(Σλ i ) METODE. Data

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN PUSTAKA Spesifikasi Model Berbagai model dalam pemodelan persamaan struktural telah dikembangkan oleh banyak peneliti diantaranya Bollen

II LANDASAN TEORI Definisi 1 (Prestasi Belajar) b. Faktor Eksternal Definisi 2 (Faktor-Faktor yang mempengaruhi prestasi) a.

METODE PENELITIAN Sumber Data

VIII ANALISIS SERVICE QUALITY DALAM MEMBENTUK KEPUASAN DAN LOYALITAS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

ANALISIS EVALUASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL DI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING

BAB IV METODE PENELITIAN. komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang

VIII ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

BAB III METODE SERVQUAL. Secara umum alur penelitian yang dilakukan, disajikan pada diagram berikut. start

BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena melibatkan sejumlah variable bebas (independent variable) dan variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh

DAFTAR SIMBOL γ Besarnya pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen β Besarnya pengaruh variabel endogen terhadap variabel endogen...

Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Tak Terboboti (Unweighted Least Square) Untuk Data Ordinal

STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Gambar4.13. Kepercayaan Responden terhadap Prodia Untuk Dijadikan Tempat Periksa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

PROSIDING ISBN :

VIII. ANALISIS STRUCTUAL EQUATION MODEL (SEM)

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Universitas Lampung yang

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu sifat-sifat, ciri-ciri, atau hal-hal yang dimiliki oleh suatu elemen. Sedangkan

BAB III PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Kepanjen, yang terletak di Jl.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tahap Awal. Tahap Analisis Variabel - variabel Penerimaan SAP. (Model UTAUT)

Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) Pada Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Terboboti (Weighted Least Square) Untuk Data Ordinal

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research).

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu sasaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penerapan Self Assessment System dan Kualitas Pelayanan Pajak terhadap

BAB V PEMBAHASAN. estimasi loading factor, bobot loading factor (factor score wight), dan error variance

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Muhammad Amin Paris. Abstrak

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015, Halaman Online di:

BAB V ANALISIS V.1 PERANCANGAN MODEL BERBASIS METODE QFD (QFD TAHAP 1)

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. penelitian ini berlangsung selama periode Juli 2017.

Ketakbiasan Dalam Model Analisis Faktor Konfirmatori Pada Metode Pendugaan Maximum Likelihood Untuk Data Ordinal

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

x 1 x 3 x 4 y 1 x 5 x 6 x 7 x 8 BAHAN DAN METODE δ 1 λ 41 ξ 1 δ 4 λ 51 γ 21 δ 6 λ 61 ε 1 δ 3 η 1 γ 31 δ 7 λ 71 ξ 2 λ 81 ξ 3 λ 31 δ 5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 METODE PENELITIAN. Komprehensif terhadap Kesejahteraan Masyarakat serta Kemandirian Masyarakat

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel kualitas

ASUMSI MODEL SEM. d j

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAAN...13

METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Metode Penentuan Sampel

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun

METODE PENELITIAN. = λ 14 X 2 + δ. X2.6 = λ 15 X 2 + δ 15

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang ada di Bandar Lampung untuk mengetahui faktor-faktor yang

PEMODELAN HUBUNGAN IMT DAN DEPRESI DENGAN TEKNIK ANALISIS MULTIVARIAT PADA KASUS DATA TAK NORMAL

Ketakbiasan Dalam Model CFA (Confirmatory Factor Analysis) Pada Metode Estimasi DWLS (Diagonally Weighted Least Squares) Untuk Data Ordinal

BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement). Penyusunan

BAB V Analisis V.1 Perancangan Model berbasis Metode QFD (QFD tahap 1)

ANALISIS PENGARUH FAKTOR KEPUTUSAN KONSUMEN DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELING PARTIAL LEAST SQUARE

BAB. IX ANALISIS REGRESI FAKTOR (REGRESSION FACTOR ANALYSIS)

BAB III MODEL KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu Sasaran

Motivasi. Persepsi. Sikap Keyakinan perilaku Evaluasi konsekuensi. Norma subjektif Keyakinan normatif Motivasi mematuhi

2 METODE. Kerangka Pemikiran

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

PERBANDINGAN METODE PENDUGAAN PARAMETER DALAM PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL LA MBAU

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECENDERUNGAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA ITS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian adalah kerangka untuk melaksanakan proyek riset

BAB 3 METODE PENELITIAN

INDEKS KECOCOKAN DARI BEBERAPA METODE ESTIMASI UNTUK UKURAN SAMPEL TERTENTU PADA MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL

TINJAUAN PUSTAKA. Model Regresi Linier Ganda

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kepuasan pelanggan berbelanja di Tokopedia. Proses penelitian akan

BAB III METODE PENELITIAN. Kebayoran, Jakarta Selatan selama penelitian. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang dipilih sebagai tempat penelitian.

PENDUGAAN KOEFISIEN RELIABILITAS MULTIDIMENSIONAL PADA MODEL KONSTRUK BERBASIS STRUCTURAL EQUATION MODELING

Transkripsi:

8 mengevaluasi kesesuaian model dugaan dan memeriksa kekuatan pendugaan dari inner model dan outer model. Evaluasi model dugaan menggunakan metode KTP dilakukan dengan menghitung indeks-indeks kecocokan model ang diperoleh dari inner model dan outer model. Pengujian outer model (model reflektif) Pada prinsipna adalah menguji indikator terhadap peubah laten atau dengan kata lain mengukur seberapa jauh indikator itu dapat menjelaskan peubah latenna. 1. Validitas Kekonvergenan Nilai loading 0.5 sampai 0.6 dianggap cukup untuk menggambarkan indikator tersebut mampu menggambarkan peubah latenna. 2. Validitas Diskriminan Validitas diskriminan diukur menggunakan nilai average variance etracted (AVE), aitu mengukur keragaman peubah laten ang dapat dijelaskan oleh keragaman model pengukuran. Menurut Tan et al. (1999) nilai AVE ang mengindikasikan keragaman ang cukup baik adalah di atas 0.5. Formula AVE sebagai berikut : AVE= i λ i 2 n 3. Reliabilitas Gabungan Reliabilitas gabungan (ρc) digunakan untuk mengukur reliabilitas setiap peubah laten, dengan formula sebagai berikut: (Σλ i ) 2 ρ c = (Σλ i ) 2 2 +Σ 1-λ i dengan merupakan koefisien lintas ke-i. Nilai ini menunjukkan stabilitas dan konsistensi dari suatu pengukuran. Nilaina berkisar 0 sampai 1. Nilai batas ang diterima untuk tingkat reliabilitas komposit (ρc) adalah 0.8, walaupun bukan merupakan standar absolut (Chin 1998). Pengujian inner model aitu : 1. Pengujian pengaruh hubungan peubah laten eksogen terhadap peubah endogen dengan melihat nilai t-hitung tiap koefisien lintas tiap peubah pada inner model. 2. Nilai R 2 ang menunjukkan besarna keragaman peubah endogen ang dapat dijelaskan oleh peubah eksogen (prediktif). 3 METODE Data Data ang digunakan dalam penelitian ini adalah data penusunan persepsi terhadap pelaanan audit (tingkat kepuasan auditi terhadap kinerja auditor) dan faktor ang mempengaruhina ang dikelompokkan dalam dimensi tangible, reliabilit, responsiveness, dan assurance. Data ini bersumber dari Winniasri

(2013). Peubah laten tangible, reliabilit, responsiveness, assurance merupakan peubah eksogen sedangkan peubah kepuasan merupakan peubah endogen. Peubah tangible berkaitan dengan wujud fisik fasilitas, personil, proses dan hasil audit internal. Peubah laten reliabilit mencakup kehandalan/profesionalisme auditor. Peubah responsiveness berarti kecepattanggapan auditor untuk membantu dan memberikan jasa audit maupun konsultasi. Peubah assurance menangkut jaminan kepastian ang dapat diberikan oleh auditor untuk menumbuhkan rasa percaa auditi terhadap pelaanan audit. Indikator-indikator ang digunakan untuk setiap peubah disajikan pada Lampiran 1. Data diperoleh dari responden aitu pejabat pengelola keuangan di 12 unit kerja Eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertanian Pusat dan tersebar di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Kepuasan auditi ang diteliti merupakan persepsi ang dirasakan oleh pejabat pengelola keuangan di masing-masing satuan kerja sebagai pihak-pihak ang sering berhubungan dengan auditor Itjentan. Empat peubah dari konsep kualitas pelaanan Zeithaml et al. (1990) aitu tangible, reliabilit, responsiveness, dan assurance digunakan dalam penelitian ini. Keempat dimensi tersebut digunakan sebagai peubah laten eksogen untuk mengukur peubah laten endogen kepuasan. Metode Analisis data Secara garis besar, tahapan analisis data pada penelitian ini terdiri dari empat tahapan aitu analisis deskriptif data, pengepasan model dengan metode pendugaan kemungkinan maksimum (PKM), pengepasan model dengan metode pendugaan kuadrat terkecil parsial (KTP), perbandingan metode PKM dan KTP. Analisis Deskriptif Analisis data diawali dengan analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan sesuatu sifat ang sedang berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab-sebab ang ada dari gejala tertentu. 1. Deskripsi data tiap unit Eselon 1 di bawah Kementerian Pertanian 2. Deskripsi data tiap peubah ang digunakan Metode Pendugaan Kemungkinan Maksimum (PKM) Analisis data contoh dengan menggunakan metode PKM melalui tahapantahapan sebagai berikut: 1. Spesifikasi model Hubungan peubah-peubah ang digunakan dalam penelitian ini dapat dibentuk dalam diagram jalur pada Gambar 1 sehingga dapat dibentuk model pengukuran dan model strukturalna. Model pengukuran Model pengukuran untuk semua peubah laten menggunakan hubungan reflektif. Model pengukuranna sebagai berikut : untuk peubah endogen Y 1 Y 2 Y 3 = λ 11 λ 21 λ 31 kepuasan+ ε 1 ε 2 ε 3 9

10 untuk peubah eksogen X 1 X λ11 2 λ 21 X 3 λ 31 X 4 λ 41 tangible+ δ 1 δ 2 δ 3 δ 4 X 5 X 6 λ52 λ δ 5 62 δ 6 X 7 λ 72 reliabilit+ X δ 7 8 λ 82 X 9 δ 8 δ 9 X 10 X 11 X 12 X 13 λ 92 λ103 λ 113 responsiveness+ λ 123 λ 133 X 14 X 15 X 16 X 17 δ 14 δ 15 δ 16 δ 17 δ 10 δ 11 δ 12 δ 13 λ144 λ 154 assurance+ λ 164 λ 174 Model Struktural kepuasan=γ 11 tangible+γ 12 reliabilit+γ 13 responsiveness+γ 14 assurance+ζ Gambar 1 Bentuk hubungan peubah laten kinerja pelaanan jasa audit dengan tingkat kepuasan auditi

11 2. Menduga parameter Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh koefisien lintas model struktural dan pengukuran dengan membentuk matriks koragam kemungkinan maksimum, aitu S=Σ(θ) maka diperoleh persamaan matriks sebagai berikut. Cov(,) Cov(,) Cov(,) Cov(,) = Λ (I-Β) -1 ΓΦΓ ' +Ψ [(I-Β) -1 ] 'Λ ' +Θ ε Λ (I-Β) -1 ΓΦΛ' Λ ΦΓ'[(I-Β) -1 ] 'Λ' Λ ΦΛ' +Θ δ Estimasi sudah cukup dekat dapat diketahui menggunakan fungsi ang diminimumkan, aitu fungsi dari S dan Σ(θ) ( F(S,Σ(θ))). PKM ini secara iteratif akan meminimumkan fungsi (, ) sebagai berikut: F ML (θ)=log Σ(θ) +tr SΣ -1 (θ) -log S -(p+q) dengan asumsi S dan Σ(θ) adalah matriks-matriks definit positif, sedangkan p+q adalah banakna peubah teramati dalam model. 3. Menguji validitas dan reliabilitas peubah laten Validitas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu alat ukur dalam menggali informasi ang ingin didapatkan dari responden secara tepat mengenai hal ang ingin diukur sesuai dengan tujuan penelitian. Reliabilitas adalah kekonsistenan suatu hasil pengukuran dalam mengukur nilai pada suatu objek. Untuk menduga nilai reliabilitas secara keseluruhan dan untuk masing-masing peubah laten digunakan nilai constuct reliabilit dihitung dengan menggunakan formula berikut : * λ 2 i CR= * λ 2 i + e i Dengan λ * i adalah nilai factor loading ang telah distandarkan dan adalah besar sisaan pengukuran untuk peubah indikator ke-i dalam satu peubah laten. 4. Menguji indikator ang signifikan untuk setiap peubah laten Pengujian menggunakan nilai factor loading tiap indikator peubah laten (signifikan jika 0.4). Apabila terdapat indikator ang memiliki nilai factor loading ang kurang dari 0.4 maka indikator tersebut akan dihilangkan kemudian akan dilakukan pembentukan model ang baru. 5. Menguji pengaruh antara peubah laten dengan menggunakan uji t 6. Menguji kesesuaian model dengan menggunakan nilai RMSEA, GFI, RMR 7. Menginterpretasi hasil Metode Pendugaan Kuadrat Terkecil Parsial (KTP) Pengolahan data contoh pada metode KTP adalah sebagai berikut : 1. Spesifikasi model 2. Menentukan pembobot-pembobot, koefisien-koefisien lintas dan nilai-nilai peubah laten dengan menggunakan algoritma KTP untuk analisis lintas peubah laten dengan langkah-langkah sebagai berikut : Tahap 1 : pendugaan iteratif dari pembobot-pembobot awal dan nilai-nilai peubah laten awal dimulai pada langkah d dan selanjutna langkah a sampai langkah d diulang sampai kovergen dengan batas kekonvergenan ang telah ditentukan.

12 a. Pembobot model struktural v ji = 1 jika η dan ξ berhubungan 0 jika η dan ξ tidak berhubungan b. pendugaan model struktural η j = v ij η i i c. pembobotan model pengukuran k =w k η j +e k (outward) d. pendugaan model pengukuran ξ j = w ki ki ki η j = w kj kj kj Tahap 2 : Pendugaan koefisien-koefisien lintas 3. Menguji validitas kekonvergenan 4. Menguji validitas diskriminasi 5. Menguji koefisien lintas model 6. Menguji besarna keragaman statistik ( ) dan menginterpretasi hasil Perbandingan Metode PKM dan KTP Perbandingan antara metode pendugaan PKM dan KTP dilakukan dengan membandingkan besar nilai sisaan model pengukuran dan model struktural kedua metode tersebut. Gambaran mengenai alur metode analisis ang akan digunakan dapat dilihat pada Gambar 2 : mulai Data tingkat kepuasan audit Analisis deskriptif Pendugaan parameter model persamaan struktural Model struktural Model pengukuran Model inner (struktural) Model outer (pengukuran) Perbandingan hasil dugaan dengan metode PKM dan KTP Selesai Gambar 2 Diagram Alir Metode Analisis