PENGARUH KONSEP DIRI, FASILITAS BELAJAR, KREATIVITAS BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN,, 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat yandigusri24@gmail.com ABSTRACT The results showed that: First self concept has a positive and significant impact on economic learning outcomes. Where indicated by the coefficient value of 0.243. The coefficient value is significant because the value of t24 4.249> ttable of 1.98. This means that if the concept of self increases by 1%, then the results of economic learning will increase by 0.243 in each unit. Both learning facilities have a positive and significant impact on economic learning outcomes. Where indicated by the coefficient value of 0,505. The value of this coefficient is significant because the value of tcount is 5.642> ttable 1.98. That is, if learning facilities increase by 1%, then the results of economic learning will increase by 0.505 in each unit. Third creativity learns have a positive and significant impact on the results of economic learning. Where indicated by coefficient value of 0.198. The value of this coefficient is significant because the value of tcount, 4.552> ttable of 1.98. That is, if the creativity of learning increased by 1%, then the results of economic learning will increase by 0.198 in each unit. Fourth Attention parents have a positive and significant impact on economic learning outcomes. Where indicated by the coefficient value of 0.319. The value of this coefficient is significant because the value of tcount, 5.075> ttable of 1.98. That is, if the creativity of learning increased by 1%, then the results of economic learning will increase by 0.319 in each unit. The five self-concepts, learning facilities, learning creativity and attention of parents together have a positive and significant impact on economic learning outcomes. Where obtained value Fhitung 68,203> Ftable 2,47. This means Ha is accepted and H0 is rejected. Keywords: Self Concept, Learning Facilities, Learning Creativity, Parental Attention, Learning Outcomes PENDAHULUAN Pendidikan merupakan program utama pembangunan suatu bangsa, sebab pendidikan berupaya mencerdaskan generasi muda dan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui proses pendidikan, peserta didik dibantu untuk mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki potensi dan kecakapan hidup yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dan
persoalan kehidupan yang semakin kompleks pada masa kini dan masa depan. Tanpa pendidikan berkualitas dan bermutu, sulit diharapkan lahirnya generasi bermutu yaitu generasi yang mandiri, kreatif, cerdas mempunyai sikap mental bertaqwa, mampu menjawab tantangan kehidupan dan siap mengambil peran dalam kehidupan bangsa. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 3 Maret 2017 serta wawancara dengan guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 2 Bayang, hasil belajar mata pelajaran ekonomi yang terdiri dari hasil ulangan harian diperoleh hasil yang maksimal. Berikut data mengenai hasil belajar harian semester genap mata pelajaran ekonomi di SMA N 2 Bayang, Pesisir Selatan Tahun Ajaran 2017/2017. Tabel 1. Rata-rata Ulangan Harian Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMA Negeri 2 Bayang Pesisir Selatan Semester 2 (dua) Tahun Pelajaran 2017/2017 Kelas Jumlah Siswa (orang) Nilai rata-rata KKM Jumlah (orang) Siswa yang Tuntas % Siswa yang TidakTunta s Jumla h (orang ) XI IPS 1 34 79,40 82 8 23,52 26 76,47 XI IPS 2 33 79,15 82 11 33,33 22 66,66 XI IPS 3 34 82,41 82 13 38,23 21 61,76 XI IPS 4 32 80,59 82 7 21,87 25 78,12 Sumber : Guru Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMA Negeri 2 Bayang Pesisir Selatan Tahun 2017/2017 % Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata siswa masih banyak yang berada dibawah 82, hanya kelas XI IPS 3 yang nilai rata-rata mid semester genap yang mencapai diatas KKM yaitu 82,41 sedangkan nilai ratarata mid semester yang rendah adalah kelas IPS 1 nilai rata-ratanya 79,40, kelas IPS 2 nilai rata-ratanya 79,15 dan kelas IPS 4 nilai rata-ratanya 80,59. Beberapa faktor yang menyebabkan masih belum maksimalnya hasil belajar yang dicapai oleh siswa antara lain : Konsep Diri,
fasilitas belajar, kreatifitas belajar dan perhatian orang tua siswa. METODE PENELITIAN Sesuai dengan masalah yang Sesuai dengan masalah yang diteliti, maka jenis penelitian ini adalah deskriptif dan asosiatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal-hal lain terhadap suatu objek atau wilayah yang diteliti. Sedangkan penelitian asosiatif adalah suatu penelitian yang mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel lain, yaitu simetris kausal dan interaktif. Dengan desain penelitian deskriptif asosiatif, maka penelitani memungkinkan untuk menggambarkan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi dan mengembangkan teori yang memiliki validitas yang universal (Arikunto, 2010:3). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Bayang yang akan dilaksanakan bulan Mei pada semester genap tahun ajaran 2017/2017. Menurut Arikunto (2010:173) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian untuk memperoleh informasi sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan menurut Sugiyono (2013:115) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMAN 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.Populasi dalam penelitian ini dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: Tabel 2. Data Populasi No Kelas Jumlah (orang) 1 XI IPS 1 34 2 XI IPS 2 33 3 XI IPS 3 34 4 XI IPS 4 32 Total 133 Sumber: Tata Usaha SMAN 2 Bayang (2017) Menurut Sugiyono (2013:116) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan memakai rumus Slovin (Umar, 2011:78) dapat ditarik jumlah anggota sampel yang akan dijadikan responden. Berdasarkan hasil diatas, dari jumlah populasi sebanyak 133 orang
siswa, yang dapat dijadikan sampel adalah sebanyak 100 orang. Sampel tersebut diambil dengan teknik porposional random sampling memakai rumus alokasi proportional menurut Riduwan, (2006:66) yaitu: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Pengaruh Konsep Diri Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial konsep diri berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Pesisir Selatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai t hitung sebesar 4,249 > t tabel sebesar 1,98, artinya H 0 1 ditolak dan H a 1 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS Pesisir Selatan meningkat sebesar 0,243 satuan jika konsep diri meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap. Secara keseluruhan konsep diri berada pada kategori baik yakni memiliki rata-rata TCR sebesar 81,8%. Hal ini membuktikan konsep diri sudah baik dan dapat mempengaruhi hasil belajar. Dari masing-masing indikator yang terdapat dalam variabel konsep diri rata-rata TCR tertinggi sebesar 84,7% terdapat pada indikator menyangkut moral, hal ini terlihat bahwa 85,0% siswa merasa bersalah saat mengganggu siswa lain saat belajar, dan 84,4% siswa menyatakan malu jika melawan kepada orang tua atau guru. Sementara itu, dari masingmasing indikator yang memiliki nilai TCR terendah adalah sebesar 79,6 yakni pada indikator menyangkut hubungan sosial dimana sebesar 79,4% siswa menyatakan orang tua menghargai pendapat mereka, 79,8% siswa menyatakan bahwa mereka sihargai teman karna memilki kepribadian yang baik dan 79,6% siswa menyatakan bahwa keluarga mereka menyangi mereka.
2. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS Pesisir Selatan. Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai t hitung sebesar 5,642 > t tabel sebesar 1,98 artinya H 0 2 ditolak dan H a 2 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa hasil belajar Pesisir Selatan meningkat sebesar 0,505 satuan jika fasilitas belajar meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap. Secara keseluruhan fasilitas belajarberada pada kategori baik yakni memiliki rata-rata TCR sebesar 81,1%. Dari masingmasing indikator yang terdapat dalam variabel fasilitas belajar rata-rata TCR tertinggi sebesar 81,3% terdapat pada indikator saran dengan kategori baik, hal ini terlihat bahwa 79,0% siswa telah menggunakan LKS dalam belajar, 83,2% siswa menyatakan guru telah menyampaikan pelajaran dalam bentuk media cetak, 81,2% siswa menyatakan semangat mengikuti pelajaran karna media yang digunakan sekolah sudah lengkap dan 81,6% siswa menjaga perabot sekolah agar tetap awet. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Rizal kurniawan (2012) dengan judul Pengaruh lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Kudus tahun pelajaran 2012/2013. 3. Pengaruh Kreativitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS Pesisir Selatan. Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial kreativitas belajar berpengaruh signifikan terhadap
Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai t hitung sebesar 4,552 > t tabel sebesar 1,98 artinya H 0 3 ditolak dan H a 3 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa hasil belajar Pesisir Selatan meningkat sebesar 0,198 satuan jika kreativitas belajar meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap. Secara keseluruhan kreativitas belajar berada pada kategori baik yakni memiliki ratarata TCR sebesar 82,0%. Dari masing-masing indikator yang terdapat dalam variabel kreativitas belajar, rata-rata TCR tertinggi sebesar 86,4% yaitu mampu mengembangkan suatu gagasan hal ini terlihat bahwa 86,4% siswa menyatakan telah mengembangkan gagasan saat belajar dan tidak hanya menerima dari guru sepenuhnya. Indikator variabel kreativitas belajar yang memiliki rata-rata TCR terendah sebesar 77,3% yaitu mempunyai atau menghargai keindahan, hal ini terlihat bahwa 76,2% siswa menyatakan suka mengomeli teman yang membuang sampah sembarangan, 77,8% siswa menyatakan bahwa mereka memiliki buku yang rapi, dan 78,0% siswa mempedulikan bentuk catatan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Chandra putri tirtiana (2012) dengan judul Pengaruh kreativitas, penggunaan media pembelajaran power poin, dan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar mata pelajaran akuntansi pada siswa kelas X Akt SMA Negeri 2 Blora Tahun Ajaran 2012/2013 ( Motivasi Belajar Sebagai Variabel Intervening). 4. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS Pesisir Selatan. Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini
dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai t hitung sebesar 5,075 > t tabel sebesar 1,98 artinya H 0 4 ditolak dan H a 4 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa hasil belajar Pesisir Selatan meningkat sebesar 0,319 satuan jika perhatian orang tua meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap. Secara keseluruhan perhatian orang tua berada pada kategori baik yakni memiliki ratarata TCR sebesar 77,74%. Dari masing-masing indikator yang terdapat dalam variabel perhatian orang tua, rata-rata TCR tertinggi sebesar 83,7% yaitu menemani dan mendampingi anak dalam belajar hal ini terlihat bahwa 82,0% siswa menyatakan orang tua mereka menyediakan waktu untuk membimbing mereka dalam belajar, dan 85,4% siswa menyatakan oang tua mengajak berdiskusi jika menemukan kendala dalam belajar. Indikator variabel kreativitas belajar yang memiliki rata-rata TCR terendah sebesar 79,1% yaitu menjadi teladan bagi anak-anak, hal ini terlihat bahwa 77,8% siswa menyatakan orang tua mereka bersikap sopan santun dan ramah, dan 80,4% siswa menyatakan orang tua mereka berperilaku baik setiap hari. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Kartika Rismawati (2015) dengan judul Pengaruh perhatian orang tua Dalam kegiatan belajar Terhadap hasil belajar siswa kelas IV Sekolah dasar di daerah binaan III Kecamatan Kabupaten pekalongan kandangserang 5. Pengaruh Dan Saling Hubung Konsep Diri, Fasilitas Belajar, Kreativitas Belajar Dan Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui pengaruh konsep diri, fasilitas belajar, kreativitas belajar dan perhatian orang tua secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Hasil belajar ekonomi siswa kelas
Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai F hitung sebesar 68,203 > F tabel sebesar 2,47 artinya H 0 5 ditolak dan H a 5 diterima. Dari hasil analisa koefisien determinasi yang dilakukan diperoleh nilai Rsquare sebesar 0,742. Hal ini berarti 74,2% Hasil belajar ekonomi siswa kelas Kabupaten Pesisir Selatan dipengaruhi oleh konsep diri, fasilitas belajar, kreativitas belajar dan perhatian orang tua sedangkan sisanya sebesar 25,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ratarata TCR variabel konsep diriyaitu sebesar 81,8%, rata-rata TCR Variabel fasilitas belajar sebesar 81,1%, rata-rata TCR variabel kreativitas belajar sebesar 82,0% dan rata-rata TCR perhatian orang tua sebesar 81,8%. Hal ini menunjukkan bahwa konsep diri berada dalam kategori baik, fasilitas belajar berada dalam kategori baik, kreativitas belajar berada dalam kategori baik, dan perhatian orang tua dalam kategori baik. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin baik konsep diri, fasilitas belajar, kreativitas belajar, dan perhatian orang tua maka akan semaik baik pula hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa. Oleh karena itu untuk meningkatkan hasil belajar, dapat diupayakan dengan memperbaiki konsep diri, melengkapi fasilitas belajar, meningkatkan kreativitas dalam belajar dan memperoleh perhatian yang lebih dari orang tua. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Chandra putri tirtiana (2012) dengan judul Pengaruh kreativitas, penggunaan media pembelajaran power poin, dan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar mata pelajaran akuntansi pada siswa kelas X AKT SMA Negeri 2 Blora Tahun Ajaran 2012/2013 ( Motivasi Belajar Sebagai Variabel Intervening). KESIMPULAN Berdasarkan kepada permasalahan dan pertanyaan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan,
maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Konsep diri berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Pesisir Selatan. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,243. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai t hitung 4,249 > t tabel sebesar 1,98. Artinya apabila konsep diri meningkat sebesar 1 satuan, maka hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS Pesisir Selatan akan meningkat sebesar 0,243 dalam setiap satuannya. 2. Fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Pesisir Selatan. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,505. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai t hitung 5,642 > t tabel 1,98. Artinya, apabila Fasilitas belajar meningkat sebesar 1 satuan, maka hasil belajar Pesisir Selatan akan meningkat sebesar 0,505 dalam setiap satuannya. 3. Kreativitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Pesisir Selatan. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,198. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai t hitung, 4,552 > t tabel sebesar 1,98. Artinya, apabila kreativitas belajar meningkat sebesar 1 satuan, maka Kabupaten Pesisir Selatan akan meningkat sebesar 0,198 dalam setiap satuannya. 4. Perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Pesisir Selatan. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,319. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai t hitung, 5,075 > t tabel sebesar 1,98. Artinya, apabila perhatian orang tua meningkat sebesar 1 satuan, maka
Kabupaten Pesisir Selatan akan meningkat sebesar 0,319 dalam setiap satuannya. 5. Konsep diri, fasilitas belajar, kreativitas belajar dan perhatian orang tua secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kabupaten Pesisir Selatan. Dimana diperoleh nilai F hitun 68,203> F tabel 2,47 dengan taraf signifikan sebesar 0,000 < α = 0,05. Hal ini berarti H a di terima dan H 0 ditolak. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2010b). Prosedure Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Gozali, Imran. (2012). Aplikasi Analisis Multivariat dengan SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro. Husein Umar. (2011). Metode Penelitian Untuk dan Tesis Bisnis. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Munandar dalam Sukmadinata. (2009). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Munandar, Utami. (2004). Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Jakarta: Gramedia Widarsana. Nasroni, Faud. (2005). Profil orang tua anak-anak berprestasi. Yoyakarta: Insania Cipta Pers. Riduwan. (2006). Belajar mudah untuk penelitian baru karyawan, penelitian pemula. Bandung: Alfabeta. Rismawati, K. (2015). Jurusan pendidikan guru sekolah dasar fakultas ilmu pendidikan universitas negeri semarang 2015. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suliyanto. (2011). Ekonometrika Terapan, teori dan aplikasi dengan Spss. Yogyakarta.