BAB 4 PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Teknikal Pergerakan Harga Saham BHIT

Save this PDF as:
Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 4 PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Teknikal Pergerakan Harga Saham BHIT"

Transkripsi

1 BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Analisis Teknikal Pergerakan Harga Saham BHIT Dalam analisa yang akan dilakukan, penulis menggunakan data transaksi harian saham BHIT, data yang digunakan oleh penulis adalah data dari tanggal 1 Juli 2013 sampai dengan 31 Desember Data yang digunakan dibuat dalam bentuk chart. Dalam melakukan analisa, penulis menggunakan data harian untuk memudahkan proses analisa dan memperjelas sinyal pergerakan Trend Pergerakan Harga Saham BHIT Sebelum melakukan analisis melalui metode yang telah disebutkan, penulis akan melakukan analisa terhadap trend akan pergerakan harga saham BHIT pada periode 1 Juli sampai dengan 31 Desember 2013, penulis menggunakan garis UpTrend/Bullish, DownTrend/Bearish dan Sideways Trend untuk menentukan garis positive dan negatif, hal ini perlu dilakukan sebagai informasi mengenai pergerakan trend yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Berikut data historis pada saham BHIT dengan disertakannya Trend Line yang terlihat pada gambar 4.1 dibawah ini : 47

2 48 DownTrend / Bearish Sideways Trend Uptrend / Bullish Gambar 4.1 Trend Line Saham BHIT Penarikan Trend Line tersebut pada garis DownTrend mengalami penurunan pada harga saham BHIT. Pada garis tanggal 26 Agustus sampai dengan 14 September bahwa pergerakan harga saham BHIT berada pada garis UpTrend yang berarti harga saham BHIT mengalami kenaikan hal tersebut dapat sedikit memberikan keuntungan bagi investor. Sedangkan dilihat dari garis Sideways Trend saham BHIT mengalami pergerakan harga saham yang flat, sehingga pada kondisi tersebut dapat memperlambat pertumbuhan perusahaan. Dan dari hasil ke tiga Trend Line tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi saat itu pergerakan harga saham BHIT tidak cukup baik dalam meraih keuntungan maupun para investor yang ingin bergabung pada perusahaan ini. Penarikan pada saham BHIT berada dalam batas support yang tidak normal dan dapat disimpulkan bahwa trend saham BHIT masih dalam trend yang mengkhawatirkan.

3 Analisa Teknikal Saham BHIT dengan Stochastic Oscillator Pada penelitian ini penulis akan melakukan analisa teknikal terhadap saham BHIT dengan menggunakan Stochastic Oscillator. Penulis menggunakan Full Stochastic Oscillator untuk menghindari terdapatnya False signal yang sering terjadi jika menggunakan slow dan fast stochastic. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan chart harian ditujukan oleh para analis dengan melihat pada trading chart, sehingga mereka bisa memprediksi harga besok, minggu depan dan bulan depan. Grafik harga saham adalah sebuah informasi yang berisikan harga saham harian, yang terdiri dari harga open, high, low dan close. Analisa dengan chart harian ditujukan untuk memprediksi pergerakan harga dalam beberapa hari kedepan, sehingga mendapatkan keputusan yang harus diambil apakah buy atau sell, hasil data harian dari saham BHIT adalah sebagai berikut : Gambar 4.2 Saham BHIT Menggunakan Stochastic Oscillator

4 50 Berdasarkan data historis diatas bahwa saham BHIT menngalami penurunan, jika dilihat pada tanggal 20 Agustus bahwa garis pada saham BHIT menunjukkan kondisi oversold atau jenuh jual yang diindikasikan dengan garis %K bergerak dibawah level 20% yang berarti garis tersebut sebagai sinyal beli. Pada saat itu investor dapat membeli saham perusahaan BHIT, karena kondisi tersebut dapat menguntungkan para investor untuk dapat menanamkan modalnya pada perusahaan ini dengan harga dibawah rata - rata. Sama seperti halnya pada tanggal 3 Oktober dan 12 November 2013 garis saat itu memiliki sinyal beli, sebab kondisi tersebut mengartikan bahwa saham BHIT mengalami penururnan, sehingga dapat diartikan bahwa pada saat itu para investor dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk membeli saham BHIT. Mengacu pada pendapat Reza yang menyatakan bahwa penurunan harga saham terjadi, karena faktor utama yang menggerus harga saham sektor komoditas dan keuangan adalah instabilitas harga komoditas global dan tingkat suku bunga acuan yang tinggi di dalam negeri. Ditambah dengan sentimen internal, yang membawa persepsi investor akan mempengaruhi kinera fundamental enam bulan kemudian. Selanjutnya, jika dilihat pada tanggal 16 September, 21 Oktober dan 2 Desember 2013 saham BHIT ini mengalami kenaikan, hal ini terlihat dari indikator stochastic oscillator dengan posisi garis %K yang melonjak naik menembus angka 80% terjadi pada saat keadaan overbought yang artinya pada kondisi tersebut para pemegang saham dapat menjual kembali sahamnya dengan penawaran harga yang cukup tinggi. Sehingga keadaan tersebut dapat digunakan oleh para investor untuk mendapatkan keuntungannya dari saham perusahaan BHIT dengan menghasilkan laba yang lebih tinggi. Selain itu pada akhir dari garis Stochastic Oscillator %K terlihat adanya arah yang mengarah keatas atau agak landai, hal ini menunjukkan bahwa indikator tersebut memberikan hasil ynag positif dengan kemungkinan penurunan tidak akan terjadi terlalu dalam atau kemungkinan sudah terjadi keadaan oversold.

5 Analisa Teknikal Saham BHIT dengan Relative Strength Index Pada penilitian ini penulis juga menggunakan indikator lain, yaitu seperti indikator Relative Strength Index. Relative Strength Index adalah salah satu momentum yang terbaik, karena mudah digunakan untuk menentukan saat tepat (momentum) pasar yang telah jenuh pada daerah overbought atau oversold. Dengan indikator Relative Strength Index penulis juga menggunakan chart harian yang dimana ditujukan untuk memprediksi pergerakan harga saham dalam beberapa hari kedepan, sehingga dapat dijadikan dalam pengambilan keputusan, yaitu dengan membeli yang berarti buy, menjual yang berarti sell atau tetap bertahan berarti hold. Berikut data historis digunakan dalam menganalisis sahan BHIT dengan data harian : Gambar 4.3 Saham BHIT Menggunakan Relative Strength Index

6 52 Dari data historis diatas Relative Strength Index pada saham BHIT mengalami kondisi pergerakan harga saham yang melemah. Dikatakan melemah karena jika kita lihat pada bulan Juli sampai dengan bulan Desember, saham BHIT hanya mengalami sekali pergerakan harga saham pada daerah overbought yang berarti saham BHIT memiliki harga tinggi sebesar Rp 395 per lembar saham, yang ditunjukkan pada tanggal 16 September Overbought pada indikator Relative Strength Index berada diatas garis 70%. Pada kondisi overbought, investor dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan cara menjual sebagian atau seluruh sahamnya kepada pemodal lainnya, sehingga investor mendapatkan keuntungan yang baik. Daerah overbought yang ditandai paada garis yang menembus angka 70% sangatlah dinanti oleh para investor, sebab hal tersebut dapat menambah pendapatan dari hasil kepemilikan saham yang akan dijual ketika harga saham meningkat. Akan tetapi pada pergerakan harga saham tidak hanya menunjukkan garis jenuh beli saja, adapun garis yang menunjukkan sebuah jenuh jual (oversold) yang berarti membeli. Dapat diindikasikan dengan garis yang sudah menembus angka 30%. Garis yang menembus angka 30% berarti saat itu kondisi saham BHIT mengalami penurunan yang diakibatkan karena tingginya tingkat suku bunga. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik saham BHIT dengan menggunkan indikator Relative Strength Index yang diperjelas pada tanggal 28 Agustus 2013 yang memiliki presentase 11.1%. Pada tanggal 28 Agustus 2013 saham BHIT memiliki harga yang rendah jika dibandingkan dengan hari berikutnya tanggal tersebut yang paling memiliki titik jenuh jual. Titik jenuh jual ditandai pada daerah oversold yang berarti buy artinya saat kondisi tersebut bagi seluruh masyarakat yang ingin mejadi investor agar memiliki kepemilikan suatu saham BHIT, kondisi tersebut dapat dijadikan peluang bagi pemula yang ingin menanamkan modalnya pada saham BHIT. Dan apabila garis Relative Strength Index berada diantara 70% dan 30%, maka yang perlu dilakukan oleh para investor atau pemegang saham yaitu dengan cara menahan (hold) seluruh sahamnya agar kepemilikan sahamnya tetap terjaga, aman dan tetap memberikan keuntungan pada hari

7 53 hari berikutnya serta tidak memberikan kerugian yang dapat membuat para investor menjadi stress Analisa Teknikal Saham BHIT dengan Moving Average Convergence Divergence Pada penelitian ini selain kedua indikator yang telah dibahas, penulis juga menganalisis pergerakan harga saham dengan menggunakan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD). Dengan indikator ini penulis dapat menganalisis pada saat apa investor mengambil sebuah keputusan untuk menjual sebagian maupun seluruh atau membeli saham pada BHIT. MACD standar teridiri dari dua garis. Garis pertama atau dikenal dengan MACD line, yang berarti hasil selisih dari dua buah XMA yaitu XMA 12 dan XMA 26. Garis ini biasanya disajikan dengan garis yang lebih tebal. Garis pendampingnya adalah pemicu atau Signal Line. Garis Signal Line adalah XMA 9 periode dari nilai MACD dan biasanya disajikan dengan garis yang lebih tipis atau putus putus. Selisih nilai MACD dengan Signal Line akan terdapat dua kemungkinan hasil yaitu positif dan negatif. Positif berarti indikasi terjadinya peningkatan harga (bullish), negatif indikasi terjadinya penurunan harga (bearish). Seperti halnya dengan Moving Average, MACD dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi sinyal jual atau sinyal beli pada perubahan harga saham. Pada analisa pergerakan harga saham BHIT dengan menggunakan indikator Moving Average Convergence Divergence dibatasi dengan pergerakan harga saham harian yang dapat dilihat pada trading chart. Menggunakan trading chart dapat mengetahui harga open, high, low dan close. Daerah overbought dan oversold pada indikator MACD ini, bahwa overbought atau jenuh beli terjadi maka diramalkan akan terjadi penurunan harga dalam beberapa saat kemudian. Sedangkan untuk daerah oversold atau jenuh jual maka diramalkan akan terjadi penguatan harga menuju titik resistance. Berikut hasil data harian saham BHIT yang diperoleh dari grafik chartnexus.

8 54 MACD Line dan Signal Line Uptrend crossover terjadi Gambar 4.4 Saham BHIT Moving Average Convergence Divergence Divergence Pada posisi tersebut apabila MACD line memotong signal line dari bawah ke atas maka akan terjadi perubahan trend menuju Bullish trend. Dan berlaku juga sebaliknya apabila MACD line memotong signal line dari atas ke bawah, maka akan terjadi perubahan trend menuju Bearish line. Dan berdasarkan data diatas dengan menggunakan indikator MACD terlihat jelas bahwa saat itu tidak adanya kenaikan pada harga saham BHIT. Hal itu dapat dilihat pada bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2013, karena MACD line tidak menembus histogram line yang artinya apabila MACD line menembus garis Histogram maka pada saat itu harga saham BHIT mengalami kenaikan harga. Tanggal 9 September 2013 saham BHIT MACD line mulai memotong signal line dari bawah ke atas yang menunjukkan adanya perubahan trend bullish line. Akan tetapi pergerakan saham pada garis tersebut belum cukup untuk menembus garis histogram yang menandakan saat itu saham memiliki

9 55 harga yang tinggi, yang terjadi pada daerah overbought atau jenuh beli. Dalam artian kondisi tersebut dapat digunakan oleh para investor (pemegang saham) utmuk menjual sebagian atau seluruh sahamnya agar mendapatkan keuntungan yang memuaskan. 4.2 Penggabungan Analisis Teknikal Saham BHIT dengan Stochastic Oscillator, Relative Strength Index dan Moving Average Convergence Divergence Pergerakan harga saham BHIT dalam penganalisisannnya dapat menggunakan lebih dari satu indikator yang dapat dilakukan oleh para pengguna, seperti emiten, investor dan lembaga penunjang salah satunya ada underwriter (penjamin emisi), broker (perantara perdagangan efek), trustee (wali amanat). Para pengguna dapat menggabungkan beberapa indikator dalam sebuah grafik saham BHIT. Ada kalanya satu indikator yang lain tidak memberikan sinyal beli tetapi imdikator yang lain tidak memberikan sinyal apa apa dan indikator yang berikutnya memberikan sinyal jual. Ketika menghadapi hal itu maka kita lebih baik mengambil sikap wait and see. Tidak ada satupun indikator yang memiliki kekurangan 100%, karena hal itulah maka kita perlu menggabungkan beberapa indikator, sehingga kita dapat melakukan suatu tindakan transaksi ketika keputusan tersebut di dukung oleh beberapa indikator tersebut. Penggabungan beberapa indikator ini berfungsi untuk melihat bagaimana indikator tersebut bekerja dalam memberikan sinyal perdagangan agar penggabungan indikator tersebut berjalan dengan baik. Menurut Bayu mengenai penggabungan ini banyak para trader yang menggabungkan berbagai macam indikator secara bersamaan sehingga mereka dapat mengisi antara satu dengan yang lainnya. Mereka mungkin memiliki 3 indikator yang berbeda dan mereka tidak akan memasuki pasar kecuali 3 indikator tersebut memberikan sinyal yang sama dimata trader tersebut. Gambar ini merupakan tampilan grafik candlestick pada saham BHIT yang dkombinasikan dengan indikator stochastic oscillator, rellative strength index dan moving average convergence divergenve.

10 56 Buy Sell Sell Buy Buy Gambar 4.5 Kombinasi Ketiga Indikator Pada Saham BHIT Berdasarkan data historis saham BHIT diatas dapat dijelaskan kondisi untuk jenuh beli atau jenuh jual dengan menggunakan ke-3 indikator pada penelitian ini. Jika dilihat dari garis indikator relative strength index dan stochastic oscillator terjadinya sinyal jenuh beli yang berada pada daerah overbought dengan garis yang telah menembus garis diatas 70% untuk RSI dan garis diatas 80% untuk stochastic oscillator. Daerah overbought atau jenuh beli tersebut tepatnya berada pada tanggal 16 September 2013 dengan harga open Rp 365, high Rp 395 dan close Rp 395. Maka dalam kondisi tersebut sangatlah tepat untuk melakukan transaksi Sell. Akan tetapi jika dilihat dari indikator MACD, garis MACD

11 57 tidak berada pada daerah overbought. Garis MACD tidak menunjukkan adanya transaksi untuk melakukan sell pada saham BHIT ini, maka hal yang tepat dilakukan pada kondisi tersebut yaitu dengan menggunakan indikator lainnya untuk memastikan keputusan yang akan dilakukan oleh para broker kepada para investor, agar memberikan masukkan yang dapat dipertimbangkan dalam mengambil sebuah keputusan untuk menanamkan modalnya. Apabila dilihat dari daerah oversold indikator RSI, stochastic oscillator dan Moving Average Convergence Divergence sama sama memberikan sinyal jenuh jual yang berarti Buy. Hal tersebut terjadi ketika garis RSI sudah berada dibawah angka 30%, stochastic oscillator berada dibawa angka 20%, sedangkan untuk MACD membuat crossover keatas, yang juga merupakan sinyal beli. Saat yang tepat dilakukan oleh para investor pada kondisi tersebut sebaiknya investor membeli saham BHIT, jika penggabungan ketiga indikator tersebut telah memberikan hasil yang baik, maka dapat dijadikan sebagai gambaran dalam menganalisis suatu pergerakan harga saham. Kemudian penggabungan suatu indikator dalam analisa harga saham tentunya dapat menguntungkan. Karena kita perlu mengetahui kondisi pergerakan harga saham tidak hanya menggunakan satu indikator saja, akan tetapi dengan mengkombinasikan ketiga indikator tersebut jauh lebih baik agar kita mengetahui peregerakan harga saham secara terperinci dengan masing masing indikator. Sebab setiap indikator memiliki perbedaan dalam menentukan sinyal Buy maupun Sell. Penggabungan ketiga indikator tersebut dapat memberikan hasil kapan investor membeli dan menjual yang telah dijelaskan diatas. Penggabungan ini juga dapat digabungkan dengan metode indikator lainnya. Dalam penggabungan ini dapat dijelaskan bahwa keaktualan sebuah indikator dapat dilihat dari bersamaannya ketiga indikator tersebut dalam memberikan sinyal. Komponen dari biaya pembelian saham adalah Nilai pembelian saham ditambah komisi pialang saham dan ditambah dengan PPN 10%, kalau untuk komponen dari biaya penjualan saham adalah Nilai penjualan saham ditambah

12 58 komisi pialang ditambah PPN 10% dan ditambah dengan pajak penghasilan sebesar 0,1%. Berikut ilustrasi dalam pembelian atas saham BHIT. Misalnya seorang pemodal melakukan transaksi pembelian saham BHIT sebanyak 5 (lima) lot dimana harga saham BHIT terjadi pada posisi Rp per saham pada tanggal 28 Agustus Berikut perhitungannya : 1 lot = 100 lembar saham Keterangan Perhitungan Nilai Uang (Rp) Transaksi Beli 5 x 100 saham x Rp Komisi untuk Broker 0,3% x Rp (0,3% dari nilai transaksi) PPN 10% dari komisi 10% x Rp Biaya Pembelian Saham Total biaya yang dikeluarkan Dan pada transaksi penjualan atas saham BHIT sebanyak 5 (lima) lot dimana harga saham BHIT terjadi pada posisi Rp per saham pada tanggal 16 September Berikut perhitungannya : Keterangan Perhitungan Nilai Uang (Rp) Transaksi Beli 5 x 100 saham x Rp Komisi untuk Broker (0,3% dari nilai transaksi) PPN 10% dari komisi 0,3% x Rp % x Rp PPH atas Transaksi Jual (0,1% dari Nilai Transaksi) Biaya Pembelian Saham 0,1% x Rp Total Biaya yang dikeluarkan Trend Pergerakan Harga Saham BHIT Tahun 2014 Pergerakan harga saham juga terdapat garis trend yang terdiri dari downtrend, uptrend dan sideways, yang dimana penulis sudah menjelaskan di bab sebelumnya. Garis trend dapat berpengaruh pada analisis pergerakan harga saham, akan tetapi penulis hanya sedikit menggambarkan pembahasan mengenai garis trend ini. Berikut data yang dapat ditampilkan oleh penulis.

13 59 Downtrend / Bearish Sideways Trend Uptrend / Bullish Gambar 4.6 Garis trend pada saham BHIT tahun 2014 Dari gambar yang telah ditampilkan penulis mengenai garis trend pada pergerakan harga saham BHIT. Saham BHIT mengalami downtrend pada tanggal 28 Januari sampai dengan 5 Februari 2014, yang menandakan bahwa pada saat itu saham BHIT sedang turun, karena bersamaan dengan pemilihan presiden yang dimana salah satu calon presiden RI, yaitu Prabowo - Hatta memborong saham BHIT, sehingga saham BHIT menjadi turun yang dipengaruhi oleh harga yang murah dan harga pasar saat itu juga mempengaruhi sebab, sedang mengalami penurunan menurut Reza Priambada di salah satu akun sosialnya. Setelah itu pergerakan harga saham BHIT juga mengalami uptrend yang artinya saat itu saham BHIT mulai mengalami sinyal yang positif atau kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi karena adanya pembagian dividen kepada pemegang saham Rp 3 per saham. Dengan total dividen yang dibagikan adalah Rp 107 miliar. Saat ini perseroan masih mengalami rugi karena selisih kurs, anak anak usaha Grup MNC. Seperti diketahui, sepanjang 2013 mengalami rugi bersih sebesar Rp 343,7 miliar. Dimana pendapatan bersih BHIT pada

14 sebesar Rp11,53 triliun atau naik 17,77 bersih dari pendapatan bersih pada 2012 sebesar Rp 9,79 triliun. Dan perseroan juga menargetkan peningkatan pada pendaptannya atau meningkat dari perolehan tahun sebelumnya. Adapun peningkatan pendapatan diperoleh karena tahun ini perseroan akan lebih memfokuskan diri di sektor media, financial dan properti. Selain downtrend dan uptrend, pergerakan harga saham BHIT juga mengalami pergerakan secara mendatar. Hal dikarenakan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan melemah terbatas. Hal ini lantaran bursa saham global dan Asia, masih bergerak dengan tidak menentu sehingga tidak menjadi sentimen positif pergerakan IHSG. David menyatakan kondisi global yang masih tidak menentu menyebabkan indeks hari ini diprediksikan akan melemah terbatas. Dikarenakan aksi profit taking. Investor disarankan untuk tetap disiplin dan menajalankan skema trading. 4.4 Analisa Teknikal Saham BHIT Tahun 2014 dengan Indikator Stochastic Oscillator PT MNC Investama (BHIT) mulai Februari 2014 keluar dari daftar saham unggulan LQ45, karena sahamnya yang semakin lama semakin melemah. Yang dikarenakan adanya pengaruh dari pertumbuhan ekonomi yang melambat. Berikut gambar pergerakan harga saham BHIT pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2014.

15 61 Gambar 4.7 Saham BHIT 2014 dengan Stochastic Oscillator Data diatas merupakan pergerakan harga saham BHIT secara proyeksi yang dapat digunakan untuk menganalisis keadaan harga saham BHIT saat ini. Berdasarkan gambar diatas penulis menggunakan indikator Stochastic Oscillator untuk memprediksi harga saham BHIT apakah mengalami kenaikan atau penurunan pada tanggal 9 Juni Dilihat dari data yang ada, pergerakan saham BHIT pada tanggal 9 Januari tidak memberikan sinyal jual karena saat itu harga saham BHIT masih sideways. Dari garis stochastic oscillator tepatnya berada pada tanggal 30 Januari saham BHIT memberikan sinyal beli karena garis %K telah memasuki dibawah angka 20% yang artinya oversold. Maka saat itu investor harap segera membeli saham BHIT dengan harga penutupan Rp 300, sebab dikhawatirkan harga akan naik kembali. Saham BHIT mulai mengalami kenaikan harga pada tanggal 17 Februari sampai 19 Februari 2014 yang dilihat dari grafik stochastic Oscillator. Diikuti dengan pergerakan garis stochastic oscillator tanggal 11 Juni 2014 yang telah memasuki garis %K dengan wilayah angka diatas 80% tepatnya 90% yang menandakan saat itu garis stochastic oscillator berada di

16 62 daerah overbought. Ketika saat itu para pemodal dapat mejual sahamnya dengan kisaran harga penutupan sebesar Rp 328. Setelah garis stochastic oscillator berada pada daerah overbought yang menandakan jenuh beli yang bearti memberikan kondisi untuk menjual saham para investor, hari selanjutnya berkisar 2 hari setelah berada pada daerah tersebut, saham BHIT mulai mengalami penurunan karena berada ditengah tengah garis 80% - 20%. Saat itu saham BHIT melemah karena mengalami Bearish yang berarti saham BHIT akan kembali mengalami penurunan, karena sebelumnya telah berada pada wilayah overbought yang dimana investor telah menjual sahamnya sehingga berdampak pada kondisi harga saham BHIT yang menurun karena bisa saja para investor bermain hanya dengan waktu yang sebentar atau jangka pendek dalam memainkan sahamnya agar mendapatkan keuntungan yang yang mereka inginkan. Hal tersebut memang tidak dibenarkan karena semua dari keputusan investor adalah hak mereka, karena setiap investor berhak mengeluarkan keputusan untuk memilih suatu keadaan saat harga turun ataupun naik. Walaupun pada tanggal 19 Juni 2014 garis indikator stochastic oscillator berada di posisi tengah, para investor tetap dapat masuk ke pasar namun dengan memperhatikan support yang ada, karena dengan memperhatikan garis support investor dapat mengetahui batas bawah dan dapat menegtahui bayangan resiko yang akan diterima. Penulis berpendapat bahwa dengan menggunakan chart harian ini diharapkan investor dapat dengan baik membaca harga saham ini dan yakin dalam mengambil keputusan terutama untuk keputusan jangka panjang. Penulis juga menyarankan pada tanggal 19 Juni 2014 tersebut sebaiknya para investor melakukan hold atau wait and see. Sebab, saat itu saham BHIT menurun begitu cepat yang saat ini berada pada garis angka 50% yang kemungkinan saham BHIT akan mengalami penurunan kembali.

17 Analisa Teknikal Saham BHIT Tahun 2014 dengan Indikator Relative Strength Index Dalam melakukan analisa pada saham BHIT penulis juga menggunakan indikator lain selain stochastic oscillator, yaitu RSI. Pergerakan harga saham BHIT masih menggunakan data grafik harian pada candlestick, akan tetapi pada pembahasan kali ini penulis menggunakan data grafik harga saham tahun 2014 saat ini. Pada bulan Juni 2014 ini PT MNC Investama dihebohkan dengan berita adanya transaksi yang dilakukan menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia. Transaksi ini ramai dibahas di kalangan analis pasar modal, karena mengingat jumlahnya yang besar, diatasnamakan salah satu pasangan calon presiden, dan dilakukan menjelang pemilihan presiden 9 Juli Ditanya mengenai kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meneliti transaksi ini, Nuhaida (salah satu Komisioner OJK) menjawab pertanyaan tersebut bahwa soal itu bukan kewenangan lembaganya, karena itu bidang tugas PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Kemudian menanyakan kembali kepada Agus Santoso selaku Wakil Kepala PPATK mengatakan bahwa beliau juga belum mengetahui berita tersebut. Belum jelas, apa sebelumnya motif dari transaksi ini. Dalam transaksi pembelian saham, pihak pemilik dana tidak perlu menjelaskan asal usul dana yang dia punyai, berbeda dengan transaksi transfer dana melalui bank. UU No. 3 tahun 2011 tentang transfer dana menjelaskan bahwa penyedia jasa transfer wajib untuk memiliki informasi yang detail mengenai pengirim dan penerima dana serta sumber dana. Namun, UU Pasar Modal menyatakan proses transaksi saham tidak harus memberitahukan dari mana dana berasal, karena proses know your cilent (KYC) sudah dilakukan oleh bank. KYC yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas di pasar modal hanya pada saat pembukaan rekening seperti dalam peraturan pasar modal. (sumber data : Bareksa.com) Berdasarkan berita tersebut maka dapat disimpulkan bahwa faktor eksternal sangat mempengaruhi pergerakan harga saham. Salah satu faktor

18 64 eksternal pada berita tersebut berada pada gejolak politik dalam negeri. Terlepas dari berita tersebut, penulis memprediksi harga saham BHIT dengan menggunakan indikator RSI. Berikut data yang dapat dihasilkan dengan menggunakan grafik candlestick pada saham BHIT overbought oversold Gambar 4.8 Saham BHIT 2014 dengan Relative Strength Index Sama seperti pembahasan sebelumnya dengan menggunakan indikator stochastic oscillator, bahwa pada tanggal 19 Juni 2014 saham BHIT grafik candlestick menunjukkan Bearish yang artinya pada saat itu harga mengalami penurunan. RSI adalah indikator kekuatam pasar yang bergerak dalam batasan 0 hingga 100. Ditujukan untuk mengenali peluang berbaliknya harga dalam interval waktu yang relatif pendek. Gunakan RSI untuk level oversold ketika trend naik, untuk mencari peluag lebih murah. RSI memberikan indikasi harga tertinggi dan terendah yang terjadi pada grafik pergerakan harga saham. Ketika harga mencapai level dasar, RSI telah memasuki area oversold dibawah level 30, kemudian harga bergerak naik

19 65 membentuk puncak (top) yang diikuti oleh RSI di atas 70 (overbought) dan turun kembali membentuk dasar yang ditandai dengan penurunan RSI kembali ke bawah level 30. Dan menurut data yang telah dihasilkan, garis RSI berada pada daerah oversold atau jenuh jual ketika garis RSI menunjukkan level 10.9% yang tepatnya ditujukkan pada tanggal 14 April Pada saat itu investor dapat membeli saham BHIT dengan harga rendah. Selanjutnya ditahun 2014 garis RSI juga menunjukkan area overbought, ketika garis RSI berada di level 80% yang di indikasikan pada tanggal 24 Februari 2014, akan tetapi saat itu grafik candlestick menunjukkan Bullish Harami Cross, yang artinya pada level seperti itu investor dapat menjual sebagian atau seluruh sahamnya, disaat harga sedang mengalami kenaikan sebelum kembali terjadinya penurunan. Akan tetapi, pada tanggal 19 Juni 2014 garis RSI tidak menunjukkan sinyal beli ataupun sinyal jual yang berarti berada di area oversold maupun overbought. Karena saat itu garis RSI hanya berada di tengah tengah level 70% - 30%, yaitu level 53.1%. Dalam kondisi tersebut sebaiknya para pemodal yang ingin membeli saham BHIT lebih baik menunda keputusannya sampai saham BHIT benar benar berada pada level dibawah 30% dan untuk investor yang sudah berada kepemilikan saham di perusahaan ini, sebaiknya mengambil keputusan dengan menahan sahamnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat membuat investor menjadi stress, karena tidak mendapatkan keuntungan yang diharapkan. 4.6 Analisa Teknikal Saham BHIT Tahun 2014 dengan Indikator Moving Average Convergence Divergence Indikator MACD juga digunakan penulis untuk menganalisis pergerakan harga saham pada saham BHIT. Saham BHIT saat ini mengalami pergerakan yang tidak stabil, karena harga saham BHIT terus mengalami penurunan dan kenaikan yang tidak cukup melambung tinggi. Berikut data yang dapat ditampilkan oleh penulis dalam grafik candlestick dengan menggunakan

20 66 indikator MACD. Dalam data tersebut masih menggunakan data pergerakan saham harian. Gambar 4.9 Saham BHIT 2014 dengan Moving Average Convergence Divergence Indikator MACD ditampilkan terpisah dari grafik candlestick sama seperti indikator lainnya. Dari tampilan tersebut kita dapat melihat bahwa terdapat dua buah garis MA dalam indikator MACD. Dua buah garis tersebut yang akan kita analisa untuk menentukan kondisi Overbought dan Oversold. Jika garis MA berada di bawah dan mulai berbelok ke atas, maka saat itulah terjadi kondisi oversold yang berarti saat yang tepat untuk melakukan transaksi BUY. Demikian sebaliknya jika garis MA berada diatas dan mencapai puncak kemudian mulai berbelok menuju kebawah, maka saat itulah kondisi overbought sehingga saat itu tepat untuk melakukan transaksi SELL. Menurut data yang dihasilkan dalam gambar 4.8 bahwa garis MACD telah memasuki area oversold atau jenuh jual tepat berada pada tanggal 14 Februari 2014 yang dimana pada saat itu garis MACD dan signal line lepas

21 67 dari histogram di bawah zero line. Saat itu garis MACD menunjukkan sinyal beli, sehingga investor dapat melakukan transaksi beli saham saat itu. Selanjutnya, jika dilihat dari area overbought atau jenuh beli, garis MACD diindikasikan pada tanggal 24 Maret Karena pada saat itu garis MACD terlepas dari histogram di atas zero line. Dan diikuti dengan garis MACD yang memuncak dan mulai mengarah ke bawah dalam kondisi tersebut dapat diartikam bahwa incestor dapat menjual kepemilikan sahamnya di perusahaan PT MNC Investama Tbk. Akan tetapi pada tanggal 19 Juni 2014 garis MACD tidak memberikan sinyal yang pasti karena saat itu garis MACD tidak memotong signal line dari bawah ke atas, begitupun sebaliknya garis MACD tidak memotong signal line dari atas ke bawah. Oleh karena itu, penulis memberikan keputusan untuk tidak melakukan transaksi apapun. Dan sebaiknya pada saat itu investor atau pemodal yang sudah mempunyai kepemilikan saham di perusahaan ini menahan sahamnya sementara untuk tidak menjual maupun membeli saham BHIT.

22 68

ANALISIS PERDAGANGAN SAHAM PT MNC INVESTAMA, TBK (BHIT) DENGAN MENGGUNAKAN METODE STOCHASTIC OSCILLATOR,

ANALISIS PERDAGANGAN SAHAM PT MNC INVESTAMA, TBK (BHIT) DENGAN MENGGUNAKAN METODE STOCHASTIC OSCILLATOR, ANALISIS PERDAGANGAN SAHAM PT MNC INVESTAMA, TBK (BHIT) DENGAN MENGGUNAKAN METODE STOCHASTIC OSCILLATOR, RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI) DAN MOVING AVERAGE CONVERGENCE DIVERGENCE (MACD) PERIODE 1 JULI 2013

Lebih terperinci

TEKNIK ANALISA FOREX - 3

TEKNIK ANALISA FOREX - 3 - 3 MOVING AVERAGES BOLLINGER BANDS PARABOLIC SAR MACD STOCHASTIC RELATIVE STRENGHT INDEX (RSI) OSCILATOR & MOMENTUM TIME FRAME Moving Averages (MA) Moving Averages (MA) adalah pergerakan rata-rata harga

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.2.1 Latar Belakang Analisa Saham Dedhy dan Liliana (2007) menyatakan bahwa pergerakan harga saham pada dasarnya dipengaruhi oleh teori ekonomi yang paling dasar, yaitu hukum permintaan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan diuraikan penerapan indikator Bollinger Bands, RSI dan

BAB IV PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan diuraikan penerapan indikator Bollinger Bands, RSI dan BAB IV PEMBAHASAN Dalam bab ini akan diuraikan penerapan indikator Bollinger Bands, RSI dan candlestick dalam grafik pergerakan harga saham Telkom. Kombinasi ketiga metode ini mampu memberikan gambaran

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dari berbagai Negara. Mata uang memegang peranan yang sangat penting dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. dari berbagai Negara. Mata uang memegang peranan yang sangat penting dalam BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Valuta asing (valas) atau yang lebih dikenal oleh sebagian banyak orang dengan sebutan foreign exchange (forex) adalah perdagangan nilai mata uang asing

Lebih terperinci

Bab IV PEMBAHASAN. membuat rencana perdagangan (trading plan), tujuannya sebagai dasar acuan penulis

Bab IV PEMBAHASAN. membuat rencana perdagangan (trading plan), tujuannya sebagai dasar acuan penulis Bab IV PEMBAHASAN IV.1 Rencana Perdagangan ( Trading Plan ) Dalam simulasi perdagangan yang akan dibahas pada bab ini penulis akan membuat rencana perdagangan (trading plan), tujuannya sebagai dasar acuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk mendeskripsikan data-data yang sudah ada. Menurut Ulum dan

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk mendeskripsikan data-data yang sudah ada. Menurut Ulum dan BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data-data yang sudah ada. Menurut Ulum dan Juanda (2016)

Lebih terperinci

support (batas bawah), hal ini penting dilakukan sebagai informasi mengenai pergerakan

support (batas bawah), hal ini penting dilakukan sebagai informasi mengenai pergerakan 49 BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Teknikal Pergerakan Harga Saham TLKM Dalam analisa yang akan dilakukan oleh penulis, penulis menggunakan data transaksi harian saham TLKM yang didapat dari Pusat Referensi

Lebih terperinci

Buletin Compiled by

Buletin Compiled by Volume XXII/2014 Buletin Compiled by at.research@phintracosecurities.com Analisa Investasi : Analisa Teknikal Melanjutkan ulasan Profits Buletin Volume XXI mengenai pentingnya Likuiditas Saham dalam memilih

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. keuangan yang diperlukan, data ini diperlukan untuk penganalisisan secara

BAB III METODE PENELITIAN. keuangan yang diperlukan, data ini diperlukan untuk penganalisisan secara BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/subyek Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data keuangan perusahaan dan data pergerakan saham pada perusahaan yang menjadi sampel. Data keuangan

Lebih terperinci

Fundamental Vs Technikal Psikologi Trading Scalper,Swinger,Investor. Chart Asumsi dalam Technical Analysis Support & Resistance Penentuan Trend

Fundamental Vs Technikal Psikologi Trading Scalper,Swinger,Investor. Chart Asumsi dalam Technical Analysis Support & Resistance Penentuan Trend Fundamental Vs Technikal Psikologi Trading Scalper,Swinger,Investor Price Pattern Reversal Pattern Continuation Pattern Chart Asumsi dalam Technical Analysis Support & Resistance Penentuan Trend Indicator

Lebih terperinci

Rizky Watuseke

Rizky Watuseke TEKNIKAL MODERN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DI PASAR MODAL (STUDI KASUS PADA SAHAM TELEKOMUNIKASI INDONESIA (Persero), Tbk) Rizky Watuseke 29211493 LATAR BELAKANG Pasar modal merupakan tempat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merambah dalam dunia perekonomian di Indonesia telah mengubah mind set

BAB I PENDAHULUAN. merambah dalam dunia perekonomian di Indonesia telah mengubah mind set BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan dunia Pasar Modal yang kini mulai merambah dalam dunia perekonomian di Indonesia telah mengubah mind set masyarakat Indonesia akan pentingnya

Lebih terperinci

BAB III PERUMUSAN MASALAH

BAB III PERUMUSAN MASALAH BAB III PERUMUSAN MASALAH 3.1 Latar Belakang Masalah Setelah dilanda berbagai krisis di tahun 1997, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan tanda tanda pemulihan. Tingkat suku bunga yang mulai menurun,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan resiko yang harus ditanggung setiap investor terutama investor jangka

BAB I PENDAHULUAN. merupakan resiko yang harus ditanggung setiap investor terutama investor jangka BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Pergerakan harga saham di bursa efek Indonesia sangatlah fluktuatif, hal ini merupakan resiko yang harus ditanggung setiap investor terutama investor jangka

Lebih terperinci

Ikhtisar Analisis Pasar. oleh Admiral Markets Trading Camp

Ikhtisar Analisis Pasar. oleh Admiral Markets Trading Camp Ikhtisar Analisis Pasar oleh Admiral Markets Trading Camp Daftar Isi Pendahuluan... 3 Analisis Teknikal vs Analisis Fundamental... 4 Analisis Fundamental... 5 Analisis Teknikal... 6 Indikator... 7 RSI...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan mendatang. Karena

BAB I PENDAHULUAN. tujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan mendatang. Karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Transaksi pada pasar saham terjadi karena perusahaan yang sudah going public membutuhkan dana dan kemudian perusahaan tersebut menawarkan sahamnya di BEI

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Saldo Awal Minimal (Minimum Opening Balance) untuk melakukan perdagangan valas dibutuhkan langkah langkah awal

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Saldo Awal Minimal (Minimum Opening Balance) untuk melakukan perdagangan valas dibutuhkan langkah langkah awal BAB IV PEMBAHASAN IV. 1 Saldo Awal Minimal (Minimum Opening Balance) untuk melakukan perdagangan valas dibutuhkan langkah langkah awal menentukan apa pasangan mata uang yang ingin di perdagangkan. Dalam

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHAS AN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai penerapan indikator Bollinger Bands dan RSI

BAB IV PEMBAHAS AN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai penerapan indikator Bollinger Bands dan RSI BAB IV PEMBAHAS AN Pada bab ini akan diuraikan mengenai penerapan indikator Bollinger Bands dan RSI dalam grafik saham Indofood. Hasil perhitungan Bollinger Bands dan RSI akan tersaji dalam bentuk grafik

Lebih terperinci

ANALISA TEKNIKAL. Beberapa 'peralatan populer' yang digunakan dalam analisa teknikal adalah : 1. Chart. - Line - Candlesticks.

ANALISA TEKNIKAL. Beberapa 'peralatan populer' yang digunakan dalam analisa teknikal adalah : 1. Chart. - Line - Candlesticks. ANALISA TEKNIKAL Analisa Teknikal merupakan 'pelajaran sejarah' dalam menganalisa pergerakan harga. Dengan motto 'Sejarah akan terulang', pergerakan harga di masa lalu dipelajari untuk memprediksi arah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Pergerakan Harga Saham PTBA Periode 2007

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Pergerakan Harga Saham PTBA Periode 2007 BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Pergerakan Harga Saham PTBA Periode 2007 Selama periode 2007 Harga saham PTBA mengalami kenaikan. Awalnya pada tanggal 2 Januari, yang juga merupakan tanggal pertama perdagangan

Lebih terperinci

ANALISIS WAKTU BELI DAN JUAL SAHAM PT ASTRA NPM : JURUSAN : AKUNTANSI JENJANG : S1

ANALISIS WAKTU BELI DAN JUAL SAHAM PT ASTRA NPM : JURUSAN : AKUNTANSI JENJANG : S1 ANALISIS WAKTU BELI DAN JUAL SAHAM PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk DENGAN ANALISIS TEKNIKAL. NAMA : HERU STYAWAN NPM : 2209944 JURUSAN : AKUNTANSI JENJANG : S1 PEMBIMBING : DADI KUSWANDI.SE.,MMSE LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

PENULISAN ILMIAH TEKNIKAL MODERN DALAM INVESTASI DI PASAR MODAL (STUDI. INTERNATIONAL, Tbk)

PENULISAN ILMIAH TEKNIKAL MODERN DALAM INVESTASI DI PASAR MODAL (STUDI. INTERNATIONAL, Tbk) PENULISAN ILMIAH TEKNIKAL MODERN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DI PASAR MODAL (STUDI KASUS PADA SAHAM PT ASTRA INTERNATIONAL, Tbk) LATAR BELAKANG MASALAH Pasar modal merupakan tempat kegiatan perusahaan

Lebih terperinci

: Retno Yuliyanti NPM : Pembimbing : Dr. Ambo Sakka Hadmar, SE., MSi

: Retno Yuliyanti NPM : Pembimbing : Dr. Ambo Sakka Hadmar, SE., MSi PERBANDINGAN EFISIENSI ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN MENGGUNAKAN RELATIVE STRENGTH INDEX DAN STOCHASTIC OSCILLATOR UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DI PASAR MODAL ( STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PROPERTY

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melakukan investasi dari mulai dengan memiliki emas, obligasi, property,

BAB I PENDAHULUAN. melakukan investasi dari mulai dengan memiliki emas, obligasi, property, BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kebebasan dalam hal keuangan adalah dambaan setiap manusia. Kebebasan secara keuangan tersebut dapat diraih dengan berbagai macam cara, salah satunya ialah dengan melakukan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. keuangan yang dikemukakan oleh para pakar ekonomi yang berbeda antara satu. ekonomi dalam memandang manajemen keuangan.

BAB II LANDASAN TEORI. keuangan yang dikemukakan oleh para pakar ekonomi yang berbeda antara satu. ekonomi dalam memandang manajemen keuangan. BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Manajemen Keuangan Pengertian manajemen keuangan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, hal ini dapat diketahui dari banyaknya pengertian tentang manajemen keuangan yang

Lebih terperinci

MENDENGARKAN SUARA PASAR.

MENDENGARKAN SUARA PASAR. MENDENGARKAN SUARA PASAR www.danareksa-research.com Quick Scan Ukur tekanan beli/jual Chaikin Money Flow Ukur kekuatan trend Aaron Indicator Avg Directional Index Ukur kejenuhan pasar Commodity Channel

Lebih terperinci

1) Petakan Trend dan Ikuti

1) Petakan Trend dan Ikuti Salah satu analisis penting yang dapat digunakan untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan trading, selain analisa fundamental dan penggunaan manajemen modal adalah analisa teknikal. Sebegitu pentingnya

Lebih terperinci

Session 2: M2: Method - Analisa Teknikal

Session 2: M2: Method - Analisa Teknikal Session 2: M2: Method - Analisa Teknikal Astronaut US vs Indonesia VS Apa yang mempengaruhi harga saham? Supply > Demand = Price Drop Supply < Demand = Price Up Demand = Buyer = Bull Supply = Seller =

Lebih terperinci

Bab 3 LANDASAN TEORI. modal, yaitu Analisa fundamental dan Analisa Teknikal. Analisa Fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri, dan kondisi

Bab 3 LANDASAN TEORI. modal, yaitu Analisa fundamental dan Analisa Teknikal. Analisa Fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri, dan kondisi 10 Bab 3 LANDASAN TEORI 3.1 Jenis Analisa dalam Pasar Modal Secara garis besar ada dua jenis analisa yang dapat digunakan dalam pasar modal, yaitu Analisa fundamental dan Analisa Teknikal 3.1.1 Fundamental

Lebih terperinci

Analisa Investasi. Analisa Fundamental. Analisa Fundamental. Objek Analisa. Laporan Keuangan 3/19/2015. Analisa Teknikal. Analisa Fundamental

Analisa Investasi. Analisa Fundamental. Analisa Fundamental. Objek Analisa. Laporan Keuangan 3/19/2015. Analisa Teknikal. Analisa Fundamental Analisa Investasi Analisa Fundamental Analisa Teknikal Laporan Keuangan Grafik Harga Saham Analisa Investasi Operation Team of Phintraco Securities Jangka Panjang Dividend Pasar Efisien Jangka Pendek Capital

Lebih terperinci

1.1 Latar Belakang Masalah

1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setelah sempat jatuh pada masa krisis, BEJ mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun 2006. Peningkatan ini sekaligus membuat BEJ menjadi salah satu bursa saham

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Analisis Teknikal Analisis teknikal adalah teknik untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan pada data

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan

BAB II LANDASAN TEORI. Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Pasar Modal Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,

Lebih terperinci

ANALISIS TEKNIKAL MODERN MENGGUNAKAN METODE MACD, RSI, SO, DAN BUY AND HOLD UNTUK MENGETAHUI RETURN SAHAM OPTIMAL PADA SEKTOR PERBANKAN LQ 45

ANALISIS TEKNIKAL MODERN MENGGUNAKAN METODE MACD, RSI, SO, DAN BUY AND HOLD UNTUK MENGETAHUI RETURN SAHAM OPTIMAL PADA SEKTOR PERBANKAN LQ 45 ANALISIS TEKNIKAL MODERN MENGGUNAKAN METODE MACD, RSI, SO, DAN BUY AND HOLD UNTUK MENGETAHUI RETURN SAHAM OPTIMAL PADA SEKTOR PERBANKAN LQ 45 Agung Pramono 1 Iman Murtono Soenhadji 2 Septi Mariani 3 Ida

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHAS AN. terkait pada periode 1 Desember 31 Januari Tahun dan pola-pola grafik

BAB IV PEMBAHAS AN. terkait pada periode 1 Desember 31 Januari Tahun dan pola-pola grafik BAB IV PEMBAHAS AN Ruang lingkup analisis market timing pada saham BUMI mencakup analisis berita terkait pada periode 1 Desember 31 Januari Tahun 2005 2008 dan pola-pola grafik yang dibentuk dari grafik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi merupakan suatu kegiatan untuk menanamkan modal atau uang yang dilakukan pada saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Investasi

Lebih terperinci

Stochastic Trader. Stochastic Oscillator

Stochastic Trader. Stochastic Oscillator Stochastic Trader Saat ini dengan semakin meluasnya masyarakat internasional yang terjun ke dalam dunia trading, semakin pesat pula perkembangan pengetahuan dan metode trading yang digunakan, sehingga

Lebih terperinci

Bab 4 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan secara studi literatur, dan dengan mengikuti seminarseminar

Bab 4 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan secara studi literatur, dan dengan mengikuti seminarseminar 32 Bab 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Kerangka pemikiran Penelitian dilakukan secara studi literatur, dan dengan mengikuti seminarseminar yang berkaitan dengan metode analisa teknikal. Data diperoleh dari

Lebih terperinci

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis

Lebih terperinci

Strategi EMA-50 Williams. oleh Admiral Markets Trading Camp

Strategi EMA-50 Williams. oleh Admiral Markets Trading Camp Strategi EMA-50 Williams oleh Admiral Markets Trading Camp Daftar Isi Sekilas Tentang Penulis Deskripsi Strategi Exponential Moving Average Williams Percent Range Stochastic Pivot Points Kesimpulan 3 4

Lebih terperinci

Definisi dan asumsi dasar analisa teknikal Tipe grafik dan penggunaannya Konsep indikator dan oscillator

Definisi dan asumsi dasar analisa teknikal Tipe grafik dan penggunaannya Konsep indikator dan oscillator ANALISA TEHNIKAL I. Dasar Analisa Teknikal Bagian ini akan membahas: Definisi dan asumsi dasar analisa teknikal Tipe grafik dan penggunaannya Konsep indikator dan oscillator Berjalanlah ke area terbuka,

Lebih terperinci

JIMEK Volume 2 Nomor 1 Juli 2019 Analisis Komparatif Penggunaan...(Prasetyo) Doi : E-ISSN :

JIMEK Volume 2 Nomor 1 Juli 2019 Analisis Komparatif Penggunaan...(Prasetyo) Doi :   E-ISSN : Analisis Komparatif Penggunaan Metode Stochastic, Moving Average Dan MACD Dalam Mendapatkan Keuntungan Optimal Dan Syar i (Study Pada Jakarta Islamic Index 2016 2018) Priyo Prasetyo; Nurlaely; Heri Subagyo

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Saham Pengertian Saham Jenis-Jenis Saham

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Saham Pengertian Saham Jenis-Jenis Saham BAB II DASAR TEORI Pada bab dua ini akan dibahas dasar teori yang dipergunakan dalam mengerjakan tugas akhir ini, yang meliputi definisi dan konsep dari saham serta analisis pasar saham. Dasar teori ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pasar modal untuk terus berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin

BAB I PENDAHULUAN. pasar modal untuk terus berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perekonomian Indonesia yang fluktuatif tidak mempengaruhi kegiatan pasar modal untuk terus berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya emiten

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Serikat Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutannya yang terjadi karena krisis

BAB I PENDAHULUAN. Serikat Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutannya yang terjadi karena krisis BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Pada 15 september 2008, perusahaan sekuritas terbesar keempat di Amerika Serikat Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutannya yang terjadi karena krisis kredit

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang menyebabkan adanya Foreign Exchange (Forex) dimana satu orang atau

BAB I PENDAHULUAN. yang menyebabkan adanya Foreign Exchange (Forex) dimana satu orang atau BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada perkembangan jaman yang terjadi sekarang ini, banyak perusahaan yang sudah menjalani bisnis sampai ke negara asing. Hal ini menyebabkan adanya perdagangan antar

Lebih terperinci

Analisis Teknikal Menggunakan Grafik Candlestick Untuk Menentukan Daerah Beli dan Jual Pada Treding Saham PT. Unilever Indonesia, Tbk

Analisis Teknikal Menggunakan Grafik Candlestick Untuk Menentukan Daerah Beli dan Jual Pada Treding Saham PT. Unilever Indonesia, Tbk Analisis Teknikal Menggunakan Grafik Candlestick Untuk Menentukan Daerah Beli dan Jual Pada Treding Saham PT. Unilever Indonesia, Tbk Latar Belakang Dalam investasi finansial Analisis teknikal adalah suatu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Foreign Exchange, lebih dikenal dengan istilah forex, merupakan salah satu pilihan investasi yang berkembang di Indonesia. Forex Trading adalah transaksi perdagangan

Lebih terperinci

II. ANALISA TENIKAL Pengertian Analisa teknikal Prinsip Analisa teknikal

II. ANALISA TENIKAL Pengertian Analisa teknikal Prinsip Analisa teknikal II. ANALISA TENIKAL Pengertian Analisa teknikal Prinsip/ idikator Analisa teknikal Tujuan Analisa teknikal Asumsi Analisa teknikal Jenis Analisa teknikal Pengertian Analisa teknikal Analisa teknikal adalah

Lebih terperinci

Nur Resti Akuntansi Komputer PROSEDUR TRADING LOCO LONDON GOLD MENGGUNAKAN PLATFORM METATRADER 4 PADA PT ASKAP FUTURES

Nur Resti Akuntansi Komputer PROSEDUR TRADING LOCO LONDON GOLD MENGGUNAKAN PLATFORM METATRADER 4 PADA PT ASKAP FUTURES Nur Resti 48209527 Akuntansi Komputer PROSEDUR TRADING LOCO LONDON GOLD MENGGUNAKAN PLATFORM METATRADER 4 PADA PT ASKAP FUTURES LATAR BELAKANG Emas merupakan salah satu jenis komoditi yang paling banyak

Lebih terperinci

INDOTRADERPEDIA BULETIN TRADER INDONESIA - Volume 4, Issue 2 : Maret April 2016

INDOTRADERPEDIA BULETIN TRADER INDONESIA -  Volume 4, Issue 2 : Maret April 2016 INDOTRADERPEDIA BULETIN TRADER INDONESIA - WWW.INDOTRADERPEDIA.COM Volume 4, Issue 2 : Maret April 2016 MELIHAT RETRACEMENT/REVERSAL MENGGUNAKAN PEAK ADX Kondisi trend adalah kondisi favorit bagi para

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Danareksa Research Institute Press

DAFTAR ISI. Danareksa Research Institute Press DAFTAR ISI Halaman Tips... 8 Accumulation/Distribution (AD)... 10 Indikator (Aroon Up, Aroon Down, dan Aroon Oscillator)... 12 Average Directional Movement Index (ADX)... 14 Average True Range Technical

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Para pelaku pasar modal telah menyadari bahwa sebelum melakukan investasi

BAB I PENDAHULUAN. Para pelaku pasar modal telah menyadari bahwa sebelum melakukan investasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Para pelaku pasar modal telah menyadari bahwa sebelum melakukan investasi saham memerlukan suatu analisis untuk membantu dalam mengambil keputusan membeli atau menjual

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya penduduk di Indonesia. Pemutusan Hubungan Kerja bahkan mulai

BAB I PENDAHULUAN. khususnya penduduk di Indonesia. Pemutusan Hubungan Kerja bahkan mulai BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Berbagai cara dapat dilakukan untuk memperoleh pendapatan yang lebih pada era seperti sekarang ini, terlebih krisis ekonomi dunia yang melanda sejak setahun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini pasar modal merupakan suatu alternatif investasi yang dapat

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini pasar modal merupakan suatu alternatif investasi yang dapat 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini pasar modal merupakan suatu alternatif investasi yang dapat mendatangkan keuntungan finansial bagi investor individual maupun institusional. Perkembangan

Lebih terperinci

PENGENDALIAN RISIKO INVESTASI KOMODITAS JAGUNG PADA PASAR BERJANGKA

PENGENDALIAN RISIKO INVESTASI KOMODITAS JAGUNG PADA PASAR BERJANGKA KARYA ILMIAH MAHASISWA [AGRIBISNIS] 1 PENGENDALIAN RISIKO INVESTASI KOMODITAS JAGUNG PADA PASAR BERJANGKA Kharisma Putri Jati 1 Kharisma Putri Jati, 2 Dr. Irmayani Noer, S.P., M.Si, 2 Ir. Cholid Fatih,

Lebih terperinci

ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN INDIKATOR

ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN INDIKATOR ANALISIS TEKNIKAL MODERN DENGAN INDIKATOR 6.1. PENGERTIAN INDIKATOR TEKNIKAL Bagian ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dari indikator-indikator teknikal dan menjelaskan penggunaan mereka dalam analisis

Lebih terperinci

Analisis teknikal adalah studi tentang perilaku pasar yang digambarkan melalui grafik, untuk memprediksi kecenderungan (trends) harga dimasa yang

Analisis teknikal adalah studi tentang perilaku pasar yang digambarkan melalui grafik, untuk memprediksi kecenderungan (trends) harga dimasa yang ANALISIS TEKNIKAL Jhon J Murphy ( Technician ca Analysis ayss for Financial ca Market ) Analisis teknikal adalah studi tentang perilaku pasar yang digambarkan melalui grafik, untuk memprediksi kecenderungan

Lebih terperinci

ANALISIS MOMENTUM PADA SAHAM-SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PASCA KRISIS. David Sukardi Kodrat

ANALISIS MOMENTUM PADA SAHAM-SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PASCA KRISIS. David Sukardi Kodrat ANALISIS MOMENTUM PADA SAHAM-SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PASCA KRISIS David Sukardi Kodrat david.kodrat@ciputra.ac.id Kurniawan Indonanjaya indonanjaya@ciputra.ac.id Program Studi Internasional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. di masa mendatang (Tandelilin, 2001). Tujuan investor menginvestasikan

BAB I PENDAHULUAN. di masa mendatang (Tandelilin, 2001). Tujuan investor menginvestasikan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang

Lebih terperinci

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Program Studi Ganda Teknik Informatika Statistika Skripsi Sarjana Program Studi Ganda Semester Ganjil 2005/2006 PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PERAMALAN PERGERAKAN HARGA SAHAM

Lebih terperinci

Darma Hasudungan Siahaan

Darma Hasudungan Siahaan ANALISIS PERGERAKAN HARGA EMAS DENGAN MENGGUNAKAN MOVING AVERAGE, PARABOLIC SAR DAN STOCHASTIC OSCILLATOR Darma Hasudungan Siahaan Binus University,Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Abstrak Dalam melakukan

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Saham Pengertian Saham Jenis-Jenis Saham

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Saham Pengertian Saham Jenis-Jenis Saham BAB II DASAR TEORI Pada Bab II dari laporan Tugas Akhir ini akan diuraikan dasar-dasar teori yang mendukung pelaksanaan Tugas Akhir, yaitu mengenai saham dan pasar saham, analisis teknikal, serta konsep

Lebih terperinci

BELAJAR CARA ANALISA TEKNIKAL FOREX

BELAJAR CARA ANALISA TEKNIKAL FOREX BELAJAR CARA ANALISA TEKNIKAL FOREX Ada beberapa cara untuk Analisa Teknikal. Dengan memiliki kemampuan analisa teknikal, trading kita memiliki kemungkinan lebih besar untuk meraih profit. CARA MENGANALISA

Lebih terperinci

Bollinger Bands. Gambar 1. Bollinger Bands, MA 20 & STD 2

Bollinger Bands. Gambar 1. Bollinger Bands, MA 20 & STD 2 Bollinger Bands Menyiasati Bollinger Bands Sebagai penghasil sinyal transaksi Bollinger bands merupakan salah satu dari beberapa indikator yang populer bagi kalangan trader dunia. Banyak sekali strategi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Investasi dalam jangka pendek biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi

BAB I PENDAHULUAN. Investasi dalam jangka pendek biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Setiap investasi memiliki risiko dan keuntungan yang berjalan searah. Bila investor menginginkan keuntungan yang besar maka mereka sudah harus siap menerima

Lebih terperinci

INDOTRADERPEDIA BULETIN TRADER INDONESIA - Dalam trading, istilah momentum

INDOTRADERPEDIA BULETIN TRADER INDONESIA -  Dalam trading, istilah momentum VOLUME 3, ISSUE 6 SEPTEMBER - OKTOBER 2015 INDOTRADERPEDIA BULETIN TRADER INDONESIA - WWW.INDOTRADERPEDIA.COM Inside this issue: Candle Power : Identical Three Crow 6 Indicator : Donchian Channels 9 Charting

Lebih terperinci

ANALISIS PERDAGANGAN SAHAM PTBA DENGAN INDIKATOR MOVING AVERAGE, BOLLINGER BAND, DAN RSI

ANALISIS PERDAGANGAN SAHAM PTBA DENGAN INDIKATOR MOVING AVERAGE, BOLLINGER BAND, DAN RSI ANALISIS PERDAGANGAN SAHAM PTBA DENGAN INDIKATOR MOVING AVERAGE, BOLLINGER BAND, DAN RSI Stevin, Sarwo Edy Handoyo Binus University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Jakarta Barat 11530, 02153696969 stevin.boyz@gmail.com

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. seperti melalui wawancara maupun menyebar kuesioner.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. seperti melalui wawancara maupun menyebar kuesioner. 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Data dan Sumber Data 3.1.1. Data Primer Data yang dikumpulkan untuk penelitian dari tempat aktual terjadinya peristiwa, seperti melalui wawancara maupun menyebar kuesioner.

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SIGNAL JUAL BELI SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE WILLIAMS %R DAN GEOMETRIC MOVING AVERAGE

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SIGNAL JUAL BELI SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE WILLIAMS %R DAN GEOMETRIC MOVING AVERAGE SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SIGNAL JUAL BELI SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE WILLIAMS %R DAN GEOMETRIC MOVING AVERAGE Harianto Kristanto, Umi Proboyekti Abstrak : Investasi saham merupakan salah satu jenis

Lebih terperinci

BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM

BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM Saham Sebagai Pilihan Investasi Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di dalam pasar modal. Saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan

Lebih terperinci

Teori Portofolio ANALISIS TEKNIKAL. 1

Teori Portofolio ANALISIS TEKNIKAL. 1 Teori Portofolio ANALISIS TEKNIKAL ririkyunita@yahoo.co.id 1 2 Di Wall Street ada pepatah Bull makes money bear makes money but pig gets slaughtered 3 Harga bergerak dalam trend tertentu yang akan terjadi

Lebih terperinci

R i Danareksa Research Institute

R i Danareksa Research Institute MARKET SCREEN, 10 FEBRUARI 2015 R i Danareksa Research Institute Prediksi periode minor (1-5 hari): Menguat Prediksi periode intraday: Sideways melemah Level support-resistance: 5,310.4-5,394.1 Saham yang

Lebih terperinci

R i Danareksa Research Institute

R i Danareksa Research Institute MARKET SCREEN, 19 DESEMBER 2014 R i Danareksa Research Institute Prediksi periode minor (1-5 hari): Sideways menguat Prediksi periode intraday: Sideways menguat Level support-resistance: 5,063.9-5,138.1

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan. saham selalu mengalami fluktuasi, naik dan turun dari satu waktu ke

Bab I. Pendahuluan. saham selalu mengalami fluktuasi, naik dan turun dari satu waktu ke 1 Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai surat berharga yang ditransaksikan di pasar modal, harga saham selalu mengalami fluktuasi, naik dan turun dari satu waktu ke waktu yang lain. Fluktuasi

Lebih terperinci

Relative strength index (RSI) dan Moving average (MA) salah satu penyusun sistem dalam trading

Relative strength index (RSI) dan Moving average (MA) salah satu penyusun sistem dalam trading ANALISA TEHNIKAL I. Moving Average(MA) & Relative Strength Index(RSI) Relative strength index (RSI) dan Moving average (MA) salah satu penyusun sistem dalam trading Moving average (MA) dan Relative Strength

Lebih terperinci

Data yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah data pergerakan harga

Data yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah data pergerakan harga ANALISIS TEKNIKAL SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DI PASAR MODAL PADA PT UNILEVER INDONESIA, TBK. ABSTRAK Analisis teknikal menggunakan data his tor is untuk meramalkan harga saham. Dengan

Lebih terperinci

Strategi Quad EMA. oleh Admiral Markets Trading Camp

Strategi Quad EMA. oleh Admiral Markets Trading Camp Strategi Quad EMA oleh Admiral Markets Trading Camp Daftar Isi Sekilas Tentang Penulis Deskripsi Strategi Exponential Moving Average Awesome Oscillator MACD Kesimpulan 3 4 5 9 13 19 Sekilas Tentang Penulis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat menghasilkan hasil yang memuaskan menjadi penyebab utama penduduk

BAB I PENDAHULUAN. dapat menghasilkan hasil yang memuaskan menjadi penyebab utama penduduk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan dan sumber penghasilan yang dapat menghasilkan hasil yang memuaskan menjadi penyebab utama penduduk Indonesia mencari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Valas (Valuta Asing) atau yang lebih dikenal dengan Forex (Foreign

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Valas (Valuta Asing) atau yang lebih dikenal dengan Forex (Foreign BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Valas (Valuta Asing) atau yang lebih dikenal dengan Forex (Foreign Exchange) atau FX ataupun Spot FX adalah salah satu bentuk pasar keuangan yang terbesar di dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi saat ini telah menjadi kegiatan penting di dalam kehidupan masyarakat. Instrumen investasi juga telah beragam jenisnya misalnya properti, deposito,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan

BAB I PENDAHULUAN. negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan yang penting terhadap perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam melakukan perdagangan saham, diperlukan analisis untuk memprediksi

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam melakukan perdagangan saham, diperlukan analisis untuk memprediksi BAB II LANDASAN TEORI II.1 Analisis Saham Dalam melakukan perdagangan saham, diperlukan analisis untuk memprediksi pergerakan harga saham, sehingga dapat memaksimalkan keuntungan dan menghindari kerugian.

Lebih terperinci

KUMPULAN TRADING STRATEGY

KUMPULAN TRADING STRATEGY KUMPULAN TRADING STRATEGY 1. TEKNIK ROLE REVERSAL 2. KOMBINASI INDIKATOR (Bolinger Band, MA, Stochastic Oscilator) 3. KOMBINASI EXPONENTIAL MOVING AVARAGE (EMA) EMA (5, 15, dan 60) 4. KOMBINASI EMA 5,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. instrument pasar uang adalah jangka pendek, mudah diperjual belikan serta likuid.

BAB II LANDASAN TEORI. instrument pasar uang adalah jangka pendek, mudah diperjual belikan serta likuid. BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pasar Finansial Pasar finansial disegmentasikan ke pasar uang dan pasar modal. Karakteristik instrument pasar uang adalah jangka pendek, mudah diperjual belikan serta likuid.

Lebih terperinci

BAB V PENGUJIAN. Perancangan kasus uji yang akan dilakukan meliputi pengujian terhadap dua hal, yaitu:

BAB V PENGUJIAN. Perancangan kasus uji yang akan dilakukan meliputi pengujian terhadap dua hal, yaitu: BAB V PENGUJIAN Bagian ini membahas tentang pengujian yang dilakukan terhadap perangkat lunak UltimateStock yang telah diimplementasikan. Kemudian hasil pengujian tersebut akan dianalisis untuk mengetahui

Lebih terperinci

GLOBAL OUTLOOK 4 SEPTEMBER 2017

GLOBAL OUTLOOK 4 SEPTEMBER 2017 GLOBAL OUTLOOK 4 SEPTEMBER 2017 Konsolidasi Pasar setelah Mencapai Level Tertinggi Menunggu Konfirmasi Uptrend atau Perubahan Trend Pasar PERTUMBUHAN EKONOMI MOTOR PASAR SAHAM GLOBAL Inflasi negara Amerika

Lebih terperinci

How to Become a Swing Trader?

How to Become a Swing Trader? How to Become a Swing Trader? www.1jamprofit.com ILUSTRASI Dibalik Layar ini ada 1 lembar kartu REMI ADVANCE TRAINING Type Pemain Pasar Modal INVESTOR..., beli saat punya uang dan jual saat butuh uang.

Lebih terperinci

ANALISIS TEKNIKAL UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM PT. ASIA PACIFIC FIBERS, TBK PADA BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS TEKNIKAL UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM PT. ASIA PACIFIC FIBERS, TBK PADA BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS TEKNIKAL UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM PT. ASIA PACIFIC FIBERS, TBK PADA BURSA EFEK INDONESIA Liliana Halim 24210024 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma 2010 Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Analisis yang dilakukan meliputi analisis metode Money Flow Index(MFI), deskripsi umum perangkat lunak, analisis kebutuhan perangkat lunak, analisis kebutuhan data, pengguna

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI Software Engineering (Rekayasa Piranti Lunak) Menurut Fritz Bauer (Pressman, 2001, p19), rekayasa piranti lunak adalah

BAB 2 LANDASAN TEORI Software Engineering (Rekayasa Piranti Lunak) Menurut Fritz Bauer (Pressman, 2001, p19), rekayasa piranti lunak adalah 6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Software Engineering (Rekayasa Piranti Lunak) Menurut Fritz Bauer (Pressman, 2001, p19), rekayasa piranti lunak adalah penetapan dan pemakaian prinsip-prinsip rekayasa dengan

Lebih terperinci

The Technical View PREMIUM NEWSLETTER. 12 Maret 2012

The Technical View PREMIUM NEWSLETTER. 12 Maret 2012 PREMIUM NEWSLETTER The Technical View 12 Maret 2012 This Edition (12/3), In A Glance IHSG Hold; Trailing stop @3950; Buystop above 4040. BBRI Sell; Switch to BMRI and BBCA. BMRI Buy @6500 6600; Target

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam melakukan investasi pada saham, seorang investor atau trader

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam melakukan investasi pada saham, seorang investor atau trader BAB II LANDASAN TEORI II.I Analisis Saham Dalam melakukan investasi pada saham, seorang investor atau trader harus memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam menganalisis saham. Dengan kemampuan dan pengetahuan

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN. III.1.1 Sejarah Perdagangan Loco-London Gold (XAUUSD). perdagangan dan penyelesaian emas dan perak internasional di London.

BAB III DESAIN PENELITIAN. III.1.1 Sejarah Perdagangan Loco-London Gold (XAUUSD). perdagangan dan penyelesaian emas dan perak internasional di London. BAB III DESAIN PENELITIAN III.1 Objek Penelitian. III.1.1 Sejarah Perdagangan Loco-London Gold (XAUUSD). Di dalam pasar komoditas istilah loco berarti di. Berasal dari bahasa latin locus yang berarti tempat.

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. tergabung dalam Indeks LQ-45 atas publikasi rekomendasi buy dan sell yang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. tergabung dalam Indeks LQ-45 atas publikasi rekomendasi buy dan sell yang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai reaksi saham emiten yang tergabung dalam Indeks LQ-45 atas publikasi rekomendasi buy dan sell yang dipublikasikan melalui

Lebih terperinci

ANALISIS TEKNIKAL GUNA MENENTUKAN SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI DALAM TRADING

ANALISIS TEKNIKAL GUNA MENENTUKAN SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI DALAM TRADING ARTIKEL ANALISIS TEKNIKAL GUNA MENENTUKAN SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI DALAM TRADING SAHAM (Studi Kasus pada Perusahaan Sub Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-)

Lebih terperinci

mengambil keputusan kapan beli atau kapan jual saham.

mengambil keputusan kapan beli atau kapan jual saham. 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Untuk mengambil keputusan investasi beli atau jual saham, ada dua metode analisis yang dapat digunakan para trader dalam pengambilan keputusan. metode analisis

Lebih terperinci

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis

Lebih terperinci

SERI EDUKASI BEGINNER PART 2

SERI EDUKASI BEGINNER PART 2 SERI EDUKASI BEGINNER PART 2 Website : www.pans.co.id Online trading : www.post.co.id Customer care : 021-2977 3655 CONTENT A. Online Trading dan Transkasi Regular... 3 B. Trader VS Investor... 5 C. Membaca

Lebih terperinci