BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
|
|
|
- Johan Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI.1. Penelitian Terdahulu Archetti et al. (009) menggunakan sebuah metode eksak yaitu branch-and-price scheme dan dua metode metaheuristics yaitu algoritma Variable Neighborhood Search dan Tabu Search algorithm: Tabu Feasible, dan Tabu Admissible. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode VNS secara keseluruhan memberikan hasil terbaik untuk pada contoh kasus (instances) yang diujikan. Tarantilis et al. (01) menggunakan Bi-level Filter-and-Fan method (BiF&F). Metode ini kemudian dikembangkan dengan melakukan optimisasi parameter. Optimisasi parameter menghasilkan Bi-level Filter-and-Fan fast (BiF&F-f) dan Bilevel Filter-and-Fan slow (BiF&F-s). Penelitian ini menyimpulkan bahwa BiF&F-s memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan BiF&F-f. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode yang digunakan oleh Tarantilis et al. (01) menghasilkan solusi yang lebih baik dibandingkan penelitian Archetti et al. (009) Branch-and-Price Metode ini diperkenalkan oleh Barnhart et al. (1998) kemudian diimplementasikan oleh Boussier et al. (006) pada kasus TOP (Team Orienteering Problem) dan Feillet et al. (007) pada VRP. Merupakan pengembangan dari metode branch-and-cut (Rinaldi, 1991). Filosofi yang dimiliki oleh branch-and-price dan branch-and-cut adalah sama, perbedaan terletak pada branch-and-price yang prosedurnya berfokus pada column generation (pembangkitan kolom)..1.. Tabu Search Algorithm Metode ini digunakan oleh Gendreau et al. (1994) untuk memecahkan masalah VRP. Kemudian digunakan oleh Archetti et al. (006) pada VRP dengan pengiriman terpisah (Split Delivery). Archetti et al. (009) mengadaptasikan metode ini untuk memecahkan CTOP yaitu Tabu Feasible dan Tabu Admissible..1.. Variable Neighborhood Search (VNS) Menurut Mladenovic & Hansen (1997), Variable Neighborhood Search didasarkan pada perubahan struktur daerah sekitar didalam pencarian heuristik 5
2 lokal (Gendreau & Potvin, 005). Metode ini mencari struktur daerah sekitar (neighborhood structure) yang terbaik dalam setiap iterasi yang dilakukan Bi-level Filter-and-Fan method Metode ini diperkenalkan oleh Tarantilis et al. (01). Sesuai namanya, metode ini dibagi kedalam dua tingkat (level). Tingkat pertama (upper level), optimisasi berorientasi pada maksimasi keuntungan yang didapatkan. Pada tingkat ini, metode optimisasi yang digunakan adalah Filter-and-Fan method. Tingkat kedua (lower level), optimasi berorientasi pada minimasi jarak tempuh kendaraan, metode optimasi yang digunakan pada tingkat ini adalah Variable Neighborhood Descent (VND) (Gendreau & Potvin, 005).. Capacitated Team Orienteering Problem Capacitated Team Orienteering Problem (CTOP) merupakan pengembangan dari TOP. CTOP didefinisikan oleh Archetti et al. (009) sebagai masalah transportasi dimana sejumlah konsumen potensial tersedia, setiap konsumen memiliki demand dan skor (profit). Konsumen tertentu harus dipilih guna memaksimalkan skor, tanpa melanggar batas durasi waktu tiap rute dan daya angkut (kapasitas) tiap kendaraan. Pada CTOP setiap konsumen hanya akan dipilih (dikunjungi) sekali dan setiap rute berawal dari depot dan berakhir di depot. Ada dua perbedaan antara CTOP dan TOP. Perbedaan pertama adalah keberadaan demand pada setiap vertex konsumen. Perbedaan kedua adalah adanya kendala kapasitas kendaraan pada setiap kendaraan. Sehingga untuk setiap kendaraan yang mengunjungi konsumen, tidak hanya mempertimbangkan keterbatasan jarak/waktu tempuh, tetapi juga keterbatasan kemampuan/daya angkut kendaraan. Ilustrasi sederhana dari kasus CTOP dapat dilihat pada Gambar.1. 6
3 P= P= 1 P=4 D= 4 P= DEPOT(0) Gambar.1. Contoh Kasus CTOP Pada Gambar.1 terdapat sebuah depot (vertex 0) dan 4 buah konsumen (vertex 1,,, dan 4). Masing-masing konsumen memiliki profit ( ) dan demand ( ). Waktu tempuh dari satu vertex ke vertex lainnya ( adalah satuan waktu, kecuali untuk dan yaitu satuan waktu. Jika jumlah kendaraan ( ) = buah; Kapasitas kendaraan ( ) = 5 satuan; Waktu tempuh maksimum ( ) = 6 satuan waktu. Maka solusi untuk contoh kasus CTOP pada Gambar.1 dapat digambarkan pada Gambar.. P= P= 1 P=4 D= Rute I Rute II 4 P= DEPOT(0) Gambar.. Solusi contoh kasus CTOP 7
4 Pada Gambar. terbentuk buah rute sesuai dengan jumlah kendaraan ( ). Pada rute I, total waktu tempuh adalah 6 satuan waktu (tidak melebihi ) sedangkan total demand yang diangkut adalah satuan (tidak melebihi ). Pada rute II, total waktu tempuh adalah 6 satuan waktu (tidak melebihi ) sedangkan total demand yang diangkut adalah 5 satuan (tidak melebihi ). Sehingga total profit yang diperoleh adalah + + = 9... Particle Swarm Optimization Particle Swarm Optimization (PSO) adalah metode optimisasi yang didasarkan pada populasi (Kennedy & Eberhart, 1995). Metode ini meniru kebiasaan dari organisme berkelompok seperti kerumunan lebah, sekelompok ikan, dan kawanan burung. PSO meniru gerakan fisik dari sebuah individu didalam kawanan tersebut sebagai metode pencarian. Partikel pada PSO dapat dianalogikan pada ilustrasi berikut. Sebuah sarang lebah terletak ditengah sebuah taman. Pada sarang lebah terdapat lima ekor lebah, masing-masing lebah A, B, C, D, dan E. Kelima lebah memiliki satu tujuan, yaitu membawa madu kualitas terbaik ke sarang mereka sebelum pukul 5 sore tanpa melewati batas area pencarian yaitu taman. Pada awal pencarian, masing-masing lebah terbang ke posisi acak (menurut kebiasaan masingmasing) dari sarang mereka dengan kecepatan awal tertentu. Saat tiba pada suatu bunga, masing-masing lebah melaporkan ke lebah lainnya mengenai data yang mereka peroleh. Data tersebut berisi posisi bunga (posisi lebah terkini) dan kualitas madu bunga tersebut. Para lebah kemudian membandingkan laporan tersebut dengan masing-masing data yang mereka miliki. Setelah dievaluasi ternyata (misal) lebah A memiliki kualitas madu yang lebih baik dibandingkan keempat lebah yang lain, sehingga keempat lebah yang lain menjadikan madu yang ditemukan lebah A sebagai madu terbaik keseluruhan saat itu. Dari hasil evaluasi, kelima lebah kemudian terbang mencari bunga selanjutnya. Kecepatan lebah mencari posisi bunga selanjutnya yang akan dihinggapi oleh lebah didasarkan pada tiga kriteria berikut ini: 1. Posisi lebah terkini. Posisi bunga dengan madu terbaik (lebah A). Inersia akibat kecepatan awal lebah Lebah yang hinggap ke bunga selanjutnya kemudian membandingkan kualitas madu terkini dan sebelumnya. Hal ini terus berulang hingga tenggat waktu 8
5 pencarian madu yaitu pukul 5 sore. Lebah dengan kualitas madu terbaik pada pukul 5 sore yang akan membawa madu kesarang. Ilustrasi di atas memiliki poin-poin penting yang erat kaitannya dengan PSO, yaitu: 1. Lebah merepresentasikan partikel pada PSO. Tujuan yang dimiliki lebah merepresentasikan fungsi tujuan pada PSO, baik itu minimasi atau maksimasi.. Batas area pencarian lebah yaitu taman, merepresentasikan batas atas dan batas bawah area pencarian solusi dari sebuah masalah optimasi. 4. Batas pencarian pukul 5 sore merepresentasikan batas pencarian dari sebuah masalah optimasi (pada kasus-kasus, secara umum, batas ini berupa jumlah iterasi). 5. Awal pencarian merupakan inisialisasi partikel atau iterasi ke-0 dengan posisi awal partikel ( ). 6. Data yang dimiliki oleh para lebah merepresentasikan pbest (personal best). Dalam bahasa optimisasi, data ini berisi sebuah titik (posisi) dalam area pencarian dan nilai dari fungsi yang ingin dioptimasi. 7. Saat membandingkan data masing-masing lebah, diketahui bahwa lebah A merupakan lebah dengan madu terbaik. Proses membandingkan merepresentasikan proses membandingkan fitness value terhadap pbest. Data yang dimiliki lebah A merepresentasikan gbest (global best). 8. Lebah yang mencari bunga selanjutnya adalah partikel yang mencari posisi selanjutnya (kemungkinan lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya), sekali lagi dilakukan perbandingan antara fitness value terhadap pbest. 9. Kecepatan lebah saat mencari bunga selanjutnya merepresentasikan kecepatan ( ) partikel mencari posisi selanjutnya yang dipengaruhi oleh pbest, gbest, dan inersia akibat kecepatan awal ( ). 10. Posisi bunga selanjutnya yang akan dihinggapi merepresentasikan posisi partikel selanjutnya ( ), ditentukan oleh posisi partikel saat ini ( ) dan ( ). 11. Persamaan-persamaan yang digunakan pada PSO (Ai, 008) adalah: (.1) (.) 9
6 Persamaan (.1) menunjukkan bahwa posisi partikel periode berikutnya diperoleh dari penjumlahan posisi saat ini ) dengan kecepatan periode berikutnya. Persamaan () menunjukkan bahwa kecepatan periode berikutnya diperoleh dari penjumlahan dari hasil kali bobot inersia suatu partikel ( ) dengan kecepatan saat ini ( ), konstanta kognitif personal ( ) dengan posisi terbaik partikel tersebut ( ), dan konstanta kognitif global ( ) dengan posisi terbaik keseluruhan partikel ( ). Masing konstanta kemampuan kognitif dikali dengan yaitu suatu bilangan acak [0,1]. Diagram alir PSO dapat dilihat pada Gambar.. Mulai A B Inisialisasi Partikel (Jumlah, posisi, kecepatan) Hitung kecepatan partikel Hitung Fitness Value Hitung posisi partikel selanjutnya Update pbest Kriteria penghentian tercapai? Tidak Update gbest Ya Kesimpulan: Solusi terbaik = gbest A B Selesai Gambar.. Diagram Alir PSO.4. ET-Lib versi 1.0 ET-Lib adalah object-oriented library yang ditulis menggunakan bahasa pemrogramam C#. ET-Lib dikembangkan pada tahun 008 di Asian Institute of Technology (AIT), Thailand. ET-Lib dibuat sebagai sebuah tool yang umum dan 10
7 efektif bagi para peneliti dan mahasiswa yang mempelajari berbagai macam permasalahan optimisasi. ET-Lib versi 1.0 memiliki fungsi obyektif minimasi. Versi awal ET-Lib menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization with multiple social learning terms (GLNPSO). Berbeda dengan PSO dasar, GLNPSO memiliki kemampuan social learning, ditandai dengan adanya bobot sosial dan, serta variabel sosial local best (lbest) dan near neighbor best (nbest). Keberadaan, lbest, dan n best akan memengaruhi kecepatan suatu partikel dan secara tidak langsung memengaruhi posisi partikel berikutnya. ET-Lib telah digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah optimisasi, yaitu Travelling Salesman Problem dan Job Shop Scheduling Problem. Pada TSP, dimensi partikel sesuai dengan jumlah node yang ada, kemudian dimensi dari posisi partikel diurutkan, kemudian urutan dimensi partikel tersebut yang menjadi solusi rute TSP. Gambar.4 menunjukkan proses decoding posisi partikel menjadi solusi pada contoh kasus TSP di User s Manual ET-Lib. Gambar.4. Decoding TSP (Nguyen et al., 010) 11
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Vehicle Routing Problem Vehicle Routing Problem merupakan permasalahan distribusi yang mencari serangkaian rute untuk sejumlah kendaraan dengan kapasitas tertentu
BAB I PENDAHULUAN. lebih efektif dan efisien karena akan melewati rute yang minimal jaraknya,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Distribusi merupakan proses penyaluran produk dari produsen sampai ke tangan masyarakat atau konsumen. Kemudahan konsumen dalam mendapatkan produk yang diinginkan menjadi
Gambar 1.1 Contoh Ilustrasi Kasus CVRP 13
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan konsep umum yang digunakan untuk semua permasalahan yang melibatkan perancangan rute optimal untuk armada kendaraan yang melayani
BAB 1 PENDAHULUAN. Pengiriman barang dari pabrik ke agen atau pelanggan, yang tersebar di berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengiriman barang dari pabrik ke agen atau pelanggan, yang tersebar di berbagai tempat, sering menjadi masalah dalam dunia industri sehari-hari. Alokasi produk
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori graf 2.1.1 Defenisi graf Graf G adalah pasangan {,} dengan adalah himpunan terhingga yang tidak kosong dari objek-objek yang disebut titik (vertex) dan adalah himpunan pasangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan daerah perkotaan atau city development memiliki beberapa aspek penting salah satunya adalah logistik perkotaan atau city logistics. Alasan mengapa city
Dosen Pembimbing : Ir. Budi Santosa, M.S., Ph.D Oleh : Sas Wahid Hamzah
Artificial Immune System untuk Penyelesaian Vehicle Routing Problem with Time Windows Dosen Pembimbing : Ir. Budi Santosa, M.S., Ph.D Oleh : Sas Wahid Hamzah 2507100054 Pendahuluan Pendahuluan Fungsi Objektif
ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK MENYELESAIKAN TEAM ORIENTEERING PROBLEM WITH TIME WINDOWS
ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK MENYELESAIKAN TEAM ORIENTEERING PROBLEM WITH TIME WINDOWS SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri Oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Distribusi merupakan proses penyaluran produk dari produsen sampai ke tangan masyarakat atau konsumen. Kemudahan konsumen dalam menjangkau produk yang diinginkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan salah satu permasalahan yang terdapat pada bidang Riset Operasional. Dalam kehidupan nyata, VRP memainkan peranan penting dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. tempat tujuan berikutnya dari sebuah kendaraan pengangkut baik pengiriman melalui
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam masalah pengiriman barang, sebuah rute diperlukan untuk menentukan tempat tujuan berikutnya dari sebuah kendaraan pengangkut baik pengiriman melalui darat, air,
Rekonfigurasi jaring distribusi untuk meningkatkan indeks keandalan dengan mengurangi rugi daya nyata pada sistem distribusi Surabaya.
Rekonfigurasi jaring distribusi untuk meningkatkan indeks keandalan dengan mengurangi rugi daya nyata pada sistem distribusi Surabaya. RIZKIANANTO WARDANA M Misbach Fachri 2207100038 Sistem Tenaga Listrik
PANDUAN APLIKASI TSP-VRP
PANDUAN APLIKASI TSP-VRP oleh Dra. Sapti Wahyuningsih, M.Si Darmawan Satyananda, S.T, M.T JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2016 0 Pengantar Aplikasi ini dikembangkan
MENEMUKAN AKAR PERSAMAAN POLINOMIAL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION
MENEMUKAN AKAR PERSAMAAN POLINOMIAL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Oei,EdwinWicaksonoDarmawan, Suyanto Edward Antonius, Ir., M.Sc, Program Studi Teknik Informatika Universitas Katolik Soegijapranata
PERANCANGAN ALGORITMA BELAJAR JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 5, No. 1, Juni 2013 : 18-23 PERANCANGAN ALGORITMA BELAJAR JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Nurmahaludin (1) (1) Staf Pengajar Jurusan Teknik
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Algoritma Algoritma berasal dari kata Algoris dan Ritmis yang pertama kali diungkapkan oleh Abu Ja far Mohammad Ibn Musa Al Khowarizmi dalam buku Al-jabr w almulqabala
Aplikasi GIS Berbasis J2ME Pencarian Jalur Terpendek Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) Di Kabupaten Bangkalan
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Aplikasi GIS Berbasis J2ME Pencarian Jalur Terpendek
PENGGUNAAN METODE CODEQ UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM
PENGGUNAAN METODE CODEQ UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM Dosen Pembimbing: Ir. Budi Santosa, M.Sc., Ph.D Y Giri N (2503 100 061) Latar Belakang Metode CODEQ merupakan
Particle Swarm Optimization
Particle Swarm Optimization Budi Santosa Dosen Teknik Industri ITS Surabaya Email: [email protected] Tutorial ini disadur dari buku: Budi Santosa dan Paul Willy, Metoda Metaheuristik, Konsep dan Implementasi,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
12 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah penjadwalan secara umum adalah aktifitas penugasan yang berhubungan dengan sejumlah kendala, sejumlah kejadian yang dapat terjadi pada suatu periode waktu
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian dilakukan dengan meninjau penelitianpenelitian terdahulu yang berkaitan. Tinjauan pustaka akan mengetahui faktor-faktor yang perlu diperhatikan
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH
Buletin Ilmiah Mat. Stat. Dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 1 (2015), hal 17 24. PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH Fatmawati, Bayu Prihandono, Evi Noviani INTISARI
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem distribusi/trasportasi adalah salah satu hal yang penting bagi perusahaan, karena berkaitan dengan pelayana kepada konsumen. Dalam sistem distribusi/trasportasi
BAB 1. PENDAHULUAN. Permasalahan pendistribusian barang oleh depot ke konsumen merupakan
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan pendistribusian barang oleh depot ke konsumen merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan depot suatu perusahaan, proses tersebut dapat terjadi
PENENTUAN JALUR TERPENDEK PADA APLIKASI OJEK ONLINE GO-JEK DENGAN PROBABILISTIC NEURAL NETWORK (PNN) DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)
PENENTUAN JALUR TERPENDEK PADA APLIKASI OJEK ONLINE GO-JEK DENGAN PROBABILISTIC NEURAL NETWORK (PNN) DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Levina Fitri Rahmawati, Isnandar Slamet, dan Diari Indriati Program
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Optimasi Berbasis Particle Swarm
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan menjelaskan landasan teori yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir. Pada dasarnya ada 2 buah varian PSO yang akan digunakan, yaitu optimasi berbasis particle swarm
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. Penelitian Terdahulu Pujawan dan Mahendrawati (2010) telah menjelaskan bahwa fungsi dasar manajemen distribusi dan transportasi pada umumnya yang terdiri dari:
BAB I PENDAHULUAN. Alat transportasi merupakan salah satu faktor yang mendukung berjalannya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat transportasi merupakan salah satu faktor yang mendukung berjalannya kegiatan atau aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegiatan manusia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Logika Fuzzy Logika fuzzy adalah suatu cara untuk memetakan suatu ruang masukan ke dalam suatu ruang keluaran. Logika fuzzy ditemukan oleh Prof.Lotfi A. Zadeh dari Universitas
Optimisasi Injeksi Daya Aktif dan Reaktif Dalam Penempatan Distributed Generator (DG) Menggunakan Fuzzy - Particle Swarm Optimization (FPSO)
TESIS Optimisasi Injeksi Daya Aktif dan Reaktif Dalam Penempatan Distributed Generator (DG) Menggunakan Fuzzy - Particle Swarm Optimization (FPSO) Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. Ph.D
BAB I PENDAHULUAN. alam dan operator genetika. Particle swarm optimization algoritm mensimulasikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Alam menginspirasi para peneliti untuk mengembangkan model dalam meyelesaikan permasalahan mereka. Optimasi merupakan satu bidang yang secara berkala dikembangkan dan
ANALISIS ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP)
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 3 (2015), hal 201 210. ANALISIS ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) Cindy Cipta Sari, Bayu Prihandono,
Optimisasi Multi Depot Vehicle Routing Problem (MDVRP) dengan Variabel Travel Time Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization
Optimisasi Multi Depot Vehicle Routing Problem (MDVRP) dengan Variabel Travel Time Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization Nurlita Gamayanti 1, Abdullah Alkaff 2, Randi Mangatas 3 Jurusan Teknik
BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh terhadap keberhasilan penjualan produk. Salah satu faktor kepuasan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Distribusi adalah kegiatan yang selalu menjadi bagian dalam menjalankan sebuah usaha. Distribusi merupakan suatu proses pengiriman barang dari suatu depot ke
APLIKASI SIMULATED ANNEALING UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 03, No. 1 (2015), hal 25 32. APLIKASI SIMULATED ANNEALING UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Edi Samana, Bayu Prihandono, Evi Noviani
Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha Vol.1 No. 2, Agustus 2012 ISSN
PENENTUAN RUTE PENGAMBILAN SAMPAH DI KOTA MERAUKE DENGAN KOMBINASI METODE EKSAK DAN METODE HEURISTIC Endah Wulan Perwitasari Email : [email protected] Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas
IMPLEMENTASI ALGORITMA BWAS PADA APLIKASI SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI UNTUK PERENCANAAN DISTRIBUSI YANG OPTIMAL
IMPLEMENTASI ALGORITMA BWAS PADA APLIKASI SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI UNTUK PERENCANAAN DISTRIBUSI YANG OPTIMAL Ary Arvianto 1*, Singgih Saptadi 1, Prasetyo Adi W 2 Program Studi Teknik Industri, Universitas
PENGOPTIMALAN UMPAN BALIK LINEAR QUADRATIC REGULATOR PADA LOAD FREQUENCY CONTROL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION
PENGOPTIMALAN UMPAN BALIK LINEAR QUADRATIC REGULATOR PADA LOAD FREQUENCY CONTROL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Oleh : Febriana Kristanti NRP. 1208201011 Dosen Pembimbing : 1. Dr. Erna Apriliani,
Pembentukan Rute Distribusi Menggunakan Algoritma Clarke & Wright Savings dan Algoritma Sequential Insertion *
Reka Integra ISSN: 2338-508 Jurusan Teknik Industri Itenas No.02 Vol. 02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Oktober 204 Pembentukan Distribusi Menggunakan Algoritma Clarke & Wright Savings dan Algoritma
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bagian ini menjelaskan tentang hal-hal yang erat kaitannya dengan masalah m- ring star. Salah satu cabang matematika yang cukup penting dan sangat luas penerapannya di banyak bidang
PENGARUH NILAI PARAMETER TERHADAP SOLUSI HEURISTIK PADA MODEL VTPTW
INFOMATEK Volume 19 Nomor 1 Juni 2017 PENGARUH NILAI PARAMETER TERHADAP SOLUSI HEURISTIK PADA MODEL VTPTW Tjutju T. Dimyati Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pasundan Abstrak: Penentuan
SWARM GENETIC ALGORITHM, SUATU HIBRIDA DARI ALGORITMA GENETIKA DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION. Taufan Mahardhika 1
SWARM GENETIC ALGORITHM, SUATU HIBRIDA DARI ALGORITMA GENETIKA DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Taufan Mahardhika 1 1 Prodi S1 Kimia, Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih 1 [email protected] Abstrak Swarm
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persoalan rute terpendek merupakan suatu jaringan pengarahan rute perjalanan di mana seseorang pengarah jalan ingin menentukan rute terpendek antara dua kota berdasarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu permasalahan optimasi kombinatorial yang terkenal dan sering dibahas adalah traveling salesman problem. Sejak diperkenalkan oleh William Rowan Hamilton
ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN TERAPANNYA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PEMOTONGAN ROL KERTAS MAKALAH
ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN TERAPANNYA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PEMOTONGAN ROL KERTAS MAKALAH Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Matematika
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (216) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) B27 Optimasi Aliran Daya Satu Phasa Pada Sistem Distribusi Radial 33 Bus IEEE dan Sistem Kelistrikan PT. Semen Indonesia Aceh Untuk
PENYELESAIAN PERMASALAHAN PENJEMPUTAN DAN PENGANTARAN TRAVELING SALESMAN SESUAI ATURAN FIFO DENGAN ALGORITMA ITERATED LOCAL SEARCH
PENYELESAIAN PERMASALAHAN PENJEMPUTAN DAN PENGANTARAN TRAVELING SALESMAN SESUAI ATURAN FIFO DENGAN ALGORITMA ITERATED LOCAL SEARCH Ajeng Dwi Andina ) dan Sri Mardiyati ) ).) Departemen Matematika, FMIPA
Tutorial Particle Swarm Optimization
Tutorial Particle Swarm Optimization Budi Santosa Teknik Industri, ITS Kampus ITS, Sukolilo Surabaya E-mails: budi [email protected] 1 Pahuluan Particle swarm optimization, disingkat sebagai PSO, didasarkan
PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 6, No. 2, Desember 2014 : 55-10 PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK Nurmahaludin (1) (1) Staff Pengajar Jurusan
Algoritma Branch & Bound untuk Optimasi Pengiriman Surat antar Himpunan di ITB
Algoritma Branch & Bound untuk Optimasi Pengiriman Surat antar Himpunan di ITB Mohamad Ray Rizaldy - 13505073 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Dynamic Optimal Power Flow Mempertimbangkan Carbon Capture And Storage Plants Menggunakan Metode Multi-Objective Particle Swarm Optimization
B251 Dynamic Optimal Power Flow Mempertimbangkan Carbon Capture And Storage Plants Menggunakan Metode Multi-Objective Particle Swarm Optimization Yauri Mahaputra, Rony Seto Wibowo, Ni Ketut Aryani Jurusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat pesat dalam dunia industri menuntut suatu perusahaan melakukan aktifitas bisnisnya secara optimal. Mulai dari penyediaan barang baku,
OPTIMASI GENETIC ALGORITHM DENGAN SIMULATED ANNEALING UNTUK MULTIPLE DEPOT CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM
OPTIMASI GENETIC ALGORITHM DENGAN SIMULATED ANNEALING UNTUK MULTIPLE DEPOT CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM Aditya Permana 1, Mahmud Dwi Sulistiyo 2, Gia Septiana Wulandari 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Informatika,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Distribusi merupakan salah satu komponen dari suatu sistem logistik yang bertanggungjawab akan perpindahan material antar fasilitas. Distribusi berperan dalam membawa
IMPLEMENTASI ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK OPTIMASI PENGANTARAN BARANG (Studi Kasus : PT.Pos Indonesia, Kota Tanjungpinang)
IMPLEMENTASI ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK OPTIMASI PENGANTARAN BARANG (Studi Kasus : PT.Pos Indonesia, Kota Tanjungpinang) Ririn Anggraini Mahasiswa Teknik Informatika, FT UMRAH ([email protected])
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menerapkan kombinasi algoritma NN dan metode heuristik untuk membuat program bagi kasus Sequential 2L-CVRP dengan memberikan usulan rute dan peletakan barang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Kereta api merupakan salah satu angkutan darat yang banyak diminati masyarakat, hal ini dikarenakan biaya yang relatif murah dan waktu tempuh yang
BAB 2 LANDASAN TEORI
8 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep dasar dan beberapa definisi yang akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam melakukan penelitian ini sehingga mempermudah penulis untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
12 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Distribusi suatu produk mempunyai peran yang penting dalam suatu mata rantai produksi. Hal yang paling relevan dalam pendistribusian suatu produk adalah transportasi
TEKNIK Vol. V, No. 2 PERBANDINGAN PERFORMANSI ALGORITMA CROSS ENTROPY (CE) DINAMIKA DAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) PADA
53 PERBANDINGAN PERFORMANSI ALGORITMA CROSS ENTROPY (CE) DINAMIKA DAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) PADA TEKNIK Vol. V, No. 2 PENYELESAIAN PERMASALAHAN FLOWSHOP SCHEDULING Dosen Fakultas
OPTIMASI POLA DISTRIBUSI BBM PERTAMINA MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIK
OPTIMASI POLA DISTRIBUSI BBM PERTAMINA MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIK Oleh: Rif atul Khusniah 1209201715 Dosen Pembimbing: Subchan, M.Sc, Ph.D Dr. Imam Mukhlas, MT SPBU 1 Order Daily DEPO SPBU 2 SPBU
OPTIMISASI PARTICLE SWARM PADA PEMASANGAN JARINGAN PIPA AIR PDAM"
OPTIMISASI PARTICLE SWARM PADA PEMASANGAN JARINGAN PIPA AIR PDAM" Izak Habel Wayangkau Email : [email protected] Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Musamus Merauke Abstrak Penelitian
BAB III MODEL DAN TEKNIK PEMECAHAN
BAB III MODEL DAN TEKNIK PEMECAHAN III.1. Diskripsi Sistem Sistem pendistribusian produk dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan permasalahan vehicle routing problem (VRP). Berikut ini adalah gambar
Algoritma Penentuan Rute Kendaraan Dengan Memperhatikan Kemacetan Muhammad Nashir Ardiansyah (hal 88 92)
ALGORITMA PENENTUAN RUTE KENDARAAN DENGAN MEMPERHATIKAN KEMACETAN Muhammad Nashir Ardiansyah Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University [email protected] Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta adalah dinas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta adalah dinas pemerintahan yang bergerak di bidang lingkungan hidup daerah yang meliputi kegiatan dalam melakukan pengawasan,
Dynamic Optimal Power Flow dengan kurva biaya pembangkitan tidak mulus menggunakan Particle Swarm Optimization
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-24 Dynamic Optimal Power Flow dengan kurva biaya pembangkitan tidak mulus menggunakan Particle Swarm Optimization Afif Nur
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Job shop scheduling problem (JSSP) adalah permasalahan optimasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Job Shop Scheduling Problem (JSSP) Job shop scheduling problem (JSSP) adalah permasalahan optimasi kombinatorial. Misalkan terdapat n buah job atau pekerjaan, yaitu J 1, J 2,,
BAB II KAJIAN TEORI. memindahkan barang dari pihak supplier kepada pihak pelanggan dalam suatu supply
BAB II KAJIAN TEORI Berikut diberikan beberapa teori pendukung untuk pembahasan selanjutnya. 2.1. Distribusi Menurut Chopra dan Meindl (2010:86), distribusi adalah suatu kegiatan untuk memindahkan barang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia usaha mengalami persaingan yang begitu ketat dan peningkatan permintaan pelayanan lebih dari pelanggan. Dalam memenangkan persaingan tersebut
PENERAPAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA OPTIMASI DISTRIBUSI LPG DARI AGEN KE TOKO KOMPETENSI KOMPUTASI SKRIPSI
PENERAPAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA OPTIMASI DISTRIBUSI LPG DARI AGEN KE TOKO KOMPETENSI KOMPUTASI SKRIPSI I MADE HARY KARTIKA PUTRA NIM. 0808605070 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN
I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI
I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah penentuan rute bus karyawan mendapat perhatian dari para peneliti selama lebih kurang 30 tahun belakangan ini. Masalah optimisasi rute bus karyawan secara matematis
ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM OPTIMALISASI VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOW (VRPTW)
ALGORITMA HARMONY SEARCH DALAM OPTIMALISASI VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOW (VRPTW) Irinne Puspitasari 1, Purwanto 2 Email : [email protected] JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
Manual Penggunaan Algoritma Evolusi Diferensial untuk Mengoptimasikan Rute Kendaraan Akhmad Hidayatno Armand Omar Moeis Komarudin Aziiz Sutrisno
Manual Penggunaan Algoritma Evolusi Diferensial untuk Mengoptimasikan Rute Kendaraan Akhmad Hidayatno Armand Omar Moeis Komarudin Aziiz Sutrisno Laboratorium Rekayasa, Simulasi dan Pemodelan Sistem Departemen
Optimasi Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP) Menggunakan Algoritma Genetika
Optimasi Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP) Menggunakan Algoritma Genetika Wayan Firdaus Mahmudy ([email protected]) Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia Abstrak.
PENYELESAIAN PERMASALAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION
PENYELESAIAN PERMASALAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION Heri Awalul Ilhamsah Jurusan Teknik Industri Universitas Trunojoyo Email: [email protected] ABSTRAK
BAB I LATAR BELAKANG
BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Masalah Masalah transportasi merupakan aspek penting dalam kehidupan seharihari. Transportasi juga merupakan komponen yang sangat penting dalam manajemen logistik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Graf merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang dapat digunakan dalam membantu persoalan diberbagai bidang seperti masalah komunikasi, transportasi, distribusi,
VEHICLE ROUTING PROBLEM BERBASIS ANT COLONY SYSTEM UNTUK OPTIMASI PENENTUAN RUTE KENDARAAN PADA SISTEM DISTRIBUSI BARANG DAN JASA
VEHICLE ROUTING PROBLEM BERBASIS ANT COLONY SYSTEM UNTUK OPTIMASI PENENTUAN RUTE KENDARAAN PADA SISTEM DISTRIBUSI BARANG DAN JASA Indra Maryati, Gunawan, C. Pickerling, Henry Kurniawan Wibowo,,, Teknik
ALGORITMA MULTIPLE ANT COLONY SYSTEM PADA VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOWS SKRIPSI
UNIVERSITAS INDONESIA ALGORITMA MULTIPLE ANT COLONY SYSTEM PADA VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOWS SKRIPSI SISKA AFRIANITA 0706261934 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI
BAB I PENDAHULUAN. wisata budaya, wisata belanja, hingga wisata Alam. Untuk menarik minat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Objek pariwisata di Yogyakarta sudah semakin beragam mulai dari wisata budaya, wisata belanja, hingga wisata Alam. Untuk menarik minat wisatawan dapat dibuat
BAB 5 ANALISIS DATA. Kapasitas Kendaraan. Gambar 5.1. Influence Diagram
BAB 5 ANALISIS DATA Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi pembuatan Influence Diagram, pembuatan model matematis, pembuatan rute pengiriman, pembuatan lembar kerja elektronik, penentuan
Suci Fujianti LOGO
Suci Fujianti 2508 100 157 Peluang Produk Makanan Perishable Internasional Nasional 1/3 total penjualan ritel dunia (Broekmeulen dan Donselaar, 2009) Kontribusi PDB sektor pertanian terhadap PDB nasional
Aplikasi Algoritma Genetika Untuk Menyelesaikan Travelling Salesman Problem (TSP)
JTRISTE, Vol.1, No.2, Oktober 2014, pp. 50~57 ISSN: 2355-3677 Aplikasi Algoritma Genetika Untuk Menyelesaikan Travelling Salesman Problem (TSP) STMIK Handayani Makassar [email protected] Abstrak
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP)
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) Mohamad Subchan STMIK Muhammadiyah Banten e-mail: [email protected] ABSTRAK: Permasalahan pencarian rute terpendek dapat
Improved Particle Swarm Optimization untuk Menyelesaikan Permasalahan Part Type Selection dan Machine Loading pada Flexible Manufacturing System (FMS)
Improved Particle Swarm Optimization untuk Menyelesaikan Permasalahan Part Type Selection dan Machine Loading pada Flexible Manufacturing System (FMS) Wayan Firdaus Mahmudy Program Teknologi Informasi
SIMULASI Pencarian jalan terbaik adalah suatu proses
Pencarian Jalur Terbaik Menggunakan Particle Swarm Optimization untuk mengoptimasi Lalu Lintas Kendaraan Safril Rizki Waluyo¹, Mochamad Hariadi², I Ketut Eddy Purnama³ Abstrak Particle Swarm Optimization
Kata kunci : penjadwalan, penjadwalan permutation flowshop, Particle Swarm Optimization, local search.
, 2012. ini di bawah bimbingan Dr. Herry Suprajitno, M. Si, dan Drs. Eto Wuryanto, DEA. Departemen Matematika. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Airlangga. ABSTRAK Penjadwalan merupakan aspek yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Smartphone sangat mempengaruhi kehidupan keseharian masyarakat masa kini. Dengan berbagai macam fitur dan aplikasi yang terkandung di dalamnya, seperti social media,
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM ( TSP ) DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL BEE COLONY
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM ( TSP ) DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL BEE COLONY Rendra Firman Pratama, Purwanto, dan Mohammad Yasin e-mail: [email protected] Universitas Negeri Malang ABSTRAK:
OPTIMASI VEHICLE ROUTING PROBLEM (VRP)DENGAN PENDEKATAN METAHEURISTIK(STUDI KASUS DISTRIBUSI BAHAN BAKU MAKANAN)
OPTIMASI VEHICLE ROUTING PROBLEM (VRP)DENGAN PENDEKATAN METAHEURISTIK(STUDI KASUS DISTRIBUSI BAHAN BAKU MAKANAN) Iwan A. Soenandi, Budi Marpaung, Meriastuti Ginting Program Studi Teknik IndustriUniversitas
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN ALGORITMA BRANCH AND BOUND
PENYEESAIAN TRAVEING SAESMAN PROBEM DENGAN AGORITMA BRANCH AND BOND Yogo Dwi Prasetyo Pendidikan Matematika, niversitas Asahan e-mail: [email protected] Abstract The shortest route search by
OPTIMASI PEMBANGKITAN EKONOMIS PADA UNIT-UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL TELAGA MENGGUNAKAN MODIFIKASI PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (MPSO).
OPTIMASI PEMBANGKITAN EKONOMIS PADA UNIT-UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL TELAGA MENGGUNAKAN MODIFIKASI PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (MPSO). Fityan Thalib, Tri Pratiwi Handayani 1, dan Sabhan Kanata
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Bab II dalam penelitian ini terdiri atas vehicle routing problem, teori lintasan dan sirkuit, metode saving matriks, matriks jarak, matriks penghematan, dan penentuan urutan konsumen.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam setiap hari, masyarakat tidak akan luput dari kegiatan distribusi barang. Dari rakyat kecil sampai pada perusahaan besar sangat memperhatikan masalah distribusi
BAB I PENDAHULUAN an berkembang algoritma genetika (genetic algorithm) ketika I. Rochenberg dalam bukunya yang berjudul Evolution Strategies
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teori graf sangat pesat dari tahun ke tahun, pada tahun 1960-an berkembang algoritma genetika (genetic algorithm) ketika I. Rochenberg dalam bukunya yang
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan Pembahasan mengenai gambaran umum perusahaan meliputi sejarah singkat perusahaan dan struktur organisasi perusahaan saat ini. 3.1.1 Sejarah Singkat
IMPLEMENTASI ALGORITMA PSO UNTUK PROBABILITAS URUTAN PENGIRIMAN PAKET PENGANTARAN KURIR
IMPLEMENTASI ALGORITMA PSO UNTUK PROBABILITAS URUTAN PENGIRIMAN PAKET PENGANTARAN KURIR ABSTRACT Jurusan Sistem Komputer, Expanding a shipping company or package delivery services today can not be separated
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Travelling Salesman Problem (TSP) Travelling Salesmen Problem (TSP) termasuk ke dalam kelas NP hard yang pada umumnya menggunakan pendekatan heuristik untuk mencari solusinya.
