RAMALAN PRODUKSI LISTRIK PLN KITLUR SUMBAGUT PADA TAHUN 2010 BERDASARKAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK DI SUMATERA UTARA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RAMALAN PRODUKSI LISTRIK PLN KITLUR SUMBAGUT PADA TAHUN 2010 BERDASARKAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK DI SUMATERA UTARA"

Transkripsi

1 RAMALAN PRODUKSI LISTRIK PLN KITLUR SUMBAGUT PADA TAHUN 2010 BERDASARKAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR M.E. IVAN SIHALOHO DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNEVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

2 RAMALAN PRODUKSI LISTRIK PLN KITLUR SUMBAGUT PADA TAHUN 2010 BERDASARKAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh gelar Ahli Madya M.E. IVAN SIHALOHO DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNEVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

3 PERSETUJUAN Judul : RAMALAN PRODUKSI LISTRIK PLN KITLUR SUMBAGUT PADA TAHUN 2010 BERDASARKAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK DI SUMATERA UTARA Kategori : TUGAS AKHIR Nama : M. E. IVAN SIHALOHO NIM : Program Studi : D-III STATISTIKA Departemen Fakultas : MATEMATIKA : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM ( FMIPA ) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Diluluskan di Medan, Mei 2008 Diketahui/ Disetujui oleh Departemen Matematika FMIPA USU Ketua, Pembimbing, Dr. Saib Suwilo, M.Sc Drs. Faigiziduhu Bu ulolo, M.Si NIP NIP

4 PERNYATAAN RAMALAN PRODUKSI LISTRIK PLN KITLUR SUMBAGUT PADA TAHUN 2010 BERDASARKAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing masing disebutkan sumbernya. Medan, Mei 2008 M.E. IVAN SIHALOHO

5 PENGHARGAAN Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan kasih karunia-nya tugas akhir ini berhasil diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan. Ucapan terimakasih saya ucapkan kepada Drs. Faigiziduhu Bu ulolo,m.si., selaku dosen pembimbing pada penyelesaian tugas akhir ini yang telah memberikan panduan, bimbingan dan nasehat serta penuh kepercayaan kepada saya untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Panduan ringkas, padat dan profesional telah diberikan kepada saya untuk dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Ucapan terimakasih juga saya ucapkan kepada ketua Departemen Matematika, Dr. Saib Suwilo, M.Sc dan sekretaris Departemen Matematika Drs. Henri Rani Sitepu, M.Si, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua dosen pada Departemen Matematika FMIPA USU, semua sahabat-sahabat saya selama kuliah 3 tahun ini, khusus kepada teman saya Juli, Benny, Eben, Efrina, Enru dan juga teman yang lain yang telah membantu saya. Dan secara khusus lagi saya mengucapkan terimakasih saya kepada kedua orang tua yang saya kasihiyang telah memberikan biaya dan kasih sayang kepada saya selama kuliah, saudara-saudara saya, yang selalu memberikan dukungan semangat dan doa, dan semua orang yang saya kenal yang tak tersebutkan namanya satu persatu terima kasih atas pengorbanan dan bimbingannya selama ini serta terimakasih atas segala dukungan, semangat, dan perhatian yang telah diberikan selama saya kuliah sampai dengan terselesainya Tugas Akhir ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan membalasnya.

6 DAFTAR ISI Halaman Persetujuan Pernyataan Penghargaan Daftar isi Daftar tabel ii iii iv v vii Bab 1 Pendahuluan Latar Belakang Identifikasi Masalah Pembatasan Masalah Maksud dan Tujuan Metode Penelitian Lokasi Penelitian dan Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Gambaran Umum yang Digunakan dalam Penelitian Tinjauan Pustaka Sistematika Penulisan 7 Bab 2 Landasan Teori Pengertian Peramalan Analisis Regresi Sederhana Persamaan Garis Regresi Linier Berganda Uji Koefisien Regresi Linier Sederhana 15 Bab 3 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Tugas, Fungsi, Kewenangan, Visi dan Misi Badan Pusat Statistik Tugas Badan Pusat Statistik Fungsi Badan Pusat Statistik Kewenangan Badan Pusat Statistik Visi Badan Pusat Statistik Misi Badan Pusat Statistik 28 Bab 4 Analisis dan Evaluasi Analisis Analisis Regresi Linier Sederhana Peramalan 34

7 4.4 Uji Koefisien Regresi Linier Sederhana 42 Bab 5 Implementasi Sistem Perkenalan SPSS Pengolahan Data Menggunakan SPSS Versi Bab 6 Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Saran 53 Daftar Pustaka Lampiran

8 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4.1 Jumlah Produksi dan Jumlah Penjualan pada PLN Kitlur 29 SUMBAGUT Periode Tabel 4.2 Nilai Diperlukan dalam Menghitung Koefisien Regresi dalam 31 Uji Regresi Linier Sederhana Tabel 4.3 Jumlah Penjualan Listrik dengan Kenaikan Sebesar 6 % dari 34 Tahun Sebelumnya Tabel 4.4 Jumlah Penjualan Listrik dan Ramalan Jumlah Produksi Listrik 35 Tahun Tabel 4.5 Data Data untuk Uji Koefisien Determinasi 36 Tabel 4.6 Data Data untuk Uji F 38 Tabel 4.7 Data Data untuk Uji t 40

9 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dilihat dari sumbernya, energi dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu energi primer dan energi final. Energi primer adalah energi yang belum mengalami pengolahan teknologi dan biasanya diperlukan sebagai bahan untuk menghasilkan energi final. Misalnya : minyak bumi, gas bumi, batu bara, tenaga air, panas bumi dan lain-lain. Energi final adalah energi yang siap digunakan oleh konsumen akhir. Misalnya :BBM (Bahan Bakar Minyak seperti : minyak tanah, solar, bensin, avgas, avtur, minyak bakar dan lain-lain), gas/lpg dan listrik yang siap pakai. Energi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan proses pembangunan, oleh karena itu pembangunan sektor energi perlu dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Disisi lain persediaan energi memiliki keterbatasan oleh karena itu data tentang energi perlu terus dipantau agar kebutuhan akan energi yang terus meningkat dapat terpenuhi. Salah satu energi final adalah listrik.

10 Energi Listrik sangat diperlukan oleh masyarakat luas, industri dan pemerintah. Salah satu lembaga yang menagani listrik di Indonesia adalah PLN. PLN adalah lembaga yang menangani listrik mulai dari produksi, pembelian, sampai penjualan energi listrik kepada masyarakat, industri dan pemerintah. Jenis pembangkit listrik PLN di Sumatera Utara pada tahun 2005 terdiri dari PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas), PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap), PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro) dan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Sejak tahun 2003 jumlah cabang PLN Wilayah Sumatera Utara mengalami penambahan menjadi 7 akibat bertambahnya Cabang Lubuk Pakam, dimana pada tahun 2002 masih tergabung pada cabang Medan. Dari 7 cabang PLN tersebut yang memiliki pembangkit PLTD hanya Cabang Binjai Dan Cabang Sibolga, sedangkan 5 cabang lainnya tidak memiliki pembangkit. Pada tahun 2005, jumlah energi listrik yang dihasilkan PLN Kitlur yang diproduksi sendiri, dibeli maupun yang diterima dari unit lain, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,01 %. Melihat betapa pentingnya peran yang dijalankan oleh PLN dalam mengalirkan listrik kepada masyarakat luas dari tiap cabang, mendorong minat untuk mengadakan

11 penganalisaan dan peramalan jumlah produksi listrik oleh PLN untuk mengetahui seberapa besar hubungan jumlah produksi dengan jumlah penjualan listrik di Sumatera Utara melalui PLN Kitlur SUMBAGUT. Semakin meningkatnya jumlah penjualan listrik yang secara terus menerus akan berpengaruh terhadap produksi listrik. Oleh karena itu penulis memilih judul Ramalan Jumlah Produksi Listrik PLN Kitlur SUMBAGUT Pada Tahun 2010 Berdasarkan Jumlah Penjualan Listrik di Sumatera Utara. 1.2 Identifikasi Masalah Pada saat ini banyak masalah yang terjadi tentang kelistrikan. PLN saat ini sulit untuk menentukan jumlah listrik yang akan disalurkan atau dijual kepada masyarakat, industri maupan pemerintah. Hal itu dapat menghambat kelancaran dan banyaknya protes masyarakat terhadap jumlah produksi listrik. Berdasarkan hasil penjualan yang telah didapat pada tahun tahun sebelumnya PLN dapat memperkirakan jumlah listrik yang harus diproduksi tahun berikutnya. 1.3 Pembatasan Masalah Sebagai pembatasan masalah pada tugas akhir ini adalah penganalisaan dan peramalan data dengan menggunakan metode analisis Regresi Sederhana. Data kuantitatif yang digunakan adalah data jumlah produksi listrik oleh PLN Kitlur SUMBAGUT dan jumlah

12 penjualan listrik per tahun dari tahun , dan proses penganalisaannya dilakukan dengan uji keberartian Regresi Linier yaitu uji F dan uji T. 1.4 Maksud dan Tujuan Adapun maksud dilakukannya penelitian ini adalah pengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari dan telah didalami selama perkuliahan dengan cara pangumpulan, penganalisaan data secara sistematis dan efisien sehingga data tersebut dapat dianalisa, serta mengetahui ramalan jumlah listrik yang akan diproduks i oleh PLN Kitlur SUMBAGUT (Sumatera Bagian Utara) berdasarkan jumlah Penjualan Listrik per tahun dalam GWH (Giga Watt Hour) / daya listrik dalam satuan giga watt per jam. Dalam hal ini digunakan data produksi listrik oleh PLN Kitlur SUMBAGUT dan jumlah penjualan listrik per tahun dari tahun Dengan adanya data tersebut maka akan diketahui hubungan antara jumlah produksi listrik dengan jumlah penjualan listrik. Apakah penjualan listrik mempengaruhi jumlah produksi listrik oleh PLN atau tidak. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah : 1. Dapat mengaplikasikan berbagai ilmu terutama ilmu statistika dengan membandingkan teori-teori yang telah dipelajari selama perkuliahan.

13 2. Untuk melihat seberapa besar hubungan linear antara jumlah penjualan listrik dengan jumlah produksi listrik yang diproduksi oleh PLN Kitlur Sumatera Bagian Utara. 3. Memberikan hipotesa atau gambaran hubungan antara jumlah penjualan Listrik per tahun dengan jumlah produksi listrik. 4. Hasil analisis dan peramalan yang dilakukan dapat menjadi pertimbangan atau masukan bagi PLN atau bagi masyarakat luas seiring dengan seringnya pemadaman listrik oleh PLN. 1.5 Metode penelitian Lokasi Penelitian dan Pengumpulan Data Dalam penyusunan tugas akhir ini data yang digunakan diperoleh dari data BPS Pusat Sumatera Utara yang terletak di jalan Asrama No. 179 Helvetia Medan. Data tersebut telah dikumpulkan dalam bentuk buku yang berjudul SUMATERA UTARA DALAM ANGKA, data tersebut diperoleh dari edisi tahun 1996 sampai edisi tahun Metode Pengumpulan Data

14 Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan data sekunder atau data yang telah tersedia atau telah dikumpulkan kemudian akan digunakan kembali. Data yang telah dikumpulkan tersebut kemudian diatur, disusun, dan disajikan dalam bentuk angkaangka dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang sekumpulan data tersebut Gambaran Umum yang Digunakan dalam Penelitian Dengan adanya data yang diperoleh dari BPS tersebut mengenai jumlah penjualan listrik per tahun dan jumlah produksi listrik maka dapat dianalisa hubungan antara kedua faktor tersebut dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Regresi Linier Sederhana adalah analisa regresi yang menjelaskan hubungan antara peubah respon (variabel dependent) dengan factor-faktor yang mempengaruhinya yang dalam hal ini satu predictor (variabel independent). Bentuk umum persamaan Regresi Linier sederhana adalah : ^ Y = a + bx + e dengan : ^ Y = Nilai penduga bagi variabel Y

15 a b e = Dugaan bagi parameter konstanta = Dugaan bagi parameter koefisien regresi = Galat dugaan 1.6 Tinjauan Pustaka Dalam penelitian ini digunakan teori teori yang berasal dari sumber sumber sebagai berikut : 1. Metode Statistika, oleh Prof. DR. Sudjana, M.A., M.Sc. lembaga penerbit TARSITO, BANDUNG. 2. ANALISIS REGRESI, oleh R.K. Sembiring, ITB, BANDUNG. 3. Analisis Regresi Teori, Kasus, dan Solusi oleh Algifari, 1997, BPFE Yogyakarta. 4. Teknik & Metoda Peramalan, Penerapannya dalam Ekonomi & Dunia Usaha. Oleh Sofjan Assauri. 5. Teknik Peramalan Bisnis dan Ekonomi, Oleh Adler Haymans Manurung, SE Sistematika Penulisan Laporan

16 Pembahasan tugas akhir ini dibagi dalam beberapa bab dan setiap babnya terdiri dari beberapa subbab yang sesuai dengan sistematika penulisan yang telah ditetapkan bagi program Diploma III Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Secara umum penulis menjabarkan tugas akhir sebagai berikut : BAB 1 : PENDAHULUAN Dalam bab ini dipaparkan hal hal yang menjadi latar belakang maksud dan tujuan, permasalahan, pembatasan masalah, metode penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. BAB 2 : TINJAUAN TEORITIS Bab ini menguraikan secara ringkas teori teori mengenai isi dari tugas akhir ini. Antara lain yaitu mengenai metode yang akan digunakan untuk menganalisa data tersebut dengan metod analisis regresi sederhana. BAB 3 : SEJARAH DAN STRUKTUR BADAN PUSAT STATISTIK Bab ini menguraikan secara singkat tentang organisasi perusahaan dimana dilakukan penelitian dan pengumpulan data yang berupa sejarah singkat, struktur organisasi, dan uraian kegiatan masing-masing dan beberapa hal lainya. BAB 4 : ANALISA DAN PEMBAHASAN

17 Bab ini menguraikan tentang pembahasan mengenai pengolahan data yang telah dikumpulkan, dengan pola analisis Regresi Linear Berganda. Dari persamaan yang telah diperoleh serta telah diuji hubungannya maka persamaan tersebut digunakan untuk meramalkan jumlah produksi listrik oleh PLN Kitlur SUMBAGUT pada tahun - tahun berikutnya. BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEMATIKA Bab ini merupakan tahapan penerapan atau pengaplikasian bahasa program atau software komputer yang dalam hal ini digunakan software SPSS untuk menghasilkan data dan desain yang diinginkan. BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini berisikan hasil penelitian yang berupa kesimpulan serta saran saran yang diharapkan dapat berguna bagi PLN KITLUR SUMBAGUT.

18 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengertian Peramalan Peramalan merupakan kegiatan memperkirakan atau memprediksi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama, sedangkan dalam waktu yang singkat tidak dibutuhkan peramalan. Pada umumnya kegunaan peramalan adalah sebagai alat bantu dalam perencanaan yang efektif dan efisien, untuk menentukan kebutuhan sumber daya dimasa mendatang dan untuk membuat keputusan yang tepat. Baik tidaknya hasil dari suatu penelitian sangat ditentukan oleh ketepatan ramalan yang dibuat. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa ramalan selalu ada unsur kesalahannya, sehingga yang perlu diperhatikan adalah usaha untuk memperkecil kesalahan dari ramalan tersebut. Berdasarkan sifatnya, peramalan dibedakan atas dua macam yaitu : 1. Peramalan Kualitatif Peramalan kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada orang yang menyusunnya. Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan

19 berdasarkan pemikiran yang intuisi, pendapat dan pengetahuan serta pengalaman penyusunnya. 2. Peramalan Kuantitatif Peramalan kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuntitatif masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Baik tidaknya metode yang dipergunakan oleh perbedaan atau penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Semakin kecil penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi maka semakin baik pula metode yang digunakan. Peramalan kuantitatif dapat diterapkan bila terdapat kondisi berikut : a. Tersedia informasi (data) tentang masa lalu b. Informasi (data) tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik c. Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut pada masa yang akan datang Sedangkan kegunaan metode peramalan ini adalah untuk memperkirakan secara sistematis dan pragmatis atas dasar data yang relevan pada masa lalu, dengan demikian metode peramalan diharapkan dapat memberikan objektifitas yang lebih besar.

20 Peramalan Kuantitatif dibedakan atas : 1. Metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisa pola hubungan antar variabel yang diperkirakan dengan variabel waktu yang merupakan deret berkala (Time Series). Metode peramalan yang termasuk dalam jenis ini adalah : a. Metode Pemulusan (smoothing) b. Metode Box Jenkins c. Metode Proyeksi trend dengan Regresi 2. Metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisis pola hubungan antar variabel yang akan diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya. Metode peramalan yang termasuk dalam jenis ini adalah : a. Metode Regresi dan Korelasi b. Metode Ekonometri c. Metode Input Output Dalam hal ini digunakan Metode Peramalan yang didasarkan pada analisis pola hubungan antar variabel yaitu Metode Regresi yang masih dibagi dua yaitu Metode

21 Regresi Linear Sederhana dan Metode Regresi Linear Berganda. Digunakan Metode Analisis Regresi Linear Sederhana untuk menganalisa data yang telah diperoleh kemudian dari persamaan yang akan diperoleh dapat ditentukan rumus untuk peramalan yang juga adalah persamaan regresi tersebut. 2.2 Analisis Regresi Sederhana Regresi linier sederhana adalah suatu pola hubungan yang berbentuk garis lurus antara suatu variabel yang diramalkan dengan satu variabel yang mempengaruhinya atau variabel bebas. Dalam analisa deret waktu ini, variabel bebasnya adalah waktu. Pola hubungan yang ditujukan oleh analisa regresi sederhana ini diasumsikan bahwa hubungan di antara dua variabel tersebut dinyatakan dengan suatu garis lurus. Dalam penerapan metode ini, dapat dilakukan secara mudah dengan menetapkan atau memplot titik - titik dari data observasi pada kertas gambar atau grafik untuk melihat asumsi yang dapat digunakan bagi analisa regresi linier. Selanjutnya digambarkan atau ditarik suatu garis lurus yang tepat untuk mewakili titik tersebut, yang bentuknya merupakan garis lurus Persamaan Garis Regresi Linier Sederhana

22 Pada prinsipnya teknik dan metode yang ada berdasarkan proses analisanya pada usaha untuk mendapatkan suatu garis lurus yang tepat melalui atau mendekati titik-titik yang berserakan dari data observasi. Garis tersebut dinyatakan sebagai : ^ Y = a + bx + e dengan : ^ Y a b e = Nilai penduga bagi variabel Y = Dugaan bagi parameter konstanta = Dugaan bagi parameter koefisien regresi = Galat dugaan Kesalahan ramalan yang terdapat adalah : e 1 = Y i - Ŷ Adapun formula umum dari teknik dan metode kuadrat terkecil yang digunakan yaitu :

23 a = Y i - b n n X i atau a = Y - b X dan b = X i X Y i 2 i - ( X i n n X ) i Y 2 i atau X iyi - X b = 2 X i X Yi X Uji Koefisien Regresi Linier Sederhana Setelah didapatkan nilai ramalan untuk tahun berikutnya, dilakukan pengetesan terhadap regresi yang digunakan dalam penyusunan ramalan, dimana dalam hal ini ada 2 cara pengetesan yang perlu dilakukan, yaitu :

24 1. Untuk mengetahui apakah tepat penggunaan persamaan regresi dari analisa atau model deret waktu, maka dapat diproyeksikan. Pengetesen yang dilakukan adalah untuk mengetahui apakah benar waktu yang menentukan besarnya variabel yang diramalkan. Pengetesan ini disebut koefisien penentu atau Coefisient of Determination Test. 2. Untuk meneliti apakah regresi yang dipergunakan dalam penyusunan ramalan adalah benar linier, dimana data observasi tepat berada disekitar garis regresi linier tersebut, maka perlu dilakukan apa yang disebut Significant Test. Kalau ternyata dari hasil test yang telah dilakukan diperoleh hasil yang tidak signifikan, maka kurang tepatlah bila regresi linier yang dipergunakan dalam penyusunan ramalan tersebut. a. Koefisien Determinasi Coefisient of Determination Test (R 2 ) Formula yang digunakan dalam pengetesan ini adalah : R 2 e = 1 y 2 i 2 i atau R 2 = ( ˆ Υ) Υ 2 ( Υ) 2 Υ i i

25 Nilai R 2 tersebut berkisar 0 s/d 1. Nilai R 2 yang mendekati 1 menunjukkan sangat besarnya pengaruh variabel X (Sofjan Assauri, 1984). Dengan menggunakan koefisien penentu (Coefisient of Determination Test ) dapat pula dicari koefisien korelasi determinasi. Dengan koefisien korelasi dapat ditunjukkkan kuatnya hubungan antara dua (2) variabel, dimana nilai dari koefisien korelasi (r) terletak antara -1 dan +1. Jika r = +1, terjadi korelasi positif sempurna antara variabel X dan Y Jika r = -1, terjadi korelasi negatif sempurna antara variabel X dan Y Jika r = 0, tidak terdapat korelasi antara variabel X dan Y. Jika 0 < r < 1, terjadi korelasi positif variabel X dan Y Jika 1 r 0, terjadi korelasi negatif variabel X dan Y Rumus untuk menghitung nilai koefisien regresi (r) adalah : r = n Χ Υ i i ( Χ i )( Υi ) ( Χ ) 2 n Υ 2 { n Χ }{ ( Υ ) } 2 2 i i i i dengan : r = nilai koefisien korelasi n = Banyak data X i = Nilai variabel X ke- i Y i = Nilai variabel Y ke- i

26 Pengujian untuk mengetahui apakah benar persamaan regresi itu adalah linier, yang dikenal dengan nama uji kesignifikanan atau Significant Test.

27 b. Uji Signifikan Uji signifikan dibagi menjadi 2 yaitu : 1. Uji F, formula yang digunakan adalah : F = = Rata rata kuadrat terkecil Rata rata kuadrat kesalahan pengganggu ( ˆ ) Υ Υ k 1 ( ˆ ) Υ Υ n k 2 2 dengan : n = Jumlah tahun atau observasi (besarnya sampel) k = Jumlah variabel (dalam regresi linier sederhana k = 2) Setelah diperoleh nilai F hitung, maka dilakukan perbandingan dengan nilai F tabel. Apabila nilai F hitung lebih besar daripada nilai F tabel maka secara statistik koefisien b adalah signifikan. Dengan kata lain, koefisien b tidak sama dengan 0 (nol) secara statistik, sehingga persamaan regresi tersebut dapat dipergunakan atau layak digunakan untuk dijadikan persamaan untuk menentukan nilai peramalan yang akan ditentukan.

28

29 2. Uji t T hitung didasarkan atas nilai dari apa yang dikenal dengan Student t Distribution, yang menunjukkan seluruh nilai-nilai yang mungkin, bahwa a dan b dapat diambil sebagai hasil dari sampling. Dimana untuk pengetesan tersebut perlu dicari standar eror a dan b, Formulanya sebagai berikut : σ a = ( Υˆ 2 ) Υ i n 2 n i 2 serta σ = b ( Υˆ ) Υ i n 2 ( Χ) Χ i Dengan demikian maka dapatlah dicari : 2 2 t t test a test b a = σ a b = σ b Sedangkan untuk mengetahui apakah analisa regresi linier adalah cukup baik atau tepat digunakan untuk peramalan dapat diketahui dengan hipotesis sebagai berikut: 1. Jika : t hitung > t tabel maka analisa regresi yang digunakan adalah cukup baik atau tepat dalam peramalan.

30 2. Jika : t hitung t tabel maka analisa yang digunakan adalah tidak baik atau kurang tepat dalam peramalan. Kemudian dicari nilai t tabel dalam daftar tabel t dan menganalisanya dengan nilai t hitung. Analisis ini akan memberikan kesimpulan yang lebih baik, bila jumlah observasi sebagai sampel mendekati nilai rata-rata. Untuk itu perlu jumlah sampel diperbesar untuk memperkecil standar eror atau kesalahan.

31 BAB 3 SEJARAH SINGKAT BADAN PUSAT STATISTIK 3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia Sejarah Badan Pusat Statistik dibagi dalam tiga masa, yaitu masa sebelum kemerdekaan, masa setelah kemerdekaan dan masa orde baru. Masa sebelum kemerdekaan dibagi kembali dalam dua masa yaitu masa pemerintahan Belanda dan masa pemerintahan Jepang. 1. Masa Pemerintahan Belanda a. Pada bulan Februari 1920, kantor Statistik pertama kali dibentuk oleh direktur pertanian, kerajinan, dan perdagangan (Directur Van Landbouw Nijerverheid en Handel) yang berkedudukan di Bogor. Kantor ini diserahi tugas untuk mengolah dan mempublikasikan data statistik. b. Pada bulan Maret 1923, dibentuk suatu komisi untuk badan statistik yang anggotanya merupakan wakil dari tiap-tiap departemen. Komisi tersebut diserahi tugas merencanakan tindakan-tindakan yang mengarah sejauh mungkin untuk mencapai kesatuan dalam kegiatan di bidang statistik di Indonesia.

32 c. Pada tanggal 24 September 1924, nama lembaga tersebut diganti dengan nama Central Kantor Voor de Statistiek (CKS) atau kantor statistik dan dipindahkan ke Jakarta. Bersama dengan itu beralih pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula dilaksanakan oleh kantor Invoer Uitvoer en Accijnsen (UIA) yang sekarang disebut kantor bea dan cukai. 2. Masa Pemerintahan Jepang a. Pada bulan Juni 1944, Pemerintah Jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan statistik yang utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang atau militer. b. Pada masa ini CKS diganti namanya menjadi Shomubu Chosasitsu Gunseikanbu. 3. Masa Kemerdekaan Republik a. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, kegiatan statistik ditangani oleh lembaga atau instansi baru sesuai dengan suasana kemerdekaan yaitu KAPPURI (Kantor Penyelidikan Perangkat Umum Republik Indonesia). Tahun 1946 kantor KAPPURI dipindahkan ke Yogyakarta sebagai konsekwensi Linggarjati. Sementara ini pemerintahan Belanda (NICA) di Jakarta mengkatifkan kembali CKS. b. Berdasarkan surat edaran Kementerian Kemakmuran, tanggal 12 Juni 1950 No. 219/ S.C, KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS) dan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada menteri kemakmuran.

33 c. Dengan Surat Menteri Perekonomian tanggal 1 Maret 1952 No. P/44, lembaga KPS berada dibawah tanggung jawab Menteri Perekonomian. Selanjutnya keputusan Menteri Perekonomian tanggal 24 Desember 1953 No / M KPS dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian Research yang disebut Afdeling A dan bagian penyelenggaraan tata usaha yang disebut Afdeling B. d. Dengan Keputusan Presiden RI No. 131 Tahun 1957, kementerian Perekonomian dipecah menjadi kementerian Perdagangan dan Perindustrian. Untuk selanjutnya keputusan Presiden RI No. 172 Tahun 1957, terhitung mulai tanggal 1 Juni 1957 nama KPS diubah menjadi Biro Pusat Statistik dan urusan statistik yang semula menjadi tanggung jawab dan wewenang berada dibawah Perdana Menteri. 4. Masa Orde Baru Sampai Sekarang a. Pada pemerintahan orde baru, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan, maka untuk mendapatkan statistik yang handal, lengkap, tepat, akurat dan terpercaya mulai diadakan pembenahan Organisasi Biro Pusat Statistik. b. Dalam masa orde baru ini BPS telah mengalami empat kali perubahan Struktur Organisasi, yaitu : 1. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1968 tentang Organisasi BPS

34 2. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1980 tentang Organisasi BPS 3. Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1992 tentang Organisasi BPS dan Keputusan Presiden No. 6 tahun 1992 tentang kedudukan, tugas, fungsi, susunan dan tata kerja Biro Pusat Statistik. 4. Undang-Undang No. tahun 1997 tentang statistik 5. Keputusan Presiden RI No. 86 tentang BPS 6. Keputusan Kepala BPS No. 100 tahun 1998 tentang organisasi dan tata kerja BPS 7. PP No. 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik. c. Tahun 1968 ditetapkan peraturan pemerintah No. 16 tahun 1968 yaitu yang mengatur organisasi dan tata kerja di pusat dan daerah. Tahun 1980 peraturan pemerintah No. 6 tahun 1980 organisasi sebagai pengganti peraturan pemerintah No. 16 tahun Berdasarkan peraturan pemerintah No.6 tahun 1980 di tiap propinsi terdapat perwakilan BPS dengan nama kantor statsitik propinsi. Di Kabupaten/Kotamadya terdapat cabang perwakilan BPS dengan nama Kantor Statistik Kabupaten/Kotamadya. Pada tanggal 19 Mei 1997 menetapkan tentang statistik sebagai pengganti UU No. 6 dan 7 tentang sensus dan statistik. Pada

35 tanggal 17 Juni 1998 ditetapkan nama Badan Pusat Statistik sekaligus mengatur tata kerja dan Struktur Organisasi BPS yang baru. 3.2 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Tahun1968, ditetapkan Peraturan Pemerintah No.16 tahun 1968, yang mengatur Organisasi dan Tata Kerja BPS (di Pusat dan Daerah). Tahun 1980, ditetapkan Peraturan Pemerintah No.6 tahun 1980, tentang Organisasi BPS sebagai pengganti PP No.16 tahun Berdasarkan PP No. 6/1980 di setiap Provinsi terdapat kantor statistik dengan nama KANTOR STATISTIK PROVINSI dan begitu juga di setiap Kabupaten/ Kotamadya terdapat kantor statistik dengan nama KANTOR STATISTIK KABUPATEN/KOTAMADYA. Dengan demikian mulai saat itu Kantor Statistik Provinsi secara resmi ada diseluruh Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Sumatera Utara dengan nama Kantor Statistik Provinsi Sumatera Utara. Demikian juga untuk Kabupaten/Kotamadya seluruh Provinsi Sumatera Utara berdiri Perwakilan BPS Kantor Statistik Kabupaten/Kotamadya pada saat itu. Tahun 1992, ditetapkan Peraturan Pemerintah No.2 tahun 1992, tentang Organisasi BPS sebagai pengganti PP No. 6/1980. Kedudukan, tugas, fungsi, susunan

36 organisasi, dan tata kerja Biro Pusat Statistik selanjutnya diatur dengan Keputusan Presiden. Tahun 1997, ditetapkan Undang-undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik sebagai pengganti Undang-Undang No.6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang No.7 Tahun 1960 tentang Statistik. Tahun 1998, ditetapkan Keputusan Presiden no. 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik sebagai pengganti Keputusan Presiden No.6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Biro Pusat Statistik. Berdasarkan Keputusan Presiden ini "Kantor Statistik Provinsi Sumatera Utara" berubah menjadi BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) PROVINSI SUMATERA UTARA.Kantor BPS Provinsi Sumatera Utara saat ini terletak di Jl. Asrama No. 179 Medan. 3.3 Tugas, Fungsi, Kewenangan, Visi dan Misi Badan Pusat Statistik Tugas Badan Pusat Statistik Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen, BPS mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintah di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

37 3.3.2 Fungsi Badan Pusat Statistik Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 dalam melaksanakan tugas, BPS menyelenggarakan fungsi : a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kegiatan statistik. b. Penyelenggaraan statistik dasar. c. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPS. d. Pelancaran dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik. e. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga Kewenangan Badan Pusat Statistik Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2001 dalam menyelenggarakan fungsinya BPS mempunyai kewenangan :

38 a. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya. b. Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro. c. Penetapan sistem informasi di bidangnya. d. Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional. e. Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu : i. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kegiatan statistik. ii. Penyusunan pedoman penyelenggaraan survei statistik sektoral Visi Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik mempunyai Visi untuk menjadikan informasi sebagai tulang punggung pembangunan nasional dan regional, didukung sumber daya manusia yang berkualitas, ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang mutakhir Misi Badan Pusat Statistik

39 Dalam menunjang pembangunan nasional Badan Pusat Statistik mengemban Misi mengarahkan pembangunan statistik pada penyediaan data statistik yang bermutu dan handal, efektif dan efisien, peningkatan kesadaran masyarakat akan kegunaan Badan Statistik dan pengemban ilmu pengetahuan statistik dalam kehidupan masyarakat.

40 BAB 4 ANALISA DAN EVALUASI 4.1 Analisis Untuk memecahkan dan membahas masalah, maka dilakukan pengumpulan data yang diadakan selama penelitian. Analisa data dilakukan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diinginkan. Dalam bab ini akan dianalisa hubungan antara jumlah produksi listrik PLN Kitlur SUMBAGUT (Sumatera BAgian Utara) dengan jumlah penjualan listrik yang dilakukan oleh PLN Kitlur SUMBAGUT. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik tentang penjualan listrik dan produksi listrik pada periode Adapun data yang akan diolah adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Jumlah Produksi dan Jumlah Penjualan pada PLN Kitlur SUMBAGUT Periode Tahun Jumlah Produksi (GWH) Jumlah Penjualan (GWH)

41 Tahun Jumlah Produksi (GWH) Jumlah Penjualan (GWH) Sumber : BPS Sumatera Utara Dengan : Y = Jumlah Produksi X = Jumlah Penjualan Dari tabel di atas maka data tersebut dapat diolah dengan menggunkan rumus Analisis Regresi dan Korelasi. Secara manual akan dibahas pada subbab berikut ini. 4.2 Analisis Regresi Linear Sederhana Untuk melihat bentuk hubungan antara variable bebas yaitu banyaknya penjualan listrik (X) terhadap variable tidak bebas yaitu jumlah produksi listrik atau (Y), dapat dilihat dengan menentukan persamaan regresi linear sederhana. Dalam proses analisa data dengan meggunakan Metode Regresi Linear Sederhana secara manual disajikan pada tabel 4.2 berikut.

42

43 Tabel 4.2 : Nilai diperlukan dalam menghitung koefisien regresi dalam uji regresi Linear Sederhana Jumlah Jumlah Tahun Produksi (Y) Penjualan (X) 2 Y X 2 XY , , ,595, ,821, ,893, , , ,987, ,973, ,203, , , ,624, ,137, ,010, , , ,613, ,613, ,092, , , ,348, ,295, ,237, , , ,137, ,625, ,174, , , ,274, ,344, ,491, , , ,901, ,225, ,071, , , ,247, ,713, ,731, , , ,243, ,283, ,266, , , ,973, ,034, ,173,701.28

44 Dari tabel 4.2 diperoleh nilai nilai sebagai berikut : Y i = ,08 X i = ,46 2 Y i = ,98 2 X i = ,96 X i Y i = ,28 Untuk mencari persamaan Regresi Linier yang diperlukan maka perlu dicari koefisien regresinya yaitu a dan b. Koefisien Regresi a dan b dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. b = b = X i X Y i 2 i - ( X i n n X ) ,28 i Y ,96 2 i ( ,46)( ,08) 10 ( ,46) 10 2 b = 1,798,278, , ,355,304, ,96 10

45 b = b = , , , ,509 5,345,814 3,504,433.4 b = 1,525 a = Y i - b n X i n a = a = a = 48, , , , , ,97 10 a = - 729,49 Dari koefisien a dan b di atas maka persamaan regresinya adalah : ^ Y = 1,525X 729,49 Koefisien b dinamakan koefisien arah regresi linear dan menyatakan perubahan rata rata variable Y untuk setiap perubahan variable X sebesar satu unit.

46 4.3 Peramalan ^ Dari persamaan Y = 1,525X 729, 49 dapat diramalkan untuk 5 tahun kedepan jumlah produksi listrik yang akan diproduksi oleh PLN Kitlur SUMBAGUT. Namun harus dilihat atau dibuat terlebih dahulu jumah penjualan yang dilakukan oleh PLN Kitlur SUMBAGUT tahun tahun berikutnya. Apabila menurut hasil perolehan rata rata kenaikan penjualan listrik sebesar 6 % dari data di atas yang diperoleh, dan PLN menargetkan rata rata kenaikan jumlah penjualan listrik sebesar 6 %. Maka penjualan listrik tahun secara berurutan adalah sebagai berikut : Tabel 4.3 Jumlah Penjualan Listrik dengan Kenaikan Sebesar 6% dari Tahun Sebelumnya. Tahun Penjualan listrik , , , , ,74 Dari tabel 4.3 dapat diramalkan jumlah produksi listrik oleh PLN Kitlur SUMBAGUT untuk 5 tahun berikutnya dengan menggunakan persamaan regresi yang diperoleh :

47 Produksi listrik Tahun 2006 : Y = 1,525 (4890,18) 729,49 = 6728,04 Produksi listrik Tahun 2007 : Y = 1,525 (5183,59) 729,49 = 7175,49 Produksi listrik Tahun 2008 : Y = 1,525 (5494,61) 729,49 = 7649,79 Produksi listrik Tahun 2009 : Y = 1,525 (5824,29) 729,49 = 8152,55 Produksi listrik Tahun 2010 : Y = 1, ,74) 729,49 = 8685,47 Tabel 4.4 Jumlah Penjualan Listrik dan Ramalan Jumlah Produksi Listrik Tahun Tahun Penjualan Listrik Ramalan Produksi Listrik , , , ,49

48 , , , , , , Uji Koefisien Regresi Linier Sederhana a. Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) Setelah didapatkan nilai ramalan, maka selanjutnya perlu diadakan pengetesan atau pengujian terhadap persamaan regresi yang dipergunakan dalam penyusunan ramalan tersebut. Dalam hal ini akan dilakukan pembuktian mengenai tepat atau tidaknya variabel yang akan dijadikan persamaan pada peramalan. Pembuktian ini disebut uji koefisien penentu atau coefficient of determination test. Tabel 4.5 Data Data untuk Uji Koefisien Determinasi No Y X ^ Y Y ^ Y Y Y ( Y ^ Y ) 2 ( Y Y ) 2 3, , , , , ,660, ,188, , , , , , ,093, ,310, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,644.10

49 7 5, , , , , , , , , , , , , , , ,338, ,290, , , , , , ,019, ,128, , , , ,149, ,370,192.53

50 Dari tabel 4.5 tersebut, terlihat bahwa: JKR = ( Y ^ Y ) 2 = ,04 JKT = ( Y Y ) 2 = ,53 R 2 = ( ˆ Υ) Υ 2 ( Υ) 2 Υ i i ,04 R 2 = ,53 R 2 = 0,9736 = 97,36 % Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa besarnya nilai ramalan jumlah produksi listrik ditentukan sekitar 97,36 % dari variabel jumlah penjualan listrik. Dengan perkataan lain jumlah penjualan listrik dapat digunakan untuk memperkirakan besarnya ramalan produksi listrik. r = = = n Χ Υ i i ( Χ i )( Υi ) 2 2 ( Χ ) n Υ 2 2 { n Χ }{ ( Υ ) } i ,02 ( )( ) ,02 = i i , ,67 i = 0,987

51 Dari nilai r tersebut, terjadi korelasi positif antara variabel X dan Y. Nilai korelasi tersebut adalah 0,987 atau 98,7 %. Korelasi tersebut merupakan korelasi yang sangat kuat karena mendekati korelasi sempurna yaitu 1.

52 Uji F Berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya maka dapat dihitung nilai F Tabel 4.6 Data Data untuk Uji F No Y X ^ Y Y ^ Y ( Y ^ Y ^ Y ) 2 Y ^Y ( Y ) 2 1 3, , , , ,660, , , , , , ,093, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,338, , , , , ,019, , , , , ,149, ,14 215, Dari data tabel 4.6 juga dapat di cari nilai F hitung sebagai berikut : F = Rata rata kuadrat terkecil Rata rata kuadrat kesalahan pengganggu ( ˆ ) Υ Υ = k 1 Υ Υ n k 2 ( ˆ ) 2

53 = = = , , , ,23 302,611 Dengan tingkat keyakinan sebesar 95 % atau tingkat kenyataan sebesar 5 % maka dari tabel distribusi F akan diperoleh nilai F Tabel pada derajat kebebasan untuk pembilang satu dan derajat kebebasan untuk penyebut delapan adalah 5,32. Dengan memperbandingkan nilai F Tabel yang diperoleh dengan nilai F hitung yang telah di hitung sebelumnya maka diperoleh : F hitung = 302,611 > F Tabel = 5,32 Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresi dalam persamaan regresi sederhana untuk peramalan jumlah produksi listrik adalah signifikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa persamaan tersebut tepat atau benar untuk digunakan sebagai persamaan untuk peramalan.

54 c. Uji t Dari persamaan regresi linier sederhana dapat dihitung nilai pada uji t Tabel 4.7 Data Data untuk Uji t No Y X X X ( X X ) 2 1 3, , , ,144, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,504, σ = σ a a = ( Υ) Υ i n 2 n ˆ , ,110 σ b = = 51,89 3,16

55

56 t hitung a = σ a = 729,49 51,89 t hitung = 14,058 σ b = ( Υˆ ) Υ n 2 2 ( Χ) Χ i i 2 σ b = , ,45 σ b = 164, ,013 = 0,0877 t hitung b = σ b = 1,525 0,0877 t hitung = 17,39 Dengan tingkat keyakinan sebesar 95 %, maka pada derajat kebebasan sebesar n 2 yaitu 8 diperoleh nilai t Tabel sebesar: t 0,95; n 2 = t 0,95; 8 = 1,86 Oleh karena t hitung koefisien a = 14,058 > t tabel = 1,86 dan t hitung koefisien b = 17,39 > t tabel = 1,86

57 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi a dan b secara statitistik adalah berbeda nyata atau signifikan. Oleh karena itu penggunaan persamaan Ŷ = 1,525X 729,49 adalah benar secara statistik dalam peramalan jumlah produksi listrik berdasarkan jumlah penjualan listrik per tahun di PLN Kitlur SUMBAGUT.

58 BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM Tahapan imlementasi sistem merupakan tahapan penerapan hasil desain tertulis ke dalam programming atau komuterisasi. Dalam pengolahan data yang telah dikumpulkan penulis menggunakan perangkat lunak sebagai implementasi sistem yaitu software SPSS versi Adapun program SPSS ini adalah program yang dapat memberikan koefisien pada persamaan regresi yang akan digunakan pada proses peramalan. Untuk peramalan akan dilakukan secara manual. 5.1 PERKENALAN SOFTWARE SPSS SPSS merupakan paket dalam program aplikasi komputer untuk menganalisa data yang digunakan pada berbagai disiplin ilmu, terutama analisis statistik. Pada awalnya SPSS (Satitistical Package for the Social Science) digunakan untuk proses data statistik untuk ilmu sosial sekarang diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Sehingga sekarang SPSS menjadi Statistical Product and Service Solutions.

59 5.2 PENGOLAHAN DATA MENGGUNAKAN SPSS VERSI 15.0 Dalam pengolahan data menggunakan SPSS VERSI 15.0 harus dipastikan terlebih dahulu apakah pada komputer telah terdapat program SPSS VERSI apabila tidak maka terlebih dahulu program tersebut diinstall pada komputer yang akan digunakan. Namun program ini hanya memberikan persamaan yang akan digunakan pada peramalan data untuk tahun berikutnya. Untuk menentukan jumlah ramalan akan dilakukan secara manual kembali. a. Membuka Proram SPSS VERSI 15.0 Klik START kemudian All Programs kemudian SPSS for Windows kemudian pilih SPSS 15.0 Evaluation Windows Version

60

61 Tampilan SPSS versi 15.0 b. Mengolah data dengan program SPSS 15 i. Memasukkan variabel data dalam variabel view. Dalam proses ini akan dibuat variabel yang akan dianalisis. Langkah langkahnya sebagai berikut : a. Buka lembar kerja baru dari menu file kemudian new lalu data. b. Berikan nama variabel dan property yang diperlukan. c. Pada kolom Type pilih numeric, karena data ysng digunsksn data numerik Pada kolom Width,untuk keseragaman ketik 8. Pada kolom Decimal, untu keseragaman ketik 2.

62 Pada kolom Label, ketikkan penjelasan atau nama variabel yang digunakan. Tampilan variable view adalah sebagai berikut : Dalam variable view dimasukkan data variabel variabel yang akan dianalisis. Dari data yang telah dikumpulkan, diperoleh variabel banyak produksi listrik dan variabel banyak penjualan listrik. Variabel tersebut kemudian dimasukkan dalam kolom name kemudian pada kolom label diperjelas variabel yang dibuat dalam name tersebut.

63 ii. Memasukkan data pada data view. Pada proses ini data yang telah diperoleh dimasukkan pada sheet data view. Pada sheet ini akan ditampilkan data yang akan dianalisis. iii. Proses Analisis data Pada proses ini komputer akan menganalisis data yang telah dimasukkan dala data view tersebut. Dari proses ini akan diperoleh persamaan regresi linear yang dibutuhkan dalam proses peramalan yang akan dilakukan. Dari menu utama SPSS pilih analyze kemudian submenu regression dan pilih linear.

64 Setelah itu akan tampil taskbar seperti di bawah ini :

65

66 Masukkan variabel banyaknya energi yang diproduksi ke dalam kolom independent dan variabel banyak penjualan ke dalam kolom dependent. Untuk menampilkan statistik atau perhitungan statistik klik statistics dan pilih perhitungan statististik yang dibutuhkan. Dalam hal ini diperlukan R 2 atau koefisien determinasi yang menunjukkan hubungan antara banyak penjualan listrik dengan produksi listrik. Maka pada taskbar statistic sign atau beri tanda check pada pilihan R Squred changed. Akan tampil taskbar berikut: Kemudian klik continue dan kemudian klik Ok. Akan muncul output SPSS VERSI 15.0 sebagai berikut.

67 Dari tampilan output tersebut diperoleh tabel sebagai berikut : Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) PENJUALAN ENERGI LISTRIK (GWH) a. Dependent Variable: BANYAK ENERGI LISTRIK YANG DIPRODUKSI OLEH PLN Dari tabel tersebut diperoleh persamaan regresi yang akan digunakan dalam peramalan. Yaitu pada kolom B dengan konstanta sebesar 731,064 dan koefisien X sebesar 1,525.

68 Kemudian dari tampilan output tersebut juga diperoleh tabel berikut : Model Summary b Change Statistics Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change a a. Predictors: (Constant), PENJUALAN ENERGI LISTRIK (GWH) b. Dependent Variable: BANYAK ENERGI LISTRIK YANG DIPRODUKSI OLEH PLN Dari tabel tersebut diperoleh koefisien determinasi atau R 2 yang menunjukkan seberapa besar hubungan antara banyak penjualan dengan jumlah produksi listrik. Dari tabel ditunjukkan koefisien determinasi sebesar pada kolom R Square, berarti hubungan antara jumlah penjualan listrik dengan jumlah produksi listrik sangat erat karena mendekati nilai 1. Atau dengan kata lain besarnya ramalan jumlah produksi listrik yang akan diramalkan nantinya ditentukan oleh sekitar 97,4 % penjualan listrik. Dari persamaan yang telah diperoleh maka data diramalkan jumlah produksi listrik oleh PLN Kitlur SUMBAGUT berdasarkan jumlah penjualan listrik.

69 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 KESIMPULAN Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data penjualan listrik dan produksi listrik tahun , maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Dengan mendapatkan persamaan regresi Y = 1,525X 729, 49 melalui data yang diperoleh, maka dapat diramalkan jumlah produksi listrik tahun berikutnya. ^ 2. Nilai koefisien determinasi (R 2 ) sebsesar 0,974 atau 97,4 % menunjukkan ramalan produksi listrik ditentukan 97,4 % penjualan listrik. Dengan kata lain bahwa hubungan antara variabel penjualan dengan variabel produksi listrik sangat erat yaitu sebsesar 97,4 %. 3. Setelah dilakukan pengujian melalui uji F dan uji t, yang berfungsi sebagai alat uji dengan tingkat keyakinan 95 %, maka terbukti bahwa persamaan ^ Y = 1,525X 729,49 adalah signifikan dan dapat digunakan untuk meramalkan jumlah produksi listrik untul tahun berikutnya.

70 6.2 SARAN Dalam memproduksi listrik, PLN Kitlur SUMBAGUT hendaknya mulai memperhatikan jumlah penjualan listrik. Supaya tidak terjadi lagi pemadaman listrik karena jumlah listrik yang diproduksi lebih sedikit dari jumlah penjualan atau konsumsi masyarakat luas. Sebab terjadinya pemadaman listrik sangat menggangu aktifitas masyarakat. PLN Kitlur SUMBAGUT juga hendaknya mengadakan penelitian terhadap jumlah penjualan listrik dan susutnya listrik karena itu akan menentukan jumlah listrik yang harus diproduksi.

71 DAFTAR PUSTAKA Algifari.1997.Analisis Regresi Teori, Kasus, dan Solusi.Yogyakarta: BPFE Assauri Sofjan Teknik & Metoda Peramalan, Penerapannya dalam Ekonomi & Dunia Usaha. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi UI Manurung Adler Haymans, SE Teknik Peramalan Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Rineka Cipta Sembiring R.K. ANALISIS REGRESI.Bandung: ITB Sudjana, Prof. DR. M.A., M.Sc. Metode Statistika. Bandung: Penerbit TARSITO.

BAB 1 PENDAHULUAN. energi perlu dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Disisi lain

BAB 1 PENDAHULUAN. energi perlu dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Disisi lain BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan dalam proses pembangunan. Oleh sebab itu peningkatan serta pembangunan dalam sektor energi

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI BERGANDA TERHADAP FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI TUGAS AKHIR YUDHISTIRA PRIA KUSUMA

ANALISIS REGRESI BERGANDA TERHADAP FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI TUGAS AKHIR YUDHISTIRA PRIA KUSUMA i ANALISIS REGRESI BERGANDA TERHADAP FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI TUGAS AKHIR YUDHISTIRA PRIA KUSUMA 112407085 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. energi perlu dilaksanakan secara berdayaguna dan berhasilguna. Dilihat dari

BAB 1 PENDAHULUAN. energi perlu dilaksanakan secara berdayaguna dan berhasilguna. Dilihat dari BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Energi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan dalam proses pembangunan. Oleh karena itu peningkatan serta pembangunan dalam sektor energi

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PADANG LAWAS UTARA TUGAS AKHIR SARIASMIN HUTAJULU

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PADANG LAWAS UTARA TUGAS AKHIR SARIASMIN HUTAJULU 1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PADANG LAWAS UTARA TUGAS AKHIR SARIASMIN HUTAJULU 112407030 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN KARO RENNY AMANDA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN KARO RENNY AMANDA ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN KARO RENNY AMANDA 102407003 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Didirikan tahun 1920 dengan tugas mengumpulkan data statistik Bea & Cukai dan bernaung di bawah department Landbouw Nijverheid en Handel. Pada tanggal

Lebih terperinci

BAB III SEJARAH DAN STRUKTUR BPS

BAB III SEJARAH DAN STRUKTUR BPS BAB III SEJARAH DA STRUKTUR BPS 3.1 Sejarah Badan Pusat Statistik (BPS) Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga egara on Departemen. Badan Pusat Statistik melakukan kegiatan yang ditugaskan oleh pemerintah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan dalam proses pembangunan dalam sektor energi perlu dilaksanakan secara berdayaguna dan berhasilguna.

Lebih terperinci

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

BAB 3 PENGOLAHAN DATA BAB 3 PENGOLAHAN DATA 3.1 Menentukan Model Persamaan Regresi Linier Berganda Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah jumlah kecelakaan lalu lintas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegitan yang memperkirakan apa yang akan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegitan yang memperkirakan apa yang akan BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Peramalan Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegitan yang memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. Kegunaan peramalan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKTOR PERTANIAN, PETERNAKAN, PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BINJAI TUGAS AKHIR

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKTOR PERTANIAN, PETERNAKAN, PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BINJAI TUGAS AKHIR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKTOR PERTANIAN, PETERNAKAN, PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BINJAI TUGAS AKHIR SUCI YENIAR NAINGGOLAN 102407091 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA

Lebih terperinci

PENGARUH PASANGAN USIA SUBUR (PUS), AKSEPTOR KB DAN JUMLAH POSYANDU TERHADAP JUMLAH KELAHIRAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2012 TUGAS AKHIR

PENGARUH PASANGAN USIA SUBUR (PUS), AKSEPTOR KB DAN JUMLAH POSYANDU TERHADAP JUMLAH KELAHIRAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2012 TUGAS AKHIR PENGARUH PASANGAN USIA SUBUR (PUS), AKSEPTOR KB DAN JUMLAH POSYANDU TERHADAP JUMLAH KELAHIRAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2012 TUGAS AKHIR WINDI WULANDARI 112407012 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

ANALISIS JUMLAH PENDUDUK DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN DELI SERDANG TUGAS AKHIR YAYAN SYAHFAJAR

ANALISIS JUMLAH PENDUDUK DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN DELI SERDANG TUGAS AKHIR YAYAN SYAHFAJAR ANALISIS JUMLAH PENDUDUK DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN DELI SERDANG TUGAS AKHIR YAYAN SYAHFAJAR 112407095 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN TERHADAP INDEKS PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN ACEH SELATAN RENI HARPIANTI

ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN TERHADAP INDEKS PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN ACEH SELATAN RENI HARPIANTI ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN TERHADAP INDEKS PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN ACEH SELATAN RENI HARPIANTI 102407075 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH PRODUKSI PADI DI SUMATERA UTARA UNTUK TAHUN 2008 TUGAS AKHIR EFRINA SINAGA

PERAMALAN JUMLAH PRODUKSI PADI DI SUMATERA UTARA UNTUK TAHUN 2008 TUGAS AKHIR EFRINA SINAGA 1 PERAMALAN JUMLAH PRODUKSI PADI DI SUMATERA UTARA UNTUK TAHUN 2008 TUGAS AKHIR EFRINA SINAGA 052407041 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

Lebih terperinci

ANALISIS PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DAN JUMLAH TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA KOTA PADANGSIDIMPUAN TUGAS AKHIR OLEH

ANALISIS PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DAN JUMLAH TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA KOTA PADANGSIDIMPUAN TUGAS AKHIR OLEH ANALISIS PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DAN JUMLAH TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA KOTA PADANGSIDIMPUAN TUGAS AKHIR OLEH ISMED SULAIMAN SITANGGANG 102407037 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA

Lebih terperinci

PERAMALAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PADA TAHUN 2011 DI KABUPATEN DELI SERDANG BERDASARKAN DATA TAHUN TUGAS AKHIR

PERAMALAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PADA TAHUN 2011 DI KABUPATEN DELI SERDANG BERDASARKAN DATA TAHUN TUGAS AKHIR PERAMALAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PADA TAHUN 2011 DI KABUPATEN DELI SERDANG BERDASARKAN DATA TAHUN 2005-2009 TUGAS AKHIR SAHAT MANIK 082407116 PROGRAM STUDI DIPLOMA III STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2011

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2011 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2011 TUGAS AKHIR FIRMAN NUGRAHA 102407012 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

ANALISIS JUMLAH CALON MAHASISWA BARU TAHUN 2010 DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA.

ANALISIS JUMLAH CALON MAHASISWA BARU TAHUN 2010 DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA. ANALISIS JUMLAH CALON MAHASISWA BARU TAHUN 2010 DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA. TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya AULIA

Lebih terperinci

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPADATAN PENDUDUK KOTA MEDAN TAHUN 2012

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPADATAN PENDUDUK KOTA MEDAN TAHUN 2012 FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPADATAN PENDUDUK KOTA MEDAN TAHUN 2012 TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya RAHMAD NUR HIDAYAT S 102407069 PROGRAM

Lebih terperinci

RAMALAN JUMLAH PENDUDUK DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 2013 TUGAS AKHIR EMIR AL QADRI HRP

RAMALAN JUMLAH PENDUDUK DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 2013 TUGAS AKHIR EMIR AL QADRI HRP RAMALAN JUMLAH PENDUDUK DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 2013 TUGAS AKHIR EMIR AL QADRI HRP 112407031 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. bidang produksi, penelitian dan riset, bidang pertahanan dan keamanan, bidang

BAB 1 PENDAHULUAN. bidang produksi, penelitian dan riset, bidang pertahanan dan keamanan, bidang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi listrik memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat, industri dan pemerintah. Fungsi listrik juga sangat berperan dalam pembangunan seperti pada bidang

Lebih terperinci

PROYEKSI JUMLAH KENDARAAN BERMOTOR MENURUT JENISNYA DI KOTA MEDAN TAHUN 2010 TUGAS AKHIR JULFIANI

PROYEKSI JUMLAH KENDARAAN BERMOTOR MENURUT JENISNYA DI KOTA MEDAN TAHUN 2010 TUGAS AKHIR JULFIANI PROYEKSI JUMLAH KENDARAAN BERMOTOR MENURUT JENISNYA DI KOTA MEDAN TAHUN 2010 TUGAS AKHIR JULFIANI 062407142 PROGRAM STUDI D3 ILMU KOMPUTER / STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PERIKANAN LAUT KABUPATEN LANGKAT MENGGUNAKAN REGRESI LINIER BERGANDA HARIYANTO SYAHPUTRA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PERIKANAN LAUT KABUPATEN LANGKAT MENGGUNAKAN REGRESI LINIER BERGANDA HARIYANTO SYAHPUTRA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PERIKANAN LAUT KABUPATEN LANGKAT MENGGUNAKAN REGRESI LINIER BERGANDA HARIYANTO SYAHPUTRA 122407068 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR RAMAYANI SIMBOLON

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR RAMAYANI SIMBOLON FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR RAMAYANI SIMBOLON 142407076 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR RESTI FERONIKA PURBA

TUGAS AKHIR RESTI FERONIKA PURBA PERAMALAN BANYAKNYA JUMLAH AIR MINUM YANG DIPRODUKSI PDAM TIRTAULI PEMATANGSIANTAR TAHUN 2008-2010 DENGAN METODE PEMULUSAN (SMOOTHING) EKSPONENSIAL GANDA TUGAS AKHIR RESTI FERONIKA PURBA 062407139 PROGRAM

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH DAN PENDUDUK BUTA HURUF TERHADAP PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR

ANALISIS PENGARUH ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH DAN PENDUDUK BUTA HURUF TERHADAP PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR ANALISIS PENGARUH ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH DAN PENDUDUK BUTA HURUF TERHADAP PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR JOKO SUHADA 102407068 PROGRAM STUDI D-3 STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL

PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL 1 PROYEKSI KESEMPATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN 2013-2018 DENGAN MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL TUGAS AKHIR ISRA HERLINA 112407065 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI BERGANDA TERHADAP FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI TAHUN TUGAS AKHIR AGUS EFRATA BRAHMANA NIM:

ANALISIS REGRESI BERGANDA TERHADAP FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI TAHUN TUGAS AKHIR AGUS EFRATA BRAHMANA NIM: ANALISIS REGRESI BERGANDA TERHADAP FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI TAHUN 2006-2007 TUGAS AKHIR AGUS EFRATA BRAHMANA NIM:062407135 PROGRAM STUDI DIII STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1. Pengertian Peramalan Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi atau kondisi yang diperkirakan

Lebih terperinci

BAB 3 STRUKTUR ORGANISASI BADAN PUSAT STATISTIK

BAB 3 STRUKTUR ORGANISASI BADAN PUSAT STATISTIK BAB 3 STRUKTUR ORGANISASI BADAN PUSAT STATISTIK 3.1 Sejarah Badan Pusat Statistik (BPS) Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Negara Non Departemen. Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan kegiatan

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR FAIZAL RIDHO

TUGAS AKHIR FAIZAL RIDHO KAJIAN PENGARUH SEKTOR PERTAMBANGAN SERTA PENGGALIAN DAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN TERHADAP INDEKS PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KOTA MEDAN TUGAS AKHIR FAIZAL RIDHO 112407105 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SUMATERA UTARA TAHUN 2015 TUGAS AKHIR HARIS RAMADHAN

PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SUMATERA UTARA TAHUN 2015 TUGAS AKHIR HARIS RAMADHAN PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SUMATERA UTARA TAHUN 2015 TUGAS AKHIR HARIS RAMADHAN 112407047 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah

BAB 1 PENDAHULUAN. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu wilayah dalam suatu periode tertentu. Produk Domestik

Lebih terperinci

BAB 10 ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA

BAB 10 ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA BAB 10 ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA Analisis regresi linier merupakan salah satu jenis metode regresi yang paling banyak digunakan. Regresi linier sederhana terdiri atas satu variabel terikat (dependent)

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA BINJAI PADA TAHUN TUGAS AKHIR REBECKA MARTHA BATE E

PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA BINJAI PADA TAHUN TUGAS AKHIR REBECKA MARTHA BATE E PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 2013-2016 TUGAS AKHIR REBECKA MARTHA BATE E 112407033 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

ANALISA DERET WAKTU JUMLAH TENAGA KERJA DI KABUPATEN BIREUEN TUGAS AKHIR INDRI HAFSARI

ANALISA DERET WAKTU JUMLAH TENAGA KERJA DI KABUPATEN BIREUEN TUGAS AKHIR INDRI HAFSARI ANALISA DERET WAKTU JUMLAH TENAGA KERJA DI KABUPATEN BIREUEN TUGAS AKHIR INDRI HAFSARI 062407005 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) KABUPATEN NIAS PADA TAHUN RIZKA RAHMI ZEBUA

PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) KABUPATEN NIAS PADA TAHUN RIZKA RAHMI ZEBUA PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) KABUPATEN NIAS PADA TAHUN 2010-2011 TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya RIZKA RAHMI ZEBUA 062407011

Lebih terperinci

MENGHITUNG UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) KOTA MEDAN MENURUT LAPANGAN USAHA PADA SEKTOR BANGUNAN ATAU KONSTRUKSI TAHUN 2012 TUGAS AKHIR OLEH

MENGHITUNG UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) KOTA MEDAN MENURUT LAPANGAN USAHA PADA SEKTOR BANGUNAN ATAU KONSTRUKSI TAHUN 2012 TUGAS AKHIR OLEH MENGHITUNG UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) KOTA MEDAN MENURUT LAPANGAN USAHA PADA SEKTOR BANGUNAN ATAU KONSTRUKSI TAHUN 2012 TUGAS AKHIR OLEH WILLY RAMSAL 092407028 PROGRAM STUDI DIPLOMA III STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. jagung antara lain produktifitas, luas panen, dan curah hujan. Pentingnya

BAB 1 PENDAHULUAN. jagung antara lain produktifitas, luas panen, dan curah hujan. Pentingnya BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak ditanam di setiap Negara, termasuk Indonesia. Jagung adalah sumber pangan kedua setelah padi. Hampir 70% hasil

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Peramalan Peramalan (forecasting) adalah kegiatan mengestimasi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Peramalan diperlukan karena adanya kesenjangan waktu

Lebih terperinci

PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PADA TAHUN 2014 DI PROPINSI ACEH KHARINA PRATIWI

PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PADA TAHUN 2014 DI PROPINSI ACEH KHARINA PRATIWI PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PADA TAHUN 2014 DI PROPINSI ACEH Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya KHARINA PRATIWI 102407093 PROGRAM STUDI D3

Lebih terperinci

PROYEKSI NILAI EKSPOR KELAPA SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III TAHUN BERDASARKAN DATA TAHUN TUGAS AKHIR

PROYEKSI NILAI EKSPOR KELAPA SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III TAHUN BERDASARKAN DATA TAHUN TUGAS AKHIR PROYEKSI NILAI EKSPOR KELAPA SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III TAHUN 2010-2012 BERDASARKAN DATA TAHUN 2008-2009 TUGAS AKHIR SERASINTA TARIGAN 072407040 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN LABUHAN BATU TAHUN 2009 TUGAS AKHIR MUHAMMAD YUSUF

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN LABUHAN BATU TAHUN 2009 TUGAS AKHIR MUHAMMAD YUSUF ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN LABUHAN BATU TAHUN 2009 TUGAS AKHIR MUHAMMAD YUSUF 102407038 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

JUMLAH PENDUDUK DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTAMADYA PEMATANGSIANTAR TUGAS AKHIR JOSEP IMANUEL TAMBA

JUMLAH PENDUDUK DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTAMADYA PEMATANGSIANTAR TUGAS AKHIR JOSEP IMANUEL TAMBA JUMLAH PENDUDUK DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTAMADYA PEMATANGSIANTAR TUGAS AKHIR JOSEP IMANUEL TAMBA 122407091 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Salah satu indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan penduduk adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Salah satu indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan penduduk adalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan penduduk adalah tingkat kecukupan gizi, yang lazim disajikan dalam banyaknya zat gizi seperti kalori. Kalori

Lebih terperinci

PERAMALAN CURAH HUJAN BULANAN DI KOTA MEDAN DENGAN METODE BOX-JENKINS TUGAS AKHIR ELLA CHRISTY SARI GULTOM

PERAMALAN CURAH HUJAN BULANAN DI KOTA MEDAN DENGAN METODE BOX-JENKINS TUGAS AKHIR ELLA CHRISTY SARI GULTOM PERAMALAN CURAH HUJAN BULANAN DI KOTA MEDAN DENGAN METODE BOX-JENKINS TUGAS AKHIR ELLA CHRISTY SARI GULTOM 062407161 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

ANALISIS KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2011 TUGAS AKHIR NOPA YANTI SEMBIRING

ANALISIS KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2011 TUGAS AKHIR NOPA YANTI SEMBIRING ANALISIS KUNJUNGAN WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DI KABUPATEN KARO TAHUN 2011 TUGAS AKHIR NOPA YANTI SEMBIRING 072407023 PROGRAM STUDI DIPLOMA-3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR NOVITA PRASASTI GRACELYA SIANTURI

TUGAS AKHIR NOVITA PRASASTI GRACELYA SIANTURI PERAMALAN JUMLAH AIR MINUM YANG DISALURKAN PDAM TIRTA WAMPU KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2008-2010 DENGAN METODE PEMULUSAN (SMOOTHING) EKSPONENSIAL GANDA TUGAS AKHIR NOVITA PRASASTI GRACELYA SIANTURI 062407132

Lebih terperinci

PROYEKSI ANGKA KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI PADA TAHUN 2013 DI KECAMATAN MEDAN KOTA PROVINSI SUMATERA UTARABERDASARKAN DATA TAHUN 1999 s/d 2008

PROYEKSI ANGKA KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI PADA TAHUN 2013 DI KECAMATAN MEDAN KOTA PROVINSI SUMATERA UTARABERDASARKAN DATA TAHUN 1999 s/d 2008 PROYEKSI ANGKA KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI PADA TAHUN 2013 DI KECAMATAN MEDAN KOTA PROVINSI SUMATERA UTARABERDASARKAN DATA TAHUN 1999 s/d 2008 TUGAS AKHIR MARTA ARISA PANGARIBUAN 062407146 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB 11 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

BAB 11 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA BAB 11 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA Selain regresi linier sederhana, metode regresi yang juga banyak digunakan adalah regresi linier berganda. Regresi linier berganda digunakan untuk penelitian yang

Lebih terperinci

APLIKASI ANALISIS REGRESI PADA ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN PERDAGANGAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PDRB KOTA BINJAI TUGAS AKHIR

APLIKASI ANALISIS REGRESI PADA ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN PERDAGANGAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PDRB KOTA BINJAI TUGAS AKHIR APLIKASI ANALISIS REGRESI PADA ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN PERDAGANGAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PDRB KOTA BINJAI TUGAS AKHIR ELISA 082407018 PROGRAM STUDI DIPLOMA III STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH ANGGARAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA MEDAN PADA TAHUN TUGAS AKHIR ANTONIUS PANTUN A. MANURUNG

PERAMALAN JUMLAH ANGGARAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA MEDAN PADA TAHUN TUGAS AKHIR ANTONIUS PANTUN A. MANURUNG PERAMALAN JUMLAH ANGGARAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA MEDAN PADA TAHUN 2015-2016 TUGAS AKHIR ANTONIUS PANTUN A. MANURUNG 132407120 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu wilayah dalam suatu periode tertentu. Produk Domestik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab itu peningkatan serta

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 19 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Peran pemimpin pendidikan menjadi sangat urgen untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan. Pemimpin pendidikan dalam sebuah institusi pendidikan

Lebih terperinci

MENGHITUNG UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) KOTA MEDAN MENURUT LAPANGAN USAHA PADA SEKTOR INDUSTRI TAHUN 2011 BERDASARKAN DATA DARI TAHUN

MENGHITUNG UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) KOTA MEDAN MENURUT LAPANGAN USAHA PADA SEKTOR INDUSTRI TAHUN 2011 BERDASARKAN DATA DARI TAHUN MENGHITUNG UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) KOTA MEDAN MENURUT LAPANGAN USAHA PADA SEKTOR INDUSTRI TAHUN 2011 BERDASARKAN DATA DARI TAHUN 2000-2009 TUGAS AKHIR OLEH NURHAYATI 082407016 PROGRAM STUDI DIPLOMA

Lebih terperinci

PROYEKSI JUMLAH NILAI IMPOR MIGAS DAN NON MIGAS INDONESIA TAHUN 2010 BERDASARKAN DATA IMPOR TAHUN 2000 SAMPAI DENGAN 2007 TUGAS AKHIR

PROYEKSI JUMLAH NILAI IMPOR MIGAS DAN NON MIGAS INDONESIA TAHUN 2010 BERDASARKAN DATA IMPOR TAHUN 2000 SAMPAI DENGAN 2007 TUGAS AKHIR 1 PROYEKSI JUMLAH NILAI IMPOR MIGAS DAN NON MIGAS INDONESIA TAHUN 2010 BERDASARKAN DATA IMPOR TAHUN 2000 SAMPAI DENGAN 2007 TUGAS AKHIR CHANRO SIMARMATA NIM:062407130 PROGRAM STUDY DIII STATISTIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

ANALISA KORELASI TERHADAP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN BERAS DI KOTA MEDAN TUGAS AKHIR DIAN ARIESTYA

ANALISA KORELASI TERHADAP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN BERAS DI KOTA MEDAN TUGAS AKHIR DIAN ARIESTYA ANALISA KORELASI TERHADAP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN BERAS DI KOTA MEDAN TUGAS AKHIR DIAN ARIESTYA 082407030 PROGRAM STUDI D-III STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH PENDISTRIBUSIAN BAHAN BAKAR MINYAK DI KOTA PEMATANG SIANTAR TAHUN DENGAN METODE EKSPONENSIAL SMOOTHING TUGAS AKHIR

PERAMALAN JUMLAH PENDISTRIBUSIAN BAHAN BAKAR MINYAK DI KOTA PEMATANG SIANTAR TAHUN DENGAN METODE EKSPONENSIAL SMOOTHING TUGAS AKHIR PERAMALAN JUMLAH PENDISTRIBUSIAN BAHAN BAKAR MINYAK DI KOTA PEMATANG SIANTAR TAHUN 2015-2017 DENGAN METODE EKSPONENSIAL SMOOTHING TUGAS AKHIR FAZZAR ADE MASSAYU NASUTION 132407109 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA

Lebih terperinci

PERAMALAN BANYAKNYA ENERGI YANG DI SALURKAN PT.PLN (PERSERO) CABANG MEDAN TAHUN 2014 TUGAS AKHIR

PERAMALAN BANYAKNYA ENERGI YANG DI SALURKAN PT.PLN (PERSERO) CABANG MEDAN TAHUN 2014 TUGAS AKHIR PERAMALAN BANYAKNYA ENERGI YANG DI SALURKAN PT.PLN (PERSERO) CABANG MEDAN TAHUN 2014 TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh Ahli Madya SYAHRUL R SIHOTANG 102407017 PROGRAM

Lebih terperinci

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI SUMATERA UTARA DENGAN METODE ANALISIS JALUR TUGAS AKHIR FEBRINA SITUMORANG

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI SUMATERA UTARA DENGAN METODE ANALISIS JALUR TUGAS AKHIR FEBRINA SITUMORANG FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI SUMATERA UTARA DENGAN METODE ANALISIS JALUR TUGAS AKHIR FEBRINA SITUMORANG 112407021 PROGRAM STUDI D 3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK

BAB 3 GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK BAB 3 GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK 3.1 Sejarah Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Negar Non Departemen. BPS melakukan kegiatan yang ditugaskan oleh pemerintah antara

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ANALISIS JALUR YANG MEMPENGARUHI ANGKA LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR TUGAS AKHIR

PENGGUNAAN ANALISIS JALUR YANG MEMPENGARUHI ANGKA LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR TUGAS AKHIR PENGGUNAAN ANALISIS JALUR YANG MEMPENGARUHI ANGKA LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR TUGAS AKHIR IVAN J M SIMANUNGKALIT 112407006 PROGRAM STUDI DIPLOMA

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI SUMATERA UTARA. 3.1 Sejarah Singkat Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara

BAB 3 GAMBARAN UMUM DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI SUMATERA UTARA. 3.1 Sejarah Singkat Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara BAB 3 GAMBARAN UMUM DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI SUMATERA UTARA 3.1 Sejarah Singkat Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara 3.1.1 Sebelum Kemerdekaan Pemerintahan Hindia Belanda mencoba

Lebih terperinci

PROYEKSI ANGKA KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI PADA TAHUN 2013 di KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN BERDASARKAN DATA TAHUN 2003 s/d 2009 TUGAS AKHIR

PROYEKSI ANGKA KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI PADA TAHUN 2013 di KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN BERDASARKAN DATA TAHUN 2003 s/d 2009 TUGAS AKHIR PROYEKSI ANGKA KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI PADA TAHUN 2013 di KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN BERDASARKAN DATA TAHUN 2003 s/d 2009 TUGAS AKHIR FLORINA FRETTY SINAGA 082407003 PROGRAM STUDI DIPLOMA III STATISTIKA

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH JUMLAH PELANGGAN LISTRIK DAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK TERHADAP PRODUKSI LISTRIK DI PT.PLN (Persero) CABANG BINJAI TUGAS AKHIR

ANALISA PENGARUH JUMLAH PELANGGAN LISTRIK DAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK TERHADAP PRODUKSI LISTRIK DI PT.PLN (Persero) CABANG BINJAI TUGAS AKHIR ANALISA PENGARUH JUMLAH PELANGGAN LISTRIK DAN JUMLAH PENJUALAN LISTRIK TERHADAP PRODUKSI LISTRIK DI PT.PLN (Persero) CABANG BINJAI TUGAS AKHIR PANJI ANUGRAH SIMAMORA 082407089 PROGRAM STUDI DIPLOMA III

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan rangkuman dari Indeks Perkembangan dari berbagai sektor ekonomi

BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan rangkuman dari Indeks Perkembangan dari berbagai sektor ekonomi 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan, khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan tersebut merupakan rangkuman

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA 76 BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis 1. Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji terlebih dahulu melalui data atau bukti empiris.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kebijakan pemerintah dapat diambil secara tepat apabila berdasar pada informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kebijakan pemerintah dapat diambil secara tepat apabila berdasar pada informasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebijakan pemerintah dapat diambil secara tepat apabila berdasar pada informasi statistik yang akurat dan tepat waktu. Informasi tersebut selain menunjukkan perkembangan

Lebih terperinci

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IV KEBUN ADOLINA PERBAUNGAN SERDANG BEDAGAI

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IV KEBUN ADOLINA PERBAUNGAN SERDANG BEDAGAI FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IV KEBUN ADOLINA PERBAUNGAN SERDANG BEDAGAI MUTHIA SAFITRI 122407072 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA

Lebih terperinci

PERAMALAN BANYAKNYA JUMLAH SURAT KILAT YANG DIKIRIM DAN DITERIMA KANTOR POS MEDAN DAN BELAWAN TAHUN 2011 TUGAS AKHIR

PERAMALAN BANYAKNYA JUMLAH SURAT KILAT YANG DIKIRIM DAN DITERIMA KANTOR POS MEDAN DAN BELAWAN TAHUN 2011 TUGAS AKHIR PERAMALAN BANYAKNYA JUMLAH SURAT KILAT YANG DIKIRIM DAN DITERIMA KANTOR POS MEDAN DAN BELAWAN TAHUN 2011 TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya FRISKA

Lebih terperinci

PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK DI PT. PLN (PERSERO) CABANG BINJAI UNTUK TAHUN 2008

PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK DI PT. PLN (PERSERO) CABANG BINJAI UNTUK TAHUN 2008 PERAMALA ILAI PEJUALA EERGI LISTRIK DI PT. PL (PERSERO) CABAG BIJAI UTUK TAHU 2008 TUGAS AKHIR MAGDALEA LUMBATOBIG 052407060 DEPARTEME MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DA ILMU PEGETAHUA ALAM UIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH ANGKATAN KERJA DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR PRAJABASA P LUBIS

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH ANGKATAN KERJA DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR PRAJABASA P LUBIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH ANGKATAN KERJA DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR PRAJABASA P LUBIS 142407020 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

PENGARUH TINGKAT KUALITAS PELAYANAN JASA PUSKESMAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN (Studi Kasus PUSKESMAS Kecamatan Hatonduhan) TUGAS AKHIR

PENGARUH TINGKAT KUALITAS PELAYANAN JASA PUSKESMAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN (Studi Kasus PUSKESMAS Kecamatan Hatonduhan) TUGAS AKHIR PENGARUH TINGKAT KUALITAS PELAYANAN JASA PUSKESMAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN (Studi Kasus PUSKESMAS Kecamatan Hatonduhan) TUGAS AKHIR ADVENDOS D.C SIGALINGGING 102407079 PROGRAM STUDI DIPLOMA III STATISTIKA

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara PERSETUJUAN Judul : PREDIKSI JUMLAH RATA-RATA TAMU MANCANEGARA DAN NUSANTARA DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN SMOOTHING EKSPONENSIAL GANDA BROWN Kategori : TUGAS AKHIR Nama : ANTHONY VS DAMANIK Nomor Induk Mahasiswa

Lebih terperinci

PENGENDALIAN FEEDING DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL DI PT INALUM TUGAS AKHIR FADHLINA NAZLY

PENGENDALIAN FEEDING DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL DI PT INALUM TUGAS AKHIR FADHLINA NAZLY PENGENDALIAN FEEDING DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL DI PT INALUM TUGAS AKHIR FADHLINA NAZLY 102407030 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.

Lebih terperinci

ANALISIS DATA PREDIKTIF (Analisis Regresi)

ANALISIS DATA PREDIKTIF (Analisis Regresi) PERTEMUAN KE-9 ANALISIS DATA PREDIKTIF (Analisis Regresi) Ringkasan Materi : Analisis regresi digunakan untuk memprediksi (prediktif). Variabel X hasil pengukuran yang disebut prediktor digunakan untuk

Lebih terperinci

HUJAN DI KOTA PERAMALAN JUMLAH CURAH MEDAN PADA TAHUN 2010 TUGAS AKHIR IRDA AMELIA

HUJAN DI KOTA PERAMALAN JUMLAH CURAH MEDAN PADA TAHUN 2010 TUGAS AKHIR IRDA AMELIA HUJAN DI KOTA PERAMALAN JUMLAH CURAH MEDAN PADA TAHUN 2010 TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya IRDA AMELIA 072407088 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN LAPANGAN KERJA DI PEMATANGSIANTAR TUGAS AKHIR NIDA ELHAQ

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN LAPANGAN KERJA DI PEMATANGSIANTAR TUGAS AKHIR NIDA ELHAQ HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN LAPANGAN KERJA DI PEMATANGSIANTAR TUGAS AKHIR NIDA ELHAQ 072407035 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENERAPAN ANALISIS JALUR DALAM MENGANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR

PENERAPAN ANALISIS JALUR DALAM MENGANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR PENERAPAN ANALISIS JALUR DALAM MENGANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR YANUAR FERNANDEZ TAMBUNAN 112407107 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ( PDRB ) SEKTOR KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2012 TUGAS AKHIR

PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ( PDRB ) SEKTOR KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2012 TUGAS AKHIR PERAMALAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ( PDRB ) SEKTOR KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2012 TUGAS AKHIR MAHYULY SUAIDAH SIREGAR 072407080 PROGRAM STUDI D-3 STATISTIKA

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2016 DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPONENSIAL GANDA BROWN TUGAS AKHIR HENNY KRISTINA SAGALA

PERAMALAN JUMLAH PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2016 DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPONENSIAL GANDA BROWN TUGAS AKHIR HENNY KRISTINA SAGALA 1 PERAMALAN JUMLAH PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2016 DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPONENSIAL GANDA BROWN TUGAS AKHIR HENNY KRISTINA SAGALA 132407112 PROGRAM STUDI D-3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA

Lebih terperinci

PENERAPAN ANALISIS JALUR DALAM MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TAHUN 2011 DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR

PENERAPAN ANALISIS JALUR DALAM MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TAHUN 2011 DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR 1 PENERAPAN ANALISIS JALUR DALAM MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TAHUN 2011 DI PROVINSI SUMATERA UTARA TUGAS AKHIR ARGIMORITA LYDIA 112407007 PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 STATISTIKA

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH ANGGARAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA MEDAN PADA TAHUN TUGAS AKHIR GEMBIRA SITANGGANG

PERAMALAN JUMLAH ANGGARAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA MEDAN PADA TAHUN TUGAS AKHIR GEMBIRA SITANGGANG PERAMALAN JUMLAH ANGGARAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA MEDAN PADA TAHUN 2016-2017 TUGAS AKHIR GEMBIRA SITANGGANG 142407032 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU

Lebih terperinci

Vol.17 No.2. Agustus 2015 Jurnal Momentum ISSN : X

Vol.17 No.2. Agustus 2015 Jurnal Momentum ISSN : X PREDIKSI PERKEMBANGAN BEBAN LISTRIK SEKTOR RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2013-2022 DENGAN SIMULASI SPSS Erhaneli *, Oki Irawan ** *) Dosen Jurusan Teknik Elektro **) Mahasiswa Jurusan Teknik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kebijakan pemerintah dapat diambil secara tepat apabila berdasar pada informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kebijakan pemerintah dapat diambil secara tepat apabila berdasar pada informasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebijakan pemerintah dapat diambil secara tepat apabila berdasar pada informasi statistik yang akurat dan tepat waktu. Informasi tersebut selain menunjukkan perkembangan

Lebih terperinci

PROGRAM DEPARTE ATIKA. Universitas Sumatera Utara

PROGRAM DEPARTE ATIKA. Universitas Sumatera Utara ii PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2017 DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPONENSIAL TUGAS AKHIR YAHYAA HAKIM DAMANIK 112407018 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTE EMEN MATEMA ATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Regional Bruto (PDRB) didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Regional Bruto (PDRB) didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang 9 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikator untuk menentukan atau menilai apakah suatu negara pembangunannya berhasil atau tidak. Produk Domestik Regional Bruto

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Data Laporan Keuangan PT Mayora Indah Tbk. Tabel. 4.1 Data Laporan Keuangan PT Mayora Indah Tbk.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Data Laporan Keuangan PT Mayora Indah Tbk. Tabel. 4.1 Data Laporan Keuangan PT Mayora Indah Tbk. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Data Laporan Keuangan PT Mayora Indah Tbk. Berikut adalah data laporan keuangan PT Mayora Indah Tbk (dalam juta Rupiah), selama tahun 2007 sampai dengan 2010.

Lebih terperinci

PENGARUH HARGA IMPOR BERAS,PRODUKSI BERAS, NILAI KURS (RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA) TERHADAP PERMINTAAN IMPOR BERAS DI INDONESIA TUGAS AKHIR

PENGARUH HARGA IMPOR BERAS,PRODUKSI BERAS, NILAI KURS (RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA) TERHADAP PERMINTAAN IMPOR BERAS DI INDONESIA TUGAS AKHIR PENGARUH HARGA IMPOR BERAS,PRODUKSI BERAS, NILAI KURS (RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA) TERHADAP PERMINTAAN IMPOR BERAS DI INDONESIA TUGAS AKHIR HENNY DAME EVANS 132407028 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perencanaan pembangunan ekonomi daerah memerlukan data agar sasarannya

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perencanaan pembangunan ekonomi daerah memerlukan data agar sasarannya BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perencanaan pembangunan ekonomi daerah memerlukan data agar sasarannya dapat dicapai dengan tepat. Pembangunan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN LABUHANBATU TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN PERTUMBUHAN EKSPONENSIAL TUGAS AKHIR SUMARYANI MANURUNG

PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN LABUHANBATU TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN PERTUMBUHAN EKSPONENSIAL TUGAS AKHIR SUMARYANI MANURUNG PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN LABUHANBATU TAHUN 2015-2017 DENGAN MENGGUNAKAN PERTUMBUHAN EKSPONENSIAL TUGAS AKHIR SUMARYANI MANURUNG 132407040 PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMENMATEMATIKA FAKULTAS

Lebih terperinci

Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNY

Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNY LEMBAR KERJA Topik: Regresi Linear Sederhana Tujuan: Digunakan untuk menguji hubungan/korelasi/pengaruh satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Regresi juga dapat digunakan untuk melakukan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang 11 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA JENIS PEKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI ANAK DI SMA YAYASAN PENDIDIKAN SATRIA BINJAI TUGAS AKHIR

HUBUNGAN ANTARA JENIS PEKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI ANAK DI SMA YAYASAN PENDIDIKAN SATRIA BINJAI TUGAS AKHIR HUBUNGAN ANTARA JENIS PEKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI ANAK DI SMA YAYASAN PENDIDIKAN SATRIA BINJAI TUGAS AKHIR SITI FATIMAH DAULAY 092407033 PROGRAM STUDI DIPLOMA-III STATISTIKA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Data Perusahaan 2.1.1. Identitas Perusahaan Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya,

Lebih terperinci

Volume : XI, Nomor : 1, September 2016 Informasi dan Teknologi Ilmiah ISSN: X

Volume : XI, Nomor : 1, September 2016 Informasi dan Teknologi Ilmiah ISSN: X ANALISA PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN PAKPAK BHARAT PADA TAHUN 2017 MENGGUNAKAN METODE REGRESI ( STUDI KASUS : BADAN PUSAT STATISTIK SUMATERA UTARA ) Hikmah Khairani Mahasiswa Program Studi Teknik

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR NURUL ICHWANI BR SEMBIRING

TUGAS AKHIR NURUL ICHWANI BR SEMBIRING ANALISIS PENGARUH TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA (TPAK) DAN JUMLAH PENDUDUK USIA KERJA TERHADAP JUMLAH ANGKATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE ANALISIS JALURDENGAN LINEAR STRUCTURAL RELATIONSHIPS (LISREL)

Lebih terperinci