Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung
|
|
|
- Irwan Makmur
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KATA PENGANTAR Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) tahun 2014 sebagai pertanggungjawaban kinerja yang telah dihasilkan dalam tahun tersebut. LKIP tahun 2014 merupakan laporan hasil kerja atas pelaksanaan tugas, pokok dan fungsi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung yang telah dilakukan pengukuran atas pencapaiannya, dilakukan evaluasi dan analisis kinerja sehingga memiliki nilai informasi yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan (stakeholders). Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung melaporkan hasil kinerja atas perencanaan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang telah dirumuskan dalam dokumen Rencana Strategis Tahun , Rencana Kerja Tahun 2014, serta Anggaran Tahun Penyusunan LKIP tahun 2014 dimaksudkan untuk memenuhi dua kebutuhan. Pertama, sebagai media pertanggungjawaban kinerja kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Kedua, sebagai sarana untuk mengevaluasi dan menganalisis capaian kinerja Dinas Pelayanan Kota Bandung secara berkelanjutan dalam rangka memperbaiki kinerja yang akan datang. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas laporan Kinerja LAKIP Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 i
2 Instansi Pemerintah merupakan pendekatan yang digunakan dalam penyusunan LKIP. Laporan Kinerja ini, merupakan akhir dari serangkaian perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, evaluasi dan analisis capaian kinerja selama tahun 2014 sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan kinerja yang telah dicapai selama satu tahun dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Harapan kami adalah semoga LKIP 2014 ini, dapat menjadi pedoman dalam mensikapi berbagai tantangan kedepan dalam rangka peningkatan kinerja di lingkungan Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung. Bandung, 2015 KEPALA DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG, Drs. PRIANA WIRASAPUTRA, MM. Pembina Utama Muda NIP LAKIP Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 ii
3 DAFTAR ISI Kata Pengantar... Daftar Isi... Halaman i iii BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Organisasi Tugas Pokok dan Fungsi Landasan Hukum Ruang Lingkup 6 BAB II PERENCANAAN KINERJA Renstra Disyanjak Renstra Disyanjak Hasil Reviu Indikator Kinerja Utama (Hasil Riviu) Perjanjian Kinerja (Hasil Riviu).. 14 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Kerangka Pengukuran Kinerja Capaian Indikator Kinerja Utama. 3.3 Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis 3.4 Analisis Pencapaian Kinerja 3.5 Akuntabilitas Keuangan Kinerja 3.6 Prestasi dan Penghargaan BAB IV PENUTUP LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II : : Prosentase ketaatan Wajib Pajak Perjanjian Kinerja Tahun 2015 LAKIP Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 iii
4 LAKIP Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 iv
5 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Organisasi Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, sesuai Intruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 08 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Sedangkan pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggung jawaban secara periodik. Terwujudnya suatu tata pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan harapan semua pihak. Berkenan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sejalan dengan pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaran negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, maka di terbitkan Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan 1
6 mampu meningkatkan peran serta fungsi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung sebagai sub sistem dari sistem Pemerintahan Daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat. Dengan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 05 Tahun 2013 sebagai pengganti Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kota Bandung, maka dari itu berubah pula nomenklatur Dinas Pendapatan Daerah menjadi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung yang disingkat DISYANJAKKota Bandung dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Unit Pelayanan Pajak (UPP) yang terbagi di lima wilayah kerja yaitu : Bandung Tengah, Bandung Utara, Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Selatan, Dinas Pelayanan Pajak berkedudukan sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kota Bandung di bidang Pendapatan Daerah. Sedangkan yang menjadi landasan hukum tentang uraian tugas pokok dan fungsi Dinas Pelayanan Pajak, Pemerintah Kota Bandung menerbitkan Peraturan Walikota Bandung No.534 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung. Berdasarkan peraturan Walikota tersebut, susunan organisasi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung berkedudukan sebagai unsur pelaksanaan Pemerintah Kota Bandung di bidang Pendapatan Daerah, Sebagai bahan landasan tersebut diatas maka Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP). Penyusunan yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan dinas yang dicerminkan dari pencapaian kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan. Untuk Mendukung Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan nilai evaluasi SAKIP A, maka Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung berkontribusi dalam pencapaian tersebut dengan melakukan revisi Rencana Strategis (RENSTRA) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dengan adanya revisi tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan 2
7 meningkatkan kualitas penyusunan perencanaan yang efektif dan efesien.penyusunan LKIP tahun 2014 Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung secara otomatis dilakukan revisi LKIP Tahun Tugas Pokok dan Fungsi Sejalan dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan dan sinergitas program pembangunan yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, untuk mengoptimalkan kemampuan daerah dalam membangun daerah, telah diterbitkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Memperhatikan Pasal 98 pada undang-undang tersebut, pemerintah kemudian mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2010 yang memutuskan jenis pajak daerah yang dipungut berdasarkan penetapan Kepala Daerah atau dibayar sendiri oleh Wajib Pajak. Perubahan aturan mengenai perpajakan tersebut, jenis pajak daerah yang dikelola Pemerintah Kota Bandung bertambah menjadi 9 (sembilan) mata pajak. Sebelum adanya pelimpahan wewenangan pajak ke daerah, Pemerintah Kota Bandung hanya memungut dan mengelola 6 (enam) mata pajak daerah, yaitu : 1. Pajak Hotel; 2. Pajak Restoran; 3. Pajak Hiburan; 4. Pajak Reklame; 5. Pajak Penerangan Jalan; 6. Pajak Parkir; menjadi bertambah 3 (tiga) mata pajak : Pajak Air Tanah, PBB P2 dan BPHTB, sehingga ketentuan-ketentuan yang mengatur perpajakan di Kota Bandung perlu diadakan penyesuaian. Atas dasar hal tersebut, untuk meningkatkan pencapaian kinerja dinas daerah dalam pelaksanaan urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bandung, maka dilakukan perubahan susunan organisasi dinas daerah dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kota Bandung. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung 3
8 Nomor 05 Tahun 2013 Pasal 2, struktur dinas daerah mengalami perubahan baik komposisi, tugas pokok dan fungsi maupun nomenklaturnya. Salah-satu dinas daerah yang mengalami perubahan yaitu Dinas Pendapatan Kota Bandung baik tugas pokok dan fungsi maupun nomenklaturnya, sehingga struktur organisasi pun perlu disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Nomenklatur Dinas Pendapatan Kota Bandung menjadi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dengan tugas melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang pajak daerah. Berdasarkan Peraturan Daerah KotaBandung No. 05 Tahun 2013 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kota Bandung, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung mempunyai tugas dan kewajiban Membantu Walikota dalammelaksanakan sebagian urusan pemerintahan dibidang pendapatan daerah berdasarkan azas otonomi dan pembantuan.dalam menyelenggarakan tugas dan kewajiban tersebut Dinas Pelayanan PajakKota Bandung mempunyai fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis operasional di bidang Pelayanan Pajak; b. Pelaksanaan tugas teknis pelayanan pajak yang meliputi: perencanaan pajak, pemungutan pajak, dan pengendalian pajak daerah; c. Pelaksanaan teknis administratif Dinas; d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dipimpin oleh Kepala Dinas,yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh : a. Sekretariat, membawahi: 1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub Bagian Keuangan; dan 3. Sub Bagian Program dan Anggaran. b. Bidang Perencanaan, membawahi: 1. Seksi Perencanaan Pajak Daerah; 2. Seksi Data dan Potensi Pajak;dan 4
9 3. Seksi Analisa dan Pelaporan. c. Bidang Pajak Pendaftaran, membawahi: 1. Seksi Pendaftaran dan Pendataan; 2. Seksi Verifikasi, Otorisasi dan Pembukuan;dan 3. Seksi Penyelesaian Piutang. d. Bidang Pajak Penetapan, membawahi: 1. Seksi Penilaian dan Pengaduan; 2. Seksi Penetapan dan Pembukuan;dan 3. Seksi Penagihan. e. Bidang Pengendalian, membawahi: 1. Seksi Penyuluhan; 2. Seksi Pengawasan; dan 3. Seksi Penindakan. f. Unit Pelayanan Pemungutan,terdiri atas: 1. UPP Bandung Barat; 2. UPP Bandung Utara; 3. UPP Bandung Tengah; 4. UPP Bandung Selatan; dan 5. UPP Bandung Timur g. Kelompok Jabatan Fungsional 1.3. Landasan Hukum LKIP KotaBandung ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan NegaraYang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah 5
10 Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; 5. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.; 7. Peraturan Daerah KotaBandung Nomor 03 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KotaBandung Tahun Ruang Lingkup Dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah KotaBandung Tahun 2014ini menyesuaikan hasil reviu dengan Kemenpan RB dan konsultasi serta koordinasi dengan Bagian Organisasi RB, maka menggunakan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN 1.1. GAMBARAN UMUM ORGANISASI 1.2. TUPOKSI ORGANISASI BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENSTRA DISYANJAK 2.2. HASIL REVIU RENSTRA DISYANJAK (HASIL PENYELARASAN DARI IKU DAN PK DARI YANG LAMA KE YANG BARU) 2.3. IKU HASIL REVIU BARU 2.4. PK HASIL REVIU BARU BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. KERANGKA PENGUKURAN KINERJA 3.2. CAPAIAN IKU 3.3. PENCAPAIAN KINERJA SASARAN STRATEGIS 3.4. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA 3.5. AKUNTABILITAS KEUANGAN KINERJA 3.6. PRESTASI DAN PENGHARGAAN BAB IV PENUTUP 6
11 BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. Renstra Disyanjak Dengan berdasarkan pada Perda No 03 Tahun 2014 tanggal 28 Mei 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun Rancangan RPJMD termaksud merupakan dasar dari penyusunan Rencana Strategis Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung yang kemudian diterjemahkan ke dalam Rencana Kerja pada setiap tahunnya. Ketiga komponen yang terdiri dari RPJMD, Rencana Strategis dan Renja tersebut, saling terkait dan menghasilkan sinergi yang cukup kuat dalam menciptakan pedoman strategis bagi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung terutama dalam mendukung pencapaian pada Misi ke-4 Kota Bandung yaitu MEMBANGUN PEREKONOMIAN YANG KOKOH, MAJU, DAN BERKEADILAN, dari Visi Kota Bandung yaitu : Mewujudkan Kota Bandung yang Unggul, Nyaman dan Sejahtera atau mewujudkan BANDUNG JUARA. Bertitik tolak dari kewenangan tugas dan fungsi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung sebagaimana diuraikan pada bab terdahulu, maka dirumuskan visi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung yang mempunyai peran dan fungsi dalam menjembatani keadaan masa kini dan masa datang yang diinginkan serta dapat menggerakkan unsur organisasi untuk bertindak lebih terarah sebagaimana diuraikan di atas terutama dikaitkan dengan pelaksanaan otonomi yang secara mutlak harus didukung oleh sumberdaya manusia aparatur yang mampu mengelola unsur-unsur organisasi secara optimal, efektif dan efisien serta mampu merumuskan kebijakan-kebijakan yang implementatif yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Guna mewujudkan hal-hal tersebut, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung telah menetapkan Visinya yaitu: 7
12 Professional dan Prima dalam Pengelolaan Pajak Daerah Menuju Bandung Unggul, Nyaman dan Sejahtera Pengelolaan Pajak Daerah yang dimaksud adalah sesuai dengan Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai pengganti dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 (perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) dan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor : 20 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Menurut Undang-undang dan Perda tersebut serta berdasarkan potensi yang ada, jenis pajak yang dikelola oleh Dinas Pelayanan PajakKota Bandung terdiri dari: a. Pajak Hotel; b. Pajak Restoran; c. Pajak Hiburan; d. Pajak Reklame; e. Pajak Penerangan Jalan; f. Pajak Parkir; g. Pajak Air Tanah; h. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB); i. Pajak Bumi dan Bangunan Misi Dalam rangka mewujudkan visi yang telah disepakati dan ditetapkan, disusun misi organisasi yang merupakan dasar/alasan keberadaan suatu organisasi.sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010, Misi DISYANJAK adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi DISYANJAK. Rumusan misi DISYANJAK yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi DISYANJAK yang ingin dicapai, serta menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh DISYANJAK bersangkutan. 8
13 2.2. Renstra Disyanjak Hasil Reviu (Hasil Penyelarasan Dari IKU Dan PK Dari Yang Lama Ke Yang Baru) Dalam penyempurnaan Visi dan Misi yang merupakan hasil reviu serta rekomendasi/konsultasi dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reforfmasi Birokrasi maka disusunlah visi, misi, tujuan, sasaran dan indikator sesuai arahan Kemenpan RB tersebut untuk memperjelas jalan, atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka mencapai perwujudan visi, misi, tujuan dan sasaran DISYANJAK. Atas dasar konsultasi dan arahan tersebut maka diadakan penyerderhanan dan penyempurnaan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, ringkas, dan mudah dipahami tanpa mengurangi maksud yang ingin dijelaskan. Untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Adapun hasil hasil rekomendasi a. Rekomendasi Tim Reviu Kemempan-RB Terhadap Misi SKPD 1. Misi Ke 3 dan 4 bisa di drop karena bukan core business-nya Disyanjak. b. Uraian Misi Setelah Reviu 1. Menjadikan Pajak Daerah sebagai Penopang Pembangunan 2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pajak Daerah 9
14 2.2.1 MISI Perubahan Misi Sebelum dan Setelah Reviu MISI (sebelum reviu) 1. Menjadikan Pajak Daerah sebagai Penopang Pembangunan 2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pajak Daerah 3. Menumbuhkembangkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak 4. Mewujudkan pertanggungjawaban keuangan yang wajar, akurat, akuntabel dan pelaksanaan kinerja yang optimal MISI (setelah reviu) 1. Menjadikan Pajak Daerah sebagai Penopang Pembangunan 2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pajak Daerah Di Drop Di Drop TUJUAN Uraian Tujuan Sebelum dan Setelah Reviu TUJUAN (sebelum reviu) Optimalisasi penerimaan pajak daerah Melaksanakan kebijakan Insentif dan disinsentif TUJUAN (setelah reviu) Optimalisasi penerimaan pajak daerah. Terpenuhinya aspek keadilan dan kemampuan masyarakat dalam pengenaan pajak daerah. Meningkatkan kepuasan atas Pelayanan Pajak Daerah Terwujudnya Partisipasi dan kepatuhan Masyarakat Terhadap Pentingnya Membayar Pajak Meningkatkan kepuasan atas Pelayanan Pajak Daerah. Di Drop Terwujudnya Laporan keuangan SKPD dan Laporan Akuntabilitas kinerja yang wajar dan akuntabel Di Drop 10
15 Tujuan dan Indikator Tujuan TUJUAN Uraian Optimalisasi penerimaan pajak daerah. Terpenuhinya aspek keadilan dan kemampuan masyarakat dalam pengenaan pajak daerah. Meningkatkan kepuasan atas Pelayanan Pajak Daerah. Indikator Jumlah Penerimaan pajak daerah: 1. Pajak Hotel 2. Pajak Restoran 3. Pajak Hiburan 4. Pajak Parkir 5. Pajak BPHTB 6. Pajak Penerangan Jalan 7. Pajak Reklame 8. Pajak Air Tanah 9. PBB Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan insentif pajak IKM bidang pelayanan pajak daerah SASARAN Uraian Sasaran Sebelum dan Setelah Reviu SASARAN (sebelum reviu) Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah agar tercapainya Penerimaan pajak daerah sesuai potensi Mengembangkan insentif fiskal untuk menarik sektor swasta/masyarakat dalam pembiayaan dan penyediaan fasilitas publik Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat membayar pajak. Meningkatnya pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan perpajakan daerah. Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (birokrasi). SASARAN (setelah reviu) Tercapainya target Penerimaan Pajak Daerah Insentif (pengurangan) pajak bagi wajib pajak kategori tertentu sesuai dengan perundangan yang berlaku sebagai bentuk penghargaan. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat membayar pajak. Di Drop Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (birokrasi). 11
16 2.2.4.INDIKATOR KINERJA SASARAN Uraian Indikator Kinerja Sasaran Sebelum dan Setelah Reviu INDIKATOR KINERJA (sebelum reviu) Penerimaan pajak daerah Jumlah realisasi penerimaan pajak dibandingkan dengan target tahun berjalan dari 9 Mata Pajak Daerah yaitu : 1. Pajak Hotel 2. PajakRestoran 3. PajakHiburan 4. PajakParkir 5. Pajak BPHTB 6. PajakPeneranganJalan 7. PajakReklame 8. Pajak Air Tanah 9. PBB Jumlah kelompok sasaran/jenis yang mendapatkan insentif pajak IKM bidang pembayaran pajak daerah Prosentase Wajib Pajak yang taat membayar Pajak Daerah Prosentase jumlah Wajib Pajak (WP) yang ditindaklanjuti terhadap nota pengantar yang harus ditindaklanjuti. INDIKATOR KINERJA (setelah reviu) Jumlah Penerimaan pajak daerah: 1. Pajak Hotel 2. Pajak Restoran 3. Pajak Hiburan 4. Pajak Parkir 5. Pajak BPHTB 6. Pajak Penerangan Jalan 7. Pajak Reklame 8. Pajak Air Tanah 9. PBB Di Drop Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan insentif pajak IKM bidang pelayanan pajak daerah Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu Di Drop 12
17 INDIKATOR KINERJA (sebelum reviu) Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dibandingkan dengan jumlah pengaduan yang masuk. Prosentase Temuan BPK/ Inspektorat yang ditindaklanjuti. Penilaian AKIP/Lakip SKPD oleh Kementerian PAN /inspektorat. Prosentase tertib Administrasi Barang / Aset Daerah. INDIKATOR KINERJA (setelah reviu) Di Drop Prosentase Temuan BPK/ Inspektorat yang ditindaklanjuti. Nilai hasil evaluasi AKIP SKPD oleh Kemenpan RB /Inspektorat. Di Drop TARGET KINERJA SASARAN Rincian Target Kinerja Sasaran Setelah Reviu INDIKATOR KINERJA SATUAN KONDISI AWAL RENSTRA TARGET KINERJA PADA TAHUN HASIL REVIU TAHUN 2015 KONDISI AKHIR RENSTRA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Jumlah Penerimaan Pajak Daerah : 1. Pajak Hotel Triliun Rp. 1,194 1,400 1,613 1,850 2,118 2,426 2, , , Pajak Restoran 118, Pajak Hiburan 37, ,5 66, Pajak Parkir 7, ,5 22,5 5. Pajak BPHTB Miliar Rp. 415, , Pajak Penerangan Jalan 135, , , Pajak Reklame 17, , , Pajak Air Tanah 3, , PBB 280, Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan insentif pajak Jumlah Kelompoks asaran
18 INDIKATOR KINERJA SATUAN KONDISI AWAL RENSTRA TARGET KINERJA PADA TAHUN HASIL REVIU TAHUN 2015 KONDISI AKHIR RENSTRA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah % Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu % IKM bidang pelayanan pajak daerah Nilai Prosentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti Nilai Hasil Evaluasi AKIP SKPD oleh Kemenpan RB/ Inspektorat % Nilai INDIKATOR KINERJA UTAMA (HASIL REVIU) NO INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET Jumlah Penerimaan Pajak Daerah : ,00 1. Pajak Hotel ,00 2. Pajak Restoran ,00 3. Pajak Hiburan ,00 Rp. 4. Pajak Parkir ,00 5. Pajak BPHTB ,00 6. Pajak Penerangan Jalan ,00 7. Pajak Reklame ,00 8. Pajak Air Tanah ,00 9. PBB ,00 14
19 2.4. PERJANJIAN KINERJA (HASIL REVIU) Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji yang penting dan perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah. Penyusunan Penetapan Kinerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 mengacu pada dokumen Renstra Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun , dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2014, dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2014, dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung telah menetapkan Penetapan Kinerja Tahun 2014 dengan uraian sebagai berikut: 15
20 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG NO SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET Tercapainya target penerimaan pajak daerah Insentif (pengurangan) pajak bagi wajib pajak katagori tertentu sesuai dengan perundangan yang berlaku sebagai bentuk penghargaan Meningkatnya Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat Dalam Membayar Pajak Jumlah Penerimaan Pajak Daerah : ,00 1. Pajak Hotel ,00 2. Pajak Restoran ,00 3. Pajak Hiburan ,00 Rp. 4. Pajak Parkir ,00 5. Pajak BPHTB ,00 6. Pajak Penerangan Jalan ,00 7. Pajak Reklame ,00 8. Pajak Air Tanah ,00 9. PBB ,00 Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan insentif pajak Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu. Jumlah KelompokSasaran 12 % 81.9 % 80.9 Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik IKM bidang pelayanan pajak daerah Nilai Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (Birokrasi) Prosentase temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti Nilai Hasil Evaluasi AKIP SKPD oleh Kemenpan RB/ Inspektorat % 80 Nilai LAKIP Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun
21 LAKIP Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun
22 LAKIP Tahun 2014 Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung 31
23 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. DinasPelayanan PajakKota Bandung selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas KinerjaDinas Pelayanan Pajak Kota Bandung yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun maupun Renja Tahun Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah Kerangka Pengukuran Kinerja Salah satu fondasi utama dalam menerapkan manajemen kinerja adalah pengukuran kinerja dalam rangka menjamin adanya peningkatan dalam pelayanan publik dan meningkatkan akuntabilitas dengan melakukan klarifikasi output dan outcomeyang akan dan seharusnya dicapai untuk memudahkan terwujudnya organisasi yang akuntabel. 17
24 Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan antara kinerja yang seharusnya terjadi dengan kinerja yang diharapkan. Pengukuran kinerja ini dilakukan secara berkala triwulanan dan tahunan. Pengukuran dan pembandingan kinerja dalam laporan kinerja harus cukup menggambarkan posisi kinerja instansi pemerintah. Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Indikator kinerja adalah ukuran keberhasilan yang menggambarkan terwujudnya kinerja, tercapainya hasil program dan hasil kegiatan. Indikator kinerja instansi pemerintah harus selaras antar tingkatan unit organisasi. Indikator kinerja yang digunakan harus memenuhi kriteria spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan sesuai dengan kurun waktu tertentu. Nilai capaian atas pengukuran kinerja dapat dikategorikan dan diinterprestasikan sebagai berikut: No. Capaian Kinerja Interprestasi 1 >100% Melebihi / melampaui target 2 =100% Tercapai 3 <100% Tidak Tercapai Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan. Dalam laporan ini,dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan, dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran 18
25 yang ditetapkan dalam dokumen Renstra maupun Renja Tahun Sesuai ketentuan tersebut,pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah. Pelaporan Kinerja ini didasarkan pada Penetapan Kinerja SKPD Tahun 2014 dan Indikator Kinerja Utama Tahun 2014 dan hasil review atas Rencana Strategis Dinas Pelayanan Pajak Tahun , telah ditetapkan 5 (lima) sasaran dengan 7 (tujuh)indikator kinerja dengan rincian sebagai berikut : Sasaran 1 terdiri dari 1 indikator Sasaran 2 terdiri dari 2 indikator Sasaran 3 terdiri dari 1 indikator Sasaran 4 terdiri dari 1 indikator Sasaran 5 terdiri dari 2 indikator 3.2. Capaian Indikator Kinerja Utama Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Dinas Pelayanan PajakKota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung tahun 19
26 2014 menunjukan hasil sebagai berikut: 1 Tabel 3.1 CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG Tahun 2014 NO Indikator Kinerja Satuan % Target Realisasi Jumlah Rupiah Penerimaan Pajak ,07 (Rp) Daerah: 1.Pajak Hotel ,90 2.Pajak Restoran ,91 3.Pajak Hiburan ,07 4.PPJ ,71 5.Pajak Parkir ,65 6.BPHTB ,81 7.Pajak Reklame ,73 8.Pajak Air Tanah ,43 9.P B B ,49 Rata-rata Capaian IKU 100,07 % Kinerja Capaian Sasaran Melebihi Target Dari tabel tersebut terlihat bahwa rata-rata capaian IKU sebesar 100,07% dengan Kinerja Capaian Sasaran melebihi target. Karena IKU merupakan ukuran keberhasilan dari suatu SKPD, maka bisa dikatakan Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung telah berhasil mencapai target yang ditetapkan Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Secara umum Dinas Pelayanan PajakKota Bandung telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra Jumlah Sasaran yang ditetapkan untuk mencapai misi dan visi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun sebanyak 5 (lima) sasaran. 20
27 Pada tahun 2014 ditetapkan 5 (lima) sasaran strategis dengan 7 (tujuh) indikator kinerja yang ditetapkan melalui Penetapan Kinerja Tahun Dari 5 (lima) sasaran dengan indikator kinerja sebanyak 7 (tujuh) indikator kinerja, pencapaian kinerja sasaran Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung adalah sebagai berikut : Tabel 3.2 Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 NO. SASARAN STRATEGIS CAPAIAN 1 Melebihi Target 2 2 Tercapai 3 3 Tidak Tercapai 0 Jumlah 5 21
28 No A Sasaran Menjadikan Pajak Daerah sebagai Penopang Pembangunan Jumlah Indikator s/d Tidak Tercapai (<100%) s/d s/d s/d s/d Tercapai (100%) Melebihi Target (>100%) 1 Tercapainya target penerimaan pajak daerah B 4 5 Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat membayar pajak daerah. Insentif (pengurangan) pajak bagi Wajib Pajak kategori tertentu sesuai dengan perundangan yang berlaku sebagai bentuk penghargaan. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Pajak Daerah. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (birokrasi) Jumlah
29 Dari 5 (lima)sasaran diatas, pencapaian realisasi indikator kinerja sasaran terhadap target yang sudah ditetapkan sebagai berikut: Tabel 3.4 PENCAPAIAN TARGET MISI Tingkat Pencapaian No. Misi Jumlah Indikator Sasaran Melebihi Target (>100%) Tercapai(100%) Tidak Tercapai (<100%) Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1 Menjadikan Pajak Daerah sebagai penopang pembangunan ,07% 3 100% 2 Meningkatkan kualitas pelayanan Pajak Daerah ,00% 2 100% Jumlah ,50 % 5 100% 23
30 Dari lima sasaran dengan tujuh indikator kinerja, pencapaian kinerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dengan rincian sebagai berikut: Tabel 3.5 KATEGORI PENCAPAIAN INDIKATOR SASARAN No. A. Kategori Menjadikan Pajak Daerah sebagai penopang pembangunan Jumlah Indikator Persentase 4 100% 1 Melebihi Target 1 25% 2 Tercapai 3 75% 3 Tidak Tercapai 0 0% B. Meningkatkan kualitas pelayanan Pajak Daerah 3 100% 1 Melebihi Target 1 33,33% 2 Tercapai 2 66,67% 3 Tidak Tercapai 0 0% 3.4. Analisis Pencapaian Kinerja Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang.selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh instansi dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu. Selanjutnya dilakukan pula pengukuran/penentuan tingkat efektivitas yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau dampak. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja (performance gap) yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan. 24
31 Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis, dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut: 1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini; 2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir; 3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi; 4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada); 5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan; 6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya; 7. Analisis program / kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja. Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2014 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari 5 sasaran dan 7 indikator kinerja dari 2 Misi, sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung tahun , analisis pencapaian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara rinci dapat dilihat sebagai berikut : I. Sasaran 1: TERCAPAINYA TARGET PENERIMAAN PAJAK DAERAH Penjelasan Umum. Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, bahwa Pajak Daerah adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa 25
32 berdasarkan peraturan perundang-undangan, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Daerah yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Daerah.Pajak dipungut karena adanya suatu keadaan, kejadian, atau perbuatan yang menurut peraturan perundang-undangan dikenakan pajak. Pajak Daerah di Kota Bandung terdiri dari sebagai berikut : A. Pajak Pendaftaran 1. Pajak Hotel, 2. Pajak Restoran, 3. Pajak Hiburan, 4. Pajak Penerangan Jalan, 5. Pajak Parkir, 6. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan B. Pajak Penetapan 1. Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan. 2. Pajak Reklame, 3. Pajak Air Tanah, Pajak-pajak daerah tersebut telah memberikan kontribusi terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan pembangunan baik sarana maupun prasarana yang diperuntukan bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bandung.Untuk anggaran tahun 2014 DPRD kota Bandung telah menetapkan pendapatan pada APBD sebesar Rp. 4,732 Trilyun, dimana pendapatan tersebut digunakan untuk belanja pembangunan Kota Bandung yang besarnya Rp. 5,16 trilyun. Dengan komposisinya pendapatan APBD tersebut yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,7 triliun, dana perimbangan Rp 1,9 triliun, dan pendapatan daerah lainnya yang sah Rp 1,02 triliun. Dari perbandingan komposisi di atas dapat dilihat bahwa PAD mempunyai porsi cukup besar yaitu hampir mencapai 36%, yang sebagian besarnya merupakan pendapatan dari Pajak Daerah sebagaimana telah ditetapkan target pendapatan Rp.1,4 trilyun dari pajak daerah untuk tahun 26
33 2014. Adanya kenaikan target sebesar 31,7% dari target Tahun 2013 Rp.1,063 trilyun ke penetapan target Rp. 1,4 trilyun di tahun Dari data tersebut terlihat bahwa Pajak Daerah merupakan salah satu pendukung penting pembangunan Kota Bandung. Dengan semakin tinggi pendapatan asli daerah, maka semakin tinggi kemampuan suatu daerah untuk membiayai sendiri penyelenggaraan pembangunan daerahnya. Untuk mencapai target tersebut diperlukan optimalisasi penggalian potensi pajak daerah, serta peningkatan pelayanan terhadap wajib pajak. Pajak daerah seharusnya bersifat visible, dalam arti bahwa pajak seharusnya jelas bagi pembayar pajak daerah, objek dan subjek pajak dan besarnya pajak terutang dapat dengan mudah dihitung sehingga dapat mendorong akuntabilitas daerah. Pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya relatif mudah diadministrasikan atau dengan kata lain perlu pertimbangan efisiensi secara ekonomi berkaitan dengan kebutuhan data, seperti identifikasi jumlah pembayar pajak, penegakkan hukum (lawenforcement) dan sistem informasi. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja Tahun 2014 Tabel 3.6 Capaian Sasaran 1 Tahun 2014 NO Indikator Kinerja Satuan % Target Realisasi Jumlah Penerimaan Pajak Daerah 1.Pajak Hotel 2.Pajak Restoran Rupiah (Rp) , , ,91 3.Pajak Hiburan ,07 4.PPJ ,71 5.Pajak Parkir ,65 6.BPHTB ,81 7.Pajak Reklame ,73 8.Pajak Air Tanah ,43 9.P B B ,49 Rata-rata Capaian 100,07 % Kinerja Capaian Sasaran Melebihi Target 27
34 Secara keseluruhan target penerimaan pajak daerah dapat tercapai dengan realiasi penerimaan jumlah Rp ,- dari target yang ditetapkan sebesar Rp ,- atau sebesar 100,07%,dengan komposisi 5 (lima) mata pajak daerah dapat terpenuhi targetnya dan 4 (empat) mata pajak yang tidak dapat tercapai target dengan grafik dan penjelasan sebagai berikut: Realisasi Target Pendapatan Pajak Tahun Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan PPJ Pajak Parkir BPHTB Pajak Pajak Air Reklame Tanah PBB Target Realisasi Pajak Hotel REALISASI BULANAN PAJAK HOTEL TAHUN 2014 BULAN POKOK DENDA JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH
35 Realisasi Pendapatan Pajak Hotel JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES Pajak Hotel (Rp) Pada Tahun 2014 realisasi pendapatan mata pajak hotel adalah sebesar Rp ,- yang merupakan jumlah total antara realisasi pokok sebesar Rp dan denda sebesar Rp ,- dimana pajak hotel ini terdiri dari hotel bintang yang terbagi dalam klasifikasi hotel bintang Lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga, hotel bintang dua dan hotel bintang satu. Selain itu terdapat pula mata pajak hotel melati yang terdiri dari hotel melati tiga, hotel melati dua dan hotel melati satu, serta Rumah Kos. Dari semua klasifiksi pajak hotel/rumah kos, maka hotel bintang 4 memberikan andil yang paling besar terhadap realisasi pencapaian target pajak daerah yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila di lihat dari realisasi bulanan maka perolehan pajak hotel berada pada puncaknya di Bulan Januari dan Bulan Desember yang berada pada kisaran 20 Milyar dan pendapatan terendah berada pada bulan Maret di kisaran 12 Milyar. Dari data yang disajikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tingkat hunian hotel di kota Bandung mencapai puncaknya pada awal tahun dan akhir tahun, salah satu faktornya adalah banyaknya pendatang yang ingin menghabiskan waktu akhir tahunnya di kota bandung dimana Bandung dikenal sebagai salah 29
36 satu kota tujuan wisata baik bagi wisatawan domestik maupun bagi wisatawan mancanegara. Untuk besarnya realisasi sub mata pajak hotel, terlihat pada tabel dan grafik berikut ini: REALISASI PAJAK HOTEL TAHUN 2014 Uraian Jumlah Hotel Bintang Hotel Bintang Hotel Bintang Hotel Bintang Hotel Bintang Hotel Melati Hotel Melati Hotel Melati Rumah Kos Denda JUMLAH Realisasi Pajak Hotel Rumah Kos Hotel Melati 1 Hotel Melati 2 Hotel Melati 3 Hotel Bintang 1 Hotel Bintang 2 Hotel Bintang 3 Hotel Bintang 4 Hotel Bintang Jumlah (Rp) 30
37 CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK HOTEL TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,32% Triwulan II ,54% Triwulan III ,02% Triwulan IV ,90% Capaian Kinerja Pajak Hotel ,00% ,32% 114,54% 110,02% 100,90% 120,00% 100,00% ,00% ,00% 40,00% ,00% 0 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 0,00% Dilihat dari capaian kinerja per triwulannya, dari grafik di atas menampilkan tren penurunan. Terlihat dari capaian triwulan ke-1 yang berhasil memperoleh capaian kinerja sebesar 124,32%, selanjutnya menurun hingga pada triwulan IV hanya mencapai 100,90%. Sebagai bahan pertimbangan untuk penetapan target triwulanan tahun berikutnya, diharapkan dapat memaksimalkan target pada triwulan pertama. Hal ini didasarkan pada besarnya angka hunian hotel Bulan Desember, yang pajaknya baru dibayarkan Bulan Januari tahun berikutnya. 31
38 Pajak Restoran REALISASI BULANAN PAJAK RESTORAN TAHUN 2014 BULAN POKOK DENDA JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH Realisasi Pendapatan Pajak Restoran - JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES Pajak Restoran (Rp) Pada tahun 2014 perolehan pajak restoran adalah sebesar Rp ,- yang merupakan jumlah total antara realisasi pendapatan pokok sebesar Rp ,- dan denda sebesar Rp ,- dimana realisasi pajak restoran dapat melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp ,- atau sebesar 101,91%. 32
39 Mata pajak restoran terdiri dari sub mata pajak restoran, pajak rumah makan, dan pajak katering, dimana pendapatan terbesar pajak restoran ini disumbang oleh sub mata pajak restoran sebesar Rp ,-. Bila dilihat dari pendapatan per bulan maka perolehan pajak restoran terbesar berada pada bulan Desember yaitu sebesar 14 Milyar, hal ini dapat terjadi dengan keterkaitan antara tingginya tingkat hunian hotel di kota Bandung pada akhir tahun yang diikuti dengan tingginya pendapatan pajak restoran pada bulan Desember. Untuk besarnya realisasi sub mata pajak restoran, terlihat pada tabel dan grafik berikut ini: REALISASI PAJAK RESTORAN TAHUN 2014 Uraian Jumlah Restoran Rumah Makan Katering Denda JUMLAH Realisasi Pendapatan Pajak Restoran Denda Katering Rumah Makan Restoran Realisasi Pajak Restoran 33
40 CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK RESTORAN TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,46% Triwulan II ,49% Triwulan III ,49% Triwulan IV ,91% Capaian Kinerja Pajak Restoran ,46% 110,49% 111,49% 101,91% 140,00% 120,00% 100,00% ,00% 60,00% ,00% ,00% 0 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 0,00% Dilihat dari capaian kinerja per triwulannya pada grafik di atas menampilkan tren penurunan. Terlihat dari capaian triwulan ke-1 yang sangat tinggi yaitu sebesar 132,46%, selanjutnya menurun hingga pada triwulan IV hanya mencapai 101,91%. Sebagai bahan pertimbangan untuk penetapan target triwulanan tahun berikutnya, sebaiknya pembebanan target pendapatan pajak restoran dapat dimaksimalkan pada triwulan 34
41 pertama. Hal ini didasarkan pada besarnya angka hunian hotel Bulan Desember yang berdampak pada besarnya pendapatan bidang kuliner, sedangkan pajaknya baru dibayarkan Bulan Januari tahun berikutnya. Pajak Hiburan REALISASI BULANAN PAJAK HIBURAN TAHUN 2014 BULAN POKOK DENDA JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH Realisasi Pajak Hiburan JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES Realisasi Pajak Hiburan 35
42 Untuk Pajak hiburan pada tahun 2014 ini mengalami penurunan realisasi yang cukup signifikan dimana realisasi pendapatan berada dibawah target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp atau sebesar 91,07% dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 45 Milyar. Jumlah realisasi pendapatan mata pajak hiburan ini merupakan akumulasi dari pendapatan pokok sebesar Rp ,- dan denda sebesar Rp ,-. Mata Pajak hiburan terdiri dari 14 sub mata pajak dengan perolehan tertinggi berasal dari pajak Bioskop sebesar 17 Milyar dan terendah berasal dari pajak diskotik sebesar Rp ,- hal ini disebabkan adanya himbauan pembatasan jam operasional tempat hiburan malam dari pihak kepolisian. Untuk besarnya realisasi sub mata pajak hiburan, terlihat pada tabel dan grafik berikut ini: REALISASI PAJAK HIBURAN TAHUN 2014 Uraian Jumlah Bioskop Insidentil Pameran Diskotik Karaoke Klab Malam Sirkus - Billiard Bowling MPA Panti Pijat Mandi Uap / Spa Fitnes Olahraga Denda JUMLAH
43 Realisasi Pendapatan Pajak Hiburan Denda Fitnes Panti Pijat Bowling Sirkus Karaoke Pameran Bioskop Realisasi Pendapatan Pajak Hiburan CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK HIBURAN TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,93% Triwulan II ,72% Triwulan III ,04% Triwulan IV ,07% Capaian Kinerja Pajak Hiburan 116,93% 108,72% 98,04% 91,07% Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 140,00% 120,00% 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 0,00% 37
44 Pada grafik diatas menggambarkan tren capaian kinerja per triwulan Pajak Hiburan yang menampilkan tren penurunan. Terlihat dari capaian triwulan ke-1 sebesar 116,93%, selanjutnya terus mengalami penurunan hingga pada triwulan III dan IV Pajak Hiburan tidak berhasil mencapai target yaitu hanya mencapai 91,07% pada triwulan terakhir. Sebagai bahan pertimbangan untuk penetapan target triwulanan tahun berikutnya, sebaiknya pembebanan target pendapatan pajak hiburan dapat dimaksimalkan pada triwulan pertama. Hal ini didasarkan pada besarnya angka hunian hotel Bulan Desember yang berdampak pada besarnya pendapatan sektor hiburan, serta adanya libur nasional yang cukup banyak sehingga akan menaikkan pendapatan sektor hiburan pada bulan tersebut, sedangkan pajaknya baru dibayarkan Bulan Januari tahun berikutnya. Pajak Reklame REALISASI BULANAN PAJAK REKLAME TAHUN 2014 BULAN POKOK DENDA JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH
45 Realisasi Pendapatan Pajak Reklame - JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES Pajak Reklame (RP) CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK REKLAME TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,79% Triwulan II ,32% Triwulan III ,47% Triwulan IV ,73% 39
46 Capaian Kinerja Pajak Reklame ,79% 140,32% 142,47% 98,73% Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 200,00% 180,00% 160,00% 140,00% 120,00% 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 0,00% Pajak Reklame merupakan salah satu mata pajak lainnya yang pada tahun 2014 ini tidak mencapai target yang ditetapkan yaitu sebesar 24 Milyar, dimana realisasi pendapatan untuk pajak reklame ini sebesar Rp ,- atau terealisasikan sebesar 98,73 %. Hal ini disebabkan adanya moratorium pemberian ijin reklame baru di tanah Pemerintah Kota seperti pada Berm, sebagai salah satu kebijakan Pemerintah Kota Bandung dalam menata estetika kota. Pajak reklame terdiri dari enam sub mata pajak dimana perolehan terbesar berasal dari sub mata pajak reklame papan sebesar 21 Milyar dan terkecil berasal dari sub mata pajak reklame balon udara sebesar Rp ,- Untuk besarnya realisasi sub mata pajak reklame, terlihat pada tabel dan grafik berikut ini: 40
47 REALISASI PAJAK REKLAME TAHUN 2014 Uraian Jumlah Reklame Papan Reklame Kain Spanduk Reklame Berjalan Reklame Balon Udara Reklame Bando Jalan Reklame Template - Denda JUMLAH Realisasi Pendapatan Pajak Reklame Denda Reklame Bando Jalan Reklame Balon Udara Reklame Berjalan Reklame Kain Spanduk Reklame Papan Pajak Reklame (Rp) Pajak Penerangan Jalan Pajak penerangan jalanpada tahun 2014 dalam realisasi di akhir triwulan ke empat menghasilkan pendapatan sebesar Rp ,- atau sebesar 100,71% dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 158 Milyar.Untuk pajak penerangan jalan ini Dinas Pelayanan Pajak hanya menerima pembayaran dari pihak otoritas kelistrikan nasional yaitu PLN yang besaran pajaknya telah ditetapkan oleh pihak PLN, adapun realisasi 41
48 pajak penerangan jalan dapat meningkat seiring dengan kenaikan tarif daftar listrik. Untuk besarnya realisasi mata pajak penerangan jalan, terlihat pada tabel dan grafik berikut ini: REALISASI BULANAN PAJAK PPJU TAHUN 2014 BULAN JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH Realisasi Pendapatan PPJ - JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES PPJU (Rp) 42
49 CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK PPJ TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,54% Triwulan II ,17% Triwulan III ,82% Triwulan IV ,71% Capaian Kinerja Pajak Penerangan Jalan ,00% ,54% 102,50% 102,00% ,50% ,17% 100,82% 100,71% 101,00% 100,50% 100,00% 0 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 99,50% 43
50 Pajak Parkir REALISASI BULANAN PAJAK PARKIR TAHUN 2014 BULAN POKOK DENDA JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH Realisasi Pendapatan Pajak Parkir JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES Pajak Parkir (Rp) 44
51 CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK PARKIR TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,14% Triwulan II ,51% Triwulan III ,09% Triwulan IV ,65% Capaian Kinerja Pajak Parkir ,00% ,14% 113,51% 111,09% 101,65% 120,00% 100,00% ,00% ,00% ,00% ,00% 0 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 0,00% Realisasi Pajak Parkir Tahun 2014 sebesar Rp ,- dari target yang ditetapkan sebesar Rp ,-, dimana raihan capaian kinerja tertinggi terdapat pada Triwulan I. Pada Tahun 2014 ini tarif pajak parkir mengalami kenaikan dari semula Rp. 2000,-/jam, menjadi Rp. 3000,-/jam. Kenaikan tarif sebesar 50% seharusnya mendongkrak naik pendapatan pajak parkir, tetapi pada Tahun 2014 kenaikan tersebut belum terlihat signifikan. Diharapkan pada Tahun 2015 kenaikan tarif parkir ini akan memberikan peningkatan yang cukup besar pada pendapatan pajak. 45
52 Pajak Air Tanah REALISASI BULANAN PAJAK AIR TANAH TAHUN 2014 BULAN POKOK DENDA JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH Realisasi Pendapatan Pajak Air Tanah JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES PAT (Rp) 46
53 CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK AIR TANAH TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,41% Triwulan II ,13% Triwulan III ,90% Triwulan IV ,43% Capaian Target Pajak Air Tanah 151,13% 160,00% 140,00% ,00% ,41% 100,90% 87,43% 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% ,00% 0 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 0,00% Pada Tahun 2014 ini,pajak Air Tanah mengalami penurunan yang cukup tajam dari target yang ditetapkan sebesar Rp ,- hanya dapat terealisasirp ,- atau sebesar 87,43%. Capaian terendah berada pada Triwulan ke-1 yaitu hanya sebesar 55,41%, yang disebabkan karena beberapa hal, salah satunya yaitu adanya kenaikan tarif Nilai Perolehan Air yang awalnya sebesar Rp. 500,- per meter kubik menjadi Rp ,- per meter kubik sehingga wajib pajak lebih membatasi pemakaian air tanah. Kedua adalah adanya keterlambatan nota Nilai 47
54 Perolehan Air Tanah dari BPLH yang tentunya menghambat pendistribusian SKPD atas pajak terhutang kepada semua wajib pajak air tanah. Namun demikian kenaikan tarif nilai perolehan air lebih kepada kebijakan Pemerintah Kota Bandung sebagai salah satu cara dalam rangka menjaga dan mencegah penggunaan air permukaan dan air bawah tanah yang berlebihan. Pajak Bumi dan Bangunan CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,52% Triwulan II ,29% Triwulan III ,47% Triwulan IV ,49% Capaian Kinerja PBB ,52% 198,29% 250,00% 200,00% ,47% 103,49% 150,00% 100,00% 50,00% 0 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 0,00% 48
55 Realisasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Tahun 2014 dapat melampaui target yang ditetapkan yaitu Rp ,- atau sebesar 103,49% pada triwulan terakhir. Capaian kinerja tertinggi pada Tahun 2014 justru berada pada triwulan pertama yaitu mencapai 203,52%. Tingginya capaian kinerja pada triwulan pertama ini disebabkan target yang ditetapkan dari Dinas Pelayanan Pajak sangat kecil, karena pada triwulan pertama Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB sedang dalam proses pencetakan masal sehingga belum diterima wajib pajak. Penerimaan pajak PBB pada triwulan pertama lebih didasarkan pada kebutuhan antara penjual rumah/tanah yang mempersyaratkan pelunasan PBB tahun berjalan, selain itu adanya pembayaran piutang PBB tahun sebelumnya atau wajib pajak yang langsung melakukan pembayaran PBB ke Bank bjb, tanpa sebelumnya menerima SPPT PBB terlebih dahulu. BPHTB REALISASI BULANAN BPHTB TAHUN 2014 BULAN JUMLAH JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH
56 Realisasi Pendapatan BPHTB JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES BPHTB (Rp) PerolehanPajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan pada tahun 2014 tidak mencapai target yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp ,- pencapaian realisasi hingga triwulan ke IV adalah sebesar Rp. 418, atau sebesar 97,81 %. Apabila kita melihat capaian kinerja penerimaan per triwulan maka realisasi penerimaan pajak BPHTB tertinggi pada Triwulan pertama dimana pencapaian realisasi dibandingkan target untuk triwulan pertama sebesar 153,38%. Tetapi untuk target dan realisasi BPHTB tidak dapat kita tentukan besarannya karena bila dilihat dari karakteristik pembayaran pajaknya tidaklah tetap dan bersifat insidentil dimana ketika terjadi transaksi jual beli rumah/tanah CAPAIAN KINERJA TRIWULANAN BPHTB TAHUN 2014 BULAN TARGET REALISASI CAPAIAN Triwulan I ,38% Triwulan II ,25% Triwulan III ,88% Triwulan IV ,81% 50
57 Capaian Kinerja BPHTB ,38% 180,00% 160,00% 140,00% ,25% 99,88% 97,81% 120,00% 100,00% ,00% ,00% ,00% ,00% 0 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Target Realisasi Capaian 0,00% PerbandinganRealisasi kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2013 Tabel 3.7 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2013 Perbandingan Antara Kinerja Indikator Sat Tahun 2013 Tahun 2014 Kinerja uan Target Realisasi % Target Realisasi % Jumlah Penerimaan , ,- 112, ,07 (Rp) Pajak Daerah 1.Pajak Hotel , ,- 119, ,90 2.Pajak Restoran , ,- 116, ,91 3.Pajak Hiburan , ,- 106, ,07 4.PPJ , ,- 111, ,71 5.Pajak Parkir , ,- 103, ,65 6.BPHTB , ,- 118, ,81 7.Pajak Reklame , ,- 95, ,73 8.PAT , ,- 118, ,43 9.P B B , ,- 101, ,49 51
58 Target-Realisasi Tahun 2013 & Tahun Target Realisasi Target Realisasi Dari data diatas dapat kami jelaskan bahwa terdapat kenaikan target sebesar Rp ,- atau 31,7 % dari target Tahun 2013 sebesarrp ,- menjadi Rp ,- pada Tahun Meskipun berat dalam pencapaian targetnya namun dari data potensi pajak daerah yang ada dan adanya peningkatan penerimaan yang dapat diperhitungkan secara time series per bulan sampai dengan per tri wulan di Tahun 2014 dari penerimaan objek pajak sehingga optimalisasi pajak daerah dapat tercapai. Secara keseluruhan target pajak terpenuhi pada 2013, namun ada beberapa mata pajak daerah yang tidak dapat terpenuhi targetnya dengan beberapa alasan yang mendasar dikarenakan adanya moratorium penambahan wajib pajak reklame yang mempengaruhi penerimaan pajak reklame sehingga tidak tercapainya target. 52
59 Perbandingan realisasi kinerja Tahun 2014 dengan target jangka menengah (Tahun 2018) Tabel 3.8 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2018 Tahun 2018 Tahun 2014 NO Indikator Kinerja Satuan % (Akhir RPJMD) % Target Realisasi Target Realisasi Jumlah Penerimaan Rupiah Pajak Daerah: (Rp) , ,74 1.Pajak Hotel ,72 2.Pajak Restoran , ,67 3.Pajak Hiburan 47, ,07 4.PPJ , , Pajak Parkir , ,22 6.BPHTB , ,51 7.Pajak Reklame , ,41 8.Pajak Air Tanah , ,29 9.P B B 58, ,49 Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa Dinas Pelayanan Pajak pada akhir tahun Renstra (Tahun 2018) menetapkan Target Pendapatan Pajak sebesar Rp ,-. Di Tahun 2014, capaian kinerja untuk sasaran pertama yaitu Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah dengan tercapainya penerimaan pajak daerah sesuai dengan potensi apabila dibandingkan dengan Target Kinerja di akhir Tahun 2018 telah mencapai 57,74%. Apabila dilihat dari semua mata pajak hanya ada satu mata pajak yang capaiannya masih berada di bawah 50% yaitu Pajak Hiburan. Untuk mencapai target kinerja Pendapatan Pajak di Tahun 2018 sebesar Rp ,- Dinas Pelayanan Pajak masih harus mengejar pendapatan pajak sebesarrp ,- atau sebesar 42,26% dari target tahun Tabel di bawah ini akan menggambarkan beban target yang harus diemban oleh tiap mata pajak untuk mencapai 53
60 target tahun 2018: 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Perbandingan realisasi pendapatan Tahun 2014 dibandingkan dengan sisa target pendapatan Tahun 2018 Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan PPJ Pajak Parkir BPHTB Pajak Reklame Pajak Air Tanah Sisa Target 46,42 45,44 53,18 42,28 45,98 37,49 43,71 42,15 41,97 Tahun ,58 54,56 46,82 57,72 54,02 62,51 56,29 57,85 58,03 PBB Tahun 2014 Sisa Target Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan Dapatlah kami jelaskan dari ke-9 (sembilan) target pajak daerah yang kami kelola, secara keseluruhan target penerimaan pajak daerah dapat tercapai dengan jumlah Rp atau 100,07 %, dengan komposisi dari 5 (lima) mata pajak daerah dapat terpenuhi targetnya dan ada 4 (empat) mata pajak yang tidak dapat tercapai target dengan penjelasan sebagai berikut : Ada beberapa Faktor penghambat/tidak tercapainya penerimaan pajak daerah yaitu : a.pajak Hiburan, antara lain disebabkan oleh : Adanya Pembatasan Jam Operasional Tempat Hiburan Adanya Beberapa Tempat Hiburan Yang Tutup 54
61 Occupancy / Tingkat Kunjungan Menurun (DSR) b.bphtb, disebabkan oleh : Adanya kemungkinan penurunan minat investasi sektor properti; c. Pajak Air Tanah, disebabkan oleh : Adanya kenaikan harga dasar air tanah dari semula Rp.500,/m3 menjadi Rp ,-/m3 sehingga Wajib Pajak melakukan penghematan dan menggunakan sumber air lain seperti PDAM d. Pajak Reklame, disebabkan oleh : Adanya moratorium/penghentian sementara Perijinan Reklame sehingga menyebabkan volume Nota Pengantar Perhitungan Pajak menurun. Sedangkan beberapa faktor pendorong dalampencapaian realisasi target penerimaan pajak daerah yaitu: a. Adanya beberapa event nasional yang diselenggarakan di Kota Bandung; b. Dilaksanakannya penertiban dan penindakan terhadap wajib pajak yang melakukan penunggakan pajak daerah; c. Kerja sama dengan BPN Kota Bandung dalam hal Validasi BPHTB; d. Dilakukannya Operasi Terpadu (OPSDU) PBB; e. Ekspose terhadap pemalsuan Surat Tanda Bukti Setoran BPHTB dan PBB; f. Intensifnya penyuluhan pajak daerah; g. Dilakukannya pertemuan disyanjak dengan asosiasi-asosiasi masyarakat/usaha; (IPPAT, HIPHI, PHRI,dsb); 55
62 Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya. Tabel 3.9 Perbandingan Capaian Kinerja dengan Penyerapan Anggaran Indikator Kinerja Satu an Kinerja Anggaran Target Realisasi % Anggaran Penyerapan % Jumlah Penerimaan Pajak Daerah Rp ,07% ,53% Tahun 2014, utuk Mencapai Target Penerimaan Pajak Daerah, Dinas Pelayanan Pajak menyediakan 7 (tujuh) Program Kegiatan, yaitu: 1. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. 2. Peningkatan sumber pendapatan daerah dengan pengembangan sistem informasi manajemen. 3. Penyusunan data base pajak daerah. 4. Peningkatan penerimaan PBB melalui informasi teknologi. 5. Intensifikasi dan ekstensifikasi PBB. 6. Penyusunan evaluasi tahunan pendapatan. 7. Fasilitasi penyelesaian piutang pendaftaran. Seluruh program kegiatan tersebut memiliki anggaran sebesar Rp ,- dan Dinas Pelayanan Pajak hanya menggunakan sebesar Rp ,- atau sekitar 72,53 % dari total anggaran. Dari tabel diatas dapat digambarkan bahwa dengan anggaran yang hampir setengahnya Dinas Pelayanan Pajak telah berhasil merealisasikan target sasaran pertama ini sebesar 100,07%. 56
63 II. Sasaran 2: MENINGKATNYA KESADARAN DAN KEPATUHAN MASYARAKAT MEMBAYAR PAJAK Penjelasan Umum Untuk mewujudkan tercapainya target penerimaan pajak daerah sebesar Rp ,- maka diperlukan peran serta semua pihak, termasuk juga peran serta masyarakat, khususnya wajib pajak daerah. Peran serta Wajib Pajak ini sangat berpengaruh terhadap perolehan penerimaan pajak, terutama bila didukung oleh tingkat kepatuhan Wajib Pajak tersebut dalam membayar pajak. Tingkat kepatuhan ini tidak hanya diukur dari membayar atau tidaknya Wajib Pajak tetapi juga tingkat ketepatan waktu, dalam hal ini dapat terlihat dari pembayaran pajak yang tidak melebihi waktu jatuh tempo. Cara Pengukuran Indikator: % WP yang membayar pajak = Jumlah WP yang membayar pajak Total WP x 100% % WP yang membayar pajak tapat waktu = Jumlah WP yang membayar pajak tapat waktu x 100% Total WP yang membayar pajak 57
64 Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini Tabel 3.10 Capaian Sasaran 2 No. Indikator Kinerja Utama Satuan Tahun 2014 Target Realisasi % 1 Prosentase Wajib Pajak yang taat membayar Pajak Daerah % % 2 Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu % % Rata-rata Capaian IKU % Kinerja Capaian Sasaran Tercapai Pada Tahun 2014, wajib pajak yang membayar pajak daerah sebesar 81,90 %, sedangkan untuk wajib pajak yang membayar secara tepat waktu sebesar 80,90%. Dinas Pelayanan Pajak berhasil merealisasikan target kepatuhan masyarakat ini sebesar 100%. Tingkat ketaatan pajak pada tabel diatas merupakan perhitungan dari 7 (tujuh) mata pajak, dimana BPHTB dan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJ) tidak termasuk dalam perhitungan kepatuhan wajib pajak karena cara pembayaran BPHTB tidak ditentukan oleh tanggal jatuh tempo, seperti yang dapat kami gambarkan dalam diagram tingkat kepatuhan wajib pajak per mata pajaknya di bawah ini: 58
65 63,13 58,57 77,50 76,37 69,91 76,63 87,40 83,97 82,89 92,48 89,45 91,54 90,65 99,13 Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung TINGKAT KEPATUHAN WA JIB PA JAK PER MATA PA JAK WP Patuh (Tepat Waktu) WP Bayar H O T E L R E S T O R A N H I B U R A N P A R K I R P A T R E K L A M E P B B Perbandingan Kinerja Antara Tahun 2014 dengan Tahun 2013 Tabel 3.11 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2013 No. Indikator Kinerja Utama Satuan Realisasi % 1 Prosentase Wajib Pajak yang taat membayar Pajak Daerah. % Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu. % Ketaatan Wajib pajak dalam membayar pajak pada Tahun 2013 hanya sebesar 72,95%, sedangkan untuk Tahun 2014 menjadi 81,90% atau mengalami kenaikan sebesar 8,95%. Persentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu-pun mengalami kenaikan dari Tahun 2013 yang hanya sebesar 66,87% menjadi 80,90% atau mengalami kenaikan sebesar 14,03%. Berikut ini ditampilkan perbandingan ketaatan wajib pajak antara Tahun 2013 dengan 2014 per mata pajaknya. 59
66 31,17 55,22 60,71 61,85 59,7 58,11 63,13 58,57 74,41 69,91 71,71 67,94 77,5 76,37 81,84 87,40 78,78 83,97 76,63 82,89 92,48 89,88 89,45 91,54 97,71 99,13 89,71 90,65 Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung PERBANDINGAN KETAATAN WAJIB PAJAK TAHUN WP Bayar 2013 WP Bayar 2014 WP Tepat Waktu 2013 WP Tepat Waktu 2014 H O T E L R E S T O R A N H I B U R A N P A R K I R P A T R E K L A M E P B B Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan Tahun 2014 dengan target jangka menengah. Tabel 3.12 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2018 No. Indikator Sasaran Satuan Realisasi Tahun 2014 Rencana sesuai dengan Renstra Tahun 2018 Persentase Capaian Kinerja 1 2 Prosentase Wajib Pajak yang taat membayar Pajak Daerah. Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu. % % % % 60
67 Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya Perbandingan Capaian Kinerja dengan Penyerapan Anggaran Indikator Kinerja Prosentase Wajib Pajak yang taat membayar Pajak Daerah. Prosentase Wajib Pajak yang membayar Pajak Daerah secara tepat waktu. Kinerja Anggaran Satuan Target Realisasi % Anggaran Penyerapan % % % % % 1,508,400, ,243, % Pada Tahun 2014 penyerapan anggaran untuk menunjang Sasaran Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat membayar pajak mencapai 50,93%. Tetapi dengan menggunakan anggaran yang hanya setengah dari pagu anggaran, Dinas Pelayanan Pajak dapat merealisasikan target kinerjanya sebesar 100%. Hal ini menggambarkan efektifitas dari kegiatan yang telah dilakukan. Program Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk menunjang sasaran ini diantaranya adalah: 1. Pengendalian Kualitatif dan Kuantitatif Pajak Terpadu 2. Pengendalian Partisipasi Aktif Wajib Pajak. 3. Pengendalian Program Kerja Pemeriksaan Tahunan. III. Sasaran 3: INSENTIF (PENGURANGAN) PAJAK BAGI WAJIB PAJAK KATEGORI TERTENTU SESUAI DENGAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN. Penjelasan Umum Untuk menjalankan amanah RPMD Kota Bandung Tahun , dimana terdapat dalam indikatornya jumlah kelompok sasaran sasaran/jenis yang mendapatkan insentif pajak, maka dari itu Dinas 61
68 Pelayanan Pajak Kota Bandung mengeluarkan kebijakan dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwal) Bandung Nomor 1331 Tahun 2014 tentang Perubahan ketiga atas Peraturan Walikota Nomor 887 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis dan Tata Cara Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan pada pasal 27 Ayat 4 huruf a,b,dan c mengenai pemberian insentif pajak/pengurangan atau Pembebasan PBB. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini Tabel 3.14 Analisis Pencapaian Sasaran 3 No. Indikator Kinerja Utama Satuan Tahun 2014 Target Realis as i % 1 Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan ins entif pajak Jumlah ,00% Rata-rata Capaian IKU 100,00% Kinerja Capaian Sas aran Ses uai Target Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan insentif pajak berdasarkan kepada Peraturan Walikota (Perwal) Bandung Nomor 1331 Tahun 2014 tentang Perubahan ketiga atas Peraturan Walikota Nomor 887 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis dan Tata Cara Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan pada pasal 27 Ayat 4 huruf a,b,dan c mengenai pemberian insentif pajak/pengurangan atau Pembebasan PBB, ada 12 kelompok sasaran yang mendapat insentif pajak/pengurangan pajak seperti: 1) Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Pensiunan PNS, TNI/Polri; 2) Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Pensiunan BUMN; 3) Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak yang berpenghasilan rendah; 62
69 4) Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak orang pribadi veteran, pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan, termasuk janda/dudanya; 5) Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak orang pribadi tokoh pejuang social; 6) Objek Pajak yang mempunyai fungsi pelestarian lingkungan; 7) Objek Pajak yang mempunyai fungsi bangunan yang termasuk cagar budaya yang ditetapkan oleh Walikota, antara lain : a) bangunan cagar budaya kelas A diberikan pengurangan 35% dari besarnya pajak terutang; b) bangunan cagar budaya kelas B diberikan pengurangan 30% dari besarnya pajak terutang; c) bangunan cagar budaya kelas C diberikan pengurangan 25% dari besarnya pajak terutang 8) Objek Pajak yang terkena bencana alam; 9) Wajib Pajak badan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas pada tahun sebelumnya; 10) Objek pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau dimanfaatkan oleh wajib pajak yang berbadan hukum yang mengupayakan kantor plastik atau kantong alternatif lain yang ramah lingkungan; 11) Objek Pajak perguruan tinggi swasta; 12) Objek Pajak Rumah Sakit Swasta; Pada Tahun 2014, Dinas Pelayanan Pajak memberikan Insentif (Pengurangan)Pajak kepada 4493objek pajak PBB, yang terdiri dari: 1. Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Pensiunan PNS, TNI/Polri, sebanyak
70 2. Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak yang berpenghasilan rendah, sebanyak Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai dan/atau pemanfaatan/dimanfaatkan oleh Wajib Pajak orang pribadi veteran, pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan, termasuk janda/dudanya, sebanyak Objek Pajak perguruan tinggi swasta, sebanyak Objek Pajak Rumah Sakit Swasta, sebanyak 3. Kelompok Masyarakat yang Mendapatkan Insentif Pajak 12,80% 0,20% 10,48% 76,52% Pensiunan Berpenghasilan Rendah Veteran Lainnya Pemberian insentif PBB ini didasarkan kepada syarat-syarat yang diberlakukan pada tiap kelompok sasaran tersebut. Adanya sosialisasi tentang Insentif Pajak pada operasi terpadu yang dilaksanakan oleh Bidang Pajak Penetapan, memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya keringanan jumlah PBB terutang yang dibebankan kepada kelompok masyarakat tertentu. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu. Pada Tahun 2013 tidak ada kebijakan pemberian insentif atau disinsentif pajak daerah yang diberikan kepada kelomok sasaran/jenis yang mendapatkan insentif/pengurangan atau disinsentif pajak daerah, sehingga baik target maupun realisasinya nihil. 64
71 Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi Tabel 3.15 Pencapaian Indikator Sasaran 3 Tahun 2014 dibandingkan Target Akhir Renstra Dinas Pelayanan Pajak No. Indikator Sasaran Satuan Realisasi Tahun 2014 Rencana sesuai dengan Renstra Tahun 2018 Persentase Capaian Kinerja 1 Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan ins entif pajak Jumlah Kelompok Sas aran % Untuk akhir tahun Renstra (Tahun 2018), Dinas Pelayanan Pajak menargetkan akan memberikan Insentif pajak kepada 15 kelompok sasaran, terutama kepada Wajib Pajak PBB. Insentif pajak yang diberikan ini sebagai upaya Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dalam memenuhi aspek keadilan sebagai syarat yang diterapkan dalam Undang Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya Perbandingan Capaian Kinerja dengan Penyerapan Anggaran Indikator Kinerja Jumlah kelompok sasaran yang mendapatkan insentif pajak Satuan Jumlah kelompok sasaran Kinerja Anggaran Target Realisasi % Anggaran Penyerapan % % 420,495, ,372, % Untuk melaksanakan sasaran ke-3 yaitu Insentif (pengurangan) pajak bagi wajib pajak kategori tertentu sesuai dengan perundangan yang berlaku sebagai bentuk penghargaan, Dinas Pelayanan Pajak telah menganggarkan 65
72 Rp ,-. dan hanya diserap Rp ,- atau sebesar 50,74%. Dengan menggunakan sumber daya yang hanya setengahnya, Dinas Pelayanan Pajak dapat mencapai kinerja yang ditentukan sebesar 100%. IV. Sasaran 4: TERWUJUDNYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Penjelasan Umum. Pelayanan publik oleh aparatur pemerintah dewasa ini masihbanyak dijumpai kelemahan sehingga belum dapat memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Hal ini ditandai dengan masih adanya berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media masa, sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik terhadap aparatur pemerintah. Mengingat fungsi utama pemerintah adalah melayanai masyarakat maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Tersedianya data IKM secara periodik ini, dapat mengetahui kelemahan atau kekurangan serta kinerja penyelenggaraan pelayanan sebagai bahan evaluasi, sehingga dapat membuat kebijakan yang perlu diambil dan upaya meningkatkan kinerja pelayanan. Cara Pengukuran Indikator. Dalam penyusunan IKM, digunakan kuesioner sebagai alat bantu pengumpulan data kepuasan masyarakat penerima pelayanan. Berdasarkan prinsip pelayanan yang digunakan oleh SMM ISO 9001: 2008 maka dikembangkan menjadi 21 unsur dalam pengukuran indeks kepuasan masyarakat. Unsur tersebut dibagi menjadi 4 bagian: A. Waktu dan Biaya Pelayanan: 1. Waktu tunggu dan pelayanan. 2. Informasi mengenai waktu pelayanan. 66
73 3. Tingkat kenyamanan ruang pelayanan. 4. Kesesuaian jumlah petugas dibandingkan dengan beban pekerjaan pelayanan yang harus dilayani. B. Mekanisme / Prosedur Pelayanan: 1. Kemudahan prosedur pelayanan. 2. Sosialisasi persyaratan tentang pelayanan kepada wajib pajak. 3. Prosedur pelaksanaan perbaikan bila terjadi ketidaksesuaian jasa pelayanan. C. Sarana dan Prasarana: 1. Peralatan dalam melakukan pelayanan. 2. Fasilitas toilet. 3. Fasilitas ruang tunggu. 4. Fasilitas area parkir. 5. Fasilitas tempat ibadah. 6. Keamanan dan kenyamanan tempat pelayanan. 7. Informasi pelayanan (brosur, papan informasi pelayanan) telah tersedia sesuai dengan kebutuhan. 8. Tata letak (layout) tempat pelayanan. D. Profesionalisme dan Kepribadian: 1. Petugas telah melakukan pekerjaannya dengan professional dan bertanggung jawab. 2. Responsifitas / daya tanggap dan perhatian (empati) petugas dalam menerim keluhan. 3. Kemampuan yang dimiliki petugas dalam melakukan pelayanan. 4. Pengetahuan petugas dalam menjawab pertanyaan berkaitan dengan pelayanan. 5. Kedisiplinan petugas dalam memberikan pelayanan. 6. Kesopanan dan keramahan petugas. 67
74 Perhitungan Indeks Kepuasan. Salah satu arah Dinas Pelayanan Pajak dalam memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan yang dihadapi dalam masa lima tahun mendatang adalah meningkatkan kepuasan wajib pajak, maka peningkatan mutu pelayanan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kinerja Dinas Pelayanan Pajak. Untuk tahun 2014 ini atau bisa dikatakan awal tahun RPJMD , Disyanjak menetapkan target 516,14 untuk IKM bidang pelayanan pajak daerah, dengan sasaran terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Dari hasil pengukuran IKM, diperolehlah skala nilai sebagai berikut: Skala Nilai Kategori Sangat Tidak Puas Tidak Puas Cukup Puas Puas Sangat Puas Perbandingan antara Kinerja Nyata (Tahun 2014) dengan Kinerja yang direncanakan. Dari 150 responden yang disurvey dengan 21 kuesioner, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung berhasil memperoleh nilai IKM 516,14yang berarti kategori Puas untuk kinerja unit pelayanan. Unsur pengukuran IKM yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Kemudahan Prosedur Pelayanan. Hal ini dapat dilihat dari skor nilai per unsur yang mencapai 574. Keberhasilan ini ditunjang dari disusunnya Perwal Nomor 016 Tahun 2014 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah. Dengan adanya SOP ini, masyarakat pada umumnya, dan wajib pajak pada khususnya merasakan kemudahan dalam menikmati pelayanan pajak daerah. 68
75 Perbandingan antara Kinerja Nyata (Tahun 2014) dengan Kinerja Tahun Pengukuran IKM pada Tahun 2013 dilakukan oleh Disyanjak dan mendapatkan hasil IKM sebesar 86,780 dengan menggunakan 21 kuesioner. Unsur yang memiliki Nilai Rata-rata tertinggi adalah unsur Petugas telah melakukan pekerjaannya dengan profesional dan bertanggungjawab. Hal ini menggambarkan kualitas Sumber Daya Manusia fungsi pelayanan telah sesuai harapan masyarakat. Tingginya pada unsur ini juga dapat diartikan bahwa SOP Pelayanan telah dipahami secara baik oleh petugas pelayanan. Sedangkan unsur yang memiliki Nilai Rata-rata terendah adalah Fasilitas Toilet. Untuk meningkatkan nilai unsur penilaian ini maka Dinas Pelayanan Pajak pada Tahun 2014 melakukan renovasi sarana toilet. Tetapi dikarenakan jumlah responden sangat kecil (67 responden) dan dianggap tidak bisa memenuhi akurasi hasil penyusunan indeks, maka perbandingan kinerja antara Tahun 2014 dengan tahun sebelumnya tidak bisa dibandingkan. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan Tahun 2014, dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen RPJMD. No Tabel 3.17 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2018 Indikator Tahun 2014 Tahun 2018 Satuan % Kinerja Target Realisasi Target Realisasi 1 IKM bidang pelayanan pajak daerah Kategori 516,14 (ISO) 516,14 (ISO) ,5 (Kepmenpan No. 25) 516,14 (ISO) Dalam mengukur IKM pada Tahun 2014, Dinas Pelayanan Pajak menggunakan pengukuran berdasarkan ISO 9001:2008 dengan menggunakan 21 kuesioner. Tahun 2015 hingga 2018, tata cara 69
76 penyusunan IKM menggunakan dasar hukum Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: Kep/25/M.PAN/2/2004 Tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah, dengan menggunakan 14 kuesioner. Perubahan metode pengukuran ini dikarenakan adanya kesepakatan dari tiap SKPD se-kota Bandung untuk penentuan metode pengukuran IKM. Analisis penyebab keberhasilan atau peningkatan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan. Keberhasilan Dinas Pelayanan Pajak mendapatkan nilai IKM sesuai dengan nilai yang ditargetkan didukung oleh Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan Kegiatan: 1. Adanya sistem on line dengan pihak Bank yang bekerjasama dalam pemungutan pajak. 2. Pada Tahun 2014 Dinas Pelayanan Pajak meluncurkan 3 unit Bis Layanan Pajak yang berfungsi untuk memberikan pelayanan maksimal dengan caramendekatkan diri dengan lokasi wajib pajak berada. 3. Disusunnya Perwal No. 016 Tahun 2014 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah. 4. Adanya renovasi ruang pelayanan yang dilakukan pada akhir Tahun 2013, dan fasilitas ini bisa dirasakan manfaatnya pada Tahun 2014, sehingga memberikan kenyamanan pelayanan pada Dinas Pelayanan Pajak. 5. Adanya renovasi Toilet di Gedung Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung, tentunya menambah poin untuk sarana dan prasarana Kantor Pelayanan Pajak. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya Tabel 3.18 Perbandingan Capaian Kinerja dengan Penyerapan Anggaran Indikator Kinerja Satuan Kinerja Anggaran Target Realisasi % Anggaran Penyerapan % IKM Bidang Pelayanan Pajak Daerah Nilai 516,14 516,14 100% ,40% 70
77 Di dalam mewujudkan sasaran Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Dinas Pelayanan Pajak menyediakan 4 (empat) Program Kegiatan, yaitu: 1. Program pelayanan administrasi perkantoran dengananggaran sebesar Rp ,- 2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dengan anggaran sebesar Rp ,- 3. Program peningkatan disiplin aparatur, dengan anggaran sebesar Rp ,- 4. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, dengan anggaran sebesar Rp ,- Anggaran yang terserap untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja instasi pemerintah ini sebesar Rp ,- atau sekitar 82,40% dari total anggaran yang tersedia yaitu Rp ,-. Walaupun anggaran ini tidak terserap 100%, tetapi capaian kinerja yang dihasilkan bisa mencapai 100%. Hal ini menandakan bahwa program kegiatan yang dilaksanakan sangatlah efektif dalam pencapaian sasaran. Sedangkan efisiensi anggaran yang dilakukan adalah sebesar 17,6%. V. Sasaran 5: MENINGKATNYA KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAHAN (BIROKRASI) Penjelasan Umum Sistem manajemen pemerintahan yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas dan sekaligus peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome) dikenal sebagai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP). Sistem AKIP diimplementasikan secara self assestment oleh masing-masing instansi pemerintah, ini berarti instansi pemerintah secara mandiri merencanakan, melaksanakan, mengukur, dan memantau kinerja serta melaporkannya kepada instansi yang lebih tinggi. 71
78 Untuk mengetahui sejauh mana instansi pemerintah melaksanakan dan memperhatikan kinerjanya, serta sekaligus untuk mendorong adanya peningkatan kinerja instansi pemerintah, maka perlu dilakukan suatu pemeringkatan atas hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tersebut. Pemeringkatan ini diharapkan dapat mendorong instansi pemerintah di pusat dan daerah untuk secara konsisten meningkatkan akuntabilitas kinerjanya dan mewujudkan capaian kinerja organisasinya sesuai yang diamanahkan dalam RPJM Nasional / RPJM Daerah. Di dalam misi ke-2 RPJMD Kota Bandung yaitu Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih, dan melayani dengan tujuan Terlaksananya Reformasi Birokrasi, memuat Sasaran Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi, dengan Target Kinerja: Nilai Evaluasi AKIP Kota CC. Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung sebagai SKPD yang berada di dalam Pemerintahan Kota Bandung, tentunya memberikan peranan agar target kinerja tersebut dapat tercapai. Oleh karena itu di Tahun 2014 ini Dinas Pelayanan Pajak menargetkan kategori CC untuk hasil evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Cara Pengukuran Indikator Untuk melihat peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (birokrasi), Dinas Pelayanan Pajak menggunakan 2 (dua) indikator kinerja yaitu: 1. Prosentase temuan BPK / Inspektorat yang ditindaklanjuti. 2. Nilai hasil evaluasi AKIP SKPD oleh Kemenpan RB / Inspektorat. Berikut ini cara pengukuran dari 2 (dua) indikator kinerja tersebut: % temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti = Jumlah temuan BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti Total temuan BPK/Inspektorat X 100% 72
79 Dalam penilaian AKIP SKPD, Inspektorat melakukan evaluasi atas AKIP pada Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung. Evaluasi dilaksanakan terhadap 4 (empat) komponen besar manajemen kinerja, yang meliputi: Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Pencapaian Sasaran / Kinerja Organisasi. Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s.d 100. Nilai hasil akhir dari penjumlahan komponen-komponen akan dipergunakan untuk menentukan tingkat akuntabilitas Dinas Pelayanan Pajak terhadap kinerjanya, dengan kategori sebagai berikut: No Kategori Nilai Angka 1 AA > Memuaskan 2 A >75-85 Sangat Baik Interprestasi 3 B >65-75 Baik, perlu sedikit perbaikan 4 CC > C > D 0-30 Cukup (memadai), perlu banyak perbaikan yang tidak mendasar Kurang, perlu banyak perbaikan, termasuk perubahan yang mendasar Sangat Kurang, perlu banyak sekali perbaikan & perubahan yang sangat mendasar Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini Tabel 3.19 Capaian Sasaran 5 No. Indikator Kinerja Utama Satuan Tahun 2014 Target Realis as i % 1 Prosentase temuan BPK / Ins pektorat yang ditindaklanjuti % 80,00 100,00 125,00% 2 Nilai hasil evaluasi AKIP SKPD oleh Kemenpan RB / Ins pektorat Nilai 63,89 63,89 100,00% Rata-rata Capaian IKU 112,50% Kinerja Capaian Sas aran Melebihi Target 73
80 Pada Tahun 2014, berdasarkan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI maupun oleh Inspektorat terhadap temuan Tahun 2013, Dinas Pelayanan Pajak telah menindaklanjuti seluruh temuan BPK / Inspektorat, sehingga capaian kinerjanya menjadi 125% dikarenakan penetapan target yang hanya sebesar 80%. Berikut ini hasil temuan BPK / Inspektorat yang telah ditindaklanjuti oleh Dinas Pelayanan Pajak: 1. Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja Atas Pengelolaan Pajak Hotel, Restoran dan Reklame pada Pemerintah Kota Bandung TA 2012 dan Semester I Tahun 2013, Nomor: 08/LHP/XVIII.BDG/01/2014 tanggal 21 Januari Terhadap LHP ini, Dinas Pelayanan Pajak telah melakukan Tindak Lanjut atas Rekomendasi BPK yang terlampir dalam Surat Nomor: 700/323-Disyanjak perihal Tindak Lanjut LHP BPK. 2. Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bandung Tahun Anggaran 2013 dalam kaitannya dengan Sistem Pengendalian Intern Nomor : 44.B/LHP/XVIII. BDG/05/2014 tanggal 26 Mei Terhadap LHP ini, Dinas Pelayanan Pajak telah melakukan Tindak Lanjut atas Rekomendasi BPK yang terlampir dalam Surat Nomor: 700/322-Disyanjak perihal Tindak Lanjut LHP BPK. 3. Laporan Hasil Evaluasi Terbatas Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun Anggaran 2013, Nomor Hasil Evaluasi 710/379-Inspektorat Tanggal 30 Juni Terhadap hasil evaluasi ini telah dilakukan Tindak Lanjut atas Rekomendasi Inspektorat, yang terlampir dalam Surat Nomor : 700/732-Disyanjak Perihal Tindak Lanjut Rekomendasi Inspektorat Lakip Disyanjak TA Di dalam meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, pada Tahun 2014 Dinas Pelayanan Pajak menargetkan nilai evaluasi AKIP untuk Tahun 2013 sebesar 63,89. Hal ini berhasil diraih oleh Dinas Pelayanan Pajak, terbukti dari hasil evaluasi AKIP yang dilakukan oleh Inspektorat Kota Bandung terhadap 5 dokumen, diantaranya adalah: LAKIP 74
81 Tahun 2013, Renstra , RKT 2013, Penetapan Kinerja Tahun 2013, berhasil mendapatkan nilai 63,89 dengan kategori CC atau perlu banyak perbaikan yang tidak mendasar. Nilai sebagaiman tersebut, merupakan akumulasi penilaian terhadap seluruh komponen manajemen kinerja yang dievaluasi di lingkungan Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung, dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan Kinerja, memperoleh nilai 20,56. b. Pengukuran Kinerja, memperoleh nilai 11,46. c. Pelaporan Kinerja, memperoleh nilai 12,63. d. Pencapaian Sasaran, memperoleh nilai 19,20. Perbandingan antara Kinerja Nyata (Tahun 2014)dengan Kinerja Tahun Tabel 3.20 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2013 No. Indikator Kinerja Utama Satuan Realisasi Peningkatan 1 Nilai hasil evaluasi AKIP oleh Ins pektorat Nilai 53,41 63,89 10,48 Pada Tahun 2014, nilai hasil evaluasi terhadap AKIP Tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 10,48 poin dari penilaian evaluasi AKIP Tahun Peningkatan yang cukup signifikan ini didapat dari rincian sebagai berikut: No. Manajemen Kinerja Tahun 2012 Tahun Perencanaan Kinerja 20,61 20,56 2 Pengukuran Kinerja 5,38 11,46 3 Pelaporan Kinerja 13,18 12,63 4 Pencapaian Sasaran 14,22 19,20 75
82 Tahun 2012 Tahun Perencanaan Kinerja Pengukuran Kinerja Pelaporan Kinerja Pencapaian Sasaran Dapat dilihat dari grafik diatas bahwa unsur yang memberikan peningkatan nilai AKIP yang cukup besar adalah Pengukuran Kinerja dengan Pencapaian Sasaran yaitu sebesar 11,06. Sementara unsur Pelaporan Kinerja mengalami penurunan nilai sebesar 0,55 poin. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan Tahun 2014 dengan target jangka menengah. Tabel 3.21 Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun 2018 No. Indikator Sasaran Satuan 1 2 Prosentase temuan BPK / Inspektorat yang ditindaklanjuti Nilai hasil evaluasi AKIP SKPD oleh Kemenpan RB / Ins pektorat Realisasi Tahun 2014 Rencana sesuai dengan Renstra Tahun 2018 Persentase Capaian Kinerja % 100, ,11% Nilai 63, ,07% Sebagai upaya dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung selalu berupaya menindaklanjuti temuan BPK maupun Inspektorat. Hal ini terlihat dari capaian indikator kinerja pertama yaitu Prosentase temuan BPK / Inspektorat yang ditindaklanjuti, telah melampaui target kinerja tahun terakhir Renstra(Tahun 2018), yaitu mencapai 111,11%. 76
83 Target penilaian evaluasi atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pelayanan Pajak pada akhir tahun RPJMD atau Tahun 2018 adalah dengan nilai 76. Untuk memperoleh nilai tersebut, Dinas Pelayanan Pajak membutuhkan 12,11 poin lagi atau rata-rata kenaikan nilai evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja sekitar 3,03 poin per tahunnya. Hal ini dapat dicapai apabila Dinas berhasil menggambarkan tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan Dinas sebagai penjabaran dari visi, misi, dan strategi Dinas yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Analisis penyebab keberhasilan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan. Adanya kenaikan nilai atas Laporan Akuntabilitas Kinerja ini diperoleh dari komponen Pengukuran Kinerja dan Pencapaian Sasaran. Telah dilakukannya banyak perbaikan atas Laporan Akuntabilitas Kinerja pada Tahun 2013, terutama pada komponen Indikator Kinerja Utama sebagai ukuran kinerja secara formal yang tidak dipenuhi pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013, IKU telah dapat diukur secara objektif, IKU telah menggambarkan hasil, IKU telah cukup untuk mengukur kinerja dan telah diukur realisasinya. Komponen kedua yang mempengaruhi kenaikan nilai evaluasi atas Laporan Akuntabilitas Kinerja adalah Pencapaian Sasaran yang mendapatkan nilai 19,20, yang merupakan penilaian kinerja yang dilaporkan(output/outcome) atas target dapat dicapai, capaian kinerja lebih baik dari bahan sebelumnya dan informasi mengenai kinerja cukup diandalkan. 77
84 Faktor-faktor Pendukung Pencapaian Sasaran. Didukung oleh 2 Program Kegiatan, yaitu: - Penyusunan RENSTRA dan RENJA SKPD. - Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD. Anggaran sebesar Rp ,- Adanya pendampingan dari Bagian Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur Daerah (Bag. ORPAD) kepada SKPD yang berada di Kota Bandung untuk teknis penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja SKPD. Faktor-faktor Penghambat Sasaran. Belum adanya kemandirian dari unit kerja (bidang / bagian) untuk mengukur kinerjanya secara akuntabel. Untuk beberapa sasaran, tidak adanya kode rekening program kegiatan yang dapat menunjang sasaran tersebut. Solusi / Rekomendasi / Tindak lanjut untuk Pencapaian Sasaran. Sosialisasi terhadap perjanjian kinerja serta rencana kerja dinas. Review terhadap SKP kabid dan kasi secara periodic. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya Indikator Kinerja Satuan Prosentase temuan BPK / Inspektorat yang ditindaklanjuti Nilai hasil evaluasi AKIP SKPD oleh Kemenpan RB / Ins pektorat Tabel 3.22 Perbandingan Capaian Kinerja dengan Penyerapan Anggaran Kinerja Anggaran Target Realisasi % Anggaran Penyerapan % % 80,00 100,00 125% Nilai 63,89 63,89 100% Capaian Kinerja Sasaran 5 112,50% ,95% 78
85 Di dalam mewujudkan sasaran peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (birokrasi), Dinas Pelayanan Pajak menyediakan 2 (dua) Program Kegiatan, yaitu: 1. Program perencanaan pembangunan daerah dengan anggaran sebesar Rp ,- 2. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dengan anggaran sebesar Rp ,- Anggaran yang terserap untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitan dan akuntabilitas kinerja instasi pemerintah ini sebesar Rp ,- atau sekitar 86,95% dari total anggaran yang tersedia yaitu Rp ,-. Walaupun anggaran ini tidak terserap 100%, tetapi capaian kinerja yang dihasilkan bisa mencapai 112,50%. Hal ini menandakan bahwa program kegiatan yang dilaksanakan sangatlah efektif dalam pencapaian sasaran. Sedangkan efisiensi anggaran yang dilakukan dapat dilihat dari jumlah penyerapan anggaran yang berada di bawah 100% Akuntabilitas Keuangan Selama tahun 2014 pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi serta untuk mewujudkan target kinerja yang ingin dicapai Dinas Pelayanan PajakKotaBandung dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KotaBandungDPA Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dengan total nilai keseluruhan adalah sebesar Rp ,- sedangkan realisasi anggaran mencapai Rp ,-atau dengan serapan dana APBD mencapai 77,96%, dengan demikian dapat dikatakan kondisi anggaran adalah Silpa Rp ,-. Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran yang terkait dengan pencapaian target kinerja tujuan dan sasaran pada setiap Misi Renstra 79
86 Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung pada tahun 2014 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.23 Pagu dan Realisasi Anggaran Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 No Misi Pagu Anggaran Realisasi Anggaran % 1 Menjadikan Pajak Daerah sebagai penopang pembangunan ,54% 2 Meningkatkan kualitas pelayanan Pajak Daerah ,47% Dari tabel diatas dapat diketahui anggaran yang direncanakan dan dimanfaatkan untuk pencapaian misi organisasi serta tingkat efisisensi yang telah dilakukan oleh Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung pada tahun Untuk mengetahui efektifitas anggaran terhadap capaian Misi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung, dapat diketahui dari capaian kinerja misi dan anggaran yang digunakan pada tahun 2014 sebagaimana tabel berikut: Tabel 3.24 Efetifitas AnggaranTerhadap Capaian Misi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 No. A. Kategori Menjadikan Pajak Daerah sebagai penopang pembangunan Jumlah Indikator 3 Persentase 1 Melebihi Target 4 100,00% 2 Tercapai 0 0,00% 3 Tidak Tercapai 0 0,00% B. Meningkatkan kualitas pelayanan Pajak Daerah 1 1 Melebihi Target 1 100,00% 2 Tercapai 0 0,00% 3 Tidak Tercapai 0 0,00% Anggaran Realisasi % Rp ,-,- 65,54 Rp ,- 82,47 80
87 Tabel 3.25 Penyerapan Anggaran pada setiap Misi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung No. Misi Pagu Indikatif Renstra (Rp) Realisasi anggaran tahun ke-1 Jumlah % (dari Pagu Indikatif) 1 2 Menjadikan Pajak Daerah sebagai Penopang Pembangunan Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pajak Daerah Rp ,- Rp ,- Rp ,- 14,41% Secara umum efektifitas anggaran terhadap capaian Misi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung, dapat disimpulkan bahwa anggaran yang digunakan kurang efektif terhadap capaian kinerja misi organisasi Prestasi dan Penghargaan Dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dilakukan secara optimal dengan mengerahkan sumber daya dan potensi yang dimiliki, sehingga Dinas Pelayanan PajakKota Bandung telah memperoleh penghargaan yang diberikan oleh pimpinan maupun stakeholder atas prestasi yang dicapai, prestasi dan penghargaan selama kurun waktu 1 (satu) tahun tersebut, sebagai berikut: 81
88 NO NAMA KEJUARAAN/ KEGIATAN TINGKATKEJUARAAN/ KEGIATAN KET 1. JUARA KE I SEPAK BOLA LIGA NGABUBURIT 2. JUARA KE II POR PEMKOT BANDUNG JUARA KE I OLAH RAGA FUTSAL JUARA KE II OLAH RAGA CATUR JUARA KE I SENAM BEREGU PUTRI JUARA KE II BILLIARD JUARA KE I BULU TANGKIS JUARA KE I GERAK JALAN BEREGU PUTRA JUARA KE II GERAK JALAN BEREGU PUTRI JUARA KE I SINGLE TENIS LAPANGAN JUARA KE III DOUBLE TENIS LAPANGAN JUARA KE II PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT/ WEB LAPOR/ MEDIA SOSIAL JUARA KE III KENDARAAN HIAS DALAM RANGKA HARI JADI KOTA BANDUNG (HJKB) KEJUARAN SEPAK BOLA LIGA NGABUBURIT PROV.JAWA BARRAT PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEKAN OLAH RAGA PEMERINTAH KOTA BANDUNG (POR PEMKOT) PEMERINTAH KOTA BANDUNG / PELAYANAN PENGADUAN PEMKOT BANDUNG PANITIA HJKB PEMERINTAH KOTA BANDUNG 82
89 BAB IV P E N U T U P Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 2014 ini merupakan pertanggung jawaban tertulis atas penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance) Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun Pembuatan LKIP ini merupakan langkah yang baik dalam memenuhi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai upaya untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik sebagaimana diharapkan oleh semua pihak. ini dapat menggambarkan kinerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dan Evaluasi terhadap kinerja yang telah dicapai baik berupa kinerja kegiatan, maupun kinerja sasaran, juga dilaporkan analisis kinerja yang mencerminkan keberhasilan dan kegagalan. Dalam tahun 2014 Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung menetapkan sebanyak 5(lima) sasaran dengan 7(tujuh) indikator kinerja sesuai dengan Rencana Kinerja Tahunan dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2014 yang ingin dicapai. Secara rinci pencapaian sasaran dapat dijelaskan sebagai berikut : Sasaran 1 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 100,07% atau interpretasi melebihi target. Sasaran 2 terdiri dari 2 indikator dengan nilai 100% atau interprestasi tercapai. Sasaran 3 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 100% atau interprestasi tercapai. Sasaran 4 terdiri dari 1 indikator dengan nilai 100% atau interprestasi tercapai. Sasaran 5 terdiri dari 2 indikator dengan nilai 112,5% atau interprestasi melebihi target. 83
90 Dari hasil pengukuran terhadap pencapaian sebanyak 5 (lima) sasaran tersebut, secara umum telah mencapai nilai 112,50% yang termasuk dalam Interpretasi Melebihi Target. Dalam Tahun Anggaran 2014 untuk pelaksanaan program dan kegiatan pada Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dalam rangka mencapai target kinerja yang ingin dicapai dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp ,00 sedangkan realisasi anggaran mencapai Rp ,00 atau dengan serapan dana APBD mencapai 77,96%, dengan demikian dapat dikatakan tahun 2014 Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung kondisi anggaran adalah Silpa Rp ,00 Dengan tersusunnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung ini, diharapkan dapat memberikan gambaran Kinerja Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung kepada pihakpihak terkait baik sebagai stakeholders ataupun pihak lain yang telah mengambil bagian dengan berpartisipasi aktif untuk membangun Kota Bandung. Bandung, 2015 KEPALA DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG, Drs. PRIANA WIRASAPUTRA, M.M. Pembina Utama Muda NIP
91 85
92 Bidang Pajak Penetapan PAT REKLAME PBB BULAN TAAT % KURANG TAAT WP BAYAR % JUMLAH BAYAR JUMLAH WP % TAAT % KURANG TAAT WP BAYAR % JUMLAH BAYAR WP BAYAR JUMLAH % WP TAAT % KURANG TAAT % JUMLAH BAYAR % JUMLAH WP JAN , , , ,24 1 0, ,08% 157 FEB 65 79, , , ,44 4 0, ,45% 763 MAR 73 83, , , , , ,71% 692 APR , , , ,00 0 0, ,81% 520 MEI , , , ,41 7 1, ,25% 493 JUN , , , ,36 4 0, ,59% 758 JUL , , , ,67 2 0, ,42% 745 AGU , , , ,59 2 0, ,66% 580 SEP , , , ,16 5 0, ,02% 605 OKT , , , ,78 9 1, ,75% 811 NOV , , , ,43 3 0, ,86% 541 DES , , , , , ,93% 488 RATA- RATA , , , ,13 5 0, ,54% , , ,
93 Lampiran I REKAP PERSENTASE KETAATAN WAJIB PAJAK DINAS PELAYANAN PAJAK TAHUN 2014 HOTEL RESTORAN HIBURAN PARKIR PAT REKLAME PBB RATA-RATA % WP TAAT % WP BAYAR % WP TAAT % WP BAYAR % WP TAAT % WP BAYAR % WP TAAT % WP BAYAR % WP TAAT % WP BAYAR % WP TAAT % WP BAYAR % WP TAAT % WP BAYAR % WP TAAT % WP BAYAR 77,50% 87,40% 76,37% 92,48% 76,63% 83,97% 63,13% 89,36% 82,89% 69,91% 99,13% 91,54% 90,65% 58,57% 80,90% 81,89%
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) DINAS PELAYANAN PAJAK TAHUN 2014
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) DINAS PELAYANAN PAJAK TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG TAHUN 2014 TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan
Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung
KATA PENGANTAR Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung telah menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) DINAS PELAYANAN PAJAK TAHUN 2015
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) DINAS PELAYANAN PAJAK TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas
DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa bernegara
PROFILE DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG
PROFILE DINAS PELAYANAN PAJAK KOTA BANDUNG Pajak daerah merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Seiring dengan ditetapkannya otonomi daerah,
Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP)
TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH DINAS PELAYANAN PAJAK PEMERINTAH KOTA BANDUNG
TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH DINAS PELAYANAN PAJAK PEMERINTAH KOTA BANDUNG A. TUJUAN DINAS PELAYANAN PAJAK Tujuan merupakan implementasi atau penjabaran dari misi yang merupakan suatu (apa) yang
INSPEKTORAT KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Kasih sayang-nya sehingga Laporan Inspektorat Kota Bandung Tahun 2015 ini dapat tersusun Laporan ini merupakan
LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG
LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG INSPEKTORAT KOTA BANDUNG RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Kinerja Inspektorat Kota Bandung
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2013 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BANDUNG 2014 KATA PENGANTAR Bidang kependudukan merupakan salah satu hal pokok dan penting
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunianya Reviu Dokumen
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
BAB II PERENCANAAN KINERJA. mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman
BAB II PERENCANAAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2015 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan
User [Pick the date]
RENCANA KERJA KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG TAHUN 2016 User [Pick the date] KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG Jl babakan sari no.177 Bandung telepon (022) 7271101 2015 Rencana Kerja Kecamatan Kiaracondong
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)
BAGIAN TATA USAHA SETDA KOTA BANDUNG 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) Bagian Tata Usaha Setda Kota Bandug vi KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan
KECAMATAN UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunianya Reviu Dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Kecamatan Ujungberung Kota Bandung Tahun 2016,
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA BANDUNG Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku
P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M
P E M E R I N T A H K O T A M A T A R A M SEKRETARIAT DAERAH KEPUTUSAN SEKRETARIS DAERAH KOTA MATARAM NOMOR : 188.4/747/Org./X/2017 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SEKRETARIAT DAERAH KOTA
Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA BANDUNG Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai lima tahun secara
PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan
BAB II PERENCANAAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tentang Petunjuk Teknis
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN, PENDAPATAN DAN ASSET DAERAH
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (L A K I P) TAHUN 2016 DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH D I S U S U N O L E H : BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN, PENDAPATAN DAN ASSET DAERAH
BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan. bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun
Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
K E C A M A T A N P A N Y I L E U K A N BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance dan clean government) telah mendorong pengembangan
KATA PENGANTAR. i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021
i Renstra Bapenda Kota Denpasar 2016 ~ 2021 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-nya, sehingga Badan Pendapatan
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
Kecamatan Cibeunying Kaler Yang Suci (Sehat, Unggul, Cerdas, Dan Indah) Dalam Mendukung Kota Bandung Yang Unggul, Nyaman, Dan Sejahtera, dengan
IKHTISAR EKSEKUTIF Dalam dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Kecamatan Cibeunying Kaler 2014-2018, ditetapkan bahwa visi Kecamatan Cibeunying Kaler yaitu Terwujudnya Kecamatan Cibeunying Kaler Yang Suci
BAB II PERENCANAAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN KINERJA Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2014 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia
PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH. LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016
PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 LKjIP 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat
KOTA BANDUNG TAHUN 2016
DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN TAHUN 2016 Jalan Sukabumi No. 17 Bandung Telp. (022) 7207113 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan
Dinas Tata Ruang Dan Cipta Karya Kota Bandung BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. GAMBARAN UMUM Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah mewajibkan setiap instansi pemerintah dan unit kerja untuk menyusun laporan kinerjanya sebagai wujud
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara. Dalam rangka itu
BAB I PENDAHULUAN. dalam lingkungan Pemerintah kabupaten Karanganyar yang berkedudukan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Objek Penelitian 1. Sejarah DPPKAD Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) kabupaten Karanganyar adalah salah satu dari Satuan Kerja Perangkat Daerah
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung Tahun
Sekretariat Daerah Kota Bandung KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga tugas penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Sekretariat Daerah Kota Bandung
BAB I PENDAHULUAN. a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
BAB I PENDAHULUAN 1. PENJELASAN UMUM ORGANISASI a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Siak dibentuk berdasarkan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Camat Kandis Kabupaten Siak Tahun 2016
BAB I PENDAHULUAN 1. GAMBARAN UMUM a. Kondisi Umum 1. Kedudukan Kecamatan Kandis merupakan bagian dari Kabupaten Siak, yang dibentuk berdasarkan pemekaran dari kecamatan Minas yang diundangkan sesuai Perda
PEMERINTAH KOTA BANDUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) SEKRETARIAT DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN
PEMERINTAH KOTA BANDUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) SEKRETARIAT DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang.
1.1. Latar Belakang. BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,
1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan
2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.491, 2015 KEMENKOMINFO. Akuntabilitas Kinerja. Pemerintah. Sistem. Penyelenggaraan. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13
Jambi, Januari 2017 INSPEKTUR KOTA JAMBI, Drs. H. HAFNI ILYAS. Pembina Utama Muda. NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan petunjuk, taufik dan hidayah-nya, Indikator Kinerja Utama (IKU) Inspektorat Kota Jambi Tahun 2017
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP-SKPD) TAHUN 2015
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP-SKPD) TAHUN 2015 INSPEKTORAT KABUPATEN LABUHANBATU JL. SISINGAMANGARAJA No.062 RANTAUPRAPAT KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2015
BAB I PENDAHULUAN. 1. Sejarah Berdiri dan Berkembangnya Dinas Pendapatan dan. Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta
1 BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Objek Penelitian 1. Sejarah Berdiri dan Berkembangnya Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta DPPKA dipimpin oleh kepala dinas yang berkedudukan
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016
KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016 TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh Subhanahu Wa Ta ala, karena
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
S A L I N A N BERITA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 91 TAHUN No. 91, 2016 TENTANG
- 1 - S A L I N A N BERITA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 91 TAHUN 2016 NOMOR 91 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT NOMOR 852 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN
Rencana Kerja Tahunan 2015 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terwujudnya suatu tata pemerintah yang baik dan akuntabel merupakan harapan semua pihak. Berkenan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan ssstem pertanggungjawaban
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat
Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat
B A B I I I A K U N T A B I L I T A S K I N E R J A Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat pencapaian kinerja, berdasarkan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis, yang kemudian dijabarkan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Inspektorat Kabupaten Lombok Barat BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2017
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2017 BADAN PENGELOLA PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH TAHUN 2018 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya,
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH KECAMATAN PANYILEUKAN
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2015 KECAMATAN PANYILEUKAN Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Panyileukan Kota Bandung Tahun
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP)
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BLITAR TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) Lampiran I Matriks Rencana Strategis Tahun 2016-2021 SATUAN POLISI
RENCANA KERJA TAHUNAN KECAMATAN GEDEBAGE TAHUN 2015
RENCANA KERJA TAHUNAN KECAMATAN GEDEBAGE TAHUN 2015 P E M E R I N T A H K O T A B A N D U N G K E C A M A T A N G E D E B A G E J a l a n G e d e b a g e S e l a t a n N o. 2 9 2 B a n d u n g 2014 KATA
KOTA BANDUNG TAHUN 2014
DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN TAHUN 2014 JALAN SUKABUMI NO 17 BANDUNG Telp. (022) 7207113 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita Bangsa Bernegara.
Kecamatan Cibeunying Kaler Yang Suci (Sehat, Unggul, Cerdas, Dan Indah) Dalam Mendukung Kota Bandung Yang Unggul, Nyaman, Dan Sejahtera, dengan
IKHTISAR EKSEKUTIF Dalam dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Kecamatan Cibeunying Kaler 2014-2018, ditetapkan bahwa visi Kecamatan Cibeunying Kaler yaitu Terwujudnya Kecamatan Cibeunying Kaler Yang Suci
KATA PENGANTAR. Puji syukur kita sampaikan ke hadirat Allah SWT, Atas. curahan rahmat dan hidayah-nya. Dokumen Rencana Strategis
` KATA PENGANTAR Puji syukur kita sampaikan ke hadirat Allah SWT, Atas curahan rahmat dan hidayah-nya. Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung Tahun 20013 2018 dapat diselesaikan
L A P O R A N K I N E R J A
L A P O R A N K I N E R J A 2 0 1 4 A s i s t e n D e p u t i B i d a n g P e m b e r d a y a a n M a s y a r a k a t Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 K a
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 PEMERINTAH KOTA BANDUNG
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 PEMERINTAH KOTA BANDUNG 2015 0 1 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 PEMERINTAH KOTA BANDUNG 2015 2 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PEMERINTAH
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT 2015 SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET TAHUN 2014 Nomor : LAP-3/IPT/2/2015 Tanggal :
BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN BUPATI KAPUAS HULU NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU DENGAN
BAB I PENDAHULUAN. Akuntabilitas kinerja pemerintah merupakan salah satu isu yang terdapat dalam
1 BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang latar belakang penelitian, rumusan permasalahan, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, motivasi penelitian, manfaat penelitian, proses penelitian, dan
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LKIP ) TAHUN 2016
LAPORAN KINERJA INSTANSI ( LKIP ) 2016 INSPEKTORAT KOTA MOJOKERTO KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat dan Hidayah-Nya semata akhirnya Laporan Kinerja
BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG
SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERJANJIAN KINERJA, PELAPORAN KINERJA DAN TATA CARA REVIU ATAS LAPORAN KINERJA INSTANSI
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 14
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 14 PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERJANJIAN KINERJA, PELAPORAN KINERJA DAN TATA CARA REVIU ATAS LAPORAN
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perubahan paradigma dari manajemen tradisional menjadi manajemen modern menjawab tuntutan percepatan dan keakuratan penyelesaian masalah dan pelayanan sistem birokrasi
KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,
KATA PENGANTAR Alhamdulillaah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan petunjuk- Nya kami telah menyusun dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah- Nya kami dapat menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung Tahun
BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015
BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015 Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720 Phone : (62 21) 65866230, 65866231, Fax : (62
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2017 D A F T A R I S I KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. PENDAHULUAN 1.1
BAB II GAMBARANUMUMDINAS PENGELOLAAN KEUANGANDAN ASETKABUPATEN ROKAN HULU. 2.1 Sejarah Singkat Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten
BAB II GAMBARANUMUMDINAS PENGELOLAAN KEUANGANDAN ASETKABUPATEN ROKAN HULU 2.1 Sejarah Singkat Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Rokan Hulu Pelaksanaan otonomi yang luas, nyata dan bertanggung
LAKIP INSPEKTORAT 2012 BAB I PENDAHULUAN. manajemen, antara lain fungsi-fungsi planning, organizing,
BAB I PENDAHULUAN Pemahaman kegiatan pengawasan harus berangkat dari suatu pemahaman manajemen, antara lain fungsi-fungsi planning, organizing, actuating dan controlling. Controlling adalah salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
KATA PENGANTAR BUPATI BARRU, TTD. Ir. H. ANDI IDRIS SYUKUR, MS.
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata ala yang telah memberi rahmat dan karunia-nya, sehingga dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kabupaten Barru Tahun
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya ditentukan oleh kondisi sumberdaya pertanian, tetapi juga ditentukan oleh peran penyuluh pertanian yang sangat strategis
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERJANJIAN KINERJA, PELAPORAN KINERJA DAN TATA CARA REVIU ATAS LAPORAN KINERJA INSTANSI
PENERAPAN SAKIP BAGIAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN
PENERAPAN SAKIP BAGIAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN Disampaikan oleh : KEPALA BAGIAN KEUANGAN DAN ASET SETDA KABUPATEN LAMONGAN DASAR HUKUM SISTEM AKIP 1. UU No. 23 Tahun 2014
BAB I PENDAHULUAN. An evaluation version of novapdf was used to create this PDF file. Purchase a license to generate PDF files without this notice.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Setiap pelaksanaan urusan kepemerintahan akan selalu dikaitkan dengan pengelolaan kepemrintahan yang baik (good governance) dengan tiga pilar utama yaitu, Partisipasi,
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. misi pembangunan Kabupaten Natuna Tahun , sebagai upaya yang
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Kabupaten Natuna Visi Kabupaten Natuna adalah Menuju Natuna yang Sejahtera, Merata dan Seimbang. Sesuai dengan visi tersebut, maka ditetapkan pula misi pembangunan
BAB I PENDAHULUAN. Perangkat Daerah dalam lingkungan Pemerintah kabupaten Karanganyar
BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Objek Penelitian 1. Sejarah DPPKAD Karanganyar Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) kabupaten Karanganyar adalah salah satu dari Satuan Kerja Perangkat
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA. Akuntabilitas Kinerja Sekretariat DPRD Kota Bandung. merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja selama tahun
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas Kinerja merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja selama tahun 2014 yang memuat realisasi kinerja yang diperjanjikan tahun 2014. Dalam bab ini juga akan disajikan
BAB I P E N D A H U L U A N
1 BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. Latar Belakang Arah kebijakan Inspektorat Kabupaten Bandung adalah Pembangunan Budaya Organisasi Pemerintah yang bersih, akuntabel, efektif dan Profesional dan Peningkatan
DINAS SOSIAL KOTA BANDUNG BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa bernegara
