG FACTORY OUTLET DAN RESTO DUA LANTAI Oleh: Agus Catur kurniawan I.850608 PROGRAM DIII TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 011 MOTTO...Sesungguhnya
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI. Diajukan Oleh : DANNY ARIEF M I
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH LANTAI Diajukan Oleh : DANNY ARIEF M I8506009 PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET 00 i MOTTO Walaupun hidup
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BANK MANDIRI JL. NGESREP TIMUR V / 98 SEMARANG
HALAMAN JUDUL TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BANK MANDIRI JL. NGESREP TIMUR V / 98 SEMARANG Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Fakultas
BAB 1 PENDAHULUAN. Tugas Akhir Perencanaan Struktur Gedung Sekolah 2 Lantai Tinjauan Umum Perencanaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Tinjauan Umum Perencanaan Pendidikan Nasional di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas manusia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KECAMATAN 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KECAMATAN 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya perpustakaan.uns.ac.id pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil
BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan
BAB III LANDASAN TEORI A. Pembebanan Dalam perancangan suatu struktur bangunan harus memenuhi peraturanperaturan yang berlaku sehingga diperoleh suatu struktur bangunan yang aman secara konstruksi. Struktur
PERENCANAAN STRUKTUR BOARDING HOUSE
PERENCANAAN STRUKTUR BOARDING HOUSE TUGAS AKHIR Oleh : Antonius Mahatma P. I.8507007 PROGRAM DIII TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 010 BAB 3 Perencanaan
1 HALAMAN JUDUL TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TRI TUNGGAL SEMARANG
TUGAS AKHIR 1 HALAMAN JUDUL PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TRI TUNGGAL Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Fakultas Teknik Program
BAB V PEMBAHASAN. terjadinya distribusi gaya. Biasanya untuk alasan efisiensi waktu dan efektifitas
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Umum Pada gedung bertingkat perlakuan stmktur akibat beban menyebabkan terjadinya distribusi gaya. Biasanya untuk alasan efisiensi waktu dan efektifitas pekerjaan dilapangan, perencana
BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan
BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan Dari keseluruhan pembahasan yang telah diuraikan merupakan hasil dari perhitungan perencanaan struktur gedung Fakultas Teknik Informatika ITS Surabaya dengan metode SRPMM.
PERENCANAAN STRUKTUR PROYEK PEMBANGUNAN BANK DANAMON JL PEMUDA-JEPARA
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR PROYEK PEMBANGUNAN BANK DANAMON JL PEMUDA-JEPARA Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata1 (S-1) Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG HOTEL 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA perpustakaan.uns.ac.id GEDUNG HOTEL 2 LANTAI TUGAS AKHIR DisusunSebagai Salah SatuSyaratMemperolehGelarAhliMadya (A.Md.) pada Program Studi DIII Teknik Sipil
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH SMP SMU MARINA SEMARANG
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH SMP SMU MARINA SEMARANG Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil
ANALISA DIMENSI DAN STRUKTUR ATAP MENGGUNAKAN METODE DAKTILITAS TERBATAS
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 1 - ANALISA DIMENSI DAN STRUKTUR ATAP MENGGUNAKAN METODE DAKTILITAS TERBATAS M. Ikhsan Setiawan ABSTRAK Sttruktur gedung Akademi
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA UNIMUS
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA UNIMUS Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata (S-1) Pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik
PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA 5 LANTAI DI WILAYAH GEMPA 3
PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA 5 LANTAI DI WILAYAH GEMPA 3 Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Oleh : FELIX BRAM SAMORA
PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) DI JEPARA
PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) DI JEPARA Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Oleh : ALFANIDA AYU WIDARTI
BAB 1 LATAR BELAKANG.FIX.pdf BAB 2 DASAR TEORI.FIX.pdf
BAB 1 LATAR BELAKANG.FIX.pdf BAB 2 DASAR TEORI.FIX.pdf BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum Islamic Center sebagai pusat kegiatan keislaman, dimana semua kegiatan pembinaan berupa kegiatan
PERENCANAAN STRUKTUR dan RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR dan RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA RESTAURANT & TOKO 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA RESTAURANT & TOKO 2 LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program Studi D-III Teknik Sipil Jurusan
PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG KULIAH UMUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA SATU
i PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG KULIAH UMUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA TUGAS AKHIR SARJANA STRATA SATU Disusun oleh : RICHARD SUTRISNO Mahasiswa : 11973 / TS NPM : 04 02 11973 PROGRAM STUDI TEKNIK
PERENCANAAN SHOWROOM DAN BENGKEL NISSAN
PERENCANAAN SHOWROOM DAN BENGKEL NISSAN TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Program Studi Teknik
PERENCANAAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KOTA 4 LANTAI DENGAN PRINSIP DAKTAIL PARSIAL DI SURAKARTA (+BASEMENT 1 LANTAI)
1 PERENCANAAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KOTA 4 LANTAI DENGAN PRINSIP DAKTAIL PARSIAL DI SURAKARTA (+BASEMENT 1 LANTAI) Naskah Publikasi untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai S-1 Teknik Sipil diajukan
LEMBAR PENGESAHAN Tugas Akhir Sarjana Strata Satu (S-1)
LEMBAR PENGESAHAN Tugas Akhir Sarjana Strata Satu (S-1) PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG B POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG Oleh: Sonny Sucipto (04.12.0008) Robertus Karistama (04.12.0049) Telah diperiksa dan
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB ) TUGAS AKHIR
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH LANTAI DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB ) TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil
d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek
DAFTAR NOTASI A g = Luas bruto penampang (mm 2 ) A n = Luas bersih penampang (mm 2 ) A tp = Luas penampang tiang pancang (mm 2 ) A l =Luas total tulangan longitudinal yang menahan torsi (mm 2 ) A s = Luas
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Isi Laporan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia teknik sipil di Indonesia saat ini menuntut terciptanya sumber daya manusia yang dapat mendukung dalam bidang tersebut.
PERENCANAAN STRUKTUR UNIT GEDUNG A UNIVERSITAS IKIP VETERAN SEMARANG
PERENCANAAN STRUKTUR UNIT GEDUNG A UNIVERSITAS IKIP VETERAN SEMARANG TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT YSKI SEMARANG
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT YSKI SEMARANG Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik
PERENCANAAN GEDUNG PERKANTORAN 4 LANTAI (+ BASEMENT) DI WILAYAH SURAKARTA DENGAN DAKTAIL PARSIAL (R=6,4) (dengan mutu f c=25 MPa;f y=350 MPa)
PERENCANAAN GEDUNG PERKANTORAN 4 LANTAI (+ BASEMENT) DI WILAYAH SURAKARTA DENGAN DAKTAIL PARSIAL (R=6,4) (dengan mutu f c=25 MPa;f y=350 MPa) Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat
PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA SUNGAI AMPEL KABUPATEN PEKALONGAN
TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA SUNGAI AMPEL KABUPATEN PEKALONGAN Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Strata Satu (S-1) Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
PRESENTASI TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI D III TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2010
PRESENTASI TUGAS AKHIR oleh : PROGRAM STUDI D III TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2010 LATAR BELAKANG SMA Negeri 17 Surabaya merupakan salah
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI TUGAS AKHIR
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program DIII Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas
PERENCANAAN STRUKTUR Dan RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR Dan RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) GEDUNG SEKOLAH LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH 2 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH LANTAI TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
PERBANDINGAN STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN STRUKTUR BAJA DARI ELEMEN BALOK KOLOM DITINJAU DARI SEGI BIAYA PADA BANGUNAN RUMAH TOKO 3 LANTAI
PERBANDINGAN STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN STRUKTUR BAJA DARI ELEMEN BALOK KOLOM DITINJAU DARI SEGI BIAYA PADA BANGUNAN RUMAH TOKO 3 LANTAI Wildiyanto NRP : 9921013 Pembimbing : Ir. Maksum Tanubrata,
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUSAT GROSIR BARANG SENI DI JALAN Dr. CIPTO SEMARANG
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUSAT GROSIR BARANG SENI DI JALAN Dr. CIPTO SEMARANG Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Program Studi Teknik
BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan Pada Pelat Lantai
8 BAB III LANDASAN TEORI A. Pembebanan Pada Pelat Lantai Dalam penelitian ini pelat lantai merupakan pelat persegi yang diberi pembebanan secara merata pada seluruh bagian permukaannya. Material yang digunakan
PERENCANAAN GEDUNG PASAR TIGA LANTAI DENGAN SATU BASEMENT DI WILAYAH BOYOLALI (DENGAN SISTEM DAKTAIL PARSIAL)
PERENCANAAN GEDUNG PASAR TIGA LANTAI DENGAN SATU BASEMENT DI WILAYAH BOYOLALI (DENGAN SISTEM DAKTAIL PARSIAL) Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S 1 Teknik Sipil diajukan
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH BINA BANGSA JALAN JANGLI BOULEVARD SEMARANG
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH BINA BANGSA JALAN JANGLI BOULEVARD SEMARANG Diajukan Sebagai Syarat Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Program Studi Teknik Sipil
BAB III ESTIMASI DIMENSI ELEMEN STRUKTUR
BAB III ESTIMASI DIMENSI ELEMEN STRUKTUR 3.. Denah Bangunan Dalam tugas akhir ini penulis merancang suatu struktur bangunan dengan denah seperti berikut : Gambar 3.. Denah bangunan 33 34 Dilihat dari bentuk
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BPS PROVINSI JAWA TENGAH MENGUNAKAN BETON PRACETAK (Design of Structure of BPS Building Central Java Province using Precast Concrete) Diajukan
BAB III METODOLOGI PERENCANAAN
BAB III METODOLOGI PERENCANAAN 3.1. Diagram Alir Perencanaan Struktur Atas Baja PENGUMPULAN DATA AWAL PENENTUAN SPESIFIKASI MATERIAL PERHITUNGAN PEMBEBANAN DESAIN PROFIL RENCANA PERMODELAN STRUKTUR DAN
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PERPAJAKAN PUSAT KOTA SEMARANG
TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PERPAJAKAN PUSAT KOTA SEMARANG Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas
PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH MENENGAH ATAS EMPAT LANTAI DAN SATU BASEMENT DI SURAKARTA DENGAN PRINSIP DAKTAIL PARSIAL
PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH MENENGAH ATAS EMPAT LANTAI DAN SATU BASEMENT DI SURAKARTA DENGAN PRINSIP DAKTAIL PARSIAL Naskah Publikasi Ilmiah untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana-1
Semarang, Nopember Penyusun
KATA PENGANTAR Alhamdulillahi rabbil alamin, Puji Syukur ke Khadirat ALLAH SWT atas segala Nikmat, Rahmat, Hidayah dan Inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG JALAN TIRTO AGUNG PEDALANGAN-SEMARANG
Tugas Akhir PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG JALAN TIRTO AGUNG PEDALANGAN-SEMARANG Diajukan Sebagai Syarat Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Program
PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR WILAYAH DIRJEN PAJAK SULAWESI SELATAN, BARAT DAN TENGGARA
PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR WILAYAH DIRJEN PAJAK SULAWESI SELATAN, BARAT DAN TENGGARA Laporan Tugas Akhir Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta
DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan Surat Pernyataan Kata Pengantar DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI Halaman Judul i Pengesahan ii Persetujuan iii Surat Pernyataan iv Kata Pengantar v DAFTAR ISI vii DAFTAR TABEL x DAFTAR GAMBAR xiv DAFTAR NOTASI xviii DAFTAR LAMPIRAN xxiii ABSTRAK xxiv ABSTRACT
DAFTAR NOTASI. xxvii. A cp
A cp Ag An Atp Al Ao Aoh As As At Av b bo bw C C m Cc Cs d DAFTAR NOTASI = Luas yang dibatasi oleh keliling luar penampang beton, mm² = Luas bruto penampang (mm²) = Luas bersih penampang (mm²) = Luas penampang
1.6 Tujuan Penulisan Tugas Akhir 4
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSEMBAHAN i ii in KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR NOTASI INTISARI v viii xii xiv xvii xxii BAB I PENDAHIJLUAN 1 1.1 Latar
