BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Grogol Petamburan Jakarta Barat merupakan salah satu kecamatan di wilayah Jakarta Barat, wilayah ini tidak hanya digunakan sebagai kawasan tempat tinggal namun juga sebagai kawasan usaha. Sehingga sebagian besar penduduk yang tinggal di wilayah ini merupakan Wajib Pajak yang mempunyai kewajiban dalam perpajakan. Penduduk di wilayah ini merupakan Wajib Pajak yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Grogol Petamburan. Pada KPP Grogol Petamburan jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebanyak 53.075 wajib pajak. Penelitian ini dilakukan di wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Dalam hal pengumpulan data, peneliti menyebarkan kuesioner yang diisikan oleh responden langsung. Waktu penyebaran ini dilakukan pada bulan April 2017. Responden yang dipilih adalah para wajib pajak yang bertempat tinggal dan bekerja di wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. B. Statistik Deskriptif 1. Karakteristik Responden Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu dengan cara membagikan kuesioner yang berjumlah 100 buah kepada wajib pajak yang bertempat tinggal dan bekerja di wilayah Grogol 52
53 Petamburan Jakarta Barat. Karakteristik responden disajikan dalam tabel 4.1 berikut ini: Tabel 4.1 Data Statistik Responden Jenis Kategori Keterangan Jumlah Persentase 1. Jenis Kelamin a. Pria b. Wanita 25 75 25% 75% 2. Usia a. < 25 tahun b. 25 35 tahun c. 36 45 tahun d. > 45 tahun 37 48 11 4 37% 48% 11% 4% 3. Pendidikan a. SMA b. Diploma c. S1 d. S2 e. S3 4. Lama terdaftar menjadi Wajib Pajak a. 1 5 tahun b. 6 10 tahun c. 11 15 tahun d. > 15 tahun 5. Penghasilan a. < Rp 2.000.000 b. Rp 2.000.000 Rp 5.000.000 c. Rp 5.000.000 Rp 10.000.000 d. > Rp 10.000.000 Sumber: Data Primer Diolah 43 8 44 5 0 65 28 3 4 1 67 24 8 43% 8% 44% 5% 0% 65% 28% 3% 4% 1% 67% 24% 8% Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat dilihat bahwa responden wanita lebih dominan dalam pengisian kuesioner yaitu berjumlah 75 orang, sedangkan responden pria hanya berjumlah 25 orang. Selanjutnya berdasarkan usia responden diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden sebanyak 48% berusia 25-35 tahun, disusul dengan usia dibawah 25 tahun sebanyak 37% dan yang berusia 36-45 tahun sebanyak 11% dan sisanya berusia diatas 45 tahun sebanyak 4%.
54 Pada tabel 4.1 diatas juga dapat dilihat bahwa jumlah responden berdasarkan jenjang pendidikan terakhir tersebar pada pendidikan tingkat SMA sebanyak 43%, sedangkan responden yang berpendidikan terakhir perguruan tinggi yang meliputi Diploma, S1, S2 & S3 sebanyak 57%. Artinya kondisi ini menggambarkan bahwa Wajib Pajak Orang Pribadi yang berada di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat sebagian besar berpendidikan terakhir hingga perguruan tinggi. Pada tabel 4.1 dapat dilihat berdasarkan lamanya responden terdaftar sebagai wajib pajak dapat diketahui bahwa sebanyak 65% responden telah terdaftar sebagai wajib pajak selama 1-5 tahun, sedangkan hanya 35% responden yang terdaftar sebagai wajib pajak di atas 6 tahun. Artinya kondisi ini menggambarkan bahwa Wajib Pajak Orang Pribadi yang berada di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat adalah Wajib Pajak Baru. Dan berdasarkan penghasilan dapat diketahui bahwa responden dengan penghasilan Rp 2.000.000-Rp 5.000.000 lebih dominan yaitu sebanyak 67%, disusul dengan penghasilan Rp 5.000.000-Rp 10.000.000 sebanyak 24%, kemudian penghasilan diatas Rp 10.000.000 sebanyak 8% dan hanya 1% untuk responden berpenghasilan dibawah Rp 2.000.000. 2. Analisis Deskriptif Statistik Deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti minimum, maksimum, mean dan standar deviasi dari
55 masing-masing variabel yang terdapat dalam penelitian. Gambaran tersebut dapat dilihat dari hasil yang telah diolah pada tabel 4.2 berikut ini: Tabel 4.2 Hasil Uji Analisis Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation PTI(X1) 100 14 25 21,23 2,597 SP(X2) 100 11 25 18,31 2,364 PP(X3) 100 8 25 18,64 3,509 TEM(X4) 100 14 25 19,32 2,318 KWP(Y) 100 15 25 20,45 2,459 Valid N (listwise) 100 Sumber : Output SPSS versi 20, diolah tahun 2017 Dari hasil uji analisis deskriptif pada tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa: a. N = 100 berarti jumlah data yang diolah dalam penelitian ini adalah 100 sampel yaitu 100 responden yang bertempat tinggal dan bekerja di wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. b. Pemanfaatan Teknologi Informasi (X1) Nilai minimum dari total variabel pemanfaatan teknologi informasi terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 14. Nilai maksimum dari total variabel pemanfaatan teknologi informasi terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 25. Rata-rata dan standar deviasi secara berturut turut 21,23 dan 2,597. Hal ini menunjukkan bahwa, tidak semua responden merasa pemanfaatan
56 teknologi informasi memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya seperti menyampaikan SPT, membayar pajak, mendaftarkan diri melalu e-system. c. Sosialisasi Pajak (X2) Nilai minimum dari total variabel sosialisasi pajak terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 11. Nilai maksimum dari total variabel sosialisasi pajak terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 25. Rata-rata dan standar deviasi secara berturut turut 18,31 dan 2,364. Hal ini menunjukkan bahwa, tidak semua responden merasa sosialisasi pajak dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. d. Pengetahuan Pajak (X3) Nilai minimum dari total variabel pengetahuan pajak terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 8. Nilai maksimum dari total variabel pengetahuan pajak terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 25. Rata-rata dan standar deviasi secara berturut turut 18,64 dan 3,509. Hal ini menunjukkan bahwa, tidak semua responden memahami UU dan ketentuan perpajakan, dikarenakan kurangnya wawasan dan minat wajib pajak mengenai perpajakan. e. Tingkat Ekonomi Masyarakat (X4) Nilai minimum dari total variabel tingkat ekonomi masyarakat terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 14. Nilai maksimum
57 dari total variabel tingkat ekonomi masyarakat terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 25. Rata-rata dan standar deviasi secara berturut turut 19,32 dan 2,318. Hal ini menunjukkan bahwa, tidak semua responden membayar dan melaporkan pajak terutang mereka secara transparasi, baik wajib pajak dengan tingkat ekonomi rendah maupun tinggi. f. Kepatuhan Wajib Pajak (Y) Nilai minimum dari total variabel kepatuhan wajib pajak terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 15. Nilai maksimum dari total variabel kepatuhan wajib pajak terhadap 100 responden yang dianalisa adalah 25. Rata-rata dan standar deviasi secara berturut turut 20,45 dan 2,459. Hal ini menunjukkan bahwa, tidak semua responden patuh dalam pelaksanaan kewajiban perpajakannya seperti mendaftarkan diri secara sukarela, menghitung dan membayar dengan benar dan apa adanya, serta melaporkan SPT tepat waktu. C. Uji Asumsi dan Kualitas Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Uji ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Pengujian ini menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikan 0,05. Jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig, 0,05) maka instrument atau item-item pernyataan berkolerasi
58 signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid). Jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig 0,05) maka instrument atau item-item pernyataan tidak berkolerasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid). Nilai r-tabel diperoleh melalui df (degree of freedom) = n-2, dimana n adalah jumlah sampel. Maka df = 100 2 = 98. Tabel r product moment (two tailed test) menunjukkan bahwa pada df 98 dengan signifikansi 0,05 diperoleh r tabel sebesar 0,1966. 1) Uji Validitas terhadap Variabel X1 (Pemanfaatan Teknologi Informasi) Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Variabel X1 Item Pearson Pertanyaan Correlation r-tabel Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan 1 0,721 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 2 0,749 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 3 0,740 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 4 0,742 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 5 0,754 0,1966 0,000 Valid Berdasarkan hasil pada uji validitas disimpulkan bahwa untuk semua variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (X1) sudah didapatkan nilai korelasi product moment pearson di tiap item pertanyaan yang lebih besar dari 0,1966 dan nilai signifikansi kurang dari α (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan di tiap variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (X1) sudah valid.
59 2) Uji Validitas terhadap Variabel X2 (Sosialisasi Pajak) Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Variabel X2 Item Pearson Pertanyaan Correlation r-tabel Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan 1 0,697 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 2 0,651 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 3 0,716 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 4 0,650 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 5 0,721 0,1966 0,000 Valid Berdasarkan hasil pada uji validitas disimpulkan bahwa untuk semua variabel Sosialisasi Pajak (X2) sudah didapatkan nilai korelasi product moment pearson di tiap item pertanyaan yang lebih besar dari 0,1966 dan nilai signifikansi kurang dari α (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan di tiap variabel Sosialisasi Pajak (X2) sudah valid. 3) Uji Validitas terhadap Variabel X3 (Pengetahuan Pajak) Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Variabel X3 Item Pearson Pertanyaan Correlation r-tabel Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan 1 0,789 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 2 0,860 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 3 0,897 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 4 0,825 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 5 0,829 0,1966 0,000 Valid Berdasarkan hasil pada uji validitas disimpulkan bahwa untuk semua variabel Pengetahuan Pajak (X3) sudah didapatkan nilai korelasi product moment pearson di tiap item pertanyaan
60 yang lebih besar dari 0,1966 dan nilai signifikansi kurang dari α (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan di tiap variabel Pengetahuan Pajak (X3) sudah valid. 4) Uji Validitas terhadap Variabel X4 (Tingkat Ekonomi Masyarakat) Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Variabel X4 Item Pearson Pertanyaan Correlation r-tabel Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan 1 0,456 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 2 0,698 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 3 0,826 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 4 0,769 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 5 0,648 0,1966 0,000 Valid Berdasarkan hasil pada uji validitas disimpulkan bahwa untuk semua variabel Tingkat Ekonomi Masyarakat (X4) sudah didapatkan nilai korelasi product moment pearson di tiap item pertanyaan yang lebih besar dari 0,1966 dan nilai signifikansi kurang dari α (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan di tiap variabel Tingkat Ekonomi Masyarakat (X4) sudah valid. 5) Uji Validitas terhadap Variabel Y (Kepatuhan Wajib Pajak) Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Variabel Y Item Pearson Pertanyaan Correlation r-tabel Sig. (2-tailed) Keterangan Pertanyaan 1 0,690 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 2 0,850 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 3 0,840 0,1966 0,000 Valid Pertanyaan 4 0,770 0,1966 0,000 Valid
61 Pertanyaan 5 0,822 0,1966 0,000 Valid Berdasarkan hasil pada uji validitas disimpulkan bahwa untuk semua variable Kepatuhan Wajib Pajak (Y) sudah didapatkan nilai korelasi product moment pearson di tiap item pertanyaan yang lebih besar dari 0,1966 dan nilai signifikansi kurang dari α (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan di tiap variable Kepatuhan Wajib Pajak (Y) sudah valid. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan suatu indikator dari variabel suatu konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Pengukuran yang reliable akan menunjukkan instrument yang sudah dipercaya dan dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya pula. Reliabiltas suatu konstruk dinyatakan reliable jika nilai Cronbach s Alpha > 0,70. 1) Uji Reliabilitas terhadap Variabel X1 (Pemanfaatan Teknologi Informasi) Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X1 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,792,796 5
62 Hasil output SPSS diatas menunjukkan bahwa konstruk atau variabel Perilaku Wajib Pajak memberikan Cronbach s Alpha 0,796. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,796 > 0,70. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X1 dinyatakan reliable atau dapat diterima sebagai instrument penelitian. 2) Uji Reliabilitas terhadap Variabel X2 (Sosialisasi Pajak) Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X2 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,719,721 5 Hasil output SPSS diatas menunjukkan bahwa konstruk atau variabel Perilaku Wajib Pajak memberikan Cronbach s Alpha 0,721. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,721 > 0,70. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X2 dinyatakan reliable atau dapat diterima sebagai instrument penelitian.
63 3) Uji Reliabilitas terhadap Variabel X3 (Pengetahuan Pajak) Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X3 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,896,896 5 Hasil output SPSS diatas menunjukkan bahwa konstruk atau variabel Perilaku Wajib Pajak memberikan Cronbach s Alpha 0,896. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,896 > 0,70. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X3 dinyatakan reliable atau dapat diterima sebagai instrument penelitian. 4) Uji Reliabilitas terhadap Variabel X4 (Tingkat Ekonomi Masyarakat) Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X4 Cronbach's Alpha Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,710,710 5 Hasil output SPSS diatas menunjukkan bahwa konstruk atau variabel Perilaku Wajib Pajak memberikan Cronbach s Alpha 0,710. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh
64 butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,710 > 0,70. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X4 dinyatakan reliable atau dapat diterima sebagai instrument penelitian. 5) Uji Reliabilitas terhadap Variabel Y (Kepatuhan Wajib Pajak) Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items,851,854 5 Hasil output SPSS diatas menunjukkan bahwa konstruk atau variabel Perilaku Wajib Pajak memberikan Cronbach s Alpha 0,854. Hasil tersebut dapat dihasilkan dengan menginput seluruh butir pertanyaan ke dalam perhitungan SPSS. Maka berdasarkan hasil ini dapat dilihat bahwa Cronbach s Alpha 0,854 > 0,70. Hal ini berarti jawaban responden untuk variabel X4 dinyatakan reliable atau dapat diterima sebagai instrument penelitian. 2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov
65 Smirnov. Pengujian dikatakan normal jika signifikan lebih besar dari 0,05. Tabel 4.13 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 100 Normal Parameters a,b Mean 0E-7 Std. Deviation 1,97556086 Absolute,045 Most Extreme Differences Positive,045 Negative -,043 Kolmogorov-Smirnov Z,451 Asymp. Sig. (2-tailed),987 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Berdasarkan hasil diatas terlihat bahwa kolom Kolmogorov- Smirnov dapat diketahui nilai signifikansi untuk seluruh variabel lebih besar dari 0,05 yaitu 0,987 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. b. Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolonieritas. Salah satu cara untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolonieritas ini adalah dengan menggunakan variance inflation faktor (VIF) dan Tolerance. Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance 0,10 atau sama dengan nilai VIF 10.
66 Model 1 Tabel 4.14 Hasil Uji Multikolonieritas Coefficients a Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant) 6,046 2,132 2,836,006 PTI(X1),056,092,059,610,544,717 1,394 SP(X2),229,103,220 2,219,029,690 1,449 PP(X3),112,067,160 1,682,096,752 1,329 TEM(X4),359,103,338 3,477,001,719 1,391 a. Dependent Variable: KWP(Y) Berdasarkan data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa VIF untuk masing-masing variabel tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance lebih besar dari 0,10, sehingga dapat dinyatakan model regresi liner berganda terbebas dari asumsi multikolonieritas. c. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas memiliki tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang homoskedasitas atau yang tidak terjadi heteroskedasitas. Berikut adalah scatter plot antara nilai Y prediksi (SRESID) dan nilai residualnya (ZPRED) pada regresi Pemanfaatan Teknologi Informasi (X1), Sosialisasi Pajak (X2), Pengetahuan Pajak (X3), dan Tingkat Ekonomi Masyarakat (X4) terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y) di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat.
67 Gambar 4.1 Grafik Scatterplot Gambar scatter plot di atas menunjukkan titik-titik menyebar secara acak di atas dan di bawah nilai 0 pada sumbu Y. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan. Untuk menjamin keakuratan hasil, peneliti juga menggunakan uji Glejser untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas. Tabel 4.15 Hasil Uji Glejser Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) 2,099 1,324 1,585,116 PTI(X1),026,057,054,453,652 SP(X2) -,039,064 -,075 -,614,541 PP(X3) -,038,041 -,108 -,917,361 TEM(X4),016,064,030,252,802 a. Dependent Variable: ABSUT t Sig.
68 Berdasarkan hasil diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi untuk seluruh variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan, dengan demikian asumsi non heteroskedastisitas terpenuhi. D. Pengujian Hipotesis 1. Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi R2 bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan variabel independen menjelaskan variabel dependen. Untuk mengetahui kemampuan variabel pemanfaatan teknologi informasi, sosialisasi pajak, pengetahuan pajak dan tingkat ekonomi masyarakat pada kepatuhan wajib pajak. Tabel 4.16 Koefisien Determinasi (R²) Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1,596 a,355,328 2,017 a. Predictors: (Constant), TEM(X4), PTI(X1), PP(X3), SP(X2) b. Dependent Variable: KWP(Y) Pada tabel diatas dapat dilihat besarnya Adjusted R Square adalah 0,328, hal ini berarti 32,8% variasi kepatuhan wajib pajak dapat dijelaskan oleh variasi keempat variabel independen yaitu pemanfaatan teknologi informasi, sosialisasi pajak, pengetahuan pajak dan tingkat ekonomi
69 masyarakat. Sedangkan sisanya (100% - 32,8% = 67,2%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. 2. Uji F Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1, X2, X3 dan X4) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifinasi 5% atau 0,05 adalah ukuran ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian). Dengan demikian uji F diperlukan untuk menjawab hipotesis sebagai berikut : H0 = Pemanfaatan teknologi informasi, sosialisasi pajak, pengetahuan pajak, dan tingkat ekonomi masyarakat tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Ha = Pemanfaatan teknologi informasi, sosialisasi pajak, pengetahuan pajak, dan tingkat ekonomi masyarakat berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filling. Tabel 4.17 Hasil Uji F ANOVA a Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 212,369 4 53,092 13,054,000 b 1 Residual 386,381 95 4,067 Total 598,750 99 a. Dependent Variable: KWP(Y) b. Predictors: (Constant), TEM(X4), PTI(X1), PP(X3), SP(X2)
70 Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa nilai F hitung diperoleh sebesar 13,054 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan pada tabel F dengan signifikansi 0,05 diketahui df 1 (jumlah variabel -1 ) atau 4-1 = 3, dan df 2 (n-k-1) atau 100 4-1 = 95, (n adalah jumlah sampel, k adalah jumlah variabel independen), diperoleh angka sebesar 2,70. Berdasarkan kriteria uji F yang telah ditentukan pada bab sebelumnya, oleh karena F hitung > F tabel (13,054 > 2,70) dan tingkat signifikansi kurang dari 0,05 (0,000 < 0, 005), maka keputusan yang diambil adalah Ho ditolak, Ha diterima. Dengan kata lain bahwa persamaan regresi yang terbentuk dari variabel pemanfaatan teknologi informasi (X1), sosialisasi pajak (X2), pengetahuan pajak (X3), dan tingkat ekonomi masyarakat (X4) sebagai variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) sebagai variabel dependen. 3. Uji t Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen ( X1, X2, X3, dan X4) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Tabel 4.18 Hasil Uji t Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 6,046 2,132 2,836,006
71 PTI(X1),056,092,059,610,544 SP(X2),229,103,220 2,219,029 PP(X3),112,067,160 1,682,096 TEM(X4),359,103,338 3,477,001 a. Dependent Variable: KWP(Y) Berdasarkan tabel diatas, dapat dibuktikan hipotesis secara parsial. Beta pengaruh yang dihasilkan serta pembentukan persamaan regresi. Nilai t tabel dengan signifikansi 0,025 (0,05 dibagi 2), diketahui df = (n-k- 1) atau 100 4-1 = 95, (n adalah jumlah sampel, k adalah jumlah variabel independen), diperoleh angka sebesar 1,988. Dan berikut kesimpulannya: Ha1 : Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung 0,610 dan nilai Sig. 0,544. Maka nilai t hitung lebih kecil dari t tabel 1,988 dan nilai sig. lebih besar dari nilai probabilitas 0,05, maka H0 diterima dan Ha1 ditolak yang artinya Pemanfaatan Teknologi Informasi secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y) di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Ha2 : Pengaruh Sosialisasi Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung 2,219 dan nilai Sig. 0,029. Maka nilai t hitung lebih besar dari t tabel 1,988 dan nilai sig. lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, maka H0 ditolak dan Ha2 diterima yang
72 artinya Sosialisasi Pajak secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y) di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Ha3 : Pengaruh Pengetahuan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung 1,682 dan nilai Sig. 0,096. Maka nilai t hitung lebih kecil dari t tabel 1,988 dan nilai sig. lebih besar dari nilai probabilitas 0,05, maka H0 diterima dan Ha3 ditolak yang artinya Pengetahuan Pajak secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y) di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Ha4 : Pengaruh Tingkat Ekonomi Masyarakat terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung 3,477 dan nilai Sig. 0,001. Maka nilai t hitung lebih besar dari t tabel 1,988 dan nilai sig. lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, maka H0 ditolak dan Ha4 diterima yang artinya Tingkat Ekonomi Masyarakat secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y) di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat.
73 4. Analisis Regresi Berganda Model regresi linear berganda untuk pemanfaatan teknologi informasi, sosialisasi pajak, pengetahuan pajak, dan tingkat ekonomi masyarakat terhadap kepatuhan wajib pajak adalah sebagai berikut: Y = 6,046 + 0,056X1 + 0,229X2 + 0,112X3 + 0,359X4 + e Keterangan: Y α X1 X2 X3 X4 e = Kepatuhan Wajib Pajak = Konstanta = Pemanfaatan teknologi informasi = Sosialisasi pajak = Pengetahuan Pajak = Tingkat ekonomi masyarakat = Error Dari tabel 4.17 dapat dijelaskan bahwa nilai konstanta (α) adalah sebesar 6,046 sedangkan nilai koefisien regresi variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (X1) adalah sebesar 0,056, nilai koefisien regresi variabel Sosialisasi Pajak (X2) adalah sebesar 0,229, nilai koefisien regresi variabel Pengetahuan Pajak (X3) adalah sebesar 0,112, dan nilai koefisien dari variabel Tingkat Ekonomi Masyarakat (X4) adalah sebesar 0,359. Hal ini menunjukan semakin tinggi pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukan wajib pajak, sosialisasi pajak yang dilakukan dirjen pajak,
74 pengetahuan pajak yang dimiliki wajib pajak dan tingkat ekonomi masyarakat maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan wajib pajak. E. Pembahasan Secara keseluruhan hasil uji hipotesis sebagai berikut: Tabel 4.19 Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis Kode Hipotesis Kesimpulan Ha1 Pemanfaatan Teknologi Informasi tidak berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Ditolak Ha2 Sosialisasi Pajak berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Diterima Ha3 Pengetahuan Pajak tidak berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Ditolak Ha4 Tingkat Ekonomi Masyarakat berpengaruh terhadap Kepatuhan Diterima Wajib Pajak 1. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dari hasil analisis yang menggunakan regresi linier berganda dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai variabel independen menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t diperoleh hasil untuk Pemanfaatan Teknologi Informasi yaitu sebesar 0,610 dengan nilai signifikansi uji t lebih besar dari tingkat signifikansi α = 0,05 yaitu 0,544. Sebagian besar responden tidak merespon dengan baik tentang adanya penerapan e-system yang dilakukan DJP ini, dikarenakan penggunaan secara online ini terkadang memiliki beberapa kendala seperti
75 jaringan internet yang terputus dan server DJP yang tidak dapat terkoneksi dengan baik, dan ketika kuesioner dibagikan kepada responden banyak yang memberikan pernyataan bahwa mereka lebih baik mendaftarkan diri atau menyampaikan SPT Tahunan secara manual dibandingkan menggunakan e-system dari DJP. Hasil pengujian ini konsisten dengan penelitian terdahulu seperti pada penelitian Sesa, Upa dan Tjahjono (2015) namun tidak konsisten dengan penelitian Lubis (2012) dan Sudrajat dan Ompusunggu (2015). 2. Pengaruh Sosialisasi Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dari hasil analisis yang menggunakan regresi linier berganda dengan Sosialisas Pajak sebagai variabel independen menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t diperoleh hasil untuk Sosialisasi Pajak yaitu sebesar 2,219 dengan nilai signifikansi uji t lebih kecil dari tingkat signifikansi α = 0,05 yaitu 0,029. Sosialisasi yang diberikan DJP kepada masyarakat dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat akan pentingnya mendaftarkan diri, membayar dan menyampaikan pajaknya sehingga masyarakat menjadi mengerti dan paham tentang manfaat pajak. Dengan demikian sosialisasi perpajakan dapat berpengaruh meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hasil pengujian ini konsisten dengan penelitian terdahulu seperti pada penelitian Sudrajat dan Ompusunggu (2015),
76 Widowati (2015), dan Burhan (2015) namun tidak konsisten dengan penelitian Winerungan (2013). 3. Pengaruh Pengetahuan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dari hasil analisis yang menggunakan regresi linier berganda dengan Pengetahuan Pajak sebagai variabel independen menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t diperoleh hasil untuk Pengetahuan Pajak yaitu sebesar 1,682 dengan nilai signifikansi uji t lebih besar dari tingkat signifikansi α = 0,05 yaitu 0,096. Semakin tinggi pengetahuan dan pemahaman wajib pajak, maka wajib pajak dapat menentukan perilakunya dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan perpajakan. Namun jika wajib pajak tidak memiliki pengetahuan mengenai peraturan dan proses perpajakan, maka wajib pajak tidak dapat menentukan perilakunya dengan tepat. Dalam hal ini, menunjukkan adanya keterbatasan wawasan dan kurangnya minat wajib pajak dalam hal perpajakan. Hasil pengujian ini konsisten dengan penelitian terdahulu seperti pada penelitian Arahman (2012) namun tidak konsisten dengan penelitian Sudrajat dan Ompusunggu (2015), Widowati (2015), dan Burhan (2015).
77 4. Pengaruh Tingkat Ekonomi Masyarakat terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dari hasil analisis yang menggunakan regresi linier berganda dengan Tingkat Ekonomi Masyarakat sebagai variabel independen menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Wilayah Grogol Petamburan Jakarta Barat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t diperoleh hasil untuk Tingkat Ekonomi Masyarakat yaitu sebesar 3,477 dengan nilai signifikansi uji t lebih kecil dari tingkat signifikansi α = 0,05 yaitu 0,001. Wajib Pajak dengan berbagai tingkat ekonomi akan mendaftarkan diri, membayar dan menyampaikan SPT Tahunan sesuai dengan ketentuan perpajakan secara sukarela dan mereka melakukan itu karena tidak ingin dikenakan sanksi atas keterlambatan pembayaran dan penyampaian SPT Tahunannya. Hasil pengujian ini konsisten dengan penelitian terdahulu seperti pada penelitian Chaerunnisa (2010) namun tidak konsisten dengan penelitian Mubarokah dan Ceacilia (2015).e Fit Index (CFI) Normed Chi Square < 2,00-5,00 Ba