BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian 1. Orientasi Kancah Penelitian Penelitian ini melakukan kajian tentang perbedaan tingkat learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas regular dan kelas unggulan. Subyek yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas reguler dan kelas unggulan. Sementara itu, sebagai lokasi penelitiannya adalah di SMA Negeri 1 Cawas. Penentuan kancah penelitian ini berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain: a. Penelitian mengenai perbedaan tingkat learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas regular dan kelas unggulan belum pernah dilakukan sebelumnya. b. Peneliti beranggapan bahwa learned helplessnes berperan penting dalam pengembangan motivasi belajar siswa yaitu kesediaan untuk bertahan ketika menghadapi sebuah kegagalan. 56

2 57 2. Penyusunan Alat Ukur Persiapan awal yang dilakukan oleh peneliti adalah membuat alat ukur berupa skala yang bertujuan untuk mengukur learned helplessnes siswa SMA yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas regular dan kelas unggulan. Skala learned helplessnes yang disusun oleh peneliti merupakan hasil modifikasi oleh penulis dari helpless attribution style menurut Seligman (Nolen- Hoeksema et al, 1986) yang terdiri dari tiga komponen yaitu: locus of control, globalitas dan stabilitas. Jumlah item yang diujicobakan sebanyak 24 item dimana penyusunan item-item dari alat ukur yang akan diuji coba tersebut dilakukan berdasarkan pada bentuk favorable dan unfavorable. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan alternatif jawaban Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Pemberian skor pada item favorabel adalah skor 4 untuk jawaban Sangat Sesuai, skor 3 untuk jawaban Sesuai, skor 2 untuk jawaban Tidak Sesuai dan skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Sesuai. Sedangkan bagi item unfavorabel, subyek mendapatkan skor 1 untuk jawaban Sangat Sesuai, skor 2 untuk jawaban Sesuai, skor 3 untuk jawaban Tidak Sesuai dan skor 4 untuk jawaban Sangat Tidak Sesuai

3 58 3. Permohonan Ijin Penelitian Perijinan penelitian merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan penelitian. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti mengajukan permohonan ijin untuk melakukan penelitian dan penyebaran skala di SMA Negeri 1 Cawas. Peneliti mendapatkan surat pengantar dari Dekan Fakultas Psikologi UKSW pada tanggal 11 Juli 2013 Nomor 52/PU-F.Psi/VII/2013, (lihat pada Lampiran tentang Surat Ijin Penelitian) yang digunakan peneliti sebagai surat pengantar penelitian atau pengambilan data. 4. Uji Coba Alat Ukur Setelah ditentukan bentuk skala yang sesuai, maka dilakukan uji coba yang bertujuan untuk menguji tingkat validitas dan reliabilitas skala sehingga hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode try out terpakai, yang artinya data yang digunakan dalam try out juga digunakan sebagai data penelitian. Hal tersebut dilakukan guna menghemat waktu, tenaga dan biaya yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Penggunaan metode ini mengacu pada Hadi (2000) yang menyatakan bahwa uji coba terpakai adalah data yang digunakan untuk uji coba

4 59 sekaligus digunakan untuk data penelitian, guna lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya. B. Pelaksanaan Penelitian 1. Penentuan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan terhadap 40 orang siswa SMA Negeri 1 Cawas yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas regular dan 40 orang siswa lainnya di kelas unggulan. Dengan demikian, total subjek penelitian ini adalah sebanyak 80 orang siswa. Jumlah kelas regular SMA Negeri 1 Cawas ada empat kelas yaitu kelas XII IPA 1, kelas XII IPA 2, kelas XII IPA 3, dan kelas XII IPS 3. Setiap kelasnya diambil 10 orang siswa yang masuk pada peringkat 10 terbawah di kelasnya tersebut. Jumlah kelas unggulan juga ada empat kelas yaitu kelas XI Unggulan 1, kelas XI Unggulan 2, kelas XI Unggulan 3, dan kelas XII Unggulan 1. Setiap kelasnya juga diambil 10 orang siswa yang masuk pada peringkat 10 terbawah di kelasnya tersebut. 2. Pelaksanaan Penelitian Setelah mendapatkan ijin dari sekolah yang dituju, maka peneliti segera melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah tentang waktu yang bisa digunakan untuk memberikan angket kepada para siswa. Pengambilan data

5 60 dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cawas pada tanggal 25 Juli 2013 s/d 31 Juli Pengambilan data di SMA Negeri 1 Cawas peneliti terjun langsung untuk menemui responden karena pihak sekolah memberikan waktu satu jam pelajaran untuk peneliti agar peneliti bisa menjelaskan hal-hal yang tidak dimengerti oleh responden berkaitan dengan angket yang akan mereka isi. 3. Penskoringan data Setelah data terkumpul maka langkah selanjutnya melakukan skoring untuk keperluan analisis data. Pemberian skor skala learned helplessnes didasarkan pada alternatif jawaban yang dipilih subjek dengan nilai 1 sampai 4 untuk masing-masing item. C. Hasil Penelitian 1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas a. Hasil Uji Validitas Pengujian validitas alat ukur dengan menggunakan program komputer SPSS versi Uji validitas menggunakan teknik corrected item-total correlation. Dasar pengambilan keputusan item yang valid didasarkan pada ketentuan bahwa, apabila nilai r

6 61 hitung > 0,30 maka item dikatakan valid (Azwar, 1999). Skala learned helplessnes terdiri dari 24 item. Dari uji validitas menunjukkan bahwa pada pengujian tahap pertama diperoleh nilai corrected item-total correlation antara -0,006 s/d 0,627 dan ternyata terdapat empat item gugur karena nilai corrected itemtotal correlation-nya < 0,30. Karena ada item yang gugur maka pengujian validitas dilakukan kembali pada tahap kedua dengan tidak mengikutsertakan item yang gugur. Setelah diuji kembali, nilai corrected itemtotal correlation bergerak antara 0,328 s/d 0,648 dan semua item dinyatakan valid karena nilai corrected item-total correlation-nya > 0,30. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada bagian lampiran. Item yang valid dan yang gugur pada skala learned helplessnes ditampilkan pada Tabel Komponen Tabel. 4.1 Sebaran Item Valid Skala Learned Helplessnes Berdasarkan Hasil Uji Validitas Item Favorable Item Unfavorable Jumlah item valid Locus of Control 1, 3, 12*, 14 2, 7, 5, 22* 5 Globalitas 4, 6, 11, 19 24, 9, 16, 23 6 Stabilitas 8, 18, 15*,21 10, 20*, 13, 17 6 Jumlah item valid Keterangan: * = item gugur

7 62 b. Hasil Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dilakukan dengan teknik Cronbach's Alpha. Hasil uji reliabilitas ditunjukkan pada tabel.2. berikut ini Tabel. 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Skala Learned Helplessnes Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan hasil analisis diperoleh koefisien alpha sebesar 0,881 yang > 0,60 sebagaimana dikemukakan oleh Ghozali (2005) sehingga skala learned helplessnes tersebut dikatakan reliabel. 2. Hasil Uji Asumsi a. Uji Asumsi Normalitas Sebelum melakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian dengan menggunakan uji beda rata-rata, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi normalitas. Pengujian terhadap normalitas menggunakan SPSS versi Uji normalitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji One Sample-Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil pengujian normalitas terhadap variabel learned helplessnes ditunjukkan pada tabel 4.3. berikut ini.

8 63 Tabel. 4.3 Uji Normalitas Variabel Penelitian One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Learned Helplessness Kelas Regular Learned Helplessness Kelas Unggulan N Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Apabila angka signifikansi < 0,05 maka distribusi datanya adalah tidak normal, sebaliknya apabila angka signifikansi > 0,05 maka distribusi datanya adalah normal. Data variabel learned helplessnes kelas regular berdistribusi normal ditunjukkan dengan nilai Kolmogorov-Smirnov (KS Z) sebesar 1,275 dengan angka signifikansi 0,078 yang lebih besar dari 0,05. Demikian halnya data variabel learned helplessnes kelas unggulan berdistribusi normal ditunjukkan dengan nilai Kolmogorov-Smirnov (KS Z) sebesar 0,487 dengan angka signifikansi 0,972 yang lebih besar dari 0,05.

9 64 b. Uji Asumsi Homogenitas Selain melakukan uji asumsi normalitas, dilakukan juga uji asumsi homogenitas untuk mengetahui apakah varian dari kelompok sampel yang diujikan adalah identik atau tidak. Pengujian asumsi kesamaan varian atau uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Levene s. Hasil pengujiannya ditampilkan pada tabel 4.4. berikut ini. Tabel. 4.4 Uji Homogenitas Variabel Penelitian Test of Homogeneity of Variances Learned Helplessness Levene Statistic df1 df2 Sig Apabila angka signifikansi < 0,05 maka varian kedua kelompok sampel untuk variabel learned helplessnes adalah berbeda, sebaliknya apabila angka signifikansi > 0,05 maka varian kedua kelompok sampel untuk variabel learned helplessnes adalah identik (sama). Karena angka signifikansinya adalah sebesar 0,004 yang lebih kecil dari 0,05 maka varian kedua kelompok sampel untuk variabel learned helplessnes adalah berbeda. Dengan demikian variabel learned helplessnes tidak memenuhi asumsi homogenitas.

10 65 3. Hasil Analisis Data a. Analisis Pengukuran Variabel Penelitian Pengukuran variabel learned helplessnes menggunakan 4 kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, rendah dan sangat rendah. Perhitungan dilakukan berdasarkan item yang valid yaitu sebanyak 20 item. Dengan demikian skor tertinggi adalah 4 X 20 = 80 dan skor terendah 1 X 20 = 20. Perhitungan lebar interval adalah sebagai berikut: skor tertinggi skor terendah i = Banyaknya kategori = / 4 = 15 Dengan demikian, kategori variabel learned helplessnes untuk setiap jenis kelas adalah sebagai berikut: Tabel. 4.5 Pengukuran Variabel Learned Helplessnes Siswa pada Kelas Regular Interval Skor Kategori f % Mean Std. Deviasi Sangat Tinggi 2 5, Tinggi 4 10, Rendah 26 65,0 42,8 9, Sangat rendah 8 20,0

11 66 Berdasarkan Tabel 4.5 di atas, dapat dilihat bahwa 65,0% responden pada kelas regular menilai learned helplessness-nya berada pada kategori rendah. Sementara itu ada juga sebanyak 10% responden menilai learned helplessness-nya berada pada kategori tinggi bahkan 5% lainnya berada pada kategori sangat tinggi. Nilai rata-rata skor learned helplessnes sebesar 42,8 yang termasuk dalam kategori rendah. Nilai standar deviasi sebesar 9,6 yang menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang kecil diantara nilai skor learned helplessnes tertinggi dengan nilai skor learned helplessnes terendah pada siswa di kelas regular. Untuk setiap item pernyataan learned helplessnes, nilai skor terendah adalah 1 dan nilai skor tertinggi adalah 4. Sehingga perhitungan lebar interval adalah sebagai berikut: skor tertinggi skor terendah I = Banyaknya kategori = 4 1 / 4 = 0,75 Dengan demikian, kategori penilaian rata-rata skor untuk masing-masing item pernyataan variabel learned helplessnes pada siswa di kelas regular adalah sebagai berikut:

12 67 Tabel. 4.6 Kategori Learned Helplessnes Siswa pada Kelas Regular per Item Pernyataan Interval Skor Kategori Favorable Unfavorable 3,25 < 4,00 Sangat Sesuai Sangat Tidak Sesuai 2,50 < 3,25 Sesuai Tidak Sesuai 1,75 < 2,50 Tidak Sesuai Sesuai 1,00 < 1,75 Sangat Tidak Sesuai Sangat Sesuai Berikut adalah hasil penilaian learned helplessnes pada siswa di kelas regular untuk setiap item pernyataan. Tabel. 4.7 Hasil Penilaian Learned Helplessnes Siswa pada Kelas Regular per Item Pernyataan Pernyataan Rata-rata Kategori 1. Kegagalan saya mendapatkan nilai yang bagus karena kemampuan saya dalam memahami pelajaran tergolong rendah 2.65 Sesuai 2. Keberhasilan saya dalam menyelesaikan seluruh soal tugas rumah dari guru bukan disebabkan karena soalnya yang terlalu mudah 2.45 Sesuai 3. Ketidakmampuan saya dalam menyelesaikan seluruh soal tugas rumah dari guru terjadi karena saya 2.70 Sesuai lambat dalam memahami apa yang telah diajarkan oleh guru di sekolah 4. Jika saya mendapatkan nilai yang tidak memuaskan pada satu mata pelajaran, maka hal tersebut juga akan terjadi pada mata pelajaran lainnya 2.43 Tidak Sesuai

13 68 Pernyataan Rata-rata Kategori 5. Kemampuan saya dalam menjawab pertanyaan dari guru dengan benar, hal itu terjadi bukan karena pertanyaannya terlalu mudah, tapi karena saya 2.05 Sesuai memang mengetahui jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut 6. Ketidakpahaman saya pada salah satu mata pelajaran disebabkan karena secara umum saya memiliki 2.33 Tidak Sesuai kecerdasan yang rendah 7. Keberhasilan saya dalam mengerjakan seluruh soal tes/ ulangan bukan karena saya hanya sedang beruntung bisa 2.10 Sesuai mengerjakannya melainkan karena kemampuan saya 8. Kesulitan dalam menyelesaikan tugas rumah sebelumnya, membuat saya kurang bersemangat saat mengerjakan 2.63 Sesuai tugas rumah berikutnya 9. Saya tetap merasa yakin mampu mengerjakan soal tes/ ulangan mata pelajaran lainnya jika saya gagal di salah satu mata pelajaran 1.98 Sesuai 10. Saya tetap berani menjawab pertanyaan dari guru meskipun sebelumnya pernah beberapa kali 1.98 Sesuai salah dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru 11. Jika saya tidak berhasil melakukan presentasi tugas di depan kelas, hal itu menunjukkan bahwa saya memang 2.45 Tidak Sesuai tidak mempunyai keberanian untuk tampil bicara di depan orang lain 12. Kurang baiknya presentasi tugas yang pernah dialami sebelumnya, memacu saya untuk tampil lebih baik jika suatu ketika diminta untuk 1.68 Sangat Sesuai mempersentasikan tugas di depan kelas

14 69 Pernyataan Rata-rata Kategori 13. Jika mendapatkan nilai yang bagus, saya mempunyai keyakinan bahwa itu terjadi karena secara kebetulan 2.08 Tidak Sesuai jawaban-jawaban yang saya berikan adalah benar 14. Ketika pemikiran atau ide saya ditolak oleh anggota kelompok tugas lainnya saat mengerjakan tugas kelompok, 1.75 Sangat Sesuai saya tidak merasa sebagai siswa yang bodoh 15. Saya akan tetap tekun mengerjakan tugas rumah meskipun nilai kurang memuaskan yang saya peroleh pada 1.68 Sangat Sesuai tugas rumah sebelumnya 16. Jika saat ini saya mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal tes/ ulangan dari guru maka kesulitan yang 2.18 Tidak Sesuai sama akan saya alami dalam tes/ ulangan selanjutnya 17. Jika saya salah dalam menjawab pertanyaan dari guru, maka saya merasa tidak ada yang bisa saya 2.05 Tidak Sesuai banggakan dari diri saya 18. Ketidakpahaman saya atas materi pelajaran yang diberikan guru hari ini, diyakini akan berulang kembali pada 2.25 Tidak Sesuai materi pelajaran berikutnya 19. Saya tidak akan menganggap sebagai siswa yang bodoh hanya karena kurang menguasai salah satu mata pelajaran 1.80 Sesuai 20. Jika kemampuan berhitung saya kurang baik bukan berarti kemampuan menghafal saya juga kurang baik 1.65 Sangat Sesuai Sedangkan kategori variabel learned helplessnes siswa pada kelas unggulan adalah sebagai berikut:

15 70 Tabel. 4.8 Pengukuran Variabel Learned Helplessnes Siswa pada Kelas Unggulan Interval Skor Kategori f % Mean Std. Deviasi Sangat Tinggi 0 0, Tinggi 0 0, Rendah 27 67,5 37,6 5, Sangat rendah 13 32,5 Berdasarkan Tabel 4.8 di atas, dapat dilihat bahwa 67,5% responden pada kelas unggulan menilai learned helplessness-nya berada pada kategori rendah dan 32,5% lainnya berada pada kategori sangat rendah. Tidak ada satupun responden yang menilai learned helplessness-nya berada pada kategori tinggi atau bahkan sangat tinggi. Hal ini didukung dengan nilai rata-rata skor learned helplessness sebesar 37,6 yang termasuk dalam kategori rendah. Nilai standar deviasi sebesar 5,0 yang menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang kecil diantara nilai skor learned helplessness tertinggi dengan nilai skor learned helplessness terendah pada siswa di kelas unggulan. Sementara itu hasil penilaian learned helplessnes pada siswa di kelas unggulan untuk setiap item pernyataan ditampilkan pada tabel 4.9.

16 71 Tabel. 4.9 Hasil Penilaian Learned Helplessnes Siswa pada Kelas Unggulan per Item Pernyataan Pernyataan Rata-rata Kategori 1. Kegagalan saya mendapatkan nilai yang bagus karena kemampuan saya dalam memahami pelajaran tergolong rendah 2.15 Tidak Sesuai 2. Keberhasilan saya dalam menyelesaikan seluruh soal tugas rumah dari guru bukan disebabkan karena soalnya yang terlalu mudah 2.13 Sesuai 3. Ketidakmampuan saya dalam menyelesaikan seluruh soal tugas rumah dari guru terjadi karena saya 2.20 Tidak Sesuai lambat dalam memahami apa yang telah diajarkan oleh guru di sekolah 4. Jika saya mendapatkan nilai yang tidak memuaskan pada satu mata pelajaran, maka hal tersebut juga akan terjadi pada mata pelajaran lainnya 5. Kemampuan saya dalam menjawab pertanyaan dari guru dengan benar, hal itu terjadi bukan karena pertanyaannya terlalu mudah, tapi karena saya memang mengetahui jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut 6. Ketidakpahaman saya pada salah satu mata pelajaran disebabkan karena secara umum saya memiliki kecerdasan yang rendah 7. Keberhasilan saya dalam mengerjakan seluruh soal tes/ ulangan bukan karena saya hanya sedang beruntung bisa mengerjakannya melainkan karena kemampuan saya 1.70 Sangat Tidak Sesuai 1.85 Sesuai 1.95 Tidak Sesuai 1.75 Sesuai

17 72 Pernyataan Rata-rata Kategori 8. Kesulitan dalam menyelesaikan tugas rumah sebelumnya, membuat saya kurang bersemangat saat 2.20 Tidak Sesuai mengerjakan tugas rumah berikutnya 9. Saya tetap merasa yakin mampu mengerjakan soal tes/ ulangan mata pelajaran lainnya jika saya gagal di salah satu mata pelajaran 1.65 Sangat Sesuai 10. Saya tetap berani menjawab pertanyaan dari guru meskipun sebelumnya pernah beberapa kali 1.93 Sesuai salah dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru 11. Jika saya tidak berhasil melakukan presentasi tugas di depan kelas, hal itu menunjukkan bahwa saya memang tidak mempunyai 1.95 Tidak Sesuai keberanian untuk tampil bicara di depan orang lain 12. Kurang baiknya presentasi tugas yang pernah dialami sebelumnya, memacu saya untuk tampil lebih baik jika suatu ketika diminta untuk 1.48 Sangat Sesuai mempersentasikan tugas di depan kelas 13. Jika mendapatkan nilai yang bagus, saya mempunyai keyakinan bahwa itu terjadi karena secara kebetulan 2.08 Tidak Sesuai jawaban-jawaban yang saya berikan adalah benar 14. Ketika pemikiran atau ide saya ditolak oleh anggota kelompok tugas lainnya saat mengerjakan tugas 1.85 Sesuai kelompok, saya tidak merasa sebagai siswa yang bodoh 15. Saya akan tetap tekun mengerjakan tugas rumah meskipun nilai kurang memuaskan yang saya peroleh pada tugas rumah sebelumnya 1.73 Sangat Sesuai

18 73 Pernyataan Rata-rata Kategori 16. Jika saat ini saya mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal tes/ ulangan dari guru maka kesulitan yang sama akan saya alami dalam tes/ ulangan selanjutnya 17. Jika saya salah dalam menjawab pertanyaan dari guru, maka saya merasa tidak ada yang bisa saya banggakan dari diri saya 18. Ketidakpahaman saya atas materi pelajaran yang diberikan guru hari ini, diyakini akan berulang kembali pada materi pelajaran berikutnya 19. Saya tidak akan menganggap sebagai siswa yang bodoh hanya karena kurang menguasai salah satu mata pelajaran 20. Jika kemampuan berhitung saya kurang baik bukan berarti kemampuan menghafal saya juga kurang baik 1.65 Sangat Tidak Sesuai 1.95 Tidak Sesuai 2.05 Tidak Sesuai 1.93 Sesuai 1.45 Sangat Sesuai b. Hasil Uji Beda Berdasarkan hasil pengujian normalitas pada tabel 4.3. tampak bahwa data variabel learned helplessnes baik pada kelas regular maupun kelas unggulan berdistribusi normal. Namun demikian, dari hasil pengujian homogenitas pada tabel 4.4 tampak bahwa variabel learned helplessness mempunyai varian yang berbeda. Oleh karena datanya terdistribusi normal maka untuk pengujian perbedaan tingkat learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas reguler dan kelas unggulan

19 74 menggunakan uji beda yang parametrik berupa independent sample t test. Sementara itu karena asumsi homogenitas tidak terpenuhi maka untuk menentukan ada tidaknya perbedaan dari hasil independent sample t test akan dilihat dari nilai t hitung dan nilai signifikansi pada baris Equal variances not assumed. Dari hasil independent sample t test yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 16.0 didapat hasil yang tampak pada tabel 4.10 sebagai berikut : Tabel 4.10 Hasil Uji Perbedaan Tingkat Learned Helplessness Siswa yang Memiliki Prestasi Akademik Terendah di Kelas Regular dan Kelas Unggulan Group Statistics Jenis Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Learned Helplessness Kelas Reguler Kelas Unggulan Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Learned Helplessness F Sig. t df Sig. (2- tailed) Equal variances assumed Equal variances not assumed

20 75 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan nilai t hitung pada baris Equal variances not assumed sebesar 3,044 dengan tingkat signifikan 0,004 < 0,05 yang berarti ada perbedaan tingkat learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas reguler dan kelas unggulan. D. Pembahasan Hasil analisis independent sample t test sebagaimana ditunjukkan pada Tabel di atas membuktikan bahwa ada perbedaan tingkat learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas reguler dan kelas unggulan. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Memperhatikan nilai mean learned helplessness siswa dari masing-masing kelas pada Tabel 4.10 di atas, tampak bahwa mean skor learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas reguler adalah sebesar 42,8 sedangkan mean skor learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas unggulan adalah sebesar 37,6. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas reguler mempunyai learned helplessness yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas unggulan.

21 76 Lebih tingginya learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas reguler dapat disebabkan karena para siswa tersebut menilai kegagalan sebagai sesuatu yang menetap yang disebabkan karena ketidakmampuan mereka. Sebagai akibatnya, mereka merasa frustrasi ketika mengalami kegagalan dan hanya melihat sedikit alasan untuk mencoba memperbaikinya. Sebaliknya, mereka menilai keberhasilan mereka bukan sebagai hasil dari kerja keras melainkan keberuntungan, mereka tidak merasakan kebanggaan karena tidak mengenal kemampuan yang mereka miliki. Henry (2005) menyatakan bahwa anak yang merasa tidak berdaya (helpless) menggunakan strategi pemecahan masalah yang kurang efektif dan lebih terfokus pada hasil yang telah didapat sebelumnya. Pendapat yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan Sunawan (2005) bahwa siswa yang tinggi learned helplessness, saat mengalami kegagalan maka ia akan merespon kegagalan tersebut dengan kurang atau tidak termotivasi untuk lebih giat dalam belajar. Dweck (2000) menjelaskan bahwa pada individu yang memiliki orientasi helpless saat dihadapkan pada kegagalan akan cenderung melakukan atribusi internal yang bersifat permanen yaitu memberikan atribusi bahwa kegagalannya disebabkan karena ketidakmampuan pribadinya. Dalam penelitian ini, lebih tingginya learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah

22 77 di kelas regular tampak dalam beberapa pernyataan. Seperti misalnya pada aspek locus of control, rata-rata siswa menyatakan bahwa ketidakmampuannya dalam menyelesaikan seluruh soal tugas rumah dari guru terjadi karena ia lambat dalam memahami apa yang telah diajarkan oleh guru di sekolah. Pada aspek globalitas, rata-rata siswa menyatakan bahwa jika ia tidak berhasil melakukan presentasi tugas di depan kelas, hal itu menunjukkan bahwa dirinya memang tidak mempunyai keberanian untuk tampil bicara di depan orang lain. Sementara itu pada aspek stabilitas, rata-rata siswa menyatakan bahwa kesulitan dalam menyelesaikan tugas rumah sebelumnya, membuat dirinya kurang bersemangat saat mengerjakan tugas rumah berikutnya. Kondisi berbeda diperlihatkan oleh siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas unggulan, dimana mereka mempunyai tingkat learned helplessness yang lebih rendah. Hal tersebut bisa disebabkan karena siswa tersebut berupaya mempertahankan gambaran diri positif. Jika dirinya berhasil dalam suatu kegiatan, maka ia cenderung menghubungkan keberhasilan itu dengan kemampuannya, sedangkan bila menemui kegagalan maka ia percaya bahwa kegagalan itu dikarenakan kesalahannya sendiri, kelengahnnya sendiri, kelemahan motivasi atau atensi (minat) sesaat dan bukan sifatnya permanen. Hal ini

23 78 sebagaimana dikemukakan oleh Dweck dan Repucci (1972) bahwa individu yang tidak mengalami helplessness cenderung lebih melihat kegagalannya dari atribusi internal yang bersifat tidak permanen, yaitu menilai kegagalannya terjadi karena kurangnya usaha yang dilakukannya. Oleh karena itu maka siswa dengan tingkat learned helplessness yang rendah akan lebih berfokus pada usaha menemukan solusi bagi problem yang tadinya gagal dipecahkan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sumawan (2005) bahwa siswa yang rendah learned helplessness ketika mengalami sebuah kegagalan, ia akan merespon kegagalan tersebut sebagai motivasi untuk lebih giat dalam belajar, tetap berpikir positif dan menghadapi kegagalan sebagai sebuah tantangan dan sebagai kesempatan. Dalam penelitian ini, lebih rendahnya learned helplessness siswa yang memiliki prestasi akademik terendah di kelas unggulan tampak dalam beberapa pernyataan. Seperti misalnya pada aspek locus of control, rata-rata siswa menyatakan bahwa keberhasilannya dalam mengerjakan seluruh soal tes/ ulangan bukan karena ia hanya sedang beruntung bisa mengerjakannya melainkan karena kemampuan yang dimilikinya. Pada aspek globalitas, ratarata siswa menyatakan bahwa jika kemampuan berhitungnya kurang baik bukan berarti kemampuan bernalarnya juga kurang baik. Sementara itu pada aspek stabilitas, rata-rata

24 79 siswa menyatakan bahwa kurang baiknya presentasi tugas yang pernah dialami sebelumnya, memacu dirinya untuk tampil lebih baik jika suatu ketika diminta untuk mempersentasikan tugas di muka kelas.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel terikat : Learned Helplessness Variabel bebas : Status kelas: - Kelas Reguler - Kelas Unggulan B. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sumogawe 03 dan SD negeri Sumogawe 04 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Populasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN 42 BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Subjek Penelitian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan salah satu fakultas yang ada di Universitas Kristen Satya Wacana. Dimana FKIP merupakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. peneliti melakukan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian berlangsung.

BAB IV HASIL PENELITIAN. peneliti melakukan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian berlangsung. BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 15 Februari sampai 25 Februari 2016 dengan jumlah pertemuan sebanyak dua kali. Dalam pelaksanaan penelitian,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di SMK SORE Tulungagung. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN 56 BAB IV HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Pair Checks Berbasis Masalah Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Tengaran sebagai SMP Regular dan SMP Terbuka Tengaran yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pada penelitian eksperimen, terdapat dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian Perusahaan Daerah Air Minum Salatiga adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah dirintis oleh Pemerintah Belanda sejak tahun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Penelitian a. Sampel Penelitian Penelitian terkait dengan perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data Penelitian Penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Tindakan yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kristen Satya Wacana yang terletak di Jl. Yos Sudarso 1 Salatiga. Sekolah ini mempunyai luas

Lebih terperinci

Validitas & Reliabilitas (Sert)

Validitas & Reliabilitas (Sert) Validitas & Reliabilitas (Sert) Case Processing Summary N % Cases Valid 40 100.0 Excluded a 0.0 Total 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III semester II SD Kristen Satya Wacana. Kelas III dibagi menjadi dua kelas paralel

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam. Variabel-variabel yang

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam. Variabel-variabel yang BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data 1. Deskripsi Data Data yang disajikan dalam penelitian ini merupakan data-data yang yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam. Variabel-variabel yang

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Kancah Penelitian Penelitian mengenai Hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan motivasi melanjutkan pendidikan strata 2 pada mahasiswi Suku Jawa Fakultas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 01 Sumogawe Kecamatan Getasan yang berjumlah 38 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL)

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Tujuan dari dilaksakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan LKS terhadap hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Al Huda Bandung Kabupaten Tulungagung.

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Al Huda Bandung Kabupaten Tulungagung. BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di MTs Al Huda Bandung Kabupaten Tulungagung. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan besarnya model pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Kedungwaru pada tanggal 14 sampai 22 Januari 2016. Dengan rincian jadwal sebagai berikut. Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 01 Nampu dan Sekolah Dasar Negeri 01 Jetis Kecamatan Karangrayung Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap hasil belajar matematika materi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada dua SD Negeri yang terletak di Desa Balesari dan Desa Campuranom, Kecamatan Bansari Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N Tejosari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2011/2012, yang dijadikan subyek

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Orientasi Kancah Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Theresiana Salatiga yang terletak di jalan Kemiri Raya II Salatiga dengan akreditasi A. SMA Theresiana merupakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini diadakan di SD Negeri Gedong 02 kecamatan Banyubiru dan SD Negeri Gedong 03 kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Subjek Penelitian Penilitian ini diadakan di SD Negeri Mangunsari 03 yang terletak di Kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti Kota Madya Salatiga Jawa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. matematika siswa kelas VIII MTs Ma arif NU Bacem Tahun Ajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. matematika siswa kelas VIII MTs Ma arif NU Bacem Tahun Ajaran BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Brain Gym dan seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian diadakan di SD Negeri Candirejo 02, dengan alamat di jalan Mertokusumo No 32 Desa Candirejo dan SD Negeri Sraten 01,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan Eksperimen Kontrol Jumlah Seluruhnya 59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan Eksperimen Kontrol Jumlah Seluruhnya 59 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Mulyoharjo dan SD Negeri 5 Mulyoharjo Jepara Kecamatan Jepara Semester 2 Tahun Ajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di MA Al-Hikmah Langkapan Srengat Blitar pada tanggal 3 sampai 13 Februari 2016. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Bhinneka Karya 2 Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013. Siswa yang menjadi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sekolah dasar yang ada di Kecamatan Randublatung terdiri dari 6 Gugus di antaranya Gugus Diponegoro, Gugus Gajah Mada, Ki Hajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada materi Himpunan MTs Aswaja

BAB IV HASIL PENELITIAN. terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada materi Himpunan MTs Aswaja BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbasis portofolio terhadap hasil belajar siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, subjek penelitiannya adalah 57 siswa kelas 4 SD Kristen Satya Wacana Salatiga yang dibagi menjadi 2 kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari bulan Februari sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Watuagung 01 dan 02, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Populasi dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh metode pembelajaran kooperatif Team Assisted

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh metode pembelajaran kooperatif Team Assisted BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Tulungagung pada tanggal 23 Oktober 07 November 2015. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Unit Penelitian Penelitian ini dilaksanakan 2 kali pertemuan pada semester 2 tahun ajaran 2011/2012, bertempat di SD Negeri 1 Somogede Kecamatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap prosedur penelitian, yaitu tahap persiapan penelitian, tahap

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada uraian bab ini akan dipaparkan tentang hasil ujicoba instrumen, hasil penelitian, analisis data dan pembahasan. Data yang diolah adalah data hasil observasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas tentang orientasi kancah penelitian, subjek penelitian, prosedur penelitian, hasil uji coba, hasil uji asumsi, hasil uji hipotesa dan pembahasan.

Lebih terperinci

DUKUNGAN SOSIAL. Item-Total Statistics

DUKUNGAN SOSIAL. Item-Total Statistics 55 DUKUNGAN SOSIAL Reliability Item-Total Statistics Soal_1 Soal_2 Soal_3 Soal_4 Soal_5 Soal_6 Soal_7 Soal_8 Soal_9 Soal_10 Soal_11 Soal_12 Soal_13 Soal_14 Soal_15 Soal_16 Soal_17 Soal_18 Soal_19 Soal_20

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Ngablak yang berada di desa Ngablak, kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Alasan pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 5 SDN Dukuh 03 Salatiga, yang dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Subjek dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Wirosari Kabipaten Grobogan yang beralamat di jalan Gajah Mada No.144

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Kristen Satya Wacana Salatiga yang berada di Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga, dan penelitian dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian 1. Penyajian Data Data yang disajikan dalam penelitian ini adalah data yang berkaitan dengan variabel-variabel yang diteliti yaitu data nilai

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD pararel yaitu SD N 01 Maduretno semester II Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan dua subyek penelitian yaitu pertama sebagai kelompok eksperimen atau

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. lingkaran, dan dilanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini: siswa, setiap siswa mendapatkan 1 kartu.

BAB IV HASIL PENELITIAN. lingkaran, dan dilanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini: siswa, setiap siswa mendapatkan 1 kartu. BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Pembelajaran Make a Match Proses berjalannya model pembelajaran Make a Match dalam penelitian ini diawali dengan guru menjelaskan sekilas materi tentang keliling dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek dan Pelaksanaan Peneltian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Mangunsari 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2011/2012.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Statistik deskriptif digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai kompetensi guru, motivasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian Standar Pengelolaan Pendidikan di SMA Terakreditasi Kabupaten Semarang yang dilakukan mulai dari tanggal 15 September 2015

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Subjek Penelitian Jumlah murid yang ada di SDN Sidorejo Lor 07 Kecamatan Sidomulti Kabupaten Semarang mulai dari kelas I sampai kelas VI adalah sebanyak 265 siswa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3. Jenis dan Lokasi Penelitian 3.. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Sugiyono (00:07) mengemukakan bahwa penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 01 Jetis Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan merupakan Sekolah Dasar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 10 Salatiga yaitu kelas VII D dan kelas VII E. Kelas VIID diberi perlakuan model pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya. sedangkan di kelas kontrol tidak diberi perlakuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya. sedangkan di kelas kontrol tidak diberi perlakuan. BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dimulai pada tanggal 25 Januari sampai 04 Pebruari 2017 di SMKN 1 Boyolangu. Kelas yang dipilih sebagai sampel penelitian adalah kelas XI TKJ 1

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V semester II SD Negeri Klero 01. Kelas V dibagi menjadi dua kelas paralel yaitu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kristen 1 Salatiga. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Kristen 1 Salatiga Tahun Ajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cilegon yang berlokasi di Jl.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cilegon yang berlokasi di Jl. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cilegon yang berlokasi di Jl. KH. Tb Ismail Kav Blok F Kota Cilegon.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Ngadirejo Kabupaten Temanggung sebagai tempat penelitian sedangkan untuk menguji validitas

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 Angket Penelitian

LAMPIRAN 1 Angket Penelitian LAMPIRAN-LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 1 Angket Penelitian 2 PENGANTAR Hal: Permohonan pengisian angket Dengan ini, saya: Nama : Salomina Patty NPM : 832012010 Status: Mahasiswa UKSW Program Pascasarjana Magister

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Wawancara Peneliti menggunakan teknik wawancara untuk melakukan studi pendahuluan terkait permasalahan yang ada di lokasi penelitian. Pada penelitian ini, wawancara

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di gugus Ki Hajar Dewantara kecamatan Randublatung kabupaten Blora. Pada gugus ini terdapat 8 SD imbas.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Deskripsi data dalam penelitian ini merupakan data-data yang diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan penulis di MAN Rejotangan. Data-data tersebut mencakup

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Semester 2 Tahun Ajaran 2011/2012 dan dilakukan secara bertahap. Adapun tahap-tahapnya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 01 Bringin yang beralamatkan Jalan Diponegoro 116 Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Setting Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen (Eksperimental

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan

Lebih terperinci

KUESIONER HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN MOTIVASI BERPRESTASI PENARI BALI REMAJA DI KABUPATEN GIANYAR

KUESIONER HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN MOTIVASI BERPRESTASI PENARI BALI REMAJA DI KABUPATEN GIANYAR KUESIONER HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN MOTIVASI BERPRESTASI PENARI BALI REMAJA DI KABUPATEN GIANYAR OLEH: FRANSISKA FEBBY PETRIANI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS HUMANIORA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JAKARTA

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N Kemitir 02 dan SD N 02 Kalimanggis yang terletak pada dua kecamatan dan kabupaten yang berbeda.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Salatiga 06 yang terletak di Kota Salatiga yang merupakan salah satu SD Negeri di Gugus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel,

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, 81 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini berjudul perbedaan kompetensi guru PAI tersertifikasi melalui portofolio dan PLPG pada hasil belajar siswa SMKN se Kota Kediri, penyajian hasil

Lebih terperinci

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 19 BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian eksperimen ini dilakukan di SD Kristen Satya Wacana Salatiga yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso no. 1 Salatiga,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Setting dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Salatiga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Setting dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Salatiga BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Setting dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Salatiga 06. Sekolah tersebut terletak di Jalan Kartini no.26,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2016 di SMAN 1 Tulungagung dengan popoulasi siswa kelas X sebanyak 250 siswa. Dari opulasi tersebut peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menjawab masalah penelitian, oleh karena itu hendaknya metode penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menjawab masalah penelitian, oleh karena itu hendaknya metode penelitian 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam suatu penelitian perlu ditentukan guna menjawab masalah penelitian, oleh karena itu hendaknya metode penelitian dipilih dengan mempertimbangkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 VALIDITAS ITEM SKALA SIKAP PERSEPSI SISWA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN GURU DAN MOTIVASI BELAJAR

LAMPIRAN 1 VALIDITAS ITEM SKALA SIKAP PERSEPSI SISWA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN GURU DAN MOTIVASI BELAJAR LAMPIRAN 1 VALIDITAS ITEM SKALA SIKAP PERSEPSI SISWA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN GURU DAN MOTIVASI BELAJAR Validitas Item Skala Sikap Motivasi Belajar Variabel Corrected Item Total Keterangan Correlation

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MA At-Thohiriyah Ngantru Tulungagung.

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MA At-Thohiriyah Ngantru Tulungagung. BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MA At-Thohiriyah Ngantru Tulungagung. Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian

Lebih terperinci

A. Skala Penelitian A-1. Skala Kecerdasan Emosional SMA Seminari A-2. Skala Kecerdasan Emosional SMA Don Bosco Semarang

A. Skala Penelitian A-1. Skala Kecerdasan Emosional SMA Seminari A-2. Skala Kecerdasan Emosional SMA Don Bosco Semarang LAMPIRAN 62 A. Skala Penelitian A-1. Skala Kecerdasan Emosional SMA Seminari A-2. Skala Kecerdasan Emosional SMA Don Bosco Semarang 63 A-1. Skala Kecerdasan Emosional SMA Seminari 64 QUESTIONAIRE SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. Deskripsi Subyek Penelitian Pada penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas VIII G dan VIII H SMP NEGERI 3 SALATIGA tahun pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan pada siswa kelas IVb SD Negeri Kalibeji pada semester II tahun pelajaran 2011/2012. Siswa

Lebih terperinci

LAMPIRAN A: TRY OUT SKALA REGULASI DIRI DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI

LAMPIRAN A: TRY OUT SKALA REGULASI DIRI DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI LAMPIRAN A: TRY OUT SKALA REGULASI DIRI DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI A. IDENTITAS RESPONDEN Nama : Jenis kelamin : Fakultas : Status : Laki-laki/Perempuan (coret yang salah) B. PETUNJUK PENGISIAN 1. Jawablah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 4 SDN Dukuh 03 Salatiga, yang dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Persiapan penelitian dimulai dengan mempersiapkan alat ukur, yaitu menggunakan satu macam skala untuk mengukur self esteem dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian 1. Deskripsi lokasi penelitian a. Identitas sekolah Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Assyafi iyah Gondang yang beralamat di Jln

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai 61 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di SD N Salaman 1 yang terletak di dusun Kauman desa Salaman, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. SD N

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Pengaruh Penerapan Model Penemuan Terbimbing (guided. Berbantuan powerpoint Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi

BAB IV HASIL PENELITIAN. Pengaruh Penerapan Model Penemuan Terbimbing (guided. Berbantuan powerpoint Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam Bab IV peneliti akan mendeskripsikan penelitian dengan judul Pengaruh Penerapan Model Penemuan Terbimbing (guided discovery) Berbantuan powerpoint Terhadap Hasil Belajar Matematika

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya. religius dan pembentukan karakter peserta didik.

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya. religius dan pembentukan karakter peserta didik. 101 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya religius dan pembentukan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah pasien yang dirawat inap di RS Muhammadiyah Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal. Adapun teknik pengambilan

Lebih terperinci

LAMPIRAN A SKALA KEMATANGAN EMOSI DAN PENYESUAIAN AKADEMIK

LAMPIRAN A SKALA KEMATANGAN EMOSI DAN PENYESUAIAN AKADEMIK DATA LAMPIRAN 60 61 LAMPIRAN A SKALA KEMATANGAN EMOSI DAN PENYESUAIAN AKADEMIK 62 Selamat Pagi Saya mahasiswi Fakultas Psikologi yang saat ini sedang melakukan penelitian sebagai tugas akhir guna merampungkan

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Gugus Simbar Jaya kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Adapun yang dijadikan sebagai objek penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Penyajian Data Sebelum diuraikan tentang hasil pengelolaan data dan analisis data, maka terlebih dahulu peneliti mengemukakan kembali masalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di 2 SD yaitu: SD N Secang 2 Magelang, Jln. Sukarman No. 3 Secang, kabupaten Magelang. Siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskripsi Subjek dan Pelaksanaan Penelitian Gambaran Umum Subjek penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskripsi Subjek dan Pelaksanaan Penelitian Gambaran Umum Subjek penelitian 48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek dan Pelaksanaan Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Subjek penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Sawit dan siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p<0,05.

BAB IV PEMBAHASAN. suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p<0,05. BAB IV PEMBAHASAN A. Pengujian Hipotesis Hipotesis dapat didefinisikan sebagai pernyataan mengenai populasi yang diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian. Berdasarkan variabel

Lebih terperinci