BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif analisis yaitu suatu metode yang meneliti suatu objek pada masa sekarang (Nazir, 1998).Data yang telah dikumpulkan kemudian disusun, dianalisis, dan dijelaskan sehingga memberikan gambaran mengenai fenomenafenomena yang terjadi, menerangkan hubungan serta mengambil kesimpulan dari hasil analisis yang diperoleh. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif meliputi data primer dan sekunder antara lain data primer melalui observasi, wawancara, kuesioner dalam hal ini pihak respoden atau obyek penelitian Pemerintah, Dinas terkait, petani dan ketua kelompok tani. Selain data primer, digunakan juga data sekunder yang bersumber dari studi pustaka yang sesuai dengan penelitian ini. 3.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango dan penelitian dilakukan selama 3 Bulan mulai Bulan April-Juni Tahun 2012. 3.3 Populasi dan Sampel Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling (dengan sengaja). Responden adalah pihak yang mengetahui dan berkompeten terhadap pengembangan padi sawah di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango (judgment expert) yaitu jumlah sampel 10 responden yang terdiri dari 1 responden dari Dinas Pertanian, Perkebunan, Ketahanan Pangan dan Peternakan, 1 responden dari penyuluh lapangan, 1 responden pengawas benih, 1 respondendari badan perencanaan daerah (BAPPEDA), 1 Responden Balai Perlindungan
Tanaman, 3 penampung beras di Kecamatan Tilongkabiladan 2 responden dari ketua kelompok tani. 3.4 Analisis Data 3.4.1Analisis SWOT Analisis SWOT salah satu cara mengidentifikasi dan menyimpulkan faktor-faktor strategis yaitu mendaftarkan item-item EFAS-IFAS yang paling penting dalam kolom faktor strategis kunci dengan menunjukkan mana yang merupakan kekuatan (S), kelemahan (W), peluang (O), ancaman (T), tinjaulah bobot yang diberikan untuk faktor-faktor dalam table EFAS-IFAS, dan sesuaikan jika perlu sehingga jumlah total pada kolom bobot EFAS dan IFAS mencapai angka 1,00, kemudian masukkan pada kolom peringkat/rating, peringkat yang diberikan manajemen perusahaan terhadap setiap faktor dati table EfAS dan IFAS dan kalikan bobot dengan peringkat untuk menghasilkan jumlah pada kolom skor terbobot. Contoh IFAS dan EFAS sebagaimana ditunjukan Tabel 1 dan 2 dibawah ini. Tabel 1. IFAS (Internal Strategic Faktors Summary) penentuan faktorfaktor internal lingkungan (Kekuatan dan Kelemahan) Faktor Strategis Internal Bobot Rating B X R Skor Terbobot Daftarkan 5-10 kekuatan dan kelemahan lingkungan internal yang di teliti. Jumlah Total Sumber : (Hunger dan Wheelen, 2003) Berikan bobot setiap kekuatan dan kelemahan Berikan rating di setiap item kekuatan dan kelemahan Kemudian kalikan hasil bobot dan rating Ket
Tabel 2. EFAS (Eksternal Strategic Faktors Summary) penentuan faktorfaktor eksternal lingkungan (peluang dan ancaman) Faktor Strategis Eksternal Daftarkan 5-10 peluang dan ancama lingkungan internal yang di teliti. Jumlah Total Sumber : (Hunger dan Wheelen, 2003) Bobot Peringkat B X R Terbobot Berikan bobot setiap Peluang dan Ancaman Berikan rating di setiap item peluang dan ancaman Kemudian kalikan hasil bobot dan rating Ket Berdasarkan Tabel 1, dan 2 diatas yaitu indentifikasi faktor internal (kekuatan dan Kelemahan) dan menindentifikasi faktor eksternal (peluang dan ancaman dengan memeberikan bobot dari item yang di daftarkan, rating dan dikalikan bobot dan rating sehingga jumlah total bisa didapat. Kemudian untuk mencari selisih faktor internal dan eksternal antara lain sebagai berikut : 1. Faktor Internal = (Kekuatan Kelemahan) = Sumbu Y Horizontal 2. Faktor Eksternal = (Peluang Ancaman) = Sumbu X Vertikal Menurut Pearce dan Robinson (2008), pada Gambar 2, perusahaan akan berada pada satu posisi strategi dari empat posisi strategi yang ada, yaitu : 1. Kuadran I adalah mendukung strategi yang agresif atau strategi SO (strengths-opportunities), pengambil keputusan menggabungkan dua situasi dimana perusahaan memiliki posisi yang kuat, yang ditunjukkan oleh kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan. 2. Kuadran II adalah mendukung strategi diversifikasi atau strategi ST (strengths-threats). Meskipun menghadapi berbagai ancaman, organisasi masih memiliki kekuatan dari segi internal untuk menghidari ancaman tersebut, biasanya decision maker melakukan mobilisasi sumberdaya organisasi. 3. Kuadran III adalahmendukung strategi yang berorientasi pada perubahan atau strategi WO (weaknesses-opportunities). Organisasi menghadapi peluang yang sangat besar, tetapi di lain pihak ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strategi organisasi ini adalah
meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang yang lebih baik. 4. Kuadran IV adalah adalah mendukung strategi yang definsif atau strategi WT (weaknesses-threats), menunjukkan situasi yang sangat merusak organisasi. Dalam kuadran IV, organisasi harus menghadapi fakta-fakta yang kurang menyenangkan. Harapan yang paling baik adalah membuat strategi atau taktik untuk menanggulangi kehancuran. Beragam Peluang Lingkungan Kelemahan Internal yang Penting III yang berorientasi pada perubahan I yang agresif Kekuatan Internal yang Besar IV yang defensif II diversifikasi Ancaman-ancaman Utama Lingkungan Gambar 2. Diagram Analisis SWOT (Pearce dan Robinson, 2008)
Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats)Setelah melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal maka akan diperoleh peluang dan ancaman sebagai faktor strategis eksternal serta kekuatan dan kelemahan sebagai faktor strategis internal. Setelah diketahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk masing-masing faktor kemudian dilakukan analisis SWOT. Dalam mengembangkan alternatif strategi Hunger dan Whleen (2003), menyatakan untuk membantu dalam melakukan pencocokkan adalah matriks SWOTantara kekuatan dan peluang (strategi SO), kekuatan dan ancaman (strategi ST), peluang dan kelemahan (strategi WO) serta kelemahan dan ancaman (strategi WT). Matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3.Matriks SWOT Faktor Internal Faktor Eksternal PELUANG (OPPORTUNITIES) ANCAMAN (THREATS) KEKUATAN (STRENGTH) Strategi S-O Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Strategi S-T Menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman KELEMAHAN (WEAKNESS) Strategi W-O Mengatasi kelemahan untuk memanfaatkan peluang Strategi W-T Mengatasi kelemahan untuk menghindari ancaman Sumber : (Hunger dan Wheelen, 2003) 3.5 Definisi Operasional Definisi operasional dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut : 1. Strategi merupakan alat yang sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan di masa depan yang tidak pasti dan tidak jelas. 2. Perencanaan strategi yang baik (jelas dan terarah) sangat bermanfaat bagi organisasi dalam memfasilitasi komunikasi dan partisipasi,
mengakomodasi berbagai perbedaan kepentingan, dan pengambilan keputusan analitis. 3. Lingkungan adalah salah satu faktor penting untuk menunjang keberhasilan suatu organisasi. Untuk menentukan strategi yang akan digunakan, perlu dilakukan suatu analisa mendalam serta menyeluruh mengenai lingkungan dimana organisasi berada. 4. Kekuatan adalah sesuatu yang diandalkan dalam pembangunan di internal organisasi. 5. Kelemahan adalah sesuatu yang kurang di dalam sebuah organisasi dalam perspektif pengembangan. 6. Peluang adalah sesuatu yang perlu diraih oleh organisasi untuk kemajuan pembangunan pertanian. 7. Ancaman yaitu sesuatu yang timbul dalam setiap langkah pengembangan dan harus ditanggulangi dengan baik. 8. Analisis SWOT adalah proses identifikasi berbagai perubahan yang ada di lingkungan internal dan eksternal.