Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks

dokumen-dokumen yang mirip
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENENTUKAN PERPANGKATAN MATRIKS TANPA MENGGUNAKAN EIGENVALUE

KAJIAN MATRIKS JORDAN DAN APLIKASINYA PADA SISTEM LINEAR WAKTU DISKRIT

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN

MENENTUKAN NILPOTENT ORDE 4 PADA MATRIKS SINGULAR MENGGUNAKAN TEOREMA CAYLEY HAMILTON TUGAS AKHIR

BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =

BAB II LANDASAN TEORI

Matriks Jawab:

Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ALJABAR LINIER JURUSAN : TEKNIK KOMPUTER JUMLAH SKS : Definisi, Notasi, dan Operasi Vektor 2.

MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas

Pembagi Bersama Terbesar Matriks Polinomial

BAB 2 LANDASAN TEORI

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 7

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

Beberapa Sifat Operator Self Adjoint dalam Ruang Hilbert

DIAGONALISASI MATRIKS KOMPLEKS

Pertemuan 8 Aljabar Linear & Matriks

1.1. Definisi, Notasi, dan Operasi Vektor 1.2. Susunan Koordinat Ruang R n 1.3. Vektor di dalam R n 1.4. Persamaan garis lurus dan bidang rata

A 10 Diagonalisasi Matriks Atas Ring Komutatif

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN INTISARI

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

Parameterisasi Pengontrol yang Menstabilkan Melalui Pendekatan Faktorisasi

INVERS SUATU MATRIKS TOEPLITZ MENGGUNAKAN METODE ADJOIN

OPERASI MODIFIKASI ARITMATIKA INTERVAL TERHADAP INVERS MATRIKS INTERVAL

SIFAT NILAI EIGEN MATRIKS ANTI ADJACENCY DARI GRAF SIMETRIK

ALGORITMA ELIMINASI GAUSS INTERVAL DALAM MENDAPATKAN NILAI DETERMINAN MATRIKS INTERVAL DAN MENCARI SOLUSI SISTEM PERSAMAAN INTERVAL LINEAR

BAB I PENDAHULUAN. 3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan invers matriks. 4) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan determinan matriks

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

(MS.3) SUBRUANG CONINVARIAN DARI MATRIKS KUADRAT KOMPLEKS

MATRIKS UNITER, SIMILARITAS UNITER DAN MATRIKS NORMAL. Anis Fitri Lestari. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo ABSTRAK

KONSTRUKSI MATRIKS SINGULAR DARI SUATU MATRIKS YANG MEMENUHI SIFAT KHUSUS TUGAS AKHIR

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

SOLUSI PENDEKATAN TERBAIK SISTEM PERSAMAAN LINEAR TAK KONSISTEN MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR

Banyaknya baris dan kolom suatu matriks menentukan ukuran dari matriks tersebut, disebut ordo matriks

GRUP ALJABAR DAN -MODUL REGULAR SKRIPSI SARJANA MATEMATIKA OLEH: FITRIA EKA PUSPITA

BAB II LANDASAN TEORI

Pasangan Baku Dalam Polinomial Monik

Tujuan. Mhs dapat mendemonstrasikan operasi matriks: penjumlahan, perkalian, dsb. serta menentukan matriks inverse

Matematika Teknik I: Matriks, Inverse, dan Determinan. Oleh: Dadang Amir Hamzah STT DR. KHEZ MUTTAQIEN 2015

Aplikasi Matriks Circulant Untuk Menentukan Nilai Eigen Dari Graf Sikel (Cn)

Matriks - Definisi. Sebuah matriks yang memiliki m baris dan n kolom disebut matriks m n. Sebagai contoh: Adalah sebuah matriks 2 3.

Part III DETERMINAN. Oleh: Yeni Susanti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jln. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Indonesia, Kode Pos Perintis Kemerdekaan Street, Makassar, Indonesia, Post Code 90245

RUANG FAKTOR. Oleh : Muhammad Kukuh

Bab 2 LANDASAN TEORI

MATRIKS BENTUK KANONIK RASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN PEMBAGI ELEMENTER INTISARI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ALJABAR LINIER KODE / SKS : IT / 2 SKS

ALJABAR LINEAR BASIS RUANG BARIS DAN BASIS RUANG KOLOM SEBUAH MATRIKS. Dosen Pengampu: DARMADI, S.Si, M.Pd. Oleh: Kelompok III

APLIKASI MATRIKS KOMPANION PADA PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER NON HOMOGEN TUGAS AKHIR

Matriks Leslie dan Aplikasinya dalam Memprediksi Jumlah dan Laju pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar

KAJIAN METODE KONDENSASI CHIO PADA DETERMINAN MATRIKS

METODE PANGKAT DAN METODE DEFLASI DALAM MENENTUKAN NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN DARI MATRIKS

MATRIKS JORDAN DAN APLIKASINYA PADA SISTEM LINIER WAKTU DISKRIT. Soleha, Dian Winda Setyawati Jurusan Matematika, FMIPA Institut Teknologi Surabaya

METODE BARU UNTUK MENGHITUNG DETERMINAN DARI MATRIKS TUGAS AKHIR YESPI ENDRI

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

Menentukan Nilai Eigen Tak Dominan Suatu Matriks Definit Negatif Menggunakan Metode Kuasa Invers dengan Shift

NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN disebut vektor eigen dari matriks A =

Penentuan Nilai Eigen Tak Dominan Matriks Hermit Menggunakan Metode Pangkat Invers Dengan Nilai Shift

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

DIAGONALISASI MATRIKS HILBERT

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

MENGHITUNG DETERMINAN MATRIKS MENGGUNAKAN METODE SALIHU

Aljabar Linear Elementer MA SKS. 07/03/ :21 MA-1223 Aljabar Linear 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB VII MATRIKS DAN SISTEM LINEAR TINGKAT SATU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Lampiran 1 Pembuktian Teorema 2.3

BAB 3 FUNGSI MONOTON MATRIKS

SUBRUANG VEKTOR. Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Aljabar Linier. Dosen Pembimbing: Abdul Aziz Saefudin, M.Pd

BAB III MATRIKS HERMITIAN. dan konsep-konsep lainnya yang berkaitan dengan matriks Hermitian. Matriks

MATRIKS. a A mxn = 21 a 22 a 2n a m1 a m2 a mn a ij disebut elemen dari A yang terletak pada baris i dan kolom j.

Aljabar Linear Elementer

SPECTRUM PADA GRAF STAR ( ) DAN GRAF BIPARTISI KOMPLIT ( ) DENGAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF

SOLUSI POSITIF DARI PERSAMAAN LEONTIEF DISKRIT

MATEMATIKA INFORMATIKA 2 TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS GUNADARMA FENI ANDRIANI

Generalized Inverse Pada Matriks Atas

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

II. TINJAUAN PUSTAKA. nyata (fenomena-fenomena alam) ke dalam bagian-bagian matematika yang. disebut dunia matematika (mathematical world).

SIFAT-SIFAT KESETARAAN PADA MATRIKS SECONDARY NORMAL ABSTRACT

BAB II LANDASAN TEORI. selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi

Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif

Eigen value & Eigen vektor

BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN

BAB II LANDASAN TEORI. eigen dan vektor eigen, persamaan diferensial, sistem persamaan diferensial, titik

ANALISIS RELASI INPUT-OUTPUT DALAM EKONOMI DENGAN MATRIKS TRANSAKSI

APLIKASI MATRIKS LESLIE UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH DAN LAJU PERTUMBUHAN SUATU POPULASI

Matriks. Baris ke 2 Baris ke 3

a 2 e. 7 p 7 q 7 r 7 3. a. 8p 3 c. (2 14 m 3 n 2 ) e. a 10 b c a. Uji Kompetensi a. a c. x 3. a. 29 c. 2

Menentukan Nilai Eigen Tak Dominan Suatu Matriks Semi Definit dan Indefinit Menggunakan Metode Kuasa Invers dengan Shift

BAB II SISTEM PERSAMAAN LINEAR. Sistem persamaan linear ditemukan hampir di semua cabang ilmu

Ruang Baris, Ruang Kolom, dan Ruang Null (Kernel)

Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengenal dan mengaplikasikan sifat-sifat Ring Polinom

Transkripsi:

Vol. 8, No.1, 1-11, Juli 2011 Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks Nur Erawati, Azmimy Basis Panrita Abstrak Teorema Cayley-Hamilton menyatakan bahwa setiap matriks bujur sangkar memenuhi persamaan karakteristiknya. Jika adalah polinom karakteristik dari sebuah matriks bujur sangkar maka Dalam tulisan ini akan dibahas bukti dari teorema Cayley- Hamilton dan perluasannya pada matriks serta penerapan teorema pada sistem matriks. Kata Kunci: Teorema Cayley-Hamilton, matriks. 1. Pendahuluan Setiap matriks bujur sangkar dengan elemen real maupun kompleks memenuhi persamaan karakteristiknya. Dengan kata lain jika adalah polinom karakteristik dari sebuah matriks bujur sangkar maka. Pertama kali dikemukakan oleh Arthur Cayley pada tahun 1858. Walaupun Cayley hanya membuktikannya untuk matriks, dan berdasarkan hal tersebut Cayley yakin bahwa bukti tersebut berlaku untuk matriks. Lima tahun sebelumnya, William Rowan Hamilton telah memperlihatkan bahwa sebuah transformasi rotasi pada ruang berdimensi tiga memenuhi persamaan karakteristiknya. Dengan jelas, baik Cayley ataupun Hamilton pernah menerbitkan sebuah bukti dari ide tersebut secara umum. Ide tersebut kemudian dinamakan teorema Cayley-Hamilton atau teorema Hamilton-Cayley. Teorema ini adalah salah satu teori matriks yang sangat kuat dan klasik. Banyak aplikasi yang hasilnya diperoleh dari torema ini. Bukti lain dari teorema Cayley-Hamilton dikeluarkan pada tahun 1878 oleh George Frobenius dan banyak orang lain setelah itu. Teorema Cayley-Hamilton telah diperluas ke dalam matriks, matriks blok dan pasangan matriks blok. Teorema Cayley-Hamilton dan generalisasinya juga telah digunakan dalam sistem kontrol, jaringan listrik, sistem dengan waktu tunda, sistem singular, sistem linear 2-D dan lainlain. Selain itu teorema Cayley-Hamilton telah diperluas sampai ke dimensi- matriks polinom real dan sistem linear waktu diskrit dengan waktu tunda 4]. Berdasarkan uraian di atas maka penulis ingin mempelajari tentang teorema Cayley-Hamilton dan salah satu perluasan baru dari teorema Cayley-Hamilton yaitu pada matriks. Tulisan ini juga menampilkan bukti dari Teorema Cayley-Hamilton. 2. Landasan Teori 2.1. Matriks Blok Definisi 1. Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar

2 Matriks adalah jajaran empat persegi panjang dari bilangan-bilangan. Bilangan-bilangan dalam jajaran tersebut disebut entri dalam matriks. Diberikan sebuah matriks. Jika beberapa baris dan kolom dihapus, diperoleh sebuah matriks baru yang dinamakan submatriks dari. Contoh 1. Misalkan diberikan matriks: Matriks tersebut dapat dipatrisi menjadi atau dimana. 2.2. Nilai Eigen dan Vektor Eigen Definisi 2. Misalkan A adalah suatu matriks n n. Skalar disebut nilai eigen atau nilai karakteristik dari A jika terdapat suatu vektor tak nol x, sehingga Ax x. Vektor x disebut vektor eigen atau vektor karakteristik dari. A Sembarang kelipatan tak nol dari vektor eigen x akan menjadi vektor eigen, karena Ax Ax x. Persamaan Ax x dapat dituliskan dalam bentuk A I x (1) x 0 Menurut teori sistem persamaan linear adalah nilai eigen dari A jika dan hanya jika (1) memiliki suatu penyelesaian non trivial. Himpunan penyelesaian dari persamaan (1) adalah n N A I, yang merupakan ruang bagian dari R. Jadi, jika adalah nilai eigen dari A, maka A I x 0 dan sembarang vektor tak nol dalam N A I adalah vektor eigen yang bersesuaian dengan. Ruang bagian N A I dinamakan ruang eigen yang berhubungan dengan nilai eigen. Persamaan (1) akan mempunyai penyelesaian non trivial jika dan hanya jika A I singular atau

3 I 0 det A (2) Jika determinan pada Persamaan (2) diuraikan, maka diperoleh suatu polinom berderajat n dalam peubah atau p det A I. Polinom di atas disebut polinom karakteristik, dan persamaan (2) disebut persamaan karakteristik untuk matriks A. Akar dari polinom karakteristik adalah nilai eigen dari A. Jika dihitung akar menurut kelipatannya, maka polinom karakteristik pasti akan mempunyai n akar. Jadi, A akan mempunyai n nilai eigen dimana beberapa di antaranya kemungkinan akan berulang dan beberapa nilai eigen lainnya kemungkinan berupa bilangan kompleks. Untuk mengatasi kasus terakhir, perlu memperluas medan skalar menjadi bilangan kompleks serta memperbolehkan dipergunakannya entri-entri kompleks untuk vektor dan matriks. Contoh 2. Misalkan Karena 4 2 2 A dan x. 1 1 1 4 2 2 6 2 Ax 3 3x. 1 1 1 3 1 Dari persamaan ini terlihat bahwa 3 adalah nilai eigen dari A dan x 2,1 T merupakan vektor eigen dari dan 4,2 T juga merupakan vektor eigen yang bersesuaian dengan 3, karena 4 1 2 4 12 4 3. 1 2 6 2 2.3. Minors, Kofaktor dan Adjoin Matriks Definisi 3. Jika adalah suatu matriks bujur sangkar, maka minor dari entri dinyatakan sebagai dan didefinisikan sebagai determinan dari submatriks yang tersisa setelah baris dan kolom dihilangkan dari. Bilangan dinotasikan dengan dan disebut sebagai kofaktor dari entri. Definisi 4. Jika adalah matriks sebarang dan adalah kofaktor dari, maka matriks

4 disebut matriks kofaktor dari. Transpose dari matriks tersebut disebut adjoin dari dinotasikan dengan Misalkan diberikan sebuah matriks sehingga diperoleh: atau Teorema 1. Lihat 3]. Misalkan adalah adjoint dari, maka. 2.4. Sistem Matriks Bujur Sangkar Jika determinan pada persamaan (2) diuraikan, maka diperoleh suatu bentuk (3) dimana menyatakan vektor, adalah vektor masukan dan Telah diketahui polinomial karakteristik untuk sistem linier dapat diperluas untuk sistem non linier persamaaan (3) sebagai berikut. Definisi 5. Lihat 4]. (4) dengan koefisien adalah polinomial karakteristik dari sistem (3). Persamaan adalah polinomial karakteristik dari sistem (3). 3. Pembahasan 3.1. Bukti Teorema Cayley-Hamilton

5 Teorema 2. Lihat 6]. Misalkan adalah matriks persegi, dan adalah polinom karakteristik dari, maka, dikatakan matriks memenuhi persamaan karakteristiknya. Banyak cara untuk membuktikan teorema Cayley-Hamilton, salah satu cara yang cukup mudah dipahami adalah pembuktian yang diberikan dalam paper ini. Bukti: Perhatikan bahwa untuk sembarang matriks bujur sangkar berlaku, dengan adalah adjoint dari. Persamaan berlaku untuk semua matriks bujur sangkar, maka pasti berlaku untuk matriks sehingga dapat dituliskan ( ). Entri-entri dari adalah polinom berderajat. Karena itu, A I dapat ditulis sebagai sebuah polinom berderajat dengan dengan koefisien berbentuk matriks, yaitu adalah koefisien berbentuk matriks. Perhatikan bahwa (6) Karena, maka (7) Dengan menyamakan kedua persamaan di atas, yaitu (7) dan (6), diperoleh (5) Dengan menyamakan koefisien dari pada ruas kiri dan ruas kanan diperoleh persaman sebagai berikut. (0) dari suku konstan (1) suku linear (2) dari koefisien dari koefisien dari koefisien. Jika persamaan dikalikan dengan dan menghasilkan dan persamaan berikut (0) (1) (2) (8).

6 Kemudian ditambahkan, maka jumlah ruas kiri adalah. Sedangkan jumlah ruas kanan adalah. Karenanya,. 3.2. Perluasan Teorema Cayley-Hamilton untuk matriks Teorema 3. Misalkan dan misalkan pula adalah polinomial karakteristik dari, maka, (9), (11) dimana adalah matriks nol. Bukti: Pertama akan ditunjukkan bahwa Dengan menggunakan induksi matematika pada, ikuti langkah berikut. Untuk, berlaku (10) Asumsikan benar untuk, yaitu. Akan ditunjukkan benar untuk.. Jadi terbukti bahwa

7. (12) Dengan menggunakan persamaan (10) diperoleh (13). Misalkan suatu matriks bujur sangkar. Dengan menggunakan Teorema 2, diperoleh (14) Substitusi persamaan (7) ke persamaan (14) menghasilkan. (15) Dengan hanya mempertimbangkan baris pertama dari persamaan (15) maka diperoleh persamaan (11). Teorema 3 berlaku untuk pada matriks persegi dimana. Untuk kasus maka digunakan Teorema 4 di bawah ini. Teorema 4. Misalkan dan misalkan polinom karakteristik dari bentuknya seperti pada persamaan (10), maka (16) Langkah untuk membuktikan teorema ini sama dengan langkah-langkah pembuktian Teorema 3. Bukti: Pertama akan ditunjukan. Dengan menggunakan induksi matematika pada, perhatikan langkah berikut. Untuk, diperoleh Asumsikan benar untuk, yaitu

8 Akan ditunjukkan benar untuk, perhatikan bahwa Jadi terbukti bahwa. (17) Dengan menggunakan persamaan (10) diperoleh. (18) Misal suatu matriks bujur sangkar. Dengan menggunakan Teorema 2 diperoleh (19) Substitusi persamaan (12) ke persamaan (14) menghasilkan Dengan hanya mempertimbangkan kolom pertama dari persamaan (20) maka diperoleh persamaan (16). 3.3. Penerapan Teorema Cayley-Hamilton untuk Nonlinear time-varying System (20) 3.3.1 Sistem Matriks Teorema Cayley-Hamilton dapat diterapkan pada sistem matriks baik itu sistem matriks bujur sangkar dan sistem matriks. Teorema 5. Sistem matriks memenuhi persamaan

9 (21) Perhatikan sebuah sistem matriks dengan jumlah kolom lebih besar dari jumlah baris, Misalkan ] (22) dimana koefisien (23) Teorema 6. Misalkan polinomial karakteristik dari mempunyai bentuk pada persamaan (23), maka matriks (22) memenuhi persamaan ] (24) dimana adalah matriks nol. Contoh 3. Perhatikan sistem matriks, yaitu ] (25) dimana. Polinomial karakteristik matriks adalah (26) dimana Dengan menerapkan Teorema 6 diperoleh ] ] ].

10 ] ] ] ( ) ] ] Maka ] ] ] ]

11 Oleh karena itu sistem matriks di atas memenuhi persamaan (24). Daftar Pustaka 1] Anton H. dan Rorres C., 2004. Aljabar Linear Elementer Versi Aplikasi. 2] Gantmacher F.R., 1960. The Theory of Matrices. 3] Golberg J.L., 1991. Matrix Theory with Applications. McGraw-Hill Inc., New York. 4] Kaczorek T., 2006. New Extensions of The Cayley-Hamilton Theorem with Applications. Technical University of Bialystok. 5] Lancaster P. dan Tismenetsky M., 1985. The Theory of Matrices, Second Edition with Aplications. 6] Landesman E.M. dan Hestenes M.R., 1992. Linear Algebra for Mathematics Science and Enggineering. 7] Steven J.L, 1988. Aljabar Linear dan Aplikasinya. Penerbit Erlangga, Jakarta.