SISTEM PENDINGIN UTAMA REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESSY SI'ATIJ TINJAUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KELEMAHANNYA Oleh Sudiyono

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SISTEM PENDINGIN UTAMA REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESSY SI'ATIJ TINJAUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KELEMAHANNYA Oleh Sudiyono"

Transkripsi

1 SJ VI Presdng Semnar Teknolog Pendayagunaan Reaklor Rset G. A. Swabessy; SISTEM PENDINGIN UTAMA REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESSY SI'ATIJ TINJAUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KELEMAHANNYA Oleh Sudyono AHSTRAK S1STEM PENDINGIN UTAMA REAKTOR SERBA GUNA G. A. SIWABESSY SI AH! TINJAUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR KELEMAHANNYA.. RSG-GAS ;dah beroperas sejak Agustus 1987, hngga sekarang. Pada kurun waktu tersebut telah banyak tulsan/paper yang mengulas unjuk kerja serta kecangghan yang dpunya oleh sstem pendngn utama RSG-GAS. Tulsan-tulsan tersebut tdak berdampak apa-apa terhadap sstem u scnd, dan kelemahannya yang ada mash tetap ada. Dalam paper n dulas/dbahas seg negatf dar sstem pendngn utama RSG-GAS dengan harapan ada tndak lanjut/dampak post f terhadap sstem sehngga kelemahan-kelemahan tu secara berangsur-angsur dapat pckccl atau dhlangkan sama sekal. ABSTRACT THE MAIN COOLING SYSTEM OF THE RSG-GAS, A STUDY OF DISABILITIES The RSG-GAS has been operatng snce August 1987 untl now. Durng that perode t has I seen many papers explan the performance and the safety features of the system. Those papers docs not mean any thnk to the system, but the wckednesses of the system s stll reman stck on t. Ths paper dscrbes the wckednesses of the RSG-GAS man coolng system wth an objectve that ther wll be a correctve acton of the management to mprove the system so hat such wckednesses can be mnmsed or even be avoded. em Pendngn Utama RSG-GAS Suatu Tnjauan Faktor-faktor Kelemahannya (Sudyono) 130 '"''' '

2 Prosdng Teknolog Pendayagunaan Reaktor RsetG. A. Swabessy; I. I'ENDAHULUAN Sepcl telah dketahu daya reaktor dbatas oleh kemampuan sstem pendngn dalam mengambl panas yang dbangktkan oleh teras reaktor selama operas. D sampng tu sstem pendngn reaktor nuklr dtuntut untuk dapat memcnuh ketentuan-ketentuan yang dsyaratkan. Seeara umum dapat dtulskan bahwa sstem pendngn reaktor nuklr dalam operasnya harus mampu menanggulang kemungknan terlepasnya ar pendngn prmer yang aktv ke lngkungn. mcmberkan data operas yang tepat/akurat untuk dapat dpergunakan dalam berbaga pcncllan, kalbras daya rcaktor dan mampu mengambl panas yang dbangktkan d teras reaktor. sehngga ntegrtas komponen teras tetap terjaga. Sstem pendngn RSG-GAS sejauh n sudah terbukt dapat beroperas dengan bak; tetap ada hal-hal yang mash dapat dtngkatkan. Dalam makalah n akan dbahas kelemahankelemahan yang mash melekat pada sstem pendngn utana RSG-GAS, dan usaha-usaha untuk mengatasnya. II. DESKR1PSI SISTEM PENDINGIN UTAMA RSG-GAS Pendngn utama RSG-GAS terdr dar sstem pendngn prmer dan sstem pendngn sekunder. Sstem pendngn prmer mengambl panas dar teras reaktor, untuk kemudan dpncahkan ke pendngn sekunder melalu alat penukar panas, dan panas tersebut dbuang ke lngkungan melalu menara-menara pendngn sekunder. Sstem pendngn prmer mempunya.1 pompa, pada operas normal 2 pompa beroperas dan 1 sebaga cadangan. Ar mengalr melewat teras reaktor dar atas ke bawah terus ke kamar tunda (delay chamber), dan selanjutnya, ar melewat penukar panas (heal exchanger) dan kembal lag ke kolam reaklor. Kamar tunda dmaksudkan untuk memperlambat laju alran ar pad;" '-mar tersebut sehngga aktvtas sotop N-16 dapat dreduks. Waktu alr pada kamar tunda sektar 50 detk Volume kamar tunda 80 m". Selan kamar tunda, pompa-pompa, komponen pentng lannya adalah penukar panas (Heal Exchanger). Terdapat 2 buah penukar panas type shell and tube masngmasng berkapastas 50%. dpasang vertkal. Sstem Pendngn Utama RSG-GAS Suatu Tnjauan Tentang Faktor-faklor Kelemahannya (Sudyono) 131

3 Ptondng Semnar Teknolog Pendayagunaan Reaktor Rse! G. A. Swabessy; Ar pudnyn sekunder melewat the-luhe/p'pa kecl sedang ar prmer lewat ruangan d luar ppa-ppa kccl/slell.! nluk menjaga kebershan bagan daam ppa-ppa kecl pada heat exchanger, dlewatkan bola-bola spon dengan unt sstem bola-bola spon PAH01 yang terpasang pada sstem pundngn sekunder. I'ada sstem pendngn prmer juga dpasang alat-alat ukur laju alr, temperatur, tekanan dan ndkator kecepatan putaran motor-motor pompa. Beberapa parameter pada sstem pendngn prmer dmasukkan sebaga besaran RPS antara lan : - Konlrol laju alr (JEO1 CF811/821/83 1) - Kontrol temperatur (JEOI CT811/821/831) - Kontrol tekanan (JEOI CP811/821/831) - Kontro! poss katup (JEOI CG811/821/831) Ssem pendngn sekunder mengambl panas yang dbawa oleh sstem pendngn prmer lewat pl'ukar panas {heal exchanger) dan dbuang ke lngkungan melalu 6 buah menara pendngn. Ssem pendngn sekunder terdr dar 2 jalur paralel yang masng-masng jalur melayan 1 '. al exc/nnger. Pada operas normal, beroperas 2 buah pompa dan 1 buah pompa sebaga atanyan Tap jalur pendngn sekunder terdr dar pompa penukar panas (heat exchanger). ppa-ppa dan 3 buah menara pendngn. Laju alr tap jalur sstem pendngn sekunder m'/h 'ada sstem pendngn sekunder dpasang alat-alat ukur: - Kontrol laju alr (PA0I/02CF01/02/03) - Kontrol tekanan (PAO1/02 CPO1/02/03/04) - Kontrol temperatur (PAO 1/02 CTOI/02) - Kecapatan putaran motor (PAO 1/02/03 CS01) Kontrol mutu ar (PAO 1 CQ01 = konduktvtas, PA01 CQ02 = ph) - Kontrol level ar (PA04 CL01; PA04 CL02) Pada sstem sekunder juga dpasang kontrol radas (PAO 1/02 CR002) yang dpasang pada ss u-kan masng-masng jalur sekunder. Apabla PAO 1/02 CR001 melewat harga batas yang dtentukan (5 x 10' 6 C/m*) maka katup-katup solas sekunder (PA0I AA14/AAI6; PA02 A A14/AA l()) akan menutup secara otomats. Hal n untuk mencegah ar yang aktf Uerkontamnas) ke luar ke lngkungan. :stem Pendngn Utama RSG-GAS Suatu Tnjauan rntang FaMor-laMor Kelemahannya (Sudyono) 132

4 Posdng Semnar Teknolog Pendayagunaan Reaktor RsetG. A. Swabessy; HI. KELKMAHAN PENDINGIN UTAIMA RSG-GAS Yang dmaksud kelemahan pendngn utama RSG GAS adalah hal-hal yang tdak deal/tdak mcnyuntungkan/tdak bak yang melekat pada sstem pendngn utama RSG-GAS tctap tdak pernah tersentuh oleh mantenance atau perbakan-perbakan yang selama n dlakukan. Beberapa kelemahan tersebut antara lan : /. Catu day a Catu daya untuk sstem pendngn utama tdak deal; tdak cukup leluasa untuk melayan sslcm tersebut. Untuk alasan keselamatan, dalam mengoperaskan pendngn reaktor haruslah sstem pendngn sekunder doperaskan dahulu, ban.) kemudan doperaskan ssten pendngn prmer. Hal n tdak bsa dlakukan pada sstem pendngn utama RSG-GAS; karena apabla lal tli dlakukan naka ada kemungknan BHTOl/02/03 GH02 akan drop. I-I.l n dtuangkan dalam prosedur operas OM. Part IV. Chapter 1.1. halaman 10; Because of some reasons the prmary sstem has to he started before starlng secondary system. In menyultkan operasonal sehar-har, msalnya dalam kasus trp tegangan PLN apabla yang mat sstem pendngn prmer, sedang sstem pendngn sekunder mash beroperas, maka dalam mengoperaskan kembal sstem prmer, ada kemungknan BHTOl/02/03 GH02 drop. 2. Tekanun kerja Tekanan kerja penukar panas (HE) ss prmer = 1,1 bar Tekanan kerja penukar panas (HE) ss sekunder = 0,2 bar Schngga apabla ada kebocoran pada penukar panas maka ar prmer (yang aktv) akan keluar ke lngkungan melalu pendngn sekunder. Meskpun pada sstem pendngn sekunder RSG-GAS dpasang PAOI/02 CR00I untuk memantau keluarnya ar prmer yang aktv ke lngkungan, tetap terbukt alat n tdak selalu dapat stand-by (sejak Pebruar 1998 lngga sekarang alat tersebut dalam perbakan/tdak beroperas). Sstem Pendngn Utama RSG-GAS Suatu Tnjauan Tenlang Faktor-faktor Kelemahannya (Sudyono) 133

5 Presdng 'Semnar Teknolog Pendayagunaan Reaktor Rset G A. Swabessy; t : r J. Delay Chamber I'ada opcas reaktor daya tngg dan dalam waktu yang lama, selalu terbentuk ruangan yang bers udara d dalam delay chamber. Hal n akan mengganggu efektvtas dar delay chamber tu sendr. -I. Kontrol tempcratur K>ntto! tcmperatur penunjukannya tdak akurat. Keadaan n sudah terjad sejak awal pengoperasan sstem n sepert terlhat tabel berkut n : CTOO2 CT0O3 CT001 Pompa-pompa CT811/B21/ CTOO6 831 Jan kolum raktor Delay Chamber Ke kolam reaktor la I: CT0O5 If Tanggal Jam Daya CT001 CT002 CT003 CT004 CT005 CT (MW) , /, : , , , ,5 37, f. j/sfem Pendmgm Utama RSG-GAS Suatu Tnjauan Trntang Faklor-faMor Kelemahannya (Sudyano) 134

6 Presdng Semnar Teknolog Pendayagunaan Reaktor Rse! G. A. Swabessy; Scharusnya penunjukan JEOl CTOOl = CT002 = CT004 dan penunjukan JEOI CT003 = (T005 = CT8II/82I/831. Kontrol tempcratur pada sstem pendngn rcaktor nuklr seharusnya dapat mengukur temperatur yang sebenarnya, karena akan dpaka pada kabras daya reaktor dan percobaan-percobaan lmah lannya. :v Power supply Apabla terjad fault pada modul power supply motor-motor pompa sekunder, tdak dapat drcset. Hal n sangat menyultkan pada saat ngn mengoperaskan ssten sekundcr setelah ada gangguan (msalnya sstem sekunder mat karena tba-tba PLN ma( atat tegangan PLN drop sesaat). (K Indkator motor blower sekundcr Inclkator motor blower "ON"/ "OFF" pada pendngn tdak berfungs dengan benar I'ada saat operas normal, menara-menara pendngn beroperas normal (6 menara pendngn), apabla tba-tba ada gangguan pada salah satu atau lebh menara pendngn yang menyebabkan menara pendngn tersebut tdak beroperas, maka hal tu tdak dkut dengan perubahan ndkator "ON" / "OFF" pada panel tegak d RKU. Sehngga serng terjad keadaan dmana ndkator pada pane! tegak RKU "ON" tetap keadaan d lapangan motor blower menara pendngn tersebut tdak beroperas atau "OFF". Hal n sangat mengganggu pengamatan operator untuk sstem pendngn sekunder. 7. Kontrol Level OH C'cas penduga level ol ponpa-pompa prmer tdak "checkable"'., pada saat reaktor beroperas pada daya tngg, ruang cell prmer paparan radasnya tngg. Akan sangat berbahaya bag petugas yang akan mengecek keadaan pompa-pompa prmer pada saat tu Akan sangat bak apabla pengecekan ol dan penambahan ol pada pompa-pompa prmer dapat dlakukan dar luar ruangan eel prmer; untuk selanjutnya perlu dpasang peralatan tambahan yang memungknkan hal tersebut dapat dlaksanakan. S:s:e;n Per. vrgn Ulama RSG-GAS Suatu Tnjausn Temang FaKtor-faktor Kelemahannya (Sudjyono) 135

7 g \ftnmar Teknolog Pendayagunaan Reaktor Rset G. A. Swabessy; IV. I'GMBAHASAN Dar 7 hal kelemahan sstem pendngn utama RSG-GAS yang dbahas dapal dketahu ^eberapa besar pengaruhnya terhadap knerja sstem tersebut. I Huk mcmperkccl keemahan-kelemahan tersebut dapat dlakukan hal-hal sebaga berkut I Pada saatnya nant, apabla akan dlakukan penggantan kontaktor BHTOI/02/03 GHC02, dusahakan kapastasnya yang sedkt lebh besar. Tentu saja hams mclalu pcmbahasan/perhtungan yang semestnya..'. Pc In dlakukan 1 stud pendahuluan untuk membahas kemungknan penggantan moto/pompa sekunder untuk memperoleh tekanan kerja lebh besar dar 2,6 bar, meskpun hal m agak sult karena akan berkatan dengan kontraks pempaan, ketnggan nenara pendngn yang sudah ada.. Kcalsas pengadaan/pemasangan sstem perangkap udara "delay chamber sesua dengan hasl stud pendahuluan perlu dpercepat. \\-\k\ dlakukan kalbras semua kontro temperatur yang terpasang pada sstem pendngn uama RSG, secara teratur/berkala mnmal 1 kal dalam setahun. ^ Lebh dbcrdaya-gunakan ltbang yang ada d RSG untuk mengatas/meng- "up-grade" modul power motor-motor pompa sekunder; dan modul power motor-motor blower menara pendngn sekunder. I j I Perlu dpasang CCTV (montor vsual) pada setap gelas penduga level ole pompa-pompa prmer; dan dmontor d luar ruangan prmary cell. V. KKSIMPULAN. - Hengan mengetahu kelemahan dar sstem pendngn utama RSG-GAS akan dapat dlakukan j I lal-hal sebaga berkut : : I'embelan suku cadang untuk komponen yang tdak dea/tdak bak tdak hams sesua dengan aslnya tetap harus dpkrkan terlebh dahulu agar bsa menghlangkan kelemahan vanu ada.'.. '.fe/n Pendngn Utama RSG-GAS Suatu Tnjauan rnt.mg Faktot-laktor Kelemabannya (Sudyono) 1

8 Pfosdng Semnar Teknolog Pendayagunaan Reaktor Rset G. A. Swabessy; Dapat dlakukan analsa/peneltan pendahuluan oleh para pakar untuk mengatas kelemahan yang ada. Dcnyan mengenal sstem pendngn utama RSG-GAS dengan bak operator dapat menyesuakan dr dalam menangan/mengoperaskan sstem, dem kelancaran operas rcaktor. Akhrnya sstem pendngn utama RSG-GAS, dapat bekerja dengan bak, sesua dengan kadah-kadah keselamatan yang berlaku pada nstalas reaktor nuklr.» I)AFTAR PUSTAKA SAR MI'R-30 Vol. 2 Chapter OM MPR-30 Part. IV Chapter I-4 Sstem Pendngn Utama RSG-GAS Suatu Tnjauan Tcntang Faktor-faktor Kelemahannya (Sudyono) 137

PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION

PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION Ar Wbowo Teknk Multmeda dan Jarngan, Polteknk Neger Batam wbowo@polbatam.ac.d Abstract Development

Lebih terperinci

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014 KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014 DEWAN KETAHANAN PANGAN 2010 . PESAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Ketahanan Pangan mash merupakan su yang pentng bag bangsa Indonesa. Sekalpun saat n Indonesa telah

Lebih terperinci

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian SIFAT-SIFAT ANALISIS REGRESI PowerPont Sldes by Yana Rohmana Educaton Unversty of Indonesan 2007 Laboratorum Ekonom & Koperas Publshng Jl. Dr. Setabud 229 Bandung, Telp. 022 2013163-2523 Hal-hal yang akan

Lebih terperinci

PREP ARASI NODALISASI UNTUK SIMULASI TRANSIEN SISTEM PENDING IN MODA SATU JALUR RSG-GAS

PREP ARASI NODALISASI UNTUK SIMULASI TRANSIEN SISTEM PENDING IN MODA SATU JALUR RSG-GAS Prosiding Seminar Hasi! Penelitian P2TRR Tahun 2003!SSN 0854-5278 PREP ARAS NODALSAS UNTUK SMULAS TRANSEN SSTEM PENDNG N MODA SATU JALUR RSG-GAS Sukmanto Dibyo, Susyadi, Tagor MS, Darwis snaeni Pusat Pengembangan

Lebih terperinci

Mengetahui Prosedur. Sistem Pendidikan di Jepang P.10. Merencanakan Belajar ke Luar Negeri P.11. Memilih Sekolah P.12. Jadwal P.14

Mengetahui Prosedur. Sistem Pendidikan di Jepang P.10. Merencanakan Belajar ke Luar Negeri P.11. Memilih Sekolah P.12. Jadwal P.14 Mengetahu Prosedur Sstem Penddkan d Jepang P.10 Merencanakan Belajar ke Luar Neger P.11 Memlh Sekolah P.12 Jadwal P.14 Mengumpulkan Informas P.16 Sstem Penddkan d Jepang Mengetahu Prosedur Sstem Penddkan

Lebih terperinci

Interaksi Transportasi dan Guna Lahan

Interaksi Transportasi dan Guna Lahan Interaks Transportas dan Guna Lahan Prof. Dr. Ir. Danang Parkest,M.Sc. Prof. Dr. Ir. A. Dunaed, MUP. Program Magster Sstem dan Teknk Transportas (MSTT Jurusan Teknk Spl (Transportas Fakultas Teknk - Unverstas

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) BERBASIS WEB PADA SISTEM PENDINGIN PRIMER DI REAKTOR SERBA GUNA GA.

PENERAPAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) BERBASIS WEB PADA SISTEM PENDINGIN PRIMER DI REAKTOR SERBA GUNA GA. SEMINAR NASIONAL V YOGYAKARTA, 5 NOVEMBER 2009 PENERAPAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) BERBASIS WEB PADA SISTEM PENDINGIN PRIMER DI REAKTOR SERBA GUNA GA. SIWABESSY MOHAMMAD TAHRIL AZIS

Lebih terperinci

KAJIAN PERAWATAN MENARA PENDINGIN REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESY

KAJIAN PERAWATAN MENARA PENDINGIN REAKTOR SERBA GUNA G.A. SIWABESY EMINA NAIONAL V M TEKNOLOGI NUKLI OGAKATA, 5 NOVEMBE 2009 IN 1978-0176 KAJIAN PEAATAN MENAA PENINGIN EAKTO EBA GUNA G.A. IABE AEP AEPUIN CATU, JUNAII, AAN ANIANTO Pusat eaktor erba Guna-BATAN, Kawasan

Lebih terperinci

REFUNGSIONALISASI PEMUTUS PADA PANEL DISTRIBUSI UTAMA BHB03/04 DAN BHC03/04

REFUNGSIONALISASI PEMUTUS PADA PANEL DISTRIBUSI UTAMA BHB03/04 DAN BHC03/04 REFUNGSIONALISASI PEMUTUS PADA PANEL DISTRIBUSI UTAMA BHB03/04 DAN BHC03/04 KOES INDRAKOESOEMA, KISWANTO, YAYAN ANDRIYANTO Pusat Reaktor Serba Guna-BATAN Kawasan Puspitek, Serpong, Tengerang 15310 Banten

Lebih terperinci

STUDI ALIRAN DAYA TIGA FASA UNTUK SISTEM DISTRIBUSI DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG

STUDI ALIRAN DAYA TIGA FASA UNTUK SISTEM DISTRIBUSI DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG No. 29 ol.2 Thn. X Aprl 2008 SSN: 085-871 STUD ALRAN DAYA TGA FASA UNTUK SSTEM DSTRBUS DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG Adrant, Slva ran Jurusan Ten Eletro Faultas Ten Unverstas Andalas, Padang Abstra

Lebih terperinci

Hasil Penelitian dan Kegiatan PTLR Tahun 2012 ISSN 0852-2979

Hasil Penelitian dan Kegiatan PTLR Tahun 2012 ISSN 0852-2979 EVALUASI KESELAMATAN RADIASI DI KANAL HUBUNG INSTALASI PENYIMPANAN SEMENTARA BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS (KH-IPSB3) PASCA PENGISIAN BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS REAKTOR SERBA GUNA GA. SIWABESSY ABSTRAK L.Kwin

Lebih terperinci

EVALUASI PERAWATAN SISTEM PEMANTAU LAJU DOSIS GAMMA RSG-GAS MENGGUNAKAN SUMBER STANDAR TKA14/TKA17

EVALUASI PERAWATAN SISTEM PEMANTAU LAJU DOSIS GAMMA RSG-GAS MENGGUNAKAN SUMBER STANDAR TKA14/TKA17 EVALUASI PERAWATAN SISTEM PEMANTAU LAJU DOSIS GAMMA RSG-GAS MENGGUNAKAN SUMBER STANDAR TKA14/TKA17 NUGRAHA L, Y. SUMARNO, TRI ANGGONO, ANTO S. Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG)-BATAN Kawasan Puspitek Serpong

Lebih terperinci

PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI

PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI Imam Sodkn Juusan Teknk Indust, Fakultas Teknolog Indust

Lebih terperinci

PENGKAJIAN ANALISA KUALITAS AIR KOLAM DAN KANAL HUBUNG INSTALASI PENYIMPANAN SEMENTARA BAHAN BAKAR BEKAS (IPSB3)

PENGKAJIAN ANALISA KUALITAS AIR KOLAM DAN KANAL HUBUNG INSTALASI PENYIMPANAN SEMENTARA BAHAN BAKAR BEKAS (IPSB3) PENGKAJIAN ANALISA KUALITAS AIR KOLAM DAN KANAL HUBUNG INSTALASI PENYIMPANAN SEMENTARA BAHAN BAKAR BEKAS (IPSB3) Dyah Sulistyani R., Husen Zamroni, Sudiyati Pusat Teknologi limbah Radioaktif BATAN ABSTRAK

Lebih terperinci

PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI

PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI Marsudi, Rochim Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281 ABSTRAK PEMASANGAN SISTEM

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMASANGAN DAN PERAWATAN UNTUK ALAT PENGENDALI POMPA PEMADAM KEBAKARAN ENJIN DIESEL ALAT PENGENDALI OTOMATIS

PEDOMAN PEMASANGAN DAN PERAWATAN UNTUK ALAT PENGENDALI POMPA PEMADAM KEBAKARAN ENJIN DIESEL ALAT PENGENDALI OTOMATIS PEDOMAN PEMASANGAN DAN PERAWATAN UNTUK ALAT PENGENDALI POMPA PEMADAM KEBAKARAN ENJIN DIESEL ALAT PENGENDALI OTOMATIS MODEL GPD 1 Daftar isi 1. Pendahuluan 2. Instalasi 3. Karakteristik utama 4. Beranda

Lebih terperinci

ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN

ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN Hendra Bunyamn Jurusan Teknk Informatka Fakultas Teknolog Informas Unverstas Krsten Maranatha

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA TRANSFORMATOR TIGA BELITAN SEBAGAI GENERATOR STEP-UP TRANSFORMER

ANALISIS KINERJA TRANSFORMATOR TIGA BELITAN SEBAGAI GENERATOR STEP-UP TRANSFORMER Harrij Mukti K, Analisis Kinerja Transformator, Hal 71-82 ANALISIS KINERJA TRANSFORMATOR TIGA BELITAN SEBAGAI GENERATOR STEP-UP TRANSFORMER Harrij Mukti K 6 Pada pusat pembangkit tenaga listrik, generator

Lebih terperinci

PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA

PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA KODE MODUL OPKR-20-011B SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM

Lebih terperinci

Instalasi Pompa Yang Dipasang Tetap Untuk Proteksi Kebakaran

Instalasi Pompa Yang Dipasang Tetap Untuk Proteksi Kebakaran Kembali SNI 03-6570-2001 Instalasi Pompa Yang Dipasang Tetap Untuk Proteksi Kebakaran 1 Pendahuluan. 1.1 Ruang Lingkup dan Acuan. 1.1.1 Ruang Lingkup. Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan instalasi

Lebih terperinci

Perawatan Engine dan Unit Alat Berat

Perawatan Engine dan Unit Alat Berat Direktorat Pembinaan SMK 2013 i PENULIS: Direktorat Pembinaan SMK 2013 ii Kata Pengantar Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Di dalamnya dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan

Lebih terperinci

ANALISIS ALAT PENGHEMAT LISTRIK TERHADAP INSTALASI ALAT RUMAH TANGGA

ANALISIS ALAT PENGHEMAT LISTRIK TERHADAP INSTALASI ALAT RUMAH TANGGA ANALISIS ALAT PENGHEMAT LISTRIK TERHADAP INSTALASI ALAT RUMAH TANGGA Bidayatul Armynah*, Syahir Mahmud *, Nur Aina * Jurusan Fisika, Fakultas Mipa, Universitas Hasanuddin Makassar ABSTRAK Telah dilakukan

Lebih terperinci

SISTEM DETEKSI ORANG DALAM RUANGAN UNTUK MENGATUR NYALA LAMPU RUANG KULIAH YANG DIPANTAU SECARA TERPUSAT DALAM RUANG KONTROL

SISTEM DETEKSI ORANG DALAM RUANGAN UNTUK MENGATUR NYALA LAMPU RUANG KULIAH YANG DIPANTAU SECARA TERPUSAT DALAM RUANG KONTROL TUGAS AKHIR RE 0391 SISTEM DETEKSI ORANG DALAM RUANGAN UNTUK MENGATUR NYALA LAMPU RUANG KULIAH YANG DIPANTAU SECARA TERPUSAT DALAM RUANG KONTROL R. Prawiro Kusumo R. NRP 2205 030 047 Dimas Adityo NRP 2205

Lebih terperinci

Makalah Tugas Akhir. ANALISA GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN SUTT 150 kv JALUR KEBASEN BALAPULANG BUMIAYU MENGGUNAKAN PROGRAM ETAP

Makalah Tugas Akhir. ANALISA GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN SUTT 150 kv JALUR KEBASEN BALAPULANG BUMIAYU MENGGUNAKAN PROGRAM ETAP Makalah Tugas Akhir ANALISA GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN SUTT 150 kv JALUR KEBASEN BALAPULANG BUMIAYU MENGGUNAKAN PROGRAM ETAP Rachmad Hidayatulloh 1, Juningtyastuti 2, Karnoto 2 Jurusan Teknik

Lebih terperinci

PRINSIP KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DAN MESIN BANTU Kompetensi : Mesin Penggerak Utama dan Bantu. TPL - Prod/Q.01

PRINSIP KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DAN MESIN BANTU Kompetensi : Mesin Penggerak Utama dan Bantu. TPL - Prod/Q.01 PRINSIP KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DAN MESIN BANTU Kompetensi : Mesin Penggerak Utama dan Bantu TPL - Prod/Q.01 BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIKMENJUR DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

Lebih terperinci

Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1

Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1 Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1 (Rahardjo Tirtoatmodjo) Peningkatan Performance dengan Pendingin Udara Masuk pada Motor Diesel 4JA1 Rahardjo Tirtoatmodjo Dosen

Lebih terperinci

Novitool Aero Panduan Keselamatan dan Pengoperasian Alat Pres (Penekan) Sambungan

Novitool Aero Panduan Keselamatan dan Pengoperasian Alat Pres (Penekan) Sambungan Novitool Aero Panduan Keselamatan dan Pengoperasian Alat Pres (Penekan) Sambungan PERINGATAN Penggunaan alat ini secara TIDAK BENAR ATAU TIDAK AMAN dapat merusak alat dan/atau mengakibatkan cedera. Panduan

Lebih terperinci

TINJAUAN MATA KULIAH BAB I PENDAHULUAN

TINJAUAN MATA KULIAH BAB I PENDAHULUAN TINJAUAN MATA KULIAH BAB I PENDAHULUAN I. Beberapa Defs Dalam berbaga meda serg djumpa hasl jejak pedapat dar masarakat tetag su tertetu, jejak pedapat tu dlakuka utuk megetahu gambara pedapat dar masarakat

Lebih terperinci

ALAT BANTU LOGGING UNTUK MENGURANGI SELIP PADA JALAN YANG LICIN Oleh : Yuniawati, Dulsalam, Maman Mansyur Idris, Sukadaryati dan Sona Suhartana

ALAT BANTU LOGGING UNTUK MENGURANGI SELIP PADA JALAN YANG LICIN Oleh : Yuniawati, Dulsalam, Maman Mansyur Idris, Sukadaryati dan Sona Suhartana ALAT BANTU LOGGING UNTUK MENGURANGI SELIP PADA JALAN YANG LICIN Oleh : Yuniawati, Dulsalam, Maman Mansyur Idris, Sukadaryati dan Sona Suhartana Abstrak Kegiatan pengangkutan kayu membutuhkan kelancaran

Lebih terperinci

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 20/PRT/M/2009 TENTANG

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 20/PRT/M/2009 TENTANG MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 20/PRT/M/2009 TENTANG PEDOMAN TEKNIS MANAJEMEN PROTEKSI KEBAKARAN DI PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci