BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Kebijakan Sistem dan Prosedur atas Penjualan Kredit dan Piutang Usaha PT

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Kebijakan Sistem dan Prosedur atas Penjualan Kredit dan Piutang Usaha PT"

Transkripsi

1 92 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kebijakan Sistem dan Prosedur atas Penjualan Kredit dan Piutang Usaha PT Banjar Kencanasakti Sistem dan prosedur yang akan dijelaskan oleh penulis yaitu untuk menggambarkan kegiatan penjualan kredit dan piutang usaha yang dilakukan oleh PT Banjar Kencanasakti. Sistem dan prosedur ini bertujuan untuk mempertegas dan memperjelas tugas dan tanggung jawab utama setiap karyawan. Dengan demikian hasil dari pekerjaan setiap karyawan akan lebih maksimal. Perusahaan melakukan transaksi penjualan dengan memperlihatkan dokumendokumen yang berhubungan dengan penjualan kredit seperti purchase order (surat pemesanan barang), sales order, surat jalan, faktur penjualan dan faktur pajak. Dokumen-dokumen tersebut akan menjadi bukti bahwa perusahaan telah melakukan transaksi penjualan kredit pada customerserta memberikan batas limit kredit terhadap pembayaran barang yang dipesan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan. Kemudian perusahaan akan melakukan penagihan terhadap barang yang dipesan oleh customer sesuai dengan batas limit kredit yang telah disepakati dalam perjanjian jual beli. Salesmenerima purchase order dari pembeli secara langsung saat kunjungan ke toko atupun melalui komunikasi telepon (order by phone) kemudian memeriksa harga dan kuantitas barang, memeriksa apakah harga telah sesuai dengan daftar harga

2 93 yang berlaku atau sesuai dengan kesepakatan antara pembeli dan bagian sales, selanjutnya memeriksa kuantitas barang apakah barang yang di pesan oleh pembeli tersedia atau tidak. Apabila harga dan kuantitas telah sesuai maka sales akan membuat salesorder sebagai bukti penerimaan pesanandari pembeli lalu diserahkan ke admin marketing untuk di cek mengenai ketersediaan limit kredit dari pelanggan yang bersangkutan dan kemudian dimintakan otorisasi kepada sales supervisor atau manager marketing. Setelah itu dimintakan persetujuan kepada bagian piutang dan atau manager finance.setelah itu bagian logistik membuat surat jalan yang diberikan kepada bagian gudang untuk pengiriman barang dan admin marketing membuat faktur penjualan yang kemudian diberikan kepada bagian piutang sebagai dasar untuk menagih pada saat jatuh tempo. Bagian piutang bertanggung jawab atas semua kegiatan yang berhubungan dengan piutang usaha. Dimulai dari penerimaan faktur penjualan dari bagian adminmarketing dan faktur pajak dari bagian accountingkemudian didistribusikan kepada customer dan file bagian piutang berdasarkan kode bagian sales. Bagian piutang juga memeriksa overdue dan limit kredit yang dibuat oleh sales atau bagian marketing, serta status kredit yang telah disetujui oleh manager finance, selanjutnya melakukan pengontrolan tagihan, pembuatan penerimaan tagihan serta pembuatan laporan bulanan yang kemudian diserahkan kepada bagian accounting. Berdasarkan uraian diatas, maka sistem dan prosedur atas penjualan kredit dan piutang usaha pada PT Banjar Kencanasakti dapat dilihat dari alur aktivitas yang terkait dalam kegiatan penjualan kredit dan piutang usaha pada PT Banjar

3 94 Kencanasakti. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan penjualan kredit dan penanganan piutang usaha telah dilakukan sesuai dengan sistem dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan.

4 95 1. Alur Aktivitas Penanganan Order untuk Penjualan Tabel 5.1 Alur Aktivitas Penanganan order untuk penjualan PT. BKS ALUR AKTIVITAS DOKUMEN KETERANG AN Mulai 1. Salesman Melakukan kunjungan ke toko berdasarkan Rute Kunjungan Salesman yang telah disiapkan oleh HoA dan Manager Marketing / by phone order Menerima order dari customer Membuat SO (Sales Order) dan menyerahkan ke AR Keeper untuk dicek overdue & Credit Limitnya Purchase Order Sales Order SO (Sales order) terdiri dari 3 rangkap : Lbr 1 :Adm. Mkt Lbr 2 : Sales Lbr 3 : Logistik 2. AR Keeper Membuka system ISX untuk mengecek Overdue dan Credit Limit atas order dari customer 3.Order bisa direalese? Tidak 3 Ya 2

5 96 ALUR AKTIVITAS DOKUMEN KETERANGAN Dari Page 1 1. AR Keeper Menandatangani SO lembar ke-1 dan ke-2 ke admin Marketing Mengarsip 1 Lembar SO Rangkap ke 3 sebagai arsip Dari Page 3 SO l 2. Admin Marketing Menyerahkan SO lembar ke-1 ke bagian logistic untuk diproses pengiriman barangnya Mengarsip SO lembar ke-2 persalesman 3. Admin Logistik Membuat DO sesuai SO dari Admin Marketing Menyerahkan DO Lembar ke-1 ke bagian pengiriman Mengarsip SO Lembar ke-1 dengan dilampiri DO Lembar ke-2 4. Bagian Pengiriman Menyerahkan DO ke bagian Gudang untuk mengambil barang sesuai order customer 5. Bagian Gudang Membuat SJ (Surat Jalan) sesuai SPPS Memuat barang dan menandatangani SJ bersama bagian pengiriman Mengarsip SJ Lembar ke-4 dengan dilampirkan DO Mencatat mutasi barang ke kartu stock gudang 6. Bagian Pengiriman Mengirimkan barang ke Customer yang dituju Meminta toko pemesan untuk menandatangani SJ Bila pembayaran tunai maka SJ asli diberikan ke customer, Bag. Pengiriman membawa SJ lbr ke-2&3 dan uang tunai/cek/giro hasil pembayaran Customer dan disetorkan ke admin Logistic Bila pembayaran kredit, Customer diberikan SJ lbr ke-3, SJ lbr ke-1&2 dibawa bagian pengiriman & disetorkan ke admin logistic 2. SO Manual 3.DO BKS 3.DO BKS 5. SJ 6. SJ DO (Delivery order) terdiri dari 2 rangkap : Lembar 1 : Logistic Lembar 2 : Gudang SJ (Surat Jalan) terdiri dari 4 Rangkap : Lembar ke 1 : Cust/Finance Lembar ke 2 : Finance Lembar ke 3 : Customer Lembar ke 4 : Gudang Selesai

6 97 ALUR AKTIVITAS DOKUMEN KETERANGAN Dari Page 1 1. AR Keeper Melakukan pengecekan atas pembayaran yang sudah diterima atau Cek/Giro yang sudah cair di rekening bank namun belum dilakukan pelunasan 1. SO 1. Data Order blok Ya Ada pembayaran yang 2 belum di entry? Tidak 2. AR Keeper Meminta persetujuan release order sesuai kebijakan tentang otorisasi release order Release Order? Ya Proses release order harus mengacu pada Kebijakan Perusahaan No. KP/BKS-FA/002 yang mengatur mengenai otorisasi persetujuan Limit Plafond ke Customer. Tidak 3. AR Keeper Melakukan Pending atas order tersebut Mengarsip SO Pending dalam folder tersendiri Selesai Sumber : SOP Perusahaan, Penanganan Order dan Penjualan, PT. Banjar Kencanasakti, Banjarmasin, 2010

7 98 Berdasarkan aktivitas penjualan dan pengiriman barang yang berjalan di PT. Banjar Kencanasakti maka penjualan kredit dapat diuraikan sebagai berikut : a. Salesman mendapatkan order melalui kunjungan berdasarkan rute kunjungan salesman ataupun melalui telepon (order by phone) dengan menggunanakan price list yang berlaku sebagai panduan dalam menentukan harga jual. b. Order yang diterima oleh salesman akan dicatat langsung ke dalam form sales orderyang bernomor urut untuk kemudian diperiksa ketersediaan stok oleh admin marketing dan dimintakan persetujuan dari sales supervisor atau area sales manager. c. Admin marketing kemudian menyerahkan sales order yang sudah disetujui supervisor / area sales managerke bagian piutang untuk dilakukan pengecekan overdue dan credit limit dari pelanggan yang melakukan order di system ISX, sedangkan untuk sales order yang tidak disetujui atau dibatalkan akan diarsip oleh admin marketing. d. Bila pelanggan tidak memiliki overdue dan memiliki credit limit yang cukup maka bagian piutang akan menandatangani sales order pelanggan tersebut dan menyerahkan kembali ke admin marketing untuk bisa diproses menjadi delivery order agar bisa dilakukan pengiriman produk ke pelanggan.

8 99 e. Jika ditemukan ada overdue dan ataupun sisa credit limit yang tidak cukup maka sales order tersebut akan dimintakan persetujuan untuk release order kepada finance manager dan sales manager atau direksi. f. Jika otorisasi release order diberikan oleh finance manager dan sales manager atau direksi maka sales order tesebut akan di proses menjadi delivery order, jika tidak maka sales order tesebut akan dibatalkan dan salesman yang bersangkutan harus memberitahukan kepada pelanggannya. g. Setelah sales order disetujui maka admin marketingmengarsip SO lembar pertama dan menyerahkan SO lembar ketiga kepada admin logistic untuk diproses menjadi DO (Delivery order) h. Admin Logistik membuat DO dan menyerahkannya ke bagian gudang untuk kemudian di proses menjadi surat jalan sesuai dengan yang tertera pada SO yang dibuat oleh salesman dan telah mendapat persetujuan. i. Gudang melakukan pengecekan dan pencatatan atas mutasi barang keluar dari surat jalan yang dibuat dan mengarsip DO dengan surat jalan sebagai bukti pengeluaran barang. j. Bagian pengiriman melakukan pengiriman ke pelanggan dan melakukan kegiatan serah terima dengan pelanggan dan meminta tanda terima berupa tanda tangan dan stempel pelanggan. k. Jika pembayaran dilakukan tunai maka surat jalan asli diserahkan ke pelanggan setalah bagian pengiriman menerima pembayaran dari pelanggan,

9 100 jika pembayaran dilakukan secara kredit maka pelanggan mendapat SJ lembar ketiga. l. Penerimaan pembayaran dari pelanggan disetorkan oleh bagian pengiriman ke bagian kasir dan SJ diserahkan ke bagian fakturis m. Fakturis melakukan penginputan di system ISX dan mencetak invoice penjualan, kemudian surat jalan dan invoice yang sudah dicetak diserahterimakan ke bagian piutang untuk disimpan dalam brankas dan ditagihkan pada saat jatuh tempo.

10 Alur Aktivitas Penagihan Piutang Usaha Tabel 5.2 Alur Aktivitas Penagihan Piutang Usaha PT. Banjar Kencanasakti ALUR AKTIVITAS DOKUMEN KETERANGAN Mulai 1. AR Keeper Membuat DTH (Daftar Tagihan Kolektor) / Inkaso untuk invoice yang sudah jatuh tempo sesuai dengan rute kunjungan salesman Menyiapkan Invoice berdasarkan Dasftsar Tagihan Kolektor / Inkaso Menyerahkan Daftar Tagihan Kolektor / Inkaso dan Invoice ke Collector/Salesman untuk dilakukan penagihan 2. Collector / Salesman Menerima dan mencocokan Daftar Tagihan Kolektor/Inkaso dan Invoice yang akan ditagih dari AR Keeper Melakukan penagihan seusai Daftar Tagihan Kolektor/Inkaso Membuat Bukti Penerimaan Kas (BPK) / Bukti Penerimaan Cek/Giro Menyerahkan Daftar Tagihan Kolektor yang sudah dilengkapi dengan realisasi penagihan beserta Invoice yang belum ditagih ke AR Keeper 3. AR Keeper Memeriksa Daftar Tagihan Kolektor/Inkaso dan membandingkan dengan jumlah hasil tagihan yang tertera pada BPK Membubuhkan tanda tangan pada DTH/Inkaso sebagai bukti bahwa hasil tagihan sudah diperiksa 4. Collector / Salesman Menyerahkan berkas dokumen hasil tagihan beserta uang / cek / giro ke kasir 1.Invoice 1.Daftar Tagihan Kolektor / Inkaso 2. Invoice 2.Daftar Tagihan Kolektor / Inkaso 2. Bukti Penerimaan Kas (BPK) 3.Daftar Tagihan Kolektor / Inkaso 3. Invoice 3Bukti Penerimaan Kas (BPK) 3Daftar Hasil Tagihan 1.Daftar Tagihan Kolektor (DTH) / Inkaso terdiri dari 4 (empat) rangkap : -1 lbr (asli) : AR Keeper -1 lbr (copy): Kasir -1 lbr (copy): Collector/Sales -1 lbr (copy): AR Keeper 2.Bukti Penerimaan Kas (BPK) / Bukti Penerimaan Cek/Giro terdiri dari 3 (tiga) rangkap : -1 lbr (asli) : Kasir -1 lbr (copy): AR Keeper -1 lbr (copy): Collector/Sales Ke page 2

11 102 ALUR AKTIVITAS DOKUMEN KETERANGAN Dari page 1 5. Kasir Menerima uang tunai / cek / giro, BPK, DTH/Inkaso dari Collector/Salesman Memeriksa uang tersebut dengan BPK, apabila sudah sesuai maka bagian kasir akan menandatangani BPK Menyerahkan Copy BPK dan DTH/Inkaso ke Collector/Salesman Melakukan pencatatan uang tunai / cek / giro kedalam buku kas / buku giro Memeriksa Saldo Buku Kas / Buku Cek/Giro dengan fisik uang tunai / cek / giro Buku Kas / Buku Giro kasir ditandatangani oleh Head of F&A dan Kasir Uang tunai / cek / giro yang sudah diterima disimpan ke dalam brankas dan disetor ke bank Mengisi buku serah terima uang ke brankas yang ditandatangani oleh Head of F&A dan kasir. Mencatat semua setoran kas pada buku kas 6. AR Keeper Menerima BPK dan DTH/Inkaso dari kasir Mencocokan dengan DTH/Inkaso yang diterima dari Collector/Salesman Entry Pelunasan dalam system ISX Mencetak daftar pembayaran piutang (total pelunasan harian) yang ditandatangani oleh Head of F&A dan AR Keeper Memeriksa Invoice yang dapat ditagih pembayaran dan invoice yang belum dapat ditagih untuk disiapkan kembali dan dibuatkan DTH/Inkaso untuk ditagih pada esok harinya 5.BPK 5.Buku kas 5.Buku Cek/Giro 5.DTH / Inkaso 6. BPK 6. DTH / Inkaso 6. Daftar pembayaran 6. AR Keeper akan melakukan pemeriksaan fisik invoice atau opname nota 1 (satu) minggu sekali Selesai Sumber : SOP Perusahaan, Penanganan Piutang Usaha, PT. Banjar Kencanasakti, Banjarmasin, 2010

12 103 Berdasarkan pada aktivitas pengelolaan piutang usaha yang berjalan di PT. Banjar Kencanasakti, maka penagihan piutang PT. BKS dapat diuraikan sebagai berikut : a. Bagian piutang menyiapkan semua invoice yang sudah jatuh tempo sesuai rute kunjungan salesman dan dibuatkan DTH (Daftar Tagihan Harian) untuk kemudian diserahkan ke kolektor atau salesman untuk dilakukan penagihan ke pelanggan yang bersangkutan. b. Kolektor atau salesman menerima dan mencocokan antara DTH dan invoice yang diberikan oleh bagian piutang, setelah cocok menandatangani tanda terimanya. c. Kolektor atau salesman melakukan penagihan ke pelanggan yang terdaftar di DTH dengan menerima pembayaran berupa uang tunai dan cek atau giro dan kemudian membuatkan bukti penerimaan kas dan cek/giro (BPK). Jia menerima pembayaran dalam bentuk cek atau giro maka wajib dituliskan atas nama PT. Banjar Kencanasakti sebagai penerimanya d. Invoice yang tidak tertagih dikembalikan ke bagian piutang dengan membuat serah terima di DTH yang ada pada kolektor/salesman.. e. Bagian piutang mencocokan nilai piutang yang tertagih dengan bukti penerimaan yang dibuat oleh kolektor atau salesman dan memeriksa jumlah invoice yang dikembalikan untuk kemudian disimpan kembali ke dalam brankas dan menandatangani serah terima invoice jika sudah sesuai.

13 104 f. Semua hasil penagihan yang sudah dibuatkan bukti penerimaan kas untuk uang tunai dan bukti penerimaan cek/giro untuk cek/giro yang diterima oleh kolektor/salesman untuk kemudian disetorkan ke bagian kasir. g. Bagian kasir akan menerima semua uang tunai dan atau cek/giro yang diserahkan kolektor/salesman kemudian mencocokkan dengan jumlah BPK dan DTH yang sudah ditandatangani oleh bagian piutang. Setelah cocok maka semua uang dan atau cek/giro tersebut diterima dan kasir akan menandatangani BPK dan DTH dari kolektor/salesman tersebut. h. Kasir akan mencatat semua penerimaan ke dalam buku kas atau cek/giro di system ISX umtuk kemudian di cetak dan di tandatangani oleh finance manager. i. Uang dan cek/giro yang diterima akan disimpan di brankas untuk kemudian disetorkan ke bank. j. Bagian piutang akan melakukan validasi berdasarkan penerimaan uang dan cek/giro dari kasir untuk kemudian melakukan pelunasan piutang disystem ISX. k. Bagian piutang kemudian mencetak daftar pelunasan untuk ditandatangani dan diserahkan ke finance manager. l. Bagian piutang dan kasir secara rutin melakukan opname piutang dan hasil tagihan dengan bagian akuntansi untuk memastikan bahwa jumlah saldo buku piutang dan kas yang tertera di system ISX sesuai dengan kartu piutang dan kas yang ada.

14 105 B. Evaluasi Pengendalian Internal atas Penjualan Kredit dan Piutang Usaha PT Banjar Kencanasakti Evaluasi pengendalian internal bertujuan untuk melihat apakah prosedur kerja yang ditetapkan oleh perusahaan telah berjalan dengan efektif dan efisien atau tidak. Evaluasi ini dilakukan dengan cara membuat kuesioner atas dasar instruksi kerja atau prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan mengenai penjualan kredit dan piutang usaha PT Banjar Kencanasakti kemudian diberikan kepada karyawan terkait yang melakukan pekerjaan atas penjualan kredit dan piutang usaha, selanjutnya penulis menganalisa atas hasil kuesioner yang telah dijawab oleh karyawan tersebut. 1. Instruksi Kerja Penjualan Kredit dalam Hal Penanganan Order Adapun instruksi kerja atas kegiatan penjualan kredit dalam hal penanganan order dibagi berdasarkan hal hal berikut ini : a. Penerimaan Order Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Sales Mengunjungi pembeli sesuai rute kunjungan dengan menggunakan price list sebagai panduan penetapan harga jual, sales menerima order dari pembeli. 2) Penerimaan order dapat secara lisan melalui telepon atau PO yang dikirimkan oleh pembeli. b. Pengecekan Stok Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

15 106 1) Setelah order diterima, sales atau admin marketing memeriksa stok barang yang dipesan oleh pembeli dan mengkonfirmasikan kembali kepada pembeli. 2) Pengecekkan dilakukan dengan melihat pada menu ISX pada menu stock pilih nama / kode barang yang dikehendaki untuk dilihat stoknya. c. Pembuatan Order Sales Order adalah catatan yang dibuat sebagai bukti penerimaan dari pembeli. Setiap sales harus mengisi semua bagian yang ada di dalam formulir Sales Order dengan jelas dan benar, terutama untuk nama barang yang dipesan, jenis / tipe, jumlah, harga, nama pelanggan, alamat pengiriman, dan jangka waktu pembayaran. d. Verifikasi Order Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Sales Order yang telah dibuat oleh sales diverifikasi admin marekting dan disetujui oleh sales supervisoratau area sales manager. 2) Bilamana order dari pembeli diterima secara lisan bukan oleh sales yang bersangkutan, maka penanganan order dapat dilakukan oleh adminmarketingdengan meminta persetujuan Sales Order dari supervisor sales atau areasales manager. 3) Untuk pembeli baru maka sales wajib mengisi form customer baru dan produk baru yang ditandatangani oleh sales, supervisor sales atau manager

16 107 marketing yang kemudian diserahkan ke accounting untuk diinput dalam program ISX. 4) Staff Accounting mengecek kelengkapan pengisian form customer baru dan kemudian diinput ke dalam komputer. Staff Accounting berhak menolak formulir data customer baru yang diserahkan sales bila tidak lengkap atau belum ditandatangani oleh supervisor sales atau manager marketing. 5) Kemudian form customer baru akan diserahkan ke bagian finance untuk diisi term payment dan limit kredit, setelah itu dikembalikan ke admin marketing untuk diarsipkan. 6) Admin Marketing harus memeriksa kelengkapan Sales Order yang diserahkan tersebut dan berhak mengembalikannya kepada sales yang bersangkutan untuk melengkapinya bila ada yang kurang lengkap. 7) Semua Sales Order yang sudah diperiksa dan diterima oleh admin marketing menjadi tanggung jawab bagian tersebut untuk diproses. 8) Sales Orderyang masuk dari sales baik yang secara lisan maupun melalui telepon untuk pengiriman esok harinya paling lambat jam selebihnya dimasukkan dalam penambahan pengiriman pagi hari dan harus diterima bagian logistik paling lambat jam ( dengan catatan stok barang benar benar siap) 9) Format Sales Orderyang ada sebagai berikut : a) Warna putih untuk bagian marketing admin b) Warna merah untuk sales.

17 108 c) Warna kuning untuk logistik. e. Pembuatan Dokumen Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Sales Orderdiproses, diinput di komputer untuk dibuat surat jalan dan faktur. 2) Pertama tama input data di sistem ISX, yaitu : Transaksi Penjualan. Kolom kolom yang harus diisi : Kode Langganan Sales Ship ToInput barang yang diorder di kolom Item ( Kode barang yang diorder ) Description ( nama barang yang diorder, otomatis akan keluar apabila kita sudah mengklik kode barang di kolom Item ) Quantity / Qty Harga Disc. Setelah lengkap di isi maka klik savelalu print. 3) Apabila over limit, Sales Orderdiotorisasi oleh bagian finance, kemudian dapat diproses. Setelah itu data yang sudah di proses akan berpindah ke invoice. 4) Delivery Order adalah catatan yang dibuat oleh bagian logistikuntuk menginstruksikan pengeluaran ke gudang dan pengiriman barang. Delivery order dibuat sesuai dengan data yang tercantum dalam Sales Orderdan berfungsi sebagai dasar untuk membuat surat jalan di gudang. f. Revisi atau pembatalan Sales Order Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

18 109 1) Revisiataupun pembatalansales Orderharus dibuat, bila ada kesalahan, yaitu : a) Salah harga atau kuantitas b) Customer tidak jadi beli ( surat jalan sudah dibuat atau barang sudah dikirim ) c) Barang dikembalikan dengan berbagai alasan ( sudah di acc supervisor sales ) Semua dokumen sales order yang di revisiataupun dibatalkan di file dalam ordner khusus oleh admin marketing 2. Prosedur Penjualan Kredit Berdasarkan Teori Menurut Krismiaji dalam bukunya yang berjudul sistem informasi akuntansi edisi ketiga menjelaskan bahwa prosedur penjualan kredit adalah sebagai berikut 42 : a. Bagian Penjualan menerima surat pesanan pembelian dari customer b. Atas dasar surat pesanan tersebut, membuat surat order penjualan sebanyak 6 lembar dan didistribusikan sbb : 1) Lembar kesatu dan order pelanggan, diserahkan ke bagian penagihan untuk disimpan sementara 42 Krismiaji, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Ketiga, UPP-STIM YKPN, Yogyakarta, 2010, Hal. 307

19 110 2) Lembar kedua diserahkan ke bagian pengiriman 3) Lembar ketiga dan keempat dimintakan persetujuan ke bagian kredit 4) Lembar kelima dikirimkan ke pelanggan 5) Lembar keenam diarsipkan nomor urut c. Atas dasar surat order penjualan lembar ketiga dan keempat yang diterima dari bagian penjualan, bagian kredit memeriksa data kredit pelanggan, yang mencakup sejarah kredit dan batas kredit (credit limit) pelanggan tersebut. Selanjutnya, bagian ini memberikan persetujuan (tanda tangan) terhadap surat order penjualan tersebut dan meneruskannya ke bagian gudang. d. Atas dasar surat order penjualan lembar ketiga dan keempat yang telah diotorisasi, bagian gudang mempersiapkan barang yang akan dikirim. Selanjutnya bagian gudang mendistribusikan surat order penjualan sebagai berikut : 1) Lembar ketiga bersama dengan barangnya diserahkan ke bagian pengiriman 2) Lembar keempat diarsipkan urut nomor e. Setelah menerima surat order penjualan (yang telah diotorisasi) dan barang dari bagian gudang, bagian pengiriman ini mengeluarkan surat order penjualan lembar kedua dari arsipnya.

20 111 f. Atas dasar kedua dokumen tersebut, bagian pengiriman membuat nota pengiriman sebanyak tiga lembar dan didistribusikan sebagai berikut : 1) Lembar kesatu bersama-sama dengan surat order penjualan yang telah diotorisasi, diserahkan ke bagian penagihan 2) Lembar kedua bersama-sama dengan surat order penjualan lembar kedua diarsipkan urut tanggal 3) Lembar ketiga bersama-samadengan barangnya dikirimkan kepada pelanggan g. Setelah menerima surat order penjualan yang telah diotorisasi dan nota pengiriman lembar kesatu dari bagian pengiriman, bagian penagihan mengeluarkan surat order penjualan lembar kesatu dan surat pesanan pembelian pelanggan dari arsipnya. h. Atas dasar keempat dokumen ini, bagian penagihan membuat faktur penjualan sebanyak tiga lembar dan didistribusikan sebagai berikut : 1) Lembar kesatu dikirimkan kepada pelanggan 2) Lembar kedua diserahkan ke bagian piutang 3) Lembar ketiga diarsipkan urut nomor bersama-sama dengan surat order penjualanlembar ketiga yang telah diotorisasi, nota pengiriman lembar kesatu, surat pesanan pembelian pelanggan, dan surat order penjualan lembar kesatu, setelah sebelumnya digunakan sebagai dasar untuk mencatat ke jurnal penjualan.

21 112 i. Setelah menerima faktur penjualan lembar kesatu dari bagian penagihan, bagian ini memeriksa nomor seri faktur. Selanjutnya bagian piutang akan memposting transaksi tersebut ke rekening pelanggan yang bersangkutan, dan mengarsipkan faktur penjualan tersebut urut tanggal. Berdasarkan SOP atau instruksi kerja penjualan kredit dalam hal penanganan order yang telah diterapkan oleh PT Banjar Kencanasakti di atas, apabila dibandingkan dengan teori yang relevan maka instruksi kerja tersebut telah sesuai. 3. Intruksi Kerja Bagian Penagihan dalam Piutang Usaha Adapun instruksi kerja bagian penagihan dalam hal pengelolaan piutang usaha adalah sebagai berikut : a. Menerima faktur penjualan dari bagian fakturissebagai bukti penambahan piutang usaha disertai dengan lampiran surat jalan, kemudian disimpan dalam brankas. b. Faktur yang diterima dari fakturisdidistribusikan kepada customer melalui kolektor atau sales dengan membuatkan Daftar Tagihan Harian (DTH) dan melalui ekspedisi apabila customer berada di luar kota, copy faktur di file berdasarkan kode sales dan sesuai tanggal jatuh tempo. c. Mengontrol tagihan baik yang diambil oleh kolektor maupun yang melalui transfer, apakah hasil tagihan sesuai dengan nilai yang tertera pada faktur dan

22 113 apakah semua tagihan yang dibawa kolektor berdasarkan DTH berhasil tertagih semua atau tidak untuk dibuatkan laporan hasil penagihan. d. Kasir membuat penerimaan tagihan yang berasal dari kolektor, transfer maupun giro. Yaitu dengan mengisi form bukti penyerahan kas / giro dengan disertai copy faktur yang telah dibayar oleh customer dan copy giro apabila customer membayar dengan giro kemudian diberikan kepada bagian piutang untuk dicatat dalam kartu piutang. e. Membuat analisa umur piutang f. Setiap bulan melakukan pengecekkan antara saldo buku besar piutang usaha dengan kartu piutang yang bersama dengan bagian akuntansi. 4. Prosedur Pengelolaan Piutang Usaha Berdasarkan Teori Menurut Ahmad Syafi i Syakur dalam bukunya Intermediate Accounting langkah langkah penting yang harus dilakukan dalam piutang usaha adalah sebagai berikut 43 : a. Pembeli harus diklasifikasikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan manajemen. b. Bagian piutang harus menjalankan fungsinya dengan baik berdasarkan prosedur baku yang telah ditetapkan; mempunyai catatan yang sistematis tentang kredit pelanggan (buku piutang), menyimpan copy faktur berdasarkan 43 Ahmad Syafi i Syakur, Op.cit, Hal. 95

23 114 urutan tanggal jatuh temponya, melakukan analisis umur piutang, dan secara berkala (akhir bulan) membuat dan mengirimkan surat pernyataan piutang kepada pembeli, membuat catatan tentang faktur yang diserahkan ke bagian penagihan untuk ditagih setiap harinya, menerima kembali faktur faktur pada sore harinya serta mencocokkanya dengan catatan faktur yang telah diserahkan, serta membuat prelist tape piutang yang dapat ditagih, selanjutnya menyerahkan prelist tape tersebut ke bagian akuntansi. c. Kegiatan penagihan harus dikendalikan dengan baik berdasarkan prosedur baku yang telah ditetapkan; setiap hari harus membuat laporan tentang penagihan yang telah dilakukan, menyerahkan hasil penagihan disertai dengan rekapitulasi hasil penagihan ke bagian penerimaan kas dan menyerahkan kembali faktur yang tidak dapat ditagih dan copy faktur yang dapat ditagih kepada bagian piutang. Berdasarkan instruksi kerja bagian penagihan yang telah diterapkan oleh PT Banjar Kencanasakti diatas, apabila dibandingkan dengan teori masih kurang sesuai karena dalam instruksi kerja tersebut tidak mengirimkan surat pernyataan piutang kepada pembeli secara berkala, sehingga kesesuaian antara catatan perusahaan dengan catatan pembeli tidak dicocokkan. Dan hal ini memungkinkan untuk terjadinya perselisihan nilai dengan pembeli yang mengakibatkan data kurang akurat. Selain itu adakegiatan penagihan piutang pelanggan yang dilakukan oleh salesyang dikarenakan luasnya area kerja dan terbatasnya sumber daya

24 115 manusia yang ada, sehingga ada resiko fraudyang bisa dilakukan oleh salesman sebagai tenaga penjual yang merangkap sebagai kolektor.fraud atau kecurangan merupakan penipuan yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau untuk merugikan orang lain. Dalam hukum pidana, kecurangan adalah kejahatan atau pelanggaran yang dengan sengaja menipu orang lain dengan maksud untuk merugikan mereka, biasanya untuk memiliki seesuatau/harta benda ataupun keuntungan dengan cara tidak adil Kuesioner atas Penjualan Kredit dan Piutang Usaha Perusahaan membutuhkan sistem pengendalian internal yang dapat mengamankan harta perusahaan, memberikan keyakinan bahwa apa yang dilaporkan adalah benar-benar dapat dipercaya dan dapat mendorong adanya efisiensi usaha serta dapat terus menerus memantau bahwa kebijakan yang telah ditetapkan memang dijalankan sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk memperoleh gambaran apakah sistem dan prosedur atas penjualan kredit dan piutang usaha telah berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan, maka penulis menyebarkan kuesioner kepada karyawan terkait mengenai penjualan kredit dan piutang usaha sebagai berikut : 44 / Kamis, 27 Juni 2013

25 116 Tabel 5.3 Internal Control Questionnaires (ICQ) Penjualan Kredit & Piutang Usaha Pada PT. Banjar Kencanasakti NO PERTANYAAN Y T SKOR PENJUALAN Pemisahan tugas yang memadai 1 Apakah fungsi bagian penjualan terpisah dengan bagian keuangan, akuntansi dan logistik? 2 Apakah fungsi pembuatan formulir pesanan penjualan (sales order) terpisah dengan bagian yang melakukan persetujuan order (release order)? 3 Apakah ada pemisahaan kewajiban yang memadai diantara pencatatan penjualan, penagihan dan penanganan penerimaan kas? Otorisasi yang tepat atas transaksi 4 Apakah order pembelian dari pembeli yang dibuat oleh salesman harus disetujui oleh sales supervisor / sales manager? 5 Apakah penyimpangan dari limit kredit harus disetujui oleh pejabat perusahaan yang berwenang?

26 117 Dokumen dan catatan yang memadai 6 Apakah perusahaan menggunakan daftar harga (price list)? 7 Apakah perusahaan mempunyai daftar rute kunjungan salesman? 8 Apakah untuk setiap penjualan diminta surat pesanan (purchase order) dari pembeli? 9 Apakah formulir pesanan penjualan (Sales Order) telah bernomor urut dan dipertanggungjawabkan? 10 Apakah dokumen pengiriman / Surat jalan telah bernomor urut dan dipertanggung jawabkan? 11 Apakah pencatatan penjualan didukung oleh dokumen pengiriman yang sah dan pesanan pelanggan yang disetujui? 12 Apakah faktur penjualan telah bernomor urut dan dipertanggung jawabkan? Pengendalian fisik 13 Apakah setiap pengiriman barang didasarkan pada surat jalan SJ (delivery order DO)? 14 Apakah bukti pengiriman atau surat jalan diarsip dengan baik?

27 118 Pengecekan pekerjaan secara independen 15 Apakah bagian gudang mengecek memeriksa ketepatan kuantitas barang yang dikirim? 16 Apakah piutang dagang direkonsiliasikan dengan buku besar umum setiap bulan oleh bagian akuntansi? PIUTANG Pemisahan tugas yang memadai 1 Apakah ada pemisahan kewajiban yang memadai antara bagian penagihan, bagian piutang dan bagian kasir? 2 Apakah fungsi bagian penagihan terpisah dengan fungsi salesman sebagai bagian penjualan? 3 Apakah pencatatan penerimaan kas dan pelunasan piutang dilakukan oleh bagian yang berbeda? Otorisasi yang tepat atas transaksi 4 Apakah hanya orang tertentu yang boleh memegang dan menyimpan kartu piutang/invoice? 5 Apakah setiap penagihan yang dilakukan oleh kolektor berdasarkan pada Daftar Tagihan Harian yang disiapkan dan diotorisasi oleh bagian piutang?

28 119 Dokumen dan catatan yang memadai 6 Apakah dibuat kartu piutang per langganan? 7 Apakah kartu piutang perlanggan dikirimkan ke pelanggan yang bersangkutan? 8 Apakah secara periodik dibuat analisis umur piutang dan yang sudah jatuh tempo difollow up? Pengendalian fisik 9 Apakah pengaman fisik kartu piutang cukup? 10 Apakah pengaman fisik hasil penerimaan tagihan cukup? 11 Apakah secara rutin diadakan pencocokan saldo perkiraan kontrol (buku besar piutang) dengan kartu piutang? 12 Apakah secara rutin diadakan pencocokan saldo perkiraan kontrol (buku besar kas) dengan fisik kas? 13 Apakah hasil penagihan langsung diserahkan kepada bagian penerimaan kas dalam waktu yang tidak begitu lama dan dalam jumlah yang seharusnya diterima? 14 Apakah pada cek/giro mundur telah dicantumkan nama perusahaan?

29 120 Pengecekan pekerjaan secara independen 15 Apakah ada konfirmasi piutang yang dilakukan oleh bagian akuntansi kepada pelanggan yang bersangkutan? C. Analisa Hasil Evaluasi Pengendalian Internal atas Penjualan Kredit dan Piutang Usaha PT Banjar Kencanasakti Dalam penelitian ini hasil evaluasi pengendalian internal berupa kuesioner atas penjualan kredit dan piutang usaha dianalisa dengan memberikan penilaian atas kuesioner tersebut, yaitu dengan menggunakan skala Guttman. Skala pengukuran dengan tipe ini merupakan skala yang digunakan untuk menilai penelitian yang menginginkan jawaban tegas seperti Ya Tidak, Efektif Tidak efektif, Benar Salah, Setuju Tidak Setuju, dan sebagainya. Skala Guttman ini dapat dibuat dalam bentuk pertanyaan pilihan ganda atau checklist. Jawaban yang dibuat dengan skor tertinggi 1 ( satu ) dan skor terendah 0 ( nol ). Analisa perhitungan atas skala Guttman tersebut sebagai berikut 45 : 1. Langkah pertama, menentukan banyaknya pertanyaan yang akan diajukan kepada responden. 2. Langkah kedua, menentukan skor ideal ( kriterium ) tertinggi dan terendah. 3. Langkah ketiga, melakukan perhitungan, jumlah jawaban dikalikan dengan skor ideal (kriterium) kemudian dijumlahkan. 45 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung, 2008, Hal. 137

30 Langkah keempat, mengalikan skor ideal ( kriterium ) dengan jumlah pertanyaan. 5. Langkah kelima, berdasarkan keempat langkah tersebut maka baru tingkat penelitian akan dapat terlihat dengan cara hasil langkah ketiga dibagi dengan perkalian jumlah skor ideal ( kriterium tertinggi ) dengan jumlah pertanyaan, kemudian dikalikan 100%. 6. Langkah terakhir, tarik kesimpulan dengan membuat gambar berikut ini : Batas tertinggi skor ideal ( kriterium ) 0% 50% 100% Batas terendah skor ideal ( kriterium ) Gambar 5. 1 Batas Keefektifitasan Berdasarkan langkah langkah diatas, maka analisa atas hasil kuesioner penjualan kredit dan piutang usaha PT Banjar Kencanasakti adalah sebagai berikut : 1. Menentukan Banyaknya Pertanyaan yang Akan Diajukan kepada Responden Dalam penelitian ini ada dua jenis kuesioner, yaitu kuesioner atas penjualan kredit dan kuesioner atas piutang usaha. Banyaknya pertanyaan untuk kuesioner atas penjualan kredit ada 16 (enam belas) pertanyaan yang harus dijawab, sedangkan untuk kuesioner atas piutang usaha ada 15 (lima belas) pertanyaan yang harus dijawab oleh responden.

31 Menentukan Skor Ideal ( Kriterium ) Tertinggi dan Terendah Dalam penelitian ini skor tertinggi diberi nilai 1 ( satu ) dan skor terendah diberi nilai 0 ( nol ) 3. Melakukan Perhitungan Perhitungan ini adalah dengan cara jumlah jawaban dikalikan dengan skor ideal (kriterium) kemudian dijumlahkan. Sebelum dibuat perhitungan, hasil dari kuesioner dibuatkan tabel seperti dibawah ini : Tabel 5.4 Hasil Kuesioner atas Penjualan Kredit Responden Kuesioner Nilai ya tidak Hasil Dari tabel kuesioner atas penjualan kredit diatas, maka dapat dibuat perhitungan berikut ini : Jawaban Ya = 96 x 1 = 96 Jawaban Tidak = 16 x 0 = 0 Jumlah = 96

32 123 Tabel 5.5 Hasil Kuesioner atas Piutang Usaha Responden Kuesioner Nilai ya tidak Hasil Dari tabel kuesioner atas piutang usaha diatas, maka dapat dibuat perhitungan berikut ini : Jawaban Ya = 84 x 1 = 84 Jawaban Tidak = 21 x 0 = 0 Jumlah = Mengalikan Skor Ideal ( Kriterium ) dengan Jumlah Pertanyaan Dalam kuesioner atas penjualan kredit maka hasil dari perkalian antara skor ideal ( kriterium) dengan jumlah pertanyaan adalah : 1 x 96 = 96, sedangkan untuk kuesioner atas piutang usaha hasil perhitungannya adalah : 1 x 84 = Hasil Perhitungan Tingkat penelitian akan dapat terlihat dengan cara hasil langkah ketiga dibagi dengan perkalian jumlah skor ideal ( kriterium tertinggi ) dengan jumlah pertanyaan, kemudian dikalikan 100%. Oleh karena itu, untuk mengetahui tingkat penelitian ini, maka hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

33 124 a. Kuesioner atas Penjualan Kredit Jumlah Jawaban x 100% Jumlah Pertanyaan = 96 x 100 % 112 = 85,71 % b. Kuesioner atas Piutang Usaha Jumlah Jawaban x 100% Jumlah Pertanyaan = 84 x 100 % 105 = 80,00 % 6. Tarik Kesimpulan Dari hasil perhitungan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : a. Kuesioner atas Penjualan Kredit Dari perhitungan diatas, diperoleh hasil 85,71%. Berdasarkan kriteriakriteria penilaian hasil jawaban untuk pengendalian internal, maka hasil ini memberikan sinyal bahwa pengendalian internal yang diterapkan atas penjualan kredit sudah efektif. Seperti yang digambarkan dalam gambar 5. 2 berikut ini :

34 125 Efektif Tidak Efektif 85,71% 0% 50% 100% Gambar 5.2 Hasil Kuesioner atas Penjualan Kredit b. Kuesioner atas Piutang Usaha Dari perhitungan diatas, diperoleh hasil atas kuesioner piutang usaha sebesar80,00%. Hasil ini memberikan informasi jika piutang usaha sudah efektif. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 5.3 berikut ini : Efektif Tidak Efektif 80,00 % 0% 50% 100% Gambar 5.3 Hasil Kuesioner atas Piutang Usaha Dari hasil kedua internal kontrol kuesioner diatas dapat dikatakan bahwa keefektifan dari pengendalian internal tersebut tidaklah sempurna karena tidak

35 126 mencapai 100 %, sehingga selisihnya ini adalah sebagai temuan bahwa sistem dan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan tidak dijalankan semestinya oleh responden. Adapun temuan temuan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Tidak semua fungsi bagian penjualan terpisah dengan bagian keuangan, akuntansi dan logistik.ini menyebabkan tidak adanya pemisahan tugas yang memadai, seperti salesman yang masih merangkap fungsi penagihan 2) Tidak adanya pemisahan fungsi antara pembuatan sales orderdengan bagian yang melakukan persetujuan order. Ini menyebabkan ada pemberian otoritas yang tidak tepat atas persetujuan sales order tersebut. 3) Tidak semua transaksi penjualan didasarkan pada surat pesanan (purchase order) dari pembeli sehingga perusahaan tidak memiliki dokumen yang lengkap dalam proses transaksi. 4) Tidak adanya pemisahan antara fungsi bagian penagihan dengan fungsi salesman sebagai bagian penjualan. Ini menimbulkan resiko kesalahan atau kecurangan yang berpotensi kerugian bagi perusahaan 5) Tidak dikirimkannya kartu piutang perlangganan ke pelanggan yang bersangkutan sebagai alat konfirmasi piutang. 6) Tidak dilakukannya secara rutin pencocokan antara buku besar piutang dengan kartu piutang. Ini menimbulkan resiko kerugian karena tidak adanya pengendalian fisik atas aset perusahaan.

Lampiran Dokumen Delivery Order Sementara 1 transaksi. Lampiran Dokumen Sales Order 1 transaksi

Lampiran Dokumen Delivery Order Sementara 1 transaksi. Lampiran Dokumen Sales Order 1 transaksi Lampiran Dokumen Delivery Order Sementara 1 transaksi Lampiran Dokumen Sales Order 1 transaksi Lampiran Dokumen Permintaan Barang Urgent 1 transaksi Lampiran Dokumen Delivery Order Resmi 1 transaksi Lampiran

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 41 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit 1. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT. Anugrah. Sistem penjualan yang dilakukan oleh PT. Anugrah

Lebih terperinci

. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang

. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang 43. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit pada PT.Triteguh

Lebih terperinci

Flowchart Sistem Penjualan Kredit PT Geotechnical Systemindo. Purchase Order. Copy PO. Kalkulasi harga. Memeriksa status customer

Flowchart Sistem Penjualan Kredit PT Geotechnical Systemindo. Purchase Order. Copy PO. Kalkulasi harga. Memeriksa status customer L1 PENJUALAN KREDIT Mulai 2 1 Purchase Order Copy PO PO SC PO SC Kalkulasi harga PH SC Ke customer T 3 Memeriksa status customer Memberi otorisasi kredit SC SC PO 1 2 Flowchart Sistem Penjualan Kredit

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV. Barezky Total CV. Barezky Total adalah termasuk dalam Usaha Mikro, Kecil,

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Internal Control Questioner. Penjualan. No Pernyataan Y = Ya

LAMPIRAN 1. Internal Control Questioner. Penjualan. No Pernyataan Y = Ya LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Internal Control Questioner Penjualan No Pernyataan Y = Ya Otorisasi atas transaksi dan kegiatan Setiap transaksi penjualan telah diotorisasi pejabat 1 yang berwenang. Dalam pemberian

Lebih terperinci

ICQ. Internal Control Questionaire. No Pertanyaan Y T Keterangan

ICQ. Internal Control Questionaire. No Pertanyaan Y T Keterangan L1 ICQ Internal Control Questionaire No Pertanyaan Y T Keterangan PENJUALAN 1. Apakah perusahaan memiliki pedoman penjualan secara tertulis? 2. Apakah perusahaan menggunakan daftar harga (price list)?

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. perusahaan, seorang auditor seharusnya menyususun perencanaan pemeriksaan.

BAB IV PEMBAHASAN. perusahaan, seorang auditor seharusnya menyususun perencanaan pemeriksaan. BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Perencanaan Kegiatan Audit Operasional Sebelum memulai pemeriksaan operasional terhadap salah satu fungsi dalam perusahaan, seorang auditor seharusnya menyususun perencanaan pemeriksaan.

Lebih terperinci

Surat Perjanjian Supplier Konsinyasi

Surat Perjanjian Supplier Konsinyasi Surat Perjanjian Supplier Konsinyasi L1 Form Order L2 Stock List L3 Inter Store Transfer (Surat Jalan) L4 Inter Store Transfer (Surat Jalan-lanjutan) L5 Daily Sales Report L6 Rekapitulasi Penjualan Konsinyor

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Penerapan Sistem Informasi atas Penjualan dan Penerimaan. Kas pada PT. Syspex Kemasindo

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Penerapan Sistem Informasi atas Penjualan dan Penerimaan. Kas pada PT. Syspex Kemasindo BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Sistem Informasi atas Penjualan dan Penerimaan Kas pada PT. Syspex Kemasindo 1. Prosedur penjualan dan penerimaan kas PT. Syspex Kemasindo menerapkan prosedur

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Siklus Pendapatan Pada PT.Generasi Dua Selular. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, sumber

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Siklus Pendapatan Pada PT.Generasi Dua Selular. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, sumber BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Siklus Pendapatan Pada PT.Generasi Dua Selular Bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, sumber pendapatan adalah berasal dari kegiatan penjualan yang

Lebih terperinci

3. RUANG LINGKUP SOP penjualan tunai ini meliputi flowchart prosedur penjualan tunai, penjelasan prosedur, dan dokumen terkait.

3. RUANG LINGKUP SOP penjualan tunai ini meliputi flowchart prosedur penjualan tunai, penjelasan prosedur, dan dokumen terkait. Lampiran 1. SOP Akitivitas Penjualan Tunai CV. MAPAN STANDARD OPERATING PROCEDURE Prosedur Penjualan Tunai 1. TUJUAN Tujuan dari standard operating procedure untuk prosedur penjualan tunai hingga penerimaan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. IV.1 Perencanaan dan Tujuan Kegiatan Audit Operasional

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. IV.1 Perencanaan dan Tujuan Kegiatan Audit Operasional BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN IV.1 Perencanaan dan Tujuan Kegiatan Audit Operasional Audit operasional adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan dan kebijakan operasional suatu perusahaan yang ditentukan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. audit operasional pada objek yang dimaksud yakni PT. Centa Brasindo Abadi. Sebelum

BAB IV PEMBAHASAN. audit operasional pada objek yang dimaksud yakni PT. Centa Brasindo Abadi. Sebelum BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan yang akan dijabarkan pada bab ke empat ini mengenai pelaksanaan audit operasional pada objek yang dimaksud yakni PT. Centa Brasindo Abadi. Sebelum dilakukannya kegiatan audit

Lebih terperinci

Lampiran 1. Hasil Wawancara

Lampiran 1. Hasil Wawancara Lampiran 1. Hasil Wawancara 117 1. Apakah perusahaan ini memiliki struktur oraganisasi dan pembagian tugas yang jelas? Perusahaan tidak mempunyai struktur organisasi dan pembagian tugas secara tertulis

Lebih terperinci

Hasil Jawaban Kuesioner Pengendalian Internal Penjualan

Hasil Jawaban Kuesioner Pengendalian Internal Penjualan Hasil Jawaban Kuesioner Pengendalian Internal Penjualan Pertanyaan Responden Total Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 Ya Tidak 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 3 1 1 1 1 1 1 1 1 8 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 8 0

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT GITA MANDIRI TEHNIK

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT GITA MANDIRI TEHNIK BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT GITA MANDIRI TEHNIK Audit operasional dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan ekonomis suatu perusahaan.

Lebih terperinci

BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS

BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS L1 BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS L2 BUKTI TIMBANG SURAT JALAN L3 SURAT JALAN BATAL NOTA DEBIT NOTA KREDIT L4 FAKTUR PENJUALAN L5 L6 PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA INTERNAL CONTROL QUESTIONNARIES

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan :

LAMPIRAN. Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan : L1 LAMPIRAN Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan : 1. Ya, artinya sistem dan prosedur telah diterapkan serta dilaksanakan dengan baik sebagaimana

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi. Pembelian pada PT Pondok Pujian Sejahtera

BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi. Pembelian pada PT Pondok Pujian Sejahtera BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Evaluasi Penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Pembelian pada PT Pondok Pujian Sejahtera Pada bab III dijelaskan tentang praktek sistem informasi akuntansi

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER ICQ. Internal Control Questionaire. Apakah perusahaan memiliki pedoman. penerimaan persediaan secara tertulis?

LAMPIRAN 1 KUESIONER ICQ. Internal Control Questionaire. Apakah perusahaan memiliki pedoman. penerimaan persediaan secara tertulis? L1 LAMPIRAN 1 KUESIONER ICQ Internal Control Questionaire No Pertanyaan Y T Keterangan PENERIMAAN PERSEDIAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Apakah perusahaan memiliki pedoman penerimaan persediaan secara tertulis?

Lebih terperinci

A. Prosedur Pemesanan dan

A. Prosedur Pemesanan dan L1 Kuesioner Evaluasi Pengendalian Internal atas Persediaan dan Fungsi Penjualan PT. Tunas Dunia Kertasindo A. Prosedur Pemesanan dan Pembelian Persediaan Barang NO. PERTANYAAN YA TIDAK KETERANGAN 1. Apakah

Lebih terperinci

akan muncul pesan seperti contoh berikut. diterima Berikut adalah tampilan awal dari form Retur Pembelian:

akan muncul pesan seperti contoh berikut. diterima Berikut adalah tampilan awal dari form Retur Pembelian: L61 apakah penerimaan barang untuk kode order pembelian yang baru saja diterima barangnya sudah lengkap diterima atau belum, apabila sudah lengkap, maka status order pembelian di dalam basis data akan

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Penjualan Unsur Pengendalian Internal Pada PT. Tiga Putra Adhi Mandiri

BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Penjualan Unsur Pengendalian Internal Pada PT. Tiga Putra Adhi Mandiri BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Penjualan 4.1.1 Unsur Pengendalian Internal Pada PT. Tiga Putra Adhi Mandiri Penulis mempunyai kriteria tersendiri untuk menilai unsur pengendalian internal dalam perusahaan. Kriteria

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA

BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA Audit operasional adalah audit yang dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektivitas,

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 4.1 Perencanaan Kegiatan Evaluasi Pengendalian Internal

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 4.1 Perencanaan Kegiatan Evaluasi Pengendalian Internal BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Perencanaan Kegiatan Evaluasi Pengendalian Internal Evaluasi pengendalian internal adalah suatu kegiatan untuk menilai dan mengevaluasi pengendalian internal perusahaan dan

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PRIMA JABAR STEEL

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PRIMA JABAR STEEL BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PRIMA JABAR STEEL Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT Prima Jabar Steel.

Lebih terperinci

BAB III PROSES PENGUMPULAN DATA. III.1. Sejarah Singkat PT Kurnia Mulia Citra Lestari

BAB III PROSES PENGUMPULAN DATA. III.1. Sejarah Singkat PT Kurnia Mulia Citra Lestari BAB III PROSES PENGUMPULAN DATA III.. Sejarah Singkat PT Kurnia Mulia Citra Lestari PT Kurnia Mulia Citra Lestari adalah perusahaan swasta yang didirikan berdasarkan akta notaris no.67 dihadapan Emmy Halim.SH,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 61 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT.Modern Putra Indonesia. Berikut ini sistem penjualan perusahaan yang akan dibahas oleh penulis adalah mengenai

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Tentang Perusahaan Berikut adalah gambaran tentang PT. Phanovindo Suksestama meliputi sejarah perusahaan, struktur, pembagian tugas dan tanggung jawab di

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN IV.1. Perencanaan Audit Operasional Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan perencanaan pemeriksaan. Perencanaan pemeriksaan merupakan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 26 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data 1. Unsur-Unsur Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang a. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian internal pada PT.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas Sebagai perusahaan distributor umum yang sedang berkembang, PT Altama Surya Arsa melakukan upaya untuk peningkatan

Lebih terperinci

Sistem Penerimaan PT. Kimia Sukses Selalu dimulai dari datangnya Purchase Order (PO)

Sistem Penerimaan PT. Kimia Sukses Selalu dimulai dari datangnya Purchase Order (PO) Keterangan Flowchart : Sistem Penerimaan PT. Kimia Sukses Selalu dimulai dari datangnya Purchase Order (PO) dari pelanggan ke perusahaan yang diterima oleh Customer Sales Representative (CSR) perusahaan

Lebih terperinci

Checklist mengenai lingkungan sistem pengendalian. No Pertanyaan Ya Tidak Keterangan

Checklist mengenai lingkungan sistem pengendalian. No Pertanyaan Ya Tidak Keterangan L1 Checklist mengenai lingkungan sistem pengendalian Penjualan 1 Apakah perusahaan menggunakan daftar harga? 2 apakah penyimpangan dari daftar harga harus disetujui oleh pejabat perusahaan yang berwenang?

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN

KUESIONER PENELITIAN KUESIONER PENELITIAN EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PEMBELIAN, PEMBAYARAN, PENERIMAAN BARANG, DAN PRODUKSI TERHADAP KETERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS PADA PT. LUNA NEGRA) Jakarta, 2 Agustus 2015

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menjelaskan hasil analisis terhadap jawaban teknik dari obseravasi, wawancara dan teknik pengumpulan data arsipakan di uraikan mengenai pembahasannya. Responden dalam

Lebih terperinci

No. Pernyataan. Tidak. Tidak. Tidak. Tidak

No. Pernyataan. Tidak. Tidak. Tidak. Tidak LAMPIRAN Lampiran. Kuesioner No. Pernyataan Lingkungan Pengendalian. Perusahaan telah menerapkan integritas dan nilai etis dalam kegiatannya.. Perusahaan telah menempatkan karyawan sesuai dengan latar

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Audit operasional atas fungsi pembelian dan hutang usaha pada PT Prima Auto

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Audit operasional atas fungsi pembelian dan hutang usaha pada PT Prima Auto BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Audit operasional atas fungsi pembelian dan hutang usaha pada PT Prima Auto Mandiri dibatasi pada hal-hal berikut ini: a. Mengidentifikasikan kelemahan sistem pengendalian

Lebih terperinci

BAB III OBJEK PENELITIAN. Pada tanggal 6 Januari 2002 PT Prima Auto Mandiri didirikan di Tebet dengan

BAB III OBJEK PENELITIAN. Pada tanggal 6 Januari 2002 PT Prima Auto Mandiri didirikan di Tebet dengan BAB III OBJEK PENELITIAN III.1 Sejarah Singkat Perusahaan Pada tanggal 6 Januari 2002 PT Prima Auto Mandiri didirikan di Tebet dengan Akta Pendirian Nomor 12 yang dibuat oleh notaris Monica, SH. PT Prima

Lebih terperinci

Bab IV Hasil Kerja Praktek Dan Analisis

Bab IV Hasil Kerja Praktek Dan Analisis Bab IV Hasil Kerja Praktek Dan Analisis 1.1 Hasil Praktek Kerja Sistem Penjualan Kredit di PT Purinusa Ekapersada menggunakan SAP (System Application Product) dari Jerman. Tujuan dari perusahaan menggunakan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. mekanikal, peralatan elektrikal, peralatan keselamatan kerja.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. mekanikal, peralatan elektrikal, peralatan keselamatan kerja. 35 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Perumusan Objek Penelitian 3.1.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Delta Suplindo Internusa adalah sebuah perusahaan distributor yang bergerak di bidang perdagangan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Hasil Kuesioner

Lampiran 1. Hasil Kuesioner Lampiran 1. Hasil Kuesioner No Pertanyaan Ada Tidak Ada 1. Lingkungan Pengendalian Apakah perusahaan memiliki prosedur atau kebijakan secara tertulis mengenai a. Prosedur Pengiriman? 33.30% 66.60% b. Pencatatan

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih

Lebih terperinci

Lampiran 2. Hasil Internal Control Questionnaires DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER

Lampiran 2. Hasil Internal Control Questionnaires DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER 55 Lampiran 2 Hasil Internal Control Questionnaires DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER Petunjuk Pengisian Pertanyaan terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian A merupakan pertanyaan umum dan bagian B merupakan pertanyaan

Lebih terperinci

Bab IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Proses Penjualan Barang yang Sedang Berjalan Dalam menentukan proses penjualan barang yang baru, terlebih dahulu harus dilakukan analisis mengenai proses yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. dasarkan atas tipe atau jenis barang yang ada di PT.Supra Sumber Cipta.

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. dasarkan atas tipe atau jenis barang yang ada di PT.Supra Sumber Cipta. BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Pada PT.Supra Sumber Cipta dibagi atas dua divisi penjualan, hal ini di dasarkan atas tipe atau jenis barang yang ada di PT.Supra Sumber Cipta. Adapun pembagian divisi tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Profil PT. Indo Tekhnoplus PT.Indo Tekhnoplus adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan alat-alat kesehatan

Lebih terperinci

PDF created with pdffactory Pro trial version

PDF created with pdffactory Pro trial version Daftar Lampiran : (terlampir) Lampiran 1 : Struktur organisasi dan Job-Description Lampiran 2 : Siklus Penjualan Lampiran 3 : Siklus Pembelian Lampiran 4 : Siklus Sumber Daya Manusia Lampiran 5 : Siklus

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN. Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional

BAB 4 PEMBAHASAN. Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional BAB 4 PEMBAHASAN Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT. Valindo Global. Pembahasan tersebut dibatasi pada penerimaan dan pengeluaran kas. Dalam melaksanakan audit

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Aktivitas Pembelian, Penyimpanan, dan. Penjualan Barang Dagang pada PT Enggal Perdana

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Aktivitas Pembelian, Penyimpanan, dan. Penjualan Barang Dagang pada PT Enggal Perdana BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Aktivitas Pembelian, Penyimpanan, dan Penjualan Barang Dagang pada PT Enggal Perdana IV.1.1. Evaluasi atas Aktivitas Pembelian Barang Dagang Aktivitas

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian terhadap audit operasional atas fungsi penjualan dan penerimaan kas pada PT. Dwimukti Graha Elektrindo yang telah di bahas pada Bab 4

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. PT Sumber Karunia Anugerah. Pembahasan ini dibatasi pada fungsi penjualan dan

BAB IV PEMBAHASAN. PT Sumber Karunia Anugerah. Pembahasan ini dibatasi pada fungsi penjualan dan BAB IV PEMBAHASAN Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT Sumber Karunia Anugerah. Pembahasan ini dibatasi pada fungsi penjualan dan piutang usaha modern market seperti

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN. fungsi penjualan dan penerimaan kas pada PT. Metaplas Harmoni. Dalam melaksanakan

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN. fungsi penjualan dan penerimaan kas pada PT. Metaplas Harmoni. Dalam melaksanakan BAB 4 HASIL DAN BAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pelaksanaan audit kecurangan terhadap fungsi penjualan dan penerimaan kas pada PT. Metaplas Harmoni. Dalam melaksanakan audit kecurangan diperlukan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. produk. Ada dua jenis produk yang didistribusikan, yaitu cat dan aneka furniture.

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN. produk. Ada dua jenis produk yang didistribusikan, yaitu cat dan aneka furniture. BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Tirtakencana Tatawarna adalah perusahaan yang bergerak dalam distribusi produk. Ada dua jenis produk yang didistribusikan, yaitu

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada Bab V Simpulan dan Saran 116 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan terhadap pengendalian intern siklus penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan

Lebih terperinci

BAB 4 EVALUASI DAN PEMBAHASAN

BAB 4 EVALUASI DAN PEMBAHASAN BAB 4 EVALUASI DAN PEMBAHASAN Evaluasi atas sistem akuntansi dimulai pada saat perusahaan mengalami kekurangan bahan baku untuk produksi saat produksi berlangsung. Selain itu evaluasi juga dilakukan pada

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Pada PT Arwana Citramulia, Tbk Untuk mengetahui tentang prosedur pembelian pada PT Arwana Citramulia, Tbk, maka penerapan prosedur

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN CV. SUMBER HASIL. Daerah Istimewa Jogjakarta. CV. Sumber Hasil bergerak dalam bidang hasil bumi.

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN CV. SUMBER HASIL. Daerah Istimewa Jogjakarta. CV. Sumber Hasil bergerak dalam bidang hasil bumi. BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN CV. SUMBER HASIL 3. Sejarah Singkat Perusahaan CV. Sumber Hasil terletak di Jalan Godean km 5 no 03 Godean, Sleman 55292, Daerah Istimewa Jogjakarta. CV. Sumber Hasil bergerak

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT TARGET MAKMUR SENTOSA merupakan sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas yang bergerak di bidang produksi dan distribusi

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN PT. TIRTAKENCAN A TATAWARN A YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN PT. TIRTAKENCAN A TATAWARN A YANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN PT. TIRTAKENCAN A TATAWARN A YANG BERJALAN 3.1. Profil Perusahaan PT. Tirtakencana Tatawarna adalah perusahaan yang bergerak dalam distribusi

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Pada proses ini penulis melakukan proses interview dan observation terhadap

BAB IV PEMBAHASAN. Pada proses ini penulis melakukan proses interview dan observation terhadap BAB IV PEMBAHASAN Proses audit operasional dilakukan untuk menilai apakah kinerja dari manajemen pada fungsi pembelian dan pengelolaan persediaan sudah dilaksanakan dengan kebijakan yang telah ditetapkan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. PT. Bumi Maestroayu dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang

BAB IV PEMBAHASAN. PT. Bumi Maestroayu dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan audit operasional atas fungsi penjualan dan penerimaan kas pada PT. Bumi Maestroayu dijelaskan pada bab keempat ini. Berdasarkan ruang lingkup yang telah penulis uraikan pada

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Audit operasional dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan

BAB IV PEMBAHASAN. Audit operasional dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan BAB IV PEMBAHASAN Audit operasional dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan keekonomisan suatu perusahaan. Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Akuntansi 2.1.1 Pengertian Sistem Akuntansi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam suatu perusahaan, sistem akuntansi memegang peranan penting dalam mengatur arus pengelolaan data akuntansi untuk menghasilkan

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 104 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dalam bab-bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Prosedur akuntansi piutang dagang merupakan suatu prosedur pencatatan

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT CHAROEN POKPHAN INDONESIA TBK

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT CHAROEN POKPHAN INDONESIA TBK BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT CHAROEN POKPHAN INDONESIA TBK IV.1. Perencanaan dan Tujuan Audit Operasional atas fungsi Penjualan, Piutang Usaha

Lebih terperinci

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM INFORMAS I AKUNTANS I PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. PRO-HEALTH INTERNATIONAL

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM INFORMAS I AKUNTANS I PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. PRO-HEALTH INTERNATIONAL BAB 3 ANALIS IS S IS TEM INFORMAS I AKUNTANS I PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. PRO-HEALTH INTERNATIONAL 3.1 Riwayat Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Pro-Health International didirikan di Jakarta,

Lebih terperinci

PT. WIYO. Komp. Pergudangan Tiara Jabon E1/27 Sidoarjo STANDARD OPERATING PROCEDURE. PROSEDUR PENERIMAAN dan PENGIRIMAN PESANAN

PT. WIYO. Komp. Pergudangan Tiara Jabon E1/27 Sidoarjo STANDARD OPERATING PROCEDURE. PROSEDUR PENERIMAAN dan PENGIRIMAN PESANAN Lampiran 1 PT. WIYO Komp. Pergudangan Tiara Jabon E1/27 Sidoarjo STANDARD OPERATING PROCEDURE PROSEDUR PENERIMAAN dan PENGIRIMAN PESANAN 1. TUJUAN Tujuan dari Standard Operating Procedure penerimaan pesanan

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan evaluasi

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan evaluasi BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan evaluasi pengendalian internal pada PT. Esham Dima Mandiri. Pembahasan tersebut dibatasi pada fungsi penjualan, piutang usaha

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. penerimaan kas. Supaya tujuan tercapai dilakukan audit operasional pada PT

BAB IV PEMBAHASAN. penerimaan kas. Supaya tujuan tercapai dilakukan audit operasional pada PT BAB IV PEMBAHASAN Bab ini membahas peranan pengendalian intern atas penjualan, piutang, dan penerimaan kas. Supaya tujuan tercapai dilakukan audit operasional pada PT Geotechnical Systemindo yang dibatasi

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 69 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan UD. Sri Rejeki adalah usaha dagang yang bergerak dalam bidang ceramics houseware. Berawal dari keinginan

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG DAGANG PADA PT CORNINDO BOGA JAYA (GARUDAFOOD GROUP)

BAB IV EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG DAGANG PADA PT CORNINDO BOGA JAYA (GARUDAFOOD GROUP) BAB IV EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG DAGANG PADA PT CORNINDO BOGA JAYA (GARUDAFOOD GROUP) IV.1 Evaluasi Atas Struktur Organisasi Perusahaan Beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT Trijaya Catur Sentosa merupakan perseroan terbatas, perusahaan ini berdiri pada tahun 2001 berdasarkan akta notaris

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. BERNOFARM

BAB IV EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. BERNOFARM BAB IV EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. BERNOFARM IV. 1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Dan Penerimaan Kas Pada PT. Bernofarm. PT. Bernofarm merupakan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Mei Perusahaan didirikan oleh Endang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Mei Perusahaan didirikan oleh Endang BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN III.1 Sejarah Singkat PT. BERLIAN TECHPRINT INDONESIA merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Mei 2007. Perusahaan didirikan oleh

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan pengamatan dan evaluasi penelusuran atas fungsi penjualan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan pengamatan dan evaluasi penelusuran atas fungsi penjualan BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1. Simpulan Setelah melakukan pengamatan dan evaluasi penelusuran atas fungsi penjualan dan penerimaan kas PT Kurnia Mulia Citra Lestari, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. PT. My Rasch Indonesia. Audit operasional merupakan suatu proses sistematis yang

BAB IV PEMBAHASAN. PT. My Rasch Indonesia. Audit operasional merupakan suatu proses sistematis yang BAB IV PEMBAHASAN Dalam bab ini, penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT. My Rasch Indonesia. Audit operasional merupakan suatu proses sistematis yang mencakup serangkaian langkah

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 51 BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PD Anugrah Mandiri mulai berdiri pada tahun 2001. Sebelumnya perusahaan ini belum berbentuk perusahaan dagang, melainkan

Lebih terperinci

Lampiran 1 HASIL WAWANCARA DENGAN PIHAK CV HANURA

Lampiran 1 HASIL WAWANCARA DENGAN PIHAK CV HANURA 100 Lampiran 1 HASIL WAWANCARA DENGAN PIHAK CV HANURA 1. Sejak kapan CV Hanura didirikan dan siapakah pendirinya, Pak? - Sejak tahun 1967 dan pendirinya Alm. Bp. Dwidja Saputra 2. Di bidang apakah CV Hanura

Lebih terperinci

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI IV.1. Tahap Penelitian Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan Pada tahap

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan. merupakan salah satu dari unsur pengendalian internal. Struktur organisasi

BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan. merupakan salah satu dari unsur pengendalian internal. Struktur organisasi BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas merupakan salah satu dari unsur pengendalian internal. Struktur

Lebih terperinci

Almond Accounting Software

Almond Accounting Software Almond Accounting Software ABOUT THIS PRODUCT Sebuah Software Akuntansi yang mengakomodasi proses transaksi retail / distribusi barang dagangan perusahaan yang saling terintegrasi antar modul. Sehingga

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Jakarta oleh Bapak Eddy. CV. Mutiara Electronic terletak di Ruko Taman Permata Buana

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Jakarta oleh Bapak Eddy. CV. Mutiara Electronic terletak di Ruko Taman Permata Buana BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Perusahaan CV. Mutiara Electronic pertama kali didirikan pada tanggal 8 Maret 00 di Jakarta oleh Bapak Eddy. CV. Mutiara Electronic terletak di Ruko Taman

Lebih terperinci

GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING Alur Penjualan DO. Diagram Alur Transaksi Penjualan DO CDS PLATINUM

GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING Alur Penjualan DO. Diagram Alur Transaksi Penjualan DO CDS PLATINUM 4. 4. 2 3 ALUR ALUR PENJUALAN PENJUALAN 4.3.2 Alur Penjualan DO Diagram Alur Transaksi Penjualan DO 4.3.43 4.3.2.1 Orderan Form Standar Menu Orderan Form Standar digunakan untuk mempersiapkan kunjungan

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK PENELITIAN. menempati lahan seluas 200 meter persegi. Diantaranya jasa yang dilayani sendiri adalah

BAB 3 OBJEK PENELITIAN. menempati lahan seluas 200 meter persegi. Diantaranya jasa yang dilayani sendiri adalah BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Valindo Global didirikan pada Juni 2010 yang berkedudukan di BSD City, menempati lahan seluas 200 meter persegi. Diantaranya jasa yang dilayani

Lebih terperinci

GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING 4.3 ALUR PENJUALAN Alur Penjualan Regular. Diagram Alur Transaksi Penjualan Reguler CDS PLATINUM 4.3.

GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING 4.3 ALUR PENJUALAN Alur Penjualan Regular. Diagram Alur Transaksi Penjualan Reguler CDS PLATINUM 4.3. 4. 4. 2 3 ALUR ALUR PENJUALAN PENJUALAN 4.3 ALUR PENJUALAN 4.3.1 Alur Penjualan Regular Diagram Alur Transaksi Penjualan Reguler 4.3.1 4.3.1.1 Barang Prioritas Menu yang digunakan untuk menginput barang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem dan Prosedur Pengertian system dan prosedur menurut Mulyadi (2001 : 5) adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT. AROMATECH INTERNATIONAL

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT. AROMATECH INTERNATIONAL BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT. AROMATECH INTERNATIONAL 3.1 Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Piutang Usaha PT. Aromatech International

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1. Latar belakang perusahaan PT. Mitra Eka Persada, merupakan perusahaan dagang yang bergerak di bidang penjualan kertas. Awal mulanya PT. Mitra Eka Persada hanyalah

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN PADA PT PANCA KEMAS KRIDA MANUNGGAL

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN PADA PT PANCA KEMAS KRIDA MANUNGGAL 73 BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN PADA PT PANCA KEMAS KRIDA MANUNGGAL 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan PT. Cipta Global Niaga Prima berdiri pada tanggal 17 Januari tahun 2000 beralamat di Jln. Kav. Polri Blok A8 No.188, Jelambar, Jakarta Barat.

Lebih terperinci

BAB 3. perusahaan manufaktur sekaligus eksportir yang bergerak di bidang furniture. rotan, enceng gondok, pelepah pisang dan sebagainya.

BAB 3. perusahaan manufaktur sekaligus eksportir yang bergerak di bidang furniture. rotan, enceng gondok, pelepah pisang dan sebagainya. BAB 3 Analisis Sistem Pembelian Bahan Baku yang Sedang Berjalan 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Siaga Ratindotama, yang didirikan pada tanggal 12 Maret 1992 di Jakarta

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Sejarah perusahaan PD. Hutama Waserda merupakan perusahaan berbadan hukum yang bergerak di bidang retail dan didirikan pada tanggal 8 oktober 1993 oleh Bpk. Wendy

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT Mitra Makmurjaya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT Mitra Makmurjaya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT Mitra Makmurjaya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk sepeda motor Honda yang didirikan pada tanggal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dimulai dari Juli 2013 sampai dengan Desember 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. dimulai dari Juli 2013 sampai dengan Desember 2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Dalam penelitian ini, penulis mengadakan penelitian dan bekerja di PT Tiga Pilar Sejahtera sebuah perusahaan Manufaktur di bidang consumer food

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Perencanaan Kegiatan Audit Operasional. pemeriksaan lebih sistematis dan terarah. Oleh karena itu, sesuai dengan ruang

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Perencanaan Kegiatan Audit Operasional. pemeriksaan lebih sistematis dan terarah. Oleh karena itu, sesuai dengan ruang BAB IV PEMBAHASAN IV. 1 Perencanaan Kegiatan Audit Operasional Sesuai dengan penentuan ruang lingkup yang telah ditetapkan dari penelitian ini, audit operasional akan dilakukan pada fungsi penjualan serta

Lebih terperinci

Bab II Dasar Teori 2.1 Pengertian Sistem Akuntansi 2.2 Pengertian Penjualan Kredit 2.3 Pengertian Sistem Penjualan Kredit

Bab II Dasar Teori 2.1 Pengertian Sistem Akuntansi 2.2 Pengertian Penjualan Kredit 2.3 Pengertian Sistem Penjualan Kredit Bab II Dasar Teori 2.1 Pengertian Sistem Akuntansi Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan

Lebih terperinci

SIKLUS PENGELUARAN B Y : M R. H A L O H O

SIKLUS PENGELUARAN B Y : M R. H A L O H O SIKLUS PENGELUARAN B Y : M R. H A L O H O Tujuan dari siklus pengeluaran Meyakinkan bahwa seluruh barang dan jasa telah dipesan sesuai kebutuhan Menerima seluruh barang yang dipesan dan memeriksa (verifikasi)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. untuk mengarahkan pada pokok bahasan yang telah dikemukakan pada bab I.

BAB II LANDASAN TEORI. untuk mengarahkan pada pokok bahasan yang telah dikemukakan pada bab I. 8 BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan diuraikan beberapa landasan teori yang digunakan untuk mengarahkan pada pokok bahasan yang telah dikemukakan pada bab I. 2.1 Pengertian Sistem Sistem adalah sekelompok

Lebih terperinci