BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH
|
|
|
- Erlin Sutedja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BOYOLALI NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN ESELON PADA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BOYOLALI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta untuk pedoman guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali, maka perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Uraian Tugas Jabatan Eselon Pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Tengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42); 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 224, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887); 5. Peraturan Daerah..
2 Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2016 Nomor 16, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 183); 6. Peraturan Bupati Boyolali Nomor 37 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Boyolali (Berita Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2016 Nomor 37); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN ESELON PADA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN BOYOLALI. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Boyolali. 2. Bupati adalah Bupati Boyolali. 3. Urusan Pemerintahan adalah kekuasaan pemerintahan yang menjadi kewenangan Presiden yang pelaksanaannya dilakukan oleh kementerian negara dan penyelenggara Pemerintahan Daerah untuk melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat. 4. Dinas adalah Dinas Daerah yang merupakan unsur pelaksana Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. 5. Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang selanjutnya disebut Disdagperin adalah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali. 6. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah unsur pelaksana teknis yang melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan penunjang tertentu pada Dinas dan Badan. BAB II..
3 - 3 - BAB II URAIAN TUGAS Bagian Kesatu Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pasal 2 (1) Disdagperin mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Daerah di bidang perdagangan dan perindustrian. (2) Disdagperin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Disdagperin yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Daerah di bidang perdagangan dan perindustrian. (3) Uraian tugas Kepala Disdagperin sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. merumuskan kebijakan teknis urusan pemerintahan di bidang perdagangan dan perindustrian sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis bidang perdagangan dan perindustrian pertanahan sebagai pedoman pelaksanaan tugas; b. menyusun perencanaan penyelenggaraan pemerintahan dan anggaran di bidang perdagangan dan perindustrian sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan dan anggaran di bidang perdagangan dan perindustrian berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar penyelenggaraannya berjalan efektif sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditentukan; sesuai bidang tugasnya sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan; f. menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perdagangan, perindustrian, dan pengelolaan sarana perdagangan; g. menyelenggarakan pelayanan umum, pemberian rekomendasi perizinan dan perizinan di bidang perdagangan dan perindustrian; h. melaksanakan pengembangan, pemeliharaan, dan penataan sarana prasarana di bidang perdagangan; i. menyelenggarakan..
4 - 4 - i. menyelenggarakan pembinaan, penyuluhan dan pengawasan Wajib Daftar Perusahaan, perlindungan konsumen, kemetrologian (tera dan tera ulang barang/ukuran, Takaran, Timbangan, dan Perlengkapannya, dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus; j. menyelenggarakan pengelolaan pendapatan dan retribusi di bidang perdagangan; k. menyelenggarakan pembinaan teknis pengembangan ekspor Daerah dan impor terutama bahan baku/bahan penolong serta barang modal; l. menyelenggarakan pasar murah dan operasi pasar bahan kebutuhan pokok masyarakat dalam rangka untuk menstabilkan harga; m. menyelenggarakan pengembangan informasi pasar produk Daerah, harga bahan pokok dan barang strategis, teknologi, promosi produk Daerah, peluang investasi, dan komoditi ekspor non migas; n. menyelenggarakan pemantauan harga, pengadaan dan penyaluran, stok, bahan pokok/barang stategis, realisasi ekspor dan impor, realisasi investasi pengembangan produksi, tingkat produktifitas dan pengembangan kemitraan; o. menyelenggarakan pembinaan teknis terutama Industri Kecil dan Menengah yang meliputi pengembangan usaha, kemitraan, sarana usaha, kualitas dan standar mutu, produk teknologi, produksi, pengelolaan limbah industri, dan penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual khususnya hak paten, merk, dan desain industri; p. menyelenggarakan pengembangan promosi produk Daerah dan peluang investasi serta pengembangan perwilayahan industri; q. menyelenggarakan peningkatan kerja sama antar dunia usaha dan koperasi, lembaga permodalan, organisasi/asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lain yang memiliki keterkaitan dalam pengembangan bidang perdagangan, industri, dan pengelolaan sarana perdagangan; r. menyelenggarakan pembinaan terhadap pelaksanaan tugas kelompok jabatan fungsional untuk lebih berperan aktif dalam mengembangkan profesinya; s. menyelenggarakan pengendalian, pengawasan, dan evaluasi kinerja Disdagperin; t. menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas UPT; u. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja Urusan Pemerintahan di bidang perdagangan dan perindustrian sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; v. merumuskan laporan di bidang perdagangan dan perindustrian berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; w. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan x. melaksanakan..
5 - 5 - x. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Kedua Sekretariat Pasal 3 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan administratif dan teknis yang meliputi perencanaan, keuangan dan pelaporan, urusan tata usaha, perlengkapan rumah tangga, dan urusan Aparatur Sipil Negara kepada semua unsur di lingkungan Dinas. (2) Sekretariat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Sekretaris yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan pemberian pelayanan administratif dan teknis yang meliputi perencanaan, keuangan dan pelaporan, urusan tata usaha, perlengkapan rumah tangga, dan urusan Aparatur Sipil Negara kepada semua unsur di lingkungan Dinas. (3) Uraian tugas Sekretaris sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pengelolaan surat-menyurat, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, keprotokolan, kearsipan, barang inventaris, kelembagaan, administrasi dan pengelolaan kepegawaian, dan administrasi keuangan serta perencanaan dan pelaporan pada Disdagperin sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pengelolaan surat-menyurat, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, keprotokolan, kearsipan, barang inventaris, kelembagaan, administrasi dan pengelolaan kepegawaian, dan administrasi keuangan serta perencanaan dan pelaporan pada Disdagperin sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana pembangunan Daerah; c. mengoordinasikan pelaksanaan pengelolaan surat-menyurat, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, keprotokolan, kearsipan, barang inventaris, kelembagaan, administrasi dan pengelolaan kepegawaian, dan administrasi keuangan serta perencanaan dan pelaporan pada Disdagperin berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas bidang kesekretariatan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan; e. mendistribusikan..
6 - 6 - f. menyelia penyelenggaraan pengelolaan surat-menyurat, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, keprotokolan, kearsipan, dan barang inventaris serta kelembagaan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud tertib administrasi dan dapat menunjang pelaksanaan tugas Disdagperin secara optimal; g. menyelia penyelenggaraan pengelolaan administrasi dan kepegawaian sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan potensi agar terwujud tertib administrasi kepegawai dan kinerja pegawai yang optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas Disdagperin; h. menyelia penyelenggaraan pengelolaan administrasi keuangan meliputi penyiapan bahan rencana pendapatan dan belanja, perbendaharaan, verifikasi, pembukuan, dan pelaporannya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud tertib administrasi keuangan; i. menyelia penyelenggaraan pengelolaan administrasi barang inventaris pada Disdagperin meliputi penyiapan bahan rencana kebutuhan barang, perbendaharaan, verifikasi, pembukuan, dan pelaporannya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan agar terwujud tertib administrasi barang inventaris; j. menyelia penyelenggaraan penyusunan rencana, program, dan kegiatan penyelenggaraan di bidang kesekretariatan, dan penetapan target kinerja serta pelaporannya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan agar terwujud tertib administrasi perencanaan, tersusun dokumen perencanaan, dan akuntabilitas kinerja yang baik; k. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang kesekretariatan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; l. menyusun laporan di bidang kesekretariatan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; m. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan n. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 1 Subbagian Umum dan Kepegawaian Pasal 4..
7 - 7 - Pasal 4 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan, urusan tata usaha, kearsipan, urusan administrasi Aparatur Sipil Negara, urusan perlengkapan, rumah tangga, dan penataan barang milik negara. (2) Subbagian Umum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan urusan persuratan, urusan tata usaha, kearsipan, urusan administrasi Aparatur Sipil Negara, urusan perlengkapan, rumah tangga, dan penataan barang milik negara. (3) Uraian tugas Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pengelolaan surat-menyurat, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, keprotokolan, kearsipan, pengelolaan barang inventaris, kelembagaan, administrasi, dan pengelolaan kepegawaian pada Disdagperin sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pengelolaan surat-menyurat, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, keprotokolan, kearsipan, barang inventaris, kelembagaan, administrasi dan pengelolaan kepegawaian pada Disdagperin sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana pembangunan Daerah; c. mengoordinasikan pelaksanaan pengelolaan surat-menyurat, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, keprotokolan, kearsipan, barang inventaris, kelembagaan, administrasi dan pengelolaan kepegawaian pada Disdagperin berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas sekretariat berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyelia pelaksanaan administrasi dan pengelolaan surat-menyurat sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud tertib administrasi pengelolaan surat-menyurat; g. menyelia pelaksanaan administrasi dan pengelolaan kerumahtanggaan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud tertib administrasi pengelolaan kerumahtanggaan dan menunjang pelaksanaan tugas Disdagperin secara optimal; h. menyelia..
8 - 8 - h. menyelia pelaksanaan administrasi dan pengelolaan hubungan masyarakat, dan keprotokolan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud tertib administrasi pengelolaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta terwujud keterbukaan informasi publik; i. menyelia pelaksanaan administrasi dan pengelolaan kearsipan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud tertib administrasi kearsipan dan menunjang pelaksanaan tugas Disdagperin secara optimal; j. menyelia pelaksanaan pengelolaan dan administrasi kepegawaian sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud tertib administrasi pengelolaan kepegawaian dan kinerja pegawai yang optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas; k. menyelia pelaksanaan pengelolaan ketertiban dan keamanan lingkungan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan agar terwujud ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan yang optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas; l. menyelia pelaksanaan pengelolaan barang inventaris sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar terwujud pengelolaan barang inventaris yang optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas; m. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang umum dan kepegawaian sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; n. menyusun laporan di bidang umum dan kepegawaian berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; o. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan p. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 2 Subbagian Keuangan Pasal 5 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan keuangan, penatausahaan, akuntansi, verifikasi, dan pembukuan. (2) Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Subbagian Keuangan yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan koordinasi pengelolaan keuangan, penatausahaan, akuntansi, verifikasi, dan pembukuan. (3) Uraian tugas..
9 - 9 - (3) Uraian tugas Kepala Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pengelolaan administrasi keuangan pada Disdagperin sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pengelolaan administrasi keuangan pada Disdagperin sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen administrasi keuangan yang sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; c. mengoordinasikan pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan dan penyusunan laporan keuangan pada Disdagperin berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas sekretariat berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyiapkan bahan dan pelaksanaan pengoordinasian penyusunan dokumen perencanaan keuangan dan laporan lainnya sesuai lingkup tugasnya; g. menghimpun dan mengoordinasikan pengelolaan administrasi keuangan dan akuntansi; h. melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran belanja langsung di lingkup tugasnya; i. menyiapkan, mengoordinasikan, dan menyusun rencana anggaran belanja langsung dan rencana anggaran belanja tidak langsung; j. mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan perbendaharaan meliputi pembukuan, verifikasi, rekapitulasi dan dokumentasi pelaksanaan belanja langsung dan tidak langsung; k. menyusun laporan perhitungan dan pertanggungjawaban keuangan; l. mengurus gaji dan tunjangan pegawai; m. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang keuangan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; n. menyusun laporan di bidang keuangan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; o. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan p. melaksanakan..
10 p. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 2 Subbagian Perencanaan dan Pelaporan Pasal 6 (1) Subbagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program, kegiatan, dan pelaporan. (2) Subbagian Perencanaan dan Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Subbagian Perencanaan dan Pelaporan yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program, kegiatan, dan pelaporan. (3) Uraian tugas Kepala Subbagian Perencanaan dan Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana, program, dan kegiatan serta penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan dan kinerja pada Disdagperin sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang penyusunan rencana, program, dan kegiatan serta penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan dan kinerja pada Disdagperin sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; c. mengoordinasikan pelaksanaan penyusunan rencana, program, dan kegiatan serta penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan dan kinerja pada Disdagperin berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dengan efektif dan efisien; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas sekretariat berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyelia pengumpulan data dan informasi perencanaan di lingkup tugasnya; g. menyiapkan bahan dan pelaksanaan pengoordinasian penyusunan dokumen perencanaan meliputi Rencana Strategis, Indikator Kinerja Utama, Rencana Kinerja Tahunan, Rencana Kerja, Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, dan dokumen perencanaan lainnya sesuai lingkup tugasnya; h. menyiapkan..
11 h. menyiapkan bahan dan pelaksanaan pengoordinasian penyusunan bahan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, bahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan laporan lainnya sesuai lingkup tugasnya; i. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang perencanaan dan pelaporan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; j. menyusun laporan di bidang perencanaan dan pelaporan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; k. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Ketiga Bidang Usaha Perdagangan Pasal 7 (1) Bidang Usaha Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan kebijakan, perencanaan, perumusan, pembinaan, pengembangan, koordinasi, kerjasama, bimbingan teknis, promosi, pemantauan, evaluasi, pengawasan, dan pengendalian di bidang usaha perdagangan. (2) Bidang Usaha Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Bidang Usaha Perdagangan yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan, perencanaan, perumusan, pembinaan, pengembangan, koordinaasi, kerjasama, bimbingan teknis, promosi, pemantauan, evaluasi, pengawasan, dan pengendalian di bidang usaha perdagangan. (3) Uraian tugas Kepala Bidang Usaha Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang usaha perdagangan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang usaha perdagangan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang usaha perdagangan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; d. memberikan..
12 telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang usaha perdagangan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan; f. mengoordinasikan peningkatan kerjasama antar bidang, dinas, badan dan unit kerja yang memiliki keterkaitan dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas; g. menyusun bahan/materi dalam rangka mengembangkan, meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan antar pemerintah kabupaten/kota khususnya dalam menunjang pelaksanaan tugas; h. melaksanakan pembinaan dan bimbingan kepada para pelaku usaha dagang kecil, menengah, dan besar; i. mengoordinasikan fasilitasi kemudahan perizinan dan memberikan surat rekomendasi perizinan kepada para pelaku usaha perdagangan; j. melaksanakan pemeriksaan fasilitas penyimpanan bahan berbahaya dan pengawasan distribusi, pengemasan, dan pelabelan bahan berbahaya; k. mengoordinasikan penyiapan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang penting; l. melaksanakan pemantauan, monitoring harga, dan stok serta distribusi/penyaluran barang kebutuhan pokok di pasar rakyat, toko swalayan, pusat perbelanjaan dan di pasar lelang komoditas; m. melaksanakan pemantauan harga dan stok serta distribusi barang penting serta barang yang diatur tata niaga oleh Pemerintah berupa pupuk, peptisida, Bahan Bakar Minyak, Liquefied Petroleum Gas, dan lain lain. n. mengoordinasikan pelaksanaan pasar murah, operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga; o. melaksanakan fasilitasi, koordinasi dan peningkatan kerjasama dengan lembaga perlindungan konsumen dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen di dalam penyelesaian permasalahan antara konsumen dengan para pelaku usaha; p. melaksanakan pengembangan sistem dan jaringan informasi pasar produk Daerah, harga barang kebutuhan pokok, dan barang penting; q. melaksanakan peningkatan promosi produk Daerah dan komoditas ekspor non migas di dalam negeri maupun luar negeri; r. melaksanakan kemitraan dengan lembaga, asosiasi, dan pengusaha; s. mengoordinasikan usaha peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan aku cinta produk Indonesia; t. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang usaha perdagangan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; u. menyusun..
13 u. menyusun laporan di bidang usaha perdagangan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; v. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan w. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 1 Seksi Bina Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Pasal 8 (1) Seksi Bina Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan perdagangan, pelayanan rekomendasi perizinan dan pendaftaran, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan pelaksanaan pemantauan, evaluasi di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen. (2) Seksi Bina Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Bina Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan perdagangan, pelayanan rekomendasi perizinan dan pendaftaran, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan pelaksanaan pemantauan, evaluasi di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Bina Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; e. mendistribusikan..
14 f. mempersiapkan dan memproses pelayanan perizinan (rekomendasi) yang berkaitan dengan usaha perdagangan dalam dan luar negeri; g. mempersiapkan dan menerbitkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba; h. melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terkait persaingan usaha serta peredaran dalam pengawasan dan/atau yang diatur tata niaganya maupun barang-barang impor; i. melaksanakan peningkatan, penggalian, pengawasan, dan evaluasi kegiatan rutin dan pembangunan di bidang usaha perdagangan dan perlindungan konsumen; j. melakukan penciptaan iklim usaha yang kondusif; k. melaksanakan pembinaan dan pemantauan para pelaku usaha ekspor impor; l. melaksanakan bimbingan teknis dan kunjungan lapangan; m. melaksanakan koordinasi dengan perizinan tentang penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, Tanda Daftar Perusahaan, dan Tanda Daftar Gudang; n. melakukan pendataan dan pembinaan terhadap pelaku usaha (pedagang besar, pedagang menengah maupun pedagang kecil/toko kecil); o. melakukan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan, dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen; p. melaksanakan fasilitasi dan koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen; q. melakukan pembinaan komoditas dalam rangka memperoleh akses pembiayaan resi gudang; r. melakukan pembinaan, pengaturan, pengawasan serta monitoring terhadap pelaku pasar lelang dan penggunaan produksi dalam negeri; s. melaksanakan penyuluhan, pembinaan, dan memfasilitasi kepada pelaku usaha dan konsumen, Barang Dalam Keadaan Terbungkus, hak paten, merek dagang, kemasan, label, dan Standar Nasional Indonesia; t. melaksanakan fasilitasi ke Badan Standarisasi Nasional dan Lembaga Penilaian Kesesuaian untuk penerbitan sertifikasi produk penggunaan barang bertanda Standar Nasional Indonesia; u. melaksanakan pemantauan tanda barang yang belum ber Standar Nasional Indonesia; v. melaksanakan..
15 v. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; w. menyusun laporan di bidang bina usaha perdagangan dan perlindungan konsumen berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; x. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan y. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 2 Seksi Distribusi, Barang Kebutuhan Pokok, dan Barang Penting Pasal 9 (1) Seksi Distribusi, Barang Kebutuhan Pokok, dan Barang Penting mempunyai tugas melaksanakan kebijakan, perencanaan, perumusan, pembinaan, pengembangan, koordinasi, kerjasama, bimbingan teknis, pemantauan, evaluasi, pengawasan, dan pengendalian di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting. (2) Seksi Distribusi, Barang Kebutuhan Pokok, dan Barang Penting sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Distribusi, Barang Kebutuhan Pokok, dan Barang Penting yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan kebijakan, perencanaan, perumusan, pembinaan, pengembangan, koordinasi, kerjasama, bimbingan teknis, pemantauan, evaluasi, pengawasan, dan pengendalian di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Distribusi, Barang Kebutuhan Pokok, dan Barang Penting sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting sesuai prosedur dan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; d. memberikan..
16 telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan bimbingan teknis di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting; g. melaksanakan pemantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting; h. melaksanakan pemantauan inflasi Daerah dan melaksanakan koordinasi dengan Bank Indonesia serta instansi terkait; i. melaksanakan pasar murah dan operasi pasar dalam rangka stabilitas harga pangan pokok; j. melaksanakan pengawasan pupuk dan pestisida, Liquefied Petroleum Gas, Bahan Bakar Minyak atau yang tata niaganya diatur oleh pemerintah dalam pengadaan, penyaluran, dan penggunaannya; k. melaksanakan penyuluhan dan pembinaan pengembangan persaingan usaha serta peredaran barang yang diatur tata niaganya oleh pemerintah; l. melaksanakan pengembangan informasi pasar produk Daerah, harga bahan pokok atau bahan strategis dan pengembangan perdagangan; m. melaksanakan dan mengoordinasikan dengan UPT pasar maupun dengan instansi terkait dalam rangka penyusunan dan pengolahan data daftar harga komoditas terbaru; n. menyiapkan sarana prasarana dalam menunjang smart city barang komoditas; o. menyebarluaskan informasi harga barang kebutuhan pokok, dan barang penting lainnya; p. melaksanakan pembinaan peningkatan mutu sumber daya manusia pelaku usaha melalui kegiatan pelatihan dan kunjungan lapangan; q. melaksanakan penerbitan surat rekomendasi; r. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; s. menyusun laporan di bidang distribusi, barang kebutuhan pokok, dan barang penting berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; t. membina..
17 t. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan u. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 3 Seksi Promosi, Informasi, dan Kerja Sama Pasal 10 (1) Seksi Promosi, Informasi, dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan fasilitasi usaha mikro, kecil dan menengah, kegiatan promosi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan dan pemantauan serta kerjasama dengan pelaku usaha/ pedagang di bidang fasilitasi promosi, informasi, dan kerjasama. (2) Seksi Promosi, Informasi, dan Kerja Sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Promosi, Informasi, dan Kerja Sama yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan fasilitasi usaha mikro, kecil dan menengah, kegiatan promosi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan dan pemantauan serta kerjasama dengan pelaku usaha/pedagang di bidang fasilitasi promosi, informasi, dan kerjasama. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Promosi, Informasi, dan Kerja Sama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang promosi, informasi, dan kerjasama sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang promosi, informasi, dan kerjasama sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang promosi, informasi, dan kerjasama berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang promosi, informasi, dan kerjasama berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; e. mendistribusikan..
18 f. menyiapkan petunjuk teknis pengembangan informasi, kerjasama dan promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang menjadi unggulan Daerah; g. melaksanakan pembinaan teknis pengembangan ekspor Daerah dan impor terutama bahan baku/bahan penolong serta barang modal; h. menyiapkan penyusunan bahan bimbingan teknis pembinaan promosi dagang internasional, pembinaan iklim usaha serta promosi dagang dalam negeri maupun luar negeri; i. menyebarluaskan informasi-informasi kepada pelaku usaha mengenai peluang ekspor untuk produk-produk tertentu dan kegiatan pameran hasil industri dalam rangka promosi melalui liflet dan brosur; j. menghimpun dan menyebarluaskan informasi yang akurat mengenai profil Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan potensi ekspor non migas melalui pemasaran digital; k. mengoordinasikan kegiatan peningkatan dan pengembangan informasi dan promosi melalui kerjasama antar Daerah dan dengan lembaga-lembaga swasta; l. mengadakan peningkatan kelembagaan melalui Dewan Kerajinan Nasional; m. memberikan fasilitasi kegiatan promosi dagang melalui pameran dagang nasional, lokal maupun misi dagang bagi produk unggulan; n. mengoordinasikan kegiatan pameran baik di dalam maupun di luar negeri; o. memfasilitasi kerjasama dunia usaha antar Daerah dan lintas sektoral; p. melaksanakan pembinaan peningkatan mutu sumber daya manusia pelaku usaha melalui kegiatan pelatihan, kunjungan lapangan, dan temu usaha; q. melaksanakan pendataan dan penyusunan laporan dari para pelaku usaha yang melakukan ekspor dan impor; r. melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi; s. melakukan sosialisasi Peraturan Perundang-undangan kepada masyarakat dan/atau pelaku usaha; t. melaksanakan bimbingan dan konsultasi yang berkaitan dengan peningkatan kegiatan informasi, kerjasama, dan promosi; u. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang promosi, informasi, dan kerjasama sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; v. menyusun..
19 v. menyusun laporan di bidang promosi, informasi, dan kerjasama berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; w. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan x. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Keempat Bidang Pengelolaan Pendapatan Perdagangan Pasal 11 (1) Bidang Pengelolaan Pendapatan Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, kebersihan, pengamanan sarana perdagangan, pendataan, pembinaan pedagang dan pengawasan, pengendalian serta pengelolaan pendapatan perdagangan. (2) Bidang Pengelolaan Pendapatan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Perdagangan yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, kebersihan, pengamanan sarana perdagangan, pendataan, pembinaaan pedagang dan pengawasan, pengendalian serta pengelolaan pendapatan perdagangan. (3) Uraian tugas Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pengelolaan pendapatan perdagangan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pengelolaan pendapatan perdagangan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendapatan perdagangan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang pengelolaan pendapatan perdagangan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; e. menyiapkan..
20 e. menyiapkan bahan untuk penyusunan petunjuk teknis pengelolaan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; f. menyiapkan bahan untuk menyusun petunjuk teknis pembinaan pengguna jasa pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; g. menyiapkan bahan untuk menyusun peraturan tentang pengelolaan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; h. menyiapkan bahan untuk menyusun peraturan tentang pengelolaan pendapatan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; i. mengoordinasikan penyusunan rencana kegiatan pengelolaan dan pendapatan pasar rakyat serta sarana perdagangan lainnya; j. memberikan bimbingan teknis dalam rangka pengelolaan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; k. melaksanakan pembinaan teknis terhadap pengguna jasa pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; l. mengoordinasikan penyusunan rencana pendapatan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; m. mengoordinasikan penyusunan perhitungan pendapatan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; n. menyusun laporan pendapatan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; o. mengoordinasikan pemeliharaan dan pemanfaatan data potensi pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; p. mengoordinasikan kegiatan pengelolaan penarikan pendapatan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; q. memberikan pelayanan administrasi untuk penerbitan izin dan dispensasi pemanfaatan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; r. mengoordinasikan kegiatan penelitian untuk pengembangan pasar rakyat; s. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang pengelolaan pendapatan perdagangan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; t. menyusun laporan di bidang pengelolaan pendapatan perdagangan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; u. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan v. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 1 Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana Perdagangan Pasal 12..
21 Pasal 12 (1) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana perdagangan. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana Perdagangan yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana perdagangan. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pengembangan dan pemeliharaan sarana perdagangan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sarana perdagangan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan dan pemeliharaan sarana perdagangan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang pengembangan dan pemeliharaan sarana perdagangan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan penelitian dalam rangka pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana perdagangan; g. menyiapkan bahan penyusunan rencana pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana perdagangan; h. menyiapkan bahan penyusunan prosedur perizinan pembangunan sarana perdagangan; i. merencanakan, melaksanakan pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana perdagangan; j. mengoordinasikan pelaksanaan pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana perdagangan; k. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang pengembangan dan pemeliharaan sarana perdagangan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; l. menyusun..
22 l. menyusun laporan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sarana perdagangan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; m. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan n. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 2 Seksi Pendataan dan Pembinaan Pedagang Pasal 13 (1) Seksi Pendataan dan Pembinaan Pedagang mempunyai tugas melaksanakan pendataan, penyuluhan, pembinaan, penataan, dan penertiban pedagang serta merumuskan prosedur dan ketentuan perizinan, tata laksana, tata guna rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya. (2) Seksi Pendataan dan Pembinaan Pedagang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Pendataan dan Pembinaan Pedagang yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pendataan, penyuluhan, pembinaan, penataan, dan penertiban pedagang serta merumuskan prosedur dan ketentuan perizinan, tata laksana, tata guna rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Pendataan dan Pembinaan Pedagang sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pendataan dan pembinaan pedagang sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pendataan dan pembinaan pedagang sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang pendataan dan pembinaan pedagang berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang pendataan dan pembinaan pedagang berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyiapkan..
23 f. menyiapkan bahan pendataan dan pembinaan terhadap pengguna jasa rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; g. menyiapkan bahan penyuluhan terhadap pengguna jasa rumah toko, toko kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; h. menyiapkan bahan petunjuk teknis guna pendataan, penyuluhan, pembinaan terhadap pengguna jasa rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; i. merencanakan jadwal pendataan, penyuluhan, dan pembinaan terhadap pengguna jasa rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; j. melaksanakan kegiatan pendataan, penyuluhan, pembinaan terhadap pengguna jasa rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; k. melaksanakan pendataan dan potensi rumah toko, toko, kios, los pasar maupun sarana perdagangan lainnya serta kekayaan Daerah pada sarana perdagangan; l. menyusun dan memelihara data pengguna jasa perdagangan; m. melaksanakan pelayanan administrasi untuk penerbitan Kartu Pedagang Pasar; n. melaksanakan pemeriksaan berkas pendaftaran Pedagang Kaki Lima dan menerbitkan Tanda Daftar Usaha Pedagang Kaki Lima yang memenuhi persyaratan di lokasi yang telah ditetapkan oleh bupati; o. melaksanakan penelitian dan penyusunan rencana dasar optimalisasi pemanfaatan rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; p. mengoordinasikan kegiatan penertiban pengguna jasa rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; q. melaksanakan pengawasan, pemanfaatan rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; r. menerima dan menginventarisasikan permasalahan dari pemakai jasa rumah toko, toko, kios, los pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; s. mengoordinasikan pengamanan rumah toko, toko, kios dan los di lingkungan pasar rakyat maupun sarana perdagangan lainnya; t. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang pendataan dan pembinaan pedagang sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; u. menyusun laporan di bidang pendataan dan pembinaan pedagang berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; v. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan w. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 3..
24 Paragraf 3 Seksi Pendapatan dan Penagihan Pasal 14 (1) Seksi Pendapatan dan Penagihan mempunyai tugas melaksanakan pengurusan dan penatausahaan pendapatan serta menetapkan prosedur, merumuskan dan menyajikan data potensi, melaksanakan penarikan dan penagihan retribusi pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya. (2) Seksi Pendapatan dan Penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Pendapatan dan Penagihan yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pengurusan dan penatausahaan pendapatan serta menetapkan prosedur, merumuskan dan menyajikan data potensi, melaksanakan penarikan dan penagihan retribusi pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Pendapatan dan Penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pendapatan dan penagihan perdagangan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pendapatan dan penagihan perdagangan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang pendapatan dan penagihan perdagangan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang pendapatan dan penagihan perdagangan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyiapkan bahan untuk menetapkan prosedur pengurusan pendapatan dan pemberian pelayanan administrasi penerbitan izin serta dispensasi pemanfaatan toko, kios, los, pelataran pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; g. menyiapkan bahan untuk menyusun Peraturan Perundangundangan tentang pasar rakyat dan perdagangan lainnya; h. melaksanakan penelitian dan identifikasi potensi pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; i. menyusun laporan penerimaan pendapatan pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; j. melaksanakan penatausahaan pendapatan pasar rakyat dan perdagangan lainnya; k. menyusun..
25 k. menyusun data tunggakan retribusi pasar rakyat dan perdagangan lainnya; l. memberikan pelayanan administrasi untuk penerbitan dan izin dispensasi pemanfaatan toko, kios, los, pelataran pasar rakyat dan sarana perdagangan lainnya; m. melaksanakan kegiatan pengelolaan pendapatan retribusi pasar rakyat dan sarana pergadangan lainnya; n. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang pendapatan dan penagihan perdagangan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; o. menyusun laporan di bidang pendapatan dan penagihan perdagangan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; p. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan q. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Kelima Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Hasil Hutan Pasal 15 (1) Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, peningkatan koordinasi dan kerjasama, pemantauan, evaluasi, pengendalian dan pengawasan kebijakan teknis di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan. (2) Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Hasil Hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Hasil Hutan yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan penyiapan pemberian bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, peningkatan koordinasi dan kerjasama, pemantauan, evaluasi, pengendalian dan pengawasan kebijakan teknis di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan. (3) Uraian tugas Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Hasil Hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan sesuai Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan..
26 c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan pengembangan informasi industri yang ada di daerah serta industri unggulan, andalan, dan potensial daerah di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; g. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan dalam pengembangan industri di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; h. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; i. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; j. melaksanakan kegiatan pembinaan bimbingan teknis industri yang meliputi pengembangan usaha kemitraan, sarana usaha, teknologi, produksi, kualitas dan standar mutu produksi di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; k. melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi serta pendampingan langsung terhadap penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, International Organization for Standardization 9000 dan 14000, Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu, Sertifikasi Halal, Pangan Industri Rumah Tangga, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Pengurusan Badan Hukum di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; l. melaksanakan peningkatan pertumbuhan wirausaha baru di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan pada setiap wilayah binaan industri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri nasional; m. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sentra industri, klaster industri, dan Kelompok Usaha Bersama serta mewujudkan One Village One Product di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; n. melaksanakan..
27 n. melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan terhadap industri dalam meningkatkan inovasi teknologi khususnya dalam produksi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih bersaing di pasar global; o. melaksanakan pendataan di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan terhadap hambatan maupun permasalahan produksi yang ada di tingkat industri kecil menengah dan besar serta memberikan saran dan masukan untuk pemecahan masalah industri yang ada; p. melaksanakan pendampingan langsung di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan terhadap industri kecil menengah dan besar dengan membentuk unit pendampingan langsung di masing-masing tingkatan industri; q. melaksanakan promosi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan; r. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; s. menyusun laporan di bidang industri agro, kimia, tekstil, dan hasil hutan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; t. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan u. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 1 Seksi Industri Makanan dan Minuman Pasal 16 (1) Seksi Industri Makanan dan Minuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri makanan dan minuman. (2) Seksi Industri Makanan dan Minuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Industri Makanan dan Minuman yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri makanan dan minuman. (3) Uraian tugas..
28 (3) Uraian tugas Kepala Seksi Industri Makanan dan Minuman sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang industri makanan dan minuman sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang industri makanan dan minuman sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang industri makanan dan minuman berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang industri makanan dan minuman berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan pemerintah dan lembaga non pemerintah yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri makanan dan minuman; g. melaksanakan pengembangan informasi industri yang ada di daerah serta industri unggulan, andalan, dan potensial daerah di bidang industri makanan dan minuman; h. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan dalam pengembangan industri makanan dan minuman; i. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di bidang industri makanan dan minuman; j. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri makanan dan minuman; k. melaksanakan kegiatan pembinaan bimbingan teknis industri yang meliputi pengembangan usaha kemitraan, sarana usaha, teknologi, produksi, kualitas dan standar mutu produksi di bidang industri makanan dan minuman; l. melaksanakan..
29 l. melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi serta pendampingan langsung terhadap penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Sertifikasi Halal, Pangan Industri Rumah Tangga, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan pengurusan Badan Hukum di bidang industri makanan dan minuman; m. melaksanakan bimbingan dan fasilitasi mengenai cara produksi pangan olahan yang baik serta memenuhi syarat-syarat dan standar kesehatan yang telah ditentukan; n. melaksanakan bimbingan terhadap kemasan produk khususnya olahan pangan agar dapat masuk dalam standar pemasaran di tingkat nasional maupun internasional baik dari segi kualitas dan kuantitas; o. melaksanakan peningkatan pertumbuhan wirausaha baru di bidang industri makanan dan minuman pada setiap wilayah binaan industri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri nasional; p. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sentra industri, klaster industri, dan Kelompok Usaha Bersama serta mewujudkan One Village One Product industri makanan dan minuman; q. melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang industri makanan dan minuman terhadap industri dalam meningkatkan inovasi teknologi khususnya dalam produksi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih bersaing di pasar global; r. melaksanakan pendataan di bidang industri makanan dan minuman terhadap hambatan maupun permasalahan produksi yang ada di tingkat industri kecil menengah dan besar serta memberikan saran dan masukan untuk pemecahan masalah industri yang ada; s. melaksanakan pendampingan langsung di bidang industri makanan dan minuman terhadap industri kecil menengah dan besar dengan membentuk Unit Pendampingan Langsung di masing-masing tingkatan industri; t. melaksanakan promosi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk industri makanan dan minuman; u. memfasilitasi industri kecil menengah di bidang industri makanan dan minuman dalam menerapkan manajemen industri melalui pembukuan sederhana sehingga dapat berkembang dengan baik; v. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang industri makanan dan minuman sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; w. menyusun laporan di bidang industri makanan dan minuman berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; x. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan y. melaksanakan..
30 y. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 2 Seksi Industri Kimia dan Tekstil Pasal 17 (1) Seksi Industri Kimia dan Tekstil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri kimia dan tekstil. (2) Seksi Industri Kimia dan Tekstil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Industri Kimia dan Tekstil yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri kimia dan tekstil. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Industri Kimia dan Tekstil sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang industri kimia dan tekstil sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang industri kimia dan tekstil sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang industri kimia dan tekstil berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang industri kimia dan tekstil berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan pemerintah dan lembaga non pemerintah yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Seksi Industri Kimia dan Tekstil; g. melaksanakan pengembangan informasi industri yang ada di daerah serta industri unggulan, andalan, dan potensial daerah di bidang industri kimia dan tekstil; h. memfasilitasi..
31 h. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan dalam pengembangan industri kimia dan tekstil; i. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di bidang industri kimia dan tekstil; j. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri kimia dan tekstil; k. melaksanakan kegiatan pembinaan bimbingan teknis industri yang meliputi pengembangan usaha kemitraan, sarana usaha, teknologi, produksi, kualitas dan standar mutu produksi di bidang industri kimia dan tekstil; l. melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi serta pendampingan langsung terhadap penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, International Organization for Standardization 9000 dan dan pengurusan Badan Hukum di bidang industri kimia dan tekstil; m. melaksanakan bimbingan di bidang industri kimia dan tekstil terhadap kemasan produk agar dapat masuk dalam standar pemasaran di tingkat nasional maupun internasional baik dari segi kualitas maupun kuantitas; n. melaksanakan peningkatan pertumbuhan wirausaha baru di bidang industri kimia dan tekstil pada setiap wilayah binaan industri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri nasional; o. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sentra industri, klaster industri, dan Kelompok Usaha Bersama serta mewujudkan One Village One Product di bidang industri kimia dan tekstil; p. melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang industri kimia dan tekstil terhadap industri dalam meningkatkan inovasi teknologi khususnya dalam produksi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih bersaing di pasar global; q. melaksanakan pendataan di bidang industri kimia dan tekstil terhadap hambatan maupun permasalahan produksi yang ada di tingkat industri kecil menengah dan besar serta memberikan saran dan masukan untuk pemecahan masalah industri yang ada; r. melaksanakan pendampingan langsung di bidang industri kimia dan tekstil terhadap industri kecil menengah dan besar dengan membentuk Unit Pendampingan Langsung di masing-masing tingkatan industri; s. melaksanakan promosi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk industri kimia dan tekstil; t. memfasilitasi industri kecil menengah di bidang industri kimia dan tekstil dalam menerapkan manajemen industri melalui pembukuan sederhana sehingga dapat berkembang dengan baik; u. menyusun..
32 u. menyusun laporan di bidang industri kimia dan tekstil berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; v. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan w. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 3 Seksi Industri Hasil Hutan dan Hasil Perkebunan Pasal 18 (1) Seksi Industri Hasil Hutan dan Hasil Perkebunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan. (2) Seksi Industri Hasil Hutan dan Hasil Perkebunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Industri Hasil Hutan dan Hasil Perkebunan yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Industri Hasil Hutan dan Hasil Perkebunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan..
33 f. melaksanakan pengembangan informasi industri yang ada di daerah serta industri unggulan, andalan, dan potensial daerah di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan; g. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan dalam pengembangan industri hasil hutan dan hasil perkebunan; h. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan; i. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan; j. melaksanakan kegiatan pembinaan bimbingan teknis industri yang meliputi pengembangan usaha kemitraan, sarana usaha, teknologi, produksi, kualitas dan standar mutu produksi pada industri hasil hutan dan hasil perkebunan; k. melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi serta pendampingan langsung terhadap penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, International Organization for Standardization 9000 dan 14000, Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu, dan pengurusan Badan Hukum di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan; l. melaksanakan bimbingan di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan terhadap kemasan produk agar dapat masuk dalam standar pemasaran di tingkat nasional maupun internasional baik dari segi kualitas maupun kuantitas; m. melaksanakan peningkatan pertumbuhan wirausaha baru di industri hasil hutan dan hasil perkebunan pada setiap wilayah binaan industri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri nasional; n. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sentra industri, klaster industri, dan Kelompok Usaha Bersama serta mewujudkan One Village One Product di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan; o. melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan terhadap industri dalam meningkatkan inovasi teknologi khususnya dalam produksi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih bersaing di pasar global; p. melaksanakan pendataan di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan terhadap hambatan maupun permasalahan produksi yang ada di tingkat industri kecil menengah dan besar serta memberikan saran dan masukan untuk pemecahan masalah industri yang ada; q. melaksanakan..
34 q. melaksanakan pendampingan langsung di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan terhadap industri kecil menengah dan besar dengan membentuk Unit Pendampingan Langsung di masingmasing tingkatan industri; r. melaksanakan promosi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk industri hasil hutan dan hasil perkebunan; s. memfasilitasi industri kecil menengah di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan dalam menerapkan manajemen industri melalui pembukuan sederhana sehingga dapat berkembang dengan baik; t. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; u. menyusun laporan di bidang industri hasil hutan dan hasil perkebunan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; v. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan w. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Keenam Bidang Industri Kreatif, Logam, dan Pengembangan Perwilayahan Industri Pasal 19 (1) Bidang Industri Kreatif, Logam, dan Pengembangan Perwilayahan Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, peningkatan koordinasi dan kerjasama, pemantauan, evaluasi, pengendalian dan pengawasan kebijakan teknis di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri. (2) Bidang Industri Kreatif, Logam, dan Pengembangan Perwilayahan Industri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Bidang Industri Kreatif, Logam, dan Pengembangan Perwilayahan Industri yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan penyiapan pemberian bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, peningkatan koordinasi dan kerjasama, pemantauan, evaluasi, pengendalian dan pengawasan kebijakan teknis di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri. (3) Uraian tugas..
35 (3) Uraian tugas Kepala Bidang Industri Kreatif, Logam, dan Pengembangan Perwilayahan Industri sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri kerja sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan pengembangan informasi industri yang ada di daerah serta industri unggulan, andalan, dan potensial daerah di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; g. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; h. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; i. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; j. melaksanakan kegiatan pembinaan bimbingan teknis industri yang meliputi pengembangan usaha kemitraan, sarana usaha, teknologi, produksi, kualitas dan standar mutu produksi di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; k. melaksanakan..
36 k. melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi serta pendampingan langsung terhadap penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, International Organization for Standardization 9000 dan 14000, dan pengurusan Badan Hukum di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; l. melaksanakan peningkatan pertumbuhan wirausaha baru di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri pada setiap wilayah binaan industri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri nasional; m. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sentra industri, klaster industri, dan Kelompok Usaha Bersama serta mewujudkan One Village One Product di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; n. melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri terhadap industri dalam meningkatkan inovasi teknologi khususnya dalam produksi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih bersaing di pasar global; o. melaksanakan pendataan di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri terhadap hambatan maupun permasalahan produksi yang ada di tingkat industri kecil menengah dan besar serta memberikan saran dan masukan untuk pemecahan masalah industri yang ada; p. melaksanakan pendampingan langsung di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri terhadap industri kecil menengah dan besar dengan membentuk Unit Pendampingan Langsung di masing-masing tingkatan industri; q. melaksanakan promosi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk industri di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri; r. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; s. menyusun laporan di bidang industri kreatif, logam, dan pengembangan perwilayahan industri berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; t. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan u. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 1 Seksi Industri Kreatif dan Kerajinan Pasal 20..
37 Pasal 20 (1) Seksi Industri Kreatif dan Kerajinan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri kreatif dan kerajinan. (2) Seksi Industri Kreatif dan Kerajinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Industri Kreatif dan Kerajinan yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri kreatif dan kerajinan. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Industri Kreatif dan Kerajinan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang industri kreatif dan kerajinan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang industri kreatif dan kerajinan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang industri kreatif dan kerajinan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang industri kreatif dan kerajinan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan pengembangan informasi industri yang ada di daerah serta industri unggulan, andalan, dan potensial daerah di bidang industri kreatif dan kerajinan; g. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan dalam pengembangan industri kreatif dan kerajinan; h. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di bidang industri kreatif dan kerajinan; i. melaksanakan..
38 i. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri kreatif dan kerajinan; j. melaksanakan kegiatan pembinaan bimbingan teknis industri yang meliputi pengembangan usaha kemitraan, sarana usaha, teknologi, produksi, kualitas dan standar mutu produksi di bidang industri kreatif dan kerajinan; k. melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi serta pendampingan langsung terhadap penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, International Organization for Standardization 9000 dan 14000, dan pengurusan Badan Hukum di bidang industri kreatif dan kerajinan; l. melaksanakan bimbingan di bidang industri kreatif dan kerajinan terhadap kemasan produk agar dapat masuk dalam standar pemasaran di tingkat nasional maupun internasional baik dari segi kualitas maupun kuantitas; m. melaksanakan peningkatan pertumbuhan wirausaha baru di bidang industri kreatif dan kerajinan pada setiap wilayah binaan industri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri nasional; n. melaksanakan pembinaan dan pengawasan di bidang industri kreatif dan kerajinan terhadap sentra industri, klaster industri, dan Kelompok Usaha Bersama serta mewujudkan One Village One Product pada industri kreatif dan kerajinan; o. melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang industri kreatif dan kerajinan terhadap industri dalam meningkatkan inovasi teknologi khususnya dalam produksi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih bersaing di pasar global; p. melaksanakan pendataan di bidang industri kreatif dan kerajinan terhadap hambatan maupun permasalahan produksi yang ada di tingkat industri kecil menengah dan besar serta memberikan saran dan masukan untuk pemecahan masalah industri yang ada; q. melaksanakan pendampingan langsung di bidang industri kreatif dan kerajinan terhadap industri kecil menengah dan besar dengan membentuk Unit Pendampingan Langsung di masing-masing tingkatan industri; r. melaksanakan promosi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk industri kreatif dan kerajinan; s. memfasilitasi industri kecil menengah di bidang industri kreatif dan kerajinan dalam menerapkan manajemen industri melalui pembukuan sederhana sehingga dapat berkembang dengan baik; t. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang industri kreatif dan kerajinan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; u. menyusun laporan di bidang industri kreatif dan kerajinan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; v. membina..
39 v. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan w. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 2 Seksi Industri Logam dan Mesin Pasal 21 (1) Seksi Industri Logam dan Mesin mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri logam dan mesin. (2) Seksi Industri Logam dan Mesin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Industri Logam dan Mesin yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang industri logam dan mesin. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Industri Logam dan Mesin sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang industri logam dan mesin sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang industri logam dan mesin sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang industri logam dan mesin berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang industri logam dan mesin berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. melaksanakan pengembangan informasi industri yang ada di daerah serta industri unggulan, andalan, dan potensial daerah di bidang industri logam dan mesin; g. memfasilitasi..
40 g. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan dalam pengembangan industri logam dan mesin; h. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di bidang industri logam dan mesin; i. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di bidang industri logam dan mesin; j. melaksanakan kegiatan pembinaan bimbingan teknis industri yang meliputi pengembangan usaha kemitraan, sarana usaha, teknologi, produksi, kualitas dan standar mutu produksi di bidang industri logam dan mesin; k. melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi serta pendampingan langsung terhadap penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, International Organization for Standardization 9000 dan 14000, dan pengurusan Badan Hukum di bidang industri logam dan mesin; l. melaksanakan bimbingan di bidang industri logam dan mesin terhadap kemasan produk agar dapat masuk dalam standar pemasaran di tingkat nasional maupun internasional baik dari segi kualitas maupun kuantitas; m. melaksanakan peningkatan pertumbuhan wirausaha baru di bidang industri logam dan mesin pada setiap wilayah binaan industri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri nasional; n. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap sentra industri, klaster industri, dan Kelompok Usaha Bersama serta mewujudkan One Village One Product di bidang industri logam dan mesin; o. melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang industri logam dan mesin terhadap industri dalam meningkatkan inovasi teknologi khususnya dalam produksi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih bersaing di pasar global; p. melaksanakan pendataan di bidang industri logam dan mesin terhadap hambatan maupun permasalahan produksi yang ada di tingkat industri kecil menengah dan besar serta memberikan saran dan masukan untuk pemecahan masalah industri yang ada; q. melaksanakan pendampingan langsung di bidang industri logam dan mesin terhadap industri kecil menengah dan besar dengan membentuk Unit Pendampingan Langsung di masing-masing tingkatan industri; r. melaksanakan promosi dalam rangka meningkatkan pemasaran produk industri logam dan mesin; s. memfasilitasi industri kecil menengah di bidang industri logam dan mesin dalam menerapkan manajemen industri melalui pembukuan sederhana sehingga dapat berkembang dengan baik; t. melaksanakan..
41 t. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang industri logam dan mesin sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; u. menyusun laporan di bidang industri logam dan mesin berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; v. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan w. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Paragraf 3 Seksi Pengembangan Perwilayahan Industri Pasal 22 (1) Seksi Pengembangan Perwilayahan Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang pengembangan perwilayahan industri. (2) Seksi Pengembangan Perwilayahan Industri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Seksi Pengembangan Perwilayahan Industri yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan usaha, sarana, produksi, penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan laporan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta kerjasama dengan dunia usaha termasuk koperasi di bidang pengembangan perwilayahan industri. (3) Uraian tugas Kepala Seksi Pengembangan Perwilayahan Industri sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pengembangan perwilayahan industri sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pengembangan perwilayahan industri sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundangundangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan perwilayahan industri berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; d. memberikan..
42 telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di pengembangan perwilayahan industri berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyiapkan bahan masukan dalam pembuatan peraturan daerah yang berkaitan dengan perindustrian termasuk rencana induk pembangunan industri di tingkat kabupaten; g. melakukan analisa pengembangan terhadap kawasan peruntukan industri baik industri kecil, menengah maupun besar di seluruh wilayah kabupaten; h. melakukan evaluasi terhadap perkembangan industri yang ada dan memberikan arahan dan masukan terhadap Rencana Detail Tata Ruang khususnya wilayah perindustrian; i. melaksanakan kegiatan pendataan industri baik industri kecil menengah maupun besar serta menyusun pemetaan pertumbuhan industri; j. melaksanakan kegiatan penyusunan profil industri yang ada di daerah yang meliputi industri unggulan, andalan dan potensial; k. memfasilitasi peningkatan kerjasama antar dunia usaha, lembaga permodalan, organisasi atau asosiasi niaga, lembaga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga lainnya, yang memiliki kerterkaitan dalam pengembangan perwilayahan industri; l. melakukan pengembangan dan peningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, khususnya yang menangani pengembangan perwilayahan industri; m. melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kerjasama dan pengembangan komunikasi dengan dinas, kantor, badan, dan unit kerja lainnya yang memiliki keterkaitan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di Seksi Pengembangan Perwilayahan Industri; n. melaksanakan pengembangan promosi produk industri dan meningkatkan peluang investasi; o. melaksanakan pembinaan dan pendampingan melalui Forum Temu Industri Kecil dan Menengah Kabupaten Boyolali; p. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang pengembangan perwilayahan industri sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; q. menyusun..
43 q. menyusun laporan di bidang pengembangan perwilayahan industri berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; r. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan s. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Kedelapan Unit Pelaksanan Teknis Pasar Hewan Pasal 23 (1) UPT Pasar Hewan mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang dalam urusan pengelolaan satu atau lebih pasar hewan Daerah di wilayah kerjanya. (2) UPT Pasar Hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala UPT Pasar Hewan yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang dalam urusan pengelolaan satu atau lebih pasar hewan Daerah di wilayah kerjanya. (3) Uraian tugas Kepala UPT Pasar Hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pasar hewan di wilayah kerjanya sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pasar hewan di wilayah kerjanya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang pasar hewan di wilayah kerjanya berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang pasar hewan di wilayah kerjanya berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyiapkan..
44 f. menyiapkan bahan pendukung untuk penyusunan Peraturan Perundang-undangan mengenai pasar hewan Daerah; g. melaksanakan pemungutan dan penyetoran pendapatan pasar hewan Daerah di wilayah kerjanya; h. melaksanakan kegiatan penertiban, pemeliharaan, dan pengamanan pasar hewan Daerah di unit kerjanya serta pemeliharaan kebersihan; i. menghimpun permohonan izin dan dispensasi pemanfaatan rumah toko kios, los, dan pelataran pasar serta bangunan lainnya di wilayah kerjanya; j. mengatur dan membina pedagang dalam rangka ketertiban pasar hewan Daerah di wilayah kerjanya; k. melakukan evaluasi terhadap pengembangan potensi dan penerimaan pendapatan pasar hewan Daerah di wilayah kerjanya; l. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang pasar hewan di wilayah kerjanya sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; m. menyusun laporan di bidang pasar hewan di wilayah kerjanya berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; n. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan o. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Pasal 24 (1) Subbagian Tata Usaha UPT Pasar Hewan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga, kepegawaian, keuangan, umum, pengelolaan barang, perencanaan, dan pelaporan. (2) Subbagian Tata Usaha UPT Pasar Hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Pasar Hewan yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan urusan rumah tangga, kepegawaian, keuangan, umum, pengelolaan barang, perencanaan dan pelaporan. (3) Uraian tugas Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Pasar Hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang ketatausahaan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun..
45 b. menyusun perencanaan di bidang ketatausahaan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang ketatausahaan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang ketatausahaan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan; f. menyelenggarakan urusan umum dan kepegawaian, keuangan, dan pengelolaan barang serta perencanaan dan pelaporan; g. mengelola administrasi surat menyurat, pengarsipan, pemeliharaan, dan rumah tangga kantor; h. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang ketatausahaan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; i. menyusun laporan di bidang ketatausahaan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; j. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Kesembilan Unit Pelaksanan Teknis Pasar Umum Pasal 25 (1) UPT Pasar Umum mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang dalam urusan pengelolaan satu atau lebih pasar umum Daerah di wilayah kerjanya. (2) UPT Pasar Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala UPT Pasar Umum yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang dalam urusan pengelolaan satu atau lebih pasar umum Daerah di wilayah kerjanya. (3) Uraian tugas..
46 (3) Uraian tugas Kepala UPT Pasar Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang pasar umum di wilayah kerjanya sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang pasar umum di wilayah kerjanya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang pasar umum di wilayah kerjanya berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang pasar umum di wilayah kerjanya berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan; f. menyiapkan bahan pendukung untuk penyusunan Peraturan Perundang-undangan mengenai pasar umum Daerah; g. melaksanakan pemungutan dan penyetoran pendapatan pasar umum Daerah di wilayah kerjanya; h. melaksanakan kegiatan penertiban, pemeliharaan, dan pengamanan pasar umum Daerah di unit kerjanya serta pemeliharaan kebersihan; i. menghimpun permohonan izin dan dispensasi pemanfaatan rumah toko, kios, los, dan pelataran pasar serta bangunan lainnya di wilayah kerjanya; j. mengatur dan membina pedagang dalam rangka ketertiban pasar umum Daerah di wilayah kerjanya; k. melakukan evaluasi terhadap pengembangan potensi dan penerimaan pendapatan pasar umum Daerah di wilayah kerjanya; l. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang pasar umum di wilayah kerjanya sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; m. menyusun laporan di bidang pasar umum di wilayah kerjanya berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; n. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan o. melaksanakan..
47 o. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Pasal 26 (1) Subbagian Tata Usaha UPT Pasar Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga, kepegawaian, keuangan, umum, pengelolaan barang, perencanaan, dan pelaporan. (2) Subbagian Tata Usaha UPT Pasar Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Pasar Umum yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan urusan rumah tangga, kepegawaian, keuangan, umum, pengelolaan barang, perencanaan dan pelaporan. (3) Uraian tugas Kepala Subbagian Tata UPT Pasar Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang ketatausahaan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang ketatausahaan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang ketatausahaan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang ketatausahaan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan; f. menyelenggarakan urusan umum dan kepegawaian, keuangan, dan pengelolaan barang serta perencanaan dan pelaporan; g. mengelola administrasi surat menyurat, pengarsipan, pemeliharaan dan rumah tangga kantor; h. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang ketatausahaan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; i. menyusun..
48 i. menyusun laporan di bidang ketatausahaan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; j. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Bagian Kesepuluh Unit Pelaksanan Teknis Metrologi Pasal 27 (1) UPT Metrologi mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan yang dilimpahkan oleh Dinas di bidang kemetrologian sesuai dengan kebijakan teknis. (2) UPT Metrologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala UPT Metrologi yang mempunyai tugas memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan sebagian kewenangan yang dilimpahkan oleh Dinas di bidang kemetrologian sesuai dengan kebijakan teknis. (3) Uraian tugas Kepala UPT Metrologi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang kemetrologian sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun perencanaan di bidang kemetrologian sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang kemetrologian berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang kemetrologian berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan; f. melaksanakan pengelolaan ketatausahaan metrologi; g. menerapkan..
49 g. menerapkan standar pelayanan minimal; h. menyusun kebijakan teknis penyelenggaraan metrologi; i. melaksanakan kegiatan teknik kemetrologian; j. melaksanakan kegiatan standar ukuran di bidang kemetrologian; k. melaksanakan pemungutan, pemantauan, dan evaluasi pemungutan retribusi Daerah di bidang kemetrologian; l. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan untuk pengendalian pelaksanaan rencana strategis dan rencana kerja UPT Metrologi; m. melaksanakan pemantauan, pengawasan, dan pembinaan di bidang kemetrologian; n. melaksanakan penyusunan indikator dan pengukuran kinerja penyelenggaraan kemetrologian; o. melaksanakan penyiapan bahan sosialisasi di bidang kemetrologian; p. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang kemetrologian sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; q. menyusun laporan di bidang kemetrologian berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; r. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan s. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan Pasal 28 (1) Subbagian Tata Usaha UPT Metrologi mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga, kepegawaian, keuangan, umum, pengelolaan barang, perencanaan dan pelaporan. (2) Subbagian Tata Usaha UPT Metrologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Metrologi yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan urusan rumah tangga, kepegawaian, keuangan, umum, pengelolaan barang, perencanaan dan pelaporan. (3) Uraian tugas Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Metrologi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah sebagai berikut: a. menyusun kebijakan teknis di bidang ketatausahaan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan pertimbangan teknis agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan; b. menyusun..
50 b. menyusun perencanaan di bidang ketatausahaan sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan berdasarkan rencana pembangunan Daerah dan data perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tersusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan rencana strategis; c. mengoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang ketatausahaan berdasarkan kewenangan dan mempertimbangkan sumber daya agar pelaksanaan tugas berjalan dan berhasil optimal; telaahan agar arah kebijakan penyelenggaraan tugas di bidang ketatausahaan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan; f. menyelenggarakan urusan umum dan kepegawaian, keuangan, dan pengelolaan barang serta perencanaan dan pelaporan; g. mengelola administrasi surat menyurat, pengarsipan, pemeliharaan dan rumah tangga kantor; h. melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kinerja di bidang ketatausahaan sesuai dengan perencanaan dan indikator sistem pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam rangka perbaikan kinerja; i. menyusun laporan di bidang ketatausahaan berdasarkan data dan analisa sebagai informasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; j. membina, mengawasi, dan menilai kinerja bawahan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan agar pelaksanaan tugas pegawai sesuai ketentuan dan hasilnya sesuai target kinerja; dan k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 29 Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, maka Peraturan Bupati Boyolali Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Boyolali (Berita Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2012 Nomor 39), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 30..
51 - 51 -
BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH
BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BOYOLALI NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN ESELON PADA INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH
GAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,
SALINAN GAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN PROVINSI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 102 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH
PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 79 TAHUN 2016
PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN
B U P A T I B O Y O L A L I P R O V I N S I J A W A T E N G A H
B U P A T I B O Y O L A L I P R O V I N S I J A W A T E N G A H PERATURAN BUPATI BOYOLALI NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN ESELON PADA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN BOYOLALI
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS KOPERASI, USAHA KECIL MENENGAH DAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TASIKMALAYA,
BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 32 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT DI LINGKUNGAN DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa
BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BLITAR
BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR, Menimbang : a. bahwa untuk pelaksanaan
- 1 - BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 61 TAHUN 2016
- 1 - SALINAN BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG
PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 56 TAHUN 2008 T E N T A N G
BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 56 TAHUN 2008 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL
BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 121 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN KABUPATEN BANTUL DENGAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS,FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI
KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal
-2- Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 82 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO,
BUPATI KENDAL PERATURAN BUPATI KENDAL NOMOR 35 TAHUN 2011 TENTANG
BUPATI KENDAL PERATURAN BUPATI KENDAL NOMOR 35 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL DAN TATA KERJA PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN KENDAL
PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 50 TAHUN2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS
PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 50 TAHUN2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, Menimbang Mengingat
BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN
SALINAN BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI LUWU UTARA NOMOR 66 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN,
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI,TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SIDOARJO
BUPATI MANDAILING NATAL
- 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DAN PASAR
BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON
BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON a NOMOR 82 TAHUN 2016, SERI D. 31 PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR : 82 Tahun 2016 TENTANG FUNGSI, TUGAS POKOK DAN TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTR1AN DENGAN RAHMAT
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 92 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 92 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SUMEDANG SEKRETARIAT
BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN
PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG
PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH KABUPATEN KUNINGAN DENGAN
WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 08/M-DAG/PER/2/2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERDAGANGAN
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 08/M-DAG/PER/2/2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL,
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 91 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 91 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL
- 1 - PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DENGAN RAHMAT
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 59 TAHUN 2008
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 59 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA KANTOR PENANAMAN MODAL KABUPATEN SUKOHARJO BUPATI SUKOHARJO,
WALIKOTA TANGERANG SELATAN
SALINAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN
BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG
-1- BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG PERATURAN BUPATI WAY KANAN NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN
WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 86 TAHUN 2016
SALINAN WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN DENGAN
PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG
PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS, SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN KUNINGAN DENGAN
PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG
7 PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS DAN URAIAN TUGAS JABATAN PADA DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PENGELOLAAN PASAR KABUPATEN BARITO UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 47 TAHUN 2016 TENTANG
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 47 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PARIWISATA KOTA MATARAM DENGAN
GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG
WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PENGELOLAAN PASAR KABUPATEN SUBANG
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PENGELOLAAN PASAR KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Perindustrian,
PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO TENT ANG
WALIKOTA MOJOKERTO PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR TAHUN 2016 TENT ANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MOJOKERTO DENGAN
BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR
p BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI GRESIK NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
Pasal 3 (1) Susunan Organisasi Dinas Pangan dan Perkebunan terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2.
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PANGAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN CILACAP
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan
BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG
BH INNEKA TU NGGAL IKA BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA
WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU
WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 108 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS,
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 71 Tahun : 2016
BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 71 Tahun : 2016 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 71 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS,
KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG
KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 86 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN
BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 19 TAHUN 2004 TENTANG
BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 19 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA BUPATI TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa
BUPATI SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG
BUPATI SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMEDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI SUMBAWA BARAT NOMOR 36 TAHUN 2017 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 37 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU Menimbang DENGAN RAHMAT
BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR
BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DENGAN RAHMAT TUHAN
PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 63 TAHUN 2012
PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 63 TAHUN 2012 TENTANG RINCIAN TUGAS BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU KABUPATEN KARAWANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG, Menimbang : bahwa
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,
BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KLATEN NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG TUGAS DAN URAIAN TUGAS JABATAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 93 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 93 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA
WALIKOTA TASIKMALAYA,
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
BUPATI GRESIK PERATURAN BUPATI GRESIK NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN
BUPATI GRESIK PERATURAN BUPATI GRESIK NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang BUPATI GRESIK : bahwa
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 54 TAHUN 2008
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SUKOHARJO BUPATI SUKOHARJO,
DAFTAR INFORAMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN MUKOMUKO
DAFTAR INFORAMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN MUKOMUKO NO INFORMASI YANG WAJIB DISEDIAKAN DAN DIUMUMKAN SECARA BERKALA I. Informasi tentang Profil DINAS PERINDUSTRIAN
-1- BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG
-1- BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERDAGANGAN, PERINDUSTRIAN,
BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG
-1- BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG PERATURAN BUPATI WAY KANAN NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN WAY KANAN
BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN
BHINNEKA TU NGGA L IKA BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA
BUPATI JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI JEPARA NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI JEPARA NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI SUMBAWA BARAT NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATAA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,
PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang
PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG
PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PERATURAN BUPATI SAMPANG NOMOR : 54 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PERTAMBANGAN KABUPATEN SAMPANG DENGAN RAHMAT TUHAN
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31/M-DAG/PER/7/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERDAGANGAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK
BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN, KEHUTANAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI SUMBAWA BARAT NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,
SALINAN NOMOR 37/2016 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 37 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DENGAN
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN
MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN.
PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, Menimbang
WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR
SALINAN WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 99 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KEBUDAYAAN DAN
SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
SALINAN BUPATI BULUNGAN PROPINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
-1- GUBERNUR BALI, Jdih.baliprov.go.id
-1- GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN PROVINSI BALI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 59 TAHUN 2008 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI
