MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG MENGGUNAKAN MODEL MAKE-A MATCH SISWA KELAS IV SDN 14/1 SEI. BAUNG.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG MENGGUNAKAN MODEL MAKE-A MATCH SISWA KELAS IV SDN 14/1 SEI. BAUNG."

Transkripsi

1 MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG MENGGUNAKAN MODEL MAKE-A MATCH SISWA KELAS IV SDN 14/1 SEI. BAUNG Devi Haryani 1 ABSTRAK Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, berpikir kritis, dan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran maka akan tercipta situasi belajar aktif yang sangat menentukan bagi keberhasilan mencapai tujuan pembelajaran. Akan tetapi pada kenyataannya, aktivitas belajar siswa sangat rendah yaitu dalam aktivitas belajar siswa. Hal ini dipengaruhi kurangnya sarana penunjang pembelajaran yang tidak menggunakan model dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut maka digunakanlah model Make A-Match. Skipsi ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meingkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran operasi hitung menggunakan model Make A-Match siswa kelas IV SDN 14/1 Sei.Baung. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam beberapa siklus. Setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui lembar observasi aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa dan lembar observasi guru. Dari hasil observasi memperlihatkan bahwa pada setiap siklus aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal ketuntasannya dengan presentase 44% dan nilai rata-rata 59,6 dan hanya 12 orang siswa yang tuntas. Pada siklus II mengalami peningkatan presentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal 74% dan nilai rata-rata 64 dan hanya 20 siswa yang tuntas, dan pada siklus III ketutasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu dengan presentase 100% dengan nilai rata-rata 85,9, sertta semua siswa tuntas dalam KKM 60. Selain itu aktivitas siswa pada siklus I, II dan III juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I dengan persentase 45% berada pada kategori kurang aktif, siklus II meningkat menjadi 67% dengan kategori cukup aktif dan pada siklus III meningkat juga menjadi 89,7% dengan kategori sangat aktif. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa dengan model Make A-Match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika di kelas IV SDN 14/1 Sei Baung. Adapun saran yang diajukan yaitu siswa harus mengikuti aturan yang disampaikan oleh guru dalam mencocockkan kartu soal dan jawaban, kepada guru diharapkan menjadikan model Make A-Match sebagai alternative yang digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Kata Kunci: Aktivitas, model Make A-Match, matematika PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. perkembangan pesat dibidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika dibidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan dimasa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini (BSNP, 2006). 1 Devi Haryani adalah mahasiswa FKIP PGSD Universitas Jambi. Dosen pembimbing skripsi I Drs.Husni Sabil, M.Pd. dan Dosen pembimbing skripsi II Dra.Destrinelli.M.Pd.

2 Keterampilan berpikir merupakan suatu kebutuhan, karena dengan keterampilan tersebut seseorang akan memiliki kunci-kunci dalam menyelesaikan masalah, menyaring informasi, pencapaian prestasi atau pembentukan kepribadian. Dimana salah satu dari keterampilan berpikir dapat terlihat pada hasil belajar matematika. Hasil belajar matematika sangatlah penting bagi siswa kelas awal di sekolah dasar karena akan selalu digunakan mereka seumur hidupnya dan dalam kegiatan sehari-haripun berkaitan erat dengan matematika. Kegiatan berhitung merupakan bagian dari matematika awal akan mempengaruhi pengembangan kognitif siswa, kegiatan ini dapat dijumpai setiap hari dan dimana-mana. Begitu dekatnya kegiatan berhitung dengan kehidupan, membuat pengembangan berhitung untuk siswa sekolah dasar menjadi hal yang signifikan. Didalam perkembangan kemampuan matematika, siswa diharuskan menguasai konsep bilangan, yaitu angka-angka yang merupakan dasar ilmu pengetahuan. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari SD untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dann kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, menggelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Dalam mengaktifkan siswa pada proses belajar mengajar, guru harus dapat menggunakan strategi pembelajaran yang tepat dan efektif dengan menggunakan media pembelajaran yang konkrit, menarik dan bervariasi serta mampu memanejemenkan kelas. Untuk mencapai tujuan pembelajaran ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru sebelum memulai proses pembelajaran. Diantaranya adalah guru harus menetapkan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai berdasarkan kurikulum yang dipakai, melaksanakan metode belajar yang disesuaikan dengan materi dan karakteristik peserta didik sehingga dapat menarik perhatian siswa untuk dapat aktif dalam pembelajaran dan terlihat secara langsung, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Dari hasil wawancara peneliti dan guru kelas IV SDN 14/1 Sei.Baung yang bernama Fitri Gishari.S.Pd, guru masih kesulitan untuk menyampaikan materi pelajaran, khususnya materi operasi hitung bilangan. Kesulitan guru ini terutama dalam penerapan dan penyampaian materi, aktivitas guru yang masih dominan dari pada siswa, membuat pembelajaran matematika dirasakan kurang menarik bagi siswa. Guru sudah menggunakan media dan alat peraga sebagai penunjang materi jika diperlukan, setelah itu guru memberikan pertanyaan kepada siswa tetapi hanya sebagian kecil siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Selain itu siswa juga tidak mampu mengemukakan gagasan/ pendapatnya pada saat proses pembelajaran berlangsung karena disini siswa kurang aktif. Pada saat mengerjakan tugas/ latihan banyak siswa yang beraktivitas mencontoh pekerjaan temannya dibandingkan mengerjakan sendiri-sendiri. Berdasarkan keterangan dari siswa kelas IV SDN 14/1 Sei.Baung, semuanya beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sukar untuk dipelajari. Di samping itu proses belajar mengajar selalu diawali dengan penjelasan materi didepan kelas beserta contoh soal dan latihan. Siswa selalu disuruh untuk mencatat apa yang ditulis oleh guru dan tidak melibatkan siswa dalam menyelesaikan masalah. Guru biasanya meminta siswa mengerjakan soal-soal dibuku latihan, kemudian dikumpul dan begitu seterusnya. Keaktifan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, berpikir kritis, dan dapat memecah permasalahanpermasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu guru dapat merekayasa sistem pembelajaran secara sistematis, sehingga merangsang keaktivan siswa dalam proses pembelajaran. Mc Keachie (dalam Dimyati, 2002:119) mengemukakan 7 aspek terjadinya keaktifan siswa, diantaranya (1) partisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan pembelajaran (2) tekanan pada aspek afektif dalam belajar (3) partisipasi siswa dalam

3 kegiatan pembelajaran, terutama yang berbentuk interaksi antar siswa (4) kekompakan kelas sebagai kelompok belajar (5) kebebasan belajar yang diberikan kepada siswa, dan kesempatan untuk berbuat serta mengambil keputusan penting dalam proses pembelajaran (6) pemberian waktu untuk menanggulangi masalah pribadi siswa, baik berhubungan maupun tidak berhubungan dengan belajar. Berdasarkan keterangan diatas, timbullah berbagai macam masalah yang didapat, secara umum proses pembelajaran matematika masih memiliki kualitas rendah, dimana guru kurang menarik perhatian siswa yang ditandai dengan aktivitas belajar mengajar yang masih minim, pemilihan model pembelajaran yang kurang sesuai dengan materi yang menyebabkan siswa sulit dalam memahami konsep materi pelajaran. Siswa hanya pasif mendengarkan dan mencatat saja, bahkan siswa senang bermain dari pada memperhatikan guru menerangkan dan mengerjakan tugasnya. Rendahnya nilai hasil belajar siswa khususnya pada materi operasi bilangan yang selalu dibawah standar KKM (kriteria ketuntasan minimal) yaitu 60,00. Hanya 9 orang siswa dari 27 orang siswa keseluruhan yang mendapat nilai lebih dari 60,00. Presentase siswa yang menguasai konsep operasi bilangan hanya sebesar 38%.yang dinyatakan berhasil dari jumlah siswa kelas IV, nilai ini sangat jauh dari harapan. Oleh karena itu diperlukan tindakan kelas yang tepat agar nantinya pada akhir penelitian terjadi perubahan atau peningkatan hasil belajar khususnya pada materi operasi hitung. Dari berbagai masalah yang timbul, akar dari masalah rendahnya kualitas proses pembalajaran matematika, karena guru tidak menggunakan model pembelajaran yang tepat dan kurang menarik perhatian siswa untuk mengikuti jalannya proses belajar mengajar, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang masih rendah dan siswa masih sulit memahami konsep materi operasi hitung. Berbagai model pembelajaran dapat digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran operasi hitung. Penggunaan model pembelajaran yang tepat akan lebih mengarahkan aktivitas belajar. Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah model Make-A Match. Dimana model pembelajaran ini dapat menyenangkan siswa, meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa, model ini juga lebih menggunakan keterlibatan siswa yang diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal serta dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 14/1 Sei.Baung. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis bermaksud mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Operasi Hitung Menggunakan Model Make-A Match Siswa Kelas IV SDN 14/1 Sei.Baung. Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut Bagaimana Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Operasi Hitung Menggunakan Model Make-A Match Siswa Kelas IV SDN 14/1 Sei.Baung? METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 14/1 Sei.Baung dengan jumlah siswa 27 orang siswa yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan dengan umur siswa yang berkisar 9-12 tahun, yang dilakukan penelitian pada semester ganjil tahun ajaran Dalam prosedur penelitian yang dilakukan penulis, meliputi 3 siklus yang masing-masing setiap 1 siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang didalamnya terdapat 4 tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi Observasi dilaksanakan bersama dengan pelaksanaan penelitian. observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran yaitu selama 70 menit (2x35 menit). Observasi dalam penelitian ini adalah proses pengamatan terhadap semua yang terjadi ketika proses pembelajaran berlangsung terhadap tindakan-tindakan yang guru kolaborasi lakukan. Kegiatan observasi merupakan kegiatan penilaian terhadap proses guru dalam mengajar dan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.

4 Indikator siswa yang di observasi yaitu semangat siswa dalam belajar keaktifan dan aktivitas siswa dalam mencari pasangan atau mencocokkan kartu dalam kegiatan pembelajaran, aktivitas siswa dalam menjalankan atau memahami perintah yang diinstruksikan oleh guru dalam proses pembelajaran, keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan serta dalam menyelesaikan soal yang diberikan guru, dan kemampuan dalam membuat kesimpulan. Indikator guru yang di observasi yaitu kemampuan dalam melakukan apersepsi, penjelasan materi, penguasaan kelas, penjelasan atas model yang diterapkan, penggunaan media pembelajaran, kejelasan suara guru, pemberian pertanyaan dan tugas, menyimpulkan materi dan menutup pembelajaran. Untuk mengetahui atau untuk menganalisis data keberhasilan proses pembelajaran dan hasil penyajian materi diambil data yang diolah adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data pengambilan tentang keaktivan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Pengambilan data tes siswa dan aktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung menggunakan lembar observasi (terlampir). Data ini diolah dengan rumus menurut Sudjana (2009:113) adalah: Persentase aktivitas siswa pernidikator = x100% Persentase aktivitas siswa perindikator = x100% Sedangkan untuk menghitung persentase rata-rata skor aktivitas siswa dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Persentase rata-rata skor aktivitas siswa perindikator = Persentase rata-rata skor aktivitas siswa persiswa = Selanjutnya aktivitas siswa yang telah dihasilkan dari tes secara formatif tersebut diinterprestasikan dengan ketentuan yang dikemukakan oleh Arikunto (2010:35) sebagai berikut: Tabel tafsiran presentase untuk aktivitas siswa Interval Presentase Keterangan 0% - 40% 50% - 59% 60% - 69% 70% - 79% 80% - 100% Sangat kurang Kurang Cukup Baik Sangat baik (E) (D) (C) (B) (A) Sedangkan cara yang digunakan untuk menghitung persentase rata-rata aktivitas guru perindikator dan persentase rata-rata aktivitas guru, sebagai berikut:

5 Persentase aktivitas guru perindikator = Persentase rata-rata skor aktivitas guru = x100% Selanjutnya data keaktifan aktivitas guru yang telah dihasilkan dari tes secara formatif tersebut diinterprestasikan dengan ketentuan sebagai berikut: 3.4 tabel tafsiran persentase untuk aktivitas guru Interval presentase Keterangan 0% - 40% 50% - 59% 60% - 69% 70% - 79% 80% - 100% Sangat kurang Kurang Cukup Baik Sangat baik (E) (D) (C) (B) (A) Sedangkan data kuantitatif adalah data nilai hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pemberian tes yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran. Data ini berupa nilai dalam bentuk angka. Ketuntasan baik perorangan maupun klasikal telah tecapai dengan digunakan rumus: Persentase ketuntasan belajar individu = x100% Adapun kriteria ketuntasan individu yang harus dicapai oleh siswa secara minimal mencapai 70% dari kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh guru mata pelajaran matematika dan untuk mengetahui ketuntasan klasikalnya dapat menggunakan rumus menurut Anonim (2007:22) antara lain: Persentase ketuntasan belajar klasikal = x100% HASIL PENELITIAN Hasil penelitian siklus I Penelitian siklus I dilaksanakan pada tanggal 02, 03 dan 04 oktober 2012 selama 6 jam pelajaran. Sebelum pelaksanaan tindakan terlebih dahulu peneliti melakukan persiapanpersiapan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan yaitu membuat RPP, membuat lembar observasi, menyiapkan media pembelajaran, dan membuat soal tes untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan selama pelaksanaan siklus I, pengajaran dengan menggunakan model Make A-Match belum menunjukkan hasil. Pada siklus I ini siswa telah mau untuk ikut serta dalam kegiatan pembelajaran dan siswa menunjukkan partisipasinya untuk ikut dalam kegiatan pembelajaran yaitu mencari pasangan kartu soal dan kartu jawaban, namun masih juga terdapat kendala-kendala yang dihadapi, maka model ini masih tetap dipertahankan pada siklus berikutnya dimana hasil dan kendala yang ada pada siklus I dijadikan sebagai acuan untuk menyusun rencana kegiatan

6 pembelajaran pada siklus II. Temuan yang diperoleh selama proses pembelajaran pada siklus I adalah: 1. Dalam kegiatan pembelajaran masih ada siswa yang tidak memperhatikan penjelasan atau penyampaian materi yang diberikan oleh oleh guru 2. Kurangnya perhatian siswa saat guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran sehingga dalam kegiatan mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban ataupun sebaliknyabelum berjalan secara maksimal karena masih ada sebagian siswa yang belum memahami dan siswa ini hanya duduk diam saja dikursi 3. Saat kegiatan pembelajaran berlangsung siswa lebih sibuk dengan kegiatannya sendiri seperti berjalan memamerkan kartu yang dipegangnya kepada teman lain tanpa memperhatikan instruksi yang diberikan oleh guru yaitu agar tidak memperlihatkan kartu soal dan kartu jawabannya selain pasangannya sendiri. 4. Dalam membuat cara jalannya perhitungan operasi hitung ini, hanya sebagian siswa yang benar-benar membuatnya, sementara yang lain sibuk dengan kegiatannya sendiri. Alternative tindakannya adalah sesuai dengan yang diungkapkan oleh B.F Skiner (1958), menurutnya belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif. Belajar juga dipahami sebagai suatu perilaku, pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Skinner juga memikirkan tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang dan respon. Adapun langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori kondisioning operan menurut Skinner adalah: 1. Mempelajari keadaan kelas berkaitan dengan perilaku siswa 2. Membuat daftar penguat positif 3. Memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya, dan 4. Membuat program pembelajaran berisi urutan perilaku yang dikehendaki, penguat, waktu mempelajari perilaku, dan evaluasi. Menurut Sagala (2011: 15) seorang anak yang belajar telah melakukan perbuatan, dari perbuatannya itu lalu mendapat hadiah, maka dia akan menjadi lebih giat belajar, yaitu responnya menjadi lebih intensif dan kuat. Hasil penelitian siklus II Penelitian siklus II dilaksanakan pada tanggal 09, 10, dan 11 Oktober Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan untuk mengatasi masalah yang terdapat pada siklus I. Sebelum pelaksanaan tindakan peneliti dan guru kolaborator melakukan persiapanpersiapan yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian yaitu membuat RPP, lembar observasi, dan soal tes untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II ini semua indikator aktivitas siswa telah mengalami peningkatan, baik pada skor maupuyn pada nilai presentasse skornya dibandingkan dengan siklus I. namun pada pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus II ini guru masih mengalami kendala-kendala pada pelaksaan proses pembelajaran. Adapun kendala-kendala yang dihadapi antara lain: A. Saat guru menyampaikan tujuan pembelajaran siswa kurang memperhatikan. B. Pada kegiatan mencocokkan kartu soal dan jawaban suasana kelas menjadi gaduh karena siswa membacakan soal atau jawaban yang dipegangnya. C. Siswa masih asal mencari pasangan tanpa mencari isi dari kartu yang dipegangnya

7 Berdasarkan temuan siklus II maka dilakukan perbaikan untuk pelaksanaan siklus III, yaitu dikemukakan oleh Martinis Yamin (2010) dalam Gagne dan Brigs menjelaskan rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam kelas yang diantaranya yaitu: A. Memberikan motivasi atau menarik perhatian siswa, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran B. Mengingatkan kompetensi prasyarat. jadi pada saat guru menyampaikan tujuan pembelajran hendaknya guru juga melibatkan siswa, sehingga siswa akan merasa takut apabila tidak memperhatikan, serta C. Memberi petunjuk kepada siswa cara mempelajarinya. Pada saat menyampaikan tujuan pembelajaran hendaknya guru juga melibatkan siswa sehingga siswa akan merasa takut apabila dia tidak memperhatikan. Hentikan kegiatan mencari pasangan kartu jika siswa bekerja dengan bersuara, beri siswa sebuah ancaman siapa yang bersuara berteriak-teriak kartu yang ada ditangannya akan diambil dan tidak boleh mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil Penelitian Siklus III Penelitian siklus III dilaksanakan pada tanggal 16, 17 dan 18 oktober Pelaksanaan tindakan siklus III dilaksanakan untuk mengatasi masalah yang terdapat pada siklus II. Sebelum pelaksanaan tindakan peneliti dan guru kolaborator melakukan persiapanpersiapan yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian yaitu membuat RPP, menyiapkan lembar observasi, dan soal tes untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus III tampak adanya perubahan setelah menggunakan model Make A-Match pada operasi hitung campuran sudah memberikan hasil yang optimal dan ternyata memberikan perubahan pada aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil refleksi menunjukkan bahwa penerapan model Make A-Match ini menimbulkan rasa percaya diri pada siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru, juga melatih keberanian siswa dalam menjawab saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu juga model ini dapat menumbuhkan rasa disiplin diri dan melatih ketelitian siswa dalam pengerjaan soal. Begitu pula untuk hasil tes yang diperoleh pada siklus III ini ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal sudah mencapai 100% siswa tuntas dan dengan nilai rata-rata 85,9 berarti tindakan yang diberikan sudah baik dan berhasil. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian 3 siklus yaitu pada siklus I dilakukan dalam 3 kali pertemuan, siklus II dilakukan dalm 3 kali pertemuan dan pada siklus tiga dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Pada setiap siklus yang dilakukan terlihat adanya perubahan aktivitas siswa dan perolehan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran dalam pelaksanaan penelitian ini. Pada setiap siklus yang dilakukan menggunakan model pembelajaran yang sama yaitu Make A-Match tetapi tindakan yang dilakukan mengalami perubahan yang disebabkan karena adanya perubahan dari diri siswa. Adapun rekapitulasi observasi pada siklus I, II, III yaitu observasi siswa, guru dan hasil tes belajar siswa yang telah dilakukan pada setiap siklus dalam kegiatan pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.10 rekapitulasi hasil aktivitas siswa siklus I sampai siklus III. No Indikator yang diamati Rata-rata hasil siklus I Rata-rata hasil siklus II Rata-rata hasil siklus III

8 1 Mencocokkan kartu soal dan jawaban Menjalankan atau memahami perintah yang diinstruksikan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran 3 Menggunakan alat hitung dalam operasi hitung 4 Membuat cara jalannya perhitungan operasi hitung 5 Menjawab pertanyaan Menjelaskan soal yang diberikan oleh guru 7 Berdiskusi atau mengemukakan pendapat Jumlah (%) Rata-rata (%) 59,13 82,54 94,31 Tingkat aktivitas Kurang aktif Sangat aktif Sangat aktif Tabel 4.11 Rekap hasil observasi aktivitas guru siklus I, II, dan III No Indikator Persentase Siklus I Siklus II Siklus III 1 Apersepsi Pemberian motivasi atau menarik perhatian siswa 3 Menjelaskan tujuan instruksional pembelajaran 4 Pemberian pengetahuan berdasarkan kompetensi 5 Pengelolaan kelas Pemberian media pembelajaran Pemberian potongan kartu Bimbingan kepada siswa Memberikan penghargaan individu refleksi Pemberian asesmen (proses) dan evaluasi Memberikan umpan balik Jumlah (%) Rata-rata (%) 79 91,6 95,8 Tingkat aktivitas Baik Sangat baik Sangat baik Dari tabel penelitian yang dilakukan pada kegiatan guru pada setiap siklusnya mengalami peningkatan. Pada siklus I jumlah persen yang didapat 38% dengan jumlah ratarata persennya 79% dengan kategori tingkat aktivitasnya baik. Pada siklus II hasil yang didapat jumlah persennya 44% dengan rata-rata 91,6% kategori sangat baik dan pada siklus III kegiatan aktivitas yang dilakukan guru meningkat menjadi 46% sedangkan rata-rata persen meningkat menjadi 95,8% dengan kategori tingkat aktivitasnya sangat baik.

9 Table 4.12 Rekap hasil belajar siswa pada akhir pertemuan siklus I, II, dan III. No Nama siswa Siklus I II III 1 ANDRI ANDRI ZULFI ANDIKA DARUL FIKRI ANISA ALIYA ANDI PADLI AHMAD SYAFI I A.HALIM PERDANA. K AHMAD SYAI IN ARDILA ANGGRAINI AHMAD RAFIQI HUSNUR RIFKI LUTPIATUN NISA M.MILADI NAKWA M.ELMITA SUBRI MUTMAINAH PUTRI IHROTUN PUTRI NABILA PUJA MAWADDAH ASWARNI ANA KHOTRUN NADA ROIHANATUL INNAJAH SUMARNI SUNDIKA WARDANI UMIL ATIKA WASILA TURRAHMAN WAHYU FEBRIAN WAPA ADE SAPUTRA Jumlah nilai Rata-rata kelas 59, ,9 Siswa tidak tuntas Siswa yang tuntas Ketuntasan klasikal % 44% 74% 100% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar siswa secara individu maupun klasikal menggunakan model Make A-Match ini mengalami peningkatan pada setiap siklusnya yaitu pada siklus I ketuntasan dengan persentase 44% dan nilai rataratanya 59,6. siklus II dengan ketuntasan secara klasikalnya 74% dan nilai rata-ratanya 64, siklus III persentase ketuntasan secara klasikalnya adalah 100% dan nilai rata-ratanya 85,9 dan aktifitas siswa pada siklus I, II dan III juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I dengan persentase 59,13% berada pada kategori kurang aktif, siklus II dengan kategori sangat aktif dengan persentase 82,54%, sedangkan pada siklus III meningkat menjadi 94,31% dengan kategori sangat aktif. Pada siklus I ini ada 15 siswa yang belum mengalami perubahan dan hasil belajar belum meningkat. Untuk itu perlu adanya perbaikan pada siklus selanjutnya dan peningkatan hasil belajar siswa terutama kepada siswa yang belum tuntas dan siswa yang mengalami masalah pada aktivitas belajarnya yang akan dilanjutkan perbaikannya pada siklus II.

10 Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat signifikan dengan tingkat keaktifan siswa yang dapat dilihat pada lembar observasi yaitu ratarata sebesar 67% dengan tingkat aktivitas cukup aktif. Untuk itu aktifitas belajar ini sangat perlu dipertahankan sehingga permasalahan yang muncul pada siklus II ini atau yang dihadapi siswa dalam belajar matematika dapat teratasi dengan menggunakan model Make A- Match ini yang pelaksanaan tindakannya juga harus lebih ditingkatkan. Siswa yang tergolong belum tuntas dalam hasil belajaranya ada 7 siswa yang mengalami masalah terutama malas mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Untuk menuntaskan hasil belajar 7 siswa ini perlu dilakukan perbaikan dan direkomendasi pada pelaksanaan siklus III. Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II diatas maka dapat diambil tindakan pada siklus III dengan jumlah siswa yang belum tuntas 7 orang siswa dan pada siklus III ini dilaksanakan 2 kali pertemuan. Nilai tes hasil pada siklus III semua siswa drastis tuntas dalam belajarnya atau mengalami peningkatan yang sangat baik dengan rata-rata nilai siswa yaitu 70 dan ketuntasan klasikalnya 100%. Hal ini disebabkan siswa dalam proses pembelajaran lebih mmperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru dan juga siswa telah mempelajari materi pelajaran dengan baik, siswa merasa nyaman dalam belajar dan siswa lebih diajak belajar sambil bermain dengan menggunakan model Make A-Match. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran metematika dengan menggunakan model Make A-Match dapat dipertahankan karena dapat meningkatkan keaktivitas dan hasil belajar siswa. Model Make A-Match ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat, membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar dan lebih memahami materi yang diberikan oleh guru. Hal ini juga dikemukakan oleh Rosmaniar (2010) terhadap siswa kelas III SDN 186/IX Muaro Jambi pada pembelajaran matematika materi operasi hitung pada bilangan bulat positif dengan menggunakan model Make-A Match diperoleh adanya peningkatan dalam hasil belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa pada materi tersebut. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dapat disimpulkan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model Make A-Match perlu persiapan yang matang yaitu guru harus mempersiapkan kartu soal dan jawaban yang matang dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Untuk mewujudkan itu guru perlu memberi motivasi dan bimbingan kepada siswa. Motivasi tersebut bisa berupa poin dan rangsangan berupa pemberian hadiah-hadiah berupa permen, pensil dan kado bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan guru. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus III tampak adanya perubahan setelah menggunakan model Make A-Match pada operasi hitung campuran sudah memberikan hasil yang optimal dan ternyata memberikan perubahan pada aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil refleksi menunjukkan bahwa penerapan model Make A-Match ini menimbulkan rasa percaya diri pada siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru, juga melatih keberanian siswa dalam menjawab saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Begitu pula untuk hasil tes yang diperoleh pada siklus III ini ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal sudah mencapai 100% siswa tuntas dan dengan nilai rata-rata 85,9 berarti tindakan yang diberikan sudah baik dan berhasil. Pada siklus III ketuntasan hasil belajar juga mengalami peningkatan persentase 100% dengan nilai rata-rata 85,9 serta semua siswa tuntas dalam KKM 60. Selain itu aktivitas siswa pada siklus I, II dan III juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I dengan persentase 45% pada ketegori kurang aktif, siklus II meningkat menjadi 67% dengan kategori cukup aktif dan pada siklus III meningkat juga menjadi 89,7% dengan kategori sangat aktif. Sehingga dapat ditegaskan penggunaan model Make A-Match yang diterapkan dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

11 Telah terbuktinya model Make A-Match dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mata pelajaran matematika, maka disarankan kepada: 1. Siswa: diharapkan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yaitu mencocokkan kartu atau mencari pasangan kartu pertanyaan dan kartu jawaban dengan mengikuti aturan yang diberikan oleh guru. 2. Guru: diharapkan dalam kegiatan belajar mengajar guru menjadikan model Make A- Match sebagai suatu alternatif dalam mata pelajaran matematika untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi guru dan siswa, maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pembelajaran matematika maupun pelajaran lain. 3. Kepada pihak sekolah dapat menggunakan model Make A-Match untuk memperbaiki proses pembelajaran matematika di SD dan menyediakan sarana pembelajaran. DAFTAR RUJUKAN Achjar, Chalil Pengertian Definisi Pembelajaran Menurut Para Ahli, (online) (http://carapedia.com/pengertian_definisi_pembelajaran_menurut_para_ahli_info 507.html. diakses 12 juni 2012) Djamarah & Zain Aswan Startegi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta Dwiwandono, Wuryani, Esti, Sri Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo. Ekawarna Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Gaung Persada. Hamalik, Oemar Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Hamdani Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Hardini, Isriani & Puspita Sari, Dewi Strategi Pembelajaran terpadu. Yogyakarta: Familia. Lorna, Curran Pembelajaran Kooperatif Make A-Match, (online), (http://tarmizi.wordress.com/2008/12/03/pembelajaran-kooperatif-make A-Match/. diakses 12 juni 2012). Mustakim, Burhan & Astuty, Ary Ayo Belajar Matematika. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Purwanto Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar. Rohani, Ahmad Pengelolaan pengajaran. Jakarta: PT Asdi Mahasatya Rosmaniar Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Pada Bilangan Bulat Positif dengan Menggunakan Model Make A-Match di Kelas III SDN 186/IX Muaro Jambi (Skripsi tidak diterbitkan). Jambi: Unja. Sagala, Saiful Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Saiful4min Metode- Make- A Match-Persiapan, (online) (http//saiful4min.blogspot.com/2011/02/metode-make-a-match-tujuan-persiapandan.html/ diakses 12 juni 2012) Sams, Hartini, Rosma Model PTK. Yogyakarta: Teras. Slameto Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Trianto Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. Wahab, Aziz, Abdul Metode dan Model Mengajar. Bandung: Alfabeta Yamin Martinis Kiat Membelajarkan Siswa. jakarta: Gaung Persada Press

Aminudin 1. SDN Sukorejo 01, Kota Blitar 1

Aminudin 1. SDN Sukorejo 01, Kota Blitar   1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Question Student Have (QSH) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pengukuran pada Siswa Kelas IV Aminudin 1 1 SDN Sukorejo 01, Kota Blitar Email:

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 1 MTs NEGERI ENOK Habibullah a, Hj. Zetriuslita b, Abdurrahman c a Alumni Program

Lebih terperinci

Tri Muah ABSTRAK. SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang

Tri Muah ABSTRAK. SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang Satya Widya, Vol. 32, No.2. Desember 2016: 138-143 PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BAGI SISWA KELAS VIIIG SMP NEGERI 2 TUNTANG KABUPATEN SEMARANG

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau Harsono M. Timumun, Muchlis L. Djirimu, Lestari M.P. Alibasyah Mahasiswa

Lebih terperinci

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH DIDAKTIKA PGRI, 2, (1), 2016, 156 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH Umbar Rumanti *) NIP 19630407

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir

Lebih terperinci

MENINGKATKANN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD NEGERI 129/I SIMPANG RANTAU GEDANG

MENINGKATKANN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD NEGERI 129/I SIMPANG RANTAU GEDANG MENINGKATKANN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD NEGERI 129/I SIMPANG RANTAU GEDANG KARYA ILMIAH OLEH : TEGUH RIYANTO NIM : A1D109057 PROGRAM

Lebih terperinci

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Media Gambar, Prestasi Belajar IPA

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Media Gambar, Prestasi Belajar IPA Jurnal PGSD : FKIP UMUS ISSN : 2442-3432 e-issn : 2442-3432 Vol. 3, no 1Februari2016 PERANAN PENGGUNAAN METODE DISKUSI KELOMPOKDENGAN MEDIA BELAJAR GAMBARTERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03 MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03 Sri Widayati 1 Abstrak. Di kelas 3 SDN Sidomulyo 03 untuk

Lebih terperinci

Oleh Mike Akta Buana. Absatrak. Kata Kunci : Keaktifan dan Hasil Belajar, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

Oleh Mike Akta Buana. Absatrak. Kata Kunci : Keaktifan dan Hasil Belajar, Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS VI SD N 74/VII MANDIANGIN Oleh Mike Akta Buana Absatrak Kata Kunci : Keaktifan

Lebih terperinci

Maulizar. Kata-kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Make A Match, Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta).

Maulizar. Kata-kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Make A Match, Materi Tumbuhan Biji (Spermatophyta). PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE-A MATCH PADA MATERI TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA) DI KELAS VII SMP N KEMBANG TANJONG KABUPATEN PIDIE Maulizar STKIP Bina Bangsa Meulaboh,

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 3, Juli 2016 ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan

BAB I PENDAHULUAN. teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna mengembangkan bakat

Lebih terperinci

PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD

PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD Oleh: Ika Yuliastuti 1, Suhartono. 2, Imam Suyanto 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret.

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Jeane Santi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

Hasmiati, Baharuddin, dan Sukayasa. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Hasmiati, Baharuddin, dan Sukayasa. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pengurangan Bilangan Sampai Dengan 500 Kelas II SDN 2 Tinigi Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Hasmiati,

Lebih terperinci

Oleh. Hamidah SDN 1 Cakranegara

Oleh. Hamidah SDN 1 Cakranegara Media Bina Ilmiah51 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENCARI PASANGAN (Make a Match) PADA POKOK BAHASAN GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA-NEGARA TETANGGA KELAS VI

Lebih terperinci

ARTIKEL ILMIAH SKRIPSI. Oleh : ROBIATUL HADAWIYAH GJA12D113095

ARTIKEL ILMIAH SKRIPSI. Oleh : ROBIATUL HADAWIYAH GJA12D113095 ARTIKEL ILMIAH MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA TEMA PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION KELAS IV SDN 17/I RANTAUPURI SKRIPSI Oleh : ROBIATUL HADAWIYAH

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS 4 SDN SELOKAJANG 3 KABUPATEN BLITAR ARTIKEL

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS 4 SDN SELOKAJANG 3 KABUPATEN BLITAR ARTIKEL PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS 4 SDN SELOKAJANG 3 KABUPATEN BLITAR ARTIKEL OLEH AHMAD DENNIS WIDYA PRADANA NIM 110151411533 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

Yusuf Gafur Guru Biologi, SMP Negeri 2 Sano Nggoang -

Yusuf Gafur Guru Biologi, SMP Negeri 2 Sano Nggoang  - PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 SANO NGGOANG Yusuf Gafur Guru Biologi, SMP Negeri 2 Sano Nggoang E-mail:-

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat

BAB I PENDAHULUAN. bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan

Lebih terperinci

PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar)

PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar) PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar) Siti Halimatus Sakdiyah, Didik Iswahyudi Universitas Kanjuruhan Malang halimatus@unikama.ac.id,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN Kumpulrejo 03 kecamatan Argomulyo kota Salatiga. Waktu penelitian dilakukan pada awal

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS POKOK BAHASAN USAHA

Lebih terperinci

METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA WANDY Guru SMP Negeri 3 Tapung wandy6779@gmail.com ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Padaan 02 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2013/2014. Subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROUND TABLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROUND TABLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROUND TABLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YUSTATI Guru SMP Negeri 3 Dumai yustatiy@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini membahas hasil

Lebih terperinci

Yayuk Jatining Rahayu 4

Yayuk Jatining Rahayu 4 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN PANGKAT DAN AKAR PANGKAT DUA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO Yayuk Jatining Rahayu

Lebih terperinci

Oleh: Yuniwati SDN 2 Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek

Oleh: Yuniwati SDN 2 Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek 218 JURNAL PENDIDIKAN PROFESIONAL, VOLUME 5, NO. 2, AGUSTUS 2016 MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI POKOK BILANGAN PECAHAN MELALUI PERMAINAN KARTU BERWARNA PADA SISWA

Lebih terperinci

Jamidar Kepala SMP Negeri 2 Sirenja Kab. Donggala Sulawesi Tengah ABSTRAK

Jamidar Kepala SMP Negeri 2 Sirenja Kab. Donggala Sulawesi Tengah ABSTRAK Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B SMPN 2 Sirenja pada Materi Teorema Pythagoras Jamidar Kepala SMP Negeri 2 Sirenja Kab. Donggala

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Salatiga 01, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Siswa SD Negeri Salatiga 01 terdiri dari kelas 1

Lebih terperinci

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YULISMA Guru SMP Negeri 3 Tapung yulissma880@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Menurut Gagne dalam Agus Suprijono (2011: 5-6) bahwa hasil belajar itu berupa: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN LKS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD 08 KEPAHIANG BENGKULU

PENGGUNAAN LKS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD 08 KEPAHIANG BENGKULU PENGGUNAAN LKS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD 08 KEPAHIANG BENGKULU Desi Rusnita Siti Rodiah Abstrak: Artikel ini menyajikan hasil kajian sederhana tentang penggunaan Lembar Kerja Siswa dalam

Lebih terperinci

Theresyam Kabanga Program Studi PGSD UKI Toraja ABSTRAK

Theresyam Kabanga Program Studi PGSD UKI Toraja ABSTRAK PENERAPAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PENJUMLAHAN PECAHAN BENTUK SOAL CERITA DI KELAS V SDN 8 RINDINGALLO KABUPATEN TORAJA UTARA Theresyam Kabanga Program

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AKTIVITAS EKONOMI MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI KELAS IV SDN II ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG Farraz Putri Febriani, Suminah PP3 Jalan Ir. Soekarno No. 1 Blitar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Paparan Data a. Pra Tindakan Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengadakan observasi awal di MI Al-Hidayah 02 Betak Kalidawir

Lebih terperinci

NASKAH ARTIKEL PUBLIKASI. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Diajukan Oleh: Eliana Rahmawati

NASKAH ARTIKEL PUBLIKASI. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Diajukan Oleh: Eliana Rahmawati UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PERMAINAN BERBANTUAN MEDIA MONOPOLI ISLAMI PADA SISWA KELAS I SD MUHAMMADIYAH NGUPASAN I KOTA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Lebih terperinci

Mufarizuddin,M.Pd. 1 ABSTRAK. Keyword : Hasil belajar Matematika, Strategi Mathematical Investigation

Mufarizuddin,M.Pd. 1 ABSTRAK. Keyword : Hasil belajar Matematika, Strategi Mathematical Investigation PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN STRATEGI MATHEMATICAL INVESTIGATION SISWA KELAS V SD SD NEGERI 032 SEI GARO KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR Mufarizuddin,M.Pd. 1 1 STKIP Tuanku Tambusai, Bangkinang

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu Yunius, Siti Nuryanti, dan Yusuf Kendek Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Pra siklus Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas V SD 4 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014

Lebih terperinci

Eti Rahmawati. Program studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta

Eti Rahmawati. Program studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IIS 2 DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA PADA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Eti

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu Opi Pradita, Mestawaty, As, dan Sarjan N. Husain Mahasiswa

Lebih terperinci

ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI DENGAN MODEL MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN WONOREJO 1 KECAMATAN WATES KABUPATEN KEDIRI TAHUN AJARAN 2014-2015 ARTIKEL SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan melalui kegiatan matematika. Matematika juga merupakan

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan melalui kegiatan matematika. Matematika juga merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Menurut kurikulum 2006, bertujuan antara lain agar siswa memiliki kemampuan

Lebih terperinci

PENERAPAN THE LEARNING CELL PADA POKOK BAHASAN PETA DAN BENTUK POLA POLA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR (IPS) SISWA SMP

PENERAPAN THE LEARNING CELL PADA POKOK BAHASAN PETA DAN BENTUK POLA POLA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR (IPS) SISWA SMP PENERAPAN THE LEARNING CELL PADA POKOK BAHASAN PETA DAN BENTUK POLA POLA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR (IPS) SISWA SMP DASWITA Guru SMP Negeri 11 Pekanbaru daswita_spd@yahoo.com ABSTRAK

Lebih terperinci

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar PENERAPAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER ( NHT ) DENGAN MEDIA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 GUNUNG PUTRI SITUBONDO Oleh Ria Dwi

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 7, No. 2, April 2017 ISSN 0854-2172 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR SD Negeri Purbasana

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Samriah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Deskripsi Siklus 1 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan 1 Pada tahapan ini, kegiatan penyusunan rencana pembelajaran dilakukan setelah diperoleh

Lebih terperinci

Jurusan Pendidikan Ekonomi Prodi S1 Pendidikan Ekonomi

Jurusan Pendidikan Ekonomi Prodi S1 Pendidikan Ekonomi MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS X AK 1 SMK NEGERI 1 BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Sofyawati Usman Jurusan Pendidikan Ekonomi

Lebih terperinci

Jeffry Gagah Satria Frigatanto

Jeffry Gagah Satria Frigatanto PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KOMPETENSI DASAR SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE DISCOVERY DI KELAS V SD NEGERI 03 BANTARBOLANG KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANCA INDERA DENGAN MENERAPKAN MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANCA INDERA DENGAN MENERAPKAN MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANCA INDERA DENGAN MENERAPKAN MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE DIKELAS IV SDN NO.14/1 SUNGAI BAUNG Finta Asriana ABSTRAK Rendahnya nilai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pengertian Metode dan Penelitian Metode adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk menganalisa suatu masalah dalam penelitian (Ratna, 2004:34). Kualitas penelitian tergantung

Lebih terperinci

JURNAL APLIKASI FISIKA VOLUME 10 NOMOR 2 OKTOBER 2014

JURNAL APLIKASI FISIKA VOLUME 10 NOMOR 2 OKTOBER 2014 JURNAL APLIKASI FISIKA VOLUME 10 NOMOR 2 OKTOBER 2014 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERI POKOK SENYAWA TURUNAN

Lebih terperinci

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar matematika siswa SDN Wonomerto 03 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, berdasarkan observasi awal

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN ALAT PERAGA GARIS BILANGAN SISWA KELAS V SDN 2 SIDOHARJO POLANHARJO KLATEN TAHUN AJARAN

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN ALAT PERAGA GARIS BILANGAN SISWA KELAS V SDN 2 SIDOHARJO POLANHARJO KLATEN TAHUN AJARAN 1 UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN ALAT PERAGA GARIS BILANGAN SISWA KELAS V SDN 2 SIDOHARJO POLANHARJO KLATEN TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI WIWIK SETYANINGSIH A54B090124

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.

Lebih terperinci

Tugiyana 2 SDN 1 Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga

Tugiyana 2 SDN 1 Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS KOMPETENSI DASAR MENGENAL JENIS-JENIS USAHA DAN KEGIATAN EKONOMI DI INDONESIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS V SD NEGERI 1 PADAMARA 1

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI MEDAN ESTATE

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI MEDAN ESTATE PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI MEDAN ESTATE RAMLI SITORUS Dosen Jurusan PPSD Prodi PGSD Email: ramlisitorus105@ymail.com

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA LECTORA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH ABSTRAK

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA LECTORA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH ABSTRAK PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA LECTORA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Khairunnas 1, Abdul Wahab Abdi 2, M. Yusuf Harun 3 1 Email:

Lebih terperinci

NURHASANAH 1), Eka WARNA 1), dan HARIZON 1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Universitas Jambi

NURHASANAH 1), Eka WARNA 1), dan HARIZON 1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Universitas Jambi PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERFIKIR BERPASANGAN BERBAGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN KPK DAN FPB KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 02/I KEMBANG SERI NURHASANAH

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN NO. 354 BATAHAN III MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN NO. 354 BATAHAN III MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN NO. 354 BATAHAN III MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI Siti Suharni Guru Matematikan di SD Negeri No.354 Batahan Surel : sitisuharni@yahoo.co.id

Lebih terperinci

Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif-Produktif Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SDN Inpres 5 Birobuli

Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif-Produktif Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SDN Inpres 5 Birobuli Penerapan Strategi Pembelajaran Kreatif-Produktif Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SDN Inpres 5 Birobuli Tri Haryanti SDN Inpres 5 Birobuli, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Tujuan

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP MUHAMMAD IDRIS Guru SMP Negeri 3 Tapung iidris.mhd@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SDN INTI OLAYA KECAMATAN PARIGI. Oleh. Sartin

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SDN INTI OLAYA KECAMATAN PARIGI. Oleh. Sartin 1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SDN INTI OLAYA KECAMATAN PARIGI Oleh Sartin Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI NO.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI NO. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI NO. 107402 SAENTIS Demmu Karo-Karo Surel: demmu_karokaro@yahoo.com ABSTRAK Subjek

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII.B SMP PGRI PEKANBARU

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII.B SMP PGRI PEKANBARU PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII.B SMP PGRI PEKANBARU Arse Gustiani a, Syofni b, Hj. Zetriuslita c a Alumni Program Studi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan hasil angket dan observasi pada kondisi awal sebelum diadakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran power point

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research.

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK ERIKA NADAPDAP Guru SMP Negeri 1 Patumbak Email : seriussembiring@gmail.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berlokasi di SMK Negeri 1

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berlokasi di SMK Negeri 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 Penetapan Lokasi Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berlokasi di SMK Negeri 1 Limboto, khususnya di Kelas X THP-1

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan deskriptif yaitu metode melukiskan atau menggambarkan sistematika,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pembelajaran Matematika 2.1.1.1 Pengertian Matematika Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI METODE DISCOVERY

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI METODE DISCOVERY 1 PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI METODE DISCOVERY PADA PEMBELAJARAN IPS DI SDN 28 PAINAN TIMUR KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Mardalinda 1, Muhammad Sahnan 1, Khairul 2.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bahasa inggris dikenal dengan classroom Action Research. Karakteristik dari

BAB III METODE PENELITIAN. bahasa inggris dikenal dengan classroom Action Research. Karakteristik dari BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dalam bahasa inggris dikenal dengan classroom Action Research. Karakteristik dari penelitian

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP POSITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII A SMPN 2 MARAWOLA ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP POSITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII A SMPN 2 MARAWOLA ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP POSITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII A SMPN 2 MARAWOLA Fadriyanti 1 Asep Mahfud 2 Imran 3 Program Studi PPKn, Jurusan

Lebih terperinci

Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu

Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu 153 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI KEGIATAN EKONOMI DAN PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DI SMP NEGERI 1 WONOAYU Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu

Lebih terperinci

ABSTRAK. Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin P. Putra, Sri Amintarti

ABSTRAK. Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin P. Putra, Sri Amintarti ABSTRAK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 6 RSBI BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM GERAK MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN WORKSHEET BERBASIS WEB Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Data yang didapat sebelum melaksanakan penelitian, ditemukan permasalahan yang perlu diberikan solusi untuk

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN NO MEDAN DELI

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN NO MEDAN DELI MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN NO. 067252 MEDAN DELI Herawati Bukit Dosen Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED Surel : herawatibukit@gmail.com

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian yang sesuai dengan rumusan yang telah diajukan oleh peneliti. Hasil penelitian disajikan dengan

Lebih terperinci

MINDAMORA SITUMORANG Guru SD Negeri Muliorejo

MINDAMORA SITUMORANG Guru SD Negeri Muliorejo UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS V SD NEGERI 106146 MULIOREJO MINDAMORA SITUMORANG Guru SD Negeri 106146 Muliorejo

Lebih terperinci

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian guna meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar dalam pemecahan masalah matematika adalah pembelajaran

Lebih terperinci

Bambang Supriyanto 36

Bambang Supriyanto 36 PENERAPAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI B MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS LINGKARAN DI SDN TANGGUL WETAN 02 KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA di SDN No. 1 Balukang

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA di SDN No. 1 Balukang Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA di SDN No. 1 Balukang Rahmawati, Nadjamuddin, dan Dewi Tureni Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Data Pratindakan Peneliti terlebih dahulu melakukan tahap pratindakan sebelum melaksanakan proses penelitian. Tujuannya adalah untuk mengetahui

Lebih terperinci

Kata kunci: hasil belajar, penggunaan huruf, Think Pair Share

Kata kunci: hasil belajar, penggunaan huruf, Think Pair Share Jurnal PGSD : FKIP UMUS ISSN : 2442-3432 e-issn : 2442-3432 Vol. 2, no 1 April 2015 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGGUNAAN HURUFMELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS III SDN

Lebih terperinci

: Pembelajaran Kooperatif tipe TAI, Keaktifan dan Hasil Belajar.

: Pembelajaran Kooperatif tipe TAI, Keaktifan dan Hasil Belajar. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014 Novi Oktavia 1 dan Drs. Jumadi,

Lebih terperinci

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 2 No. 2 ISSN X. Dian Kustianti. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 2 No. 2 ISSN X. Dian Kustianti. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 2 Patukuki Pada Pokok Bahasan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Pembelajaran Menggunakan Media Kartu Dian Kustianti Mahasiswa Program Guru

Lebih terperinci

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X SMAN KESAMBEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X SMAN KESAMBEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X SMAN KESAMBEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

Ewisahrani Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta,

Ewisahrani Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMPN 13 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Ewisahrani Universitas Ahmad

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI ACTIVE LEARNING DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI ACTIVE LEARNING DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI ACTIVE LEARNING DENGAN STRATEGI INDEX CARD MATCH Irma Nurhidayah; Abu Syafik Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Lebih terperinci

A. Latar Belakang Masalah

A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 JIWAN KARANGNONGKO KLATEN TAHUN AJARAN 2012/2013

PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 JIWAN KARANGNONGKO KLATEN TAHUN AJARAN 2012/2013 PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 JIWAN KARANGNONGKO KLATEN TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI SRI WAHYUNINGSIH A54B090075 FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Belajar merupakan proses dan unsur dasar dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, proses belajarlah yang menjadi kegiatan paling pokok

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58) 27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58) mengemukakan penelitian

Lebih terperinci