BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB II SISTEM TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH

BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK

BAB III CAPACITOR BANK. Daya Semu (S, VA, Volt Ampere) Daya Aktif (P, W, Watt) Daya Reaktif (Q, VAR, Volt Ampere Reactive)

BAB IV HASIL PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TEORI DASAR. 2.1 Umum

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA

BAB IV ANALISA DAN PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK

BAB III PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS RENCANA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB III KEBUTUHAN GENSET

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISA DATA. Berdasarkan data mengenai kapasitas daya listrik dari PLN dan daya

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN GENSET. Genset yang akan dipasang di PT. Aichitex Indonesia sebagai sumber energi

BAB IV IMPLEMENTASI. Pada bab ini akan dibahas tentang aplikasi dari teknik perancangan yang

BAB IV PENGOPERASIAN PERANGKAT GENSET DAN PANEL CPGS

MENGENAL ALAT UKUR. Amper meter adalah alat untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir dalam penghantar ( kawat )

BAB IV JATUH TEGANGAN PADA PANEL DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

Program pemeliharaan. Laporan pemeliharaan

III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PEMILIHAN KOMPONEN DAN PENGUJIAN ALAT

BAB II LANDASAN TEORI

PEKERJAAN PANEL. INSTALASI P-PLN MCCB 3P, 63 A Accessories & Termination Box Panel PEKERJAAN MDP

BAB III ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS (APP)

Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta

PEMASANGAN KAPASITOR BANK UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA PANEL UTAMA LISTRIK GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

STANDAR KONSTRUKSI GARDU DISTRIBUSI DAN KUBIKEL TM 20 KV

BAB IV DESIGN SISTEM PROTEKSI MOTOR CONTROL CENTER (MCC) PADA WATER TREATMENT PLANT (WTP) Sistem Kelistrikan di PT. Krakatau Steel Cilegon

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV PERAKITAN DAN PENGUJIAN PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Adapun hasil studi yang dikaji oleh penulis dari pemasangan gardu portal type

Laporan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) BAB III TINJAUAN PUSTAKA. 3.1 Pengertian PMCB (Pole Mounted Circuit Breaker)

BAB III PENGGUNAAN KAPASITOR SHUNT UNTUK MEMPERBAIKI FAKTOR DAYA. daya aktif (watt) dan daya nyata (VA) yang digunakan dalam sirkuit AC atau beda

BAB IV PEMBAHASAN.

BAB IV PEMBAHASAN KONSTRUKSI CORE PADA TRANSFORMATOR. DISTRIBUSI 20/0,4 kv, 315 kva. (Aplikasi Di PT Trafoindo Prima Perkasa)

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

RANCANG BANGUN SISTEM AUTOMATIC TRANSFER SWITCH DAN AUTOMATIC MAINS FAILURE PADA GENERATOR SET 80 KVA DENGAN DEEP SEA ELECTRONIC 4420

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN. Pengumpulan data dilaksanakan di PT Pertamina (Persero) Refinery

BAB III DASAR TEORI.

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK. karena terdiri atas komponen peralatan atau mesin listrik seperti generator,

ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN KERJA SISTEM PROTEKSI PADA GARDU AB

BAB II LANDASAN TEORI. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). b. Letak titik sumber (pembangkit) dengan titik beban tidak selalu berdekatan.

BAB IV ANALISA RENCANA SISTEM DISTRIBUSI DAN SISTEM PEMBUMIAN

BAB IV GROUND FAULT DETECTOR (GFD)

RANCANG BANGUN MODUL POWER FACTOR CONTROL UNIT

BAB II LANDASAN TEORI GROUND FAULT DETECTOR

L/O/G/O RINCIAN PERALATAN GARDU INDUK

BAB II LANDASAN TEORI. melakukan kerja atau usaha. Daya memiliki satuan Watt, yang merupakan

makalah tentang kubikel 20 kv

BAB II TRANSFORMATOR DAYA DAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN. Tenaga listrik dibangkitkan dipusat pusat listrik (power station) seperti

BAB IV ANALISA PERANCANGAN INSTALASI DAN EFEK EKONOMIS YANG DIDAPAT

BAB IV HASIL DATA DAN ANALISA

BAB IV PERANCANGAN DAN ANALISA

BAB II LANDASAN TEORI ANALISA HUBUNG SINGKAT DAN MOTOR STARTING

BAB IV SISTEM KERJA DAN CARA PENGOPRASIAN PANEL AUTOMATIC MAINS FAILURE

Percobaan 1 Hubungan Lampu Seri Paralel

BAB III SPESIFIKASI TRANSFORMATOR DAN SWITCH GEAR

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III KRITERIA PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK

BAB II DASAR TEORI. a. Pusat pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan tempat dimana. ke gardu induk yang lain dengan jarak yang jauh.

BAB III PERANCANGAN ALAT

LAPORAN AKHIR PEMELIHARAN GARDU DISTRIBUSI

BAB IV AUDIT ELEKTRIKAL

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam menyalurkan daya listrik dari pusat pembangkit kepada konsumen

TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK

BAB II LANDASAN TEORI

PERALATAN PEMUTUS DAYA YANG FUNGSI UTAMANYA MENCATAT DAN MEMUTUSKAN DAYA LISTRIK KE PERALATAN / BEBAN.

INSTALASI CAHAYA. HASBULLAH, S.Pd. MT TEKNIK ELEKTRO FPTK UPI

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK. Pusat tenaga listrik umumnya terletak jauh dari pusat bebannya. Energi listrik

PERANCANGAN ATS (AUTOMATIC TRANSFER SWITCH) SATU PHASA DENGAN BATAS DAYA PELANGGAN MAKSIMUM 4400VA

BAB III SISTEM KELISTRIKAN DAN PROTEKSI

Sistem Listrik Idustri

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISA POTENSI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (JAKARTA)

BAB III DASAR TEORI 3.1 Penjelasan Umum sistem Kelistrikan

Proposal Proyek Akhir Program Studi Teknik Listrik. Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Bandung

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PEMBANDING TERMOMETER

BAB III METODOLOGI DAN DESAIN SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK

Solar PV System Users Maintenance Guide

PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ARUS (CURRENT TRANSFORMER / CT)

DAFTAR PUSTAKA. [1] Badan Standarisasi Nasional. Desember Peraturan Umum Instalasi

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN. fasa dari segi sistim kelistrikannya maka dilakukan pengamatan langsung

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam tugas akhir ini ada beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam

TES TERTULIS LEVEL : JUDUL UNIT : Memelihara Instalasi Listrik Tegangan Rendah (1) NAMA : JABATAN : UNIT KERJA : TANDA TANGAN :

BAB II DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK

BAB IV PEMBAHASAN. Gardu beton (tembok) Gardu kios Gardu portal

BAB III PERALATAN LISTRIK PADA MOTOR CONTROL CENTER (MCC) WATER TREATMENT PLANT (WTP) 3

BAB III. PERANCANGAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA (COS φ) DAN PERHITUNGAN KOMPENSASI DAYA REAKTIF

BAB II TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DAN SISTEM PENGAMANNYA

BAB III DEFINISI DAN PRINSIP KERJA TRAFO ARUS (CT)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Pengujian Transformator

D. Relay Arus Lebih Berarah E. Koordinasi Proteksi Distribusi Tenaga Listrik BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN...

BAB II LANDASAN TEORI

UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

LAPORAN AKHIR GANGGUAN OVERLOAD PADA GARDU DISTRBUSI ASRAMA KIWAL

Transkripsi:

42 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Uraian Sistem Distribusi Elektrikal Saluran listrik dari sumber pembangkit tenaga listrik sampai transformator terakhir, sering disebut juga sabagai saluran transmisi, sedangkan dari transformator terakhir, sampai konsumen terakhir disebut saluran distribusi atau saluran primer. Gambar 4.1 Pendistribusian Tegangan Dari Pembangkit sampai ke konsumen. Yang dimaksud dengan sistem distribusi elektrikal disini adalah suatu sistem yang didesain dan dibangun untuk memasok daya listrik bagi sekelompok beban, dan hal tersebut merupakan suatu sistem yang cukup kompleks, dimulai dari instalasi sumber / source sampai instalasi beban/load). Sesuai dengan batasan, sistem distribusi elektrikal yang dibahas adalah instalasi

43 listrik dalam gedung, dengan pasokan tegangan menegah dari sumber PLN dengan sumber cadangan dari genset. Gambar 4.2 Diagram Skematik Elektrikal 4.2 MVDP (Main Voltage Distribusi Panel) Instalasi tegangan menengah (20 kv) menggunakan penghantar N2XSEFGBY ( 3 x 300 ) mm2 yang merupakan jaringan (kabel) penyalur tegangan menengah dari gardu distribusi PLN ke kubikel incoming MVDP (Main Voltage Distribudi Panel). MVDP (Main Voltage Distribusi Panel) yang di gunakan di sini pabrikan dari Schneider. dari 4 unit kubikel outgoing MVDP masing-masing ke sisi primer transformer, yang meliputi : a. Kubikel outgoing 1 ke sisi primer transformer 1 (2500 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2. b. Kubikel outgoing 2 ke sisi primer transformer 2 (2500 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2.

44 c. Kubikel outgoing 3 ke sisi primer transformer 3 (2000 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2. d. Kubikel outgoing 4 ke sisi primer transformer 4 (2000 kva) dengan penghantar N2XSY (3 x 1 x 70) mm2. Untuk jalur instalasi pengkabelan dari masing-masing kubikel outgoing MVDP ke transformer mengunakan rak kabel / kabel laader, yang di pasang di bawah plat lantai sisi atas panel agar instalasi pengkabelan aman dan terlihat rapi. Gambar 4.3 Pemasangan Kabel Ladder 4.3 Transfomer Sesuai kebutuhan dari gedung Apartement MENTENG PARK JAKARTA, Menggunkan Transformator yang berfungsi untuk merubah / Menurunkan tegangan dari tegangan menengah (20 kv) menjadi tegangan rendah (220/380 volt) karena menyesuaikan kebutuhan peralatan yang ada di dalam gedung tersebut. Di unit transformer tersebut dilengkapi pula dengan pengaman DGPT yaitu sensor pengaman bila terjadi Suhu berlebihan pada Transformator, gas yang berlebihan dan tekanan oli yang berlebihan. Sensor ini terintegrasi dengan Cubicle TM.

45 Transformer yang dipergunakan adalah Product PT. Trafoindo Prima Perkasa dengan Type Oil Immersed/Full Hermattically Sealed High Volatage 20 kv Low Voltage 400 V. Insulation Class HV/LV adalah 24kV/1kV, Applied Test Voltage HV/LV adalah 50 kv Vector Group Dyn 5 dan Proteksi DGPT 2 / DMCR Relay. Transformer yang dipergunakan di Gedung MENTENG PARK JAKARTA terdiri dari : a. Trafo 2500 kva sebanyak 1 Unit, untuk melayani Tower 3 4.3.1 Pengoperasian Transformer A. Periksalah tahanan isolasi antara kumparan primer dan sekunder dengan titik pertanahan (grounding), dan antara kedua kumparan primer dan sekunder tersebut dengan menggunakan megger. Sebelum dimegger, bersihkanlah bushing dengan lap. Jika hasil megger terlampau rendah, ikutilah langkah-langkah berikut ini: 1. Bersihkanlah bushing dan terminalnya dengan baik. Gunakan cairan pembersih jika perlu. 2. Keringkan bushing dan terminal tersebut dengan angin panas/kering. A. Tap Changer Trafo 1. Dengan menggunakan ohm-meter, periksa kesempurnaan kontak dari masing-masing sadapan (tapping). 2. Periksalah masing-masing posisi sadapan (tapping), yang ditandai dengan angka 1 hingga 5. Masing-masing menunjukkan tingkat tegangan sesuai dengan yang tercantum di name plate trafo. Posisi sadapan harus disesuaikan dengan tegangan kerja yang diinginkan. 3. Untuk merubah posisi sadapan, cara pengoperasian tap changer adalah sebagai berikut:

46 a. Buka kunci tap changer dengan mengendorkan sekrup pengamannya (warna merah). b. Angkat sekrup utama (warna hitam), dan putar ke posisi yang diinginkan. c. Turunkan kembali sekrup utama dan pastikan posisinya telah pas. d. Kunci kembali tap changer dengan mengencangkan sekrup pengamannya (warna merah). Note: Trafo anda mungkin dilengkapi dengan tap changer yang modelnya berbeda. Jika butuh panduan dalam mengoperasikan tap changer, harap hubungi PT. Trafoindo Prima Perkasa. 4. Dalam hal sisi primer yang bertegangan ganda, maka terdapat 2 buah tap changer. Untuk pengaturan tegangan sadapan yang diinginkan, gunakan tap changer dengan 5 posisi tegangan sadapan. Untuk pengaturan tegangan kerja yang diinginkan, gunakan tap changer dengan 2 posisi tegangan kerja. 5. Untuk memastikan bahwa posisi sadapan sudah sesuai (yaitu: adanya rasio yang sesuai antara tegangan primer dan tegangan sekunder), periksalah rasio tersebut dengan jalan memberi tegangan 380V atau 220V pada sisi tegangan tinggi dan ukurlah tegangan pada sisi tegangan rendah. Rasio yang terukur akan membuktikan sesuai tidaknya posisi sadapan tersebut. 6. Bila dua atau lebih trafo akan dipararel, perhatikanlah hal-hal di bawah ini: a. Vector group kedua trafo harus sama b.rasio tegangan harus sama c. Polaritas dan rotasi harus sama d.impendasi tegangan harus sama

47 7. Periksalah kondisi dan setting HH fuse/oil Circuit Breaker/LBS pada sisi tegangan primer, dan periksa kondisi circuit breaker/nfb/mccb/n fuse di sisi tegangan rendah. B. Instalasi Penyambungan Trafo 1. Jika trafo ditempatkan di dalam ruangan, perhatikan hal-hal berikut: a. Hindari trafo dari tetesan/curahan air. b. Sediakan ruang dan sarana untuk pemasangan, perbaikan dan pemindahan. c. Sediakan cukup ruang di atas trafo, minimal setinggi trafo tersebut, sehingga memungkinkan mengangkat core-coil keluar trafo untuk keperluan pemeriksaan. d. Harus ada ventilasi yang cukup. Suhu di dalam ruang tersebut dilarang melebihi 40 C. e. Trafo harus diletakkan pada posisi rata. 2. Penyambungan kabel-kabel terminal trafo harus menggunakan sepatu kabel (cable lug) yang sesuai, untuk menghindari timbulnya panas dan kontak tak sempurna dengan terminal-terminal trafo tersebut. Baut dan mur pada sepatu kabel harus dikencangkan dengan sempurna*. Perhatikan wiring diagram dan connection diagram yang tercantum pada name plate. Perhatikan torque pada kekencangan baut: a. Kekencangan baut & mur 10mm dianjurkan 35 Nm b. Kekencangan baut & mur 12mm dianjurkan 55 Nm c. Kekencangan baut & mur 16mm dianjurkan 65 Nm d. Kekencangan baut & mur 20mm dianjurkan 80 Nm 3. Tanki trafo harus dihubungkan ke tanah dengan baik 4. Switching in-rush current (arus) yang terjadi dalam trafo berkisar antara 3 hingga dengan 5 kali arus nominal trafo. Untuk mengurangi switching

48 in-rush current ini, hindari penempatan trafo di mana terdapat medan magnet yang besar, misalnya jika di bawah trafo terdapat kabel dengan arus besar. Jika penempatan trafo tidak mungkin dihindari dari medan magnet, 5. letakkan plat stainless steel di antara trafo dan medan magnet demi menyekat medan magnet tersebut. 6. Setelah dialirkan tegangan penuh, trafo sebaiknya diawasi selama beberapa jam setelah dibebani. Setelah beberapa hari, periksa suhu dan tinggi oli. 4.3.2 Perawatan / pemeliharaan Traforsmer Agar selalu beroperasi dengan baik, trafo anda sebaiknya selalu dirawat dengan teratur. Harus ada perhatian khusus jika trafo beroperasi dengan beban penuh dan/atau di kondisi-kondisi tertentu yang berbahaya. A. Pemeliharaan Berkala 1 Tahun Harus diadakan perawatan tahunan, yang mencakup: 1. Pemeriksaan bagian luar a. Periksa kondisi tanki trafo, termasuk semua baut, mur, dan bagian yang dilas. Pastikan tidak ada kebocoran. b. Periksa sambungan kabel/konduktor pada terminal-terminal dan pentanahan. c. Periksa keadaan silica gel dalam breather. Sedikitnya ¾ dari silicagel harus masih berwarna biru. Jika kurang dari itu, silica

49 gel harus diganti seluruhnya atau diaktifkan kembali (Lihat Item 6.2). d. Periksa tinggi permukaan oli, pastikan masih berada di atas batas yang ditunjukkan di oil level indicator/gauge. e. Jika dilengkapi dengan nitrogen, periksa tekanan nitrogen tersebut, seharusnya di antara +2 PSI dan +3 PSI. 2. Pembersihan a. Bersihkan isolator terminal dengan kain pembersihan yang kering. b. Bersihkan tanki dan radiator trafo. Gunakan angin atau udara bertekanan untuk menghembuskan debu dari radiator. Jika sulit dibersihkan, gunakan cairan pembersih dan keringkan kembali dengan angin. c. Jika ditemukan bagian yang berkarat, hapus karat dengan amplas dan segera cat kembali. 3. Pemeriksaan Perlengkapan Trafo a. Periksa apakah perlengkapan-perlengkapan trafo masih bekerja dengan baik. b. Jika dilengkapi dengan relay pengaman, periksa kondisi dari contact point.

50 Gambar 4.4 Instalasi Busduct Alumunium 4.4 Panel Kontrol Genset (P-KG) ( Synchronize ) 3 x 1450 KVA & 1 x 1250 KVA 380/220 V. Panel Kontrol Genset (P-KG) 3 x 1450 KVA & 1 x 1250 KVA dengan rating tegangan rendah (380/220 V). terdiri dari 8 kubikel yang meliputi 4 kubikel incoming (nomor kubikel 2, 4, 6 dan 8) dan 4 kubikel outgoing (nomor kubikel 1, 3, 5 dan 7). Incoming P-KG menggunakan penghantar sebagai berikut : a. Dari Generator set 1 (1450 kva) ke incoming P-CG dengan pengaman ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Agar dapat dioperasikan secara otomatis dan manual untuk menghubungkan atau melepas genset dari jaringan beban, dengan penghantar Busduct 2500A / Alumunium, 4 Conductor. b. Dari Generator set 2 (1450 kva) ke incoming P-CG dengan pengaman ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Agar dapat dioperasikan secara otomatis dan manual untuk menghubungkan atau melepas genset dari jaringan beban, dengan penghantar Busduct 2500A / Alumunium, 4 Conductor. c. Dari Generator set 3 (1450 kva) ke incoming P-CG dengan pengaman ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Agar dapat dioperasikan secara otomatis dan manual untuk menghubungkan atau

51 melepas genset dari jaringan beban, dengan penghantar Busduct 2500A / Alumunium, 4 Conductor. d. Dari Generator set 4 (1250 kva) ke incoming P-CG dengan pengaman ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Agar dapat dioperasikan secara otomatis dan manual untuk menghubungkan atau melepas genset dari jaringan beban, dengan penghantar Busduct 2500A / Alumunium, 4 Conductor. 4.4.1 kubikel panel kontrol genset (P-KG)/ Synchronize Kubikel panel kontrol genset (P-KG) ini terdiri dari kubikel incoming dan kubikle outgoing yang meliputi : 4.4.2 kubikel Incoming Panel kontrol Genset kubicle incoming panel kontrol menggunakan pengaman ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Di setiab incoming Agar dapat dioperasikan secara otomatis dan manual untuk menghubungkan atau melepas genset dari jaringan beban, menggunakan penghantar Busduct 2500A / Alumunium, 4 Conductor. menerima tenggangan dari genset 1, genset 2, genset 3 dan genset 4. Pada sisi depan kubikel ini terdapat alat monitoring antara lain : 1) kubikel no.2, no.4, no.6 dan no.8 a. 3 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T. b. 3 bh lampu indikator OFF, ON dan Trip. c. 2 bh lampu indikator Earth Fault dan Emergency Stop. d. 1 bh lampu indikator battery charger. e. 2 bh Push botton Reset dan Alarm Stop. f. 1 bh alat ukur Ampere meter DC untuk mengetahui arus yang terpakai. g. 1 bh alat ukur Volt meter DC untuk mengetahui tegangan pada beban.

52 h. 1 bh tombol Emergency stop. i. 1 bh Multifuntion Generator Protection untuk pusat pengendali proses synchrone antara genset dan fungsi-fungsi proteksinya. j. 1 bh Digital meter untuk memonitoring parameter elektrik (voltase phasa R,S,T, arus phasa R,S,T, KW, HZ, COSpy, dll) k. Nama Panel Dan Pada sisi dalam kubikel ini terdapat alat monitoring antara lain : 2) kubikel no.2, no.4, no.6 dan no.8 a. 1 bh ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Agar dapat dioperasikan secara otomatis dan manual untuk menghubungkan atau melepas genset dari jaringan beban. b. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. c. Battery Charge 24V DC-5A untuk pengisian battery pada saat genset standby. d. Control relay dan time relay. e. CT 2500/5A 30VA Class.1. f. Cylindrical Fuse link 2A. g. Busbar tembaga. h. Earth fault relay. i. Buzzer ( Alarm sirene 24V DC ). j. Kabel Kontrol. 4.4.3 Kubikel Outgoing Panel Kontrol Genset Kubikel Outgoing panel Kontrol genset berfungsi untuk melalukan pengaturan/load management sharing dari keempat unit Genset, Dari panel P-KG ini kemudian output sumber Genset dikirim ke Panel-panel distribusi gedung. Yang meliputi : 1) Dari PKG ke P-C.O.S 3 ( DP Chiller 2) menggunakan pengaman ACB 4P (1280-3200A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 8(3x1x500)mm2 + (4x1x500)mm2

53 2) Dari PKG ke LV-MDP TZU CHI SCHOOL menggunakan pengaman ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 6(3x1x500)mm2 + (4x1x500)mm2. 3) Dari PKG ke PP-INTAKE FAN GENSET menggunakan pengaman MCCB 4P (125-160A) 50KA/380V. dengan penghantar NA2XY 4x1x50 mm2. 4) Dari PKG ke P-C.O.S 2 (DP Chiller 1) menggunakan pengaman ACB 4P (1280-3200A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 8(3x1x500)mm2 + (4x1x500)mm2. 5) Dari PKG ke DP-Gedung menggunakan pengaman ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 10(3x1x500)mm2 + (5x1x500)mm2. 6) Dari PKG ke P-C.O.S 1 ( DP Equipment ) menggunakan pengaman ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 10(3x1x500)mm2 + (5x1x500)mm2. Pada sisi depan kubikel incoming terdapat alat monitoring antara lain : 1) kubikel no.1 a. 3 bh lampu indikator OFF, ON dan Trip. b. 3 bh push botton OFF, Reset dan Trip c. 1 bh selektor switch (Operation Mode MAN - OFF-AUTO) d. 1 bh Digital meter untuk memonitoring parameter elektrik (voltase phasa R,S,T, arus phasa R,S,T, KW, HZ, COSpy, dll) e. Nama panel. 2) kubikel no.3 a. 3 bh lampu indikator OFF, ON dan Trip. b. 1 bh lampu indikator signal Fan. c. 3 bh push botton OFF, Reset dan Trip. d. 1 bh selektor switch (Operation Mode MAN - OFF-AUTO) e. 1 bh Digital meter untuk memonitoring parameter elektrik (voltase phasa R,S,T, arus phasa R,S,T, KW, HZ, COSpy, dll). f. Nama panel. 3) kubikel no.5

54 a. 6 bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2b Trip. b. 6 bh push botton masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh Reset dan 2 bh Trip. c. 2 bh selektor switch (Operation Mode MAN - OFF-AUTO) d. 1 bh selektor switch (visual Synchron SW. G 1-OFF-G2-OFF-G3- OFF-G4). e. 2 bh Digital meter untuk memonitoring parameter elektrik (voltase phasa R,S,T, arus phasa R,S,T, KW, HZ, COSpy, dll). f. 1 bh Meter sychronoscope c/w sync relay. g. 3 bh nama panel. 4) kubikel no.7 a. 3 bh lampu indikator OFF, ON dan Trip. b. 3 bh push botton OFF, Reset dan Trip c. 1 bh selektor switch (Operation Mode MAN - OFF-AUTO) d. 1 bh Digital meter untuk memonitoring parameter elektrik (voltase phasa R,S,T, arus phasa R,S,T, KW, HZ, COSpy, dll). e. Nama panel. Dan Pada sisi dalam kubikel ini terdapat alat monitoring antara lain : 1) kubikel no.1 a. 1 bh ACB 4P (1280-3200A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. ke P- C.O.S 3 ( DP Chiller 2). b. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. c. Control relay dan time relay. d. CT 2500/5A 30VA Class.1. e. Cylindrical Fuse link 2A. f. Kabel Kontrol. g. Busbar tembaga. 2) kubikel no.3 a. 1 bh ACB 4P (1000-2500A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. ke LV- MDP TZU CHI SCHOOL.

55 b. 1 bh MCCB 4P (125-160A) 50KA/380V. Ke PP-INTAKE FAN GENSET. c. 2 bh MCCB 4P (40-50A) 50KA/380V.sebagai Spare ( cadangan ). d. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. e. Control relay dan time relay. f. CT 2500/5A 30VA Class.1. g. Cylindrical Fuse link 2A. h. Kabel Kontrol. i. Busbar tembaga. 3) kubikel no.5 a. ACB 4P (1280-3200A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. ke P-C.O.S 2 (DP Chiller 1). b. ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. ke DP- Gedung. c. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. d. Control relay dan time relay. e. CT 4000/5A 30VA Class.1 f. CT 3000/5A 30VA Class.1. g. Cylindrical Fuse link 2A. h. Kabel Kontrol. i. Busbar tembaga. 4) kubikel no.7 a. ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. ke P-C.O.S 1 ( DP Equipment ). b. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. c. Control relay dan time relay. d. CT 4000/5A 30VA Class.1 e. Cylindrical Fuse link 2A. f. Kabel Kontrol. g. Busbar tembaga.

56 4.4.4 Pengoperasian Panel Kontrol Genset ( P-KG) Synchronize. Pengoperasian Panel Kontrol Genset telah di setting sesuai permintaan kebutuhan design sistem yang dibuat oleh pihak perencana gedung dan permintaan dari pihak pemakai / pemilik gedung. Dalam pengoperasian panel control genset ada 2 pengoperasian yaitu : 1) Pengoperasian secara Automatis Sistem kerja panel kontrol genset ini adalah Automatic Star/stop engine, automatic synchrone dan automatic On/Off breaker, automatic load share dan automatic load manajement. Yaitu pada mode auto ketika power PLN mengalami pemadaman, maka semua genset akan star, selanjutnya proses sinkronisasi berhasil maka ke 4 genset akan parallel dengan indikasi (CB Gen On) di sisi panel genset.sistem ini akan terus berlangsung sampai pada rentang waktu yang di tentukan setelah load management akan menbaca kondisi beban, jika beban total terpakai tidak lebih dari 1160 KVA dari kapasitas daya genset, maka genset 1 akan mengambil bedan dan genset yang lain akan dipadamkan. Tetapi jika beban total lebih dari 1160 KVA maka genset 2 akan hidup dan melakukan load sharing beban, bila beban total lebih dari 2320 KVA makan maka genset 3 akan hidup dan melakukan load sharing beban dan bila beban di atas 3320 KVA maka genset 4 akan melakukan load sharing beban. maka Ke 4 genset tersebut load sharing beban terung berlangsung sampai power PLN kembali normal lagi. 2) Pengoperasian secara manual pengoperasian secara manual yaitu dengan cara posisi selector Switch ke posisi Manual kemudian tekan tombol ON untuk menghidupkan Genset. Dan untuk mematikan tekan Tombol Off. (untuk memposisikan Panel PKG ke posisi Off kontrol baik Auto maupun Manual maka posisikan Selector Switch ke posisi Off ). 4.5 CB BOX TERMINAL CB BOX terminal di sini berfungsi sebagai panel suplay listrik dari genset rental, panel ini digunakan apabila ada pemadaman listrik dari PLN

57 dan tidak bisa menggunakanya genset gedung karena ada kerusakan/trobel. CB Box terminal terdiri dari 3 kubikel yang meliputi kubikel incoming dan 2 kubikel outgoing. 4.5.1 Kubikel incoming CB-Box Terminal Incoming CB Box terminal menerima tegangan dari genset rental dengan menggunakan pengaman ACB 3P (1000-2500A) 85KA/380V dan penghantar NA2XY 6(3x1x500)mm2 + (4x1x500)mm2. Pada sisi depan kubikel incoming terdapat alat monitoring antara lain : 1) kubikel no.1 a. 3 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T. b. Nama panel. Dan Pada sisi dalam kubikel incoming terdapat alat monitoring antara lain : 1) kubikel no.1 a. ACB 3P (1000-2500A) 85KA/380V. b. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. c. Cylindrical Fuse link 2A. d. 1 bh MCB 1P 6A 6KA/220V. e. Busbar Tembaga. f. Kabel kontrol. 4.5.2 Kubikel Outgoing CB-Box Terminal Outgoing CB-Box terminal ini mensupply sebagia panel daya dan panel kontrol gedung. Yang meliputi: a) Dari CB-Box terminal ke P-C.O.S 1 ( DP Equipment ) menggunakan pengaman ACB 4P (640-1600A) 65KA/380V dengan penghantar NA2XY 4(3x1x500)mm2 + (2x1x500)mm2. b) Dari CB-Box terminal ke P-C.O.S 2 ( DP Chiller 1 ) menggunakan pengaman ACB 4P (640-1600A) 65KA/380V dengan penghantar NA2XY 4(3x1x500)mm2 + (2x1x500)mm2.

58 c) Dari CB-Box terminal ke P-C.O.S 2 ( DP Chiller 2 ) menggunakan pengaman ACB 4P (640-1600A) 65KA/380V. dengan penghantar NA2XY 4(3x1x500)mm2 + (2x1x500)mm2. Pada sisi dalam kubikel outgoing terdapat alat monitoring antara lain : 1) kubikel no.2 a. 6 bh lampu indikator masing-masing 2 bh ON, 2 bh OFF dan 2bh TRIP. b. Nama panel 2) kubikel no.3 c. 6 bh lampu indikator masing-masing 2 bh ON, 2 bh OFF dan 2bh TRIP. d. Nama panel. Dan Pada sisi dalam kubikel outgoing terdapat alat monitoring antara lain : 1) kubikel no.2 a. 2 bh ACB 4P (640-1600A) 65KA/380V. ke P-C.O.S 1 ( DP Equipment ) dan ke P-C.O.S 2 ( DP Chiller 1 ) b. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. c. Busbar Tembaga. d. Kabel kontrol. 2) kubikel no.3 a. 2 bh ACB 4P (640-1600A) 65KA/380V. ke P-C.O.S 2 ( DP Chiller 2 ) dengan menggunakan penghantar NA2XY 4(3x1x500)mm2 + (2x1x500)mm2 dan spare ( cadangan ). b. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. c. Busbar Tembaga. d. Kabel kontrol. 4.6 Panel Change Over Switch ( P - COS ) Sesuai dengan namanya, alat ini berfungsi sebagai pemindah sambungan ( bukan pemutus arus ) yang memindahkan sambuangan busbar dari titik bertegangan ke titik tidak bertegangan. Sama seperti CB, COS juga dilengkapi dengan sistem proteksi terhadap lompatan listrik pada saat

59 pemeidahan kotak, mengingat adanya muatan sisa pada saat pemindahan kontak, mengingat adanya muatan sisa pada jaringan instalasi di sisi down streamnya. Saklar ini berupa saklar putar multi ruang yang mengkombinasikan saklar pemutus daya. Saklar ini adalah saklar multifungsi yang mengikuti standar DIN VDE & IEC, dimana dapat mengalihkan hubung singkat dan dapat di gunakan sebagai pemutus pemutus arus 100x ukuran arus normal. Tabel 4.1 Nomenklatur Kabel No Kode Arti Contoh 1 A Selubung atau lapisan pelindungan luar NKRA, NAKBA bahan serat (misalnya goni/jute). 2 AA Selubung atau lapisan perlindungan luar dua lapis dari bahan serat (jute). NAHKZAA, NKZAA 3 B Perisai dari pita baja ganda NYBY, NEKBA Selubung dari timah hitam NYBUY 4 C Penghantar konsentris tembaga NYCY Selubung penghantar dibawah selubung luar NHSSHCou 5 CE Penghantar konsentris pada masingmasing inti, dalam hal kabel berinti NYCEY

60 banyak 6 CW Penghantar konsentris pada masingmasing inti, yang dipasang secara berlawanan arah untuk kabel tegangan nominal 0,6/1 kv 1,2 kv) NYCWY 7 D Spiral anti tekanan Pita penguat nonmagnetis NIKLDEY 8 E Kabel dengan masing-masing intinya berselubung logam NEKBA 9 F Perisai Kawat Baja pipih NYFGbY 10 G Spiral dari kawat baja pipih NYKRG Isolasi karet/epr NGA Selubung isolasi dari karet NGG 11 2G Isolasi karet butil dengan daya tahan lebih tinggi terhadap panas N2GAU 12 Gb Spiral pita baja (mengikuti F atau R) NYRGbY, N2XSEYFGbY 13 H Lapisan penghantar diatas isolasi, untuk membatasi medan listrik NHKBA, NHKRA 14 N Kabel standar penghantar tembaga NYA, NYY

61 15 NA Kabel standar penghantar alumunium NAYFGbY, NAKBA, NA2XY 16 NI Kabel bertekanan gas NIKLDEY 17 S - perisai dari tembaga - pelindung listrik dari pita tembaga yang dibulatkan pada semua inti kabel bersamasama N2XSY 18 SE Pelindung listrik dari pita tembaga yang menyelubungi masing-masing inti kabel N2XSEY 19 2X Selubung isolasi dari XLPE NF2X, N2XSY 20 Y Selubung isolasi dari PVC NYA 21 Z Perisai dari kawat-kawat baja yang masingmasing mempunyai bentuk Z NKZAA 22 RR Dua lapisan perisai dari kawat-kawat bajabulat NKRRGbY 4.7 DP Gedung dan DP Equipment (Distribusi Panel) DP-Gedung dan DP-Equipment di sini berfungsi sebagai penyalur tegangan rendah yang mencabangkan antara incoming PLN dan incoming Genset ke sebagian panel daya dan panel kontrol gedung (outgoing). Panel ini terdiri dari 8 kubikel yang meliputi 3 kubikel incoming (nomor kubikel 2, 6 dan 7) dan 5 kubikel outgoing (nomor kubikel 1, 3, 4, 5,7), yang berfungsi memisahkan incoming PLN dan GENSET. Walaupun outgoing keduanya

62 bertemu dalam Rel/Busbar yang sama, akan tetapi pada pengaturannya dalam keadaan otomatis atau manual tidak memungkinkan untuk penggunaan 2 sumber secara bersamaan. Dikarenakan adanya sistem interlock antara kedua breaker incoming tersebut. Interlock tersebut berfungsi sebagai pengaman panel dari masuknya 2 sumber tegangan yang tidak sinkron, yang apabila bertemu dapat menimbulkan short circuit. 1.7.1 Kubikel panel DP-Gedung dan DP-Equipment (distribusi panel) Panel Dp-gedung dan Dp-equipment ini mendapatkan tegangan dari PLN dan cadangan tegangan dari genset gedung untuk mensupply tegangan ke panel daya dan panel kontrol didalam gedung yang meliputi : 4.7.1.1 Kubikel incoming DP-Gedung dan DP-Equipment Kubikel incoming DP-Gedung menggunakan pengaman ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar Busduct 4000A / Alumunium, 4 Conductor dari sisi sekunder Trafo 2 dan pengaman ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 10(3x1x500)mm2 + (5x1x500)mm2 dari Panel kontrol genset (P-KG). Kubikel incoming DP-Equipment menggunakan pengaman ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar Busduct 4000A / Alumunium, 4 Conductor dari sisi sekunder Trafo 1 dan pengaman ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 10(3x1x500)mm2 + (5x1x500)mm2 dari PKG dan pengaman ACB 4P (640-1600A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 4(3x1x500)mm2 + (2x1x500)mm2 dari CB-Box terminal. Pada sisi depan kubikel ini terdapat alat monitoring antara lain : 1) Kubikel no.2 dan 6 a. 6 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T.

63 b. 6 bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2bh Trip. c. 6 bh push botton masing masing 2 bh OFF, 2 bh Reset dan 2bh ON. d. 1 bh selektor switch (Transref Mode MAN - AUTO). e. 2 bh Digital Meter untuk memonitoring parameter elektrik (voltase phasa R,S,T, arus phasa R,S,T, KW, HZ, COSpy, dll). f. Nama panel. 2) Kubikel no.7 a. 6 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T. b. 6 bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2bh Trip. c. 6 bh push botton masing masing 2 bh OFF, 2 bh Reset dan 2bh ON. d. Nama panel. Dan Pada sisi dalam kubikel incoming terdapat alat monitoring antara lain : 1) Kubikel no.2 a. 1 bh ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Untuk incoming dari PLN. b. 1 bh ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Untuk incoming dari panel kontrol genset (PKG). c. 6 bh Cylindrical Fuse Link 2A. d. CT 4000/5A 30VA Class.1 e. Undert / Over Voltage Relay. f. 1 bh Flourecent Lamp 10W/220V g. Time Relay. h. Control Relay. i. Door Switch. j. Kabel kontrol. k. Busbur. 2) kubikel no.6 a. 1 bh ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Untuk incoming dari PLN.

64 b. ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Untuk incoming dari P-C.O.S 1. c. 6 bh Cylindrical Fuse Link 2A. d. CT 4000/5A 30VA Class.1 e. Undert / Over Voltage Relay. f. 1 bh Flourecent Lamp 10W/220V g. Time Relay. h. Control Relay. i. Door Switch. j. Kabel kontrol. k. Busbur. 3) Kubikel no.7 a. ACB 4P (1600-4000A) 85KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Incoming dari PKG. b. ACB 4P (640-1600A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Incoming dari CB-Box terminal. c. 6 bh Cylindrical Fuse Link 2A. d. 1 bh Flourecent Lamp 10W/220V e. Time Relay. f. Control Relay. g. Door Switch. h. Kabel kontrol. i. Busbur. 4.7.1.2 kubikel outgoing DP-Gedung dan DP-Equipment Kubikel outgoing DP-Gedung dan DP-Equipment ini mensupply sebagia panel daya dan panel kontrol gedung. Yang meliputi: a) Dari Dp-Gedung ke LV-MDP Kantor menggunakan pengaman ACB 3P (1000-2500A) 50KA/380V. Dengan penghantar NA2XY 6(3x1x500)mm2 + (3x1x500)mm2.

65 b) Dari Dp-Gedung ke LV-MDP Gedung Utama menggunakan pengaman ACB 3P (800-2000A) 50KA/380V. Dengan penghantar NA2XY 5(3x1x500)mm2 + (3x1x500)mm2. c) Dari Dp-Gedung ke PP-Aux Heater menggunakan pengaman MCCB 3P (252-630A) 50KA/380V. Dengan penghantar NA2XY 4(1x1x500)mm2. d) Dari Dp-Gedung ke P-ATS Studio menggunakan pengaman ACB 4P (800-2000A) 70KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Dengan penghantar couple busbar CU-2(160x10mm)/RST & CU-160x10mm/N, dipasang secara paraller di dalam panel. e) Dari Dp-Equipment ke LV-MDP Da~ai TV menggunakan pengaman ACB 3P (640-1600A) 65KA/380V. Dengan penghantar NA2XY 4(3x1x500)mm2 + (2x1x500)mm2. f) Dari Dp-Equipment ke PP-Cap Da~ai TV (400 kvar) menggunakan pengaman ACB 3P (400-1000A) 65KA/380V. Dengan penghantar NA2XY 2(3x1x500)mm2. g) Dari Dp-Equipment ke P-ATS Studio menggunakan pengaman ACB 4P (800-2000A) 70KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Dengan penghantar couple busbar CU-2(160x10mm)/RST & CU- 160x10mm/N, dipasang secara paraller di dalam panel. h) Dari P-ATS studio ke LV-MDP Studio menggunakan pengaman ACB 4P (800-2000A) 70KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Dengan penghantar NA2XY 5(3x1x500)mm2 + (3x1x500)mm2. i) Dari P-ATS studio ke PP-Cap Studio menggunakan pengaman ACB 4P (640-1250A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Dengan penghantar NA2XY 2(3x1x500)mm2. Pada sisi depan kubikel ini terdapat alat monitoring antara lain : 1) Kubikel no.1 a. 6 bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2bh Trip. b. Nama panel. 2) Kubikel no.3

66 a. 3 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T. b. bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2bh Trip. c. 6 bh push botton masing masing 2 bh OFF, 2 bh Reset dan 2bh ON. d. 1 bh selektor switch (Transref Mode MAN - AUTO). e. Nama panel. 3) Kubikel no.4 dan no.5 a. 3 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T. b. 6 bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2bh Trip. c. 6 bh push botton masing masing 2 bh OFF, 2 bh Reset dan 2bh ON. d. Nama panel. a. Kubikel no.8 e. 3 bh lampu indikator masing-masing untuk OFF, ON dan Trip. f. Nama panel. Pada sisi dalam kubikel terdapat alat monitoring antara lain. 1) Kubikel no.1 a. 1 bh ACB 3P (800-2000A) 50KA/380V. Ke LV-MDP Gedung Utama. b. ACB 3P (1000-2500A) 50KA/380V. Ke LV-MDP Kantor. c. 1 bh Flourecent Lamp 10 W/220 V. d. Cylindrical Fuse link 2A. e. Kabel Kontrol. f. Busbar tembaga. 2) Kubikel no.3 a. 1 bh ACB 4P (800-2000A) 70KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Untuk incoming dari DP-Gedung. b. 1 bh ACB 3P (800-2000A) 70KA/380V ke LV-MDP Studio. c. Cylindrical Fuse link 2A. d. CT 2000/5A 15VA Class.1

67 e. 1 bh selektor switch (Transref Mode MAN - AUTO). f. 1 bh Flourecent Lamp 10W/220V g. Time Relay. h. Control Relay. i. Door Switch. j. Kabel kontrol. k. Busbur. 3) Kubikel no.4 a. 1 bh ACB 4P (800-2000A) 70KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. Untuk incoming dari DP-Equipment. b. 1 bh ACB 3P (400-1250A) 65KA/380V. Ke PP-Cap Studio. c. 1 bh Flourecent Lamp 10W/220V. d. Cylindrical Fuse link 2A. e. Time Relay. f. Control Relay. g. Door Switch. h. Kabel kontrol. i. Busbur. 4) Kubikel no.5 a. 1 bh ACB 3P (640-1600A) 65KA/380V. Ke LV-MDP Da~ai Tv. b. 1 bh ACB 3P (400-1000A) 65KA/380V. Ke PP-Cap Da~ai Tv. c. 1 bh Flourecent Lamp 10W/220V d. CT 2000/5A 15VA Class.1 e. Cylindrical Fuse link 2A. f. Door Switch. g. Kabel kontrol. h. Busbur. 5) Kubikel no.8 a. 1 bh MCCB 3P (252-630A) 50KA/380V. PP-Aux Heater. b. Busbur. c. Door Switch. d. Cylindrical Fuse link 2A.

68 e. 1 bh Flourecent Lamp 10W/220V 4.8 PP-ATS (Automatic Transfer Switch) Pemakaian ATS (Automatic Transfer Switch) pada instalasi dalam gedung dimaksud untuk mengantisipasi pada saat PLN dalam mensuplai listrik (mengalami pemadaman), maka dalam hal ini genset yang akan menggantikan perana dari PLN untuk mensuplai sumber daya listrik, disini peranan ATS adalah memindahkan secara otomatis distribusi dari PLN ke genset, sehingga genset tersebut dapat menggantikan peranan dari PLN untuk mensuplai sumber daya listrik pada gedung/lokasi tersebut. Selanjutnya apabila PLN kembali normal, maka fungsi ATS secara otomatis memindahkan distribusi daya listrik dari genset ke PLN. 4.9 PP-Capasitor Bank Secara garis besar, fungsi dari Panel Capasitor bank adalah untuk memperbaiki Cos Phi pada suatu lingkungan/area tertentu. Perlunya dilakukan perbaikan Cos Phi tersebut adalah dimaksudkan untuk salah satunya menghindari biaya yang timbul akibat dari pemakaian kelebihan KVARH ( berkaitan erat dengan baik-buruknya nilai Cos Phi), karenanya PLN akan membebankan biaya akibat dari kelebihan pemakaian KVARH pada pelanggan, jika rata-rata factor dayanya (Cos Phi) kurang dari 0,85. Cos Phi tersebut dapat diukur dengan sebuah alat ukur, sehingga dapat diketahui nilainya yang nantinya dapat diambil sebuah keputusan untuk perlu tidaknya pemasangan Panel Capasitor bank pada area gedung. Pada umumnya untuk sebuah gedung perkantoran, industri dan pabrik yang di dalamnya tentunya banyak mengoperasionalkan mesin-mesin yang mengunakan motor listrik, dimana hal tersebut akan berakibat nilai Cos Phi nya sangat rendah (buruk), sehingga diperlukan pemasangan sebuah Panel Capasitor Bank. 4.10 PP-ATS Fire

69 PP-Ats Fire di sini berfungsi sebagai penyalur tegangan rendah yang mencabangkan antara incoming PLN dan incoming Genset ke sebagian panel daya gedung (outgoing). Panel PP-Ats Fire ini terdiri dari 2 kubikel yang meliputi 2 kubikel incoming (nomor kubikel 1 dan 2) dan 1 kubikel outgoing (nomor kubikel 2). yang berfungsi memisahkan incoming PLN dan GENSET. Walaupun outgoing keduanya bertemu dalam Rel/Busbar yang sama, akan tetapi pada pengaturannya dalam keadaan otomatis atau manual tidak memungkinkan untuk penggunaan 2 sumber secara bersamaan. Dikarenakan adanya sistem interlock antara kedua breaker incoming tersebut. Interlock tersebut berfungsi sebagai pengaman panel dari masuknya 2 sumber tegangan yang tidak sinkron, yang apabila bertemu dapat menimbulkan short circuit. 4.10.1 Kubikel Incoming PP-Ats Fire Kubikel incoming PP-Ats Fire menggunakan pengaman ACB 4P (400-1000A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 2(3x1x500)mm2 + (1x1x500)mm2 dari incoming DP-Equipment (PLN) dan pengaman ACB 4P (400-1000A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. dengan penghantar NA2XY 2(3x1x500)mm2 + (1x1x500)mm2 dari incoming DP- Equipment (Genset). Pada sisi depan kubikel ini terdapat terdapat alat monitoring antara lain : 1) Kubikel no.1 a. 3 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T. b. 3 bh lampu indikator masing-masing untuk OFF, ON dan Trip. c. 3 bh push botton masing masing OFF, Reset dan ON. d. 1 bh selektor switch (Transref Mode MAN - AUTO). e. Nama panel. 2) Kubikel no.2 a. Nama panel. b. 3 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T.

70 c. 6 bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2bh Trip. d. 3 bh push botton masing masing OFF, Reset dan ON. Pada sisi dalam kubikel ini terdapat terdapat alat monitoring antara lain : 1) Kubikel no.1 a. ACB 4P (400-1000A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux. b. MCB 1P 6A 6KA/220V c. Under / Over Voltage Relay. d. Flourencent Lamp10W/220V e. Cylindrical Fuse link 2A. f. Control Relay. g. Door Switch. h. Time Relay. i. Kabel kontrol j. Busbar 2) Kubikel no.2 a. ACB 4P (400-1000A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux.SW b. ACB 3P (400-1000A) 65KA/380V c. Flourencent Lamp10W/220V d. Cylindrical Fuse link 2A. e. Door Switch. f. Time Relay. g. Kabel kontrol h. Busbar 4.10.2 Kubikel Outgoing PP-Ats Fire Kubikel outgoing PP-Ats Fire ini mensupply sebagia panel daya dan panel kontrol. Yang meliputi: a) Dari PP-Ats Fire ke LV-MDP Fire menggunakan pengaman ACB 3P (400-1000A) 65KA/380V. Dengan penghantar FRC 2(3x1x240)mm2 + (1x1x240)mm2.

71 Pada sisi depan kubikel ini terdapat terdapat alat monitoring antara lain : 1) Kubikel no.2 a. 3 bh lampu indikator yang menyatakan ada tegangan pada phasa R, phasa S dan phasa T. b. 6 bh lampu indikator masing-masing untuk 2 bh OFF, 2 bh ON dan 2bh Trip. c. 3 bh push botton masing masing OFF, Reset dan ON. Pada sisi dalam kubikel ini terdapat terdapat alat monitoring antara lain : 1) Kubikel no.2 a. ACB 4P (400-1000A) 65KA/380V c/w Motor, Uvt, Aux.SW b. ACB 3P (400-1000A) 65KA/380V c. Flourencent Lamp10W/220V d. Cylindrical Fuse link 2A. e. Time Relay. f. Door Switch. g. Kabel kontrol h. Busbar Tabel 4.2 Lambang Huruf Untuk Instrumen Ukur No Lambang Keterangan 1 A Ampere 2 V Volt 3 VA Volt Ampere 4 Var Var 5 W Watt 6 Wh Watt-Jam 7 Vah Volt-Ampere-Jam 8 Varh Volt-Ampere Reaktif Jam 9 Ω Ohm

72 10 Hz Hertz 11 h Jam 12 min Menit 13 s Detik 14 n Jumlah Putaran permenit 15 Cos φ Faktor Daya 16 φ Sudut Fase 17 λ Panjang Gelombang 18 f Frekuensi 19 t Waktu 20 tº Suhu 21 Z Impedans