JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA

dokumen-dokumen yang mirip
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA

EFEKTIVITAS ALAT BANTU VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI ANAK GANGGUAN SPEKTRUM

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PERMAINAN KARTU BERGAMBAR

: TANTI HINDARYATI NIM K

SKRIPSI. Oleh: AYU PRATIWI HANDAYANI K

: EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MULTIMEDIA TERHADAP PEMBELAJARAN KEMAMPUAN MENGURUS DIRI MATA PELAJARAN BINADIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA : Ita Sulistyowati

K SKRIPSI. Oleh: DIENES INTEGRAL WATI

EFEKTIFITAS MULTI METODE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CARA MAKAN BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS III DI SDLBN 35 PAINAN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING MELALUI ANALISIS TUGAS PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG

SKRIPSI. Oleh: APRIANA SRI HARTANTI K

JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGARUH METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS V DI SLB - C YPSLB GEMOLONG TAHUN AJARAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

SKRIPSI. Oleh : AULIA DIAN PERTIWI K

APRIANA SRI HARTANTI K

JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MENGENAL BENTUK BANGUN DATAR ANAK AUTIS SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN

Oleh: Herlin Indria Hastuti, Jurusan Pendidikan Luar Biasa,

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

: PANCA DEWI ASTUTI K

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Pengaruh Pembelajaran KontekstualTerhadap Kemampuan Berhitung Pengurangan Pada Siswa Tunagrahita Kelas 4

Triyanto Pristiwaluyo, Tri Wahyuni. Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negerti Makassar

BAB III METODE PENELITIAN. termasuk dalam penelitian subjek tunggal. Variabel merupakan atribut atau

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE GLENN DOMAN UNTUK

THE EFFECT OF ROLE PLAYING METHOD TOWARD THE ABILITY OF FICTION READING COMPREHENSION OF HEARING IMPAIRMENT STUDENT

PENGARUH PENGGUNAAN METODE FLOOR TIME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK AUTIS KELAS IV SD ALFIRDAUS SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

THE EFFECT OF EGGSHELL MOSAIC TRAINING TOWARD FINE MOTOR SKILLS OF CHILDREN WITH INTELLECTUAL AND DEVELOPMENTAL DISABILITY (IDD)

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN BERPAKU UNTUK

JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

SEPTIKA PUJI ASTUTI K

SKRIPSI. Oleh : PRELANO ARISENDO K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

JASSI_anakku Volume 18 Nomor 1, Juni 2017

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN. : K Jurusan / Program Studi : Ilmu Pendidikan / Pendidikan Luar Biasa

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGARUH MEDIA PERMAINAN PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL PADA ANAK TUNA GRAHITA KATEGORI SEDANG KELAS III SLB N SLEMAN ARTIKEL JURNAL

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Emilia Martadini *1 Saichudin *2

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BACKWARD CHAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BINA DIRI SISWA TUNAGRAHITA RINGAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG CAMPURAN SISWA TUNARUNGU KELAS IV MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENIK YENNY ASTUTI NIM K

EFEKTIFITAS TEKNIK RILAKSASI DALAM MENGURANGI WAKTU PERILAKU HIPERAKTIF ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SDLB N 20 PONDOK II PARIAMAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA

PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGOPERASIKAN APLIKASI CORELDRAW

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN BOWLING DALAM MATERI OPERASI PENGURANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA KATEGORI SEDANG JURNAL

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Khusnul Khotimah* 1 Wiwik Dwi Hastuti* 2

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

: ARIFKA PUTRI NURHADIYANTI K

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

2016 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMAKAI SEPATU BERTALI PAD A ANAK TUNAGRAHITA SED ANG MELALUI METOD E D RILL D I SLB C SUMBERSARI BAND UNG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Gayatri Hardianti, M. Shodiq AM, Abdul Huda

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

EFEKTIFITAS MERONCE BALOK HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN. terikat yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Variabel (dalam Sunanto, J.,

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

ARTIKEL JURNAL. Oleh Erna Wati NIM

THE EFFECT OF BOWLING GAME TOWARD NUMERACY SKILLS FOR INTELLECTUAL DISABILITY STUDENT

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN

MENINGKATKAN KETAHANAN DUDUK BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS I MELALUI PLANNED HUMOR MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN (SSR di SLB Negeri 1 Padang)

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LEMBAR BALIK TERHADAP KEMAMPUAN BINA DIRI PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGARUH PERMAINAN CONGKLAK TERHADAP KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA KELAS III SDLB

PENGARUH METODE KUBACA DENGAN GAMBAR TERHADAP PENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNARUNGU KELAS I SDLB

PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP KEMAMPUAN PRE WRITTING SKILL PADA ANAK AUTIS

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PELAFALAN KATA BENDA BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA RECORDER BAGI ANAK LOW VISION

Transkripsi:

JURNAL PENDIDIKAN LUAR BIASA EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FORWARD CHAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI MATERI MAKAN PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS III DI SLB NEGERI SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Nama : Septi Pambudi Arti NIM : K5112064 Email : septipambudiarti@yahoo.co.id No. HP : 089665565690 Pembimbing : 1. Drs. Subagya, M.Si. 2. Priyono, S.Pd, M.Si. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA commit Mei 2016 to user

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FORWARD CHAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI MATERI MAKAN PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS III DI SLB NEGERI SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Septi Pambudi Arti, Subagya, Priyono ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Forward Chaining dalam meningkatkan kemampuan merawat diri materi makan pada anak tunagrahita sedang kelas III di SLB Negeri Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pendekatan eksperimen yang digunakan adalah pendekatan Single Subject Research (SSR). Desain yang digunakan adalah rancangan A B A. Subjek penelitian merupakan dua siswa tunagrahita sedang kelas III SDLB di SLB Negeri Surakarta. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi dan tes perilaku. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif yang di dapat melalui analisi dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Peningkatan kemandirian tata cara makan kedua subjek terlihat dari meningkatnya mean level kedua subjek pada setiap fasenya. Subjek DAH mempunyai mean level 43 pada baseline-1, kemudian mean level subjek DAH meningkat menjadi 72 pada fase intervensi yaitu pada saat diberikan perlakuan menggunakan forward chaining lalu meningkat dan stabil pada fase baseline-2 yaitu dengan mean level 82. Kemudian pada subjek AKAH mempunyai mean level 42 pada baseline-1, lalu mengalami peningkatan mean level menjadi 67 pada fase intervensi dan meningkat stabil 81 pada fase baseline-2. Kesimpulan penelitian bahwa penggunaan Forward Chaining efektif untuk meningkatkan kemampuan merawat diri materi makan pada anak tunagrahita sedang kelas III di SLB Negeri Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Kata Kunci: Forward Chaining, Merawat Diri, Tata Cara Makan, Tunagrahita Sedang.

THE EFFECTIVENESS OF FORWARD CHAINING IN INCREASING SELF TREATMENT SKILLS OF (MEAL MATERIAL) ON MODERATE RETARDED CHILD OF THIRD GRADE IN SLB NEGERI SURAKARTA ACADEMIC YEAR OF 2015/2016. Septi Pambudi Arti, Subagya, Priyono ABSTRACT The objective of this study is to find out the influence of forward chaining in increasing self treatment skill on meal etiquette material on moderate retarded child of third grade in SLB Negeri Surakarta academic year of 2015/2016. The approach of the study is quantitative with experimental study. Experimental study which is being used is Single Subject Research (SSR) approach. The research design is A-B-A plan. There are two students of moderate retarded child of third grade SDLB in SLB Negeri Surakarta who are being the subject of this research. The collection of data carried out by observation techniques and behavioral tests. The data collection was done through descriptive statistic and was presented in the form of visual graphic. The components which are being analyzed are analysis of the conditions and analysis of inter-conditions. The results of this study are as follows. Increased independence of ordinances eat two subjects seen from the increased mean levels of both subjects in every phase. Subject DAH has a mean baseline phase-1 level of 43, then the mean level of the subject DAH increased to 72 in the intervention phase, namely when given treatment using a forward chaining then increased and stabilized at baseline phase-2 is the mean level 82. Then on the subject have AKAH mean baseline phase-1 level of 42, then increased the mean level to 67 in the intervention phase and a steady increase in the 81 baseline phase-2. The conclution this research was have a positive effect of using forward chaining to increase self treatment skills of (meal material) on moderate retarded child of third grade in SLB Negeri Surakarta academic year 2015/2016. Keywords: Forward Chaining, Self Treatment, meal etiquette, moderate retarded child.

PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu memperoleh pendidikan memberikan peluang bagi anak berkebutuhan proses pengalaman yang khusus bersekolah seperti anak memberikan pengertian, pandangan normal tidak terkecuali untuk anak (insight) dan penyesuaian bagi tunagrahita sedang. Anak tunagrahita seseorang yang menyebabkan ia berkembang Crow and Crow dalam (Rachmat Djatun, dkk 2009: 26). Pendidikan adalah hak setiap orang tanpa terkecuali karena setiap orang berhak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Negara turut mengatur sedang adalah anak yang sangat sulit bahkan tidak dapat belajar secara akademik seperti belajar menulis, membaca, dan berhitung, walaupun mereka masih dapat menulis secara sosial misalnya menulis namanya sendiri dan alamat rumahnya. Anak pentingnya pendidikan dalam tunagrahita sedang masih dapat Undang-Undang Pasal 31 ayat 1 yang menyatakan Setiap warga dididik untuk mengurus dan merawat dirinya sendiri seperti mandi, makan Negara berhak mendapat dan minum, berpakaian, pendidikan. Pendidikan untuk anak mengerjakan pekerjaan rumah tangga berkebutuhan khusus juga telah sederhana seperti menyapu, diatur oleh Negara dalam Undangmembersihkan perabot rumah Undang No. 20 tahun 2003 tentang tangga. Kehidupan sehari-hari anak Sistem Pendidikan Nasional tunagrahita sedang tidak pernah lepas (Sisdiknas) pasal 5 ayat 2 yang menjelaskan bahwa Warga Negara dari pengawasan orang lain secara terus menerus. yang memiliki kelainan fisik, Menurut Somantri (1996: 86) emosional, mental, intelektual, dan berpendapat, Anak tunagrahita atau sosial berhak memperoleh sedang dapat dididik mengurus diri pendidikan khusus. seperti mandi, berpakaian, makan, minum, mengerjakan pekerjaan Berdasarkan UUD tentang rumah tangga sederhana seperti sistem pendidikan yang mengatur menyapu, membersihkan perabot hak anak berkebutuhan khusus rumah tangga, dan sebagainya

Berdasarkan hal di atas, makan. Merawat diri materi makan pembelajaran bina diri sangatlah perlu diajarkan sedini mungkin bagi penting untuk anak tunagrahita anak tunagrahita sedang karena sedang, sebab dengan adanya makan adalah kegiataan yang pembelajaran bina diri diharapkan dilakukan sehari-hari oleh anak dan anak dapat memiliki kecakapan merupakan kegiatan inti, maka anak khususnya untuk kemandirian diri perlu diajarkan tata cara makan agar sendiri. Menurut Adnyani, Suarni, anak tunagrahita sedang dapat dan Jampel (2015: 10) berpendapat meminimalisir ketergantungannya bahwa Bina diri dalam hal merawat terhadap orang lain serta dapat diri sendiri lebih bermakna dalam mencapai kemandirian dalam arti anak tunagrahita memiliki bekal kehidupan anak tunagrahita sedang. keterampilan hidup/life skillserta Melatih anak tunagrahita sedang dapat diterima sebagai bagian dari dalam tata cara makan harus kehidupan keluarga dan masyarakat apabila kembali ketengah keluarga menggunakan langkah-langkah yang kongkrit, membagi pembelajaran tata dan masyarakat. Keterampilan cara makan menjadi langkah-langkah hidup/life skillyang dimaksudkan kecil yang terstruktur dan terkonsep adalah anak tunagrahita memiliki kemampuan merawat diri sendiri tanpa harus tergantung dengan orang lain serta mampu beradaptasi dengan agar memudahkan anak tunagrahita sedang mengingat dan mempelajari dalam setiap tahapannya. Urutan atau langkah-langkah pembelajaran yang lingkungannya. terstrukur dan terkonsep dalam Berdasarkan pengalaman program bina diri dapat diajarkan peneliti pada saat melakukan PPL pada anak tuangrahita sedang untuk (Praktik Pengalaman Lapangan) melatih tata cara makan selama 3 bulan di SLB Negeri menggunakan teknik forward Surakarta, anak tunagrahita sedang masih sangat kurang kemandiriannya chaining. Forward chaining adalah terlihat pada saat istirahat orangtua sebuah metode yang mengajarkan anak masih menyuapi anaknya ketika perilaku, dikatakan chaining sebab

mensyaratkan sebuah perilaku yang diri materi makan pada anak berkesinambungan seperti rantai tunagrahita sedang kelas III di SLB (Martin and Pear, 2011). Alasan Negeri Surakarta tahun 2015/2016. peneliti menggunakan forward chaining ialah karena langkah demi langkah dalam forward chaining ini METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di sangat berurutan dan terkonsep SLB Negeri Surakarta yang sehingga sangat membantu anak beralamatkan di Jl. Cocak X Rt/Rw tunagrahita sedang dalam 02/08 Sidorejo, Mangkubumen, mempelajari tahapan demi tahapan Banjarsari, Surakarta. Metode dalam setiap keterampilan yang penelitian yang digunakan adalah diajarkan. Hal ini sangat cocok untuk diterapkan bagi anak tunagrahita sedang yang mempunyai masalah pendekatan kuantitatif eksperimen. Desain penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah Single Subject dalam perencanaan, tidak dapat Research (SSR) yaitu penelitian mengatur tugasnya sendiri dan tidak subjek tunggal. mampu memecahkan masalahmasalah Penelitian ini menggunakan yang ada. perilaku subjek tunggal. Bertujuan Berdasarkan latar belakang untuk mengetahui efektivitas yang telah diuraikan tersebut dapat dirumuskan masalah yaitu apakah penggunaan Forward Chaining dapat forward chaining yang diberikan kepada subyek secara berulang-ulang dalam waktu tertentu dan dalam meningkatkan kemampuan merawat rangka untuk meningkatkan diri materi makan pada anak keterampilan makan pada anak tunagrahita sedang kelas III di SLB tunagrahita sedang kelas III di SLB Negeri Surakarta tahun ajaran Negeri Surakarta. Penelitian ini 2015/2016? Sedangkan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui terkait dengan modifikasi perilaku berupa pembentukan, peningkatan efektivitas penggunaan teknik dan pemeliharaan perilaku positif Forward Chaining terhadap serta pengurangan dan pencegahan peningkatan kemampuan merawat perilaku negatif pada subyek itu

sendiri. Hal ini seperti yang ilmu pengetahuan mencari hubungan dikemukakan oleh Sunanto, pada desain subyek tunggal pengukuran sistematis antar gejala, antar variabel itu sendiri. Variabel bebas dalam variabel terikat atau target behavior penelitian ini adalah forward dilakukan berulang-ulang dengan chaining dan variabel terikat dalam periode waktu tertentu misalnya penelitian ini adalah kemampuan perminggu, perhari, atau perjam merawat diri materi makan. (2005: 54). Penelitian subjek tunggal tidak Desain penelitian yang memakai populasi, jumlah sampel digunakan dalam penelitian ini dalam penelitian ini adalah 2 anak adalah desain reversal A B A. Desain A B A merupakan desain tunagrahita sedang kelas III di SLB Negeri Surakarta. yang menunjukkan adanya hubungan Data dikumpulkan dengan sebab akibat antara variabel terikat menggunakan tes perilaku atau tes dan variabel bebas. Desain ini performance untuk mencari data langkah pertama yang dilakukan utama dan observasi, serta adalah menentukan baseline-1 (A1) target behavior diukur tanpa adanya suatu treatment, kemudian diberikan intervensi (B1) treatment diberikan pada target behavior sampai data dokumentasi untuk mencari data pendukung. Tes perilaku bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kemandirian subjek dalam tata cara makan sebelum intervensi, mencapai level yang jelas, kemudian saat intervensi dan sesudah diperoleh baseline-2 (A2) yang intervensi. Observasi dilakukan bertujuan untuk mempelajari untuk mencari data mengenai besarnya pengaruh dari intervensi perilaku anak serta proses yang telah diberikan. Black dan Champion dalam (Ratna, 2010: 126) mengemukakan pembelajaran di dalam kelas yang diterapkan oleh guru sehingga dapat menjadi data pendukung tes kinerja. bahwa variabel adalah jantung Teknik analisis data yang penelitian, sekaligus onjek utama. Di digunakan adalah analisis visual samping itu, pada dasarnya semua grafik. Analisis visual grafik meliputi

analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. sesi pada kedua subjek dalam bentuk grafik sebagai berikut: HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil observasi subjek DAH dan AKAH masih rendah kemampuan merawat diri materi makan. Subjek DAH masih dibantu orangtuanya dalam melakukan kegiatan tata cara makan, Gambar 1. Grafik Tes Kinerja Subjek subjek DAH juga tidak melakukan DAH pada Fase kegiatan tata cara makan secara baik Baseline-1, Intervensi, dan benar seperti tidak memcuci Baseline-2. tangan sebelum dan sesudah makan, tidak berdoa sebelum makan, tidak makan dengan kondisi duduk tenang dan sopan karena subjek DAH sulit untuk diam. Subjek DAH juga masih makan dengan berceceran. Subjek AKAH masih sangat dibantu dalam kegiatan makannya, masih sering terlihat subjek disuapi ketika makan Gambar 2. Grafik Tes Kinerja Subjek dan tidak mau makan sendiri, hal ini AKAH pada Fase yang menyebabkan kemandirian tata Baseline-1, Intervensi, cara makan subjek AKAH rendah. Baseline-2. Hasil tes kinnerja mencuci tangan yang dilakukan pada fase Hasil mean level yang baseline-1 sebanyak 5 kali sesi, pada diperoleh kedua subjek disajikan fase intervensi sebanyak 10 kali sesi dalam grafik sebagai berikut : dan fase baseline-2 sebanyak 5 kali

tunagrahita sedang mempunyai hambatan seperti perkembangan motorik halus terbatas, perkembangan kognitif terbatas, dan kurangnya kesadaran sosial. Menurut Ardiyanto (2014: 21) mengatakan bahwa karakteristik anak tunagrahita Gambar 3. Grafik Mean Level Skor Kemampuan Tata Cara Makan Subjek DAH dan AKAH. sedang yang menyebabkan anak tunagrahita sedang masih kesulitan dalam melakukan tata cara makan yang baik dan benar. Cara mengatasi PEMBAHASAN hambatan tersebut ialah dengan diberikannya intervensi atau Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan menggunakan bahwa penerapan forward chaining forward chaining. untuk subjek penelitian tunagrahita sedang kelas III SD di SLB Negeri Peningkatan kemandirian tata Surakarta berpengaruh positif cara makan pada intervensi terhadap kemampuan tata cara disebabkan karena prosedur atau makan subjek. Pengaruh tersebut langkah-langkah pengajaran pada dapat diketahui dari meningkatnya forward chaining yang kemandirian subjek melalui skor pada baseline-1 (A1), skor intervensi (B), dan skor baseline-2 (A2). Pada mengharuskan adanya peningkatan pada setiap langkah pembelajaran. Prosedur forward chaining dimulai fase baseline-1 subjek DAH dan dengan langkah pertama AKAH memiliki skor kemandirian pembelajaran, peneliti harus rendah, namun pada fase intervensi memastikan subjek bahwa pada skor kedua subjek meningkat dari sedang hingga tinggi. langkah pertama kedua subjek harus sudah memahami atau menguasai langkah terlebih dahulu karena Hambatan yang terdapat pada penguasaan pada langkah pertama fase baseline-1 yaitu karena anak menjadi syarat untuk dapat

melanjutkan pada langkah kedua dan seterusnya. Langkah demi langkah pembelajaran yang variatif seperti pemberian pembelajaran yg variatif dalam forward chaining yang disela-sela pembelajaran, kemudian diajarkan sangat terstruktur, pemberian penguat juga sangat berurutan dan terkonsep sehingga mempengaruhi lancarnya membantu subjek tunagrahita sedang tidak perlu bersusah payah untuk pembelajaran pada setiap langkah forward chaining. mengatur perencanaan dalam Kemudian pemilihan waktu tugasnya. yang tepat untuk mengajarkan Hasil dari penelitian ini keterampilan tata cara makan didukung oleh penelitian Meenakshi menggunakan forward chaining juga Batra dan Vijay Batra (2006) yang sangat berperan penting dalam menyimpulkan bahwa penerapan penguasan setiap langkah program forward chaining untuk melatih bina diri anak retardasi pembelajaran subjek. Berdasarkan hasil analisis data, uji hipotesis dan mental atau anak tunagrahita yaitu hasil penelitian dapat dikatakan bina diri seperti dalam memakai sepatu, mengikat tali sepatu dan memakai kaos kaki efektif untuk bahwa penerapan program forward chaining efektif memberikan hasil yang positif dan peningkatan yang melatih bina diri anak retardasi signifikan dalam meningkatkan mental atau anak tunagrahita. kemampuan merawat diri materi tata Kemudian peningkatan tata cara makan pada fase intervensi ke fase cara makan pada subjek DAH dan AKAH. baseline-2 mengalami peningkatan yang stabil dan skor kedua subjek SIMPULAN DAN SARAN stabil pada kategori kemandirian Berdasarkan pembahasan tinggi. Hambatan yang terdapat pada hasil penelitian dapat diperoleh fase intervensi dan baseline-2 adalah simpulan bahwa penggunaan subjek yang cenderung bosan dengan Forward Chaining dapat langkah-langkah yang diajarkan, hal ini dapat diatasi dengan adanya meningkatkan kemampuan merawat

diri materi makan pada anak tunagrahita sedang kelas III di SLB Negeri Surakarta tahun ajaran 2015/2016. DAFTAR PUSTAKA Djatun, Rahmat., Sutijan., & Sukirno. (2009). Pengantar Ilmu Pendidikan. Surakarta: Yuma Pustaka. Somantri, S. (1996). Psikologi Anak Luar Biasa. : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ardiyanto, Singgih. (2014). Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Melalui Analisis Tugas pada Anak Tunagrahita Sedang Kelas I di SLB Limas Padang. 3, (2), 17-37. Batra, M., & Batra, V. ( 2006). Comparison Between Forward Chaining and Backward Chaining Techniques in Children with Mental Retardation. XXXVII, (3), 1-7. Adnyani, D.N., Suarni, N.K., & Jampel, I.N. (2015). Pengaruh Metode Drill Terhadap Motivasi Belajar dan Kemampuan Merawat Diri Sendiri Bagi Anak Tunagrahita pada Pelajaran Bina Diri Siswa Kelas I SLB C1 Negeri Denpasar Tahun Pelajaran 2014/2015. 5, (1), 1-12. Martin, G., & Pear, J. (2011). Behavioral Modification What It Is and How To Do It. USA: Pearson. Sunanto, J., Takeuchi, K., & Nakata, H. (2005). Pengantar Penelitian dengan Subyek Tunggal. CRECED: University of Tsukuba. Ratna, N.K. (2010). Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.