Lampiran 1. Karakteristik Petani

dokumen-dokumen yang mirip
No. Umur (Tahun) Pendidikan Luas Lahan (Ha) 1 47 SD SD SMA SD SMP SD S SMP 0.

Lampiran 1. Indikator dan Parameter Penilaian SWOT Kopi Mandailing. No Indikator Parameter Skor

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BUNGA POTONG (Studi Kasus : Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara) ABSTRAK

Lampiran 1. Indikator dan Parameter Faktor Internal. No Indikator Parameter Skor. 2 Pengalaman bertani >5 tahun 3-2 tahun 5-4 tahun < 1 tahun

Lapangan Usaha. Sumber : Badan Pusat Statistik (2012) 1

I. PENDAHULUAN. yang sangat beragam dan mayoritas penduduknya mempunyai mata pencaharian

Lampiran 1. Indikator dan Parameter Penilaian SWOT pada Pemasaran. Agroindustri Tahu Isi Goreng di Kecamatan Medan Polonia

BAB I PENDAHULUAN. Energi minyak bumi telah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi manusia saat

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki arti penting dalam bidang pertanian karena letaknya yang strategis.

I. PENDAHULUAN. akan tetapi juga berperan bagi pembangunan sektor agrowisata di Indonesia.

METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian yang

Lampiran 1. Indikator dan Parameter Faktor Internal. No Indikator Parameter Skor 1. Ketersediaan bahan baku obat tradisional

I. PENDAHULUAN. Tanaman hias merupakan salah satu produk hortikultura yang saat ini mulai

Peluang Bisnis Perikanan Gurameh. Oleh: Aji Cahya Diputra NIM: Kelas: 11-S1-TI-08. Abstraksi

BAB I PENDAHULUAN. kota yang memiliki julukan sebagai Kota Kembang. Hal tersebut karena lebih dari

III. METODE PENELITIAN. Tanaman kehutanan adalah tanaman yang tumbuh di hutan yang berumur

PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN WANITA PEDAGANG BUNGA POTONG SKRIPSI OLEH FEBRIANRI SIHOMBING /PKP

I. PENDAHULUAN. Pertanian merupakan salah satu basis ekonomi kerakyatan di Indonesia.

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PELUANG PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAYUR-SAYURAN DI KABUPATEN KARIMUN RIAU

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif (descriptive research) bermaksud

STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM AGRIBISNIS BERAS ORGANIK (Studi Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) SKRIPSI

BAB VI STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN. 6.1 Konsep Pengembangan Kawasan Agropolitan

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Florist

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT

III. METODE PENELITIAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN

PENDAHULUAN. tahun ke tahun, baik untuk pemenuhan kebutuhan domestik maupun ekspor,

III. METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan data melakukan analisa-analisa sehubungan dengan tujuan

V. GAMBARAN UMUM PASAR BUNGA RAWABELONG

PENGARUH STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENYEWAAN MOBIL PADA PT.MULIA SASMITA BHAKTI

Lampiran 1.Karakteristik Responden Pembudidaya Ikan Bandeng di Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Lestari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal No. Resp.

IX. FORMULASI STRATEGI. pencocokkan, dan tahap keputusan. Tahap masukan menggunakan analisis

Kayu bawang, faktor-faktor yang mempengaruhi, strategi pengembangan.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. menjelaskan sesuatu melalui sebuah penelitian (Ulum dan Juanda, 2016).

I. PENDAHULUAN. titik berat pada sektor pertanian. Dalam struktur perekonomian nasional sektor

BAB I PENDAHULUAN. tropis sehingga tanahnya sangat subur dan cocok untuk pertanian dan

VI. ANALISIS USAHATANI DAN EFEKTIVITAS KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI

Usaha Merangkai Bunga

Bagian Ketujuh Bidang Pengembangan Usaha Pasal 20 (1) Bidang Pengembangan Usaha mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KEMUKUS DI DESA BANYUASIN KEMBARAN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO

Deskripsi Jeruk Siam Di Desa Suka

docking kapal perikanan; (2) mengkaji kelayakan finansial di bidang usaha pelayanan jasa docking kapal perikanan sebagai bagian upaya dalam

BAB VI SASARAN PEMBANGUNAN HORTIKULTURA

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Metode Pengumpulan Data Defenisi Operasional Penelitian

VI SISTEM KEMITRAAN PT SAUNG MIRWAN 6.1 Gambaran Umum Kemitraan Kedelai Edamame PT Saung Mirwan sangat menyadari adanya keterbatasan-keterbatasan.

FUNGSI : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertanian yang meliputi tanaman pangan, peternakan dan perikanan darat b.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BUNGA MAWAR POTONG DI DESA KERTAWANGI, KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BANDUNG BARAT. Abstrak

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMANFAATAN PEKARANGAN DALAM MENDUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SUBURBAN

5 PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN PANCING DENGAN RUMPON DI PERAIRAN PUGER, JAWA TIMUR

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. Perumusan visi dan misi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten

I. PENDAHULUAN. Arah kebijakan pembangunan pertanian yang dituangkan dalam rencana

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS USAHATANI KOPI DI DESA PIRIAN TAPIKO KECAMATAN TUTAR KAB.POLEWALI MANDAR. Rahmaniah HM.,SP, M.Si

I. PENDAHULUAN. pemasaran lebih efektif dan efisien bagi seorang peternak serta untuk. menyediakan fungsi fasilitas berupa pasar ternak.

LAMPIRAN. L2. Kuesioner SWOT

STUDI TENTANG PENDAPATAN USAHATANI TANAMAN HIAS DAN TANAMAN SAYUR DI KOTA BATU JAWA TIMUR PENDAHULUAN

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar ini mencakup pengertian yang digunakan untuk menunjang dan

Deskripsi Mentimun Hibrida Varietas MAGI F M. Bentuk penampang melintang batang : segi empat

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

BAB III METODE PENELITIAN. lokasi penelitian secara sengaja (purposive) yaitu dengan pertimbangan bahwa

kurang penting sama penting lebih penting

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. analisis data yang telah dikemukakan pada Bab I, II, III, dan IV, maka beberapa

I. PENDAHULUAN. Pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan

PENGERTIAN TANAMAN HIAS

MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Prosedur Penentuan Responden Data yang dikumpulkan meliputi:

: Budi Utami, SE., MM

STRATEGI PENINGKATAN PEMASARAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS HESSA AIR GENTING KECAMATAN AIR BATU KABUPATEN ASAHAN TESIS. Oleh

BAB I PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang diakibatkan krisis moneter serta bencana alam yang

Lampiran 1. Indikator Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses)

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Identifikasi Masalah Tujuan Penelitian Kegunaan Penelitian...

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN HORTIKULTURA 2016

SKRIPSI DAVID HISMANTA DEPARI AGRIBISNIS PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Mawar merupakan salah satu tanaman kebanggaan Indonesia dan sangat

3.1 Penilaian Terhadap Sistem Perekonomian / Agribisnis

1. Pengembangan Komoditas Unggulan 2. Pengembangan Kawasan dan Sentra Produksi 3. Pengembangan Mutu Produk 4. Pengembangan Perbenihan

VII PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA

PELAKSANAAN PENELITIAN

VIII. IDENTIFIKASI FAKTOR STRATEGIS. kelemahan PKPBDD merupakan hasil identifikasi dari faktor-faktor internal dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V HASIL PENELITIAN. Karakteristik responden merupakan alat ukur statistik yang penting dalam

BAB III METODE PENELITIAN

Laporan Kinerja Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura T.A 2015

LAMPIRAN. Lampiran 1. Pernyataan Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh

I. PENDAHULUAN. kontribusi besar dalam pengembangan pertanian di Indonesia. Dalam beberapa

III. METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Variabel. Konsep dasar dan definisi operasional variabel adalah pengertian yang

EVALUASI KINERJA PENYULUH DAN PENENTUAN PENGEMBANGAN STRATEGI KINERJA PENYULUH PERTANIAN ORGANIK ATAS DASAR FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL KOTA BATU

Transkripsi:

63 Lampiran 1. Karakteristik Petani No. Umur (Tahun) Pendidikan Luas Lahan (Ha) 1 42 SMA 0.12 2 48 SMP 0.04 3 48 SD 0.04 4 49 D3 0.04 5 48 S1 0.04 6 43 SMA 0.04 7 51 SMA 0.2 8 58 SMA 0.3 9 44 SD 0.2 10 31 SMK 0.2 11 22 SMA 0.01 12 61 SMA 0.12 13 42 SMP 0.32 14 31 SMA 0.2 15 46 SMA 0.04 16 37 SMK 0.2 17 30 SD 0.25

64 Lampiran 2. Karakteristik Pedagang dan Reseller No. Umur (Tahun) Pendidikan Komoditi yang biasa dijual Pedagang 1 40 SMA Krisan 2 58 SMA Krisan dan Gladiol 3 53 D3 Krisan dan Gladiol 4 56 SMP Krisan dan Gladiol Reseller 1 49 SMP Krisan, Anggrek, mawar, sedap malam, Ester 2 40 SMA Krisan, mawar, anggrek, sedap malam, Gladiol 3 37 STM Krisan 4 53 SD Krisan, mawar, sedap malam, anggrek, gladiol 5 35 SMA Krisan, anggrek, mawar, terompet, sedap malam

65 Lampiran 3. Parameter Penilaian SWOT Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemasaran Bunga Potong No. Parameter Pernyataan Skor Strategis 4 1. Lokasi Pasar Cukup Strategis 3 Kurang Strategis 2 Tidak Strategis 1 Harga rata-rata yang berlaku di 4 pasar 80% x < 100% Harga rata-rata 3 2. Harga yang diterima yang berlaku di pasar petani 50% x < 80% Harga rata-rata 2 yang berlaku di pasar x < 50% Harga rata-rata yang 1 berlaku di pasar Harga rata-rata yang berlaku di 4 3. Harga yang diterima pasar pedagang dan reseller di 80% x < 100% Harga rata-rata 3 Pasar Bunga yang berlaku di pasar 50% x < 80% Harga rata-rata 2 yang berlaku di pasar x < 50% Harga rata-rata yang 1 berlaku di pasar Tinggi dan Kontinue 4 4. Jumlah permintaan pasar Tinggi dan Tidak Kontinue 3 Rendah dan Kontinue 2 Rendah dan Tidak Kontinue 1 5. Penetapan Sudah ditetapkan 4 GAP dan Masih diperkenalkan 3 Program perencanaan 2 Tidak ditetapkan 1 Setiap satu kali seminggu 4 6. Pengawasan pelaksanaan Setiap satu bulan sekali 3 GAP dan Sesuai dengan jadwal yang 2 ditentukan Tidak dilakukan pengawasan 1 7 Pelaksanaan GAP dan Semua jenis tanaman 4 Hanya tanaman tertentu 3 Sesuai dengan keinginan 2 Tidak dilaksanakan 1 8. Dukungan Pemerintah Mendukung 4 dalam penyediaan sarana Cukup mendukung 3 dan prasarana Kurang mendukung 2 Tidak mendukung 1 Ekspor Internasional 4 9. Jaringan pemasaran Ekspor Nasional 3

66 Ekspor Regional 2 Lokal 1 100% modal sendiri 4 10. Permodalan 75% modal sendiri 3 50% modal sendiri 2 seluruh modal pinjaman 1 Selalu berubah 4 11. Variasi permintaan 75% berubah 3 pasar tujuan 50% berubah 2 Tidak berubah 1 Mengikuti pangsa pasar 4 12 Jadwal tanam Rutin 3 Berubah-ubah 2 Sesuai keinginan 1 Baik 4 13. Keahlian Pascapanen Cukup 3 Kurang 2 Tidak Baik 1 Ada dan Pelaksanaanya rutin 4 14. Pembinaan tenaga Ada tapi pelaksanaanya tidak rutin 3 penyuluh Masih dalam program 2 Tidak ada pembinaan penyuluh 1 Sangat efektif 4 15. Leaflet (selebaran) Efektif 3 Kurang efektif 2 Tidak efektif 1 Ada dan Pelaksanaanya rutin 4 16. Pameran Ada tapi pelaksanaanya tidak rutin 3 Masih dalam program 2 Tidak ada pembinaan penyuluh 1 Keterangan 1. Strategis : Dijalan lintas, berada pada sentra produksi Cukup Strategis : tidak jauh dari jalan lintas, berada pada sentra produksi Kurang Strategis: Jauh dari jalan lintas, berada pada sentra produksi Tidak Strategis : Jauh dari jalan lintas, jauh dari sentra produksi 2.. Indikator Pelanggan Tetap: Hotel, restaurant, florist, reseller, dan Rumah tangga Tinggi dan : 70% Produksi<100%,/minggu, Memiliki semua indikator Kontinue indikator pelangga tetap Tinggi dan : 70% Produksi<100%,/minggu, memiliki < 3indikator Tidak Kontinue pelanggan tetap Rendah dan : Produksi <70%,/minggu, memiliki <2 indikator Kontinue pelanggan tetap

67 Rendah dan Tidak Kontinue : Produksi <70%,/minggu,tidak memiliki pelanggan tetap 3. Indikator Pelaksanaan GAP dan Ada, terlaksana : sudah ada penerapan GAP dan, petani yang melasanakan 80% Ada, cukup : sudah ada, petani yang melaksanakan 40%-80% Ada : sudah ada, petani yang melaksanankan <40% Tidak terlaksana : tidak ada penerapan GAP dan 4. Indikator dukungan Pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana,: bantuan permodalan, bantuan alsintan, dan bantuan bibit Mendukung : Semua indikator diatas terpenuhi Cukup : Salah satu indikator diatas tidak terpenuhi Kurang : dua indikator diatas tidak terpenuhi Tidak : <3 indikator diatas tidak terpenuhi 5. Indikator keahlian pascapanen: Melakukan seleksi kultivar, penentuan saat panen yang tepat, cara panen yang tepat, perlakuan kimiawi, teknik peyimpanan dan pengangkutan yang tepat. Sangat baik : Semua indikator diatas terpenuhi Baik : Salah satu indikator diatas tidak terpenuhi Cukup : dua indikator diatas tidak terpenuhi Kurang : >3 indikator diatas tidak terpenuhi

68 Lampiran 4. Rata-rata harga bunga di Pasar Bunga/Juni 2015 No. Jenis Krisan Rata-rata Harga/Ikat Jumlah Batang 1. Kuning Rp 25.000 10 2. Putih Rp 20.000 10 3. Salju Rp 15.000 5

69 Lampiran 5. Rata-rata harga yang diterima Petani Sampel Rata harga yang diterima/jenis bunga (Rp/ikat) Rasio harga yang diterima dengan rata harga pasar (%) Ratarata (%) 1 2 3 1 2 3 1 10.000 15.000 15.000 40 75 100 71,66 2 10.000 15.000 10.000 40 75 66,6 60,55 3 15.000 15.000 15.000 60 75 100 78,33 4 15.000 15.000 10.000 60 75 66,6 67,22 5 10.000 10.000 10.000 40 50 66,6 52,22 6 25.000 10.000 10.000 100 50 66,6 72,22 7 10.000 20.000 10.000 40 100 66,6 68,88 8 20.000 20.000 15.000 80 100 100 93,33 9 20.000 20.000 15.000 80 100 100 93,33 10 20.000 15.000 10.000 80 75 66,6 73,88 11 15.000 20.000 15.000 60 100 100 86,66 12 25.000 10.000 10.000 100 50 66,6 72,22 13 10.000 10.000 10.000 40 50 66,6 53,33 14 15.000 10.000 7.500 60 50 50 53,33 15 10.000 10.000 7.500 40 50 50 46,66 16 15.000 10.000 5.000 60 50 33,3 47,77 17 15.000 15.000 10.000 60 75 66,6 67,22 Ratarata 15.294 14.117 10.882 61,17 70,58 72,55 68,10 Keterangan: 1 = Krisan Kuning 2 = Krisan Putih 3 = Krisan Salju

70 Lampiran 6. Rata-rata harga yang diterima Pedagang dan Reseller Sampel Rata-rata harga yang diterima (Rp/ikat) Rasio Harga yang diterima (%) Ratarata (%) 1 2 3 1 2 3 Pedagang 1 30.000 20.000 15.000 >100 100 100 100 2 25.000 25.000 10.000 100 >100 66 90 3 25.000 20.000 20.000 100 100 >100 100 4 35.000 20.000 20.000 >100 100 >100 100 Ratarata 28.750 21.250 16.250 100 100 100 Reseller 1 30.000 20.000 15.000 >100 100 100 100 2 30.000 25.000 20.000 >100 >100 >100 100 3 40.000 25.000 25.000 >100 >100 >100 100 4 25.000 25.000 20.000 100 >100 >100 100 5 30.000 20.000 15.000 >100 100 100 100 Ratarata 31.000 23.000 19.000 100 100 100 100

71 Lampiran 7. Penilaian skor Parameter Faktor Internal Sampel Parameter 1 2 3 4 5 6 7 Distan 1 4 2 2 2 3 2 2 2 4 2 2 2 3 2 2 3 4 2 2 2 3 2 2 4 4 2 2 2 3 2 2 4 2 2 2 3 2 2 Ratarata Keterangan: Parameter 1 Parameter 2 Parameter 3 Parameter 4 Parameter 5 Parameter 6 Parameter 7 : Penetapan GAP dan : Pengawasan pelaksanaan GAP dan : Dukungan Pemerintah : Jaringan pemasaran : Pembinaan tenaga penyuluh : Leaflet (selebaran) : Pameran

72 Lampiran 8. Penilaian Skor Parameter Faktor Eksternal Sampel Parameter 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Petani 1 3 2 4 3 4 1 2 3 2 4 3 4 1 3 3 2 4 3 4 1 4 3 2 4 3 4 1 5 3 2 4 3 4 1 6 3 2 4 3 4 1 7 3 2 4 3 4 1 8 3 3 4 3 4 1 9 3 3 4 3 4 1 10 3 2 1 3 4 1 11 3 3 4 3 4 1 12 3 3 4 3 4 1 13 3 2 4 3 4 1 14 3 2 4 3 4 1 15 3 1 4 3 4 1 16 3 1 2 3 4 1 17 3 2 4 3 4 1 Pedagang 1 4 4 3 2 2 4 4 3 2 3 4 4 4 2 4 4 4 3 2 Reseller 1 4 3 2 2 4 4 3 3 4 3 2 4 4 2 2 5 4 2 3 Total 67 35 36 27 63 20 51 68 17 Rataan 3,2 2 4 3 3,7 2,22 3 4 1

73 Keterangan: Parameter 1 Parameter 2 Parameter 3 Parameter 4 Parameter 5 Parameter 6 Parameter 7 Parameter 8 Parameter 9 : Lokasi Pasar : Harga yang diterima petani : Harga yang diterima pedagang dan reseller : Jumlah permintaan pasar : Permodalan : Variasi permintaan pasar : Jadwal tanam bunga : Keahlian pascapanen : Pelaksanaan GAP dan

74 Lampiran 9. Penilaian Tingkat Kepentingan Faktor Internal (IFAS) No. Faktor Skala Nilai Faktor 1. Penetapan GAP dan 3 2 1 2 3 Pengawasan GAP dan 2. Penetapan GAP dan 3 2 1 2 3 Dukungan Dinas Pertanian dalam sarana dan prasarana 3. Penetapan GAP dan 3 2 1 2 3 Jaringan pemasaran 4. Penetapan GAP dan 3 2 1 2 3 Pembinaan tenaga penyuluh 5. Penetapan GAP dan 3 2 1 2 3 Leaflet (selebaran) 6. Penetapan GAP dan 3 2 1 2 3 Pameran 7. Pengawasan pelaksanaan GAP dan 3 2 1 2 3 Dukungan Dinas Pertanian dalam sarana dan prasarana 8. Pengawasan pelaksanaan GAP dan 3 2 1 2 3 Jaringan pemasaran 9. Pengawasan pelaksanaan GAP dan 3 2 1 2 3 Pembinaan tenaga penyuluh 10. Pengawasan pelaksanaan GAP dan 11 Pengawasan pelaksanaan GAP dan 12. Dukungan Dinas Pertanian 13. Dukungan Dinas Pertanian 3 2 1 2 3 Leaflet (selebaran) 3 2 1 2 3 Pameran 3 2 1 2 3 Jaringan pemasaran 3 2 1 2 3 Pembinaan tenaga penyuluh

75 14. Dukungan Dinas Pertanian 15. Dukungan Dinas Pertanian 3 2 1 2 3 3 2 1 2 3 Leaflet (selebaran) Pameran 16. Jaringan pemasaran 3 2 1 2 3 Pembinaan tenaga penyuluh 17. Jaringan pemasaran 3 2 1 2 3 Leaflet (selebaran) 18. Jaringan pemasaran 3 2 1 2 3 Pameran 19. Pembinaan tenaga penyuluh 20. Pembinaan tenaga penyuluh 3 2 1 2 3 Leaflet (selebaran) 3 2 1 2 3 Pameran 21. Leaflet (selebaran) 3 2 1 2 3 Pameran

76 Lampiran 10. Penilaian Tingkat Kepentingan Faktor Eksternal (EFAS) No. Faktor Skala Nilai Faktor 1. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Harga yang diterima petani 2. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 3. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Jumlah permintaan pasar 4. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Permodalan 5. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Variasi permintaan pasar 6. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Jadwal tanam 7. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Keahlian pascapanen 8. Lokasi pasar 3 2 1 2 3 Pelaksanaan GAP dan 9. Harga yang diterima petani 10. Harga yang diterima petani 11. Harga yang diterima petani 12. Harga yang diterima petani 13. Harga yang diterima petani 14. Harga yang diterima petani 15. Harga yang diterima petani 16. Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 3 2 1 2 3 Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 3 2 1 2 3 Jumlah permintaan pasar 3 2 1 2 3 Permodalan 3 2 1 2 3 Variasi permintaan pasar 3 2 1 2 3 Jadwal tanam 3 2 1 2 3 Keahlian pascapanen 3 2 1 2 3 Pelaksanaan GAP dan 3 2 1 2 3 Jumlah permintaan pasar

77 No. Faktor Skala Nilai Faktor 17. Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 3 2 1 2 3 Permodalan 18. Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 19. Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 20 Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 3 2 1 2 3 3 2 1 2 3 3 2 1 2 3 Variasi permintaan pasar Jadwal tanam Keahlian pascapanen 21. Harga yang diterima pedagang dan reseller di pasar 22. Jumlah permintaan pasar 23. Jumlah permintaan pasar 24. Jumlah permintaan pasar 25. Jumlah permintaan pasar 26 Jumlah permintaan pasar 3 2 1 2 1 Pelaksanaan GAP dan 3 2 1 2 3 Permodalan 3 2 1 2 3 Variasi permintaan pasar 3 2 1 2 3 Jadwal tanam 3 2 1 2 3 Keahlian pascapanen 3 2 1 2 3 Pelaksanaan GAP dan 27. Permodalan 3 2 1 2 3 Variasi permintaan pasar 28. Permodalan 3 2 1 2 3 Jadwal tanam 29. Permodalan 3 2 1 2 3 Keahlian pascapanen 30. Permodalan 3 2 1 2 3 Pelaksanaan GAP dan 31. Variasi permintan pasar 3 2 1 2 3 Jadwal tanam

78 No. Faktor Skala Nilai Faktor 32. Variasi permintaan pasar 33. Variasi permintaan pasar 3 2 1 2 3 Keahlian pascapanen 3 2 1 2 3 Pelaksanaan GAP dan 34. Jadwal tanam 3 2 1 2 3 Keahlian pascapanen 35. Jadwal tanam 3 2 1 2 3 Pelaksanaan GAP dan 36. Keahlian pascapanen 3 2 1 2 3 Pelaksanaan GAP dan

79 Lampiran 11. Hasil Penilaian Faktor Internal Responsen 1 (Penyuluh) Parameter A B C D E F G A 1 1 1 1 1 3 3 B 1 1 1 1 1 3 3 C 1 1 1 1 1 3 3 D 1 1 1 1 1 3 3 E 1 1 1 1 1 3 3 F 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1 1 G 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1 1 Total 5,66 5,66 5,66 5,66 5,66 17 17 Responden 2 (Pejabat Dinas Pertanian Karo) Parameter A B C D E F G A 1 3 1 1/3 1 3 3 B 1/3 1 1 3 3 3 3 C 1 1 1 3 3 3 3 D 3 1/3 1/3 1 3 1 3 E 1 1/3 1/3 1/3 1 3 3 F 1/3 1/3 1/3 1 1/3 1 1 G 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1 1 Total 7 6,33 4,33 9 11,66 15 17 Keterangan: A B C D E F G : Penetapan GAP dan : Pengawasan pelaksanaan GAP dan : Dukungan Dinas Pertanian dalam sarana prasarana : Jaringan pemasaran : Pembinaan tenaga penyuluh : Leaflet (selebaran) : Pameran

80 Lampiran 12. Hasil Penilaian Faktor Eksternal Responden 1 (Penyuluh) Parameter A B C D E F G H I A 1 1/3 1/3 1/3 1/3 1/2 1/3 3 3 B 3 1 1 3 2 1 1 2 3 C 3 1 1 3 2 1 1 2 3 D 3 1/3 1/3 1 2 3 2 2 3 E 3 1/2 1/2 1/2 1 3 2 3 3 F 2 1 1 1/3 1/3 1 1/3 1/3 3 G 3 1 1 1/2 1/2 3 1 3 3 H 1/3 1/2 1/2 1/2 1/3 3 1/3 1 3 I 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1 Total 18,66 5,99 5,99 9,49 8,82 15,83 8,32 16,66 25 Responden 2 (Pejabat Dinas Pertanian) Parameter A B C D E F G H I A 1 1/3 1/3 1 1/3 3 1/3 1/3 1/3 B 3 1 3 1 3 3 1/3 1/3 1/3 C 3 1/3 1 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 D 1 1 3 1 3 1/3 1/3 1/3 1/3 E 3 1/3 3 1/3 1 3 1/3 1/3 1/3 F 1/3 1/3 3 3 1/3 1 1/3 1/3 1/3 G 3 3 3 3 3 3 1 1 1 H 3 3 3 3 3 3 1 1 1 I 3 3 3 3 3 3 1 1 1 Total 20,33 12,32 22,33 15,66 17 19,33 5 5 5 Keterangan A B C D E F G H I : Lokasi pasar : Harga yang diterima petani : Harga yang diterima pedagang dan reseller : Jumlah permintaan pasar : Permodalan : Variasi permintaan pasar : Jadwal tanam : Keahlian pascapanen : Pelaksanaan GAP dan

81 Lampiran 13. Hasil Perhitungan Nilai Rata - Rata Geometris Faktor Internal (IFAS) Parameter A B C D E F G Ratarata A 1 1,7 1 0,57 1 3 3 1,61 B 0,57 1 1 1,7 1,7 3 3 1,71 C 1 1 1 1,7 1,7 3 3 1,77 D 1,7 0,57 0,57 1 1,7 1,7 3 1,46 E 1 0,57 0,57 0,57 1 3 3 1,3 F 0,33 0,33 0,33 0,57 0,33 1 1 0,55 G 0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 1 1 0,52 Total 5,93 5,5 4,8 6,11 7,76 15,7 17 8,91 Rumus: G = n x1 x2 x3... x n Ket : X 1 = Nilai sel i untuk sampel 1 X X X 2 3 n = Nilai sel i untuk sampel 2 = Nilai sel i untuk sampel 3 = Nilai sel i untuk sampel n Contoh perhitungan mencari nilai rata - rata geometris : G AB = 1 *1 = 1

82 Lampiran 14. Hasil Perhitungan Nilai Rata - Rata Geometris Faktor Eksternal (EFAS) Para meter A B C D E F G H I Ratarata A 1 0,33 0,33 1,7 0,33 1,2 0,33 0,99 0,99 0,8 B 3 1 1,7 1,7 2,4 1,7 0,57 0,81 0,99 1,54 C 3 0,57 1 0,99 0,81 0,57 0,57 0,81 0,99 1,03 D 1,7 0,57 0,99 1 2,4 0,99 0,81 0,81 0,99 1,14 E 3 0,4 1,22 1,4 1 3 0,81 0,99 0,99 1,42 F 0,81 0,57 1,7 0,99 0,33 1 0,33 0,33 0,99 0,78 G 3 1,7 1,7 1,22 1,22 3 1 1,7 1,7 1,8 H 0,99 0,81 0,81 0,81 0,99 3 0,57 1 1,7 1,18 I 0,99 0,99 0,99 0,99 0,99 0,99 0,57 0,57 1 0,89 Total 17,49 6,94 10,44 10,8 10,47 15,45 5,56 8,01 10,34 10,6 G = n x1 x2 x3... x n Ket : X 1 = Nilai sel i untuk sampel 1 X X 2 3 = Nilai sel i untuk sampel 2 = Nilai sel i untuk sampel 3 Xn = Nilai sel i untuk sampel n Contoh perhitungan mencari nilai rata - rata geometris : G AB = 1 3 1 3 = 0,33

83 Lampiran 15. Normalisasi Bobot Faktor Internal Parameter A B C D E F G Ratarata A 0,16 0,3 0,2 0,09 0,12 0,19 0,17 0,18 B 0,09 0,18 0,2 0,27 0,21 0,19 0,17 0,19 C 0,16 0,18 0,2 0,27 0,21 0,19 0,17 0,2 D 0,16 0,1 0,11 0,16 0,21 0,1 0,17 0,15 E 0,16 0,1 0,11 0,09 0,12 0,19 0,17 0,14 F 0,05 0,06 0,06 0,09 0,04 0,06 0,05 0,06 G 0,05 0,06 0,06 0,05 0,04 0,06 0,05 0,05 Total 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Keterangan: A B C D E F G : Penetapan GAP dan : Pengawasan pelaksanaan GAP dan : Dukungan Dinas Pertanian dalam penyedia sarana prasarana : Jaringan pemasaran : Pembinaan tenaga penyuluh : Leaflet (selebaran) : Pameran

84 Lampiran 16. Normalisasi Bobot Faktor Eksternal Para meter A B C D E F G H I Ratarata A 0,05 0,04 0,03 0,15 0,03 0,07 0,05 0,12 0,09 0,08 B 0,17 0,14 0,16 0,15 0,22 0,11 0,1 0,1 0,09 0,14 C 0,17 0,18 0,09 0,09 0,07 0,03 0,1 0,1 0,09 0,1 D 0,09 0,08 0,09 0,09 0,22 0,06 0,14 0,1 0,09 0,11 E 0,17 0,05 0,11 0,12 0,09 0,19 0,14 0,12 0,09 0,13 F 0,04 0,08 0,16 0,09 0,03 0,06 0,05 0,04 0,09 0,08 G 0,17 0,24 0,16 0,11 0,11 0,19 0,17 0,21 0,16 0,16 H 0,05 0,11 0,07 0,07 0,09 0,19 0,1 0,12 0,16 0,11 I 0,05 0,14 0,09 0,09 0,09 0,06 0,1 0.07 0,09 0,09 Total 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Keterangan A B C D E F G H I : Lokasi pasar : Harga yang diterima petani : Harga yang diterima pedagang dan reseller : Jumlah permintaan pasar : Permodalan : Variasi permintaan pasar : Jadwal tanam : Keahlian pascapanen : Pelaksanaan GAP dan