BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Perbandingan Fear of Success dengan Jenis Kelamin. Gender

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Perbandingan Fear of Success dengan Jenis Kelamin. Gender"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Peneliti akan menguraikan tentang gambaran umum subjek berdasarkan jenis kelamin. Kemudian menjelaskan secara deskriptif dengan di sertai penyajian Tabel. Subjek penelitian ini adalah Karyawan pada Universitas dengan Jumlah 110 orang. Seperti yang terlihat pada table 4.1 di bawah ini : Tabel 4.1 Perbandingan Fear of Success dengan Jenis Kelamin Gender n Mean std t df Female Male Pada tabel 4.1 diatas dapat di lihat bahwa nilai mean fear of success untuk jenis kelamin laki-laki sebesar 49,236 dan memiliki standar deviasi sebesar 9,645 dan untuk perempuan memiliki nilai mean sebesar 43,909 dan standar deviasi sebesar 4,230 dan taraf signifikansi sebesar 0,

2 Tabel 4.2 Perbandingan Kinerja dengan Jenis Kelamin Gender n Mean std t df Female , Male Pada Tabel 4.2 di atas dapat di lihat bahwa nilai mean kinerja untuk jenis kelamin laki-laki memiliki nilai sebesar 99,690 dan standar deviasi sebesar 11,455 dan pada perempuan memiliki nilai mean sebesar 99,509 dan standar deviasi sebesar 11,519 dan taraf signifikansi sebesar 0,567. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja laki-laki dan perempuan. 4.2 Kategorisasi Skala dari alat ukur ini menggunakan skala ordinal. Setiap pernyataan yang diajukan dapat berbentuk pernyataan positif atau negatif. Adapun pilihan jawabannya adalah seperti pada tabel berikut : Tabel 4.3 Penilaian Alat Ukur Fear Of Success Pilihan Jawaban Favorable Unfavorable SS 6 1 S

3 AS 4 3 ATS 3 4 TS 2 5 STS 1 6 Skor maksimum yang dapat diperoleh responden adalah 90, sedangkan skor minimum yang dapat diperoleh responden adalah 15. Untuk menentukan norma alat ukur Fear of Success ini maka ditentutan panjang kelas dengan perhitungan sebagai berikut : Skor Maksimum Skor Minimun Jumlah Kategori Panjang kelas per kategori = / 5 = 15 Dengan demikian dapat disusun norma alat ukur Fear of Success sebagai berikut : Tabel 4.4 Norma Alat Ukur Fear Of Success No Rentang Skor Kategori Sangat Lemah Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat 48

4 Hasil yang di dapat oleh peneliti bahwa pada Alat Ukur Fear Of Success pada wanita berada pada Rentang Lemah hingga sedang dengan Hasil terendah yaitu 36 dan Tertinggi yaitu 50. Serta pada laki-laki berada pada Rentang lemah hingga Kuat yaitu dengan hasil terendah 32 dan tertinggi 69. Dan rata-rata hasil berada pada rentang Sedang. Dan yang menjawab pada rentang lemah sebanyak 67 orang dan yang menjawab pada rentang sedang sebanyak 43 orang. Pada perempuan yang berada pada rentang lemah sebanyak 38 orang dan yang menjawab pada rentang sedang sebanyak 17 orang. Kemudian pada subjek lakilaki, yang menjawab pada rentang lemah sebanyak 29 orang dan yang menjawab pada rentang sedang sebanyak 26 orang. Kemudian pada dimensi Kinerja, skor maksimum yang dapat diperoleh responden adalah 132, sedangkan skor minimum yang dapat diperoleh responden adalah 22. Untuk menentukan norma alat ukur pada dimensi ini maka ditentukan panjang kelas dengan perhitungan sebagai berikut : Skor Maksimum Skor Minimun Jumlah Kategori Panjang kelas per kategori = / 5 = 22 berikut : Dengan demikian dapat disusun norma alat ukur Fear of Success sebagai 49

5 Tabel 4.5 Norma Alat Ukur Kinerja No Rentang Skor Kategori Sangat Lemah Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat Hasil yang di dapat oleh peneliti bahwa pada Alat Ukur Kinerja Karyawan pada perempuan berada pada Rentang Sedang hingga sangat Kuat dengan Hasil terendah yaitu 81 dan Tertinggi yaitu 132. Dan untuk laki-laki berada pada rentang sedang hingga sangat kuat, dengan hasil terendah yaitu 79 dan tertinggi 123. Yang rata-rata berada pada rentang Kuat. Pada subjek perempuan yang menjawab pada rentang sedang sebanyak 15 orang, pada rentang kuat sebanyak 35 orang dan pada rentang sangat kuat sebanyak 5 orang. Dan kemudian pada subjek laki-laki, yang menjawab pada rentang sedang sebanyak 16 orang, pada rentang kuat sebanyak 35 orang dan pada rentang sangat kuat sebanyak 4 orang. 4.3 Keterbatasan Penelitian Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan subjek Karyawan yang berada di Universitas dengan jumlah sample 156 orang. Namun, terdapat keterbatasan penelitian sehingga peneliti hanya memperoleh data sebanyak 110 orang. Adapun alasan keterbatasan penelitian kali ini ialah : 50

6 1. Waktu Yang dimana peneliti memiliki batasan waktu saat pengambilan data yaitu selama 7 hari, di pertengahan bulan Mei. 2. Partisipasi Subjek Ada beberapa dari subjek yang tidak bersedia berpartisipasi dalam pengisian kuesioner dengan berbagai alasan. 4.4 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrument yang di gunakan adalah berupa kuesioner. Untuk mengukur variabel fear of success terdiri dari 25 butir pernyataan dan pada variabel kinerja juga terdiri dari 25 butir pernyataan. Dari masing-masing instrument di lakukan uji coba atau try out terlebih dahulu. Kemudian setelah melakukan uji coba di lakukan maka peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 4.6 Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Validitas Reliabilitas Ket Fear of Success 0,791-0,811 0,814 Reliabel Kinerja Karyawan 0,863-0,873 0,874 Reliabel Pada Tabel 4.6 menjelaskan bahwa skala fear of success mempunyai rentang validitas butir dari 0,791-0,811 dan reliabilitas sebesar 0,814 yang artinya bisa di nyatakan reliabel. Dari sebanyak aitem 25 aitem yang di nyatakan valid sebanyak 15 aitem. 51

7 Sedangkan pada skala Kinerja dari 25 aitem yang di nyatakan valid sebanyak 22 aitem. Dari rentang yang di miliki sebesar 0,863-0,873 yang artinya di nyatakan reliabel. 4.5 Uji Korelasi Pengujian korelasi di lakukan dengan menggunakan analisis korelasi spearman dengan bantuan aplikasi SPSS 20.0 for windows. Korelasi spearman di gunakan karena skala yang di gunakan adalah skala ordinal. Nilai koefisien korelasi spearman yang di peroleh sebesar 0,135 dengan signifikansi sebesar 0,160 yang lebih besar dari taraf signifikansi yang di tetapkan yaitu sebesar 0,05 (5%). Hal ini dapat di katakan bahwa tidak ada hubungan antara fear of success dengan kinerja pada karyawan universitas. Dengan hasil tersebut, maka hipotesis nol di terima dan hipotesis alternatif di tolak. Kemudian peneliti melihat korelasi antara subjek laki-laki dan perempuan, pada subjek laki-laki memperoleh hasil korelasi sebesar 0,764 yang artinya tidak terdapat hubungan antara kedua variabel berdasarkan subjek laki-laki dan korelasi sebesar 0,046 pada subjek perempuan yang artinya terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut. Selanjutnya peneliti ingin mengetahui kemungkinan adanya hubungan antara setiap dimensi dengan kinerja karyawan pada Universitas X. hasil yang di peroleh menunjukan data pada tabel 4.4 sebagai berikut : 52

8 Tabel 4.7 Korelasi dimensi Fear of Success dengan Kinerja Karyawan Dimensi Negative Impact on Self evaluation and affect External costs of success Positive perceptions of competition 0,791 0,026 0,022 0,218* 0,486 0,067 Pada tabel 4.7 dapat di lihat bahwa dimensi External Costs on Self Evaluation Success memiliki hubungan secara langsung dengan kinerja, dengan memperoleh nilai p sebesar 0,022 dan nilai r sebesar 0,218*, yang artinya dimensi tersebut memiliki hubungan dengan kinerja pada karyawan di Universitas X. Karena menurut mereka, butuh usaha yang luar biasa untuk mencapai sebuah kesuksesan agar mendapatkan hasil yang sebanding dengan apa yang mereka kerjakan, yaitu dengan bekerja sebaik mungkin agar dapat mempertahankan posisi yang sudah mereka capai. 4.6 Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan Fear of Success Secara Umum Menurut Martina Horner (1972), fear of success adalah ketakutan akan kesuksesan yang terjadi pada laki-laki dan perempuan akan tetapi fear of success cenderung lebih besar dialami oleh wanita karena dalam situasi kompetensi berprestasi akan membawa akibat yang tidak menyenangkan seperti kehilangan feminitas, penolakan sosial dan 53

9 ketidakpopuleran. Fear of success juga merupakan penghambat bagi kemampuan, aspirasi dan serta potensi yang ada pada diri wanita tersebut. Horner (dikutip Zuckerman dan Wheeler, 1975:933) bahwa wanita memiliki motif untuk menolak sukses, yang akan nampak pada suatu disposisi yang bersifat stabil untuk menjadi cemas mengenai kesuksesan yang berkaitan dengan standart identitas peran seksnya. Horner juga menjelaskan beberapa ciri-ciri seseorang yang memiliki kecenderungan fear of success, yaitu seperti tidak maunya membuka diri untuk suatu perubahan yang ada, kemudia tidak mau membebaskan diri dari ikatan apapun jika memang tidak menyukainya, dan tidak berani untuk meninggalkan kebiasaan atau pola berpikir lama. Harlock (1994) berpendapat bahwa Jika seorang Pria memiliki kecenderungan takut akan kesuksesan, maka hal itu di sebabkan kegagalan yang berulang kali dalam kegiatannya di masa lalu sehingga akan mengurangi kepercayaan diri dan menimbulkan anggapan bahwa dirinya tidak mempunyai kemampuan tertentu untuk meraih kesuksesan. Hasil yang di dapat oleh peneliti berdasarkan data sekunder bahwa pada karyawan laki-laki cenderung untuk tidak bisa menerima persaingan atau kompetisi. Sedangkan dari sudut pandang perempuan, setelah peneliti melakukan wawancara hasil yang di peroleh adalah pada perempuan mereka menganggap bahwa kerja di universitas x memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel dan lebih santai di bandingan dengan bekerja di perusahaan sebelumnya. 54

10 4.6.2 Pembahasan Kinerja Secara Umum Robbins (2008: 241) menyatakan bahwa kinerja karyawan adalah sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi. Jika ada yang tidak memadai atau tidak sesuai dengan yang ingin di capai, kinerja itu akan terpengaruh secara negatif. Menurut Robbins (2001:184) kinerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan. Robbins (2002:155), menjelaskan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah sebagai berikut : 1.Kuantitas hasil kerja, yaitu Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan. Kuantitas hasil kerja dapat dilihat dari prestasi kerja yang dicapai karyawan dan pencapaian target pekerjaan karyawan. 2. Kualitas hasil kerja, yaitu Pengukuran kualitatif keluaran menceminkan pengukuran tingkat kepuasan. yaitu seberapa baik penyelesaiannya. Ini berkaitan dengan bentuk keluaran seperti keterampilan, kepuasan pelanggan, ataupun inisiatif. 3. Ketepatan waktu, yaitu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. Hal ini dapat kita lihat dari tingkat kehadiran karyawan, ketaatan karyawan dalam bekerja. Hasil yang di dapat oleh peneliti berdasarkan data sekunder ialah walaupun memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel, namun menurut 55

11 mereka pekerjaan harus tetap di selesaikan berdasarkan waktu yang sudah di tentukan. Karena menurut mereka, mempertahankan posisi yang sudah di dapat jauh lebih penting dan kenyamanan merupakan suatu hal yang penting jika bekerja pada suatu pekerjaan. oleh karena itu, baik kinerja pada karyawan laki-laki maupun karyawan perempuan tidak terdapat masalah berdasarkan kinerja mereka walaupun beberapa dari mereka memiliki kecenderungan fear of success, yang dimana di katakan oleh Horner dalam Zuckerman (1976) bahwa ketika seseorang memiliki kecenderungan Fear of success merupakan penghambat bagi kemampuan, aspirasi dan serta potensi yang ada pada diri orang tersebut Perbandingan Fear Of Success berdasarkan Jenis Kelamin Pada tabel 4.1 diatas dapat di lihat bahwa nilai mean fear of success untuk jenis kelamin laki-laki sebesar 49,236 dan memiliki standar deviasi sebesar 9,645 dan untuk perempuan memiliki nilai mean sebesar 43,909 dan standar deviasi sebesar 4,230 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Hal tersebut membuktikan bahwa adanya berbedaan yang signifikan fear of success antara laki-laki dan perempuan. Pada karyawan di Universitas X di dominasi oleh Karyawan lakilaki yang berusia kisaran antara 30 tahun 56 tahun. Oleh karena itu beberapa dari subjek tersebut sudah nyaman dengan sistem yang ada di Universitas x, yang dimana memiliki sistem kekeluargaan dan tidak adanya persaingan keras antar karyawan lainnya. Ada beberapa dari mereka yang pindah tempat kerja dari perusahaan sebelumnya ke Universitas X, karena menurut mereka di perusahaan sebelumnya sibuk 56

12 mengejar jabatan sehingga membuat subjek tersebut tidak nyaman berada di perusahaan sebelumnya Perbandingan Kinerja berdasarkan Jenis Kelamin Pada Tabel 4.2 di atas dapat di lihat bahwa nilai mean kinerja untuk jenis kelamin laki-laki memiliki nilai sebesar 99,690 dan standar deviasi sebesar 11,455 dan pada perempuan memiliki nilai mean sebesar 99,509 dan standar deviasi sebesar 11,519 dan taraf signifikansi sebesar 0,567. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja laki-laki dan perempuan. Karena menurut mereka, walaupun bekerja di Universitas X itu cukup santai, yang terpenting adalah mereka dapat menyelesaikan tugas tepat waktu dan sesuai dengan apa yang di minta oleh atasan. Dan pada ketapatan kehadiran, menurut mereka apabila mereka telat datang pada jam yang sudah di tentukan, itu tidak berpengaruh pada apapun yang terpenting mereka harus bekerja selama 8 jam dan seminggu harus bekerja selama 40 jam. Ketika kurang dari yang sudah di tentutan, baru akan di potong gaji Pembahasan Uji Korelasi Pengujian korelasi di lakukan dengan menggunakan analisis korelasi spearman dengan bantuan aplikasi SPSS 20.0 for windows. Korelasi spearman di gunakan karena skala yang di gunakan adalah skala ordinal. Nilai koefisien korelasi spearman yang di peroleh sebesar 0,135 dengan signifikansi sebesar 0,160 yang lebih besar dari taraf signifikansi yang di tetapkan yaitu sebesar 0,05 (5%). Hal ini dapat di katakan bahwa 57

13 tidak ada hubungan antara fear of success dengan kinerja pada karyawan universitas. Dengan hasil tersebut, maka hipotesis nol di terima dan hipotesis alternatif di tolak. Karena menurut peneliti, hasil korelasi fear of success dan kinerja yang tinggi pada pria dan hasil tersebut menunjukan tidak adanya hubungan, maka mempengaruhi pada keseluruhan Pembahasan Secara Keseluruhan Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengambilan data berupa kuesioner yang di lakukan selama 7 hari berturut- turut di Universitas X, yaitu pada tanggal 15 Mei sampai dengan tanggal 20 Mei dan 22 Mei. Jumlah sampel yang di dapat sebanyak 110 subjek, dari jumlah yang seharusnya di dapat yaitu sebanyak 156 subjek, namun ada beberapa subjek yang tidak bersedia dalam pengisian kuesioner sehingga peneliti hanya mendapatkan 110 subjek. Pada bagian ini peneliti akan membahas tentang permasalahan yang menjadi inti dari penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan antara fear of success dengan kinerja karyawa pada Universitas X. Didapatkan hasil data yang di dominasi dari jenis kelamin yaitu pada universitas tersebut di dominasi oleh para laki-laki dan lama bekerja lebih dari 3 tahun, namun ada beberapa unit yang rata-rata karyawannya baru bekerja sekitar 1 tahunan. Artinya adalah sebagian besar dari karyawan yang berada di Universitas tersebut sudah dapat di lihat kinerjanya. 58

14 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji korelasi spearman. Pengujian dengan spearman di lakukan karena dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal yaitu skala likert. Untuk pengujian hipotesis menggunakan korelasi spearman dan untuk mengetahui uji beda antara hasil yang di dapat dari laki-laki dan perempuan menggunakan independent sampel t-test. Pada pengujian hipotesis menggunakan spearman di dapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara fear of success dengan kinerja karyawan pada karyawan di Universitas X. kesimpulannya adalah Ho di terima dan Ha di tolak. Kesimpulan tersebut di dapat berdasarkan hasil penghitungan statistic dengan menggunakan uji korelasi spearman dengan sebesar 0,160. Kemudian, peneliti menghubungkan korelasi antar kedua variabel dengan jenis kelamin. Di penghitungan tersebut di dapatkan hasil bahwa, pada perempuan memiliki hasil signifikansi sebesar 0,046 yang artinya terdapat hubungan antara fear of success denga kinerja karyawan. Namun pada laki-laki, hasilnya berbanding terbalik dengan perempuan, laki-laki memperoleh hasil signifikansi yaitu sebesar 0,764 yang artinya tidak adanya hubungan antara fear of success dengan kinerja karyawan. Karena hasil korelasi fear of success dan kinerja pada laki-laki cukup tinggi, oleh karena itu hasil tersebut mempengaruhi pada keseluruhan. Hasil dari tiap gender menunjukan ketidaksesuaian dengan penelitian Zuckerman, M and Allison (1976) yang menyatakan bahwa fear of success lebih umum terjadi pada perempuan di bandingkan dengan laki-laki. Dan dalam penelitiannya, Zuckerman menggunakan 59

15 mahasiswa dan mahasiswi sebagai subjeknya, yang dimana dikatakan bahwa ketika seseorang memiliki kecenderungan fear of success yang tinggi akan mempengaruhi pada kinerja pelajar tersebut. Hasil yang di dapat oleh Zuckerman berubah ketika melakukan penelitian di tempat yang berbeda, atau dengan subjek yang berbeda pula. Seperti hasil yang di dapat oleh peneliti ialah fear of success pada karyawan di universitas x lebih besar di alami oleh laki-laki. Karena di universitas x di dominasi oleh laki-laki yang berada pada usia dewasa menengah hingga akhir, yang dimana mereka sudah tidak memikirkan tentang pentingnya suatu jabatan dan persaingan karena menurut mereka yang terpenting adalah kenyamanan dengan apa yang sudah mereka capai. Sedangkan untuk para karyawan wanita di dominasi oleh dewasa awal hingga menengah yang mana mereka masih ingin untuk mencari berbagai pengalaman dari tempat kerja lainnya. Survey selanjutnya yang di lakukan oleh peneliti ialah menemukan hasil bahwa fear of success memang di miliki oleh laki-laki dan juga perempuan, yang mana di katakan oleh salah satu subjek perempuan bahwa seberapa besar penghasilan yang di dapat dan jabatan tidak berpengaruh pada dirinya, karena menurutnya penghasilan tinggi itu sudah menjadi kewajiban yang harus di dapat dari seorang suami sebagai kepala rumah tangga. Seperti yang ada pada budaya Jawa, dimana lakilaki harus lebih sukses di bandingkan perempuan dan dari segi pendidikan perempuan tidak baik jika lebih tinggi dari pada laki-laki, beberapa alasannya ialah jodoh akan lama datang karena takut karena 60

16 pendidikan perempuan tersebut tinggi oleh karena itu, beberapa dari masyakarat budaya tersebut masih menganut budaya seperti itu walaupun saat ini sudah banyak yang berpikiran lebih maju atau modern. Zuckerman, M and Allison (1976) menjelaskan gambaran Horner mengenai konstruksi ketakutan akan kesuksesan menghubungkannya dengan sosialisasi peran gender yang berbeda yaitu laki-laki dan perempuan. Karena menurut Horner, perempuan tidak disosialisasikan untuk sukses, rasa takut akan kesuksesan harus lebih umum terjadi pada perempuan daripada di kalangan pria. Sesuai dengan prediksi ini, perempuan dalam Sampel 1 mencetak secara signifikan lebih tinggi pada Fear of success daripada laki-laki. Skor rata-rata dan standar deviasi untuk perempuan adalah 111,3 dan 14,7. Skor rata-rata dan standar deviasi untuk laki-laki adalah 106,7 dan 14,1 (t = 3,06, df = 374, p <.01). Hasil tersebut menunjukan walaupun adanya perbedaan antara hasil lakilaki dan perempuan, namu tidak terlalu jauh atau signifikan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga memiliki kecenderungan fear of success. Menurut hasil wawnacara yang di lakukan oleh peneliti, bahwa pada beberapa subjek laki-laki ada yang beranggapan negatif tentang kompetisi. Menurutnya, kompetisi tidak penting dalam suatu pekerjaan, yang penting adalah kenyamanan. Itu menjadi alasan mengapa subjek tersebut pindah pekerjaan ke Universitas X dari tempat kerjanya dahulu. Karena menurutnya, kerja di Universitas X, dalam segi waktu Fleksibel atau adanya sistem nabung jam. Artinya apabila karyawan yang jarak dari tempat kerja ke rumah nya jauh, dan 61

17 apabila terlambat itu tidak terlalu bermasalah yang penting dalam sehari mereka harus bekerja selama 8 jam. Sedangkan di perusahaan sebelumnya tempat ia bekerja, persaingan atau kompetisi dalam mencapai jabatan tertinggi amat lah terasa. Itu yang menjadi salah satu alasan subjek tersebut keluar dari tempat kerja sebelumnya. Namun menurut peneliti, Usia juga dapat menjadi salah satu faktor kecenderungan Fear of Success. Seperti pada subjek yang masih berusia Dewasa Awal mereka menggap bahwa persaingan atau kompetisi merupakan suatu hal yang wajar dalam dunia pekerjaan dan bukan suatu hal yang menakutkan, dan beberapa dari mereka ingin mencapai jabatan tertinggi. Sedangkan pada Dewasa Akhir menjawab sebaliknya. Menurut mereka, jabatan tertinggi itu bukan suatu hal yang penting, yang terpenting adalah kenyamanan dengan apa yang sudah di dapat dan bagaimana mereka harus mempertahankan posisi tersebut. 62

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Ketakutan akan kesuksesan terjadi pada laki-laki dan perempuan akan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Ketakutan akan kesuksesan terjadi pada laki-laki dan perempuan akan 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Ketakutan akan kesuksesan terjadi pada laki-laki dan perempuan akan tetapi fear of success cenderung lebih besar dialami oleh wanita karena dalam situasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya tingkat perbedaan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Subyek yang dipilih adalah remaja panti asuhan Akhiruz zaman Bekasi dengan kriteria

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Subyek yang dipilih adalah remaja panti asuhan Akhiruz zaman Bekasi dengan kriteria BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Subyek yang dipilih adalah remaja panti asuhan Akhiruz zaman Bekasi dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti yaitu remaja mulai dari rentang usia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Azwar (2007) pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Variabel penelitian memiliki beberapa jenis, pada peneltian ini jenis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR 66 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR CHANDRA MUKTI ARTHA CABANG WONOSARI yang beralamat di Jalan Wonosari

Lebih terperinci

Berikut ini akan dijelaskan batasan variabel penelitian dan indikatornya, seperti dalam Tabel. 1, berikut ini:

Berikut ini akan dijelaskan batasan variabel penelitian dan indikatornya, seperti dalam Tabel. 1, berikut ini: METODA PENELITIAN Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada auditor internal IGE Timor Leste, alasannya bahwa IGE merupakan satu-satunya internal auditor pemerintah di Timor Leste. Desain Penelitian

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS HASIL Gambaran umum responden. bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai identitas responden.

BAB 4 ANALISIS HASIL Gambaran umum responden. bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai identitas responden. BAB 4 ANALISIS HASIL 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran umum responden Responden dalam penelitian ini adalah anggota dari organisasi nonprofit yang berjumlah 40 orang. Pada bab ini akan dijelaskan tentang

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan. Yogyakarta angkatan 2015 yang berjenis kelamin laki-laki dan

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan. Yogyakarta angkatan 2015 yang berjenis kelamin laki-laki dan 34 BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Orientasi Kancah dan Persiapan 1. Orientasi Kancah Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa hubungan antara konformitas pada produk dan perilaku konsumtif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah : B. Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah : B. Definisi Operasional BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah : 1. Variabel Tergantung : Prokrastinasi 2. Variabel Bebas : Kecemasan B. Definisi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel tergantung : Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) 2. Variabel bebas : Kebermaknaan

Lebih terperinci

5. ANALISIS HASIL PENELITIAN

5. ANALISIS HASIL PENELITIAN 5. ANALISIS HASIL PENELITIAN Pada bagian ini akan menguraikan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Jawaban dari permasalahan penelitian diperoleh berdasarkan hasil pengolahan 55 data hasil Tes Kreativitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai data-data deskriptif yang diperoleh dari responden. Data deskriptif yang menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuantitatif dengan. B. Identifikasi Variabel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuantitatif dengan. B. Identifikasi Variabel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif, yang membandingkan peluang pengembangan karir laki-laki dan perempuan

Lebih terperinci

PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI SPBU BINTARA

PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI SPBU BINTARA Nama PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI SPBU BINTARA NPM : 16212778 Jurusan Pembimbing : Safrina Kusuma Putri : Manajemen - S1 : Stevianus, SE., MM LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian dimulai dengan pembuatan Skala Intensitas Penggunaan Gadgets dan Skala Perilaku Prososial yang telah disusun sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. berasal dari jawaban responden terhadap daftar pernyataan yang dituangkan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. berasal dari jawaban responden terhadap daftar pernyataan yang dituangkan BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Dalam bab IV disajikan analisis terhadap data yang diperoleh selama penelitian. Data yang terkumpul merupakan data primer, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 37 BAB III METODE PENELITIAN A. RANCANGAN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif. Metode yang digunakan adalah multikorelasional yakni menghubungkan dua variabel konsep diri dan kinerja,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. fenomena tertentu serta menganalisis hubungan-hubungan antara suatu variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. fenomena tertentu serta menganalisis hubungan-hubungan antara suatu variabel 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian deskriptif kausal, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguraikan sifat atau karakteristik

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa responden yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pada Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dijelaskan di atas, maka penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam penelitian kuantitatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisikan pernyataan penelitian, hipotesis penelitian, variabel penelitian, responden penelitian, alat ukur penelitian, prosedur penelitian, dan metode analisis data.

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian. penilitian terdiri dari variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent

BAB III. Metode Penelitian. penilitian terdiri dari variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent BAB III Metode Penelitian 1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Opersional Variabel 1.1.1 Variabel Penelitian Variabel adalah apa saja yang dapat membedakan variabel yang dipengaruhi dan yang tidak dapat

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. Skala Konsep Diri dan. Skala Motivasi Berprestasi

LAMPIRAN A. Skala Konsep Diri dan. Skala Motivasi Berprestasi 96 LAMPIRAN A Skala Konsep Diri dan Skala Motivasi Berprestasi 97 Instrumen Penelitian Variabel Skala X A. Blue Print ASPEK INDIKATOR AITEM NO F/U 1. Kondisi Pandangan 1. Saya mampu hidup mandiri 1 F yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan keputusan pembelian. Peneliti mendeskripsikan skor brand image dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan keputusan pembelian. Peneliti mendeskripsikan skor brand image dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. DESKRIPSI SUBJEK Pada bagian ini, peneliti akan mendeskripsikan skor brand image dan keputusan pembelian. Peneliti mendeskripsikan skor brand

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. penelitian. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun

BAB IV PEMBAHASAN. penelitian. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun BAB IV PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian ini adalah penelitian populasi, sehingga tidak digunakan sampel untuk mengambil data penelitian. Semua populasi dijadikan subyek penelitian. Subyek dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Untuk dapat meneliti konsep empirik, konsep tersebut harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel. Menurut Arikunto (2006), variabel adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Yakni penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada pola-pola numerikal (angka)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian adalah proses yang sistematik, terencana, dan dan terkontrol

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian adalah proses yang sistematik, terencana, dan dan terkontrol BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian adalah proses yang sistematik, terencana, dan dan terkontrol dari beberapa tahapan yang logis. Sedangkan rancangan penelitian merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data-data numerical (Angka) yang diolah dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data-data numerical (Angka) yang diolah dengan metode 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. (Menurut Saifuddin Azwar, 2007) pendekatan kuantitatif yaitu menekankan analisisnya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian dilakukan pada awal bulan Mei 2017 sampai dengan pertengahan bulan Juli 2017. Berikut ini adalah uraian gambaran umum subjek berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. responden disetiap rangkap kuesioner yang terdiri dari :

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. responden disetiap rangkap kuesioner yang terdiri dari : BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Statistik Deskriptif Subyek Penelitian Sebelum melakukan pengujian statistik terlebih dahulu penelitit melihat profil remaja sebagai responden. Peneliti menyertakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam, yaitu:

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi mengenai sensitivitas moral, pertimbangan moral, dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 2009 : 96).

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 2009 : 96). BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Variabel disebut juga sebagai objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. a. Variabel Terikat (Y) : Prestasi Kerja Karyawan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. a. Variabel Terikat (Y) : Prestasi Kerja Karyawan BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Identifikasi merupakan variabel yang diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: a. Variabel Terikat (Y) : Prestasi Kerja Karyawan b. Variable Bebas (X) :

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian 37 BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian 1. Orientasi Kancah Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yaitu di kampus program studi Teknik Sipil Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Profil Responden Subyek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah Karyawan yang bekerja di PT.Bank X, peneliti mengumpulkan sampel sebanyak 50 orang subyek Karyawan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam hal ini penelitian dipilih tentang implementasi SAP dalam menghasilkan laporan keuangan. Objek penelitian ini adalah PT Tri Swardana Utama

Lebih terperinci

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif 1. Deskriptif Responden Berikut ini dijelaskan gambaran responden penelitian a. Identifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional. jalan yang wajar untuk menyesuaikan dengan keadaan orang- orang lain

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional. jalan yang wajar untuk menyesuaikan dengan keadaan orang- orang lain 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah cara-cara berfikir dan berbuat yang dipersiapkan dengan baik untuk mengadakan penelitian dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Negeri 2 Tarik Sidoarjo. Jumlah dalam penelitian ini sebanyak 67 subjek.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Negeri 2 Tarik Sidoarjo. Jumlah dalam penelitian ini sebanyak 67 subjek. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Subjek Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII 1 dan VII 7 di SMP Negeri 2 Tarik Sidoarjo. Jumlah dalam penelitian ini sebanyak 67 subjek.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada data yang dapat dihitung yang berwujud nilai atau skor.

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada data yang dapat dihitung yang berwujud nilai atau skor. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian 3.1.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif karena dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hasilnya, secara umum data yang di peroleh dari penelitian dapat di gunakan

BAB III METODE PENELITIAN. hasilnya, secara umum data yang di peroleh dari penelitian dapat di gunakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang di gunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan penelitiannya. Melalui penelitian, manusia dapat menggunakan hasilnya,

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Persiapan penelitian dimulai dengan mempersiapkan alat ukur, yaitu menggunakan satu macam skala untuk mengukur self esteem dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan strategi yang mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang tetap sesuai dengan karateristik dan tujuan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel) dan Variabel Terikat (Dependent Variabel). Variabel bebas dalam

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel) dan Variabel Terikat (Dependent Variabel). Variabel bebas dalam BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu Variabel bebas (Independent Variabel) dan Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data, serta penampilan dari hasilnya (Arikunto, 2006: 12). Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data, serta penampilan dari hasilnya (Arikunto, 2006: 12). Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Jenis penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dalam prosesnya banyak menggunakan angka-angka dari mulai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa MA Boarding School Amanatul

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa MA Boarding School Amanatul BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subyek Subyek dalam penelitian ini adalah siswa MA Boarding School Amanatul Ummah Surabaya. Siswa MA Boarding School Amanatul Ummah Surabaya kelas XI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Identivikasi Variabel Penelitian Dalam penelitian ini rancangan penelitian yang akan digunakan adalah jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan

Lebih terperinci

Abstrak. iii. Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. iii. Universitas Kristen Maranatha Abstrak Penelitian ini berjudul Korelasi antara fear of success dan hasil kerja pada manajer wanita yang telah berkeluarga di PT X Bandung. Sesuai dengan maksud dan tujian penelitian, maka rancangan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. Larangan yang berjumlah 138 orang dalam rentang usia tahun. 1) Deskripsi Subjek Berdasarkan Panti Asuhan

BAB IV ANALISIS DATA. Larangan yang berjumlah 138 orang dalam rentang usia tahun. 1) Deskripsi Subjek Berdasarkan Panti Asuhan BAB IV ANALISIS DATA 4.1. Deskripsi Subjek Penelitian Deskripsi subjek penelitian ini diuraikan berdasarkan panti asuhan, jenis kelamin dan usia. Subjek penelitian ini adalah anak asuh panti asuhan di

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian, peneliti perlu memahami variabel-variabel dan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian, peneliti perlu memahami variabel-variabel dan BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalam suatu penelitian, peneliti perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenis yang akan digunakan. Variabel merujuk pada karakteristik

Lebih terperinci

BAB 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN HASIL

BAB 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN HASIL BAB 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN HASIL Dalam bab ini akan disajikan gambaran umum penelitian, hasil uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif tiap variabel, pengujian hipotesa dan pembahasan data.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Subyek Gambaran umum subyek penelitian ini diperoleh dari data yang diberikan dan diisi oleh subyek yaitu usia, jenis kelamin, lama menjadi gamer, pekerjaan, dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Kemudian mendeskripsikan secara sistematis sifat-sifat atau gejala-gejala dari

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Kemudian mendeskripsikan secara sistematis sifat-sifat atau gejala-gejala dari BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan teknik komparatif. Penelitian dengan teknik komparatif yakni jenis penelitian yang bertujuan membandingkannya dengan melihat persamaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian 3.1.1. Pendekatan penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variabel terikat (Y): Motivasi Kerja Karyawan

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variabel terikat (Y): Motivasi Kerja Karyawan BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variabel terikat (Y): Motivasi Kerja Karyawan. Variabel bebas (X):

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 4 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pedoman Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis studi korelasi. Alasan peneliti menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. makin banyak wanita yang bekerja di sektor formal. Ada yang sekedar untuk

BAB I PENDAHULUAN. makin banyak wanita yang bekerja di sektor formal. Ada yang sekedar untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di Indonesia, sebagaimana juga yang terjadi di seluruh penjuru dunia, makin banyak wanita yang bekerja di sektor formal. Ada yang sekedar untuk menyambung nafkah dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendahuluan Bagian ini membahas jenis dan sumber data, kerangka sampel, teknik pengumpulan data, definisi operasional, teknik pengujian dan pengukuran instrument penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Sutrisno Hadi mendefinisikan variabel sebagai gejala atau objek penelitian yang bervariasi. Atau variabel adalah objek penelitian atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 BAB III METODE PENELITIAN.1. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan korelasional dengan teknik survei untuk melihat hubungan variabel terikat dengan variabel tergantungnya.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. penelitian antara dua kelompok penelitian.adapun yang dibandingkan adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. penelitian antara dua kelompok penelitian.adapun yang dibandingkan adalah BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian komparasi atau perbedaan, yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian Perusahaan Daerah Air Minum Salatiga adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah dirintis oleh Pemerintah Belanda sejak tahun

Lebih terperinci

Bab 3 METODE PENELITIAN

Bab 3 METODE PENELITIAN Bab 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan dan Metodologi Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Dengan metode kuantitatif ini diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai perilaku

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada

BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada 84 BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada Kantor Pos Besar Bandung 40000 Dalam penelitian ini penulis menyebarkan 80 lembar kuisioner

Lebih terperinci

Pendahuluan. tokoh dari kaum wanita di Indonesia yaitu beliau R.A.Kartini yang

Pendahuluan. tokoh dari kaum wanita di Indonesia yaitu beliau R.A.Kartini yang 1 BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Ditengahnya perkembangan tehnologi yang ada di muka dunia ini, tidak kalah pentingnya Sumber Daya Manusia harus berkembang juga. Melihat tentang peranan wanita dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional, yaitu penelitian yang digunakan untuk melihat hubungan antara variabel yang diprediksi memiliki hubungan. A. IDENTIFIKASI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. angka yang diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. angka yang diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang merupakan penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal atau angka yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian 1. Orientasi Kancah Penelitian Penelitian ini melakukan kajian tentang perbedaan tingkat learned helplessness siswa yang memiliki prestasi

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 8 Distribusi sampel penelitian berdasarkan Usia Usia Jumlah (N) Persentase (%) TOTAL

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 8 Distribusi sampel penelitian berdasarkan Usia Usia Jumlah (N) Persentase (%) TOTAL BAB IV PEMBAHASAN A. Deskripsi Subyek Subyek dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang melakukan rawat jalan di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo, Kabupaten Pamekasan. Selanjutnya akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. a. Variabel terikat (Y), yaitu Perilaku Prososial. b. Variabel bebas (X), yaitu Gender

BAB III METODE PENELITIAN. a. Variabel terikat (Y), yaitu Perilaku Prososial. b. Variabel bebas (X), yaitu Gender BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Variabel variabel penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah : a. Variabel terikat (Y), yaitu Perilaku Prososial

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. numerik dan diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada

BAB III METODE PENELITIAN. numerik dan diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang merupakan penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya kepemimpinan partisipatif dan Work

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berada di Fakultas Psikologi dan Kesehatan dan Fakultas Ekonomi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berada di Fakultas Psikologi dan Kesehatan dan Fakultas Ekonomi 68 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Subjek Subyek penelitian atau populasi ini adalah Mahasiswa Semester 8 yang berada di Fakultas Psikologi dan Kesehatan dan Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diferensial. Penelitian diferensial adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diferensial. Penelitian diferensial adalah BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Rancangan penelitian dan prosedur penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diferensial. Penelitian diferensial adalah membandingkan dua atau lebih kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 1996). Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 1996). Dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Ngadirejo Kabupaten Temanggung sebagai tempat penelitian sedangkan untuk menguji validitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia, yang beralamat di Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian merupakan salah satu dari tindakan yang dapat dikatakan sebagai tindakan dalam mencari kebenaran dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif dan verifikatif. Sugiyono (2009:206) menyatakan bahwa

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif dan verifikatif. Sugiyono (2009:206) menyatakan bahwa BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Berdasarkan variabel-variabel yang diteliti, maka jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan verifikatif. Sugiyono (2009:206) menyatakan bahwa

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN Bab ini membahas mengenai persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, serta

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian

BAB III. Metode Penelitian BAB III Metode Penelitian A. Objek / Subjek Peneletian Objek dalam penelitian ini adalah situs Traveloka, subjek adalah satu anggota dari sampel, sebagaimana elemen adalah satu anggota dari populasi (Sekaran,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variasi pada satu atau lebih faktor lain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. model deskriptif korelatif, dengan menggunakan pendekatan croos sectional

BAB III METODE PENELITIAN. model deskriptif korelatif, dengan menggunakan pendekatan croos sectional 58 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif model deskriptif korelatif, dengan menggunakan pendekatan croos sectional study. Croos

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan analisis deskriptif, yaitu suatu studi yang berfungsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah :

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Untuk membuktikan secara empiris hipotesis pada Bab II tersebut, maka variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Tergantung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variable terikat (Y) : Kepuasan Kerja Karyawan. Variable bebas

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Disain, Lokasi dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Disain, Lokasi dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data 19 METODE PENELITIAN Disain, Lokasi dan Waktu Penelitian Disain penelitian adalah cross sectional study, yakni data dikumpulkan pada satu waktu (Singarimbun & Effendi 1995. Penelitian berlokasi di Kota

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Obyek Penelitian Lokasi penelitian ini adalah Butik Kharisma Indonesia yang berlokasi di Jalan Gajahmada No. 134, Semarang. Obyek penelitian ini adalah karyawan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah 23 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah atau prosedur kerja sehingga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh MSDM, motivasi terhadap kinerja Karyawan dengan melakukan penyebaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 80 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian adalah proses yang sistematik, terencana, dan dan terkontrol dari beberapa tahapan yang logis. Sedangkan rancangan penelitian merupakan pedoman

Lebih terperinci