Transkrip Wawancara. Lampiran 2

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PENYAJIAN DATA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB V ANALISA DATA Komunikasi Pemasaran Pasar Industri Kecil dan Kerajinan Jawa Tengah

KETERPADUAN KOMUNIKASI PEMASARAN

PASAR FESTIVAL INDUSTRI KERAJINAN DAN KULINER JAWA TENGAH

Melestarikan Budaya Dengan Membuka Usaha Galeri Batik

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan


Wawancara dengan Informan Kunci. 2. Bagaimana sejarah berdirinya perusahaan ini? percontohan pertanian terpadu

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG PENDIRIAN DAN PENATAAN PASAR KULINER SUROBOYO DI AMBARAWA

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS KERAJINAN KAIN PERCA

Bisnis Modal Kecil Kreasi Kain Perca

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK. Perancangan Program Promosi Wisata Air Kota Palembang melalui Pulau Kemaro dan Perahu Bidar

DAFTAR WAWANCARA. Daftar pertanyaan wawancara untuk pemilik usaha Family Doorsmeer. 1. Apa promosi yang dilakukan Family Doorsmeer?

Lampiran 1 Hasil wawancara dengan pihak PT. Tanamas Megah Jayasakti yang diwakili oleh Bapak Indra Purnomo dan Bapak Adrian Luis

LAMPIRAN WAWANCARA 1. Profil Informan

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Tugas casual leasing di The Park Mall Solo Baru

POTENSI WISATA BELANJA DAN KELUARGA. Potret Sisikmelik Kabupaten Pekalongan

2. AGUNG ( Wakil sekaligus Tim Promosi ) 1. Apa Tujuan Kampung Wisata Inggris Melakukan Promosi?

HASIL WAWANCARA. 1. Nama Informan: Ibu Titik (Pemilik Liliana Handicraft) Wawancara pada tanggal Jumat, 23 Oktober 2015, Pukul WIB.

BADAN PENGHUBUNG PROVINSI JAWA TENGAH

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MARTABAK MANIS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III GAMBARAN UMUM INDUSTRI RUMAHAN PRODUK PAK FAIZIN

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

PEMBAHASAN. Gambaran Objek Penelitian

BAB III PENYAJIAN DATA. A. Deskripsi Subjek, Objek Da n Lokasi Penelitian. merintis usaha brem tersebut bersama istrinya. usaha brem Pak Marjuli.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Kondisi geografis Indonesia menyebabkan adanya keanekaragaman,

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

KIAT HEMAT REKREASI RAMAI-RAMAI

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN BAHJAH TOUR AND TRAVEL

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS INTERNET

BAB I PENDAHULUAN. terlihat ramai karena banyaknya pembeli yang berkunjung ke pasar untuk

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH ANGGARAN KAS TAHUN ANGGARAN 2017

D E N G A N R A H M A T T U H A N Y A N G M A H A E S A

BAB I PENDAHULUAN. kepuasaan pelanggan untuk memaksimalkan laba dan menjaga. keberlangsungan perusahaanya. Hal ini juga untuk memberikan kepuasan

PT. GEMINI MITRA GEMILANG Advertising & Promotion Marketing Communications Event Organizer Design & Publishing Multimedia

Realisasi Gran Desain Edukasi Asuransi Indonesia

DAFTAR WAWANCARA. Daftar Wawancara untuk Pemilik Usaha. 1) Kapan ibu memulai usaha kue ini?

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian yang dilakukan tentang Strategi Promosi Dinas Pariwisata Dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran umum dan sejarah TV LED merek Sharp di Indonesia

BAB V FESTIVAL RAMADHAN BAKUL

BAB IV PENUTUP. Bobung dikunjungi oleh wisatawan laki-laki maupun perempuan, sebagian besar

LAMPIRAN 1 WAWANCARA. 1. Bagaimana sejarah singkat dari PT. Karya Niaga Makmur?

TUJUAN. Membuat kegiatan yang menghibur masyarakat Tangerang Selatan melalui serangkaian kegiatan yang sangat menarik di Pamulang Fiesta

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pendapatan Usaha Kecil Keripik Belut, Kasus Pada Usaha Kecil Keripik Belut di


BAB V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

PUSAT INFORMASI BATIK di BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

Lapangan Parkir, Pamulang Square 25 Mei 10 Juni 2012

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN PUBIKASI LAPORAN PENELITIAN PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN KATA PENGANTAR

NASKAH PUBLIKASI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN KAMPUNG WISATA BATIK KAUMAN DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN

Kata kunci: public relations, manajemen, staff public relations, Mirota Kampus.

Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA

BAB I PENDAHULUAN. telah berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dari penetrasi modern market di

Studi Kasus Pengembangan Usaha : Kolaborasi PTS, PRA dan IKM Keripik Tempe Pedan

Interview Guide. A. Alif Faozi (Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandwa)

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAMPIRAN KUISIONER. akan kami gunakan untuk penelitian tentang IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK ENTREPRENEURIAL BERDASARKAN TEORI 10 D BYGRAVE PADA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo yang tepatnya berada di Jln. MT Hariyono No. 196 depan Bank sulut Kota

BAB III PELAKSANAAN RANGKAIAN ACARA GO-FOOD CULINARY FESTIVAL. Pada bab ini Penulis akan menjelaskan mengenai pelaksanaan event Road

BAB IV PELAKSANAAN MAGANG. kerja nyata selama dua bulan yaitu mulai dari tanggal 22 Februari 2016 sampai 22

Hasil wawancara. Profil informan (pengurus) : Sri Sentuni

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H Laporan Hasil Rapat Pengendalian Internal Bulan September 2016 Page 1

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA

INTERVIEW GUIDE. Jabatan : Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Kendal. 1. Bagaiamana peran humas Kabupaten Kendal?

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pembuatan Tas Erwin di Desa Jitengan Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta

Universitas Diponegoro Mei 2013

LAMPIRAN TRANSKRIP WAWANCARA

BAB I PENDAHULUAN. GambarI.1 Teknik pembuatan batik Sumber: <

LAMPIRAN HASIL WAWANCARA. terlebih dahulu mengetahui data informan yaitu Pemilik Burger Al-barokah (Ibu Sri)

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Fotografer Freelance, Kantongi Laba Dari Moment Istimewa

maupun dari anggota. Berikut adalah profil informan dalam penelitian ini : a. Pak Min, seorang breeder yang sudah menekuni kegiatan penangkaran

V. GAMBARAN UMUM PASAR BUNGA RAWABELONG

DAFTAR LAMPIRAN. : Chandra Halim. 1. Darimana anda mengetahui event Kompas Karier Fair ini? akhirnya aku cari tau tentang KKF ini.

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. untuk bersaingan di era globalisasi ini. Perusahaan diharapkan mengikuti

LAMPIRAN I PEDOMAN WAWANCARA

BAB 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Tahun Anggaran Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan

BAB V PENUTUP. Penelitian yang diadakan pada dua tempat ritel baru yang akan diteliti,

Peluang Bisnis Rumahan Dengan Jasa Penitipan Anak

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III PEMBAHASAN. Berlokasi strategis tepatnya di Jalan Brigjend. Slamet Riyadi no. 273

BAB I PENDAHULUAN. Administrasi bisnis merupakan kegiatan dari organisasi organisasi bisnis

BAB III PRAKTEK JUAL BELI UANG RUSAK DI PASAR KAYEN PATI. Pasar Kayen adalah pasar induk masyarakat Kecamatan Kayen. Pasar

Transkripsi:

LAMPIRAN 106

Lampiran 1 107

Lampiran 2 Transkrip Wawancara Informan Kunci 1. Informan kunci pertama yang peneliti wawancarai adalah Ibu Dian Agustiyarti, Beliau merupakan pegawai Sekretariat PIKK Jawa Tengah. Wawancara dengan Ibu Dian dilakukan tanggal 18 April 2012 di PIKK Jawa Tengah pada jam 13.30 wib. Berikut hasil wawancara yang peneliti dapatkan. : Berapa lama mengurus PIKK Jawa Tengah? : Mulai dari awal pendirian PIKK Jawa Tengah, tahun 2002. : Kalo untuk promosi, seperti iklan, apa saja yang sudah dilakukan? : Kalo periklanan ya ada brosur mbak, untuk iklan yang lainnya mungkin Dinperindag yang lebih paham. Tapi kalo di PIKK ini lebih banyak ke event-eventnya. : Event seperti apa yang sering dilakukan? : Eventnya seperti pasar murah, festival, lomba-lomba, dan pameran industri kecil. : Bagaimana dengan pengelolaan kios di PIKK? : Pengelolaan kios di atur oleh Pemerintah sejak awa pendirian, dengan melakukan sosialisasi pada pelaku industri-industri kecil di Jawa Tengah. : Apa ada kriteria khusus untuk produk yang dijual di PIKK? : Sepertinya tidak ada ya, hanya prioritasnya lebih ke produk-produk hasil industri kecil dari sekitar Jawa Tengah : Upaya apa saja yang dilakukan untuk mengembangkan PIKK? : Upaya yang dilakukan lebih banyak oleh Pemerintah, ada juga Paguyuban yang anggotanya para pedagang. Salah satunya dengan adanya Resto Tahu yang diharapkan mampu menarik pengunjung. 2. Informan kunci kedua yang peneliti wawancarai adalah Ibu Didiek Widijawati, Beliau merupakan Pengurus PIKK dari Dinperindag Jawa Tengah. mendapatkan info 108

mengenai beliau dari arahan Ibu Dian, sekretariat PIKK Jawa Tengah. Wawancara dengan Ibu Didiek dilakukan tanggal 3 Mei 2012 di Dinperindag Jawa Tengah pada jam 10.30 wib. : Berapa lama mengurus PIKK Jawa Tengah? : 3 tahun : Bagaimana pengelolaan yang dilakukan oleh Dinperindag terhadap PIKK? : Sekarang ini PIKK sedang masa peralihan mbak, pejabat yang dulu mengurus sudah di mutasi. Saat ini PIKK dikelola oleh bagian Agro dan Hasil Hutan, namun entah kenapa kepengurusannya akan dikembalikan lagi ke bagian kesekretariatan seperti dulu. Untuk alasannya sendiri juga kurang begitu paham ya mbak, karena ini juga keputusan dari atasan. Saya juga akan segera pindah ke Jakarta. : Bagaimana kegiatan pemasaran yang dilakukan di PIKK Jawa Tengah, kan barang yang dijual berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah? : Kalo kegiatan pemasaran yang dilakukan ya melalui kios-kios yang telah disediakan di sini mbak, jika ada pembeli yang datang ya langsung berbelanja disini. Produsen hanya kasih stok barang, disini ada penjaga kios-kios yang melayani pembeli. : Produk seperti apa saja yang dijual di PIKK? Apa ada kriteria khusus? : Produk yang dijual ya seperti Batik, kerajinan, dan hasil-hasil industri kecil dari Jawa Tengah. Dari Dinperindag sih tidah ada kriteria khusus ya, sebenarnya ada tapi tidak dapat dijalankan. Barang-barang yang dikehendaki sebenarnya yang berasal dari produsennya langsung, sehingga harganya pun mampu bersaing. Akan tetapi yang disana pada kenyataannya malah para pedagang perantara yang mengambil barangbarang dari produsen untuk dijual kembali di PIKK. : Upaya seperti apa yang telah dilakukan oleh Dinperindag untuk mengembangkan PIKK? : Pada awalnya pengelola berupaya untuk mengembangkan PIKK dengan menarik para pedagang kerajinan disepanjang jalan Lopait menuju Salatiga, akan tetapi mereka tidak bersedia. Selain itu untuk respon dari berbagai daerah di Jawa Tengah kurang cooperatif, contohnya daerah 109

Karanganyar juga kurang begitu tertarik. Padahal pada awal pendiriannya sudah dilakukan ssosialisasi dengan mengundang perwakilan produsen industri-industri kecil di Jawa Tengah, akan tetapi minatnya kurang. : Kalo untuk kegiatan promosi, apa saja yang dilakukan untuk mengembangkan PIKK dan IKK di dalamnya? : Upaya yang sudah kami lakukan juga tidak kurang-kurang dalam mempromosikan PIKK. Dulu ada website khusus untuk PIKK, tetapi sekarang sudah non aktif. Kemudian ada pula brosur-brosur yang dibuat guna menginformasikan apa saja yang ada di PIKK, kami juga beriklan di majalah khusus iklan untuk area Ungaran, Ambarawa, dan Salatiga. Tak tanggung-tanggung kami juga memilih iklan tersebut untuk dipasang di bagian cover, kan harganya juga beda ya kalo di cover sama di dalam majalah, kertas sama warnanya juga berbeda, tentunya lebih menarik jika di cover. Untuk kegiatan promosi lainnya kami juga sering mengadakan event-event disana, karena ya tujuannya itu tadi untuk menarik pengunjung. Akan tetapi ramainya ya hanya pas disaat event itu saja. Ada pula kami menulis artikel di Tabloid. : Bagaimana dengan pengelolaan kios di PIKK? : Untuk sisten sewa kios di PIKK biasanya dibayarkan per bulan, bisa juga per tahun. Akan tetapi karena kondisi yang sepi, saat ini para penyewa keberatan sehingga dari Dinperindag agak melonggarkan dan memaklumi, tidak ada biaya sewa. : Apa rencana ke depan yang dilakukan oleh Dinperindag? : Melihat kondisi yang sepi, pemanfaatannya kurang maksimal, kami selalu mengharapkan jika ada acara-acara agar sebaiknya dilaksanakan di sana agar membantu mempromosikan dan meramaikan. Selain itu kami juga membentuk Paguyuban untuk para pedagang di PIKK, agar mereka dapat berkembang sendiri dan tidak tergantung pada Pemerintah. 3. Informan kunci yang berikutnya didapatkan dari arahan Ibu Didiek, pengurus PIKK dari Dinperindag Jawa Tengah. Informan kunci tersebut adalah Ibu Indah Rakhmawati, yang juga 110

merupakan Pengurus PIKK dari Dinperindag Jawa Tengah. Wawancara dengan Ibu Indah dilakukan tanggal 17 Juli 2012 di Dinperindag Jawa Tengah pada jam 10.00 wib. : Sudah berapa lama menangani PIKK Jawa Tengah? : 3 tahun : Apa saja promosi yang dilakukan untuk mengembangkan PIKK dan IKK di dalamnya? : Untuk promosi kita lebih banyak mengadakan acara-acara disana, kemudian ada juga artikel di tabloid, brosur, dan berita di televisi lokal Semarang. Nanti lengkapnya ada di laporan publikasi. : Kegiatan seperti apa yang dilakukan oleh Dinperindag untuk mengembangkan PIKK? : Untuk kegiatan yang dilakukan di PIKK cukup banyak, seperti pasar murah yang diadakan menjelang lebaran, kemudian ada juga lomba-lomba masak, festival industri, dan pameran-pameran produk IKK Jawa Tengah. : Upaya apa saja yang dilakukan oleh Dinperindag selama ini? : Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan dan meramaikannya sudah dari dulu saat pendirian. Akan tetapi melihat kondisi yang sepi Pemerintah membangun Resto Tahu pada tahun 2009 yang diharapkan dapat menarik minat masyarakat terhadap PIKK. Mengenai kegiatan promosi yang dilakukan, seperti event-event ataupun pasar murah yang dilakukan di PIKK itu pelaksanaannya tergantung pada kebijakan dari pemerintah. Kami selalu mengupayakan agar dapat terus diselenggarakan karena acara seperti itu dapat menarik pengunjung dan bermanfaat bagi pedagangpedagang di PIKK sana, akan tetapi harus nunggu acc dari atasan agar dananya juga turun. 4. Informan kunci yang berikutnya didapatkan dari arahan Ibu Didiek, pengurus PIKK dari Dinperindag Jawa Tengah. Informan kunci tersebut adalah Bapak Muhamad Sunarno, Beliau adalah Ketua Paguyuban PIKK Jawa Tengah. Wawancara dengan Pak Narno dilakukan tanggal 7 Mei 2012 di PIKK Jawa Tengah pada jam 11.25 wib. : Sudah berapa lama menjadi ketua Paguyuban PIKK? 111

: Mulai pada tahun 2010. : Apa tujuan di bentuknya Paguyuban Pedagang PIKK? : Dengan adanya paguyuban ini tentunya juga lebih mempersatukan semua pedagang di PIKK ini mbak. Kan disini kita sama-sama usaha, jadi pastinya ada persaingan antara pedagang satu dengan pedagang lainnya. Dengan adanya paguyuban ini, persaingan yang ada menjadi persaingan yang sehat. Semisal ada salah satu pedagang yang sakit, maka kita mengkoordinir untuk menjenguk. Intinya saling membantu, sudah seperti keluarga begitu lah. : Promosi apa saja yang dilakukan untuk mengembangkan PIKK? : Kalo promosi yang sering dilakukan ya pameran itu mbak, biasanya dapet undangan dari Kabupaten atau Propinsi. Tapi itu atas nama PIKK, bukan paguyuban. Kalo saya tidak salah, baru-baru ini Pemerintah juga sedang menyiapkan ruang pamer untuk barang-barang hasil industri dan kerajinan di gedung Dekranasda, tapi masih belum jadi. Gedungnya yang di depan kantor Gubernur. : Kalau kegiatan lain, apa saja yang dilakukan untuk mengembangkan PIKK? : Kegiatannya seperti pasar murah setiap satu tahun sekali, seperti bazar, diadakan setiap menjelang lebaran. Kalau untuk pedagangnya sendiri kami rutin mengadakan pertemuan setiap bulan, tempatnya di Resto Tahu. Kemudian ada juga halal bihalal setahun sekali. Untuk pengembangan PIKK kami juga mengadakan studi banding, tahun kemarin kami pergi ke Yogyakarta, tepatnya di Pasar Bringharjo. Informan 1. Informan yang peneliti wawanncarai untuk menambah data penelitian adalah para pedagang yang berjualan di kios-kios PIKK Jawa Tengah. Informan yang pertama adalah Ibu Dian Agustiyarti, Beliau merupakan pegawai Sekrtariat di PIKK Jawa Tengah sekaligus mengurus Resto Tahu yang ada disana.wawancara dengan Ibu Dian dilakukan tanggal 7 Mei 2012 di PIKK Jawa Tengah pada jam 10.00 wib. 112

: Nama kios? : Resto Tahu : Sudah berapa lama berjualan di PIKK Jawa Tengah? : Resto Tahu di bangun pada september tahun 2009 : Barang yang dijual berasal dari mana? : Kalo untuk bahan baku tahunya kami memproduksi sendiri di sini mbak, di belakang terdapat kios khusus yang digunakan untuk pabrik tahu. : Barang yang dijual memproduksi sendiri atau hanya pedagang perantara? : Produksi sendiri : Bagaimana pengunjung yang datang pada hari biasa, hari libur, dan weekend? : Ramai pada hari minggu atau libur, kalau hari biasa yang seperti ini (sepi) : Kendala apa saja yang selama ini dihadapi? : Masalahnya ya sepi itu, dan jumlah karyawannya kurang untuk Resto Tahu, kadang kalau lagi rame kami kualahan : Bagaimana mengenai biaya sewa kiosnya? : Resto Tahu ini kan programnya Pemerintah, jadi kios yang digunakan tidak dikenakan biaya sewa : Promosi apa saja yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan produk yang dijual? : Promosinya gabung dengan PIKK dari Dinperindag, seperti event-event yang sering dilakukan di PIKK. Kalau yang disini ya lebih ke banner dan papan nama di depan PIKK. Saat event kami juga menyiapkan gerobag di depan agar lebih menarik pembeli : Apa rencana yang akan dilakukan untuk kedepannya? : Belum ada rencana, mungkin dibuat lebih maju saja. 2. Informan yang kedua adalah Ibu Diana, Beliau adapah Pedagang di kios PIKK Jawa Tengah Wawancara dengan Ibu Diana dilakukan tanggal 7 Mei 2012 di PIKK Jawa Tengah pada jam 10.40 wib. 113

: Nama kios? : Putri Tunggal : Sudah berapa lama berjualan di PIKK Jawa Tengah? : 4 tahun : Barang yang dijual berasal dari mana? : Pekalongan : Barang yang dijual memproduksi sendiri atau hanya pedagang perantara? : Hanya berdagang saja, barangnya dari produsennya langsung : Berapa kisaran harga untuk barang yang dijual? : Mulai dari 30-120 ribu, tergantung bahannya : Bagaimana pengunjung yang datang pada hari biasa, hari libur, dan weekend? : Kalau hari biasa ya sepi seperti ini, kalau liburan ya lumayan : Kendala apa saja yang selama ini dihadapi? : Kendalanya sepi : Bagaimana mengenai biaya sewa kiosnya? : Kurang begitu tahu, disini hanya menjaga dan berdagang saja : Promosi apa saja yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan produk yang dijual? : Gabung dengan paguyuban saja 3. Informan yang kedua adalah Ibu Yuli, Beliau adapah Pedagang di kios PIKK Jawa Tengah Wawancara dengan Ibu Yuli dilakukan tanggal 7 Mei 2012 di PIKK Jawa Tengah pada jam 10.50 wib. : Nama kios? : Berkah Uspana : Sudah berapa lama berjualan di PIKK Jawa Tengah? : 10 tahun : Barang yang dijual berasal dari mana? : Pekalongan : Barang yang dijual memproduksi sendiri atau hanya pedagang perantara? 114

: Barangnya dari produsennya langsung : Berapa kisaran harga untuk barang yang dijual? : 45-80 ribu : Bagaimana pengunjung yang datang pada hari biasa, hari libur, dan weekend? : Tergantung, kalau ada acara ya ramai : Kendala apa saja yang selama ini dihadapi? : Sepi : Bagaimana mengenai biaya sewa kiosnya? : Tidak tahu. Disini saya hanya ditugaskan oleh atasan untuk menjaga kios, dan melayani orang-orang yang datang untung membeli saja : Promosi apa saja yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan produk yang dijual? : Gabung dengan paguyuban 4. Informan yang kedua adalah Ibu Tika, Beliau adapah Pedagang di kios PIKK Jawa Tengah Wawancara dengan Ibu Tika dilakukan tanggal 7 Mei 2012 di PIKK Jawa Tengah pada jam 11.00 wib. : Nama kios? : Dara Jelita : Sudah berapa lama berjualan di PIKK Jawa Tengah? : 4 tahun : Barang yang dijual berasal dari mana? : Pekalongan : Barang yang dijual memproduksi sendiri atau hanya pedagang perantara? : Barangnya dari produsennya langsung : Berapa kisaran harga untuk barang yang dijual : 40-100 ribu : Bagaimana pengunjung yang datang pada hari biasa, hari libur, dan weekend? : Sepi, kalau ada acara rame 115

: Kendala apa saja yang selama ini dihadapi? : Kurang pengunjung : Bagaimana mengenai biaya sewa kiosnya? : Tidak tahu. : Promosi apa saja yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan produk yang dijual? : Gabung dengan paguyuban 5. Informan yang kedua adalah Ibu Diah, Beliau adapah Pedagang di kios PIKK Jawa Tengah Wawancara dengan Ibu Diah dilakukan tanggal 7 Mei 2012 di PIKK Jawa Tengah pada jam 11.10 wib. : Nama kios? : Kusuma Klasik : Sudah berapa lama berjualan di PIKK Jawa Tengah? : 4 tahun : Barang yang dijual berasal dari mana? : Solo : Barang yang dijual memproduksi sendiri atau hanya pedagang perantara? : Barangnya dari produsennya langsung : Berapa kisaran harga untuk barang yang dijual : 40-100 ribu : Bagaimana pengunjung yang datang pada hari biasa, hari libur, dan weekend? : Sepi, kadang-kadang saja ramai : Kendala apa saja yang selama ini dihadapi? : Sepi : Bagaimana mengenai biaya sewa kiosnya? : Kurang tahu mbak, mungkin bisa tanya bosnya saja : Promosi apa saja yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan produk yang dijual? : Kalo promosi yang mengurus paguyuban 116

Lampiran 3 Brosur-brosur PIKK Jawa Tengah 1. Brosur PIKK Jawa Tengah 117

118

2. Iklan PIKK Jawa Tengah di Majalah Iklan Segitiga Emas USA 119

3. Brosur Ekspos Industri Kuliner Jawa Tengah 120

4. Brosur Expo Ragam Batik dan Tenun Jawa Tengah 121

5. Brosur Festival dan Lomba Memasak Jajanan Tradisional 122

6. Brosur Lomba Permainan Tradisional 123

7. Brosur Festival Kebaya 124

8. Brosur Even Festival Hasil Agro Industri Jawa Tengah 125