DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH

dokumen-dokumen yang mirip
FPMIPA UPI ILMU KOMPUTER I. TEORI HIMPUNAN

Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2013/2014 STMIK Dumai -- Materi 08 --

LOGIKA INFORMATIKA PROPOSITION LOGIC. Materi 1. Proposition Sentences Notation Interpretation Exercise

MATERI 2 COMBINATIONAL LOGIC

BAHAN AJAR LOGIKA INFORMATIKA

Proposition Logic. (Logika Proposisional) Bimo Sunarfri Hantono

BAB III GERBANG LOGIKA DAN ALJABAR BOOLEAN

Soal Ujian Akhir Semester Pendek TA. 2006/2007 D3-Manajemen Informatika

DESKRIPSI MATA KULIAH

LOGIKA INFORMATIKA PROPOSITION LOGIC. Materi-2. Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM Yogyakarta

Elektronika dan Instrumentasi: Elektronika Digital 2 Gerbang Logika, Aljabar Boolean. Yusron Sugiarto

Aljabar Boolean. IF2120 Matematika Diskrit. Oleh: Rinaldi Munir Program Studi Informatika, STEI-ITB. Rinaldi Munir - IF2120 Matematika Diskrit

Refreshing Materi Kuliah Semester Pendek 2010/2011. Logika dan Algoritma. Heri Sismoro, M.Kom.

Kuliah#4 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

BAB 7 PENYEDERHANAAN

O L E H : H I DAYAT J U R U SA N TEKNIK KO M P U TER U N I KO M 2012

Penyederhanaan Fungsi Logika [Sistem Digital] Eka Maulana, ST, MT, MEng. Universitas Brawijaya

Implementasi Greedy Dalam Menemukan Rangkaian Logika Minimal Menggunakan Karnaugh Map

ALJABAR BOOLEAN R I R I I R A W A T I, M. K O M L O G I K A M A T E M A T I K A 3 S K S

Definisi Aljabar Boolean

MODUL 3 GERBANG LOGIKA DASAR

Gambar 28 : contoh ekspresi beberapa logika dasar Tabel 3 : tabel kebenaran rangkaian gambar 28 A B C B.C Y = (A+B.C )

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SILABUS LOGIKA

Logika Matematika Aljabar Boolean

MATERI 1 PROPOSITIONAL LOGIC

RANGKAIAN KOMBINASIONAL

Sintesis dan Penyederhanaan Fungsi Logika dengan Peta Karnaugh

Representasi Boolean

BAB I PENDAHULUAN. Fungsi Boolean seringkali mengandung operasi operasi yang tidak perlu, literal

Logika Predikat (Kalkulus Predikat)

Aljabar Boolean. Rudi Susanto

Perancangan Rangkaian Logika. Sintesis Rangkaian Logika

Kuliah Sistem Digital Aljabar Boolean

Konversi Tabel Kebenaran Ke Ekspresi Boolean (1) Disain sistem digital diawali dengan:

2. Gambarkan gerbang logika yang dinyatakan dengan ekspresi Boole di bawah, kemudian sederhanakan dan gambarkan bentuk sederhananya.

Logika Informatika. Bambang Pujiarto

18/09/2017. Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik Informatika

SISTEM DIGITAL; Analisis, Desain dan Implementasi, oleh Eko Didik Widianto Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

Aljabar Boolean dan Peta Karnough

Rangkaian Logika Optimal: Peta Karnaugh dan Strategi Minimisasi

METODE MC CLUESKEY. Disusun Oleh: Syabrul Majid

Aljabar Boolean dan Gerbang Logika Dasar

RENCANA PEMBELAJARAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SILABUS TEKNIK DIGITAL

Aljabar Boolean dan Sintesis Fungsi. Logika

Algoritma & Pemrograman 2C Halaman 1 dari 7 ALJABAR BOOLEAN

TI 2013 IE-204 Elektronika Industri & Otomasi UKM

ebook PRINSIP & PERANCANGAN LOGIKA Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2013

BAB I PENDAHULUAN. Fungsi Boolean seringkali mengandung operasi operasi yang tidak perlu,

Rangkaian digital yang ekivalen dengan persamaan logika. Misalnya diketahui persamaan logika: x = A.B+C Rangkaiannya:

Kuliah#3 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto

Materi-3 PROPOSITION LOGIC. Properties of Sentences Inference Methods Quantifier Sentences

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktivitas Pembelajaran

Kuliah#5 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

Bab 3 Logika Predikat Lanjut

Kuliah#4 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto

PENDAHULUAN SISTEM DIGITAL

STUDI METODE QUINE-McCLUSKEY UNTUK MENYEDERHANAKAN RANGKAIAN DIGITAL S A F R I N A A M A N A H S I T E P U

BAB III ALJABAR BOOLE (BOOLEAN ALGEBRA)

PROPOSITION LOGIC LOGIKA INFORMATIKA. Properties of Sentences Inference Methods Quantifier Sentences. Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM Yogyakarta

Logika Proposisi. Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic)

Aljabar Boolean. Bahan Kuliah Matematika Diskrit

Review Sistem Digital : Aljabar Boole

Bentuk Standar Ungkapan Boolean. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

METHOD OF PROOF Lecture 7. DR. Herlina Jayadianti, ST.MT

TABEL KEBENARAN. Liduina Asih Primandari, S.Si.,M.Si. P a g e 8

Aljabar Boolean. Matematika Diskrit

BAB IV PENYEDERHANAAN RANGKAIAN LOGIKA

apakah dalam penguji cobaan ini berhasil atau tidak. tahapan selanjutnya.

PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL

09/01/2018. Capaian Pembelajaran Mahasiswa dapat menjelaskan konsep diagram Venn, teorema Boolean dan membangun fungsi Boolean.

Latihan 19 Maret 2013

DEFINISI ALJABAR BOOLEAN

Tabulasi Quine McCluskey

BAB 4. Aljabar Boolean

Aljabar Boolean. Rinaldi Munir/IF2151 Mat. Diskrit 1

SILABUS, RPP, RPS LOGIKA INFORMATIKA. Program Studi Informatika FAKULTAS TEKNIK- UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Gerbang gerbang Logika -5-

BAB II ALJABAR BOOLEAN DAN GERBANG LOGIKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Peta Karnaugh (K Map) 1. Format K Map 2. K Map Looping 3. Simplification Process 4. Don t Care Condition

Matematika informatika 1 ALJABAR BOOLEAN

Kuliah#4 TKC205 Sistem Digital - TA 2013/2014. Eko Didik Widianto

yang paling umum adalah dengan menspesifikasikan unsur unsur pembentuknya (Definisi 2.1 Menurut Lipschutz, Seymour & Marc Lars Lipson dalam

Logika Proposisional Ema Utami STMIK AMIKOM Yogyakarta

Pertemuan 10. Fungsi Boolean, Bentuk Kanonik dan Bentuk Baku

LAB #1 DASAR RANGKAIAN DIGITAL

LOGIKA INFORMATIKA. Bahan Ajar

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Definisi Aljabar Boolean

Kata Pengantar... Daftar Isi... Apakah Matematika Diskrit Itu? Logika... 1

MAKALAH SISTEM DIGITAL

Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Jl. Ringroad Utara Condong Catur Yogyakarta. Telp Fax Website:

O L E H : H I DAYAT J U R U SA N TEKNIK KO M P U TER U NIKO M 2012

Definisi Aljabar Boolean

Aljabar Boolean. Adri Priadana

Meminimalkan menggunakan K-Map. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

( A + B) C. Persamaan tersebut adalah persamaan rangkaian digital dengan 3 masukan sehingga mempunyai 8 kemungkinan keadaan masukan.

kusnawi.s.kom, M.Eng version

Transkripsi:

Nama Matakuliah : LOGIKA INFORMATIKA Kode / SKS : MMS 1901 / 3 Prasyarat : -- Status Matakuliah Pilihan : Pilihan DESKRIPSI SINGKAT MATAKULIAH Matakuliah Logika Informatika mempelajari teori dan konsep yang berhubungan dengan dasar-dasar logika untuk pemrograman komputer. Di samping itu, matakuliah Logika Informatika juga mempelajari dasar-dasar logika untuk operasi dalam rangkaian digital (digital circuit) dengan menggunakan pendekatan aljabar, yaitu aijabar boolean (boolean algebra). Matakuliah Logika Informatika pada dasarnya bisa dibagi menjadi tiga kelompok (bagian) besar, yaitu kelompok pertama tentang logika proposisional, kelompok kedua tentang logika predikat, dan kelompok ketiga tentang rangkaian logika kombinasional. Dua kelompok pertama merupakan bahasa (language) yang merupakan dasar-dasar logika untuk pemrograman komputer, sedang kelompok ketiga ditujukan untuk mendasari (atau memberi landasan) logika dijital. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah menyelesaiakan mata kuliah Logika Informatika, mahasiswa mampu mengenali bentuk-bentuk kalimat (dalam logika proposisional maupun logika predikat), menentukan komponen-komponennya, mengkonstruksikan kalimat, memberi nilai ke masing-masing komponen pembentuk kalimat, dan akhimya menentukan nilai kebenaran (truth value) kalimat. Selanjutnya juga bisa menentukan sifat-sifat kalimat, melakukan substitusi subkalimat ke dalam kalimat baik secara total maupun parsial, dan akhirnya membandingkan nilai antara kalimat sebelum substitusi dengan kalimat hasil substitusi. Di samping itu, mahasiswa akan bisa menyederhanakan fungsi-fungsi Boolean, baik dengan menerapkan secara langsung identitas-identitas dasar aijabar Boolean maupun dengan menggunakan metode K (Karnaugh)-map. Selanjutnya dengan menerapkan gerbang-gerbang (gates) lojik, mahasiswa bisa membuat diagram lojik dan fungsi Boolean. MATERI PEMBELAJARAN: I) Logika Proposisional 1.1 Pendahuluan 1.2 Bahasa Proposisi Notasi Universitas Gadjah Mada 1

1.3 Arti Suatu Kalimat Interpretasi Aturan-aturan Semantik 1.4 Sifat-sifat Kalimat Remark (satisfiable dan valid) Remark (contradictory dan valid) Remark (implies dan valid) Remark (equivalent dan valid) Remark (consistent dan satisfiable) 1.5 Tabel Kebenaran 1.6 Pohon Semantik 1.7 Pembuktian dengan Fa/4fIcation 1.8 Skema Kalimat Valid Katalog 1.9 Susbtitusi Substausi Total Substitusi Parsial Notasi Ringkas 1.10 Interpretasi yang diperluas Kesepakatan (agreement) 1.11 Ekuivalensi II) Logika Predikat 2.1 Pendahuluan 2.2 Bahasa Term Proposisi Kalimat Ekspresi Variabel bebas dan terikat Kalimat tertutup Simbol bebas Interpretasi Interpretasi yang diperluas Kesepakatan (agreement) Ketidak-valid-an Universitas Gadjah Mada 2

Klosur universal dan eksistensial III) Logika Predikat Lanjut 3.1 Skema Kalimat Valid 3.2 Ekuivalensi 3.3 Substitusi aman Penangkapan (Capturing) 3.4 Sifat Nilai Nilai Total Nilai Parsial Instance Variabel Interpretasi sama 3.5 Skema Valid dengan Substitusi Substitutivitas Ekuivalensi Penamaan ulang Variabel-variabel Terikat Instansiasi Kuantifaier Instansiasi Klosur 3.6 Fungsi Pengenalan dan Penghapusan Fungsi - Relasi Hampir Ekuivalen Pengenalan Fungsi Eliminasi Fungsi IV) Logika Rangkaian Kombinasional 4.1 Logika Biner dan Gerbang (gate) Logika Biner Gerbang Lojik 4.2 Aljabar Boolean Indentitas-identitas Dasar Aljabar Boolean Manipulasi Aljabar Komplemen Fungsi Universitas Gadjah Mada 3

Bentuk Standar Minterms dan Maxterms Jumlahan Perkalian Perkalian Jumlahan Penyederhanaan dengan Map Map dua - Variabel Map tiga - Variabel Map empat - Variabel Manipulasi Map Prime Implicants Penting Prime Imp/icants Tak - penting Penyederhanaan Perkalian jumlahan Kondisi don t care 4.3 Gerbang NAND dan NOR Rangkaian NAND Implementasi Dua - Tingkat Rangkaian Tingkat - Banyak Rangkaian NOR 4.4 Gerbang Eksklusif- OR Fungsi Ganjil OUTCOME PEMBELAJARAN Keluaran dan proses pembelajaran yang ditargetkan (sesuai dengan urutan materi pembelajaran) adalah: mahasiswa mempunyai kemampuan untuk : 1. Mengenali bentuk-bentuk kalimat, khususnya terhadap kalimat-kalinut abstrak. Memahami bahwa logika proposisional merupakan bahasa yang terbentuk dari kalimat-kalimat abstrak, komponen-komponen pembentuk kalimat, dan bagaimana mengkonstruksikan kalimat dalam logika proposisional. Menentukan arti suatu kalimat terhadap (di bawah - under) suatu interpretasi menurut aturan-aturan semantic. Mengetahui sifat-sifat kalimat, serta memahami hubungan antara sifat-sifat kalimat dengan validitas atau antar sifat-sifat kalimat. Mengkonstruksikan tabel kebenaran (truth table) dan suatu kalimat (abstrak) khususnya untuk menentukan nilai kebenaran dan suatu kalimat. Menentukan validitas suatu kalimat dengan menggunakan pohon semantik (semantic tree) maupun dengan metode proof by Universitas Gadjah Mada 4

falsification. Mengetahui bentuk-bentuk (skema) kalimat valid. Menentukan hasil subtitusi total maupun parsial, di samping itu juga untuk substitusi multi dan menggunakan notasi ringkas untuk proses substitusi. Memperluas (extend) interpretasi dan suatu interpretasi yang diketahui, dan mengetahui apakah dua interpretasi agree on suatu kalimat. 2. mengenali bentuk-bentuk kalimat dalam (bahasa) logika predikat. Mengetahui komponen-komponen (yang disebut simbol-simbol) pembentuk kalimat, selanjutnya mengetahui tahapantahapan dalam membangun (bahasa) logika predikat. Memahami definisi-definisi tentang term, sekaligus bisa menentukan apakah suatu ekspresi merupakan term atau bukan. Memahami definisi proposisi, serta mengetahui aturan-aturan untuk membentuk proposisi. Di samping itu, juga bisa menentukan apakah suatu ekspresi merupakan proposisi atau bukan. Memahami bagaimana kalimat dalam (bahasa) logika predikat dibangun dari proposisi-proposisi nya, selanjutnya juga memahami pengertian quantifier serta mengetahui apa yang dimaksud dengan kalimat ter-kuantifaier (quantified sentence). Mengetahui dan memahami pengertian-pengertian tentang ekspresi (expression), ekspresi bagian, kalimat dan kalimat bagian. Mengetahui dan memahami pengertian tentang variabelvariabel bebas (free) dan terikat (bouna), sekaligus bisa mengenali variabel-variabel bebas, terikat, dan keduanya dalam suatu kalimat. Menentukan apakah kaliniat yang diberikan merupakan kalimat tertutup (closed sentence) atau bukan. 3. mengenali dan menerapkan skema kalimat valid (atau bentuk kalimat valid) dalam logika predikat untuk mengetahui apakah kalimat yang diberikan merupakan kalimat valid atau bukan. Mengetahui hubungan antara implikasi, ekuivalensi dan validitas, termasuk dualitas klosur, dan distribusi klosur. Memahami bagaimana mengganti kalimat-kalimat yang ekuivalen, dan memberi nama kembali (rename) variabelvariabel terikat. Mengetahui dan memahami bagaimana melakukan penggantian (substitusi) yang aman balk substitusi total maupun substitusi parsial, termasuk bagaimana menangani kejadian capturing. Memahami sifat nilai (value property) baik nilai total maupun nilai parsial, yaitu operator substitusi memperlihatkan suatu sifat bahwa, di bawah (under) interpretasi yang diberikan, nilai ekspresi keseluruhan tidak berubah jika ekspresi diganti dengan ekspresi lain yang nilainya sama. Mengetahui dan memahami skema-skema valid dengan substitusi, di samping itu juga bisa menggambarkan kelas-kelas skema kalimat valid dengan istilah-istilah operator substitusi total aman (instansiasi kuantifaier). Mengetahui dan memahami kejadian kapan dua kalimat dikatakan hampir ekuivalen (almost equivaleni), disamping itu juga memahami apa yang dimaksud dengan pengenalan fungsi dan eliminasi fungsi. Universitas Gadjah Mada 5

4. mengetahui dan memahami logika biner, seperti variabel-variabel biner dan operatoroperator lojik dasar serta bagaimana operasinya. Mengenali dan memahami gerbang-gerbang lojik, termasuk di antaranya bagaimana menerapkannya dalam rangkaian lojik kombinasional. Mengenali dan memahami konsep-konsep aijabar Boolean, yaitu identitas-identitas aijabar Boolean, fungsi-fungsi Boolean. Mampu menerapkan identitas-identitas aljabar Boolean untuk menyederhanakan fungsi Boolean, serta mampu menentukan apakah dun fungsi ekuivalen atau tidak dengan melihat kesamaan ouiput fungsi untuk input yang sama. Mampu menentukan komplemen fungsi baik dengan menggunakan aturan De Morgan maupun dengan menggunakan kualitas fungsi. Mengenali dan memahami bentuk-bentuk standar fiingsi Boolean seperti product term, sum term, minterm, dan maxterm. Menentukan minterms maupun maxterms untuk dua variabel, tiga variabel, empat variabel, dan seterusnya. Mengkonversi fungsi Boolean dalam bentuk nonstandar ke bentuk standar serta ke bentuk jumlahan minterms atau dalam perkalian maxterms. Mampu menyederhanakan fungsi Boolean dengan menggunakan Map (map dua variabel, tiga variabel, dan empat variabel. Mengetahui dan memahami konsep prime implicants, serta mampu melakukan penyederhanaan dengan prime implicants baik yang essential maupun yang nonessential. Mampu melakukan fungsi Boolean menggunakan aturan pemilihan. Mampu melakukan penyederhanaan fungsi Boolean dalam representasi perkalian-jumlah (product-of-sum). Mampu menentukan kondisi don t care, serta mampu melakukan penyederhanaan fungsi Boolean yang memuat kondisi don t care. Mampu mencari gerbang alternatif untuk menggantikan gerbang yang tidak tersedia. RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN (RKBM) Minggu ke Topik (Pokok Bahasan) Metode Pembelajaran 1 (satu) Logika Proposisional Pendahuluan Bahasa Arti Suatu Kalimat Ceramah dan diskusi, dan pemberian Quiz (jika ada akhir waktu kuliah ± 15 white board, OHP dan LCD - Infocuc (jika tersedia) Universitas Gadjah Mada 6

Minggu ke Topik (Pokok Bahasan) Metode Pembelajaran 2 (dua) Logika Proposisional Ceramah dan diskusi, dan Arti Suatu Kalimat Sifat-sifat Kalimat Tabel Kebenaran 3 (tiga) Logika Proposisional Ceramah dan diskusi, dan Pohon Semantik Pembuktian dengan Falsifikasi 4 (empat) Logika Proposisional Ceramah dan diskusi, dan Skema Kalimat Valid Substitusi 5 (lima) Logika proposisional Ceramah dan diskusi, dan Interpretasi (yang diperluas) Ekuivalensi 6 (enam) Logika Predikat Ceramah dan diskusi, dan Pendahuluan Bahasa biasanya diadakan di menit- Universitas Gadjah Mada 7

Minggu ke Topik (Pokok Bahasan) Metode Pembelajaran Arti suatu Kalimat menit 7 (tujuh) Logika Predikat Ceramah dan diskusi, dan Aturan-aturan Semantik Validitas Klosur Universal dan Eksistensial 8 (delapan) Logika Predikat Lanjut Ceramah dan diskusi, dan Skema Kalimat Valid Ekuivalensi 9 (Sembilan) Logika Predikat Lanjut Ceramah dan diskusi, dan Substitusi Aman Sifat Nilai 10 (sepuluh) Logika Predikat Lanjut Ceramah dan diskusi, dan Skema Valid dengan Substitusi Fungsi Pengenalan dan Penghapusan Universitas Gadjah Mada 8

Minggu ke Topik (Pokok Bahasan) Metode Pembelajaran 11 (sebelas) Logika Biner dan Gerbang Ceramah dan diskusi, dan (gate) Logika Biner Gerbang Lojik Aljabar Boolean 12 (dua belas) Logika Biner dan Gerbang Ceramah dan diskusi, dan (gate) Identitas-identitas Dasar Aljabar Boolean (lanjutan) Manipulasi Aljabar Komplemen Fungsi 13 (tiga belas) Logika Biner dan Gerbang Ceramah dan diskusi, dan (gate) Bentuk-bentuk Standar Minterms, Maxterms 14 (empat belas) Logika Biner dan Gerbang Ceramah dan diskusi, dan (gate) Jumlahan Perkalian (sum of product) Perkalian Jumlahan (product sum) Universitas Gadjah Mada 9

Minggu ke Topik (Pokok Bahasan) Metode Pembelajaran 15 (lima belas) Logika Biner dan Gerbang Ceramah dan diskusi, dan (gate) Map dua-variabel (2,3,4 variabel) PENJABARAN RKBM 1. KULIAH MINGGU 1 Memberi penjelasan bahwa di dunia nyata banyak pernyataan yang bisa langsung ditentukan kebenarannya tanpa harus membuktikannya secara langsung, melainkan hanya dengan mengamati bentuk kalimat dan pernyataan tersebut kemudian mencocokan dengan kalimat abstrak yang mempunyai bentuk sama dan yang sudah diketahui nilai kebenarannya. Menjelaskan bahasa logika proposisional dan kalimat-kalimat abstrak pembentuknya, proposisi (yaitu komponen-komponen pembentuk kalimat), kelompok-kelompok proposisi beserta notasi yang digunakan. Menjelaskan komponen-komponen apa saja yang digunakan untuk membentuk kalimat, aturan-aturan apa saja yang bisa digunakan untuk membentuk kalimat, dan notasi yang digunakan untuk menyatakan suatu kalinut (dalam logika proposisional aturan sintaktik). Menjelaskan konsep tentang interpretasi (interpretation), pengertian tentang interpretasi untuk kalimat, dan interpretasi kosong. Menjelaskan aturan-aturan semantik (semantic rules), yaitu aturan yang digunakan untuk menentukan nilai kebenaran suatu kalimat. Membandmgkan dengan cara penentuan nilai kebenaran kalimat dengan tabel kebenaran (truth table). Memberi Quiz 2. KULIAH MINGGU 2 Memberi banyak contoh kalimat-kalimat dengan berbagai macam bentuk, biasanya kombinasi bentuk-bentuk dasar. Selanjutnya dengan aturan-aturan yang ada dan interpretasi yang diberikan akan ditentukan nilai kebenaran di bawah (under) interpretasi tersebut. Universitas Gadjah Mada 10

Menjelaskan sifat-sifat kalimat (valid, satisfiable, contradictory, implies, equivalent, dan consistent), yang menghubungkan antara interpretasi untuk kalimat dengan nilai keberiaran kalimat tersebut. Menjelaskan bagaimana memperlihatkan bahwa kalimat yang diberikan valid, contradictory dan lain-lain. Menjelaskan hubungan antar sifat-sifat kalimat, seperti misalnya satisfiable dengan valid; implies dengan valid dan lain-lain. Menjelaskan bahwa tabel kebenaran merupakan salah satu metode untuk menentukan nilai kebenaran suatu kalimat, serta menjelaskan kelebihan dan kekurangannya. Memberi contoh penggunaan tabel kebenaran untuk menentukan nilai kebenaran suatu kalimat. 3. KULIAH MINGGU 3 Menjelaskan penentuan sifat-sifat kalimat khususnya validitas dengan menggunakan metode semantic tree, serta memperlihatkan bahwa ada hubungan antara sifat yang satu dengan sifat yang lain, seperti misalnya setiap kalimat valid pasti satisfiable, kalimat yang satisfiable tidak selalu tidak valid, dan seterusnya. Memberi contoh untuk beberapa kalimat tertentu, dan selanjutnya dikonstruksikan semantic tree yang bersesuaian. Menjelaskan metode lain untuk memperlihatkan validitas kalimat (khususnya), di samping ini juga tepat untuk memperlihatkan sifat contradictory suatu kalimat, yaitu metode proof by falsification. Memberi contoh bagaimana memperlihatkan bahwa suam kalimat dikatakan valid atau contradictory, dengan mengatubil kalimat tertenm. Sambil menjelaskan bahwa jika bias ditemukan suatu kontradiksi berarti pembuktian selesai. 4. KULIAH MINGGU 4 Memperkenallan dan menjelaskan skema kalimat valid, yaitu suatu bentuk umum kalimat yang sudah diketahui validitasnya, selanjutnya memperlihatkan bagaimana skema digunakan untuk memperlihatkan bahwa suatu kalimat itu valid. Menjelaskan konsep tentang substitusi, yaitu penggantian bagian kalimat dalam suatu kalimat dengan bagian kalimat lain. Menjelaskan perbedaan antara substimsi total dan parsial, selanjutnya menjelaskan hubungan antara hasil substitusi total dengan substitusi parsial. Memperlihatkan hubungan antara kalimat yang ter-substimsi dengan hasil substitusi tota jika kalimat bagian yang diganti (substitutea) ekuivalen dengan Universitas Gadjah Mada 11

bagian kalimat yang mengganti. Menjelaskan bagaimana nilai kalimat hasil substitusi jika nilai bagian kalimat yang diganti sama dengan bagian kalimat yang menanti, selanjutnya bagaimana jika nilai bagian kalimat yang mengganti tidak sama dengan nilai bagian kaliniat yang diganti. Menjelaskan konsep multple substitution, yaitu jika bagian kalimat dalam kalimat yang akan diganti lebih dari satu. Menjelaskan bagaimana cara penggantian bagian-bagian kalimat, apakah secara sekuensial atau secara simultan. 5. KULIAH MINGGU 5 Menjelaskan bagaimana melakukan perluasan terhadap interpretasi yang sudah ada, disamping ini juga menjelaskan bagaimana jika simbol proposisional yang nilainya diperbaharui lebih dari satu (multiply extended interpretation), apakah urutan simbol yang diberi nilai baru berpengaruh atau tidak. Menjelaskan bagaimana hubungan nilai kalimat di bawah (under) interpretasi asal dengan nilai kalimat di bawah interpretasi yang dipenluas, apakah tetap atau berubah. Memberi contoh kapan perluasan interpretasi diperlukan dan digunakan untuk keperluan apa. Menjelaskan hubungan antara dna interpretasi, yaitu agreement (atau kalau diterjemahkan kurang lebih sama dengan kesepakatan dan pada persetujuan). Menjelaskan kapan dua interpretasi dikatakan agree-on suatu kalimat, dan kapan dua interpretasi dikatakan tidak agree-on suatu kalimat. Serta menjelaskan hubungan antara agreement dengan extended interpretation. Menjelaskan konsep ekuivalensi, hubungan implikasi dengan validitas, hubungan ekuivalensi dengan validitas, substitusifitas ekuivalensi, dan rantai ekuivalensi. 6. KULIAH MINGGU 6 Menjelaskan bahwa bahasa logika proposisional masth terlalu primitif untuk menyatakan obyek, sifat obyek, atau hubungan antar obyek. Sehingga perlu diperluas menjadi suatu bahasa yang mendukung untuk membicarakan obyek dan hubungan-hubungan antar obyek, yaitu bahasa logika predikat (predicate logic). Menjelaskan simbol-simbol apa saja yang merupakan komponen pembentuk kalimat dalam logika predikat. Menjelaskan pengertian term, kegunaan term, serta bagaimana membangun term. Selanjutnya memberi contoh bagaimana menentukan apakah suatu Universitas Gadjah Mada 12

ekspresi merupakan term atau bukan. Menjelaskan pengertian proposisi (proposition), kegunaan proposisi, serta bagaimana membangun proposisi. Selanjutnya memberi contoh bagaimana menentukan apakah suatu ekspresi mempakan proposisi atau bukan. Menjelaskan bagaimana membentuk kalimat dalam logika predikat dengan aturan sintaktik, serta menjelaskan kalimat ter-kuantifaier (quantjied sentence). Menjelaskan pengertian variabel bebas dan terikat berdasarkan pemunculannya dalam kalimat, serta menjelaskan.. apa yang dimaksud dengan pemunculan bebas dan pemunculan terikat dari suatu variable Menjelaskan apa persyaratan suatu kalimat dikatakan sebagai kalimat tertutup (closed sentence). Serta menjelaskan kalimat yang bagaimana supaya bisa diketahui validitasnya. Memberi contoh bagaimana mengidentifikasi (identify) simbol-simbol bebas dalam kalimat. Menjelaskan pengertian interpretasi untuk kalimat dalam logika predikat, serta bagaimana cam pemberian nilai terhadap simbol-simbol pembentuk kalimat, apakah semua simbol atau simbol-simbol tertentu saja yang diberi nilai (oleh suatu interpretasi). 7. KULIAH MINGGU 7 Menjelaskan aturan-aturan dasar semantik yang digunakan untuk menentukan nilai kebenaran suatu kalimat dalam logika predikat. Menjelaskan bagaimana melakukan perluasan terhadap interpretasi yang sudah ada untuk suatu kalinut dalam logika predikat. Seperti misalnya bagaimana memberi nilai baru terhadap simbol fungsi, simbol relasi, dan simbol-simbol lainnya. Menjelaskan aturan-aturan untuk kuantifaier, yaitu aturan semantik untuk kuantifaier (aturan for-all, dan aturan for-some). Menjelaskan pengertian agreement antara dua interpretasi terhadap kalimat dalam logika predikat, serta memberikan contoh kasusnya. Menjelaskan validitas kalimat dalam logika predikat, sekaligus ketidak-validan kalimat dalam logika predikat. Memberi contoh-contoh kasus kalimat yang valid dan kalimat yang tidak valid. Menjelaskan pengertian kiosur universal dan eksistensial dalam untuk kalimatkalimat dalam logika predikat. Menjelaskan aturan semantik untuk kiosur universal, serta menjelaskan validitas dan satisfaiabilitas klosur. Universitas Gadjah Mada 13

8. KULIAH MINGGU 8 Memperkenalkan skema (bentuk) kalimat-kalimat valid dalam logika predikat, dan menjelaskan bagaimana menerapkan skema kalimat valid untuk keperluan pembuktian validitas kalimat dalam logika predikat. Menjelaskan pentingnya persyaratan tambahan untuk membuat kalimat jadi valid. Menjelaskan pengertian ekuivalensi yang sama seperti pengertian ekuivalensi dalam logika proposisional, serta memperlihatkan hubungan antara implikasi dan validitas. 9. KULIAH MINGGU 9 Menjelaskan ekspresi-ekspresi bagian yang terikat (bound subexpression) dan yang bebas (free subexpression), serta menjelaskan penggantian ekspresi bagian yang terikat. Menjelaskan pengertian tentang capturin<g, kapan capturing terjadi, dan apa akibatnya jika terjadi capturing. Menjelaskan bagaimana melakukan substitusi yang aman, baik total maupun parsial, baik single maupun multiple. Memberi contoh kasus substitusi multple total maupun substitusi multple parsial yang aman. Menjelaskan pengertian tentang sifat nilai (yang diakibatkan oleh operator substitusi), baik nilai total maupun nilai parsial. 10. KULIAH MINGGU 10 Menjelaskan bagaimana menyajikan substitutivitas ekuivalensi, dan bagairnana melakukan penamaan ulang umum dan variabel-variabel terikat untuk memperbanyak skema kalimat valid. Menjelaskan pengertian tentang instansiasi kuantifaier, balk universal maupun yang eksistential. Menjelaskan pengertian instaiisiasi klosur (closure intansiasz). Menjelaskan suatu sifat yang sangat bermanfaat yang memampukan untuk melakukan pendefinisian fungsi baru. 11. KULIAH MINGGU 11 Menjelaskan logika biner, termasuk variabel-variabel biner dan. operasi-operasi lojik dasar. Memperkenalkan gerbang-gerbang (gates) lojik dasar berserta karaktenstiknya. Menjelaskan aljabar Boolean, meliputi identitas-identitas dasar aijabar Boolean, manipulasi aijabar, menyederhanakan fungsi Boolean dengan memanfaatkan Universitas Gadjah Mada 14

identitas-identitas dasar aljabar Boolean. 12. KULIAH MINGGU 12 Melanjutkan menjelaskan manipulasi aijabar, menyederhanakan fungsi Boolean dengan memanfaatkan identitas-identitas dasar aljabar Boolean. Menjelaskan pencarian komplemen fungsi dengan De Morgan s Rule dan Daul Function. 13. KULIAH MINGGU 13 Menjelaskan fungsi-fungsi Boolean dalam bentuk Standar dan non-standar, serta bagaimana mengkonversi dan bentuk non-standar ke bentuk standar. Menjelaskan minterms dan maxterm. 14. KULIAH MINGGU 14 Menjelaskan bentuk sum of products dan product of sums. Menjelaskan bagaimana melakukan konversi antara dua bentuk tersebut. 15. KULIAH MINGGU 15 Menjelaskan bagaimana membentuk map dengan 2, 3, dan 4 variabel. Menjelaskan bagaimana menggunakan map-map tersebut untuk melakukan penyederhanaan fungsi-fungsi Boolean dengan banyak vaniabel masing-masing 2, 3, dan 4. Universitas Gadjah Mada 15