Asuransi Jiwa

dokumen-dokumen yang mirip
Asuransi Jiwa

ASURANSI JIWA. 12/11/2012 MK. Aktuaria Darmanto, S.Si.

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Joint life adalah suatu keadaan yang aturan hidup dan matinya merupakan

Asuransi Jiwa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau

BAB I PENDAHULUAN. dapat dilakukan baik untuk melindungi diri, keluarga dan harta benda. Pada

PREMI ASURANSI JIWA PADA AKHIR TAHUN KEMATIAN DAN PADA SAAT KEMATIAN TERJADI

BAB 4 PEMBAHASAN. Konsep pengenaan pajak atas penghasilan berdasarkan Undang-undang Pajak

PREMI TUNGGAL BERSIH UNTUK KONTRAK ASURANSI JIWA SEUMUR HIDUP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pada AJB Bumi Putera 1912 Rayon Madya Pandaan oleh Ariyani (2001). Bumi Putera Rayon pandaan adalah belum tepat.

SISTEM INFORMASI ASURANSI

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id

BAB III PENETAPAN HARGA PREMI PADA KONTRAK PARTISIPASI ASURANSI JIWA ENDOWMEN DENGAN OPSI SURRENDER

PENENTUAN PREMI TAHUNAN KONSTAN DAN CADANGAN BENEFIT PADA ASURANSI JOINT LIFE BELLA YOSIA

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

PENENTUAN PREMI UNTUK POLIS ASURANSI BERSAMA

Asuransi Jiwa

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Fungsi Keberlangsungan Hidup (Survival Function) Misalkan adalah usia seseorang saat menutup polis asuransi, sehingga adalah

Prosiding Matematika ISSN:

BAB III MODIFIKASI CADANGAN ASURANSI JIWA DENGAN METODE ZILLMER DAN ILLINOIS. Perusahaan asuransi memerlukan biaya dalam melaksanakan tugasnya.

PERBANDINGAN NILAI TEBUS DAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA KONTINU. Jl. Prof. Soedarto, S.H, Semarang, 50275

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor riil saja seperti pertanian, industri, dan agrobisnis,

PENENTUAN PREMI TAHUNAN UNTUK POLIS ASURANSI JIWA BERSAMA LAST SURVIVOR

Bab 2. Teori Pendukung. 2.1 Pendahuluan. 2.2 Future Life Time

Asuransi Jiwa

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana peranan statistika matematika dalam menentukan anuitas premi asuransi jiwa?

BAB I PENDAHULUAN. untuk melindungi dirinya sendiri maupun keluarga dari kemungkinan kejadian

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENENTUAN PREMI ASURANSI JIWA SEUMUR HIDUP MENGGUNAKAN SUKU BUNGA VASICEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

Penerapan Metode Projected Unit Credit dan Entry Age Normal pada Asuransi Dana Pensiun (Studi Kasus : PT. Inhutani I Cabang Kabupaten Berau)

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar dan Pertanggungan Tambahan)

RENCANA PERLINDUNGAN KELUARGA BAGI Agus Sudrajat

PROGRAM APLIKASI PERHITUNGAN PREMI ASURANSI JIWA DENGAN MACRO DAN EXCEL VISUAL BASIC FOR APPLICATION (VBA)

LIFE ANNUITIES. Di Susun Oleh: Kelompok 1 1. ANGGUN SARLINA SAILAN H RAHMADANA H

Hadiahkan pemberian yang senantiasa penuh manfaat dan tak terhenti, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)

DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)

DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)

DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)

DESKRIPSI MANFAAT. Manfaat Meninggal Dunia. Pertanggungan berakhir. Manfaat Hidup. BiayaAsuransi Bulanan *)

Model Perhitungan Premi Asuransi Jiwa Berjangka Secara Diskrit dan Kontinu

BAB I PENDAHULUAN. berbagai alat analisis. Hal itu pula yang dapat terjadi pada perusahaan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. suatu peristiwa yang tak tentu. ( Hasyim Ali, 1993:3) Asuransi terbagi menjadi dua, yaitu life insurance dan non life insurance.

Penghasilan yang tidak termasuk sebagai objek pajak dan tidak dikenakan Pajak penghasilan, diatur dalam Psl 4 ayat (3) UU No. 36 Tahun 2008, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN. oleh karena itu sepatutnya nikmat tersebut disyukuri. Kesehatan sudah merupakan

: Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Seumur Hidup Unit Link. : 1. I Wayan Sumarjaya, S.Si, M.Stats. 2. Drs. I Nyoman Widana, M.

PENENTUAN PREMI TAHUNAN PADA ASURANSI JOINT LIFE DENGAN MENGGUNAKAN ANUITAS REVERSIONARY

Bizaini, Dewi Sri Susanti, Yuni Yulida Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat

Analisis Komponen Biaya Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PENENTUAN NILAI CADANGAN PROSPEKTIF PADA ASURANSI JIWA SEUMUR HIDUP MENGGUNAKAN METODE NEW JERSEY

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

Program Asuransi SmartLink: New Flexi Account

RISET OPERASI PROGRAM LINEAR MULTIOBJEKTIF INTEGER FUZZY DENGAN VARIABEL KEPUTUSAN FUZZY Listy Vermana PENERAPAN FORMULASI PROGRAM LINEAR

Signature Life. Anda menginginkan skema warisan yang aman dan mantap. Kami akan memberikan Anda lebih dari itu.

Ringkasan Informasi Produk

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.05/2017 TENTANG

Nama Calon Peserta : Tanda Tangan : Tanggal :

BIODATA MEMBER 3i NETWORKS DATA PRIBADI

CARlink Pro. Asuransi Pokok Uang Biaya Asuransi Masa Pertanggungan Tahun ke-1 Pertanggungan Berjangka Rp ,- Rp. Tahun

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

BAB I PENDAHULUAN. kriteria untuk menentukan apakah suatu pengeluaran, biaya atau kerugian dapat dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pandang yang berbeda-beda. Definisi definisi tersebut antara lain : dapat terjadi dengan cara membayar premi asuransi.

SMiLe LINK 88. Rincian Biaya Asuransi untuk Bulan dan Tahun Pertama sesuai dengan Manfaat Asuransi yang diambil:

PT. Asuransi Jiwa BRINGIN JIWA SEJAHTERA PERUSAHAAN ASURANSI JIWA LAPORAN POSISI KEUANGAN Bukan Konsolidasi Per Triwulan III 2016 dan Per Tahun 2015

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.05/2016 TENTANG

Ringkasan Informasi Produk

BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PENENTUAN PREMI DAN CADANGAN MANFAAT PADA BEBERAPA JENIS ASURANSI JIWA DENGAN MEMPERHITUNGKAN BIAYA SITI RAHMATUL THAIBAH

PREMI TUNGGAL BERSIH ASURANSI JIWA BERJANGKA DENGAN FAKTOR PENEBUSAN

PAJAK PENGHASILAN (PPh)

PT. Asuransi Jiwa BRINGIN JIWA SEJAHTERA PERUSAHAAN ASURANSI JIWA LAPORAN POSISI KEUANGAN Bukan Konsolidasi Per Triwulan I 2016 dan Per Tahun 2015

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN CADANGAN TEKNIS BAGI PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

Amir Hidayatulloh, S.E., M.Sc Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan

RINGKASAN ILUSTRASI ANDA (Pertanggungan Dasar, Pertanggungan Tambahan dan Alokasi Investasi)

112, , , , Pembelian Piutang untuk Perusahaan Pembiayaan dan/atau 113 Bank

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

RINGKASAN INFORMASI INHEALTH CREDIT LIFE*) Inhealth Credit Life (Asuransi Jiwa Berjangka). PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

Seri Pendidikan Aktuaris Indonesia Ruhiyat

DASAR DASAR TEORI OF INTEREST & ANUITAS Jakarta, 10 Mei Oleh : Masyhar Hisyam Wisananda, S.Si, ASAI

PERUMUSAN PREMI BULANAN ASURANSI KESEHATAN INDIVIDU PERAWATAN RUMAH SAKIT (ANUITAS HIDUP PEMBAYARAN BULANAN)

UU 10/1994, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1991

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat

PENENTUAN CADANGAN PREMI UNTUK ASURANSI JOINT LIFE

Transkripsi:

611.23.052 Bab 6: Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia 611.23.052

Bentuk-Bentuk Usaha kerjasama atau koperasi dari sejumlah orang yang sepakat memikul kesulitan keuangan bila terjadi musibah terhadap salah satu anggotanya. Usaha kerjasama ini dilakukan melalui perusahaan asuransi dengan memanfaatkan apa yang disebut dalam statistika sebagai hukum bilangan besar (law of large number). Perusahaan yang besar dengan pemegang saham yang banyak akan mudah mengatasi santunan asuransi dari anggota yang meninggal. Dengan administrasi yang efisien dan investasi dana yang aman dengan tingkat bunga yang wajar, perusahaan asuransi akan berkembang dengan sehat dan merupakan usaha pengumpulan modal yang amat penting. 611.23.052

Polis Asuransi Bentuk-Bentuk Polis asuransi adalah suatu kontrak tertulis antara seseorang yang mengasuransikan jiwanya dengan perusahaan asuransi. Beberapa hal yang tertera dalam polis asuransi: Besar premi yang harus dibayarkan Jadwal pembayaran premi Besar santunan asuransi (claim) yang akan dibayarkan perusahaan jika suatu peristiwa terjadi Waktu mulai berlakunya polis tersebut (tanggal polis dikeluarkan), biasanya diambil sebagai tanggal yang paling dekat ke hari ulang tahunnya yang terdekat 611.23.052

Bentuk-Bentuk Besarnya santunan asuransi (claim) tergantung atas premi, sedangkan besarnya premi tergantung atas tiga hal: 1 Peluang meninggal Peluang meninggal seseorang tergantung atas umur, jenis kelamin, pekerjaan, kebiasaan seseorang, riwayat kesehatan, dan berbagai hal lain. 2 Tingkat bunga Dana yang terkumpul pada perusahaan asuransi akan diinvestasikan dengan tingkat bunga tertentu dan sebagian dari bunga tersebut seharusnya menjadi milik pemegang polis. 3 Biaya Perusahaan asuransi tidak dapat bekerja tanpa biaya, biaya pegawainya untuk mengeluarkan polis, mengadministrasikan polis dan membayar santunan, pajak, komisi, dan sebagainya. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Pada materi ini, kita tidak akan memperhatikan biaya tapi hanya memperhatikan peluang meninggal dan tingkat bunga. Premi yang dihitung tanpa memperhatikan faktor biaya disebut premi bersih. Premi dapat dibayarkan sekaligus, disebut premi tunggal, dapat pula seumur hidup, dan dapat pula selama jangka waktu tertentu, misalnya selama 20 tahun. Bila si tertanggung (pemegang polis) meninggal sebelum berakhir jangka waktu pembayaran maka pembayaran dianggap telah selesai. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Bentuk-Bentuk 1 2 3 Endowmen (Perpaduan antara dengan Endowmen Murni) 4 611.23.052

Bentuk-Bentuk Di bawah kontrak ini, santunan asuransi akan dibayarkan perusahaan kepada pewaris si tertanggung meninggal selama jangka waktu tertentu, disebut jangka waktu polis. Jangka waktu biasanya 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, atau 20 tahun. Untuk memudahkan perhitungan maka kita akan pandang terlebih dahulu dengan jangka waktu setahun. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Misalkan ada l x orang, semuanya tepat berusia x, sepakat menyerahkan sebesar A rupiah ke suatu dana dan pada akhir tahun Rp 1 akan dibayarkan kepada setiap pewaris dari yang meninggal di antara mereka sepanjang tahun tersebut. Dana yang terkumpul beserta bunganya setahun dianggap tepat sama dengan seluruh pembayaran santunan Rp 1 bagi setiap yang meninggal, jadi tidak kurang maupun tidak bersisa. Banyaknya yang meninggal setahun dari sebanyak l x adalah d x, jadi seluruh pembayaran setahun kemudian adalah d x rupiah. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Dana yang terkumpul beserta bunganya adalah A l x (1 + i), sehingga d x = A l x (1 + i) d x A = l x (1 + i) = v d x l x = vx+1 d x l x v x = C x 611.23.052

Bentuk-Bentuk Nilai A dapat diperoleh juga secara diskonto (bunga dan peluang meninggal). Nilai tunai dari Rp 1 yang akan dibayar setahun lagi adalah v, peluangnya akan dibayarkan adalah q x (yaitu jika meninggal). Jadi, A = v q x = v d x l x = C x 611.23.052

Bentuk-Bentuk Nilai A ini disebut premi tunggal bersih suatu asuransi sebesar Rp 1 selama setahun. Nilai Rp 1 hanya akan dibayarkan bila si tertanggung meninggal dalam jangka waktu setahun. Bila dia hidup mencapai usia x + 1 maka dia tidak mendapat apapun. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Misalkan A 1 x:n menyatakan nilai tunai asuransi atau premi tunggal bersih asuransi sebesar Rp 1 pada (x) selama jangka waktu n tahun. Artinya Bila (x) meninggal sebelum usia x + n, maka kepada pewarisnya akan dibayarkan sebesar Rp 1 pada akhir tahun dia meninggal. Bila (x) hidup sampai usia x + n, maka tidak akan ada pembayaran. 611.23.052

Bentuk-Bentuk A 1 x:n = v d x + v 2 d x+1 +... + v n d x+n 1 l x l x l x = vx+1 d x + v x+2 d x+1 +... + v x+n d x+n 1 v x l x = C x + C x+1 +... + C x+n 1 = M x M x+n Ingat, M x = C x+i dan M x+n = C x+n+i, jadi i=0 i=0 M x M x+n = n 1 i=0 C x+i. 611.23.052 (kalikan dengan vx v x )

Contoh 1 Bentuk-Bentuk Hitunglah premi tunggal bersih suatu asuransi berjangka 10 tahun bagi seseorang berusia 30 tahun bila besarnya santunan Rp 1 juta rupiah. 611.23.052

Penyelesaian Bentuk-Bentuk A 1 30:10 = 10 6 M 30 M 40 D 30 6 182403, 4951 165359, 8889 = 10 440800, 58 = 38665, 12 rupiah 611.23.052

Contoh 2 Bentuk-Bentuk Buktikan bahwa A 1 x:20 = A 1 x:10 + 10 E x A 1 x+10:10 611.23.052

Penyelesaian Bentuk-Bentuk Sederhanakan ruas kanan dengan mengubahnya ke simbol kumutasi. 10E x A 1 x+10:10 = Jadi, ruas kanan menjadi A 1 x:10 = M x M x+10 D ( x Dx+10 ) ( ) Mx+10 M x+20 +10 M x M x+10 + M x+10 M x+20 = M x M x+20 = A 1 x:20 611.23.052

Bentuk-Bentuk Ingat! ne x adalah nilai tunai dari Rp 1 yang didiskontokan terhadap bunga dan kematian. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Asuransi berjangka yang dibahas sebelumnya amat sederhana dan murah (dalam arti preminya rendah). Akan tetapi, bila jangka waktu sudah habis, si tertanggung tidak memperoleh apapun dari perusahaan asuransi. Bila yang bersangkutan ingin diasuransikan terus maka dia harus membeli polis baru karena kontrak yang lama sudah habis. Membeli polis baru akan relatif lebih mahal mengingat usianya sudah semakin tua dan peluang meninggalnya semakin besar. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Asuransi seumur hidup adalah cara yang lebih murah dan praktis dibandingkan dengan asuransi berjangka yang bersambung. Dengan asuransi seumur hidup maka santunan asuransi akan pasti dibayar tanpa mempedulikan kapan maut datang menjemput. Premi dapat dibayarkan sekaligus (premi tunggal) atau terbatas sampai beberapa tahun, ataupun seumur hidup. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Misalkan A x menyatakan nilai tunai atau premi tunggal bersih dari asuransi seumur hidup sebesar Rp 1 bagi seseorang yang berusia (x); ini berarti bahwa bila (x) meninggal maka kepada pewarisnya akan dibayarkan sebesar Rp 1 pada akhir tahun dia meninggal. Dengan cara diskonto seperti asuransi berjangka, diperoleh 611.23.052

Bentuk-Bentuk A x = v d x + v 2 d x+1 +... + v w x+1 d w l x l x l x = vx+1 d x + v x+2 d x+1 +... + v w+1 d w v x l x = C x + C x+1 +... + C w = M x 611.23.052

Contoh 3 Bentuk-Bentuk Carilah premi tunggal bersih dari suatu polis asuransi jiwa yang besar santunannya selama 10 tahun pertama adalah 1 juta rupiah dan 2 juta rupiah sesudah itu bagi orang yang berumur 20 tahun. 611.23.052

Penyelesaian Cara 1 Bentuk-Bentuk Premi tunggal bersih ( ) 10 6 (A 1 20:10 + 2 10 E 20 A 30 ) = 10 6 M20 M 30 + 2 D30 M30 D 20 D 20 D 30 ( ) = 10 6 M20 M 30 + 2M 30 D 20 = 10 6 ( M20 + M 30 D 20 ) 611.23.052

Bentuk-Bentuk Cara 2 Anggap bahwa ada asuransi seumur hidup dengan santunan 1 juta rupiah sejak usia 20 tahun ditambah asuransi seumur hidup sebesar 1 juta rupiah sejak usia 30 tahun. Premi tunggal bersihnya adalah ( 10 6 (A 20 + 10 E 20 A 30 ) = 10 6 M20 + D ) 30 M30 D 20 D 20 D 30 ( ) = 10 6 M20 + M 30 D 20 611.23.052

Bentuk-Bentuk Cara 3 Anggap sebagai selisih dua asuransi: asuransi seumur hidup sebesar 2 juta sejak usia 20 tahun dikurangi dengan asuransi berjangka 10 tahun sebesar 1 juta rupiah mulai usia 20 tahun. Premi tunggal bersihnya adalah ( 10 6 (2 A 20 A 1 20:10 ) = 10 6 2 M 20 M ) 20 M 30 D 20 D 20 ( ) = 10 6 M20 + M 30 D 20 611.23.052

Bentuk-Bentuk Hasilnya adalah 10 6 ( M20 + M 30 D 20 ) = 10 6 ( 196657, 1668 + 182403, 4951 580662, 42 = 652807, 29 juta rupiah ) 611.23.052

Contoh 4 Bentuk-Bentuk Buktikan A x+n ne x = A x A 1 x:n 611.23.052

Bentuk-Bentuk Ruas Kiri A x+n ne x = M x+n +n Dx+n = M x+n Ruas Kanan A x A 1 x:n = M x M x M x+n = M x+n Karena ruas kiri = ruas kanan, maka terbukti. 611.23.052

Bentuk-Bentuk Endowmen merupakan perpaduan antara asuransi berjangka dengan endowmen murni. Jadi, bila si tertanggung meninggal selama jangka waktu asuransi, misalnya n tahun, maka kepada pewarisnya akan dibayarkan Rp 1, sedangkan bila dia mencapai usia x + n maka kepadanya akan dibayarkan Rp 1 pada akhir tahun ke x + n. Simbol yang digunakan untuk jenis asuransi ini adalah A x:n, tanpa simbol 1 di atas x. Jadi, A x:n = A 1 x:n + n E x = M x M x+n + +n = M x M x+n + +n 611.23.052

Contoh 5 Bentuk-Bentuk Hitunglah premi tunggal bersih dari suatu asuransi endowmen sebesar 1 juta rupiah dikeluarkan bagi orang selama 20 tahun bagi orang berusia a. 20 tahun b. 30 tahun 611.23.052

Penyelesaian Bentuk-Bentuk a. Premi tunggal bersih A 20:20 = 10 6 M 20 M 40 + D 40 D 20 6 196657, 1668 165359, 8889 + 328983, 61 = 10 580662, 42 = 620465, 31 rupiah b. Premi tunggal bersih A 30:20 = 10 6 M 30 M 50 + D 50 D 30 6 182403, 495 142035, 0956 + 235925, 04 = 10 440800, 58 = 626799, 17 rupiah 611.23.052

Bentuk-Bentuk 1. Tertunda Simbol untuk asuransi berjangka tertunda adalah m A 1 x:n. Simbol ini menyatakan premi tunggal bersih untuk asuransi berjangka n tahun sebesar Rp 1 dikeluarkan bagi orang berusia x yang tertunda m tahun. Ini berarti pembayaran Rp 1 akan dilakukan perusahaan asuransi bagi pewaris (x) pada akhir tahun dia meninggal asal dia meninggal antara usia x + m dan x + m + n tahun. 611.23.052

Bentuk-Bentuk m A 1 x:n = v m+1 d x+m l x + v m+2 d x+m+1 l x +... + v m+n d x+m+n 1 l x = vx+m+1 d x+m + v x+m+2 d x+m+1 +... + v x+m+n d x+m+n 1 v x l x = C x+m + C x+m+1 +... + C x+m+n 1 = M x+m M x+m+n 611.23.052

Bentuk-Bentuk 2. Asuransi Endowmen Tertunda m A x:n = m A 1 x:n + m+n E x = M x+m M x+m+n + +m+n = M x+m M x+m+n + +m+n Simbol tersebut menyatakan premi tunggal bersih asuransi endowmen tertunda sebesar Rp 1 bagi (x) selama n tahun, santunan akan dibayarkan bila (x) meninggal antara usia x + m dan x + m + n atau bila mencapai usia x + m + n. Bila (x) meninggal antara usia x dan x + m maka tidak ada pembayaran. 611.23.052

Bentuk-Bentuk 3. Tertunda m A x = v m+1 d x+m l x + v m+2 d x+m+1 l x +... + v w x+1 d w l x = vx+m+1 d x+m + v x+m+2 d x+m+1 +... + v w+1 d w v x l x = C x+m + C x+m+1 +... + C w = M x+m 611.23.052

Contoh 6 Bentuk-Bentuk Buktikan bahwa m A x:n = A x:m+n A 1 x:m 611.23.052

Penyelesaian Bentuk-Bentuk A x:m+n A 1 x:m = M x M x+m+n + +m+n = M x+m M x+m+n + +m+n = m A x:n M x M x+m 611.23.052