MULTI CRITERIA DECISION
|
|
|
- Shinta Wibowo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MULTI CRITERIA DECISION MODEL MENGGUNAKAN AHP/RATING MODEL LINEAR GOAL PROGRAMMING (Studi Kasus : Pemilihan Proposal Investasi CPPU/PPU PT.Sarana atim Ventura) Fadjar Hutomo PT. Sarana atim Ventura Ketintang Baru XV/34 - Surabaya ABSTRAK Penelitian ini meneliti proses pengambilan keputusan pemilihan proposal investasi di sebuah perusahaan modal ventura daerah, khususnya PT.Sarana atim Ventura. Sebuah model keputusan pemilihan proposal investasi yang multikriteria dan terintegrasi berdasarkan pada Model AHP/ dikembangkan, diaplikasikan dan diimplementasikan dengan menggunakan piranti lunak Expert Choice dan diintegrasikan dengan Teknik Linear Goal Programming. Model evaluasi multikriteria ini menghasilkan sebuah metodologi untuk memilih proposal investasi mana yang akan dibiayai dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria kualitatif maupun kuantitatif. Sebuah workshop sehari dilaksanakan dan diikuti oleh panel yang terdiri dari delapan orang tenaga ahli PT.Sarana atim Ventura yang selama ini terlibat dalam proses pengambilan keputusan investasi di PT.Sarana atim Ventura. Dari penelitian ini diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Pertama, Model AHP/ memberikan kerangka kerja yang logis, terstruktur dan koheren dalam melaksanakan sebuah proses pengambilan keputusan kelompok dimana proposal investasi dievaluasi dalam berbagai kriteria yang telah diprioritaskan. Kedua, pemanfaatan Model AHP/ untuk pengambilan keputusan pemilihan proposal investasi secara multikriteria dalam sebuah kelompok dapat memfasilitasi proses diskusi kelompok, meningkatkan kerjasama dan memperbaiki kualitas keputusan yang akan diambil. Ketiga, Model AHP LGP yang terintegrasi memberikan keleluasaan dalam mengalokasikan sumber dana yang terbatas hanya kepada proposal investasi terpilih yang akan memaksimumkan keuntungan atau manfaat perusahaan. ABSTRACT This research examines the process of investment proposal selection decision making in a regional venture capital company, especially in PT.Sarana atim Ventura. An integrated multicriteria investment proposal selection decision model based on Analyticak Hierarchy Process and Model is developed, applied and implemented by using the Expert Choice Software, and integrated with Linear Goal Programming technique. This multicriteria evaluation model provides a methodology for selecting a set of manufacturing projects by considering both quantitative and qualitative decision criteria. An oneday workshop was conducted with a panel of eight experts who are involved in investment decision making process in PT.Sarana atim Ventura recently.
2 From this research some conclution can be reported. First, the AHP/ Model provides a logical, structured, coherent framework for conducting a group decision making process in which investment proposals are evaluated in multiple, prioritized criteria. Second, Utilizing AHP/ model for multicriteria investment proposal selection decision making in a group setting facilitated the group discussion process, promoted cooperation, and improved the quality of project selection decisions. Third, the integrated AHP/LGP Model provides decision makers with the flexibility needed for allocating limited source of fund only among those selected proposals that will maximize the company s benefits. Pendahuluan Latar Belakang PT.Sarana atim Ventura sebagai salah satu perusahaan Modal Ventura (Venture Capital) di awa Timur dituntut untuk senantiasa meningkatkan peran serta dan kinerjanya dalam mendukung gerak roda perekonomian di awa Timur. Salah satu upaya yang telah dan akan selalu dilakukan oleh pihak manajemen PT.Sarana atim Ventura adalah melalui upaya upaya perbaikan sistem dan prosedur pembiayaan kepada para Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) nya. Untuk memperoleh portfolio pembiayaan yang aman dan menguntungkan harus dimulai dari proses pemilihan Calon Perusahaan Pasangan Usaha (CPPU) yang selektif melalui sebuah proses evaluasi terhadap proposal-proposal yang diajukan. Proses seleksi terhadap proposal-proposal Calon Perusahaan Pasangan Usaha tersebut menjadi semakin penting ketika dihadapkan pada keterbatasan sumber dana yang dimiliki oleh PT.Sarana atim Ventura. Maka permasalahan ini merupakan sebuah permasalahan alokasi yaitu bagaimana mengalokasikan sumber dana yang terbatas kepada berbagai alternatif pembiayaan PPU dan pada akhirnya akan didapatkan portfolio pembiayaan yang aman dan menguntungkan. Proses pemilihan proposal Calon Perusahaan Pasangan Usaha ini merupakan aktifitas yang cukup kompleks sehubungan dengan banyaknya kriteria yang harus dipertimbangkan serta terdapat beberapa pengambil keputusan (anggota Komite Investasi) yang terlibat, yang masing-masing mempunyai preferensi tersendiri dalam menentukan bobot dari masing-masing kriteria pemilihan. Dalam menyelesaikan masalah seleksi Calon Perusahaan Pasangan Usaha tersebut digunakan metode pengambilan keputusan multikriteria. Beberapa model pengambilan keputusan pada dasarnya mengambil konsep pengukuran kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan upaya penggambaran dunia nyata melalui bentuk-bentuk matematis dan dilakukan melalui pendekatan permodelan secara matematis. Beberapa model pengambilan keputusan secara multikriteria antara lain : Model Unesco Model Scoring Model Goal Programming Al-Araimi, Saeed Ali Al F (1993) telah mengembangkan sebuah model pemilihan proyek manufaktur dengan menggunakan algoritma Integrated MCDM, dengan menggunakan model AHP/ Model dan kemudian mengintegrasikannya dengan model Linear Goal Programming.
3 Model AHP memiliki keunggulan antara lain dapat melakukan prioritasisasi terhadap kriteria kriteria kualitatif dan kuantitatif sekaligus dari permasalahan, mempunyai fleksibilitas yang tinggi terutama dalam pembuatan hirarkinya, bentuknya yang sederhana membuat model AHP dapat dengan cepat dipahami. Model AHP juga memiliki kelemahan dimana ketergantungan model ini pada masukan berupa persepsi seorang pakar akan membuat hasil akhir dari model ini menjadi tidak ada artinya bila pakar tersebut memberikan penilaian yang keliru. Selain itu model AHP juga tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan optimasi. Model Linear Goal Programming memiliki kelebihan-kelebihan dalam hal : 1. Digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan banyak tujuan dengan dimensi atau satuan ukuran yang berbeda. 2. Sebagaimana programa linear lainnya, LGP digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi. Sedangkan kelemahan yang dimiliki oleh model LGP adalah bahwa model ini tidak dapat menentukan sendiri prioritas-prioritas dari kriteria-kriteria pengambilan keputusan yang ingin dipenuhi tersebut. Untuk itulah kemudian kedua model atau metode ini diintegrasikan untuk menghasilkan sebuah metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan multikriteria. Metode ini dimulai dengan melakukan identifikasi kriteria-kriteria kualitatif maupun kuantitatif dari masalah keputusan pemilihan yang akan diselesaikan. Kemudian kriteria-kriteria tersebut didekomposisikan ke dalam sebuah hirarki untuk kemudian ditetapkan nilai prioritas dan bobotnya dan diperingkatkan dengan menggunakan metode AHP. Selanjutnya proyek manufaktur yang paling layak akan dipilih dengan menggunakan teknik Linear Goal Programming. Dengan menggunakan pendekatan dan metodologi yang sama, penelitian ini memiliki obyek tentang seleksi Calon Perusahaan Pasangan Usaha di PT.Sarana atim Ventura dengan menggunakan model Integrated MCDM. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada maka permasalahan yang timbul dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Identifikasi kriteria evaluasi untuk Pemilihan Calon Perusahaan Pasangan Usaha pada PT.Sarana atim Ventura. 2. Bagaimana melakukan optimasi pengambilan keputusan pemilihan Proposal Investasi Calon Perusahaan Pasangan Usaha dengan mempertimbangkan aspirasi dan kriteria-kriteria evaluasi baik kualitatif maupun kuantitatif. Batasan Masalah Batasan dari permasalahan ini adalah : 1. Penelitian ini hanya dilakukan pada proposal-proposal permohonan yang diterima oleh PT.Sarana atim Ventura. 2. kriteria yang digunakan adalah kriteria berdasarkan hasil wawancara dengan Direksi dan Staff PT.Sarana atim Ventura dan studi pustakan yang dilakukan oleh penulis. 3. Dalam penelitian ini dianggap bahwa para pembuat keputusan yang tergabung dalam Komite Intern PT.Sarana atim Ventura memiliki kemampuan dan
4 kompetensi yang sama dalam memberikan penilaian terhadap setiap alternatip dan judgement untuk pembobotan setiap kriteria. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk lebih memahami proses pemilihan proposal investasi di PT.Sarana atim Ventura sebagai sebuah proses pengambilan keputusan multi kriteria secara kelompok. 2. Untuk mengembangkan sebuah model keputusan multi kriteria yang mengoptimalkan pemilihan kriteria kualitatif dan kuantitatif dalam proses pemilihan proposal investasi di PT.Sarana atim Ventura dengan menggunakan model Analytical Hierarchy Process yang diintegrasikan dengan sebuah model Linear Goal Programming. Metoda Penelitian Model keputusan pemilihan proposal investasi yang multi kriteria dan integral ditetapkan dalam tujuh langkah berikut ini : 1. Data proyek dikumpulkan dan diperoleh dari Calon Perusahaan Pasangan Usaha. 2. -kriteria pemilihan diidentifikasi dari berbagai literatur tentang Studi Kelayakan Proyek serta hasil wawancara dengan Direksi dan Staff PT.Sarana atim Ventura. 3. Masalah pemilihan proposal investasi tersebut didekomposisikan ke dalam sebuah model hirarki AHP. Keputusan pemilihan proposal investasi berada pada level pertama. Level kedua dari hirarki tersebut terdiri dari kriteria-kriteria pemilihan proposal investasi dan dari setiap kriteria tersebut didefinisikan dalam beberapa subkriteria sebagai level ketiga dari hirarki. Level terakhir terdiri dari rating intensitas untuk masing-masing subkriteria. 4. Dibentuk sebuah Panel yang terdiri dari pihak pihak yang selama ini terlibat dalam pengambilan keputusan proposal investasi di PT.Sarana atim Ventura dan memahami permasalahan-permasalahan yang timbul di dalamnya. 5. -kriteria pemilihan proposal investasi, bersama dengan rating intensitas masing-masing diberi bobot oleh masing-masing anggota panel. Opini dari anggota panel ini diperoleh melalui sebuah kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dihitung rata-rata geometrisnya untuk setiap kriteria dan hasilnya digunakan sebagai data kelompok. 6. Seluruh alternatip proposal investasi kemudian diperingkatkan dengan menggunakan model AHP yang disediakan oleh software EXPERT CHOICE untuk menentukan total weighted score dari masing-masing alternatip dan kemudian dipilih beberapa alternatip proposal dengan rangking tertinggi. 7. Dari beberapa alternatip proposal tersebut kemudian dipilih beberapa alternatip yang paling layak dengan menggunakan teknik Linear Goal Programming.
5 Model Hirarki Keputusan Model Hirarki Keputusan dari masalah Pemilihan Proposal Investasi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : 1 Level Pertama : Adalah alternatip keputusan pemilihan proposal investasi 2 Level Kedua : Terdiri dari kriteria-kriteria dalam analisa kelayakan / pemilihan proposal investasi 3 Level ketiga : Terdiri dari subkriteria-subkriteria dari masing-masing kriteria tersebut di atas 4 Level keempat : Berisi intensitas dari masing-masing subkriteria Pemilihan Proposal investasi Gb.1. Model Hirarki Keputusan Formulasi Model Goal Programming System Constraint / Kendala Sistem : Prohibit multiple of projects/proposals : setiap proyek/proposal hanya dapat dipilih 1 kali / tidak boleh ada duplikasi. Xj + d j d + j = 1 ; j = 1,2,, j=1 Min d + j
6 Optimumkan penggunaan dana sesuai dana yang tersedia ( CI ) CIj. Xj + d +1 d + +1 = CI j = 1 Min d +1 Goal Constraint : Maximize IRR ; irrxj = nilai IRR untuk alternatip ke j irrxj. Xj + d +2 d + +2 = IRR j = 1 Min d +2 Maximize NPV ; npvxj = nilai NPV untuk alternatip ke j npvxj. Xj + d +3 d + +3 = NPV j = 1 Min d +3 Maximize Coverage aminan ; covxj = coverage jaminan untuk alternatip ke j covxj. Xj + d +4 d + +4 = COV j = 1 Min d +4 Maximize Penyerapan Tenaga Kerja ; Empxj alternatip ke j empxj. Xj + d +5 d + +5 = EMP j = 1 Min d +5 = umlah Tenaga Kerja pada Non negative constraint Xj 0 d k 0 d + k 0 Fungsi Tujuan Minimize Z = { W1 (d + j) + W2(d +1 d + +1)}+{W3(d +2)+ W4 (d +3) + j=1 W5 (d +4) + W6 (d +5) }
7 Hasil dan Diskusi -kriteria Dari hasil kajian pustaka mengenai studi kelayakan usaha dan wawancara serta diskusi dengan Anggota Panel dan manajemen PT.Sarana atim Ventura maka penulis telah mengidentifikasi beberapa aspek yang akan menjadi kriteria yang akan dipertimbangkan dalam proses penilaian dalam pemilihan proposal investasi yang memenuhi persyaratan, sebagai berikut : Manajemen : Usia Perusahaan Kualifikasi tim manajemen Pengendalian Usaha / Sistem Administrasi Karakter / Kredibilitas Pengelola Keuangan : Internal Rate of Return (IRR) Net Present Value Pasar / Pemasaran : Potensi Ekspor Persaingan Usaha Pertumbuhan Pasar / Volume Usaha Teknis / Produksi : Kualitas Produk Adaptibilitas Tehnologi Kapasitas Produksi Sosial : Penyerapan Tenaga Kerja Dampak Lingkungan Agunan / Collateral Coverage / Nilai Agunan Bentuk /enis agunan Lingkungan Eksternal Regulasi Pemerintah Kondisi Makro Ekonomi Hirarki Keputusan Berdasarkan aspek-aspek atau kriteria-kriteria beserta masing-masing subkriteria yang tersebut disusun sebuah Hirarki Keputusan dari permasalahan Pemilihan Proposal Investasi Calon Perusahaan Pasangan Usaha dengan menggunakan piranti lunak Expert Choice. Level pertama dari Hirarki adalah Keputusan Pemilihan Proposal Investasi Calon PPU. Level kedua terdiri dari Aspek-aspek / -kriteria pemilihan proposal investasi dan level ketiga adalah subkriteria-subkriteria dari masing-masing tersebut. Level keempat atau terakhir terdiri dari Intensitas dari masing-masing subkriteria.
8 Gbr. 2. Hirarki Keputusan Pemilihan Proposal Investasi Expert Choice Persamaan Linear Goal Programming Berdasarkan hasil perhitungan score dari masing-masing alternatip proposal investasi dipilih 11 (sepuluh) alternatip proposal investasi yang memiliki score tertinggi. Dan selanjutnya kita masukkan data-data dari alternatip proposal tersebut serta bobot prioritas dari masing-masing kriteria kuantitatif ke dalam formulasi Linear Goal Programming untuk permasalahan Pemilihan Proposal Investasi dengan menggunakan bantuan software QSB for Windows untuk mendapatkan solusi yang optimal. Dari hasil perhitungan AHP kita dapatkan bobot prioritas dari masing-masing kriteria kuantitatif sebagai berikut : Tabel. 1. Normalisasi Bobot Prioritas Kuantitatif Bobot AHP Normalisasi IRR 0,110 0,409 Cov 0,074 0,275 NPV 0,055 0,204 Empl 0,030 0,112 0,269 1,000 Berikut adalah formulasi perhitungan Linear Goal Programming tersebut : Pembatas Sistem a. Sebuah Proyek / Proposal hanya dapat dipilih satu kali : CV.Antara : X1 + N1 P1 = 1 KWSG : X2 + N2 P2 = 1 CV.Sarana Doa : X3 + N3 P3 = 1 CV.Tanjung Alam : X4 + N4 P4 = 1 CV.Bangun Artha : X5 + N5 P5 = 1 UD.Utomo : X6 + N6 P6 = 1 CV.Purnama Seragam : X7 + N7 P7 = 1 PT.Bintang Rejeki Graha : X8 + N8 P8 = 1 Massa Makmur : X9 + N9 P9 = 1 KUD Sumber Makmur : X10 + N10 P10 = 1 PT. Sinar Indah Perkasa : X11 + N11 P11 = 1 Goal Objective : Min P1 + P2 + P3 + P4 + P5 + P6 + P7 + P8 + P9 + P10 + P11
9 b. Optimasi Penggunaan Dana X X X X X X X X X X X11 + N12 P12 = Goal Objective : Min N12 Pembatas Tujuan 1. Maksimalkan IRR 0,19X1 + 0,19X2 + 0,20X3 + 0,24X4 + 0,20X5 + 0,19X6 + 0,19X7 + 0,19X8 + 0,20X9 + 0,19X10 + 0,185X11 + N13 P13 = 0,24 Goal Objective : Min N13 2. Maksimalkan Coverage aminan (Cov) 1,3X1 + 1,27X2 + 1,28X3 + 1,25X4 + 1,50X5 + 1,25X6 + 1,69X7 + 2,90X8 + 1,20X9 + 1,35X10 + 2,70X11 + N14 P14 = 2,90 Goal Objective : Min N14 3. Maksimalkan NPV X X X X X X X X X X X11 + N15 P15 = Goal Objective : Min N15 4. Maksimalkan Penyerapan Tenaga Kerja (Empl) 143X X2 + 30X X4 + 75X5 + 90X X X8 + 23X X X11 + N16 P16 = Goal Objective : Min N16 Fungsi Tujuan : Minimalkan Z = {1.000 ( P1 + P2 + P3 + P4 + P5 + P6 + P7 + P8 + P9 + P10 + P11 ) N12 } + { 409N N N N16 } Berdasarkan hasil perhitungan formulasi model Linear Goal Programming maka alternatip proposal investasi yang terpilih adalah : Tabel.2. Daftar Proposal Investasi Terpilih Var Proposal PPU/CPPU umlah Dana IRR Cov Emply X1 CV.Antara % 130% 143 X2 KWSG % 127% 527 X3 CV.Sarana Doa % 128% 30 X4 CV.Tanjung Alam % 125% 100 X5 CV.Bangun Artha % 150% 75 X6 UD.Utomo % 125% 90 X7 CV.Purnama % 169% 500 X11 Seragam PT.Sinar Indah % 270% 241 Perkasa
10 Analisa Sensitifitas Analisa Sensitifitas terhadap hasil perhitungan tersebut di atas dilakukan dengan mengubah Bobot Prioritas dari masing-masing subkriteria terukur dalam Fungsi Tujuan : IRR, Coverage, NPV, Employment. Tabel 4.22 dan Tabel 4.23 menggambarkan tentang rangkuman hasil Analisa Sensitifitas, Tabel.3. Matrik Perubahan Hasil Analisa Sensitifitas 10M Sumber Dana Tersedia 10 M Skenario Bobot Prioritas IRR Cov NPV Empl Alternatip Terpilih Original X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Sken X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Sken X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Sken X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan awal bahwa hasil perhitungan LGP tersebut tidak sensitif terhadap perubahan bobot prioritas dari masing-masing sub kriteria terukur pada kondisi jumlah dana yang tersedia sebesar 10 M dari total kebutuhan sebesar 12,5 M untuk kesebelas alternatip proposal. Apabila diskenariokan bahwa sumber dana yang tersedia hanyalah 5 M ternyata perubahan Bobot Prioritas diatas juga tidak memberikan hasil perhitungan yang berbeda. Tabel 2.menggambarkan tentang rangkuman hasil Analisa Sensitifitas pada kondisi dana yang tersedia 5 M : Tabel.4. Perubahan Hasil Analisa Sensitifitas 5 M Sumber Dana Tersedia 5 M Skenario Bobot Prioritas IRR Cov NPV Empl Alternatip Terpilih Awal X2,X3,X4,X8,X9 Sken X2,X3,X4,X8,X9 Sken X2,X3,X4,X8,X9 Sken X2,X3,X4,X8,X9 Kesimpulan Dari keseluruhan proses dan hasil penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Model AHP/ memberikan kerangka kerja yang logis, terstruktur dan koheren dalam melaksanakan sebuah proses pengambilan keputusan kelompok dimana proposal investasi dievaluasi dalam berbagai kriteria yang telah diprioritaskan. 2. Pemanfaatan Model AHP/ untuk pengambilan keputusan pemilihan proposal investasi secara multikriteria dalam sebuah kelompok dapat memfasilitasi proses diskusi kelompok, meningkatkan kerjasama dan memperbaiki kualitas keputusan yang akan diambil. 3. Model AHP LGP yang terintegrasi memberikan keleluasaan dalam mengalokasikan sumber dana yang terbatas hanya kepada proposal investasi yang akan memaksimumkan keuntungan atau manfaat perusahaan.
11 4. Model Keputusan Pemilihan Proposal Investasi Multikriteria menjadi penting untuk tiga alasan berikut : a. Model tersebut mengkombinasikan dan membobotkan Kualitatif maupun Kuantitatif dengam menggunakan AHP b. Model tersebut menggunakan score pembobotan untuk mengurutkan alternatip proposal dengan menggunakan AHP/ Model dari software Expert Choice. c. Model tersebut mengintegrasikan Linear Goal Programming untuk proposal investasi dengan menggunakan software QSB+ Saran Pengembangan Penelitian ini tentu saja masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya masih sangat terbuka kemungkinan untuk pengembangan dan perbaikan, misalnya dengan mengkombinasikannya dengan Analisa Manfaat-Biaya untuk menghasilkan keputusan yang lebih komprehensif dan berkualitas. Sebagaimana disarankan oleh Saaty (1992), dengan membuat dua hirarki, satu untuk Manfaat dan satu lagi untuk Biaya. Kemudian gunakan Bobot dari Manfaat dan Biaya untuk menghitung rasio Manfaat Biaya untuk Proposal yang diajukan, sehingga proposal-proposal tersebut akan dirangking berdasarkan Rasio Manfaat-Biayanya. Daftar Pustaka Al-Araimi,Saeed Ali Al F An integrated multi criteria decision model for manufacturing project selection in a developing country. UMI Dissertation Services. Michigan Ciptomulyono,U Integration of Analytical Hierarchy Process and Goal Programming Approach For Waste Management Strategy. A paper presented in The 3 rd International Conference on Multi Objective Programming and Goal Programming, May 31 une 3, Quebec City, Canada. Ciptomulyono,U Integrasi metode Delphi dan AHP untuk identifikasi dan penetapan prioritas objektif/kriteria keputusan. Majalah IPTEK vol. 12. Harker,P.T The Art and Science of Decision Making : The Analytic Hierarchy Process, In Golden,B.L,E.A. Wasil and PT Harker (eds ). The Analytic Hierarchy Process : Application and Studies, NY : Springer-Verlag (3-36) Husnan S dan Suwarsono Studi Kelayakan Proyek, Edisi Revisi. Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN. Yogyakarta Mulyono,S Operations Research, Edisi kedua. Lembaga Penerbit FE UI.akarta Permadi,B AHP. Pusat Antar Universitas-Studi Ekonomi UI. akarta Ramanathan,R dan L.S. Ganesh Group Preference Aggregation Methods employed in AHP : An Evaluation and An Intrinsic process for Deriving Members Weightatges, European ournal of Operational Research, vol 79 Ramanathan,R dan L.S Ganesh Energy Resources Allocation Incorporating Qualitative and Quantitative Criteria : An Integrated Model Using Goal Programming and AHP, Socio-Econ.Plann.Sci, Vol.29 (3) Saaty TL The Analytic Hierarchy Process, MacGraw Hill, New York Saaty,TL How To Make A Decision : The Analytic Hierarchy Process, Interfaces vol. 24
ANALISA PEMILIHAN ALTERNATIF PROYEK MANAJEMEN AIR DI PT X DENGAN METODE MULTI CRITERIA DECISION MAKING (MCDM)
ANALISA PEMILIHAN ALTERNATIF PROYEK MANAJEMEN AIR DI PT X DENGAN METODE MULTI CRITERIA DECISION MAKING (MCDM) Ema Dwi Saputri 1) dan Putu Artama Wiguna 2) 1,2) Program Studi Magister Manajemen Teknologi
PEMILIHAN KONTRAKTOR PERBAIKAN ROTOR DI PEMBANGKIT LISTRIK PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING
PEMILIHAN KONTRAKTOR PERBAIKAN ROTOR DI PEMBANGKIT LISTRIK PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING Akhmad Rusli 1, *), dan Udisubakti Ciptomulyono 2) 1, 2) Program
INTEGRASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN GOAL PROGRAMMING DALAM OPTIMASI PEMILIHAN ALTERNATIF PEMASOK DI PT. XYZ INDONESIA POWER
INTEGRASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN GOAL PROGRAMMING DALAM OPTIMASI PEMILIHAN ALTERNATIF PEMASOK DI PT. XYZ INDONESIA POWER Juwita Metrihayu Rahmadani dan Udisubakti Ciptomulyono Program
Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Evaluasi Agen Pangkalan LPG 3 kg
Prosiding INSAHP5 Semarang,14 Mei 2007 ISBN :... Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Evaluasi Agen Pangkalan LPG 3 kg Evi Yuliawati Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
METODE PENELITIAN. Kata Kunci analytical hierarchy process, analytic network process, multi criteria decision making, zero one goal programming.
PENENTUAN MULTI CRITERIA DECISION MAKING DALAM OPTIMASI PEMILIHAN PELAKSANA PROYEK Chintya Ayu Puspaningtyas, Alvida Mustika Rukmi, dan Subchan Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
SELEKSI PENERIMAAN CALON KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS
SELEKSI PENERIMAAN CALON KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS Sri Lestari IBI Darmajaya [email protected] ABSTRACT One factor supporting human resource development is qualification. The selection of employees
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Penelitian 15 16
PEMILIHAN STRATEGI KEBIJAKAN PEMBINAAN UMKM DI DINAS KUMKM DAN PERDAGANGAN PROVINSI DKI JAKARTA DENGAN METODE AHP DAN TOPSIS
PEMILIHAN STRATEGI KEBIJAKAN PEMBINAAN UMKM DI DINAS KUMKM DAN PERDAGANGAN PROVINSI DKI JAKARTA DENGAN METODE AHP DAN TOPSIS Dino Caesaron 1), Leksani B. R. 2 ) Program Studi Teknik Industri-Universitas
PDF Compressor Pro. Kata Pengantar
Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi --- 1 Kata Pengantar Alhamdulillahi robbil alamin, puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena Jurnal Tekinfo (Jurnal Ilmiah Teknik Industri
ANALISIS LOKASI CABANG TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
ANALISIS LOKASI CABANG TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Muhammad Yusuf Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Email : [email protected] ABSTRAK Pemilihan lokasi yang
APPLICATION OF ANALYTIC HIERARCHY PROCESS ON BANDUNG INTRA URBAN TOLL ROAD INVESTMENT DECISION MAKING
APPLICATION OF ANALYTIC HIERARCHY PROCESS ON BANDUNG INTRA URBAN TOLL ROAD INVESTMENT DECISION MAKING S U M M A R Y APPLICATION OF ANALYTIC HIERARCHY PROCESS ON BANDUNG INTRA URBAN TOLL ROAD INVESTMENT
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK CV Duta Warna adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa percetakan, dimana pemenuhan kebutuhan bahan baku kertas bergantung kepada supplier. Saat ini perusahaan memiliki 5 supplier bahan baku
ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Amalia, ST, MT
ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Amalia, ST, MT Multi-Attribute Decision Making (MADM) Permasalahan untuk pencarian terhadap solusi terbaik dari sejumlah alternatif dapat dilakukan dengan beberapa teknik,
PERBANDINGAN PENENTUAN PEMBOBOTAN EVALUASI TEKNIS JASA KONSULTANSI MENGGUNAKAN METODE AHP DAN FUZZY
PERBANDINGAN PENENTUAN PEMBOBOTAN EVALUASI TEKNIS JASA KONSULTANSI MENGGUNAKAN METODE AHP DAN FUZZY M. Adhitya Verdian 1 Mahasiswa Magister Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi Program
BAB IV METODOLOGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
BAB IV METODOLOGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 4.1. Objek Pengambilan Keputusan Dalam bidang manajemen operasi, fleksibilitas manufaktur telah ditetapkan sebagai sebuah prioritas daya saing utama dalam sistem
MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP)
Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP) Definisi AHP (Analytic Hierarchy Process) merupakan suatu model pengambil keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty yang menguraikan masalah multifaktor
Penerapan Analytic Hierarchy Process dan Goal Programming untuk Pengalokasian Pemesanan Bahan Baku Kertas Daur Ulang
Petunjuk Sitasi: Tantrika, C. F., Azlia, W., & Arfiansyah, A. (2017). Penerapan Analytic Hierarchy Process dan Goal Programming untuk Pengalokasian Pemesanan Bahan Baku Kertas Daur Ulang. Prosiding SNTI
MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PRAKUALIFIKASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI DI SEBUAH PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS
MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PRAKUALIFIKASI KONTRAKTOR KONSTRUKSI DI SEBUAH PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS Guntur Gantara dan Udisubakt Ciptomulyono Bidang Keahlian Manajemen Proyek Program Studi
APLIKASI ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK
APLIKASI ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK Siti Komsiyah Mathematics Department, School of Computer Science, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah,
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004 Pemilihan Portofolio Proyek Berdasarkan Kriteria Strategi dengan Bantuan Sistem Pendukung Keputusan Yogi Yusuf Wibisono, I G.
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHICAL PROCESS (AHP) UNTUK PEMILIHAN DOSEN BERPRESTASI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHICAL PROCESS (AHP) UNTUK PEMILIHAN DOSEN BERPRESTASI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Wiwik Suharso Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah
ISSN VOL 15, NO 2, OKTOBER 2014
PENERAPAN METODE TOPSIS DAN AHP PADA SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENERIMAAN ANGGOTA BARU, STUDI KASUS: IKATAN MAHASISWA SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN Gunawan 1, Fandi Halim 2, Wilson 3 Program
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)
Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol. 10, No. 1, Juni 2011 ISSN 1412-6869 ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Pendahuluan Ngatawi 1 dan Ira Setyaningsih 2 Abstrak:
PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGINTEGRASIKAN CLUSTER ANALYSIS, ANP DAN TOPSIS SERTA ALOKASI ORDER DENGAN BEBERAPA FUNGSI TUJUAN
Sidang Tesis PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGINTEGRASIKAN CLUSTER ANALYSIS, ANP DAN TOPSIS SERTA ALOKASI ORDER DENGAN BEBERAPA FUNGSI TUJUAN Disusun oleh : Ivan Angga Shodiqi NRP : 2509 203 011 Dibimbing
SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-492 Nama Mata Kuliah : Multicriteria Decision Making Jumlah SKS :
SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-492 Nama Mata Kuliah : Multicriteria Decision Making Jumlah SKS : 3 Semester : VIII Mata Kuliah Pra Syarat : TKI-314 Analisis
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Pemenang Tender Kontraktor Menggunakan Metode AHP (Studi Kasus Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam)
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Pemenang Tender Kontraktor Menggunakan Metode AHP (Studi Kasus Di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam) Romi Hardianto 1, Rometdo Muzawi 2 Sistem Informasi UPI
Penerapan Metode Weighted Product Model Untuk Seleksi Calon Karyawan
Penerapan Metode Weighted Product Model Untuk Seleksi Calon Karyawan Sri Lestari IBI Darmajaya Bandar Lampung e-mail : [email protected] Abstract The development company is highly influenced by the performance
PENENTUAN DALAM PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN BARANG TRANSAKSI E-COMMERCE ONLINE
PENENTUAN DALAM PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN BARANG TRANSAKSI E-COMMERCE ONLINE Nunu Kustian Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Email: [email protected] ABSTRAK Kebutuhan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Multi Criteria Decision Making (MCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu.
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP Nama Mahasiswa : Juliette Willeke Sandy NRP : 9107 201 305 Jurusan : Manajemen Industri MMT
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JENIS KEGIATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT. SPIL DENGAN PENDEKATAN AHP Juliette Willeke Sandy, Udisubakti Ciptomulyono Program Studi Magister Manajemen Teknologi
PENENTUAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALULINTAS DI WILAYAH BANDUNG METROPOLITAN AREA
Konferensi Nasional Teknik Sipil 11 Universitas Tarumanagara, 26-27 Oktober 2017 PENENTUAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALULINTAS DI WILAYAH BANDUNG METROPOLITAN AREA Dwi Prasetyanto 1, Indra Noer Hamdhan
Strategi Pemilihan Sistem Operasi Untuk Personal Computer
Strategi Pemilihan Sistem Operasi Untuk Personal Computer Fitriyani STMIK Atma Luhur Pangkalpinang; Jl.Jend. Sudirman Selindung Lama - Pangkalpinang Jurusan Sistem Informasi, STMIK Atma Luhur Pangkalpinang
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Agustus 2015
MODEL PENILAIAN KONTRAKTOR PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE AHP (ANALYTIC HIERARCHY PROCESS) STUDI KASUS : PROYEK PERUMAHAN DEVELOPER XYZ Silvia Fransiska 1) dan Indung Sudarso 1) 1) Program
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pendukung Keputusan Pada dasarnya Sistem Pendukung Keputusan ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem informasi manajemen terkomputerisasi yang dirancang sedemikian
PEMILIHAN PEMASOK DAN PENGALOKASIAN ORDER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY-ANALYTIC NETWORK PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING (STUDI KASUS DI PT.
PEMILIHAN PEMASOK DAN PENGALOKASIAN ORDER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY-ANALYTIC NETWORK PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING (STUDI KASUS DI PT. SA) SUPPLIER SELECTION AND ORDER ALLOCATION USING FUZZY- ANALYTIC
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Proses pemilihan supplier merupakan salah satu aktifitas penting dalam suatu organisasi. Kesalahan dalam pemilihan supplier dapat berdampak pada terganggunya kelangsungan proses
ANALISIS PEMILIHAN PROYEK PADA ASOSIASI KONTRAKTOR MENGGUNAKAN FUZZY AHP DAN FUZZY TOPSIS
TESIS ANALISIS PEMILIHAN PROYEK PADA ASOSIASI KONTRAKTOR MENGGUNAKAN FUZZY AHP DAN FUZZY TOPSIS DENNY JEAN CROSS SIHOMBING No. Mhs.: 145302164/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM PASCASARJANA
Seleksi Material Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dan Pugh Gabriel Sianturi
Seleksi Material Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dan Pugh Gabriel Sianturi Program Studi Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia Jalan Dipatiukur 112-116 Bandung Email: [email protected]
HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN MOTTO
DAFTAR ISI Hal. HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN MOTTO... iv HALAMAN KEASLIAN PENELITIAN... v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... vi ABSTRAKSI... vii ABSTRACT......
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI PENGANGKATAN KARYAWAN PESERTA TRAINING MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKOMENDASI PENGANGKATAN KARYAWAN PESERTA TRAINING MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT. XYZ Sugianto 1,2 dan Candra Wahyu 1 1 Teknik Informatika Universitas
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: a) Pada permasalahan pemilihan order
repository.unisba.ac.id DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iv viii xv xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan Masalah...
PENGEMBANGAN PIRANTI-LUNAK EVALUASI BERBASIS CONCORDANCE ANALYSIS METHOD,
PENGEMBANGAN PIRANTI-LUNAK EVALUASI BERBASIS CONCORDANCE ANALYSIS METHOD, (Studi Kasus Penerapannya dalam Evaluasi Proyek Jalan To! Dalam Kota Bandung (JTDKB)) RINGKASAN PENGEMBANGAN PIRANTI-LUNAK EVALUASI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Vendor Dalam arti harfiahnya, vendor adalah penjual. Namun vendor memiliki artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam industri yang menghubungkan
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMBERIAN BONUS KARYAWAN
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMBERIAN BONUS KARYAWAN Yosep Agus Pranoto Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
75 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari serangkaian perhitunganperhitungan dan analisa-analisa yang telah dilakukan sesuai dengan permasalahan yang ada. Disamping itu disampaikan
PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING UNTUK MENENTUKAN MODEL PEMASOK
PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING UNTUK MENENTUKAN MODEL PEMASOK Muhammad Yusuf Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Muhammar Priyandana¹, Retno Novi Dayawati², Angelina Prima Kurniati³. ¹Teknik Informatika, Fakultas Teknik Informatika, Universitas Telkom
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI METODE EVIDENTIAL REASONING UNTUK PEMILIHAN PEMENANG TENDER PENGADAAN BARANG (STUDI KASUS : PT. JASA MARGA CABANG PURBALEUNYI) Muhammar Priyandana¹, Retno Novi Dayawati², Angelina
PENENTUAN PRIORITAS ALTERNATIF BOILER UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN STEAM DI PT. TPC INDO PLASTIC & CHEMICALS
PENENTUAN PRIORITAS ALTERNATIF BOILER UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN STEAM DI PT. TPC INDO PLASTIC & CHEMICALS Zainul Abidin, Rianto B. Adihardjo, dan Haryono Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut
MATERI PRAKTIKUM. Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP)
Praktikum 1 Analytic Hierarchy Proses (AHP) Definisi AHP (Analytic Hierarchy Process) merupakan suatu model pengambil keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty yang menguraikan masalah multifaktor
Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Desa Mandiri Menggunakan FMADM
Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Desa Mandiri Menggunakan FMADM R. Fiati 1 dan N.Latifah 2 1 Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muria Kudus 2 Program Studi Sistem Informasi,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manajemen rantai pasok adalah metode, alat, atau pendekatan pengelolaan yang terintegrasi dari rantai pasok (Pujawan, 2005). Rantai Pasok adalah suatu kegiatan menghubungkan
Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian
III. METODE KAJIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Kajian Usaha pengolahan pindang ikan dipengaruhi 2 (dua) faktor penting yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi aspek produksi, manajerial,
PENERAPAN AHP SEBAGAI MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN RUMAH BERSALIN CONTOH KASUS KOTA PANGKALPINANG
PENERAPAN AHP SEBAGAI MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN RUMAH BERSALIN CONTOH KASUS KOTA PANGKALPINANG Fitriyani STMIK Atma Luhur Pangkalpinang Jl. Jend. Sudirman Selindung Pangkalpinang [email protected]
PEDEKATAN MODEL FUZZY TIME SERIES DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK PERAMALAN MAHASISWA BERPRESTASI
PEDEKATAN MODEL FUZZY TIME SERIES DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK PERAMALAN MAHASISWA BERPRESTASI Rahmad Syah Jurusan Teknik Informatika, sekolah tinggi teknik harapan Jln. H.M Joni, Sumatera Utara,
ANALISIS PEMILIHAN MITRA LSM DAN OPTIMASI BUDGETING DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN GOAL PROGRAMMING
ANALISIS PEMILIHAN MITRA LSM DAN OPTIMASI BUDGETING DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP DAN GOAL PROGRAMMING Joko Agus Hariyono 1) dan Udisubakti Ciptomulyono 2) 1. Mahasiswa Magister Manajemen Teknologi ITS,
ANALISA PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN SUMBERDAYA AIR MENGGUNAKAN METODA ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN PROMETHEE TESIS MAGISTER
ANALISA PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN SUMBERDAYA AIR MENGGUNAKAN METODA ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN PROMETHEE (Studi Kasus : Wilayah Sungai Mempawah Sambas Kalimantan Barat) TESIS MAGISTER
APLIKASI AHP SEBAGAI MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN TEMPAT KULIAH DI BANGKA BELITUNG
APLIKASI AHP SEBAGAI MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN TEMPAT KULIAH DI BANGKA BELITUNG Fitriyani Jurusan Sistem Informasi, STMIK Atma Luhur Pangkalpinang Jl.Raya Selindung Baru Pangkalpinang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sistem Pendukung Keputusan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Pendukung Keputusan Sistem pendukung keputusan adalah sebuah sistem yang efektif dalam membantu mengambil suatu keputusan yang kompleks, sistem ini menggunakan aturan
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA: PENGALAMAN UNIVERSITAS ANDALAS
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA: PENGALAMAN UNIVERSITAS ANDALAS Aisman* 1 dan Novizar Nazir **2 *Fateta Unand, Sekretaris Entrepreneurship Centre Univ. Andalas **Fateta Unand Abstrak Penelitian
PENGARUH METODE EVALUASI PENAWARAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH TERHADAP HASIL PEKERJAAN DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
PENGARUH METODE EVALUASI PENAWARAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH TERHADAP HASIL PEKERJAAN DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( Studi Kasus di Pemerintah Kabupaten Temanggung ) RINGKASAN
TESIS. Dr. Ir. Indratmo Soekarno, MSc. Pembimbing :
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN SUMBERDAYA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIMANUK PROPINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN METODA ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) TESIS Pembimbing : Dr. Ir. Indratmo Soekarno,
IMPLEMENTASI SISTEM PEREKOMENDASIAN PENERIMA BEASISWA DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ABSTRAK
IMPLEMENTASI SISTEM PEREKOMENDASIAN PENERIMA BEASISWA DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Dimas F Putranto 5108 100 601 Jurusan Teknik Informatika Bidang Studi Intelligent Business System-FTIf, Institut
Titis Handayani Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang. Abstract
Penerapan Sistem Pendukung Keputusan untuk Seleksi Mahasiswa Berprestasi menggunakan Metode AHP (Application of Decision Support System for The Selection of Student Achievement using AHP Method) Titis
Analytical hierarchy Process
Analytical hierarchy Process Pengertian AHP Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. AHP menguraikan masalah multi faktor atau
Rekam Jejak Dosen Sebagai Model Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Dosen Berprestasi
Citec Journal, Vol. 2, No. 1, November 2014 Januari 2015 ISSN: 2354-5771 Rekam Jejak Dosen Sebagai Model Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Dosen Berprestasi 65 Safrizal Instansi Jurusan Manajemen Informatika,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen 2.1.1 Definisi Manajemen Robbins dan Coultier (2012) menyatakan bahwa manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman maka tingkat pendidikan pada masyarakat mengalami peningkatan. Oleh karena itu masyarakat memandang bahwa pendidikan pada tingkat
PENERIMAAN SISWA BARU (PRAMUGARI) PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENERBANGAN (STUDI KASUS : LPP PENERBANGAN QLTC)
PENERIMAAN SISWA BARU (PRAMUGARI) PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENERBANGAN (STUDI KASUS : LPP PENERBANGAN QLTC) Safrizal1) 1) Manajemen Informatika Universitas Potensi Utama Jl K.L Yos Sudarso
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pegawai Dalam Pengambilan Keputusan Pemilihan Pegawai Berprestasi
244 ISSN: 2354-5771 Monitoring dan Evaluasi Kinerja Dalam Pengambilan Keputusan Pemilihan Berprestasi Lili Tanti Sistem Informasi, STMIK Potensi Utama, Medan E-mail: [email protected] Abstrak Proses
BAB III METODOLOGI 3.1. Kerangka Pemikiran
62 BAB III METODOLOGI 3.1. Kerangka Pemikiran Agroindustri sutera alam merupakan industri pengolahan yang mentransformasikan bahan baku kokon (hasil pemeliharaan ulat sutera) menjadi benang, kain sutera,
Keywords: Technology management, Technometric, Technologi Contribution Coefficient (TCC), Analytical Hierarchi Process (AHP).
ASSESMENT TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI PRESS TOOL DI PT. KENZA PRESISI PRATAMA DENGAN PENDEKATAN TEKNOMETRIK Akbar Arsyad, Udisubekti Cipto Mulyono, Haryono Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen
Pengenalan Metode AHP ( Analytical Hierarchy Process )
Pengenalan Metode AHP ( Analytical Hierarchy Process ) A. Pengertian AHP ( Analitycal Hierarchy Process ) AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung
PENENTUAN CABANG BARU PADA TOKO KIMIDI CAKE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) DAN ANALISIS INVESTASI
PENENTUAN CABANG BARU PADA TOKO KIMIDI CAKE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) DAN ANALISIS INVESTASI Helmi Usman 1) dan Suparno 2) Manajemen Industri Program Studi Magister Manajemen
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Pendukung Keputusan 2.1.1. Definisi Keputusan Keputusan (decision) yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Keputusan dapat dilihat pada kaitannya dengan proses,
BAB III METODOLOGI. benar atau salah. Metode penelitian adalah teknik-teknik spesifik dalam
BAB III METODOLOGI Metodologi merupakan kumpulan prosedur atau metode yang digunakan untuk melakukan suatu penelitian. Menurut Mulyana (2001, p114), Metodologi diukur berdasarkan kemanfaatannya dan tidak
EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA DENGAN MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE
34 EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA DENGAN MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE Faisal piliang 1,Sri marini 2 [email protected],
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PERANGKINGAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN SUPERIORITY INDEX
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI PERANGKINGAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN SUPERIORITY INDEX Daniar Dwi Pratiwi 1, Erwin Budi Setiawan 2, Fhira Nhita 3 1,2,3 Prodi Ilmu Komputasi
ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Seleksi Surat Lamaran Kerja, Analytical Hierarchy Process, Kriteria. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Seleksi surat lamaran kerja merupakan bagian dari syarat untuk penerimaan karyawan baru disebuah perusahaan. Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) adalah suatu lembaga inspeksi
APLIKASI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMBELIAN HANDPHONE. Application of Analytic Hierarchy Process for Buying Hand phone
APLIKASI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMBELIAN HANDPHONE Application of Analytic Hierarchy Process for Buying Hand phone M. Basyir 1) & Zainal Abidin 2) 1) Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beasiswa merupakan bantuan studi yang diinginkan setiap siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bantuan yang diberikan dalam bentuk uang atau barang ini mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN PT PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia jasa kelistrikan terbesar di Indonesia. Proses dalam meningkatkan usahanya, PT PLN (Persero) tidak dapat melepaskan perhatiannya
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FAHP)
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FAHP) Winda Sulistiana 1 dan Evi Yuliawati 2 1 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENGADAAN LAPTOP PADA PENGADILAN NEGERI PANGKALPINANG
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENGADAAN LAPTOP PADA PENGADILAN NEGERI PANGKALPINANG Tri Palupi Program Studi Sistem Informasi STMIK Atma Luhur Pangkalpinang Jl. Raya Sungailiat Selindung Baru Pangkalpinang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Objek Wisata Objek dan daya tarik wisata adalah suatu bentukan dan fasilitas yang berhubungan, yang dapat menarik minat wisatawan atau pengunjung untuk datang ke suatu daerah
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KADER KESEHATAN DI KECAMATAN PEUDAWA KABUPATEN ACEH TIMUR
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KADER KESEHATAN DI KECAMATAN PEUDAWA KABUPATEN ACEH TIMUR TI BAHREN, MUNAR a Jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim Jln. Almuslim Tlp.
Sistem Pengukuran Kinerja Sumber Daya Manusia Mengunakan Metode ANP-TOPSIS
Sistem Pengukuran Kinerja Sumber Daya Manusia Mengunakan Metode ANP-TOPSIS Moh Ramdhan Arif Kaluku 1, Nikmasari Pakaya 2 Jurusan Teknik Informastika Universitas Negeri Gorontalo Gorontalo, Indonesia 1
PEMILIHAN LOKASI SUMBER MATA AIR UNTUK PEMBANGUNAN JARINGAN AIR BERSIH PEDESAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS
PEMILIHAN LOKASI SUMBER MATA AIR UNTUK PEMBANGUNAN JARINGAN AIR BERSIH PEDESAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS Nofi Aditya Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi, Program Studi Teknik Sipil Pascasarjana
Perancangan Penilaian Karyawan di Bank X
Prosiding Teknik Industri ISSN: 2460-6502 Perancangan Penilaian Karyawan di Bank X 1 Andre Wardhana, 2 Dewi Shofi, 3 Asep Nana 1,2,3 Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Jl.
PEMILIHAN RANGE PLAFOND PEMBIAYAAN TERBAIK BMT DENGAN METODE AHP. Dwi Yuniarto, S.Sos., M.Kom. Program Studi Teknik Informatika STMIK Sumedang
PEMILIHAN RANGE PLAFOND PEMBIAYAAN TERBAIK BMT DENGAN METODE AHP Dwi Yuniarto, S.Sos., M.Kom. Program Studi Teknik Informatika STMIK Sumedang ABSTRAK Penentuan range plafond diperlukan untuk menentukan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin maju dan berkembangnya kondisi perekonomian menyebabkan persaingan di dunia bisnis menjadi semakin ketat. Persaingan tersebut menuntut para pelaku bisnis melakukan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. BPK-RI Perwakilan Provinsi Lampung didirikan pada tanggal 7 Juni 2006, berdasarkan Surat
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Gambaran Umum BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung BPK-RI Perwakilan Provinsi Lampung didirikan pada tanggal 7 Juni 2006, berdasarkan Surat Keputusan BPK RI Nomor 23/SK/
PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY TOPSIS (Studi Kasus UD PRAKTIS)
PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY TOPSIS (Studi Kasus UD PRAKTIS) Skripsi Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Akademik Dalam Menyelesaikan
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 2 Februari 2013
PEMILIHAN PEMASOK DAN ALOKASI PEMESANAN BAHAN BAKU PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING. STUDI KASUS DI CV. SUMBER CAHAYA HIDUP Fandy Hartono,1) dan Suparno 2) 1)Program
PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALTERNATIF ELEMEN FAKTOR TENAGA KERJA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN SWOT DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS
PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALTERNATIF ELEMEN FAKTOR TENAGA KERJA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN SWOT DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS Endang Widuri Asih 1 1) Jurusan Teknik Industri Institut Sains
