MENEMUKAN AKAR PERSAMAAN POLINOMIAL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

dokumen-dokumen yang mirip
CHEAT ENGINE SCRABLE GAME DENGAN ALGORITMA GADDAG

ANALISIS ALOKASI KANAL DINAMIS PADA KOMUNIKASI SELULER DENGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Optimisasi Injeksi Daya Aktif dan Reaktif Dalam Penempatan Distributed Generator (DG) Menggunakan Fuzzy - Particle Swarm Optimization (FPSO)

Penentuan Komposisi Pakan Ternak untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ayam Petelur dengan Biaya Minimum Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO)

PERANCANGAN ALGORITMA BELAJAR JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)

Optimasi Pembagian Tugas Dosen Pengampu Mata Kuliah Dengan Metode Particle Swarm Optimization

Rekonfigurasi jaring distribusi untuk meningkatkan indeks keandalan dengan mengurangi rugi daya nyata pada sistem distribusi Surabaya.

Dynamic Optimal Power Flow dengan kurva biaya pembangkitan tidak mulus menggunakan Particle Swarm Optimization

SWARM GENETIC ALGORITHM, SUATU HIBRIDA DARI ALGORITMA GENETIKA DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION. Taufan Mahardhika 1

BAB I PENDAHULUAN. teliti. Sehingga tidak terjadi bentrok baik antar mata pelajaran, guru, kelas

PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK

Tutorial Particle Swarm Optimization

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Job shop scheduling problem (JSSP) adalah permasalahan optimasi

Aplikasi GIS Berbasis J2ME Pencarian Jalur Terpendek Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) Di Kabupaten Bangkalan

Presentasi Tugas Akhir

IMPLEMENTASI ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK OPTIMASI PENGANTARAN BARANG (Studi Kasus : PT.Pos Indonesia, Kota Tanjungpinang)

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

Dynamic Optimal Power Flow Mempertimbangkan Carbon Capture And Storage Plants Menggunakan Metode Multi-Objective Particle Swarm Optimization

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Pakar Otomatisasi Standar Baku Mutu Limbah Pertambangan Nikel Menggunakan Algoritma Supervised Mechine

IMPLEMENTASI ALGORITMA CAT SWARM OPTIMIZATION DALAM MENYELESAIKAN JOB SHOP SCHEDULING PROBLEM (JSSP)

ANALISIS PERBANDINGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PRAKIRAAN CUACA

PENENTUAN JALUR TERPENDEK PADA APLIKASI OJEK ONLINE GO-JEK DENGAN PROBABILISTIC NEURAL NETWORK (PNN) DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)

Optimasi Parameter Kontroler PID Berbasis Particle Swarm Optimization untuk Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Tiga Fase

PENYELESAIAN PERMASALAHAN MULTI-OBJECTIVE HYBRID FLOW SHOP SCHEDULING DENGAN ALGORITMA MODIFIED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

OPTIMASI PEMBANGKITAN EKONOMIS PADA UNIT-UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL TELAGA MENGGUNAKAN MODIFIKASI PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (MPSO).

Implementasi automatic clustering menggunakan particle swarm optimization dan genetic algorithm pada data kemahasiswaan

TINJAUAN PUSTAKA. terbentuklah suatu sistem tenaga listrik. Setiap GI sesungguhnya merupakan pusat

PENERAPAN ALGORITMA CUCKOO SEARCH PADA TRAVELLING SALESMAN PROBLEM

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK

Particle Swarm Optimization

IMPLEMENTASI ALGORITMA CAT SWARM OPTIMIZATION DALAM MENYELESAIKAN JOB SHOP SCHEDULING PROBLEM (JSSP) KOMPETENSI FINANSIAL SKRIPSI

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga SKRIPSI UMI LAILATUL MUYASSAROH

ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN TERAPANNYA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PEMOTONGAN ROL KERTAS MAKALAH

OPTIMASI PENJADWALAN PRAKTIKUM MENGGUNAKAN MODIFIED REAL CODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (STUDI KASUS FAKULTAS IMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA)

PENGOPTIMALAN UMPAN BALIK LINEAR QUADRATIC REGULATOR PADA LOAD FREQUENCY CONTROL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) OPTIMASI FUNGSI KEANGGOTAAN FUZZY BERBASIS ALGORITMA MODIFIED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

METODE ITERASI BARU BERTIPE SECANT DENGAN KEKONVERGENAN SUPER-LINEAR. Rino Martino 1 ABSTRACT

SIMULASI DAN ANALISIS MULTIPLE OBJECT TRACKING BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Optimasi Komposisi Pakan Untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ayam Petelur dengan Biaya Minimum Menggunakan Improved Particle Swarm Optimization (IPSO)

Jl. A. Yani Km 36 Banjarbaru, Kalimantan selatan Abstract

FUNGSI GRIEWANK DAN PENENTUAN NILAI OPTIMUMNYA MENGGUNAKAN ALGORITMA STROBERI. Tri Nadiani Solihah

PENGEMBANGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK OPTIMALISASI DISPERSI BATCH PADA PROSES PRODUKSI

Interpolasi Polinom dan Applikasi pada Model Autoregresif

OPTIMASI NAÏVE BAYES CLASSIFIER DENGAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA DATA IRIS

IMPLEMENTASI THRESHOLDING CITRA MENGGUNAKAN ALGORITMA HYBRID OPTIMAL ESTIMATION

PENILAIAN KINERJA DOSEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUGENO

KOMPUTASI PARALEL UNTUK SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

OPTIMASI JUMLAH HIDDEN NODES EXTREME LEARNING MACHINE MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK PERAMALAN JUMLAH PENJUALAN BARANG

Relasi Rekursi. Matematika Informatika 4. Onggo

Pertemuan ke 4. Non-Linier Equation

CHAPTER 3 ALGORITHMS 3.1 ALGORITHMS

PREDIKSI TIME SERIES TINGKAT INFLASI INDONESIA MENGGUNAKAN EVOLUTION STRATEGIES

1 BAB III 2. 3 METODE PENELITIAN

Optimisasi Multi Depot Vehicle Routing Problem (MDVRP) dengan Variabel Travel Time Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization

PERBANDINGAN KINERJA METODE K-HARMONIC MEANS DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK KLASTERISASI DATA

Kata Pengantar. Medan, 11 April Penulis

TEKNIK PENJADWALAN KULIAH MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA. Oleh Dian Sari Reski 1, Asrul Sani 2, Norma Muhtar 3 ABSTRACT

Permasalahan Optimasi pada Fungsi Polinomial Berderajat Tinggi Tanpa Melibatkan Konsep Turunan

SIMULASI Pencarian jalan terbaik adalah suatu proses

MODIFIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENCARI SOLUSI PERSAMAAN LINEAR DAN NONLINEAR

PENERAPAN TRANSFORMASI SHANK PADA METODE DEKOMPOSISI ADOMIAN UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT

Gunawan Hadi Prasetiyo, Optimasi Penempatan Recloser pada Penyulang Mayang Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Jember Menggunakan Simplex Method

PENYELESAIAN NURSE ROSTERING PROBLEM (NRP) MENGGUNAKAN CUCKOO SEARCH (CS)

PENERAPAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA OPTIMASI DISTRIBUSI LPG DARI AGEN KE TOKO KOMPETENSI KOMPUTASI SKRIPSI

POLINOM (SUKU BANYAK) Menggunakan aturan suku banyak dalam penyelesaian masalah.

LAPORAN AKHIR MATA KULIAH FISIKA KOMPUTASI

PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN PEMBEBANAN PADA UNIT PEMBANGKIT PLTG DI PLTGU TAMBAK LOROK

PERTIDAKSAMAAN PECAHAN

PREDIKSI KETEPATAN KELULUSAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE BERBASIS PARTICLE SWARM OPTIMATION (PSO)

Penyelesaian Masalah Travelling Salesman Problem Menggunakan Ant Colony Optimization (ACO)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Optimasi Berbasis Particle Swarm

Rekonfigurasi jaring distribusi untuk meningkatkan indeks keandalan dengan mengurangi rugi daya nyata pada sistem distribusi Surabaya.

Optimasi Fuzzy Time Series Menggunakan Algoritme Particle Swarm Optimization untuk Peramalan Nilai Pembayaran Penjaminan Kredit Macet

Perbandingan Metode Extreme Learning Machine dan Particle Swarm Optimization Extreme Learning Machine untuk Peramalan Jumlah Penjualan Barang

Peramalan merupakan alat bantu yang penting dalam penyusunan rencana yang efektif dan efisien. Pada

PENGGUNAAN POLINOMIAL UNTUK STREAM KEY GENERATOR PADA ALGORITMA STREAM CIPHERS BERBASIS FEEDBACK SHIFT REGISTER

Pendekatan Dengan Cuckoo Optimization Algorithm Untuk Solusi Permasalahan Economic Emission Dispatch

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Optimasi Bobot Jaringan Syaraf Tiruan Mengunakan Particle Swarm Optimization

Menentukan Akar-Akar Polinomial dengan Metode Bairstow

FUNGSI ACKLEY DAN PENCARIAN NILAI OPTIMUMNYA MENGGUNAKAN ALGORITMA STROBERI. Muhamad Fadilah Universitas Jenderal Soedirman

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) E-13

ANALISIS STRATEGI MENYEDERHANAKAN MASALAH SERUPA DAN SUDUT PANDANG LAIN PADA PERMASALAHAN NON RUTIN PENJUMLAHAN FUNGSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Optimasi Jaringan Sensor Nirkabel Menggunakan Algoritma Two Sub-Swarms PSO Diskrit


APLIKASI PREDIKSI BANJIR METODE FUZZY LOGIC, HASIL ALGORITMA SPADE DAN ALGORITMA PSO

PENJADWALAN OPERASIONAL PEMBANGKIT BERBASIS ALGORITMA GENETIK PADA SISTEM PEMBANGKIT SUMATERA BAGIAN TENGAH

ALGORITMA OPTIMASI UNTUK PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (Optimization Algorithm for Solving Travelling Salesman Problem)

PERBANDINGAN PENYELESAIAN KNAPSACK PROBLEM SECARA MATEMATIKA, KRITERIA GREEDY DAN ALGORITMA GREEDY

BAB I.PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah

PREDIKSI INDEKS HARGA SAHAM MENGGUNAKAN KOMBINASI ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) DAN TIME VARIANT FUZZY TIME SERIES (TVFTS)

Transkripsi:

MENEMUKAN AKAR PERSAMAAN POLINOMIAL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Oei,EdwinWicaksonoDarmawan, Suyanto Edward Antonius, Ir., M.Sc, Program Studi Teknik Informatika Universitas Katolik Soegijapranata edwinwicaksonodarmawan@gmail.com, seantonius@unika.ac.id Abstract Polynomial is a mathematic function which involves multiplication, exponent, and variable. There are some methods to find the root of the function. The method will be more complicated if the highest exponent of the function is 3 or greater. This project will solve the problem using Particle Swarm Optimization algorithm to find the root with an accurate number. Keywords: Particle Swarm Optimization, Polynomial Pendahuluan adalah salah satu dari fungsi matematika yang melibatkan perkalian, perpangkatan, dan nilai variable. Untuk mencari akar persamaan dari fungsi tersebut, diperlukan untuk mencari nilai variabel yang mempunyai nilai fungsi (f(x) = ). Ada beberapa metode untuk mencari akar persamaan tersebut. Hanya saja, untuk mencari akar persamaan pada persamaan polinomial dengan pangkat tertinggi 3 atau lebih dibutuhkan metode lain yang lebih rumit. Projek ini akan menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization untuk mencari akar tersebut. Algoritma ini adalah salah satu algoritma optimasi yang berfungsi untuk mencai solusi paling optimal. Algoritma ini menggunakan angka real untuk pengoperasiannya sehingga lebih mudah dalam implementasi. Diharapkan algoritma ini dapat mecari akar persamaan yang paling optimal atau paling dekat dengan hasil. Landasan Teori adalah salah satu persamaan dalam matematika yang melibatkan perkalian, pangkat, dan nilai variabel. Berikut adalah bentuk dasar dari polinomial : n f ( x )=an x +a n x n +an x n + +a PROXIES VOL. NO., TAHUN 7 35

dengan adalah koefisien, x adalah variabel yang akan dicari, n adalah pangkat tertinggi, f(x) adalah nilai fungsi dari persamaan tersebut, dan adalah konstanta. n adalah bilangan cacah. Akar persamaan polinomial adalah nilai dari x variabel yang mempunyai nilai f(x) =. Jadi, bila nilai x dimasukkan dalam persamaan, hasilnya adalah nol. Particle Swarm Optimization Particle Swarm Optimization adalah algoritma optimasi yang digunakan untuk pencariaan solusi sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Algoritma ini meniru sifat segerombolan binatang dalam mencari makan seperti burung dan ikan. Bila ada salah satu burung yang lokasinya paling dekat dengan sumber makanan, maka burung lain akan pergi menuju ke sumber makanan dengan mengikuti burung yang paling dekat. Burung dilambangkan dengan partikel dalam algoritma. Setiap partikel mempunyai karakteristik, yaitu lokasi dan kecepatan. Setiap, partikel tersebut akan bergerak mengikuti partikel lain yang mempunyai solusi yang lebih baik dengan cara memperbaharui kecepatan dan lokasinya. Berikut adalah rumus untuk memperbaharui kecepatan dan lokasi: v n =w. v n +c.r. ( Pbest x n ) + c. r. ( Gbest x n ) x n=x n + v n V = kecepatan X = lokasi partikel R = r = angka acak dari - W = Bobot Inersia C = learning rates (partikel) C = learning rates (global) Selama partikel bergerak di setiap, mereka juga menyimpan nilai terbaik yang selama ini ia dapat dan nilai terbaik dari semua partikel juga. Nilai terbaik setiap partikel dinamakan Particle Best dan nilai terbaik dari semua partikel adalah Global Best. Setiap partikel bergerak dan berpindah tempat dengan mempertimbangkan kedua hal ini. PROXIES VOL. NO., TAHUN 7 36

Metodologi Penelitian Berikut adalah langkah yang dirperlukan untuk menyelesaikan proyek ini:. Mencari referensi dari berbagai sumber Langkah ini adalah mencari referensi dari berbagai sumber seperti buku, penelitian sebelumnya, jurnal, dan lainnya. Langkah ini berfungsi untuk mempelajari algoritma yang dipakai dan masalah yang akan diselesaikan.. Menganalisa dan membuat desain program dari permasalahan dan algoritma yang digunakan. Langkah ini menganalisa masalah dan algoritma sehingga algoritma tersebut dapat diimplementasikan untuk menyelesaikan masalah. Lalu, membuat rancangan program sehingga lebih mudah dalam implementasi. 3. Mengimplementasi algoritma ke dalam program. Langkah ini adalah mengimplementasikan algoritma ke dalam program. Program yang dibuat akan berfungsi untuk menyelesaikan masalah yang ada dengan algoritma.. Melakukan percobaan. Langkah ini adalah melakukan percobaan percobaan dari program yang sudah dibuat. Percobaan ini bisa berfungsi untuk memperbaiki program agar bisa lancar dalam penggunaan dan juga untuk mempelajari algoritma lebih lanjut sehingga bisa mengetahui karakteristik algoritma. Hasil dan Pembahasan Berikut ini adalah beberapa hasil percobaan saat mengganti nilai setiap parameter dalam algoritma. Parameter tersebut adalah jumlah partikel, maksimum, bobot inersia, nilai random (r dan r), dan learning rates (c dan c). Percobaan ini dilakukan untuk mencari parameter paling cepat dengan tingkat kesuksesan tinggi dalam mendapatkan solusi. Percobaan ini dilakukan dengan cara melakukan kali percobaan pada setiap nilai parameter. Hasil percobaan dikatakan buruk bila yang diperlukan terlalu besar, tingkat kesuksesan terlalu kecil, atau nilai pada grafik yang berarti tidak berhasil mendapatkan solusi. Persamaan polinomial pertama adalah x 3 x 7 x + dan ersamaan polinomial kedua adalah : 5 x 5+ x 6 x +3 x 7 x 3 x 7 x +. Pertama, percobaan akan menggunakan jumlah partikel, maksimum, r PROXIES VOL. NO., TAHUN 7 37

dan r dengan angka random, bobot inersia dengan rumus w max ( wmax wmin )i i max. w max adalah.9 dan w min adalah., dan Learning rates c dan c dengan nilai.. Percobaan kedua akan menggunakan nilai. untuk semua parameter kecuali jumlah partikel dan maksimum. Ini adalah percobaan saat mengganti jumlah partikel. Dapat dilihat bahwa semakin banyak jumlah partikel, maka yang dibutuhkan untuk mencari solusi juga semakin sedikit. Tingkat kesuksesan tidak terlalu dipengaruhi oleh jumlah partikel. Perbedaan permasalahan juga tidak terlalu mempengaruhi perbedaan hasil. Hanya lebih lama dari pertama. Tabel : Tabel Hasil saat Mengganti Jumlah Partikel Jumlah partikel 3 5. 383. 77.6 3. 8.6.6 99.6 Saat mengganti nilai maksimum, algoritma bisa mendapatkan hasil lebih sering dengan maksimum yang besar. Tetapi yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga akan semakin lama dalam mencari hasilnya. Algoritma gagal dalam mendapatkan hasil saat maksimum hanya pada persamaan pertama. Tetapi pada persamaan kedua, algoritma gagal pada maksimum. Tabel : Hasil saat Mengganti Iterasi Maksimum Iterasi Maksimum 86.75 8 3. 8.6 59.. PROXIES VOL. NO., TAHUN 7 38

Saat mengganti nilai bobot inersia, algoritma bisa mendapat hasil dengan yang sedikit saat nilai parameter sedikit seperti percobaan sebelumnya. Bila nilai di.9 ke atas, algoritma gagal mendapatkan hasilnya. Hal ini sama untuk kedua persamaan. Tabel 3: Hasil saat Mengganti Bobot Inersia Bobot Inersia with Formula 3. 8.6. 6.8 7.6. 37 69.6.9 Saat mengganti nilai random (r dan r), algoritma bisa mendapatkan hasil saat menggunakan nilai dibawah. Untuk persamaan kedua, algoritma bisa mendapatkan hasil bila menggunakan nilai dibawah.9. Algoritma juga semakin cepat dalam mencari dan mendapatkan solusi dengan nilai yang kecil karena yang dibutuhkan sedikit, tetapi tidak terlalu banyak perbedaan besar. Tabel : Hasil saat Mengganti Angka Random r dan r random 3. 8.6. 3. 33.5 9.6 3.6.9 63. Saat mengganti nilai learning rates, Algoritma bisa mendapatkan hasil dengan yang sedikit bila nilai yang digunakan juga kecil. Algoritma gagal menemukan hasil saat menggunakan nilai yang besar seperti. Bila ingin PROXIES VOL. NO., TAHUN 7 39

membedakan nilai antara c dan c, yang dibutuhkan akan semakin sedikit bila memberikan bobot lebih kepada c. Iterasi yang dibutuhkan semakin sedikit. Tabel 5: Hasil saat Mengganti Learning Rates Learning Rates c c 3. 8.6 69 9.6... 9.6 3 96 6. 3 333.8 535.. 3.9 85.6 88.6666667 6 3.9. 7. 788. 9. 8. 77.. 63. 6 Dari percobaan di atas, dapat dilihat bahwa bila salah parameter kecil, maka yang dibutuhkan juga sedikit dan tingkat kesuksesan semakin tinggi. Tetapi bila memberikan nilai. pada semua parameter kecuali jumlah partikel dan maksimum, algoritma menjadi semakin buruk dalam mencari solusi. Iterasi yang dibutuhkan menjadi semakin banyak dan tingkat kesuksesan menurun. Perbedaan persamaan tidak terlalu mempengaruhi perbedaan hasil. Hanya saja semakin rumit persamaannya, maka yang dibutuhkan juga semakin banyak. Di bawah adalah hasil percobaan bila semua nilai parameter adalah. dan menggunakan persamaan pertama. Dapat dilihat bahwa saat mengganti nilai bobot inersia, nilai yang tinggi semakin bagus kinerja algoritma. Iterasi yang dibutuhkan semakin sedikit dan tingkat kesuksesan meningkat. PROXIES VOL. NO., TAHUN 7

Tabel 6: Hasil saat semua parameter. dan mengganti nilai Bobot Inersia, semua parameter. Bobot Inersia with Formula 37. 96.3333333 3. 53.8.9. Saat mengganti nilai r dan r, Iterasi yang dibutuhkan juga semakin sedikit dan tingkat kesuksesan meningkat dengan nilai yang lebih besar, sama seperti percobaan sebelumnya. Tabel 7: Hasil saat semua parameter. dan mengganti nilai Angka Random, semua parameter. r dan r random 99.. 96.3333333 3.5 6..9 9.8 Saat mengganti nilai learning rates, hasil yang didapat sama dnegan percobaan lain. Algoritma dapat mencari hasil dengan yang sedikit dan tingkat kesuksesan tinggi bila menggunakan nilai parameter yang kecil. Tetapi bila ingin membuat nilai c dan c berbeda, algoritma akan bekerja lebih baik bila memberikan bobot lebih kepada c. Tabel 8: Hasil saat semua parameter. dan mengganti nilai Learning Rates, semua parameter. Learning Rates c. c. 96.3333333 3 99 5.8.6 PROXIES VOL. NO., TAHUN 7

. 3.9 9.6 3.9. 6.8 3 8.8 3 9. 6. Kesimpulan Berikut adalah kesimpulan dari proyek:. Algoritma Particle Swarm Optimization bisa digunakan untuk mencari akar persamaan polinomial.. parameter yang digunakan dalam algoritma tidak bisa dimasukkan dengan sembarang. Parameter perlu disesuaikan masing masing untuk bisa bekerja dengan baik dan maksimal dalam mencari solusi paling optimal. 3. angka acak yang digunakan dalam perhitungan kecepatan dalam algoritma tidak mempunyai efek terlalu besar dalam pencarian solusi optimal karena algoritma tetap bisa mendapatkan solusi optimal walaupun tanpa menggunakan angka acak.. Parameter terbaik yang didapat dari project ini: Jumlah partikel = Iterasi masimum = bobot inersia =. angka random (r dan r) =. learning rates (c dan c) = Daftar Pustaka [] Xiaohui Hu (6). PSO Tutorial. Accessed on Sebtember 6 from World Wide Web: http://www.swarmintelligence.org/tutorials.php [] Rumus Matematika (3). Metode Pembagian Suku Banyak /. Accessed on Sebtember 6 from World Wide Web: http://rumusmatematika.com/suku-banyak-polinomial/ [3] MathsIsFun.com (3). Polynomials. Accessed on Sebtember 6 from World Wide Web: http://www.mathsisfun.com/algebra/polynomials.html [] Wati, D.A.R. & Rochman, Y.A. (3). Model Penjadwalan Matakuliah Secara Otomatis Berbasis Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO). Jurnal Rekayasa Sistem Industri. Vol., No., -3. [5] Hoesen, D. (). Proses Pencarian Akar Persamaan Matematika Menggunakan Metode Bagi-Dua. Strategi Algoritma. -6. PROXIES VOL. NO., TAHUN 7

[6] Bansal, J. C., Singh, P. K., Saraswat, M., Verma, A., Jadon, S.S., & Abra ham, A. (). Inertia Weight Strategies in Particle Swarm Optimization. Third World Congress on Nature and Biologically Inspired Computing. 6 67. PROXIES VOL. NO., TAHUN 7 3