PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN PENDAHULUAN

Save this PDF as:
Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN PENDAHULUAN"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Pemerintah daerah berkewajiban menyusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan nasional dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan amanat UndangUndang Nomor 5 Tahun tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UndangUndang Nomor Tahun tentang Pemerintahan Daerah. Oleh karena itu setiap pemerintah daerah diharuskan menyusun rencana pembangunan yang sistematis, terarah, terpadu dan berkelanjutan, salah satu dokumen perencanaan pembangunan tersebut adalah Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. Sebagai dokumen rencana tahunan daerah, RKPD mempunyai kedudukan yang strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah mengingat beberapa hal sebagai berikut :. RKPD merupakan dokumen yang secara substansial merupakan penerjemahan dan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang ditetapkan dalam RPJMD kedalam program dan kegiatan pembangunan tahunan daerah;. RKPD memuat arahan operasional pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahunan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat OPDdalam menyusun Rencana Kerja OrganisasiPerangkat Daerah (RenjaOPD).. RKPD merupakan acuan Kepala Daerah dan DPRD dalam menentukan Kebijakan Umum APBD dan penentuan prioritas serta pagu anggaran sementara yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);

2 . RKPD merupakan salah satu instrumen evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melalui evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD ini dapat diketahui sampai sejauh mana capaian kinerja RPJMD sebagai wujud dari kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah hingga tahun berkenaan.. Dasar Hukum Penyusunan Landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan RKPD meliputi:. UndangUndang Nomor 7 Tahun Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Nomor 86);. UndangUndang Nomor Tahun tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 55);. UndangUndang Nomor 5 Tahun Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun Nomor, Tambahan Lembaran Negara Nomor );. UndangUndang Nomor Tahun Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 8); 5. UndangUndang Nomor 5 Tahun 8 Tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten (Lembaran Negara Tahun 8 Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara Nomor 95); 6. UndangUndang Nomor Tahun Tentang Pemerintahan Daerah ini telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang (PERPPU) Nomor Tahun tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor Tahun tentang Pemerintah Daerah; 7. Undangundang Nomor 9 Tahun 5 Perubahan Atas UndangUndang Nomor Tahun, Tentang Pemerintahan Daerah (Lampiran UndangUndang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 5 tentang Pemerintahan Daerah);

3 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 5 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 5 Nomor, Tambahan Lembaran Negara Nomor 578); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 7 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,Pemerintah Daerah Provinsi Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 7 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara Nomor 77);. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 8 Nomor, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 87);. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 6 Tentang Perangkat Daerah;. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 57);. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun 6 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun Nomor ;. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun Nomor ); 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun 7 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 8; 6. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor Tahun Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Banten Tahun 5 5;

4 7. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor Tahun Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten Tahun ; 8. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor Tahun Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 7; 9. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor Tahun tentang PokokPokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun Nomor, Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor );. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 5 Tahun Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan Tahun ;. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor Tahun Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Tangerang Selatan Tahun 55;. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 8 Tahun 6 Tentang Organisasi Perangkat Daerah ;. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 9 Tahun 6 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan 6;. Hubungan Antar Dokumen Dokumen RKPD merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dengan dokumen perencanaan lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebagaimana diamanatkan dalam UndangUndang Nomor 5 Tahun tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, maka seharusnya RKPD Kota Tangerang SelatanTahun 8 merupakan penjabaran dari RPJMD Kota Tangerang Selatan Periode 6 dan mengacu pada RPJMD Propinsi Banten Tahun 7 dan RPJMN Tahun 59. Pada lingkup pemerintah daerah, RKPD digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Renja OPD. Selanjutnya, dalam kaitan dengan sistem keuangan sebagaimana

5 yang diamanatkan dalam UndangUndang Nomor 7 Tahun, maka RKPD Kota Tangerang Selatan akan dijadikan landasan bagi penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS dalam rangka penyusunan RAPBD Kota Tangerang SelatanTahun 8. Adapun gambaran tentang Alur Penyusunan RKPD Kota Tangerang Selatan dengan dokumen perencanaan lainnya dalam kaitan dengan sistem perencanaan pembangunan mau pundengan sistem keuangan adalah sebagaimana ditunjukkan pada gambar.. Gambar. Alur Penyusunan RKPD Sumber : UU No.5 Tahun tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UUNo.7 tentang Keuangan Negara Sesuai tahapan penyusunan RKPD dalam Permendagri Nomor 5 Tahun tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8Tahun8Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, menyebutkan bahwa RKPD perlu mengacu pada RPJMD provinsi dan RPJMN melalui penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten/kota dengan pembangunan provinsi dan prioritas pembangunan nasional. RKPD digunakan untuk memberikan panduan kepada seluruh SKPD Kota Tangerang Selatan menyusun Renja OPD dan berfungsi sebagai koridor perencanaan 5

6 pembangunan daerah dalam kurun waktu (satu) tahun yang disusun menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif. Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam perumusan RKPD meliputi pengolahan data dan informasi, analisis gambaran umum kondisi daerah, analisis ekonomi dan keuangan daerah sampai dengan perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah serta perumusan program prioritas. Gambar. Hubungan dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional, Kab/kota dan OPD Sumber : RKPD Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 7 Perencanaan pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Ruang lingkup perencanaan pembangunan daerah meliputi tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, yang terdiri atas RPJPD, RPJMD, Renstra OPD, RKPD, dan Renja OPD. Perencanaan pembangunan daerah juga mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah. Perencanaan pembangunan daerah dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masingmasing, selain itu juga dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki daerah, sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional. 6

7 . Sistematika Dokumen RKPD Rencana Kerja Pembangunan Daerah ini disusun dengan sistematika sebagaiberikut: Bab I : Pendahuluan Berisi gambaran umum penyusunan RKPD yang meliputi latar belakang, dasar hukum penyusunan, hubungan antar dokumen, sistematika dokumen RKPD, serta maksud dan tujuan penyusunan RKPD agar substansi pada babbab berikutnya dapat dipahami dengan baik. Bab II : Evaluasi Pelaksanaan RKPD Tahun Lalu dan Capaian Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Bab ini menguraikan tentang gambaran umum kondisi daerah, evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD sampai tahun berjalan dan realisasi RPJMD, serta permasalahan pembangunan daerah. Bab III : Rancangan Kerangka Ekonomi Daerah dan Kebijakan Keuangan Daerah Memuat penjelasan tentang kondisi ekonomi tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan, yang antara lain mencakup indikator pertumbuhan ekonomi daerah, sumbersumber pendapatan dan kebijakan pemerintah daerah yang diperlukan dalam pembangunan perekonomian daerah meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. Bab IV : Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Berisikan perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil analisis terhadap hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD, identifikasi isu strategis dan masalah mendesak ditingkat daerah dan nasional, rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. 7

8 Bab V : Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah Mengemukakan secara eksplisit rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD. BAB VI : Penutup Bab ini berisikan uraian tentang kaidah pelaksanaan umum dan pengorganisasian pelaksanaan agenda pembangunan di Kota Tangerang Selatan pada Tahun 8..5 Maksud dantujuan Maksud disusunnya RKPD Tahun 8 adalah untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi berbagai sumber daya dalam melaksanakan perencanaan pembangunan 8 untuk mencapai visi dan misi kepala daerah. Adapun tujuan disusunnya RKPD tahun 8 adalah untuk: a. Menyinkronkan agenda dan program prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 8 dengan kebutuhan riil masyarakat; b. Sebagai landasan untuk sinkronisasi antara prioritas dan program strategis nasional dengan prioritas dan program pembangunan daerah; c. Sebagai landasan penetapan program dan kegiatan perangkat daerah; d. Sebagai pedoman penyusunan Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), dalam rangka penyusunan RAPBD 8; e. RKPD sebagai pedoman Perangkat Daerah dalam menyusun rencana kerja (Renja) dan anggaran satuan kerja Perangkat Daerah; f. Sebagai acuan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 8. 8

9 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Evaluasi kinerja pembangunan tahun lalu dalam hal ini evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan tahun 6 dilakukan untuk menilai hasil pelaksanaan pembangunan yang telah ditentukan dalam kurun waktu tertentu. Banyak hal yang perlu dinilai untuk mengetahui seberapa besar pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan hasil yang terbaik dalam hal pembangunan di Kota Tangerang Selatan. Dengan dasar tersebut beberapa komponen indikator menjadi alat ukur dalam melakukan evaluasi dimaksud. Evaluasi Kinerja Pembangunan ini dilakukan terhadap indikator sektoral, Realisasi Keuangan Daerah, dan indikator kinerja pembangunan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 6.. Gambaran Umum Kondisi Daerah Gambaran umum Kota Tangerang Selatan yang terkait dengan kondisi geografis daerah dan gambaran umum demografis didasarkan pada data kondisi fisik dan administratif daerah serta datadata statistik hasil sensus BPS Kota Tangerang Selatan pada Tahun Kondisi Geografis Daerah Kota Tangerang Selatan merupakan daerah otonom yang terbentuk pada akhir tahun 8 berdasarkan Undangundang Nomor 5 Tahun 8 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten. Pembentukan daerah otonom baru tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah. 9

10 ... Karakteristik Lokasi dan Wilayah Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten yaitu pada titik koordinat Bujur Timur dan 6 6 Lintang Selatan memiliki luas Kota Tangerang Selatan sebesar 7,9 Km mempunyai 7 (tujuh) kecamatan yang terdiri atas 5 (lima puluh empat) kelurahan berdasarkan Perda Kota Tangerang Selatan Nomor Tahun. Kota Tangerang Selatan terletak di sebelah Timur Provinsi Banten dengan batas wilayah: a) Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Tangerang; b) Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta; c) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Depok dan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat; d) Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang. Tabel.. Potensi Fisik Dasar Kota Tangerang Selatan No Potensi Fisik Dasar Letak geografis Luas Wilayah Batasbatas Keterangan Di sebelah timur Propinsi Banten 7,9 Km atau.79 Ha Sebelah Utara Kota Tangerang Sebelah Timur Provinsi DKI Jakarta Sebelah Selatan Kota Depok dan Kabupaten Bogor Sebelah Barat Kabupaten Tangerang Wilayah Pemerintahan Kecamatan 7 Kecamatan Kelurahan 5 Kelurahan Sumber: RTRW Kota Tangerang Selatan tahun. Berdasarkan luas wilayah masingmasing kecamatan seperti dalam Tabel. Kecamatan dengan wilayah paling luas adalah Kecamatan Pondok Aren dengan luas 9,88 Km atau,% dari luas keseluruhan Kota Tangerang Selatan, sedangkan kecamatan dengan luas paling kecil adalah Setu dengan luas,8 Km atau,6% dari luas wilayah Kota Tangerang Selatan.

11 Tabel. Luas Wilayah Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan No Kecamatan Luas Wilayah (Km) Persentase terhadap luas kota (%) Setu,8,6 Serpong, 6, Pamulang 6,8 8, Ciputat 8,8,9 5 Ciputat Timur 5,,8 6 Pondok Aren 9,88, 7,8 7.9,.% 7 Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Sumber : BPS Kota Tangerang SelatanTahun 6 Rencana Struktur Ruang Kota Tangerang Selatan di gambarkan menggunakan peta rupa bumi dengan skala : 5., Bakosurtanal 99. Gambar. Peta Rencana Struktur Ruang Kota Tangerang Selatan Sumber : Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan

12 ... Topografi (Ketinggian dan Kemiringan) Sebagian besar wilayah Kota Tangerang Selatan merupakan dataran rendah kemiringan dan memiliki topografi yang relatif datar dengan rata rata % sedangkan ketinggian wilayah tanah antara 5 m dpl. Untuk kemiringan garis besar terbagi dari (dua) bagian, yaitu :. Kemiringan Kecamatan % meliputi antara Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Ciputat, Pamulang, Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara.. Kemiringan antara 8% meliputi Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Setu. Tabel. Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan No. Tinggi DPL (m) Kecamatan. Setu,8. Serpong,. Pamulang 6,8. Ciputat 8,8 5. Ciputat Timur 5, 6. Pondok Aren 9,88 7. Serpong Utara 7,8 Sumber/Source : BPS Kota Tangerang SelatanTahun 6... Geologi dan Jenis Tanah Kondisi geologi Kota Tangerang yang relatif datar, beberapa bergelombang seperti Selatan merupakan daerah kecamatan memiliki lahan yang diperbatasan antara Kecamatan Setu dan Kecamatan Pamulang serta sebagian di Kecamatan Ciputat Timur. Kondisi geologi Kota Tangerang Selatan umumnya adalah batuan alluvium, yang terdiri dari batuan lempung, lanau, pasir, kerikil, kerakal dan bongkah.

13 Dilihat dari sebaran jenis tanahnya, pada umumnya di Kota Tangerang Selatan berupa kumpulan latosol merah dan latosol coklat kemerahan yang secara umum cocok untuk pertanian/perkebunan. Meskipun demikian, dalam kenyataannya berubah penggunaannya untuk pertanian. Untuk sebagian makin banyak yang kegiatan lainnya yang bersifat non wilayah seperti Kecamatan Serpong dan Kecamatan Setu, jenis tanah ada yang mengandung pasir khususnya untuk wilayah yang dekat dengan Sungai Cisadane.... Keadaan Iklim Keadaan iklim didasarkan pada info dari Stasiun Pos Pengamatan Balai Besar Wilayah II Ciputat pada Koordinat 6 8' 5."LS 6 5' 8."BT dan elevasi meter pada tahun, yaitu berupa data temperatur (suhu) udara, kelembaban udara dan intensitas matahari, curah hujan dan ratarata kecepatan angin. Temperatur udara minimum berada di, C dan temperatur udara maksimum sebesar,9 C. Ratarata kelembaban udara adalah 8,6%. Tabel. Ratarata Suhu Udara Setiap Bulan di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Bulan. Januari,, 6, Ratarata Kelembaban Average for Moisture (%) 85. Februari,, 6,5. Maret 5,6,. April 5, 5. Mei 6. Juni 7. Juli 8. Suhu / Temperatur ( Celsius) Maksimum Minimum Ratarata Banyaknya Curah Hujan Hari Hujan (mm) ( Hari ) , 87 5,6 7, ,,8 8, 78 6,, 8, ,, 8, 7 Agustus 6,, 8, September 6,7, 8,6 65. Oktober 7,,8 9,5 65. Nopember 6,,5 8,8 76. Desember 5,5, 7, Ratarata Sumber: BMKG, Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah II, Ciputat tahun 6

14 Sedangkan keadaan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, yaitu 66, mm, sedangkan ratarata curah hujan dalam setahun adalah,8 mm. Hari hujan tertinggi pada bulan Januari dengan hari hujan sebanyak 8 hari. Ratarata kecepatan angin dalam setahun adalah, m/detik Penggunaan Lahan Penggunaan lahan Kota Tangerang Selatan sebagian besar adalah untuk perumahan dan permukiman yaitu seluas 67,5%. Sawah, ladang dan kebun menempati posisi kedua dengan 8,99%, sedangkan tanah kosong menempati posisi ketiga dengan luasan 5,5%. Tanah kosong umumnya adalah milik pengembang yang akan dikembangkan menjadi permukiman atau lokasi perdagangan dan jasa. Lahan yang digunakan untuk aktivitas perdagangan dan jasa adalah sebesar,%. Penggunaan lahan untuk aktivitas industri/kawasan industri hanya seluas,%. Lahan berupa semak belukar serta situ dan danau/tambak/kolam masingmasing seluas,9% dan,9%. Penggunaan lahan paling kecil adalah berupa pasir dan galian, yaitu,%. Gambaran penggunaan lahan keseluruhan adalah sebagaimana tercantum pada tabel.5 Tabel.5. Luas Penggunaan Lahan di Kota Tangerang Selatan No. Jenis Penggunaan Lahan Persentase Perumahan dan permukiman 67.5% Industri/kawasan industri.% Perdagangan dan jasa.% Sawah, ladang dan kebun 5 Semak belukar.9% 6 Pasir dan galian.% 7 Situ dan danau/tambak/kolam.9% 8 Tanah kosong 5.5% 8.99% Total.% Sumber: Hasil perhitungan pada peta, 5

15 ... 6 Potensi pengembangan wilayah (Pertanian dan Peternakan) Data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan adalah luas panen dan produktivitas (hasil per hektar). Produksi tanaman pangan merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas. Data tanaman pangan mencakup padi dan palawija (jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, dan ubi jalar). Pengumpulan data luas panen dilakukan setiap bulan oleh Mantri Pertanian/Kepala Cabang Kecamatan (KCD) dan dilaporkan dengan formulir Statistik Pertanian (SP). Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan area kecamatan di seluruh wilayah Indonesia. Pengumpulan data luas panen di tingkat kecamatan tersebut didasarkan pada hasil pengumpulan data dari seluruh desa/kelurahan di kecamatan bersangkutan. Pengumpulan data produktivitas tanaman pangan dilakukan melalui Survei Ubinan dengan menggunakan formulir SUBS. Periode pengumpulan data dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan) dengan petugas lapangan adalah Mantri Statistik (Koordinator Statistik Kecamatan / KSK) dan KCD.Pengumpulan data produktivitas dilakukan melalui pengukuran langsung pada plot ubinan yang berukuran ½ m x ½ m. Pengumpulan data produktivitas dilakukan sesuai dengan waktu panen petani. Tabel.6. Luas Panen Pertanian Per Komoditas (Ha) Tahun 5 No Kecamatan Setu Serpong Pamulang Ciputat 5 Padi Jagung Ubi Kayu Ubi Jalar Kacang Tanah 7,5 6,5,5 6,5 7,5,5,5 7,5,5 5,5 5 7,5 6 7,75,8 8,8 Ciputat Timur 7,8 5 6 Pondok Aren 7,5 9 7 Serpong Utara 7,5 6, ,55 6, 6, Jumlah Sumber: Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan, 6 5

16 Penggunaan Jenis komoditas pertanian yang diproduksi antara lain adalah padi sawah, tanaman palawija, buahbuahan dan tanaman hias. Komoditas tanaman hias banyak terdapat di tiga kecamatan yaitu Setu, Serpong, dan Pamulang. Penggunaan lahan untuk sektor pertanian di Kota Tangerang Selatan semakin menurun disebabkan semakin bertambahnya bangunan/gedung baik untuk tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. Hal ini berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk yang terjadi di Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan data dari Pertanian dan Ketahanan Pangan, bahwa Kecamatan Setu masih berpotensi dalam sektor pertanian. Pada tahun 5 luas panen terluas untuk tanaman padi ada di kecamatan Setu seluas hektar, Kecamatan Ciputat seluas 6 hektar, dan Kecamatan Serpong seluas 7,5 hektar. Tanaman lainnya seperti Jagung mempunyai luas panen yang terluas masih di Kecamatan Setu untuk tahun 5 masingmasing seluas 7,5 hektar selanjutnya diikuti Kecamatan Ciputat 7 hektar dan Ciputat Timur dengan luas sebesar 7 hektar. Tabel.7. Populasi Ternak Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Jenis Kerbau Sapi Potong Sapi Perah Kuda Domba Kambing Babi Kelinci Hamster Itik Ayam Buras Ayam Ras Pedaging Ayam Ras Petelur Ciputat Ciputat Timur Serpong Serpong Utara Setu Pamulang Pondok Aren Tangsel Sumber: Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang SelatanTahun 6 6

17 Berbagai jenis ternak terdapat di Kota Tangerang Selatan dengan populasi yang beraneka ragam. Menurut Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan, ada beberapa jenis ternak yang dipelihara di masyarakat. Ternak besar terdiri dari sapi potong, kerbau dan kuda dengan didominasi oleh sapi potong dengan populasi 59 ekor yang tersebar di 5 (lima) kecamatan. Ternak kecil yang dipelihara adalah domba, kambing, babi dan dinominasi kambing dengan populasi sebesar 7 ekor, sementara ternak unggas terdiri dari itik dan ayam dengan jumlah populasi dominan adalah ayam pedaging sebesar 78.8 ekor. Di Kota Tangerang Selatan terdapat 9 situ, yang tersebar di 5 kecamatan. Secara umum, situsitu tersebut mengalami penyusutan air dan pendangkalan pada bagian tepi yang terutama disebabkan oleh sedimentasi. Ada juga berupa situ yang dalam karena sudah kenyataannya sudah bukan mengalami pengurugan. Situ Gintung sempat tidak berfungsi akibat jebolnya tanggul pada akhir 9, namun saat ini berfungsi kembali setelah Maret dilakukan revitalisasi pada tahun 9 dan. Tabel.8. Situ di Kota Tangerang Selatan No Nama Situ Kecamatan Luas Situ Seharusnya (Ha) Kapasitas (m) Status/ Kewenangan Pondok Aren 5,5.5 Pusat/ Provinsi Situ Parigi Situ Bungur Ciputat,5 6.5 Pusat/ Provinsi Situ Kayu Antap Ciputat,6.6 Bermasalah Situ Rompong Ciputat Timur,7.8 Pusat/ Provinsi 5 Situ Legoso Ciputat, 8. Hilang 6 Situ Gintung Ciputat Timur,9.98 Pusat/ Provinsi Pamulang 5, 5.6 Pusat/ Provinsi Pamulang, 6.88 Pusat/ Provinsi Serpong Utara 7, Pusat/ Provinsi, Situ Pamulang/ Pondok Benda Situ Ciledug/ Kedaung Situ Pondok Jagung/ Rawa Kutup Kota Tangerang Selatan Sumber: Bina Marga dan Sumber Daya Air, Profil Kota Tangerang Selatan 6 7

18 Pada tahun 5 Pemerintah Kota Tangerang selatan telah membangun Tandon Air Ciater selauas 6 Ha, hal ini adalah sebagai upaya dalam rangka penanggulangan banjir. Berdasarkan rencana, lahan seluas Ha sekitar tandon air Ciater akan dimanfaatkan untuk gedung pramuka, ekowisata, dan rencananya juga akan dipergunakan sebagai kawasan pertanian terpadu. Lokasi tersebut akan dijadikan sebagai kawasan percontohan pertanian terpadu, yang didalamnya terdapat area pembibitan tanaman, termasuk urban farming. Dan, bila memungkinkan akan dimanfaatkan sebagai area peternakan sapi. Sementara itu, di Tandon Ciater yang luasnya mencapai 6 Ha juga akan ditebar beberapa jenis ikan, yang bisa dimanfaatkan sebagai kawasan wisata pemancingan Potensi Bencana Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten. Secara geografis wilayah Kota Tangerang Selatan ini terletak antara Bujur Timur dan 6 6 Lintang Selatan. Kondisi tersebut menjadikan Kota Tangerang Selatan berpotensi terhadap bencana akibat hidrometeorologi, yaitu bencana banjir. Sedangkan potensi bencana nonalam meliputi bencana akibat faktor biologi (wabah penyakit manusia, dan penyakit tanaman/ternak) ataupun kedaruratan nuklir karena adanya Pusat Reaktor Serba Guna Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) di Kawasan Puspiptek masih memerlukan kajian khusus. Lokasi rawan banjir misalnya terdapat di sepanjang beberapa sungai yang mengalir di Kota Tangerang Selatan. Potensi bencana limpasan air dari situ seperti yang pernah terjadi dengan Situ Gintung akibat jebolnya tanggul juga masih ada, karena terdapat beberapa situ yang permukaannya lebih tinggi dibandingkan wilayah permukiman. Datadata yang memperlihatkan lokasi kejadian bencana banijr secara keseluruhan bisa dilihat pada Gambar dan Tabel berikut. 8

19 Gambar. Peta Lokasi Kejadian Bencana Banijr Kota Tangerang Selatan Tahun Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah, 6 Tabel.9. Rekapitulasi Kejadian Bencana di Kota Tangerang Selatan Tahun KECAMATAN Jumlah Kejadian Bencana s.d Mei 5 CIPUTAT 6 CIPUTAT TIMUR PAMULANG PONDOK AREN 6 SERPONG 6 SERPONG UTARA 6 6 SETU JUMLAH Sumber: Badan Penanggulangan Bencana Daerah, 6 9

20 ... 8 Demografi Jumlah penduduk merupakan aset bagi suatu daerah yang mempunyai peran cukup besar dalam penentuan percepatan pembangunan daerah apabila didukung dengan kualitas yang baik. Penduduk mempunyai dua peranan dalam bidang ekonomi yaitu sebagai produsen dan konsumen. Perkembangan penduduk suatu daerah ditentukan oleh tingkat kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Tabel.. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Per Kecamatan Tahun 5 No. Kecamatan Penduduk (orang) Lakilaki Perempuan Jumlah Rasio Jenis Kelamin Setu ,5 Serpong , Pamulang ,89 Ciputat ,7 5 Ciputat Timur ,9 6 Pondok Aren ,7 7 Serpong Utara Jumlah , ,6 Sumber : BPS Kota Tangerang Selatan 6 Gambar. Grafik Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan tahun 5 Sumber : Profil Kota Tangerang Selatan 6

21 Jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan tahun 5 adalah.5.9 jiwa. Penduduk berjenis kelamin lakilaki sebesar jiwa sedangkan perempuan jiwa sehingga rasio jenis kelamin adalah sebesar,6 yang menunjukkan bahwa jumlah lakilaki sedikit lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan. Kecamatan Pondok Aren merupakan kecamatan yang penduduknya paling banyak, yaitu sebanyak jiwa, diikuti Kecamatan Pamulang sebanyak.98 jiwa dan yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah Kecamatan Setu, yaitu sebanyak 8.8 jiwa. Tabel.. Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan Tahun 5 No. Kecamatan Jumlah Penduduk (Orang) Luas Wilayah (Km) Kepadatan (Orang/Km) Setu 8.8,8 5.6 Serpong 7.7, 7. Pamulang.98 6,8.6 Ciputat , Ciputat Timur.86 5,.6 6 Pondok Aren , Serpong Utara , ,9.8 Jumlah Sumber : BPS Kota Tangerang SelatanTahun 6 Dengan luas wilayah 7,9 Km, kepadatan penduduk Kota mencapai.8 orang/km. Kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Ciputat Timur yaitu.6 orang/km sedangkan kepadatan terendah di Kecamatan Setu yaitu 5.6 orang/km. Kepadatan penduduk yang tinggi disebabkan kecenderungan peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, yang bukan hanya disebabkan oleh pertambahan secara alamiah, tetapi juga tidak terlepas dari kecenderungan masuknya para migran yang disebabkan oleh daya tarik Kota Tangerang Selatan seperti banyaknya perumahanperumahan baru yang dibangun sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dan menjadi limpahan penduduk dari Kota Jakarta. Hal tersebut akan menyebabkan dibutuhkannya ruang yang memadai dengan lapangan kerja baru untuk mengimbangi pertambahan tenaga kerja.

22 .. Aspek Kesejahteraan Masyarakat Kinerja pembangunan pada aspek kesejahteraan masyarakat merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat yang mencakup fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial serta seni budaya dan olahraga melalui indikatorindikator yang diuraikan berikut ini:... Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi a. Pertumbuhan PDRB Sebagai salah satu indikator makro ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan besaran nilai tambah bruto yang dihasilkan dalam memproduksi barang dan jasa oleh sektor produktif dalam perekonomian suatu daerah (region) tanpa melihat pelaku ekonominya. PDRB dapat dilihat dari sisi pendekatan, yaitu produksi, pengeluaran dan pendapatan. Ketiganya menyajikan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sektor ekonomi, komponen penggunaan dan sumber pendapatan. Pelaku ekonomi bisa berasal dari daerah tersebut dan atau dari luar daerah tersebut. PDRB selalu dihitung dalam dua harga yaitu atas dasar harga berlaku dan konstan (tahun dasar ). PDRB atas dasar harga konstan memperlihatkan perkembangan produksi riil dari masingmasing sektor ekonomi yang tidak dipengaruhi inflasi. Sementara PDRB atas dasar harga berlaku menunjukkan perkembangan produksi masingmasing sektor yang masih dipengaruhi oleh harga. Tabel.. PDRB Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Uraian 5 PDRB ADHB (Triliun) 9,7,5 5, 56, PDRB ADHK (Triliun) 6,9 9,5,59 5,68 PDRB per kapita ADHB (juta) 8,,7,6 6, PDRB per kapita ADHK (juta) 5,88 7,9 8,5 9,6 5 Laju pertumbuhan Ekonomi (LPE %) 8,66 8,75 8,5 7,5 Sumber: BPS Kota Tangerang Selatan, 6

23 Pada tahun 5, nilai PDRB Kota Tangerang Selatan mencapai 56, triliun rupiah. Berdasarkan harga konstan, nilai PDRB Kota Tangerang Selatan mencapai 5,68 triliun rupian atau meningkat,9 persen dari tahun sebelumnya. PDRB perkapita atas dasar harga berlaku Kota Tangerang Selatan sebesar 6, juta rupiah per tahun atau meningkat,68 persen dibanding tahun sebelumnya. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) selalu di atas 7 persen, dan biasanya lebih tinggi dari angka kabupaten/kota lain seprovinsi, angka Provinsi Banten dan juga angka nasional. LPE tahun 5 mengalami penurunan yang cukup signifikan karena adanya perlambatan ekonomi global dan nasional. Gambar. Struktur Perekonomian Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Sumber : BPS Kota Tangerang Selatan Tahun 6 (Angka Sangat Sementara) PDRB per kapita masih dijadikan sebagai salah satu indikator dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat secara makro yang dapat dijadikan cermin kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi PDRB per kapita yang diterima oleh penduduk berarti semakin tinggi tingkat kesejahteraannya. Sebaliknya, penurunan PDRB per kapita pada suatu daerah menggambarkan penurunan tingkat kesejahteraan. Perlu diingat pula, bahwa kesejahteraan penduduk akan meningkat jika peningkatan PDRB per kapita melebihi inflasi yang terjadi. Di dalam PDRB, yang dimaksud PDRB per kapita adalah PDRB per kapita atas dasar harga berlaku.

24 Gambar.5 Peranan PDRB Kota Tangerang Selatan Menurut Lapangan Usaha Tahun 5 Sumber : BPS Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Besaran nilai PDRB Kota Tangerang Selatan diperoleh melalui penjumlahan nilai tambah yang tercipta pada setiap sektor kegiatan ekonomi sebagai akibat adanya proses produksi di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan. Nilai PDRB dapat menggambarkan kemampuan suatu daerah dalam mengelola sumber daya yang dimiliki menjadi suatu proses produksi. Nilai yang dihasilkan tersebut sangat tergantung pada potensi sumber daya dan faktor produksi. Penggerak utama ekonomi adalah sektor tersier (perdagangan, keuangan dan jasa) dengan kontribusi lebih dari 75 persen. Sektorsektor dengan sumbangan terbesar adalah sektor real estate, sektor perdagangan besar dan eceran; dan reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor konstruksi masingmasing sebesar 7, persen, 7,6 persen dan,66 persen.

25 b. Inflasi Kenaikan harga atau lebih dikenal dengan inflasi yang akan diuraikan disini berbeda dengan inflasi yang biasa diumumkan BPS setiap bulannya. Angka inflasi yang dipublikasikan BPS merupakan perubahan harga yang diukur langsung dari sisi konsumen melalui survey harga di pasar terhadap beberapa komoditas yang umum dikonsumsi masyarakat. Inflasi sektoral menggambarkan perubahan harga barang dan jasa secara umum pada seluruh sektor pembentuk PDRB. Inflasi sektoral diperoleh dari pergerakan indeks harga implisit atau sering disebut deflator PDRB, yang diperoleh dengan cara membagi PDRB harga berlaku dengan PDRB harga konstan dikali %. Tabel.. Indeks Implisit dan Inflasi Sektoral Kota Tangerang Selatan Tahun 5 (tahun dasar ) Sektor *) *) 5**) PDRB adhb (Miliar Rp.).6,7 5.,6 56.,7 PDRB adhk (Miliar Rp.) 9.5,5.589, ,5,98 7,9,7,6,6,7 Indeks Implisit/Deflator PDRB Inflasi Sektoral Sumber: BPS Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Melalui Tabel. terlihat bahwa dalam tiga tahun terakhir inflasi sektoral berfluktuatif tetapi masih berada pada level digit. Inflasi sektoral tahun 5 sebesar,7%, meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebesar,6%. 5

26 ... Fokus Kesejahteraan Sosial Dalam perhitungan IPM pada tahun 5 menurut BPS Kota Tangerang Selatan, angka melek huruf tidak digunakan lagi sebagai penyusunan IPM. Adapun Indikator Baru yakni angka harapan lama sekolah yakni tahun 5 sebesar,6 tahun yang artinya anak yang lahir pada tahun 5 diharapkan dapat melaksanakan pendidikan / sekolah selama,6 tahun ajaran, di Kota Tangerang Selatan ini tergolong cukup baik namun sebagai daerah terbuka yang juga berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta tentunya juga harus menjadi kewaspadaan dan perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan karena bukan tidak mungkin dengan potensi pertumbuhan yang pesat mendorong terjadinya urbanisasi masuk ke Kota Tangerang Selatan baik dari wilayah sekitar seperti dari daerah lain di Provinsi Banten, maupun sekitar Bogor Jawa Barat. Angka harapan lama sekolah ini sangat dipengaruhi oleh kemauan dan kemampuan penduduk untuk melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi namun disisi lain juga peningkatan fasilitas serta prasarana gedung sekolah menjadi faktor tingginya angka RLS dan yang lebih penting adalah program kebijakan dari pemerintah dalam mengurangi angka putus sekolah khusunya bagi kalangan masyarakat kurang mampu. Indikator pendidikan yang lain dalam komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yaitu ratarata lama sekolah (RLS), Kota Tangerang Selatan untuk tahun mencapai,57 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh lokasi, dimana secara geografis sebagian besar wilayah kecamatannya berbatasan dan berinteraksi langsung dengan Provinsi DKI Jakarta seperti Pondok Aren, Pamulang dan Ciputat juga banyak tersebar sekolah dan perguruan tinggi yang berada di wilayah tersebut, seperti terdapat kampus Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Pamulang di Pamulang, Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) di Pondok Aren, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) di Ciputat, Institut Teknologi Indonesia (ITI) di Setu, Binus di Serpong Utara dan perguruan tinggi swasta lainya. 6

27 Tabel.. Pencapaian IPM Kota Tangerang Selatan Tahun Tahun Angka Harapan Hidup (tahun) Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun) Ratarata Lama Sekolah (tahun) Kemapuan Daya Beli (Rp.) (Tahun dasar ) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 7,7, ,9,79, ,,, ,65 7,,58, ,7 5 7,,6, ,8 Sumber : Badan Pusat Statistik Tahun 6 Secara keseluruhan, sebagaimana terlihat pada tabel., tingkat keberhasilan pembangunan manusia Kota Tangerang Selatan pada tahun 5 yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang digambarkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 79,8. Kondisi ini mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun yang sebesar 79,7. Jika digolongkan menurut pencapaian skor, maka angka IPM Kota Tangerang Selatan pada tahun 5 termasuk golongan angka IPM tinggi... Aspek Pelayanan Umum Pelayanan publik atau pelayanan umum merupakan segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan perundangundangan. Untuk menganalisis gambaran umum kondisi daerah pada aspek pelayanan umum dalam menyusun rancangan RKPD Perubahan 6 Kota Tangerang Selatan terlebih dahulu disusun tabel capaian indikator setiap variabel yang dianalisis menurut kondisi eksisting di Kota Tangerang Selatan. 7

28 ... Fokus Layanan Urusan Wajib a. Pendidikan. Pendidikan merupakan kehidupan dan merupakan salah faktor satu yang kebutuhan dasar dalam dominan dalam proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan selain dibutuhkan dalam mengatasi berbagai masalah yang timbul seiring perubahan zaman juga dapat membawa pengaruh positif dalam berbagai sendisendi kehidupan, sehingga tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa banyak mendapat perhatian yang lebih. Berkaitan dengan pendidikan, Kota Tangerang Selatan telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan program sehingga peluang anak Indonesia untuk memperoleh layanan pendidikan dasar semakin meningkat. Partisipasi penduduk dalam mengikuti program pendidikan di Kota Tangerang Selatan dapat dilihat dari besarnya indikator Angka Partisipasi Sekolah (APS). Dari data yang disampaikan BPS Kota Tangerang Selatan tahun 5, angka partisipasi sekolah (APS) Kota Tangerang Selatan mengalami penurunan dibanding tahun untuk kelompok usia 7 tahun tercatat APS usia 7 tahun sebesar 99,7 persen menjadi 99, persen di tahun 5, sedangkan untuk kelompok usia lainnya mengalami peningkatan, untuk usia 5 tahun sebesar 96, persen menjadi 96,7 persen di tahun 5 dan APS untuk usia 68 tahun dari 7,7 persen menjadi 8, persen. Tabel.5. Angka Partisipasi Sekolah Menurut Usia Sekolah Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Tahun No Uraian 5 Usia 7 tahun 99, 99,7 99,7 99, Usia 5 tahun 9,58 95,59 96, 96,7 Usia 68 tahun 68,85 69,96 7,7 8, Angka Partisipasi Sekolah (APS) Sumber : Badan Pusat Statistik Tahun 6 8

29 Selain APS sebagai salah satu indikator pendidikan juga ada Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) juga digunakan sebagai indikator pendidikan. APM dan APK digunakan untuk melihat partisipasi anak/masyarakat terhadap dunia pendidikan. APM merupakan persentase penduduk usia sekolah yang masih sekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya. Sedangkan APK merupakan persentase penduduk yang masih sekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. Tabel.6. Tingkat Angka Partisipasi Murni dan Angka Patisipasi Kasar Penduduk Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Uraian Angka Partisipasi Kasar Tingkat SD Tingkat SMP Tingkat SMA Tahun 5,8 95,7 78,5 7,9 86, 67, 5,5 8,5 8,8, 87,88 9, 9,7 7,79 6,8 98, 7,9 5,9 98, 76,8 6,9 98,88 8,8 79,6 (APK) Angka Partisifasi Murni (APM) SD (Usia 7 tahun) SMP (Usia 5 tahun) SMA (Usia 68 tahun) Sumber : Badan Pusat Statistik KotaTangerang SelatanTahun 6 Angka partisipasi kasar (APK) di Kota Tangerang Selatan untuk tingkat SD lebih besar dibandingkan dengan APK tingkat SMP atau SMA, dimana APK tingkat SD tahun 5 sebesar, persen sedangkan APK tingkat SMP dan SMA masingmasing sebesar 87,88 persen dan 9, persen. Angka partisipasi murni (APM) Kota Tangerang Selatan, penduduk usia 7 tahun yang bersekolah ditingkat SD sebesar 98,88 persen, sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA masingmasing sebesar 8,8 persen dan 79,6 persen. Dari nilai APS, APK maupun APM di Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa penduduk yang mendapatkan layanan pendidikan sampai sekolah menengah semakin meningkat hal ini dapat disebabkan oleh semakin tersedianya sarana dan prasarana pendidikan di Kota Tangerang Selatan. 9

30 Dapat disimpulkan sementara, semakin tinggi jenjang pendidikan semakin menurun nilai APK dan APMnya, dari penurunan IPM tersebut terdapat orang yang putus sekolah karena alasan ekonomi dan akses pendidikan. Oleh karena itu bidang pendidikan untuk tahun 6 masih diprioritaskan untuk menunjang peningkatan capaian targettarget perbaikan kedepan khusunya dibidang pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Pendidikan merupakan salah satu sektor yang penting dalam hal peningkatan kualitas manusia. Indikator pendidikan yaitu Angka Harapan Lama Sekolah dan Ratarata Lama Sekolah (RLS) digunakan sebagai variabel dalam menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain indikator kesehatan dan indikator ekonomi. Angka Harapan Lama Sekolah Kota Tangerang Selatan tahun 5 berdasarkan perhitungan sementara BPS adalah sebesar,6 (meningkat, tahun dari angka tahun yang sebesar,58 tahun) sedangkan RLS tahun 5 sebesar,57 tahun (meningkat, dari angka tahun yaitu sebesar,56 tahun). Dalam hal sekolah negeri, pada tahun 6 terdapat 57 Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri yang tersebar di Kota Tangerang Selatan. Jumlah SMA negeri saat ini unit, sedangkan SMK 5 unit. Dengan upaya tersebut diharapkan masyarakat Kota Tangerang Selatan dapat menyekolahkan anaknya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan biaya pendidikan yang terjangkau. Tabel.7 Jumlah Sekolah Negeri di Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Berdasarkan Kecamatan No Kecamatan Jumlah SDN Jumlah SMPN Jumlah SMAN Jumlah SMKN Setu Serpong Utara Serpong Pondok Aren Pamulang Ciputat Timur Ciputat 7 Total 57 5 Sumber : Pendidikan Kota Tangerang Selatan, 6

31 Dilihat dari sisi pendidikan tinggi, di Kota Tangerang Selatan terdapat 9 unit perguruan tinggi/akademi di antaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN), Institut Teknologi Indonesia (ITI), Bina Nusantara dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pamulang (UNPAM), dan Universitas Terbuka (UT). b. Kesehatan Fasilitas kesehatan yang terdapat di Kota Tangerang Selatan terdiri dari: Rumah Sakit, Puskesmas, Balai Pengobatan, Rumah Bersalin dan Posyandu. Rumah sakit bertaraf internasional seperti Rumah Sakit Internasional Bintaro, Omni Hospital dan Eka Hospital, dan keberadaan rumah sakit swasta lainnya mengikuti urban core yang ada dan berkembang tentunya hal ini juga untuk melayani warga perumahan yang termasuk golongan menengah ke atas. Kondisi saat ini Kota Tangerang Selatan sudah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah yang dapat melayani masyarakat Kota Tangerang Selatan dengan pelayanan cumacuma/gratis dengan hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Kota Tangerang Selatan. Tabel.8 Jumlah Prasarana Kesehatan Menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No. Jenis Puskesmas Puskesmas dengan Tempat Perawatan Puskesmas Pembantu Tempat Tidur Puskesmas Perawatan Praktek Dokter Umum 5 Swasta Kecamatan Kota Serpong Ciputat Pondok Tangerang Serpong Pamulang Ciputat Setu Utara Timur Aren Selatan Praktek Dokter Gigi Swasta 7 Praktek Dokter Spesialis 8 Praktek Bidan Swasta Laboratorium Klinik Swasta Optik Apotik Toko Obat Berijin

32 Sumber daya manusia yang berkualitas dapat didukung oleh tingkat kesehatan yang cukup tinggi. Salah satu faktor yang penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas adalah pemberian air susu ibu (ASI). Pada tahun 5, presentase balita yang pernah disusui di Kota Tangerang Selatan, tercatat bahwa balita di Kota Tangerang Selatan pernah diberi ASI yaitu mencapai 9, persen. Hal ini menunjukkan terjadi penurunan dari tahun sebesar 9,89 persen. Demikian juga bila dilihat dari segi lamanya diberi ASI tahun 5 mengalami penurunan yang cukup berarti, dimana tahun ratarata lamanya diberi ASI selama,65 bulan turun menjadi, bulan. Ini menunjukkan bahwa pada tahun 5 ratarata lamanya balita diberi ASI mengalami penurunan demikian juga lamanya pemberian ASI. Hal ini bisa terjadi karena semakin bertambahnya perempuan yang bekerja dalam membantu ekonomi rumah tangganya sehingga semakin berkurang waktu untuk mengurus rumah tangganya yang berakibat pada semakin berkurangnya intensitas pemberian ASI pada balita. Tabel.9 Persentase Balita yang Pernah diberi ASI dan Imunisasi di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Tahun Indikator Kesehatan 5 Pernah diberi ASI (%) 9,89 9, Ratarata lamanya diberi ASI (bulan),76, Pernah diberi Imunisasi (%) 99,6 99,9 Sumber: Susenas Tahun 5 (Badan Pusat Statistik, 6) Imunisasi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada manusia terhadap bebagai penyakit. Dari data Susenas tahun 5 tercatat bahwa di tahun 5 mencapai 99,9 persen, hal ini sedikit menurun dibandingkan dengan tahun yang sebesar 99,6 persen. Kesehatan Kota Tangerang Selatan tahun 5 juga mencatat bahwa jumlah penduduk yang diimunisasi menurut jenis imunisasai di Kota Tangerang Selatan tahun 5 sebagi berikut:

33 Tabel. Jumlah Penduduk yang Diimunisasi Menurut Jenis Imunisasi di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Kecamatan DPT HB I DPT HB II DPT HB III Sasaran BCG Campak Polio III Polio IV Setu Serpong Pamulang Ciputat Ciputat Timur Pondok Aren Serpong Utara Jumlah Sumber: Kesehatan Kota Tangerang Selatan, 6 Kondisi kesehatan masyarakat juga dapat dilihat dari keadaan gizinya. Dilihat dari keadaan gizi balita, masih ada balita dengan status gizi buruk yang tentunya harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah. Dari.569 orang balita yang ditimbang, sebesar 6.66 dalam keadaan gizi baik, gizi buruk,.5 gizi kurang dan.67 gizi lebih. Meskipun sebagian besar balita memiliki keadaan gizi baik, masih ada sejumlah balita dengan keadaan gizi buruk dan kurang yang harus mendapat perhatian dan intervensi khusus dalam hal gizi. Tabel. Keadaan Gizi Balita yang ditimbang menurut Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Keadaan Gizi (orang) Balita No. Kecamatan Ditimbang Lebih Baik Kurang Buruk saat *BPB Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Serpong Serpong Utara Setu Total Tahun 5,, 95,77,7, %,,9 95,56,8,6 Tahun *BPB: Bulan Penimbangan Balita Sumber: Kesehatan Kota Tangerang Selatan, 6

34 Dari data yang tersaji ini, terlihat bahwa terjadi penurunan masalah gizi, baik masalah gizi buruk maupun gizi kurang dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 5, balita dengan gizi kurang menurun sebesar, persen, sedangkan balita gizi buruk berkurang sebesar, persen. Dari data Kesehatan tercatat bahwa penderita gizikurang dan gizi buruk sebanyak, persen, angka tersebut masih di bawah batasan WHO yaitu persen. Tabel. Data Terkait Kesehatan Ibu per Kecamatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Kecamatan Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Serpong Serpong Utara Setu Total Ibu Hamil Ibu Bersalin Ibu Nifas Kunjungan Neonatus Sumber: *) Profil Kesehatan Kesehatan Kota Tangerang Selatan, 6 Berdasarkan data Kesehatan Kota Tangerang Selatan yang didasarkan dari data seluruh Puskesmas, pada tahun 5 jumlah kunjungan ibu hamil adalah sebesar.68, angka ini menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar.6 orang. Sedangkan untuk Ibu bersalin tercatat sebesar.67 jiwa dan ibu nifas sebanyak.87 jiwa dan kunjungan neonatus sebanyak 8.76 jiwa. Sarana kesehatan merupakan sarana sosial yang sangat penting dalam pembangunan manusia yang sehat. Oleh karena itu pembangunan dalam bidang kesehatan antara lain dilakukan pada pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan serta pelayanan kesehatan pada masyarakat. Selain itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan selalu berupaya meningkatkan pelayanan pada Rumah Sakit Umum, Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes serta layanan untuk para lansia. Lansia yang mendapat bantuan pelayanan kesehatan berjumlah orang. Pelayanan kesehatan bagi kaum marjinal tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih.

35 Tabel. Jumlah Lansia yang Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No. Usia Lanjut 6+ Kecamatan Mendapat Pelayanan Kesehatan L P TOTAL L P TOTAL Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Serpong Serpong Utara Setu Kota Tangerang Selatan Sumber : Profil Kesehatan, Kesehatan Kota Tangerang Selatan, 6 Keberadaan fasilitas kesehatan juga sangatlah diperlukan dalam rangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Fasilitas kesehatan yang terdapat di Kota Tangerang Selatan di antaranya rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan dan posyandu. Jumlah total Posyandu berjumlah 88 unit yang terdiri dari Posyandu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri dengan kondisi aktif seluruhnya dengan total kader posyandu yang aktif sebanyak 575. Tabel. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Kecamatan Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Serpong Serpong Utara Setu Kota Tangerang Selatan Posyandu Pratama 6 Madya Purnama Mandiri Jumlah Posbindu Sumber : Profil Kesehatan, Kesehatan Kota Tangerang Selatan, 6 5

36 Tabel.5 Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Menurut Kecamatan Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No. Posyandu Kecamatan Posbindu Total Aktif Total Aktif Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Serpong Serpong Utara Setu Kota Tangerang Selatan Sumber : Kesehatan Kota Tangerang Selatan, 6... Fokus Layanan Urusan Pilihan a. investasi Investasi daerah dapat ditingkatkan jika daerah memiliki potensi, baik itu berupa potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun potensi lain yang melekat pada suatu daerah. Hal lain yang juga sangat penting adalah kemampuan daerah menjual potensi yang dimilikinya dan menciptakan iklim yang kondusif dan mendukung investasi. Tabel.6 Peningkatan Jumlah Perusahaan PMA dan PMDN di Kota Tangerang Selatan No Tahun PMA PMDN Jumlah Sumber : Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Tangerang Selatan, 6 6

37 Berdasarkan data Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terdapat beberapa investor berskala nasional, pada tahun 5 Jumlah perusahaan sebanyak 8 perusahaan antara lain: 7 perusahaan PMA, dan 9 Perusahaan PMDN. Dengan masih banyaknya perusahaan di Kota Tangerang Selatan mengindikasikan bahwa Kota Tangerang Selatan masih menjadi daerah tujuan calon investor untuk menanamkan modalnya. Tabel.7 Peningkatan Jumlah Investasi PMA dan PMDN di Kota Tangerang Selatan No Tahun PMA (USD) PMDN (IDR) Sumber : Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Tangerang Selatan, 6 Nilai investasi PMA pada tahun 5 adalah Rp , dan nilai investasi PMDN sebesar Rp ,juga mengalami kenaikan dari Tahun dimana PMA adalah sebesar Rp , sedangkan nilai investasi PMDN sebesar Rp..99..,. Industri bukan merupakan sektor utama yang menggerakkan perekonomian Kota Tangerang Selatan. Namun demikian, perannya masih lebih besar dibandingkan dengan sektor primer seperti sektor pertanian. Terdapat 97 unit industri yang didominasi oleh industri makanan dan minuman (,9 persen) serta industri pakaian jadi/konveksi (7,88 persen). 7

38 Tabel.8 Sebaran Industri Kecil, Menengah dan Besar Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Jenis Industri Industri kayu anyaman dari bambu/ rotan Industri gerabah Industri pakaian jadi/ konveksi/ penjahit Industri makanan dan minuman Industri kulit/ alas kaki Industri penerbitan/ percetakan reproduksi media rekaman Industri kimia Industri karet/ plastik Barang galian bukan logam Barang dari logam Mesin dan perlengkapannya Mesin dan peralatan kantor/ rumah tangga Kosmetik/ obatobatan/ sabun TOTAL Jumlah industri 5 % 7,96, 6 7,88 9,9,7, ,,59,69,,6,6 5,7, Sumber : Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, 6 Selain kawasan perindustrian dan perdagangan, Kota Tangerang Selatan juga memiliki kawasan pergudangan di Taman Tekno, dalam kawasan Taman Tekno saat ini ada kurang lebih.696 perusahaan. Lahan kawasan pergudanganpun terbagi menjadi dua, yaitu lahan yang disediakan untuk kawasan pergudangan, sebesar 8, hektar dengan perusahaan.86 unit dan lahan yang disediakan untuk zona gudang, sebesar, Ha. Semenjak lima tahun terbentuk, Kota Tangerang Selatan sudah memiliki beberapa kawasan industri dan perdagangan. Luas yang disediakan untuk zona industri di Kota Tangerang Selatan adalah seluas 8, hektar dengan 86 unit industri yang termanfaatkan. Sedangkan luas yang disediakan untuk kawasan industri adalah seluas 8 hektar dengan 6 unit industri yang termanfaatkan. Kawasan perdagangan di Kota Tangerang Selatan terbagi menjadi dua, yaitu kawasan dengan skala kota dan lokal serta kawasan perdagangan jasa. Luas yang disediakan untuk kawasan perdagangan skala kota dan lokal adalah seluas 5 hektar, sedangkan untuk kawasan perdagangan jasa seluas,79 hektar. 5, hektar dengan 86 unit perusahan. Terdaftar ada (dua belas) pasar tradisional yang berada di tanah milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. 8

39 Tabel.9 Pasar Daerah di Tanah Milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Nama Pasar Kec. Kondisi Komoditi Pedagang Kios Los Yg Dijual Kaki Lima Luas Areal (M) Ket. Ciputat Ciputat Kurang Baik Sembako masih beroperasi Jombang Ciputat Kurang Baik Sembako masih beroperasi Ciputat Permai Ciputat Timur Kurang Baik Sembako 5 6. masih beroperasi Bintaro Sektor Pondok Aren Baik Sembako masih beroperasi 5 Serpong Serpong Baik Sembako masih beroperasi 6 Gedung Hijau Serpong Utara Kurang Baik Sembako.96 tidak beroperasi 85 Sumber: Disperindag Kota Tangerang Selatan, Tahun 6 b. Rasio daya serap tenaga kerja Letak Kota Tangerang Selatan yang berdekatan dengan ibu kota negara menyebabkan perekonomian berjalan dengan cepat dan oleh karenanya banyak tersedia lapangan kerja yang merupakan daya tarik bagi para penduduk daerah lain untuk bermigrasi ke Kota Tangerang Selatan. Pada tahun 5, jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan sebesar.5.9 orang atau 75,7 persen merupakan penduduk usia kerja. Dari jumlah tersebut orang diantaranya atau 59, persen merupakan angkatan kerja. Proporsi pekerja terhadap angkatan kerja pada tahun 5 sebesar 9,87 persen, angka ini menunjukkan besarnya kesempatan seseorang untuk memperoleh pekerjaan atau yang dikenal dengan istilah Tingkat Kesempatan Kerja (TKK). Dengan begitu, maka tingkat pengangguran di Kota Tangerang Selatan pada tahun 5 sebesar 6, persen. 9

40 Tabel. Penduduk Usia Kerja Menurut Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin No Lapangan Usaha Pertanian Industri Lakilaki Perempuan Jumlah Jasajasa Jumlah / Total Sumber : Sakernas 6 Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat pengangguran terbuka di Kota Tangerang Selatan mengalami penurunan yaitu dari 6,9 persen pada tahun 5 menjadi 6, persen pada tahun 5. Seiring perjalanan waktu dan perubahan struktur perekonomian di Kota Tangerang Selatan, penduduk bekerja menurut lapangan usahanya mengalami pergeseran dari tahun ke tahun selama tiga tahun terakhir, pada tahun 5, penduduk yang bekerja di sektor jasajasa lebih banyak dibanding sektor pertanian dan industri berbeda halnya dengan tahun penduduk yang bekerja di sektor lainnya lebih banyak dibandingkan penduduk yang bekerja di sektor jasajasa maupun sektor perdagangan, hotel dan restoran. Tabel. Indikator Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan No 5 Penduduk usia kerja (orang) Angkatan Kerja (orang) Bekerja Pengangguran Bukan Angkatan Kerja (orang) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) % 6, 59, 5 Tingkat pengangguran Terbuka (%) 6,9 6, 6 Tingkat Kesempatan Kerja (%) 9,8 9,87 Uraian Sumber : Sakernas 6

41 .. Aspek Daya Saing Daerah... Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah Dilihat dari PDRB Pengeluaran Kota Tangerang Selatan tahun 5, konsumsi rumahtangga pembentukan PDRB merupakan distribusi terbesar dalam penggunaan yaitu sebesar 76,6 persen. Pembentukan modal tetap bruto (investasi) merupakan konsumsi terbesar kedua setelah konsumsi rumahtangga yaitu sebesar 9,65 persen. Jika dilihat laju pertumbuhannya dari tahun ke tahun 5, ternyata pertumbuhan tertinggi berada di Pengeluaran konsumsi pemerintah dengan pertumbuhannya sebesar 9,5 persen. Sedangkan laju pertumbuhan untuk konsumsi rumahtangga sebesar,88 persen, pembentukan modal tetap bruto (investasi) sebesar,69 persen. Tabel. Hasil Penghitungan PDRB Pengeluaran Kota Tangerang Selatan, 5 Komponen PDRB adhb (Trilyun Rp.). Pengeluaran Konsumsi Rumah PDRB adhk (trilyun Rp.) Share (%) LPt,85 5,7 76,6,88,6 8,6 8,,7,66,9,96 6, 7,6 6,8,96,,59,96 6, 5,8,9,,9 7,6.f. Hotel dan Restoran 5,8, 9,6 5,6.g. Lainnya,,9,,9. Pengeluaran Konsumsi LNPRT,,,,88. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah,98,78,75 9,5, 9,6 9,65,69 9,8 7,8 5,9,75,9,87,6,7,9,7, (8,5) 6. Ekspor,,75 58,9 7,7 7. Impor 5,7 6, 8,,7 56, 5,68, 7,5 Tangga (.a. s/d.g.).a. Makanan, Minuman, dan Rokok.b. Pakaian dan Alas Kaki Rumah Tangga.d. Kesehatan dan Pendidikan.e. Transportasi, Komunikasi, Rekreasi, dan Budaya. Pembentukan Modal Tetap Bruto (.a. +.b.).a. Bangunan.b. NonBangunan 5. Perubahan Inventori PDRB Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan 6

42 Distribusi impor di Kota Tangerang Selatan cukup signifikan jika dibandingkan dengan ekspornya, dimana impor di Kota Tangerang Selatan memberikan kontribusi sebesar 8, persen sedangkan ekspornya hanya sebesar 58,9 persen. Hal ini menunjukan bahwa segala kebutuhan barangbarang di Kota Tangerang Selatan sangat tergantung dari impor, baik impor luar negeri maupun impor antar daerah.... Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur Salah satu potensi Kota Tangerang Selatan adalah letak geografisnya yang strategis. Letak geografis Kota Tangerang Selatan yang berbatasan dengan provinsi DKI Jakarta pada sebelah utara dan timur memberikan peluang pada Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota DKI Jakarata, selain itu juga sebagai daerah yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, Kota Tangerang Selatan juga menjadi salah satu daerah yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi Jawa Barat. Dengan posisi sedemikian, Tangerang Selatan memiliki akses yang bagus baik dari udara, karena berbatasan dengan Kabupaten dan Kota Tangerang yang memiliki Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, maupun dari laut, karena berbatasan dengan DKI Jakarta yang memiliki Pelabuhan Tanjung Priok. Demikian juga akses melalui daratan, Kota Tangerang Selatan dilalui oleh Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/ JORR) yang sekarang sudah terkoneksi baik dari Tangerang Merak ataupun Tol JORR. Dan sebagai bukti ketaatan Kota Tangerang Selatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dijabarkan dengan Peta Jaringan Transportasi Darat Kota Tangerang Selatan pada gambar.6, berikut dengan penjabaran keadaan terbaru mengenai jaringan transportasi darat Kota Tangerang Selatan.

43 Gambar.6 Peta Jaringan Transportasi Darat Kota Tangerang Selatan Sumber: RTRW Kota Tangerang Selatan Tabel. Panjang Jalan Menurut Kecamatan dan Kondisi Jalan Tahun Kondisi Jalan (Km) Kecamatan Baik Rusak Sedang Rusak Ringan Rusak Berat Setu 8,587,89,5, Serpong Pamulang Ciputat Ciputat Timur Pondok Aren Serpong Utara,9 65,8 5,8 5,8 77,6 7,5 7,88 9, 9,98 7,79 6,6,65,,5,8,585,,6,,,,,, JUMLAH 7,9 7,5 7,87, Sumber : Bina Marga Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Selain infrastruktur jalan tol yang sudah eksis, juga direncanakan akan dibangun beberapa ruas jalan tol. Salah satunya yang sudah terealisasi adalah ruas jalan tol Kunciran Serpong. Ruas jalan tol ini akan

44 melintasi wilayahwilayah yang berada di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kota Tangerang Selatan juga memiliki ruas jalan dengan total panjang 5,66 kilometer. Kondisi ruas jalan yang kualitasnya baik sepanjang 7,9 kilometer, Kondisi Ruas Jalan rusak sedang sepanjang 7,5 kilometer sedangkan yang rusak ringan sepanjang 7,87 kilometer. Untuk mendukung pengoperasian angkutan kereta api, di wilayah Kota Tangerang Selatan telah dilengkapi dengan 5 stasiun kereta api dengan kondisi yang cukup memadai dari segi kapasitas maupun tingkat pelayanan. Jaringan kereta api pada Jalur padat yang melayani angkutan komuter seperti pada lintas TangerangJakarta dan lintas SerpongJakarta yang saat ini dilayani dengan spur ganda (double track), (untuk lebih jelasnya lihat gambar.7). Gambar.7 Peta Rute KRL Jabodetabek

45 Tabel. Stasiun Kereta Rel Listrik di Kota Tangerang Selatan Tahun Lokasi Panjang (KM+HM) SPUR (M) Tanah Bangunan Serpong +85 x76,7.5 Rawabuntu Serpong Jombang Ciputat + x Stasiun Jurangmangu Pondok Jaya & Sawah Baru Pondok Aren Stasiun Pondok Ranji Pondok Ranji Ciputat Timur +7 x Nama Stasiun Kereta Rel Listrik Stasiun Serpong Stasiun Rawabuntu Stasiun Sudimara Kelurahan/ Desa Kecamatan Serpong Luas (m) Sumber: Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Dalam melihat ketaatan pembangunan Kota Tangerang Selatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maka kita dapat menguraikan apa yang sudah dilakukan dan proyeksi pembangunan Kota Tangerang Selatan terhadap tata ruang wilayahnya berdasarkan RTRW, antara lain prasarana dan sarana penunjang lain yang menjadi potensi investasi yang dikembangkan di Kota Tangerang Selatan, antara lain: a. Kereta Api. Sebagai sarana transportasi massal, kereta api merupakan andalan masyarakat Kota Tangerang Selatan yang menghubungkan Kota Rangkasbitung Kota Tangerang Selatan Kota Jakarta dan sudah dengan jalur rel ganda (double track). Stasiun kereta rel listrik (KRL) berjumlah 5 buah dan tersebar di tiga kecamatan yaitu Serpong, Ciputat dan Ciputat Timur. Wilayah Kota Tangerang Selatan yang dilalui oleh lintasan rel KRL antara lain wilayah Serpong (Stasiun Pasar Serpong), Stasiun Rawa Buntu (BSD), Stasiun Jurang Mangu (Pondok Aren), Ciputat (Stasiun Jombang) dan Ciputat Timur (Stasiun Pondok Ranji). Kereta rel listrik yang melintas adalah KRL penumpang dan kereta api barang. Dalam rancangan RTRW, direncanakan pengembangan fasilitas park and ride yaitu lahan parkir kendaraan 5

46 yang terletak pada fasilitas transportasi publik seperti stasiun kereta dan terminal. Fasilitas tersebut memudahkan para penglaju (commuter) yang memiliki kendaraan pribadi untuk berpindah ke transportasi publik. b. Bis Antar Kota Antar Propinsi. Sarana Transportasi ini juga merupakan penggerak mobilitas masyarakat Kota Tangerang Selatan sebagai sarana utama dalam kegiatan yang menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan Kota Jakarta dan kotakota lainnya. Saat ini juga sudah beroperasi feeder Bus Transjakarta dengan trayek BSD Jakarta, Pondok Aren (Bintaro Jaya) Jakarta dan BSD Balaraja. c. Angkutan Dalam Kota. Sarana Transportasi Dalam Kota merupakan salah satu transportasi yang dijadikan andalan untuk aktivitas seharihari masyarakat Kota Tangerang Selatan. d. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih/Air Minum. Masyarakat Kota Tangerang Selatan memakai air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, industri dan kegiatan lainnya. Saat ini kebutuhan air bersih masyarakat Tangerang Selatan bersumber dari dua sumber utama, yaitu dari PDAM Kabupaten Tangerang serta instalasi air bersih yango dikelola oleh pihak pengembang atau yang berasal dari air bawah tanah. Di Kota Tangerang Selatan, cukup banyak sumber air baku yang bisa diolah menjadi sumber air bersih bagi berbagai kebutuhan. Wilayah Kota Tangerang Selatan setidaknya dialiri oleh tiga sungai yang airnya cukup melimpah yaitu Sungai Cisadane, Sungai Pesanggrahan, dan Sungai Kali Angke. Selain itu, masih terdapat sembilan situ dan danau yang memiliki kadar dan kapasitas air yang layak diolah. Untuk itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan diharapkan memiliki instalasi pengolahan air minum yang langsung dikelola atau di bawah pengawasan pemerintah daerah. e. Pembangunan Permukiman Vertikal. Dengan kepadatan penduduk Kota Tangerang Selatan yang mencapai.8 jiwa/km, maka akan semakin sulit untuk membangun permukiman yang memakai lahan luas. Sehingga dimungkinkan kawasan permukiman super blok seperti 6

47 apartemen, kondominium, rusunawa, flat dan sejenisnya untuk dikembangkan karena letak Kota Tangerang Selatan yang berdekatan dengan DKI Jakarta dan dengan akses mudah dari berbagai arah. Pengembangan permukiman vertikal menjadi salah satu alternatif yang dapat membangun kawasan permukiman modern dengan infrastruktur yang memadai dan fasilitas pendukung masyarakat perkotaan modern. f. Kawasan Jasa dan Perdagangan Terpadu. Di sepanjang koridor Jl Pahlawan Seribu, BSD City Serpong mulai banyak bermunculan gedunggedung baru yang megah. Pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, pusat hiburan dan kuliner, pusat perkantoran, rumah sakit, pusat pendidikan telah dibangun. Lahan untuk pembangunan office tower dan sarana penunjang lain juga tersedia. Oleh karena itu, sangatlah prospektif apabila para investor dapat menanamkan modalnya dalam rangka pengembangan kawasan ini. Kawasan Bintaro juga telah berkembang dan menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan oleh para investor. Berbagai infrastruktur di kawasan SCBD Bintaro Jaya berupa gedung perkantoran, pusat belanja, rumah sakit, pusat pendidikan telah berdiri di kawasan ini. Untuk memperlancar arus lalu lintas, di bundaran Bintaro Sektor IX telah dibangun fly over yang menghubungkan simpulsimpul bisnis dan jasa, termasuk jasa pendidikan, dengan dibangunnya Universitas pembangunan Jaya. Bidang Jasa dan perdagangan juga terus dikembangkan dikawasan CiputatPamulang. Sebagai kawasan Pusat Pendidikan skala nasional dengan adanya UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Terbuka, maka daerah Ciputat dan Pamulang dapat dikembangkan sebagai kawasan jasa pendidikan. g. Pengembangan Tangsel sebagai pusat MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions). Sebagai kota perdagangan dan jasa, maka salah satu sarana perkotaan dan dapat dijadikan ikon kota Tangerang Selatan adalah pembangunan convention center, 7

48 atau trade exibition center atau gedung konser. Sesuai dengan motto cerdas, modern dan religius, maka Kota Tangerang Selatan mencari para investor untuk membangun gedung yang memiliki ciri khas daerah Kota Tangerang Selatan tetapi juga modern. Dimana dapat menjadi pusat kesenian Kota Tangerang Selatan dan dapat digunakan juga untuk berbagai kegiatan pameran, rapat atau forum pertemuan resmi skala nasional dan internasional. Pembangunannya dapat dibangun secara terpadu dengan dilengkapi fasilitas office tower atau hotel bintang lima yang dapat dimanfaatkan juga sebagai tempat penyewaan ruang kantor. h. Sektor Industri dan Pergudangan. Melihat luas lahan yang tersedia, Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam arah dan tujuan pembangunan, tidak menempatkan sektor industri dan pergudangan sebagai andalan. Saat ini peruntukan lahan untuk industri hanya, % saja dari luas lahan Kota Tangerang Selatan, atau sekitar 6,67 hektar. Industri yang dikembangkan pun ditujukan kepada green industry dan ramah lingkungan. Pemilihan industri yang cocok untuk itu adalah industri yang tidak mempunyai banyak limbah kimia. Industri pembuatan produk dari bahan setengah jadi seperti pembuatan bola di Pondok Cabe, atau industri garmen serta industri perakitan lainnya yang ramah lingkungan adalah salah satu contoh yang bisa dikembangkan. Selain itu, dengan adanya fasilitas pergudangan di Taman Tekno BSD dan kawasan Multiguna Serpong Utara, melengkapi sarana investasi penanaman modal pada sektor industri maupun pergudangan yang ramah lingkungan. i. Pengembangan Ekonomi Kreatif. Kreatif ekonomi memiliki potensi yang sangat besar dalam ekonomi saat ini. Inti perekonomian saat ini sedang mengalami pergeseran dari ekonomi berbasis sumber daya alam kepada ekonomi yang berbasis pengetahuan dan inovasi. Hal ini juga sejalan dengan kecenderungan perkembangan Ekonomi Hijau atau Bisnis Hijau yang menjadikan keberlanjutan lingkungan sebagai hal yang utama di samping pertumbuhan dan keuntungan. Tangerang 8

49 Selatan sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah namun memiliki sumber daya manusia dengan kualitas yang cukup baik, penduduk berusia muda, dan komunitas kreatif, memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonominya. j. Potensi Wisata Di Tangerang Selatan terdapat beberapa lokasi kunjungan wisata. Jenis wisata yang tawarkan beraneka ragam di antaranya wisata alam dan air, wisata belanja, kuliner dan hiburan, Mall dan Pusat Perbelanjaan, Hotel dan Penginapan serta wisata budaya, (untuk lebih jelasnya lihat gambar.8). Gambar.8 Peta Wisata KotaTangerang Selatan Sumber : Profil KotaTangerang Selatan 6 9

50 ... Fokus Iklim Berinvestasi Dalam melakukan investasi para investor tentunya akan melakukan survey terlebih dahulu apakah lokasi tempat berinvestasi dalam kondisi aman dan kondusif, dalam hal tersebut maka akan dipaparkan angka kriminalitas yang ada pada Kota Tangerang Selatan, dimana Angka Kriminalitas adalah ratarata kejadian kriminalitas dalam satu bulan pada tahun tertentu. Artinya dalam satu bulan ratarata terjadi berapa tindak kriminalitas untuk berbagai kategori seperti curanmor, pembunuhan, pemerkosaan, dan sebagainya. Indikator ini berguna untuk menggambarkan tingkat keamanan masyarakat, semakin rendah tingkat kriminalitas, maka semakin tinggi tingkat keamanan masyarakat. Tabel.5 Data Pengungkapan Kasus (Tiga) Tahun Terakhir Polres Kota Tangerang Selatan CURAS NO CURANMOR PREMANISME JUDI NARKOBA PENYIMPANGAN DISTRIBUSI BARANG BERSUBSIDI KORUPSI SATKER POLRES TANGSEL POLSEK PONDOK AREN POLSEK PAMULANG POLSEK CIPUTAT POLSEK CISAUK POLSEK SERPONG JUMLAH DATA Sumber : Polres Kota Tangerang Selatan Dalam hal upaya untuk menarik investor maka Kota Tangerang Selatan melakukan pengaturan dan pengendalian dengan menyelenggarakan pelayanan perizinan yang dipusatkan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPT). Perijinan di Kota Tangerang Selatan terintergrasi antara sistem pelayanan perijinan terpadu dengan website Sehingga melalui website ini masyarakat dapat mengetahui informasi tentang Jenis perijinan 5

51 dan syarat perijinan, cek status perijinan, info proses perijinan, info besaran retribusi, cek keaslian SK perijinan, info jumlah pendaftar ijin dan info penerimaan retribusi perijinan. Selain itu dalam website ini masyarakat dapat mengetahui Standar operasional prosedur perijinan, alur/mekanisme perijinan, mendownload formulir perijinan dan masyarakat juga dapat melakukan daftar perijinan secara online. Adapun jenisjenis pelayanan yang di berikan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu tersebut terangkum dalam tabel berikut: Tabel.6 Jenisjenis Perizinan Pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu No Jenis Izin Penandatanganan Waktu (hari)... Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB ) Ijin Gangguan Ijin Kelayakan Lingkungan Mengenai Amdal Dan Upaya Pemantauan Lingkungan/ Upaya Kelola Lingkungan (UPL/ UKL) Ijin Site Plan ( Tapak ) Ijin Layak Fungsi (ILF)/ Setifikat Layak Fungsi (SLF) Ijin Lokasi Ijin Pemanfaatan Ruang (IPR) Peraturan Daerah Nomor. Tahun Peraturan Daerah Nomor. Tahun Hari Hari Rekomendasi Kepala BLHD Hari Peraturan Daerah Nomor.5 Tahun Hari Ijin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 9. Ijin Usaha Perdagangan (IUP). Ijin Reklame. Ijin Operasional Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh. Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). Ijin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional Hari Peraturan Daerah Nomor.5 Tahun Peraturan Daerah Nomor.5 Tahun Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 7 Tahun, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 9 Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 7 Tahun Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor Tahun 999, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 9 Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 6 Tahun 9 Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor Tahun, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 6 Tahun 9 Hari Hari 5 Hari 5 Hari 5 Hari 7 Hari Hari Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 5/MDAG/PER//8, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor Tahun 9 Hari Ijin Usaha Waralaba Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 7 Tahun, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 6 Tahun 9 Hari Ijin Gudang Peraturan Daerah kabupaten Tangerang nomor 7 tahun, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 9 Hari Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor /MIND/PER/6/8, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 6 Tahun 9 Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 7 Tahun 9 Hari KEPMENDIKBUD nomor 6/U/999 tentang Penyelenggaraan Kursus Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 55/U/ Hari (IUPT), Ijin Usaha Pusat Pembelanjaan (IUPP) Dan Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) Ijin Usaha Industri (IUI) 7. Ijin Penyelenggaraan Kursus Dan Kelembagaan 8. Ijin Lembaga Bursa Kerja, Ijin Lptks Dan Ijin Lembaga Penyuluhan & Bimbingan Jabatan Lingkup Kabupaten/ Kota 9. Ijin Tanda Daftar Usaha Pariwisata Hari Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor Tahun, Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 6 Tahun 9 7 Hari Sumber : Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Tangerang Selatan, 6 5

52 ... Fokus Sumber Daya manusia a. Kualitas tenaga kerja Sebanyak,86% penduduk Kota Tangerang Selatan berpendidikan lulus SLTA, angka ini merupakan angka terbesar dibandingkan tingkat pendidikan yang lainnya. Sementara itu sebesar 8,68% penduduk Kota Tangerang Selatan berpendidikan tingkat perguruan tinggi. Tabel.7 Persentase Penduduk 5 Tahun Ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Tingkat Pendidikan 5 Jumlah Lakilaki Perempuan Jumlah Tidak/BelumTamat SD/MI/Sederajat,5,5,7, SD/MI/Sederajat,7, 8,9 6, SMP/Sederajat 9,7 8,7 9,6 9, SMA/SMK/Sederajat,8,,,86 Universitas/PT,, 6,96 8,68 JUMLAH Sumber : Susenas Tahun 5 Apabila dilihat perubahannya dari tahun ke tahun 5 persentase penduduk 5 tahun keatas tingkat pendidikan yang ditamatkan untuk Tidak/Belum Tamat SD/Sederajat sedikit mengalami penurunan sebesar, persen dari,5 persen tahun turun menjadi, persen tahun 5. Demikian juga untuk Tamat SMP/Sederajat dan Universitas/Perguruan Tinggi. Untuk Tamat SMP/Sederajat turun,59 persen yaitu dari 9,7 persen tahun turun menjadi 9, persen tahun 5. Demikian juga untuk Tamat Uninvesitas/PT turun, persen dari tahun sebelumya. Sebaliknya untuk penduduk yang Tamat SD/Sederajat dan Tamat SMA/Sederajat mengalami kenaikan. Untuk penduduk yang Tamat SD/Sederajat naik sebesar, persen dimana tahun penduduk 5

53 yang Tamat SD/Sederajat ada,7 persen tahun naik menjadi 6, persen tahun 5. Demikian juga untuk penduduk yang Tamat SMA/Sederajat naik sebesar,8 persen dari tahun sebelumnya. Tahun penduduk yang Tamat SMA/Sederajat sebesar,8 persen naik menjadi,86 persen tahun 5, Ini merupakan modal utama bagi pemeritah Kota Tangerang Selatan dalam melaksanakan pembangunan. SDM adalah subyek dan obyek dalam pembangunan. Tanpa didukung oleh SDM yang cerdas dan trampil mustahil pembangunan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. b. Tingkat ketergantungan (rasio ketergantungan) Dari data jumlah penduduk berdasarkan usia yang didapat dari Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan, pada tahun 5 sebagian besar penduduk Kota Tangerang Selatan masih terpusat pada selang umur yang produktif. Jumlah penduduk usia muda ( tahun) sebanyak 89.9 orang atau sebanyak 5,7%, penduduk usia produktif (56 tahun) sebanyak.9.9 orang atau 7.9%, dan penduduk usia tua (65 tahun ke atas) sebanyak.98 orang atau sebanyak,8%. Tabel.8 Komposisi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Kelompok Umur Penduduk (Orang) Lakilaki % Perempua n % Jumlah 7.8 9,9% 7. 9,% ,76% ,6% ,% ,% ,8% 6.5 8,% ,5% ,9% ,% ,7% ,6% ,9% ,6% ,6% ,7% 6. 8,7% 8.5 % 9,% 8,6% 7,% 8,6% 8,7% 9,5% 9,76% 9,% 8,% 5

54 No Kelompok Umur Penduduk (Orang) Lakilaki % Perempua n % Jumlah % ,% 5.6 6,9% ,6% ,8% ,% 7.,58% ,%.7,8% ,% 9.75,7% ,7% 5.857,77% ,6% 7.9,9% ,% ,%.5.9 Jumlah 6,98% 5,%,86%,8%,%,7%,78%,% Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang SelatanTahun 6. Evaluasi Pelaksanaan Hasil RKPD Tahun 6 Dan Realisasi RPJMD Akuntabilitas kinerja pada hakekatnya menggambarkan hasil dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai bentuk fasilitasi atas pembangunan yang melibatkan seluruh masyarakat. Indikator kinerja makro perlu diungkapkan mengingat indikator ini merupakan perwujudan menyeluruh dan komprehensif atas kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dimana kinerja makro merupakan kinerja yang dihasilkan dari beberapa variabel yang saling terkait antara lain kinerja pemerintah, swasta, dan partisipasi masyarakat. Selain itu capaian indikator makro ini dapat diperbandingkan antar Pemerintah Daerah yang lain, karena umumnya indikator kinerja makro ini juga digunakan secara seragam oleh Pemerintah Daerah lainnya. Kemudian ada beberapa catatan tentang kemajuan penyelenggaraan pemerintahan dari DPRD Kota Tangerang Selatan, yaitu:. Total APBD dari tahun ke tahun meningkat;. Porsi anggaran berpihak kepada Masyarakat;. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran sebanyak (tiga) tahun berturut turut;. Peningkatan pembangunan infrastruktur; 5

55 5. Peningkatan layanan kesehatan gratis; 6. Sekolah gratis; dan 7. Pembangunan Pusat Pemerintahan (PUSPEM); Sedangkan untuk capaian kinerja pelaksanaan urusan, program dan kegiatan masingmasing SKPD pada tahun 6, adalah sebagai berikut : 55

56 Tabel..9 Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Daerah Tahun 6 (Berdasarkan RPJMD 6) Kota Tangerang Selatan KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN PENDIDIKAN MENENGAH REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) :,5% :, 78 %,, Dindik Dindik. Prosentase Lulusan SD melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 99,99% %, Dindik. Prosentase Lulusan SMP melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas(SMP)/Madrasah Aliyah (MA) 99,99% %, Dindik. Orang % Lokal 8 Sekolah % : %,5% siswa miskin 9%.7 Orang % Lokal 6 Sekolah % :8 %,6%.78 Siswa Miskin 95,7%, 5 5 %,5 98, 659 5,86 Dindik Dindik Dindik Dindik DTKBP Dindik Dindik Dindik Dindik Dindik.. Rasio Murid per Kelas Angka Putus Sekolah 5. Jumlah siswa terutama siswa miskin penerima BOS 6. Penyediaan bantuan BOS jenjang SD dan SMP 7. Penyediaan bantuan BOS jenjang SD dan SMP 8. Pengembangan gedung sekolah yang murah dan mudah pemeliharaannya 9. Terbangunnya ruang kelas sekolah dasar. Rasio Murid per Kelas. Penyelenggaran Bantuan Pendidikan SMA. Angka Putus Sekolah. Cakupan siswa terutama siswa miskin penerima BOS 5. Prosentase lulusan SMA/ MA melanjutkan ke perguruan tinggi 6. Prosentase lulusan SMK diterima di dunia kerja sesuai dengan keahliannya 7. Terlaksananya Peningkatan kualitas Gedung Pendidikan PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 5 6 PENDIDIKAN FORMAL DAN NON FORMAL Obat dan Perbekalan Kesehatan PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PENDUDUK MISKIN Jumlah peserta kelompok belajar A, B, C Peningkatan penggunaan obat Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Rasio posyandu per satuan balita 8 SKPD TARGET INDIKATOR Guru SD/SMP/SMA,SMK memiliki sertifikat sesuai dengan kompetensi 85% 9,5% 6,8 Dindik % % % DTKBP.7 guru sudah bersertifikasi 96 Orang 9%.6 guru sudah bersertifikasi. Orang % 9,7 Dindik,7% 8,9% Dindik Dinkes Cakupan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pasien masy. Miskin (Jamkesda) 668 pasien 6 pasien 5,8 % Dinkes Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin Penanganan penyakit menular dan penyakit tidak menular % sesuai standar Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD % ODHA yang mendapatkan pengobatan ART (MDGs) Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA Cakupan desa/kelurahan UCI (Universal Child Immunization) Tertanggulanginya kasus KLB < jam 588 pasien % % % 95% 8% % 5959 pasien 77,78% % 96,% 7,6% 8% % 77,78% % 96% 9,85% % % RSU Dinkes Dinkes Dinkes Dinkes Dinkes Dinkes 5 96,% Dinkes 56

57 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM SKPD TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) Prosentase pemukiman sehat Cakupan Kunjungan ibu hamil K Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 8% 97% 8% 7,69% 95,57% 8% % 98,5% % Dinkes Dinkes Dinkes Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompatensi kebidanan 9% 9,7% % Dinkes 9% 86% 9% 87%% % 9,55% % 9,7% 97,9% 95,6% % 6% % % 9,6% Dinkes Dinkes Dinkes Dinkes Dinkes INDIKATOR sarana dan Prasarana Layanan Kesehatan 9 Pengembangan Lingkungan Sehat Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak Cakupan pelayanan ibu nifas (Kf lengkap) Cakupan Neonatus dengan komplikasi yang ditangani Cakupan kunjungan bayi Cakupan pelayanan anak balita Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Persentase sarana pelayanan kesehatan swasta yang mempunyai aspek legalitas 7% 7% % Dinkes 5 Promosi dan pemberdayaan masyarakat Upaya Kesehatan Masyarakat PROGRAM PEMELIHARAAN SARANA & PRASARANA RUMAH SAKIT Cakupan Kelurahan Sehat/Kelurahan siaga aktif Cakupan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas 95% pkm 95% 6 pkm % % Dinkes Dinkes Persentase pemeliharaan sarana dan prasarana RS 88 unit 88 unit RSU 6 PROGRAM PENGADAAN OBAT DAN PERBEKALAN RUMAH SAKIT 68 resep 669 resep,966 RSU 7 PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA & PRASARANA RUMAH SAKIT PROGRAM PENINGKATAN KESELAMATAN IBU MELAHIRKAN DAN ANAK PROGRAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN RUJUKAN Pembangunan Saluran Drainase / Goronggorong Persentase pengadaan sarana dan prasarana RS 7 jenis sarpras 6 jenis sarpras,9787 RSU Cakupan pertolongan persalinan di RS oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi 8 persalinan 8 persalinan RSU 8 pelayanan pelayanan RSU Persentase paket pekerjaan yang selesai tepat waktu DBM & SDA Persentase paket pekerjaan dengan kuantitas sesuai rencana/ SPK/ kontrak DBM & SDA Persentase paket pekerjaan dengan kualitas sesuai spesifikasi teknis DBM & SDA Indeks Kepuasan Masyarakat thd pelayanan SDA,8,8 DBM & SDA Indeks Kepuasan Masyarakat thd pelayanan SDA Tingkat ketersediaan data dan informasi sesuai kebutuhan pimpinan Persentase penyediaan data dan informasi tepat waktu Persentase masyarakat paham dalam pencegahan bahaya kebakaran,8,95,95,8,8,95,95,, DBM & SDA DBM & SDA DBM & SDA Damkar 8 9 Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air lainnya Pengendalian Banjir Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PROGRAM PENINGKATAN KESIAGAAN Persentase pemenuhan kebutuhan obat dan perbekalan RS Meningkatnya pelayanan kesehatan dasar rujukan 57

58 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) : 9. Damkar Damkar Damkar Damkar Tersedianya kebijakan pemanfaatan ruang sesuai fungsi kota 85% 85% 8,6 DTKBP Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti dalam 5 hari kerja Jumlah arahan/kebijakan/regulasi pemanfaatan dan pengendalian ruang kota dan bangunan Prosentase terbangunnya gedung pusat pemerintahan Prosentase gedung kantor Kecamatan dan Kelurahan yang layak Tersedianya informasi mengenai perencanaan ruang 85% % % 5% % 77, 77, % % DTKBP DTKBP DTKBP DTKBP DTKBP Cakupan rumah tangga yang memiliki akses air bersih 8% 8% 8% DTKBP Persentase rumah tinggal bersanitasi 87% 7,5 7,5 DTKBP Rumah layak huni 99% 6, 6, DTKBP Presentase penanggulangan kebakaran Persentase korban jiwa yang dapat diselamatkan dari bencana Presentase kebutuhan sarana dan prasarana dengan kondisi ideal Presentase kesiapan sarana dan prasarana dalam pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran 5 PROGRAM KEBIJAKAN PEMANFAATAN RUANG 6 PROGRAM PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG 7 8 PROGRAM PERENCANAAN TATA RUANG PROGRAM PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM DAN AIR LIMBAH PROGRAM LINGKUNGAN SEHAT PERUMAHAN 9 PROGRAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PEMUKIMAN Pengembangan infrastruktur pemukiman PROGRAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Ciputat Persentase pelibatan masyarakat minimal kali dalam pengembangan tata ruang Tersedianya data dan dokumen perencanaan pembangunan daerah Meningkatnya perencanaan pembangunan daerah Indikator Program % 79,9 79,9 DTKBP % Dokumen Dokumen Bappeda Pamulang Setu Bagian Perekonomian Raperda tentang Lembaga Penjamin Kredit Daerah Kota Tangerang Selatan 5 SKPD TARGET INDIKATOR Meningkatnya Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah Peningkatan Partisipasi Peserta Perencanaan Pembangunan % % PROGRAM PEMBANGUNAN PRASARANA DAN FASILITAS PERHUBUNGAN TERLAKSANANYA PEMBANGUNAN PRASARANA DAN FASILITAS PERHUBUNGAN %,, DTKBP Program Kerjasama Pembangunan Program Pengembangan Data dan Informasi Terlaksananya koordinasi perencanaan pembangunan daerah Tersedianya data dan informasi capaian kinerja 78 % % Dishubkominfo Bappeda Bappeda Pamulang Meningkatnya sumber informasi masyarakat dan stakeholder akan datadata pembangunan di Kecamatan 58 % Serpong Pondok Aren

59 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) Pengendalian kegiatan yang bersumber dari dana APBD dan Non APBD dok dok Bagian Pembangunan Meningkatnya Sumber Informasi Masyarakat dan Stake Holder akan DataData Pembangunan di Kecamatan Serpong % % % Serpong Dokumen Dokumen Pondok Aren Dishubkominfo Dishubkominfo Dishubkominfo Dishubkominfo kasus 6 kasus 5 BLHD pengaduan 5 pengaduan 66,67 BLHD BLHD 85 orang 7 orang,6 BLHD 7.5/ 7 59/ 96 /,96 BLHD Tersusunnya Dokumen Profile Daerah Kecamatan Pondok Aren 6 Peningkatan dan Pengamanan Lalu Lintas 7 8 Peningkatan Pelayanan Angkutan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ 9 Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa Program Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Sumber Daya Alam. Jumlah kasus lingkungan yang diselesaikan. Jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan atau perusakan lingkungan yang ditindaklanjuti Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup SKPD TARGET INDIKATOR Jumlah perusahaan wajib AMDAL yang telah diawasi Program Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam Jumlah orang yang berperan serta melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam. Jumlah lubang biopori/sumur resapan PROGRAM PENGEMBANGAN PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN PJU. Persentase RHL Prosentase pemasangan PJU di lokasi Strategis Terpeliharanya lampu PJU yang telah terpasang,97 % % 9, % % 7 BLHD DKPP DKPP 5 PROGRAM PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN AREAL PEMAKAMAN Jumlah sarana dan prasarana yang dipelihara % % DKPP 6 PROGRAM PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU Tersedianya RTH yang tertata % % DKPP 7 PROGRAM PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN PERSAMPAHAN Persentase penanganan sampah % % DKPP 59

60 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM INDIKATOR 8 Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan 9 Penataan Administrasi Kependudukan Rasio Penduduk Ber KTP Per Satuan Penduduk Rasio Pasangan Ber Akta Perkawinan Rasio Bayi Ber Akte Kelahiran Meningkatnya kualitas layanan kependudukan kepada masyarakat Meningkatnya Kualitas Layanan Kependudukan Kepada Masyarakat Meningkatkan Pemahaman Penurus RT dan Pengurus RW akan Pentingnya administrasi Kependudukan CAPAIAN KINERJA (%),65,75,75 %,766,7,896 %,786,999,95 % Disdukcapil Disdukcapil Disdukcapil Pamulang Serpong Pondok Aren BPMPPKB IPG 6.% ; IDG 6.% IPG 85.76% ; IDG.5% Program Peningkatan Pelayanan Bagi Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak BPMPPKB 99 BPMPPKB Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapat penanganan pengaduan yang masuk ke unit pelayanan terpadu BPMPPKB Cakupan Perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapat layanan bantuan Hukum BPMPPKB Cakupan Perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di puskesmas mampu tatalaksana Ktp / A dan PPT/PKT di rumah sakit BPMPPKB Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan 8567 Jumlah perempuan yang mendapatkan pembinaan di lokasi PWKSS di Bagi dengan seluruh jumlah perempuan yang ada di lokasi PWKSS 5 REALISASI Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak Persentasi partisipasi perempuan di lembaga SKPD TARGET,87,66 Program Keluarga Berencana BPMPPKB BPMPPKB 8858 BPMPPKB 8858 BPMPPKB Proporsi PUS yang istrinya di bawah tahun dibandingkan dengan seluruh PUS yang dalam suatu wilayah,68,95 Unmet Need = ( PUS IAT+TIAL) / PUS 59 th x % Jumlah Anggota berkb dibandingkan dengan seluruh PUS anggota BKB Jumlah Anggota berkb dibandingkan dengan seluruh PUS anggota BKR,556,99,956,58,8, BPMPPKB BPMPPKB BPMPPKB Jumlah Anggota BKL dibandingkan dengan anggota yang aktif mengikuti kegiatan,855,7 BPMPPKB 6

61 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM INDIKATOR 5 Kualitas dan kuantitas kelembagaan di masyarakat meningkat Jumlah Peserta KB aktif / PUS x % PUS yang ingin berkb tapi tidak terpenuhi / Jumlah PUS x % Jumlah PLKB / PKB, PPKBD,95,75, org,86,89,9 BPMPPKB BPMPPKB BPMPPKB BPMPPKB Jumlah alat dan Obat kontrasepsi yang terpenuhi/jumlah yang dibutuhkan x,8869,956 BPMPPKB Program Pemberdayaan Masyarakat dan Desa LPM PROGRAM PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BPMPPKB 7 Kec 7 Kec BPMPPKB BPMPPKB,, Dinsosnakertrans Lembaga Sosial dan Keagamaan yang difasilitasi Bagian Kesos Meningkatnya kualitas kesejahteraan sosial masyarakat dalam wilayah Kecamatan Pamulang Dokumen Dokumen Setu % % % Serpong,8,8 Pondok Aren Prosentase peningkatan kelembagaan sosial yang terfasilitasi,, Dinsosnakertrans Prosentase masyarakat penyandang kesejahteraan sosial dan korban bencana,, Dinsosnakertrans Prosentase masyarakat penyandang kesejahteraan sosial dan korban bencana,, Dinsosnakertrans Prosentase peningkatan kelembagaan sosial yang terfasilitasi Peningkatan Keahlian/Skill bagi warga Kecamatan PROGRAM PEMBINAAN PANTI ASUHAN/PANTI JOMPO 58 PROGRAM PENYULUHAN DAN PENANGGULANGAN KORBAN BENCANA ALAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN, KOMUNIKASI ADAT TERPENCIL (kat) DAN PENYANDANGMASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) BPMPPKB 7 Kec Meningkatnya Kualitas Kesejahteraan Sosial Masyarakat dalam Wilayah Kecamatan Serpong 57 BPMPPKB BPMPPKB BPMPPKB BPMPPKB BPMPPKB BPMPPKB 99 Indikator Program 59 6,9%,8 Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa Jumlah Pembangunan Sarana dan Prasarana Melalui Orientasi, Pelatihan Kordinasi,Bimtek air minum dan penyehatan lingkungan dan sanitasi berbasis Masyarakat Jumlah Lembaga Ekonomi Mikro pedesaan Jumlah Kegiatan Usaha ekonomi Masyarakat Keluarga 56 SKPD REALISASI Pengelolaan dan Pengembangan dana BLM ( Jumlah Posy. Aktif)/(Jumlah Posy. Seluruhnya)x% Jumlah PKK aktif/jumlah PKK x % Jumlah binaan kelompok LPM Jumlah Binaan KPM / Jumlah KPM x % 55 CAPAIAN KINERJA (%) TARGET 6

62 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM INDIKATOR 6 TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) SKPD PROGRAM PELAYANAN DAN REHABILITASI KESEJAHTERAAN SOSIAL Prosentase masyarakat penyandang kesejahteraan sosial dan korban bencana,, Dinsosnakertrans 6 PROGRAM PENINGKATAN KESEMPATAN KERJA Prosentase pengangguran terbuka,, Dinsosnakertrans 6 PROGRAM PERLINDUNGAN PENGEMBANGAN LEMBAGA KETENAGAKERJAAN Jumlah kebijakan perlindungan tenaga kerja,, Dinsosnakertrans Jumlah Transmigrasi Swakarsa Fasilitasi dan Bantuan bagi Koperasi dan UKM,, Dinsosnakertrans Diskop UKM 6 6 PROGRAM TRANSMIGRASI REGIONAL Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif Meningkatnya kualitas dan kuantitas Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Indikator Program Meningkatnya Kualitas dan Kuantitas Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Serpong Terlaksananya Kegiatan Pelatihan Anggota Trantib Kecamatan dan Pemberantasan Pedagang, Warung Liar serta Spanduk tidak berijin 65 Pamulang Dokumen % Dokumen % % Setu Serpong Pondok Aren Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Meningkatnya jumlah UMKM yang mendapatkan pelatihan manajemen kewirausahaan Diskop UKM 66 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Meningkatnya persentase koperasi aktif Diskop UKM 67 Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi, terdiri dari kegiatan Penyelenggaraan Pameran Investasi 5 Kali 8 Kali 7% KPMD PROGRAM PENGEMBANGAN NILAI BUDAYA Jumlah gedung kesenian gedung gedung 8 Budpar grup bangunan 8 grup bangunan 5 Budpar Budpar lokasi lokasi 5 Budpar 68 Jumlah grup kesenian Revitalisasi bangunan cagar budaya 69 PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA Lokasi penataan kawasan 7 PROGRAM PENGEMBANGAN PEMASARAN PARIWISATA Jumlah tempat rekreasi keluarga 9 tempat 5 tempat 55 Budpar 7 Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga Terwujudnya Peningkatan Prestasi Cabang Olahraga Cabor cabor Dispora 6. Atlet.5 Atlet 7, Dispora Terwujudnya Penyelenggaraan kompetisi olahraga yang diikuti 6. atlet 6

63 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM INDIKATOR SKPD TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) OKP 8 OKP 5 Dispora 7 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan Jumlah Organisasi Kepemudaan 7 Program Peningkatan Sarana dan Prasrana Olahraga Jumlah lapangan olahraga di kecamatan 7 Kecamatan Kecamatan 8,57 Dispora 7 Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda Jumlah kegiatan kepemudaan 6 kegiatan kegiatan 6,5 Dispora 75 Program Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Jumlah pemuda yang diberi penyuluhan narkoba. pemuda 5 pemuda,5 Dispora 76 PROGRAM PENDIDIKAN POLITIK MASYARAKAT Jumlah peserta kegiatan pembinaan politik daerah 885 Org 75 Org, Kesbangpolinmas 77 PROGRAM PENGEMBANGAN WAWASAN KEBANGSAAN jumlah kegiatan pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP Keg Keg Kesbangpolinmas PENINGKATAN KEAMANAN DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN Jumlah satuan perlindungan masyarakat linmas yang dilatih per tahun Meningkatnya Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Meningkatnya keamanan dan kenyamanan lingkungan 5 Orang,9 7 Orang,89, 9, Kesbangpolinmas Satpol PP Pamulang % % % Serpong Kali Dokumen Kali Dokumen Pondok Aren Setu Orang Orang Orang BPBD,9,9 BPBD BPBD BPBD BPBD BPBD Jumlah tapal batas wilayah administratif antar daerah 96 tugu batas 96 Tugu batas Bagian Pemerintahan Meningkatnya kualitas pelayanan masyarakat Indikator Program Meningkatnya Kualitas Pelayanan Masyarakat Meningkatkan Kinerja Ketua RT dan Ketua RW Dokumen % Kelurahan Dokumen % Kelurahan % Pamulang Setu Serpong Pondok Aren 78 Meningkatnya Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan di kecamatan Serpong Meningkatnya Keahlian Anggota Trantib Kecamatan Pondok Aren Indikator Program 79 PROGRAM PENANGGULANGAN AKIBAT BENCANA Persentase relawan siap siaga bencana per. penduduk Tingkat Kesempurnaan Sistem Penanggulangan Bencana Cakupan pelayanan bencana daerah Tingkat waktu tanggap (response time rate) < jam terhadap Bencana Prosentase Korban bencana yang di evakuasi selama tanggap darurat Persentase pemulihan prasarana di wilayah pasca bencana 8 8 PROGRAM PENATAAN DAN PENYEMPURNAAN KEBIJAKAN SISTEM DAN PROSEDUR PENGAWASAN PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS LEMBAGA RT DAN RW 6

64 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM 8 PROGRAM PENINGKATAN PELAYANAN KEDINASAN KDH/WKDH 8 8 PROGRAM URUSAN PERTANAHAN Prograam Penataan Organisasi Penyelenggaran Pemerintah Daerah Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah Program Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) Pengendalian dan Pembinaan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi 7% 7% Pengembangan eprocurement 5% 5% Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pelayanan perkantoran Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Perkantoran % % % Bagian Pembangunan Bagian Pembangunan Pamulang Serpong Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Prosedur Pelayanan Publik Dokumen Dokumen Pondok Aren Indikator Program Pelayanan Perijinan Online Dokumen 99% Dokumen 99% Setu BPT 87 Bagian Hukum PROGRAM KERJASAMA INFORMASI DAN MEDIA MASSA PROGRAM OPTIMALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP LAYANAN PUBLIK Program Penataan Peraturan Perundangundangan Terlaksananya penataan peraturan perundangundangan 9 Program Penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah Jumlah SOP Kearsipan Daerah 9 Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah SKPD TARGET INDIKATOR Terlaksananya Fasilitasi Pelayanan Kerumahtanggaan Pimpinan Daerah Terselenggaranya Koordinasi Pengelolaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan Lingkup Sekretariat Daerah Cakupan pertanggungjawaban keuangan daerah yang transparan dan akuntabel (Tersedianya Laporan Pertanggungajwaban Keuangan SKPD berdasarkan SAP) Rasio belanja APBD tahun 6 yang berorientasi pada belanja publik Rasio peningkatan realisasi pendapatan asli daerah tahun 6 dari tahun 5 Prosentase aset daerah yang diadministrasikan setiap tahun Jumlah Dokumen Standarisasi Harga Satuan 6 NA NA NA Arsip % % % Bagian Umum Perlengkapan % % % Bagian Keuangan DPPKAD 6 77,8 9,67 DPPKAD 7 9, 8,7 DPPKAD dok dok DPPKAD Bagian Pembangunan

65 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO 9 PROGRAM Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) Meningkatkan sumberdaya aparatur lingkup Sekretariat Daerah dan mewujudkan penataan kepegawaian lingkup Sekretariat Daerah lebih baik % % % Bagian Keuangan orang Orang 6 Orang Kasus 5 Tahap Orang 78 Orang 7 Orang Kasus Tahap, 9,,5,, BKPP BKPP BKPP BKPP BKPP 86,688 68, ,8675 Setwan % % Dokumen Dokumen Setu Terpenuhinya Kebutuhan Diklat Struktural Aparatur Tercapainya Penerimaan Calon PNS Terlaksananya Pengembangan Karir PNS Tercapainya Disiplin PNS Terlaksananya Mutasi PNS SKPD INDIKATOR Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Peningkatan Sistem Pengawasan Internal Dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah % Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Kebijakan Kepala Daerah Sudah Dilaksanakan Pengendalian Satuan Perlindungan Masyarakat Dalam Menjaga Keamanan di Lingkungan Masyarakat Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Lingkungan Inspektorat 98 PROGRAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI 99 Program Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kependudukan Indikator Program Pembinaan Aparatur dalam Peningkatan Jiwa Korsa Meningkatkan Pembinaan JiwaKorsa PNS % % Korpri Program Pengembangan Sistem Administrasi Kearsipan Prosentase SDM Pengelola Arsip/ Arsiparis % % % Arsip Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Pelayanan Kearsipan kepada Unit Organisasi (SKPD, Kelurahan, UPT & Sekolah) 87 Unit Organisasi 5 Unit Organisasi,% Arsip Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Jumlah Pengunjung Perpustakaan Pertahun Jumlah Koleksi Bahan Pustaka % 55 judul % 55 judul Perpusda Perpusda Peningkatan Produktivitas Produk Pertanian Persentase peningkatan produktivitas produk pertanian,,8 8, DPKP 5 Peningkatan produktivitas produk peternakan Persentase peningkatan produktivitas produk peternakan,5,58 6 DPKP 6 Peningkatan Skor Pola Pangan Harapan 8 8,6,9778 DPKP Skor Pola Pangan Harapan 65

66 KINERJA PROGRAM / KEGIATAN NO PROGRAM INDIKATOR 7 Produk Perikanan Unggulan/berdaya saing yang dikembangkan 8 Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 9 Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Jumlah Produk Perikanan Unggulan/berdaya saing yang dikembangkan Tabel.. 66 TARGET REALISASI CAPAIAN KINERJA (%) jenis jenis SKPD DPKP

67 Target Perencanaan Daerah Tahun 7 (Berdasarkan RPJMD 6) Kota Tangerang Selatan Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No A Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* *,6 tahun, tahun, tahun, tahun Pendidikan dan Kebudayaan APM PAUD,% 5,% 5,% 5,% Pendidikan dan Kebudayaan URUSAN WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR Urusan Pendidikan PAUD dan Pendidikan Non Formal SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Harapan Lama Sekolah Urusan Pendidikan Pendidikan Sekolah Dasar APM ( Angka Partisipasi Murni ) SD/MI 99,99% 99,99% 99,99% 99,99% Pendidikan dan Kebudayaan Urusan Pendidikan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama APM ( Angka Partisipasi Murni ) SMP/MTS 97,5% 96,8% 96,8% 96,8% Pendidikan dan Kebudayaan 85, 7, 7, 7, Pendidikan dan Kebudayaan 58 puskesmas puskesmas puskesmas puskesmas Kesehatan 6% % % % Kesehatan Jenis pelayanan sesuai standar pelayanan minimal rumah sakit Jenis Pelayanan Jenis pelayanan Jenis pelayanan Jenis pelayanan Rumah Sakit Umum Persentase alat kesehatan sesuai standar 85% 7% 7% 7% Kesehatan Urusan Pendidikan Urusan Kesehatan Pengembangan dan Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Pengembangan pelayanan kesehatan Uji Kompetensi Guru Akreditasi dan reakreditasi Puskesmas Persentase akreditasi unit Labkesda Urusan Kesehatan Pengembangan, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan 67

68 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Jumlah puskesmas yang terbangun Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * 5 puskesmas puskesmas puskesmas puskesmas Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah bangunan posyandu yang dibangun 5 Posyandu Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah bangunan puskesmas yang dikembangkan puskesmas Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah puskesmas yang perlu adanya Tambah Ruang Sesuai Kebutuhan Pelayanan puskesmas puskesmas puskesmas puskesmas Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah Bangunan PPKT % 9% 9% 9% Bangunan dan Penataan Ruang Persentase Gudang terbangun % Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah Rumah Sakit Tingkat Kecamatan dibangun unit Bangunan dan Penataan Ruang pkm 7 pkm 7 pkm 7 pkm Bangunan dan Penataan Ruang Tingkat utama ( bab) Tingkat dasar ( bab) Tingkat dasar ( bab) Tingkat dasar ( bab) Rumah Sakit Umum 95% 95% 95% 95% Kesehatan Jumlah Puskesmas yang direhabilitasi Tingkat instrumen akreditasi rumah sakit Urusan Kesehatan Penyediaan dan pengawasan obat, makanan dan perbekalan kesehatan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Persentase ketersediaan reagen dan bmhp laboratorium di puskesmas dan labkesda 68

69 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Urusan Kesehatan Peningkatan pelayanan kesehatan keluarga Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 9 Urusan Kesehatan Program perbaikan gizi masyarakat Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 = ( )* * Persentase ketersediaan obat dan Perbekalan Kesehatan Puskesmas dan Jaringannya 99% 9% 9% 9% Kesehatan Persentase resep sesuai dengan formularium 9% 7% 7% 7% Rumah Sakit Umum Angka Kematian Ibu per. kelahiran hidup Kesehatan Angka Kematian Bayi per. kelahiran hidup... Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan balita 97% 97% 97% 97% Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan siswa SD/setingkat % % % % Kesehatan Puskesmas Santun Lansia 9 Puskesmas Santun Lansia 9 Puskesmas Santun Lansia 9 Puskesmas Santun Lansia Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan remaja 8% 8% 8% 8% Kesehatan Persentase balita gizi buruk mendapat perawatan % % % % Kesehatan Persentase Ibu hamil KEK mendapat makanan tambahan 95% 65% 65% 65% Kesehatan Persentase Remaja putri yang mendapat TTD % % % % Kesehatan 5 Kelurahan 5 Kelurahan 5 Kelurahan 5 Kelurahan Kesehatan Cakupan organisasi kemasyarakatan yang memanfaatkan sumber dayanya untuk mendukung kesehatan % 5% 5% 5% Kesehatan Persentase pasien yang mengetahui produk pelayanan rumah sakit 75% 55% 55% 55% Rumah Sakit Umum Cakupan pelayanan lansia Urusan Kesehatan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Cakupan Kelurahan Sehat/Kelurahan siaga aktif 69

70 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 9 Urusan Kesehatan Urusan Kesehatan Urusan Kesehatan Pengembangan SDM kesehatan Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan komplementer SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 = ( )* * Cakupan SDM Kesehatan yang terlatih 9% 6% 6% 6% Kesehatan Persentase SDM Kesehatan yang mendapat pelatihan minimal jam per tahun 5% % % % Rumah Sakit Umum Cakupan penanganan penyakit menular dan tidak menular sesuai tahapan standar nasional % % % % Kesehatan Persentase anak usia sampai bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap 9% 9% 9% 9% Kesehatan Persentase sinyal kewaspadaan dini yang direspon 9% 75% 75% 75% Kesehatan Cakupan Pelayanan kesehatan dasar di puskesmas % % % % Kesehatan Cakupan Pelayanan kesehatan rujukan 8% 8% 8% 8% Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk miskin dan kurang mampu serta masyarakat yang beresiko berdampak sosial yang mendapatkan pelayanan kesehatan di faslititas kesehatan Tk.I dan Rujukan %,%,%,% Kesehatan Cakupan warga kota Tangerang Selatan yang mendapatkan Pelayanan pengelolaan Darah yang tidak di tanggung BPJS 85% 5,% 5,% 5,% Kesehatan 77% 6% 6% 6% Kesehatan 7% 7% 7% 7% Kesehatan Cakupan masyarakat miskin dan kurang mampu serta masyarakat yang beresiko berdampak sosial, yang memiliki Jaminan asuransi kesehatan Cakupan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer 7

71 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 9 Urusan Kesehatan Urusan Kesehatan Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD Pengembangan dan pengendalian lingkungan sehat Pembangunan jalan dan jembatan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 = ( )* * puskesmas puskesmas puskesmas puskesmas Kesehatan Persentase kepuasan pasien yang disurvei 76% 7% 7% 7% Rumah Sakit Umum Persentase Penduduk Yang Memiliki Akses Terhadap Air Minum Berkualitas 6% % % % Kesehatan Persentase tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan 6% 5% 5% 5% Kesehatan Persentase cakupan rumah yang memenuhi syarat kesehatan 8% 65% 65% 65% Kesehatan Persentase RS Yang Melakukan Pengelolaan Limbah Medis Sesuai Standar % 85% 85% 85% Kesehatan Jumlah Desa/Kelurahan Yang Melaksanakan STBM 5 kelurahan kelurahan kelurahan kelurahan Kesehatan Persentase pengelolaan limbah rumah sakit sesuai standar % % % % Rumah Sakit Umum Jalan dan jembatan dalam kondisi baik 9% 8% 8% 8% Pekerjaan Umum Jalan lingkungan dalam kondisi baik 7% 5% 5% 5% Pekerjaan Umum Pedestrian jalan yang dibangun 7% % % % Pekerjaan Umum Jumlah puskesmas BLUD Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pengendalian banjir luas genangan yang tereduksi % % % % Pekerjaan Umum Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pengembangan pengelolaan dan konversi sungai danau dan sumber daya air lainnya Pemanfaatan air sungai, danau, dan penampung air lainnya sebagai layanan air baku % % % % Pekerjaan Umum 7

72 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 9 Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perencanaan Tata Ruang Pengelolaan sarana air minum dan air limbah Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 = ( )* * Kapasitas debit sungai /tandon % % % % Pekerjaan Umum Tersedianya informasi mengenai rencana tata ruang (RTR) wilayah % % % % Bappeda Tersedianya informasi mengenai rencana rinci tata ruang beserta rencana teknisnya melalui peta analog dan peta digital % 8% 8% 8% Bangunan dan Penataan Ruang persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai 89,85% 86,% 86,% 86,% Bangunan dan Penataan Ruang Persentase pelayanan air minum 85,5% 8,5% 8,5% 8,5% Bangunan dan Penataan Ruang Tersedianya sarana dan prasarana gedung perkantoran 8 gedung gedung gedung gedung Bangunan dan Penataan Ruang Tersedianya sarana dan prasarana gedung non perkantoran 6 paket paket paket paket Bangunan dan Penataan Ruang Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan kajian dan rekomendasi teknis serta sertifikat laik fungsi % % % % Bangunan dan Penataan Ruang % % % % Bangunan dan Penataan Ruang Ha 5, ha 5, ha 5, ha Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pengendalian dan pemanfaatan ruang Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan keterangan peruntukan lahan Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman Penataan Lingkungan Terpadu Pengurangan luasan permukiman kumuh perkotaan (Ha) 7

73 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Terbangunnya sarana penunjang permukiman 8 unit Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman Pengembangan infrastruktur permukiman SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * unit unit unit Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Penyediaan rumah susun sederhana sewa (unit) twin blok Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Rumah tidak layak huni menjadi layak huni 75 unit unit unit unit Perumahan, Permukiman dan Pertanahan % Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan sertifikat keahlian perencana dan perancang rumah dan PSU perumahan skala kecil Tersedianya data rumah dan perumahan Tersedianya regulasi penyelenggaraan perumahan dan permukiman Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan pengesahan pertelaan rumah susun dokumen Perumahan, Permukiman dan Pertanahan perda, perwal perwal perwal perwal Perumahan, Permukiman dan Pertanahan % Perumahan, Permukiman dan Pertanahan % % 7 %

74 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan rekomendasi teknis pembangunan dan pengembangan rumah susun % Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan rekomendasi teknis pembangunan dan pengembangan rumah tapak tercatatnya PSU perumahan yang dikuasai sepihak ke dalam neraca aset Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman Penyediaan dan Pengelolaan Areal Pemakaman Pengembangan Penyediaan Dan Pengelolaan PJU Pengembangan dan Pembangunan TPU SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * % % % Perumahan, Permukiman dan Pertanahan % % % % Perumahan, Permukiman dan Pertanahan 7 perum perum perum perum Perumahan, Permukiman dan Pertanahan TPU TPK 7 TPU TPK 7 TPU TPK 7 TPU TPK Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terpeliharanya sarana TPU % % % % Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Pembinaan kelembagaan pengelolaan TPU % % % % Perumahan, Permukiman dan Pertanahan 5 Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Penambahan jumlah PJU terbangun 98 titik 7 5 5

75 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Terpeliharanya dan terbayarnya rekening PJU Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * % % % % Perumahan, Permukiman dan Pertanahan < Menit < 5 Menit < 5 Menit < 5 Menit Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Cakupan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan korban serta harta benda % % % % Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Persentase Mitigasi dan Penanggulangan Bencana % % % % Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tingkat waktu tanggap (response time rate) < Menit terhadap Bencana % % % % Badan Penanggulangan Bencana Daerah Penegakan peraturan daerah dan peraturan walikota Cakupan Penegakan Perda dan /atau Perwal % 98% 98% 98% Satpol PP Peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan Jumlah Kegiatan Koordinasi Pemeliharaan Ketertiban Masyarakat kali kali kali kali Satpol PP Persentase Penindakan Pelanggaran pengamanan dan penertiban % % % % Satpol PP Jumlah penambahan SDM dan sarana prasarana penunjang 76% 6% 6% 6% Satpol PP Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan bahaya Kebakaran Penanggulangan Bencana Daerah Respon time kebakaran 75

76 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Urusan Sosial Urusan Sosial Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Pemberdayaan Masyarakat Rawan Sosial dan Lembaga Kesejahteran Sosial Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Persentase Aparatur Satpol PP yang diiatih % Persentase PMKS yang mendapatkan pelayanan dan rehabsos sesuai standar dasar Persentase PMKS dan LKS yang diberdayakan Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 % = ( )* % * % Satpol PP 58% 5% 5% 5% Sosial 5% 5% 5% 5% Sosial dok dok dok dok Setda dok 7 dok 7 dok 7 dok Setda dok dok dok dok Setda Persentase tenaga kerja siap pakai % % % % Ketenagakerjaan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 69% 65% 65% 65% Ketenagakerjaan Menurunnya Angka perselisihan Industrial 7 Kasus 8 kasus 8 kasus 8 kasus Ketenagakerjaan Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan 7 Orang 6 Orang 6 Orang 6 Orang DPMPPPAKB % % % % DPMPPPAKB Peningkatan pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial dan keagamaan Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS B URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB TIDAK BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR Pengembangan Urusan Produktivitas Tenaga Ketenagakerjaan Kerja Urusan Peningkatan Kesempatan Ketenagakerjaan Kerja dan Berusaha Kerjasama Hubungan Urusan Industrial dan Ketenagakerjaan Perlindungan Ketenagakerjaan Urusan Peningkatan peran serta Pemberdayaan dan Kesetaraan Gender Perempuan dan dalam Pembangunan Perlindungan Anak Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Peningkatan kualitas hidup dan Perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas 76

77 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Penguatan Kelembagaan PUG dan Anak IPG dan IDG Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * IPG 9,689,5% ; IDG 6,6665,7% IPG 9,59,78% ; IDG 6,66,7% IPG 9,59,78% ; IDG 6,66,7% IPG 9,59,78% ; IDG 6,66,7% DPMPPPAKB 9 Kelurahan 8 Kelurahan 8 Kelurahan 8 Kelurahan DPMPPPAKB Inovasi Inovasi Inovasi Inovasi DPMPPPAKB 85% 7% 7% 7% DPMPPPAKB Jumlah Kelurahan Ramah Anak Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Peningkatan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan Pemanfaatan Inovasi TTG Dalam Pemberdayaan Masyarakat Persentase Peran serta Lembaga/Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Urusan Pangan Peningkatan Ketahanan Pangan Penguatan cadangan pangan Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan AKG dan AKP Ton % 87% 85% 85% 9% Keamanan Pangan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 8% 77 85% 87% 8% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan 85% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan 87% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan 8% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan

78 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 9 Terlaksananya koordinasi ketahanan pangan Urusan Pertanahan Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah Tersusunnya laporan kebutuhan lahan % % dokumen, kegiatan Terfasilitasinya dan pendampingan kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan Terlaksananya pengadaan tanah untuk : kantor kelurahan, kawasan pertanian terpadu, dan Kantor Pemerintahan Kota Tangerang Selatan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 = ( )* * % Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan % 5 paket pengadaan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya pengadaan tanah untuk : Infrastruktur Dasar, Kawasan Perdagangan dan Lapangan Olah Raga Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya pengadaan tanah untuk kepentingan Umum dalam rangka pembangunan infrastruktur dasar dan Non Gedung Perkantoran paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya Fasilitasi dan Pendampingan Pengadaan Tanah Infrastruktur Dasar dan Non Gedung Perkantoran paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan 78

79 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Urusan Lingkungan Hidup Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya Fasilitasi dan Pendampingan Pengadaan Tanah Gedung Perkantoran/ fasilitas pemerintah bagi masyarakat dan Non Infrastruktur Dasar paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Tersusunnya dokumen perencanaan pengadaan tanah 5 paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Terlaksananya pengadaan tanah untuk kepentingan Umum dalam rangka pembangunan Gedung Perkantoran / fasilitas pelayanan pemerintah bagi masyarakat dan Non infrastruktur dasar Tersusunnya dokumen teknis rencana pengadaan tanah 5 paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Tersusunnya laporan kebutuhan lahan Pemerintah Kota Tangerang Selatan Untuk Pembangunan 5 paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Tersusunnya laporan Monitoring dan Evaluasi Tahapan Pengadaan Tanah 5 paket Paket Paket Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terfasilitasinya Aparatur di Bidang Pertanahan lingkup Pemerintah Kota tangerang Selatan dalam mengikuti Bimtek di Bidang Pertanahan 5 kegiatan/9 orang Kegiatan / 8 orang Kegiatan / 8 orang Kegiatan / 8 orang Perumahan, Permukiman dan Pertanahan persentase penanganan terhadap pengaduan pencemaran dan perusakan lingkungan 9 Titik pantau 78 Titik pantau 78 Titik pantau 78 Titik pantau Lingkungan Hidup 79

80 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * % 7% 7% 7% Lingkungan Hidup 8 perusahaan 5 perusahaan 5 perusahaan 5 perusahaan Lingkungan Hidup 9 Alat terkalibrasi, pemeliharaan 7 alat laboratorium,pemeliharaan dan Parameter terakreditasi Alat terkalibrasi, Pemeliharaan alat laboratorium, 5 Parameter terakreditasi Alat terkalibrasi, Pemeliharaan alat laboratorium, 5 Parameter terakreditasi Alat terkalibrasi, Pemeliharaan alat laboratorium, 5 Parameter terakreditasi Lingkungan Hidup Prokasih di 7 Kecamatan terlaksana Program kali bersih di kecamatan serpong utara,5 m Program kali bersih di kecamatan serpong utara,5 m Program kali bersih di kecamatan serpong utara,5 m Lingkungan Hidup Kampung Hijau di 7 kecamatan Kampung hijau di kecamatan (Kecamatan Pondok Aren) Kampung hijau di kecamatan (Kecamatan Pondok Aren) Kampung hijau di kecamatan (Kecamatan Pondok Aren) Lingkungan Hidup 8% % % % Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Cakupan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan izin lingkungan dan pengelolaan lingkungan Pengendalian dan pengawasan terhadap B dan limbah B Optimalisasi fungsi analisis laboratorium lingkungan hidup Urusan Lingkungan Hidup Perlindungan dan konservasi sumber daya alam Luas lahan yang dikonservasi dan pelaksanaan program kali bersih di tiap kecamatan Pilot Project kampung iklim (kampung Hijau di 7 kecamatan) Urusan Lingkungan Hidup Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan hidup Jumlah peningkatan partisipasi aktif masyarakat terkait pelestarian lingkungan hidup Fasilitasi Peningkatan Nilai ADIPURA SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 8

81 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Jumlah penghargaan Nasional maupun lokal terkait pelestarian lingkungan hidup SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * 7 orang, sekolah orang, sekolah orang, sekolah orang, sekolah Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup Pengembangan pengelolaan persampahan Persentase pengangkutan sampah 7% 5% 5% 5% Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup Pengelolaan Sampah terpadu Persentase pengurangan sampah melalui R % % % % Lingkungan Hidup Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Penataan Administrasi Kependudukan Cakupan Penerbitan KK,% 7,6% 7,6% 7,6% Disdukcapil Cakupan penerbitan KTP Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran Cakupan Penerbitan Kutipan Akta Kematian Rasio Pasangan Berakta Perkawinan 99,6% 96,7% 8,% 76,96% 7,5% 8,%,9% 5,9% 7,5% 8,%,9% 5,9% 7,5% 8,%,9% 5,9% Disdukcapil Disdukcapil Disdukcapil Disdukcapil,% 7,% 7,% 7,% Disdukcapil.6.99 Pddk Disdukcapil 7 Orang 5 Orang 5 Orang 5 Orang Disdukcapil Meningkatnya Pemahaman Masyarakat Akan Pentingnya Dokumen Kependudukan Jumlah Data dan Informasi Pendudukan Yang Tersedia Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pengendalian Penduduk Pengendalian Urbanisasi Penduduk Keluarga Berencana Proporsi Pasangan Usia Subur yang istrinya dibawah Tahun,8%,%,%,% DPMPPPAKB Menurunnya Unmet Need Meningkatnya Kesertaan ber KB 6,% 7,5% 6,5% 7,5% 6,5% 7,5% 6,5% 7,5% DPMPPPAKB DPMPPPAKB 8

82 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 SKPD PENANGGUNG JAWAB 9 = ( )* * Meningkatnya Anggota Tribina ( BKB, BKR, BKL) yang BerKB 9,66% 89,5% 89,5% 89,5% DPMPPPAKB Meningkatnya Produk Unggulan UPPKS 7,% 6,% 6,% 6,% DPMPPPAKB Unit 5.5 Unit 5.5 Unit 5.5 Unit Perhubungan Urusan Perhubungan Pengembangan pelayanan angkutan Jumlah uji kir Urusan Perhubungan Pengendalian dan pengamanan lalu lintas Jumlah titik pengendalian dan pengaturan lalu lintas titik titik titik titik Perhubungan Urusan Perhubungan Rehabilitasi/pemeliharaan prasarana dan fasilitas Perhubungan Persentase sarana prasarana lalu lintas yang dapat berfungsi 9% 7% 7% 7% Perhubungan Peningkatan jumlah sarana prasarana lalu lintas % % % % Perhubungan Peningkatan Penerapan Keterbukaan Sistem Informasi Publik % % % % Komunikasi dan Informatika Persentase Penyebaran Informasi % % % % Komunikasi dan Informatika Cakupan pembangunan, operasional dan pemeliharaan sistem di SKPD % % % % seluruh OPD SDM Koperasi 695 SDM Koperasi 695 SDM Koperasi 695 SDM Koperasi Koperasi dan UKM 9 Koperasi koperasi koperasi koperasi Koperasi dan UKM 6 Koperasi koperasi koperasi koperasi Koperasi dan UKM Koperasi 5 Koperasi 5 Koperasi 5 Koperasi Koperasi dan UKM 5 Produk UMKM PRODUK UMKM PRODUK UMKM PRODUK UMKM Koperasi dan UKM Urusan Perhubungan Urusan Komunikasi dan Informatika Urusan Koperasi dan UMKM Pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan Pengembangan Komunikasi, sistem informasi dan Media Massa Pengembangan Koperasi Jumlah SDM Koperasi yang dibina Jumlah usaha koperasi simpan pinjam dan ijin pembukaan kantor cabang / pembantu / kantor kas KSP Pengawasan dan pemeriksaan koperasi serta penilaian KSP atau USP Jumlah koperasi yang terfasilitasi Urusan Koperasi dan UMKM Pengembangan UMKM Jumlah fasilitasi sertifikasi produk UMKM 8

83 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Urusan Penanaman Modal Daerah Urusan Penanaman Modal Daerah Pembinaan pedagang kaki lima dan asongan Pengembangan investasi Pengembangan Pelayanan Perijinan Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 SKPD PENANGGUNG JAWAB 9 = ( )* * Pengembangan pemasaran produk dan inovasi promosi UMKM 5 Produk UMKM Produk UKM Produk UKM Produk UKM Koperasi dan UKM Pembinaan wirausaha UMKM dan Calon Wirausaha UMKM 998 SDM UMKM 9 SDM UMKM 9 SDM UMKM 9 SDM UMKM Koperasi dan UKM Galeri UMKM dan Gedung Inovation Center 7 Galeri UMKM dan Gedung Inovation Center 7 Galeri UMKM dan Gedung Inovation Center 7 Galeri UMKM dan Gedung Inovation Center Koperasi dan UKM Peningkatan Akses Pembiayaan UMKM 9 UMKM 7 UMKM 7 UMKM 7 UMKM Koperasi dan UKM Pengawasan, Pengembangan Data, Inovasi, Informasi dan Teknologi Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Koperasi dan UKM Jumlah Lokasi Penataan Pedagang Kaki Lima dan Asongan 8 lokasi Lokasi Lokasi Lokasi Koperasi dan UKM Jumlah Revitalisasi Pasar Rakyat yang dikelola Koperasi 5 lokasi Lokasi Lokasi Lokasi Koperasi dan UKM 7 PMA & PMDN Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jenis Ijin Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pembangunan dan Operasional sarana dan Prasarana pengembangan UMKM Urusan Koperasi dan UMKM Target Program dan kegiatan Tahun 7 Peningkatan Jumlah Investasi PMA & PMDN Penerapan Pelayanan dan Perijinan Satu Pintu dan Satu Atap PMA & 7 PMDN 6 Jenis Ijin 8 7 PMA & PMDN Jenis Ijin 7 PMA & PMDN Jenis Ijin

84 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 9 Jumlah layanan perizinan yang bersertifikasi ISO SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 = ( )* * jenis ijin jenis ijin jenis ijin jenis ijin Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu OKP OKP OKP OKP Dispora Kelompok Calon Wirausaha Muda 7 Kelompok Calon Wirausaha Muda 7 Kelompok Calon Wirausaha Muda 7 Kelompok Calon Wirausaha Muda Dispora Cabor Cabor Cabor Cabor Dispora Urusan Kepemudaan dan Olah Raga Pengembangan peran serta kepemudaan Peningkatan Kualitas Organisasi Kepemudaan Urusan Kepemudaan dan Olah Raga Pengembangan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda Jumlah Calon Wirausaha Muda Urusan Kepemudaan dan Olah Raga Pengembangan manajemen dan pemasyarakatan olahraga Pembinaan Manajemen dan Pengembangan Olahraga di Masyarakat Urusan Kepemudaan dan Olah Raga Pengembangan sarana dan prasarana olahraga Pembangunan Sarana dan Prasarana olahraga 9 Sarana dan prasarana Olahraga 5 Sarana dan prasarana Olahraga 5 Sarana dan prasarana Olahraga 5 Sarana dan prasarana Olahraga Dispora Pemeliharaan sarana dan prasarana Olahraga Sarana dan prasarana Olahraga Sarana dan prasarana Olahraga Sarana dan prasarana Olahraga Sarana dan prasarana Olahraga Dispora Cakupan data dan informasi SKPD % % % % seluruh OPD Ketersediaan data pendukung perencanaan dan pengendalian pembangunan Kota Tangerang Selatan 8 dok dok dok dok Bappeda Cakupan Pengelolaan dan Perlindungan Informasi Berklasifikasi % % % % Komunikasi dan Informatika Cakupan Penyiapan, Pemanfaatan dan Pengembangan SDM Sandi, Materil Sandi dan Jaringan Komunikasi Sandi % % % % Komunikasi dan Informatika Urusan Statistik Urusan Persandian Pengembangan data dan informasi Optimalisasi Sistem Persandian 8

85 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Jenis Urusan Kebudayaan Pengembangan dan Pengelolaan kebudayaan Urusan Perpustakaan Pengembangan budaya baca Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * Jenis Jenis Jenis Pendidikan dan Kebudayaan Jumlah Pengunjung Perpustakaan Pertahun 9rb orang 796rb orang 796rb orang 796rb orang Perpustakaan dan Arsip Daerah Jumlah Koleksi Bahan Pustaka judul judul judul judul Perpustakaan dan Arsip Daerah 5% Perpustakaan dan Arsip Daerah Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Pengembangan, Pemeliharaan Sarana Prasarana Kearsipan dan Pelayanan Kearsipan Tertatanya arsip seluruh perangkat daerah dan unit kerja Urusan Kelautan dan Perikanan Pengembangan Perikanan Nilai Tukar Pembudidaya/Pelaku Usaha Perikanan Urusan Pariwisata Pengembangan destinasi pariwisata Jumlah PAD dari sektor pariwisata Urusan Pariwisata Pengembangan Pemasaran Pariwisata Jumlah Kunjungan Wisatawan Urusan Kearsipan C Jenis Budaya Yang Dilestarikan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 75% 5% 5% URUSAN PILIHAN Urusan Pertanian Pengembangan pertanian Nilai Tukar Petani/Pelaku Usaha Pertanian % %,5%,5%,5% Pariwisata,5% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan,5% 85,5% Pariwisata

86 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 9 Presentase Kesehatan Hewan Presentase Bahan Asal Hewan yang Memenuhi Kriteria ASUH Urusan Pertanian Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Urusan Perdagangan Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Penambahan Sarana Prasarana Kawasan Pertanian Terpadu Persentase Pengawasan Barang dan Jasa Stabilitas harga kebutuhan pokok Peningkatan Kesadaran Perijinan Perdagangan Jumlah UTTP yang diawasi 8% 8% 8% 78,% % % SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 = ( )* * 8% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan 78,% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan % Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan 8% 78,% % % % % % Perindustrian dan Perdagangan 5 Komoditas 9 Komoditas 9 Komoditas 9 Komoditas Perindustrian dan Perdagangan pelaku usaha Perindustrian dan Perdagangan 7.5 UTTP Perindustrian dan Perdagangan 86

87 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Urusan Perdagangan Urusan Perindustrian Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Pengembangan Industri Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Jumlah Rapat Koordinasi TPID dan Jumlah pendataan/pencacahan Indeks harga Konsumen Jumlah produk yang dipasarkan Cakupan binaan kelompok industri Cakupan binaan kelompok industri kreatif Jumlah pelaporan informasi industri D SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * dokumen Dok Dok Dok Setda produk Perindustrian dan Perdagangan Kelompok Perindustrian dan Perdagangan 6 Kelompok Industri kratif Perindustrian dan Perdagangan semester Perindustrian dan Perdagangan % % % % Setda % % % % Setda 7 Kec 7 Kec 7 Kec 7 Kec Setda URUSAN PENUNJANG Urusan Perencanaan Pengembangan pemetaan Wilayah Terwujudnya pengembangan peta wilayah Meningkatnya kompetensi aparatur dalam pengembangan pemetaan wilayah Penegasan Batas Daerah/Kecamatan/Kelurahan Pembakuan Nama Rupabumi Urusan Perencanaan Perencanaan Pembangunan Daerah 5 kali Kali Kali Kali Setda Cakupan pemetaan tematik wilayah sesuai kebutuhan SKPD % % % % seluruh OPD Jumlah perencanaan pembangunan daerah sesuai ketentuan dok 5 dokumen 5 dokumen 5 dokumen Bappeda 87

88 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Tersedianya dokumen evaluasi pencapaian program RPJMD Tersedianya dokumen evaluasi capaian SDG's Tersedianya dokumen evaluasi pencapaian smart city Cakupan Perencanaan pembangunan di setiap SKPD sesuai ketentuan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * 6 dok dok dok dok Bappeda 6 dok dok dok dok Bappeda 6 dok dok dok dok Bappeda % % % % seluruh OPD Urusan Keuangan Peningkatan Pengelolaan Aset Daerah Tersusunnya laporan neraca aset sesuai ketentuan % % % % Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Urusan Keuangan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Terealisasinya target pajak daerah % % % % Badan Pendapatan Daerah Pengembangan dan pemeliharaan sistem pengendalian, pengelolaan keuangan dan pajak daerah % % % % Badan Pendapatan Daerah Tersusunnya dokumen Raperda APBD sesuai ketentuan % % % % Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tersusunnya laporan keuangan Pemerintah Daerah sesuai ketentuan % % % % Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Urusan Keuangan Pengembangan pengelolaan keuangan daerah Tersusunnya laporan pengendalian keuangan Pemerintah Daerah sesuai ketentuan % % % % Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Cakupan laporan keuangan di SKPD sesuai ketentuan % % % % seluruh OPD 88

89 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Urusan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Urusan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Urusan Sekretariat DPRD Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * Pengembangan Manajemen Kepegawaian Persentase ASN yang terlayani dalam data dan informasi manajemen ASN % % % % BKPP Pengembangan Sistem Manajemen sumber daya aparatur Cakupan pengembangan sumber daya aparatur di SKPD % % % % seluruh OPD 5 dokumen dok dok dok Setda Jumlah kajian penelitian dan pengembangan 5 kajian 5 kajian 5 kajian 5 kajian Bappeda Jumlah koordinasi penelitian dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan kali kali kali kali Bappeda Terwujudnya pengembangan inovasi daerah dok dok dok dok Bappeda Persentase Fasilitasi Pembahasan Anggaran % % % % Sekretariat DPRD Persentase Fasilitasi Pembahasan Perda / Non Perda % % % % Sekretariat DPRD Persentase Fasilitasi Fungsi Pengawasan % % % % Sekretariat DPRD 5 dokumen dok dok dok Setda Dok Dok Dok Dok Setda Dok Dok Dok Dok Setda 77 kali kali kali kali Bappeda dan Setda Tersedianya kebijakan tentang penataan SDM/ASN Urusan Penelitian dan Pengembangan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Penelitian dan Pengembangan Fasiitasi Tugas dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang Selatan Urusan Sekretariat Daerah Penguatan Kelembagaan dan Tata Kerja Organisasi Pemerintah Daerah Urusan Sekretariat Daerah Kerjasama pembangunan dan kewilayahan Tertatanya Kelembagaan Perangkat Daerah dan Unit Kerja pada Pemerintah Daerah Jumlah Rapat Koordinasi Forum Ekonomi Daerah Jumlah Rapat Koordinasi Pembinaan BUMD dan BLUD Jumlah Peningkatan Kolaborasi dan Kerjasama Pembangunan dengan Dunia Usaha, Perguruan Tinggi dan Masyarakat 89

90 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Program Pembentukan Peraturan Daerah Urusan Sekretariat Daerah Penataan peraturan perundangundangan Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * 6 raperda Raperda Raperda Raperda Setda Terlaksananya Pembahasan RAPERWAL antara SKPD pemrakarsa dengan Tim Asistensi Pembahasan RAPERWAL 6 Raperwal 6 Raperwal 6 Raperwal 6 Raperwal Setda Harmonisasi dan Sinkronisasi RAKEPWAL 8 Rakepwal 8 Rakepwal 8 Rakepwal 8 Rakepwal Setda 99 kali sosialisai 7 kali sosialisasi 7 kali sosialisasi 7 kali sosialisasi Setda Terlaksananya Fasilitasi Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan Daerah 6 Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Setda Terlaksananya Pendokumentasian Peraturan Perundangundangan Daerah 6 Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Tahun Perda, Perwal dan Kepwal Setda Sisialisasi 6 Tahun Perda, Perwal dan Kepwal melalui teknologi informasi Sisialisasi Tahun Perda, Perwal dan Kepwal melalui teknologi informasi Sisialisasi Tahun Perda, Perwal dan Kepwal melalui teknologi informasi Sisialisasi Tahun Perda, Perwal dan Kepwal melalui teknologi informasi Setda Terlaksananya Bimbingan Teknis Hukum Formil Aparatur 9 orang orang orang orang Setda Terselenggaranya Sosialisasi dan Desiminasi RANHAM SKPD Kota Tangerang Selatan orang orang orang orang Setda Terselenggaranya penyuluhan Hukum 85 orang 5 Orang 5 Pembahasan Perkara & 8 Kasus kali bantuan 5 Orang 5 Pembahasan Perkara & 8 Kasus kali bantuan Setda % % Setda Terlaksananya Fasilitasi Sosialisasi Peraturan Perundangundangan Daerah Terlaksananya program Pemerintah Pusat di Kota Tangerang Selatan Urusan Sekretariat Daerah Urusan Sekretariat Daerah Pelayanan Bantuan Hukum dan HAM Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tertanganinya perkara hukum di lingkungan pemerintahan 65 kali pembahasan Terlaksananya Pelayanan Bantuan Hukum 8 kali bantuan 5 Orang 5 Pembahasan Perkara & 8 Kasus kali bantuan % % Terlaksananya Fasilitasi Pelayanan Kedinasan KDH/WKDH 9 Setda Setda

91 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * % % % % Setda 5% 5% 5% 5% BKPP dan Setda % % % % BKPP dan Setda % % % % Inspektorat % 9% 9% 9% Inspektorat 8 Inspektorat Inspektorat Level 8 SKPD Level 5 SKPD Level 5 SKPD Level 5 SKPD Inspektorat Inspektorat Inspektorat Prosentase Pejabat Yang melaporkan LHKPN Prosentase ASN yang melaporakan LHKASN Indeks Persepsi Korupsi % 9%,7 % 5% % 5% % 5% Inspektorat Inspektorat Inspektorat Jumlah Unit Kerja yang ditetapkan sebagai unit kerja bebas korupsi 5 unit kerja 5 unit kerja 5 unit kerja 5 unit kerja Setda 5 Dok 5 Dok 5 Dok 5 Dok Setda % % % % Seluruh Kecamatan % 7% 7% 7% Setda Terlaksananya Koordinasi Internal dan Eksternal Serta Audiensi Dengan Masyarakat Urusan Sekretariat Daerah Urusan Inspektorat Manajemen Perubahan Peningkatan pengawasan keuangan dan pembagunan Meningkatnya Profesionalisme SDM Aparatur (ASN) Meningkatnya penerapan/internalisasi kodeetik dan Kode Prilaku dalam Penguatan Budaya Kerja Prosentase Penanganan Pengaduan Masyarakat Prosentase Penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan Jumlah SKPD yang predikat sakip minimal B Level Implementasi SPIP Pemerintah Kota Tangerang Selatan Level Implementasi SPIP SKPD Level Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Jumlah Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Urusan Kecamatan Peningkatan Peran Kecamatan dan Kelurahan SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Cakupan peran kecamatan dan kelurahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya Cakupan wilayah peningkatan kapasitas pemerintahan dan pembinaan perangkat kecamatan dan kelurahan 9

92 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Urusan Pemerintahan Umum Urusan Pemerintahan Umum Urusan Pemerintahan Umum Urusan Pemerintahan Umum E Penguatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Capaian kualitas penerapan sistem akuntabilitas keuangan dan kinerja SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * 8 SKPD 8 SKPD 8 SKPD 8 SKPD seluruh OPD A B B B Setda dan seluruh OPD dokumen dok dok dok Setda Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik Ratarata Nilai Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap pelayanan publik di masingmasing SKPD Penguatan tata laksana Tersedianya SOP Teknis dan administrasi pemerintah Pendidikan politik masyarakat Jumlah Pembinaan Politik Masyarakat 6 kali kali kali kali Kesbangpol Urusan Pemerintahan Umum Pengembangan wawasan kebangsaan Jumlah Pembinaan Tingkat Pemahaman Masyarakat Terhadap Toleransi Kerukunan dan Kerjasama antar Umat Beragama, Nilainilai religius, sosial dan solidaritas serta Pelestarian nilainilai luhur budaya bangsa 8 kali kali kali kali Kesbangpol Urusan Sekretariat Umum Pelayanan administrasi dan sarana prasarana perkantoran Cakupan pelayanan administrasi perkantoran % % % % seluruh OPD 7 paket Bangunan dan Penataan Ruang Sekolah Bangunan dan Penataan Ruang 8 Sekolah 7 Sekolah 7 Sekolah 7 Sekolah Bangunan dan Penataan Ruang PROGRAM STRATEGIS KEWILAYAHAN Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung Jumlah Pembangunan Comunity Center/komunitas kreatif skala kecamatan Urusan Pendidikan Pendidikan Sekolah Menengah Atas/SMK Penambahan Ruang Kelas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus teknologi Pendidikan Sekolah Dasar Jumlah Sekolah Dasar terbangun Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Jumlah Sekolah Menengah Pertama terbangun Sekolah 9 Bangunan dan Penataan Ruang

93 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Urusan Kesehatan Pengembangan, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan Bangunan RSUD (Gedung ) Bangunan Gedung RSU Tangsel SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * paket Bangunan dan Penataan Ruang % % % % Bangunan dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung Jumlah Gedung Perpustakaan Skala Kota dan Skala Kecamatan paket paket paket paket Bangunan dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung Bangunan Depo Arsip paket Paket Paket Paket Bangunan dan Penataan Ruang Urusan Perhubungan Peningkatan Transportasi Massal Peningkatan sarana prasarana transportasi massal % 5% 5% 5% Perhubungan Urusan Pariwisata, Urusan Koperasi UKM, Urusan Perindustrian Pengembangan Ekonomi Kreatif Jumlah usaha terkait ekonomi kreatif dan icon tangsel 5 pelaku ekonomi kreatif pelaku ekonomi kreatif pelaku ekonomi kreatif pelaku ekonomi kreatif Pariwisata, Dinkop UKM, Disperindag Urusan Lingkungan Hidup Pengelolaan RTH Jumlah RTH Publik yang dibangun dan ditingkatkan fungsinya 7 Kecamatan 7 Kecamatan 7 Kecamatan 7 Kecamatan Lingkungan Hidup Persentase taman terpelihara % % % % Lingkungan Hidup Persentase penanaman terhadap Ruang Terbuka Hijau yang harus ditanami 6,6 Km, Km, Km, Km Lingkungan Hidup 9

94 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 Jumlah kawasan perdagangan tradisional yang dikelola 5 pasar Jumlah Revitalisasi Pasar Pasar Urusan Perdagangan Pengelolaan Pasar dan Kawasan Perdagangan Tradisional Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * 5 pasar 5 pasar 5 pasar Perindustrian dan Perdagangan Bangunan dan Penataan Ruang dokumen dokumen dokumen dokumen Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Disperindag Prosentase masyarakat Tangerang Selatan menggunakan JKN 7% 5% 5% 5% Kesehatan Pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase dan goronggorong Kapasitas Debit Saluran 6% % % % Pekerjaan Umum Pengembangan Teknologi dan Informasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Teknologi dan Informasi % % % % Komunikasi dan Informatika PeningkatanTata Kelola Teknologi dan Informasi % % % % Komunikasi dan Informatika Peningkatan SDM Teknologi dan Informasi % % % % Komunikasi dan Informatika Persentase Rumah Tangga/Individu Sasaran Yang Mendapatkan Bantuan dan Jaminan Sosial 9% 8% 8% 8% Sosial Urusan Pangan Peningkatan Ketahanan Pangan Manajemen Logistik Urusan Kesehatan Pelayanan jaminan kesehatan nasional Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Urusan Komunikasi dan Informatika Urusan Sosial SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Bantuan dan Jaminan Sosial 9

95 Perkiraan realisasi capaian Target RPJMD Sampai dengan Tahun berjalan 7 No Urusan dan Program Indikator Kinerja Program/ Kegiatan Target Capaian Kinerja RPJMD 6 Target Program dan kegiatan Tahun 7 5 Urusan F Urusan Pemerintahan Umum NON URUSAN Belanja Non Urusan Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik Jumlah Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Publik Belanja Pegawai PNS, KDH dan DPRD 95 SKPD PENANGGUNG JAWAB Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 7 Tingkat Capaian Realisasi Target s/d tahun 7 9 = ( )* * 5 Urusan 5 Urusan 5 Urusan Seluruh Kecamatan Seluruh OPD

96 .. Permasalahan Pembangunan Daerah. Masyarakat yang semakin cerdas kini banyak mempersoalkan kebijakan pembangunan yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Masyarakat, akademisi, dunia usaha dan pemerintah sesungguhnya merupakan pelaku utama pembangunan. Selanjutnya untuk mencapai kondisi yang diinginkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang, tentu banyak terdapat permasalahanpermasalahan pembangunan yang akan dihadapi yang bersifat strategis. Permasalahanpermasalahan ini akan mempengaruhi pembangunan Kota Tangerang Selatan sehingga perlu diantisipasi secara terencana dan sistematis. Permasalahan pembangunan daerah merupakan gap expectation antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan atau apa yang diharapkan dengan kondisi riil. Dari sekian banyak permasalahan yang telah diidentifikasi, dapat dirumuskan ke dalam 8 (delapan) permasalahan pokok, yaitu : Gambar.9 8 (Delapan) Permasalahan Pokok Kota Tangerang Selatan Sumber : RPJMD Kota Tangerang Selatan 6 96

97 Kemampuan keuangan daerah tidak akan mencukupi untuk menyelesaikan semua permasalahan sekaligus, sehingga harus disusun berdasarkan skala prioritas yang akan dilakukan pada tahun 8 dan bantuan keuangan atau bantuan pembangunan dari Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Pusat. Kemudian ada beberapa masukan dari DPRD Kota Tangerang Selatan mengenai isuisu yang mengemuka di Kota Tangerang Selatan yang mana harus diselesaikan, yaitu:.. Di bidang infrastruktur: a. Peningkatan kemacetan lalulintas; b. Persampahan; c. Titiktitik banjir; dan d. Pembebasan lahan. Masih banyaknya sekolahsekolah yang siswanya melebihi kapasitas daya tampung sekolah tersebut;. Akses Pelayanan Kesehatan terhadap masyarakat;. Jumlah pegawai / SDM yang masih kurang; 5. Belum tergalinya produk unggulan tiap daerah dan Pelaksanaan Perizinan (Investasi) yang masih terkendala; 6. Penanggulangan kemiskinan yang belum menyeluruh dan masih banyaknya penganggguran yang belum terserap oleh dunia kerja; 7. Kualitas pelaksanaan Pemerintahan Kota Tangerang Selatan: a. Transparansi kebijakan; b. Pelaksanaan kegiatan yang efisien dan efektif; c. Pelaksanaan kegiatan yang terintegrasi dan sinergis; dan d. Pencatatan asetaset (inventarisasi) pemerintah Kota Tangerang Selatan yang belum terselesaikan.... Permasalahan daerah yang berhubungan dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah.... Tingkat Pertumbuhan Penduduk Yang Tinggi Kota Tangerang Selatan terdiri dari 7 kecamatan, yaitu Serpong, Serpong Utara, Setu, Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, dan Pondok Aren, dari 7 (tujuh) kecamatan tersebut terdiri dari 5 Kelurahan. Pada tahun 5, jumlah penduduknya.5.9 orang ( orang perempuan dan orang lakilaki). Dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Pondok Aren, yaitu orang dan jumlah penduduk terendah berada di Kecamatan Setu 8.8 orang. 97

98 Tabel. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Laju Pertumbuhan Penduduk Tahun Lakilaki Perempuan Jumlah Rasio Jenis Kelamin (%) Laju Pertumbuhan Penduduk 68,55 67,77,55,96.8 5,8% 78, ,,5,7.78,6% 77,8 75,6,,.7,7% 75,6 7,99,9,999.6,% ,6% Sumber : BPSumber: BPS Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Gambar. Grafik Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Tangerang Selatan tahun Sumber : BPS Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Dengan luas wilayah 7,9 Km, kepadatan penduduk Kota mencapai.8 orang/km. Kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Ciputat Timur yaitu.6 orang/km sedangkan kepadatan terendah di Kecamatan Setu yaitu 5.6 orang/km. Kepadatan penduduk yang tinggi baik lakilaki maupun perempuan disebabkan kecenderungan peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, yang bukan hanya disebabkan oleh pertambahan secara alamiah, tetapi juga tidak terlepas dari kecenderungan masuknya para migran yang disebabkan oleh daya tarik 98

99 Kota Tangerang Selatan seperti banyaknya perumahanperumahan baru yang dibangun sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dan menjadi limpahan penduduk yang sebagian besar bekerja di kota Jakarta. Apabila dilihat dari perkembangannya, laju pertumbuhan untuk penduduk Kota Tangerang Selatan ratarata dari tahun 5 sebesar.6 %.... Tingkat Pendidikan Masyarakat pada umumnya masih belum optimal Dari data BPS tahun 5, angka harapan hidup di Kota Tangerang Selatan tahun 5 mencapai 7, tahun, ini berarti bahwa kemampuan untuk bertahan hidup masyarakatnya bisa mencapai usia 7 tahun, hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran untuk sehat dari masyarakat Kota Tangerang Selatan cukup tinggi. Dari indikator pendidikan, ratarata lama sekolah penduduk Kota Tangerang Selatan selama,57 tahun atau pendidikan masyarakatnya setara SMA kelas dua, dapat dilihat bahawa angka harapan lama sekolah (HLS) di Kota Tangerang Selatan sebesar,6 tahun, ini berarti bahwa harapan masyarakat untuk bersekolah hanya mampu mencapai sekolah di akademi/perguruan tinggi di tingkat satu (D). Tabel. IPM Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Uraian 5 Angka Harapan Hidup (tahun) 7, 7, 7, Angka Harapan Lama Sekolah (tahun),,58,6 Ratarata Lama Sekolah (tahun),8,56,57 Pengeluaran per Kapita disesuaikan (ribuan Rp),7,6,588 5 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 78,65 79,7 79,8 Sumber : BPS Kota Tangerang Selatan, 5 99

100 Gambaran kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dilihat juga dari tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh penduduk. Pendidikan yang ditamatkan merupakan indikator pokok kualitas pendidikan formal yang merupakan gambaran kualitas SDM suatu wilayah. Dengan semakin banyaknya persentase penduduk yang menamatkan pendidikan di pendidikan menengah keatas maka kualitas suatu wilayah akan semakin baik, karena dengan SDM yang memadai maka akan lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan, kreatifitas dan kualitasnya. Berdasarkan tabel.. terlihat bahwa sebagian besar penduduk usia 5 tahun keatas yang bekerja di Kota Tangerang Selatan mampu menamatkan pendidikan tertinggi sampai SMA/sederajat, yaitu sebanyak 78, persen. Sedangkan penduduk bekerja yang dapat menamatkan pendidikan hingga tingkat SMP/sederajat mencapai,7 persen, menamatkan pendidikan tertinggi hingga tingkat SD/sederajat mencapai,69 persen. Tabel. Penduduk Berumur >5 Tahun yang Bekerja Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kota Tangerang Selatan No. Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Lakilaki Perempuan Jumlah SD Ke bawah,,99,69 SLTP,7 9,,7 SLTA Ke atas 77,9 78,58 78,,,, Jumlah / Total Sumber: BPS Kota Tangerang Selatan, 6 Dilihat dari sisi prasarana, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Pada tahun 6, dalam hal pendidikan dasar, terdapat 97 SD negeri dan swasta, MI negeri dan swasta, 67 SMP negeri dan swasta, 6 MTs negeri dan swasta, dan SLB swasta. Dalam hal pendidikan menengah, terdapat 7 SMA negeri dan swasta, 7 SMK negeri dan swasta, MA negeri dan swasta. Dalam hal Perguruan tinggi

101 dan Riset. Terdapat perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi kedinasan, dan lebih dari perguruan tinggi swasta, di antaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN), Institut Teknologi Indonesia (ITI), Bina Nusantara dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di Tangerang Selatan juga terdapat pusat riset Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) yang dimiliki oleh Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. Dalam hal sekolah negeri, pada tahun 6 terdapat 57 Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri yang tersebar di Kota Tangerang Selatan. Jumlah SMA negeri saat ini unit, sedangkan SMK 5 unit. Dengan upaya tersebut diharapkan masyarakat Kota Tangerang Selatan dapat menyekolahkan anaknya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan biaya pendidikan yang terjangkau. Tabel. Jumlah Sekolah Negeri di Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Berdasarkan Kecamatan No Kecamatan Jumlah SDN Setu Serpong Utara Serpong Pondok Aren Pamulang Ciputat Timur Ciputat Total Jumlah SMPN 5 Jumlah SMAN Jumlah SMKN 5 Sumber : Pendidikan Kota Tangerang Selatan, 6 Kualitas pelayanan pendidikan juga masih harus ditingkatkan. Dari sisi kompetensi pendidik, masih banyak guru yang belum tersertifikasi dan dari sisi sarana belajar, masih ada sekolah yang belum memiliki perpustakaan dan laboratorium. Karena itu peningkatan kompetensi guru baik tingkat dasar maupun tingkat menengah serta penyediaan sarana belajar masih harus diprioritaskan.

102 ... Pertumbuhan Ekonomi belum Sepenuhnya meningkatkan daya beli masyarakat Selama periode 5, struktur lapangan usaha sebagian masyarakat Kota Tangerang Selatan berada dikelompok lapangan usaha tersier yang terlihat dari besarnya kenaikan/penurunan peranan masing masing kelompok lapangan usaha ini terhadap pembentukan PDRB Kota Tangerang Selatan. Pada tahun 5, kelompok lapangan usaha tersier memberikan sumbangan sebesar 7,68 persen yang mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebesar 7,9 persen. Pada tahun 5 kelompok lapangan usaha primer dan sekunder memberikan. sumbangan masing masing sebesar,8 persen dan 6,5 persen. Tabel.5 Peranan PDRB Kota Tangerang Selatan Menurut Lapangan Usaha (persen), 5 A Lapangan Usaha * 5** () () () () (5) (6) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan B Pertambangan dan Penggalian C Industri Pengolahan D Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang E F Konstruksi G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor H Transportasi dan Pergudangan,,,9,9,8,,,,,,6,8,69,6,,,,,,,5,5,5,,,5,55,7,76,66 8, 8,6 8,6 7,67 7,6,6,7,9,6,5 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,8,,6,8, J Informasi dan Komunikasi,55,9,,5,95 K Jasa Keuangan dan Asuransi,,,,, L Real Estat 6,5 6,6 6,8 6,5 7,,,,,5,56 M,N Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib O P, Jasa Pendidikan 7,9 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Q R,S,T,U,7 Jasa lainnya Produk Domestik Regional Bruto,,, 8,9,58,95,, 8,,7,,,5 8,,6,,,9 8,56,7,, Sumber : BPS Kota Tangerang Selatan Tahun 6

103 Kelompok lapangan usaha primer mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun yang menyumbang sebesar,, sedangkan kelompok lapangan usaha sekunder mengalami kenaikan dibanding tahun yang menyumbang sebesar 5,7 persen. lapangan usaha Real Estate memberikan sumbangan tertinggi sebesar 7, persen, kemudian disusul lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dan lapangan usaha Konstruksi masingmasing sebesar 7,6 persen dan,66 persen. Lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum hanya menyumbang, persen. Sementara peranan lapangan usaha lainnya secara keseluruhan menyumbang sebesar 6,7 persen.... Layanan Kesehatan masih belum optimal Keberadaan rumah sakit swasta pada umumnya untuk melayani warga perumahan yang termasuk golongan menengah ke atas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerang Selatan. Rumah sakit di Kota Tangerang Selatan ada yang bertaraf internasional seperti Rumah Sakit Internasional Bintaro, Omni Hospital di Serpong Utara dan Eka Hospital. Tahun 5, jumlah rumah sakit ada di Kota Tangerang Selatan sebanyak 7 unit. Satu di antaranya merupakan Rumah Sakit Umum Daerah yang terletak di Kecamatan Pamulang. Pada tahap pertama pembangunan, RSU sudah mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan kapasitas 66 tempat tidur untuk rawat inap kelas III. Tenaga kerja kesehatan di RSUD Kota Tangerang Selatan tahun 5 juga sudah cukup banyak, dokter spesialis PNS sebanyak orang, TKK sebanyak 5 orang sehingga total dokter spesialis sebanyak 67 orang. RSUD Kota Tangerang Selatan juga sudah mempunyai rehabilitasi medik berstatus PNS sebanyak orang, dokter umum sebanyak 7 orang dan dokter gigi sebanyak orang. Sedangkan bidang dan perawat di RSUD Kota Tangerang Selatan berjumlah 5 orang dengan PNS dan 5 TKK.

104 Tabel.6 Jumlah Tenaga Kerja Kesehatan di RSUD Kota Tangerang Selatan Tahun 5 No Jabatan dr. Spesialis SP Kandungan SP Penyakit Dalam SP Bedah SP Anastesi SP Anak SP Paru SP Bedah Orthopedi SP Orthodonthi SP Mata SP Saraf SP Radiologi SP Patologi Klinik SP Orthopedi SP Kelainan Jiwa/Kejiwaan Rehabilitasi Medik Dokter Umum Dokter Gigi Perawat dan Bidan Perawat Bidan Perawat Gigi Apoteker As. Apoteker Rekam Medik Analis Kesehatan Gizi/Tukang Masak Managemen/Staf Kasir Pendaftaran Supir Ambulan Supir Operasional Pemulasaran Jenazah IPSRS/Elektromedis Radiologi Teknisi/STM Kesling Refraksiones/Fisioterapi Kurir Admin S Pelayanan/Management Admin SMA Pelayanan/Management Admin D Pelayanan/Management Admin D Pelayanan/Management Cleaning Service Satpam Total PNS TKK TOTAL Sumber: RSUD Kota Tangerang Selatan, 6

105 Dari data pembangunan RSUD Kota Tangerang Selatan tahun 5, kunjungan pasien dipisahkan kedalam dua jenis yaitu kunjungan pasien Poliklinik dan kunjungan pasien rawat inap. Di tahun 5 ini jumlah pasien yang mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah sebanyak orang, jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pasien yang berkunjung di tahun yaitu sebanyak.98 orang, diantara jumlah tertinggi ada di klinik Interna yaitu sebanyak. orang atau 8,7 persen, UGD sebanyak 698 orang (,86%), Klinik Bedah Orthopedi sebanyak.9 orang atau 7,6 persen, dan Klinik Paru sebanyak.9 atau 7, persen. Sedangkan kunjungan pasien poliklinik di RSUD Kota Tangerang Selatan berdasarkan cara bayar tahun 5, paling banyak dengan BPJS/ Askes yaitu sebanyak 6. jiwa atau 5,8 persen, dengan ektp. jiwa atau,87 persen dan dengan pembayaran umum sebanyak 6.79 jiwa (,9 persen). Tabel.7 Kunjungan Pasien Rawat Jalan/Poliklinik menurut Jenis Pelayanan di RSUD Kota Tangerang Selatan Tahun Jenis Pelayanan Jumlah Jumlah % % Pasien Pasien Klinik Anak.97 7,8.69,89 Klinik Gigi & Mulut.977,6.5 5,8 Klinik Mata.77,7.7,9 Klinik Bedah.99 8,.9 9,9 Klinik Interna.96 8, ,9 Klinik Obsgyn ,5.9 5,7 Klinik Paru.96 8,.95 9,87 Klinik Bedah Orthopedi.,.65,76 Klinik MCU.85 6, , Klinik Syaraf.659,7.55 5,85 Klinik Jiwa 787,.67 5,67 Klinik THT 9,5 Klinik Rehab Medik* 9,7 Klinik VCT*, Klinik DOTS Klinik Kulit & Kelamin UGD.7,6 9.8, VK.6 5,6.7,8 6.7,.98, Jumlah 5 Jumlah % Pasien.9 5, ,.85,8. 7,. 8,7.8 5,58.9 7,.9 7,6.55,.5 7,7.8,76 6,8 9,57.,7 658, 6.98,86.586, , Sumber: RSUD Kota Tangerang Selatan, 6 5

106 Tabel.8 Kunjungan Pasien Poliklinik Berdasarkan Cara Bayar Tahun 5 Cara Pembayaran 5 6 Umum Jamkesmas Jamkesda Jampersal Askes/ BPJS EKTP Jumlah Jumlah Pasien % Jumlah Pasien,99 8,9,6 7, 5,7 5,5, %,69 6,76 9,55, Jumlah Pasien % ,9 5,8,87, Sumb er: RSUD Kota Tangerang Selatan, 6 Tabel.9 Angka Kejadian Penyakit di Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Pneumo TB IMS Filari nia Pada HIV AIDS Diare Kusta Campak DBD Paru Lainnya asis Balita Ciputat Ciputat Timur Pamulang Pondok Aren Serpong Serpong Utara Setu Total No. Kecamatan Sumber: Kesehatan Kota Tangerang Selatan, 6 Penyakit menular masih menjadi permasalahan yang harus mendapatkan perhatian serius. Penyakit yang tercatat oleh Kesehatan di antaranya demam berdarah, filariasis, tuberculosis, HIV, AIDS, Pneumonia pada balita, infeksi menular seksual (IMS), diare, kusta, difteri dan campak. Penyakit dengan angka kejadian tertinggi di tahun 5 adalah Diare dengan.65 kejadian kemudian Pneumonia pada balita sebanyak 595 kejadian, TB Paru dengan 8 kejadian. Penyakit lain dengan angka kejadian yang cukup besar adalah DBD 78 kejadian. Pada tahun 5, kejadian HIV/ AIDS di puskesmas Kota Tangerang Selatan terdata 7 kejadian HIV dan 5 kejadian AIDS yang tercatat. Diduga kuat masih banyak pasien yang berobat di rumah sakit baik di dalam daerah maupun di luar Kota Tangerang Selatan serta fenomena gunung es yang biasanya terjadi pada penyakit ini. 6

107 ...5. Perumahan Layak Huni belum dapat terjangkau masyarakat luas Salah satu kebutuhan dasar manusia selain pangan dan sandang adalah papan atau hunian tempat tinggal. Selain sebagai tempat berlindung dan mempertahankan diri dari kondisi lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial, rumah juga dapat menunjukkan status sosial seseorang. Status sosial seseorang berbanding lurus dengan kualitas/kondisi rumahnya. Semakin tinggi status sosial seseorang semakin besar peluang untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal dengan kualitas yang lebih baik. Berbagai fasilitas perumahan yang mencerminkan kesejahteraan rumah tangga tersebut diantaranya dapat dilihat dari kualitas material yang mencakup antara lain jenis atap, dinding dan lantai terluas yang digunakan. Kualitas ketiga unsur tersebut menggambarkan tingkat kesejahteraan secara penghuninya. umum dapat Selain itu, berbagai indikator fasilitas penunjang lain seperti sumber air minum, luas lantai hunian, tempat buang air besar, sumber penerangan dan status kepemilikan rumah juga dapat menunjukkan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Kualitas perumahan yang baik dan penggunaan fasilitas perumahan yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Kondisi ekonomi rumah tangga sangat berpengaruh terhadap kepemilikan rumah tinggal. Rumah tangga yang menempati rumah milik sendiri dapat dikatakan telah mampu memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal yang terjamin dan permanen dalam jangka panjang. Berdasarkan hasil Susenas tahun rumahtangga di Kota Tangerang milik 5, Selatan sekitar sudah 7,6 menempati persen rumah sendiri/orang tua/saudara. Sedangkan sisanya sebesar 5,6 persen rumahtangga masih menempati rumah sewa/kontrak ataupun rumah dinas/bebas sewa. Masih tingginya rumahtangga yang menempati rumahsewa/kontrak tidak terlepas dari daya tarik Kota Tangerang Selatan sebagai wilayah perkotaan yang sedangberkembang pesat sehingga mampu menarik penduduk dari wilayah lain untuk datang, terutama 7

108 dengan tujuan bekerja, seiring pertumbuhan penduduk tentnya diikuti oleh pembangunan permahan mulai perumahan sederhana, menengah mapun perumahan elite. Namun demikian, tingginya harga lahan/properti menyebabkan para pendatang tersebut hanya mampu menyewa rumah maupun apartemen tempat tinggal. Bila dilihat perkembangannya dari tahun sebelumnya maka persentase rumah tangga yang memiliki rumah sendiri/oarng tua/saudara tahun 5 mengalami penurunan yang cukup berarti yaitu sebesar 8, persen, dimana tahun sebesar 8,7 persen persen tahun 5. turun menjadi 7,6 Hal ini berkaitan dengan pesatnya pembangunan perumahan baru berupa klaster ataupun apartemen di Kota Tangerang Selatan terutama wilayah kecamatan Serpong dan Serpong Utara yang harganya cukup mahal bagi kebanyakan orang untuk membelinya sehingga menurunkan persentase rumah tangga yang mempunyai rumah milik sendiri. Tabel.5 Indikator Fasilitas Perumahan Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Persen Indikator Fasilitas Perumahan () 5 () () Rumah milik sendiri/orang tua/saudara 8,7 7,6 Lantai terluas bukan tanah 99,88,6 6,6 Atap rumah dari beton dan genteng 79,6 66,8 Dinding rumah berupa tembok 99,9 99,8 Mengkonsumsiair minum kemasan dan air ledeng 5,88,79 97,9,,58,7 97,9,66,, Menggunakan fasilitas buang air besar Menggunakan Listrik PLN dan nonpln Luas lantai rumah perkapita < m Bahan bakar memasak: Gas Minyak tanah Kayu bakar Lainnya Sumber : Susenas Tahun 5 8

109 Kriteria rumah yang layak dan sehat untuk dijadikan tempat tinggal adalah apabila rumah tersebut memiliki dinding terluas yang terbuat dari tembok atau kayu, atap terluas berupa beton atau genteng serta luas lantai terluas bukan berupa tanah. Selain itu menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), salah satu kriteria rumah sehat adalah rumah yang memiliki luas lantai per orang minimal m². Sedangkan menurut Pedoman Umum Rumah Sederhana Sehat, kebutuhan ruang per orang dihitung berdasarkan aktifitas dasar manusia di dalam rumah yang meliputi; tidur, makan, kerja, duduk, mandi, kakus, cuci, masak dan ruang gerak lainnya. Sementara menurutkementrian Kesehatan, salah satu persyaratan rumah sehat perkapitanya minimal 8 adalah jika penguasaan luas lantai. Jika melihat hasil kajian, maka kebutuhan ruang per orang adalah 9 dengan perhitungan ratarata ketinggian langitlangit adalah,8 m. Dari tabel.6 terlihat bahwa masih terdapat sekitar 6,6 persen rumah tangga di Kota Tangerang Selatan yang penguasaan luas lantai rumah perkapitanya kurang dari m. Jika ratarata jumlah anggota rumah tangga di Kota Tangerang Selatan sebanyak jiwa per rumah tangga, maka luas minimal sebuah rumah sehat menurut WHO adalah seluas. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka rumah tangga yang luas lantai perkapitanya kurang dari m terjadi kenaikan yang cukup berarti yaitu sebesar,8 persen. Sementara itu persentase rumah tangga dengan lantai terluas yang masih berupa tanah sudah tidak ada. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kualitas perumahan untuk rumah tinggal adalah penggunaan atap dan dinding terluas. Pada tahun 5, persentase rumah tinggal dengan atap terluas berupa beton atau genteng di Kota Tangerang Selatan mencapai 66,8 persen ( turun,77 persen) dibanding tahun. Bila dilihat dari dinding terluasnya maka hampir seluruhnya rumah tangga di Kota Tangerang Selatan menggunakan dinding berupa tembok yaitu sebesar 99,8 persen (naik,9 persen) dibanding tahun. 9

110 Kelengkapan fasilitas pokok suatu rumah tinggal akan menentukan kualitas dan nyaman tidaknya rumah tinggal tersebut. Salah satu fasilitas pokok yang penting agar suatu rumah menjadi nyaman dan sehat untuk ditinggali adalah tersedianya air bersih serta jamban yang dimiliki sendiri.ketersediaan air bersih dalam jumlah yang cukup terutama untukkeperluan minum dan masak merupakan tujuan dari program penyediaan air bersih yang terus menerus diupayakan oleh pemerintah. Seperti terlihat pada Tabel 6., persentase rumah tangga yang mengkonsumsi air minum kemasan dan air ledengsebagai sumber air minum dan masak sekitar,79 persen (turun,9 persen) dibanding tahun. Selebihnya masih menggunakan sumber air dari sumur bor/ pompa, sumur terlindung dan sumur tak terlindung, Jadi masih lebih dari setengahnya penduduk di Kota Tangerang Selatan yang mengkonsumsi air selain air minum kemasan dan air ledeng. Sistem pembuangan kotoran manusia sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan resiko penularan penyakit, khususnya penyakit saluran pencernaan.klasifikasi sarana pembuangan kotoran dilakukan berdasarkan tingkat resiko pencemaran yang mungkin ditimbulkan.masalah kondisi lingkungan tempat pembuangan kotoran manusia tidak terlepas dari aspek kepemilikan terhadap sarana yang digunakan terutama dikaitkan dengan tanggungjawab dalam pemeliharaan dan kebersihan sarana.fasilitas rumah tangga yang berhubungan dengan hal tersebut adalah ketersediaan jamban sendiri. Berdasarkan hasil Susenas tahun 5, seluruh rumah tangga di Kota Tangerang Selatan sudah menggunakan fasilitas buang air besar sama juga dengan tahun. Fasilitas perumahan lainnya yang juga penting adalah penerangan dan bahan bakar untuk memasak. Sumber penerangan yang ideal adalah yang berasal dari listrik (PLN dan NonPLN),karena cahaya listrik lebih terang dibandingkan sumber penerangan lainnya. Hasil Susenas tahun 5 menunjukkan bahwa seluruh penduduk di Kota Tangerang Selatan sudah menggunakan Listrik.Sementara itu persentase rumah

111 tangga yang menggunakan bahan bakar gas untuk memasak sebesar 97,9 persen (turunsebesar, persen) dibanding tahun. Sedangkan untuk pemakaian minyak tanah, mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar, persen, tetapi untuk bahan bakar dan lainnya mengalami penurunan. Untuk yang memakai kayu bakar turun,8 persen sedangkan untuk bahan bakar lainnya turun sebesar, persen dibanding tahun, dimana mereka tidak menggunakan bahan bakar tetapi menggunakan Magic Com atau sejenisnya untuk menanak nasi ataupun mereka yang tidak pernah memasak Jaringan dan Kualitas Jalan yang belum mendukung pada fungsi kota Kota Tangerang Selatan memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi dan dari Jakarta dapat dicapai melalui: Jalan Tol Ulujami Serpong yang melalui Pondok Aren dan Serpong, dan terhubung dengan JORR W CiledugUlujami dan Pondok Pinang TMII, serta direncanakan dibangun hingga Balaraja dan terhubung dengan Jalan Tol CinereSerpong dan Jalan Tol KunciranSerpong. Jalan Tol JakartaTangerang dan lanjut melalui Jalan Raya Serpong. Jalan merupakan salah satu infrastruktur terpenting sebagai salah satu faktor daya tarik investasi di suatu daerah. Berdasarkan data Bina Marga dan Pengairan Kota Tangerang Selatan, panjang total jalan di Kota Tangerang Selatan adalah 68,6 Km dengan rincian jalan negara satu ruas dengan panjang 9, Km; jalan provinsi ruas dengan panjang 8,9 Km; jalan kota dan strategis kota ruas dengan panjang 5,66 Km. Kondisi jalan yang berada dalam keadaan baik adalah sebesar 8,69 persen, dalam keadaan sedang sebesar 7,7 persen, dan rusak ringan sebesar,9 persen.

112 Gambar. Jalan Nasional di Kota Tangerang Selatan Sumber: Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 567/KPTS/M/ Tanggal November ( Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, 6) Gambar. Jalan Provinsi di Kota Tangerang Selatan Sumber: Keputusan Gubernur Banten Nomor: 76/Kep.9Huk/ Tanggal 8 Desember ( Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, 6)

113 Gambar. Jalan Kota di Kota Tangerang Selatan Sumber: Keputusan Gubernur Banten Nomor: 76/Kep.9Huk/ Tanggal 8 Desember ( Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, 6) Tabel.5 Kondisi Jalan Kota dan Strategis Kota Tangerang Selatan Tahun 5 Inspeksi Kondisi Jalan (Km) NO. Kecamatan Jumlah Ruas Panjang Jalan (Km) Rusak Rusak Ringan Berat (RS) (RR) (RB) Baik Sedang (B) PAMULANG SETU CIPUTAT CIPUTAT TIMUR PONDOK AREN SERPONG SERPONG UTARA JUMLAH TOTAL PROSENTASE (%) Sumber: Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, 6

114 Kemacetan yang terjadi di Kota Tangerang Selatan untuk tahun 5 ini menurun dibandingkan tahuntahun sebelumnya yaitu 9 titik lebih sedikit dibandingkan tahun sebanyak titik. Hal ini hasil dari sudah selesainya pembangunan pelebaran jalan di beberapa lokasi. Faktor yang masih menjadi penyebab kemacetan di beberapa titik dan ruas jalan adalah dikarenakan Kota Tangerang Selatan belum memiliki terminal yang dapat menampung angkutan umum dalam kota, sehingga masih banyak kendaraan angkutan umum parkir di pinggir jalan untuk menunggu atau menaikturunkan penumpang yang biasanya berlokasi di sekitar pasar, stasiun, kompleks perumahan dan persimpangan jalan. Kondisi ini menimbulkan kemacetan di banyak ruas jalan. Titik rawan kemacetan ini umumnya terdapat pada sekitar persimpangan jalan atau pasar. Titiktitik ini tersebar di seluruh kecamatan dan terbanyak berada di Ciputat dan Ciputat Timur. Tabel.5 Titik Rawan Kemacetan Kota Tangerang Selatan Tahun 5 KECAMATAN NO Serpong Latinos Sevilla Pasar Serpong Paku Jaya U. Turn Giant Simpang Tl. Gading Serpong Gg. Hutama Karya (HK) Perempatan Muncul Kel. Setu SD. Buaran Pamulang Villa Dago Bunderan Unpam Gaplek Tegar Rotan Perempatan Bingung Yodiak Gopli Serpong Utara Setu Pamulang Pondok Aren TITIKTITIK PER AKHIR DES 5 JUMLAH

115 KECAMATAN NO Ciputat Sasak Tinggi H. Maung Fly Over Perempatan Duren 5 Serua 6 Kel. Mekar Jaya UIN Gintung Kp. Utan ST. Pondok Ranji 5 Bukit Cirende Ciputat Timur TITIKTITIK PER AKHIR DES 5 JUMLAH 6 5 TOTAL 9 Sumber : Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Lingkungan Perkotaan belum tertata dengan baik Pembangunan kota yang tidak terkendali akan mengakibatkan tekanan terhadap lingkungan dan beban masyarakat meningkat, sebaliknya degradasi lingkungan akan mengakibatkan pembatasan pengembangan ekonomi dan penurunan kualitas hidup. Guna mencegah terjadinya dampakdampak negatif, maka diperlukan prinsipprinsip pembangunan kota yang berkelanjutan. Evaluasi terhadap pelaksanan pembangunan kota yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pembangunan suatu kota sudah atau belum/tidak berkelanjutan Pertumbuhan penduduk perkotaan semakin pesat seiring dengan perkembangan perekonomian, pemukiman, pendidikan, dan budaya. Daya tarik kota yang sangat besar bagi penduduk desa mendorong angka laju urbanisasi semakin cepat. Peningkatan jumlah penduduk daerah perkotaan menimbulkan tekanan cukup besar terhadap sumberdaya dan lingkungan perkotaan (Setyowati, 8). Ini masih cenderung mengedepankan orientasi keekonomian saja. Tentunya hal ini nantinya dapat menimbulkan kerentanan bahaya aspek lingkungan (daya dukung yang tidak mampu lagi untuk menunjang perkembangan kota) dan sosial (beban masyarakat meningkat). 5

116 Dampak negatif tersebut harus dicegah atau diminimalisir dengan upaya pengendalian menerapkan prinsip pembangunan pembangunan kawasan perkotaan berkelanjutan. dengan Untuk itu agar pembangunan kota ini dapat secara berkelanjutan, maka diperlukan suatu kebijakan yang mengharmonisasikan tatanan ekonomi, tatanan ekologis, dan tatanan sosial. Sistim ekonomi hanyalah merupakan salah satu dari totalitas tatanan yang ada, dengan demikian kepentingan ekonomi tidak lagi mendominasi, tetapi justru tergantung secara ekologis dan sosial. Saat ini banyak warga kota yang mengeluhkan ketidaknyamanan lingkungan tempat tinggal mereka, mulai dari masalah kemacetan, tidak terawatnya fasilitas umum hingga masalah kebersihan lingkungan. Dalam kondisi seperti itu, setiap orang mendambakan sebuah kota yang nyaman dan memang layak untuk dihuni. Mereka menginginkan Livable city. Dapat dikatakan bahwa Livable City merupakan gambaran sebuah lingkungan dan suasana kota yang nyaman sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat untuk beraktifitas yang dilihat dari berbagai aspek, baik aspek fisik (fasilitas perkotaan, prasarana, tata ruang, dll) maupun aspek nonfisik (hubungan sosial, aktivitas ekonomi, dll). Dalam kaitannya dengan Livable City setidaknya terdapat tujuh variabel utama perkotaan, yaitu: Fisik Kota, Kualitas Lingkungan, Transportasi Aksesibilitas, Fasilitas, Utilitas, Ekonomi dan Sosial. Tabel. 5 Jumlah Tempat Pembuangan Sampah Tahun 5 No Tahun Tempat pembuangan sampah Belum ada Volume Satuan Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR) Unit Tempat Pemprosesan Akhir (TPA Cipeucang) Unit Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR) Unit Tempat Pemprosesan Akhir (TPA Cipeucang) Unit Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR) 5 Unit Intermediate Treatment Facility (ITF) Unit Tempat Pemprosesan Akhir (TPA Cipeucang) Unit & 5 Sumber : Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, 6 6

117 Dari data yang disampaikan Kebersihan Pertamanan dan Permakaman Kota Tangerang Selatan, tahun 5 Kota Tangerang Selatan sudah memiliki 5 unit Tempat Pembuangan Sampah R (TPSR), unit ITF dan TPA (Cipeucang), di tahun 5 ini daya tampung pembuangan sampah yang dimiliki melalui TPSTR sebesar 66 m/hari,,5 m/hari di ITF dan.75 m di TPA. Sedangkan untuk volume sampah yang tertangani daur ulang di sumber 6 ton/hari, diangkut ke TPA 5 ton/hari, 7 ton di TPS R, dan oleh swasta ton/ hari sedangkan diperkirakan 5 ton/hari tidak tertangani. Sehingga volume produksi sampah di Tahun 5 dengan jumlah penduduk.5.9 jiwa diperkirakan mencapai ±86 ton sampah/hari. Tabel.5 Daya Tampung Tempat Pembuangan Sampah Tahun 5 No Tahun Tempat pembuangan sampah Volume Satuan Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR),6 Meter³/hari Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR) 7,8 Meter³/hari 75 Meter³ 5, Meter³/hari 75 Meter³ Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR),65 Meter³/hari Intermediate Treatment Facility (ITF),5 Meter³/hari 75 Meter³ Tempat Pemprosesan Akhir (TPA Cipeucang) Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR) Tempat Pemprosesan Akhir (TPA Cipeucang) Tempat Pemprosesan Akhir (TPA Cipeucang) Tempat Pengolahan Sampah R (TPSR) Intermediate Treatment Facility (ITF),5 Tempat Pemprosesan Akhir (TPA Cipeucang) 75 Meter³/hari Meter³/hari Meter³ Sumber : Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, 6 Selain itu, terdapat bank sampah di Kota Tangerang Selatan yang, bersamasama dengan TPSR, merupakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Di masa mendatang perlu dikembangkan lebih lanjut pengelolaan sampah berbasis masyarakat (PSBM). Paradigma 7

118 pengolahan sampah yang telah berubah mengumpulkan, dari mengangkut dan membuang menjadi mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, memulihkan atau reduce, reuse, recycle, recover menuntut keterlibatan masyarakat yang lebih besar dalam pengelolaan sampah. Tabel.55 Sampah yang terlayani Tahun 5 Tahun Sampah yg dilayani Armada (m/hari) sampah yg ditangani TPSR & bank sampah (m/hari) sampah yg ditangani ITF (m/hari) Total Sampah yg dilayani (m/hari) Sumber : Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, 6 Jaringan perpipaan masih dilayani oleh PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Para pengembang besar, seperti BSD City, Alfa Goldland Realty, dan Jaya Real Property, mengolah air baku di instalasi pengolahan air bersih yang air bakunya diambil dari Sungai Cisadane dan bekerjasama dengan PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang untuk mengelola penyediaan air minum di area perumahan yang dikelola masingmasing pengembang. Tabel.56 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Tangerang Selatan No Kecamatan Serpong Milik Pemda Milik Wakaf Jumlah Serpong Utara 6 7 Ciputat 7 8 Ciputat Timur 5 Pamulang Pondok Aren Setu Kota Tangerang Selatan Sumber: Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, 6 8

119 Tempat pemakaman umum (TPU) milik Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan terdapat 7 lokasi sedangkan milik wakaf terdapat 5 lokasi yang tersebar di kecamatankecamatan di Kota Tangerang Selatan. Saat ini pula terdapat satu makam pahlawan yang terdapat di Setu, yaitu Taman Makam Pahlawan Seribu di dekat kawasan industri Taman Tekno di Kecamatan Setu Pelayanan publik yang belum optimal Kualitas pelayanan pendidikan juga masih harus ditingkatkan. Dari sisi kompetensi pendidik, masih banyak guru yang belum tersertifikasi dan dari sisi sarana belajar, masih ada sekolah yang belum memiliki perpustakaan dan laboratorium. Karena itu peningkatan kompetensi guru baik tingkat dasar maupun tingkat menengah serta penyediaan sarana belajar masih harus diprioritaskan. Dalam hal sekolah negeri, pada tahun 6 terdapat 57 Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri yang tersebar di Kota Tangerang Selatan. Jumlah SMA negeri saat ini unit, sedangkan SMK 5 unit. Dengan upaya tersebut diharapkan masyarakat Kota Tangerang Selatan dapat menyekolahkan anaknya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan biaya pendidikan yang terjangkau. Tabel.57 Jumlah Sekolah Negeri di Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Berdasarkan Kecamatan No Kecamatan Jumlah SDN Jumlah SMPN Jumlah SMAN Jumlah SMKN Setu Serpong Utara 6 Serpong 5 6 Pondok Aren Pamulang Ciputat Timur Ciputat Total Sumber : Pendidikan Kota Tangerang Selatan, 6 9

120 Sarana kesehatan merupakan sarana sosial yang sangat penting dalam pembangunan manusia yang sehat. Oleh karena itu pembangunan dalam bidang kesehatan antara lain dilakukan pada pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan serta pelayanan kesehatan pada masyarakat. Selain itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan selalu berupaya meningkatkan pelayanan pada Rumah Sakit Umum, Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes serta layanan untuk para lansia. Lansia yang mendapat bantuan pelayanan kesehatan berjumlah orang. Pelayanan kesehatan bagi kaum marjinal tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih. Dari data pembangunan RSUD Kota Tangerang Selatan tahun 5, kunjungan pasien dipisahkan kedalam dua jenis yaitu kunjungan pasien Poliklinik dan kunjungan pasien rawat inap. Di tahun 5 ini jumlah pasien yang mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah sebanyak orang, jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pasien yang berkunjung di tahun yaitu sebanyak.98 orang, diantara jumlah tertinggi ada di klinik Interna yaitu sebanyak. orang atau 8,7 persen, UGD sebanyak 698 orang (,86%), Klinik Bedah Orthopedi sebanyak.9 orang atau 7,6 persen, dan Klinik Paru sebanyak.9 atau 7, persen. Sedangkan kunjungan pasien poliklinik di RSUD Kota Tangerang Selatan berdasarkan cara bayar tahun 5, paling banyak dengan BPJS/ Askes yaitu sebanyak 6. jiwa atau 5,8 persen, dengan ektp. jiwa atau,87 persen dan dengan pembayaran umum sebanyak 6.79 jiwa (,9 persen).... Pokokpokok Pikiran DPRD pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Tangerang Selatan Tahun 8 Untuk menjalankan desentralisasi di daerah otonom dibentuk pemerintah daerah yang tediri dari kepala daerah dan perangkat daerah serta DPRD yang merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah. Sebagai subsistem pemerintahan nasional, paradigma yang digunakan di dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah harus sejalan dengan paradigma

121 penyelenggaraan pemerintahan nasional, termasuk upaya penguatan peran DPR di tingkat nasional yang berdampak pada penguatan peran DPRD di daerah, dengan demikian DPRD Kota Tangerang Selatan memberikan pandangan dan masukan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 8 sebagai berikut :. Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 8 merupakan Dokumen Perencanaan Pembangunan yang bersifat tahunan sebagai penjabaran operasional dari dokumen RPJMD 6 sebagai pedoman dan pemandu arah pembangunan lima tahunan Oleh karena itu, kami mengingatkan pentingnya konsistensi dan keterkaitan antara RKPD Tahun 8 ini dengan buku besar Perencanaan Daerah yang tertuang dalam Dokumen RPJMD Tahun 6;. Perencanaan yang baik sejatinya didasarkan pada ketersediaan data yang update, hasil evaluasi periode tahun sebelumnya serta semangat untuk perbaikan (aproximasi) dan inovasi. Hal ini perlu dilakukan demi terwujudnya sustainabilitas (keberlanjutan) pembangunan itu sendiri. Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam aktifitas perencanaan adalah perubahan sosial pada dunia yang sedang berubah dengan cepat, dimana dinamika sosial kerap terjadi secara akseleratif. Kondisi ini tentu harus menjadi pertimbangan dan diantisipasi dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan. agar RKPD Tahun 8 sudah mengakomodasi asumsi tersebut;. Salah satu dinamika sosial yang perlu dicermati adalah dampak pertumbuhan penduduk dan masalah sosial perkotaan. Diantaranya soal kemacetan yang akut di beberapa ruas jalan sebagai dampak dari pertumbuhan orang dan mobilitas penduduk. Perlu keseriusan pemerintah dalam melihat akar masalah, sebaran masalah dan alternative solusinya. Sehingga DPRD Kota Tangerang Selatan mendorong kebijakan pembangunan dan perluasan infrastuktur jalan kota dan pembangunan jalan arteri di sepanjang jalur Tol. Solusi ini memang masih berada pada ranah hilir, namun tetap perlu dipertimbangkan untuk direalisasikan;

122 . Dinamika sosial lainnya adalah masalah banjir di beberapa titik kota. Perlu upaya serius dalam penanganan masalah Banjir ini tidak hanya dalam ranah penanggulangan tapi juga tindakan pencegahan melalui kebijakan pengelolaan sungai dan air baik di hulu maupun di hilir. Pembangunan tandon air dan kanalisasi air perlu ditingkatkan diiringi dengan ketersediaan ruang terbuka hijau sebagai penopang keseimbangan lingkungan hidup; 5. Masalah ekses pertumbuhan kota lainnya adalah masalah Sampah yang hingga saat ini masih menjadi masalah sosial kota Tangerang Selatan dan kota besar lainnya. Volume sampah akan berbanding lurus dengan jumlah penduduk sebuah kota. Memang masalah sampah ini sangat kompleks baik di hulu maupun di hilir. Juga melibatkan banyak aspek dan dimensi, terutama dimensi perilaku masyarakat itu sendiri. Perlu terobosan dan perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah perkotaan dengan model pengelolaan sampah berbasis industri. Penyelesaian sampah tidak dapat dilakukan semata oleh pemerintah, perlu keterlibatan banyak aktor pembangunan secara sinergis; 6. Dalam konteks SDM Birokrasi perlu mendapat perhatian, komitmen dan keberpihakan yang sangat kuat. Masalah ini sangat penting, tidak hanya sejalan dengan semangat Visi dan Misi Walikota namun juga kebutuhan mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Penguatan SDM Birokrasi perlu dilakukan secara komprehensif, mengakar, terencanasistematis dan berorientasi pada kebutuhan dan penyelesaian masalah. Dalam rangka penguatan SDM Birokrasi ini perlu dilakukan assessment dan pemetaan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi riil (existing condition) sumberdaya birokrasi kita terutama terkait dengan rasio ideal SDM Birokrasi, analisa produktifitas dan efisiensi serta analisa kompetensi dan mentalitas. Upaya membenahi Birokrasi, terutama SDMnya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Secara sederhana, benahi SDM birokrasi yang berjumlah. orang untuk melayani yang,5 juta warga Tangerang Selatan;

123 7. Dalam konteks pelayanan dasar; prosentase belanja fungsi pendidikan sebesar % dan prosentase belanja urusan kesehatan sebesar % dari total belanja daerah sesuai amanat undang undang oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan telah terpenuhi, hal ini dalam pandangan DPRD Kota Tangerang Selatan sudah terlihat perkembangan dan kemajuan yang signifikan terutama dalam aspek penyediaan infrastruktur fasilitas pendukung. Namun demikian, perlu perhatian khusus pada kualitas sarana bangunan gedung, perawatan dan pemeliharaan. Kebijakan ke depan sebaiknya diarahkan pada peningkatan kualitas sarana pendidikan dan kesehatan, peningkatan kualitas SDM guru, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan serta aksesibilitas pelayanan pendidikan dan kesehatan; 8. Dalam Konteks Ekonomi Rakyat, kita perlu jujur untuk melihat bahwa Indikator Makro ekonomi Kota Tangerang Selatan sudah sangat baik. Namun juga perlu dicermati beberapa potret dan kondisi lainnya; angka kesenjangan pendapatan, jumlah penduduk miskin, jumlah pengangguran yang masih ada meski relative kecil. Kondisi tersebut hendaknya menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong kesejahteraan rakyat dengan menggerakan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan pelaku UMKM. Perlu disadari bahwa basis perekonomian Tangsel adalah sector perdagangan dan Jasa yang melibatkan pelaku usaha kecil, mikro dan menengah. Perlu terobosan kebijakan dalam akselerasi mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan dengan menciptakan permintaan melalui alokasi belanja pemerintah untuk UMKM, mendorong kemitraan pengusaha Besar UMKM; 9. Dalam konteks kebijakan pendapatan daerah, pemerintah perlu melakukan terobosan terkait sumber pendapatan melalui berbagai inovasi kebijakan yang tentu saja berdasarkan kajian yang matang dan tidak menjadi disinsentif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kebijakan meningkatkan Investasi melalui kemudahan perijinan menjadi focus yang tak bisa ditawar lagi;

124 . Dalam konteks kebutuhan akan ruang dan lahan di tengah kondisi jumlah lahan yang makin berkurang, tingginya harga tanah pada masa mendatang, serta masih perlunya pembangunan sarana infrastruktur bangunan gedung dan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau perlu dijajaki upaya tambahan pembelian tanah land banking sebagai bagian dari belanja modal yang secara neraca tidak akan pernah berkurang nilai assetnya. Upaya tersebut perlu diikuti dengan penjajakan skema pinjaman daerah jika anggaran daerah belum mampu untuk mengcover pembiayaan dalam satu tahun anggaran;. Dalam konteks pengkayaan kebutuhan legislasi daerah Kota Tangerang Selatan tentang Corporate Social Responsibility (CSR); Pemanfaatan Lahan Fasos Fasum; Penyediaan dan Pengelolaan Air Minum; Pelestarian dan Perlindungan Cagar Budaya Kota Tangerang Selatan dan lainlain yang mendukung kebijakan pembangunan daerah merupakan prioritas kami dalam tahun 8;

125 BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Prediksi Kondisi perekonomian Kota Tangerang Selatan Tahun 8 berikut karakteristiknya serta proyeksi perekonomian Tahun 7 8 dapat digambarkan melalui rencana kerangka ekonomi daerah yang juga merupakan penjelasan atas analisis statistik perekonomian daerah. Bab ini juga membahas kinerja perekonomian daerah Kota Tangerang Selatan berikut dinamika faktor eksternal dan internalnya. Guna memperoleh gambaran kerangka ekonomi daerah tersebut, maka disusun sebagai prioritas pembangunan. Pengambilan kebijakan untuk menghadapi tantangan dan penyelesaian masalah pembangunan agar arah pembangunan daerah Tahun 8 dapat dicapai sesuai dengan sasaran program dan kegiatan yang ditetapkan. Pada sisi lain, perkiraan sumbersumber pendapatan dan besaran pendapatan dari sektorsektor potensial merupakan dasar kebijakan anggaran untuk mengalokasikan perencanaan anggaran berbasis kinerja secara efektif dan efisien... Arah Kebijakan Ekonomi Daerah... Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 6 dan Perkiraan Tahun 7 Arah kebijakan ekonomi daerah disusun berdasarkan kajian internal dan eksternal serta berpedoman pada dokumen RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 6. Untuk menjamin keberlanjutan arah pembangunan, arah kebijakan ekonomi Kota Tangerang Selatan Tahun 8 harus sejalan dengan kebijakan ekonomi Nasional dan Provinsi Banten Tahun 8. Berdasarkan data sementara PDRB tahun 5 adh berlaku, perkembangan PDRB Kota Tangerang Selatan cenderung menunjukkan peningkatan. Berdasarkan PDRB ADHB tahun 5, Kota Tangerang Selatan mencapai 56, triliun rupiah. Berdasarkan harga konstan, nilai PDRB 5

126 Kota Tangerang Selatan mencapai 5,68 triliun rupian atau meningkat,9 persen dari tahun. PDRB perkapita atas dasar harga berlaku Kota Tangerang Selatan sebesar 6, juta rupiah per tahun atau meningkat,68 persen dibanding tahun sebelumnya. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) selalu di atas 7 persen, dan biasanya lebih tinggi dari angka kabupaten/kota lain seprovinsi, angka Provinsi Banten dan juga angka nasional. LPE tahun 5 mengalami penurunan yang cukup signifikan karena adanya perlambatan ekonomi global dan nasional walaupun secara keseluruhan, semua faktor ekonomi di Kota Tangerang Selatan menunjukkan pertumbuhan positif. Tabel. Indikator Sosial Ekonomi Kota Tangerang Selatan dan Target Idikator Ekonomi Tahun 8 NO 5 URAIAN Laju Pertumbuhan Ekonomi / LPE (% ) Tingkat Inflasi PDRB/ harga konsumen (% ) Angka Pengangguran (Tingkat Pengangguran Terbuka/TPT) *) *) *) **) *****) *****) *****) 8,66% 8,75% 8,5% 7,5% 6% 7,5% 6% 7,5% 6% 7,5%,6,6,6,7 % 6% % 6% 8,7%,56% 6,9% 77,68 78,65 79,7,%,75%,6% Indeks Pembangunan Manusia / IPM Tingkat Kemiskinan Sasaran Prioritasnya Peningkatan Daya Saing Perekonomian Peningkatan Daya % 6% Saing Perekonomian Percepatan Penanggulangan 6,% 6,% %6,%,99%6,%,98% Kemiskinan dan Pengangguran Perkuatan akses pelayanan pendidikan Perkuatan akses 79,8 79,79,5 79,79,5 79,79,6 pelayanan kesehatan Peningkatan Daya Saing Perekonomian Percepatan,69%,68%,95%,67%,9%,66%,9% Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Keterangan: *) Perbaikan ** ) Angka Sementara *** ) Angka Sangat Sementara *****) Angka Prediksi berdasarkan pertumbuhan Sumber : RPJMD Kota Tangerang Selatan 6 Pada tahun 5, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga (Adh) berlaku Kota Tangerang Selatan adalah sebesar Rp.56, Triliun sedangkan PDRB adh konstan adalah sebesar Rp.5,68 Triliun. Angkaangka tersebut meningkat dari total PDRB adh berlaku pada tahun yang sebesar 6

127 Rp.5, Triliun dan PDRB adh konstan yang sebesar Rp.,59 triliun. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 5 mencapai.5.9 orang, PDRB per kapita adh berlaku adalah sebesar Rp.6, juta sedangkan PDRB per kapita adh konstan adalah Rp.9,6 juta. Distrbusi persentase PDRB secara sektoral menunjukkan peranan masingmasing sektor dalam sumbangannya terhadap PDRB secara keseluruhan. Semakin besar persentase suatu sektor, berarti semakin besar pula kontribusi sektor tersebut dalam perkembangan ekonomi suatu daerah. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam rangka pencapaian target pendapatan daerah, diantaranya adalah: Membangun dan mengembangkan sistem data base online untuk pengelolaan BPHTB bekerja sama dengan Bank Jabar Banten dan Badan Pertanahan Nasional; Merancang penerapan dan mengembangkan perhitungan sistem online kewajiban pajak terhutang dengan wajib pajak; Sejak tahun 5 Kota Tangerang Selatan sudah melaksanakan pengelolaan PBB sebagai Pajak Asli Daerah (PAD); Pada Tahun 6 dimulainya kegiatan pelayanan pajak keliling langsung pada lokasi wajib pajak daerah di Kota Tangearng Selatan; Meningkatkan kualitas SDM dan sosialisasi pengelolaan pajak daerah kepada semua stakeholder; Melaksanakan koordinasi dengan Pusat, Provinsi dan SKPD penghasil lainnya dalam meningkatkan pendapatan daerah.. Tantangan yang harus diperhatikan adalah Pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Dampak yang besar terhadap perekonomian regional diperkirakan akan semakin dirasakan pada tahun 7. Dari sisi internal, kesenjangan pembangunan perwilayahan masih cukup besar sehingga pemerintah daerah harus memperhatikan kebijakan pembangunan perwilayahan dalam perencanaan tahun 7. Selain itu, kemampuan keuangan daerah juga tidak akan mencukupi untuk menyelesaikan semua permasalahan sekaligus sehingga harus disusun prioritas pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 7. 7

128 Sejalan dengan perkembangan ekonomi global, kinerja ekonomi nasional dan regional hingga akhir tahun 6 menunjukan arah yang belum pasti. Kombinasi eksternal inilah yang turut mendorong kinerja ekonomi nasional, termasuk Kota Tangerang Selatan sebagai daerah yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa akan mengalami suatu kondisi perlambatan pertumbuhan. Namun ditengah krisis keuangan di Eropa dan Amerika, perekonomian Indonesia termasuk Kota Tangerang Selatan tetap tumbuh dan relatif stabil, hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan PDRB dari tahun ke tahun.... Tantangan Perekonomian Daerah Perekonomian Daerah Tahun 7 Tahun 6 dan Prospek... Analisis Kondisi Internal Kota Tangerang Selatan a. Kekuatan ) Perekonomian Kota Tangerang Selatan yang relatif stabil dan terjaga dari sisi variabel ekonomi makronya, menjadi kekuatan bagi fundamental perekonomian Tangerang Selatan untuk beberapa tahun mendatang. Mengingat Kota Tangerang Selatan Kawasan Central Bagi Investasi Asing Maupun Lokal dengan nilai investasi PMA pada tahun 5 adalah Rp , dan nilai investasi PMDN sebesar Rp , maka tidak stabilnya ekonomi dunia tentunya berdampak terhadap kinerja perekonomian Kota Tangerang Selatan. Namun besarnya konsumsi masyarakat disertai meningkatnya daya dalam beli masih menjadi potensi yang tinggi mendorong perekonomian Kota Tangerang Selatan setiap tahunnya. ) Pesatnya pertumbuhan ekonomi dari kategori lapangan usaha akomodasi wisata hiuran dan belanja sehingga industri makanan dan minuman masih menjadi salah satu kekuatan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan tetap tinggi dengan jumlah 9 industri sebanyak,9 % dari 97 industri yang ada di 8

129 Kota Tangerang Selatan. Pesatnya pertumbuhan ekonomi kategori utama Kota Tangerang Selatan tersebut ditandai oleh maraknya bangunan mallmall dan pusat perbelanjaan dan restoran yang tersebar di Kota Tangerang Selatan. Kondisi tersebut terjadi karena besarnya potensi dan daya dukung yang dimiliki Kota Tangerang Selatan seperti jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan banyak, kondisi ekonomi yang aman dan kondusif, tingkat konsumsi yang tinggi, infrastruktur yang memadai menjadi daya tarikbagi pelakupelaku usaha baik ritel maupun eceran untuk berbisnis di Kota Tangerang Selatan. ) Berdasarkan lokasinya yang strategis, letak geografis Kota Tangerang Selatan yang berbatasan dengan provinsi DKI Jakarta pada sebelah utara dan timur memberikan peluang pada Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota DKI Jakarata, selain itu juga sebagai daerah yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, Kota Tangerang Selatan memiliki keuntungan sebagai kota penghubung dapat mengembangkan Tangsel sebagai pusat MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions). Sebagai kota perdagangan dan jasa, maka salah satu sarana perkotaan dan dapat dijadikan ikon kota Tangerang Selatan adalah pembangunan convention center, atau trade exibition center atau gedung konser. Sesuai dengan motto cerdas, modern dan religius, maka Kota Tangerang Selatan mencari para investor untuk membangun gedung yang memiliki ciri khas daerah Kota Tangerang Selatan tetapi juga modern. Dimana dapat menjadi pusat kesenian Kota Tangerang Selatan dan dapat digunakan juga untuk berbagai kegiatan pameran, rapat atau forum pertemuan resmi skala nasional dan internasional. Pembangunannya dapat dibangun secara terpadu dengan dilengkapi fasilitas office tower atau hotel bintang lima yang dapat dimanfaatkan juga sebagai tempat penyewaan ruang kantor. ) Kota Tangerang Selatan memiliki potensi yang besar khususnya berupa sumber daya manusia. Adanya jumlah penduduk yang Tamat SMA/Sederajat naik sebesar,8 persen dari tahun 9

130 sebelumnya. Tahun penduduk yang Tamat SMA/Sederajat sebesar,8 persen naik menjadi,86 persen tahun 5 dari jumlah penduduk usia 56 tahuun sebesar,9,9 orang, Ini merupakan modal utama bagi pemeritah Kota Tangerang Selatan dalam melaksanakan pembangunan. Sumber Daya Manusia adalah subyek dan obyek dalam pembangunan. Tanpa didukung oleh SDM yang cerdas dan trampil mustahil pembangunan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. 5) Dukungan infrastruktur semakin ditingkatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi di Kota Tangerang Selatan agar terus berkembang baik melalui perbaikan maupun peningkatan kapasitasnya, antara lain pembangunan jalan raya dan goronggorong.pembangunan jalan raya bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan sehingga dapat mengurangi biaya transportasi bagi pelaku usaha di Kota Tangerang Selatan. Tersedianya infrastruktur yang memadai diharapkan dapat meningkatkan investasi. Kawasan Bintaro juga telah berkembang dan menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan oleh para investor. Berbagai infrastruktur di kawasan SCBD Bintaro Jaya berupa gedung perkantoran, pusat belanja, rumah sakit, pusat pendidikan telah berdiri di kawasan ini. Untuk memperlancar arus lalu lintas, di bundaran Bintaro Sektor IX telah dibangun fly over yang menghubungkan simpulsimpul bisnis dan jasa, termasuk jasa pendidikan, dengan dibangunnya Universitas pembangunan Jaya. 6) Struktur belanja pemerintah yang produktif, di mana Kondisi belanja daerah mengalami pertumbuhan sebagaimana pendapatan daerah. Ditinjau dari komposisi penggunaanya, komponen belanja pelayanan publik merupakan komponen yang cukup besar dalam menyerap belanja daerah. Hal itu menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya memberikan pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Kota Tangerang Selatan dari berbagai aspek seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan lainnya.

131 b. Kelemahan ) Jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan yaitu sebanyak.5.9 jiwa, dengan luas wilayah 7,9 Km, kepadatan penduduk Kota mencapai Kecamatan.8 Ciputat orang/km. Timur Kepadatan yaitu.6 tertinggi orang/km terdapat di sedangkan kepadatan terendah di Kecamatan Setu yaitu 5.6 orang/km. Kepadatan penduduk yang tinggi disebabkan kecenderungan peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, yang bukan hanya disebabkan oleh pertambahan secara alamiah, tetapi juga tidak terlepas dari kecenderungan masuknya para migran yang disebabkan oleh daya tarik Kota Tangerang Selatan seperti banyaknya perumahanperumahan baru yang dibangun sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dan menjadi limpahan penduduk dari Kota Jakarta. Hal tersebut akan menyebabkan dibutuhkannya ruang yang memadai dengan lapangan kerja baru untuk mengimbangi pertambahan tenaga kerja. ) Kota Tangerang Selatan memiliki tingkat pertumbuhan PDRB setiap tahunnya namun pertumbuhan tersebut masih harus berupaya keras untuk mengurangi tingkat pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang Selatan tiap tahunnya namun di tahun 5 terjadi penurunan TPT sebesar 6,% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,9%. Ditargetkan angka ini semakin menurun pada tahun 6 dan tahuntahun yang akan datang. ) Jaminan ketersediaan kebutuhan pangan dan bahan pokok yang masih rendah, mengingat Kota Tangerang Selatan bukan merupakan sentra penghasil melainkan pengguna sehingga kebutuhan bahan makanan seperti sayursayuran, beras dan komoditas pertanian lainnya dipenuhi oleh daerah lain. Kondisi tersebut yang mendorong Kota Tangerang Selatan memiliki ketergantungan yang tinggi daerah penghasil sehingga jika terjadi ketidakstabilan pasokan maupun distribusi pada daerah penghasil secara otomatis akan berpengaruh pada peningkatan harga bahan pokok di Kota Tangerang Selatan yang akhirnya dapat memicu kenaikan inflasi.

132 ) inflasi Kota Tangerang Selatan diperkirakan sama seperti sasaran inflasi nasional yaitu pada kisaran %5%. Berdasarkan pemicunya, inflasi Kota Tangerang Selatan mayoritas dipicu oleh kelompok bahan makanan (volatile food). Namun demikian inflasi kelompok administered price juga memiliki potensi besar dalam menyumbang inflasi Kota Tangerang Selatan seperti peningkatan harga BBM, penyesuaian tarif kereta api, tarif angkutan umum, harga bahan bakar rumah tangga mengingat jumlah dan komposisi masyarakat Kota Tangerang Selatan yang sebagian besar dalam golongan tarif penyesuaian. Selama ini tidak ada yang bisa dilakukan Pemerintah Daerah manapun ketika menghadapi inflasi yang disebabkan dari kelompok administered price (inflasi akibat kebijakan Pemerintah Pusat). 5) Belum terealisasinya transportasi massal dalam kota yang murah dan cepat di Kota Tangerang Selatan sehingga sampai saat ini mayoritas penduduk Kota Tangerang Selatan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Akibatnya, konsumsi bahan bakar kendaraan dan volume kendaraan di Kota Tangerang Selatan semakin meningkat. Hal ini memicu kemacetan di Kota Tangerang Selatan. 6) Beban dan belanja infrastruktur Kota Tangerang Selatan relatif lebih besar dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Banten. Disadari bahwa ketersediaan infrastruktur dapat mempengaruhi aktivitas perekonomian pada suatu daerah dan selanjutnya berdampak pada tingkat pertumbuhan ekonomi. Oleh sumbersumber pendanaan karena itu, dibutuhkan yang mampu menopang pembiayaan infrastruktur Kota Tangerang Selatan kedepannya, baik dalam format kerjasama dengan pihak swasta maupun mekanisme inovatif lain yang tersedia misalnya melalui surat berharga daerah maupun pinjaman atau pendanaan oleh pemerintah pusat.

133 ... Analisis Kondisi Eksternal a. Peluang ) Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang akan mengembangkan ekonomi kreatif di Provinsi Banten akan memberikan andil besar dalam momen Masyarakat Ekonomi ASEAN diamana kota Tangerang Selatan untuk membuka jaringan yang lebih mudah untuk merubah Inti perekonomian yang saat ini sedang mengalami pergeseran dari ekonomi berbasis sumber daya alam kepada ekonomi yang berbasis pengetahuan dan inovasi. Hal ini juga sejalan dengan kecenderungan perkembangan Ekonomi Hijau atau Bisnis Hijau yang menjadikan keberlanjutan lingkungan sebagai hal yang utama di samping pertumbuhan dan keuntungan. Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah namun memiliki sumber daya manusia dengan kualitas yang cukup baik, penduduk berusia muda, dan komunitas kreatif, memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi dengan adanya dalam MEA berpotensi pada arus melimpahnya barang barang dan jasa dan jasa. Keuntungan bagi Kota Tangerang Selatan, yakni masyarakat Kota Tangerang Selatan mendapatkan barang dan jasa dengan aneka jenis baik dari sisi kualitas maupun harga. Sisi lainnya, diharapkan Kota Tangerang Selatan tidak hanya menjadi tujuan pasar melainkan juga memproduksi sendiri yang mampu bersaing baik dari produk barang dan jasa sertatenaga kerja yang terampil. Salah satu komoditas yang menjadi prioritas adalah produkproduk UKM sehingga Kota Tangerang Selatan perlu memperkuat daya saing dari industri UKM. ) Potensi perekonomian Kota Tangerang Selatan yang cukup besar dan menjanjikan dengan berbagai daya dukung infrastrukturyang memadai menjadikan Kota Tangerang Selatan sebagai sasaran target investasi dari luar negeri. Disamping kemudahan terhadap akses itu, ketersediaan dan kredit perbankan turut mendukung kinerja investasi di Kota Tangerang Selatan.

134 ) Kota Tangerang Selatan melakukan pengaturan dan pengendalian dengan menyelenggarakan pelayanan perizinan yang dipusatkan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPT). Perijinan di Kota Tangerang Selatan terintergrasi antara sistem pelayanan perijinan terpadu dengan website Sehingga melalui website ini masyarakat dapat mengetahui informasi tentang Jenis perijinan dan syarat perijinan, cek status perijinan, info proses perijinan, info besaran retribusi, cek keaslian SK perijinan, info jumlah pendaftar ijin dan info penerimaan retribusi perijinan. Selain itu dalam website ini masyarakat dapat mengetahui Standar operasional prosedur perijinan, alur/mekanisme perijinan, mendownload formulir perijinan dan masyarakat juga dapat melakukan daftar perijinan secara online. b. Ancaman ) Proses perbaikan ekonomi negaranegara maju masih berjalan lambat berimbas terhadap kinerja ekonomi negaranegara berkembang termasuk Indonesia. Kondisi ini pada akhirnya juga akan berdampak pada perlambatan perekonomian Kota Tangerang Selatan pada sisi investasi. ) Masih tingginya nilai mata uang dolar terhadap rupiah berdampak pada peningkatan biaya impor yang lebih tinggi. Meningkatnya barang impor tersebut secara otomatis meningkatkan biaya produksi yang selanjutnya memicu inflasi.... Prospek Perekonomian Daerah Tahun 7 Dan 8 a. Produk Domestik Regional Bruto Pada tahun 8 nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tangerang Selatan Atas Dasar Harga Konstan diperkirakan mencapai Rp.5,Rp.56,7 Triliun. Nilai yang dihasilkan tersebut sangat tergantung pada potensi sumber daya dan faktor produksi. Penggerak utama ekonomi adalah sektor tersier (perdagangan, keuangan dan jasa)

135 dengan kontribusi lebih dari 75 persen. Sektorsektor dengan sumbangan terbesar adalah sektor real estate, sektor perdagangan besar dan eceran; dan reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor konstruksi masingmasing sebesar 7, persen, 7,6 persen dan,66 persen Tabel. Perkiraan Produk Domestik Regional Bruto Kota Tangerang Selatan Tahun 7 dan 8 Uraian 7** 8** PDRB Atas Dasar Harga berlaku (Trilyun Rp.) 6,976,77 66,7569,6 PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Trilyun Rp.) 5,5,78 5,56,7 PDRB Per Kapita (Juta Rp.) 8,89,7 9,5, Sumber data: RPJMD Kota Tangerang Selatan 6 b. Pertumbuhan Ekonomi Tabel. Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Kota Tangerang Selatan Tahun 7 dan 8(dalam Persen) Uraian 7** 8** Pertumbuhan Ekonomi (%) 6% 7,5% 6% 7,5% Sumber data: RPJMD Kota Tangerang Selatan 6 Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan pada tahun 7 diperkirakan meningkat namun peningkatannya mencapai 6% 7,5%. Nilai pertumbuhan tersebut diperkirakan akan meningkat kembali pada tahun 8 mencapai 6% 7,5% dengan asumsi perekonomian domestik dan luar negeri tetap stabil. Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan diperkirakan didorong oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan penanaman modal baik non bangunan maupun bangunan. Dari sisi lapangan usaha, nilai rupiah yang mulai stabil diperkirakan akan mendorong kinerja kategori utama Kota Tangerang Selatan dan upaya percepatan pembangunan infrastruktur massal berpotensi tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan ke depan. 5

136 c. Tingkat Inflasi Tabel. Perkiraan Inflasi Kota Tangerang SelatanTahun 7 dan 8 (dalam Persen) Uraian 7** 8** Inflasi (%) % 6% % 6% Sumber data: RPJMD Kota Tangerang Selatan 6 Inflasi Kota Tangerang Selatan pada tahun 7 diperkirakan sesuai dengan arah inflasi nasional yaitu pada kisaran % 6% dengan asumsi tidak ada gejolak inflasi akibat dari kebijakan pusat. Berdasarkan kelompoknya, inflasi Kota Tangerang Selatan ke depan memiliki pola yang sama, di mana lebih banyak dikontribusi oleh inflasi dari kelompok volatile food mengingat ketergantungan kota Tangerang Selatan dengan kotakota penghasil produk pertanian seperti Lebak, Pandeglang, Serang dan kota lainnya sangatlah tinggi maka terganggungnya ketersediaan dan arus distribusi secara otomatis akan berpengaruh terhadap inflasi Kota Tangerang Selatan. akan produk pertanian. Pada tahun 8 inflasi Kota Tangerang Selatan diperkiarakan juga selaras dengan arah inflasi nasional yaitu pada kisaran % 6%. d. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tabel.5 Perkiraan TPT Kota Tangerang Selatan Tahun 7 dan 8 (dalam persen) Tahun Tingkat Pengangguran Terbuka 7** 6,%,99% 8** 6,%,98% Sumber data: RPJMD Kota Tangerang Selatan 6 Terlihat pada tabel.5, salah satu indikator makro penting lainnya adalah tingkat pengangguran terbuka (TPT). Dengan semakin membaiknya tren pertumbuhan ekonomi, relatif stabilnya angka inflasi diharapkan tingkat penggangguran di Kota Tangerang Selatan juga menurun. Oleh karena itu, tingkat pengangguran terbuka Kota Tangerang Selatan pada tahun 7 dan 8 diperkirakan mengalami penurunan. 6

137 .. Arah Kebijakan Keuangan Daerah Arah kebijakan keuangan daerah berisi uraian tentang kebijakan yang akan dipedomani oleh Pemerintah Daerah dalam mengelola pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Tujuan utama kebijakan keuangan daerah adalah bagaimana meningkatkan kapasitas riil keuangan daerah dan mengefisiensikan penggunaannya, adalah berdasarkan hasil evaluasi sebagai berikut :. Hasil evaluasi potensi obyek pajak dan obyek retribusi serta perkembangannya. Hasil evaluasi realisasi penerimaan tahun sebelumnya dan tahun berjalan. Intensifikasi dan koordinasi dengan instansi atau mitra kerja tekait yang memiliki sumbersumber pungutan/pendapatan. Kondisi Ekonomi Makro daerah 5. Kebijakan pemerintah pusat dan provinsi... Proyeksi Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan Proyeksi keuangan daerah diharapkan mampu melihat gambaran kapasitas keuangan daerah dalam struktur/kerangka pendanaan pembangunan daerah di tahuntahun mendatang. Penghitungan kapasitas keuangan daerah dan kerangka pendanaan pada dasarnya dilakukan dengan menganalisis sejauh mana kebijakan pengelolaan keuangan daerah dan analisis kerangka pendanaan yang telah dibuat dalam RPJMD masih relevan atau dapat dipakai pada Tahun 8. Untuk itu, dalam perhitungan kapasitas keuangan daerah perlu dilakukan evaluasi hasil perhitungan kapasitas keuangan daerah RKPD Tahun 8 dibandingkan dengan kapasitas keuangan daerah RPJMD pada Tahun 8. Proyeksi Pendapatan Kota Tangerang Selatan merupakan langkah awal yang harus ditempuh daerah dalam pengelolaan penganggaran keuangan terutama berkaitan dengan perencanaan pembangunan. Adapun realisasi dan proyeksi pendapatan Kota Tangerang Selatan Tahun 58 adalah sebagai berikut: 7

138 Tabel.6 Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Kota Tangerang Selatan REALISASI NO. URAIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH. Hasil Pajak Daerah. Hasil Retribusi Daerah. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Lainlain Pendapatan Asli Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN PROYEKSI APBD APBD RKPD RPJMD RKPD , , , , , ,..86.., , , , , , , ,.7.., , , , , , , , , , ,. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak. Dana Alokasi Umum , , ,. Dana Alokasi Khusus.59.6., , , LAINLAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH , , , ,. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya , , , ,. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus ,.5 Bantuan keuangan dari Provinsi atau pemerintah daerah lainnya.6.6.5, , 5..., , , , Total Pendapatan Sumber: RPJMD 8 dan RKPD 7, ,

139 ... Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Rencana pendapatan daerah Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 8 dilakukan dengan mengacu pada potensi dan obyek pendapatan, baik yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lainlain Pendapatan Daerah Yang Sah, Merupakan perkiraan yang terukur secara rasional, memiliki kepastian dan dasar hukum penerimaannya. Pendapatan daerah Kota Tangerang Selatan pada anggaran pendapatan tahun 8 sangat bergantung dengan kondisi perekonomian nasional, regional dan lokal serta ekonomi global. Kebijakan peningkatan penerimaan daerah yang ditempuh dengan melakukan optimalisasi penerimaan daerah yang diperoleh dari Pendapatan Daerah seperti :. Pendapatan Asli Daerah; a. Hasil Pajak Daerah b. Hasil Retribusi Daerah c. Lainlain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah. Dana Perimbangan; a. Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak b. Dana Alokasi Umum (DAU) c. Dana Alokasi Khusus (DAK). Lainlain Pendapatan Daerah Yang Sah; a. Pendapatan Hibah b. Pendapatan Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi Dan Pemerintahan Daerah c. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Secara umum kinerja pendapatan daerah dari tahun ke tahun terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Hal in sejalan dengan tumbuh positifnya kinerja ekonomi disamping kondisi sosial, politik dan keamanan yang kondusif. Dengan kondisi tersebut tentu saja diharapkan terus membawa dampak terhadap meningkatnya pendapatan daerah. Namun perlu disadari bahwa dalam mengumpulkan pendapatan tidak harus dianggap terlalu mudah, karena 9

140 tidak lepas dari kerja keras seluruh aparat pemungut, termasuk para petugas pemungut maupun kesadaran masyarakat untuk menjalankan kewajibannya. sehingga dapat kita lihat pada tabel.7 mengenai Pendapatan Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 7 dan Rencana Pendapatan Tahun 8, berikut: Tabel..7 Pendapatan Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 7 dan Rencana Pendapatan Tahun 8 No Urut Uraian 7 Rencana 8 Selisih 5=..86.., , , , ( ,).7.., , (8...,) ,.8...5, PENDAPATAN. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD).. Hasil Pajak Daerah.. Hasil Retribusi Daerah.. Lainlain Pendapatan Asli Daerah yang Sah JUMLAH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) 5.9..,.59..5,. DANA PERIMBANGAN.. Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak , ,.. Dana Alokasi Umum (DAU) , ,.. Dana Alokasi Khusus (DAK) , JUMLAH DANA PERIMBANGAN ,) , , , , ,) LAINLAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Bantuan Keuangan Dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya JUMLAH LAINLAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH JUMLAH PENDAPATAN..., (...,) , , (...,) , , ,) Sumber : DPPKAD Kota Tangerang Selatan, Tahun 7 Dalam jangka panjang, pembangunan di Kota Tangerang Selatan berupaya untuk mengoptimalkan pendapatan dari dana perimbangan, terutama yang bersumber dari Bagi Hasil Bukan Pajak yang diperoleh dari sektor jasa, perdagangan dan hotel restoran, sedangkan Pendapatan Asli Daerah mengandalkan pada Pajak Daerah, terutama melalui kebijakan pengembangan lapangan usaha dan kesempatan kerja yang seluasluasnya pada sektorsektor

141 potensial. Seiring peningkatan pendapatan penduduk, pemerintah juga melakukan penataan pelayanan, dan perluasan obyek pajak yang sesuai dengan tetap mempertimbangkan suasana kondusif untuk mendukung berkembangnya investasi di KotaTangerang Selatan.... Arah Kebijakan Belanja Daerah Ada beberapa kebijakan dalam Perencanaan Kebijakan Belanja Daerah pada Tahun 8 untuk Kebijakan Belanja Langsung yang terkait dengan pembangunan, diantaranya:. Mengakomodir hasil evaluasi sisa Target RPJMD s/d Tahun 7;. Mengakomodir Target RPJMD Tahun Anggaran 8;. Mengakomodir usulan Hasil Musrenbang Kecamatan dan Reses DPRD;. Mengakomodir Belanja Non Urusan Wajib dan Mengikat SKPD. Komponen Tersebut menjadi Pagu Indikatif SKPD (F SKPD), kemudian usulan dalam F SKPD ditindaklanjuti apabila penerimaan daerah. Sedangkan terdapat penambahan usulan dalam F SKPD diusulkan dalam Musrenbang Tingkat Provinsi Banten serta usulan dalam F SKPD diusulkan pada Musrenbang Tingkat Nasional, selanjutnya untuk usulan dalam F5 adalah kebijakan Pemerintah Daerah sesuai dengan dokumen perencanaan, dan untuk usulan hasil reses dewan masuk dalam F6. Sementara untuk kebijakan Belanja tidak langsung sebagian besar dialokasikan untuk belanja pegawai meliputi Gaji (Uang Representasi) dan Tunjangan, Tambahan Penghasilan PNS dan Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan dan Anggota DPRD serta Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah. SKPD Kota Tangerang Selatan. dengan jumlah Organisasi Perangkat Daerah 8 OPD dengan rincian 6 badan, dinas, inspektorat, RSUD, satuan, sekretariat dan 7 kecamatan. Selain itu juga dialokasikan untuk belanja pegawai bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kepala Daerah serta Wakil Kepala Daerah.

142 Jumlah pegawai pada tahun 7 mencapai lebih dari 5.5 orang yang terdiri atas penjabat eselon II, eselon III dan eselon IV serta pelaksana dan jabatan fungsional seperti guru dan dokter. Belanja langsung diarahkan pada penanganan 5 (lima) isu strategis yang merupakan prioritas seperti yang akan dibahas dalam kebijakan belanja pembangunan daerah, pada tabel.8 berikut: Tabel..8 Rincian Belanja Daerah Tidak Langsung Dan Belanja Langsung (tahun 7 dan Rencana Tahun 8) No Urut Uraian 7 Rencana 8 Selisih 5= BELANJA DAERAH. BELANJA TIDAK LANGSUNG.. Belanja Pegawai.. Belanja Hibah.. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/ Kabupaten/ Kota, dan Partai Politik.. Belanja Tidak Terduga JUMLAH BELANJA TIDAK LANGSUNG , , , , 6.9.9, 6.9.9,.7..,.7.., , ,. BELANJA LANGSUNG.. Belanja Pegawai ,.. Belanja Barang dan Jasa ,.. Belanja Modal ( ,) ( ,) , ( ,) JUMLAH BELANJA LANGSUNG , , JUMLAH BELANJA DAERAH , , ,) SURPLUS/(DEFISIT) (668...,) ,) , ( ,) Sumber : Bappeda Kota Tangerang Selatan, Tahun 7... Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Kebijakan lainnya pada Tahun Anggaran 8 adalah prediksi penerimaan pembiayaan daerah adalah sebesar Rp. 5..., dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun sebelumnya, dapat dilihat pada tabel.9, sebagai berikut :

143 Tabel.9 Rencana Pembiayaan Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 8 No Urut Uraian 7 Rencana 8 Selisih 5= , , ( ,) , , ( ,) , , ( ,) PEMBIAYAAN DAERAH. PENERIMAAN PEMBIAYAAN.. Sisa Lebih Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN PEMBIAYAAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN (SILPA) Sumber : DPPKAD Kota Tangerang Selatan, Tahun 7 Sesuai ketentuan Undang Undang Nomor tahun Pemerintah Kota Tangerang Selatan memiliki kewenangan yang luas dalam penyelenggaraan pemerintahan, konsekuensinya yaitu Pemerintah Kota Tangerang Selatan dituntut agar lebih mandiri dalam pengelolaan keuangannya. Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus mampu menggali sumbersumber pendanaan yang sesuai dengan potensi daerah yang ada, demi tercapainya penyelenggaran pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat dengan baik. Secara eksesif dapat dengan meningkatkan hasil pajak dan hasil retribusi daerah dalam jangka panjang, namun harus menghindari efek kontra produktif dengan dunia usaha yang akan merasa dirugikan. Alternatif kebijakan lainnya yang saat ini masih akan terus diperkuat di Kota Tangerang Selatan adalah melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun Realisasi dan Proyeksi serta Target Anggaran Pendapatan, Belanja berikut Pembiayaan Daerah 59 Kota Tangerang Selatan, digambarkan pada tabel. sebagai berikut:

144 Tabel. Realisasi & Proyeksi/Target Pendapatan, Belanja & Pembiayaan Daerah 59 Kota Tangerang Selatan Jumlah No Uraian Realisasi Tahun 5. Tahun 7 Proyeksi/ Target pada Tahun 8 Proyeksi/ Target pada Tahun 9 PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH.. Hasil Pajak Daerah.. Hasil Retribusi Daerah.. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan.. Lainlain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Realisasi Tahun 6 DANA PERIMBANGAN , , ,.8...5, , ,..86.., , , , , , , ,.7.., , , , , , , , , , , Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak.. Dana Alokasi Umum , , ,.. Dana Alokasi Khusus.59.6., , , LAINLAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH , , , , Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya , , , , Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus ,..5 Bantuan keuangan dari Provinsi atau pemerintah daerah lainnya.6.6.5, , 5..., , , , , , , , , JUMLAH PENDAPATAN BELANJA DAERAH BELANJA TIDAK LANGSUNG

145 Jumlah No Uraian Realisasi Tahun 5 Realisasi Tahun 6 Tahun 7 Proyeksi/ Target pada Tahun 8 Proyeksi/ Target pada Tahun Belanja Pegawai , , , , Belanja Hibah , , , , Belanja Bantuan Sosial 5..7 Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/ Kabupaten/ Kota, dan Partai Politik 8.68., 5.8.8, 6.9.9, 6.9.9, Belanja Tidak Terduga 5.95., ,.7..,.7.., BELANJA LANGSUNG , , , , Belanja Pegawai , , , Belanja Barang dan Jasa , , , Belanja Modal , , , , , , , ( ,5) ( ,76) (668...,) ,) 5... PENERIMAAN PEMBIAYAAN , , , Sisa Lebih Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya , , , JUMLAH BELANJA DAERAH SURPLUS / (DEFISIT) PEMBIAYAAN DAERAH PEMBIAAYAN NETTO SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SILPA) , ( ,5) , , , 5...

146 BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Mengacu pada UndangUndang Nomor 5 Tahun tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dan Rencana Kerja Pembangunan (RKP), yang kemudian dijabarkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Untuk pelaksanaan Peraturan Pemerintah tersebut telah menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang didalamnya mengatur tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah yang meliputi RPJPD, RPJMD, Renstra OPD, RKPD, dan Renja OPD. Dokumen RKPD sekurang kurangnya memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya serta prakiraan maju. Berdasarkan kondisi saat ini dan isuisu strategis pada 5 tahun mendatang yang secara dinamis dipengaruhi oleh beberapa paradigma pembangunan kota diantaranya Smart city, Livable city, Sustainable Deevelopment Goals (SDGs) serta kebijakan yang tertuang dalam RPJPD Kota Tangerang Selatan Tahap kedua, serta penggalian aspirasi dan persepsi masyarakat yang telah dilakukan. Selanjutnya dengan memperhatikan arahan tahapan RPJPD, RTRW, SPM, isuisu strategis nasional dan provinsi, peraturan perundangundangan lainnya yang terkait, evaluasi capaian kinerja tahuntahun sebelumnya, maka Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran, Kota Tangerang Selatan Tahun 6 adalah: 6

147 Tabel. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran, Kota Tangerang Selatan Tahun 6 Visi : Terwujudnya Tangsel Kota Cerdas, Berkualitas, Berdaya Saing berbasis teknologi dan Inovasi No Tujuan Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang handal dan berdaya saing Mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya. Sasaran....5 Meningkatkan aksesibilitas transportasi dan infrastruktur kota yang lebih fungsional... Menciptakan kota layak huni yang berwawasan lingkungan Meningkatkan sarana dan prasarana kota layak huni berwawasan lingkungan... Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Meningkatnya kualitas angkatan kerja Meningkatnya pengendalian jumlah penduduk Meningkatanya pengarusutamaan gender Meningkatnya pelayanan infrastruktur wilayah Meningkatnya transportasi wilayah yang optimal Meningkatnya sarana dan prasarana perkotaan Meningkatnya kualitas lingkungan hidup Kondisi Awal 5 98,88% Target Akhir 99,% % 8,8% % 8,9% %,57, / kelahiran hidup 9/ kelahiran hidup 7, 6,% %,6,6 / kelahiran hidup / kelahiran hidup 7,97,5 65% Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI Indeks kelulusan SD/MI Angka Partisipasi Murni (APM) SMP Indeks kelulusan SMP RLS (Ratarata Lama Sekolah) Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Harapan Hidup Rasio penyerapan tenaga kerja Laju Pertumbuhan Penduduk (Proyeksi penduduk BPS) Indeks pembangunan gender,6%,87% 9, 9,69,69 6,7 n.a 6,76,67 7 Indeks pemberdayaan gender Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur Dasar (IKLI) Indeks kinerja jaringan jalan 8% 9% Load factor angkutan perkotaan 5% 6% Persentase kualitas sarana dan prasarana perkotaan Indeks kualitas lingkungan Rasio ruang terbuka hijau terhadap luas wilayah kota 7% 8% 9% 9% 6% %. Meningkatan Infrastruktur kota yang fungsional Meningkatnya partisipasi dan mutu pendidikan dasar Indikator sasaran 7

148 No Tujuan Sasaran. Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi dan produk unggulan Menumbuhkan perekonomian daerah yang berdaya saing berbasis produk unggulan Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang baik berbasis teknologi informasi. Optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan dan reformasi birokrasi yang lebih efektif dan akuntabel Meningkatnya keamanan dan ketertiban lingkungan Meningkatnya investasi Meningkatnya perekonomian perkotaan Indikator sasaran Angka kriminalitas Jumlah Investasi PMA Jumlah Investasi PMDN PDRB Laju Pertumbuhan Ekonomi PDRB perkapita Ketahanan Pangan (Pola Pangan Harapan) Jumlah inovasi produk unggulan Tingkat konsistensi antar dokumen Meningkatnya produk unggulan daerah Meningkatnya konsistensi perencanaan penganggaran dan pembangunan Meningkatnya pelayanan publik Meningkatnya pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya akuntabilitas pemerintah daerah Tingkat kepuasan pelayanan publik Komposisi PAD terhadap APBD Jumlah APBD Opini BPK Predikat Akip Sumber : RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 6 8 Kondisi Awal Target Akhir 5... (USD) (IDR) 56, Triliun 7,5%.65.. (USD) (IDR) 79,586,9 Triliun 6 % 7,5% 6, juta rupiah/tahun 8,%.96,7 juta rupiah/tahun 9,% 5 8 n.a 9% Mutu pelayanan B 7% Mutu pelayanan A, Triliun WTP CC,5 Triliun WTP B 9%

149 . Prioritas dan Pembangunan Di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 5 Tahun mengamanahkan bahwa penyelenggara urusan pemerintah oleh SKPD mempunyai korelasi dengan program yang menjadi tanggung jawab SKPD. Selain itu, pencapaian target indikator kinerja program pada akhir periode perencanaan yang dibandingkan dengan pencapaian indikator kinerja pada awal periode perencanaan menjadi dasar ukuran kinerja di setiap urusan yang dilakukan oleh SKPD. Setelah program prioritas diketahui, maka dapat disusun indikasi kebutuhan alokasi untuk setiap program. Pagu indikatif program merupakan jumlah dana yang tersedia untuk mendanai program prioritas tahunan yang penghitungannya berdasarkan standar satuan harga yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. lndikasi rencana program prioritas Pemerintah Kota Tangerang Selatan berisi programprogram baik untuk mencapai visi dan misi pembangunan jangka menengah maupun untuk pemenuhan layanan SKPD dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Adapun pagu indikatif sebagai wujud kebutuhan pendanaan adalah jumlah dana yang tersedia untuk penyusunan program dan kegiatan tahunan. Programprogram prioritas yang telah disertai kebutuhan pendanaan atau pagu indikatif selanjutnya dijadikan sebagai acuan bagi SKPD dalam penyusunan Rencana Strategis SKPD, termasuk dalam menjabarkannya ke dalam kegiatan prioritas beserta kebutuhan pendanaannya. Pada pelaksanaannya, pencapaian target kinerja program (outcome) di masingmasing urusan sesungguhnya tidak hanya didukung oleh pendanaan yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan, tetapi juga dari sumber pendanaan lainnya (APBN, APBD Provinsi, dan Sumbersumber pendanaan lainnya). Namun demikian, pencantuman kebutuhan pendanaan di dalam Tabel berikut hanya yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan sebagai berikut: 9

150 Tabel. Indikasi Rencana Program Prioritas dan Pendanaan RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 8 KINERJA URUSAN NO A PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume URUSAN WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR , tahun Pendidikan dan Kebudayaan APM PAUD 7,% Pendidikan dan Kebudayaan Harapan Lama Sekolah Urusan Pendidikan Rp OPD PENANGGUNG JAWAB PAUD dan Pendidikan Non Formal Urusan Pendidikan Pendidikan Sekolah Dasar APM ( Angka Partisipasi Murni ) SD/MI 99,99% Pendidikan dan Kebudayaan Urusan Pendidikan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama APM ( Angka Partisipasi Murni ) SMP/MTS 97,% Pendidikan dan Kebudayaan Urusan Pendidikan Pengembangan dan Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Uji Kompetensi Guru Pendidikan dan Kebudayaan puskesmas 5% Kesehatan Kesehatan 6 Jenis Pelayanan.7.7. Rumah Sakit Umum 75%.7..9 Kesehatan Urusan Kesehatan 5 Pengembangan pelayanan kesehatan Akreditasi dan reakreditasi Puskesmas Persentase akreditasi unit Labkesda Jenis pelayanan sesuai standar pelayanan minimal rumah sakit Persentase alat kesehatan sesuai standar Urusan Kesehatan 6 Pengembangan, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan Jumlah puskesmas yang terbangun puskesmas.8.5. Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah bangunan posyandu yang dibangun 9 Posyandu.5.5. Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah bangunan puskesmas yang dikembangkan puskesmas.99.. Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah puskesmas yang perlu adanya Tambah Ruang Sesuai Kebutuhan Pelayanan puskesmas 8.. Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah Bangunan PPKT % Bangunan dan Penataan Ruang Persentase Gudang terbangun %.7.. Bangunan dan Penataan Ruang Jumlah Rumah Sakit Tingkat Kecamatan dibangun unit 5... Bangunan dan Penataan Ruang 5

151 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Jumlah Puskesmas yang direhabilitasi Tingkat instrumen akreditasi rumah sakit Urusan Kesehatan Urusan Kesehatan 7 8 Penyediaan dan pengawasan obat, makanan dan perbekalan kesehatan Peningkatan pelayanan kesehatan keluarga 9 Program perbaikan gizi masyarakat Urusan Kesehatan Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Pengembangan SDM kesehatan Rp 7 pkm Bangunan dan Penataan Ruang Tingkat madya (8 bab) Rumah Sakit Umum 95%... Kesehatan Persentase ketersediaan obat dan Perbekalan Kesehatan Puskesmas dan Jaringannya 97% Kesehatan Persentase resep sesuai dengan formularium 75% Rumah Sakit Umum Angka Kematian Ibu per. kelahiran hidup Kesehatan Angka Kematian Bayi per. kelahiran hidup Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan balita 97% 7.7. Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan siswa SD/setingkat % Kesehatan 8 Puskesmas Santun Lansia Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan remaja 8% 96.. Kesehatan Persentase balita gizi buruk mendapat perawatan % Kesehatan Persentase Ibu hamil KEK mendapat makanan tambahan 8% 8..7 Kesehatan Persentase Remaja putri yang mendapat TTD 5% Kesehatan 5 Kelurahan Kesehatan Cakupan organisasi kemasyarakatan yang memanfaatkan sumber dayanya untuk mendukung kesehatan 67% Kesehatan Persentase pasien yang mengetahui produk pelayanan rumah sakit 6% Rumah Sakit Umum Cakupan SDM Kesehatan yang terlatih 7%.7.. Kesehatan Cakupan Kelurahan Sehat/Kelurahan siaga aktif Urusan Kesehatan Volume Persentase ketersediaan reagen dan bmhp laboratorium di puskesmas dan labkesda Cakupan pelayanan lansia Urusan Kesehatan OPD PENANGGUNG JAWAB 5

152 KINERJA URUSAN Urusan Kesehatan Urusan Kesehatan Urusan Kesehatan Urusan Kesehatan NO 5 PROGRAM Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular Pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD Pengembangan dan pengendalian lingkungan sehat OPD PENANGGUNG JAWAB Volume Rp Persentase SDM Kesehatan yang mendapat pelatihan minimal jam per tahun % Rumah Sakit Umum Cakupan penanganan penyakit menular dan tidak menular sesuai tahapan standar nasional % Kesehatan 9,5% 85.. Kesehatan Persentase sinyal kewaspadaan dini yang direspon 8% 87.. Kesehatan Cakupan Pelayanan kesehatan dasar di puskesmas % Kesehatan Cakupan Pelayanan kesehatan rujukan 8% Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk miskin dan kurang mampu serta masyarakat yang beresiko berdampak sosial yang mendapatkan pelayanan kesehatan di faslititas kesehatan Tk.I dan Rujukan,% 5.. Kesehatan Cakupan warga kota Tangerang Selatan yang mendapatkan Pelayanan pengelolaan Darah yang tidak di tanggung BPJS 7,% Kesehatan Cakupan masyarakat miskin dan kurang mampu serta masyarakat yang beresiko berdampak sosial, yang memiliki Jaminan asuransi kesehatan 67% Kesehatan Cakupan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer 57% Kesehatan Jumlah puskesmas BLUD Persentase kepuasan pasien yang disurvei puskesmas 7% Kesehatan Rumah Sakit Umum Persentase Penduduk Yang Memiliki Akses Terhadap Air Minum Berkualitas 5% 9.. Kesehatan Persentase tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan 56% Kesehatan Persentase cakupan rumah yang memenuhi syarat kesehatan 7% Kesehatan Persentase anak usia sampai bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan komplementer TARGET INDIKATOR PROGRAM 5

153 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM OPD PENANGGUNG JAWAB Volume Rp Persentase RS Yang Melakukan Pengelolaan Limbah Medis Sesuai Standar 9% Kesehatan Jumlah Desa/Kelurahan Yang Melaksanakan STBM kelurahan Kesehatan Persentase pengelolaan limbah rumah sakit sesuai standar % Rumah Sakit Umum Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 6 Pembangunan jalan dan jembatan Jalan dan jembatan dalam kondisi baik Jalan lingkungan dalam kondisi baik Pedestrian jalan yang dibangun 86% 55% % Pekerjaan Umum Pekerjaan Umum Pekerjaan Umum Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 7 Pengendalian banjir luas genangan yang tereduksi 6% 5... Pekerjaan Umum Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 8 Pengembangan pengelolaan dan konversi sungai danau dan sumber daya air lainnya Pemanfaatan air sungai, danau, dan penampung air lainnya sebagai layanan air baku 5% 6... Pekerjaan Umum Kapasitas debit sungai /tandon 6% 8... Pekerjaan Umum Tersedianya informasi mengenai rencana tata ruang (RTR) wilayah %... Bappeda Tersedianya informasi mengenai rencana rinci tata ruang beserta rencana teknisnya melalui peta analog dan peta digital 87%.9.. Bangunan dan Penataan Ruang persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai 86,6% Bangunan dan Penataan Ruang Persentase pelayanan air minum 8,%... Bangunan dan Penataan Ruang gedung Bangunan dan Penataan Ruang 5 paket Bangunan dan Penataan Ruang Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan kajian dan rekomendasi teknis serta sertifikat laik fungsi %... Bangunan dan Penataan Ruang Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan keterangan peruntukan lahan %.. Bangunan dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 9 Perencanaan Tata Ruang Pengelolaan sarana air minum dan air limbah Tersedianya sarana dan prasarana gedung perkantoran Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung Pengendalian dan pemanfaatan ruang Tersedianya sarana dan prasarana gedung non perkantoran 5

154 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp 5, ha.5.. unit unit % 5.. perwal.. Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan pengesahan pertelaan rumah susun % 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan rekomendasi teknis pembangunan dan pengembangan rumah susun % 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan rekomendasi teknis pembangunan dan pengembangan rumah tapak % 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan tercatatnya PSU perumahan yang dikuasai sepihak ke dalam neraca aset perum TPU TPK.58.. Pengurangan luasan permukiman kumuh perkotaan (Ha) Terbangunnya sarana penunjang permukiman Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman Penataan Lingkungan Terpadu Penyediaan rumah susun sederhana sewa (unit) Rumah tidak layak huni menjadi layak huni Persentase terlayaninya masyarakat dalam pengurusan sertifikat keahlian perencana dan perancang rumah dan PSU perumahan skala kecil Tersedianya data rumah dan perumahan Tersedianya regulasi penyelenggaraan perumahan dan permukiman Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman 5 Pengembangan infrastruktur permukiman Penyediaan dan Pengelolaan Areal Pemakaman OPD PENANGGUNG JAWAB Pengembangan dan Pembangunan TPU 5 Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan

155 KINERJA URUSAN Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman NO 6 PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp Terpeliharanya sarana TPU %.87.. Pembinaan kelembagaan pengelolaan TPU % 5.. Penambahan jumlah PJU terbangun 5... Terpeliharanya dan terbayarnya rekening PJU % < 5 Menit 5... Cakupan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan korban serta harta benda %.78.. Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Persentase Mitigasi dan Penanggulangan Bencana %.55.. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tingkat waktu tanggap (response time rate) < Menit terhadap Bencana %.5.. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cakupan Penegakan Perda dan /atau Perwal %.8.5. Satpol PP Jumlah Kegiatan Koordinasi Pemeliharaan Ketertiban Masyarakat 6 kali Satpol PP Persentase Penindakan Pelanggaran pengamanan dan penertiban % Satpol PP Jumlah penambahan SDM dan sarana prasarana penunjang 66%..85. Satpol PP Persentase Aparatur Satpol PP yang diiatih % Satpol PP Pengembangan Penyediaan Dan Pengelolaan PJU Respon time kebakaran Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat 7 Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat 8 Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat 9 Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan bahaya Kebakaran Penanggulangan Bencana Daerah Penegakan peraturan daerah dan peraturan walikota Peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan OPD PENANGGUNG JAWAB Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Urusan Sosial Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Persentase PMKS yang mendapatkan pelayanan dan rehabsos sesuai standar dasar 5%.9.5. Sosial Urusan Sosial Pemberdayaan Masyarakat Rawan Sosial dan Lembaga Kesejahteran Sosial Persentase PMKS dan LKS yang diberdayakan %.65.. Sosial 55

156 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM OPD PENANGGUNG JAWAB Volume Rp Peningkatan pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial dan keagamaan dok.8.. Setda Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat 7 dok.5.. Setda Pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS dok 5.. Setda B URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB TIDAK BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR Urusan Ketenagakerjaan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja Persentase tenaga kerja siap pakai %.65.. Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 66%... Ketenagakerjaan Urusan Ketenagakerjaan 5 Kerjasama Hubungan Industrial dan Perlindungan Ketenagakerjaan Menurunnya Angka perselisihan Industrial 5 Kasus Ketenagakerjaan Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 6 Peningkatan peran serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan 66 Orang.85.. DPMPPPAKB Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 7 Peningkatan kualitas hidup dan Perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas %... DPMPPPAKB Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 8 Penguatan Kelembagaan PUG dan Anak IPG 9,59,97% ; IDG 6,66,67%.67.. DPMPPPAKB Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa IPG dan IDG Jumlah Kelurahan Ramah Anak 9 Peningkatan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan Kelurahan.5.. DPMPPPAKB Pemanfaatan Inovasi TTG Dalam Pemberdayaan Masyarakat 7 Inovasi.. DPMPPPAKB Persentase Peran serta Lembaga/Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan 75%.65.. DPMPPPAKB 6 Ton 87.. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan 9% 6.5. AKG dan AKP 89% 77.. Penguatan cadangan pangan Urusan Pangan Peningkatan Ketahanan Pangan 56 Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan

157 KINERJA URUSAN Urusan Pertanahan NO PROGRAM Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah TARGET INDIKATOR PROGRAM OPD PENANGGUNG JAWAB Volume Rp Keamanan Pangan 8% Terlaksananya koordinasi ketahanan pangan %.87.. Tersusunnya laporan kebutuhan lahan Terfasilitasinya dan pendampingan kegiatan pengadaan tanah untuk pembangunan Terlaksananya pengadaan tanah untuk : kantor kelurahan, kawasan pertanian terpadu, dan Kantor Pemerintahan Kota Tangerang Selatan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya pengadaan tanah untuk : Infrastruktur Dasar, Kawasan Perdagangan dan Lapangan Olah Raga Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya pengadaan tanah untuk kepentingan Umum dalam rangka pembangunan infrastruktur dasar dan Non Gedung Perkantoran Paket Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya Fasilitasi dan Pendampingan Pengadaan Tanah Infrastruktur Dasar dan Non Gedung Perkantoran Paket 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya pengadaan tanah untuk kepentingan Umum dalam rangka pembangunan Gedung Perkantoran / fasilitas pelayanan pemerintah bagi masyarakat dan Non infrastruktur dasar Paket... Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Terlaksananya Fasilitasi dan Pendampingan Pengadaan Tanah Gedung Perkantoran/ fasilitas pemerintah bagi masyarakat dan Non Infrastruktur Dasar Paket 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Tersusunnya dokumen perencanaan pengadaan tanah Paket 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan 57 Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Perumahan, Permukiman dan Pertanahan

158 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp Tersusunnya dokumen teknis rencana pengadaan tanah Paket.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Tersusunnya laporan kebutuhan lahan Pemerintah Kota Tangerang Selatan Untuk Pembangunan Paket 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Tersusunnya laporan Monitoring dan Evaluasi Tahapan Pengadaan Tanah Paket 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kegiatan / 8 orang 5.. Perumahan, Permukiman dan Pertanahan 78 Titik pantau 99.. Lingkungan Hidup Cakupan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan izin lingkungan dan pengelolaan lingkungan 8%... Lingkungan Hidup Pengendalian dan pengawasan terhadap B dan limbah B 5 perusahaan Lingkungan Hidup... Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup 7.. Lingkungan Hidup.9. Lingkungan Hidup Terfasilitasinya Aparatur di Bidang Pertanahan lingkup Pemerintah Kota tangerang Selatan dalam mengikuti Bimtek di Bidang Pertanahan persentase penanganan terhadap pengaduan pencemaran dan perusakan lingkungan Urusan Lingkungan Hidup Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup Optimalisasi fungsi analisis laboratorium lingkungan hidup Luas lahan yang dikonservasi dan pelaksanaan program kali bersih di tiap kecamatan Urusan Lingkungan Hidup Perlindungan dan konservasi sumber daya alam Pilot Project kampung iklim (kampung Hijau di 7 kecamatan) Urusan Lingkungan Hidup Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan hidup OPD PENANGGUNG JAWAB Jumlah peningkatan partisipasi aktif masyarakat terkait pelestarian lingkungan hidup 58 5 Alat terkalibrasi,pemelihara an alat laboratorium, pemeliharaan, 5 Parameter terakreditasi Program Kali Bersih di kecamatan (Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur),5 m Kampung hijau di kecamatan (Kecamatan Serpong dan Ciputat) 5%

159 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Fasilitasi Peningkatan Nilai ADIPURA Jumlah penghargaan Nasional maupun lokal terkait pelestarian lingkungan hidup OPD PENANGGUNG JAWAB Volume 7 Rp 5.. Lingkungan Hidup orang, sekolah Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup 5 Pengembangan pengelolaan persampahan Persentase pengangkutan sampah 55% Lingkungan Hidup Urusan Lingkungan Hidup 6 Pengelolaan Sampah terpadu Persentase pengurangan sampah melalui R % Lingkungan Hidup Penataan Administrasi Kependudukan Cakupan Penerbitan KK Cakupan penerbitan KTP Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran Cakupan Penerbitan Kutipan Akta Kematian Rasio Pasangan Berakta Perkawinan 8,67% 8,5% 8,% 5,% 59,68% Disdukcapil Disdukcapil Disdukcapil Disdukcapil Disdukcapil Meningkatnya Pemahaman Masyarakat Akan Pentingnya Dokumen Kependudukan,5% 75.. Disdukcapil Jumlah Data dan Informasi Pendudukan Yang Tersedia Disdukcapil 5 Orang 5.. Disdukcapil Proporsi Pasangan Usia Subur yang istrinya dibawah Tahun,% 6.. DPMPPPAKB Menurunnya Unmet Need Meningkatnya Kesertaan ber KB 6,% 7,% DPMPPPAKB DPMPPPAKB Meningkatnya Anggota Tribina ( BKB, BKR, BKL) yang BerKB 89,9%... DPMPPPAKB 6,% 6. Unit DPMPPPAKB Perhubungan titik Perhubungan Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pengendalian Penduduk Pengendalian Urbanisasi Penduduk Keluarga Berencana Meningkatnya Produk Unggulan UPPKS Jumlah uji kir Urusan Perhubungan 5 Pengembangan pelayanan angkutan Urusan Perhubungan 5 Pengendalian dan pengamanan lalu lintas Jumlah titik pengendalian dan pengaturan lalu lintas Urusan Perhubungan 5 Rehabilitasi/pemeliharaan prasarana dan fasilitas Perhubungan Persentase sarana prasarana lalu lintas yang dapat berfungsi 75% 65.. Perhubungan Urusan Perhubungan 5 Pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan Peningkatan jumlah sarana prasarana lalu lintas 8% Perhubungan Urusan Komunikasi dan Informatika 5 Pengembangan Komunikasi, sistem informasi dan Media Massa Peningkatan Penerapan Keterbukaan Sistem Informasi Publik % 7.. Komunikasi dan Informatika Persentase Penyebaran Informasi % 8... Komunikasi dan 59

160 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp OPD PENANGGUNG JAWAB Informatika Cakupan pembangunan, operasional dan pemeliharaan sistem di SKPD %.6.7. seluruh OPD 695 SDM Koperasi.7.5. Koperasi dan UKM Jumlah usaha koperasi simpan pinjam dan ijin pembukaan kantor cabang / pembantu / kantor kas KSP koperasi Koperasi dan UKM Pengawasan dan pemeriksaan koperasi serta penilaian KSP atau USP 95 koperasi.6.. Jumlah koperasi yang terfasilitasi 5 Koperasi PRODUK UMKM... Pengembangan pemasaran produk dan inovasi promosi UMKM 5 Produk UMKM.9.. Pembinaan wirausaha UMKM dan Calon Wirausaha UMKM 9 SDM UMKM.6.5. Koperasi dan UKM 7 Galeri UMKM dan Gedung Inovation Center 5.. Koperasi dan UKM Peningkatan Akses Pembiayaan UMKM UMKM.75.. Pengawasan, Pengembangan Data, Inovasi, Informasi dan Teknologi Dokumen... Jumlah Lokasi Penataan Pedagang Kaki Lima dan Asongan Lokasi Jumlah Revitalisasi Pasar Rakyat yang dikelola Koperasi Lokasi 5.. PMA & PMDN Penerapan Pelayanan dan Perijinan Satu Pintu dan Satu Atap 5 Jenis Ijin Jumlah layanan perizinan yang bersertifikasi ISO jenis ijin 6.5. Jumlah SDM Koperasi yang dibina Urusan Koperasi dan UMKM 55 Pengembangan Koperasi Jumlah fasilitasi sertifikasi produk UMKM Urusan Koperasi dan UMKM 56 Urusan Koperasi dan UMKM 57 Urusan Penanaman Modal Daerah 58 Urusan Penanaman Modal Daerah 59 Pengembangan UMKM Pembangunan dan Operasional sarana dan Prasarana pengembangan UMKM Pembinaan pedagang kaki lima dan asongan Pengembangan investasi Peningkatan Jumlah Investasi PMA & PMDN Pengembangan Pelayanan Perijinan 6 Koperasi UKM Koperasi UKM Koperasi UKM Koperasi UKM dan dan dan dan Koperasi dan UKM Koperasi dan UKM Koperasi dan UKM Koperasi dan UKM Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

161 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp OKP.8.. Dispora 7 Kelompok Calon Wirausaha Muda.. Dispora Cabor.5.. Dispora Pembangunan Sarana dan Prasarana olahraga 5 Sarana dan prasarana Olahraga Dispora Pemeliharaan sarana dan prasarana Olahraga Sarana dan prasarana Olahraga Dispora Cakupan data dan informasi SKPD % seluruh OPD Ketersediaan data pendukung perencanaan dan pengendalian pembangunan Kota Tangerang Selatan dok 55.. Bappeda Cakupan Pengelolaan dan Perlindungan Informasi Berklasifikasi %.. Komunikasi dan Informatika Cakupan Penyiapan, Pemanfaatan dan Pengembangan SDM Sandi, Materil Sandi dan Jaringan Komunikasi Sandi % 6.. Komunikasi dan Informatika Jenis.9.. Pendidikan dan Kebudayaan Jumlah Pengunjung Perpustakaan Pertahun 8rb orang... Perpustakaan dan Arsip Daerah Jumlah Koleksi Bahan Pustaka judul.9.5. Perpustakaan dan Arsip Daerah %.9.. Perpustakaan dan Arsip Daerah Urusan Kepemudaan dan Olah Raga 6 Pengembangan peran serta kepemudaan Peningkatan Kualitas Organisasi Kepemudaan Urusan Kepemudaan dan Olah Raga 6 Pengembangan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda Jumlah Calon Wirausaha Muda Urusan Kepemudaan dan Olah Raga 6 Pengembangan manajemen dan pemasyarakatan olahraga Pembinaan Manajemen dan Pengembangan Olahraga di Masyarakat 6 Pengembangan sarana dan prasarana olahraga Urusan Kepemudaan dan Olah Raga Urusan Statistik 6 Pengembangan data dan informasi 65 Optimalisasi Sistem Persandian Urusan Persandian Urusan Kebudayaan Urusan Perpustakaan Pengembangan dan Pengelolaan kebudayaan Jenis Budaya Yang Dilestarikan Pengembangan budaya baca 68 Pengembangan, Pemeliharaan Sarana Prasarana Kearsipan dan Pelayanan Kearsipan C URUSAN PILIHAN Urusan Kelautan dan Perikanan 69 Pengembangan Perikanan Nilai Tukar Pembudidaya/Pelaku Usaha Perikanan Urusan Pariwisata Urusan Pariwisata 7 7 Pengembangan destinasi pariwisata Pengembangan Pemasaran Pariwisata Jumlah PAD dari sektor pariwisata Jumlah Kunjungan Wisatawan Urusan Pertanian 7 Pengembangan pertanian Nilai Tukar Petani/Pelaku Usaha Pertanian Urusan Kearsipan OPD PENANGGUNG JAWAB Tertatanya arsip seluruh perangkat daerah dan unit kerja ,75% ,75% Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Pariwisata Pariwisata Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan

162 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp 8% ,% 76.. Penambahan Sarana Prasarana Kawasan Pertanian Terpadu %.. Persentase Pengawasan Barang dan Jasa % Komoditas 5.. Perindustrian dan Perdagangan 6.. Perindustrian dan Perdagangan Jumlah UTTP yang diawasi Perindustrian dan Perdagangan Jumlah Rapat Koordinasi TPID dan Jumlah pendataan/pencacahan Indeks harga Konsumen Dok... Setda Jumlah produk yang dipasarkan.8.. Perindustrian dan Perdagangan Cakupan binaan kelompok industri 5... Perindustrian dan Perdagangan Cakupan binaan kelompok industri kreatif 9.. Perindustrian dan Perdagangan Jumlah pelaporan informasi industri.. Perindustrian dan Perdagangan Terwujudnya pengembangan peta wilayah % Setda Meningkatnya kompetensi aparatur dalam pengembangan pemetaan wilayah %.9.. Setda Penegasan Batas Daerah/Kecamatan/Kelurahan 7 Kec Setda Pembakuan Nama Rupabumi Kali Setda Cakupan pemetaan tematik wilayah sesuai kebutuhan SKPD %... seluruh OPD Presentase Kesehatan Hewan Presentase Bahan Asal Hewan yang Memenuhi Kriteria ASUH Urusan Pertanian 7 Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Stabilitas harga kebutuhan pokok Urusan Perdagangan Urusan Perdagangan Urusan Perindustrian D Urusan Perencanaan 77 Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Pengembangan Industri Peningkatan Kesadaran Perijinan Perdagangan URUSAN PENUNJANG Pengembangan pemetaan Wilayah OPD PENANGGUNG JAWAB 6 Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Perindustrian dan Perdagangan

163 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp 5 dokumen... Bappeda Tersedianya dokumen evaluasi pencapaian program RPJMD dok.. Bappeda Tersedianya dokumen evaluasi capaian SDG's dok 5.. Bappeda Tersedianya dokumen evaluasi pencapaian smart city dok.. Bappeda Cakupan Perencanaan pembangunan di setiap SKPD sesuai ketentuan %... seluruh OPD Tersusunnya laporan neraca aset sesuai ketentuan %.5.. Terealisasinya target pajak daerah %.5.. Pengembangan dan pemeliharaan sistem pengendalian, pengelolaan keuangan dan pajak daerah %.5.. Tersusunnya dokumen Raperda APBD sesuai ketentuan % Tersusunnya laporan keuangan Pemerintah Daerah sesuai ketentuan %.7.. Tersusunnya laporan pengendalian keuangan Pemerintah Daerah sesuai ketentuan %... Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Cakupan laporan keuangan di SKPD sesuai ketentuan % seluruh OPD Persentase ASN yang terlayani dalam data dan informasi manajemen ASN % BKPP Cakupan pengembangan sumber daya aparatur di SKPD % seluruh OPD Tersedianya kebijakan tentang penataan SDM/ASN dok 8.. Setda 7 kajian.5.. Bappeda Jumlah perencanaan pembangunan daerah sesuai ketentuan Urusan Perencanaan Urusan Keuangan Urusan Keuangan Urusan Keuangan Urusan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan Daerah Peningkatan Pengelolaan Aset Daerah Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Pengembangan pengelolaan keuangan daerah 8 Pengembangan Manajemen Kepegawaian Urusan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan 8 Pengembangan Sistem Manajemen sumber daya aparatur Urusan Penelitian dan 8 Penelitian dan Pengembangan OPD PENANGGUNG JAWAB Jumlah kajian penelitian dan pengembangan 6 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Badan Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

164 KINERJA URUSAN NO PROGRAM Pengembangan Urusan Sekretariat DPRD Urusan Sekretariat Daerah Urusan Sekretariat Daerah 85 Fasiitasi Tugas dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang Selatan 86 Penguatan Kelembagaan dan Tata Kerja Organisasi Pemerintah Daerah 87 Kerjasama pembangunan dan kewilayahan TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp Jumlah koordinasi penelitian dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan kali 5.. Bappeda Terwujudnya pengembangan inovasi daerah dok 7.. Bappeda Persentase Fasilitasi Pembahasan Anggaran % Sekretariat DPRD Persentase Fasilitasi Pembahasan Perda / Non Perda %... Sekretariat DPRD Persentase Fasilitasi Fungsi Pengawasan %.8.. Sekretariat DPRD Tertatanya Kelembagaan Perangkat Daerah dan Unit Kerja pada Pemerintah Daerah dok 5.. Setda Jumlah Rapat Koordinasi Forum Ekonomi Daerah Dok 5.. Setda Jumlah Rapat Koordinasi Pembinaan BUMD dan BLUD Dok 5.. Setda Jumlah Peningkatan Kolaborasi dan Kerjasama Pembangunan dengan Dunia Usaha, Perguruan Tinggi dan Masyarakat kali... Bappeda dan Setda Program Pembentukan Peraturan Daerah Raperda.9.7. Setda Terlaksananya Pembahasan RAPERWAL antara SKPD pemrakarsa dengan Tim Asistensi Pembahasan RAPERWAL 6 Raperwal Setda 8 Rakepwal Setda kali sosialisasi Setda Terlaksananya Fasilitasi Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan Daerah Tahun Perda, Perwal dan Kepwal.5.. Setda Terlaksananya Pendokumentasian Peraturan Perundangundangan Daerah Tahun Perda, Perwal dan Kepwal 5.. Setda Terlaksananya program Pemerintah Pusat di Kota Tangerang Selatan Sisialisasi Tahun Perda, Perwal dan Kepwal melalui teknologi informasi... Setda orang 7.. Setda Harmonisasi dan Sinkronisasi RAKEPWAL Terlaksananya Fasilitasi Sosialisasi Peraturan Perundangundangan Daerah Urusan Sekretariat Daerah Urusan Sekretariat Daerah Penataan peraturan perundangundangan Pelayanan Bantuan Hukum dan HAM OPD PENANGGUNG JAWAB Terlaksananya Bimbingan Teknis Hukum Formil Aparatur 6

165 KINERJA URUSAN Urusan Sekretariat Daerah Urusan Sekretariat Daerah NO 9 9 PROGRAM Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah Manajemen Perubahan TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp Terselenggaranya Sosialisasi dan Desiminasi RANHAM SKPD Kota Tangerang Selatan orang 7.. Setda Terselenggaranya penyuluhan Hukum 5 Orang Setda Tertanganinya perkara hukum di lingkungan pemerintahan 5 Pembahasan Perkara & 8 Kasus.7.5. Setda Terlaksananya Pelayanan Bantuan Hukum kali bantuan.. Setda Terlaksananya Fasilitasi Pelayanan Kedinasan KDH/WKDH %..7. Setda Terlaksananya Koordinasi Internal dan Eksternal Serta Audiensi Dengan Masyarakat % Setda Meningkatnya Profesionalisme SDM Aparatur (ASN) % BKPP dan Setda Meningkatnya penerapan/internalisasi kodeetik dan Kode Prilaku dalam Penguatan Budaya Kerja %.5.. BKPP dan Setda Prosentase Penanganan Pengaduan Masyarakat % 8.. Inspektorat Prosentase Penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan 9%.5.. Inspektorat Jumlah SKPD yang predikat sakip minimal B Inspektorat Level Implementasi SPIP Pemerintah Kota Tangerang Selatan Inspektorat Level SKPD.86.. Inspektorat Inspektorat.5.. Inspektorat Prosentase Pejabat Yang melaporkan LHKPN % 5.. Inspektorat Prosentase ASN yang melaporakan LHKASN 6% 5.. Inspektorat 75.. Inspektorat 5 unit kerja.. Setda Level Implementasi SPIP SKPD Urusan Inspektorat 9 Peningkatan pengawasan keuangan dan pembagunan Level Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Indeks Persepsi Korupsi Jumlah Unit Kerja yang ditetapkan sebagai unit kerja bebas korupsi OPD PENANGGUNG JAWAB 65

166 KINERJA URUSAN Urusan Kecamatan NO 9 PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Peningkatan Peran Kecamatan dan Kelurahan OPD PENANGGUNG JAWAB Volume Rp Jumlah Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 5 Dok 5.. Setda Cakupan peran kecamatan dan kelurahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya %... Seluruh Kecamatan Cakupan wilayah peningkatan kapasitas pemerintahan dan pembinaan perangkat kecamatan dan kelurahan 8%.. Setda 8 SKPD.9.. seluruh OPD A... Setda dan seluruh OPD Urusan Pemerintahan Umum 9 Penguatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Capaian kualitas penerapan sistem akuntabilitas keuangan dan kinerja Urusan Pemerintahan Umum 95 Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik Ratarata Nilai Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap pelayanan publik di masingmasing SKPD Urusan Pemerintahan Umum 96 Penguatan tata laksana Tersedianya SOP Teknis dan administrasi pemerintah dok 5.. Setda Urusan Pemerintahan Umum 97 Pendidikan politik masyarakat Jumlah Pembinaan Politik Masyarakat kali Kesbangpol kali Kesbangpol % seluruh OPD Urusan Pemerintahan Umum 98 Pengembangan wawasan kebangsaan Jumlah Pembinaan Tingkat Pemahaman Masyarakat Terhadap Toleransi Kerukunan dan Kerjasama antar Umat Beragama, Nilainilai religius, sosial dan solidaritas serta Pelestarian nilainilai luhur budaya bangsa Urusan Sekretariat Umum 99 Pelayanan administrasi dan sarana prasarana perkantoran Cakupan pelayanan administrasi perkantoran E PROGRAM STRATEGIS KEWILAYAHAN Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Urusan Pendidikan Urusan Kesehatan Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung Jumlah Pembangunan Comunity Center/komunitas kreatif skala kecamatan Pendidikan Sekolah Menengah Atas/SMK Penambahan Ruang Kelas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus teknologi Pendidikan Sekolah Dasar Jumlah Sekolah Dasar terbangun Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Jumlah Sekolah Menengah Pertama terbangun Pengembangan, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan Bangunan RSUD (Gedung ) 66 paket Bangunan dan Penataan Ruang Bangunan dan Penataan Ruang 5 Sekolah... Bangunan dan Penataan Ruang Bangunan dan Penataan Ruang paket Bangunan dan Penataan Ruang

167 KINERJA URUSAN NO PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Volume Rp OPD PENANGGUNG JAWAB Bangunan dan Penataan Ruang Bangunan Gedung RSU Tangsel Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung Jumlah Gedung Perpustakaan Skala Kota dan Skala Kecamatan paket 5... Bangunan dan Penataan Ruang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana bangunan dan gedung Bangunan Depo Arsip paket.5.. Bangunan dan Penataan Ruang 6% Perhubungan pelaku ekonomi kreatif.9.. Pariwisata, Dinkop UKM, Disperindag 7 Kecamatan... Lingkungan Hidup Persentase taman terpelihara % Lingkungan Hidup Persentase penanaman terhadap Ruang Terbuka Hijau yang harus ditanami, km.5.. Lingkungan Hidup Jumlah kawasan perdagangan tradisional yang dikelola 5 pasar.65.. Perindustrian dan Perdagangan Jumlah Revitalisasi Pasar pasar... Urusan Perhubungan Peningkatan Transportasi Massal Peningkatan sarana prasarana transportasi massal Urusan Pariwisata, Urusan Koperasi UKM, Urusan Perindustrian Pengembangan Ekonomi Kreatif Jumlah usaha terkait ekonomi kreatif dan icon tangsel Jumlah RTH Publik yang dibangun dan ditingkatkan fungsinya Urusan Lingkungan Hidup Urusan Perdagangan Urusan Pangan Pengelolaan RTH Pengelolaan Pasar dan Kawasan Perdagangan Tradisional Peningkatan Ketahanan Pangan Manajemen Logistik dok 7.5. Bangunan dan Penataan Ruang Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Disperindag Urusan Kesehatan 5 Pelayanan jaminan kesehatan nasional Prosentase masyarakat Tangerang Selatan menggunakan JKN 55% Rp Kesehatan Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 6 Pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase dan goronggorong Kapasitas Debit Saluran 5%... Pekerjaan Umum Peningkatan Sarana dan Prasarana Teknologi dan Informasi % 5... Komunikasi dan Informatika PeningkatanTata Kelola Teknologi dan Informasi 5%..5. Peningkatan SDM Teknologi dan Informasi % Urusan Komunikasi dan Informatika 7 Pengembangan Teknologi dan Informasi 67 Komunikasi dan Informatika Komunikasi dan Informatika

168 KINERJA URUSAN Urusan Sosial Urusan Pemerintahan Umum NO 8 PROGRAM TARGET INDIKATOR PROGRAM Bantuan dan Jaminan Sosial Persentase Rumah Tangga/Individu Sasaran Yang Mendapatkan Bantuan dan Jaminan Sosial Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik Jumlah Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Publik F NON URUSAN Belanja Non Urusan Belanja Pegawai Sumber : RPJMD Kota Tangerang Selatan Tahun 6 68 OPD PENANGGUNG JAWAB Volume Rp 8%.7.5. Sosial 5 Urusan Seluruh Kecamatan Seluruh OPD

169 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH 5. Tema Pembangunan Mengacu pada UndangUndang Nomor 5 Tahun tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dan Rencana Pembangunan Tahunan atau Rencana Kerja Pembangunan (RKP), serta Amanat UndangUndang tersebut dijabarkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 tersebut Menteri Dalam Negeri telah menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang didalamnya mengatur tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah yang meliputi RPJPD, RPJMD, Renstra OPD, RKPD, dan Renja OPD. Dokumen RKPD sekurang kurangnya memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya serta prakiraan maju dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan. Terkait hal tersebut diatas, Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menyusun dan menetapkan Tema RKPD berpedoman kepada peraturan dan perundangan yang berlaku serta dengan memperhatikan isuisu strategis RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Kota Tangerang Selatan Tahap II, Tahun 6, dengan mekanisme yang telah dilakukan maka di tetapkanlah Tema RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) tahun 7, yaitu : 69

170 "Tangerang Selatan sebagai Kota Layak Huni yang berwawasan lingkungan berbasis inovasi dan teknologi serta berdaya saing" Gambar 5. Tema RKPD Tahun 8 Kota Tangerang Selatan Tabel. 5. Sinkronisasi Tema RKP RKPD Provinsi Banten RKPD Kota Tangerang Selatan Tahun 8 Sikronisasi Tema Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 8 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 8 Provinsi Banten Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 8 Kota Tangrang Selatan Memacu investasi dan Memantapkan Peembangunan Infrastruktur untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas Memacu Pembangunan Infrastruktur untuk Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Tangerang Selatan sebagai Kota Layak Huni yang berwawasan lingkungan berbasis inovasi dan teknologi serta berdaya saing" 7

171 5. Prioritas Pembangunan Mengacu pada Rencana Pembangan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Tangerang Selatan Tahap II Tahun 6, terdapat 5 (lima) Prioritas Pembangunan meliputi :. Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana Perkotaan;. Meningkatnya Penyelengaraan Tata kelola Pemerintahan berbasis Teknologi dan Inovasi;. Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah;. Peningkatan akses Layanan Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial; 5. Pengembangan Kualitas dan Kompetensi SDM; 5. Sasaran Prioritas Pembangunan Tahun 8 Sasaran masingmasing prioritas pembangunan tahun 7, dijabarkan sebagai berikut : Prioritas, Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana perkotaan; Sasaran dari prioritas tersebut adalah : Meningkatnya pelayanan infrastruktur wilayah Meningkatnya transportasi wilayah yang optimal Meningkatnya sarana dan prasarana perkotaan Meningkatnya kualitas lingkungan hidup Meningkatnya keamanan dan ketertiban lingkungan Prioritas, Meningkatnya Penyelengaraan Tata kelola Pemerintahan berbasis Teknologi dan Inovasi; Sasaran dari prioritas tersebut adalah : Meningkatnya konsistensi perencanaan penganggaran dan pembangunan Meningkatnya pelayanan publik Meningkatnya Pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya akuntabilitas pemerintahan daerah 7

172 Prioritas, Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah; Sasaran dari prioritas tersebut adalah : Meningkatnya investasi Meningkatnya perekonomian perkotaan Meningkatnya produk unggulan daerah Prioritas, Peningkatan Akses Layanan Pendidikan, Kesehatan dan kesejahteraan Sosial; Sasaran dari prioritas tersebut adalah : Meningkatnya partisipasi dan mutu pendidikan dasar Meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Meningkatnya kerjasama dalam penanggulanagan masalah sosial dan penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha Prioritas 5, Penembangan Kualitas dan Kompetensi SDM; Sasaran dari prioritas tersebut adalah : Meningkatnya kualitas angkatan kerja Meningkatnya pengendalian jumlah penduduk Meningkatanya pengarusutamaan gender Meningkatnya peran serta kepemudaan 7

173 5. Sinkronisasi Prioritas Pembangunan Nasional, Provinsi Terhadap Prioritas Kota Tangerang Selatan Tabel 5. Prioritas Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dan Pembangunan Nasional (Nawa Cita) Prioritas Pembangunan Kota Tangerang Selatan Tahun 8 Prioritas Pembangunan Provinsi Banten Tahun 8 Prioritas Nasional (Agenda Nawacita). Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana perkotaan;. Pembangunan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku.. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerahdaerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan. Meningkatnya Penyelengaraan Tata kelola Pemerintahan berbasis Teknologi dan Inovasi; 7. Pemannfaatan Tata Kelola Pemerintah Daerah.. Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga Negara.. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya. 8. Peningkatan Kualitas Perencanaan, Pengendalian dan Penetausahaan Keuangan DAerah.. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah;. Pembangunan Pertanian dan Pengembangan Ekonomi Lokal. 5. Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan. 6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit 7. Mewujudkannya bersama bangsabangsa kemandirian Asia ekonomi dengan menggerakan sektorsektor strategis ekonomi domestik. Peningkatan Akses Layanan Pendidikan,Kesehatan dan kesejahteraan Sosial;. Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan;. Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial. 9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia 5. Pengembangan Kualitas dan Kompetensi SDM. 6. Perluasan Lapangan Kerja dan kesempatan Berusaha. 5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia. 8. Melakukan revolusi karakter bangsa 7

174 Tabel 5. Sinkronisasi Prioritas Kota Tangerang Selatan terhadap Pembangunan Nasional (Nawa Cita) Prioritas Pembangunan Kota Tangerang Selatan Tahun 8. Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana perkotaan;. Meningkatnya Penyelengaraan Tata kelola Pemerintahan berbasis Teknologi dan Inovasi;. Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah; Prioritas Nasional (Agenda Nawacita). Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerahdaerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan. Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga Negara.. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya 6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsabangsa Asia lainnya 7. Mewujudkannya kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektorsektor strategis ekonomi domestik. Peningkatan Akses Layanan Pendidikan,Kesehatan dan kesejahteraan Sosial; 5. Pengembangan Kualitas dan Kompetensi SDM. 9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia 5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia. 8. Melakukan revolusi karakter bangsa Tabel 5. Sinkronisasi Prioritas Kota Tangerang Selatan terhadap Prioritas Provinsi Banten PRIORITAS PEMBANGUNAN KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 8 PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI BANTEN TAHUN 8. Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana perkotaan;. Pembangunan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku.. Meningkatnya Penyelengaraan Tata kelola Pemerintahan berbasis Teknologi dan Inovasi; 7. Pemannfaatan Tata Kelola Pemerintah Daerah.. Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah;. Peningkatan Akses Layanan Pendidikan,Kesehatan dan kesejahteraan Sosial;. Pembangunan Pertanian dan Pengembangan Ekonomi Lokal. 5. Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan.. Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan;. Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial. 5. Pengembangan Kualitas dan Kompetensi SDM. 6. Perluasan Lapangan Kerja dan kesempatan Berusaha. 8. Peningkatan Kualitas Perencanaan, Pengendalian dan Penetausahaan Keuangan Daerah. 7

175 5.5 Musrenbang Kota Tangerang Selatan Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapantahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu (Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 8, menyebutkan bahwa perencanaan pembangunan daerah menggunakan pendekatan Politis, teknokratis, partisipatif, TopDown dan BottomUp. Proses perencanaan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh unsur lembaga negara, lembaga pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Partisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program dapat mengembangkan kemandirian yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat demi akselerasi pembangunan (Muluk, 7). Penyusunan RKPD didasarkan atas hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah pada tahun sebelumnya dan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahunan, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota. Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) pada hakikatnya adalah forum perencanaan pembangunan formal yang berusaha mempertemukan aspirasi masyarakat dari bawah dengan usulan program pembangunan dari instansi pemerintah. Musrenbang tercantum dalam beberapa undangundang dan peraturan terkait dengan perencanaan pembangunan daerah, undangundang tersebut adalah dan UU No. 7 Tahun tentang Keuangan Negara, UU No. 5 Tahun Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan UU No. Tahun Tentang Pemerintah Daerah. 75

176 Di tingkat masyarakat, tujuan Musrenbang adalah untuk mencapai kesepakatan tentang program prioritas pemerintah daerah (Organisasi Perangkat DaerahOPD) yang akan didanai dari anggaran tahunan daerah (Anggaran Pendapatan dan Belanja DaerahAPBD), dan untuk memilih perwakilan masyarakat dan pemerintah yang akan menghadiri Musrenbang di tingkat kota. Pada pelaksanaannya perencanaan pembangunan daerah Kota Tangerang Selatan didalamnya termasuk penyusunan RKPD memenuhi prinsip partisipatif, prinsip sustainable, dan prinsip holistik. Melalui inovasi berbasis teknologi informasi yang semakin berkembang dan efektif Kota Tangerang Selatan telah melaksanakan Musrenbang melalui system emusrenbang. EMusrenbang dirancang untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas setiap data usulan pembangunan. Data atau dokumen usulan rencana kegiatan pembangunan di masingmasing kelurahan diinput secara online. Sistem ini telah saling terintegrasi, mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan, dilanjutkan dengan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Penetapan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Hingga akhirnya berujung pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Perencanaan berperan sangat penting dalam pencapaian tujuan pembangunan dalam skala daerah dan nasional. Daerah sebagai suatu bagian dari organisasi pemerintahan harus menyusun perencanaan guna mencapai tujuan pembangunan dengan memperhitungkan sumber daya yang dimiliki. Perencanaan diperlukan karena keinginan masyarakat yang tak terbatas sedangkan sumber daya (anggaran) yang ada terbatas. Anggaran merupakan instrumen penting bagi Pemerintah untuk menetapkan prioritas program pembangunan di tingkat daerah. Anggaran dalam APBD menjadi dasar pengelolaan keuangan daerah untuk satu tahun, yang mana merupakan hasil akhir dari proses perencanaan dan penganggaran daerah selama setahun penuh sebelum tahun anggaran. Dalam periode tahunan terdapat RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah), yang merupakan hasil dari penjaringan aspirasi masyarakat melalui musrenbang yang dimulai dari tingkat kelurahan hingga musrenbang tingkat kota. Selanjutnya rencana kerja dan pendanaan pada RKPD dijadikan pedoman 76

177 dalam proses pembuatan anggaran (penganggaran). Penganggaran diawali dengan penyusunan PPAS (Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara) setelah diketahui informasi berapa ketersediaan anggaran. PPAS berfungsi sebagai dokumen untuk pembicaraan pendahuluan APBD yang menjembatani antara perencanaan (RKPD) dengan kebijakan dan rancangan anggaran berdasar pada ketersediaan atau pagu anggaran Musrenbang Kelurahan Pelaksanaan Musrenbang kelurahan tahun 7 di Kota Tangerang Selatan dilaksanakan dari tanggal 6 Februari sampai dengan 8 Februari 7 dengan lingkup 5 (lima puluh empat) kelurahan, pada pelaksanaannya kegiatan Musrenbang kelurahan dihadiri oleh unsur dan perwakilan masyarakat, delegasi kecamatan, perwakilan OPD, dan anggota DPRD sesuai dapil (daerah pemilihan). Musrenbang Kelurahan adalah forum musyawarah antar para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan yang dilaksanakan untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan masyarakat pada tahun yang akan datang. Dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mengakomodir usulan hasil rembuk warga lebih optimal, maka dilakukan verifikasi dan validasi oleh Lurah agar usulan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Gambar 5. Dokumentasi Musrenbang Kelurahan Kota Tangerang Selatan Sumber : Bidang PDEP BAPPEDA Kota Tangerang Selatan 77

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2015

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2015 Lampiran I Peraturan Bupati Pekalongan Nomor : 15 Tahun 2014 Tanggal : 30 Mei 2014 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dokumen perencanaan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH 2014

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH 2014 DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN... 1 I.I. Latar Belakang... 1 I.2. Dasar Hukum Penyusunan... 3 I.3. Hubungan Antar Dokumen... 4 I.4. Sistematika Dokumen RKPD... 6 I.5. Maksud dan Tujuan... 7 BAB II. EVALUASI

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN Lampiran I Peraturan Bupati Pekalongan Nomor : 17 Tahun 2015 Tanggal : 29 Mei 2015 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemerintah

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM KOTA TANGERANG SELATAN

GAMBARAN UMUM KOTA TANGERANG SELATAN GAMBARAN UMUM KOTA TANGERANG SELATAN Letak Geografis dan Luas Wilayah Kota Tangerang Selatan terletak di timur propinsi Banten dengan titik kordinat 106 38-106 47 Bujur Timur dan 06 13 30 06 22 30 Lintang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT ATA 2014 I - 1

BAB I PENDAHULUAN LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT ATA 2014 I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD merupakan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 39 IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1. Kondisi Geografis dan Administratif Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten pada koordinat 106 o 38 106 o 47 Bujur Timur dan 06 o 13

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 I - 1

BAB I PENDAHULUAN LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 I - 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 69 mengamanatkan Kepala Daerah untuk menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR

BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR 20 BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR 3.1. SITUASI GEOGRAFIS Secara geografis, Kota Bogor berada pada posisi diantara 106 derajat 43 30 BT-106 derajat 51 00 BT dan 30 30 LS-6 derajat 41 00 LS, atau kurang

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR H. DJOHAN SJAMSU, SH PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA

KATA PENGANTAR H. DJOHAN SJAMSU, SH PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, hanya karena Ijin dan RahmatNya, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2015 ini dapat diselesaikan. RKPD Tahun 2015 ini disusun

Lebih terperinci

V KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

V KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN V KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5. 1. Letak Geografis Kota Depok Kota Depok secara geografis terletak diantara 106 0 43 00 BT - 106 0 55 30 BT dan 6 0 19 00-6 0 28 00. Kota Depok berbatasan langsung dengan

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU 4.1 Kondisi Geografis Secara geografis Provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut China Selatan, berada antara 1 0 15 LS dan 4 0 45 LU atau antara

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Kondisi Geografis dan Kondisi Alam 1. Letak dan Batas Wilayah Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau Jawa, letaknya diapit oleh dua provinsi besar

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Nanga Bulik, 27 Mei 2013 BUPATI LAMANDAU, Ir. MARUKAN

KATA PENGANTAR. Nanga Bulik, 27 Mei 2013 BUPATI LAMANDAU, Ir. MARUKAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perkenan- Nya penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lamandau Tahun 2014 akhirnya dapat diselesaikan.

Lebih terperinci

I-1 BAB I PENDAHULUAN. I. Latar Belakang

I-1 BAB I PENDAHULUAN. I. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun

DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR GRAFIK... xiii BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-5

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman BAB I. PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-3 1.3 Hubungan Antar Dokumen... I-4

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA TANGERANG SELATAN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA TANGERANG SELATAN Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii Daftar Tabel... v Daftar Gambar... ix Daftar Isi BAB I Pendahuluan... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-4 1.3. Hubungan Antar Dokumen...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Hal. Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Gambar... x Daftar Grafik... xi

DAFTAR ISI. Hal. Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Gambar... x Daftar Grafik... xi DAFTAR ISI Hal. Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Gambar... x Daftar Grafik... xi BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-4 1.3. Hubungan RPJMD dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Hukum

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Hukum BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Hukum Dasar hukum penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2016, adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang

Lebih terperinci

IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN SLEMAN. Berdasarkan kondisi geografisnya wilayah Kabupaten Sleman terbentang

IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN SLEMAN. Berdasarkan kondisi geografisnya wilayah Kabupaten Sleman terbentang IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN SLEMAN A. Letak Geografis Kabupaten Sleman Berdasarkan kondisi geografisnya wilayah Kabupaten Sleman terbentang mulai 110⁰ 13' 00" sampai dengan 110⁰ 33' 00" Bujur Timur, dan

Lebih terperinci

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I P E N D A H U L U A N BAB I P E N D A H U L U A N 1.1 Latar Belakang Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang SIstem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH... II Aspek Geografi Dan Demografi... II-2

DAFTAR ISI. BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH... II Aspek Geografi Dan Demografi... II-2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... xix BAB I. PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-4 1.3. Hubungan Antar Dokumen RPJMD

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. A. Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanggamus B. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja C. Realisasi anggaran...

DAFTAR ISI. A. Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanggamus B. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja C. Realisasi anggaran... DAFTAR ISI HALAMAN BAB 1 A. Latar Belakang... 1 B. Maksud dan Tujuan... 2 C. Sejarah Singkat Kabupaten Tanggamus... 3 D. Gambaran Umum Daerah... 4 E. Sistematika Penyajian... 20 BAB 2 A. Instrumen Pendukung

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT.

STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT. STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Statistik Daerah Kecamatan Air Dikit 214 Halaman ii STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 STATISTIK DAERAH KECAMATAN AIR DIKIT 214 Nomor ISSN : - Nomor Publikasi

Lebih terperinci

Bupati Murung Raya. Kata Pengantar

Bupati Murung Raya. Kata Pengantar Bupati Murung Raya Kata Pengantar Perkembangan daerah yang begitu cepat yang disebabkan oleh semakin meningkatnya kegiatan pambangunan daerah dan perkembangan wilayah serta dinamisasi masyarakat, senantiasa

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SINTANG Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur Dasar, Sumber Daya Manusia Dan Tata Kelola Pemerintahan

Lebih terperinci

Kondisi Geografis. Keadaan Iklim

Kondisi Geografis. Keadaan Iklim Kondisi Geografis Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten dan secara administratif terdiri dari 7 (tujuh) kecamatan, 49 (empat puluh sembilan) kelurahan dan 5 (lima) desa dengan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2014-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMEDANG, Menimbang

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GAMBAR... xii

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iii DAFTAR GAMBAR... xii BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... I-4 1.3. Hubungan Antar Dokumen... I-7 1.4.

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan Berdasarkaan uraian sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. Topografinya, Kabupaten Subang dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) zona/klasifikasi

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 - IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI 4.1 Kondisi Geografis Kota Dumai merupakan salah satu dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37-101 o 8'13

Lebih terperinci

Kata Pengantar Bupati Nagan Raya

Kata Pengantar Bupati Nagan Raya Kata Pengantar Bupati Nagan Raya Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, serta selawat dan salam kita sampaikan atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW atas limpahan rahmat dan karunia-nya

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI DAFTAR ISI...... i DAFTAR TABEL...... iii DAFTAR GAMBAR...... viii BAB I PENDAHULUAN... 2 1.1 Latar Belakang... 3 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... 5 1.3 Hubungann antara Dokumen RPJMD dengan Dokumen

Lebih terperinci

Tahun Penduduk menurut Kecamatan dan Agama Kabupaten Jeneponto

Tahun Penduduk menurut Kecamatan dan Agama Kabupaten Jeneponto DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Luas Wilayah menurut Kecamatan di Kabupaten Jeneponto... II-2 Tabel 2.2 Jenis Kebencanaan dan Sebarannya... II-7 Tabel 2.3 Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Jeneponto Tahun 2008-2012...

Lebih terperinci

BLORA SELAYANG PANDANG TAHUN 2015

BLORA SELAYANG PANDANG TAHUN 2015 BLORA SELAYANG PANDANG TAHUN 2015 1. Letak Geografis : antara 1110 16 s/d 1110 338 Bujur Timur dan 60 528 s/d 70 248 Lintang Selatan 1. Letak Geografis : antara 1110 16 s/d 1110 338 Bujur Timur dan 60

Lebih terperinci

Peningkatan Kesejahteraan Sosial Melalui Pemerataan Infrastruktur Dasar Dan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Peningkatan Kesejahteraan Sosial Melalui Pemerataan Infrastruktur Dasar Dan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN SINTANG Peningkatan Kesejahteraan Sosial Melalui Pemerataan Infrastruktur Dasar Dan Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah BADAN PERENCANAAN

Lebih terperinci

RPJMD KABUPATEN LINGGA DAFTAR ISI. Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar

RPJMD KABUPATEN LINGGA DAFTAR ISI. Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar i ii vii Bab I PENDAHULUAN I-1 1.1 Latar Belakang I-1 1.2 Dasar Hukum I-2 1.3 Hubungan Antar Dokumen 1-4 1.4 Sistematika Penulisan 1-6 1.5 Maksud dan Tujuan 1-7 Bab

Lebih terperinci

Daftar Tabel Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD ) Kab. Jeneponto Tahun 2016

Daftar Tabel Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD ) Kab. Jeneponto Tahun 2016 Daftar Tabel Tabel 2.1 Luas Wialayah menurut Kecamatan di Kabupaten Jeneponto... II-2 Tabel 2.2 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Kabupaten Jeneponto berdasarkan BPS... II-5 Tabel 2.3 Daerah Aliran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya dibentuk berdasarkan pada Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya nomor 8 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana

Lebih terperinci

DAFTAR ISI RPJMD KABUPATEN PONOROGO TAHUN

DAFTAR ISI RPJMD KABUPATEN PONOROGO TAHUN DAFTAR ISI DAFTAR ISI.......................................................... i DAFTAR TABEL....................................................... iii DAFTAR GAMBAR....................................................

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Kota Tangerang Selatan merupakan daerah otonom baru yang sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang Provinsi Banten berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH DAN ISU STRATEGIS... II-1

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH DAN ISU STRATEGIS... II-1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... BAB I PENDAHULUAN... I-1 1.1 LATAR BELAKANG... I-1 2.1 MAKSUD DAN TUJUAN... I-2 1.2.1 MAKSUD... I-2 1.2.2 TUJUAN... I-2 1.3 LANDASAN PENYUSUNAN...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM A. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM A. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378). Provinsi Jawa Barat dibentuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, selaras,

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA I-0 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i BAB I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-2 1.3 Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lain... I-4 1.4 Sistematika Penulisan... I-5

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i iv ix BAB I PENDAHULUAN... I - 1 I.1 Latar Belakang... I - 1 I.2 Dasar Hukum Penyusunan... I - 3 I.3 Hubungan Antar Dokumen... I - 7 I.4 Sistematika

Lebih terperinci

BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang

BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang BAB - I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan

Lebih terperinci

Halaman DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN

Halaman DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 1. DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN i ii iii vi BAB I PENDAHULUAN I-1 1.1. Latar Belakang I-1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan I-3 1.3. Maksud dan Tujuan

Lebih terperinci

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI 16 KONDISI UMUM WILAYAH STUDI Kondisi Geografis dan Administratif Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106 0 45 50 Bujur Timur dan 106 0 45 10 Bujur Timur, 6 0 49

Lebih terperinci

RKPD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2015

RKPD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2015 i BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan

Lebih terperinci

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17 DAFTAR TABEL Taks Halaman Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17 Tabel 2.2 Posisi dan Tinggi Wilayah Diatas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kecamatan di Kabupaten Mamasa... 26 Tabel

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2014 DAFTAR ISI

Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2014 DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------------------------------------------------ i DAFTAR ISI ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB IV Analisis isu-isu srategis Permasalahan Pembangunan Isu Strategis... 77

DAFTAR ISI. BAB IV Analisis isu-isu srategis Permasalahan Pembangunan Isu Strategis... 77 DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I Pendahuluan... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Dasar Hukum Penyusunan... 2 1.3. Hubungan Antar Dokumen... 6 1.4. Sistematika Penulisan... 9 1.5. Maksud

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Latar Belakang PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan yang dititikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berimplikasi pada pemusatan perhatian pembangunan pada sektor-sektor pembangunan yang dapat memberikan kontribusi pertumbuhan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BENGKULU UTARA NOMOR : 18 TAHUN 2015

PERATURAN BUPATI BENGKULU UTARA NOMOR : 18 TAHUN 2015 PERATURAN BUPATI BENGKULU UTARA NOMOR : 18 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2016 BUPATI BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU PERATURAN BUPATI BENGKULU UTARA

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Hal Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii Daftar Gambar... v Daftar Lampiran... vi

DAFTAR ISI Hal Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii Daftar Gambar... v Daftar Lampiran... vi DAFTAR ISI Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii Daftar Gambar... v Daftar Lampiran... vi BAB I Pendahuluan... I-1 1.1. Latar Belakang... I-1 1.2. Hubungan dokumen RKPD dengan dokumen perencanaan lainnya...

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMANDAU NOMOR 01 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN LAMANDAU TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMANDAU NOMOR 01 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN LAMANDAU TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMANDAU NOMOR 0 TAHUN 204 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 203-208 PEMERINTAH KABUPATEN LAMANDAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB I. Pendahuluan BAB II. Gambaran Umum Kondisi Daerah BAB III. Gambaran Pengeloaan Keuangan Daerah Serta Kerangka Pendanaan

DAFTAR ISI BAB I. Pendahuluan BAB II. Gambaran Umum Kondisi Daerah BAB III. Gambaran Pengeloaan Keuangan Daerah Serta Kerangka Pendanaan DAFTAR ISI BAB I. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang I-1 1.2. Dasar Hukum I-2 1.3. Hubungan Dokumen RPJMD dengan Dokumen Perencanaan I-5 Lainnya 1.4. Sistematika Penulisan I-8 1.5. Maksud dan Tujuan Penyusunan

Lebih terperinci

2.25. Jumlah Anak Balita Hidup dan Jumlah Kasus Kematian Balita di 32 KecamatanTahun II-42 Tabel Jumlah kasus kematian ibu hamil,

2.25. Jumlah Anak Balita Hidup dan Jumlah Kasus Kematian Balita di 32 KecamatanTahun II-42 Tabel Jumlah kasus kematian ibu hamil, LAMPRIAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2014-2019 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN. wilayah kilometerpersegi. Wilayah ini berbatasan langsung dengan

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN. wilayah kilometerpersegi. Wilayah ini berbatasan langsung dengan V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN 5.1. Lokasi dan Topografi Kabupaten Donggala memiliki 21 kecamatan dan 278 desa, dengan luas wilayah 10 471.71 kilometerpersegi. Wilayah ini

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU DT - TAHUN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU DT - TAHUN DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Luas Wilayah Kota Palu Menurut Kecamatan Tahun 2015.. II-2 Tabel 2.2 Banyaknya Kelurahan Menurut Kecamatan, Ibu Kota Kecamatan Dan Jarak Ibu Kota Kecamatan Dengan Ibu Kota Palu Tahun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keadaan Umum Lokasi Penelitian 1. Geografis Secara astronomis Kabupaten Bolaang Mongondow terletak antara Lintang Utara dan antara Bujur Timur. Berdasarkan posisi geografisnya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah adalah dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran,

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA TINGKAT PEMERINTAH

PENETAPAN KINERJA TINGKAT PEMERINTAH PENETAPAN KINERJA TINGKAT PEMERINTAH KABUPATEN TAHUN : 2012 : PENAJAM PASER UTARA SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET Dituntaskannya program wajib belajar dua belas tahun pada seluruh siswa Persentase

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Geografi Lampung Selatan adalah salah satu dari 14 kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Selatan terletak di ujung selatan Pulau Sumatera

Lebih terperinci

BAB I KONDISI MAKRO PEMBANGUNAN JAWA BARAT

BAB I KONDISI MAKRO PEMBANGUNAN JAWA BARAT BAB I KONDISI MAKRO PEMBANGUNAN JAWA BARAT 1.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) beserta Komponennya Angka Partisipasi Kasar (APK) SLTP meningkat di tahun 2013 sebesar 1.30 persen dibandingkan pada tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang DINAS PETERNAKAN PROV.KALTIM 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas 14 Kabupaten/Kota, namun sejak tgl 25 April 2013 telah dikukuhkan Daerah

Lebih terperinci

Pemerintah Kota Cirebon

Pemerintah Kota Cirebon BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kondisi Fisik Daerah Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara 7.33-8.12 Lintang Selatan dan antara 110.00-110.50 Bujur

Lebih terperinci

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018 BAB I PENDAHULUAN

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah daerah berkewajiban menyusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan nasional dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan

Lebih terperinci

Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 12

Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 12 BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Konsekuensi logis sebagai negara kesatuan

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO

STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO 2014 Nomor ISSN : Nomor Publikasi : 1706.1416 Katalog BPS : 4102004.1706040

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia.

I. PENDAHULUAN. kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peternakan sebagai salah satu sub dari sektor pertanian masih memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia. Kontribusi peningkatan

Lebih terperinci

tangselkota.bps.go.id

tangselkota.bps.go.id STATISTIK DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN 2014 ISSN : 2089-4600 Katalog BPS : 1101002.3674 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 23 Halaman + iv Naskah : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Wilayah Penelitian 1. Batas admistrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian tengah, di bagian selatan dibatasi lautan Indonesia, sedangkan di bagian

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK

GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK 34 IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK 4.1 Gambaran Umum Provinsi Lampung Lintang Selatan. Disebelah utara berbatasan dengann Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sebelah Selatan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2017 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Undang-Undang

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. bujur timur. Wilayahnya sangat strategis karena dilewati Jalur Pantai Utara yang

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. bujur timur. Wilayahnya sangat strategis karena dilewati Jalur Pantai Utara yang IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Kondisi Geografis Kabupaten Batang adalah salah satu kabupaten yang tercatat pada wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah. Letak wilayah berada diantara koordinat

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Nanga Bulik, 27 Mei 2013 BUPATI LAMANDAU, Ir. MARUKAN

KATA PENGANTAR. Nanga Bulik, 27 Mei 2013 BUPATI LAMANDAU, Ir. MARUKAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perkenan- Nya penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lamandau Tahun 204 akhirnya dapat diselesaikan.

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi 69 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi Lampung yang letak daerahnya hampir dekat dengan daerah sumatra selatan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kawasan perdesaan sebagai basis utama dan bagian terbesar dalam wilayah Kabupaten Lebak, sangat membutuhkan percepatan pembangunan secara bertahap, proporsional dan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN NGAWI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN NGAWI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR : 31 TAHUN 2011 TANGGAL : 24 MEI 2011 1.1. Latar Belakang RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN NGAWI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah 35 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Umum Provinsi Lampung Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah Provinsi Lampung adalah 3,46 juta km 2 (1,81 persen dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN I PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 29 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2011-2015 Diperbanyak oleh: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 31 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Gambaran Geografis Wilayah Secara astronomis, wilayah Provinsi Banten terletak pada 507 50-701 1 Lintang Selatan dan 10501 11-10607 12 Bujur Timur, dengan luas wilayah

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN SEKUPANG 2015 No Publikasi : 2171.15.27 Katalog BPS : 1102001.2171.060 Ukuran Buku : 24,5 cm x 17,5 cm Jumlah Halaman : 14 hal. Naskah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... Halaman PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2016-2021... 1 BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Disampaikan dalam acara: Workshop Perencanaan Pembangunan Daerah Metro Lampung, 30-31 Oktober 2017 Digunakan dalam perumusan: Rancangan awal RPJPD

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 Katalog BPS : 1101002.6271020 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013

Lebih terperinci

Statistik Daerah. Kecamatan Andam Dewi. Katalog BPS : Sopo Godang Raja U

Statistik Daerah. Kecamatan Andam Dewi. Katalog BPS : Sopo Godang Raja U Katalog BPS : 1101002.1204.072 Statistik Daerah Kecamatan Andam Dewi Sopo Godang Raja U Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Tengah Jalan N. Daulay No. Pandan, Telp. 371082 Email : bps1204@bps.go.id

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR. Provinsi Jawa Timur membentang antara BT BT dan

BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR. Provinsi Jawa Timur membentang antara BT BT dan BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR 4. 1 Kondisi Geografis Provinsi Jawa Timur membentang antara 111 0 BT - 114 4 BT dan 7 12 LS - 8 48 LS, dengan ibukota yang terletak di Kota Surabaya. Bagian utara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 260 menyebutkan bahwa Daerah sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan Daerah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan

Lebih terperinci

KONDISI UMUM. Sumber: Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Depok (2010) Gambar 12. Peta Adminstratif Kecamatan Beji, Kota Depok

KONDISI UMUM. Sumber: Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Depok (2010) Gambar 12. Peta Adminstratif Kecamatan Beji, Kota Depok IV. KONDISI UMUM 4.1 Lokasi Administratif Kecamatan Beji Secara geografis Kecamatan Beji terletak pada koordinat 6 21 13-6 24 00 Lintang Selatan dan 106 47 40-106 50 30 Bujur Timur. Kecamatan Beji memiliki

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH A. Kondisi Geografis Kabupaten Kubu Raya merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 84 meter diatas permukaan laut. Lokasi Kabupaten Kubu Raya terletak pada posisi

Lebih terperinci