BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Tahap Improve Setelah dilakukan tahap analyze, maka seluruh akar permasalahan serta faktor-faktor penyebabnya dapat teridentifikasi. Langkah selanjutnya adalah memperbaiki target dari proses dengan merancang solusi yang kreatif untuk mengatasi dan mencegah permasalahan. Dibawah ini ialah rancangan solusi untuk permasalahan yang dihadapi, rancangan solusi tersebut mencakup rancangan solusi untuk mengeliminasi waste, serta rancangan solusi kreatif untuk mencapai tujuan, yaitu mengurangi waktu tunggu (waiting). Adapun usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengubah Current State Mapping menjadi Future State Mapping adalah: 1. Pada Proses Pengecekan Data Partner Pada Database Pada proses ini terjadi 3 waste yaitu inappropriate processing, dan awal mula terjadinya defects serta waiting. Rancangan perbaikan untuk mengatasi waste tersebut diantaranya adalah membuat database administrator sehingga database dapat ter-update secara periodik, 52
53 membuat multikonversi point code pada database sehingga data partner dapat langsung ditemukan dalam bentuk pencarian berbagai format point code dan tersedianya database yang dapat di query kapan saja. 2. Proses Penanganan Awal Pada Network Management System Pada proses ini hanya terjadi defects. Defects terjadi karena pengecekan pada Network Management System yang berdasarkan data teknis partner tidak valid, sehingga tidak ditemukan status jaringan yang dituju. Hal ini mengakibatkan terjadinya re-work yang dimana harus kembali untuk melakukan pengecekan data partner. Maka dari itu, rancangan solusi yang baik untuk mengatasi hal tersebut adalah dilakukannya according data antara database dengan Network Management System secara periodik. Dengan melakukan hal ini, akan menghilangkan re-work (defect). 3. Pada Proses Koordinasi Dengan Tim Terkait Pada proses koordinasi, terdapat beberapa waste diantaranya inappropriate processing, waiting, dan unnecessary motion. Hal ini akan berdampak pada processing time yang lama, dimana akan berdampak pula pada waktu tunggu pelayanan. Langkah dalam melakukan rancangan solusi yang baik untuk mengatasi waste inappropriate processing adalah menghilangkan aktifitas pengecekan validasi data teknis partner karena hal tersebut cukup dilakukan oleh tim transmisi saja yang memiliki otoritas langsung dalam segmentasi. Selanjutnya untuk mengurangi waste waiting adalah dengan
54 menggabungkan antara aktifitas menghubungi tim terkait dengan menunggu balasan email, karena hasil dari kedua aktifitas tersebut adalah hasil pengecekan tim terkait sehingga disarankan untuk menghubungi tim terkait saja agar mendapat informasi secara aktual.
Gambar 5.1 Future State Mapping 55
56 5.2 Tahap Control Pada penelitian diberikan masukan kepada perusahan mengenai cara pengendalian dan perbaikan proses penanganan gangguan di stasiun kerja Fixed Switching Center yang memiliki tingkat production lead time yang tinggi, banyaknya inappropriate processing disertai waiting yang menjadi kendala utama mengapa tingginya production lead time, namun setelah dilakukan pengukuran, analisa dan perbaikan, production lead time menjadi berkurang, dan untuk itu diperlukan tahap control untuk terus memantau agar Future State Mapping ini dapat terus diterapkan agar production lead time yang telah diperbaiki menjadi stabil. Hal-hal yang perlu diterapkan pada tahap control ini adalah: 1. Pendokumentasian praktek-praktek standar seperti kegiatan migrasi, pembaharuan database secara periodik, dan sebagainya. 2. Meeting koordinasi dan Sharing Knowledge secara rutin untuk menambah dan mengingatkan pengetahuan terkait analisa gangguan. 3. Komunikasi hasil-hasil pembelajaran dan peningkatan melalui Visual Board. 5.3 Perbandingan Current State Mapping dan Future State Mapping Hasil yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, dapat dinyatakan bahwa temuan utama dalam penelitian ini adalah pemborosan yang paling dominan yang terjadi pada proses penanganan gangguan di Fixed Switching Center adalah pemborosan waiting.
57 Pemborosan ini menjadi sebab panjangnya production lead time, pada Current State Mapping jumlah processing time 6900 detik. Setelah dilakukan pembuatan kaizen blitz maka perbaikan untuk Future State Mapping dilakukan dengan menghilangkan beberapa proses yaitu mencari database, mengconversikan point code, dan pengecekan validasi data teknis partner serta menggabungkan proses menunggu email balasan dan menghubungi tim terkait menjadi menghubungi tim terkait saja. Penggabungan dan penghilangan beberapa kegiatan ini menyebabkan proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien, serta teknisi tidak akan amelakukan hal yang dianggap tidak memiliki nilai tambah (non-value added). 5.3.1 Perbandingan Waktu Proses Sebelum dan Sesudah Perbaikan Perbandingan waktu proses sebelum dan sesudah perbaikan. Waktu proses sebelum perbaikan diketahui 6900 detik, dengan lead time 3000 detik. Sedangkan waktu proses setelah dilakukan perbaikan mengalami penurunan menjadi 6170 detik, dengan lead time menjadi 1800 detik. Perbedaan waktu ini dikarenakan terjadi penghilangan pemborosan (waste) dan menambahkan hal yang dianggap penting (value added). 5.4 Implikasi Temuan dan Manfaat Bagi Perusahaan Temuan dari penelitian ini sangat baik dan tidak terlalu sulit untuk diterapkan, dapat dilihat bahwa current state mapping dapat
58 mengidentifikasi pemborosan yang terjadi, lalu future state mapping yang digunakan sebagai usulan perbaikan, mudah untuk dipahami dan diterapkan, lalu langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai kondisi mendatang atau future state mapping yang telah dibuat maka dapat dilihat pada tabel rencana tindakan. Rencana tindakan ini juga mengacu pada kaizen blitz yang dibuat dan dibahas pada bab sebelumnya. Berikut ini adalah tabel rencana tindakan: Tabel 5.1 Rencana Tindakan No Poin Perbaikan Tindakan 1 Menghilangkan aktifitas Membuat database administrator proses pencarian sehingga database dapat ter-update database, mengkonversi secara periodik, membuat point code, melakukan multikonversi point code pada pencatatan data teknis database sehingga data partner dapat langsung ditemukan dalam bentuk pencarian berbagai format point code dan tersedianya database yang dapat di 2 Menghilangkan kegiatan potensi re-work 3 Penggabungan proses menunggu balasan email dan Menghubungi tim terkait menjadi menghubungi tim terkait saja query kapan saja. Melakukan according data antara database dengan Network Management System secara periodik Menyatukan kedua proses, yaitu dengan menghubungi tim terkait langsung untuk mendapatkan status hasil pengecekan secara aktual Melalui penerapan value stream mapping ini tentu perusahaan akan mendapatkan manfaat yang besar karena berdasarkan future state mapping yang telah dibuat maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan dengan berkurangnya pemborosan khususnya percepatan tindakan dalam penanganan gangguan. Manfaat lain adalah value stream mapping ini juga
59 dapag berguna sebagai alat visual bagi para pimpinan perusahaan ataupun tamu untuk benar-benar memahami kondisi perusahaan secara aktual serta rencana perbaikan yang akan dilakukan. 5.5 Keterbatasan Penelitian serta Dampak terhadap Generalisasi Temuan Keterbatasan dalam penelitian ini yang dapat berdampak pada generalisasi temuan adalah sebagai berikut: 1. Karena proses penanganan gangguan berdasarkan keluhan yang terjadi saja, sehingga Customer demand per day tidak dapat dihitung dimana berfungsi untuk perhitungan Takt Time, sehingga Takt Time pun tidak dapat dihitung. 2. Penelitian ini hanya fokus kepada penurunan Non-Value Added Time, bukan pada pengukuran tingkat kepuasan pelanggan.