BAB IV HASIL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG BAHAYA ROKOK DI DESA SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL

Lampiran 1 Lembar Kuesioner Untuk Variabel (X) Efek Iklan. No. Responden (diisi oleh peneliti)

Kuesioner Penelitian

LEMBAR HASIL WAWANCARA (INFORMAN)

ANALISIS MARKET RESEARCH UNEJ

BAB I PENDAHULUAN. yang mengkomsumsi rokok. Banyak di lapangan kita temui orang-orang merokok

Transkrip Wawancara dengan Anak Korban Broken Home

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dengan persoalan akses informasi dan dunia internet. Online shopping merupakan

KUISIONER PENELITIAN GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN SOSIAL BUDAYA KELUARGA DALAM HAL PERILAKU MEROKOK SISWA SMK SATRIA NUSANTARA BINJAI PADA TAHUN 2012

IDENTITAS RESPONDEN. Jenis kelamin : Laki-laki. Perempuan. Bersama Orangtua. Status Tempat Tinggal: Kost. Bersama Saudara/teman

LAMPIRAN II VERBATIM DAN FIELD NOTE RESPONDEN IC

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. terjadi di negara-negara berkembang. Direktorat Pengawasan Narkotika,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian ini menggunakan metode kulalitatif dan pendekatan fenomenologis.

PEDOMAN WAWANCARA. Eksistensi Komunitas Lesbian Di Kota Bandung. (Suatu Fenomenologi Tentang Eksistensi Komunitas Lesbian Di Kota Bandung)

BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

INSTRUMEN PENCATAT DATA. No. Informan Komponen Indikator Data Metode Guru BK Pelaksanaan program BK

Wawancara Partisipan 1

ADLN-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB III PROFIL SUBYEK INFORMAN. Informan yang berhasil peneliti wawancarai adalah siswa SMA Negeri 2 Surabaya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. individu yang beranekaragam mendorong banyak orang mendirikan tempat

TEKNIK INTERVENSI KELOMPOK Budaya Hedonisme di Kalangan Mahasiswa Baru

Pedoman Wawancara Proses Komunikasi Antarpribadi Efektif Pegawai P2TP2A Kabupaten Serdang Bedagai dengan Anak Korban Kekerasan Seksual

: Permohonan Wawancara. Cirebon, Juli Kepada Yth. Bapak/Ibu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dan politik (Depkes, 2006). Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila

Naskah Manajemen Complain dan Customer Care

"Ya ampun ini anak pikirannya makan terus. Hahahaha," jawab Ricky "Yah keliatan kali dari pipi Ki. Hahaha," timpal Cella Persahabatan yang nyaris

Transkrip Wawancara dengan Suami Broken Home

BAB 1 PENDAHULUAN. memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi (UU

Lampiran 1 PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN. Saya yang bertandatangan di bawah ini :

Kak Rya = Batak Admin service

BAB I PENDAHULUAN. Perilaku merokok tampaknya telah menjadi kebiasaan banyak. seperti Indonesia bermunculan rokok-rokok terbaru yang setiap produk

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase

GUIDE INTERVIEW No. Uraian Pertanyaan

Lembar Identitas Informan Penelitian

We see, we observe, we investigate, we conclude, we solve

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. mulai bayi hingga remaja, dimana anak-anak mulai membentuk karakter dengan

LAMPIRAN. Gambar 1: Proses Wawancara dengan Informan dan Barang Online Shop

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI PARTISIPAN. Kepada Yth. Di Tempat. Saya yang bertanda tangan dibawah: : Destinady Kadiser Miden NIM :

PART 1. 1.Jenis kelamin. o Pria o Wanita 2. Usia. o tahun o tahun o tahun o > 45 tahun 3. Pekerjaan

BAB 1 : PENDAHULUAN. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan silent disease yang menjadi

tahun 2007 menjadi 6,9% pada tahun Adapun sekitar 6,3 juta wanita Indonesia

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 : PENDAHULUAN. tempat seperti di lingkungan keluarga, kantor, fasilitas kesehatan, cafe, kendaraan

LAMPIRAN. 4. Menurut kamu sudah baik kah pelayanan humas? Ya mereka sudah bekerja dengan baik.

WAWANCARA KEPADA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM) maka kosmetik tersebut dapat dikategorikan sebagai kosmetik impor ilegal.

BAB I PENDAHULUAN. sampai saat ini telah dikenal lebih dari 25 penyakit berbahaya disebabkan oleh rokok.

BAB 1: PENDAHULUAN. ketergantungan) dan tar yang bersifat karsinogenik. (1)

BAB I PENDAHULUAN. lain-lain, bahkan merokok dapat menyebabkan kematian. Laporan dari World

a. Berapa lama mereka menikah b. Apa yang diharapkan dari hubungan pernikahan yang sedang dijalani 4. Perbedaan Tingkat Pendidikan

Foto Wawancara. Wawancara dengan local marketing communication Ponorogo City Center. Wawancara dengan pengunjung. Wawancara dengan pengunjung

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pakaian yang ketinggalan zaman, bahkan saat ini hijab sudah layak

Topik : school adjustment remaja ADHD yang bersekolah di sekolah umum. hubungan interpersonal yang positif pada remaja ADHD di sekolah umum

BAB I PENDAHULUAN. dikonsumsi mulai dari usia remaja hingga orang tua baik laki-laki maupun

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (INDEPTH INTERVIEW) Adapun pertanyaan yang disusun dalam melakukan Indepth Interview untuk

BAB 1 : PENDAHULUAN. kehidupan anak sekolah mulai dari SMA, SMP dan bahkan sebagian anak SD sudah

PERTANYAAN WAWANCARA KELUARGA HARMONIS DAN TIDAK. 1) Bagaimana pendapat anda mengenai komunikasi antara orang tua dan anak

PEDOMAN WAWANCARA. 3. Pernahkah anda melakukan usaha untuk menggugurkan kandungan? tua/pasangan/orang-orang terdekat anda?

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. Uraian :... Uraian : Mengikuti diklat atau pelatihan akuntansi zakat (PSAK 109) : Uraian :...

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. Informan kunci : pemilik toko pakaian bekas Bapak Marbun. 1. Produk apa saja yang dijual di toko Bapak?

ANALISIS MARKET RESEARCH UKSW

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, Indonesia menghadapi tantangan dalam meyelesaikan UKDW

BAB I PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan serta komunikasi,

Rahasia 5. Menjual ke semua orang, Adalah kekonyolan. Bidik target market yang tepat! Kelas BOS - Fahmi Hakim

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Belanja merupakan salah satu kegiatan membeli barang atau jasa yang

BAB I PENDAHULUAN. memiliki tugas perkembangan yang sangat penting yaitu mencapai status

(Elisabeth Riahta Santhany) ( )

LAMPIRAN. Pedoman Wawancara. Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. dan individu yang telah lulus dari perguruan tinggi disebut sebagai Sarjana

INTERVIEW GUIDE A. Company Profil B. Tahap Perencanaan strategi Positioning C. Tahap Pelaksanaan strategi Positioning

BAB 1 PENDAHULUAN. Volume maksimum oksigen (VO 2

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH IKLAN MEDIA LUAR RUANG TERHADAP PERILAKU MEROKOK SISWA DI SMA NEGERI 2 MEDAN TAHUN 2012

BAB IV ANALISIS DATA. Analisis dengan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) didalam Menangani

BAB I PENDAHULUAN. Setiap hari orang terlibat di dalam tindakan membuat keputusan atau decision

LAMPIRAN I PEDOMAN WAWANCARA

BAB 4 METODE PERANCANGAN

OLEH: IMA PUSPITA NIM:

terbanyak keempat didunia, menurut Akbar (2015), jumlah penduduk mencapai

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

A. LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA 1. WAWANCARA DENGAN PENGURUS PANTI 2. WAWANCARA DENGAN ANAK PANTI ASUHAN

LAMPIRAN 1 HASIL PRA SURVEY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengandung CO (Carbon monoksida) yang mengurai kadar oksigen dalam

Rumah Ketua RT : (tok tok tok.) Assalamuallaikum.. permisi : Waallaikum salam eeeh perawat Evita.. apa kabar?

Transkrip wawancara dengan produser program radio SLAGI ADA NAMA PROGRAM : SLAGI ADA ( SLAMAT PAGI ANDA SEMUA ) : Ari Dagienkz dan Miund

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI PARTISIPAN. Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi

Perpustakaan Unika LAMPIRAN KUESIONER 30

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kriteria riset partisipan adalah ibu hamil primigravida dengan usia

BAB 1 : PENDAHULUAN. kualitas hidup manusia dan kesejahteraan masyarakat. (1)

1. Kegiatan selama liburan

1 Laki-laki 35 2 Perempuan 74 Total 109

Pertanyaan Wawancara. 1. Sejak kapan anda memulai berjualan buku di Lapangan Merdeka? 3. Dari manakah anda mendapatkan pasokan buku untuk dijual?

dalam terbitan Kementerian Kesehatan RI 2010).

Transkrip Wawancara. Informan 1. : Nilam Rahmadani. Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 18 Februari : Jl. Tj. Balai, Gg. Bersama Sunggal Kanan Medan

LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN. : Ketepatan Ibu Menangani Demam Pada Anak

LAMPIRAN I PEDOMAN WAWANCARA. Kepala Sub Divisi Pengadaan dan Pengolahan

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Proses Pekerjaan Lapangan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis Persepsi mahasiswa terhadap rokok elektrik. Adapun Metode pengambilan data yang digunakan yaitu dengan wawancara mendalam (Indepth Interview) terhadap 6 orang perokok elektrik di Cafe Captain Jack di Kota Semarang. Sedangkan dalam pemilihan informasi sebagai triangulasi sumber dilakukan penelitian kepada teman dekat informan, penggelola cafe dan ketua komunitas perokok elektrik sebagai acuan dari sumber triangulasi. Pengumpulan data dari informasi ini dengan menggunakan tekhnik wawancara mendalam yakni berupa panduan wawancara dengan menggunakan instrumen pembantu alat perekam suara (handphone). Pada proses awal yang dilakukan oleh peneliti adalah mengunjungi serta meminta ijin kepada penggelola Cafe Captain Jack yang berada di Jl. Singosari raya Kota Semarang untuk melakukan penelitian ditempat tersebut. Setelah mendapatkan ijin dari penggelola cafe tersebut, peneliti langsung mendatangi informan yang didapat. Kemudian peneliti memperkenalkan diri dan tujuan yang peneliti akan lakukan, setelah itu peneliti menanyakan kesediaan subyek peneliti untuk dilakukan wawancara dan bersedia untuk dilakukan perekaman suara. Jika subyek penelitian bersedia dan mau untuk dilakukan wawancara, maka peneliti dapat melakukan wawancara dengan menggunakan instrumen pembantu yakni tape recorder (alat perekam suara) dan dengan menggunakan catatan panduan wawancara yang dibantu oleh seseorang untuk kebutuhan dokumentasi.

Sedangkan wawancara dengan responden sebagai crosscheck dilakukan pada teman dekat informan ( teman kos atau teman main ) dari subyek penelitian, karena teman dekat dari subyek penelitian merupakan orang terdekat dari objek penelitian. Pada informan ini dapat diketahui informasi mengenai hal-hal yang dilakukan oleh perokok elektrik sehari-hari untuk membandingkan crosscheck jawaban dari penderita. Kemudian wawancara selanjutnya dilakukan dengan ketua komunitas dari perokok elektrik yang berhubungan dengan adanya komunitas pengguna rokok elektrik pada kalangan mahasiswa dan wawancara kepada penggelola cafe untuk dimintai keterangan terhadap ketersedian tempat bagi perokok elektrik di Cafe Captain Jack di Kota Semarang. B. Gambaran Umum Cafe Captain Jack 1. Deskripsi Lingkungan Cafe Captain Jack yang terletak di wilayah Semarang, tepatnya di Jl. Singosari raya 35C Pleburan Semarang. Setiap harinya dikunjungi pengunjung pengguna rokok elektrik kurang lebih 10 orang setiap hari, kebanyakan dari mereka datang hanya untuk membeli cairan liquid di store tersebut. Selain itu di cafe captain jack juga menyediakan tempat untuk berkumpul (nongkrong). Untuk jam oprasionalnya captain jack buka setiap hari mulai pukul 15.00 23.00 WIB. Tata ruang di cafe tersebut memang dikhususkan untuk area rokok elektrk ( vaping area ) tetapi bagi pengunjung lain yang bukan perokok mereka harus gabung dengan para perokok dan asap rokok yang tebal.

C. Hasil Wawancara Mendalam Subyek Penelitian a. Karakteristik Subyek Penelitian Wawancara mendalam dilakukan kepada 6 mahasiswa perokok elektrik di Cafe Captain Jack di Kota Semarang, Teman dekat dari informan ( teman kos atau teman main ), penggelola cafe captain jack, dan ketua komunitas dari perokok elektrik. Pengambilan subyek penelitian ( Mahasiswa Perokok Elektrik ) ini berdasarkan dari kriteria subyek lapangan yaitu mahasiswa perokok elektrik yang berkunjung di Cafe Captain Jack di Kota Semarang. Bersedia dan mampu berpartisipasi menjadi subyek penelitian, subyek tidak sedang dalam keadaan sakit ataupun tidak terganggu dengan kehadiran peneliti ( tidak sibuk ). Subyek yang di lakukan wawancara mendalam berjumlah 6 orang mahasiswa perokok elektrik yang berkunjung di cafe captain jack di Kota Semarang. Adapun karakteristik subyek penelitian meliputi Nama, Umur, Semester, Fakultas, Asal Kota, Lama Merokok Seperti pada tabel berikut ini. Tabel 4.1 Karakteristik Subyek Penelitian No Nama Usia Semester Fakultas Asal Kota Lama Merokok 1 SP 1 21 tahun 8 TIK/USM Juwana, Pati SMA 2 SP 2 20 tahun 7 FBSI/UPG Jepara Baru RIS 3 SP 3 22 tahun 7 Psikologi/ Pati 1 tahun USM 4 SP 4 23 tahun 7 FTIK/USM Pati SMA 5 SP 5 22 tahun 9 Bahasa/U NDIP 6 SP 6 20 tahun 8 Hukum/UN DIP Semarang Blora Baru 2 bulan SMA

Adapun untuk melihat batasan-batasan yang diberikan dalam penelitian yang dilakukan guna menganalisis data, antara lain sebagai berikut : a. Sebagian besar = apabila 4 subyek penelitian menjawab sama b. Rata rata = apabila 3 subyek penelitian menjawab sama c. Sebagian kecil = apabila 2 subyek penelitian menjawab sama Dari Penelitian, didapatkan 6 subyek penelitian dengan berjenis kelamin lakilaki. Pendidikan kebanyakan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Semarang. Asal kota atau daerah tempat tinggal mereka juga berbeda-beda, walaupun 3 diantara mereka dari kota yang sama karena mereka satu daerah dan mereka juga berteman sudah lama. Dari 3 subyek yang didapatkan oleh peneliti 2 dari mereka merupakan perokok baru yang lama merokoknya 1-2 bulan mencoba untuk mengkonsumsi rokok elektrik. No Tabel 4.2 Tabel Identitas Crosscheck dari Teman Dekat informan perokok elektrik Inisial Informan Jenis Usia Pendidikan Crosscheck Kelamin Hubungan dengan Perokok Elektrik 1 IC1 ke 1 Laki-laki 22 tahun mahasiswa Teman dekat 2 IC1 ke 2 Perempuan 21 tahun mahasiswi pacar 3 IC1 ke 3 Laki-laki 20 tahun mahasiswa Teman dekat 4 IC1 ke 4 Laki-laki 22 tahun mahasiswa saudara 5 IC1 ke 5 Perempuan 21 tahun kerja Teman dekat Dari 5 informan crosscheck 2 diantaranya berjenis kelamin perempuan dan status hubungan mereka kebanyakan sebagai teman dekat ( sahabat ) salah satunya ada yang sebagai pasangan ( pacar ). Dan pendidikannya 1 dari mereka sudah bekerja. Identitas crosscheckyang ditampilkan oleh peneliti hanya 5 informan,kenapa informan crosschecknya hanya 5 padahal jumlah subyek penelitian ada 6 responden. Karena 1

dari informan crosscheck tersebut tidak didapatkan oleh peneliti dengan alasan tertentu. Karena dari SP6 merupakan pengunjung baru yang datang ke Captain Jack hanya untuk membeli cairan liquidnya. No Inisial Informan Crosscheck Tabel 4.3 Identitas Informan Crosscheck Penggelola Cafe Captain Jack Jenis Usia Pendidikan Alamat Kelamin 1 IC2 Laki-laki 24 tahun mahasiswa jogjakarta Dari informan crosscheck ke 2 didapatkan informasi crosscheck dari Penggelola Cafe Captain Jack di Kota Semarang. Dengan status pendidikan masih mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Asal kota dari informan crosscheck tersebut berasal dari luar Kota Semarang. Tabel 4.4 Identitas Informan Crosscheck dari Ketua Komunitas Perokok Elektrik No Inisial Informan Umur Jenis kelamin Alamat Crosscheck 1 IC3 ke 1 22 tahun Laki-laki Pati Dari Informan Crosscheck ketua komunitas dari perokok elektrik, di dapatkan informasi crosscheck dengan usia 22 tahun dan sudah membentuk kurang lebih 2 tahun komunitas pecinta rokok elektrik.

b. Kerentanan penyakit akibat konsumsi rokok elektrik Persepsi kerentanan adalah tingkat respon atau pendapat subyek tentang dirinya rentan atau tidak rentan terhadap penyakit akibat konsumsi rokok elektrik. 1. Apa yang dirasakan subyek saat mengkonsumsi rokok elektrik?... enak.. Kotak 1 Suka mbak, itu loh karena ada rasanya. Ketimbang rokok tembakau. Enak. Enak. Ada rasanya bikin ketagihan. Banyak rasanya yang bikin ketagihan. Rasanya yang banyak, sama bau asapnya mbak. SP1 SP3 SP4 SP5 SP6 Sebagian besar subyek penelitian memilih mengkonsumsi rokok elektrik karena rasannya yang enak dan membuat mereka merasakan ketagihan untuk mengkonsumsi rokok elektrik tersebut. Selain itu rokok elektrik juga menawarkan rasa yang beraneka ragam untuk penggunanya yang membuat perokok lebih banyak memilih menggunakan rokok elektrik karena rasa yang diberikan dari cairan liquid bermacam-macam, ada yang dari rasa buah-buahan, juice, mint, coffe, dan masih banyak lagi. Sedangkan sebagian kecil dari subyek penelitian mengatakan kalau mengkonsumsi rokok elektrik mereka merasakan tenggorokan kering

karena didalam cairan liquid yang mengandung Propylane Glycole Dan Glycerol sebagai zat adiktif pada makanan, kosmetik dan farmasi. Kedua zat tersebut sebagai alat angkut nikotin dan perasa serta menciptakan asap/uap layaknya asap rokok....tidak enak.. Tenggorokan terasa kering dan tidak enak. SP2 Demikian juga menurut hasil wawancara dengan Informan Crosscheck yang membenarkan kalau yang dirasakan subyek saat mengkonsumsi rokok elektrik memang karena rasanya yang enak dan pilihan rasanya yang banyak yang membuat penggunanya ketagihan untuk mengkonsumsi rokok elektrik. Katanya enak mbak, beda sama rokok biasa. Sebagian besar dari informan crosscheck pertama yaitu kepada teman dekat membenarkan jika subyek suka dengan rasa dan bau dari uap rokok elektrik. IC1, IC3 Ngomonge (ngomongnya) ketagihan karena ada rasarasanya. Beda dengan rokok biasa IC4, IC5

2. Alasan subyek penelitian mengkonsumsi rokok elektrik karena,,, coba-coba.. Kotak 2 yaa, ikut-ikutan temen, disuruh cobain. Katanya rokok elektrik beda sama rokok tembakau. Wes to jajal sek ( sudah dicoba dulu ) kata teman saya. Saya hanya cobain mbak, tapi tidak lama saya berhenti. Pengen coba saja penasaran sama rasa liquidnya. SP1 SP2 SP4 Saya Cuma coba-coba saja mbk. Ternyata enak ya ketagihan sampe sekarang. SP5,SP6 Sebagian besar subyek penelitian memilih menggunakan rokok elektrik dengan alasan coba-coba karena merasa rokok elektrik yang masih baru serta varian rasa yang ditawarkan dari cairan liquid tersebut membuat penasaran subyek untuk mencobanya. Sedangkan sebagian kecil subyek memilih rokok elektrik karena pergaulan dari teman mempengaruhi perilaku untuk melakukan sesuatu yang belom pernah mereka coba. katanya Cuma mau cobain aja mbak, lama-lama ya ketagihan. IC2 Karena coba-coba. Pengen tahu rasanya rokok elektrik. IC3, IC4

Sebagian besar hasil wawancara dengan informan crosscheck mengatakan kalau subyek penelitian menggunakan rokok elektrik karena pengaruh dari teman bahwa semakin banyak yang merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok. 3. Bahaya mana rokok elektrik dengan rokok biasa menurut anda?...rokok Biasa mbak.. Kotak 3 tetep bahaya rokok tembakau lah mbak,, kan rokok tembakau ada Tar nya. Setau saya belom ada orang yang mengeluh akibat rokok elektrik,, jadi saya kira masih aman. ya pastinya lebih bahaya rokok biasa mbak. SP1 SP2 bahaya rokok biasa, soale (soalnya) yang dihirub bukan uap tapi asap. Karena rokok biasa kan pembakaran mbak, yang dibakar kan tembakau dan cengkih sama ada tambahan apalah, saya gak tahu,, sedangkan rokok elektrik kan itu dari uap yang dikeluarkan dari pemanasan cairan liquidnya yang menggunakan batrai. SP3 bahaya rokok biasa soalnya rokok biasa menghasilkan asap bukan uap seperti rokok elektrik baunya juga enak. rokok biasa mbak. SP4 SP5 jelas bahayanya pada rokok biasa mbak. Kalau rokok elektrik saya kurang tahu.

Sebagian besar subyek penelitian mengatakan kalau rokok biasa lebih berbahaya dibandingkan dengan rokok tembakau karena rokok biasa sudah jelas dampak penyakitnya yaitu gangguan pernafasan, jantung dls. Karena didalam rokok biasa terdapat kandungan nikotin yang dapat memacu kerja jantung dan tekanan darah lebih tinggi, kandungan Tar dalam rokok biasa juga dapat menyebabkan kangker pada jalan nafas dan paru-paru. 4. Apa jenis penyakit akibat mengkonsumsi rokok elektrik?...tidak tahu.. Kotak 4 kurang tahu mbak, paling batuk-batuk sama sakit paru-paru. SP1 saya kurang tahu begitu jelasnya, setau saya rokok elektrik tidak ada nikotinnya dan mungkin tidak menimbulkan penyakit. nggak tahu. SP2 SP3 tidak tahu saya mbak, setahu saya tidak ada penyakit yang ditimbulkan akibat rokok elektrik. Paling ya cuma tenggorokan terasa kering aja. kurang tahu mbak. SP4 SP5 gak tahu. Yang penting bikin ketagihan aja kalau sudah pakai rokok elektrik. SP6

Sebagian besar subyek penelitian mengatakan bahwa mereka tidak tahu jenis penyakit akibat rokok elektrik. Mereka hanya merasakan gejala setelah mengkonsumsi rokok elektrik yaitu mereka merasa batuki-batuk dan tenggorokan menjadi kering. Selain itu sebagian dari subyek penelitian juga menganggap bahwa rokok elektrik membuat mereka merasa ketagihan saat mengkonsumsinya karena bedanya rokok elektrik dengan rokok tembakau. kayaknya belum tahu mbak. tidak tahu deh. Soalnya tidak pernah cerita ke saya. tidak tahu. Soalnya dia tidak pernah cari tahu. Hhe. IC1 IC2 IC3 tidak tahu, paling yang diobrolin Cuma jenis liquid yang mau dibeli. IC5 Sebagian besar informan Crosscheck membenarkan bahwa subyek memang tidak mengetahui jenis penyakit akibat rokok elektrik. Karena subyek tidak pernah mengeluh sakit dan subyek hanya bercerita kepada informan crosschekmengenai jenis liquid yang akan dibeli subyek. Sedangkan sebagian kecil informan crosscheckmengatakan kalau subyek sebenarnya tahu tapi tidak memperdulikan kesehatannya.

sebenarnya sih dia tahu mbak, tapi dia tidak perduli sama kesehatannya. IC4 c. Keseriusan Penyakit Akibat Konsumsi Rokok Elektrik Keseriusan kemungkinan yang terjadi akibat konsumsi rokok elektrik yang di rasakan subyek. 1. Apakah penyakit akibat rokok elektrik itu berbahaya?...tidak berbahaya... Kotak 5 tidak bahaya kok mbak, soalnya belom pernah dengar bahaya karena rokok elektrik. SP1 gak bahaya. Kan belom ada penelitian tentang rokok elektrik ya,, jadi menurut saya masih aman digunakan. gimana ya, kayaknya masih aman. Tidak ada bahayanya. tidak bahaya tuh mbak, buktinya saya masih sehat. Hahaha SP2 SP3 SP4 Sebagian besar subyek penelitian mengatakan tidak berbahaya menggunakan rokok elektrik. Alasan mereka karena belom pernah mendengar bahaya dari rokok elektrik selain itu menurut mereka mereka juga menganggap tidak ada penelitian mengenai rokok elektrik. Padahal jika dilihat dan dipelajari lebih luas dan mendalam rokok elektrik

sebenarnya berdampak pada kesehatan penggunanya. Sedangkan sebagian kecil dari subyek penelitian menjawab kalau rokok elektrik sama halnya dengan bahaya pada rokok tembakau. Bahaya. Karena semua rokok itu bahaya. Sama seperti rokok tembakau. SP5 koyok e podo bahayane koyok rokok biasa mbak. ( sama bahayanya dengan rokok biasa ) SP6 Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh informan crosscheck yang mengatakan sebagian besar subyek penelitian memang menganggap jika penyakit akibat rokok elektrik itu tidak berbahaya bagi kesehatan subyek. ngomonge sih ora ono bahayane neg ngevape. tidak ada bahayanya kalau ngevape (istilah untuk rokok elektrik). iya tidak bahaya. katanya sih enggak. IC1 IC2 IC3, IC4, IC5

d. Kepercayaan Terhadap Ancaman Yang Dirasakan Dari Rokok Elektrik 1. Apakah Rokok Elektrik mengancam kesehatan anda?...tidak mengancam Kesehatan.. Kotak 6 tidak, karena saya tidak merasakan apa-apa. SP1 saya kurang tahu lebih jelasnya mbak, karena saya belom merasakan apa-apa. untuk saat ini tidak ada yang saya rasakan. SP2 SP3 saya belom merasa terancam apa-apa sih mbak, palingan Cuma batuk ringan. SP4 tidak terancam mbak. Alhamdulilah masih sehat dan baik-baik saja. nggak mbak, biasa aja. SP5 SP6 Sebagian besar subyek penelitian mengatakan kepercayaannya terhadap ancaman rokok elektrik bagi kesehatannya menjawab bahwa mereka merasa belom terancam kesehatanya karena mereka masih percaya bahwa rokok elektrik masih aman untuk dikonsumsi sehingga belom ada dampak buruk bagi kesehatan.

iya. Kalau dia merokok terus menerus dan tidak hidup sehat. IC1 iya tentu saja mbak. IC2 saya kira iya. Karena merokok itu tidak sehat. IC3 Rata- rata dari informan crosscheck berpendapat berbeda mengenai kepercayaan rokok elektrik terhadap kesehatan subyek yang mengatkan bahwa rokok elektrik seharusnya berbahaya bagi penggunanya karena rokok elektrik sama halnya dengan rokok tembakau yang mempunnyai efek buruk bagi kesehatan dan gaya hidup yang tidak sehat. Sedangkan subagian kecil dari informan crosscheck tidak berbahaya karena yang dirasakan subyek saat mengkonsumsinya hanya batuk ringan tidak terlalu parah penyakitnya. tidak mbak karena dia paling mengeluh batuk ringan aja. Akibat tenggorokan yang kering, belum sakit parah. tidak mengancam apa-apa kok. IC4 IC5

2. Apakah anda percaya terhadap ancaman asap rokok elektrik bagi kesehatan orang disekitar anda?...percaya.. Kotak 7 iya percaya mbak, soalnya menggangu. Apalagi asap rokok elektrik kan tebal dan banyak. percaya, karena asapnya yang tebal bisa menggangu orang lain. SP1 SP4 percaya. Kita kadang juga merasa tidak enak. Suka menjauh sendiri. SP5 percaya, tapi ada juga yang bilang kalau asapnya itu harum, enak gitu seperti ada rasa-rasanya. SP6 Sebagian besar dari subyek penelitian saat dilakukannya wawancara mendalam mereka menjawab bahwa mereka percaya terhadap ancaman yang dirasakan orang disekitar mereka saat mereka mengkonsumsi rokok elektrik. Orang-orang disekitar mereka terkadang suka terganggu dengan asap rokok elektrik yang tebal tetapi ada juga yang berpendapat bahwa asap rokok elektrik beda dengan rokok biasa karena asap rokok elektrik baunya berbeda dengan banyak rasa dan wangi.

iya paling orangnya pergi sendiri karena merasa terganggu. IC1, IC3 menghindar dari pengguna rokok. IC2 katanya iya merasa gak enak. Paling berhenti merokok dulu. IC5 Sebagian besar dari informan crosscheck juga membenarkan bahwa subyek suka tidak enak seniri saat merokok di dekat orang lain yang terganggu dengan asapnya. Selain itu informan juga percaya bahwa subyek mengetahui kalau asap rokoknya menggangu orang lain. 3. Apakah anda percaya terhadap dampak perekonomian anda akibat menggunakan rokok elektrik terancam berkurang?... tidak terancam.. Kotak 8 tidak, karena rokok elektrik hanya satu kali beli memang mahal bisa sampai 300 lebih. Tapi kalau rokok biasa tiap hari beli jadi lebih mahal rokok biasa. SP2 masih mahalan rokok biasa yang beli tiap hari. Kalau rokok elektrik Cuma satu kali beli jadi tidak terancam sama isi dompet saya. tidak ahh mbak, Cuma sekali beli doang yang mahal. SP4 SP6

Hasil wawancara dengan subyek penelitian rata-rata mereka mengatakan kalau rokok elektrik dibandingkan rokok biasa lebih mahal rokok biasa. Alasan mereka menjawab pertanyaan tersebut mengenai dampak perekonomian akibat menggunakan rokok elektrik karena alasan mereka menggunakan rokok elektrik memang karena lebih murah dibandingkan dengan rokok biasa sebab rokok elektrik hanya sekali beli memang agak mahal sedangkan untuk rokok tembakau sendiri setiap hari harus beli. iya mbak, wong kadang ngresah gak ndue duit. ( iya mbak, soalnya kadang mengeluh tidak punya uang) iya karena sangat mahal. kayaknya iya, soalnya uangnya masih minta orang tua. IC2 IC3, IC5 IC4 Sedangkan sebagian besar dari informan crosscheck mengatakan berbeda dengan subyek menurut mereka rokok elektrik memang berdampak bagi perekonomian subyek. Sebab subyek masih minta kepada orang tua untuk membeli cairan liquidnya dan harga rokok elektriknya yang mahal. Hal tersebut berbeda dengan pernyataan subyek. Sebab informan crosscheckhanya tahu saja karena tidak menggunakan atau menjadi perokok elektrik.

e. Perilaku Mengkonsumsi Rokok Elektrik 1. Apa sebelumnya anda pernah menggunakan rokok tembakau?... iya pernah... iya pernah. Sejak SMA malah. Kotak 9 SP1 iya saya memang perokok tembakau. Pakai vape ya baru-baru ini. Itu pun Cuma cobain aja. iya pernah. SP2 SP3, SP4 iya saya pernah pakai rokok tembakau. Sekarang pun masih. Di selingin aja mbak. ( kadang tembakau kadang rokok elektrik ) SP5, SP6 Hasil wawancara mendalam dengan subyek penelitian sebagian besar dari mereka mengaku bahwa sebelumnya mereka adalah perokok tembakau yang sebelumnya menggunakan rokok elektrik. Bahkan dari mereka mengatakan mengkonsumsi rokok tembakau sudah sejak SMA dan mereka menggunakan rokok tembakau dan rokok elektrik secara bergantian.

iya mbak, teman saya itu memang perokok tembakau sebelumnya. IC1, IC4 iya memang dulu pakai rokok tembakau. Sekarang juga masih tapi jarang. iya mbak. Dulu pakai rokok tembakau. IC2 IC5 Wawancara dengan informan crosscheckjuga membenarkan pernyataan dari subyek bahwa subyek sebelum menggunakan rokok elektrik subyek menggunakan rokok tembakau. Informasi ini di dapatkan dari informan crosscheck yaitu teman dekat dari subyek penelitian. 2. Apa keputusan anda menggunakan rokok elektrik yang sebelumnya anda adalah perokok tembakau?...coba-coba.. Kotak 10 ya itu mbak, saya coba-coba awalnya karena penasaran aja. Cuma coba-coba awalnya. Terus ketagihan. SP1 SP2 awalnya Cuma cobain aja mbak, pengen tahu rasanya rokok elektrik sama penasaran dengan rasa liquidnya itu. SP4

Hasil wawancara dengan subyek penelitian rata-rata dari mereka mengatakan bahwa alasan mereka menggunakan rokok elektrik yang sebelumnya mereka adalah perokok tembakau adalah karena mereka memiliki rasa ingin tahu atau penasaran ingin mencoba rokok elektrik dan membandingkannya dengan rokok tembakau yang akhirnya membuat mereka ketagihan dengan rasa rokok elektrik. Sedangkan sebagian kecil dari mereka mengatakan alasan mereka mengkonsumsi rokok elektrik karena pengaruh dari media sosial seperti instagram, youtube, path dls. kalau saya awalnya lihat teman di instagram. Keren gitu dia pake vape. Bisa mainin asapnya. SP3 dulu lihat medsos mbak, kan lagi Buming waktu itu orang-orang pada pake vape ( rokok elektrik ). SP6 3. Dimana biasanya anda menggunakan rokok elektrik?...dikos atau nongkrong.. Kotak 11 ya kadang diluar, kalau pas lagi kumpul sama teman-teman atau pas sama anak vape ( rokok elektrik ) yaa cari tempat nongkrong lah mbak. di kost kalau gak ya diluar pas nongkrong. dikos aja sih mbak lebih seringnya. waktu nongkrong sama anak vape ( rokok elektrik ). SP1 SP3, SP5 SP2 SP6

Menurut wawancara mendalam dengan subyek penelitian sebagian besar subyek mengatakan tentang perilaku mereka mengkonsumsi rokok elektrik mereka mengatakan sering mengkonsumsinya pada waktu kumpul dengan teman-teman (nongkrong) dan pada saat mereka dikost. Selain itu mereka menggunkan rokok elektrik juga bareng atau bersama teman yang sesama pengguna rokok elektrik atau bisa disebut dengan komunitas. 4. Darimana anda mendapatkan rokok elektrik?...vapestore captain jack... Kotak 12 ya dari captain jack mbak, disini kan menyediakan. SP2 Dulu pertama saya beli di online. Tapi gak awet, terus dikasih tau sama temen kalau di CJ ( captain jack ) jual rokok elektrik. Terus saya kesini. SP3 di captain jack. Disini lengkap mau cari liquid atau mau beli vapenya disini ada banyak. SP6

Hasil wawancara dengan subyek penelitian bahwa rata-rata mereka mendapatkan rokok elektrik tersebut adalah dari captain jack itu sendiri yang menjual belikan rokok elektrik beserta cairan liquidnya untuk pengunjung captain jack. Disini captain jack menyediakan (menjual) rokok elektrik beserta liquidnya dengan harga yang cukup terjangkau dari harga termurah sampai harga termahal untuk satu paket rokok elektrik. 5. Apakah liquid yang anda gunakan mengandung nikotin?...ada nikotinnya.. Kotak 13 saya biasanya suka yang rasa buah-buah, nikotinnya 3%-6% SP1 ada nikotinnya, cuma 3% aja sihh mbak. SP2, SP3 Sebagian kecil dari subyek penelitian menggunakan kandungan nikotin pada rokok elektrik bermacam-macam. Ada yang menggunakan 3% sampai 6% dan sebagian kecil lainnya subyek tidak menggunakan kadar nikotin. Penggunaan kadar nikotin pada

cairan liquid yang terkandung dalam rokok elektrik adalah sesuai dengan kebutuhan dan kegunaan subyek itu sendiri. iya mbak, setau saya ada nikotinnya. IC1,IC2 kurang tahu kadar nikotinnya berapa. Soalnya sudah banyak liquid yang digunakan sampe banyak banget botol2nya di kost. IC5 Sebagian kecil dari informan crosscheck juga membenarkan bahwa subyek menggunakan rokok elektrik dan terdapat kandungan nikotin didalamnya. 6. Bagaimana dengan penggunaan rokok elektrik anda? Apakah anda menggunakannya secara bergantian dengan orang lain....tidak.. Kotak 14 kalau saya nggak mbak, pakai punya sendiri. tidak. nggak. Paling cuma pinjem mau bedain rasa liquidnya. SP1 SP2 SP4 nggak pernah. Saya jijik kalau mau minjemin apa mau pinjem punya orang. Soalnya kan bekas mulut yaa. Saya tidak suka kalau vape dipinjamkan. SP5 SP6

Sebagian besar dari subyek penelitian mereka mengatakan bahwa mereka tidak suka meminjamkan rokok elektrik atau pinjam rokok elektrik dengan orang lain. Karena merasa jijik ( tidak suka ) dengan alasan berpindahnya bakteri atau virus dari mulut ke mulut karena rokok elektrik cara penggunaannya dengan cara dihisap layaknya rokok tembakau. Bedanya dengan rokok elektrik masih dapat digunakan sewaktuwaktu dan hanya menganti atau menambahi cairan liquidnya yang habis.