: Layanan Informasi, Perilaku Membolos

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU PRO-SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGARUH LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN TERHADAP ORIENTASI KARIR PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU ASERTIF ANTAR SEBAYA PADA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 GONDANGREJO KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL PADA

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN GADGET

PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS X MIA 4 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN TERHADAP PEMAHAMAN POTENSI DIRI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KALIKOTES KLATEN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU ASERTIF PADA SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN 1 SMK NEGERI 1 WONOSEGORO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING

Kata Kunci : Layanan Informasi Karir, Pemilihan Karir

Titis Fitri Putri Astuti ( ) Pembimbing : Dra. Sri Hartini, M.Pd. Prodi BK FKIP UNISRI ABSTRAK

ABSTRAK. : Ice breaking, Motivasi diri siswa dalam mengikuti pelajaran. matematika

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DENGAN MOTIF AFILIASI PADA SISWA KELAS X TEKNIK ELEKTONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 1 WONOSEGORO TAHUN PELAJARAN

Oleh : Octavena Mellinda Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Maret.

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN TATA TERTIB SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP TINGKAT INFERIORITAS SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 NGUTER SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Oleh : Hesti Karmila Wulandari NIM :

Tyas Siti Syarifah ( ) Pembimbing :Lydia Ersta K. Prodi BK FKIP UNSIRI ABSTRAK

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM MENGEMUKAKAN DAN MEMPERTAHANKAN PENDAPAT PADA SISWA KELAS

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN OUTBOND

Agus Kuntoro NIM: Pembimbing : Dra. Sri Hartini, M.Pd. Prodi BK FKIP UNSIRI ABSTRAK

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BELAJAR TERHADAP MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR SISWA SMP NEGERI 17 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS XI SMA N 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEDISIPLINAN KERAPIHAN BERSERAGAM PADA SISWA KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 1 COLOMADU TAHUN PELAJARAN

SUYUT ADIN FEBRIANTO NPM

Yustiana NIM: Pembimbing : Dra. Sri Hartini, M.Pd. Prodi BK FKIP UNSIRI ABSTRAK

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KARIR TERHADAP PILIHAN STUDI LANJUT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PRINGKUKU TAHUN PELAJARAN 2014/2015

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDY BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA

PENGARUH LAYANAN INFORMASI KARIR TERHADAP MINAT STUDI LANJUT PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Hubungan Layanan Informasi Sosial Dengan Kecenderungan Perilaku Sosial Siswa

PEMBERIAN INFORMASI KARIR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN PROGRAM JURUSAN

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA FILM TERHADAP EFIKASI DIRI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 17 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

MEITA RULY HANGESTI SARI NIM:

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI LOSARI NO.153 PASAR KLIWON SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

BAB III METODE PENELITIAN

BAYU ADHY TAMA K

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENURUNAN KECURANGAN AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN INFORMASI TERHADAP PENGURANGAN RASA INFERIORITAS SISWA KELAS VII MTs NEGERI GEMOLONG TAHUN PELAJARAN

HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penentuan metode dalam sebuah penelitian ilmiah merupakan langkah yang

Kata Kunci: Layanan Penguasaan Konten, Motivasi Berwirausaha

BAB III METODE PENELITIAN. yang lain atau satu objek yang lain (hatch dan farhady, 1981). 2

PENGARUH LAYANAN INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS VII D SMP NEGERI 2 KARANGMALANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdiri dari variabel independen yaitu pemberian reward dan variabel

METODE PENELITIAN. akibat. Menurut Sumadi Suryabrata, (2003:82). Tujuan penelitian korelasi adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Research). Penelitian eksperimen adalah penelitian yang digunakan untuk

PENGARUH PENERAPAN METODE BRAINSTORMING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. didik kelas VII di SMP Negeri 2 Pariaman, maka dalam penelitian ini

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM PENINGKATAN KEGIATAN BELAJAR SISWA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MENJAHIT PADA SISWA SMPN 2 MOJOGEDENG KABUPATEN KARANGANYAR

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PENGUNAAN METODE EVERYONE IS TEACHER HERE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SDN 1 MIDANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECENDERUNGAN MENCONTEK PADA SISWA KELAS XI IPS MAN 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 WERU SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUMBER GEMPOL TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian menelusurinya ke

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian. suatu penelitian (Arikunto,2006: 118). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian deskriptif analisis. Metode penelitian ini diambil karena berkesesuaian

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI SISWA

BAB III METODE PENELITIAN. Objek atau variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tempat penelitian dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kampar

PENGARUH LAYANAN INFORMASI TENTANG TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA TERHADAP PEMAHAMAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN DI SMA

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (Quasi Experiment). Menurut Syaodih (2011:59), bahwa :

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMA N NAWANGAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode adalah cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. direncanakan oleh para peneliti untuk memecahkan permasalahan yang hidup dan

HUBUNGAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 KRAS KABUPATEN KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

III. METODE PENELITIAN. Rajabasa Raya Kota Bandarlampung. Menurut Sugiyono (2012: 6) Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk

III. METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini ialah metode penelitian korelasi. Seperti yang

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dengan judul penelitian Efektivitas Pelatihan Kecerdasan Emosi terhadap

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 September sampai 31 Oktober 2014.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. korelasional, untuk menjelaskan hubungan antara konsep-konsep atau. Ilmiah Remaja Terhadap Pembentukan Sikap Ilmiah Siswa.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Perilaku Membolos Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 Oleh: Fitriana Damayanti 12500104 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. Bentuk penelitian ini adalah eksperimen. Dalam penelitian ini, populasinya adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar dengan jumlah 159 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dan dokumentasi. Metode angket digunakan untuk memperoleh data tentang perilaku membolos siswa sebelum dan setelah diberikan layanan. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang siswa. Teknik analisis data dengan menggunakan rumus t-tes. Berdasarkan dari analisis data, dapat diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. Ini terbukti dari hasil t hitung yang diperoleh sebesar = 14,335 yang kemudian dikonsultasikan dengan t tabel dengan d.b = (N-1) = (32-1) = 31 dalam taraf signifikansi 5% dan 1% yaitu 2,042 dan 2,750. Jadi dapat disimpulkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel atau 2,042<14,335>2,750. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi bahwa Ada pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 diterima kebenarannya baik dalam taraf signifikansi 5% maupun 1%. Kata Kunci : Layanan Informasi, Perilaku Membolos

The Effect Of Information Service Toward The Absent Behavior Of VIII Grade Student In SMP Negeri 2 Gondangrejo Karanganyar Regency In The Academic Year Of 2015/2016 By: Fitriana Damayanti 12500104 The goal of this research is to know whether any effect of information service toward the absent behavior of VIII grade student in SMP N 2 Gondangrejo Karanganyar Regency in the academic year of 2015/2016. The design of this research is experimental. The population of this research in the whole member of VIII grade student in SMP N 2 Gondangrejo, Karanganyar Regency in total 159 students. The researcher used simple random sampling in gaining sample with numbers of students is 32. The technique of collecting data used are documentation and questionnaire. The questionnaire is used to gain the data about student s absent behavior pre and post- information service. The documentation is usedto gain the data about students. The technique of analyzing the data is t-test. Based on the data analyzing, it can be conclude there is effect of information service toward the absent behavior of VIII grade student in SMP N 2 Gondangrejo Karanganyar Regency in the academic year of 2015/2016. This result can be seen from t count in amount= 14,335 which is consultated with t table with d.b= (N-1) = 31 in the level of significance 5% and 1% i.e. 2,042<14,335>2,750. Based on the hypotheses the is effect of information servicetoward the absent behavior of VIII grade student in SMP N 2 Gondangrejo Karanganyar Regency in the academic year of 2015/2016 is accepted in the level of significane of 5% as well as 1%. Keywords: Information Service, Absent Behavior.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dalam berkehidupan dijaman yang serba modern seperti sekarang ini, pendidikan menjadi aspek penting didalamnya. Pendidikan mempunyai banyak pengaruh yang dinamis dimasa depan. Sekolah merupakan sarana yang berarti dalam penyelenggaraan pendidikan, karenamelalui pendidikan dari sekolah seorang individu dapat mengembangkan berbagai potensi yang ada dalam dirinya. Pengembangan potensi tersebut berupa pengembangan potensi dalam aspek fisik, emosional, spiritual, sosial, dan intelektual. Selain bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa tujuan pendidikan saat ini lebih kepada pembentukan karakter peserta didik, namun dalam kenyataannya tujuan tersebut belum tercapai sepenuhnya. Di Indonesia, pendidikan masih dalam taraf perkembangan sehingga pendidikan di negara ini masih ada beberapa hambatan dalam proses pelaksanaannya. Masih banyaknya anak yang buta akan pendidikan, hal ini juga dipengaruhi dari sikap keluarganya. Umumnya keluarga dikalangan bawah menganggap pendidikan itu tidak bergunadan tidak bermanfaat. Oleh sebab itu sudah menjadi tugas kita untuk membuka mata masyarakat luas agar sadar akan pentingnya pendidikan. Tingkat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga ditentukan oleh keberhasilan pendidikan di negara ini. Pendukung utama dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu adalah dengan pendidikan yang bermutu pula. Pengembangan pendidikan yang bermutu bukan saja tentang transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi bagaimana tenaga pendidik mampu untuk membantu peserta didik/siswa dalam menolong diri sendiri memilih dan mengambil keputusan demi tercapainya cita-cita mereka. Siswa SMP tergolong dalam masa pubertas masa usia remaja, dimana usia remaja ini dalam rentang antara usia 10 tahun sampai 19 tahun. Seorang individu yang beranjak menjadi remaja umumnya senang mencoba hal-hal yang baru untuk menunjukkan jati diri mereka, maka apabila seorang individu dalam masa ini harus selalu mendapat pendampingan agar tugas perkembangannya sebagai remaja dapat terpenuhi dengan baik. Banyaknya remaja yang tidak dapat memenuhi tugas perkembangannya dan justru terarah kepada hal-hal yang tidak baik sehingga munculnya berbagai bentuk kenakalankenakalan remaja. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pendampingan khususnya dari orang tua. Orang tua berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Tingkat dari kenakalan remaja semakin tinggi, maka diperlukan tindakan yang tepat untuk mengatasi berbagai macam tindak kenakalan remaja. Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk dari kenakalan siswa di sekolah. Umumnya perilaku membolos siswa dimiliki mulai mereka memasuki sekolah menengah. Perilaku membolos adalah gerbang dari bentuk kenakalan remaja yang semakin parah, dari membolos

seorang siswa dapat melakukan tindakan kenakalan-kenakalan diluar sekolah seperti tawuran, berjudi, kebut-kebutan di jalan, mabukmabukan, dan hingga akhirnya putus sekolah. Demikian pula yang terjadi pada siswa di SMP Negeri 2 Gondangrejo, sebagian siswa masih kurang dalam menyikapi pendidikan sehingga mereka kurang minat dalam menempuh pendidikan di sekolah. Hal ini terbukti masih ada beberapa siswa yang membolos sekolah, mereka sering tidak masuk berharihari tanpa ada keterangan dan juga meninggalkan jam pelajaran tertentu saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dari fenomena diatas dapat disimpulkan bahwa siswa SMP memerlukan bimbingan yang lebih sebagai upaya mencegah mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Penyebab dari kenakalan atau tindakan yang mereka (siswa) lakukan harus diketahui agar dalam memberikan layanan ataupun bimbingan akan tepat untuk mereka. Program layanan bimbingan dan konseling yang ada di SMP Negeri 2 Gondangrejo sudah berjalan dengan baik, namun dalam proses pelaksanaannya masih terdapat beberapa kesulitan. Hal tersebut dikarenakan kurang adanya dukungan dari berbagai pihak, seperti pihak sekolah, pihak siswa, dan juga dari pihak keluarga siswa. Dari pihak sekolah kurang dalam mengambil kebijakan atau sanksi bagi siswa yang melakukan pembolosan. Demikian juga dari pihak keluarga, pola asuh orang tua yang kurang berpartisipasi dalam pendidikan anaknya sehingga mereka (orang tua) kurang memperhatikan pendidikan anak disekolah. Layanan informasi di SMP Negeri 2 Gondangrejo belum sepenuhnya berjalan secara ideal. Siswa di SMP Negeri 2 Gondangrejo masih minim mendapatkan informasi seperti halnya informasi mengenai perilaku membolos, bahaya membolos atau bahkan dampak dari perilaku membolos sehingga diperlukan layanan informasi bagi siswa guna untuk menambah pengetahuan siswa serta mencegah siswa untuk melakukan tindakan absen sekolah atau membolos. Layanan informasi harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan siswa dan juga sesuai dengan masalah yang dialami oleh siswa.layanan informasi adalah salah satu layanan bimbingan dan konseling yang ada disekolah. Tujuan dari layanan informasi adalah agar siswa memperoleh wawasan baru yang lebih segar tentang berbagai alternatif, pandangan dan pemahaman-pemahaman, serta keterampilan-keterampilan baru (Prayitno, 2009:112). Melalui layanan informasi siswa mendapatkan berbagai informasi dari berbagai bidang yaitu bidang pribadi, bidang sosial, bidang belajar dan bidang karir. Dengan mendapatkan berbagai informasi dari guru bimbingan dan konseling disekolah siswa dapat menentukan arah tujuan hidupnya. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Perilaku Membolos Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo

Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas maka peneliti dapat mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut : 1. Beberapa siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar masih sering membolos. 2. Pelaksanaan layanan informasi yang kurang berjalan secara ideal. 3. Kurangnya pemberian layanan informasi mengenai perilaku membolos serta dampakdampaknya. 4. Kurangnya pengetahuan siswa tentang perilaku membolos. 5. Kurangnya sanksi yang tegas dari sekolah mengenai pembolosan. 6. Rendahnya minat siswa dalam menempuh pendidikan di sekolah. 7. Minimnya dukungan dari keluarga untuk anak-anaknya, sehingga beberapa siswa di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar sering membolos. Pembatasan Masalah Agar masalah dalam penelitian ini tidak meluas dan sesuai dengan identifikasi masalah diatas maka peneliti membatasi masalah ini pada : Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Perilaku Membolos Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. Perumusan Masalah Berdasar dari latar belakang masalah dan identifikasi masalah diatas digunakan untuk merumuskan permasalahan yang sesuai dengan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu : Apakah ada pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016?. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis hasil dari penelitian ini diharapkan : a. Dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya layanan informasi dalam Bimbingan dan Konseling baik di sekolah maupun diluar sekolah. b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya pada kajian yang sama tetapi pada ruang lingkup yang berbeda. 2. Manfaat Praktis Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat : a. Bagi Siswa 1) Dapat menambah pengetahuan siswa

mengenai perilaku membolos dan mencegah siswa melakukan tindakan pembolosan. 2) Siswa mampu menyadari pentingnya pendidikan bagi mereka. 3) Dapat memperoleh banyak informasi yang sesuai. b. Bagi Guru Dapat memberikan acuan kepada guru bimbingan dan konseling untuk dapat melaksanakan program layanan informasi di sekolah sehingga guru bimbingan dan konseling lebih jeli untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan atau masalah siswa. c. Bagi Sekolah Dapat dijadikan pedoman untuk merekomendasikan kepada guru lainnya dalam pemberian mata pelajaran di kelas. d. Bagi Orang Tua Hasil penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran orang tua sebagai peranan yang penting dalam pendidikan anak dirumah. Diharapkan orang tua mampu mendukung pendidikan untuk anak-anaknya. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2016. Bentuk dan Strategi Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian kuantitatif (Sugiyono, 2012:109). Populasi, Sampel, dan Sampling 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:119). Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 159 orang siswa. 2. Sampel Menurut Arikunto (2013:174) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel yang akan diambil adalah salah satu dari perwakilan kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar yang berjumlah rata-rata 32 orang siswa. 3. Sampling Sudah dijelakan pengertian dari sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2012:121).

Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling atau sampel acak, sehingga dalam pengambilan sampelnya akan dilakukan undian dari semua kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar yang terdiri dari 5 kelas yaitu: kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E. Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya merupakan hal yang diselidiki dalam penelitian. Variabel juga disebut sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti (Soegeng, 2006:63). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Independen (variabel bebas) Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini variabel bebasnya yaitu layanan informasi. 2. Variabel Dependen (variabel terikat) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya yaitu perilaku membolos. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini alat yang digunakan sebagai pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Angket Angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada respoden untuk dijawab (Sugiyono, 2012:192). Angket atau kuesioner dianggap efisien karena peneliti akan tahu secara pasti variabel yang diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Angket bersifat langsung dan tidak langsung. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Menurut Walgito (2010:72) macam-macam bentuk angket adalah sebagai berikut ini : a. Pertanyaan-pertanyaan yang tertutup (Closed Question) Pertanyaan-pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang berbentuk tertutup, yang dalam hal ini responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan didalam kuesioner itu. Contohnya kuesioner dengan jawaban iya atau tidak. b. Pertanyaan-pertanyaan yang terbuka (Open Question) Pertanyaan-pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang masih memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi responden untuk memberikan jawaban atas tanggapannya terhadap kuesioner tersebut.

c. Pertanyaan-pertanyaan yang terbuka dan tertutup (Open and Closed Question) Pertanyaan-pertanyaan model ini merupakan gabungan dari kedua macam pertanyaan sebelumnya. 2. Dokumentasi Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian (Ridwan, 2013:31). Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data-data siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Karanganyar. Dokumentasi yang diperlukan dapat berupa daftar nama siswa, foto-foto kegiatan selama penelitian, dan lain sebagainya. Uji Coba Instrumen 1. Uji Validitas Menurut Arikunto (2006:168) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu intrumen yang valid atau sahih mempunyai tingkat validitas yang tinggi. Sebaliknya, jika instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Adapun rumus untuk mencari kevalidan suatu item adalah menggunakan rumus Korelasi Product Moment Angka Kasar sebagai berikut : (Arikunto, 2006:170) Keterangan : r xy : koefisien korelasi X : Jumlah X ganjil Y : Jumlah Y genap N : Jumlah subjek 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjukan pada satu pengertiaan bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga (Arikunto, 2006:178). Teknik yang digunakan untuk mencari reliabilitas adalah teknik belah dua dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment Angka Kasar sebagai berikut : (Arikunto, 2006:170) Keterangan : r xy : koefisien korelasi X : Jumlah X ganjil Y : Jumlah Y genap N : Jumlah subjek Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Spearman-Brown sebagai berikut : r 11 = 2 x r 1/2 1/2 ( 1 + r 1/2 1/2 ) (Arikunto, 2006:180) Keterangan : r 11 : Koefien reliabilitas soal yang sudah disesuaikan r 1/2 1/2 : Korelasi antara skor-skor setiap belahan soal Untuk mengetahui kriteria reliabilitas soal, maka hasil perhitungan r 11 diatas kemudian dikonsultasikan dengan tabel

interpretasi koefisien korelasi dari Arikunto (2006:276) sebagai berikut : Tabel 2. Interpretasi Koefisien Besarnya Nilai Antara 0,800-1,000 Antara 0,600-0,800 Antara 0,400-0,600 Antara 0,200-0,400 Antara 0,000-0,200 Korelasi Interpretasi Tinggi Cukup Agak Rendah Rendah Sangat Rendah (tak berkorelasi) Teknik Analisis Data Samsudi (2009:50) analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Setelah data-data yang diperlukan sudah terkumpul,untuk mengolah dan menganalisis datatersebut peneliti menggunakan analisis data rumus uji-t (t-test) : Keterangan : t = t-test MD = mean defferences atau perbedaan dua mean. N (Fadjeri, 2011:44) = Deviasi individual dari MD = Jumlah Subjek HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil analisis data secara statistik tentang pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 diperoleh t hitung yaitu sebesar 14,335 yang selanjutnya t hitung tersebut dikonsultasikan dengan t tabel dengan d.b = (N-1). Jadi (32-1) = 31 dalam taraf signifikansi 5% dan 1% yaitu 2,042 dan 2,750. Jadi dapat disimpulkan bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel atau 2,042<14,335>2,750. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa Ada pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 dapat diterima kebenarannya baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Pembahasan Hasil Analisis Data Berdasarkan dari hasil pengujian hipotesis diatas ternyata hipotesis yang menyatakan bahwa Ada pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 diterima kebenarannya baik pada taraf signifikansi 5% dan 1%. Hal ini berarti bahwa pemberian layanan informasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini terbukti dengan hasil uji hipotesis dengan rumus t tes yang memperoleh hasil t hitung yaitu sebesar 14,335 yang kemudian dikonsultasikan dengan t tabel dengan d.b = (N-1), jadi (32-1) = 31 dalam taraf signifikansi 5% dan 1% yaitu 2,042<14,335>2,750.

Siswa siswi di SMP Negeri 2 Gondangrejo masih memiliki perilaku membolos yang tinggi, hal itu terbukti masih banyaknya siswa yang melakukan absen sekolah tanpa adanya keterangan yang jelas dan masih banyak siswa yang meninggalkan kelas pada jam pelajaran-pelajaran tertentu. Wujud dari pemberian layanan informasi diharapkan siswa mengerti bahwa tindakan ataupun perilaku membolos yang mereka lakukan adalah tindakan yang salah dan harus segera diatasi karena perilaku membolos akan berdampak pada prestasi belajar mereka disekolah. Hasil penelitian ini diperkuat oleh pendapat Yusuf & Nurihsan (2012:21) yang menjelaskan bahwa layanan informasi menyajikan keterangan (informasi) tentang berbagai aspek kehidupan yang diperlukan individu, seperti menyangkut aspek (a) karakteristik dan tugas-tugas perkembangan pribadinya, (b) sekolah-sekolah lanjutan, (c) dunia kerja, (d) kiat-kiat belajar yang efektif, (e) bahaya merokok, minuman keras, dan obatobatan terlarang, (f) pentingnya menyesuaikan diri dengan norma agama atau nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi masyarakat. Dalam hal ini diharapkan siswa mampu memahami dirinya sendiri, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan norma atau nilai-nilai moral sekolah maupun masyarakat setelah pemberian layanan informasi. Siswa yang memiliki perilaku membolos yang tinggi akan mendapat dampak yang buruk, seperti yang diungkapkan oleh Prayitno (2009:62) bahwa membolos dapat berdampak: (1) minat dalam pelajaran berkurang, (2) gagal dalam ujian, (3) tidak naik kelas, (4) hasil belajar tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki, (5) tertinggal materi pelajaran, (6) dikeluarkan dari sekolah. Maka dari itu perilaku membolos siswa harus segera diatasi supaya tidak semakin parah. Siswa yang sudah tidak memiliki perilaku membolos akan menunjukkan kedisiplinan belajar, memberikan surat keterangan apabila tidak masuk sekolah, meminta ijin kepada guru apabila hendak meninggalkan kelas, masuk kembali setelah meminta ijin. Dengan demikian siswa akan terbiasa meninggalkan perilaku membolos karena siswa mampu mengarahkan dirinya sendiri setelah mendapatkan layanan informasi yang tepat. Perilaku membolos akan membawa kerugian bagi diri siswa, dengan meninggalkan perilaku membolos siswa dapat meningkatkan belajar dan juga prestasinya disekolah. Setelah dilihat dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa tidak diragukan lagi layanan informasi berpengaruh terhadap menurunkan perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari hasil analisis data secara statistik tentang pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan menggunakan rumus t-tes diperoleh nilai t hitung yaitu

sebesar 14,335. Selanjutnya t hitung tersebut dikonsultasikan dengan t tabel dengan d.b = (N-1). Jadi (32-1) = 31 dalam taraf signifikansi 5% dan 1% yaitu 2,042 dan 2,750. Ternyata hasil analisis data yang diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2,042<14,335>2,750. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh layanan informasi terhadap perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 terbukti kebenarannya baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Saran Adapun saran yang diajukan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Kepada siswa Hendaknya seorang siswa dapat memenuhi tugasnya sebagai seorang pelajar baik di sekolah maupun di rumah dengan senantiasa belajar dan mengurangi perilaku-perilaku yang buruk seperti perilaku membolos. 2. Kepada Guru Seorang guru hendaknya lebih memperhatikan anak didiknya dalam menyikapi pembelajaran dikelas dan mengevaluasi dalam penyampaian materi yang diberikan supaya siswa lebih berminat mengikuti pembelajaran dikelas, sehingga tidak membolos atau meninggalkan pelajaran. 3. Kepada Guru Bimbingan dan Konseling Diharapkan dapat memberikan variasi media pada saat penyampaian layanan di kelas khususnya layanan informasi. 4. Kepada Sekolah Pihak sekolah hendaknya membuat kebijakan-kebijakan yang dapat menimbulkan efek jera bagi siswa yang kerap melakukan pembolosan. 5. Kepada Orang Tua Orang tua berperan penting dalam memberikan pengarahan untuk anak-anaknya sehingga orang tua diharapkan dapat mengontrol kegiatan anak di sekolah melalui kerja sama dengan guru BK.

DAFTAR PUSTAKA A.Y Soegeng Ysh, 2006.Dasar-Dasar Penelitian Bidang Sosial, Psikologi, dan Pendidikan.Semarang:IKIP PGRI SEMARANG PRESS. Bimo Walgito, 2010.Bimbingan dan Konseling Studi & Karir.Yogyakarta:CV. Andi Offset Dewa Ketut Sukardi, 2004.Proses Bimbingan dan Konseling Di Sekolah.Jakarta:PT Rineka Cipta Dewa Ketut Sukardi & Desak P.E Nila Kusmawati, 2008.Proses Bimbingan dan Penyuluhan.Jakarta:PT Rineka Cipta Fadjeri, 2011.Statistik.Surakarta:FKIP UNISRI Surakarta. Hamdani, 2012.Bimbingan dan Penyuluhan.Bandung:CV Pustaka Setia Kartini Kartono, 2008.Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada. Prayitno & Erman Amti, 2009.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.Jakarta:PT Rineka Cipta., 2013.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.Jakarta:PT Rineka Cipta Ridwan,2013.Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian.Bandung:Alfabeta. Samsudi, 2009.Desain Penelitian Pendidikan.Semarang:UNNES Press Soedjono D, 1982.Pathologi Sosial.Bandung:Alumni Sugiyono, 2012.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods).Bandung:Alfabeta. Suharsimi Arikunto, 2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta., 2013.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta. Syamsu Yusuf & A. Juntika Nurihsan, 2012.Landasan Bimbingan & Konseling.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya Tohirin, 2007.Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi).Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada W.S Winkel & Sri Hastuti, 2005.Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan.Yogyakarta:Media Abadi