BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN)

dokumen-dokumen yang mirip
THE FACTORY ORGANISATION

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB IV PENUTUP. di Perusahaan Korea, pada Divisi Gudang, PT. Komitrando Emporio, ini disusun

Bentuk Kuesioner Analisa SWOT

RIWAYAT HIDUP PENULIS. Alamat : Kp. Cisitu no.66. Padalarang Bandung.

BAB II. bidang pembuatan pakaian tidur orientasi ekspor, yang didirikan pada tanggal 10

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan industri di Indonesia sekarang ini semakin pesat. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. giat untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenuhi permintaan tersebut. Banyak

BAB IV OPERASIONAL AUDIT ATAS FUNGSI PRODUKSI PADA CV ENDANG AJI TRADING

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB III METODOLOGI. Proses produksi pada PT. PIN khususnya proses dari bagian upper (cutting

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 OBJEK DAN DESIGN PENELITIAN

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 357 TAHUN 2013 TENTANG

BAB III. Objek Penelitian. PT. Rackindo Setara Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang

BAB 1 PENDAHULUAN. bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan

BAB 3 DATA DAN ANALISIS. di Bursa Saham Indonesia sejak memproduksi busana yang dipotong, dijahit, dan dirajut, busana woven, serta

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin

BAB IV. Hasil Praktek Kerja dan Analisis. 4.2 Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem pembelian impor komponen

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang

BAB 1 PENDAHULUAN. makin banyaknya perusahaan yang menjalani proses produksi di Indonesia. Makin

GAMBARAN UMUM PROFIL PERUSAHAAN

Bab I - Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dibutuhkan kualitas yang baik pada struktur produk yang dimiliki oleh suatu perusahaan

BAB III METODE PENELITIAN. masalah atas apa yang diteliti, untuk mencapai tujuan dari penelitian ini perlu

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III OBYEK PENELITIAN. III.1. Sejarah Singkat PT. Swasti Makmur Sejahtera

BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Strategi Penerapan Just In Time Manufacturing

Sehingga pada tahun 1999 PT. Euro Star Indonesia mendirikan pabrik

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

Profil Perusahaan. Sejarah Perusahaan. (project manager), dan staff Administrasi (finance and accounting).

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri

LAMPIRAN. RJPP wkt Kebijakan wkt RKAP wkt MANAGING DIRECTOR merencanakan menentukan waste 0.16 membuat 3.20 mengorganisasikan 3.20 memimpin rapat 0.

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK. PT Dwipar Loka Ayu didirikan pada tanggal 08 Agustus 1988 dengan akte

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Jabatan di. PT. Intan Suar Kartika. 1. Menentukan visi dan misi perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PD. Sandang Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam

BAB IV PELAKSANAAN MAGANG. langsung aktivitas Marketing Komunikasi Ekspor Public Relation meliputi

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 GOLONGAN PETERNAKAN DAN NAMA JABATAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat suatu tuntutan dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG

LAMPIRAN 1 HASIL WAWANCARA

BAB IV. Audit Operasional Atas Fungsi Pengelolaan Persediaan Barang. Jadi Pada PT Aneka Medium Garment. IV.1. Survei Pendahuluan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. kearah yang lebih baik dengan didukung oleh kemajuan teknologi yang semakin

LAMPIRAN WAWANCARA. Produk yang diproduksi dan dijual kepada pelanggan PT. Lucky Print Abadi. adalah kain bercorak. Kain dijual dalam ukuran yard.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. direktur PT. Surya Terang Pratama dan Bapak Ali selaku manajer keuangan.

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin berkembangnya perdagangan bebas yang masuk, maka setiap

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS KONVERSI PT. MULIA KNITTING FACTORY (STUDI KASUS PERENCANAAN PRODUKSI ) YANG BERJALAN

BAB III GAMBARAN PERUSAHAAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. CV Aneka Konveksi merupakan sebuah perusahaan konveksi yang

PROYEK AKHIR SISTEM MANAJEMEN MUTU PERUSAHAAN SARI ROTI. PT NIPPON INDOSARI CORPINDO,Tbk.

PT. TRISULA GARMINDO MANUFACTURING ORGANIZATION CHART Board of DIRECTOR FACTORY MANAGER PPIC EXIM PRODUCTION EXPORT IMPORT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Data Umum Perusahaan. PT. Rapico Busana Permata Indah didirikan pada tahun 1983 yang

BAB 3 ANALISA SISTEM INVENTORI PERUSAHAAN Sejarah Perusahaan P.T Berkat Jaya Komputindo

BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pakaian. Perusahaan yang

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam negeri mampu tumbuh lagi, setelah sempat hancur lebur dihantam krisis

Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III OBJEK PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN. Secara umum, penelitian ini bertujuan membantu perusahaan dalam

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PEMBELIAN BAHAN BAKU PT KARYADINAMIKA GRAHA MANDIRI

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 ANALISIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PT. MULTI MEGAH MANDIRI. perkembangan dan menjadi pemimpin pasar dalam fashion socks dan sport socks

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur Penggajian pada RS. Omni Alam Sutera

BAB 1 PENDAHULUAN. Informasi telah menjadi kebutuhan penting dalam perusahaan untuk mendukung

BAB III HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. penetapan anggaran persediaan bahan baku pada PT. Foximas Mandiri Bandung.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. beralamat di Jalan Prepedan Raya No 54, Kalideres, Jakarta Barat.

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan

BAB IV HASIL PRAKTEK KERJA DAN ANALISIS Prosedur Terkait Sistem Persediaan Bahan Baku Fiber

PROSES PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG DI PT. MULTI GARMENTAMA

PROSEDUR PENANGANAN DELIVERY ORDER PADA PT. JUAHN INDONESIA

MANAJEMEN MUTU GARMEN GARMENT QUALITY CONTROL

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi seperti sekarang ini, Indonesia mengalami

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam beberapa tahun belakangan ini industri keramik di Indonesia mengalami

BAB 4 USULAN SISTEM 4.1 Tahap Inovasi Inovasi

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan pada bab-bab terdahulu, maka dapatlah dikemukakan beberapa

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Transkripsi:

BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN) 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. DADA INDONESIA adalah salah satu anak Grup DADA yang berasal dari Korea Selatan, Grup ini yang memiliki 7 Perusahaan di 4 Negara, antara lain: Negara Bangladesh memiliki 3 (tiga) perusahaan yaitu DADA DHAKA, DADA SAVAR, dan PAXKO Limited, ketiga perusahaan tersebut berfokus memproduksi Headwear (Topi dan Aksessoris kepala lainnya). Anak Grup DADA juga ada di Negara China yang memiliki 1 (satu) perusahaan, yaitu PAX SUZHOU yang berfokus memproduksi Headwear (Topi). Anak Grup DADA juga ada di Negara Vietnam yang memiliki 2 (dua) perusahaan, yaitu UNI-PAX Ltd yang berfokus memproduksi Headwear (Topi) dan Moland yang berfokus memproduksi Bag (Tas). Dan terakhir Anak Grup DADA ada di Negara Indonesia yaitu PT. DADA INDONESIA yang berfokus pada Knitwear (Pakaian Jadi) yang merupakan tujuan dari peneliti melakukan penelitian. PT. DADA INDONESIA pertama kali berdiri pada Tahun 1989 di Jakarta Selatan DKI Jakarta, pada awal berdiri perusahaan ini memproduksi Toy dan Cap (aneka boneka dan aneka topi). Lalu pada tahun 1991, PT. DADA INDONESIA memindahkan pabrik produksinya ke wilayah Purwakarta Jawa Barat. Alasan PT. DADA INDONESIA memindahkan pabrik produksinya karena perusahaan melihat bahwa daerah Purwakarta merupakan daerah strategis untuk 11

12 melakukan kegiatan produksi, selain karena dinilai strategis wilayah Purwakarta memiliki upah UMR yang bisa dikatakan murah, sehingga biaya produksi dapat ditekan semaksimal mungkin guna meningkatkan profit perusahaan. Pada tahun 2003, PT. DADA INDONESIA melakukan peningkatan system produksi dengan membangun System ERP dan menstabilkan Lean System, peningkatan system tersebut guna meningkatkan kualitas hasil produksi dan mengurangi angka kesalahan produksi agar tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Pada tahun 2005, PT. DADA INDONESIA berpikir untuk meningkatkan ragam produksinya dengan memulai untuk memproduksi Knitwear (Pakaian Jadi) dengan membuka 6 (enam) jalur produksi. Pada bulan April 2007, PT. DADA INDONESIA berupaya memperluas tempat produksinya dengan cara membangun pabrik yang baru diwilayah yang sama dengan pabrik sebelumnya, pabrik yang baru tersebut memiliki 14 (empat belas) jalur produksi untuk meningkatkan jumlah produksi. Pada bulan Agustus 2007, PT. DADA INDONESIA membangun system Cam & CAD, yaitu sistem yang berfungsi untuk meningkatkan desain dari pakaian pakaian jadi yang diproduksi oleh PT. DADA INDONESIA guna membuat semakin beragamnya jenis produksi perusahaan tersebut. Pada bulan Januari 2009, oleh karena semakin banyaknya order yang diterima oleh PT. DADA INDONESIA sehingga PT. DADA INDONESIA membangun 48 (empat puluh delapan) jalur produksi baru dalam pabrik yang telah ada guna semakin meningkatkan jumlah produksi pakaian jadi yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

13 Pada bulan Desember 2009, dengan semakin banyaknya order dan semakin meningkatnya jumlah karyawan produksi membuat PT. DADA INDONESIA memutuskan untuk membangun pabrik yang baru wilayah yang sudah ada dengan berfokus pada produksi pakaian jadi. Pada bulan Juli 2010, PT. DADA INDONESIA memutuskan untuk memfokuskan diri memproduksi pakaian jadi dengan dengan cara mereformasi (mengubah) produksi Headwear menjadi produksi pakaian jadi skala besar dengan memiliki 70 (tujuh puluh) jalur produksi pakaian jadi. Jajaran direksi PT. DADA INDONESIA dijabarkan dalam flowchart dibawah ini: M.H.KIM PRESIDENT LEAN / CI Team Development Team Marketing Team PPIC / Sourcing Team Production DIV LEE JONG HYUK Manager LEAN / CI Team QA A/W Factory (Print / EMB) J.H LEE Development / CAD / PTTN Manager HAN SC Adidas & Reebok (Marketing Manager) Y.H KIM Adidas & Reebok (Main Material) KIM SB (1ST FACTORY MANAGER) AGUNG MANAGER BW GANG Embroidery Factory Manager MINSU HAN ANF (Marketing Manager) JASON HAN Adidas & Reebok GAP (Sub Material) KIM SB (2ND FACTORY MANAGER) QA Team JEONG H.O Print Factory Manager PARK (3RD FACTORY MANAGER) QA Team LEE C H (5TH FACTORY MANAGER) LAB Team KIM JM (6TH FACTORY MANAGER) Fabric Inspection Team Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. DADA INDONESIA Dapat dilihat bahwa hampir keseluruhan manajement dalam perusahaan ini dipegang oleh pekerja asing, hal tersebut dikarenakan kepemilikan modal

14 perusahaan ini berasal dari luar negeri, sehingga dalam hal ini pekerja yang berasal dari Negara Korea Selatan yang dijadikan para pimpinan dalam perusahaan ini, sehingga memiliki pemikiran dan tujuan yang sama dikarenakan kesamaan kewarganegaraan dan kesamaan pola pikir. 2.2. Lingkup Bidang Usaha Bidang usaha yang dijalankan PT. DADA INDONESIA adalah Industri Topi (Caps), Boneka (Stuffed Toys), Embroidery, Produksi Pakaian Jadi dari Textil dan Printing Kain. Dari keseluruhan bidang usaha diatas yang menjadi focus utama dalam perusahaan tersebut adalah Produksi Pakaian Jadi dari Textil, dikarenakan PT. DADA INDONESIA berfokus pada usaha Garment, adapun bidang usaha yang lain tetap dikerjakan bila ada Buyer yang menginginkan produk yang dipesan dibordir atau di-printing sesuai dengan permintaan Buyer tersebut. Begitu pula dengan bidang usaha Produksi Topi dan Boneka tidak setiap waktu dikerjakan dan hanya berdasarkan order dari Buyer yang memesan produk topi atau boneka dengan jumlah yang sesuai dengan produksi minimum agar tidak membebani biaya produksi. 2.3.Sumber Daya Berdasarkan data yang diberikan oleh HRD PT. DADA INDONESIA dapat disebutkan sebagai berikut :

15 Tabel 2.1 Total Pegawai PT.DADA INDONESIA per Mei, 2014 No FTY SUB TOTAL PRIA WANITA 1 KNIT 1 37 785 2 KNIT 2 18 784 3 KNIT 3 39 1050 4 KNIT 4 12 325 5 KNIT 5 32 938 6 KNIT 6 0 0 7 EMBO 0 117 8 PRINTING 4 58 9 SAMPLE 1 152 10 STAFF 117 140 TOTAL 260 4349 TOTAL KARYAWAN 4609 Sumber : Rekap Data Pegawai HRD PT. DADA INDONESIA Berdasarkan data diatas, terlihat bahwa jumlah pekerja wanita dalam perusahaan tersebut lebih besar dibandingkan pekerja pria, hal ini dikarenakan pekerja wanita lebih cekatan dan lebih teliti dibandingkan pekerja pria, perihal kecekatan dan ketelitian ini dirasakan penting dikarenakan perusahaan ini bergerak dibidang garment yang membutuhkan ketelitian guna mengurangi angka kesalahan produksi. Adapun pembagian karyawan terlihat dalam Tabel diatas, ada 2 bagian utama dalam susunan pekerjaan dalam PT. DADA INDONESIA, yaitu : pertama, Bagian Produksi yang meliputi KNIT 1, KNIT 2, KNIT 3, KNIT 4, KNIT 5, KNIT 6, EMBROIDERY, SAMPLE dan PRINTING yang dapat dilihat jumlahnya dalam Tabel diatas, adapun terlihat dalam Tabel Sub-unit KNIT 6 tidak memiliki karyawan dikarenakan Sub-unit tersebut dijadikan cadangan bila terdapat tambahan pesanan yang diterima oleh PT. DADA INDONESIA,

16 sehingga tidak mengganggu produksi yang telah dikerjakan oleh Sub-unit yang lain. Kedua, Bagian Staff yang dapat dilihat jumlah karyawan dalam Tabel diatas, adapun Bagian Staff tersebut terdiri dari beberapa Sub-unit, sebagaimana yang dapat dilihat dalam table dibawah ini : Table 2.2 Jumlah Karyawan untuk Setiap Unit Kerja Per Mei, 2014 No Nama Bagian Jumlah Karyawan 1 KEUANGAN 5 2 HRD & GA 5 3 IT 3 4 EXPORT 17 5 SPV 26 6 QUALITY CONTROL 13 7 MARKETING 75 8 QUALITY ASSURANCE 15 9 MEKANIK 18 10 PURCHASING 3 11 DEVELOPMENT 7 12 COMPLIANCE 4 13 TEAM LEADER (Embo, Printing, Cutting, Packing, Sample) 54 14 LEAN TEAM 5 15 STAFF UMUM 7 TOTAL 257 Sumber : Rekap Data Pegawai HRD PT. DADA INDONESIA Dalam Tabel diatas dapat dilihat bahwa Jajaran Staff di PT. DADA INDONESIA memiliki total 257 pegawai dengan perincian dapat dilihat dalam Tabel diatas, dimana staff marketing memiliki jumlah terbesar dari total pegawai di PT. DADA INDONESIA, diikuti oleh para team leader dari masing-masing

17 bagian produksi yang ada di PT. DADA INDONESIA. Sedangkan jumlah staff IT, Purchasing, dan Accounting memiliki jumlah terkecil dari keseluruhan pegawai di PT. DADA INDONESIA. 2.4 Tantangan Bisnis Sebagai perusahaan bisnis dibidang garment, PT. DADA INDONESIA memiliki tujuan untuk meningkatkan profit perusahaan. Tujuan tersebut tentu tidak dengan mudah dapat dicapai, namun sepanjang perjalanannya pasti menghadapi beberapa tantangan. Tantangan terbesar perusahaan adalah berasal dari perusahaan pesaing yang sejenis dan merek memiliki kekuatan sumber daya yang lebih memadai serta berkompeten. Tantangan besar lainnya yang dihadapi PT. DADA INDONESIA adalah harga yang diinginkan buyer tidak dapat mengikuti harga permintaan perusahaan yang mana akibat dari meningkatnya cost produksi dikarenakan kenaikan gaji buruh yang signifikan. PT. DADA INDONESIA berupaya untuk tetap bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat. Beberapa upaya yang telah dilakukan oleh manajemen PT. DADA INDONESIA adalah sebagai berikut : 1. Manajemen perusahaan siap melayani dengan cepat setiap keluhan dan klaim dari buyer sehubungan dengan produk garment yang diproduksi oleh perusahaan. 2. Manajemen perusahaan memberikan kebijakan harga produknya agar mampu bersaing dengan competitor lain tanpa mengurangi kualitas peroduknya.

18 3. Perusahaan meminta kepada pemerintah agar kenaikan upah untuk UMK (Upah Minimim Karyawan) tidak naik secara signifikan dan perusahaan akan melakukan efisiensi di segala bidang agar cost produksi tidak terlalu tinggi. Dengan upaya-upaya tersebut diatas, manajemen PT. DADA INDONESIA berkeyakinan bahwa perusahaan memiliki kemampuan daya saing yang dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan organisasi, sehingga dapat bersaing dengan competitor lain yang sejenis, serta dapat bertahan dalam mengatasi naiknya ongkos produksi dikarenakan UMK yang naik secara signifikan. 2.5 Proses/Kegiatan Fungsi Bisnis Berikut merupakan proses bisnis yang dijalankan di PT. DADA INDONESIA, dimulai dari tahap tahap pra-produksi sampai pengiriman barang sampai di konsumen: 1. PT. DADA INDONESIA menerima buyer yang masuk, kemudian dimulailah pemesanan order yang dilakukan oleh marketing PT. DADA INDONESIA. 2. Perhitungan biaya pra produksi oleh marketing dan perhitungan biaya aksesoris dan bahan pendukung oleh bagian merchandiser. 3. Manajer Produksi membuat perencanaan target dan biaya insentif untuk style yang sedang berlangsung dihitung berdasarkan biaya biaya produksi dan diajukan ke Dept. Keuangan dan Dept. Marketing untuk disetujui. 4. Dept. Marketing mengkonfirmasikan order order kepada buyer berdasarkan kalkulasi biaya beserta hal hal yang mungkin dapat terjadi.

19 5. Tim PPMC (Production Planning Material Control) berdasar data data yang diajukan oleh Dept. Marketing dan Dept. Merchandiser dapat memulai pekerjaan dasar dan membuat daftar proses material untuk masing masing order. 6. Semua contoh Pra produksi seperti ukuran dan proto sample dikerjakan oleh Dept. Sample dengan berkordinasi dengan Manager Produksi dimana berperan dalam memutuskan dan menyelesaikan pola pakaian selama hal tersebut berlangsung. 7. Setelah mendapat persetujuan dari buyer atau sub agen setempat, maka harus dilakukan perencanaan poduksi dan pertemuan pra produksi yang dihadiri oleh perwakilan pembeli, merchandiser, manager produksi, QC manager, Dept. Sample dan Dept. Finishing dari PT. DADA INDONESIA. 8. Produksi dimulai setelah pertemuan pra produksi dilakukan dan seluruh aspek mengenai garmen telah dimengerti oleh orang orang departemen terkait. 9. Bagian Merchandiser mengirimkan purchase order kepada supplier. 10. Supplier mengkonfirmasi barang yang masuk dan kemudian bagian ekspor impor PT. DADA INDONESIA mengurus surat surat yang dibutuhkan. 11. Material masuk ke gudang dan dilakukan pengecekan barang, kurang lebih satu minggu untuk return barang yang cacat. 12. Setelah material siap, dilakukan proses pemotongan (cutting). 13. Kemudian membagi line produksi untuk proses penjahitan (sewing), selama proses dikontrol oleh supervisor line.

20 14. Proses sewing selesai dilanjutkan dengan pengiriman ke washing berdasarkan standar dari buyer. 15. Sampainya produk setelah washing dilanjutkan dengan tahap finishing, yaitu pemasangan aksesoris sesuai pesanan. 16. Terakhir adalah pengecekan barang dan pengepakan sesuai keinginan buyer dengan memastikan bahwa list dari bagian merchandiser sudah terpenuhi. 17. Produk siap untuk diekspor.