PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN
|
|
|
- Sukarno Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANDUNG Komplek Pemda Jl. Raya Soreang Km. 17 Telp. (022) Soreang 40911
2 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan daerah dengan memperlihatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi suara memperluaskan perkembangan global, sedangkan kuantitas pembangunan memiliki kebutuhan sumber daya, sehingga pencapaian hasil pembangunan selalu lebih mudah dibandingkan dengan kompleksitas permasalahan yang telah diselesaikan. Demikian pula proses pembangunan ekonomi di adalah merupakan bagian dari pembangunan Propinsi Jawa Barat dan pembangunan nasional yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan kesinambungan pembangunan, memberikan daya dukung tercapainya kondisi masyarakat yang lebih baik, dimana pada hakekatnya merupakan upaya peningkatan kualitas manusia dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yang semuanya bermuara pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana dalam prioritas daerah pembangunan pra ekonomi daerah melalui pengembangan ekonomi dan pembangunan kawasan pedesaan. Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan diharapkan mampu membangun struktur perekonomian yang lebih baik terutama dalam mengatasi masalah ekonomi yang ada di maupun pengaruh era globalisasi. Hal ini tergambar dalam misi yang ke-6 yaitu Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan yang Berdaya Saing, dalam salah satu tujuannya yaitu terwujudnya peningkatan kontribusi ekonomi kerakyatan terhadap perekonomian daerah dengan sasaran antara lain : 1) pelaku KUMKM yang berbasis potensi lokal dan mampu bersaing 2) kualitas tenaga kerja yang berdaya saing 3) nilai tambah petani 4) Meningkatkan potensi-potensi unggulan daerah Dalam mendukung terwujudnya misi unggulan tersebut, perlu disusun Rencana Strategis (Renstra) pembangunan koperasi, UKM, perindustrian dan perdagangan Tahun sebagai perencanaan pembangunan yang memuat visi, misi, arah kebijakan, sasaran, program dan kegiatan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 1
3 I.2 Landasan Hukum Dalam penyusunan Rencana Strategis Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Tahun , berlandaskan : 1. Landasan Idiil : Pancasila 2. Landasan Konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945 Disamping itu mengacu pula pada Undang-Undang, Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Daerah yang berlaku, antara lain : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian; 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Penyelesaian Keuangan Negara; 4. Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN); 5. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437; 6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah; 7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; 8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun ; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Darah; 10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun 2002 tentang Pengakuan Kewenangan dan Kota Beserta Catatan Verifikasi Kota; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pasar Desa; 12. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; 13. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 2
4 Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pengembangan Daerah; 15. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2004 tentang Transparansi dan Partisipasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintah di ; 16. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Tatacara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah. I.3 Maksud Dan Tujuan 1) Maksud Rencana strategis Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Tahun disusun untuk mendukung tercapainya visi dan misi dalam rangka melaksanakan pemerintahan yang baik, dimana penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik tidak semata-mata didasarkan pada pemerintah, tetapi harus melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, dengan karakter efektif, efisien, transparan, partisipatif, akuntabel berdasarkan kerangka hukum, adil dan responsif. 2) Tujuan Renstra Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Tahun adalah untuk memberikan arahan teknis dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik, dan pembangunan koperasi, UKM, perindustrian dan perdagangan di, sehingga akan didapat kejelasan, tujuan, sasaran, kebijakan program dan kegiatan dalam rangka menunjang keberhasilan pembangunan di yang diarahkan pada peningkatan pendapatan masyarakat, sehingga dapat mendorong tumbuhnya daya beli yang akan mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 3
5 I.4 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan Rencana Strategis SKPD adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Landasan Hukum C. Maksud dan Tujuan D. Sistematika Penulisan BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi B. Sumber Daya SKPD C. Kinerja Pelayanan SKPD D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI A. Identifikasi Permasalahan B. Telaahan Visi, Misi dan Program C. Penentuan Isu Strategis BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN A. Visi dan Misi SKPD B. Tujuan Sasaran Jangka Menengah SKPD C. Strategi dan Kebijakan SKPD BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD BAB VII PENUTUP PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 4
6 BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD II.1 Tugas, Fungsi Dan Struktur Organisasi Sesuai Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan yang merupakan Dinas teknis serta bertanggung jawab dalam hal pembinaan dan pengembangan terhadap koperasi, UKM, perindustrian dan perdagangan di, mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dan melaksanakan kegiatan teknis operasional di bidang koperasi, UKM, perindustrian dan perdagangan yang meliputi pelayanan dan pengembangan usaha koperasi, pembinaan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, pengembangan hasil industri pertanian dan kehutanan dan industri logam, mesin dan kimia, industri aneka, sarana dan pengembangan perdagangan, perdagangan dalam dan luar negeri serta melaksanakan ketatausahaan Dinas. Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah, maka tugas pokok dan fungsi unsur-unsur Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan adalah sebagai berikut: 1) Kepala Dinas Mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah serta bidang perindustrian dan bidang perdagangan. Fungsi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan adalah : a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya. c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya. d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 5
7 2) Sekretariat Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan yang meliputi pengkoordinasian, penyusunan program, pengelolaan umum dan kepegawaian serta pengolahan keuangan. Dalam melaksanakan tugas pokok, sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan pelayanan kesekretariatan. b. Penetapan rumusan kebijakan koordinasi penyusunan program dan penyelenggaraan terpadu. c. Penetapan rumusan kebijakan pelayanan administratif Dinas. d. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi umum dan kerumahtanggaan. e. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan kelembagaan dan ketatalaksanaan serta hubungan masyarakat. f. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi kepegawaian. g. Penetapan rumusan kebijakan administrasi pengelolaan keuangan. h. Penetapan rumusan kebijakan pelaksanaan monitoring evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Dinas. i. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian publikasi pelaksanaan tugas Dinas. j. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian penyusunan dan penyampaian bahan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Dinas. k. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan. l. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan. m. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. n. Pelaksanaan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga atau pihak ke tiga di bidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan. Sekretaris membawahkan: a. Sub Bagian Penyusunan Program. b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. c. Sub Bagian Keuangan. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 6
8 3) Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pelayanan pengembangan usaha koperasi yang meliputi pengembangan koperasi produsen, konsumen dan jasa, pengembangan permodalan koperasi serta pengawasan dan penilaian USP koperasi.dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Pengembangan Usaha Koperasi mempunyai fungsi: a. Penetapan dan penyusunan rencana program kerja pelayanan pengembangan usaha koperasi. b. Penetapan kebijakan pemberdayaan dan pengembangan usaha koperasi. c. Penetapan penciptaan usaha simpan pinjam yang sehat sesuai dengan kebijakan pemerintah. d. Penetapan bimbingan dan penyuluhan koperasi dalam pembuatan laporan tahunan KSP dan USP. e. Penetapan pembinaan KSP dan USP. f. Penetapan fasilitasi pelaksanaan pembubaran dan penyelesaian akibat pembubaran KSP dan USP. g. Penetapan pemberian sanksi administratif kepada KSP dan USP yang tidak melaksanakan kewajibannya. h. Penetapan pengembangan iklim serta kondisi yang mendorong pertumbuhan dan pemasyarakatan koperasi. i. Penetapan pemberian bimbingan dan kemudahan koperasi. j. Penetapan dan perlindungan kepada koperasi. k. Penetapan fasilitasi pembinaan dan pengawasan KSP dan USP koperasi. l. Penetapan pengawasan monitoring dan evaluasi upaya pemberdayaan koperasi. m. Penetapan fasilitasi penjaminan permodalan dan pembiayaan bagi koperasi yang meliputi kredit perbankan / bukan bank, modal Ventura pinjaman BUMN, hibah dan jenis pembiayaan lain. n. Pelaporan pelaksanaan tugas pelayanan pengembangan usaha koperasi. o. Evaluasi pelaksanaan tugas pelayanan pengembangan usaha koperasi. p. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 7
9 q. Pelaksanaan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga atau pihak ketiga di bidang pelayanan pengembangan usaha koperasi. Bidang Pengembangan Usaha Koperasi membawahkan : a. Seksi Pengembangan Koperasi Produsen Konsumen dan Jasa. b. Seksi Fasilitasi dan Pengembangan Permodalan Koperasi. c. Seksi Pengawasan dan Penilaian USP Koperasi. 4) Bidang Kelembagaan Koperasi Bidang Kelembagaan Koperasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas pokok di bidang pelayanan kelembagaan koperasi yang meliputi pendaftaran koperasi, pengembangan organisasi dan tatalaksana koperasi serta pengembangan sumber daya manusia koperasi. Dalam melaksanakan tugas pokok Kepala Bidang Kelembagaan mempunyai fungsi: a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pelayanan kelembagaan koperasi. b. Penetapan pelaksanaan kebijakan pembentukan, penggabungan dan peleburan serta pembubaran koperasi. c. Penetapan pengesahan pembentukan, penggabungan dan peleburan serta pembubaran koperasi dalam wilayah kabupaten. d. Penetapan fasilitasi pelaksanaan pengesahaan dan pengumuman akta pengesahan koperasi. e. Penetapan fasilitasi pelaksanaan pengesahan perubahan PAD yang menyangkut penggabungan, pembagian dan perubahan bidang usaha koperasi. f. Penetapan fasilitasi pelaksanaan pembubaran koperasi sesuai dengan pedoman pemerintah. g. Penetapan pengawasan monitoring dan evaluasi upaya pemberdayaan koperasi. h. Pelaporan pelaksanaan tugas pelayanan kelembagaan koperasi. i. Evaluasi pelaksanaan tugas pelayanan kelembagaan koperasi. j. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 8
10 k. Pelaksanaan koordinasi / kerja sama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga dan pihak ketiga di bidang pelayanan kelembagaan koperasi. Bidang Kelembagaan Koperasi membawahkan: a. Seksi Pendaftaran Koperasi. b. Seksi Pengembangan Organisasi dan Tatalaksana Koperasi. c. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia. 5) Bidang Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Bidang Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok, memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah yang meliputi pengembangan kemitraan dan pengembangan kewirausahaan. Dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah mempunyai fungsi : a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah. b. Penetapan kebijakan pemberdayaan UKM dalam penumbuhan iklim usaha bagi usaha kecil yang meliputi pendanaan / penyediaan sumber dana, tata cara dan syarat pemenuhan kebutuhan dana, persaingan prasarana, informasi kemitraan, perijinan dan perlindungan. c. Penetapan pembinaan dan pengembangan usaha kecil yang meliputi produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan teknologi d. Penetapan fasilitasi akses penjaminan dalam penyedian pembiayaan bagi UKM yang meliputi kredit perbankan, penjaminan lembaga bukan bank, modal ventura, pinjaman dari dana penyisihan sebagian laba BUMN, hibah dan jenis pembiayaan lain. e. Penetapan pengawasan, monitoring dan evaluasi upaya pemberdayaan UKM. f. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah. g. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah. h. Pelaksanaan tugas, kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 9
11 i. Pelaksanaan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga atau pihak ketiga di bidang pengelolaan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah. Bidang Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah membawahkan: a. Seksi Pengembangan Kemitraan. b. Seksi Pengembangan Kewirausahaan. 6) Bidang Industri Agro, Logam, Mesin dan Kimia Bidang Industri, Logam, Mesin dan Kimia dipimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok, memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan industri agro, logam, mesin dan kimia yang meliputi logam mesin dan elektronik, industri agro serta kimia dan bahan bangunan. Dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Industri Agro, Logam, Mesin dan Kimia mempunyai fungsi: a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan industri agro, logam, mesin dan kimia. b. Penyelenggaraan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan industri agro, logam mesin dan kimia. c. Pengkoordinasian perencanaan teknis di bidang pengelolaan industri agro, logam, mesin dan kimia. d. Perumusan sasaran pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan industri agro, logam, mesin dan kimia. e. Pembinaan dan pengarahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan industri agro, logam, mesin dan kimia. f. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan industri agro, logam, mesin dan kimia. g. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan industri agro, logam mesin dan kimia. h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. i. Pelaksanaan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga atau pihak ketiga di bidang pengelolaan industri agro, logam, mesin dan kimia. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 10
12 Bidang Industri Agro, Logam, Mesin dan Kimia membawahkan: a. Seksi Logam Mesin dan Elektronik. b. Seksi Industri Agro. c. Seksi Kimia dan Bahan Bangunan. 7) Bidang Industri Aneka Bidang Industri Aneka dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok, memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan industri aneka yang meliputi tekstil dan produk tekstil, kulit dan produk kulit serta kerajinan dan aneka. Dalam melaksanakan tugas pokok, Bidang Industri Aneka mempunyai fungsi: a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan industri aneka. b. Penyelenggaraan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan industri aneka. c. Pengkoordinasian perencanaan kerja di bidang pengelolaan industri aneka. d. Perumusan sasaran pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan industri aneka. e. Pembinaan dan pengarahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan industri aneka. f. Pelaporan pelaksanan tugas pengelolaan industri. g. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan industri. h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. i. Pelaksanaan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga atau pihak ketiga di bidang pengelolaan industri. Bidang Industri Aneka membawahkan: a. Seksi Tekstil dan Produk Tekstil b. Seksi Kulit dan Produk Kulit c. Seksi Kerajinan dan Aneka 8) Bidang Sarana dan Pengembangan Perdagangan Bidang Sarana dan Pengembangan Perdagangan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok, memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan sarana dan pengembangan perdagangan yang meliputi sarana perdagangan kerja sama dan pengembangan perdagangan serta pembinaan usaha pedagangan. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 11
13 Dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Sarana Pengembangan Perdagangan mempunyai fungsi : a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan sarana dan pengembangan perdagangan. b. Penyelenggaraan pelaksanaan tugas di sarana dan pengembangan perdagangan. c. Pengkoordinasian perencanaan teknis di bidang sarana dan pengembangan pasar. d. Perumusan sasaran pelaksanaan tugas di bidang sarana pengembangan perdagangan. e. Pembinaan dan pengarahan pelaksanaan tugas di bidang sarana pengembangan perdagangan. f. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan sarana pengembangan perdagangan. g. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan di bidang pengelolaan sarana pengembangan perdagangan. h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. i. Pelaksanaan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga di bidang sarana dan pengembangan perdagangan. Bidang Sarana Pengembangan Perdagangan membawahkan : a. Seksi Sarana Perdagangan. b. Seksi Kerjasama dan Pengembangan Perdagangan. c. Seksi Bina Usaha Perdagangan. 9) Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok, memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan perdagangan dalam dan luar negeri yang meliputi distribusi dan informasi, perlindungan konsumen dan metrologi legal serta perdagangan luar negeri. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 12
14 Dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri mempunyai fungsi : a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja perdagangan dalam dan luar negeri. b. Penyelenggaraan pelaksanaan tugas di bidang perdagangan dalam dan luar negeri. c. Pengkoordinasian perencanaan teknis dan pelaksanaan tugas di bidang perdagangan dalam dan luar negeri. d. Perumusan sasaran pelaksanaan tugas di bidang perdagangan dalam dan luar negeri. e. Pembinaan dan pengarahan pelaksanaan tugas di bidang perdagangan dalam dan luar negeri. f. Pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perdagangan dalam dan luar negeri. g. Evaluasi pelaksanaan tugas di bidang perdagangan dalam dan luar negeri. h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. i. Pelaksanaan koordinasi / kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja / instansi / lembaga atau pihak ketiga di bidang perdagangan dalam dan luar negeri. Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri membawahkan : a. Seksi Distribusi dan Informasi. b. Seksi Perlindungan Konsumen dan Metrologi Legal. c. Seksi Perdagangan Luar Negeri. 10) UPTD Pasar Kepala UPTD Pasar mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pengelolaan sebagai fungsi dinas di bidang pengelolaan dan pengembangan pasar. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Kepala UPTD Pasar mempunyai fungsi : a. Perencanaan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan dan pengembangan pasar. b. Perencanaan operasional kegiatan pengelolaan dan pengembangan pasar. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 13
15 c. Penyusunan mekanisme organisasi dan tatalaksana pengelolaan dan pengembangan pasar. d. Pengelolaan anggaran pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan pasar. e. Pengembangan kemitraan pengelolaan dan pengembangan pasar. f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. g. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya. h. Pelaksanaan koordinasi pengelolaan dan pengembangan pasar dengan sub unit kerja lain di lingkungan Dinas. UPTD Pasar membawahkan Sub. Bagian Tata Usaha yang mempunyai tugas pokok menyusun dan melaksanakan pengelolaan ketatausahaan UPTD Pasar di bidang pengelolaan dan pengembangan pasar. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sub. Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi yaitu : a. Penyusunan rencana operasional ketatausahaan pengelolaan dan pengembangan pasar. b. Pelaksanaan pengelolaan urusan umum, kepegawaian, keuangan sarana dan prasarana UPTD Pasar. c. Penyiapan bahan fasilitasi dan dukungan administrasi pengelolaan dan pengembangan pasar. d. Pemberian dan penyusunan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian pengelolaan dan pengembangan pasar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan mempunyai peran aktif dalam pertumbuhan ekonomi di melalui gerakan dan pemberdayaan koperasi, UKM, perindustrian dan perdagangan. Sehubungan dengan hal tersebut, sesuai Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah, struktur organisasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan sebagai berikut : Untuk lebih jelasnya, Struktur Organisasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan dapat dilihat pada gambar berikut : PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 14
16 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 15
17 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 16
18 II. Sumberdaya SKPD Dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan didukung oleh aparat / personil dengan jumlah pegawai pada tahun 2013 sebanyak 531 orang dengan rincian 94 orang wanita dan 393 orang pria. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Uraian Jumlah Ket. (1) (2) (3) (4) Status Pegawai 1. Pegawai Negeri Sipil Calon PNS Kontrak Kerja 58 Wanita 1. Pegawai Negeri Sipil 105 Pria Kontrak Kerja 6 52 Tingkat Pendidikan PNS CPNS 1. Strata 3 (S3 2. Strata 2 (S2) PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG Strata 1 (S1) Sarjana Muda 5 5. SLTA SLTP SD 67 Kepangkatan 1. IV / c 1 2. IV / b 5 3. IV / a 7 4. III / d III / c III / b III / a 23
19 Uraian Jumlah Ket. (1) (2) (3) (4) 8. II / d 4 9. II / c II / b II / a I / d I / c I / b 15. I / a Jabatan Struktural / Eselon Eselon II / b 1 2. Eselon III / a 1 3. Eselon III / b 7 4. Eselon IV / a Eselon IV / b 7 6. Staf TKK 58 III. Kinerja Pelayanan SKPD Kinerja pelayanan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2010 sampai tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian kinerja berdasarkan indikator yang telah ditetapkan tersaji pada tabel berikut : Sampai dengan tahun 2012, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan telah melaksanakan pelayanan sebagai berikut : No 1. a. b. Indikator Kinerja Urusan Koperasi dan UMKM Jumlah Pelaku UMKM Meingkatnya Penyerapan Tenaga Kerja UMKM Tahun PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 18
20 No c. d. Indikator Kinerja Jumlah Omzet UMKM UMKM yang memiliki Sertifikasi Halal dan PIRT Tahun Sertifikasi 75 sertifikasi 60 Sertifikasi e. Jumlah Koperasi f. 2. a. b. c. d. 3. a. b. c. Jumlah Koperasi Aktif Urusan Perdagangan Terwujudnya pasar tradisional yang berkondisi baik ekspor komoditas non migas ($) fasilitas advokasi perlindungan konsumen Jumlah lokasi PKL yang sudah ditata Urusan Perindustrian Jumlah unit usaha industri kecil dan menengah Jumlah omzet unit usaha industri kecil dan menengah Jumlah potensi produk unggulan IKM pasar 2 Pasar 3 pasar , , Putusan 20 putusan 0 2 Pasar 2 Pasar 4,118 IKM 4,239 IKM 4,450 IKM IKM 22 IKM 40 IKM PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 19
21 IV. Tantangan Dan Peluang Pengembangan Pelayanan Berdasarkan visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pembangunan selama 5 (lima) tahun kedepan, terinventarisasi beberapa tantangan dan peluang dalam pengembangan pelayanan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut : Tantangan Peluang 1. jumlah penduduk 1. Angkatan kerja meningkat 2. Rendahnya daya beli 2. Tenaga kerja cukup tersedia 3. jumlah pengangguran 3. masyarakat sebagai pelaku ekonomi produktif 4. Komersialisasi fasilitas dan asset 4. animo masyarakat pasar terhadap non pedagang dalam mendirikan koperasi 5. Membangun sinergitas yang efisien mulai dari pemasok, pedagang dan pembeli 6. Peningkatan kualitas hubungan status hukum / kepemilikan (pengelola / Pemda / pedagang) 7. Perwujudan dan pencitraan identitas pasar tradisional sesuai dengan ciri khas / keunikan masing-masing pasar 5. Dukungan pemerintah semakin tinggi dengan adanya prioritas kebijakan ekonomi nasional 6. Tersedianya tenaga ahli dari perguruan tinggi, Litbang Balai besar maupun IKATSI 7. Bahan baku dan penunjang mudah tersedia didapat 8. Indonesia merupakan pasar yang besar 9. Melimpahnya sumber daya alam 10. Dengan adanya perjanjianperjanjian antara Negara yang baru, barang ekspor kita akan kompetitif di pasar internasional 11. Adanya kebijakan baik dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi dan Daerah yang mendukung adanya sistem keterbukaan dan kemudahan dalam proses pengadaan barang / jasa 12. Makin terjangkaunya ruang gerak pengawasan barang beredar dan jasa yang dilakukan oleh pihak LPKSM di wilayah 13. Makin tumbuhnya kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggungjawab PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 20
22 Tantangan Peluang 14. Makin meningkatnya pengetahuan pelaku usaha mengenai peraturan pemerintah tentang peredaran barang dan jasa 15. Terbukanya kewenangan untuk melaksanakan urusan / kegiatan di bidang kemetrologian 16. Memiliki potensi unggulan yang mejadi trademark suatu produk yang berkualitas 17. kerjasama antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan maupun lembaga terkait untuk memproses Hak Paten 18. Adanya lembaga-lembaga keuangan 19. Adanya kepedulian terhadap pengrajin untuk menjadi mitra binaan dari perusahaan besar 20. Adanya pusat perbelanjaan / pasar modern / mall untuk sarana promosi 21. Kesempatan mengikuti event pameran 22. Tersebarnya distributor / agen / grosir 23. Adanya kegiatan pasar lelang komoditi agro 24. Dukungan pemerintah semakin tinggi melalui APBN, Program GEMPITA 25. Di, terdapat 12 pasar tradisional dan 34 pasar desa, warung serta toko-toko 26. Koperasi sebagai ekonomi kerakyatan yang harus terus menerus dibina agar koperasi menjadi tangguh dan sejajar dengan badan usaha lainnya 27. Koperasi salah satu cara utuk mencegah ekonomi liberal yang mengutamakan modal besar PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 21
23 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI III.1 Identifikasi Permasalahan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan identifikasi permasalahan, diantaranya yaitu : 1. Kondisi infrastruktur, sarana dan prasarana kurang memadai 2. Sumberdaya manusia IKM yang masih rendah 3. Tingkat kesadaran, budaya, jiwa kewirausahaan yang masih konvensional 4. Lemahnya penegakkan hukum 5. Daya saing pasar tradisional yang semakin melemah dengan maraknya pasar modern 6. Terbatasnya anggaran untuk kegiatan promosi 7. Koperasi masih terkendala permodalan dan jaringan pemasaran produk 8. Masih sulit untuk memperoleh akses ke perbankan 9. Belum stabilnya mutu produk III.2 Telaahan Visi Renstra SKPD Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan disusun dengan mengacu pada Visi dan Misi dijabarkan dalam RPJPD (20 tahun), selain itu, mengacu pula pada usulan-usulan dari tingkat kecamatan (MPKT), serta KUA (Kebijakan Umum Anggaran). Dengan demikian Renstra SKPD Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan harus menggambarkan dan memperhatikan kepentingan masyarakat melalui MPKT, KUA, RPJMD dan RPJPD. Selain memperhatikan RJPMD / Renstrada Provinsi Jawa Barat dan RPJMD, juga memperhatikan dokumen perencanaan lainnya seperti RUTR, lingkungan hidup dan sumber daya yang terdapat di. Berdasarkan RJPMD Tahun , Visi yaitu Terwujudnya yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing Melalui Tatakelola Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan. RENSTRA DISKOPERINDAG 22
24 Dalam rangka menjabarkan visi tersebut ditetapkan 7 (tujuh) misi sebagai berikut : 1. Meningkatkan keamanan dan keterbitan wilayah 2. Meningkatkan profesionalisme birokrasi 3. Memulihkan keseimbangan lingkungan dan menerapkan pembangunan berkelanjutan 4. Meningkatkan kualitas SDM (pendidikan dan kesehatan) yang berlandaskan iman dan taqwa serta melestarikan budaya sunda 5. Memantapkan pembangunan perdesaan. 6. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah. 7. Meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing. Berdasarkan visi dan misi pembangunan dengan memperhatikan permasalahan, potensi dan peluang yang dimiliki, dengan tetap memandang semua bidang pembangunan dalam kedudukan yang penting, juga disinergikan dengan prioritas pembangunan nasional dan pembangunan Jawa Barat, ditetapkan prioritas pembangunan sebagai berikut : 1. Reformasi birokrasi 2. Pengembangan wajib belajar 12 tahun dan pendidikan vokasional 3. Peningkatan cakupan pelayanan dan kualitas kesehatan 4. Pengurangan kemiskinan daerah dan penyandang masalah sosial 5. Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana dasar wilayah 6. Peningkatan kemudahan bagi pelaku koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) 7. Pengembangan produk unggulan 8. Rehabilitasi kerusakan lingkungan, penataan ruang dan penanganan bencana 9. Pemantapan pembangunan daerah dan wilayah perdesaan 10. Pemantapan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta ketahanan pangan RENSTRA DISKOPERINDAG 23
25 III.3 Penentuan Isu-Isu Strategis Dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), disusunlah isu-isu strategis sebagai berikut : Internal Kekuatan (Strength) 1. LPE masih cukup tinggi 2. Industri pengolahan masih dominan 3. Banyaknya kegiatan ekonomi (UMKM) berbasis sumberdaya lokal 4. Prosedur untuk melaksanakan ekonomi kerakyatan cukup sederhana 5. Adanya konsep pengembangan OVOP 6. Sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan baku 7. Kebijakan pengembangan kawasan agropolitan Kelemahan (Weakness) 1. Adanya disparasi pembangunan antar daerah 2. PDRB belum merata untuk seluruh sektor 3. Lemahnya SDM untuk meningkatkan produktivitas 4. Aksesibilitas terhadap modal dan pasar masih rendah 5. Kurangnya data potensi dan kondisi ekonomi pedesaan 6. Aksesibilitas dan informasi terhadap pasar masih rendah 7. Kurangnya akses masyarakat terhadap permodalan Eksternal Peluang (Opportunity) 1. Sumber daya alam masih banyak tersedia 2. arus investasi pada beberapa sektor unggulan 3. Adanya pola kemitraan antar industri kecil mengengah dengan industri besar 4. Pasar yang masih terbuka luas 5. Minat swasta dalam berinvestasi di bidang agropolitan cukup tinggi Ancaman (Threat) 1. Alih fungsi pertanian ke non pertanian 2. Perilaku masyarakat yang semakin permisif 3. Masih dominannya industri besar dalam perekonomian daerah 4. Produk sejenis dari wilayah lain 5. Ketatnya standar terhadap produk hasil pertanian Adapun isu-isu strategis yang dapat diidentifikasi adalah : 1. Rendahnya keterampilan para pengurus / pengelola dalam pengelolaan koperasi 2. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang perkoperasian 3. Kurangnya ketersediaan skema pembiayaan di bidang industri kecil 4. Rendahnya transformasi, informasi dari hulu ke hilir atau dari hilir ke hulu sehingga masih sering terjadi distorsi harga yang berdampak terhadap perekonomian di tingkat pusat dan daerah 5. Rendahnya nilai tambah, daya saing dan produktivitas SDM industri kecil 6. Masih lemahnya daya saing industri kecil 7. Adanya perjanjian FTA dan FTA yang baru diantaranya : ASEAN-India FTA, AJCEP dan AANZ FTA yang harus segera direalisasikan dimana Indonesia sebagai salah satu pihak penandatangan penerbitan SKA 8. Penerbitasn Certificate of Origin (CO) SKA merupakan pelimpahan pemerintah pusat ke daerah. RENSTRA DISKOPERINDAG 24
26 9. Di wilayah Raya ada 3 (tiga) penerbit SKA yaitu Prov. Jawa Barat, Kota dan 10. Pemberlakuan ACFTA (Asia China Free Trade Agreement) baik langsung maupun tidak mempengaruhi kebedaraan maupun daya saing para pelaku usaha di, sehingga perlu adanya terobosan untuk mempermudah akses pemasaran para pengrajin dalam mempromosikan produknya sehingga produk-produk dapat bersaing dan dikenal masyarakat luas 11. Akibat adanya pengaruh ekstrim cuaca mempengaruhi terhadap kebutuhan pokok masyarakat khususnya di pasar-pasar tradisional sehingga berpengaruh pula terhadap fluktuasi harga 12. Sebagai kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap para pengrajin perlu mensosialisasikan program peningkatan penggunaan produk Indonesia melalui slogan Aku Cinta Produk Indonesia 13. Terwujudnya pasar yang representative, sehat, bersih, aman dan nyaman 14. Memberdayakan para pelaku usaha (supplier, pedagang dan pembeli) 15. Meningkanya perlindungan terhadap Pasar Tradisional RENSTRA DISKOPERINDAG 25
27 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN IV.1 Visi Dan Misi SKPD Visi Berdasarkan potensi, permasalahan dan peluang yang dimiliki dengan memperhatikan visi dan misi daerah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan mempunyai visi sebagai berikut : Terwujudnya pelaku usaha yang maju, mandiri dan berdaya saing berbasis ekonomi kerakyatan. Makna dari visi tersebut: a. Pelaku usaha yang menjadi binaan Diskoperindag di sektor Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan. b. Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, adalah : 1. Maju, dimaksudkan agar para pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitasnya dalam mengembangkan kelembagaan dan usahanya. 2. Mandiri, dimaksudkan agar pelaku usaha mempunyai sikap dan mampu mempertanggungjawabkan segala hal yang telah menjadi keputusan, mampu mengoptimalkan potensi diri dan mengurangi ketergantungan. 3. Berdaya saing, dimaksudkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan nilai tawar produk barang/jasa yang didukung dengan konsistensi atas kualitas barang dan pelayanan jasa. Misi Untuk mewujudkan visi di atas, maka dirumuskan 6 (enam) misi sebagai berikut : 1. Memantapkan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. 2. Meningkatkan usaha industri yang maju dan mandir. 3. Meningkatkan usaha perdagangan yang berdaya saing yang berdaya saing berbasis sumberdaya lokal. 4. Membangun iklim usaha yang kondusif berwawasan lingkungan. 5. Mengembangkan pasar tradisional sebagai pusat perbelanjaan yang representatif. 6. Meningkatkan kelancaran arus distribusi barang dan jasa serta perlindungan konsumen. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 26
28 Makna dari misi tersebut adalah : 1. Memantapkan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Bahwa kondisi Koperasi dan UMKM sebagai pelaku ekonomi kerakyatan menjadi prioritas dan mendapat perhatian yang besar serta keseriusan dalam pemberdayaannya melalui peningkatan kualitas kelembagaan, SDM, akses terhadap peluang usaha dan akses permodalan serta pemasaran, penguasaan informasi dan teknoogi sehingga mampu menjadi pelaku ekonomi yang dapat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah. 2. Meningkatkan Peran Sektor Perindustrian dan Perdagangan Dalam / Luar Negeri. Bahwa sektor Perindustrian dan Perdagangan perlu terus didorong peranannya dalam menumbuhkan perekonomian daerah, melalui kemudahan perijinan, berinvestasi, penyediaan lokasi usaha dan infrastruktur penunjang serta didorong untuk mampu memanfaatkan peluang ekspor berbagai komoditi. 3. Mengembangan Potensi Ekonomi Daerah yang Berdaya Saing Berbasis Sumberdaya Lokal. Dalam pengembangan potensi ekonomi daerah perlu memanfaatkan sumberdaya lokal (SDM dan SDA) yang sebesar-besarnya serta diikuti upaya-upaya yang mendorong peningkatan daya saing kualitas produk barang/jasa. 4. Membangun Iklim Usaha yang Berwawasan Lingkungan. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian perlu didukung dengan iklim usaha yang mendorong minat para pelaku usaha untuk berinventasi, dengan disertai upaya menumbuhkan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha untuk menjaga keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. 5. Mengembangkan pasar tradisional sebagai pusat perbelanjaan yang representatif. Kondisi pasar tradisional perlu terus dikembangkan agar menjadi pusat perbelanjaan yang representatif (bersih, sehat dan nyaman) melalui peningkatan sarana / prasarana dan infrastruktur yang memadai sehingga mampu tetap bertahan yang disertai pengendalian pemberian ijin pembangunan pasar swalayan (mall, super/toko/mini market). 6. Meningkatkan kelancaran arus distribusi barang dan jasa serta perlindungan konsumen. Dalam upaya menjaga stabilitas harga maka ketersediaan barang dan jasa perlu didukung dengan kelancaran arus distribusi disertai upaya-upaya pemberian perlindungan terhadap konsumen. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 27
29 IV.2 Tujuan Arah pembangunan koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan yang merupakan bagian integral dari pembangunan provinsi dan nasional adalah membentuk koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan menjadi kelompok usaha yang kuat dan mandiri dengan tingkat fleksibilitas, kewirausahaan dan daya saing global yang tinggi serta menjadi pengusaha yang inovatif serta dilandasi nilai moral, etos dan disiplin kerja. Dengan memperhatikan faktor-faktor kunci keberhasilan sebagai suatu penentu sukses tidaknya pembangunan KUMKM, perindustrian dan perdagangan di, yang merupakan penjabaran dari misi adalah: 1. Meningkatkan kualitas kelembagaan, organisasi dan manajemen koperasi, agar koperasi mampu tumbuh dan berkembang secara sehat sesuai dengan jati dirinya dan menjadi wadah kepentingan bersama bagi anggotanya untuk memperoleh efisiensi insentif sehingga menjadi semakin baik. 2. Peningkatan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif Koperasi dan UMKM, dalam upaya penigkatan potensi perekonomian daerah dan serta perluasan kesempatan kerja guna mendukung pengurangan jumlah pengangguran. 3. Meningkatkan daya saing produk industri kecil dan menengah, dalam upaya penigkatan potensi perekonomian daerah dengan upaya yang mendorong peningkatan daya saing kualitas produk barang/jasa. 4. Meningkatkan dan Pengawasan Perlindungan Konsumen. Upaya perlindungan konsumen bertujuan meningkatkan kesadaran konsumen akan hak dan kewajibannya, menumbuhkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya perlindungan konsumen, meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa serta menciptakan perlindungan konsumen. 5. Meningkatkan Akses Pasar Domestik, Nasional dan Internasional. Sasaran yang ingin dicapai dalam peningkatan akses pasar domestik, nasional dan internasional. 6. Meningkatkan kapasitas pemasaran melalui pembangunan pusat distribusi dan ketersediaan sarana dan prasarana perdagangan bagi kegiatan ekonomi daerah. 7. Meningkatkan Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah, untuk meningkatkan kontibusi pertumbuhan ekonomi daerah di sektor industri. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 28
30 IV.3 Sasaran 1. Peningkatan Jumlah Koperasi yang berbadan hukum. 2. Peningkatan Jumlah Koperasi Aktif. 3. Penigkatan pelaku UMKM yang berbasis potensi lokal dan mampu barsaing. 4. Peningkatan kontribusi penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM. 5. Peningkatan jumlah omzet UMKM. 6. Peningkatan jumlah sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi Halal bagi para pelaku UMKM. 7. Meningkatkan tingkat fasilitas advokasi perlindungan konsumen. 8. Peningkatan nilai eksport non migas. 9. Peningkatan sarana perdagangan 10. Penataan lokasi tempat berjualana bagi PKL 11. Peningkatan pertumbuhan Industri Kecil Menengah. 12. Peningkatan Omzet Usaha Industri Kecil Menengah. 13. potensi-potensi unggulan daerah. IV.4 Strategi Strategi yang akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tujuan yaitu : 1. Meningkatkan kemampuan kelembagaan KUMKM yang kompeten melalui pembinaan dan pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan. 2. Meningkatkan kemampuan pengelolaan dan permodalan KUMKM. 3. Mengembangkan industri produktif berbasis sumberdaya lokal. 4. Meningkatkan keterampilan kewirausahaan bagi para pelaku KUMKM. 5. Mewujudkan iklim investasi yang mendukung pengembangan potensi lokal. 6. Mengembangkan model kemitraan usaha hulu hingga hilir. 7. Meningkatkan aksesibilitas pemasaran produk-produk unggulan daerah. 8. Meningkatkan posisi tawar dan daya saing produk unggulan daerah. 9. Penataan pedagang kaki lima dan asongan. 10. Penerapan konsep ekonomi perdesaan melalui One Village One Product (OVOP). 11. Pembangunan dan pengembangan kawasan agropolitan. 12. Pembangunan dan pengembangan kawasan terpadu. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 29
31 IV.5 Kebijakan Dalam mencapai tujuan pembangunan Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan yang telah tersusun dalam sasaran strategi, perlu dijabarkan dalam bentuk kebijakan sebagai berikut yaitu : 1. Peningkatkan keberpihakan Pemerintah Daerah kepada pelaku KUMKM melalui pengembangan pembangunan ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan, menumbuhkan kemitraan dengan usaha besar untuk menciptakan jaringan usaha yang kuat, tahan terhadap globalisasi dan liberalisasi ekonomi serta mampu memacu peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 2. Meningkatkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan dengan membangun sektor-sektor unggulan dan meningkatkan peranan sektor-sektor non unggulan dengan memperhatikan dampaknya pada kehidupan sosial dan lingkungan hidup serta sebesar-besarnya bermanfaat dalam penciptaan lapangan kerja. 3. Peningkatan fasilitasi akses permodalan kepada pelaku usaha industri kecil menengah, pedagang golongan ekonomi lemah, Koperasi dan UMKM. 4. Penetapan regulasi yang mendorong berkembangnya pasar-pasar tradisional dan pengembangan usaha UMKM sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 30
32 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN V.1 Program Dan Kegiatan Lokalitas Kewenangan SKPD Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan menetapkan programprogram yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun kedepan. Perencanaan program dan kegiatan dilakukan dengan berpedoman pada program pembangunan daerah dalam RPJMD menurut urusan pemerintahan sebagai berikut : A. Urusan Wajib Koperasi Dan UKM 1. Program Peningkatan Iklim Usaha Mikro Kecil Menengah yang Kondusif a. Fasilitasi pengembangan usaha kecil menengah b. Monitoring dan evaluasi 2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Unggulan Kompetitif Usaha Mikro Kecil Menengah a. Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM b. Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan c. Pelatihan manajemen pengelolaan koperasi / KUD 3. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah a. Penyelenggaraan pembinaan industri rumah tangga, industri kecil dan industri menengah. b. Monitoring dan evaluasi 4. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi a. Koordinasi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan koperasi b. Sosialisasi prinsip-prinsip pemahaman perkoperasian c. Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi d. Peningkatan dan pengembangan jaringan kerjasama usaha koperasi e. Penyebaran model-model pola pengembangan koperasi f. Monitoring, evaluasi dan pelaporan PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 31
33 B. Urusan Pilihan Perdagangan 1. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan a. Koordinasi peningkatan hubungan kerja dengan lembaga perlindungan konsumen b. Fasilitasi penyelesaian permasalahan-permasalahan pengaduan konsumen c. Peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa d. Operasionalisasi dan pengembangan UPT kemetrologian daerah 2. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor a. Pengembangan informasi peluang pasar perdagangan luar negeri b. Sosialisasi kebijakan penyederhanaan dokumen ekspor 3. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri a. Penyempurnaan perangkat peraturan, kebijakan, dan pelaksanaan operasional b. Fasilitasi kemudahan perijinan pengembangan usaha c. Pengembangan distribusi dan promosi barang / produk d. Pengembangan pasar dan distribusi barang / produk e. Pengembangan kelembagaan kerjasama kemitraan f. Peningkatan sistem dan jaringan informasi perdagangan g. Sosialisasi Peningkatan penggunaan produk dalam negeri 4. Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan a. Kegiatan penyuluhan peningkatan disiplin Pedagang Kaki Lima dan Asongan. b. Kegiatan penataan tempat berusaha bagi Pedagang Kaki Lima dan Asongan. C. Urusan Pilihan Perindustrian 1. Program Peningkatan Kapasitas IPTEK Sistem Produksi a. Pengembangan sistem inovasi teknologi industri b. Penguatan kemampuan industri berbasis teknologi c. Pengembangan industri kreatif berbasis fashion 2. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah a. Pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri b. Pemberian fasilitasi kemudahan akses perbankan bagi IKM PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 32
34 3. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri a. Pembinaan kemampuan teknologi industri b. Pengembangan dan pelayanan teknologi industri 4. Program Penataan Struktur Industri a. Penyediaan sarana maupun prasarana klaster industri 5. Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial a. Penyediaan sarana informasi yang dapat diakses masyarakat PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 33
35 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 34
36 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 35
37 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 36
38 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 37
39 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 38
40 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 39
41 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 40
42 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 41
43 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 42
44 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 43
45 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 44
46 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 45
47 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 46
48 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 47
49 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 48
50 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 49
51 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 50
52 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 51
53 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 52
54 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 53
55 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 54
56 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 55
57 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 56
58 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 57
59 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 58
60 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 59
61 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 60
62 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 61
63 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 62
64 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 63
65 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 64
66 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 65
67 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 66
68 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 67
69 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 68
70 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 69
71 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 70
72 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 71
73 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 72
74 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 73
75 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 74
76 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 75
77 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 76
78 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 77
79 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 78
80 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 79
81 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 80
82 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 81
83 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 82
84 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD Indikator kinerja SKPD memberikan gambaran pelaksanaan program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan sampai dengan tahun 2010 dan akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun kedepan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut : PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 38
85 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 39
86 PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 40
87 BAB VII PENUTUP Rencana strategis Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan merupakan suatu acuan dan program dasar pemberdayaan KUMKM, perindustrian dan perdagangan yang mempunyai fleksibilitas dalam pelaksanaannya sehingga pengembangannya akan disesuaikan dengan dinamika perkembangan kebutuhan KUMKM, perindustrian dan perdagangan di. Untuk mendukung rencana tersebut di atas, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan telah menetapkan tujuan, sasaran, kebijakan dan program prioritas yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi Dinas, standar pelayanan minimal dan merupakan penjabaran visi dan misi pengembangan koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan maupun visi dan misi Kepala Daerah terpilih. Dengan tersusunnya rencana strategis ini, diharapkan kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana sehingga tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan dapat tercapai. PERUBAHAN RENSTRA DISKOPERINDAG 41
88 KATA PENGANTAR Assalamu alaikum wr wb. Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan sekalian alam yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-nya kepada kita sekalian, shalawat dan salam senantiasa tercurah untuk junjunan kita, Nabiyullah Rosululloh Muhammad SAW, beserta kerabat, sahabat serta kita sekalian pengikut sampai akhir zaman. Alhamdulillah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan dapat menyelesaikan penyusunan Perubahan Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun Renstra Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Tahun merupakan rangkaian perencanaan program dalam pembangunan Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan di dalam jangka menengah, baik anggaran pembangunan maupun rutin serta sumber-sumber lainnya. Penyusunan Perubahan Renstra juga mengacu kepada prioritas Pembangunan Daerah, Rencana Stategis dan Program Pembangunan dalam daerah Tahun dan Peraturan Perundangan serta Kebijakan Nasional, Provinsi, yang berkaitan dengan pembangunan Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Sangatlah disadari bahwa penyajian Perubahan Rencana Strategis ini masih belum sempurna, serta masih banyak kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan yang ada pada kami. Namun demikian, diharapkan Perubahan Rencana Strategis ini dapat memberikan gambaran yang jelas dan dapat dipergunakan sesuai dengan harapan. Wassalamu alaikum wr wb. Soreang, Februasi 2014 KEPALA DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANDUNG Dra. Hj. POPI HOPIPAH, M.Si Pembina Utama Muda NIP i
89 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN 1 I.1. Latar Belakang 1 I.2. Landasan Hukum 2 I.3. Maksud dan Tujuan 3 I.4. Sistematika Penulisan 4 BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 5 II.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi 5 II.2. Sumber Daya SKPD 17 II.3.Kinerja Pelayanan SKPD 18 II.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan 20 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 22 III.1. Identifikasi Permasalahan 22 III.2. Telaahan Visi, Misi dan Program 22 III.3. Penentuan Isu Strategis 24 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 26 IV.1. Visi dan Misi SKPD 26 IV.2. Tujuan 28 IV.3. Sasaran 29 IV.4. Strategi 29 IV.5. Kebijakan 30 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN 31 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD 38 BAB VII PENUTUP 41 LAMPIRAN - LAMPIRAN ii
90 Tabel 6.1 Evaluasi Terhadap Hasil Renstra SKPD Lingkup /kota Renstra SKPD : Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Periode Pelaksanaan: Tahun Pelaksanaan Sasaran Indikator dan target Kinerja SKPD /Kota yang mengacu pada Sasaran RPJMD : Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan yang Berdaya Saing NO Program/Kegiatan Indikator Kinerja Data Capaian Pada Awal Tahun Perencanaan Target Capaian evaluasi pelaksanaan s/d tahun 2013 (kumulatif) Target Renstra SKPD kabupaten/kotatahun ke Unit Penanggung Jawab (1) (3) (4) (5) (6) K Rp (7) (8) (9) (10) (11) K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp Target Realisasi Target Realisasi Target Realisali Anggaran Realisasi Target Realisali Anggaran Realisasi Target Anggaran Target Anggaran (12) Program Jumlah koperasi Diskoperindag Peningkatan Kualitas ,000, ,000,000 Kelembagaan Jumlah koperasi Diskoperindag Koperasi aktif Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Jumlah pelaku UMKM Jumlah tenaga kerja UMKM Jumlah omzet UMKM Jumlah pelaku UMKM Jumlah tenaga kerja UMKM Diskoperindag ,000, ,000, Diskoperindag Diskoperindag Diskoperindag ,060,000,000 1,360,000, Diskoperindag Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Jumlah Sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Sertifikasi Halal 55 Sertifikasi 269 Sertifikat sertifikasi 75 sertifikasi Sertifikasi 55 Sertifikasi Sertifikasi 134 Sertifikasi Sertifikasi 220,000, Sertifikasi 370,000,000 Diskoperindag Program Perlindungan Konsumen dan pengamanan perdagangan Tingkat fasilitas advokasi perlindungan konsumen Putusan 10 Putusan putusan 35 putusan putusan 615,000, putusan 480,000,000 Diskoperindag Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri Nilai eksport barang dan jasa ($) Jumlah Pasar tradisional yang sudah ditata 456,850,399,57 821,019,618, ,338,087, , ,019,618, ,121,580,82 135,000, ,433,738,90 695,650,417 Diskoperindag 8 pasar 7 Pasar Pasar 2 Pasar pasar 3 pasar pasar 2 pasar pasar 4,245,000,000 2 pasar 1,430,000,000 Diskoperindag Program Pembinaan Jumlah lokasi PKL pedagang kaki lima yang sudah ditata dan asongan 0 4 Pasar Pasar 2 Pasar Pasar 2 Pasar Pasar 320,000,000 2 pasar 60,000,000 Diskoperindag Program peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi Jumlah omzet unit usaha industry kecil dan menengah ,437,000,000 1,100,000,000 1,100,000,000 Diskoperindag
91 NO Program/Kegiatan Indikator Kinerja Data Capaian Pada Awal Tahun Perencanaan Target Capaian evaluasi pelaksanaan s/d tahun 2013 (kumulatif) Target Renstra SKPD kabupaten/kotatahun ke Unit Penanggung Jawab (1) (3) (4) Program Jumlah omzet unit Peningkatan usaha industry Kemampuan kecil dan Teknologi Industri menengah Program Jumlah unit usaha Pengembangan industry kecil dan Industri Kecil dan menengah Menengah (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (5) K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp Target Realisasi Target Realisasi Target Realisali Anggaran Realisasi Target Realisali Anggaran Realisasi Target Anggaran Target Anggaran ,035,000, ,000,000 Diskoperindag 4,118 IKM IKM 4,210 IKM IKM 4,239 IKM IKM 4,450 IKM ,500 IKM 632,000,000 4,550 IKM 622,500,000 Diskoperindag 4,450 IKM Jumlah unit usaha Program Penataan industry kecil dan Struktur Industri menengah IKM IKM IKM IKM IKM IKM IKM IKM IKM 55,000,000 Diskoperindag Program Pengembangan Sentra-sentra Industri Potensial Jumlah potensi produk unggulan IKM 98 IKM 142 IKM IKM 22 IKM IKM 40 IKM IKM 80 IKM IKM Diskoperindag Soreang, Februari 2014 KEPALA DINAS KOPERASI, UKM PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANDUNG Faktor pendorong pencapaian kinerja: Dra. H.j POPI HOPIPAH, M.Si Pembina Uatama Muda NIP Faktor penghambat: Usulan tindak lanjut pada Renja SKPD kabupaten/kota berikutnya: Usulan tindak lanjut pada Renstra SKPD kabupaten/kota berikutnya:
92 Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tujuan Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Sasaran kemampuan pegawai di bidang perencanaan dan evaluasi Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Jumlah Pegawai yang mengikuti Pelatihan kelembagaan Perencanaan Pembangunan x x 05 Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Jumlah Pegawai yang mengikuti Pelatihan kelembagaan Perencanaan Pembangunan (Orang) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD Bappeda Unit Kerja SKPD Penanggung-jawab Lokasi Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Jumlah Pegawai kemampuan yang mengikuti pegawai di bidang Pelatihan perencanaan dan kelembagaan evaluasi. Perencanaan Pembangunan Peningkatan kemampuan teknis aparat perencana Jumlah Pegawai yang mengikuti Pelatihan kelembagaan Perencanaan Pembangunan (Orang) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional peralatan kerja dan perlengkapan yang memadai. Prosentase pemenuhan peralatan dan perlengkapan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Prosentase pemenuhan operasional (%) , Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Jasa Surat Menyurat Jumlah pembuatan surat keluar dan Penerimaan Surat Masuk (Buah) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Jumlah ketersediaan tenaga jasa perbaikan isntalasi listrik, air minum, telekomunikasi dan jasa internet (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Jumlah petugas kebersihan dan peralatan/bahan kebersihan (OB) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Jumlah penyediaan jasa servis peralatan kantor, pengadaan suku cadang (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Alat Tulis Kantor Jumlah penyediaan alat tulis kantor (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Jumlah penyediaan bahan cetakan dan Penggandaan (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase peralatan kerja pemenuhan dan perlengkapan peralatan dan yang perlengkapan memadai Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Jumlah alat-alat listrik dan elektronik (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase peralatan kerja pemenuhan dan perlengkapan peralatan dan yang perlengkapan memadai Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Jumlah peralatan dan perlengkapan kantor (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Peralatan Rumah Tangga Jumlah penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan Jumlah penyediaan bahan bacaan (Jenis bacaan) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyediaan Makanan dan Minuman Jumlah penyediaan makanan dan minuman harian Pegawai, Rapat, dan tamu (HOK) Bappeda 2
93 Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Rapat-rapat Koordinasi Ke Luar Daerah Jumlah pegawai memenuhi undangan tingkat provinsi, luar kabupaten dalam provinsi dan ibukota negara dan luar Provinsi Jawa Barat dan Ibukota Negara (HOK) Bappeda Unit Kerja SKPD Penanggung-jawab Lokasi Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah Jumlah pegawai memenuhi undangan dan kunjungan kerja ke dalam wilayah kabupaten (HOK) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penunjang Hari-hari Besar Bersejarah Jumlah keikutsertaan pegawai dalam peringatan hari besar daerah dan nasional (Kali) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Kualitas SDM Perencanaan yang profesional peralatan kerja dan perlengkapan yang memadai. Prosentase pemenuhan peralatan dan perlengkapan Prosentase peralatan kerja pemenuhan dan perlengkapan peralatan dan yang perlengkapan memadai Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadaan Mobil Jabatan Prosentase pemenuhan peralatan dan perlengkapan (%) 0 99, Bappeda Jumlah kendaraan Mobil Jabatan (Unit) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase peralatan kerja pemenuhan dan perlengkapan peralatan dan yang perlengkapan memadai Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Jumlah kendaraan Dinas/Operasional Roda 2 (Unit) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase peralatan kerja pemenuhan dan perlengkapan peralatan dan yang perlengkapan memadai Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Jumlah paket pemeliharaan gedung dan halaman kantor (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase peralatan kerja pemenuhan dan perlengkapan peralatan dan yang perlengkapan memadai Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Jumlah pemeliharaan kendaraan roda empat dan kendaraan roda empat (Unit) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase peralatan kerja pemenuhan dan perlengkapan peralatan dan yang perlengkapan memadai. Rehabilitasi sedang/berat rumah gedung kantor Jumlah paket rehabilitasi sedang/berat rumah gedung kantor (Paket) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional x x 03 Program peningkatan disiplin aparatur Prosentase pemenuhan Operasional (%) , Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional x x Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Jumlah penyediaan Pakaian Dinas (Stel) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional x x Pengadaan pakaian kerja lapangan Jumlah penyediaan Pakaian Kerja Lapangan (Stel) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional x x Pengadaan pakaian KORPRI Jumlah penyediaan Pakaian KORPRI (Stel) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional x x Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu Jumlah penyediaan Pakaian Olahraga (Stel) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Prosentase pemenuhan Operasional (%) , Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Jumlah Dokumen LAKIP, Laporan Tahunan, Renja Laporan Kinerja SKPD Triwulanan (I s/d III) dan Renstra (Buku) Bappeda 3
94 Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Jumlah dokumen laporan keuangan semester I dan semester II (Buku) Bappeda Unit Kerja SKPD Penanggung-jawab Lokasi Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Penyusunan Laporan Prognosis Realisasi Anggaran Jumlah dokumen laporan prognosis realisasi anggaran (Buku) Bappeda Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Mewujudkan pelayanan publik yang prima Mewujudkan pelayanan publik yang prima Mewujudkan pelayanan publik yang prima pemenuhan operasional Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Prosentase pemenuhan operasional Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penyusunan Pelaporan Jumlah dokumen Keuangan Akhir Tahun laporan keuangan akhir (Buku) Program perencanaan pembangunan daerah Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan (%) Bappeda 93,01 93, , , Bappeda Penetapan RPJPD Jumlah Dokumen Penetapan Perda RPJPD (Buku) Bappeda Penyusunan Draf/rancangan RPJMD Tahun Jumlah dokumen Ranwal RPJMD Tahun (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penyelenggaraan Musrembang RPJMD Jumlah pelaksanaan Musrenbang RPJMD (Kali) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penetapan RPJMD Jumlah Dokumen Penetapan Perda RPJMD (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Revisi RPJMD Jumlah Dokumen Revisi RPJMD (Dokumen) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Revisi Perda 8 Tahun 2005 Jumlah Dokumen Revisi Perda 8 Tahun 2005 (Dokumen) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penyusunan rancangan RKPD Jumlah Dokumen Rancangan Awal RKPD. (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Jumlah penyelenggaraan Musrenbang RKPD dan Penyediaan Sistem RKPD Online (Kali) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penetapan RKPD Jumlah dokumen penetapan Perbup RKPD, dan Perubahan Perbup RKPD (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Koordinasi Penyusunan Keterarangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) Jumlah Dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati (Buku) Bappeda 4
95 Tujuan Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Mewujudkan pelayanan publik yang prima Sasaran Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana pembangunan daerah Jumlah dokumen evaluasi kesesuaian Renja SKPD dengan RKPD, Laporan Triwulanan pelaksanaan pembangunan, laporan pelaksanaan monitoring, laporan evaluasi hasil pembangunan dan laporan evaluasi hasil pembangunan semester I & 2, serta dokumen evaluasi kesesuaian Renstra SKPD dengan RPJMD Tahun (Buku) Bappeda Unit Kerja SKPD Penanggung-jawab Lokasi Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup kota-kota menengah dan besar Program Perencanaan Pengembangan Kotakota menengah dan besar Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup kota-kota menengah dan besar (%) 96,98 97, , , Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Jumlah dokumen prosiding pemantauan, pengendalian, Transportasi Perkotaan pelaksanaan dan hasil perencanaan pembangunan sektor transportasi dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Koordinasi Penanggulangan dan Penyelesaian Bencana Alam/Sosial Jumlah dokumen prosiding pemantauan, pengendalian, pelaksanaan dan hasil perencanaan penanggulangan dan penyelesaian bencana alam/sosial dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Koordinasi Perencanaan air minum, drainasi dan sanitasi perkotaan Jumlah dokumen prosiding pemantauan, pengendalian, pelaksanaan dan hasil perencanaan pembangunan sektor drainase dan sanitasi perkotaandan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup pembangunan ekonomi Program perencanaan pembangunan ekonomi Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup pembangunan ekonomi (%) 98,40 99, , , , , , Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penyusunan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Jumlah dokumen grand design pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pedesaan/analisis jejaring partisipatif ekonomi masyarakat dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda 5
96 Tujuan Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Mewujudkan pelayanan publik yang prima Sasaran Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Koordinasi perencanaan pembangunan bidang ekonomi Jumlah dokumen prosiding pemantauan, pengendalian, pelaksanaan dan hasil perencanaan pembangunan ekonomi meliputi 9 sektor pembangunan dan hasil rekomendasinya (Buku) Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD Bappeda Unit Kerja SKPD Penanggung-jawab Lokasi Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Penyusunan Masterplan Penanggulangan Kemiskinan Jumlah Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah serta Dokumen Sinergitas PJM Nangkis Lingkup dan Desa dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan dst (Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Industri Tembakau) Jumlah Laporan Pelaksanaan Rencana Pengembangan Kawasan Industri Tembakau Desa dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup pembangunan sosial budaya Program perencanaan sosial budaya Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup pembangunan sosial budaya (%) 94,97 95, , Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Bosial dan Budaya Jumlah dokumen prosiding pemantauan, pengendalian, pelaksanaan dan hasil perencanaan pembangunan Kesos dan Pemerintahan meliputi 17 sektor pembangunan serta Pagu Indikatif Kewilayahan dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Kajian Dampak Sosial Ekonomi Akibat Pembangunan Jalan Tol Soroja Jumlah Dokumen Dampak Sosial Ekonomi Akibat Pembangunan Jalan Tol Soroja (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup pembangunan parasarana dan SDA Program Perencanaan Prasarana dan Sumber Daya Alam Prosentase kesesuaian program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan lingkup pembangunan parasarana dan SDA (%) 97,12 97, , , , , , Bappeda 6
97 Tujuan Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Mewujudkan pelayanan publik yang prima Sasaran Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Dst... Koordinasi Perencanaan Pembangunan Prasarana Fisik dan Kewilayahan Jumlah dokumen prosiding pemantauan, pengendalian, pelaksanaan dan hasil perencanaan pembangunan Kesos dan Pemerintahan meliputi Perumahan, Permukiman, Kebersihan, Penataan Ruang, Lingkungan Hidup dan Pendampingan WISMP dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Unit Kerja SKPD Penanggung-jawab Lokasi Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data kesesuaian dan informasi program yang direncanakan terhadap program yang dianggarkan Water Irrigation Sector Management Project (WISMP) Jumlah Dokumen Pendampingan WISMP (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Prosentase dokumen perencanaan yang tepat waktu Program Kerjasama Pembangunan Prosentase dokumen perencanaan yang tepat waktu (%) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data dokumen dan informasi perencanaan yang tepat waktu Koordinasai Dalam Pemecahan Masalahmasalah Daerah Tingkat sinergitas antara Pemerintah Prov. Jabar dengan Pemkab (%) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Prosentase ketersediaan data dokumen dan informasi perencanaan yang tepat waktu Kajian Analisis Daftar Skala Prioritas (DSP) dalam Perencanaan Pembangunan Jumlah Dokumen Kajian Analisis DSP (Dokumen) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Persentase pemanfaatan data dan informasi hasil litbang untuk penunjang perencanaan Program Pengembangan Data/Informasi Persentase pemanfaatan data dan informasi hasil litbang untuk penunjang perencanaan (%) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan Persentase ketersediaan data pemanfaatan data dan informasi dan informasi hasil litbang untuk penunjang perencanaan Inventarisasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Untuk Mendukung Pembangunan Daerah. Jumlah dokumen prosiding pemantauan, pengendalian, pelaksanaan dan inventarisasi hasil penelitian terbaru dan hasil kajian pemetaan potensi kebutuhan kerjasama kelitbangan dan hasil rekomendasinya (Buku) Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Jumlah Dokumen Kestatistikan penunjang capaian kinerja Jumlah Dokumen Kestatistikan penunjang capaian kinerja Program pengembangan data/informasi/statis tik daerah Jumlah Dokumen Kestatistikan penunjang capaian kinerja (Jenis) Pengolahan, updating dan analisis data dan statistik daerah Jumlah Dokumen profil dan informasi kegiatan perkecamatan, buku IPM, KBDA, IKM, IHK, Data Pokok Perencanaan Pembangunan, Suseda dan Indeks Gini Rasio (Buku) Bappeda Bappeda Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatkan ketersediaan data dan informasi Jumlah Dokumen Kestatistikan penunjang Pengolahan, updating Jumlah Buku PDRB dan analisis data PDRB (Buku) Bappeda 7
98 Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Mewujudkan Jumlah keserasian pemanfaatan dan Peraturan pembangunan infrastruktur dan pengendalian pemanfaatan mengenai Perencanaan tata ruang wilayah ruang Tata Ruang (Perda/Perbup) Mewujudkan keserasian pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang Jumlah Peraturan mengenai Perencanaan Tata Ruang (Perda/Perbup) Program Perencanaan Tata Ruang Survey dan pemetaan Jumlah Peraturan mengenai Perencanaan Tata Ruang Perda/Perbup (Dokumen) Jumlah penyediaan peta yang sudah bergeoreferensi untuk keperluan penataan ruang dan hasil rekomendasinya (Dokumen) 1 Dokumen Bappeda Bappeda Unit Kerja SKPD Penanggung-jawab Lokasi Mewujudkan keserasian pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang Jumlah Peraturan mengenai Perencanaan Tata Ruang (Perda/Perbup) Penyusunan Fakta dan Analisa Fisik, Sosial, dan Ekonomi untuk Review RTRW Jumlah penyediaan peta yang sudah bergeoreferensi untuk keperluan penataan ruang dan hasil rekomendasinya (Dokumen) Bappeda Mewujudkan keserasian pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang Jumlah Peraturan mengenai Perencanaan Tata Ruang (Perda/Perbup) Review RTRW Kab Jumlah penyediaan peta yang sudah bergeoreferensi untuk keperluan penataan ruang dan hasil rekomendasinya (Dokumen) Bappeda Jumlah Bappeda 8
99 Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Renstra SKPD Perubahan SKPD : Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan : Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan KESESUAIAN ADA TIDAK ADA Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pembentukan tim penyusun Renstra SKPD dan Penyusunan Agenda Kerja 2. Penyiapan data dan informasi 3. Analisis gambaran pelayanan SKPD /Kota 4. Review Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi Penelaahan Rencana Tata Ruang /Kota Analisis terhadap Dokumen Hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sesuai dengan pelayanan SKPD /Kota 7. Perumusan isu-isu strategis 8. Perumusan visi dan misi SKPD /Kota Perumusan visi dan misi SKPD /Kota berpedoman pada visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah Perumusan tujuan pelayanan jangka menengah SKPD /Kota Perumusan sasaran pelayanan jangka menengah SKPD /Kota Mempelajari Surat Edaran bupati/walikota perihal Penyusunan Rancangan Renstra-SKPD /Kota beserta lampirannya yaitu rancangan awal RPJMD /Kota yang memuat indikator keluaran program dan pagu per-skpd /Kota Perumusan strategi dan kebijakan jangka menengah SKPD /Kota i guna mencapai target kinerja program prioritas RPJMD /Kota yang menjadi tugas dan fungsi SKPD /Kota Perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif selama 5 (lima) tahun, termasuk lokasi kegiatan Perumusan indikator kinerja SKPD provinsi yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD /Kota 16. Pelaksanaan forum SKPD /Kota 17. Perumusan indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif SKPD /Kota berpedoman pada indikasi rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah
100 Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan KESESUAIAN ADA TIDAK ADA Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perumusan rancangan akhir Rentra SKPD /Kota Pentahapan pelaksanaan program SKPD /Kota sesuai dengan pentahapan pelaksanaan program pembangunan jangka menengah daerah /Kota. Dokumen Renstra SKPD /Kota yang telah disyahkan Soerang, 17 Februari 2014 KEPALA DINAS KOPERASI, UKM PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANDUNG Dra. Hj. POPI HOPIPAH, M.Si Pembina Utama Muda NIP
101 RENCANA KERJA SATUAN PERANGKAT DAERAH TAHUN 2015 Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan. No Kode Rekening Urusan/Program/Kegiatan Anggaran Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output) Sasaran Target Satuan Lokasi Ket x xx xx 01 Program Pelayanan Administrasi Rp x xx xx Penyediaan jasa komunikasi, sumber Rp Terbayarnya rekening telepon daya air dan listrik x xx xx Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor Rp Terlaksananya penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor x xx xx Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Rp Terciptanya lingkungan kantor yang disiplin Pembelian peralatan 12 bulan Diskoperindag kebersihan dan bahan pembersih Pembelian : Roda sampah 24 buah UPTD Cangkul 150 buah Gacok besar 200 buah Gacok kecil 150 buah Sapu lidi 250 buah Singkup 150 buah Sewa sarana mobilitas 12 bulan angkut sampah Belanja mesin pembabat rumput 2 unit Diskoperindag x xx xx Penyediaan jasa perbaikan peralatan Rp Terlaksananya penyediaan jasa perbaikan kerja peralatan kerja 12 Bulan x xx xx Penyediaan Alat Tulis Kantor Rp Terwujudnya kelancaran pelayanan administrasi Tersedianya alat tulis kantor 12 Bulan Diskoperindag x xx xx Penyediaan Barang Cetakan dan Rp Tercapainya percetakan karcis dan Tersedianya cetakan quasi 12 bulan Diskoperindag Penggandaan penggandaan dan non quasi serta penggandaan x xx xx Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Rp Tersedianya alat penerangan kantor Tersedianya komponen 12 bulan Diskoperindag Penerangan Gedung Kantor listrik dan elektronik x xx xx Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Rp Tersedianya sarana penunjang kantor Pengadaan tabung 22 buah UPTD Kantor pemadam kebakaran Pembelian komputer 9 unit Diskoperindag Belanja printer 9 unit Diskoperindag Pembelian Meubelair x xx xx Penyediaan bahan bacaan dan peraturan Rp Belanja surat kabar / majalah perundang-undangan x xx xx Penyediaan makan dan minum Rp Tercapainya jumlah makanan dan minuman untuk rapat Dinas, pegawai piket UPTD dan Dinas. x xx xx Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah Rp Terselenggaranya perjalanan Dinas x xx xx Dst (Penyediaan tenaga Pendukung administrasi teknis dan ) x xx xx Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah Rp Rp Terlaksananya kegiatan penyediaan tenaga pendukung teknis dan Terselenggaranya perjalanan Dinas x xx xx Peringatan hari-hari Bersejarah Rp Terlaksananya peringatan Hari Besar Nasional ( Hari koperasi, Hari Jadi., dll)
102 No Kode Rekening Urusan/Program/Kegiatan Anggaran x xx xx 02 Program Peningkatan Sarana dan Rp x xx xx Pengadaan kendaraan dinas/operasional Rp x xx xx Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor x xx xx Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Rp Rp Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output) Tersedinya Kendaraan Dinas/Operaswional Roda Empat Sasaran Target Satuan Lokasi Ket. Pengadaan Kendaran Dinas / Operasional Roda 4 (2.000 cc) Terpeliharanya gedung kantor Dinas dan UPTD, Perbaikan, pengecatan dan laburan Terpeliharanya kendaraan dinas / operasional dan terbayarnya perpanjangan STNK 4 unit Diskoperindag x xx xx Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Rp Terlaksananya rehabilitasi kantor 1 Paket Diskoperindag Kantor Diskoperindag x xx xx 03 Program Peningkatan Disiplin Aparatur Rp x xx xx Pengadaan Pakaian Dinas beserta Rp Tersedianya PDH (Warna Khaki dan Batik) PDH (warna Khaki) 435 stel Diskoperindag Perlengkapannya x xx xx Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan Rp Tersedianya pakaian kamtib dan kebersihan Pembelian pakaian kerja lapangan Kamtib dan Kebersihan Tersedianya pakaian kamtib 200 stel UPTD dan kebersihan kopel dan topi 400 buah sepatu lapangan 200 pasang borgol dan sangkur 200 buah Pakaian Kebersihan 100 stel sepatu boot 100 pasang jas hujan 100 buah Pakaian Batik 417 stel Diskoperindag x xx xx Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari Rp Tersedianya Pakaian Olahraga Pakaian Olahraga 435 stel Diskoperindag Tertentu x xx xx 06 Program Peningkatan Pengembangan Rp x xx xx Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD Rp Tersedianya laporan kinerja Dinas, RKA dan laporan tahunan x xx xx Penyusunan laporan keuangan semesteran Rp Tersedianya laporan keuangan semesteran Dinas x xx xx Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun Rp Tersedianya laporan keuangan Dinas
103 No Kode Rekening Urusan/Program/Kegiatan Anggaran URUSAN WAJIB 1 15 xx 15 Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Rp Menengah yang Kondusif Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output) Terfasilitasinya kebutuhan UMKM baik tentang perundang-undangan, publikasi dan informasi tentang UMKM maupun Lembaga Keuangan Mikro sebagai penyalur bantuan pengembangan usaha mikro-kecil serta terfasilitasinya kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana UMKM Sasaran Target Satuan Lokasi Ket xx Fasilitasi Pengembangan Usaha Kecil Rp Terselenggaranya : Menengah Sosialisasi tentang Kebijakan UMKM dan UMKM 500 Orang Perundang-undangan Pembuatan Brosur UMKM UMKM Unggulan 300 Buku 1 15 xx 16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Rp Peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta jiwa dan semangat wirausaha para pelaku UMKM 03 Memfasilitasi Peningkatan Kemitraan Rp Terselenggaranya : bagi UMKM Temu Bisnis Tk. UMKM Unggulan Temu Bisnis Tk. Provinsi UMKM Unggulan Temu Bisnis Tk. Pusat UMKM Unggulan 06 Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan Pemaknaan Hubungan Transaksi Produk Unggulan UMKM Intermediasi UMKM dengan BUMN/BUMS Rp Terselenggaranya : UMKM yang telah memasarkan produknya di luar Prov. Jabar 300 Orang wilayah wilayah, Prov. Jabar wilayah Pelatihan Kewirausahaan UMKM pelaku UMKM Pelatihan UEP Pelaku UEP 400 orang Posyandu Petugas PKK Anggota 07 Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi / KUD Rp Terbinanya pengurus koperasi dalam hal manajemen koperasi Pengurus dan Pengawas Koperasi 160 Orang wilayah 10 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Rp Terrevitalisasinya koperasi yang tidak aktif menjadi aktif Koperasi tidak aktif 100 Orang wilayah 1 15 xx 17 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM Rp Terbinanya industri rumah tangga kecil dan menengah dan terfasilitasinya kebutuhan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga dari DEPKES (izin kesehatan) dan sertifikasi halal (MUI) 08 Penyelenggaraan Pembinaan Industri Rp Terselenggaranya : wilayah Rumah Tangga, Industri Kecil dan Sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga Pelaku usaha yang bergerak 100 SP-PIRT Orang Industri Menengah (PIRT) di bidang industri makanan Labelisasi Halal olahan 50 Halal Orang 11 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Rp Terselenggaranya monitoring, evaluasi terhadap para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang mendapat bantuan UMKM yang mendapat bantuan permodalan baik dari Pemkab maupun 100 Orang permodalan, fasilitasi PIRT dan Labelisasi Halal Pemprov. Jabar serta lembaga Keuangan Mikro yang telah mendapat bantuan dana bergulir LKM yang mendapat bantuan dana bergulir 62 LKM
104 No Kode Rekening Urusan/Program/Kegiatan 1 15 xx 18 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 01 Koordinas pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan koperasi 04 Sosialisasi Prinsip-prinsip Pemahaman Perkoperasian 05 Kegiatan Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi Anggaran Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output) Peningkatan Pemahaman terhadap Prinsipprinsip Rp koperasi Rp Tersosialisasinya UU No. 17 Tahun tentang Perkoperasian Rp Peningkatan Pemahaman terhadap Prinsipprinsip koperasi Rp Terlaksananya pembinaan, pengawasan dan penghargaan bagi koperasi berprestasi Sasaran Target Satuan Lokasi Ket. Pengurus dan Pengawas Koperasi Pengurus dan Pengawas wilayah 100 Orang Koperasi UKM dan masyarakat umum 150 UKM dan wilayah masyarakat Koperasi 150 buah wilayah 06 Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi 07 Penyebaran Model-model Pola Pengembangan Koperasi Rp Rp Terlaksananya pengembangan jaringan kerjasama lembaga koperasi dengan lembaga keuangan mikro lainnya Dipahaminya pola koperasi konvensional dan pola koperasi syariah Koperasi 160 buah wilayah Peningkatan Pemahaman terhadap Prinsip-prinsip koperasi 150 orang wilayah URUSAN PILIHAN 2 06 xx 15 Program Perlindungan Konsumen dan Rp Pengamanan Perdagangan 01 Koordinasi Peningkatan Hubungan Kerja dengan Lembaga Perlindungan Konsumen 02 Fasilitasi Penyelesaian Permasalahanpermasalahan Pengaduan Konsumen 03 Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa 04 Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah Rp Terlaksananya hubungan kerja dengan LPKSM Pelaku usaha / pedagang 4 Pengawasan Rp Terselenggaranya penyelesaian sengketa konsumen Pelaku usaha dan konsumen 35 dan Rp Terlaksananya pengawasan barang dan jasa Pelaku usaha / pedagang 20 Pengawasan Rp xx 17 Program Peningkatan dan Rp Pengembangan Ekspor 03 Sosialisasi Kebijakan Penyederhanaan Prosedur dan Dokumen Ekspor Impor 13 Pelatihan Ekspor bagi IKM, UMKM dan Koperasi 2 06 xx 18 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 02 Fasilitasi Kemudahan Perijinan Pengembangan Usaha Rp Rp Rp Terlaksananya kegiatan ukur ulang terhadap Konsumen akhir dan barang kebutuhan pokok masyarakat serta Tera pedagang pasar serta Ulang alat UTTP pemilik alat UTTP pemahaman para pelaku usaha tentang kebijakan prosedur ekspor maupun impor pelaku usaha yang menjadi produsen produk unggulan berpotensi ekspor di Pelaku usaha, baik eksportir maupun calon eksportir di Pelaku usaha / IKM, UMKM, koperasi di Rp Pelaksanaan operasional PD. Pasar Pasar Tradisional di wilayah 9 Pasar 50 eksportir / pelaku usaha 50 pelaku usaha / IKM, UMKM, koperasi 9 Pasar UPTD 03 Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang Produk 04 Pengembangan Kelembagaan Kerjasama Kemitraan Rp Rp Terciptanya sarana penunjang penataan Banjaran, perbaikan Gorong-gorong Ps. Baleendah, Margahayu Terjadinya kerjasama antara pelaku usaha dengan mitra kerja Meningkatkan pangsa pasar produk hasil kerajinan para UKM Meningkatkan wawasan pengrajin melalui kunjungan kerja Pasar Tradisional di wilayah Pengrajin di 31 kecamatan 5 5 Pasar Dokument 2 Kunjungan Kerja UPTD 2 Pameran dan luar
105 No Kode Rekening Urusan/Program/Kegiatan 06 Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan 07 Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri 08 Kegiatan Pengembangan Distribusi Barang dan Promosi Barang / Produk Rp Rp Rp Indikator Kinerja Program (Outcome) / Anggaran Kegiatan (Output) Terlaksananya monitoring harga bahan pokok dan barang strategis lainnya terhadap pedagang eceran dan grosir setiap minggu menjelang hari besar keagamaan Terlaksananya monitoring dan pengawasan pupuk bersubsidi dan non subsidi Tersedianya data potensi pedagang dan per komoditi jenis dagangan di 3 pasar Terlaksananya kegiatan sosialisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri sehingga menumbuhkan kesadaran serta kecintaan terhadap produk lokal dibandingkan dengan produk impor Sasaran Target Satuan Lokasi Ket. UPTD Pasar 7 Pasar UPTD Pasar Kios / Pengecer Pupuk di Kecamatan Pasar Tradisional di Aparat dan pelaku usaha, asosiasi Tersampaikannya pesan program AKU CINTA PRODUK INDONESIA Terlaksananya promosi produk UKM, melalui Para pelaku usaha / kegiatan pameran (Pameran Dinamika pengrajin / UMKM dari Kreativitas, Inacraft, Jabar Expo, Festival Keanekaragaman Khas Jabar, Cooperative Fair, PRJ, Pasar Ramadhan) 12 Kecamatan 12 kecamatan 3 Pasar UPTD 31 Kecamatan 5 Pameran, Kota, DKI Jakarta 2 06 xx 19 Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan 02 1 Kegiatan Penyuluhan Peningkatan Disiplin Pedagang Kaki Lima dan Asongan 03 Kegiatan Penataan Tempat Berusaha bagi Pedagang Kaki Lima dan Asongan Rp Rp Rp disiplin para PKL dan Asongan dalam berjualan Tertatanya tempat berjualan para PKL dan asongan Para PKL dan Asongan 2 Pasar UPTD Para PKL dan Asongan 2 Pasar UPTD xx. 15. Program Peningkatan Kapasitas IPTEK Rp sistem produksi xx Pengembangan Sistem Inovasi Teknologi Industri. Rp Terwujudnya kemampuan Teknis dan Desain Produk bagi Kelompok IK. Pelatihan Teknik Produksi IK Rp Terwujudnya kemampuan pelaku IK Logam di bidang teknik produksi & desain. Meningkatkan kemampuan diversifikasi produk bagi pelaku IK Meningkatkan kemampuan diversifikasi produk bagi IK Logam. 200 Orang 10 (sepuluh) Kecamatan. 200 Orang xx Penguatan kemampuan industri Rp berbasis teknologi - Pelatihan /Pembinaan bagi IK TPT Rp Terlaksananya kegiatan pembinaan penguatan kemampuan industri berbasis Teknologi Mendorong tumbuhnya industri andalan masa depan 260 Orang Wil.
106 No Kode Rekening Urusan/Program/Kegiatan 2 7 xx Pengembangan Industri Kreatif Bebasis Kerajinan xx. 16 Program Pengembangan Industri Kecil Rp dan Menengah dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri Rp Anggaran Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output) Sasaran Target Satuan Lokasi Ket Terlaksananya Pembinaan dan Pelatihan Pelaku IKM Kerajinan dan 5 Kecamatan Pengembangan Industri Kreatif berbasisi Aneka Kerajinan i untuk Meningkatkan posisi tawar dan 240 Orang daya saing produk unggulan daerah xx Pembinaan IKM dalam memperkuat Rp jaringan klaster industri - Pelatihan /Pembinaan bagi IK KPK Rp xx Gelar Produk dan Temu Usaha/Bisnis Rp Gelar Produk. Temu usaha/bisnis Rp xx Monitoring dan Evaluasi IKM - Monitoring dan Evaluasi IKM Rp Rp xx Pengembangan IKM dalam penguatan Kemampuan desain Produksi IKM Rp Pengembangan IKM dalam penguatan Rp Kemampuan desain Produksi IKM xx. 17 Program Peningkatan Kemampuan Rp Teknologi Industri xx Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri Rp 01 Pembinaan kemampuan Teknologi Industri Pelatihan Teknologi Produksi & Kemasan Rp bagi IKM Olahan Makanan Terlaksananya Pelatihan/Pembinaan IK di Bidang Tehnik Produksi Terlaksananya kegiatan Gelar produk, temu usaha/bisnis bagipelaku IKM Terlaksananya Kegiatan Monitoring dan Evaluasi IKM Terwujudnya penguatan Kemampuan Desain Produksi bagi IKM Terwujudnya penguatan Kemampuan Desain Produksi bagi IKM Terwujudnya kemampuan pelaku IK di bidang teknik produksi bahan makanan. Meningkatkan kemampuan SDM IK dalam Tehnik dan Kualitas Produksi Terfasilitasinya Pengembangan Produk IK Terevaluasinya perkembangan IKM di Meningkatkan kemampuan SDM IK dalam desain Produksi Meningkatkan kemampuan produksi bagi IK Makanan. 260 Orang Wil. Kab dan Provinsi Jawa Barat 25 Orang Luar Provinsi Jawa Barat 80 IKM 20 IKM 480 Orang 19 (sembilanbelas) Desa. 02 Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri Pelatihan Good Manufacturing Practices untuk IKM Olahan makanan Rp Rp Terwujudnya kemampuan GMP bagi para pelaku IK Makanan.. Meningkatkan kemampuan teknik GMP bagi IK Makanan. Sosialisasi & Penerapan Gugus Kendali Mutu (GKM) Rp Terwujudnya Kualitas Produk yang standar. Meningkatkan kualitas produk yang standar. Melaksanakan fasilitasi HAKI, Rp Terwujudnya Jaminan Kualitas, Daya saing dan Meningkatkan Daya Saing BARCODE, PATEN. Kepercayaan Konsumen. Perusahaan. Melaksanakan Temu Bisnis Rp Terbukanya peluang pasar Meningkatkan keterkaitan & pemasaran 240 Orang 6 Kecamatan 40 Orang Wil. 40 Orang Wil. 40 Orang Wil.
107 No Kode Rekening Urusan/Program/Kegiatan Anggaran xx Sosialisasi dan Penerapan SNI Rp Sosialisasi dan penerapan SNI bagi IKM Rp xx. 18 Program Penataan Struktur Industri Rp xx Penerapan Sistem Manajemen Mutu Rp Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output) Tersosialisasinya kegiatan penerapan SNI bagi IKM Sasaran Target Satuan Lokasi Ket. Berkembangnya Produk IKM berbasis SNI 40 Orang Pelaku IKM Orang Wil. - Pelatihan /Pembinaan Sistem Manajemen Mutu bagi IKM Rp Terlaksananya kegiatan pelatihan/pembinaan Penerapan Manajemen Mutu Pelaku IKM 20 IKM Wil xx. 19 Program Pengembangan Sentra-Sentra Rp Industri Potensial xx Penyediaan Sarana maupun Prasarana Klaster Industri Rp Kegiatan Penyediaan Sarana Informasi yang dapat diakses masyarakat Tersedianya Data dan Informasi Perkembangan IK dalam bentuk Buku Profil dan Leaflet Produk Melaksanakan Pendataan, Pembuatan Buku Profil dan Leaflet Produk IK Unggulan. 1 Paket 11 Kecamatan Penyediaan pusat promosi & penjualan/outlet. Pembuatan Leaflet Produk IK Unggulan. Tersedianya tempat promosi dan penjualan produk dari IK. Tersedianya Leaflet Produk IK dari 8 komoditi unggulan. Meningkatkan peluang pasar bagi produk IK. Penyusunan & Pembuatan Leaflet Produk IK Unggulan Kecamatan.
108 Tabel.5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif SKPD : DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANDUNG PERIODE RPJMD : TAHUN Tujuan / Misi Sasaran Indikator Sasaran Kode Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Kualitas Prosentase pemenuhan Program Pelayanan Prosentase pemenuhan SDM Perencanaan yang peralatan kerja dan peralatan dan Administrasi Perkantoran operasional profesional perlengkapan perlengkapan (%) , Diskoperindag yang memadai. Kualitas Prosentase pemenuhan Penyediaan Jasa Komunikasi, Jumlah ketersediaan SDM Perencanaan yang pemenuhan operasional operasional Sumber Daya Air dan Listrik tenaga jasa perbaikan profesional isntalasi listrik, air minum, telekomunikasi Diskoperindag dan jasa internet (Paket) Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah Jumlah sewa gdeng/kantor UPTD Pasar Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Jumlah petugas kebersihan dan peralatan/bahan kebersihan (OB) dan jumlah jenis peralatan dan bahan kebersihan 0 48 bulan 22 Jenis Bulan 22 Jenis bulan 22 Jenis bulan 22 Jenis bulan 22 Jenis Buah 22 Jenis Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyediaan Alat Tulis Kantor Jumlah penyediaan alat tulis kantor (Paket) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Jumlah penyediaan bahan cetakan dan Penggandaan (Paket) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional peralatan Prosentase pemenuhan kerja dan perlengkapan peralatan dan perlengkapan yang memadai Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Jumlah alat-alat listrik dan elektronik (Paket) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional peralatan Prosentase pemenuhan kerja dan perlengkapan peralatan dan perlengkapan yang memadai Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Jumlah peralatan dan perlengkapan kantor (Paket) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyediaan Bahan Bacaan dan Jumlah penyediaan Peraturan Perundangundangan bahan bacaan (Jenis bacaan) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyediaan Makanan dan Minuman Jumlah penyediaan makanan dan minuman harian Pegawai TKK,Rapat, dan tamu (HOK), Air Galon, Piket Dinas, Piket UPTD Pasar Org 660 (Tamu) 154 (Air Galon) (Piket Dinas) (Piket UPTD Pasar) (Tamu) 506 (Air Galon) (Piket Dinas) (Piket UPTD Pasar) (TKK) 968 (Tamu) 528 (Air Galon) (Piket Dinas) (Piket UPTD Pasar) (TKK) 990 (Tamu) 528 (Air Galon) (Piket Dinas) (Piket UPTD Pasar) (TKK) 990 (Tamu) 528 (Air Galon) (Piket Dinas) (Piket UPTD Pasar) (TKK) 990 (Tamu) 528 (Air Galon) (Piket Dinas) (Piket UPTD Pasar) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Rapat-rapat Koordinasi Ke Luar Jumlah pegawai Daerah memenuhi undangan tingkat provinsi, luar kabupaten dalam provinsi dan ibukota negara dan luar Provinsi Jawa Barat dan Ibukota Negara (HOK) Diskoperindag Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyediaan Tenaga Pendukung Teknis dan Administrasi Perkantoran Jumlah Pegawai Tenaga Kontrak Kerja/ Honorer (OB) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah Jumlah pegawai memenuhi undangan dan kunjungan kerja ke dalam wilayah kabupaten (HOK) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan peralatan kerja dan peralatan dan perlengkapan perlengkapan yang memadai. peralatan Prosentase pemenuhan kerja dan perlengkapan peralatan dan perlengkapan yang memadai Program Peningkatan Sarana Prosentase pemenuhan dan Prasarana Aparatur peralatan dan perlengkapan 0 99, Diskoperindag (%) Jumlah kendaraan Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Dinas/Operasional Roda 4 (Unit) Diskoperindag
109 Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tujuan / Misi Sasaran Indikator Sasaran Kode Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Kualitas peralatan Prosentase pemenuhan Pemeliharaan Rutin/Berkala Jumlah paket SDM Perencanaan yang profesional kerja dan perlengkapan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Gedung Kantor pemeliharaan gedung dan halaman kantor (Paket) Diskoperindag Kualitas peralatan Prosentase pemenuhan Pemeliharaan Rutin/Berkala Jumlah pemeliharaan SDM Perencanaan yang profesional kerja dan perlengkapan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Kendaraan Dinas/Operasional kendaraan roda empat dan kendaraan roda empat (Unit) Diskoperindag Kualitas peralatan Prosentase pemenuhan Rehabilitasi sedang/berat Jumlah paket rehabilitasi SDM Perencanaan yang profesional kerja dan perlengkapan peralatan dan perlengkapan yang memadai. rumah gedung kantor sedang/berat rumah gedung kantor (Paket) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional x x 03 Program peningkatan disiplin Prosentase pemenuhan aparatur Operasional (%) , Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional x x Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya Jumlah penyediaan Pakaian Dinas (Stel) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional x x Pengadaan pakaian kerja lapangan Jumlah penyediaan Pakaian Kerja Lapangan Petugas Kamtib dan Kebersihan (buah) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional x x Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu Jumlah penyediaan Pakaian Olahraga (Stel) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional Prosentase pemenuhan operasional Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Prosentase pemenuhan Operasional (%) , Diskoperindag Kualitas Prosentase pemenuhan Penyusunan Laporan Capaian Jumlah Dokumen LAKIP, SDM Perencanaan yang profesional pemenuhan operasional operasional Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Laporan Tahunan, Renja Laporan Kinerja SKPD Triwulanan (I s/d III) dan Renstra (Buku) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Jumlah dokumen laporan keuangan semester I dan semester II (Buku) Diskoperindag Kualitas SDM Perencanaan yang profesional Prosentase pemenuhan pemenuhan operasional operasional Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun Jumlah dokumen laporan keuangan akhir (Buku) Diskoperindag 1. Meningkatkan kualitas 1. Peningkatan Jumlah kelembagaan, organisasi dan manajemen koperasi Koperasi yang berbadan hukum. 1. Jumlah Koperasi 2. Jumlah Koperasi Aktif Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 1. Jumlah Koperasi 2. Jumlah Koperasi Aktif Diskoperindag 2. Peningkatan Jumlah Koperasi Aktif Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Program Pembangunan Koperasi Tersosialisasikannya kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam hal pembentukan, penggabungan dan orang Orang Orang Orang pembubaran koperasi Sosialisasi Prinsip-prinsip Pemahaman Perkoperasian Terlakasananya sosialisasi dan penyampaian informasi tentang perkoperasian 150 Orang Orang Orang Orang Orang Orang Terlaksananya Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi pembinaan, pengawasan dan penghargaan bagi koperasi berprestasi 328 koperasi koperasi Koperasi Koperasi Koperasi Koperasi Terlaksananya pengembangan jaringan Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi kerjasama lembaga koperasi dengan lembaga keuangan mikro lainnya 200 Orang orang Orang Orang Koperasi Koperasi Penyebaran model model pola Mengkiatnya pemahaman pengembangan koperasi masyarakat terhadap pola konvensional dan pola syariah. 100 Orang Orang Orang , Peningkatan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif Koperasi dan UMKM Penigkatan pelaku UMKM yang berbasis potensi lokal dan mampu barsaing Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif 1. Jumlah Pelaku UMKM 2. Jumlah Omzet UMKM Diskoperindag
110 Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tujuan / Misi Sasaran Indikator Sasaran Kode Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Peningkatan jumlah - Tersedianya data UMKM omzet UMKM. - Tersedianya Informasi Fasilitasi Pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Papan Promosi Produk UMKM di wilayah. - Peningkatan 160 UKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM pengetahuan dan pemahaman tentang Kebijakan UMKM 2, Peningkatan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif Koperasi dan UMKM Penigkatan pelaku UMKM yang berbasis potensi lokal dan mampu barsaing 1. Jumlah Pelaku UMKM 2. Jumlah Tenaga Kerja UMKM 3. Jumlah Omzet UMKM Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah 1. Jumlah Pelaku UMKM 2. Jumlah Tenaga Kerja UMKM 3. Jumlah Omzet UMKM Diskoperindag Peningkatan jumlah omzet UMKM Memfasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha bagi UMKM - Temu Bisnis - Temu Bisnis Tk. Provinsi - Intermediasi dgn 385 UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM BUMN/PKBL Peningkatan kontribusi penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM Terpromosinya produk Fasilitasi Pengembangan UMKM Anggota Koperasi Sarana Promosi Hasil Produksi melalui Event Pameran Cooperative Fair Koperasi Koperasi Koperasi Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan Terselengaranya pelatihan kewirausahaan 150 UMKM Orang Orang Orang Orang Orang Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD Terwujudnya Peningkatan Pengetahuan Pengurus dalam bidang manajerial 160 Orang Orang Orang Orang Orang Koperasi pengelolaan koperasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Terindentifikasinya koperasi yang aktif dan koperasi tidak aktif Orang Koperasi Koperasi Koperasi Pelatihan Kemitraan dan Kewirausahaan bagi UMKM Petani Tembakau Terlaksananya Pelatihan Kemitraan dan Kewirausahaan bagi petani tembakau Orang Orang Orang Peningkatan jumlah sertifikasi Produk 3. Meningkatkan daya Jumlah Sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga saing produk industri kecil Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi dan menengah (PIRT) dan Sertifikasi Halal Halal bagi para pelaku UMKM Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Jumlah Sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Sertifikasi Halal 55 Sertifikasi 75 Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Diskoperindag Terlaksananya Penyelenggaraan Pembinaan pembinaan dan sertfifikasi Industri Rumah Tangga, PIRT dan sertifikasi halal 75 Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Sertifikasi Industri Kecil dan Menengah. bagi produk olahan makanan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Terlaksananya monitorig evaluasi bagi UMKM yang telah menerima bantuan 230 UMKM UMKM UMKM UMKM UMKM Meningkatkan dan Meningkatkan tingkat Tingkat fasilitas advokasi Pengawasan Perlindungan fasilitas advokasi perlindungan konsumen Konsumen perlindungan konsumen Program Perlindungan Tingkat fasilitas Konsumen dan pengamanan advokasi perlindungan perdagangan konsumen 0 4 Kali putusan Putusan Putusan Putusan Diskoperindag Koordinasi Peningkatan Hubungan Kerjasama dengan Lembaga Perlindungan Konsumen Terlaksananya hubungan kerja dengan LPKSM 4 Kali Kali Kali Kali Kali Kali Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan-permasalahan Pengaduan Konsumen Terselenggaranya penyelesaian sengketa konsumen putusan Putusan Putusan Putusan Putusan Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa Terlaksananya pengawasan barang dan jasa 48 Kali Orang 23 Kali Kali Kali Kali kali Terlaksananya kegiatan ukur ulang terhadap Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah barang kebutuhan pokok masyarakat serta Tera Ulang alat UTTP dan kajian Akademik UPTD Kemetrologian 10 Pasar, 4 Orang SDM 7 Pasar Pasar Pasar Kemetrologian Ahli dan 1 kajian Pasar Pasar
111 Tujuan / Misi Sasaran Indikator Sasaran Kode Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 5. Meningkatkan Akses Pasar Domestik, Nasional dan Internasional Peningkatan nilai eksport non migas Nilai eksport barang dan jasa ($) Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Nilai eksport barang dan jasa ($) , Diskoperindag Pengembangan Informasi Peluang Pasar Perdagangan Dalam Negeri Terlaksanaya promosi produk unggulan kualitas ekport 1 Event Event Event Event Terlaksananya sosialisasi Sosialisasi Kebijakan kebijakan prosedur ekspor Penyederhanaan Prosedur dan maupun impor 30 Orang Orang Orang Orang Orang Orang Dokumen Ekspor Impor Pelatihan Ekspor bagi IKM, UMKM dan Koperasi Terlaksananya kegiatan pelatihan ekspor bagi IKM, UMKM dan Koperasi calon dan pelaku eksport Orang Orang Orang Orang
112 Tujuan / Misi Sasaran Indikator Sasaran Kode Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 6. Meningkatkan kapasitas Peningkatan sarana pemasaran melalui perdagangan Jumlah Pasar tradisional pembangunan pusat yang sudah ditata distribusi dan ketersediaan sarana dan prasarana Penataan lokasi tempat berjualana bagi PKL Program Peningkatan Jumlah Pasar Efisiensi Perdagangan Dalam tradisional yang sudah Negeri ditata Tersedianya data-data Penyempurnaan Perangkat perusahaan toko modern di 11 kecamatan Peraturan, Kebijakan dan Pelaksanaan Operasional 8 pasar 2 Pasar Pasar Pasar Pasar Pasar Diskoperindag 1 Kajian Kajian Kajian Terwujudnya Masterplan Fasilitasi Kemudahan Perijinan Toko Modern dan Studi Pengembangan Usaha Kelayakan Pembentukan PD. Pasar Paket Paket Paket Paket Paket Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang / Produk Terwujudnya sarana dan prasarana penunjang perdagangan / pasar 2 Pasar dan 3 Kajian Pasar dan 2 Kajian Pasar dan 2 Kajian Pasar Pasar dab 5 Kajian Pasar Pengembangan Kelembagaan Kerjasama Kemitraan Terlaksananya program pengembangan kerjasama kemitraan dengan Dekranasda 40 Orang Orang Orangdan 1 Event Kali Pameran Kali Pameran Orang dan 5 Event Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan Terlaksananya kegiatan monitoring bahan pokok dan barang strategis lainya 9 UPTD Pasar dan 10 Kecamatan UPTD Pasar dan 10 Kecamatan UPTD Pasar dan 9 Kecamatan UPTD dan 9 kecamatan UPTD Pasar UPTD dan Pasar Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Terlaksananya sosialisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri orang orang Orang Kecamatan Pengembangan Distribusi dan Promosi Barang Produk Terlaksananya promosi produk-produk UMKM melalui event pameran Tk. Kab, Provinsi dan Nasional 5 Event Event Event Event Event Event Jumlah lokasi PKL yang sudah ditata Program Pembinaan pedagang kaki lima dan asongan Jumlah lokasi PKL yang sudah ditata Pasar Pasar Pasar Pasar Pasar Diskoperindag Terlaksananya sosialisasi Penyuluhan peningkatan peningkatan disiplin disiplin pedagang kakilima dan pedagang kaki lima dan asongan asongan pasar pasar pasar Pasar Penataan Tempat Berusaha bagi Pedagang Kakilima dan Asongan Terwujudnya penatan tempat berusaha bagi pedagangan kaki lima pasar buah gerobak PKL buah gerobak PKL buah gerobak PKL Meningkatkan Peningkatan Omzet Pertumbuhan Industri Kecil Usaha Industri Kecil dan Menengah Menengah Jumlah omzet unit usaha industri kecil dan menengah Program peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi Jumlah omzet unit usaha industri kecil dan menengah Diskoperindag Terlaksananya pelatihan Pengembangan Sistem Inovasi dan pengembangan mutu Teknologi Industri desain teknologi kemasan bagi IKM 160 IKM IKM IKM IKM dan 1 Paket IKM IKM Penguatan Kemampuan Industri Berbasis Teknologi Terlaksananya pelatihan dan pembinaan dalam mendukung peningkatan kapasitas IPTEK sistem produksi IKM IKM IKM IKM IKM Terlaksananya pelatihan dan pembinaan dalam mendukung peningkatan Pengembangan Industri Kreatif kapasitas IPTEK sistem Berbasis Fashion produksi dabi IKM yang bergerak di bidang fashion IKM IKM IKM IKM Pengembangan Industri Kreatif Terlaksananya Bebasis Kerajinan Pembinaan dan Pelatihan Pengembangan Industri Kreatif berbasisi Kerajinan IKM IKM IKM
113 Tujuan / Misi Sasaran Indikator Sasaran Kode Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 7. Meningkatkan Peningkatan Pertumbuhan Industri Kecil pertumbuhan Industri dan Menengah Kecil Menengah Jumlah unit usaha industry kecil dan menengah Jumlah unit usaha Program Pengembangan industry kecil dan Industri Kecil dan Menengah menengah Terlaksananya Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Pembinaan IK dalam Menengah terhadap Program Pengembangan Pemanfaatan Sumber Daya Industri Kecil dan Menengah IKM IKM IKM IKM IKM Diskoperindag IKM IKM Pembinaan Industri Kecil dan Menengah dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri Terlaksananya Pembinaan IK dalam Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 345 IKM IKM IKM IKM IKM IKM Tersosialisasinya kegiatan Pemberian Fasilitas fasilitas kemudahan Kemudahan Akses Perbankan perbankan bagi IKM IKM IKM IKM bagi Industri Kecil dan Menengah Terlaksananya kegiatan Fasilitasi Kerjasama Kemitraan Gelar produk, temu Industri Mikro, Kecil dan usaha/bisnis pelaku IK IKM IKM Menengah dengan Swasta TPT, KPK dan KDA Monitoring dan Evaluasi IKM Terlaksananya Kegiatan Monitoring dan Evaluasi IKM IKM IKM IKM Pelatihan dan Fasilitasi Penerapan GMP Produk Tembakau Terlaksananya pelatihan GMP (Good Manufacturing Product) bagi petani tembakau Orang Orang IKM Gelar Produk. Temu usaha/bisnis Terlaksananya kegiatan Gelar produk, temu usaha/bisnis bagipelaku IKM IKM IKM Pengembangan IKM dalam Terwujudnya penguatan penguatan Kemampuan desain Kemampuan Desain Produksi IKM Produksi bagi IKM IKM IKM Meningkatkan Peningkatan Omzet Pertumbuhan Industri Kecil Usaha Industri Kecil dan Menengah Menengah Jumlah omzet unit usaha industri kecil dan menengah Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Jumlah omzet unit usaha industri kecil dan menengah Diskoperindag Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri Terlaksananya kegiatan pembinaan penguatan kemampuan industri berbasis Teknologi bagi pelaku IKM 215 IKM IKM IKM IKM IKM IKM Terlaksananya kegiatan Pengembangan dan Pelayanan GMP dan AMT Teknologi Industri (Achievment Motivation Tarining) bagi pelaku IKM IKM IKM IKM IKM IKM Terlaksananya sosialisasi perluasan penerapan SNI untuk penerapan SNI untuk mendorong daya saing industri mendorong daya saing manufaktur produk IKM IKM IKM IKM Meningkatkan Peningkatan Pertumbuhan Industri Kecil pertumbuhan Industri dan Menengah Kecil Menengah Jumlah unit usaha industry kecil dan menengah Program Penataan Struktur Industri Pembinaan keterkaitan produksi industri hulu hingga ke hilir Jumlah unit usaha industry kecil dan menengah Terlaksananya kegiatan pelatihan/pembinaan keterkaitan produksi industri hulu hingga hilir IKM IKM IKM IKM IKM - Diskoperindag 22 IKM IKM IKM Pelatihan/Pembinaan Sistem Manajemen Mutu bagi IKM Terlaksananya kegiatan pelatihan/pembinaan Penerapan Manajemen Mutu IKM IKM Meningkatkan potensipotensi unggulan Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah daerah. Jumlah potensi produk unggulan IKM 2 07 Program Pengembangan Sentra-sentra Industri Potensial Jumlah potensi produk unggulan IKM 98 IKM 22 IKM 40 IKM 80 IKM - 88 IKM Diskoperindag Tersedianya Data dan Informasi Perkembangan Penyediaan Sarana Informasi IK dalam bentuk Buku yang dapat diakses masyarakat Profil dan Leaflet Produk 1 Paket Paket Paket Paket Paket Soreang, Februari 2014 KEPALA DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANDUNG Dra. Hj. POPI HOPIPAH, M.Si Pembina Utama Muda NIP
114 Struktur Organisasi KEPALA DINAS SEKRETARIS Kasubag Peny. Program Kasubag Umum & Kepegawaian Kasubag Keuangan BIDANG KELEMBAGAAN BIDANG PUMKM BIDANG PUK BIDANG ANEKA BIDANG AGLOMEKA BIDANG SPP BIDANG PDLN Seksi Pendaftaran Koperasi Seksi Pengemb. Kemitraan Seksi Peng. Kop. Prod., Kons. & Jasa Seksi Tekstil & Produk Tekstil Seksi Logam, Mesin & Elektronik Seksi Sarana Perdagangan Seksi Distribusi dan Informasi Seksi Peng. Org. & Tatalaksana Kop. Seksi Pengemb. Kewirausahaan Seksi Peng. Permodalan Kop. Seksi Kulit & Produk Kulit Seksi Industri Agro Seksi Kerjasama & Peng. Perdagangan Seksi Perl. Kons. & Metrologi Legal Seksi Peng. SDM Koperasi Seksi Pengaw. & Penilaian USP Kop Seksi Kerajinan & Aneka Seksi Kimia & Bahan Bangunan Seksi Bina Usaha Perdagangan Seksi Perdagangan Luar Negeri UPTD RENSTRA DISKOPERINDAG 20
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Bandung, Dinas Koperasi
9 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 2008, Tentang Organisasi Perangkat Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 No.
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS KOPERASI, USAHA KECIL MENENGAH DAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN
GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG
GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung adalah salah satu perangkat daerah di lingkungan Pemerintah
BUPATI TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TASIKMALAYA,
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 32 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
WALIKOTA TASIKMALAYA,
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,
BUPATI LOMBOK BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK BARAT NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN
WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang
TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM
TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM Tugas dan Fungsi Kepala Dinas Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengawasi, mengendalikan dan mengkoordinasikan
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA
GAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,
SALINAN GAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN PROVINSI
BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 23 TAHUN 2008 T E N T A N G
BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 23 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN KOPERASI PERTAMBANGAN DAN ENERGI KABUPATEN SUKAMARA
BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM
BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM Pancasila dan Undang-undang Dasar Tahun 1945 merupakan landasan ideologi dan konstitusional pembangunan nasional termasuk pemberdayaan koperasi dan usaha
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Jl. Jend. Sudirman Timur Nomor 50 Telp. (0284) 321542 Pemalang Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja
BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH
BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BOYOLALI NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN ESELON PADA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
RINGKASAN RENJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2015 Latar belakang, maksud dan tujuan Penyusunan Renja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi periode
RENCANA KERJA (RENJA)
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Jl. Jend. Sudirman Timur Nomor 50 Telp. (0284) 321542 Pemalang Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Gambaran Umum Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian 1.1.1 Gambaran Umum Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Pada awalnya, dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di Kabupaten
TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG DAN SEKSI
TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG DAN SEKSI 1. BIDANG PERDAGANGAN Bidang Perdagangan mempunyai tugas menyiapkan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang perdagangan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana
BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN
SALINAN BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI LUWU UTARA NOMOR 66 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN,
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016-2021 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANJAR PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Jl. Perwira No. 44 Gg Tanjung Rema Telp.
BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2008 NOMOR 17 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 39 TAHUN 2008
BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2008 NOMOR 17 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, TATA KERJA DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL DI LINGKUNGAN DINAS PERINDUSTRIAN,
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH. ( LKjIP ) DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PARIWISATA KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2014
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LKjIP ) DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PARIWISATA KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH DAN PASAR KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN SUMEDANG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Potensi Usaha di lingkup Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata Kabupaten Purworejo memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang karena ketersediaan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEMBATA, Menimbang : a. bahwa usaha mikro, kecil dan
PEMERINTAH KOTA TANGERANG
RINGKASAN RENJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2016 Latar belakang, maksud dan tujuan Penyusunan Renja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasiperiode
BAB III DISKRIPSI LEMBAGA. A. Gambaran Umum Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karanganyar
BAB III DISKRIPSI LEMBAGA A. Gambaran Umum Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karanganyar Dinas Perindustrian, Perdagangan, koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah adalah
PROFILE DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH
PROFILE DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH VISI DAN MISI DAERAH KABUPATEN KARAWANG Visi Daerah Kabupaten Karawang : Visi Kabupaten Karawang adalah Karawang yang sejahtera berbasis Pembangunan
BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 19 TAHUN 2004 TENTANG
BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 19 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA BUPATI TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENGEMBANGAN KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEMBATA,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENGEMBANGAN KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEMBATA, Menimbang : a. bahwa pembangunan koperasi merupakan tugas bersama antara
IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM
10. URUSAN KOPERASI DAN UKM Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian
DAFTAR INFORAMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN MUKOMUKO
DAFTAR INFORAMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN MUKOMUKO NO INFORMASI YANG WAJIB DISEDIAKAN DAN DIUMUMKAN SECARA BERKALA I. Informasi tentang Profil DINAS PERINDUSTRIAN
WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG
SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, USAHA KECIL MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
DRAFT PER TGL 27 OKT 2008
DRAFT PER TGL 27 OKT 2008 BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 44 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI SKPD Analisis Isu-isu strategis dalam perencanaan pembangunan selama 5 (lima) tahun periode
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa
Menjadikan Bogor sebagai Kota yang nyaman beriman dan transparan
BAB 3 ISU ISU STRATEGIS 1. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN a. Urusan Perdagangan, menghadapi permasalahan : 1. Kurangnya pangsa pasar
RENCANA STRATEGIS TAHUN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BIMA BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang RENCANA STRATEGIS TAHUN 2016-2020 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BIMA Rencana strategis BAB I PENDAHULUAN Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima merupakan
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 57 TAHUN 2010 TENTANG
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 57 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO,
WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH
WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATAM, Menimbang
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KABUPATEN BANYUWANGI BUPATI BANYUWANGI Menimbang
URAIAN sebelum perubahan
URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI : 1.15. - KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH : 1.15.01. - DINAS KOPERASI UMKM, PERINDUSTRIAN & PERDAGANGAN KODE REKENING 1.15.1.15.01.00.00.4. 1.15.1.15.01.00.00.8. 1.15.1.15.01.00.00.4.1.
BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON
BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON a NOMOR 82 TAHUN 2016, SERI D. 31 PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR : 82 Tahun 2016 TENTANG FUNGSI, TUGAS POKOK DAN TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTR1AN DENGAN RAHMAT
DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO
DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO 1 GAMBARAN UMUM OPD IMPLEMENTASI SAKIP OPD SISTEMATIKA PAPARAN INOVASI OPD 3 4 GAMBARAN UMUM DINAS KOPERASI DAN USHA MIKRO 1 2 3 Tugas dan Fungsi Struktur Organisasi Potensi
BAB I PENDUHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDUHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era otonomi daerah saat sekarang, daerah diberi kewenangan dan peluang yang luas untuk mengembangkan potensi ekonomi, sosial, politik dan budaya. Sebagian besar
Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Menimbang Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH, PERINDUSTRIAN
PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah- Nya kami dapat menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung Tahun
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan penyusunan Laporan
1 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah
penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
4.1.15 URUSAN WAJIB KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH 4.1.15.1 KONDISI UMUM Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah atau yang sering disebut UMKM, merupakan salah satu bentuk organisasi ekonomi rakyat
WALIKOTA TANGERANG SELATAN
SALINAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN
b. mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan Dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
213 Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah 1. KEPALA DINAS LAMPIRAN XI PERATURAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 41 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS DAERAH KABUPATEN KARANGASEM Kepala Dinas Koperasi, Usaha
b. Kepala Sub Bagian Keuangan; c. Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan.
BAB XX DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Bagian Kesatu Susunan Organisasi Pasal 400 Susunan organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretaris, membawahkan: 1.
- 1 - BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 61 TAHUN 2016
- 1 - SALINAN BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 25 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI. 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Tenaga Kerja Permasalahan pembangunan daerah merupakan gap expectation
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI
KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS,FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI,TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SIDOARJO
WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG
WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
BAB I PENDAHULUAN Landasan Hukum
PENDAHULUAN BAB I 1.1 Latar Belakang Potensi Usaha di lingkup Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Purworejo memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang karena ketersediaan
WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MEMUTUSKAN : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG,
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 48 TAHUN 2011 TENTANG
BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 48 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PERTAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN
6. ANALISIS DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN Kebijakan di dalam pengembangan UKM
48 6. ANALISIS DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN 6.1. Kebijakan di dalam pengembangan UKM Hasil analisis SWOT dan AHP di dalam penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintah Daerah mempunyai peranan yang paling utama
(berdasarkan Peraturan Walikota Mojokerto Nomor : )
RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MOJOKERTO (berdasarkan Peraturan Walikota Mojokerto Nomor : ) SEKRETARIAT (1) Sekretariat mempunyai tugas menyelenggarakan
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Penetapan visi sebagai bagian dari perencanaan strategi, merupakan satu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi karena
NOMOR : 08 Tahun 2015 TANGGAL : 22 Juni 2015 TENTANG : RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA BOGOR TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR : 08 Tahun 2015 TANGGAL : 22 Juni 2015 TENTANG : RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA BOGOR TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemerintah Kota
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI
7 BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Singkat Dinas Perindustrian Kota Semarang Dinas Perindustrian Kota Semarang terletak di Jalan Pemuda No. 175 Gedung Pandanaran lantai 4 Semarang, sebelum menempati
KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG
KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN
WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR
WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah serta Undang-Undang Nomor 33 Tahun2004 Tentang perimbangan keuangan pusat dalam rangka mengimplementasikan
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SUMEDANG SEKRETARIAT
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kecamatan merupakan salah satu ujung tombak dari Pemerintahan Daerah yang langsung berhadapan (face to
BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas
BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA
BAB 4 VISI DAN MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATGEI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB 4 VISI DAN MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATGEI DAN ARAH KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi BPTPM Kota Serang Dengan semangat otonomi daerah serta memperhatikan tugas dan fungsi yang diemban oleh Badan Pelayanan
PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERDAYAAN, PENGEMBANGAN DAN PERLINDUNGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL
PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERDAYAAN, PENGEMBANGAN DAN PERLINDUNGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang : a. bahwa
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH,
BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR... TAHUN...
BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERLINDUNGAN, PEMBERDAYAAN, DAN PEMBINAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO,
-1- BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG
-1- BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN, PERINDUSTRIAN,
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 35 NOMOR 35 TAHUN 2008
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 35 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN
BAB V. PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang disampaikan pada waktu pemilihan kepala daerah (Pemilukada)
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG. Nomor : 08 Tahun 2015
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG Nomor : 08 Tahun 2015 Menimbang : Mengingat : PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG USAHA MIKRO DAN KECIL DI KABUPATEN SERANG DENGAN RAHMAT TUHAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa masyarakat adil dan makmur
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
SALINAN BUPATI BULUNGAN PROPINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) Tegal BAB I
PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) 351191 Tegal - 52111 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan sektor Kelautan dan Pertanian secara kontinyu dan terarah
BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM A. SASARAN STRATEJIK yang ditetapkan Koperasi dan UKM selama periode tahun 2005-2009 disusun berdasarkan berbagai
