PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Transkripsi

1 PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-15 Kupang yang bersidang di Kupang dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa : Nama lengkap : FP Pangkat / NRP : KLS POM / Jabatan : Anggota Hartib Kesatuan : Pomal Lantamal VII Kupang Tempat tanggal lahir : Padang, 18 Nopember 1985 Jenis kelamin : Laki-laki. Kewarganegaraan : Indonesia. Agama : Islam Tempat tinggal : Mess Cobra TNI-AL Jl.Yos Sudarso No.05 Osmok Kota Kupang. Terdakwa ditahan oleh : - Danpomal Lantamal VII selaku Ankum selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 5 Juni 2011 sampai dengan tanggal 24 Juni 2011 di Bintuntibmil Pomal Lantamal VII berdasarkan Keputusan Penahanan Sementara Danpomal Lantamal VII selaku Ankum Nomor Kep/01/VI/2011 tanggal 15 Juni 2011 dan selanjutnya dibebaskan dari tahanan sejak tanggal 24 Juni 2011 berdasarkan Surat Keputusan Pembebasan dari Tahanan Nomor Kep/02/VI/2011 tanggal 24 Juni 2011 dari Danpomal Lantamal VII selaku Ankum. Pengadilan Militer III - 15 Kupang tersebut diatas. Membaca : Berita Acara Pemeriksaan dalam perkara ini. Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danlantamal VII selaku Papera Nomor : Skep/ 28 /VIII/2011 Tanggal 25 Agustus Surat Dakwaan Oditur Militer pada Oditurat Militer III-15 Kupang Nomor : DAK/ 35 / IX /2011 tanggal 15 September Surat tanda terima panggilan untuk menghadap sidang atas nama Terdakwa dan para Saksi. 4 Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini. Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : DAK/ 35 /IX/2011 tanggal 15 September 2011 didepan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini. 2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa dipersidangan serta keterangan-keterangan para Saksi dibawah sumpah. Memperhatikan : 1. Tuntutan Pidana (Requisitoir) Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim, yang pada pokoknya Oditur Militer menyatakan bahwa : /a. Terdakwa

2 - 2 - a. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana : Dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan, Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal : 281 ke-1 KUHP. b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi : Pidana : Penjara selama 10 ( sepuluh ) bulan. Dikurangi selama Terdakwa menjalani penahanan sementara. c. Memohon pula agar barang bukti berupa : Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy KTAatas nama KLS Pom F P NRP (satu) lembara visum Et Repertum Nomor : R/008/VI/2011 tanggal 1 Juni Tetap dilekatkan dalam berkas perkara. d. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,- (lima ribu rupiah). 2. Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia mengakui kesalahannya dan sangat menyesal berjanji tidak akan berbuat lagi dan oleh karena itu memohon supaya dijatuhi pidana seringanringannya dengan alasan Terdakwa telah malu dengan diri sendiri satuan dan lingkungan serta Terdakwa berusaha untuk bertanggungjawab dan untuk mencari Saksi-1 beserta anaknya. Menimbang : Bahwa Terdakwa berdasarkan Surat Dakwaan tersebut di atas, Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut : Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan ditempat-tempat tersebut dibawah ini, yaitu pada hari Jumat tanggal dua puluh Sembilan bulan Oktober tahun 2000 sepuluh sekira pukul WITA, atau setidaktidaknya pada bulan Oktober tahun 2000 sepuluh bertempat dipinggir pantai depan Hotel Maliana Jl Siliwangi Kota Kupang, atau ditempat lain yang termasuk wilayah hukum Pengadilan Militer III-15 Kupang telah melakukan tindak pidana : Barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AL pada tahun 2006 melalui Dik Catam PK. XXVI Gelombang II TNI AL di Kobangdiklat, setelah tamat dilantik dengan pangkat Kelasi Dua pada tahun 2007 kemudian ditugaskan di Pomal Lantamal VII Kupang sampai sekarang masih berdinas aktif dengan pangkat Kelasi Satu Pom NRP Bahwa Terdakwa kenal dengan Sdri Nur Zeida (Saksi I ) pada tanggal 24 Oktober 2010 lewat telepon kemudian pada /tanggal

3 - 3 - tanggal 28 Oktober 2010 Terdakwa datang ke tempat kos Saksi-I di Jl.Timor Raya Oesapa Kota Kupang sebagai teman tapi tidak ada hubungan keluarga/ famili. 3. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Oktober 2010 sekira pukul WITA Terdakwa menjemput Saksi-I di tempat kos di Jl. Timor Raya Oesapa Kota Kupang untuk diajak jalan jalan, kemudian dengan berboncengan sepeda motor pergi ke pinggir pantai di depan Hotel Maliana Jl.Siliwangi daerah Tode Kiser Kota Kupang kemudian duduk ngobrol-ngobrol seperti anak muda layaknya berpacaran yaitu saling berpelukan dan saling berciuman sambil Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I dan Saksi-I juga meremas-remas penis Terdakwa sehingga sama-sama merasa nikmat dan setelah itu pukul WITA Saksi-I diantar pulang ke tempat kos di daerah Oesapa Kupang. 4. Bahwa Terdakwa dan Saksi-I sudah berulang kali duduk di pantai depan Hotel Maliana Jl.Siliwangi daerah Tode Kiser Kota Kupang tersebut serta saling berpelukan dan saling berciuman sambil Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I dan Saksi-I juga meremas-remas penis Terdakwa sehingga terangsang dan dari vagina Saksi-I keluar cairan, selain itu Saksi-I pernah disuruh mengulum penis Terdakwa hingga keluar sperma Terdakwa dalam mulut Saksi-I dan sama-sama merasa puas, setelah itu Saksi-I di antar pulang ke tempat kosnya di daerah Oesapa Kota Kupang. 5. Bahwa tempat yang digunakan Terdakwa dan Saksi-I duduk berpelukan, berciuman serta meremas-reman payudara Saksi-I dan Saksi-I mengulum penis Terdakwa di pantai depan Hotel Maliana Jl.Siliwangi Kel.Tode Kisar Kota Kupang adalah tempat terbuka umum yang biasanya ramai dikunjungi orang baik pada siang hari maupun pada malam hari sehingga perbuatan Terdakwa tersebut bisa dilihat orang walau pada malam hari. 6. Bahwa pada hari Minggu tanggal 7 Nopember 2010 Terdakwa mengirim SMS mengajak Saksi-I menginap di Hotel kemudian Terdakwa menjemput Saksi-I di tempat kos di Jl.Timor Raya Oesapa Kota Kupang lalu menuju Hotel Salunga di Kel. Bonipoi Kota Kupang, setelah tiba di Hotel Terdakwa mengambil kunci kamar di receptionis selanjutnya Terdakwa dan Saksi-I masuk kedalam kamar lalu pintu dikunci dari dalam setelah itu Terdakwa dan Saksi-I membuka pakaian masing-masing lalu tidur berpelukan di atas tempat tidur sambil berkecupan bibir dan Terdakwa meraba-raba payudara Saksi-I dan Saksi-I mengulum penis Terdakwa sehingga terangsang dan dari vagina Saksi-I keluar cairan selanjutnya Saksi-I tidur terlentang di atas tempat tidur lalu Terdakwa memasukkan penisnya yang sudah tegang kedalam lubang vagina Saksi-I sambil menggoyanggoyangkan pinggulnya turun naik hingga keluar sperma Terdakwa, dan sebagian sperma Terdakwa masuk didalam vagina Saksi-I dan sebagian di tumpahkan di atas perut Saksi-I setelah itu Saksi-I dan Terdakwa tidur sambil bercumbu kemudian setelah tenaga pulih Terdakwa dan Saksi-I kembali melakukan persetubuhan lagi sebanyak 3(tiga) kali selanjutnya sekira pukul WITA Terdakwa mengantar Saksi-I kembali ke tempat kos di daerah Oesapa Kupang. 7. Bahwa Terdakwa dan Saksi-I menginap di Hotel Salunga Kel. Bonipoi Kota Kupang sebanyak 7 (tujuh) kali yaitu pada bulan Nopember 2010 sebanyak 3 (tiga) kali, pada bulan Desember 2010 sebanyak 1 (satu) kali, pada bulan Januari 2011 sebanyak- /2 (dua)

4 - 4-2 (dua) kali dan pada bulan Pebruari 2011 sebanyak 1 (satu) kali dan telah melakukan persetubuhan sebanyak 17 (tujuh belas) kali yang semuanya dilakukan di Hotel tersebut dan setiap melakukan persetubuhan kadang-kadang sperma Terdakwa ditumpahkan di dalam lubang vagina Saksi-I dan kadang-kadang ditumpahkan di atas perut Saksi-I, dan persetubuhan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa ada paksaan sehingga sama-sama merasa nikmat dan puas. 8. Bahwa Saksi-I mengetahui dirinya sudah hamil pada awal bulan Januari 2011 karena ada perubahan pada diri Saksi-I yaitu urat-urat menonjol di sekitar dada dan payudara dan Saksi-I tidak mengalami haid sejak bulan Nopember 2010 kemudian diberitahukan kepada Terdakwa lalu Saksi-I disuruh membeli alat tes kehamilan dan setelah digunakan alat tes kehamilan ternyata Saksi-I positif hamil sehingga Saksi-I minta agar Terdakwa bertanggung jawab atas kehamilannya dan mau merawat bila nanti bayinya lahir. 9. Bahwa Terdakwa tidak pernah memaksa untuk melakukan persetubuhan dengan Saksi-I dan tidak pernah berjanji untuk menikahi Saksi-I, selain itu Terdakwa juga tidak mengakui kehamilan Saksi-I akibat perbuatannya karena setiap melakukan persetubuhan Terdakwa mengakui spermanya tidak pernah ditumpahkan ke dalam vagina Saksi-I tetapi selalu ditumpahkan di atas perut dan pantat Saksi-I, dan pada saat melakukan persetubuhan Saksi-I sudah tidak perawan karena sebelumnya pada tahun 2010 di Sumba Timur pada saat duduk di Kls 1 SMK Saksi-I sudah pernah melakukan persetubuhan dengan orang lain sehingga Saksi-I pindah Sekolah di SMU N 4 Kupang. Berpendapat : Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah cukup memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam Pasal 281 ke-1 KUHP. Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut, Terdakwa menerangkan bahwa ia benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya. Menimbang : Bahwa atas Dakwaan tersebut, Terdakwa mengakui telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya dan membenarkan semua Dakwaan yang didakwakan kepadanya. Menimbang : Bahwa didalam persidangan Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat hukumnya melainkan dihadapinya sendiri. Menimbang : Bahwa para Saksi telah dipanggil oleh Oditur Militer secara sah menurut Undang-undang namun para Saksi tidak hadir dipersidangan karena tempat tinggalnya jauh maka atas persetujuan Terdakwa dan Oditur Militer keterangan para Saksi yang tidak hadir dibacakan dari BAP penyidik yang telah diberikan dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : Saksi-I : Nama lengkap : Nur Zeida Pekerjaan : Pelajar SMUN 4 Kupang Tempat tanggal lahir : Waingapu, 20 Januari 1995 /Jenis kelamin..

5 - 5 - Jenis kelamin Kewarganegaraan Agama Tempat tinggal : Perempuan : Indonesia : Islam : Jl.Adam Malik Rt 12 Rw IV Kambajawa, Waingapu-Sumba Timur. Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira tanggal 24 Oktober 2010 melalui telpon namun Saksi tidak mempunyai hubungan keluarga dengan Terdakwa. 2. Bahwa pada tanggal 28 Oktober 2010 Terdakwa pertama kali datang ketempat kos Saksi di Jl.Timor Raya Oesapa. 3. Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Oktober 2010 sekira pukul Wita Terdakwa menjemput Saksi di tempat kos di Jl. Timor Raya lalu berboncengan dengan sepeda motor pergi ke pantai di depan Hotel Maliana Jl.Siliwangi daerah Tode Kiser Kupang kemudian duduk ngobrol-ngobrol seperti anak muda layaknya berpacaran yaitu saling berpelukan dan saling berciuman sambil meremas-remas payudara Saksi dan Saksi juga meremas-remas penis Terdakwa sehingga sama sama merasa nikmat dan sekira pukul Wita Saksi di antar pulang ketempat kos di daerah Oesapa Kupang. 4. Bahwa perbuatan tersebut sudah berulang-ulang kali Saksi lakukan dengan Terdakwa di pantai depan Hotel Maliana Jl.Siliwangi daerah Tode Kiser Kupang serta saling berpelukan dan saling berciuman sambil meremas-remas payudara Saksi dan Saksi juga meremas-remas penis Terdakwa sehingga terangsang dan dari vagina Saksi keluar cairan, selain itu Saksi pernah disuruh mengulum penis Terdakwa sehingga keluar sperma ke dalam mulut Saksi dan samasama merasa puas setelah itu Saksi di antar pulang ke tempat kos. 5. Bahwa tempat Saksi dan Terdakwa gunakan untuk duduk berpelukan, berciuman serta meremas-remas payudara Saksi dan Saksi mengulum penis Terdakwa di pantai didepan Hotel Maliana Jl.Siliwangi Kel.Tode Kisar Kota Kupang adalah tempat terbuka dan umum yang ramai dikunjungi orang baik pada siang hari maupun pada malam hari sehingga bisa dilihat orang walau pada malam hari. 6. Bahwa pada hari Minggu tanggal 7 Nopember 2010 Terdakwa mengirim SMS untuk mengajak Saksi menginap di Hotel lalu Terdakwa menjemput Saksi di tempat kos di Jl.Timor Raya Oesapa Kupang dan pergi menuju ke Hotel Salunga Kel.Bonipoi Kota Kupang setelah tiba di Hotel Terdakwa mengambil kunci kamar di receptionis selanjutnya kami masuk kedalam kamar dan pintu dikunci dari dalam setelah itu kami saling membuka pakaian masing-masing dan tidur berpelukan diatas tempat tidur sambil berkecupan bibir dan Terdakwa meraba-raba payudara Saksi dan Saksi juga mengulum penis Terdakwa sehingga saling terangsang dan dari vagina Saksi keluar cairan dan Saksi langsung tidur terlentang diatas tempat tidur lalu Terdakwa memasukkan penisnya yang sudah tegang kedalam lubang vagina Saksi sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya turun naik sehingga keluar sperma Terdakwa dan sebagian sperma Terdakwa masuk didalam vagina Saksi dan sebagian ditumpahkan diatas perut Saksi setelah itu kami tidur sambil bercumbu kemudian setelah tenaga pulih Terdakwa dan Saksi kembali melakukan persetubuhan /lagi.

6 - 6 - lagi sebanyak 3 (tiga) kali selanjutnya sekira pukul Wita Terdakwa mengantar Saksi I kembali ke tempat kos di daerah Oesapa Kupang. 7. Bahwa kami menginap di Hotel Salunga Kel. Bonipoi Kota Kupang sebanyak 7 (tujuh) kali yaitu pada bulan Nopember 2010 sebanyak 3 (tiga) kali, pada bulan Desember 2010 sebanyak 1 (satu) kali, pada bulan Januari 2011 sebanyak 2 (dua) kali dan pada bulan Pebruari 2011 sebanyak 1 (satu) kali dan telah melakukan persetubuhan sebanyak 17 (tujuh belas) kali yang semuanya dilakukan di Hotel tersebut dan setiap melakukan persetubuhan kadang-kadang sperma Terdakwa dutumpahkan didalam lubang vagina Saksi dan kadang-kadang juga ditumpahkan diatas perut Saksi dan persetubuhan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa ada paksaan sehingga sama-sama merasa puas. 8. Bahwa pada bulan Januari 2011 Saksi mengetahui dirinya sudah hamil karena ada perubahan pada diri Saksi yaitu urat-urat menonjol di sekitar dada dan payudara dan Saksi tidak mengalami haid sejak bulan Nopember 2010 kemudian diberitahukan kepada Terdakwa lalu Saksi disuruh membeli alat tes kehamilan dan setelah digunakan alat tes kehamilan ternyata Saksi positif hamil. 9. Bahwa saat Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Saksi, keadaan Saksi sudah tidak perawan karena sebelumnya Saksi sudah pernah sekali melakukan persetubuhan dengan orang lain namun sejak kenal dengan Terdakwa pada bulan Oktober 2010 Saksi tidak pernah melakukan persetubuhan dengan orang lain, dan selama melakukan persetubuhan dengan Terdakwa, Saksi dan Terdakwa selalu merasa puas karena Saksi mencintai Terdakwa dan Saksi minta Terdakwa bertanggung jawab atas kehamilannya dan mau merawat bila nanti bayinya lahir. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya. Saksi II : Nama lengkap : Muma Panengke Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tempat tanggal lahir : Jakarta, 15 Mei 1964 Jenis kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Tempat tinggal : Jl.Adam Malik Rt.12 Rw.IV Kambajawa, Waingapu Sumba Timur. Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira bulan April 2011 namun Saksi tidak mempunyai hubungan keluarga dengan Terdakwa. 2. Bahwa pada bulan April 2011 Saksi diberitahu lewat telepon oleh saudara Saksi bahwa anak Saksi atas nama Sdri. Nur Zaida (Saksi I) hamil dan yang menghamilinya adalah Terdakwa. 3. Bahwa pada akhir bulan Desember 2010 Saksi-I pulang ke Sumba memberitahukan kepada Saksi bahwa Saksi I /sedang..

7 - 7 - sedang menjalin hubungan pacaran dengan Terdakwa yaitu Kls Fajar Perdana lalu pada bulan April 2011 Saksi diberitahu adik Saksi atas nama Sdri Safira Panengke bahwa Saksi- I sudah hamil dan perutnya sudah membesar dan Saksi juga mendengar pengakuan dari Saksi-I kalau Saksi-I telah hamil yang dilakukan Terdakwa telah melakukan persetubuhan layaknya suami isteri. 4. Bahwa Saksi mengetahui Saksi-I sudah tidak perawan saat melakukan persetubuhan layaknya hubungan suami isteri dengan Terdakwa karena pada tahun 2010 saat Saksi-I berusia 14 (empat belas) tahun dan duduk di Kls. 1 SMK di Waingapu telah dinodai Umbu Zein Asegaf umur 30 (tiga puluh) tahun sehingga Saksi-I dipindahkan di Kls 1 SMUN 4 Kupang dan Saksi-I tinggal kos sendiri di daerah Oesapa Kupang dibawah pengawasan sepupunya An.Ahmad Haris Suseno anggota Polri di Polda NTT, sedangkan Saksi tinggal di Waingapu -Sumba Timur. 5. Bahwa Saksi-I sudah tidak melanjutkan lagi pendidikannya di SMUN 4 Kupang, dan sekarang Saksi-I tinggal bersama neneknya di Bekasi karena menghindar dari rasa malu dengan tetangga kos dan teman-teman sekolahnya. 6. Bahwa Saksi selaku orang tua Saksi-I meminta agar Terdakwa bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah menghamili Saksi-I. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya. Saksi III : Nama lengkap : Martina D.J Pekerjaan : Pelajar Tempat tanggal lahir : Dili (Tim Tim), 8 Juni 1993 Jenis kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Kristen Katholik Tempat tinggal : Komplek TNI AL Jl.Yos Sudarso No 05 Osmok Kota Kupan. Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi-III kenal dengan Terdakwa karena sama-sama tinggal di komplek TNI AL Jl.Yos Sudarso No 05 Osmok Kota Kupang namun tidak ada hubungan famili. 2. Bahwa pada bulan Juni 2010 Saksi juga kenal dengan Saksi-I di Sekolah dalam hubungan sebagai teman sekolah di SMUN 4 Kupang dan mengetahui Saksi-I tinggal kos sendirian di Jl Timor Raya Oesapa Kupang dan tidak ada hubungan keluarga/famili. 3. Bahwa pada tahun 2010 Terdakwa pernah meminta kepada Saksi untuk diperkenalkan dengan Saksi-I dan Saksi langsung memberikan nomor HP Saksi-I kepada Terdakwa lalu Saksi tidak mengetahui hubungan Terdakwa dan Saksi-I selanjutnya. 4. Bahwa pada tahun 2010 Saksi pernah melihat Terdakwa berboncengan sepeda motor dengan Saksi-I di daerah Osmok Kota Kupang lalu sekira bulan April 2011 di SMUN 4 Kupang /Saksi..

8 - 8 - Saksi-I menceritakan kepada Saksi kalau dirinya sudah hamil akibat perbuatan Terdakwa dan sejak bulan Mei 2011 Saksi-I sudah tidak masuk sekolah lagi selanjutnya sekira awal bulan Juni 2011 Saksi melihat Saksi-I dalam keadaan perut membesar sedang diperiksa di kantor Pomal Lantamal VII Kupang. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya. Menimbang : Bahwa didalam persidangan Terdakwa menerangkan sebagai berikut: 1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI-AL pada tahun 2006 melalui Dik Catam PK.XXVI Gelombang-II TNI-AL di Kobangdiklat Surabaya, setelah lulus dilantik dengan pangkat Kelasi Dua pada tahun 2007, kemudian ditugaskan di Pomal Lantamal VII Kupang sampai sekarang masih berdinas aktif dengan pangkat Kelasi Satu NRP Bahwa pada saat ini Terdakwa telah menikah dengan Sdri Nike widasetya pada bulan April Bahwa pada bulan Oktober 2010 Terdakwa berkenalan dengan Saksi-I Nur Zeida dan Terdakwa mengetahui Saksi-I tinggal di tempat kos di Jl.Timor Raya Oesapa Kota Kupang dan berstatus pelajar di SMUN 4 Kupang. 4. Bahwa pada bulan Oktober 2010 sekira pukul Wita Terdakwa menjemput Saksi-I ditempat kos Saksi-1 untuk jalan-jalan dengan berboncengan sepeda motor ke pantai di depan Hotel Maliana didaerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kota Kupang. 5. Bahwa di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kota Kupang Terdakwa dan Saksi-1 Nur Zeida duduk berangkulan, sambil berciuman lalu Terdakwa membuka resliting celana dan kemaluan Terdakwa diremas-remas Saksi-I sedangkan Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I sehingga menjadi terangsang, lalu Terdakwa menyuruh Saksi-I mengulum kemaluan Terdakwa sehingga keluar sperma ke dalam mulut Saksi-I selanjutnya sekira pukul Wita Terdakwa mengantar Saksi-I pulang ke tempat kosnya di Jl.Timor Raya Oesapa Kota Kupang. 6. Bahwa Terdakwa dan Saksi-1 Nur Zeida sudah berulang kali melakukan perbuatan tersebut yang dilakukan di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kota Kupang. 7. Bahwa Terdakwa mengetahui tempat yang digunakan untuk duduk berpelukan sambil berkecupan bibir serta Terdakwa meremasremas payudara Saksi-I Nur Zeida dan Saksi-I mengulum-ulum penis Terdakwa di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kisar Kota Kupang adalah tempat terbuka untuk umum dan biasanya ramai dikunjungi orang walaupun pada malam hari sehingga perbuatan tersebut bisa dilihat orang. 8. Bahwa pada akhir bulan November 2010 Terdakwa mengajak Saksi-1 Nur Zeida ke Hotel Salunga di Kel.Bonipoi Kupang setelah membayar sewa kamar Rp (seratus lima puluh ribu rupiah) Terdakwa bersama Saksi-I masuk kedalam kamar Hotel, - /lalu

9 - 9 - lalu melakukan ciuman setelah sama terangsang Terdakwa membuka pakaian hingga telanjang bulat sedangkan Saksi-I hanya membuka celana panjang dan celana dalamnya kemudian melakukan persetubuhan sebagaimana layaknya suami istri. 9. Bahwa pada bulan Januari 2011 Terdakwa diberitahu oleh Saksi-1 Nur Zeida bahwa ia telah hamil dan Terdakwa sempat mengecek ternyata Saksi-1 memang hamil. 10. Bahwa Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Saksi-1 Nur Zeida karena Terdakwa tidak dapat mengendalikan nafsu birahinya. 11. Bahwa Terdakwa berusaha akan bertanggung jawab terhadap anak Saksi-1 dan berjanji akan mencari Saksi-1. Menimbang : Bahwa barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer dalam persidangan berupa : Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy KTA atas nama Kls Pom Fajar Perdana NRP (satu) lembar visum Et Repertum Nomor : R/008/VI/2011 tanggl 1 Juni Menimbang : Bahwa barang bukti berupa surat-surat yaitu 1 (satu) lembar foto copy KTA atas nama Kls Pom F P NRP dan 1 (satu) lembar visum Et Repertum Nomor : R/008/VI/2011 tanggl 1 Juni 2011, telah diperlihatkan kepada Terdakwa serta telah diterangkan sebagai barang bukti dalam perkara ini, yang dibenarkan oleh Terdakwa bahwa memang Saksi-1 Nur Zeida telah hamil, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain maka oleh karenanya dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan-perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa. Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan-keterangan Terdakwa dan para Saksi dibawah sumpah, serta barang bukti dan setelah menghubungkan yang satu dengan yang lainnya maka diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut : 1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI-AL pada tahun 2006 melalui Dik Catam PK.XXVI Gelombang-II TNI-AL di Kobangdiklat Surabaya, setelah lulus dilantik dengan pangkat Kelasi Dua pada tahun 2007, kemudian ditugaskan di Pomal Lantamal VII Kupang sampai sekarang masih berdinas aktif dengan pangkat Kelasi Satu NRP Bahwa benar pada saat ini Terdakwa telah menikah dengan Sdri Nike widasetya pada bulan April Bahwa benar pada bulan Oktober 2010 Terdakwa berkenalan dengan Saksi-I Nur Zeida yang berstatus sebagai pelajar di SMUN 4 Kupang dan Terdakwa mengetahui Saksi-I tinggal di tempat kos di Jl.Timor Raya Oesapa Kupang. 4. Bahwa benar dari perkenalan tersebut Terdakwa menjalin hubungan pacaran dengan Saksi-1 Nur Zeida. /5. Bahwa..

10 Bahwa benar pada tanggal 29 Oktober 2010 sekira pukul Wita Terdakwa menjemput Saksi-I ditempat kos Saksi-1 untuk jalan-jalan dengan berboncengan sepeda motor ke pantai di depan Hotel Maliana didaerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang. 6. Bahwa benar di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang Terdakwa dan Saksi-1 Nur Zeida duduk berangkulan, sambil berciuman lalu Terdakwa membuka resliting celana kemudian kemaluan Terdakwa diremas-remas Saksi-I sedangkan Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I sehingga menjadi terangsang, lalu Terdakwa menyuruh Saksi-I mengulum kemaluan Terdakwa sehingga keluar sperma di dalam mulut Saksi-I selanjutnya sekira pukul Wita Terdakwa mengantar Saksi-I pulang ke tempat kosnya di Jl.Timor Raya Oesapa Kupang. 7. Bahwa benar Terdakwa dan Saksi-1 Nur Zeida sudah berulang kali melakukan perbuatan tersebut diatas yang dilakukan di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang. 8. Bahwa benar Terdakwa mengetahui tempat yang digunakan untuk duduk berpelukan sambil berkecupan bibir serta Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I Nur Zeida dan Saksi-I mengulumulum kemaluan Terdakwa di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kisar Kupang adalah tempat terbuka untuk umum dan biasanya ramai dikunjungi orang walaupun pada malam hari sehingga perbuatan tersebut bisa dilihat orang. 9. Bahwa benar pada akhir bulan November 2010 Terdakwa mengajak Saksi-1 Nur Zeida ke Hotel Salunga di Kel.Bonipoi Kupang setelah membayar sewa kamar Rp (seratus lima puluh ribu rupiah) Terdakwa bersama Saksi-I masuk kedalam kamar Hotel, lalu melakukan ciuman setelah sama terangsang Terdakwa membuka pakaian hingga telanjang bulat sedangkan Saksi-I hanya membuka celana panjang dan celana dalamnya kemudian melakukan persetubuhan sebagaimana layaknya suami istri. 10. Bahwa benar pada bulan Januari 2011 Saksi-1 Nur Zeida mengalami kehamilan kemudian diberitahukan kepada Terdakwa lalu Saksi-1 disuruh membeli alat tes kehamilan dan setelah digunakan alat tes kehamilan ternyata Saksi -1 positif hamil, sehingga Saksi-I minta agar Terdakwa bertanggung jawab atas kehamilannya dan mau merawat bila nanti bayinya lahir. 11. Bahwa benar Terdakwa melakukan persetubuhan dengan Saksi-1 Nur Zeida karena Terdakwa tidak dapat mengendalikan nafsu birahinya. 12. Bahwa benar Terdakwa berusaha akan bertanggung jawab terhadap anak Saksi-1 dan berjanji akan mencari Saksi-1. Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : Bahwa Oditur Militer telah dapat membuktikan seluruh unsurunsur tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam tuntutannya. /Bahwa

11 Bahwa pada prinsipnya Majelis Hakim sependapat dengan Oditur Militer tentang terbuktinya unsur tindak pidana yang dituangkan oleh Oditur Militer dalam Tuntutannya, Bahwa mengenai berat ringannya pidana yang dijatuhkan, Majelis Hakim akan mempertimbangkan lebih lanjut dalam putusan di bawah ini. Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam dakwaan tunggal mengandung unsur-unsur sebagai berikut : Unsur ke-1 : Barang siapa Unsur ke-2 : Dengan sengaja dan terbuka Unsur ke-3 : melanggar kesusilaan Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan tersebut Majelis Hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : unsur ke 1 : Barang siapa Yang di maksud dengan Barang siapa adalah siapa saja yang sehat jasmani maupun rohaninya dan mampu bertanggung jawab terhadap tindak pidana yang yang dilakukannya serta tunduk terhadap peraturan atau perundang-undangan hukum pidana yang berlaku di Indonesia dan merupakan subjek hukum Indonesia. Subjek hukum tersebut meliputi semua orang sebagai warga negara Indonesia, termasuk yang berstatus prajurit TNI dalam hal subjek hukum adalah seorang prajurit TNI maka pada waktu melakukan tindak pidana harus masih dinas aktif belum di akhiri ikatan dinasnya. Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah keterangan para Terdakwa dan alat bukti lain yang diajukan ke Persidangan dapat diperoleh fakta-fakta sebagai berikut: 1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI-AL pada tahun 2006 melalui Dik Catam PK.XXVI Gelombang-II TNI-AL di Kobangdiklat Surabaya, setelah lulus dilantik dengan pangkat Kelasi Dua pada tahun 2007, kemudian ditugaskan di Pomal Lantamal VII Kupang sampai sekarang masih berdinas aktif dengan pangkat Kelasi Satu NRP Bahwa benar sebagai prajurit TNI Terdakwa adalah juga sebagai warga negara RI yang dengan sendirinya juga tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia termasuk diantaranya KUHP dan sekaligus Terdakwa yang merupakan subjek hukum di Indonesia. 3. Bahwa benar berdasarkan Skeppera dari Danlantamal VII Nomor : Kep / 28 / VIII / 2011 tanggal 25 Agustus 2011 yang diajukan sebagai Terdakwa dalam perkara ini adalah Kls Pom Fajar Perdana Nrp Kesatuan Lantamal VII Kupang dan Terdakwalah orangnya saat ini sehat jasmani maupun rohani dan terhadap dirinya mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur kesatu yaitu Barang siapa telah terpenuhi. Unsur ke- 2 : Dengan sengaja dan terbuka. /Bahwa.

12 Bahwa menurut memori penjelasan ( Mvt ) yang di maksud dengan sengaja adalah menghendaki atau menyadari terjadinya suatu perbuatan atau tindakan beserta dengan akibatnya. Dengan demikian berarti perbuatan Terdakwa dilakukan atas kesadaran sendiri tanpa ada paksaan atau tekanan dari siapapun dan terdakwa telah mengetahui akibat yang akan timbul dari perbuatannya tersebut. Bahwa yang dimaksud dengan Terbuka disini adalah tempat untuk melakukan perbuatan tersebut dilakukan ditempat umum atau disuatu tempat yang dapat dilihat orang misalnya: dipinggir jalan, lorong, gang, pasar maupun ditempat-tempat yang mudah dilihat orang dari tempat umum meskipun dilakukan ditempat yang bukan umum. Menimban : Bahwa berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah, keterangan Terdakwa serta alat bukti lain yang diajukan ke persidangan dapat diperoleh fakta-fakta sebagai berikut : 1. Bahwa benar pada bulan Oktober 2010 Terdakwa berkenalan dengan Saksi-I Nur Zeida yang berstatus sebagai pelajar di SMUN 4 Kupang dan Terdakwa mengetahui Saksi-I tinggal di tempat kos di Jl.Timor Raya Oesapa Kupang. 2. Bahwa benar dari perkenalan tersebut Terdakwa menjalin hubungan pacaran dengan Saksi-1 Nur Zeida. 3. Bahwa benar pada tanggal 29 Oktober 2010 sekira pukul Wita Terdakwa menjemput Saksi-I ditempat kos Saksi-1 untuk jalan-jalan dengan berboncengan sepeda motor ke pantai di depan Hotel Maliana didaerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang. 4. Bahwa benar di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang Terdakwa dan Saksi-1 Nur Zeida duduk berangkulan, sambil berciuman lalu Terdakwa membuka resliting celana kemudian kemaluan Terdakwa diremas-remas Saksi-I sedangkan Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I sehingga menjadi terangsang, lalu Terdakwa menyuruh Saksi-I mengulum kemaluan Terdakwa sehingga keluar sperma di dalam mulut Saksi-I selanjutnya sekira pukul Wita Terdakwa mengantar Saksi-I pulang ke tempat kosnya di Jl.Timor Raya Oesapa Kupang. 5. Bahwa benar Terdakwa dan Saksi-1 Nur Zeida sudah berulang kali melakukan perbuatan tersebut diatas yang dilakukan di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang. 6. Bahwa benar Terdakwa mengetahui tempat yang digunakan untuk duduk berpelukan sambil berkecupan bibir serta Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I Nur Zeida dan Saksi-I mengulumulum kemaluan Terdakwa di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kisar Kupang adalah tempat terbuka untuk umum dan biasanya ramai dikunjungi orang walaupun pada malam hari sehingga perbuatan tersebut bisa dilihat orang. 7. Bahwa benar Terdakwa memang menghendaki perbuatan nya yaitu melakukan berpelukan sambil berkecupan bibir serta Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I Nur Zeida dan Saksi-I mengulumulum kemaluan Terdakwa di karenakan Terdakwa telah terangsang,

13 dengan demikian perbuatan Terdakwa termasuk perbuatan yang disengaja yang dilakukan ditempat terbuka. Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur kedua yaitu Dengan sengaja dan terbuka telah terpenuhi. Unsur Ketiga : Melanggar kesusilaan Bahwa yang dimaksud dengan melanggar kesusilaan adalah perbuatan yang melanggar perasaan malu yang berhubungan dengan nafsu birahi orang lain. Berdasarkan keterangan Terdakwa yang diperkuat dengan keterangan saksi dan alat bukti lain diperoleh uraian fakta sebagai berikut : 1. Bahwa benar pada tanggal 29 Oktober 2010 sekira pukul Wita Terdakwa menjemput Saksi-I ditempat kos Saksi-1 untuk jalan-jalan dengan berboncengan sepeda motor ke pantai di depan Hotel Maliana didaerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang. 2. Bahwa benar di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang Terdakwa dan Saksi-1 Nur Zeida duduk berangkulan, sambil berciuman lalu Terdakwa membuka resliting celana kemudian kemaluan Terdakwa diremas-remas Saksi-I sedangkan Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I sehingga menjadi terangsang, lalu Terdakwa menyuruh Saksi-I mengulum kemaluan Terdakwa sehingga keluar sperma di dalam mulut Saksi-I selanjutnya sekira pukul Wita Terdakwa mengantar Saksi-I pulang ke tempat kosnya di Jl.Timor Raya Oesapa Kota Kupang. 3. Bahwa benar Terdakwa mengetahui tempat yang digunakan untuk duduk berpelukan sambil berkecupan bibir serta Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I Nur Zeida dan Saksi-I mengulumulum kemaluan Terdakwa di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kisar Kota Kupang adalah tempat terbuka untuk umum dan biasanya ramai dikunjungi orang walaupun pada malam hari sehingga perbuatan tersebut bisa dilihat orang. 4. Bahwa benar perbuatan Terdakwa yaitu berpelukan sambil berkecupan bibir serta Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I Nur Zeida dan Saksi-I mengulum-ulum kemaluan Terdakwa yang dilakukan di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang dimana tempat tersebut merupakan tempat umum dan siapa saja dapat datang kesitu dan apa bila ada orang lain yang melihat perbuatan Terdakwa tersebut tentunya akan menimbulkan perasaan malu bahkan dapat menimbulkan birahi bagi orang yang melihatnya. Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ketiga yaitu Melanggar kesusilaan telah terpenuhi. Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas yang merupakan pembuktian yang merupakan fakta-fakta hukum diperoleh di sidang, Majelis Hakim berpendapat terdapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana : / dengan

14 Dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan, Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut pasal : 281 ke-1 KUHP. Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa mampu bertanggung jawab atas perbuatannya dan dalam persidangan tidak ditemukan adanya alasan pembenar atau pemaaf maka Terdakwa harus dihukum. Menimbang : Bahwa sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Majelis Hakim ingin menilai sifat, hakekat dan akibat dari sifat dan perbuatan Terdakwa serta hal-hal lain yang mempengaruhi sebagai berikut : Bahwa perbuatan Terdakwa yang telah melakukan berpelukan sambil berkecupan bibir serta Terdakwa meremas-remas payudara Saksi-I Nur Zeida dan Saksi-I mengulum-ulum kemaluan Terdakwa yang dilakukan di pantai depan Hotel Maliana di daerah Tode Kiser Jl.Siliwangi Kupang dilatar belakangi oleh karena Terdakwa tidak dapat mengendalikan nafsu birahinya. Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut pada hekekatnya bertentangan dengan norma-norma Hukum serta norma-norma kesusilaan yang berlaku di masyarakat, terlebih lagi perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan kepada Saksi-1 yang masih berstatus pelajar. Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa Saksi-1 mengalami kehamilan bahkan Saksi-1 telah berhenti dan tidak dapat melanjutkan sekolahnya yang pada akhirnya masa depan Saksi-1 menjadi suram, dan Terdakwa sampai saat ini belum bertanggung jawab terhadap Saksi-1 malahan Terdakwa menikah dengan orang lain. Bahwa akibat lain dari perbuatan Terdakwa tersebut tentunya dapat pula mencermarkan nama baik kesatuan Terdakwa dalam hal ini Lantamal VII Kupang. Menimbang : Bahwa tujuan Majelis Hakim tidaklah semata-mata hanya memidana orang yang bersalah melakukan tindak pidana tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat insaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga Negara dan prajurit TNI yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila dan Sapta Marga. Oleh karena itu sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu terlebih dahulu memperhatikan halhal yang meringankan dan memberatkan pidananya yaitu : Hal-hal yang meringankan : - Terdakwa belum pernah dihukum. - Terdakwa mengaku terus terang sehingga memperlancar jalannya persidangan. Hal-hal yang memberatkan : - Bahwa akibat perbuatan Terdakwa tersebut, Saksi-1 (Nur Zeida) mengalami kehamilan sehingga Saksi-1 putus sekolah dan masa depannya menjadi suram.. - Bahwa perbuatan Terdakwa telah merusak dan mencemarkan citra TNI-AL dimata masyarakat. - Terdakwa sebagai anggota POMAL seharusnya menjadi contoh bagi Prajurit lainnya.

15 Perbuatan Terdakwa bertentangan dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 (Delapan) Wajib TNI. Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas, Majelis berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum pada diktum dibawah ini, adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa. Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana maka ia harus dibebani membayar biaya perkara. Menimbang : Bahwa selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan perlu dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menimbang : Bahwa barang-barang bukti dalam perkara ini berupa : Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy KTA atas nama Kls Pom Fajar Perdana NRP (satu) lembar visum Et Repertum Nomor :R/008/VI/2011 tanggl 1 Juni Menimbang : Bahwa barang bukti berupa surat-surat tersebut merupakan kelengkapan berkas perkara perlu ditentukan statusnya untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara. Mengingat : 1. Pasal 281 ke-1 KUHP. 2. Pasal 190 ayat (1), ayat (4) Undang-undang Nomor 31 tahun Ketentuan Perundang-undangan lain yang bersangkutan. MENGADILI 1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu : FAJAR PERDANA, Pangkat Kls Pom NRP , telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : Dengan senjaga dan terbuka melanggar kesusilaan 2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan : Pidana penjara : Selama 10 ( sepuluh ) bulan. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. 3. Menetapkan barang-barang bukti berupa : Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy KTA atas nama Kls Pom FP NRP (satu) lembar visum Et Repertum Nomoe.R/008/VI/2011 tanggl 1 Juni Tetap dilekatkan dalam berkas perkara. 4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 5000,- (lima ribu rupiah). Demikian diputuskan pada hari Rabu tanggal 26 Oktober 2011 di dalam Musyawarah Majelis Hakim oleh Letkol Chk Tatang Nafisit, S.H. NRP sebagai Hakim Ketua, serta Mayor Chk L.M. Hutabarat, S.H. NRP dan Kapten Chk Musthofa, SH.NRP , masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan Hakim anggota II, yang diucapkan pada hari dan tanggal tersebut diatas oleh Hakim Ketua dalam sidang

16 terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut diatas, Oditur Militer Mayor Laut (KH) I. Komang Suciawan, S.H. NRP. 1235/P Panitera Kapten CHK J.M.Siahaan, S.H., NRP serta di hadapan umum dan Terdakwa. Hakim Ketua Cap/ttd Tatang Nafisit, S.H. Letkol Chk NRP Hakim Anggota I ttd L.M. Hutabarat, S.H. Mayor Chk NRP Hakim Anggota II ttd Musthofa, SH. Kapten Chk NRP Panitera ttd J.M. Siahaan, S.H. Kapten Chk NRP Salinan sesuai dengan aslinya Panitera J.M. Siahaan, S.H. Kapten Chk NRP

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN MILITER II-10 Semarang yang bersidang

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Tentara Nasional Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 BALIKPAPAN P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA Disusun oleh: ADAM PRASTISTO JATI NPM : 07 05 09661

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N NOMOR 4/E, 2006 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa Kota Malang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER 1. Pendahuluan. HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER Oleh: Mayjen TNI Burhan Dahlan, S.H., M.H. Bahwa banyak yang menjadi materi perubahan dalam RUU Peradilan Militer yang akan datang,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Bengkulu Kelas I A yang mengadili perkara perdata pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:a. bahwa pertahanan negara

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

Wajib Lapor Tindak KDRT 1

Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Rita Serena Kolibonso. S.H., LL.M. Pengantar Dalam beberapa periode, pertanyaan tentang kewajiban lapor dugaan tindak pidana memang sering diangkat oleh kalangan profesi khususnya

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa Negara Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa.

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat bukti berupa keterangan saksi sangatlah lazim digunakan dalam penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KETENTUAN UMUM Pengertian PASAL 1 1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan jurusita ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193]

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] BAB VIII KETENTUAN PIDANA Pasal 32 (1) Barangsiapa melakukan perbuatan yang tercantum dalam Pasal 25 1, Pasal 26 2, Pasal

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Halaman...3 Halaman...33 Halaman...49 Halaman...59

DAFTAR ISI Halaman...3 Halaman...33 Halaman...49 Halaman...59 ii DAFTAR ISI Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan Eksploitasi Seksual Anak (ESA) 2009-2014. Halaman...3 Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-60815/PP/M.XVII A/19/2015. Tahun Pajak : 2013

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-60815/PP/M.XVII A/19/2015. Tahun Pajak : 2013 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-60815/PP/M.XVII A/19/2015 Jenis Pajak : Bea Masuk Tahun Pajak : 2013 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Keputusan

Lebih terperinci

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA A. Deskripsi Normatif Pengadilan Agama Surabaya Pengadilan Agama Surabaya dibentuk

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR :02 TAHUN 2012 TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 Oleh Drs. H. Jojo Suharjo ( Wakil Ketua Pengadilan Agama

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KOMISI INFORMASI Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN Nomor : Peng/ 04 /PM.II-09/ V /2014 Berdasarkan Pasal 143 jo Pasal 220 ayat (4) Undang-undang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kemajuan dan peningkatan pembangunan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TATA KERJA MAJELIS KODE ETIK PELAYAN PUBLIK DAN PENYELENGGARA PELAYANAN PUBLIK DI LINGKUNGAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm Page 1 of 14 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci