BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #10 Ganjil 2015/2016 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

Program Dinamis (dynamic programming):

Program Dinamis (Dynamic Programming)

MODUL I PROGRAM DINAMIS

Program Dinamis. Oleh: Fitri Yulianti

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

Penerapan Pemrograman Dinamis dalam Perencanaan Produksi

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Program Dinamik

Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 09

Program Dinamis (Dynamic Programming)

TUGAS RESUME MATERI KULIAH ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA STRATEGI ALGORITMA : H

BAB III ALGORITMA GREEDY DAN PROGRAM DINAMIS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Program Dinamik Deterministik Rekursif Mundur Pada Perusahaan Distribusi Deterministic Dynamic Program Recursive of backwards On Distribution Company

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penyelesaian Sum of Subset Problem dengan Dynamic Programming

APLIKASI PROGRAM LINEAR DALAM MASALAH ALOKASI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM DINAMIK. Erlia Sri Wijayanti ABSTRAK

Penyelesaian Persoalan Penukaran Uang dengan Program Dinamis

MENENTUKAN LINTASAN TERPENDEK SUATU GRAF BERBOBOT DENGAN PENDEKATAN PEMROGRAMAN DINAMIS. Oleh Novia Suhraeni 1, Asrul Sani 2, Mukhsar 3 ABSTRACT

Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENENTUAN RUTE TERPENDEK MENUJU KAMPUS MENGGUNAKAN ALGORITMA DYNAMIC PROGRAMMING

TINJAUAN PUSTAKA ( ) ( ) ( )

Penentuan Lintasan Terbaik Dengan Algoritma Dynamic Programming Pada Fitur Get Driving Directions Google Maps

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Team Dosen Riset Operasional Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. operasi yang mampu menyelesaikan masalah optimasi sejak diperkenalkan di

Program Dinamik Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D. Jurusan Teknik Sipil FT UGM

OPTIMASI (Pemrograman Non Linear)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penentuan Menu Makan dengan Pemrograman Dinamis

Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

BIAYA MINIMUM PADA PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN UD. HAMING MAKASSAR DENGAN PROGRAM DINAMIK

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Program Dinamis Sebagai Algoritma Dalam Link State Routing Protocol

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Analisis Permainan FLIP Menggunakan Algoritma Program Dinamis

Riset Operasional. Tahun Ajaran 2014/2015 ~ 1 ~ STIE WIDYA PRAJA TANA PASER

Penerapan Program Dinamis dalam Menentukan Rute Terbaik Transportasi Umum

Program Dinamik (Dynamic Programming) Riset Operasi TIP FTP UB

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pemrograman nonlinear, fungsi konveks dan konkaf, pengali lagrange, dan

BAB I PENDAHULUAN. berkembang sejak Perang Dunia II (Simarmata, 1982: ix). Model-model Riset. sebagainya, maka timbullah masalah optimasi.

Perencanaan Kebijakan Penggantian Alat Masak Paling Optimal pada Usaha Restoran dengan Menggunakan Program Dinamis

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Penggunaan Pemrograman Dinamik dalam Menyelesaikan Masalah Distributed Generation Allocation

Analisa Keputusan Manajemen dengan Pemrograman Dinamis

PENEMPATAN KANTOR POS DENGAN ALGORITMA PROGRAM DINAMIS

Implementasi Pemrograman Dinamis dalam Pencarian Solusi Permainan Menara Hanoi

PENERAPAN DINAMIK PROGRAMMING (DP) dalam INDUSTRI & BISNIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Perekonomian Indonesia menghadapi perdagangan bebas dituntut untuk lebih giat dan

BAB 2 LANDASAN TEORI

I PENDAHULUAN... 1 A. 1 B. 5 C. 5 D. 5 E. 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA... 8 A.

MODUL 2 OPTIMISASI OPTIMISASI EKONOMI EKONOMI. SRI SULASMIYATI, S.Sos, M.AP. Ari Darmawan, Dr., S.AB, M.AB

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Deteksi Wajah Menggunakan Program Dinamis

Penelitian Operasional II Programa Dinamik 1 1. PROGRAM DINAMIK

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan masyarakat awam lebih banyak dilandasi oleh insting daripada teori

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

Penerapan Dynamic Programming pada sistem GPS (Global Positioning System)

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR SINGKATAN. Intisari BAB I.

Kalkulus Multivariabel I

Eksplorasi Algoritma Brute Force, Greedy, dan Dynamic Programming untuk Persoalan Integer Knapsack

Berikut merupakan alur penyelesaian masalah nyata secara matematik. pemodelan. penyelesaian

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penerapan Program Dinamis untuk Optimisasi Taktik Pit Stop F1

Implementasi Pencocokan String Tidak Eksak dengan Algoritma Program Dinamis

Penelitian Operasional II Programma Dinamik 9. S2 : Musim gugur S3 : Musim dingin S4 : Musim semi

Rina Tinarty Sihombing, Henry Rani Sitepu, Rosman Siregar

MANAJEMEN PENGECEKAN INVENTARIS PERUSAHAAN BERBASIS PROGRAM DINAMIS

III KERANGKA PEMIKIRAN

DAFTAR GAMBAR. No. Judul Gambar Halaman. Siklus Informasi... Blok sistem Informasi yang Berinteraksi. Topologi linier Bus (Garis Lurus)

PROGRAM DINAMIS UNTUK PENENTUAN LINTASAN TERPENDEK DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA FLOYD-WARSHALL

Penyelesaian Persoalan Rationing Capital Menggunakan Metode Present Worth dalam Ekonomi Teknik dengan Program Dinamis

Pendekatan Dynamic Programming untuk Menyelesaikan Sequence Alignment

DAFTAR ISI. Lembar Judul... i. Lembar Pengesahan... ii. Lembar Pernyataan... iii. Kata Pengantar... iv. Daftar Isi... vi. Daftar Tabel...

BAB II LANDASAN TEORI

PENELITIAN OPERASIONAL PERTEMUAN #9 TKT TAUFIQUR RACHMAN PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SKRIPSI... HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME... ii. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... iii

Mendapatkan Keuntungan Investasi Tertinggi dengan Memanfaatkan Algoritma Dynamic Programming

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #8 Ganjil 2016/2017 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

PENERAPAN PROGRAM DINAMIS UNTUK MENENTUKAN JALUR PERJALANAN YANG OPTIMUM DENGAN BANTUAN SOFTWARE WINQSB

Pemanfaatan Algoritma Program Dinamis dalam Pendistribusian Barang

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE PENGALI LAGRANGE DAN APLIKASINYA DALAM BIDANG EKONOMI SKRIPSI RAHMAD HIDAYAT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. KATA PENGANTAR... iii. ABSTRAK... vi. ABSTRACT... vii. DAFTAR ISI... viii. DAFTAR TABEL...

OPTIMASI ENERGI LOKAL PADA KENDALI KERETA API DENGAN LINTASAN MENANJAK

Pengambilan Keputusan dalam keadaan ada kepastian. IRA PRASETYANINGRUM, S.Si,M.T

BAB I PENDAHULUAN. pada sektor masyarakat meluas dengan cepat[4]. menentukan tingkat kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, dimana masingmasing

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Proses Alokasi Andaikan terdapat sejumlah sumber daya modal tertentu, yaitu dapat berupa uang untuk investasi, mesin cetak, bahan bakar untuk kendaraan dan lain sebagainya. Suatu permasalahan yang sering terjadi yaitu bagaimana suatu modal dapat digunakan dengan cara yang berbeda. Dalam hal ini, masing-masing aplikasi yang mungkin disebut dengan kegiatan (activity). Adapun asumsi dasar yang perlu diperhatikan adalah: 1. Keuntungan dari suatu kegiatan tidak bergantung pada keuntungan dari kegiatan lainnya. 2. Jumlah keuntungan secara menyeluruh dapat diperoleh dari penjumlahan keuntungan tiap kegiatan. Permasalahan dasarnya adalah bagaimana membagi sumber daya modal pada setiap kegiatan untuk memaksimumkan fungsi keutungan. Secara matematis, permasalahan pengalokasian modal dapat diformulasikan sebagai berikut: max,,, 2.1 subject to:, di mana: = fungsi keuntungan (return) pada kegiatan i dengan sumber daya modal yang tersedia. 0,1,, 1, 2,, 1, 2,, xiii

Berdasarkan rumusan persoalan di atas, dapat digambarkan grafik fungsi return sebagai berikut: Fungsi return Alokasi modal Gambar 2.1 Grafik Fungsi Return Gambar di atas menunjukkan bahwa fungsi keuntungan bergantung pada jumlah modal yang dialokasikan dalam suatu kegiatan. Dimulai dari jumlah modal yang paling sedikit ( 0) dengan tidak mendapatkan keuntungan, hingga batas jumlah modal yang disediakan. 2.2 Program Dinamik Program dinamik adalah suatu teknik matematika untuk mengoptimalkan proses pengambilan keputusan, yaitu dengan membuat serangkaian keputusan yang saling berkaitan. Definisi 2.1. Tahap (stage) merupakan bagian dari masalah yang memiliki beberapa alternatif yang saling terpisah dimana alternatif yang terbaik akan ditentukan. Definisi 2.2. State merupakan mata rantai yang menghubungkan satu tahap dengan tahap lainnya. xiv

2.2.1 Prinsip Keoptimalan Pendekatan program dinamik didasarkan pada Prinsip optimisasi Bellman. Bellman (1950) mengemukakan bahwa Suatu kebijakan optimal mempunyai sifat bahwa apapun keadaan dan keputusan awal, keputusan berikutnya harus membentuk suatu kebijakan optimal dengan memperhatikan keadaan dari hasil keputusan pertama. Prinsip ini mengandung arti bahwa : 1. Diperkenankan untuk mengambil keputusan yang layak bagi tahap persoalan yang masih tersisa tanpa melihat kembali keputusan-keputusan masa lalu atau tahap-tahap terdahulu. 2. Dalam rangkaian keputusan yang telah diambil, hasil dari masing-masing tergantung pada hasil keputusan sebelumnya dalam rangkaian. Misalkan jika telah diambil keputusan yang salah pada tahap pertama atau tahap kedua, bukan berarti keputusan yang benar tidak dapat diambil pada tahap ketiga, keempat dan seterusnya. Stuart E. Dreyfuse dan Averill M. Law (1977) dalam bukunya yang berjudul Mathematics In Science and Engineering: The Art and Theory of Dynamic Programming mendefinisikan fungsi nilai optimal sebagai: max,,.., 2.2 di mana: perolehan keuntungan maksimum dari kegiatan sampai, dengan unit sumber daya yang tersisa untuk dialokasikan. = alokasi untuk kegiatan 0,1,, 2.2.2 Karakteristik Persoalan Program Dinamik Salah satu cara untuk mengetahui bahwa suatu kondisi dapat diformulasikan sebagai persoalan program dinamik, yaitu pembentukan struktur dasar persoalan xv

secara bertahap. Struktur dasar tersebut adalah karakteristik persoalan program dinamik yang disajikan sebagai berikut: 1. Persoalan dapat dibagi menjadi beberapa tahap (stage), yang pada setiap tahap hanya diambil satu keputusan. 2. Masing-masing tahap terdiri dari sejumlah status (state) yang berhubungan dengan tahap tersebut. Secara umum, state merupakan bermacam kemungkinan masukan yang ada pada tahap tersebut. 3. Hasil dari keputusan yang diambil pada setiap tahap ditransformasikan dari status yang bersangkutan ke status berikutnya pada tahap berikutnya. 4. Ongkos (cost) pada suatu tahap meningkat secara teratur (steadily) dengan bertambahnya jumlah tahapan. 5. Ongkos pada suatu tahap bergantung pada ongkos tahap-tahap yang sudah berjalan dan ongkos pada tahap tersebut. 6. Keputusan terbaik pada suatu tahap bersifat saling bebas terhadap keputusan yang dilakukan pada tahap sebelumnya. 7. Adanya hubungan rekursif yang mengidentifikasikan keputusan terbaik untuk setiap status pada tahap memberikan keputusan terbaik untuk setiap status pada tahap 1. 8. Prinsip optimalitas berlaku pada persoalan tersebut. 2.2.3 Pendekatan Penyelesaian Program Dinamik Pendekatan Penyelesaian yang digunakan dalam program dinamik ada 2 cara, yaitu: 1. Perhitungan Maju (Forward) Pada perhitungan maju, suatu persoalan program dinamik umumnya dapat diselesaikan dengan menghitung terlebih dahulu, lalu dilanjutkan berdasarkan proses rekursif ke dan seterusnya. Urutan perhitungannya adalah: xvi

Di mana merupakan fungsi awal dari fungsi rekursif dan merupakan fungsi akhir. Diagram cara perhitungan maju: : fungsi keuntungan pada tahap : variabel keadaan pada tahap n 2. Perhitungan Mundur (Backward) Pada perhitungan mundur, suatu persoalan program dinamik diselesaikan dengan menghitung terlebih dahulu, lalu dilanjutkan berdasarkan proses rekursif dan berakhir di. Urutan perhitungannya adalah: Di mana merupakan fungsi awal dari fungsi rekursif dan merupakan fungsi akhir. Diagram cara perhitungan mundur: : fungsi keuntungan pada tahap : variabel keadaan pada tahap n Perbedaan dari kedua cara perhitungan ini terletak pada rumusan keadaan. Pada perhitungan maju, keadaan dirumuskan sebagai alokasi untuk tahap dan 1 tahap sebelumnya. Sedangkan pada cara perhitungan mundur, keadaan xvii

dirumuskan sebagai alokasi untuk tahap dan tahap berikutnya. Dalam memecahkan suatu persoalan tidak dapat segera diketahui cara mana yang lebih mudah digunakan. Oleh karena itu, jika mengalami kesulitan untuk merumuskan persoalan dengan menggunakan perhitungan maju maka dapat menggunakan cara perhitungan mundur. 2.3 Metode Lagrange Metode pengali Lagrange merupakan sebuah teknik dalam menyelesaikan masalah optimasi dengan kendala persamaan. Inti dari metode pengali Lagrange adalah mengubah persoalan titik ekstrim terkendala menjadi persoalan ekstrim bebas kendala. Fungsi yang terbentuk dari tranformasi tersebut dinamakan fungsi Lagrange. Misalkan permasalahan yang dihadapi adalah: (2.3) Maksimumkan/Minimumkan:,,,, Dengan kendala:,,,,...,, Disini jika terjadi bahwa maka tidak dapat diselesaikan. Akan tetapi untuk dapat menyelesaikannya maka (jumlah kendala lebih kecil daripada variabel). Metode ini dimulai dengan pembentukan fungsi lagrange yang didefinisikan sebagai :, 2.4 Arti dari pengali lagrange secara fisik yang menarik misalkan terdapat permasalahan optimasi dengan satu kendala sebagai berikut: Maks/Min : (2.5) Dengan kendala : xviii

Fungsi lagrangenya adalah, (2.6) Syarat perlu untuk penyelesaian di atas adalah 0 0 untuk 1,2,, Maka persamaan di atas menghasilkan : 0 untuk 1,2,, 0 atau Diperoleh: 0 untuk 1,2,, Atau 0 Atau Atau xix

Karena atau Dapat diambil kesimpulan bahwa dari persamaan di atas pada penyelesaian optimum, perubahan fungsi tujuan berbanding lurus dengan perubahan kendala dengan faktor sebesar pengali lagrange. 2.3.1 Monotonicity dalam Jika suatu nilai bertambah dari 0 sampai, maka berkurang secara monoton. Sehingga nilai dapat diperkirakan sebagai harga (price)., 2.7 2.8 Jika 0, dari sifat maksimasi diketahui 2.9 2.10 Dari persamaan (2.8) dan (2.9) diperoleh 2.11 Sehingga, 2.12 Karena 0, diperoleh hasil yang diinginkan xx

2.13 Hasil dari persamaan (2.12) digabungkan dengan persamaan (2.8) diperoleh 2.14 di mana. Monotonicity ini menyederhanakan penentuan nilai dengan diberikannya nilai. xxi