BAB III METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Indra Yuwono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode Observasi Metode observasi dimasudkan untuk mengadakan pengamatan terhadap subyek yang akan diteliti, yaitu tentang perencanaan sistem distribusi dan instalasi di Gedung Perkantoran 16 Lantai - Jakarta. Disini peneliti hanya mengadakan observasi atau penelitian dengan mengambil data perencanaan instalasi di Gedung Perkantoran 16 Lantai - Jakarta Metode Wawancara Metode wawancara atau interview ini dilakukan dengan tanya jawab yang dimaksudkan untuk memperoleh data-data dari responden yang sudah ahli. Dalam hal ini pembimbing penelitian yang sudah ahli tentang perencanaan sistem distribusi dan instalasi di Gedung Perkantoran 16 Lantai, Jakarta Metode Literatur Metode literatur atau dokumenter ini dimaksudkan untuk mendapatkan dan mencari data-data atau bahan dalam penelitian skripsi ini, yang didapat dari buku-buku, artikel-artikel, modul-modul yang ada di perpustakaan daerah atau di perpustakaan Universitas Mercubuana, literatur-literatur lain baik dari pembimbing penelitian di Proyek Gedung Perkantoran 16 Lantai Jakarta, maupun dosen pembimbing skripsi, selain itu juga dengan mendownload di internet. 32
2 3.2. Pengumpulan Data Gedung Perkantoran 16 lantai terletak di daerah Jakarta Selatan, terdiri dari 16 lantai + 2 lantai Basement yang dilengkapi area parkir, dimana dalam setiap lantainya terdapat banyak ruangan dengan kegunaan masing-masing : - Lantai Basement memiliki luas m 2 dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang delivery, ruang pompa hydrant, storage, pantry, toilet supir, gudang aset, ruang manajemen, ruang security, ruang generator set dan area parkir. - Lantai Semi Basement memiliki luas m 2 dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang trafo, ruang MV/LV dan area parkir. - Lantai Dasar memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, entrance lobby, ruang AHU, pantry, toilet dan area penyewa. - Lantai 2 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, barang, ruang AHU, storage, toilet, area outdoor unit AC dan area server. - Lantai 3 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, barang, ruang AHU, storage, toilet, area outdoor unit AC dan area penyewa. - Lantai 4 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa. - Lantai 5, 7 dan 13 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, mushalla, toilet, dan area penyewa. - Lantai 6 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa. 33
3 - Lantai 8, 10 dan 12 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, lobby lift umum, koridor, ruang panel, lobby lift barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa. - Lantai 15 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, barang, mushalla, toilet, dan area penyewa. - Lantai 16 memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, barang, ruang AHU, storage, toilet, dan area penyewa. - Lantai atap memiliki luas m² dengan beberapa ruang kecil didalamnya, antara lain : tangga darurat, ruang mesin lift, area mesin AC dan pompa Peralatan Listrik Utama Peralatan listrik utama yang digunakan pada Gedung Perkantoran 16 Lantai adalah sebagai berikut : 1. 1 unit panel MVMDP (Medium Voltage Main Distribution Panel) terdiri atas : - 1 Incoming dilengkapi dengan LBS 22 kv/630 A/3P dan Earth Switch - 3 Outgoing dilengkapi dengan LBS 20 kv/400 A/3P, Fuse 80 A, Earth Switch dan lampu indikator unit Trafo penurun tegangan - Trafo 1, kapasitas 1250 kva untuk keperluan utilitas - Trafo 2, kapasitas 1250 kva untuk keperluan utilitas - Trafo 3, kapasitas 1000 kva untuk keperluan akan datang (Future) 3. 3 unit Generator set - Genset 1, kapasitas 1000 kva untuk keperluan utilitas - Genset 2, kapasitas 1000 kva untuk keperluan utilitas - Genset 3, kapasitas 650 kva untuk keperluan akan datang (Future) 4. 2 unit panel LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel) - LVMDP-OFFICE untuk keperluan utilitas - LVMDP-DATA-CENTER untuk keperluan akan datang (Future) 34
4 5. 2 unit Capasitor Bank - Capacitor Bank Office, kapasitas 500 kvar 12 steps, untuk keperluan utilitas. - Capacitor Bank Data Center, kapasitas 400 kvar 12 steps, untuk keperluan akan datang (Future) Sistem Distribusi Listrik Gedung Perkantoran 16 Lantai Jakarta menggunakan sistem radial yaitu sumber dari PLN digunakan sebagai sumber utama, sedangkan diesel genset berfungsi untuk memback up PLN bila sewaktu-waktu PLN padam. Sumber listrik PLN yang menyuplai kebutuhan di gedung ini menggunakan tegangan menengah 20 kv dengan daya tersambung 1730 kva. Dari sumber listrik PLN masuk ke panel MV tegangan menengah 20 kv, kemudian didistribusikan ke trafo 1, 2 dan 3. Dari trafo 1 dan 2 tegangan diturunkan menjadi tegangan rendah 380/220 V dan diteruskan ke panel LVMDP-OFFICE untuk didistribusikan ke setiap panel beban. Didalam panel LVMDP-OFFICE terdapat coupler (LBS 3P 2000 A) yang dapat menghubungkan sistem pada trafo 1 dan 2. Sedangkan trafo 3 didistribusikan ke LVMDP-DATA-CENTER untuk keperluan yang akan datang (Future). Genset 1 didistribusikan ke panel LVMDP-OFFICE digabung dengan busbar trafo1, Genset 2 didistribusikan ke panel LVMDP-OFFICE digabung dengan busbar trafo 2 dan Genset 3 didistribusikan ke panel LVMDP-DATA-CENTER digabung dengan busbar trafo 3. Sistem Interlock perpindahan dari sumber PLN ke genset menggunakan ATS (Automatic Transfer Switch). Dari panel LVMDP-OFFICE daya listrik didistribusikan lagi ke panel-panel sub distribusi (SDP) yang ada pada tiap-tiap area dan diteruskan ke panel penerangan (LP) pada tiap-tiap lantai atau panel power (PP) pada tiap-tiap pusat pengendali motor. Untuk melayani beban-beban darurat disediakan panel PP-EMERGENCY yang dilengkapi ACOS (Automatic Change Over Switch), sumber listrik diambil langsung dari trafo 1 & genset 1 melalui terminal incoming LVMDP-OFFICE dan 35
5 dilengkapi pengaman tersendiri, sehingga bila terjadi kebakaran saluran-saluran yang lain dapat diputus dari sumber listriknya Pembagian Beban Dengan banyaknya peralatan listrik yang mempunyai karakteristik berbedabeda maka pembagian/pengelompokkan beban tersebut perlu dilakukan dengan beberapa tujuan : - Untuk memudahkan dalam pengontrolan dan bila terjadi gangguan dapat segera diatasi dengan mudah dan aman. - Agar kerja peralatan listrik yang satu tidak mempengaruhi peralatan listrik yang lain. - Untuk memudahkan perluasan dan penambahan dikemudian hari. Pembagian beban dilakukan berdasarkan fungsi dan karakteristik dari peralatanperalatan tersebut dan juga berdasarkan dari area dimana peralatan tersebut dipakai. Berdasarkan dari fungsi dan karakteristiknya beban dibagi kedalam 3 kelompok yaitu : 1. Beban Mekanik Beban mekanik adalah peralatan-peralatan listrik yang digunakan untuk keperluan mekanik dan pada umumnya peralatan-peralatan tersebut adalah merupakan motor-motor listrik yang penggunaanya antara lain : a. Sistem air bersih. b. Sistem pendingin udara. 2. Beban Penerangan dan Kontak-Kontak Penggunaannya terutama digunakan untuk penerangan, melayani operasional kantor dan peralatan-peralatan lain seperti kontak-kontak untuk komputer, alat-alat elektronik dan lain-lain. 3. Beban Khusus Penggunaannya terutama digunakan untuk area data center dimana banyak perangkat lunak yang memerlukan pelayanan khusus. 36
6 4. Beban-Beban Darurat Beban-beban ini adalah peralatan-peralatan untuk kepentingan keadaan darurat seperti bila terjadi kebakaran, penggunaanya untuk : a. Hydrant pump. b. Jockey pump. c. Pressurize fan. d. Mesin lift. Berikut adalah tabel data beban, kabel daya, pengaman dan grounding untuk setiap panel listrik yang diambil dari gambar perencanaan gedung. No Beban Tabel 3.1. Data LVMDP-OFFICE Demand Tersambung Factor Terpakai Kabel Grounding (VA) (DF) (VA) (mm 2 ) (mm 2 ) Breaker (A) 1 SDP-POMPA NA2XY 4x1Cx95 BC 16 MCCB 3P PP-CHILLER.I , NA2XY 3(4x1Cx300) BC 70 MCCB 3P PP-ATAP , NA2XY 4x1Cx150 BC 70 MCCB 3P SDP-POWER , NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P (SPARE) MCCB 3P (SPARE) MCCB 3P PP-CHILLER.II , NA2XY 3(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P SDP-PENERANGAN , NA2XY 4(3x1Cx150) BC 70 MCCB 3P SDP-SB , NA2XY 4x1Cx185 BC 70 MCCB 3P KANTIN MCCB 3P (SPARE) MCCB 3P (SPARE) MCCB 3P 250 Total LVMDP-OFFICE Faktor Kebutuhan 0.8 Kebutuhan Maksimum
7 Tabel 3.2. Data PP-EMERGENCY Demand No Beban Tersambung Factor Terpakai Kabel Grounding Breaker (VA) (DF) 1 PP-SEF.13 s/d FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 2 PP-SEF.9 s/d FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 3 PP-SEF.5 s/d FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 4 PP-SEF.1 s/d FRC 4x1x10 BC 6 MCCB 3P 40 5 PP-FIRE LIFT & BC FRC 4x1x35 PP-PRESS FAN BC 6 MCCB 3P PP-HYDRANT FRC 4(2x1Cx185) BC 50 MCCB 3P (SPARE) MCCB 3P 50 Total PP-EMERGENCY Faktor Kebutuhan 0.8 Kebutuhan Maksimum Tabel 3.3. Data PP-CHILLER.I No Beban Tersambung Kabel Grounding Breaker 1 CHILLER NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P CHILLER NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P (SPARE) MCB 1P 15 4 (SPARE) MCB 1P 25 Total PP-CHILLER Tabel 3.4. Data PP-ATAP No Beban Tersambung Kabel Grounding Breaker 1 PP-LIFT NYY 4x 125 BC 70 MCCB 3P LP-ATAP NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 16 3 PP-GON NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 4 PP-BP NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 16 Total PP-ATAP
8 No Beban Tabel 3.5. Data SDP-POWER Tersambung Kabel Grounding Breaker 1 PP-FCU-D PP-FCU-2 PP-FCU-3 PP-AHU-4 2 PP-AHU-5 PP-AHU-6 PP-AHU-7 3 PP-AHU-8 PP-AHU-9 PP-AHU-10 4 PP-AHU-11 PP-AHU-12 PP-AHU-13 5 PP-AHU-14 PP-AHU NYY 4x 25 BC 6 MCCB 3P NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P 125 PP-AHU-16 6 PP-UPS NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P (SPARE) Total SDP-SB Tabel 3.6. Data PP-CHILLER.II No Beban Tersambung Kabel Grounding Breaker 1 CHILLER NA2XY 4(3x1Cx240) BC 70 MCCB 3P CHWP NYY 2(3x35) BC 35 MCCB 3P CHWP NYY 2(3x35) BC 35 MCCB 3P CHWP NYY 2(3x35) BC 35 MCCB 3P (SPARE) 6 MUWP 250 NYY 2x4 NYY 4 MCB 1P 15 2 (SPARE) 7 (SPARE) Total PP-CHILLER
9 Tabel 3.7. Data SDP-SB No Beban Tersambung Kabel Grounding Breaker 1 LP-SB NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 40 2 PP-EF.SB NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P LP-TENNIS NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 4 LP-PL NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 20 5 LP-PL NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 20 6 PP-EF.BS NYY 4x 35 BC 6 MCCB 3P LP-BS NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 40 8 PP-K.(KOLAM) NYY 4x 16 BC 6 MCCB 3P 63 8 (SPARE) 9 (SPARE) Total SDP-SB Tabel 3.8. Data SDP-PENERANGAN No Beban Tersambung Kabel Grounding Breaker (W) (mm 2 ) (mm 2 ) (A) 1 LP-D NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 2 LP NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 3 LP NYY 4x 6 BC 6 MCCB 3P 25 4 LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 5 LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 6 LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 7 LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 8 LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P 50 9 LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P LP NYY 4x 10 BC 6 MCCB 3P (SPARE) 18 (SPARE) Total SDP-PEN
10 Tabel 3.9. Data PP-AHU.11 No Beban Tersambung Kabel Grounding Breaker 1 AHU NYY 2(3x6) BC 6 MCB 40 2 FCU NYY 2x4 NYY 4 MCB 10 3 EF NYY 2x4 NYY 4 MCB 10 4 BF NYY 2x4 NYY 4 MCB 10 5 (SPARE) MCB 10 6 (SPARE) MCB 15 Total PP-AHU Tabel Data LP-11 Tersambung No Beban Qty (W) Kabel Grounding Breaker (W) (Bh) R S T (mm 2 ) (mm 2 ) (A) 1 Lampu TL 1x18 W FRC 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 2 Lampu TL 1x18 W FRC 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 3 Lampu TL 2x36 W + Battery Lampu TL 2x8 W (Exit) NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 Down Light PLC 2x18 W + Batt Lampu TL 1x20 W Down Light PLC 1x13 W NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 5 Lampu TL 1x36 W Down Light PLC 1x13 W NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 Down Light PLC 2x18 W Down Light PLC 2x18 W NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 7 Down Light Halogen 50 W NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 8 Down Light Halogen 50 W NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P 10 9 Down Light PLC 1x18 W NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P Stop Kontak 10 A NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P Stop Kontak 10 A NYA 2x2,5 2,5 MCB 1P (SPARE) MCB 3P (SPARE) MCB 3P (SPARE) MCB 3P (SPARE) MCB 3P DB NYM 3x6 6 MCB 3P DB NYM 3x6 6 MCB 3P DB NYM 3x6 6 MCB 3P (SPARE) MCB 3P 10 Total Total LP Asumsi Faktor 0,8 Total LP-11 (VA)
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA
BAB V PERHTUNGAN DAN ANALSA 4.1 Sistem nstalasi Listrik Sistem instalasi listrik di gedung perkantoran Dinas Teknis Kuningan menggunakan sistem radial. Sumber utama untuk suplai listrik berasal dari PLN.
BAB IV HASIL PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
BAB IV HASIL PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 4.1 Hasil 4.1.1 Proses Perancangan Diagram Satu Garis Sistem Distribusi Tenaga Listrik Pada Hotel Bonero Living Quarter Jawa
BAB IV ANALISA DAN PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK
57 BAB IV ANALISA DAN PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK 4.1. Sistem Instalasi Listrik Sistem instalasi listrik di gedung perkantoran Talavera Suite menggunakan sistem radial. Sumber utama untuk suplai
BAB III SISTEM KELISTRIKAN DI GEDUNG PT.STRA GRAPHIA TBK
BAB III SISTEM KELISTRIKAN DI GEDUNG PT.STRA GRAPHIA TBK 3.1. SISTEM KELISTRIKAN DI GEDUNG PT. ASTRA GRAPHIA TBK Sistem distribusi tenaga listrik dimulai dari suplai tegangan menengah 20 kv, dari jaringan
Genset Diesel kva. Sub Distribution Panel = Panel utama distribusi listrik suatu zona tertentu, kapasitasdalam ampere.
LVMDP / PUTR Low Voltage Main Distribution Panel / Panel Utama Tegangan Rendah = Pemutus sirkit utama tegangan rendah, kapasitas dalam ampere. Trafo Transformator step down dari tegangan menengah ke tegangan
BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA
BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA 3.1 UMUM Pada suatu industri, untuk menghasilkan suatu produk dibutuhkan peralatan yang memadai. Dalam pemakaian peralatan
BAB III KEBUTUHAN GENSET
BAB III KEBUTUHAN GENSET 3.1 SUMBER DAYA LISTRIK Untuk mensuplai seluruh kebutuhan daya listrik pada bangunan ini maka direncanakan sumber daya listrik dari : A. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) B.
BAB IV HASIL PERANCANGAN INSTALASI PENERANGAN
BAB IV HASIL PERANCANGAN INSTALASI PENERANGAN 4.1 Hasil 4.1.1 Proses Perancangan Instalasi Penerangan Perancangan instalasi penerangan di awali dengan pemilian tipe lampu, penetapan titik lampu, penentuan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan.
BAB IV ANALISA RENCANA SISTEM DISTRIBUSI DAN SISTEM PEMBUMIAN
BAB IV ANALISA RENCANA SISTEM DISTRIBUSI DAN SISTEM PEMBUMIAN 4.1 ANALISA SISTEM DISTRIBUSI Dalam menghitung arus yang dibutuhkan untuk alat penghubung dan pembagi sumber utama dan sumber tambahan dalam
BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK
BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK 3.1 Tahapan Perencanaan Instalasi Sistem Tenaga Listrik Tahapan dalam perencanaan instalasi sistem tenaga listrik pada sebuah bangunan kantor dibagi
BAB IV ANALISIS DAN PERHITUNGAN
BAB IV ANALISIS DAN PERHITUNGAN 4.1 Perhitungan Arus Nominal dan Kapasitas Dalam instalasi listrik faktor keamanan merupakan hal yang paling krusial, untuk itu penggunaan pengaman dalam instalasi listrik
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Sistem distribusi tenaga listrik di gedung Fakultas Teknik UMY masuk pada sistem distribusi tegangan menengah, oleh karenanya sistim distribusinya menggunakan
UTILITAS BANGUNAN. Tjahyani Busono
UTILITAS BANGUNAN Tjahyani Busono UTILITAS BANGUNAN INSTALASI KELISTRIKAN DI BANDUNG TV STASIUN TELEVISI BANDUNG TV JL. SUMATERA NO. 19 BANDUNG SISTEM INSTALASI LISTRIK Sistim kekuatan / daya listrik Sistim
BAB III PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS RENCANA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
BAB III PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS RENCANA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 3.1 TAHAP PERANCANGAN DISTRIBUSI KELISTRIKAN Tahapan dalam perancangan sistem distribusi kelistrikan di bangunan bertingkat
BAB IV Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek
BAB IV Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek 4.1 Unit Kerja Praktik Pasar Tanah Abang Blok A selesai dibangun pada tahun 2005 dan masih beroperasi sebagai pusat perdagangan Textil dan Garmen terbesar di Asia
SKRIPSI PERENCANAAN SISTEM INSTALASI TENAGA LISTRIK PADA GEDUNG DINAS TEKNIS - KUNINGAN
SKRIPSI PERENCANAAN SISTEM INSTALASI TENAGA LISTRIK PADA GEDUNG DINAS TEKNIS - KUNINGAN Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam melengkapi gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh : Nama : Dadi
TUGAS AKHIR EVALUASI PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK PADA BANGUNAN KANTOR 25 LANTAI. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat
TUGAS AKHIR EVALUASI PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK PADA BANGUNAN KANTOR 25 LANTAI Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh : Nama
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG PASCA SARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA SKRIPSI
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG PASCA SARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Mencapai Derajat Strata-1 Pada Prodi Teknik Elektro
BAB IV JATUH TEGANGAN PADA PANEL DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
BAB IV JATUH TEGANGAN PADA PANEL DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 4.1. Sistem Distribusi Listrik Dalam sistem distribusi listrik gedung Emporium Pluit Mall bersumber dari PT.PLN (Persero) distribusi DKI Jakarta
Oleh Asep Sodikin 1), Dede Suhendi 2), Evyta Wismiana 3) ABSTRAK
EVALUASI PERENCANAAN KARAKTERISTIK INSTALASI LISTRIK DAN OPTIMALISASI DAYA TERPASANG PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN DAN PARKIR UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Oleh Asep Sodikin 1), Dede Suhendi 2), Evyta Wismiana
BAB III KRITERIA PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK
36 BAB III KRITERIA PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK 3.1.Pendahuluan Sebagai gambaran untuk sistem listrik, proyek ini direncanakan dengan sistem yang mampu mengatasi segala kemungkinan terputusnya
BAB IV IMPLEMENTASI. Pada bab ini akan dibahas tentang aplikasi dari teknik perancangan yang
BAB IV IMPLEMENTASI Pada bab ini akan dibahas tentang aplikasi dari teknik perancangan yang telah dijabarkan pada bab III yaitu perancangan sistem ATS dan AMF di PT. JEFTA PRAKARSA PRATAMA dengan mengambil
PERENCANAAN SISTEM PENDISTRIBUSIAN TEGANGAN RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIK KONTAKTOR (APLIKASI KAMPUS PROKLAMATOR II UNIVERSITAS BUNG HATTA)
PERENCANAAN SISTEM PENDISTRIBUSIAN TEGANGAN RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIK KONTAKTOR (APLIKASI KAMPUS PROKLAMATOR II UNIVERSITAS BUNG HATTA) Samaun Akbar. 1, Ir. Yani Ridal, MT. 2 dan Ir. Arzul, MT.
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
i LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN PT. GUNUNG ANSA AGUNG SEDAYU GROUP JUDUL SISTEM DISTRIBUSI PANEL KONTROL GENERATOR SET DISUSUN OLEH IPAN TRI SANAJAYA 41413120031 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS
Perancangan Instalasi Listrik Gedung Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya
SKRIPSI Perancangan Instalasi Listrik Gedung Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya DISUSUN OLEH: EZAR KUNTORO KHAIRY NIM: 20110120026 KONSENTRASI: TEKNIK TENAGA LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
BAB IV AUDIT ELEKTRIKAL
BAB IV AUDIT ELEKTRIKAL Audit Elektrikal adalah pekerjaan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kelistrikan secara sistim, jaringan dan juga penggunaannya, sehingga didapat pengetahuan mengenai kualitas
BAB III PERANCANGAN GENSET. Genset yang akan dipasang di PT. Aichitex Indonesia sebagai sumber energi
BAB III PERANCANGAN GENSET 3.1 SPESIFIKASI GENSET Genset yang akan dipasang di PT. Aichitex Indonesia sebagai sumber energi listrik cadangan adalah terdiri dari 2 ( dua ) unit generating set yang memiliki
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dibawah Kementrian Keuangan yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Umum Gedung Keuangan Negara Yogyakarta merupakan lembaga keuangan dibawah Kementrian Keuangan yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat serta penyelenggaraan
BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK
26 BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK 3.1 UMUM Pada suatu gedung, dalam pengoperasiannya pasti dibutuhkan energi listrik. Dalam pemakaian energi listrik ini dibutuhkan energi listrik yang baik untuk mendapatkan
BAB IV ANALISA. Dalam merancang jaringan listrik suatu bangunan atau area terlebih dahulu
BAB IV ANALISA 4.1. Perhitungan Kebutuhan Tenaga Listrik Dalam merancang jaringan listrik suatu bangunan atau area terlebih dahulu dilakukan penaksiran atas beban total seluruh bangunan. Beban total dapat
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA 4.1. Sistem Kelistrikan Dalam mengevaluasi kelistrikan yang ada di gedung PT Sambuja Lestari di jalan Pluit Raya, Jakarta Utara hal yang harus diperhitungkan adalah jumlah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kanagarian Kasang, Padang Pariaman (Sumatera Barat).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi : PT. Kunago Jantan Jl. By Pass Km. 25 Korong Sei. Pinang, Kanagarian Kasang, Padang Pariaman (Sumatera Barat). 3.2 Waktu Penelitian Penelitian
BAB III METODOLOGI DAN DESAIN SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK
BAB III METODOLOGI DAN DESAIN SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK 3.1 METODOLOGI DAN DESAIN SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK Perancangan distribusi energi listrik adalah dengan menetapkan dan menggambarkan diagram satu
BAB II DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK
BAB II DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK 2.1 GEDUNG PENCAKAR LANGIT (SKYSCRAPER BUILDING)) Perkembangan kepadatan penduduk di suatu tempat memang memerlukan banyak tempat untuk beraktifitas. Dan secara logika
SEBARAN KARIR INSINYUR (ENGINEER) (SUMBER : SLIDE PROFIL ORGANISASI PII )
SEBARAN KARIR INSINYUR (ENGINEER) (SUMBER : SLIDE PROFIL ORGANISASI PII ) SEBARAN KARIR INSINYUR (ENGINEER) (Sumber : Slide Profil Organisasi PII 2012-2015) Yang tercakup dalam PII meliputi Insinyur yang
BAB III PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK GEDUNG CLUBHOUSE. penulisan ini adalah perencanaan instalasi sebuah Gedung Clubhouse.
34 BAB III PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK GEDUNG CLUBHOUSE Tujuan utama dari suatu sistem instalasi listrik adalah untuk pemanfaatan energy listrik semaksimal dan seefisien mungkin, serta aman dan andal.
SEBARAN KARIR INSINYUR (ENGINEER) (Sumber : Slide Profil Organisasi PII )
SEBARAN KARIR INSINYUR (ENGINEER) (Sumber : Slide Profil Organisasi PII 2012-2015) Yang tercakup dalam PII meliputi Insinyur yang berlatar belakang berbagai disiplin keilmuan dan berkiprah di berbagai
BAB IV PERANCANGAN DAN ANALISA
32 BAB IV PERANCANGAN DAN ANALISA 4.1 Deskripsi Perancangan Dalam perancangan ini, penulis akan merancang genset dengan penentuan daya genset berdasar beban maksimum yang terukur pada jam 14.00-16.00 WIB
PEKERJAAN PANEL. INSTALASI P-PLN MCCB 3P, 63 A Accessories & Termination Box Panel PEKERJAAN MDP
URAIAN PEKERJAAN PEKERJAAN PANEL INSTALASI P-PLN MCCB 3P, 63 A Accessories & Termination Box Panel PEKERJAAN MDP Pengadaan dan pemasangan MDP,dengan komponen panel, sbb : Mgs 3P, 63 A MCCB 3P, 320 A MCCB
BAB IV ANALISA DATA. Berdasarkan data mengenai kapasitas daya listrik dari PLN dan daya
BAB IV ANALISA DATA Berdasarkan data mengenai kapasitas daya listrik dari PLN dan daya Genset di setiap area pada Project Ciputra World 1 Jakarta, maka dapat digunakan untuk menentukan parameter setting
SKRIPSI PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG TALAVERA SUITE JAKARTA
SKRIPSI PERENCANAAN SISTEM INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG TALAVERA SUITE JAKARTA Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam melengkapi gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh : Nama : Slamet Ariyanto
BAB III RENCANA SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK
BAB III RENCANA SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK 3.1 UMUM Didalam perencanaan pembangunan sebuah pabrik, tidak akan lengkap dan tidak sempurna bila tidak terdapat mesin utama serta fasilitas penunjang yang memadai
PEMASANGAN KAPASITOR BANK UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA PANEL UTAMA LISTRIK GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR
PEMASANGAN KAPASITOR BANK UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA PANEL UTAMA LISTRIK GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR M. Hariansyah 1, Joni Setiawan 2 1 Dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro
DAFTAR ACUAN. Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. Jakarta: Departemen. Pertambangan dan Energi. Direktotat Jendral Pengembangan Energi.
DAFTAR ACUAN 1. Direktorat Pengembangan Energi. Petunjuk teknis konservasi energi; Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi. Direktotat Jendral Pengembangan
BAB IV: PENGAMATAN PROYEK
BAB IV: PENGAMATAN PROYEK 4.1. Lingkup Pekerjaan MECHANICAL & ELECTRICAL Waktu melaksanakan kerja praktek dimulai dari tanggal 07 Maret 2016 dan berakhir pada tanggal 07 Mei 2016. Jadwal kerja praktek
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Umum Perencanaan instalasi listrik membutuhkan analisis yang terus-menerus dan komprehensip untuk menilai keberhasilan sistem dan untuk menentukan kefektifan dalam pengembangan
SISTEM KELISTRIKAN PADA GEDUNG KANTOR BANK SUMSEL CABANG PANGKALPINANG DI PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Persero). Tbk
SISTEM KELISTRIKAN PADA GEDUNG KANTOR BANK SUMSEL CABANG PANGKALPINANG DI PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Persero). Tbk 1 Oleh: Dedy Syah Putra 1, Ghiri Basuki Putra, S. T., M. T 2 2 Mahasiswa Teknik Elektro,
Pemeriksaan Keandalan dan Kelaikan Bangunan Gedung
HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI... i BAB 1 PENDAHULUAN... 1-1 1.1. LATAR BELAKANG... 1-1 1.2. PERMASALAHAN UMUM... 1-2 1.3. MAKSUD TUJUAN DAN SASARAN... 1-2 1.3.1. Maksud... 1-2 1.3.2. Tujuan... 1-3 1.3.3. Sasaran...
Proposal Proyek Akhir Program Studi Teknik Listrik. Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Bandung
Proposal Proyek Akhir 2007 Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung 2007 PERANCANGAN UNIT RANGKAIAN INSTALASI GENSET DI PT AICHI TEX INDONESIA Nama Mahasiswa : Hidayah
BAB IV PENGOPERASIAN PERANGKAT GENSET DAN PANEL CPGS
BAB IV PENGOPERASIAN PERANGKAT GENSET DAN PANEL CPGS 4.1 Genset Sebagai Back Up PLN Genset adalah merupakan sumber energy listrik yang bias digunakan pada peralatan yang memerlukan energy listrik. Pada
BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.
BAB V KONSEP 5.1 Konsep Tapak Setelah merangkum hasil dari analisa dan studi tema maka dijadikan acuan untuk mengeluarkan konsep tapak dengan pendekatan ruang publik dengan cara sebagai berikut: a. Memberikan
BAB IV PERAKITAN DAN PENGUJIAN PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF)
BAB IV PERAKITAN DAN PENGUJIAN PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) 4.1 Komponen-komponen Panel ATS dan AMF 4.1.1 Komponen Kontrol Relay Relay adalah alat yang dioperasikan
TUGAS AKHIR ANALISA SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK PADA PT. TELKOMSEL BSD-TANGERANG
TUGAS AKHIR ANALISA SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK PADA PT. TELKOMSEL BSD-TANGERANG Disusun Untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Kesarjanaan Strata Satu Disusun Oleh : NAMA : ALIF GHAZALI NIM :
BAB IV ANALISA POTENSI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (JAKARTA)
BAB IV ANALISA POTENSI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (JAKARTA) 4.1 Pola Penggunaan Energi Daya listrik yang dipasok oleh PT PLN (Persero) ke Gedung AUTO 2000 Cabang
BAB I PENDAHULUAN. perencana (arsitek, struktur & MEP) dan tim pelaksana (lapangan). Tim perencanaan
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. LATAR BELAKANG MASALAH Pada suatu proyek pembangunan gedung bertingkat (high rise building) terdapat tim-tim untuk mendukung suskesnya proyek pembangunan tersebut seperti tim perencana
BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik
BAB V KONSEP V. 1. Konsep Dasar Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik tolak pada konsep perancangan yang berkaitan dengan tujuan dan fungsi proyek, persyaratan bangunan dan ruang
UTILITAS 02 ELECTRICAL SYSTEM PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA. Veronika Widi Prabawasari
UTILITAS 02 ELECTRICAL SYSTEM PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA Veronika Widi Prabawasari Sistem elektrikal pada suatu bangunan adalah pemasok energi untuk penerangan, pendinginan,
BAB IV ANALISA PERHITUNGAN KEBUTUHAN GENSET
BAB IV ANALISA PERHITUNGAN KEBUTUHAN GENSET Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menganalisa perhitungan kebutuhan genset pada gedung Graha Reformed Millenium Jakarta. Di batasi pada analisis perhitungan
BAB IV DESIGN SISTEM PROTEKSI MOTOR CONTROL CENTER (MCC) PADA WATER TREATMENT PLANT (WTP) Sistem Kelistrikan di PT. Krakatau Steel Cilegon
BAB IV DESIGN SISTEM PROTEKSI MOTOR CONTROL CENTER (MCC) PADA WATER TREATMENT PLANT (WTP) 3 4.1 Sistem Kelistrikan di PT. Krakatau Steel Cilegon Untuk menjalankan operasi produksi pada PT. Krakatau Steel
BAB III CAPACITOR BANK. Daya Semu (S, VA, Volt Ampere) Daya Aktif (P, W, Watt) Daya Reaktif (Q, VAR, Volt Ampere Reactive)
15 BAB III CAPACITOR BANK 3.1 Panel Capacitor Bank Dalam sistem listrik arus AC/Arus Bolak Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, khususnya untuk beban yang memiliki impedansi (Z), yaitu: Daya Semu (S,
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN. Pengumpulan data dilaksanakan di PT Pertamina (Persero) Refinery
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data dilaksanakan di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit V Balikpapan selama 2 bulan mulai tanggal 1 November 2016 sampai tanggal 30 Desember
BAB IV AUDIT THERMOGRAPHY PERMATA BANK. Tujuan dengan pendekatan HSE (Health Safety and Environment)
BAB IV AUDIT THERMOGRAPHY PERMATA BANK 4. Tujuan Audit Thermography Tujuan dengan pendekatan HSE (Health Safety and Environment) Tujuan dari audit ini adalah mengidentifikasi bahaya kelistrikan yang tidak
BAB IV PENGUJIAN ALAT
58 BAB IV PENGUJIAN ALAT 4.1 Metodologi Pengujian Alat Dengan mempelajari pokok-pokok perancangan yang sudah dibuat, maka diperlukan suatu pengujian terhadap alat yang sudah dirancang. Pengujian ini dimaksudkan
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RELOKASI PASAR IKAN HIGIENIS REJOMULYO SEMARANG
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RELOKASI PASAR IKAN HIGIENIS REJOMULYO SEMARANG 5.1 Program Dasar Perencanaan Program Dasar Perencanaan Relokasi Pasar Ikan Higienis Rejomulyo ini didasarkan pada
LAPORAN PERENCANAAN INSTALASI SISTEM INSTALASI ARUS KUAT ( LAK )
LAPORAN PERENCANAAN INSTALASI SISTEM INSTALASI ARUS KUAT ( LAK ) PROYEK : KANTOR DAN HUNIAN PT. MANDALA MULTI FINANCE JALAN MENTENG RAYA JAKARTA 22 JULI 2009 DAFTAR ISI HAL 1.0. DAFTAR ISI EL - 1 2.0.
DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN
DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN koef; KELOMPOK NO. NAMA / JENIS BAHAN SATUAN HARGA SATUAN 1 2 3 4 6 A. BAHAN PIPA 1 Pipa PPN PN 10 1/2" (15 mm) M Rp 2 Pipa PPN PN 10 3/4" (20 mm) M Rp 3 Pipa PPN PN 10 1" (25
ANALISA BEBAN LISTRIK MAKSIMUM DI DERMAGA III UJUNG SURABAYA
JURNAL TEKNIK MESIN, TAHUN 5, NO., APRIL 07 ANALISA BEBAN LISTRIK MAKSIMUM DI DERMAGA III UJUNG SURABAYA Oleh : Achmad Syahid Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Jl.
EVALUASI POWER PLANT UNTUK PEMASTIAN KEHANDALAN SISTEM OPERASIONAL LOKATOR DI KAMAL BANDARA SOEKARNO HATTA TANGERANG
EVALUASI POWER PLANT UNTUK PEMASTIAN KEHANDALAN SISTEM OPERASIONAL LOKATOR DI KAMAL BANDARA SOEKARNO HATTA TANGERANG Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1)
Bab V Konsep Perancangan
Bab V Konsep Perancangan A. Konsep Makro Konsep makro adalah konsep dasar perancangan kawasan secara makro yang di tujukan untuk mendefinisikan wujud sebuah Rest Area, Plasa, dan Halte yang akan dirancang.
BAB II SISTEM TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH
BAB II SISTEM TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH 2.1 Umum Rancangan instalasi listrik membutuhkan analisis yang terus-menerus dan komprehensif untuk keberhasilan sistem dan untuk menentukan keefektifan dalam
RANCANG BANGUN SISTEM AUTOMATIC TRANSFER SWITCH DAN AUTOMATIC MAINS FAILURE PADA GENERATOR SET 80 KVA DENGAN DEEP SEA ELECTRONIC 4420
RANCANG BANGUN SISTEM AUTOMATIC TRANSFER SWITCH DAN AUTOMATIC MAINS FAILURE PADA GENERATOR SET 80 KVA DENGAN DEEP SEA ELECTRONIC 4420 Suhanto Prodi D3 Teknik Listrik Bandar Udara, Politeknik Penerbangan
BAB IV INSTALASI SISTEM DETEKSI KEBAKARAN
BAB IV INSTALASI SISTEM DETEKSI KEBAKARAN 4.1 Uraian Sistem Lokasi sumber kebakaran (alarm zone) ditunjukkan berdasarkan titik lokasinya (letak detector) untuk detektor analog, sedangkan detektor jenis
INTI BANGUNAN. Pertemuan 14: 7 Desember 2009
INTI BANGUNAN Pertemuan 14: 7 Desember 2009 Pendahuluan Inti bangunan (core) adalah bagian dari bangunan bertingkat yang merupakan area atau tempat berkumpulnya fungsifungsi ruang tertentu, jaringan, instalasi,
PERENCANAAN SISTEM ELEKTRIKAL PADA BANGUNAN. Kuliah 9: 2 November 2009
PERENCANAAN SISTEM ELEKTRIKAL PADA BANGUNAN Kuliah 9: 2 November 2009 PENDAHULUAN Sistem elektrikal sangat besar peranannya pada operasional bangunan. Sistem elektrikal pada bangunan di dalamnya terkandung
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Air dingin ( Chiller water ) merupakan air dingin yang di hasilkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Air dingin ( Chiller water ) merupakan air dingin yang di hasilkan oleh mesin pendingin ( mesin Chiller ) untuk didistribusikan ke unit unit mesin pendingin
PENGENALAN OBYEK RANCANG PENJELASAN
PENGENALAN OBYEK RANCANG PENJELASAN PUSAT KOMUNITAS GAME ONLINE adalah sebuah tempat tempat yang mewadahi segala kegiatan game online di surabaya, Fasilitas utama bangunan adalah tempat bermain (game center),
BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
2.1 Umum BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK Kehidupan moderen salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka
Program pemeliharaan. Laporan pemeliharaan
17 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 PROSES KERJA PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN Berikut diagram alir proses perawatan dan pemeliharaan Jadwal pemeliharaan Program pemeliharaan Pemeliharaan Mingguan
BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Program Perencanaan Didasari oleh beberapa permasalahan yang ada pada KOTA Kudus kususnya dibidang olahraga dan kebudayaan sekarang ini, maka dibutuhkan
BAB III PERANCANGAN INSTALASI
BAB III PERANCANGAN INSTALASI 3.1 Tujuan Perencanaan Tujuan perencanaan adalah untuk untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam merealisasikan ide atau gagasan yang akan dicapai berdasarkan
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
29 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Sistem Distribusi Elektrikal Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik.sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber
BAB II DESKRIPSI GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (PT ASTRA INDONESIA)
BAB II DESKRIPSI GEDUNG AUTO 2000 CABANG JUANDA (PT ASTRA INDONESIA) 2.1. Gambaran Umum AUTO 2000 adalah jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang manajemennya
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Dasar Pendekatan Metode pendekatan ditujukan sebagai acuan dalam penyusunan landasan perencanaan dan perancangan arsitektur. Dengan metode pendekatan diharapkan
Analisa Instalasi Listrik Pada Rusunawa Dengan Metode Studi Deskriptif Kasus Rusunawa Universitas Islam Lamongan
Jurnal JE-Unisla Vol 2 No 1 Maret 2017 ISSN : 2502-0986 11 Analisa Instalasi Listrik Pada Rusunawa Dengan Metode Studi Deskriptif Kasus Rusunawa Universitas Islam Lamongan Ulul Ilmi 1, Sukardi 2 1) Program
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 TEORI DASAR GENSET Genset adalah singkatan dari Generating Set. Secara garis besar Genset adalah sebuah alat /mesin yang di rangkai /di design /digabungkan menjadi satu kesatuan.yaitu
MENGENAL ALAT UKUR. Amper meter adalah alat untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir dalam penghantar ( kawat )
MENGENAL ALAT UKUR AMPER METER Amper meter adalah alat untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir dalam penghantar ( kawat ) Arus = I satuannya Amper ( A ) Cara menggunakannya yaitu dengan disambung
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SMAN 54 JAKARTA
BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SMAN 54 JAKARTA 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1. Program Ruang Tabe5.1 Rekapitulasi Program Ruang SMA Negeri 54 Jakarta Kelompok Kegiatan Utama 1. Hall 75,00
BAB 5 PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO
BAB 5 PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO 6.1.PROGRAM DASAR PERENCANAAN 6.1.1. Tapak Tapak yang digunakan adalah tapak existing Asrama Universitas Diponegoro, dengan
BAB IV PEMBAHASAN.
24 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Prosedur Mengoperasikan Genset Prosedur operasi dari keseluruhan Genset adalah sebagai berikut: A. Mula-mula periksa pada masing-masing Genset apakah sudah siap dalam keadaan untuk
BAB III LANDASAN TEORI
3.1 Sistem Kerja Panel Kontrol Lift BAB III LANDASAN TEORI Gambar 3.1 Lift Barang Pada lift terdapat 2 panel dimana satu panel adalah main panel yang berisi kontrol main supaly dan control untuk pergerakan
Optimalsasi ATS (Automatic Transfer Switch) pada Genset (Generator Set) 2800 Watt Berbasis TDR
Seminar Nasional Peranan Ipteks Menuju Industri Masa Depan (PIMIMD-4) Institut Teknologi Padang (ITP), Padang, 27 Juli 2017 ISBN: 978-602-70570-5-0 http://eproceeding.itp.ac.id/index.php/pimimd2017 Optimalsasi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
41 BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tujuan Perancangan Dalam pembuatan suatu sistem kontrol atau kendali, perancangan merupakan tahapan yang sangat penting untuk dilalui atau dilakukan. Perancangan adalah
Jonner Sitompul Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, BAT AN
Hasil Penelilian dan Kegialan PTLR Tahun 2006 PENGOPERASIAN PUSAT TEKNOLOGI SISTEM CATU DAYA LlMBAH RADIOAKTIF Jonner Sitompul Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, BAT AN ABSTRAK Pengoperasian Sistem Catu
BAB III DASAR TEORI 3.1 Penjelasan Umum sistem Kelistrikan
BAB III DASAR TEORI 3.1 Penjelasan Umum sistem Kelistrikan Dengan perkembangan zaman dan teknologi sekarang ini, maka kebutuhan tentang kelistrikan menjadi suatu keharusan, salah satunya unsur menjadi
BAB II NO BREAK SYSTEM
BAB II NO BREAK SYSTEM 2.1 Definisi Umum Sistem Catu Daya Sistem catu daya adalah suatu kumpulan dari perangkat-perangkat catu daya yang bekerja bersama-sama dalam rangka penyelenggaraan suatu energi listrik
OTOMATISASI PERPINDAHAN JALUR LISTRIK ANTARA PLN DENGAN GENERATOR
OTOMATISASI PERPINDAHAN JALUR LISTRIK ANTARA PLN DENGAN GENERATOR I Wayan Widiana, Jakaria, M. Subhan, Mulyono Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR)-BATAN e-mail : [email protected] ABSTRAK OTOMATISASI
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU Program perencanaan dan perancangan Terminal Tipe B di Kawasan Stasiun Depok Baru merupakan hasil analisa dari pendekatan-pendekatan
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Program Ruang Dari hasil perhitungan besaran ruang pada bab sebelumnya, maka didapat program ruang sebagai berikut: GEDUNG
FILE // DIAGRAM INSTALASI KAPAL ONLINE MANUAL EBOOK
29 October, 2017 FILE // DIAGRAM INSTALASI KAPAL ONLINE MANUAL EBOOK Document Filetype: PDF 435.96 KB 0 FILE // DIAGRAM INSTALASI KAPAL ONLINE MANUAL EBOOK Pengoperasian pembelajaran insta-lasi tenaga
