BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
|
|
|
- Suryadi Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1. Pengumpulan Data Alternatif Jenis Pembangkit Diantara beberapa jenis pembangkit tenaga listrik seperti yang diuraikan di Bab 2, maka berdasarkan studi pendahuluan dan wawancara dengan responden hanya ada tiga jenis pembangkit yang sesuai untuk diterapkan di industri manufaktur, yaitu : - Generator Gas Engine - Generator Diesel Engine - Turbin Uap dual fuel (diesel natural gas) Ketiga pembangkit diatas mempunyai kelebihan untuk dipakai di industri yaitu : 1. Mampu menghasilkan daya hingga tingkat menengah (125 kw 2MW) 2. Ukurannya relatif compact, sehingga bisa ditempatkan sedekat mungkin dengan fasilitas produksi. 3. Tidak banyak memerlukan infrastruktur pendukung, mudah dalam prosedur pengoperasian dan perawatan. 4. Bahan bakar relatif mudah diperoleh. Dengan alternatif diatas maka dilakukan pemilihan berdasarkan kriteria yang ditetapkan PT.AHM untuk pembangkit, yaitu :
2 90 - Biaya investasi - Biaya produksi listrik - Kualitas tenaga listrik - Kemudahan operasional, maintenance dan trouble shooting - Kontinuitas bahan bakar Berdasarkan alternatif dan kriteria diatas maka dibuat kuosioner (lampiran) sebagai input metode AHP yang akan dipakai melakukan pemilihan alternatif. Kuosioner diberikan kepada tiga kelompok responden yang cukup mewakili proyek pembangunan power plant, yaitu : 1. Owner (pemilik proyek), dalam hal ini manajemen PT.Astra Honda Motor, yang diwakili oleh : - Facility Provider Plant 1 : 2 orang - Facility Provider Plant 2 : 2 orang - Facility Provider Plant 3 : 2 orang 2. Kontraktor Power, Mechanical and Electrical, terdiri dari : - PT. Prima Jaya Guna Engineering : 2 orang - PT. Taiyo Sinar raya Teknik : 1 orang - PT. Indah Yamamitra : 1 orang - PT. Quantum Intra Teknik : 1 orang 3. Konsultan Power, Mechanical and Electrical, yaitu : - PT. Gistama Inti Semesta : 2 orang + Total Jumlah Responden : 12 orang
3 91 Berikut adalah tabel yang menunjukkan kesimpulan hasil kuosioner. Point dengan tanda (*) merupakan rata-rata scoring skala prioritas responden terhadap pilihannya. Tabel 4.1 Kesimpulan hasil kuosioner No. Kriteria 1 Biaya Investasi 2 Biaya Produksi Listrik 3 Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, 4 Maintenance dan Trouble shooting 5 Kontinuitas Bahan Bakar Alternatif Pembangkit Pilihan 1 Pilihan 2 Pembangkit Pilihan Responden Gas Engine (GE) Diesel Engine (DE) Diesel Engine (DE) 1 2 3* Gas Engine (GE) Turbin Uap (TU) Turbin Uap (TU) 1 2* Diesel Engine (DE) Turbin Uap (TU) Diesel Engine (DE) * Gas Engine (GE) Diesel Engine (DE) Gas Engine (GE) * Gas Engine (GE) Turbin Uap (TU) Gas Engine (GE) * Diesel Engine (DE) Turbin Uap (TU) Turbin Uap (TU) 1 2 3* Gas Engine (GE) Diesel Engine (DE) Gas Engine (GE) 1 2 3* Gas Engine (GE) Turbin Uap (TU) Gas Engine (GE) 1 2 3* Diesel Engine (DE) Turbin Uap (TU) Diesel Engine (DE) 1 2* Gas Engine (GE) Diesel Engine (DE) Gas Engine (GE) 1 2* Gas Engine (GE) Turbin Uap (TU) Gas Engine (GE) * Diesel Engine (DE) Turbin Uap (TU) Diesel Engine (DE) * Gas Engine (GE) Diesel Engine (DE) Diesel Engine (DE) 1 2* Gas Engine (GE) Turbin Uap (TU) Turbin Uap (TU) 1 2 3* Diesel Engine (DE) Turbin Uap (TU) Turbin Uap (TU) 1 2 3* Point Daya dan Tarif Listrik Saat ini PT.AHM Plant III berlangganan listrik dari PT.Cikarang Listrindo dengan kelas I-4. Suplai dari PT.CL untuk PT.AHM Plant II terdiri dari dua cabang, yaitu : 1. Gardu Utility 1, dengan kapasitas terpasang 6000 kva (kilo Volt Ampere). 2. Gardu Utility 2, dengan kapasitas terpasang 4600 kva (kilo Volt Ampere).
4 92 Maka kapasitas total terpasang efektif PT.AHM Plant III per bulan adalah : = (10,600/0.8) x 22 x 24 = 4,477,440 kwh Dimana 0.8 adalah faktor transisi dari kva ke KW (1 kva = 0.8 kw). Sedangkan tarif yang diberlakukan oleh PT.Cikarang Listrindo adalah sebagai berikut (data per Juli 2007) : - Untuk pemakaian saat WBP (waktu beban puncak/rate 1) antara pukul = Rp /kWh. - Untuk pemakaian saat LWBP (luar waktu beban puncak/rate 2) antara pukul = Rp /kWh. - Biaya beban (capacity charge) = Rp. 39,836/kVA.bulan, biaya ini selalu sama tiap bulannya (identik dengan biaya abonemen) Pemakaian Daya Listrik Data pemakaian listrik yang diambil adalah data aktual pemakaian listrik untuk Gardu Utility 1 dan Gardu Utility 2 dimulai dari periode Juli 2006 sampai dengan Juni Nama setiap bulan diganti dengan penomoran untuk mempermudah pengolahan data, seperti ditunjukkan oleh tabel 4.2, sedangkan pola pemakaian listrik dapat dilihat pada grafik 4.1
5 93 Tabel 4.2 Data pemakaian daya listrik aktual periode Juli 2006 Juni 2007 Tahun Bulan Notasi Jumlah Produksi (Unit) Gardu Utility 1 (kwh) LWBP (kwh) WBP (kwh) Gardu Utility 2 (kwh) LWBP (kwh) WBP (kwh) Total LWPB Total WBP Total Pemakaian Daya Listrik Plant III (kwh) Jul , ,100 1,149, , ,700 1,041,300 2,017,600 3,058,900 Aug , ,600 1,519, ,700 1,346,500 1,254,300 2,866,400 4,120,700 Sep , ,000 1,413, ,900 1,357,600 1,134,900 2,770,900 3,905,800 Oct , ,200 1,303, ,000 1,477,500 1,063,200 2,781,100 3,844,300 Nov , ,000 1,402, ,900 1,359,800 1,287,900 2,761,900 4,049,800 Dec , ,200 1,454, ,300 1,463,300 1,552,500 2,918,100 4,470,600 Jan , ,600 1,343, ,100 1,089,000 1,354,700 2,432,800 3,787,500 Feb , ,700 1,262, ,500 1,009,400 1,286,200 2,271,600 3,557,800 Mar , ,900 1,130, , ,400 1,164,300 2,052,500 3,216,800 Apr , ,100 1,142, , ,100 1,178,000 2,081,500 3,259,500 May , ,400 1,392, ,400 1,298,600 1,425,800 2,691,300 4,117,100 Jun , ,400 1,409, ,400 1,308,900 1,256,800 2,718,100 3,974, Data Jam dan Hari Kerja Jumlah hari kerja normal tanpa overtime per bulan adalah 22 hari kerja. PT.AHM Plant III dalam keadaan produksi normal (juga tanpa overtime) menerapkan dua shift kerja, dimana : - Jam kerja shift 1 dimulai dari jam Jam kerja shift 2 dimulai dari jam Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk inisialisasi (persiapan run) mesin sendiri kurang lebih 1 jam. Dan juga setelah jam kerja shift 2 berakhir, masih ada beberapa mesin seperti pompa-pompa dan penerangan umum yang tetap bekerja secara otomatis. Sehingga diasumsikan jam kerja per hari adalah 24 jam.
6 Pengolahan Data Penentuan Jenis Pembangkit Listrik Penentuan jenis pembangkit dilakukan dengan metode AHP (Analythical Hierarchy Process) dengan input data berupa kesimpulan hasil kuosioner seperti ditunjukkan oleh tabel 4.1. Tahap - tahap penentuan jenis pembangkit dengan metode AHP adalah sebagai berikut : 1. Membuat Matriks pairwise comparison untuk alternatif pada setiap kriteria keputusan yang ditetapkan, yaitu : biaya investasi, biaya produksi listrik, kualitas tenaga listrik, kemudahan operasional dan kontinuitas bahan bakar Tabel 4.3 Matriks Pairwise Comparison untuk alternatif pada setiap kriteria Kriteria 1. Biaya Investasi Kriteria 2. Biaya Produksi Listrik Pembangkit GE DE TU Pembangkit GE DE TU GE 1 1/3 1/2 GE DE DE 1/5 1 1/3 TU 2 1/4 1 TU 1/4 3 1 Kriteria 4. Kemudahan Operasional, Kriteria 3. Kualitas Tenaga Listrik Maintenance & Trouble shooting Pembangkit GE DE TU Pembangkit GE DE TU GE GE DE 1/3 1 2 DE 1/2 1 4 TU 1/3 ½ 1 TU 1/4 1/4 1 Kriteria 5. Kontinuitas Bahan Bakar Pembangkit GE DE TU GE 1 2 1/3 DE 1/2 1 1/3 TU 3 3 1
7 95 2. Menjumlahkan nilai pada setiap kolom Tabel 4.4 Penjumlahan nilai setiap kolom Kriteria 1. Biaya Investasi Kriteria 2. Biaya Produksi Listrik Pembangkit GE DE TU Pembangkit GE DE TU GE 1 1/3 ½ GE DE DE 1/5 1 1/3 TU 2 1/4 1 TU 1/4 3 1 Jumlah 6 1 7/12 5 1/2 Jumlah 1 9/ /3 Kriteria 3. Kualitas Tenaga Listrik Kriteria 4. Kemudahan Operasional, Maintenance & Trouble shooting Pembangkit GE DE TU Pembangkit GE DE TU GE GE DE 1/3 1 2 DE 1/2 1 4 TU 1/3 1/2 1 TU 1/4 1/4 1 Jumlah 1 2/3 4 1/2 6 Jumlah 1 3/4 3 1/4 9 Kriteria 5. Kontinuitas Bahan Bakar Pembangkit GE DE TU GE 1 2 1/3 DE 1/2 1 1/3 TU Jumlah 4 1/ /3 3. Membagi nilai tiap kolom terkait dengan hasil penjumlahan, kemudian hasil tiap kolom dijumlahkan lagi, hasilnya harus sama dengan 1. Tabel 4.5 Pembagian nilai kolom dengan hasil penjumlahan Kriteria 1. Biaya Investasi Kriteria 2. Biaya Produksi Listrik Pembangkit GE DE TU Pembangkit GE DE TU GE 1/6 4/19 1/11 GE 20/29 5/9 3/4 DE 1/2 12/19 8/11 DE 4/29 1/9 1/16 TU 1/3 3/19 2/11 TU 5/29 1/3 3/16 Jumlah Jumlah 1 1 1
8 96 Lanjutan Tabel 4.5 Pembagian nilai kolom dengan hasil penjumlahan Kriteria 4. Kemudahan Operasional, Kriteria 3. Kualitas Tenaga Listrik Maintenance & Trouble shooting Pembangkit GE DE TU Pembangkit GE DE TU GE 3/5 2/3 1/2 GE 4/7 8/13 4/9 DE 1/5 2/9 1/3 DE 2/7 4/13 4/9 TU 1/5 1/9 1/6 TU 1/7 1/13 1/9 Jumlah Jumlah Kriteria 5. Kontinuitas Bahan Bakar Pembangkit GE DE TU GE 2/9 1/3 1/5 DE 1/9 1/6 1/5 TU 2/3 1/2 3/5 Jumlah Merubah nilai kolom ke bentuk desimal dan mencari nilai rata-rata tiap baris. Kriteria 1. Biaya Investasi Pembangkit GE DE TU Tabel 4.6 Nilai Rata-rata tiap baris Kriteria 2. Biaya Produksi Listrik Ratarata Pembangkit GE DE TU GE GE DE DE TU TU Kriteria 3. Kualitas Tenaga Listrik Pembangkit GE DE TU Jumlah Jumlah Ratarata Kriteria 4. Kemudahan Operasional, Maintenance & Trouble shooting Ratarata Pembangkit GE DE TU Ratarata GE GE DE DE TU TU Jumlah Jumlah 1.000
9 97 Kriteria 5. Kontinuitas Bahan Bakar Lanjutan Tabel 4.6 Nilai Rata-rata tiap baris Pembangkit GE DE TU Ratarata GE DE TU Jumlah Pembangkit Biaya Investasi Tabel 4.7 Resume Tabel 4.6 Biaya Produksi Listrik Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, Maintenance & troubleshooting Kontinuitas Bahan Bakar Gas Engine (GE) Diesel Engine (DE) Turbin Uap (TU) Membuat tabel matriks order of importance untuk kriteria Tabel 4.8 Order of importance Kriteria Kriteria Biaya Investasi Biaya Produksi Listrik Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, Maintenance & troubleshooting Kontinuitas Bahan Bakar Biaya Investasi 1 1/ Biaya Produksi Listrik Kualitas Tenaga Listrik ½ 1/ Kemudahan Operasional, Maintenance dan Trouble shooting ½ 1/3 1/2 1 2 Kontinuitas Bahan Bakar ½ 1/3 1/3 1/2 1
10 98 6. Mengulangi langkah 2 sampai dengan 4, sehingga didapat resume berupa tabel berikut. Tabel 4.9 Nilai Rata-rata tiap baris untuk kriteria Kriteria Biaya Investasi Biaya Produksi Listrik Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, Maintenance & troubleshooting Kontinuitas Bahan Bakar Ratarata Biaya Investasi Biaya Produksi Listrik Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, Maintenance dan Trouble shooting Kontinuitas Bahan Bakar Jumlah Nilai rata-rata dari tabel 4.9 diatas merupakan nilai eigen vector yang akan dijadikan faktor pengali untuk matriks alternatif pembangkit, berikut adalah tabel eigen vector. Tabel 4.10 Eigen vector Kriteria Biaya Investasi Biaya Produksi Listrik Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, Maintenance dan Trouble shooting Kontinuitas Bahan Bakar 0.089
11 99 7. Mengalikan matriks alternatif pembangkit (tabel 4.7) dengan matriks eigen vector (tabel 4.10) Tabel 4.11 Perkalian matriks alternatif dan kriteria bangkit Biaya Investasi Biaya Produksi Listrik Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, Maintenance & troubleshooting Kontinuitas Bahan Bakar Kriteria Gas Engine (GE) Biaya Investasi Diesel Engine (DE) Biaya Produksi Listrik Turbin Uap (TU) Kualitas Tenaga Listrik Kemudahan Operasional, Maintenance dan Trouble shooting Kontinuitas Bahan Bakar Dari perkalian matriks diatas didapat scoring akhir sebagai berikut : - Gas Engine = (0.156x0.234) + (0.665x0.358) + (0.589x0.196) + (0.544x0.124) + (0.252x0.089) = Diesel Engine = (0.620x0.234) + (0.104x0.358) + (0.252x0.196) + (0.346x0.124) + (0.159x0.089) = Turbin Uap = (0.224x0.234) + (0.231x0.358) + (0.159x0.196) + (0.11x0.124) + (0.589x0.089) = Dari hasil scoring diatas diperoleh nilai tertinggi untuk Gas Engine, sehingga untuk pembangkit yang akan direncanakan dipilih jenis Gas Engine Generator.
12 Peramalan Pemakaian Tenaga Listrik Konsumsi Daya Listrik Plant 3 5,000,000 4,500,000 4,470,600 4,000,000 4,120,700 3,905,800 3,844,300 4,049,800 4,117,100 3,974,900 Daya (kwh) 3,500,000 3,000,000 2,500,000 2,000,000 3,058,900 3,787,500 3,557,800 3,216,800 3,259,500 WB P LWBP Total 1,500,000 1,000, , Bulan Linear (Total) Linear (LWBP) Linear (WBP) Grafik 4.1 Pola pemakaian tenaga listrik Pola data pemakaian listrik seperti pada Grafik 4.1 dapat dikelompokkan sebagai jenis pola data stasioner, tetapi mempunyai kecenderungan ke arah pola trend. Untuk itu data tersebut akan dianalisis dengan tiga metode peramalan yaitu Single Moving Averages, Single Exponential Smoothing, dan Regresi linier dengan deret waktu. Hasil perhitungan dari ketiga metode tersebut hanya ditampilkan resumenya saja, sedangkan detailnya ditampilkan pada lampiran. Perhitungan peramalan adalah sebagai berikut : Peramalan pertama menggunakan metode Single Moving Averages. Pada metode ini digunakan 3 macam periode yaitu 2, 4 dan 5 periode. Pengolahan data dengan metode ini menghasilkan perhitungan seperti pada tabel berikut.
13 101 Tabel 4.12 Hasil forecast Daya Metode Single Moving Average Notasi Actual SMA 2 SMA 4 Periode Data (X i ) periode periode 1 3,058, ,120, ,905,800 3,589, ,844,300 4,013, ,049,800 3,875,050 3,732,425 SMA 5 periode 6 4,470,600 3,947,050 3,980,150 3,795, ,787,500 4,260,200 4,067,625 4,078, ,557,800 4,129,050 4,038,050 4,011, ,216,800 3,672,650 3,966,425 3,942, ,259,500 3,387,300 3,758,175 3,816, ,117,100 3,238,150 3,455,400 3,658, ,974,900 3,688,300 3,537,800 3,587,740 MSE 206,163,884, ,236,983, ,444,311,257 MAPE Peramalan kedua menggunakan metode Single Exponential Smoothing. Pada metode ini digunakan smoothing constant (α) yang bernilai 0.1, 0.6, dan Penentuan α dilakukan dengan cara trial and error. Pengolahan data dengan metode ini menghasilkan perhitungan seperti pada tabel berikut. Tabel 4.13 Hasil forecast Daya Metode Single Exponential Smoothing Notasi Actual Periode Data (X i ) α = 0.1 α = 0.6 α = ,058, ,120,700 3,058,900 3,058,900 3,058, ,905,800 3,165,080 3,695,980 4,067, ,844,300 3,239,152 3,821,872 3,913, ,049,800 3,299,667 3,835,329 3,847, ,470,600 3,374,680 3,964,012 4,039, ,787,500 3,484,272 4,267,965 4,449,055
14 102 Lanjutan Tabel 4.13 Hasil forecast Daya Metode Single Exponential Smoothing 8 3,557,800 3,514,595 3,979,686 3,820, ,216,800 3,518,915 3,726,554 3,570, ,259,500 3,488,704 3,420,702 3,234, ,117,100 3,465,783 3,323,981 3,258, ,974,900 3,530,915 3,799,852 4,074,158 MSE 424,089,763, ,175,072, ,377,581,676 MAPE Peramalan ketiga menggunakan metode Regresi Linier dengan deret waktu. Pengolahan data dengan metode ini menghasilkan perhitungan seperti pada tabel berikut. Tabel 4.14 Hasil forecast Daya Metode Regresi Linier dengan deret waktu Notasi Actual Periode Data (X i ) y' 1 3,058,900 3,776, ,120,700 3,776, ,905,800 3,777, ,844,300 3,778, ,049,800 3,779, ,470,600 3,779, ,787,500 3,780, ,557,800 3,781, ,216,800 3,782, ,259,500 3,783, ,117,100 3,783, ,974,900 3,784,595 MSE 166,235,019,026 MAPE 9.3 Dari ketiga metode diatas dapat dibuat ringkasan seperti ditunjukkan oleh tabel berikut.
15 103 Tabel 4.15 Resume forecasting pemakaian daya listrik Opsi Metode MSE MAPE Nilai Tracking Signal Tracking Signal Keputusan 1 SMA 2 periode 206,163,884, s/d 2.86 OK Diterima 2 SMA 4 periode 261,236,983, s/d 2 OK Diterima 3 SMA 5 periode 277,444,311, s/d 1 OK Diterima 4 Single Exponential Smoothing (a = 0.1) 424,089,763, s/d 9.12 NO OK Ditolak 5 Single Exponential Smoothing (a = 0.6) 257,175,072, s/d 5 NO OK Ditolak 6 Single Exponential Smoothing (a = 0.95) 251,377,581, s/d 3.8 OK Diterima 7 Regresi Linier deret waktu 166,235,019, s/d 2.48 OK Diterima Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan : - MSE terkecil = 166,235,019,026 - MAPE terkecil = Metode : Regresi linier deret waktu Sehingga dipilih metode Regresi linier deret waktu untuk melakukan peramalan pemakaian daya listrik. Berdasarkan ketentuan dari manajemen PT.AHM bahwa umur ekonomis suatu mesin yang bekerja terus menerus diperkirakan sekitar 8 tahun, maka peramalan akan dilakukan selama 8 tahun berjalan ditambah 1 tahun masa pelaksanaan proyek pembangunan power plant, dengan tiap tahun terdiri atas 12 bulan. Hasil peramalan ini seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
16 104 Tabel 4.16 Hasil forecasting pemakaian daya listrik metode Regresi Linier deret waktu Periode/ Bulan Data year Jul 06 - Jun 07 0 (Project Completion year) July 07 - June 08 Tahun July 08 - June 09 July 09 - June 10 July 10 - June 11 July 11 - Jun 12 July 12 - June 13 July 13 - June 14 July 14 - June 15 July 15 - June ,776,022 3,785,374 3,794,727 3,804,079 3,813,432 3,822,784 3,832,136 3,841,489 3,850,841 3,860, ,776,801 3,786,154 3,795,506 3,804,859 3,814,211 3,823,563 3,832,916 3,842,268 3,851,621 3,860, ,777,581 3,786,933 3,796,285 3,805,638 3,814,990 3,824,343 3,833,695 3,843,048 3,852,400 3,861, ,778,360 3,787,712 3,797,065 3,806,417 3,815,770 3,825,122 3,834,475 3,843,827 3,853,179 3,862, ,779,139 3,788,492 3,797,844 3,807,197 3,816,549 3,825,902 3,835,254 3,844,606 3,853,959 3,863, ,779,919 3,789,271 3,798,624 3,807,976 3,817,328 3,826,681 3,836,033 3,845,386 3,854,738 3,864, ,780,698 3,790,050 3,799,403 3,808,755 3,818,108 3,827,460 3,836,813 3,846,165 3,855,518 3,864, ,781,477 3,790,830 3,800,182 3,809,535 3,818,887 3,828,240 3,837,592 3,846,945 3,856,297 3,865, ,782,257 3,791,609 3,800,962 3,810,314 3,819,667 3,829,019 3,838,371 3,847,724 3,857,076 3,866, ,783,036 3,792,389 3,801,741 3,811,093 3,820,446 3,829,798 3,839,151 3,848,503 3,857,856 3,867, ,783,816 3,793,168 3,802,520 3,811,873 3,821,225 3,830,578 3,839,930 3,849,283 3,858,635 3,867, ,784,595 3,793,947 3,803,300 3,812,652 3,822,005 3,831,357 3,840,710 3,850,062 3,859,414 3,868, Perhitungan Kapasitas dan Jumlah Gas Engine Generator Dari hasil forecast diperoleh perkiraan pemakaian daya listrik terbesar adalah 3,868,767 kwh/bulan. Manajemen PT.AHM mempunyai kebijakan pemberian toleransi 10% dari hasil forecast ini untuk mengatasi terjadinya forecast error dan untuk mengantisipasi apabila terjadi overtime, sehingga jumlah terbesar pemakaian daya efektif adalah : 3,868,767 x 1.1 = 4,255,644 kwh/bulan
17 105 Dengan 22 hari kerja perbulan dan 24 jam kerja per hari maka diperoleh kapasitas Gas Engine Generator (P) : P = 4,255, = kw Berikutnya dicari merk Gas Engine Generator yang mempunyai kapasitas mendekati kebutuhan diatas. Dari hasil sourcing ke beberapa maker Genset diperoleh data kapasitas per unit genset. Kapasitas dan jumlah genset yang mendekati kebutuhan seperti ditunjukkan tabel berikut. Tabel 4.17 Perbandingan Daya beberapa merk Gas Engine Merk Gas Engine Daya (kw) Jumlah Daya Total (kw) Deutz GE Jenbacher Cummins Pemilihan jumlah genset berpedoman pada hal-hal berikut : - Jumlah genset harus lebih dari satu unit untuk menjamin keandalan instalasi. - Total daya tidak boleh melebihi kebutuhan agar tidak ada kapasitas genset yang terbuang. - Total daya harus sedapat mungkin mendekati kebutuhan agar dapat mengurangi pemakaian daya dari PT.CL semaksimal mungkin. Berdasarkan hal diatas maka untuk pembangkit Gas Engine Generator dipilih merk Cummins dengan kapasitas 2000 kw dan dipilih jumlah genset 4 unit dengan
18 106 daya total tersedia 8000 kw, sehingga kapasitas terpasang efektif power plant per bulan adalah : 8000 x 24 x 22 = 4,224,000 kwh Perhitungan Load Sharing Daya Listrik dengan Pendekatan Model Linear Programming Biaya berlangganan listrik dari PT.Cikarang Listrindo meliputi : - Biaya beban (capacity charge) = Rp. 39,836/kVA.bulan, dengan kapasitas terpasang total 10,600 kva, maka biaya beban per bulan = 10,600 x Rp.39,836 = Rp. 422,261, Biaya pemakaian Rp /kWh (untuk WBP dan LWBP). Biaya pengadaan listrik menggunakan power plant adalah biaya pemakaian Natural gas untuk bahan bakar genset, dimana : - Konsumsi bahan bakar genset = 500 m 3 /jam - Harga natural gas = Rp.1953/m 3, (kurs 1 USD = Rp.9000 ; Juli 2007). Maka total biaya untuk 4 unit genset per bulan adalah : = Rp. 2,062,368, Sehingga biaya gas per kwh = 2,062,368,000 4,224,000 = Rp / kwh Dalam perumusan fungsi tujuan, perhitungan biaya operasional genset dipisah tersendiri. Dari data-data diatas dibuat input yang digunakan untuk pemodelan dalam Linear Programming sebagai berikut :
19 107 Tabel 4.18 Data Input Pemodelan Linear Programing Kap.Suplai (kwh) PT.CL Power Plant Kebutuhan maks. (kw) Daya tersedia (kwh) 4,477,440 4,224,000 4,255,644 Biaya (Rp/kWh) Dari tabel diatas dapat diformulasikan bentuk linier programming sebagai berikut : Variabel keputusan : - Kapasitas suplai PT.CL = X 1 - Kapasitas suplai Power plant = X 2 Fungsi tujuan : Z min = X X 2 Fungsi kendala : X 1 + X 2 4,255,644 X 1 4,477,440 X 2 4,224,000 X 1, X 2 0 (kendala non negatifitas) Pemecahan masalah linier programming diatas menggunakan metode grafis dengan urutan sebagai berikut : - Untuk kendala pertama, bila X 1 = 0, maka X 2 = 4,255,644, dan bila X 2 = 0, maka X 1 = 4,255,644, jadi bila ditarik garis lurus akan seperti terlihat pada grafik Untuk kendala pertama yang berpotongan dengan kendala kedua dan ketiga, X 1 + X 2 = 4,255,644 bila X 1 = 4,477,440 X 2 = 4,255,644-4,477,440 = -221,796 (tidak memenuhi syarat X 1, X 2 0) bila X 2 = 4,224,000 X 1 = 4,255,644-4,224,000 = 31,644
20 108 X2 5 juta A C 4 juta X 2 4,224,000 3 juta X 1 + X 2 4,255,644 X 1 4,477,440 2 juta Ruang Solusi 1 juta 0 B 1 juta 2 juta 3 juta 4 juta 5 juta X1 Grafik 4.2 Metode penyelesaian grafis load sharing daya Suatu daerah yang secara bersamaan memenuhi ketiga kendala (daerah solusi) ditunjukkan oleh area yang diarsir. Dari grafik diatas diperoleh koordinat minimasi (titik ABC) dengan penyelesaian sebagai berikut : - Titik A (31,644, 4,224,000), nilai Z = X X 2 = (31,644 x ) + (4,224,000 x ) = 2,085,866,213.
21 109 - Titik B (4,255,644, 0), nilai Z = X X 2 = (4,255,644 x ) + (0 x ) = 3,160,198, Titik C (0, 4,224,000), nilai Z = X X 2 = (0 x ) + (4,224,000 x ) = 2,072,133,000 Tidak memenuhi syarat (Daya disuplai = 4,224,000, sedangkan demand daya = 4,255,644). Jadi untuk permasalahan diatas dapat disimpulkan : - Diperoleh solusi biaya minimal sebesar Rp. 2,085,866,213, dengan pembagian daya 31,644 kwh diambil dari PT.CL dan 4,224,000 kwh (kapasitas maksimal) diambil dari power plant. - Untuk persoalan jumlah kebutuhan daya periode peramalan yang lain agar biaya tetap minimal, maka sedapat mungkin diambil proporsi daya terbesar (kapasitas maksimal) dari power plant Analisis Data Aspek Pemasaran Potensi Pasar Aspek pasar adalah salah satu faktor dominan dalam penentuan suatu proyek atau investasi termasuk dalam pembangunan power plant ini. PT. Astra Honda Motor sebagai satu-satunya produsen sepeda motor merk Honda yang sudah dikenal dan menjadi pilihan pertama dari segala merk sepeda motor. PT. Astra Honda Motor dalam memproduksi sepeda motor terus mengalami peningkatan produksi. Kenaikan
22 110 produksi tersebut secara signifikan dari tahun 2000 ~ Pada tahun 2006 produksi sepeda motor mencapai unit, dan pada tahun 2007 mencapai (data AISI Januari 2008), menurun sekitar 8.5% akan tetapi ini memang dikarenakan pasar motor secara keseluruhan memang sedang mengalami penurunan daya beli unit motor. Kendati demikian, AHM masih mampu mempertahankan market share (pangsa pasar) nasional sebesar 45,7 persen dibandingan kompetitornya. Dengan melihat data penduduk Indonesia tahun 2007 yang mencapai kurang lebih jiwa dengan asumsi setiap 4 jiwa membentuk satu keluarga (ratio 1 : 4) dengan kebutuhan 1 (satu) unit sepeda motor, maka dapat diketahui bahwa pasar sepeda motor di Indonesia masih sangat besar karena pada saat ini penjualan baru mencapai 4,685,078 unit motor Ratio pemenuhan = = 7.5% Dari data tersebut bisa dianggap sebagai sebuah pasar potensial karena Indonesia adalah negara berkembang dengan tingkat pendapatan masyarakat yang belum mencapai margin kelas atas. Sebagian besar masih dalam kategori dengan pendapatan menengah (Rp ) per bulan, maka kemungkinan untuk memanfaatkan sepeda motor sebagai sarana transportasi masih sangat besar.
23 Market Share Penjualan Motor Data penjualan sepeda motor di Indonesia yang mencapai angka 4,685,078 unit pada tahun 2007 dengan rincian penjualan sebagai berikut : Tabel 4.19 Market Share Penjualan Motor di Indonesia tahun 2007 No Produsen Total Penjualan (unit) Prosentase 1 Honda 2,141, Yamaha 1,833, Suzuki 637, Merk lain (Kawasaki, Kanzen, Bajaj, TVS, Kymco, dll) 73, TOTAL 4,685, (sumber data market share diambil dari : ) Sepeda motor Honda menjadi Market Leader dalam industri sepeda motor dengan market share sebesar 45.7%. 13.6% 1.6% Honda 45.7% Yamaha Suzuki 39.1% Lain-lain (Kaw asaki, Kanzen, Bajaj, TVS, Kymco) Grafik 4.3 Pie Chart market share sepeda motor tahun 2007
24 112 Dengan melihat pie chart diatas terbukti bahwa sepeda motor Honda masih menjadi market leader, sehingga kedepannya produksi sepeda motor Honda juga berpotensi mengalami peningkatan. Ini ditunjang dengan hasil peramalan pemakaian daya listrik pada tabel 4.16, dimana selama masa lifetime power plant, kebutuhan daya listrik yang identik dengan jumlah produksi unit selalu mengalami peningkatan dari tahin ke tahun. Disamping itu kebutuhan penduduk akan alat transportasi sepeda motor dari seluruh lapisan masyarakat yang juga belum terpenuhi (rasio 7.5%) Strategi Pemasaran Dari data permintaan pasar, PT. Astra Honda Motor selalu memperhatikan strategi pemasaran yang selalu digunakan untuk menjaga target penjualan. Sedikit gambaran strategi pemasaran yang digunakan antara lain : 1. Customer satisfaction ( pemberian pelayanan, perawatan dan beberapa fasilitas lainnya dengan adanya H1, H2, dan H3 untuk kategori pelayanannya ) 2. Kemudahan pembelian sepeda motor dengan sistem kredit melalui dealer dan lembaga keuangan seperti FIF (Federal International Finance). 3. Mengeluarkan model baru yang untuk menyeimbangkan dengan keinginan pasar atau selera customer yang berjiwa muda. 4. Ikut serta dalam berbagai event, baik yang bertema olahraga (misalnya Honda One Make Race), maupun yang bertema sosial (misalnya servis gratis untuk korban bencana gempa di Yogya).
25 Aspek Teknis Komparasi alternatif-alternatif Power Plant Berikut adalah tabel yang menunjukkan perbandingan antara beberpa alternatif power plant yang feasibel untuk diterapkan di industri. Tabel 4.20 Perbandingan Alternatif Power Plant Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa power plant jenis Gas Engine lebih unggul dibandingkan Diesel Engine maupun Turbin Uap dual fuel meskipun biaya investasinya lebih mahal daripada jenis power plant yang lain.
26 Prinsip Kerja Gas Engine Gas engine dari Generator bekerja sesuai dengan prinsip mesin pembakaran dalam (internal combustion engine), seperti ditunjukkan gambar berikut. Spark plug Saluran bahan bakar Ruang Bakar Baterai Piston Flywheel Gambar 4.1 Prinsip pengapian mesin pembakaran dalam Urutan kerja Gas Engine adalah sebagai berikut : 1. Bahan bakar Natural Gas masuk ke dalam ruang bakar, karena substansinya sudah berupa gas maka tidak diperlukan proses pengkabutan melalui nozzle. 2. Tekanan gas dinaikkan sehingga temperaturnya naik, kemudian terjadi pencampuran antara udara bahan bakar. 3. Spark plug akan memicu pengapian,sehingga terjadi proses pembakaran. 4. Energi hasil pembakaran akan mendorong Piston bergerak secara translasi.
27 Gerakan Piston akan memutar poros engkol (flywheel) yang pada akhirnya akan memutar poros generator dan menghasilkan listrik. Natural gas yang dipakai sebagai bahan bakar untuk power plant ini sesuai standar suplai dari PGN yaitu dengan nilai kalor 9,500 kcal/kg, sedangkan nilai kalor solar/light oil hanya 9000 kcal/kg. Sehingga dengan Natural gas sebagai bahan bakar, akan lebih mengoptimalkan kinerja engine karena pembakarannya lebih sempurna Proses pembangkitan tenaga listrik Setiap Gas Engine generator akan dioperasikan dengan kapasitas penuh untuk mensuplai daya. Urutan kerja power plant adalah sebagai berikut : 1. Genset akan membangkitkan daya dengan tegangan 11 kilo Volt (kv) tiga phasa dan menyalurkannya ke cubicle 11 kv sebagai panel outgoing genset. 2. Dari cubicle outgoing tegangan listrik dialirkan menuju transformator step up 11kV/20 kv berkapasitas 1000 kva yang berfungsi menaikkan tegangan menjadi 20 kv sehingga sama dengan tegangan dari PT.CL. 3. Dari transformator, listrik dialirkan ke rangkaian panel proteksi terdiri dari cubicle incoming 20 kv, cubicle metering, lightning arrester, cubicle outgoing 20 kv dan cubicle VT. 4. Berikutnya tenaga listrik dari tiap genset akan disinkronkan oleh panel sinkron yang bekerja dengan cara mengatur governor tiap genset sampai didapat kesamaan frekuensi dan tegangan sehingga output dari keempat
28 116 genset bisa digabung menjadi satu suplai output. Panel sinkron juga berfungsi untuk sinkronisasi dengan sumber listrik dari PT.CL (waktu sinkron dengan PT.CL, karakteristik listrik PT.CL menjadi master bagi genset). 5. Daya listrik hasil proses sinkronisasi didistribusikan ke Gardu Utility 1 dan Utility 2 melalui MDB (Main distribution Bar) sebagai panel pembagi utama. 6. Dari MDB daya listrik selanjutnya akan didistribusikan melalui SDB (Sub Distribution Bar) yang dibuat berdasarkan lini suplainya, misalkan SDB Painting, SDB Assembing, dan seterusnya sampai ke tiap mesin. Lebih jelasnya flow tenaga listrik power plant dapat dilihat pada gambar berikut. G4 GENSET G3 GENSET G2 GENSET G1 GENSET PARALEL OPERATION SYNCHRONIZER DARI PLN KE GARDU 1 KE GARDU 2 Gambar 4.2 Single line diagram flow tenaga listrik power plant
29 117 Sistem distribusi demikian sangat memudahkan proses switching, yaitu proses pengalihan sumber tenaga listrik dari PT.CL ke power plant atau sebaliknya apabila terjadi suatu masalah pada salah satu sumber atau jika akan melakukan proses repair and maintenance pada power plant. Dengan demikian tidak akan terjadi pemadaman listrik, sehingga kendalan suplai listrik ke lini produksi akan lebih terjamin Kebutuhan Main Equipment Untuk membuat power plant dengan sistem seperti diatas maka selain gas engine generator, perlengkapan utama yang harus ada ditunjukkan oleh tabel berikut. Tabel 4.21 List Main Equipment No Nama Mesin Maker Spesifikasi Satuan Jumlah 1 Panel Output Genset DM1-A, 11 kv Merlin Gerin Panel DM1-A, Cap.630 A, 11 kv, SF6 Protection, Motorized, CT dan VT, SEPAM unit 4 2 Transformator Step Up 11kV / 20kV Trafindo 11kV/20 kv, 1000 kva, 50Hz unit 4 3 Panel Output Trafo IM, 20 kv Merlin Gerin 4 Panel Metering Merlin Gerin 5 Panel Distribusi DM1-A, 20 kv Merlin Gerin Panel IM, Cap. 630 A, 20 kv, Manual Operation VT & CT, HV Fuse, PM 850, Wiring kit Panel DM1-A, Cap.630 A, 20 kv, SF6 Protection unit 5 unit 1 unit 4 6 Lightning Arrester Cubicle Merlin Gerin GAM-LA + Earthing Switch unit 1 7 Cubicle VT Merlin Gerin 20 kv unit 1 8 ATS Control PLN - Genset (20 kv) Merlin Gerin 20 kv, Automatic Operation unit 1 9 Panel Sinkron PLN - Genset Cummins Incoming Cubicle From PLN, IM, 20 kv Outgoing Cubicle From PLN, DM1- A, 20 kv Merlin Gerin Merlin Gerin Digital Master Control, 20 kv, Syncro & Load Panel IM, Cap. 630 A, 20 kv, Manual Operation Panel DM1-A, Cap.630 A, 20 kv, SF6 Protection unit 1 unit 1 unit 1
30 Lokasi Power Plant Power plant ditempatkan di area belakang Gudang Parts. Bangunan yang menjadi gedung power plant sendiri sudah dibuat sejak pembangunan pabrik ( ), sehingga tidak diperlukan biaya pembangunan baru, hanya saja perlu disesuaikan building peripheral power plant baru dengan bangunan lama Aspek Keuangan Rencana Anggaran Biaya Perkiraan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan power plant dibuat berdasarkan data harga material dari Purchase Departement dan data penawaran harga/spesifikasi awal equipment dari Facility Provider Departement, detail RAB ini dapat dilihat di lampiran. Sedangkan resume RAB adalah sebagai berikut. Tabel 4.22 Resume Rencana Anggaran Biaya Power Plant No Item Pekerjaan Biaya Pekerjaan (Rp) 1 Generator Set Equipment 38,293,278,000 2 Natural Gas Supply 985,000,000 3 Main Electrical Distribution 7,298,500,000 4 Building Peripheral 1,009,888,550 5 Supporting Material Area Genset 68,750,000 6 Engineering Cost 158,612,000 Total Biaya Material 47,814,028,550 PPN (10%) 4,781,402,855 Total Biaya Investasi 52,595,431,405 Pembulatan Nilai 52,595,500,000
31 119 Sehingga diperoleh jumlah investasi total yang diperlukan untuk pembangunan power plant di PT.AHM Plant III adalah sebesar Rp.52,595,500, Dari jumlah tersebut dapat dibuat klasifikasi berdasarkan sifat material atau item pekerjaan seperti ditunjukkan tabel berikut. Tabel 4.23 Klasifikasi Item Rencana Anggaran Biaya Power Plant No Nama Item Maker Satuan Jumlah Investasi Per Satuan 1 Aktiva Tetap Investasi Total 1.1 Natural Gas Engine & Alternator Cummins unit 4 9,500,000,000 38,000,000, Panel Output Genset DM1-A, 11 kv Merlin Gerin unit 4 180,000, ,000, Transformator Step Up 11kV / 20kV Trafindo unit 4 200,000, ,000, Panel Output Trafo IM, 20 kv Merlin Gerin unit 5 45,000, ,000, Panel Metering Merlin Gerin unit 1 150,000, ,000, Panel Distribusi DM1-A, 20 kv Merlin Gerin unit 4 180,000, ,000, Lightning Arrester Cubicle Merlin Gerin unit 1 45,000,000 45,000, Cubicle VT Merlin Gerin unit 1 45,000,000 45,000, ATS Control PLN - Genset (20 kv) Merlin Gerin unit 1 324,000, ,000, Panel Sinkron PLN - Genset Cummins unit 1 500,000, ,000, Incoming Cubicle From PLN, IM, 20 kv Outgoing Cubicle From PLN, DM1-A, 20 kv Kabel Distribusi (3 x N2XSY 1 x 120 mm2) Merlin Gerin unit 1 45,000,000 45,000,000 Merlin Gerin unit 1 180,000, ,000,000 TOTAL AKTIVA 41,754,000,000 lot 1 2,745,000,000 2,745,000,000 3 Engineering Cost lot 1 158,612, ,612,000 4 Accessories umum lot 1 3,156,485,145 5 PPN lot 1 4,781,402,855 TOTAL 52,595,500, Biaya Operasi dan Salvage Value Biaya operasi power plant yang dihitung disini meliputi biaya penggantian periodik spare parts Genset, biaya utilitas (air dan udara bertekanan untuk
32 120 pendingingan dan untuk proses maintenance), serta karena pekerja yang diperlukan untuk power plant ini sifatnya hanya monitoring dan maintenance (system berjalan otomatis) maka termasuk pekerja tak langsung, sehingga dimasukkan juga dalam perhitungan. Detail perhitungan adalah sebagai berikut. Tabel 4.24 Perincian Biaya Operasional Power plant per tahun No Item Spesifikasi Merk Satuan Volume A Maintenance Part (3 unit Gas Engine) Harga Satuan (Rp) Total Harga (Rp) 1 Fuel Water Separator as fig. FleetGuard unit ,000 6,000,000 2 Element lubricating Oil filter as fig. FleetGuard unit ,000 3,600,000 3 Element corrotion resistor as fig. FleetGuard unit ,000 4,800,000 4 Timer + socket H3CR, 220 VAC Omron set 4 75, ,000 5 MCB 1 phase NC45N, 6 ka, 10A Merlin Gerin unit 8 124, ,000 6 Fuse base 1 phase Fuse tabung 10A Merlin Gerin pcs ,000 11,200,000 7 Relay + socket MY 4N, 24VDC Omron set ,000 1,600,000 8 Relay + socket MY 4N, 12VDC Omron set ,000 1,600,000 9 Relay + socket MY 2N, 220VAC Omron set ,000 1,600, Air Accu biasa Pafecta ltr 80 40,000 3,200, Air Accu zuur Pafecta ltr 40 50,000 2,000, Radiator Coolant Silkolene pail 4 710,000 2,840, Oli Mesin SAE 15W - 40 Mesran pail ,000 40,000, Grease Trust G677HT Trust pail 4 1,100,000 4,400,000 B Man Power Cost 1 Teknisi (6 orang) Golongan 1 Rp/bulan 72 1,500, ,000,000 C Utility Cost 1 Biaya angin dan air lot ,000 9,720,000 TOTAL BIAYA OPERASIONAL (Rp) 201,852,000 Sedangkan adalah Salvage Value atau nilai sisa adalah nilai sisa asset pada akhir umur ekonomis atau pada saat lifetime suatu barang berakhir. Perkiraan besarnya nilai
33 121 sisa bervariasi, dalam hal ini dipakai acuan yang diberikan oleh Facility Provider Dept. PT.AHM (dengan masa pemakaian 8 10 tahun) yaitu : - Untuk mesin yang bekerja 24 jam = 30% Nilai awal/unit - Untuk equipment distribusi listrik = 40% Nilai awal/unit - Untuk kabel listrik = ± Rp.50,000/kg - Untuk accessories (Material bongkaran umum) = 15% Nilai awal/lot Tabel berikut adalah perkiraan nilai sisa instalasi power plant dengan masa pemakaian 8 tahun, kecuali item engineering cost yang tidak mempunyai nilai sisa, karena sifatnya adalah expense (habis pada saat itu juga). Tabel 4.25 Perkiraan Nilai Sisa Instalasi Power plant No Nama Equipment Maker Jumlah Satuan Nilai Investasi awal (Rp/satuan) Faktor Koreksi Perkiraan Nilai Sisa 1 Natural Gas Engine & Alternator Cummins 4 unit 9,500,000,000 30% 11,400,000,000 2 Panel Output Genset DM1-A, 11 kv Merlin Gerin 4 unit 180,000,000 40% 288,000,000 3 Transformator Step Up 11kV / 20kV Trafindo 4 unit 200,000,000 40% 320,000,000 4 Panel Output Trafo IM, 20 kv Merlin Gerin 5 unit 45,000,000 40% 90,000,000 5 Panel Metering Merlin Gerin 1 unit 150,000,000 40% 60,000,000 6 Panel Distribusi DM1-A, 20 kv Merlin Gerin 4 unit 180,000,000 40% 288,000,000 7 Lightning Arrester Cubicle Merlin Gerin 1 unit 45,000,000 40% 18,000,000 8 Cubicle VT Merlin Gerin 1 unit 45,000,000 40% 18,000,000 9 ATS Control PLN - Genset (20 kv) Merlin Gerin 1 unit 324,000,000 40% 129,600, Panel Sinkron PLN - Genset Cummins 1 unit 500,000,000 40% 200,000, Incoming Cubicle From PLN, IM, 20 kv Merlin Gerin 1 unit 45,000,000 40% 18,000, Outgoing Cubicle From PLN, DM1-A, 20 kv Merlin Gerin 1 unit 180,000,000 40% 72,000, Kabel Listrik (uk.120 mm2 = 1.28 kg/m) 4710 meter 2,745,000,000 Rp.50,000/kg 301,440, Accessories umum 1 lot 3,156,485,145 15% 473,472,772 TOTAL 13,676,512,772 Pembulatan 13,676,500,000
34 Perkiraan Perubahan Harga Gas, Biaya Operasional dan Tarif Listrik PT.Cikarang Listrindo Besarnya perubahan harga gas untuk power plant dan tarif berlangganan listrik PT.CL diasumsikan sama, karena keduanya menggunakan natural gas sebagai bahan bakar pembangkit (biaya beban diasumsikan tetap). Perkiraan naiknya harga sendiri didasarkan pada besarnya inlasi yang pada akhir tahun 2007 sebesar 6.59% (data Bank Indonesia, Januari 2008). Hal yang sama juga diperhitungkan untuk kenaikan harga suku cadang dan barang consumable untuk perawatan power plant yang berakibat pada berubahnya biaya operasional. Berikut ini adalah tabel perkiraan perubahan harga gas, biaya operasional dan tarif listrik PT.CL berdasarkan inflasi. Tabel 4.26 Perkiraan perubahan harga gas selama 8 tahun (mulai Juni 2008) No Tahun ke Inflasi Harga Natural Gas (Rp) Harga Setelah Inflasi (Rp) 1 0 0% % , % , % , % , % , % , % , % ,254.12
35 123 Tabel 4.27 Perkiraan perubahan biaya operasional selama 8 tahun (mulai Juni 2008) Tahun Inflasi Biaya (Rp) Biaya Setelah No ke Inflasi (Rp) 1 0 0% 201,852, % 13,302, ,154, % 14,178, ,332, % 15,113, ,445, % 16,108, ,554, % 17,170, ,725, % 18,302, ,027, % 19,508, ,535, % 20,793, ,329,340 Tabel 4.28 Perkiraan perubahan tarif PT.CL selama 8 tahun (mulai Juni 2008) No Tahun ke Inflasi Tarif (Rp) Harga Setelah Inflasi (Rp) 1 0 0% % % % % % , % , % , % , Proyeksi Keuntungan (Benefit) Investasi Power Plant Keuntungan atau benefit yang didapat oleh perusahaan disini adalah saving cost yang diperoleh dari selisih antara pemakaian daya listrik penuh dari PT.CL dan pemakaian kombinasi (power plant PT.CL) dengan rasio daya yang telah ditentukan untuk meminimasi biaya. Detail proyeksi keuntungan terdapat di lampiran,
36 124 sedangkan tabel berikut menunjukkan resume benefit investasi dikurangi biaya operasional. Tabel 4.29 Proyeksi benefit investasi atas biaya operasional Periode Tahun ke Saving Cost (Rp) Biaya Operasional (Rp) Benefit (Rp) 12 bulan proyek bulan pertama 1 13,313,532, ,154,047 13,098,378, bulan kedua 2 14,294,882, ,332,698 14,065,549, bulan ketiga 3 15,348,037, ,445,723 15,103,592, bulan keempat 4 16,477,656, ,554,696 16,217,101, bulan kelima 5 17,688,973, ,725,251 17,411,247, bulan keenam 6 18,906,877, ,027,345 18,610,850, bulan ketujuh 7 20,152,915, ,535,547 19,837,379, bulan kedelapan 8 21,504,088, ,329,340 21,167,759, Depresiasi Instalasi Power Plant Nilai depresiasi instalasi power plant hanya dibebankan kepada aktiva tetap, kabel instalasi dan accesories umum saja, sedangkan pajak dan engineering cost, karena sifatnya expense maka tidak dihitung nilai depresiasinya. Maka dengan metode depresiasi garis lurus diperoleh besarnya depresiasi tiap tahun : IC S D t = n Dimana : IC = Initial cost = Total investasi PPN Engineering Cost = 52,595,500,000 4,781,402, ,612,000 = 47,655,500,000 S = Salvage value = nilai sisa power plant (tabel 4.24) = 13,676,500,000 n = periode penyusutan = 8 tahun
37 125 D t 47,655,500,000 13,676,500,000 = = 4,247,375,000 8 Berikut adalah tabel depresiasi selengkapnya. Tabel 4.30 Nilai Depresiasi Instalasi Power Plant Periode Depresiasi Nilai buku Tahun ke ,655,500,000 Tahun ke 1 4,247,375,000 43,408,125,000 Tahun ke 2 4,247,375,000 39,160,750,000 Tahun ke 3 4,247,375,000 34,913,375,000 Tahun ke 4 4,247,375,000 30,666,000,000 Tahun ke 5 4,247,375,000 26,418,625,000 Tahun ke 6 4,247,375,000 22,171,250,000 Tahun ke 7 4,247,375,000 17,923,875,000 Tahun ke 8 4,247,375,000 13,676,500, Proyeksi Aliran Kas Aliran kas masuk disini merupakan keuntungan/benefit yang diperoleh dari penghematan biaya pengadaan listrik antara memakai sumber lama dari PT.CL dan sumber kombinasi PT.CL Power plant (Metode taksiran selisih/incremental). Modal/investasi pembangunan power plant sepenuhnya adalah 100 % biaya dari PT. Astra Honda Motor, sehingga cash flow yang ada tidak dipengaruhi oleh bunga Bank, selain itu karena hanya merupakan transaksi pembayaran rekening listrik atau rekening gas, maka transaksi ini tidak dikenai pajak. Sedangkan waktu pelaksanaan proyek termasuk lead time pembelian genset adalah satu tahun, dengan asumsi biaya pekerjaan dibayarkan total pada saat selesainya proyek (akhir tahun). Berikut adalah proyeksi aliran kas selama delapan tahun.
38 126 Tabel 4.31 Proyeksi Aliran Kas ITEM CHECK TAHUN -1 (Rp) TAHUN 0 (Rp) TAHUN 1 (Rp) TAHUN 2 (Rp) TAHUN 3 (Rp) Fixed Investasi 0 52,595,500, Initial Cash Flow 0 52,595,500, Benefit ,098,378,371 14,065,549,712 15,103,592,010 Penyusutan 4,247,375,000 4,247,375,000 4,247,375,000 Operational Cash Flow 17,345,753,371 18,312,924,712 19,350,967,010 Arus Kas Bersih (Rp) 0 52,595,500,000 17,345,753,371 18,312,924,712 19,350,967,010 ITEM CHECK TAHUN 4 (Rp) TAHUN 5 (Rp) TAHUN 6 (Rp) TAHUN 7 (Rp) TAHUN 8 (Rp) Fixed Investasi Initial Cash Flow Benefit 16,217,101,610 17,411,247,755 18,610,850,095 19,837,379,653 21,167,759,139 Penyusutan 4,247,375,000 4,247,375,000 4,247,375,000 4,247,375,000 4,247,375,000 Operational Cash Flow 20,464,476,610 21,658,622,755 22,858,225,095 24,084,754,653 25,415,134,139 Arus Kas Bersih (Rp) 20,464,476,610 21,658,622,755 22,858,225,095 24,084,754,653 25,415,134,139 Periode Operasi Aliran kas dapat digambarkan kedalam diagram cash flow sebagai berikut Rp.25,415,134,139 Rp.24,084,754,653 Rp.22,858,225,095 Rp.21,658,622,755 Rp.20,464,476,610 Rp.19,350,967,010 Rp.18,312,924,712 Rp.17,345,753, Periode Investasi Rp.52,595,500,000 Gambar 4.3 Cash flow investasi
39 Analisis Kelayakan Investasi Metode yang dipakai untuk analisis investasi power plant ini adalah sebagai berikut : Metode Pemulihan Investasi (Payback Period Method) Metode pemulihan investasi yang dipakai disini menggunakan acuan arus kas kumulatif, karena arus kas yang diterima setiap tahunnya (A) tidak seragam. Dari data arus kas pada tabel 4.30, maka perhitungan payback period arus kumulatif adalah sebagai berikut. Tabel 4.32 Perhitungan Payback Method arus kumulatif Tahun Investasi Item Arus Kas Tahunan (Rp) Arus Kas Kumulatif (Rp) Waktu (Tahun) Io 0 (52,595,500,000) 2 A1 17,345,753,371 (35,249,746,629) 1 3 A2 18,312,924,712 (16,936,821,917) 1 4 A3 16,936,821, *) 5 A4 6 A5 7 A6 8 A7 9 A8 Jumlah 52,595,500, Keterangan : *) = 16,936,821,917 19,350,967,010 = 0.88 Jadi pemulihan modal untuk proyek investasi power plant adalah 2.88 tahun.
40 Metode Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return Method) Sebelum menghitung IRR, terlebih dahulu harus ditentukan MARR (Minimum Attractive rate of return) yaitu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan oleh investor. MARR dapat dirumuskan sebagai berikut : MARR = suku bunga pinjaman bebas inflasi + tingkat inflasi + risk factor (faktor resiko) Dimana : risk factor = koreksi tingkat suku bunga terhadap inflasi = tingkat suku bunga x inflasi MARR = 8.25% (SBI) % + (8.25% x 6.59%) = 15.38% Data data lain yang diperlukan untuk mencari IRR adalah : - Payback period = 2.88 tahun - Usia ekonomis = 8 tahun Dari tabel nilai sekarang anuitas / present value of annuity Appendix A-2 (lampiran) dengan masa pemulihan modal 2.88 tahun, maka didapatkan faktor pengurangan kumulatif adalah 21% (2.926) dan 22% (2.864). Tingkat bunga ini akan digunakan untuk menghitung net present value dengan faktor diskon yang terdapat pada tabel nilai sekarang / present value Appendix A-1 (lampiran). Perhitungan net present value untuk faktor diskon 21% dan 22% adalah sebagai berikut.
41 129 Tabel 4.33 Perhitungan present value pada tingkat diskon 21% Tahun Investasi Tahun Operasi Arus Kas (Rp) Faktor Diskon (I = 21%) Nilai Sekarang (Rp) (52,595,500,000) (43,443,883,000) ,345,753, ,847,149, ,312,924, ,328,489, ,350,967, ,036,901, ,464,476, ,899,287, ,658,622, ,909,100, ,858,225, ,011,713, ,084,754, ,250,476, ,415,134, ,574,724,145 TOTAL NPV Rp 18,413,960,173 Tabel 4.34 Perhitungan present value pada tingkat diskon 22% Tahun Tahun Arus Kas (Rp) Faktor Diskon Nilai Sekarang (Rp) Investasi Operasi (I = 22%) (52,595,500,000) (43,128,310,000) ,345,753, ,656,346, ,312,924, ,090,421, ,350,967, ,727,286, ,464,476, ,571,856, ,658,622, ,562,562, ,858,225, ,691,698, ,084,754, ,913,289, ,415,134, ,244,327,401 TOTAL NPV Rp 16,329,478,342
42 130 Dari perhitungan net present value diatas, maka perhitungan IRR adalah : 18,413,960,173 18,413,960, ,329,478,342 IRR = 21% + ( 22% 21% ) = 21% % = 21.53% Metode Nilai Sekarang (Net Present Value Method) Variabel yang digunakan dalam perhitungan nilai sekarang adalah arus kas tahunan, biaya investasi inisial dan besarnya faktor diskon yang diperoleh dari tabel nilai sekarang / present value Appendix A-1 (lampiran). Faktor diskon yang digunakan disini adalah sama dengan MARR, yaitu 15.38%. dari tabel Appendix A-1 nilai ini berada diantara 15% dan 16% sehingga perlu dilakukan interpolasi linier. Misalnya : A 1 = B, A 3 = C, A 2 = X Maka persamaan interpolasi linier adalah : A3 A A 2 A1 X = B + ( C B) 1 Berikut ini adalah tabel hasil interpolasi faktor diskon Tabel 4.35 Interpolasi Faktor diskon Tahun ke I = 15% I = 16% I = 15.38%
43 131 Lanjutan Tabel 4.35 Interpolasi Faktor diskon Dan tabel perhitungan NPV adalah sebagai berikut. Tabel 4.36 Perhitungan Net present value Tahun Investasi Tahun Operasi Arus Kas (Rp) Faktor Diskon (I = 15.38) Nilai Sekarang (Rp) (52,595,500,000) (45,598,194,680) ,345,753, ,027,701, ,312,924, ,931,602, ,350,967, ,921,685, ,464,476, ,007,538, ,658,622, ,175,458, ,858,225, ,403,597, ,084,754, ,674,366, ,415,134, ,015,085,325 TOTAL NPV 32,558,842,311 Dari perhitungan pada tabel diatas diperoleh nilai NPV = 32,558,842,311
44 Metode Indeks Kemampulabaan (Profitability Index Method) Dari perhitungan net present value diatas, dapat dihitung pula nilai profitability index (PI) untuk investasi power plant, dimana PI merupakan perbandingan antara total nilai sekarang dari arus kas tahunan dengan biaya investasi. TPV PI =, dimana TPV = Σ arus kas masuk tabel 4.35 I 0 PI = 78,157,036,991 52,595,500,000 = 1.49
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Kerangka pemecahan masalah atau biasa disebut dengan metodologi penelitian adalah suatu proses berpikir dari menentukan masalah, melakukan pengumpulan data baik melalui
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Ganjil tahun 2007/2008 ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN POWER PLANT DI PT. ASTRA HONDA MOTOR PLANT III. Yanuar Zulkarnain NIM:
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2007/2008 STUDI KELAYAKAN PROYEK RELAYOUT LINE 1 AREA WELDING 1A PADA PT. AHM Gerald Daniel Erianto NIM: 1000890743
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Pengumpulan Data Data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Data proses produksi 2. Data layout line 1 aktual
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Skripsi Sarjana Semester Genap tahun 2007 / 2008 ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI KONVEYOR DI STRIPPING AREA PT ASTRA HONDA MOTOR ALFI NIM : 1000835152 Abstrak
BAB 4 PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB 4 PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Aspek Pasar 4.1.1 Potensi Pasar Aspek pasar adalah salah satu faktor dominan dalam penentuan suatu proyek atau investasi yang akan dilakukan. PT. Astra Honda Motor
BAB IV PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Pengumpulan Data Tabel 4.1 Input Data Umum INPUT DATA UMUM Depresiasi Mesin (Tahun) 5 MARR 18% N Sisa 15% Inflasi 5% PPN 10% PPh 10% Kenaikan Upah/Th
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN 4.1 Hasil dan Bahasan 4.1.1 Penentuan Suku Cadang Prioritas Untuk menentukan suku cadang prioritas pada penulisan tugas akhir ini diperlukan data aktual permintaan filter fleetguard
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. AsiA Day Madiun-Malang, penelitian menggunakan metode-metode penilaian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Penelitian oleh Dwi Susianto pada tahun 2012 dengan judul Travel AsiA Day Madiun-Malang, penelitian menggunakan metode-metode penilaian
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Transportasi Transportasi dapat didefinisikan sebagai usaha dan kegiatan mengangkut atau membawa barang atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pengangkutan atau pemindahan
VIII. ANALISIS FINANSIAL
VIII. ANALISIS FINANSIAL Analisis aspek finansial bertujuan untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.
ANALISIS KELAYAKAN PROYEK PEMBANGUNAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA (TPS) UNTUK CBU EKSPOR DI PT.TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA
ANALISIS KELAYAKAN PROYEK PEMBANGUNAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA (TPS) UNTUK CBU EKSPOR DI PT.TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA TUGAS AKHIR Oleh Akimis Solah 1000890756 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK
BAB IV ANALISA POTENSI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (JAKARTA)
BAB IV ANALISA POTENSI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (JAKARTA) 4.1 Pola Penggunaan Energi Daya listrik yang dipasok oleh PT PLN (Persero) ke Gedung AUTO 2000 Cabang
BAB II DESKRIPSI GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (PT ASTRA INDONESIA)
BAB II DESKRIPSI GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (PT ASTRA INDONESIA) 2.1. Gambaran Umum AUTO 2000 adalah jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang manajemennya
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH. tahun 2006 untuk semua tipe produk dan beberapa produk model baru yang
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1. Penjelasan Peningkatan produksi unit sepeda motor oleh PT. Astra Honda Motor di tahun 2006 untuk semua tipe produk dan beberapa produk model baru yang mampu mendominasi
Analisis Kelayakan Proyek. Muhammad Taqiyyuddin Alawiy, ST., MT Dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Islam Malang
Analisis Kelayakan Proyek Muhammad Taqiyyuddin Alawiy, ST., MT Dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Islam Malang Kebijakan Publik Perlukah membangun rumah sakit baru? Membangun bandara atau menambah
VII. RENCANA KEUANGAN
VII. RENCANA KEUANGAN Rencana keuangan bertujuan untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan. Untuk melakukan
BAB IV PERANCANGAN DAN ANALISA
32 BAB IV PERANCANGAN DAN ANALISA 4.1 Deskripsi Perancangan Dalam perancangan ini, penulis akan merancang genset dengan penentuan daya genset berdasar beban maksimum yang terukur pada jam 14.00-16.00 WIB
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
52 BAB HASIL DAN PEMBAHASAN.1 Hasil Pengumpulan Data.1.1 Data History Demand Tabel dibawah ini adalah data History Demand dari pemakaian casted screw : WAKTU JUMLAH (pcs) M2 M30 M36 Januari 0 6 Februari
VIII. ANALISIS FINANSIAL
VIII. ANALISIS FINANSIAL Analisis finansial bertujuan untuk menghitung jumlah dana yang diperlukan dalam perencanaan suatu industri melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan membandingkan
Standby Power System (GENSET- Generating Set)
DTG1I1 Standby Power System (- Generating Set) By Dwi Andi Nurmantris 1. Rectifiers 2. Battery 3. Charge bus 4. Discharge bus 5. Primary Distribution systems 6. Secondary Distribution systems 7. Voltage
BAB IV HASIL PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
BAB IV HASIL PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 4.1 Hasil 4.1.1 Proses Perancangan Diagram Satu Garis Sistem Distribusi Tenaga Listrik Pada Hotel Bonero Living Quarter Jawa
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam rangka mendukung operasional di area kerja Proyek PLTU 2x100MW Lampung pihak manajemen memutuskan untuk menyediakan 1 unit Genset yang diperlukan untuk menyuplai kebutuhan
BAB IV ANALISA DATA. Berdasarkan data mengenai kapasitas daya listrik dari PLN dan daya
BAB IV ANALISA DATA Berdasarkan data mengenai kapasitas daya listrik dari PLN dan daya Genset di setiap area pada Project Ciputra World 1 Jakarta, maka dapat digunakan untuk menentukan parameter setting
Penerapan Teknologi Sel Surya dan Turbin Angin Untuk Meningkatkan Efisiensi Energi Listrik di Galangan Kapal
Penerapan Teknologi Sel Surya dan Turbin Angin Untuk Meningkatkan Efisiensi Energi Listrik di Galangan Kapal MIZZA FAHRIZA RAHMAN 4107100082 DOSEN PEMBIMBING Ir. TRIWILASWANDIO WP., M.Sc. 19610914 198701
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Studi Kelayakan Proyek Dalam menilai suatu proyek, perlu diadakannya studi kelayakan untuk mengetahui apakah proyek tersebut layak untuk dijalankan atau tidak. Dan penilaian tersebut
= Jumlah stasiun kerja. 4. Keseimbangan Waktu Senggang (Balance Delay) Balance delay merupakan ukuran dari ketidakefisienan
Keterangan: n = Jumlah stasiun kerja Ws Wi = Waktu stasiun kerja terbesar. = Waktu sebenarnya pada stasiun kerja. i = 1,2,3,,n. 4. Keseimbangan Waktu Senggang (Balance Delay) Balance delay merupakan ukuran
BAB IV HASIL DATA DAN ANALISA
BAB IV HASIL DATA DAN ANALISA 4.1 Pengujian Hal ini akan dilakukan mengacu pada prosedur yang tepat dan direkomendasikan berdasarkan service manual, panduan instalasi dan operasi dari modul deepsea dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Proyek dan Investasi Yang dimaksud dengan proyek adalah suatu keseluruhan kegiatan yang menggunakan sumber-sumber untuk memperoleh manfaat (benefit), atau suatu kegiatan
Aspek Keuangan. Studi Kelayakan (Feasibility Study) Sumber Dana. Alam Santosa
Alam Santosa Aspek Keuangan Studi Kelayakan (Feasibility Study) Analisis Aspek Keuangan Menentukan sumber dana Menghitung kebutuhan dana untuk aktiva tetap dan modal kerja Aliran Kas Penilaian Investasi
BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM KOGENERASI
24 BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM KOGENERASI 4.1. Metodologi Dalam penelitian ini, mencakup pemilihan sistem kogenerasi dan evaluasi nilai ekonomi. Pemilihan sistem kogenerasi yang diimplementasikan mempertimbangkan
Aspek Ekonomi dan Keuangan. Pertemuan 11
Aspek Ekonomi dan Keuangan Pertemuan 11 Aspek Ekonomi dan Keuangan Aspek ekonomi dan keuangan membahas tentang kebutuhan modal dan investasi yang diperlukan dalam pendirian dan pengembangan usaha yang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Peramalan Permintaan (Forecast Demand) Peramalan permintaan atau forecast demand (FD) adalah peramalan kuantitas permintaan sesuatu (barang atau jasa) dimasa yang akan
BAB III BEBAN LISTRIK PT MAJU JAYA
BAB III BEBAN LISTRIK PT MAJU JAYA 3.1 Sistem Kelistrikan Sejak tahun 1989 PT Maju Jaya melakukan kontrak pasokan listrik dari PLN sebesar 865 KVA dengan tegangan kerja 20 KV, 3 phasa. Seluruh sumber listrik
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. PEMAKAIAN LISTRIK GEDUNG PGC Konsumsi energi listrik harian di gedung Pusat Grosir Cililitan dicatat oleh PT. PLN (Persero) dalam 2 jenis waktu pemakaian yaitu Luar
KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI
KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI 4.1. KONSEP INVESTASI Penganggaran modal adalah merupakan keputusan investasi jangka panjang, yang pada umumnya menyangkut pengeluaran yang besar yang akan memberikan
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Analisis Aspek Teknis Bagan alur kerja di Dies Manufacturing Division, PT. Astra Honda Motor adalah sebagai berikut, dijelaskan pula pada tahap mana
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Pada bab ini dijelaskan mengenai pengumpulan dan pengolahan data untuk menganalisa kelayakan investasi yang dilakukan oleh CV. Utama Karya Mandiri. Data ini digunakan
12/23/2016. Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA
Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA Bagaimana kesiapan permodalan yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis dan apakah bisnis yang akan dijalankan dapat memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan?
RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry)
RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry) BIAYA MODAL ( THE COST OF CAPITAL ) Biaya modal mewakili perkiraan tingkat pengembalian
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI 6.1 Pendahuluan Industri surimi merupakan suatu industri pengolahan yang memiliki peluang besar untuk dibangun dan dikembangkan. Hal ini didukung oleh adanya
Analisa Biaya Manfaat Penerapan Power Management System Pada PT Petrokimia Gresik. Awang Djohan Bachtiar
Analisa Biaya Manfaat Penerapan Power Management System Pada PT Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar 9105205402 Pendahuluan Profil PT Petrokimia Gresik. Penjelasan singkat Mengapa butuh power monitoring
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data Data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut: 4.1.1 Data Jumlah Produksi Tahunan Produksi sepeda motor PT.AHM mengalami
DAN ANALISIS TEKNO EKONOMI
4 BAB DAN ANALISIS TEKNO EKONOMI 4 PERHITUNGAN PERHITUNGAN DAN ANALISIS TEKNO EKONOMI 4.1 Analisis Perbandingan Investasi Softswitch terhadap Circuit Switch Untuk membandingkan antara Investasi dengan
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Penentuan Narasumber
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di peternakan milik Bapak Sarno yang bertempat di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa barat. Pemilihan lokasi
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Proyek Menurut UU No. 17 Tahun 2008, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai operator pelabuhan dituntut untuk bertanggung jawab terhadap aset negara. Dalam
Studi Pembangunan PLTU 2x60 MW di Kabupaten Pulang Pisau berkaitan dengan Krisis Energi di Kalimantan Tengah
Studi Pembangunan PLTU 2x60 MW di Kabupaten Pulang Pisau berkaitan dengan Krisis Energi di Kalimantan Tengah oleh: Alvin Andituahta Singarimbun 2206 100 040 DosenPembimbing 1: Ir. Syarifuddin M, M.Eng
PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING)
Modul ke: PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING) Fakultas FEB MEILIYAH ARIANI, SE., M.Ak Program Studi Akuntansi http://www.mercubuana.ac.id Penganggaran Modal ( Capital Budgeting) Istilah penganggaran
ALAT PEMBAGI TEGANGAN GENERATOR
ALAT PEMBAGI TEGANGAN GENERATOR 1. Pendahuluan Listrik seperti kita ketahui adalah bentuk energi sekunder yang paling praktis penggunaannya oleh manusia, di mana listrik dihasilkan dari proses konversi
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA. Dalam melakukan analisa, penulis membutuhkan data-data sebagai berikut:
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data Dalam melakukan analisa, penulis membutuhkan data-data sebagai berikut: 4.1.1 Data Jumlah Produksi Tahunan Data jumlah produksi untuk part plastic
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang.
42 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam upaya mengembangkan usaha bisnisnya, manajemen PT Estika Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang. Langkah pertama
BAB V ANALISA. kuantitas terhadap jumlah barang yang diproduksi khususnya dimesin extruder
BAB V ANALISA 5.1. Analisa Kapasitas Dari kondisi forecast di tahun 2012 menunjukan adanya peningkatan kuantitas terhadap jumlah barang yang diproduksi khususnya dimesin extruder double layer. Dengan adanya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Tiga Bagian Utama Sistem Tenaga Listrik untuk Menuju Konsumen
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Distribusi Pada dasarnya, definisi dari sebuah sistem tenaga listrik mencakup tiga bagian penting, yaitu pembangkitan, transmisi, dan distribusi, seperti dapat terlihat
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Profil Perusahaan Pada 1992 Pemerintah Indonesia mengeluarkan deregulasi sector ketenagalistrikan. Proses ini berawal dengan diterbitkannya Keputusan Presiden
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Teknik Industri Skripsi Sarjana Semester Genap tahun 2005/2006
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Skripsi Sarjana Semester Genap tahun 2005/2006 STUDI KELAYAKAN PROYEK NICKEL RECOVERY SYSTEM PADA PROSES PLATING PT. ASTRA HONDA MOTOR Abstrak Daddy Jati
ASPEK KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.
ASPEK KEUANGAN Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. PENDAHULUAN Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek keuangan memberikan gambaran
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Investasi 2.1.1 Pengertian Investasi Menurut Ibrahim H.M.Y (2003) menyatakan bahwa biaya investasi adalah biaya yang diperlukan dalam pembangunan suatu proyek, yang terdiri dari
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Bisnis Gittinger (1986) menyebutkan bahwa proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber
Bab 5 Penganggaran Modal
M a n a j e m e n K e u a n g a n 90 Bab 5 Penganggaran Modal Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan mengenai teori dan perhitungan dalam investasi penganggaran modal dalam penentuan keputusan
BAB II DASAR TEORI. a. Pusat pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan tempat dimana. ke gardu induk yang lain dengan jarak yang jauh.
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Jaringan Distribusi Pada dasarnya dalam sistem tenaga listrik, dikenal 3 (tiga) bagian utama seperti pada gambar 2.1 yaitu : a. Pusat pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan
BAB III KEBUTUHAN GENSET
BAB III KEBUTUHAN GENSET 3.1 SUMBER DAYA LISTRIK Untuk mensuplai seluruh kebutuhan daya listrik pada bangunan ini maka direncanakan sumber daya listrik dari : A. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) B.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Studi Kelayakan Bisnis 2.1.1 Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris busy yang artinya sibuk, sedangkan business artinya kesibukan. Bisnis dalam
DAFTAR ISI. ii iii iv v vi vii
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN DOSEN PENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI DAFTAR TABEL..... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Proses Penyaluran Tenaga Listrik Gambar 2.1. Proses Tenaga Listrik Energi listrik dihasilkan dari pusat pembangkitan yang menggunakan energi potensi mekanik (air, uap, gas, panas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 PERENCANAAN KAPASITAS 2.1.1 Definisi Kapasitas Kapasitas adalah kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk
Bab IV Analisis Kelayakan Investasi
Bab IV Analisis Kelayakan Investasi 4.1 Analisis Biaya 4.1.1 Biaya Investasi Biaya investasi mencakup modal awal yang diperlukan untuk mengaplikasikan sistem tata udara dan penyediaan kebutuhan air panas
KINERJA GENSET TYPE EC 1500a MENGGUNAKAN BAHAN PREMIUM DAN LPG PENGARUHNYA TERHADAP TEGANGAN YANG DIHASILKAN
KINERJA GENSET TYPE EC 1500a MENGGUNAKAN BAHAN PREMIUM DAN LPG PENGARUHNYA TERHADAP TEGANGAN YANG DIHASILKAN BAKAR Warsono Rohmat Subodro (UNU Surakarta, [email protected]) ABSTRAK Tujuan penelitian
BAB VI ASPEK KEUANGAN
BAB VI ASPEK KEUANGAN BAB VI ASPEK KEUANGAN Analisis aspek keuangan diperlukan untuk mengetahui kelayakan usaha dari sisi keuangan, terutama kemampuan pengusaha untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut:
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan permasalahan serta maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut: 1. Estimasi incremental
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Manajemen modal kerja adalah salah satu aktivitas penting dalam mengelola perusahaan. Pengelolaan modal kerja yang baik akan menentukan keberlangsungan operasional perusahaan
IV. ANALISA FAKTOR KELAYAKAN FINANSIAL
32 IV. ANALISA FAKTOR KELAYAKAN FINANSIAL 4.1. Identifikasi Indikator Kelayakan Finansial Pada umumnya ada enam indikator yang biasa dipertimbangkan untuk dipakai dalam penilaian kelayakan finansial dari
ANALISIS ASPEK KEUANGAN DALAM MANAJEMEN PROYEK *)
ANALISIS ASPEK KEUANGAN DALAM MANAJEMEN PROYEK *) A. Dasar Dasar Proyek 1. Batasan Proyek Clive Gray mendifinisikan proyek sebagai kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis mengemukakan teori-teori terkait penelitian. Teori-teori tersebut antara lain pengertian proyek, keterkaitan proyek dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian dan Pentingnya Investasi Investasi diambil dari kata bahasa Inggris investation yang bermakna penanaman modal. Investasi merupakan salah
ABSTRAK. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Citra Jaya Putra Utama merupakan salah satu perusahaan jasa yang bergerak di bidang distribusi farmasi. Perusahaan saat ini ingin melakukan investasi modal dalam bentuk cabang baru di Surabaya
Sistem PLTS OffGrid. TMLEnergy. TMLEnergy Jl Soekarno Hatta no. 541 C, Bandung, Jawa Barat. TMLEnergy. We can make a better world together CREATED
TMLEnergy TMLEnergy Jl Soekarno Hatta no. 541 C, Bandung, Jawa Barat Jl Soekarno Hatta no. W: 541 www.tmlenergy.co.id C, Bandung, Jawa Barat W: www.tmlenergy.co.id E: [email protected] E: [email protected]
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING) Disampaikan Oleh Ervita safitri, S.E., M.Si
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING) Disampaikan Oleh Ervita safitri, S.E., M.Si PENDAHULUAN Keputusan investasi yang dilakukan perusahaan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup perusahaan,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Dalam mencapai tujuan dalam penulisan tugas akhir ini, digunakan landasan teori yang mendukung, dimana landasan teori ini didapat dari materi mata kuliah yang pernah didapatkan serta
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dibawah Kementrian Keuangan yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Umum Gedung Keuangan Negara Yogyakarta merupakan lembaga keuangan dibawah Kementrian Keuangan yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat serta penyelenggaraan
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Saran 67 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR ISI halaman JUDUL SAMPUL DALAM... i LEMBAR PERSYARATAN GELAR... ii LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS... iii LEMBAR PENGESAHAN... iv UCAPAN TERIMA KASIH... v ABSTRAK... vii ABTRACT... viii DAFTAR ISI...
BAB III. EVALUASI DATA KEANDALAN
BAB III. EVALUASI DATA KEANDALAN 3.1 PENDAHULUAN Pada Bab ini dievaluasi data keandalan APU. Evaluasi yang dilakukan adalah melihat kecenderungan laporan kegagalan APU, pengoperasian APU dan pencatatan
IV METODOLOGI PENELITIAN
IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di sebuah lokasi yang berada Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Propinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi
IX. INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI
IX. INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI Suatu pabrik layak didirikan jika telah memenuhi beberapa syarat antara lain safety-nya terjamin dan dapat mendatangkan profit. Investasi pabrik merupakan dana atau modal
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI A. Metode Kelayakan Investasi Evaluasi terhadap kelayakan ekonomi proyek didasarkan pada 2 (dua) konsep analisa, yaitu analisa ekonomi dan analisa finansial. Analisa ekomoni bertujuan
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Flow Diagram Pemecahan Masalah Penelitian merupakan suatu rangkaian proses yang saling terkait secara sistematis, setiap tahap merupakan bagian menentukan tahap berikutnya
PRINSIP-PRINSIP INVESTASI & ALIRAN KAS. bahanajar
PRINSIP-PRINSIP INVESTASI & ALIRAN KAS [email protected] bahanajar INVESTASI Jangka Waktu yang panjang Penuh Ketidakpastian Beresiko Penganggaran Modal (Capital Budgeting) merupakan seluruh proses
BAB I PENDAHULUAN. Studi kelayakan pengembangan pabrik lampu neon electronic (Ne) Sukoharjo Solo. Disusun oleh : NIM. I
Studi kelayakan pengembangan pabrik lampu neon electronic (Ne) Sukoharjo Solo Disusun oleh : Nina Lutfia NIM. I0398041 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tarif Dasar Listrik (TDL) di Indonesia
METODE PERBANDINGAN EKONOMI. Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada
METODE PERBANDINGAN EKONOMI METODE BIAYA TAHUNAN EKIVALEN Untuk tujuan perbandingan, digunakan perubahan nilai menjadi biaya tahunan seragam ekivalen. Perhitungan secara pendekatan : Perlu diperhitungkan
Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1)
M a n a j e m e n K e u a n g a n 96 Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1) Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menghitung, dan menjelaskan mengenai penggunaan teknik penganggaran modal yaitu Payback
BAB VI ASPEK KEUANGAN. melakukan penghitungan net present value serta payback period. Proyeksi keuangan ini dibuat. Tabel 6.
76 BAB VI ASPEK KEUANGAN 6.1 Penjelasan Umum Bagian ini menjelaskan mengenai kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca, proyeksi laba-rugi, proyeksi arus kas, dan penilaian kelayakan investasi yang
MATERI 7 ASPEK EKONOMI FINANSIAL
MATERI 7 ASPEK EKONOMI FINANSIAL Analisis kelayakan finansial adalah alat yang digunakan untuk mengkaji kemungkinan keuntungan yang diperoleh dari suatu penanaman modal. Tujuan dilakukan analisis kelayakan
Minggu-15. Budget Modal (capital budgetting) Penganggaran Perusahaan. By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM
Penganggaran Perusahaan Minggu-15 Budget Modal (capital budgetting) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Further Information : Mobile : 08122035131 Email: [email protected] 1 Pokok Bahasan Pengertian Penganggaran
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoretis Kerangka pemikiran teoretis merupakan suatu penalaran peneliti yang didasarkan pada pengetahuan, teori, dalil, dan proposisi untuk menjawab suatu
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Plotting Data Bahan baku komponen yang dipakai untuk membuat panel listrik jumlahnya cukup banyak dan beragam untuk masing-masing panel listrik yang dibuat. Jadi, penggunaan
