BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 2. Landasan Teori. digunakan sebagai landasan teori untuk mendukung penelitian skripsi ini. Teori-teori

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau

Bab 2. Landasan Teori. perubahan dan dengan sendirinya dapat menjadi predikat. Contoh : 歩く 倒れる 話す.

Bab 2. Landasan Teori. Mengenai definisi kelas kata Jepang (hinshi) Noda (1991 : 38) mengatakan :

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau

BAB 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori. Dalam bahasa Jepang, terdapat pembagian kelas kata yang disebut dengan

BAB 2. Landasan Teori

BAB I PENDAHULUAN. Untuk berkomunikasi, masyarakat sebagai makhluk sosial membutuhkan

Bab 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Bab 2. Landasan Teori

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL GURAI DAN GORO. Menurut Drs. Sugihartono ( 2001:178 ), joshi adalah jenis kata yang tidak

BAB 2. Landasan Teori

ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONJUNGSI /-TARA/ BAHASA JEPANG DENGAN KONJUNGSI /KALAU/ BAHASA INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap bahasa mempunyai keunikannya masing-masing. Baik dari segi penulisan,

BAB I PENDAHULUAN. termasuk bahasa Jepang. Salah satu keunikan bahasa Jepang ialah adanya. 助詞は 単独で用いられず 名詞や動詞などの他の語に後接する 活用のない語です (Iori, 2000 : 345)

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI

Bab 2. Landasan Teori. Masuoka dan Takubo (1992, hal.8), mengungkapkan bahwa Hinshi 品詞 atau. kelas kata dibagi menjadi sebelas jenis, diantaranya:

Bab 2. Landasan Teori. dengan sendirinya dapat menjadi predikat, contoh : suatu kalimat. Keiyoushi memiliki beberapa perubahan bentuk.

ぽん ぼん. Morfem. Kata. Alomorf adalah. morfem. Morfem Bebas. Morfem Terikat 形態素 自由形態素 拘束形態素. Contoh. bagan. Definisi. Alomorf. Contoh.

BAB I PENDAHULUAN. hal ini disebabkan karena keunikan dari bahasa-bahasa tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa di dunia memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya

BAB IV KESIMPULAN. Penulis berkesimpulan bahwa di dalam penerjemahan kata tanya doko dan

ABSTRAK. lambang tertentu ada yang dilambangkan. Maka yang dilambangkan disini yaitu

Bab 2. Landasan Teori. baik dalam memberikan penjelasan tentang hubungan antara satu kata dengan kata

Bab 2 TINJAUAN PUSTAKA. Meishi merupakan kata yang menunjuk kepada orang, benda, keadaan, tempat,

BAB I PENDAHULUAN. kalimat. Untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya, digunakan

Bab 2 Landasan Teori

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah perilaku mengekspresikan, menyampaikan, dan

Bab 2. Landasan Teori. kata memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembentukan suatu kalimat.

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengertian bahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989) adalah sistem

Bab 2. Landasan Teori. 2.1 Hinshi Definisi hinshi yang dikemukakan oleh Masuoka dan Takubo (1990:9) adalah: 文中での動き ( 統語的機能 ) に基づいて語を分類したものを 品詞 という

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL BAHASA JEPANG (JOSHI) disebut hinshi bunrui. Hinshi berarti jenis kata atau kelas kata, sedangkan bunrui

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Minami dalam Hinata ( 1990: 1 ), danwa dapat disebut juga discourse

BAB I PENDAHULUAN. di seluruh dunia. Melalui bahasa, manusia dapat saling berinteraksi dan

BAB 1 PENDAHULUAN. dipelajari sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu lain seperti kesusastraan, filologi,

Bab 2. Landasan Teori. Secara umum pembagian kelas kata dalam bahasa Jepang disebut dengan hinshi.

BAB 2 Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Tomita (1992:147) fungsi dake dibagi menjadi 4

ANALISIS PENGGUNAAN FUNGSI SETSUZOKUJOSHI KEDO DALAM NOVEL REAL WORLD KARYA NATSUO KIRINO

Bab 2. Landasan Teori

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pesan dimaksud dapat dipahami. (KBBI:1998:445) dengan adanya penggunaan joshi atau kata bantu dalam kalimat.

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa dari berbagai negara memiliki ciri universal dan ciri khusus.

Bab 2. Landasan Teori. Dalam KBBI, definisi dari tanda baca adalah tan da n 1 yang menjadi alamat

PERLUASAN MAKNA PARTIKEL DE UNTUK MENYATAKAN BAHAN DASAR PRODUKSI DALAM MAJALAH KYOU NO RYOURI ABSTRAK

Bab 2. Landasan Teori. Dalam bab ini penulis akan menjelaskan mengenai definisi hinshi beserta

ABSTRAK. tujuan. Ketika kita berbahasa, orang lain dapat mengerti apa maksud, ide, pesan,

3. Dimasa mendatang, saya bermaksud menjadi pelukis terkenal. ~ つもりです. 4. Sekarang, pertandingan baseball dapat ditonton di televisi.

BAB 2. Landasan Teori. Noda (1991, hal.38), menyatakan bahwa yang dimaksud dengan hinshi (kelas kata

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu bahasa yang cukup diminati oleh pembelajar bahasa asing di

BAB I PENDAHULUAN. manusia dikenal sebagai makhluk sosial. Seperti yang dikatakan oleh P.W.J

BAB I PENDAHULUAN. kata sifat, kata kerja bantu, partikel, dan kata keterangan.

BAB I PENDAHULUAN. struktur inilah menjadikan struktur bahasa Jepang menarik. Salah satunya disebabkan

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

Bab 1. Pendahuluan. antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PERCAKAPAN BAGI PENGAJAR BAHASA JEPANG

Dikerjakan O L E H SUNITA BR

ANALISIS KESALAHAN BAHASA JEPANG DILIHAT DARI LATAR BELAKANG CARA PEMEROLEHAN BAHASANYA. Oleh: Juju Juangsih, M.Pd

BAB 2. Landasan Teori

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang terbagi dalam 10 jenis kelas kata. Partikel merupakan salah

BAB I PENDAHULUAN. makna apabila melekat pada kelas kata lain dalam suatu kalimat. Joshi dalam bahasa Jepang

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007

BAB I PENDAHULUAN. Dalam berkomunikasi sehari hari, seringkali muncul pengutaraan kalimat

BAB I PENDAHULUAN. Kelas kata dalam bahasa Jepang (hinshi bunrui) diklasifikasikan ke dalam 10

PENGGUNAAN FUKUSHI DALAM SURAT KABAR ONLINE ASAHI SHIMBUN EDISI 9 DAN 10 FEBRUARI 2015

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam suatu bahasa terdapat bermacam macam jenis kata, di antaranya,

BAB 2 LANDASAN TEORI. Penulis akan membagi teori yang dipakai dalam penelitian ini menjadi 5 bagian, yaitu: 2.1 Teori Pragmatik

Bab 2. Landasan Teori. Sintaksis merupakan salah satu bidang kajian dalam linguistik.sintaksis berasal

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan untuk

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

ビナ ヌサンタラ大学日本語科三年生にみられる ~ てある と ~ ておく という動詞の使用能力の分析

BAB I PENDAHULUAN. menghubungkan kata dengan kata dan turut menentukan makna inti sebuah kalimat.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2. Tinjauan Pustaka

BAB 1 PENDAHULUAN. Sutedi (2003:2) mengatakan, Bahasa digunakan sebagai alat untuk

BAB I PENDAHULUAN. satu keunikan bahasa Jepang adalah penggunaan partikel sebagai pemarkah yang

BAB II GAMBARAN UMUM SHUUJOSHI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. nomina abstrak yang dalam bahasa Jepang disebut 形式名詞 (keishikimeishi).

BAB 1. Pendahuluan. Manusia berinteraksi dengan manusia lain dengan menggunakan bahasa. Bahasa merupakan

ANALISIS FUNGSI SETSUZOKUJOSHI NONI DALAM NOVEL IRUKA KARYA YOSHIMOTO BANANA

BAB I PENDAHULUAN. sehingga dapat dimengerti oleh lawan bicara. Kata-kata tersebut terkadang

membahas dari penggunaan dan arti tiga kata kerja tersebut,...ok,...he,.,he,.,he,.,.

PROGRAM TAHUNAN. Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi Waktu. Salam. Mengucapkan salam : おはようございます こんにちは こんばんは. Mengucapkan salam ketika berpisah :

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari. Salah satu fungsi bahasa yaitu dengan berbahasa manusia dapat

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa berperan antara lain dalam membentuk pengalaman sehubungan

BAB II SOFTWERE JLOOK UP. Softwere kamus Jlook up adalah softwere kamus Jepang yang cukup

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari manusia sebagai makhluk sosial

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGGUNAAN KONJUNGSI SOSHITE, SOREKARA, DAN SORENI DALAM MAJALAH NIPPONIA SKRIPSI OLEH LINA SUSANTI NIM

BAB II JOSHI. berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara. dalam dua kelompok besar, yakni jiritsugo dan fuzokugo.

KESALAHAN PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI SOSHITE ( そして ), SOREKARA ( それから ), DAN SORENI ( それに ) PADA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. antaranya adalah partikel atau kata bantu yang disebut joshi ( 助詞 ). Joshi dalam

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Hinshi Secara umum, pembagian kelas kata dalam bahasa Jepang disebut dengan Hinshi. Menurut Iori, et al. (2000:340) menyatakan bahwa: 品詞とは文の中での働きと活用のしかたで分類した語のグループです yang berarti bahwa hinshi adalah kelompok bahasa yang dibagi berdasarkan cara penerapan kerja didalam kata. Dalam klasifikasi kelas kata bahasa Jepang, hinshi dibagi menjadi sepuluh kelompok. Berikut beberapa jenis kata menurut Iori, (2000: 340-349) : 1. Doushi ( 動詞 / verba) Dipakai untuk menyatakan aktivitas, keberadaan atau keadaan sesuatu. Doushi dapat mengalami perubahan dan dengan sendirinya dapat menjadi predikat. Doushi dapat membentuk sebuah kata walaupun tanpa bantuan kelas kata lain pada sebuah kalimat, dan dapat menjadi predikat. 2. I-keiyoushi ( ィー形容詞 / adjektiva-i) Menyatakan sifat atau keadaan sesuatu dengan sendirinya menjadi predikat dan dapat mengalami perubahan bentuk. Setiap kata yang termasuk i- keiyoushi selalu diakhiri dengan i dalam bentuk kamus, dapat menjadi predikat dan dapat menjadi kata keterangan yang menerangkan kata lain dalam sebuah kalimat. 3. Na-keiyoushi ( ナー形容詞 / adjektiva-na) Merupakan kelas kata yang dengan sendirinya dapat membentuk sebuah kata, dapat berubah bentuk dan bentuk perubahannya berakhiran da atau desu. Karena perubahannya mirip dengan doushi sedangkan artinya mirip dengan keiyoushi, sehingga kelas kata ini disebut dengan keiyoudoushi. 4. Meishi ( 名詞 / nomina) Adalah kata-kata yang menyatakan orang, benda, peristiwa dan lain-lain. Tidak mengalami konjugasi dan dapat dilanjutkan dengan kakujoshi. Meishi dapat menjadi subjek, predikat, dan kata keterangan dalam suatu kalimat. 5. Fukushi ( 副詞 / adverbial) 5

6 Tidak mengalami perubahan bentuk dan dengan sendirinya dapat menjadi keterangan walaupun tanpa mendapat bantuan dari kata-kata lain. Fukushi tidak dapat menjadi subjek, predikat, dan objek. 6. Rentaishi ( 連体詞 / pronominal) Merupakan kelas kata yang tidak mengenal konjugasi yang digunakan untuk menerangkan nomina. Oleh karena itu, kelas kata ini tidak dapat dijadikan sebagai subjek atau predikat. 7. Setsuzokushi ( 接続詞 / konjungsi) Kelas kata yang dapat mengalami perubahan bentuk tapi tidak dapat menjadi subjek, objek, predikat, ataupun kata yang menerangkan kata lain. Setsuzokushi berfungsi menyambungkan suatu kalimat dengan kalimat lainnya atau menghubungkan bagian kalimat dengan kalimat lain. 8. Kandoushi ( 感動詞 / interjeksi) Merupakan kelas kata yang tidak dapat berubah bentuknya, tidak dapat menjadi subjek, keterangan ataupun konjugasi. Namun kelas kata ini dengan sendirinya dapat berdiri sendiri walaupun tanpa bantuan dari kelas kata lainnya. 9. Jodoushi ( 助動詞 / verba bantu) Merupakan kelas kata yang dapat berubah bentuknya. Tidak dapat membentuk kata dengan sendirinya, tapi dapat terbentuk kata bila digabungkan dengan kata lain. 10. Joshi ( 助詞 / partikel) Adalah kelas kata yang tidak dapat berdiri sendiri, dipakai setelah suatu kata untuk menunjukkan hubungan antara kata tersebut dengan kata lain setelah serta untuk menambah arti kata tersebut lebih jelas lagi. Dari sepuluh kelas kata tersebut, beberapa diantaranya dapat dibagi lagi kedalam ruang lingkup yang lebih kecil, seperti kelas kata joshi.

7 2.2 Teori Joshi Tomita (1991:68) mendefinisikan bahwa joshi adalah kata yang tidak dapat berdiri sendiri, umumnya mengikuti jiritsugo (kata yang berdiri sendiri) dan menambah arti dari kata tersebut, juga menunjukkan hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain. Definisi menurut Tsukuro (1978:25), joshi adalah kata yang mengikuti jiritsugo menunjukkan hubungan antara kata dengan kata lain juga digunakan untuk menambah arti khusus pada kata tersebut. Tadao (1995:1074) juga menguatkan definisi joshi dengan mengemukakan bahwa joshi adalah kata yang tidak mengalami perubahan, tidak dapat berdiri sendiri, mengikuti macam-macam kata, menunjukkan hubungan antara kata tersebut dengan kata yang lain, serta menambah arti yang beragam. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa joshi adalah kelas kata yang tidak memiliki arti, tidak dapat berdiri sendiri, berfungsi menghubungkan suatu kata dengan kata yang lain sehingga memberi arti pada kata tersebut. Berdasarkan fungsinya, Masuoka dan Takubo (2000:49-53) membagi joshi menjadi lima macam : 1. Kakujoshi, pada umumnya dipakai setelah nomina untuk menunjukkan hubungan antara nomina tersebut dengan kata lainnya. Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah ga ( が ), no( の ), o( を ), ni( に ), e ( へ ), to ( と ), de ( で ) dan ya ( や ). 2. Teidaijoshi, pada umumnya dipakai untuk menunjuk pada subjek utama. Pada umumnya, subjek utama dibentuk dari kata benda dan teidaijoshi. Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah wa, nara, tte, dan ttara. 3. Toritatejoshi, pada umumnya dipakai di depan ataupun di belakang kakujoshi. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah wa, mo, sae, demo, sura, date, made, dake, bakari, nomi, shika, koso, nado, nanka, kurai. 4. Setsuzokujoshi, dipakai setelah yoogen (doushi, ikeiyoushi, nakeiyoushi) atau setelah jodoushi untuk melanjutkan kata-kata yang ada sebelumnya terhadap kata-kata yang ada pada bagian berikutnya. Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah ba, to, keredo, keredomo, ga, kara, shi, temo/demo, noni, dan node.

8 5. Shuujoshi, umumnya dipakai setelah berbagai macam kata pada bagian akhir kalimat untuk menyatakan suatu pertanyaan, larangan, seruan, rasa haru, dan sebagainya. Joshi yang termasuk dalam kelompok ini adalah ka, na, naa, no, dan sa. 接続助詞 ) 2.3 Teori Setsuzokujoshi ( 接続助詞 Setsuzokujoshi merupakan salah satu jenis joshi yang berfungsi menghubungkan antar kata maupun kalimat. Yamaguchi (1996:83) mengemukakan: 助詞のうち 句の接続機能にすぐれた助詞 その下位分類の名称として接続助詞と呼ばれる Terjemahan: Setsuzokujoshi adalah salah satu contoh partikel yang mempunyai fungsi sebagai kata sambung pada kalimat. Okutsu (1990:17), dalam bukunya mengenai setsuzokujoshi juga mengemukakan, 接続助詞は文と文を結びつける働きをもつものと一般にされている そして これには 2 種類あって 文と文を対等に結合するものと 従属的に結合するものとがある とされる Terjemahan: Pada umumnya, setsuzokujoshi adalah kata yang menghubungkan perbuatan antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Setsuzokujoshi terbagi menjadi dua jenis, yaitu setsuzokujoshi yang menghubungkan antara kalimat secara sejajar dan setsuzokujoshi yang menghubungkan antara kalimat yang saling melengkapi. Pengertian lain mengenai setsuzokujoshi juga dijelaskan lebih lanjut oleh Masuoka dan Takubo (2000:51) yaitu: 1. 語と語 節と節を接続する助詞を 接続助詞 と呼ぶ Terjemahan: Partikel yang menghubungkan kalimat dan kalimat, kata dengan kata, disebut sebagai setsuzokujoshi. 例 : 太郎と花子 Contoh: Taro dan Hanako

9 2. Setsuzokujoshi dibagi menjadi dua jenis yaitu heiretsusetsuzokujoshi dan juzokusetsuzokujoshi. 接続助詞には 並列的な関係で接続する働きを持つ 並列接続助詞 と 従属的な関係で接続する働きを持つ 従属接続助詞 がある このうち 並列接続助詞には 語と語 ( 具体的には 名詞と名詞 ) を接続するものと 節と節を接続するものがある Terjemahan: Setsuzokujoshi berfungsi menunjukkan adanya kesinambungan antara kata yang satu dengan kata berikutnya, dan bersifat sejajar, disebut heiretsuzokujoshi, dan setsuzokujoshi yang menghubungkan tindakan yang saling bersubstitusi atau melengkapi, disebut juzokusetsuzokujoshi. Heiretsuzokujoshi menghubungkan kata dengan kata,(nomina dengan nomina),juga kalimat dengan kalimat. a. 名詞と名詞を接続するもの : と や も に か Menghubungkan nomina dan nomina: to, ya, mo, ni, ka 例 : スポーツの中では テニスや水泳が好きだ Rei : Supottsu no naka deha, Tenisu ya suiei ga suki da. b. 並列節と主節を接続するもの : し が 等 Menghubungkan induk kalimat dam anak kalimat: shi, ga, dan lainnya. 例 : 1. 日本には 車も多いし 道路も狭い 2. この街は 道路は広いが 車も多い Rei : 1. Nihon ni ha, kuruma mo ooi shi, douro mo semai. 2. Kono machi ha, douro ha hiroi ga, kuruma mo ooi. Contoh: 1. Di Jepang banyak mobil dan jalanan juga sempit. 2. Kota ini, jalanannya meskipun luas, mobil pun banyak. 3. 従属接続助詞にも 語と語 ( 具体的には 名詞と名詞 ) を接続するものと 節と節を接続するものがある Terjemahan: Juzokusetsuzokujoshi menghubungkan kata dengan kata, (nomina dengan nomina), juga kalimat dengan kalimat.

10 a. 名詞と名詞を接続するもの ; の という Menghubungkan nomina dan nomina: no, toiu. 例 : 日本語の本 Rei : Nihongo no hon. Contoh: Buku bahasa Jepang. b. 従属節と主節を接続するもの Menghubungkan induk kalimat dan anak kalimat. a) 述語の基本形に接続するもの : と まで なり Menghubungkan bentuk dasar dari predikat: to, made, nari 例 : トンネルを抜けると そこは一面の菜の花畑だった Rei : Tonneru wo nukeru to, soko ha ichimen no hanabata data. Contoh: Jika melewati terowongan, terdapat kebun penuh dengan sayuran. b) 述語のタ形に接続するもの : きり Menghubungkan bentuk ta dari predikat: kiri 例 : 花子は出て行ったきり 戻ってこない Rei : Hanako ha dete itta kiri, modotte konai. Contoh: Hanako pergi, tidak pernah kembali. c) 述語の基本形 タ形に接続するもの : から けれども なら Menghubungkan bentuk ta dan bentuk dasar dari predikat: kara, keredomo, nara. 例 : ベルを押したけれども 返事がなかった Rei : Beru wo oshita keredomo, henji ga nakatta. Contoh: Meskipun sudah menekan bel, tidak ada balasan.

11 d) 述語の基本形 タ形 連体形に接続するもの : ので のに Menghubungkan bentuk ta, bentuk dasar dan kata sifat dari predikat: node, noni 例 : この国の人は皆親切ので とても暮しやすい Rei : kono kuni no hito ha kaishinsetsu node, totemo kurashi yasui. Contoh: Penduduk Negara ini semuanya ramah, sangat mudah beradaptasi. e) 述語の連用形に接続するもの : ながら つつ Menghubungkan bentuk sambung dari predikat: nagara, tsutsu 例 : 花子はいつも 音楽を聞きながら勉強する Rei : Hanako ha itsumo, ongaku wo kikinagara benkyou suru. Contoh: Hanako selalu belajar sambil mendengarkan musik. f) 述語のテ形に接続するもの : から Menghubungkan bentuk te dari predikat: kara 例 : よく考えてから ご返事します Rei : Yoku kangae kara, go henji shimasu. Contoh: Setelah dipikirkan dengan baik, lalu memberikan balasan.

12 2.4 Fungsi ~kedo Menurut Otani (2003), fungsi ~kedo terbagi menjadi : a. Sebagai kata sambung Yang menyambungkan klausa bagian depan dan klausa bagian belakang yang mempunyai hubungan sebab akibat. Contoh : 1. お腹が痛いので 休んでもいいですか Terjemahan : Karena perut sakit, bolehkah beristirahat? 2. お腹が痛いけど 頑張ります Terjemahan : Walaupun perut sakit, bersemangatlah. b. ~kedo sebagai subyek Menunjuk pada subjek pembicaraan. Contoh : 1. 日本で太陽といえば赤色だけど アメリカでは赤色じゃない Di Jepang matahari dilukiskan dengan warna merah, tetapi di Amerika bukan dengan warna merah. 2. 日本で太陽といえば赤色だけと アメリカでは黄色だ Di Jepang matahari dilukiskan dengan warna merah, tetapi di Amerika dilukiskan dengan warna kuning. 3. 日本で太陽といえば赤色だけど アメリカでは何色なの? Jika di Jepang matahari dilukiskan dengan warna merah, di Amerika berwarna apa? c. ~kedo sebagai partikel akhiran Konjungsi ~kedo sebagai partikel akhiran terbagi lagi menjadi 2, yaitu : 1. ~kedo sebagai modalitas Berkedudukan akhir kalimat dan tidak mempengaruhi arti pada kalimat tersebut. ア. あーあ 合格するといいんだけど Terjemahan : ah, dan aku berharap dapat lulus. イ. あのう これ貸して欲しいんだけど Terjemahan : hmm.. aku ingin meminjam itu sih. 2. Sebagai bentuk penyingkatan dari kalimat yang tidak diungkapkan secara langsung.

13 あのう これ貸して欲しいんだけど 1. おそらく駄目だろうから無理にはお願いしないよ 2. もし駄目ならば その時は諦めるよ 3.( やっぱり ) 駄目かな? 4. どうかな? 5. いいかな? 6. いいよね? Terjemahan : hmm.. dan aku ingin meminjam itu sih, 1. Walaupun sepertinya tidak boleh, aku ingin tetap meminjamnya. 2. Jika tidak boleh, aku tidak akan meminjamnya. 3. Tetap tidak boleh ya? 4. Harus bagaimana? 5. Bolehkah? 6. Benarkah?