P r o s i d i n g 149

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Langkah Langkah Dalam Pengolahan Data

PEMODELAN MINIMIZE TOTAL BIAYA PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PROSES MANUFAKTURING PRODUK FURNITURE

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

IV. METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI KAJIAN

PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA DOSEN DI JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK ROTI TAWAR DELLA

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI PADA PRODUK ONCOM DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KECACATAN PRODUK MENGGUNAKAN ALAT BANTU STATISTIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

Bab III Metoda Taguchi

METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Potensi Ekowisata Hutan Mangrove ini dilakukan di Desa

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Pengumpulan Data Pembuatan plot contoh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat

BUSYAIRI, AHMAD. Dosen Pendidikan Akuntansi, FKIP UGR Selong-Lombok Timur. ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Madiun, untuk mendapatkan gambaran kondisi tempat penelitian secara umum,

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar

KERANGKA ACUAN PROGRAM KESELAMATAN/KEAMANAN LABORATORIUM PUSKESMAS MUARA AMAN TIM MUTU (AKREDITASI)

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN MUTU KEMASAN HASIL PRODUKSI PADA UD. KAYA RASA DI SAMARINDA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di halaman Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung pada bulan Agustus 2011.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Evaluasi Pelaksanaan Quality Control Terhadap Produk Akhir

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

METODE PENELITIAN. 3.1 Kerangka Pemikiran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain

Prosiding Manajemen ISSN:

BAB V METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1 Bukti Kas Masuk

A. Pengertian Hipotesis

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya.

Pengendalian Proses Menggunakan Diagram Kendali Median Absolute Deviation (MAD)

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan deteksi dan tracking obyek dibutuhkan perangkat

Analisis Pengendalian Kualitas Pada Produk Lembaran Karton Di Cv.Mitra Sejati Warugunung, Mastrip Surabaya

METODE PENELITIAN. Ajaran dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 19 siswa lakilaki

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan

ANALISIS CURAH HUJAN WILAYAH

IV. METODE PENELITIAN. berdasarkan tujuan penelitian (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kota

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran dengan jumlah siswa 32 orang. terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Perumusan - Sasaran - Tujuan. Pengidentifikasian dan orientasi - Masalah.

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.8 N0. 2 Juli 2008 ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDY KASUS PD.

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

BAB IV METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

Pendugaan Selang: Metode Pivotal Langkah-langkahnya 1. Andaikan X1, X

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012, dengan jumlah

I. DERET TAKHINGGA, DERET PANGKAT

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Bagi Negara yang mempunyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi lautan,

III. METODELOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas X.B SMA Muhammadiyah 2 Bandar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA

PENGGUNAAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF DALAM PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI p-chart

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

Pendekatan Nilai Logaritma dan Inversnya Secara Manual

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan.

III. METODE PENELITIAN

MANAJEMEN RISIKO INVESTASI

Transkripsi:

P r o s i d i g 149 PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KOPI TRADISIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN Heptari Elita Dewi (1), Aisa Aprilia (2), Heru Satoso Hadi Subagyo (3) Fakultas Pertaia, Uiversitas Brawijaya correspodig email: heptari@ub.ac.id PENDAHULUAN Proses maajeme kebutuha kualitas dega megelola ligkuga da megkomuikasikaya secara terus-meerus kepada perusahaa aka bermafaat utuk meigkatka kualitas (Mohagheghi & Aparicio, 2017). Kualitas produk dapat diilai dari karakteristik yag melekat pada suatu produk da dibutuhka strategi utuk meigkatka kualitas produk tersebut. Meurut Tzamalis, Paagiotakos, & Drosios (2016) pegembaga strategi kebijaka keamaa paga dapat meigkatka sistem jamia kualitas da quality cotrol terhadap sektor produk yag dapat memberika mafaat terhadap pasar da kosume. Kegiata pegedalia kualitas iti yag diidetifikasi terutama utuk produk segar atau metah tersebut dapat dilakuka dega peetua kemataga produk pada saat pae, meetuka waktu pae, pegemasa, da kegiata peyimpaa, pegguaa stadar peilaia, baha kemasa, pemataua suhu selama peyimpaa da trasportasi, da pemeliharaa peralata (Macheka, Spelt, va der Vorst, & Luig, 2017). Kopi adalah salah satu komoditas perkebuaa yag berpera petig terhadap peigkata ekspor omigas Idoesia. Perusahaa kopi dega kualitas ekspor ditutut utuk memiliki stadar kualitas tiggi terhadap spesifikasi produkya agar dapat diterima oleh kosume da di pasar global. Dega pegedalia kualitas produk yag itesif, kualitas suatu produk dapat ditigkatka, sehigga aka meciptaka kepuasa kosume. Megacu pada uraia diatas maka dapat diketahui bahwa pegedalia mutu terhadap kualitas produk yag dihasilka oleh sebuah perusahaa sagat petig da membutuhka kajia yag lebih medalam megeai pegelolaa pegedalia kualitas produk kopi dalam upaya meigkatka kepuasa kosume, sehigga diharapka dapat meigkatka profit perusahaa. METODOLOGI Peetua lokasi peelitia dilakuka pada Perusahaa Kopi X da Y di Idoesia yag memproduksi da memasarka salah satu produk hasil olaha kopi yag berkualitas. Respode dari peelitia ii merupaka karyawa perusahaa kopi yag dapat mewakili perusahaa serta memiliki weweag megeai data-data yag dibutuhka dalam peelitia serta kosume kopi. Metode pegumpula data dalam peelitia ii dilakuka dega metode wawacara, observasi da dokumetasi. Metode aalisis data yag dilakuka adalah sebagai berikut: 1. Aalisis Deskriptif Aalisis deskriptif ii diguaka utuk mejelaska proses pegedalia kualitas produk kopi tradisioal yag dilaksaaka oleh perusahaa kopi. 2. Aalisis kuatitatif megguaka metode Statistical Quality Cotrol (SQC) Pegedalia kualitas dega megguaka Statistic Quality Cotrol (SQC) dalam peelitia ii megguaka peta kedali (Cotrol p Chart).

P r o s i d i g 150 Peta Kedali p mempuyai mafaat utuk membatu pegedali kualitas produksi serta dapat memberika iformasi megeai kapa da dimaa perusahaa harus melakuka perbaika kualitas. Peta kedali berfugsi utuk megotrol da megetahui apakah cacat pada produksi da masih dalam batas ormal atau tidak, amu peta kedali tidak dapat megetahui sebab akibat dari kerusaka tersebut. Pegguaa peta kedali p ii dikareaka pegedalia kualitas yag dilakuka bersifat atribut, serta data yag diperoleh yag dijadika sampel pegamata tidak tetap da produk yag megalami kerusaka tersebut tidak dapat diperbaiki lagi sehigga harus ditolak (reject). Adapu lagkah-lagkah utuk membuat peta kedali p tersebut adalah : (1) Meghitug presetase kerusaka p = p p : Jumlah produksi Kopi dalam sub grup (Kg/Produksi) : Jumlah total produksi Kopi yag diperiksa dalam sub grup (Kg/Produksi) sub grup : Bula produksi ke- (2) Meghitug garis pusat / Cetral Lie (CL) Garis pusat merupaka rata-rata kerusaka produk (p ) CL = p = p p : Jumlah total produksi Kopi sebelum disagrai (Kg) Jumlah total produksi Kopi setelah disagrai (Kg). (3) Meghitug batas kedali atas atau Upper Cotrol Limit (UCL) Utuk meghitug batas kedali atas atau UCL dilakuka dega rumus: UCL = p : Rata-rata produksi Kopi (Kg) : Jumlah produksi Kopi (Kg) p +3 p (1 p ) (4) Meghitug batas kedali bawah atau Lower Cotrol Limit (LCL) Utuk meghitug batas kedali bawah atau LCL dilakuka dega rumus: p : Rata-rata produksi Kopi (Kg) : Jumlah produksi Kopi (Kg) LCL = p 3 p (1 p )

P r o s i d i g 151 Catata: Jika LCl<0 maka LCL diaggap= 0 Apabila data yag diperoleh tidak seluruhya berada dalam batas kedali yag ditetapka, maka hal ii berarti data yag diambil belum seragam. Hal tersebut meyataka bahwa pegedalia kualitas yag dilakuka perusahaa masih perlu adaya perbaika. Hal tersebut dapat terlihat apabila ada titik yag berfluktuasi secara tidak beratura yag meujukka bahwa proses produksi masih megalami peyimpaga. Dega peta kedali tersebut dapat diidetifikasi jeis-jeis kerusaka dari produk yag dihasilka. Jeis-jeis kerusaka dapat terjadi pada berbagai macam produk yag dihasilka disusu dega megguaka diagram pareto. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Proses Pegedalia Kualitas Produk Kopi Tradisioal Pegedalia kualitas yag palig utama dilakuka pada produk kopi di perusahaa yaitu pada saat proses sagrai (roastig) karea aka mempegaruhi rasa, aroma, da wara kopi bubuk yag aka dihasilka, apabila teaga kerja kurag serius atau fokus dalam proses ii bisa meyebabka kegosoga pada biji kopi, karea sistem pegapia pada proses sagrai masih maual. Selai itu pada proses pegemasa (packagig), terdapat kemasa produk yag bocor atau pecah karea pada saat proses pegemasa megguaka mesi packig otomatis maupu pegemasa maual, produk di-press da ditusuk megguaka jarum utuk meghilagka udara yag terdapat di dalam kemasa. Tidak jarag ada produk yag bocor atau pecah pada saat melakuka pegecekka produk karea pada saat jarum meusuk kemasa tidak tepat dapat meyebabka lubag yag besar. Kesalaha tersebut biasaya serig terjadi pada pegemasa yag megguaka mesi packig otomatis. Daya simpa produk yaitu 18 bula. Pegedalia kualitas dimulai saat pemiliha baha baku yag diatar oleh supplier dega melakuka beberapa pegukura. Pegukura ii bertujua utuk mejaga kualtas baha baku kopi da memeuhi stadar perusahaa. Pegukura ii atara lai pegukura kadar air biji kopi maksimal 19% basis basah, cukup tua saat pae, wara kuig kecoklata, da tidak berlubag. Jika biji kopi b erwara hitam da memiliki lubag maksimal 5 lubag, maka digologka pada biji kopi mutu redah. 2. Peta Kedali p (Cotrol p Chart) a. Presetase kerusaka Persetase kerusaka produk diguaka utuk melihat persetase kerusaka produk pada tiap sub-group (bula produksi ke-). Selama empat periode (bula), hasil presetase kerusaka sebesar 0,18. Nilai tersebut meujukka presetase kerusaka yag terjadi perjumlah produksi yag dihasilka pada suatu subgrup. Berdasarka keempat subgrup yag tersedia, subgrup 2 (periode II) memiliki ilai presetase terbesar, karea jumlah kerusaka produk terbesar berada pada subgrup 2. b. Cetral Lie (CL) Perhituga Cetral Lie (CL) diperoleh dari pembagia jumlah total yag rusak dega jumlah total yag diperiksa. Dari perhituga tersebut diperoleh jumlah ilai rata-rata kerusaka pada produksi sebesar 0.34 kg. Peroleha ilai tersebut meujukka rata-rata kerusaka yag terjadi dalam proses produksi dilihat dari jumlah seluruh kerusaka per total produksi.

P r o s i d i g 152 c. Batas kedali atas atau Upper Cotrol Limit (UCL) Perhituga Upper Cotrol Limit (UCL) merupaka perhituga batas kedali atas utuk kerusaka yag terjadi dalam produksi kopi. Perhituga Upper Cotrol Limit (UCL) tersebut diperoleh ilai sebesar 0.406. Peroleha ilai tersebut meujukka batas atas presetase kerusaka yag terjadi per jumlah produksi yag dihasilka pada subgrup yag berada dalam batas kedali kerusaka. Subgrup yag dimaksud dalam perhituga tersebut merupaka jumlah produksi dalam setiap produksi. d. Batas kedali bawah atau Lower Cotrol Limit (LCL) Perhituga Lower Cotrol Limit (LCL) merupaka perhituga batas kedali bawah utuk kerusaka yag terjadi dalam produksi Java Coffee. Perhituga Lower Cotrol Limit (LCL) tersebut diperoleh ilai sebesar 0.274. Peroleha ilai tersebut meujukka batas bawah presetase kerusaka yag terjadi perjumlah produksi yag dihasilka pada subgrup yag berada dalam batas kedali kerusaka. Subgrup yag dimaksud dalam perhituga tersebut merupaka jumlah produksi dalam setiap produksi. Tabel 1. Hasil Perhituga Batas Kedali kerusaka Produk Kopi Selama 4 Bula No Sub-grup Jumlah Jumlah produksi kerusaka Proporsi setelah produk kerusaka disagrai (kg) (kg) CL UCL LCL 1. Periode I 101,3 29,09 0,1818 0,34 0,406 0,274 2. Periode II 92 47,04 0,2767 0,34 0,406 0,274 3. Periode III 96 36,02 0,2237 0,34 0,406 0,274 4. Periode IV 157 43,08 0,1765 0,34 0,406 0,274 TOTAL 446,3 155,23 Sumber: Data diolah, 2017 Nilai Garis tegah kerusaka/ Ceter Lie (CL) sebesar 0.34, batas ilai kedali atas/ Upper Cotrol Limit (UCL) sebesar 0.406 da batas ilai kedali bawah/ Lower Cotrol Limit (LCL) sebesar 0.274. Selajutya dibuat peta kedali utuk megetahui peyimpaga yag terjadi dalam kerusaka produksi kopi selama empat periode. Berdasarka 4 titik tersebut, titik 4 memiliki presetase kerusaka yag palig redah yaitu 0,26. Titik tersebut meujukka kerusaka yag terjadi pada periode IV yaitu sebayak 43,08 kg dari total produksi 155,23 kg. Presetase yag redah diharapka dapat mejadi acua bagi perusahaa agar pada proses produksi berikutya presetase kerusaka dega ilai tiggi yag telah dijabarka sebelumya dapat dimiimalisir seperti pada proses produksi periode IV. Melalui peta kedali tersebut telah diketahui adaya peyimpaga kerusaka pada proses produksi, sehigga masih perlu dilakuka aalisis lebih lajut megeai peyebab terjadiya kerusaka da didapatka faktor-faktor yag mempegaruhi kualitas produk kopi. Dega demikia, pelaksaaa pegedalia kualitas produksi kopi secara rata-rata masih berada dalam batas kedali. Hal tersebut terlihat dari hasil aalisis statistik yaitu peta kedali p. Berdasarka hasil aalisis dega peta kedali p meujukka kerusaka haya terdapat

P r o s i d i g 153 pada satu titik yag berada diatas batas kedali atas/upper Cotrol Limit (UCL) da terdapat 3 titik yag berada dalam batas kedali atas/upper Cotrol Limit (UCL) da batas kedali bawah/ Lower Cotrol Limit (LCL). Gambar 1. Peta Kedali p utuk Kerusaka Produk Kopi KESIMPULAN Pelaksaaa pegedalia kualitas produksi kopi secara rata-rata masih berada dalam batas kedali. Hal tersebut terlihat dari hasil aalisis statistik yaitu peta kedali p. Berdasarka hasil aalisis dega peta kedali p meujukka kerusaka haya terdapat pada satu titik yag berada diatas batas kedali atas/upper Cotrol Limit (UCL) da terdapat 3 titik yag berada dalam batas kedali atas/upper Cotrol Limit (UCL) da batas kedali bawah/ Lower Cotrol Limit (LCL). Berdasarka hasil peelitia, masih perlu dilakuka aalisis lebih lajut megeai peyebab terjadiya kerusaka da didapatka faktor-faktor yag mempegaruhi kualitas produk kopi dalam ragka meigkatka kepuasa kosume. DAFTAR PUSTAKA Macheka, L., Spelt, E., va der Vorst, J. G. A. J., & Luig, P. A. (2017). Exploratio of logistics ad quality cotrol activities i view of cotext characteristics ad postharvest losses i fresh produce chais: A case study for tomatoes. Food Cotrol, 77, 221 234. https://doi.org/10.1016/j.foodcot.2017.02.037 Mohagheghi, P., & Aparicio, M. E. (2017). A idustry experiece report o maagig product quality requiremets i a large orgaizatio. Iformatio ad Software Techology, 0. https://doi.org/http://doi.org/10.1016/j.ifsof.2017.04.002 Tzamalis, P. G., Paagiotakos, D. B., & Drosios, E. H. (2016). A best practice score for the assessmet of food quality ad safety maagemet systems i fresh-cut produce sector. Food Cotrol, 63, 179 186. https://doi.org/10.1016/j.foodcot.2015.11.011