ARVEOLAR SOFT PART SARCOMA

dokumen-dokumen yang mirip
ENDOMETRIOID ADENOKARSINOMA OVARII SINISTRA BERDIFERENSIASI BURUK DENGAN INVASI KE UTERUS

FIBROSARCOMA PADA PAYUDARA

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai stadium lanjut dan mempunyai prognosis yang jelek. 1,2

ACINIC CELL CARCINOMA

BAB 1 PENDAHULUAN. tumor dengan bentuk dan susunan serabut-serabut yang bervariasi, dan oleh Mallory

BAB 2 DEFINISI, ETIOLOGI, KLASIFIKASI, DAN STADIUM EWING S SARCOMA. pada jaringan lunak yang mendukung, mengelilingi, dan melindungi organ tubuh.

KARSINOMA PAPILER PADA PAYUDARA

GASTROINTESTINAL STROMAL TUMOR

BAB 1 PENDAHULUAN. ini berbentuk soliter dan dapat tumbuh secara acak di semua sel saraf.

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor

OSTEOSARCOMA PADA RAHANG

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN

GAMBARAN PROTEIN S 100 PADA SCHWANNOMA DI MEDAN

BAB 2 DEFINISI, ETIOLOGI, HISTOPATOLOGIS DARI PINDBORG TUMOR. 2.1 Definisi Tumor Odontogenik Epitelial Berkalsifikasi

BAB 2 RADIOTERAPI KARSINOMA TIROID. termasuk untuk penyakit kanker kepala dan leher seperti karsinoma tiroid.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan penyebab kematian pada wanita setelah kanker payudara. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. 5 15% wanita usia reproduktif pada populasi umum. rumah sakit pemerintah adalah sebagai berikut : di RSUD dr.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

GAMBARAN RADIOGRAFI CEMENTO OSSIFYING FIBROMA PADA MANDIBULA

BAB I PENDAHULUAN. dikalangan wanita sedunia, meliputi 16% dari semua jenis kanker yang diderita

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Meningioma merupakan neoplasma intracranial extraaxial yang paling banyak

BAB I PENDAHULUAN. metode deteksi dini yang akurat. Sehingga hanya 20-30% penderita kanker

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Karsinoma payudara merupakan karsinoma terbanyak. pada wanita di dunia. Menurut World Health Organization

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak dan penyebab

RHABDOMYOSARKOMA PADA GINJAL

BAB I PENDAHULUAN. Kanker Ovarium Epitel (KEO) merupakan kanker ginekologi yang. mematikan. Dari seluruh kanker ovarium, secara histopatologi dijumpai

Definisi. Mesothelioma adalah keganasan yang berasal dari sel mesotel yang terletak di rongga pleura.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. karena penderitanya sebagian besar orang muda, sehat dan produktif (Ropper &

BAB 2 TUMOR. semua jaringan tubuh manusia pada berbagai keadaan sel untuk berkembang biak.

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 12. RANGKA DAN SISTEM ORGAN PADA MANUSIALatihan soal 12.5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Keganasan ini dapat menunjukkan pola folikular yang tidak jarang dikelirukan

BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara

BAB 1 PENDAHULUAN. bedah pada anak yang paling sering ditemukan. Kurang lebih

BAB 1 PENDAHULUAN. Karsinoma servik merupakan penyakit kedua terbanyak pada perempuan

osteoarthritis By : Kelompok 2

HASIL DAN PEMBAHASAN

PETANDA TUMOR (Tumor marker) ELLYZA NASRUL Bagian Patologi Klinik FK Unand/RS.dr.M.Djamil Padang

BAB I PENDAHULUAN. Karsinoma kolorektal (KKR) merupakan masalah kesehatan serius yang

Tumor jinak pelvik. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

BAB I PENDAHULUAN. kompleks, mencakup faktor genetik, infeksi Epstein-Barr Virus (EBV) dan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan menggunakan metode

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KARSINOMA DINI LAMBUNG

BAB I PENDAHULUAN. sebagai akibat berubahnya energi listrik menjadi panas. 1 Kerusakan yang timbul

BAB 1 PENDAHULUAN. Massa regio colli atau massa pada leher merupakan temuan klinis yang

BAB I PENDAHULUAN. kanker yang paling sering ditemukan pada wanita, setelah kanker mulut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1 Universitas Kristen Maranatha

1. STRABISMUS (MATA JULING)

PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. keganasan yang berasal dari sel epitel yang melapisi daerah nasofaring (bagian. atas tenggorok di belakang hidung) (KPKN, 2015).

BAB 1 PENDAHULUAN. fungsi otak, medulla spinalis, saraf perifer dan otot.

BAB I PENDAHULUAN. jutaan wanita di seluruh dunia terkena kanker payudara tiap tahunnya. Walaupun

BAB I PENDAHULUAN diantaranya meninggal akibat penyakit tersebut (Lester, 2004 ;

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. 2006). Kanker leher kepala telah tercatat sebanyak 10% dari kanker ganas di

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pengetahuan perawat tentang penilaian nyeri dan intervensi sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. traumatik merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak-anak dan

CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Konsep Sel, Jaringan, Organ dan Sistem Organ

BAB I PENDAHULUAN. dari rasa nyeri jika diberikan pengobatan (Dalimartha, 2002).

BAB I PENDAHULUAN. Kanker kolorektal merupakan keganasan ketiga terbanyak dari seluruh

BAB I PENDAHULUAN. Diperkirakan terdapat kasus baru kanker ovarium dan kasus meninggal

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

5.2 Distribusi Pasien Tumor Tulang Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin Distribusi Pasien Tumor Tulang Berdasarkan Lokasi

Tampilan Pulasan Imunohistokimia Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Pada Undifferentiated Carcinoma Nasofaring Tipe Regaud dan Tipe Schmincke

BAB I PENDAHULUAN. paling sering ditemukan didunia. Tumor ini sangat prevalen didaerah tertentu

BAB 2 PENGERTIAN, ETIOLOGI, TANDA DAN GEJALA OSTEOSARKOMA. Osteosarkoma adalah suatu lesi ganas pada sel mesenkim yang mempunyai

E. coli memiliki bentuk trofozoit dan kista. Trofozoit ditandai dengan ciri-ciri morfologi berikut: 1. bentuk ameboid, ukuran μm 2.

BAB I PENDAHULUAN. sebagaimana terkandung dalam Al Baqarah ayat 233: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh,.

BAB 1 PENDAHULUAN. usia masa puncak produktif dan menempati urutan kedua penyebab kematian

PREPARASI SPESIMEN UNTUK DIAGNOSIS LIMFOMA

BAB 1 PENDAHULUAN. mukosa rongga mulut. Beberapa merupakan penyakit infeksius seperti sifilis,

BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel yang terdapat

BAB I PENDAHULUAN. Kanker kulit terbagi 2 kelompok yaitu melanoma dan kelompok non

1. 77 tahun Tidak ada keterangan Awal :

BAB 1 PENDAHULUAN. Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang berasal dari sel

Pola Lekemia Limfoblastika akut di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-USU/RS. Dr. Pirngadi Medan

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Payudara Thursday, 14 August :15

LAPORAN KASUS ABSTRAK

PENATALAKSANAAN SARKOMA UTERI YANG BERULANG

BAB I PENDAHULUAN. fibrovaskuler menyerupai sayap, merupakan lipatan dari konjungtiva yang

BAB I PENDAHULUAN. jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat

BAB I PENDAHULUAN. seksama, prevalensi mioma uteri meningkat lebih dari 70%, karena mioma

BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara merupakan kanker tersering pada wanita di seluruh

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. sikap yang biasa saja oleh penderita, oleh karena tidak memberikan keluhan

BAB 1 PENDAHULUAN. kasus diantaranya menyebabkan kematian (Li et al., 2012; Hamdi and Saleem,

Wan Rita Mardhiya, S. Ked

Etiologi dan Patofisiologi Sirosis Hepatis. Oleh Rosiana Putri, , Kelas A. Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH RHESUS

BAB I PENDAHULUAN. Kanker ovarium adalah suatu massa atau jaringan baru yang. abnormal yang terbentuk pada jaringan ovarium serta mempunyai sifat

Transkripsi:

ARVEOLAR SOFT PART SARCOMA OLEH: Dr.FITRIANI LUMONGGA DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

PENDAHULUAN Alveolar soft part sarcoma merupakan neoplasma ganas pada soft tissue yang sampai saat ini secara histogenesis masih belum dapat diketahui asalnya. Sarcoma ini pertama sekali dikemukakan oleh Christopherson et al pada tahun 1952 : alveolar soft part sarcoma berbeda secara klinis dan morfologi dari soft tissue sarcoma lainnya Definisi dari Alveolar soft part sarcoma menurut WHO adalah : Merupakan suatu neoplasma ganas pada soft tissue yang jarang terjadi. Terutama mengenai remaja dan dewasa muda. Terdiri dari sel-sel bentuk epitheloid yg besar, uniform, sitoplasma banyak, eosinofilik dan bergranul. Tersusun dalam bentuk sarang-sarang yang solid dan / membentuk struktur alveolar dan dipisahkan oleh sinusoid vascular yang tipis Alveolar soft part sarcoma ini sering terdapat pada ekstremitas bawah yang deep (60 % terdapat pada regio femur dan bokong). Tetapi bisa juga dijumpai pada daerah kepala dan leher terutama bagian orbita dan lidah, retroperitoneum, perineum, traktus genitalia wanita, batang tubuh serta dindiing abdomen. INSIDEN Alveolar soft part sarcoma ini merupakan neoplasma yg jarang terjadi. Di Finlandia dilaporkan hanya terdapat satu kasus alveolar soft part sarcoma dari 246 kasus malignan soft tissue sarcoma. Insidensi penyakit ini sekitar 0,5 % - 1 % dari seluruh soft tissue tumor. Neoplasma ini dapat terjadi pada semua umur, tetapi paling banyak pada umur 15 35 tahun. Penderita lebih banyak pada wanita dibandiing pria = 3 : 1 Pada penderita dengan usia sebelum usia 30 tahun, banyak terdapat pada wanita Sedangkan bila terjadi setelah usia 30 tahun, banyak terdapat pada pria

DIFFERENSIAL DIAGNOSA 1. Alveolar rhabdomyosarcoma Pada pemeriksaan mikroskopis dari alveolar rhabdomyosarcoma tampak kelompokan sel-sel yang dibatasi oleh septa-septa jaringan ikat fibrous yang tebal yang mempunyai gambaran seperti alveolar pada paru yang irregular. Sel-sel yang terletak pada bagian perifer alveolar tersusun satu lapis dan melekat pada septa ( membentuk gambara hopnail ).bsel-sel yang terletak pada bagian sentral cenderung tersusun lebih renggang/ mengalami diskohesi Pada tumor ini juga terdapat bagian yang solid yang tidak berbentuk alveolar yang terdiri dari sel-sel tumor yang padat Secara histogenesis berasal dari sel-sel otot lurik 2. Renal sel metastasis Biasanya terjadi pada usia diatas 40 tahun, Pada pengecatan dengan PAS memberikan reaksi yang negatif. Pada pemeriksaan imunohistokimia memberikan ekspresi yang kuat untuk antigen epitelial membran. 3. Paraganglioma Pada pemeriksaan imunohistokimia memberikan ekspresi yang kuat pada S100 protein Pada tumor ini vaskularisasi tidak sebanyak pada alveolar soft part sarcoma Batas antar sel tidak jelas.

DIAGNOSA Untuk mendiagnosa neoplasma ini diperlukan beberapa pameriksaan antara lain: 1. Gejala Kliinis 2. Pemeriksaan radiologi 3. Pemeriksan patologi GEJALA KLINIS Gejala klinis yang sering dirasakan penderita sarcoma ini antara lain : Lokasi yang sering pada tumor ini berbeda antara remaja dan anak-anak / bayi Pada usia remaja terdapat pada ekstremitas bagian bawah terutama pada daerah femur dan bokong Pada anak-anak dan bayi tumor ini sering terjadi pada bagian kepala dan leher, terutama pada daerah orbita dan paru-paru Pertumbuhan tumor ini lambat dan tanpa diserta rasa nyeri dan hampir tidak menyebabkan gangguan fungsional. Sehingga biasanya tumor ini sering tidak terlihat Pada beberapa kasus, tumor ini pertama dirasakan pada saat sudah bermetastase pada paru dan cerebral. Gejala klinis metastase serebral : pusing, mual, ganguan visual Sifat utama dari tumor ini adalah banyaknya pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan pulsasi Pada sebagian kasus, dapat menyebabkan erosi maupun destruksi dari tulang yang ada dibagian bawahnya. Pada operasi pengangkatan massa tumor, dapat menyebabkan perdarahan yang massive.

PEMERIKSAAN RADIOLOGI Pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosa pada alveolar soft part sarcoma adalah : Angiografi : tampak gambaran hipervaskularisasi dengan aliran vena yang dominan dan kapiler yang memanjang CT scan. PEMERIKSAAN PATOLOGI MAKROSKOPIS Massa tumor berbentuk bulat. Konsistensi lunak dan rapuh Pada pemotongan lamelar tampak massa berwarna putih kekuningan sampai abu-abu kemerahan Dijumpai daerah nekrosis yang luas dan perdarahan - perdarahan MIKROSKOPIS Karakteristik : Trabekula fibrous yang padat yang membagi tumor kedalam kelompok-kelompok sel, dengan ukuran yang bervariasi membentuk sarang sarang tumor ( organoid pattern). Kelompokan sel-sel ini dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan vascular sinusoid yang berdinding tipis yg tdd selapis endotel Pada kebanyakan kasus, kelompokan sel ini memperlihatkan degenerasi sentral, nekrosis dan hilangnya kohesi antar sel sehingga membentuk gambaran pseudoalveolar Secara individual, sel-sel ini tampak membesar, bentuk bulat ataupun poligonal. Bentuk serta ukurannya cenderung seragam, batas antar sel jelas, inti vesikuler dengan anak

inti yang menonjol. Sitoplasma banyak, eosinofilik, bergranul dan kadang-kadang bervakuol. Mitosis jarang dijumpai PEMERIKSAAN IMUNOHISTOKIMIA Umumnya sel-sel pada alveolar soft part sarcoma tidak terekspresikan melalui antigen cytokeratin, antigen epitel membran, neurofilamen, glial fibrilary acidic protein, serotonin maupun synaptophsyn. Tetapi bisa terekspresikan melalui S-100 protein dan neuron spesifik enolase, vimentin muscle-spesifik actin ataupun desmin. METASTASE Seperti halnya tumor soft tissue lainnya, alveolar soft part sarcoma ini bermetastase terutama melalui rute hematogen. Metastase pada paru sering merupakan manifestasi pertama dari penyakit ini. Metastase pada neoplasma ini terutama pada paru, tulang, dan otak. Metastase pada lymph node sangat jarang dijumpai. PROGNOSIS Meskipun secara histogenesis tumor ini belumdapat diketahui asalnya, tetapi termasuk salah satu sarcoma yang paling ganas. Lokal rekuren dapat terjadi pada sekitar 20 30 % kasus. Survival 5 years : 60 % kasus Survival 10 years : 45% kasus Pada anak-anak umumnya mempunyai prognosis yang lebih baik

DAFTAR PUSTAKA 1. Juan Rosai M.D, Ackerman s Surgikal Pathology, Vollume one, Eight Edition, Mosby, p 2. John N Ebie (WHO), Pathology and Genetics of Tumour of the Urinary System and Male Genital Organ, p. 91-110, IARC Press, Lyon, 2004 3. Stacey E. Mills, Stenberg s Diagnostic Surgical Pathology, Fourth Edition, Volume 2 B, 200-201, Lippincott William & Wilkins, 2004 4. John M. Kissane, Anderson s Pathology, volume two, Ninth edition, p. 1903 1906, The C.V Mosby Company, 1990 5. Weiss Sharon W and Goldblum John.R, Soft Tissue Tumor, Volume 1, Fouth Edition. 409 418, Mosby, 2001