PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT ANEKA KEMASINDO UTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA)

Catatan 31 Maret Maret 2010

PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.

PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

JUMLAH AKTIVA

PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

Daftar Isi. Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan...

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 (Dalam Rupiah)

P.T. KEDAUNG INDAH CAN Tbk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

JUMLAH ASET LANCAR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010

PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

- 1 - PT PRIMA ALLOY STEEL UNIVERSAL Tbk NERACA (Unaudited) (Dalam Rupiah)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT ERATEX DJAJA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk

PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN. 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

PT Dynaplast Tbk. dan Anak Perusahaan

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

PT SUNSON TEXTILE MANUFACTURER Tbk L A P O R A N K E U A N G A N 30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

PT SUNSON TEXTILE MANUFACTURER Tbk L A P O R A N K E U A N G A N 30 JUNI 2010 DAN 2009

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT ALLBOND MAKMUR USAHA

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT Surya Toto Indonesia Tbk

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 DAN 2011

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI 2002 DAN 2001 ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) KEWAJIBAN DAN EKUITAS

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Transkripsi:

Laporan Keuangan Konsolidasi Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2009 Dan 2008 (Tidak Diaudit) PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 Daftar Isi Halaman Neraca Konsolidasi..... 1-3 Laporan Laba Rugi Konsolidasi.. 4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi...... 5 Laporan Arus Kas Konsolidasi........... 6 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi..... 7-36 ***************************

NERACA KONSOLIDASI 30 September 2009 Dan 2008 Catatan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2l,3,17 22.386.519.800 26.744.605.296 Investasi jangka pendek 2d,13 71.250.000 54.500.000 Piutang 2e,2f,2l, 4,11,17 Usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 5 240.089.201 249.074.118 Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp2.328.416.473 pada tahun 2009 dan Rp2.292.650.740 pada tahun 2008 48.818.895.311 68.370.897.093 Lain-lain Pihak yang mempunyai hubungan Istimewa 128.090.000 773.362.705 Pihak ketiga 4.601.769.797 8.518.411.322 Persediaan 2g,6 189.476.515.942 224.153.116.427 Uang muka pembelian 17 6.713.296.146 8.328.238.930 Pajak dibayar di muka 11 5.886.340.066 7.644.521.149 Biaya dibayar di muka 2h 2.094.191.748 2.194.903.450 JUMLAH AKTIVA LANCAR 280.416.958.011 347.031.630.490 AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva pajak ditangguhkan 2o,11 5.363.284.907 - Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp465.944.099.587 pada tahun 2009 dan Rp442.841.159.975 2i,2j,2r, pada tahun 2008 7,12 222.187.008.154 167.744.187.143 Aktiva lain-lain Beban tangguhan - bersih 2j,2k,7,12 18.908.566.173 22.990.677.800 JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 246.458.859.234 190.734.864.943 JUMLAH AKTIVA 526.875.817.245 537.766.495.433 Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 1

NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 30 September 2009 Dan 2008 Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank 2l,8,17,18 116.172.000.000 151.923.600.000 Hutang Usaha - pihak ketiga 2l,9,17 63.457.589.120 76.841.761.093 Lain-lain Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2f,5,17 383.388.650 370.200.000 Pihak ketiga 2l 2.635.730.492 999.381.243 Hutang dividen 13 62.718.447 62.718.447 Beban masih harus dibayar 2l,10 5.133.033.033 7.557.110.933 Hutang pajak 2o,11 8.156.170.935 960.797.090 Bagian penghasilan tangguhan yang jatuh tempo dalam satu tahun 2j,7,12 298.369.641 298.369.641 Bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 2j,2l,12,17,18 14.523.653.054 6.603.835.958 JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 210.822.653.372 245.617.774.405 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Pesangon, penghargaan dan ganti kerugian kepada karyawan yang masih harus dibayar 2m,10 13.794.478.000 11.770.662.000 Kewajiban jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 2j,2l,12,17 36.309.341.746 - Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2o,11 5.089.056.013 8.433.655.352 Penghasilan tangguhan - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 2j,7,12 473.464.437 771.834.114 JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 55.666.340.196 20.976.151.466 JUMLAH KEWAJIBAN 266.488.993.568 266.593.925.871 HAK MINORITAS ATAS ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2b 4.040.421 4.315.615 Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 2

NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) 30 September 2009 Dan 2008 Catatan EKUITAS 13 Modal saham - nilai nominal Rp100 per saham Modal dasar - 3.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 2.015.208.720 saham 1b,7 201.520.872.000 201.520.872.000 Tambahan modal disetor - bersih 42.261.368.354 42.261.368.354 Laba (rugi) yang belum direalisasi atas penilaian investasi jangka pendek ke harga pasar 2d 6.520.998 (10.229.003) Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 2.000.000.000 2.000.000.000 Belum ditentukan penggunaannya 14.594.021.904 25.396.242.596 EKUITAS - BERSIH 260.382.783.256 271.168.253.947 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 526.875.817.245 537.766.495.433 Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 3

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Catatan PENJUALAN BERSIH 2f,2n,5,14 402.902.358.015 435.148.659.465 BEBAN POKOK PENJUALAN 2n,7,13,15 377.513.744.920 406.058.234.096 LABA KOTOR 14 25.388.613.095 29.090.425.369 BEBAN USAHA 2n,7,16 Penjualan 5 12.548.615.405 11.824.348.213 Umum dan administrasi 7.690.614.541 8.298.596.810 Jumlah Beban Usaha 20.239.229.946 20.122.945.023 LABA USAHA 14 5.149.383.149 8.967.480.346 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba selisih kurs - bersih 2l 21.368.880.252 499.853.699 Penghasilan bunga 214.897.910 263.490.989 Laba (rugi) pelepasan aktiva tetap 2i,7 773.614.605 (7.339.391) Bunga dan beban pendanaan lainnya (6.334.944.113) (5.701.027.964) Lain-lain - bersih (2.679.817.256) (3.318.599.981) Penghasilan (Beban) Lain-lain - bersih 13.342.631.398 (8.263.622.648) LABA SEBELUM PENGHASILAN PAJAK 18.492.014.547 703.857.698 MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2o,11 Kini (9.077.142.200) (1.809.429.700) Tangguhan 1.857.483.894 1.160.881.770 Jumlah Beban Pajak - bersih (7.219.658.306) (648.547.930) LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 11.272.356.241 55.309.768 HAK MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI 2b - - LABA BERSIH 11.272.356.241 55.309.768 LABA PER SAHAM 2p Laba usaha per saham 2.56 4.45 Laba bersih per saham 5.59 0.03 Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Laba (Rugi) yang belum Direalisasi atas Saldo Laba Penilaian Investasi Tambahan Jangka Pendek ke Telah Ditentukan Belum Ditentukan Catatan Modal Saham Modal Disetor Harga Pasar Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas - Bersih Saldo 31 Desember 2007 201.520.872.000 42.261.368.354 (26.479.003) 2.000.000.000 25.340.932.828 271.096.694.179 Laba yang belum direalisasi atas penilaian investasi jangka pendek ke harga pasar 2d,13 - - 16.250.000 - - 16.250.000 Laba bersih tahun 2008 - - - - 55.309.768 55.309.768 Saldo 30 September 2008 201.520.872.000 42.261.368.354 (10.229.003) 2.000.000.000 25.396.242.596 271.168.253.947 Saldo 31 Desember 2008 201.520.872.000 42.261.368.354 (30.479.003 ) 2.000.000.000 3.321.665.663 249.073.427.014 Laba yang belum direalisasi atas penilaian investasi jangka pendek ke harga pasar 2d,13 - - 37.000.001 - - 37.000.001 Laba bersih tahun 2009 - - - - 11.272.356.241 11.272.356.241 Saldo 30 September 2009 201.520.872.000 42.261.368.354 6.520.998 2.000.000.000 14.594.021.904 260.382.783.256 Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 415.713.944.526 449.011.156.810 Pembayaran kas untuk: Pemasok (214.313.002.750) (269.316.022.164) Gaji dan kesejahteraan karyawan (50.240.412.988) (45.489.484.590) Pembayaran kas untuk biaya pabrikasi dan beban usaha ( 97.366.475.161) (105.225.574.095) Kas Bersih Diperoleh (digunakan) dari Operasi 53.794.053.627 28.980.075.961 Penerimaan dari penghasilan bunga 214.897.908 264.038.935 Penerimaan dari tagihan pengembalian pajak 5.349.221.738 855.544.662 Kenaikan (penurunan) kas karena selisih kurs - bersih (4.756.279.855) 349.329.045 Penerimaan dari tagihan klaim asuransi - 1.499.704.978 Pembayaran bunga dan beban keuangan (6.483.061.397) (5.868.669.108) Pembayaran pajak (11.389.562.978) (7.710.536.252) Penerimaan lain-lain bersih 294.807.635 102.630.867 Pengeluaran lain-lain - bersih - (418.800) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 37.024.076.678 18.471.700.288 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil pelepasan aktiva tetap 415.000.000 - Perolehan aktiva tetap (22.081.910.177) (12.755.495.000) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (21.666.910.177) (12.755.495.000) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan (pembayaran) kewajiban sewa guna usaha - (1.480.000.000) Penambahan (pembayaran) hutang kepada pihak yang Mempunyai hubungan istimewa (290.517.696) (1.000.000.000 ) Penambahan (pembayaran) pinjaman bank jangka panjang (35.622.045.632) 7.873.527.819 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (35.912.563.328) 5.393.527.819 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (20.555.396.827) 11.109.733.107 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 42.941.916.627 15.634.872.189 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 3 22.386.519.800 26.744.605.296 Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 6

1. UMUM a. Latar Belakang Perusahaan PT Ever Shine Tex Tbk (Induk Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 dengan nama PT Ever Shine Textile Industry pada tanggal 11 Desember 1973 berdasarkan akta notaris Kartini Muljadi, S.H., No. 82, yang kemudian diubah dengan akta No. 14 tanggal 4 Februari 1974 dan No. 33 tanggal 10 Januari 1975 dari notaris yang sama. Akta pendirian ini beserta perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan No. Y.A.5/22/3 tanggal 25 Januari 1975 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 53, Tambahan No. 319 tanggal 4 Juli 1975. Anggaran dasar telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan akta notaris Leolin Jayayanti,S.H., No. 1 tanggal 7 Juli 2008 mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sesuai dengan ketentuan Undang-undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan peraturan pelaksanaannya. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam surat keputusan No. AHU- 0061168.AH.01.09 tanggal 18 Juli 2008. Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar Induk Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Induk Perusahaan meliputi industri dan perdagangan. Induk Perusahaan bergerak dalam industri tekstil. Kantor pusat dan pabriknya berlokasi di Ciluar, Kedung Halang, Bogor. Anak Perusahaannya, yang berkedudukan di Tangerang, bergerak dalam kegiatan usaha yang sama dengan Induk Perusahaan. Induk Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1975. b. Penawaran Umum Perusahaan Pada bulan September 1992, berdasarkan surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-1477/PM/1992 tanggal 4 September 1992, Induk Perusahaan menawarkan 4.000.000 saham baru kepada masyarakat. Saham ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 13 Oktober 1992. Jumlah saham yang tercatat telah beberapa kali mengalami peningkatan, terakhir dengan pencatatan 19.192.464 saham yang berasal dari penerbitan saham baru pada tanggal 2 Oktober 2000. Pada tanggal 30 September 2004, seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh telah tercatat di Bursa Efek Jakarta. Pada tanggal 11 Desember 2000, pemecahan nilai nominal saham Induk Perusahaan dari Rp500 per lembar menjadi Rp100 per lembar mulai berlaku berdasarkan surat No. PENG-222/BEJ.EEM/12-2000 tanggal 7 Desember 2000 di Bursa Efek Jakarta. c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan sebagai berikut: Saat Dimulainya Persentase Kepemilikan Jumlah Aktiva Kegiatan Kegiatan Utama Domisili Usaha PT Indo Yongtex Jaya Produsen benang Tangerang 1993 99,99% (1) 99,99% 58.438.275.612 65.985.975.494 (IYJ) dan kain PT Primarajuli Sukses Produsen benang Tangerang 1997 99,99% 99,99% 308.963.437.026 298.172.300.200 (PS) 7

1. UMUM (lanjutan) c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi (lanjutan) Catatan: (1) Pada tanggal 3 November 2003, PS melakukan investasi sebesar 37.000.000 lembar saham atau 32,93% kepemilikan pada IYJ. Sebagai hasilnya, kepemilikan langsung Induk Perusahaan pada IYJ berkurang dari 99,99% menjadi 67,07%. Karena Induk Perusahaan mempunyai 99,99% kepemilikan pada PS, akibatnya, kepemilikan efektif Induk Perusahaan pada IYJ tetap 99,99%. d. Komisaris, Direksi dan Karyawan Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 22 Juni 2009, anggota Dewan Komisaris dan Direksi Induk Perusahaan pada tanggal 30 September 2009 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Independen Dewan Direksi Presiden Direktur Direktur : Emmy Ranoewidjojo : dr. Cahyono Halim, MBA : Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa, MBA Drs. Aryanto Agus Mulyo, Ak. : Sung Pui Man : Sung Man Tak Dra. Erlien Lindawati Surianto 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan peraturan BAPEPAM mengenai pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya historis akuntansi, kecuali untuk investasi jangka pendek yang dinyatakan sebesar nilai wajar (lihat Catatan 2d), persediaan yang dinyatakan sebesar nilai lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (lihat Catatan 2g) dan aktiva tetap tertentu yang dinyatakan sebesar hasil penilaian kembali (lihat Catatan 2i). Laporan arus kas konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung. Mata uang yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. 8

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan (lihat Catatan 1c). Semua akun dan transaksi antar perusahaan yang signifikan telah dieliminasi. Hak minoritas atas laba atau rugi bersih dan ekuitas dari anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba atau rugi bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut. c. Setara Kas Deposito berjangka yang tidak dijaminkan dan berjangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan diklasifikasikan sebagai Setara Kas. d. Investasi Jangka Pendek Investasi jangka pendek terdiri dari efek ekuitas yang terdaftar di bursa efek. Berdasarkan PSAK No. 50, Akuntansi Investasi Efek Tertentu, efek ekuitas yang tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba/rugi yang belum direalisasi pada tanggal neraca, dikreditkan atau dibebankan pada Laba/Rugi yang Belum Direalisasi atas Penilaian Investasi Jangka Pendek ke Harga Pasar, yang merupakan bagian dari Ekuitas. e. Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap tertagihnya akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode. f. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa, seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 7, Pengungkapan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Semua transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. g. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya perolehan persediaan, kecuali bahan baku dan bahan pembantu, ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method). Biaya perolehan bahan baku dan bahan pembantu ditentukan dengan menggunakan metode masuk pertama, keluar pertama (first-in, first-out method). Nilai realisasi bersih merupakan harga jual estimasi dalam kondisi bisnis normal, dikurangi beban penyelesaian estimasi dan beban estimasi yang diperlukan untuk membuat penjualan. Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan penelaahan nilai realisasi bersih dari persediaan pada akhir periode. 9

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) h. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). i. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali aktiva tetap tertentu yang dinilai kembali pada tahun 1987 berdasarkan peraturan pemerintah, dikurangi akumulasi penyusutan. Hak atas tanah tidak disusutkan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straightline method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan dan prasarana 20 Mesin dan peralatan 4-10 Perlengkapan kantor 5 Kendaraan 5 Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat pembangunan selesai dan aktiva tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi periode yang bersangkutan. Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Berdasarkan PSAK No.26 (revisi), biaya Pinjaman, beban bunga dan beban lainnya yang terjadi untuk membiayai konstruksi aktiva tetap dikapitalisasi sebagai bagian dari harga perolehan aktiva tersebut. Kapitalisasi biaya pinjaman ini dihentikan pada saat konstruksi telah selesai dan aktiva tetap telah siap untuk digunakan. j. Sewa Guna Usaha Sebelum tanggal 1 Januari 2008, transaksi sewa guna usaha diakui dengan menggunakan metode capital lease jika memenuhi seluruh kriteria sebagai berikut : 1. Leassee memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewagunausahakan pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha. 2. Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh leassee ditambahkan dengan nilai sisa mencakup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewagunausahakan serta bunganya, merupakan keuntungan lessor (full payout lease). 3. Masa sewa guna usaha minimun 2 (dua) tahun. 10

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) j. Sewa Guna Usaha (lanjutan) Transaksi yang tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut di atas dibukukan dengan menggunakan metode sewa menyewa biasa (operating lease method) dan pembayaran sewa diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa guna usaha. Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No.30 (Revisi 2007), Sewa menggantikan PSAK No.30 (1990), Akuntansi Sewa Guna Usaha. Berdasarkan PSAK No.30 (Revisi 2007), penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Berdasarkan PSAK No.30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimun, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban Keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Pada saat penerapan PSAK revisi ini, Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan memilih untuk menerapkan PSAK revisi ini secara prospektif. Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan menentukan saldo yang terkait dengan transaksi sewa pembiayaan yang sudah ada sebelum tanggal 1 Januari 2009 telah tepat. Semua perjanjian yang mengandung unsur sewa yang ada pada awal periode sajian, dievaluasi oleh Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk menentukan klasifikasi mereka berdasarkan PSAK reivsi ini. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggaltanggal 30 September 2009 dan 2008. 11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) k. Beban Tangguhan Biaya-biaya yang menghasilkan manfaat di masa yang akan datang ditangguhkan dan diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. l. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam nilai Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi tersebut dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut seperti yang diumumkan oleh Bank Indonesia, dan laba atau rugi yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode berjalan. Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing Dolar Amerika Serikat 1/Rupiah 9.681 9.378 Euro 1/Rupiah 14.158 13.751 Yen Jepang 100/Rupiah 10.779 8.853 Dolar Singapura 1/Rupiah 6.841 6.593 m. Imbalan Karyawan Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui kewajiban untuk imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 (UU No. 13/2003) bertanggal 25 Maret 2003. Pada bulan Juli 2004, IAI menerbitkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), Imbalan Kerja (PSAK No. 24 Revisi) yang mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja karyawan. PSAK No. 24 (Revisi 2004) menggantikan PSAK No. 24, Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun yang diterbitkan tahun 1994. PSAK No. 24 (Revisi 2004) berlaku efektif atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Juli 2004. Penerapan pertama kali PSAK No. 24 (Revisi 2004) dilakukan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah penyesuaian yang terjadi yang terkait dengan tahun sebelumnya sebagai penyesuaian terhadap saldo awal saldo laba dari periode komparatif terawal yang disajikan. Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan telah menggunakan PSAK No.24 (Revisi 2004) efektif tanggal 1 Januari 2005. 12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) m. Imbalan Karyawan (lanjutan) Sesuai dengan PSAK No.24 (Revisi 2004), beban imbalan karyawan berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode penilaian aktuarial Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban jika akumulasi bersih dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai sekarang kewajiban manfaat pasti pada tanggal tersebut. akan Keuntungan dan kerugian diakui berdasarkan metode garis lurus selama sisa masa kerja yang diperkirakan dari karyawan yang ditanggung. Lebih lanjut, biaya jasa lalu yang berasal dari pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban manfaat dari rencana yang telah ada harus diamortisasi selama periode sampai dengan manfaat dinyatakan menjadi hak karyawan. n. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan ekspor diakui sesuai dengan persyaratan kontrak penjualan, yaitu pada saat barang dimuat ke atas kapal di pelabuhan asal (FOB shipping point) atau pada saat barang telah sampai di pelabuhan tujuan (FOB destination point). Pendapatan dari penjualan dalam negeri diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya. o. Pajak Penghasilan Badan Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas beda waktu antara aktiva dan kewajiban secara komersial dan fiskal pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa yang akan datang, seperti rugi fiskal yang belum digunakan, juga diakui sepanjang terdapat kemungkinan realisasinya. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan dihitung pada tarif pajak yang diharapkan untuk diterapkan pada periode ketika aktiva dapat direalisasi atau hutang dapat diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah diterbitkan atau dikeluarkan pada tanggal neraca konsolidasi. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan dari masing-masing perusahaan disajikan dalam jumlah bersih pada neraca konsolidasi. Penyisihan dibentuk atas bagian dari aktiva pajak tangguhan yang mungkin tidak terealisasi di masa yang akan datang. Perubahan atas kewajiban pajak dicatat pada saat hasil pemeriksaan diterima atau, jika ada pengajuan banding oleh Perusahaan, saat hasil dari banding tersebut telah diputuskan oleh pengadilan pajak. p. Laba (Rugi) per Saham Berdasarkan PSAK No. 56, Laba per Saham, laba (rugi) usaha per saham dan laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) usaha dan rugi bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode berjalan. Perhitungan laba (rugi) per saham berdasarkan 2.015.208.720 saham untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2009 dan 2008. 13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) q. Pelaporan Segmen Pelaporan segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sementara segmen sekunder adalah segmen geografis. Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa, baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomis tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. Pendapatan dan beban antar segmen dialokasikan atas dasar segmen usaha. r. Penurunan Nilai Aktiva Sesuai dengan PSAK No. 48, Penurunan Nilai Aktiva, nilai aktiva ditelaah untuk penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aktiva apabila adanya suatu kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tidak dapat seluruhnya terealisasi. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aktiva Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan dapat terealisasi seluruhnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penurunan nilai aktiva. s. Penggunaan Estimasi Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan. Karena sifat ketidakpastian dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di periode yang akan datang mungkin berbeda dari jumlah estimasi. 3. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari: Kas Rupiah 1.348.499.780 2.825.533.099 Dolar Amerika Serikat (AS$86,812 pada tahun 2009 dan AS$104,707 pada tahun 2008) 840.426.972 981.942.246 Euro (Eur2,200 pada tahun 2009 dan Eur2,200 pada tahun 2008) 31.148.634 30.253.168 Sub-jumlah 2.220.075.386 3.837.728.513 14

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Bank Rupiah PT Bank Internasional Indonesia Tbk 2.719.547.721 3.059.782.454 PT Bank Central Asia Tbk 1.535.986.908 995.816.283 PT Bank Chinatrust Indonesia 129.493.549 27.966.731 Lain-lain 59.708.625 166.781.069 Sub-jumlah 4.444.736.803 4.250.346.537 Dolar Amerika Serikat PT Bank Chinatrust Indonesia (AS$867,480 pada tahun 2009 dan AS$925,236 pada tahun 2008) 8.398.073.516 8.676.860.863 PT Bank Internasional Indonesia Tbk (AS$451,099 pada tahun 2009 dan AS$324,248 pada tahun 2008) 4.367.090.678 3.040.796.337 PT Bank Central Asia Tbk (AS$186,959 pada tahun 2009 dan AS$414,596 pada tahun 2008) 1.809.951.895 3.888.080.632 The Hongkong Shanghai Banking Corporation (AS$2,358 pada tahun 2009 dan AS$6,469 pada tahun 2008) 22.824.410 60.664.219 Lain-lain (AS$3,316 pada tahun 2009 dan AS$3,316 pada tahun 2008) 32.102.777 31.098.011 Sub-jumlah 14.630.043.276 15.697.500.062 Euro PT Bank Chinatrust Indonesia ( Eur77,103 pada tahun 2009 Eur215.180 pada tahun 2008) 1.091.664.335 2.959.030.184 Sub-jumlah 1.091.664.335 2.959.030.184 Jumlah 22.386.519.800 26.744.605.296 15

4. PIUTANG USAHA Piutang usaha terdiri dari: Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Mewah Niagatama (lihat Catatan 5) 240.089.201 249.074.118 Pihak ketiga Esprit Europe Services Gmbh, Jerman 8.172.824.213 13.130.190.879 Tom Tailor AG Garstedter Weg, Jerman 2.312.592.052 6.647.581.135 East Valley Fibers Corporation,Philipina 1.027.512.297 758.668.946 Qualvest Company Ltd, Hongkong 1.504.914.838 1.400.944.815 Ringshine Textiles Limited, Bangladesh 586.941.604 841.769.280 D.Zinmantex Textiles Ltd, Kanada 386.573.173 1.526.087.098 S. Oliver Bern Freier Gmbh, Jerman 92.834.788 1.677.048.796 Jumatex Sa De CV, Meksiko 538.656.649 520.788.474 Valman Representaciones,Sa De CV,Meksiko 556.729.914 542.934.433 PT Matahari Sentosa Jaya 3.442.232.590 4.094.379.283 PT Wintai Garment 1.663.304.965 708.878.660 PT Intra Fajar Indonusa 1.133.672.250 298.230.726 PT Korin Fancy Yarn Textile 355.775.270 898.111.552 PT Permata Era Duasatu 1.090.577.061 464.448.519 Ibu Liza Christina 1.998.968.458 986.802.742 Bapak Asep Hermawan 866.406.164 752.309.190 PT Citra Label 822.378.252 42.573.047 PT Sinar Para Taruna 72.117.669 587.601.261 Bapak Suherman 532.861.089 356.482.499 PT Hong Fu Hua 2.859.109.516 - Zafer Yalcinkaya Textile, Turki 1.083.189.857 - Dyna Yarn, USA 886.753.945 - Mitsui & Co (Thailand) Ltd, Thailand 858.549.417 - Bati Documacilik San Vetic AS, Turki 592.495.400 - Hayat Bis Tikaret Ltd.Spi,Turki 554.814.238 - GRV Packing Corporation, Philipina - 752.727.046 Aktif Tekstil Sa,Ve,Tic,Ltd,Sti,Turki - 1.230.885.007 Hakcan Tektil San,Ve,Tic,Ltd,Sti,Turki - 742.377.485 Keskin Dar Dokuma Ve, Mak-San,Tic,Ltd,Sti,Turki - 782.710.387 Ipeksan Tekstil San,Ve,Tic,Ltd,Sti,Turki - 874.289.370 Or-Al Tekstil San,Ve,Tic,A.S,Turki - 793.063.699 PT Sarana Kidahi Utama - 1.678.326.047 PT Honindo Utama - 781.000.000 Bapak Dasril - 1.769.506.123 PT Terus Majujaya Perkasa - 755.684.483 PT Rodeo - 836.787.499 PT Golden Inpan - 957.638.900 ADDchance Ltd, Hongkong - 2.771.846.082 Lain-lain 17.154.526.115 19.670.874.370 Jumlah 51.147.311.784 70.663.547.833 Penyisihan piutang ragu-ragu (2.328.416.473) (2.292.650.740) Bersih 48.818.895.311 68.370.897.093 16

4. PIUTANG USAHA (lanjutan) incian piutang usaha diklasifikasikan menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut (lihat Catatan 16): Dolar Amerika Serikat (AS$3,882,450 pada tahun 2009 dan AS$5.957.182 pada tahun 2008) 37,586.001.838 55.866.452.890 Euro (Eur483,410 pada tahun 2008) - 6.647.581.135 Rupiah 11.472.982.674 6.105.937.186 Jumlah 49.058.984.512 68.619.971.211 Ringkasan umur piutang usaha adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo 35.414.898.337 53.026.544.990 Jatuh tempo: 1 sampai dengan 30 hari 7.574.781.523 7.341.436.775 31 sampai dengan 60 hari 4.507.525.995 5.202.718.405 61 sampai dengan 90 hari 1.512.079.530 3.007.253.777 Lebih dari 90 hari 49.699.127 42.017.264 Jumlah 49.058.984.512 68.619.971.211 Perubahan dari penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut: Saldo awal periode 2,478.207.601 2.341.020.851 Penyisihan selama periode berjalan (149.791.128) (48.370.111) Saldo akhir periode 2.328.416.473 2.292.650.740 Berdasarkan penelaahan terhadap tertagihnya masing-masing akun piutang pada akhir periode, manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu yang dibentuk cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang. 5. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA a. Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, terutama terdiri dari sewa dan penjualan benang sisa. 17

5. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Rincian saldo akun dan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: Jumlah Persentase terhadap Jumlah Aktiva/Kewajiban/ Pendapatan atau Beban Terkait Piutang Usaha PT Mewah Niagatama 240.089.201 249.074.118 0,046% 0,046% Piutang lain lain Pinjaman Karyawan 128.090.000 773.362.705 0,024 % 0.144% Hutang - Lain-lain Karyawan 383.388.650 370.200.000 0,144% 0,139% Penjualan PT Mewah Niagatama 663.503.318 704.287.742 0,165% 0,162% b. Induk Perusahaan dan anak Perusahaan mempunyai penjualan benang sisa ke PT. Mewah Niagatama. Transaksi tersebut dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga. Piutang dari transaksi tersebut disajikan sebagai Piutang Usaha yang Mempunyai Hubungan Istimewa. c. Induk Perusahaan menandatangani perjanjian sewa pada tahun 2004 dengan PT Cahaya Interkontinental (pemegang saham) dimana Induk Perusahaan menyewa sebuah gedung kantor (digunakan sebagai kantor pemasaran) sebesar Rp.80 juta perbulan. Pada tahun 2006 dan 2007 PT Cahaya Interkontinental membebaskan biaya sewa gedung kantor Induk Perusahaan. Mulai 1 Januari 2008, Indul Perusahaan sudah dibebankan kembali biaya sewa gedung kantor dan telah membayar biaya sewa tersebut sampai dengan tahun 2010. 6. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi (lihat Catatan 15) 107.792.758.583 128.928.424.217 Barang dalam proses (lihat Catatan 15) 25.803.242.508 27.049.263.176 Bahan baku 32.058.792.104 40.913.117.012 Bahan pembantu 23.821.722.747 27.262.312.022 Bersih 189.476.515.942 224.153.116.427 Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 seluruh persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya dalam suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sekitar AS$19,5 juta dan AS$20 juta, yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut. Berdasarkan penelaahan terhadap nilai realisasi bersih persediaan pada akhir periode, manajemen berpendapat bahwa penyisihan untuk penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari penurunan nilai realisasi bersih persediaan. 18

7. AKTIVA TETAP Aktiva tetap terdiri dari: 2009 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Hak atas tanah 23.526.675.869 - - 71.400.000 23.598.075.869 Bangunan dan prasarana 92.256.147.095 119.000.000-1.283.744.357 93.658.891.452 Mesin dan peralatan 473.416.944.303 8.629.433.638 (689.666.034 ) 55.877.500 481.412.589.407 Perlengkapan kantor 7.009.894.681 157.164.562 (95.000.000 ) - 7.072.059.243 Kendaraan 7.838.913.922 346.000.000 (600.865.000) - 7.584.048.922 Jumlah 604.048.575.870 9.251.598.200 (1.385.531.034) 1.411.021.857 613.325.664.893 Aset Dalam Penyelesaian Aset dalam penyelesai an 9.649.630.465 66.913.854.460 (347.020.220 ) (1.411.021.857) 74.805.442.848 Jumlah 9.649.630.465 66.913.854.460 (347.020.220 ) (1.411.021.857) 74.805.442.848 Jumlah Nilai Tercatat 613.698.206.335 76.165.452.660 (1,732.551.254 ) - 688.131.107.741 2009 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan prasarana 51.335.712.272 2.750.340.297 - - 54.086.052.569 Mesin dan peralatan 346.761.520.629 16.553.306.552 (599.567.887) 362.715.259.294 Perlengkapan kantor 5.609.999.112 319.869.426-5.929.868.538 Kendaraan 7.633.402.255 66.478.334 (600.865.000) - 7.099.015.589 Jumlah Akumulasi Penyusutan 411.340.634.268 19.689.994.609 (1.200.432.887) 429.830.195.990 Pencadangan penurunan nlai aktiva tetap Bangunan 10.774.538.021 - - - 10.774.538.021 Mesin dan peralatan 25.339.365.576 - - - 25.339.365.576 Jumlah Pencadangan penurunan nilai aktiva tetap 36.113.903.597 - - - 36.113.903.597 Nilai Buku Bersih 166.243.668.470 222.187.008.154 19

7. AKTIVA TETAP (lanjutan) 2008 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Hak atas tanah 23.526.675.869 - - - 23.526.675.869 Bangunan dan prasarana 92.245.351.595 - - 10.795.500 92.256.147.095 Mesin dan peralatan 431.651.648.029 5.327.852.661 (1.848.979.315 ) 37.994.631.719 473.125.153.094 Perlengkapan kantor 6.708.880.199 251.014.764 - - 6.959.894.963 Kendaraan 7.678.363.922 205.800.000 - - 7.884.163.922 Jumlah 561.810.919.614 5.784.667.425 (1.848.979.315 ) 38.005.427.219 603.752.034.943 Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan 37.539.106.534 - - (37.539.106.534) - Aset Dalam Penyelesaian Aset dalam penyelesaian 151.873.058 7.147.759.802 - (466.320.685) 6.833.312.175 Jumlah Nilai Tercatat 599.501.899.206 12.932.427.227 (1.848.979.315 ) - 610.585.347.118 2008 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan prasarana 47.696.418.420 2.729.459.143 - - 50.425.877.563 Mesin dan peralatan 314.714.715.450 13.874.248.735 (355.035.292 ) 14.925.146.927 343.159.075.820 Perlengkapan kantor 5.177.918.380 323.522.360 - - 5.501.440.740 Kendaraan 7.438.328.088 202.534.167 - - 7.640.862.255 Jumlah 375.027.380.338 17.129.764.405 (355.035.292 ) 14.925.146.927 406.727.256.378 Sewa Guna Usaha Mesin dan peralatan 11.608.442.397 3.316.704.530 - (14.925.146.927) - Jumlah Akumulasi Penyusutan 386.635.822.735 20.446.468.935 (355.035.292 ) - 406.727.256.378 Pencadangan penurunan nlai aktiva tetap Bangunan 10.774.538.021 - - - 10.774.538.021 Mesin dan peralatan 25.339.365.576 - - - 25.339.365.576 Jumlah Pencadangan penurunan nilai aktiva tetap 36.113.903.597 - - - 36.113.903.597 Nilai Buku Bersih 176.752.172.874 167.744.187.143 20

7. AKTIVA TETAP (lanjutan) Penyusutan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2009 dan 2008 dibebankan sebagai berikut: Beban pokok penjualan (lihat Catatan 15) 19.033.139.834 19.694.204.844 Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 16) 636.195.330 705.724.924 Beban penjualan (lihat Catatan 16) 20.659.445 46.539.167 Jumlah 19.689.994.609 20.446.468.935 Aset dalam penyelesaian pada tanggal 30 September 2009, terdiri dari pembangunan bangunan dan prasarana yang telah selesai 95% dan pemasangan mesin gas turbine yang telah mencapai 90% dan diperkirakan akan selesai secara keseluruhan pada akhir tahun 2009. Hak atas tanah, bangunan dan mesin tertentu, yang mencerminkan masing-masing sekitar 48% dan 34% dari nilai buku bersih aktiva tetap konsolidasi pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, digunakan sebagai jaminan terhadap pinjaman tertentu (lihat Catatan 12). Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai hak atas tanah (Hak Guna Bangunan) seluas 415.392 meter persegi dimana sertifikat hak atas tanah meliputi area seluas 388.037 meter persegi telah terdaftar atas nama Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan. Pada tanggal 30 September 2006, Induk Perusahaan masih dalam proses mengalihkan sertifikat hak atas tanah meliputi area seluas 27.355 meter persegi atas nama Induk Perusahaan. Sertifikat hak atas tanah akan berakhir pada berbagai tanggal mulai tanggal 21 Mei 2011 sampai tanggal 24 September 2026. Manajemen Induk Perusahaan berpendapat bahwa sertifikat hak atas tanah dapat diperpanjang setelah masa berakhirnya. Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, aktiva tetap kecuali hak atas tanah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya dalam suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sekitar AS$54,39 juta dan AS$49,2 juta yang menurut pendapat manajemen nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut. Pada tahun 1989, Induk Perusahaan mengalihkan selisih penilaian kembali aktiva tetap sebesar Rp1.182.905.602 ke dalam modal saham, yang berasal dari penilaian kembali aktiva tetap pada tahun 1987. Pada tahun 2006, manajemen telah memutuskan bahwa terdapat penurunan nilai dari bangunan dan prasarana dan mesin dan peralatan aktiva tetap sebesar Rp.36.113.903.597. Nilai yang dapat dipulihkan tersebut ditentukan berdasarkan estimasi nilai penjualan bersih. Berdasarkan penilaian manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang dapat mengindikasikan penurunan nilai aktiva tetap pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 (lihat Catatan 2r). 21

8. HUTANG BANK Hutang bank terdiri dari : Induk Perusahaan PT Bank Chinatrust Indonesia (AS$4,200,000 pada tahun 2008) - 39.387.600.000 PT Primarajuli Sukses The Hongkong and Shanghai Bangking Co., Limited (AS$12,000,000 pada tahun 2009 dan AS$12,000,000 pada tahun 2008) 116.172.000.000 112.536.000.000 Jumlah 116.172.000.000 151.923.600.000 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Pada tanggal 3 Mei 2007, PT Primarajuli Sukses ( PS, anak perusahaan) memperoleh fasilitas kredit gabungan dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited. Kredit fasilitas telah diperbaharui dan diubah, terakhir dengan kredit fasilitas yang mempunyai saldo pada tanggal 30 September 2009 sebagai berikut : 1. Fasilitas revolving loan, terdiri dari : Fasilitas revolving loan 1, dengan batas maksimal fasilitas ini sebesar AS$12,000,000. Fasilitas ini dikenakan bunga tahunan sebesar 0,7% di atas The Banks Cost of Fund. Terdapat fasilitas revolving loan 2 dengan batas maksimal fasilitas ini sebesar Rp.50.000.000.000. Fasilitas ini dikenakan bunga tahunan sebesar 0,7% di atas The Banks Cost of Fund. Pada tanggal 2 Juni 2009, PS meminjam dana dengan menerbitkan surat promes sejumlah AS$1,000,000. Surat promes ini dikenakan bunga tahunan sebesar 3,025% dan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2009. Pada tanggal 30 September 2009, saldo atas surat promes ini sebesar AS$1,000,000 (setara dengan Rp9.681.000.000). Pada tanggal 27 Mei 2009, PS meminjam dana dengan menerbitkan surat promes sejumlah AS$9,000,000. Surat promes ini dikenakan bunga tahunan sebesar 3,025% dan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2009. Pada tanggal 30 September 2009, saldo atas surat promes ini sebesar AS$9,000,000 (setara dengan Rp87.129.000.0000). Pada tanggal 27 Mei 2009, PS meminjam dana dengan menerbitkan surat promes sejumlah AS$2,000,000. Surat promes ini dikenakan bunga tahunan sebesar 3,025% dan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2009. Pada tanggal 30 September 2009, saldo atas surat promes ini sebesar AS$2,000,000 (setara dengan Rp19.362.000.000). Pada tanggal 30 September 2009, PS memperpanjang ketiga surat promes tersebut dengan menerbitkan surat promes sebesar AS$12,000,000. Surat promes ini dikenakan bunga tahunan sebesar 3,025% dan jatuh tempo pada tanggal 30 Oktober 2009. 22

8. HUTANG BANK (lanjutan) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited 2. Fasilitas impor Fasilitas ini tersedia untuk PS. Batas maksimal seluruh fasilitas kredit tersebut sebesar AS$5,000,000. Fasilitas impor terdiri dari : 1. Fasilitas kredit Documentary Credit 2. Fasilitas kredit pembayaran ditangguhkan 3. Clean kredit Impor Loan Pada tanggal 30 September 2009, PS, anak perusahaan tidak menggunakan fasilitas tersebut. Batas maksimal atas seluruh kredit fasilitas tersebut di atas untuk PS, anak perusahaan adalah sebesar AS$12,000,000. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan pribadi dari seorang direktur sebesar AS$12,000,000. PT Bank Chinatrust Indonesia Sejak tahun 2003, Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Chinatrust Indonesia. Kredit fasilitas telah diperbaharui dan diubah beberapa kali, terakhir dengan kredit fasilitas yang mempunyai saldo pada tanggal 30 September 2009 sebagai berikut : 1. Fasilitas omnibus line (Sight/Seller s Usance L/C Issurance) Fasilitas ini tersedia untuk induk perusahaan, PS dan IYJ. Batas maksimal fasilitas ini tidak boleh melebihi AS$5,000,000 (individu dan kelompok). Pada tanggal 30 September 2009, Induk Perusahaan, PS dan IYJ tidak menggunakan fasilitas tersebut di atas. 2. Fasilitas export negotiation Fasilitas ini tersedia untuk induk perusahaan, dan PS dan IYJ. Batas maksimal fasilitas ini tidak boleh melebihi AS$1,000,000 (individu dan kelompok) dan dikenakan bunga tahunan sebesar 9,5% dan 15% masing-masing untuk mata uang dolar AS dan Rupiah. Pada tanggal 30 September 2009, Induk Perusahaan, PS dan IYJ tidak menggunakan fasilitas tersebut di atas. 3. Fasilitas pinjaman jangka menengah Fasilitas yang tersedia untuk induk perusahaan maksimal sebesar AS$1,351,000. Pada tanggal 30 September 2009, saldo fasilitas ini sebesar AS$1.080,500 (setara dengan Rp.10.463.224.800) dan pada tanggal 17 April 2009, PRS telah melunasi seluruh fasilitas pinjaman jangka menengahnya. 4. Fasilitas Omnibus line (Demand Loan + Sight/ Seller s Usance LC) Fasilitas yang tersedia untuk induk perusahaan, PS dan IYJ. Batas maksimal fasilitas ini sebesar AS$5,000,000 (individu dan kelompok). Fasilitas ini dikenakan bunga tahunan sebesar 9,65% dan 15% masing-masing untuk mata uang dolar AS dan rupiah. Pada tanggal 30 September 2009, Induk Perusahaan dan anak perusahaan tidak menggunakan fasilitas tersebut. 23

8. HUTANG BANK (lanjutan) PT Bank Chinatrust Indonesia (lanjutan) 5. Fasilitas forward line Fasilitas ini tersedia untuk Induk Perusahaan, PS dan IYJ Batas maksimal atas fasilitas ini tidak boleh melebihi AS$200,000 (individu dan kelompok). Pada tanggal 30 September 2009, Induk Perusahaan dan PS tidak menggunakan fasilitas tersebut. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan sebagai berikut : 1. Jaminan silang atas Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan, PS dan IYJ. 2. Tanah dan gedung milik Induk Perusahaan dan IYJ 3. Beberapa mesin milik Induk Perusahaan dan PS 4. Jaminan pribadi dari seorang direktur Berdasarkan perjanjian pinjaman, Induk Perusahaan harus mempertahankan rasio keuangan tertentu. 9. HUTANG USAHA Akun ini terdiri dari hutang yang berasal dari pembelian bahan baku, bahan pembantu dan/atau jasa dari pihak ketiga berikut: PT Indonesia Toray Synthetic 22.534.017.460 36.510.938.271 Formosa Chemicals and Fiber Corp, Taiwan 9.804.529.560 7.932.043.692 Yea Cheun Enterprise Co.,Ltd, Taiwan 867.006.932 719.465.249 PT Sunkyong Keris Indonesia 4.015.778.805 6.173.140.241 PT Yorkshire Indonesia 896.901.376 1.341.514.085 PT Bakti Pancawarna 631.123.462 468.735.510 PT Gapura Jaya Mandiri 549.450.000 - PT Polychem Indonesia Tbk 835.804.866 2.540.877.164 PT Polifin Canggih 3.744.315.142 1.188.273.251 PT A.Y.N Accessories Trading Limited,Hongkong 321.811.155 934.015.039 PT Euro Asiatic 251.890.781 2 062.716.275 PT Mega Duta Maga Pratama 1.238.277.348 1.227.786.516 PT Waterman Engineering 895.400.000 - PT Petra Sakti 566.602.645 448.044.078 PT T&T Industries 768.828.716 926.358.746 PT Intex Mesin Indonesia 1.523.211.000 - Millenium Global Ltd, Hongkong 550.041.795 126.773.492 Lain-lain 13.462.598.077 14.241.079.484 Jumlah 63.457.589.120 76.841.761.093 24

9. HUTANG USAHA (lanjutan) Ringkasan umur hutang usaha adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo 30.310.364.387 36.466.516.056 Jatuh tempo: 1 sampai dengan 30 hari 17.754.295.440 21.086.782.075 31 sampai dengan 60 hari 11.940.992.172 18.968.535.953 61 sampai dengan 90 hari 2.461.593.337 20.635.204 Lebih dari 90 hari 990.343.784 299.291.805 Jumlah 63.457.589.120 76.841.761.093 Rincian hutang usaha diklasifikasikan menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut (lihat Catatan 16): Dolar Amerika Serikat (AS$5,654,072 pada tahun 2009 dan AS$7,198,131 pada tahun 2008) 54.737.066.605 67.504.070.642 Rupiah 8.352.877.817 7.011.577.029 Euro ( Eur17,861 pada tahun 2009 dan Eur153,587 pada tahun 2008) 252.886.273 2.112.045.441 Yen Jepang ( 140,445 pada tahun 2009 dan 2,418,019 pada tahun 2008) 15.139.170 214.067.981 Dolar Singapura (SIN$14,561.60 pada tahun 2009) 99.619.255 - Jumlah 63.457.589.120 76.841.761.093 10. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari beban masih harus dibayar sebagai berikut: Kewajiban Lancar Gas, listrik, air dan telepon 3.332.481.352 3.518.336.100 Gaji dan kesejahteraan karyawan 785.332.331 289.700.500 Insurance 100.382.312 407.310.308 Bunga 333.833.742 280.639.875 Lain-lain 581.003.296 3.061.124.150 Sub-jumlah 5.133.033.033 7.557.110.933 Kewajiban Tidak Lancar Pesangon, penghargaan dan ganti kerugian kepada karyawan yang masih harus dibayar 13.794.478.000 11.770.662.000 Jumlah 18.927.511.033 19.327.772.933 25

11. HUTANG PAJAK Hutang pajak terdiri dari: Pajak penghasilan Induk Perusahaan Pasal 21 108.669.314 - Pasal 23-92.546.318 Sub-jumlah 108.669.314 92.546.318 Anak Perusahaan Pasal 21 131.987.484 55.221.026 Pasal 23 27.757.464 75.215.925 Pasal 29 7.571.294.549 737.813.821 Sub-jumlah 7.731.039.497 868.250.772 Pajak Pertambahan Nilai Bersih Anak Perusahaan 316.462.124 - Jumlah 8.156.170.935 960.797.090 Taksiran tagihan pengembalian pajak penghasilan disajikan sebagai bagian dari pajak dibayar di muka dalam neraca konsolidasi. Rincian pajak dibayar di muka adalah sebagai berikut: Tagihan pengembalian pajak 2009 Induk Perusahaan 2.076.992.803 - Anak Perusahaan 104.238.554-2008 Induk Perusahaan 1.759.017.530 1.302.827.390 Anak Perusahaan 1.820.434.055 234.006.571 2007 Induk Perusahaan - 1.202.838.787 Anak Perusahaan - 1.280.234.077 Sub-jumlah 5.760.682.942 4.019.906.825 Pajak Pertambahan Nilai - Bersih Induk Perusahaan 125.657.124 180.359.985 Anak Perusahaan - 3.444.254.339 125.657.124 3.624.614.324 Jumlah pajak dibayar di muka 5.886.340.066 7.644.521.149 26

11. HUTANG PAJAK (lanjutan) Induk Perusahaan Pada tanggal 25 Maret 2009, Induk Perusahaan menerima ketetapan dari Kantor Pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan untuk tahun 2007 sebesar Rp1.152.838.787, dan telah diterima pembayaran pada tanggal 13 April 2009. Pada tanggal 31 Maret 2009, Induk perusahaan menerima ketetapan kurang bayar pajak penghasilan 21 beserta denda sebesar Rp44.411.060, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 beserta denda sebesar Rp19.243.877, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 26 beserta denda sebesar Rp75.019.230, sampai dengan tanggal akhir periode laporan, Induk Perusahaan telah menerima pembayaran pada tanggal 13 April 2009. Pada tanggal 28 Maret 2008, Induk Perusahaan menerima ketetapan dari Kantor Pajak atas lebih bayar pajak penghasilan Pasal 28A untuk tahun pajak 2006 sebesar Rp944.477.295 dan kurang bayar pajak pertambahan nilai untuk masa Januari sampai dengan Desember 2006 termasuk denda pajak sebesar Rp.103.476.552, dan telah diterima pembayaran pada tanggal 30 April 2008 Pada tanggal 24 Januari 2008, Induk Perusahaan menerima keputusan pembayaran pendahuluan dari Kantor Pelayanan Pajak atas lebih bayar pajak pertambahan nilai untuk masa Desember 2007 sebesar Rp14.543.919 dan telah diterima pembayaran pada tanggal 12 Pebruari 2007. IYJ Pada tanggal 18 Maret 2009, IYJ menerima berbagai ketetapan pajak dari Kantor Pajak terdiri atas : ketetapan lebih pajak penghasilan badan tahun 2007 sebesar Rp.402.352.528, dan pada tanggal 3 April 2009 menerima ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 21 dan denda sebesar Rp.650.000, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 sebesar Rp.346.241, dan telah menerima pembayaran pada tanggal 13 April 2009. PS Pada tanggal 25 Maret 2009, PS menerima berbagai ketetapan pajak dari Kantor Pajak terdiri atas : ketetapan lebih pajak penghasilan badan tahun 2007 sebesar Rp529.394.029, ketetapan lebih bayar pajak pertambahan nilai lebih bayar bersih sebesar Rp1.723.123.974, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 21 dan denda sebesar Rp.6.899.304, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 dan denda sebesar Rp28.786.571, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 26 dan denda sebesar Rp11.196.713. Pada tanggal 1 April 2008, PS menerima berbagai ketetapan pajak dari Kantor Pajak terdiri atas: ketetapan kurang bayar pajak penghasilan badan tahun 2006 sebesar Rp4.510.719.500 dan denda sebesar Rp1.443.430.240, ketetapan kurang bayar penghasilan pajak pasal 23 sebesar Rp218.888.131 dan denda sebesar Rp70.044.202, ketetapan kurang bayar penghasilan pajak pasal 21 sebesar Rp1.933.700 dan denda sebesar Rp618.784, serta ketetapan kurang bayar pajak pasal 26 sebesar Rp324.841.196 dan denda sebesar Rp103.949.183. Pada tanggal 11 Juni 2008, PS mengajukan keberatan atas ketetapan-ketetapan tersebut. Atas keberatan yang diajukan oleh PS, pada tanggal 12 Juni 2009, Kanwil DJP Jakarta Pusat menerima sebagian keberatan, sehingga ketetapan kurang bayar pajak penghasilan badan tahun 2006 menjadi sebesar Rp563.081.722 dan denda sebesar Rp180.186.151, dan ketetapan kurang bayar penghasilan pajak pasal 23, menjadi sebesar Rp197.619.906 dan denda sebesar Rp63.238.370. Atas keputusan tersebut PS akan mengajukan banding ke pengadilan pajak. Pada tanggal 4 April 2007, PS menerima berbagai surat ketetapan pajak dari Kantor Pajak sehubungan dengan kurang bayar PPN periode Juli 2006 sampai dengan November 2006 dan denda bunga pasal 14(4) sejumlah Rp201.551.331 dan lebih bayar PPN periode Desember 2006 sebesar Rp1.032.722.058. 27

11. HUTANG PAJAK (lanjutan) Pada tanggal 16 April 2007, Kantor Pajak telah mengkompensasikan lebih bayar PPN periode Desember 2006 dengan kurang bayar pajak penghasilan pasal 25 tahun pajak 2005, PPN periode Juli 2006 sampai dengan November 2006 dan denda bunga sejumlah Rp1.018.583.639 dan kurang bayar PPN periode Januari 2005 (termasuk denda) sebesar Rp14.138.419. Pada tanggal 18 Juni 2007, PS mengajukan keberatan pajak kepada kantor pajak sehubungan dengan ketetapan-ketetapan tersebut. Atas keberatan yang diajukan oleh PS, Kanwil DJP Jakarta Pusat menerima sebagian keberatan dengan keputusannya masing-masing pada tanggal 17 Juni 2008 dan 18 Juni 2008. Atas keputusan tersebut PS telah mengajukan banding ke pengadilan pajak. Pada tanggal 28 Maret 2007, PS menerima berbagai surat ketetapan pajak dari Kantor Pajak untuk tahun pajak 2005. Berdasarkan berbagai surat ketetapan tersebut, kantor pajak menyetujui lebih bayar PPN untuk periode Februari 2005 sampai dengan November 2005 sejumlah Rp3.884.795.012, kurang bayar PPN untuk periode Januari 2005 dan Desember 2005 (termasuk denda) sejumlah Rp53.293.520, kurang bayar PPN atas jasa luar negeri dan pasal 16D (termasuk denda) sejumlah Rp2.835.288.689, kurang bayar pajak penghasilan pasal 21, 23, 25 dan 26 sejumlah Rp1.790.060.278 dan denda bunga pasal 14(4) dan 19(1) sejumlah Rp101.011.320. Pada tanggal 16 April 2007, Kantor Pajak telah mengkompensasikan lebih bayar PPN periode Februari 2005 sampai dengan November 2005 dengan kurang bayar PPN atas jasa luar negeri dan pasal 16D (termasuk denda), pajak penghasilan pasal 23 dan 26 sejumlah Rp3.875.065.721 dan kurang bayar PPN periode Januari 2005 (termasuk denda) sebesar Rp9.729.291. Pada tanggal 22 Juni 2007, PS mengajukan keberatan pajak kepada kantor pajak sehubungan dengan ketetapan-ketetapan pajak tersebut. Atas keberatan yang diajukan oleh PS, Kanwil DJP Jakarta Pusat menerima sebagian keberatan, masing-masing pada tanggal 23 Juni 2008 dan tanggal 25 Juni 2008. Atas keputusan tersebut PS telah mengajukan banding ke pengadilan pajak. Pada tanggal 30 September 2009, pengadilan pajak melalui surat putusan pengadilan pajak No. PUT.19841/PP/M.II/16/2009 telah menolak permohonan banding atas kurang bayar PPN pasal 16D. Pada tanggal 29 Desember 2006, PS menerima ketetapan dari Kantor Pelayanan Pajak atas lebih bayar pajak pertambahan nilai untuk masa pajak Januari sampai dengan Juni 2006 sebesar Rp.406.035.204 (termasuk denda) dan telah dikembalikan pada tanggal 17 Januari 2007. Atas ketetapan tersebut, PS telah mengajukan keberatan ke Kantor Pelayanan Pajak pada tanggal 28 Maret 2007. Atas keberatan yang diajukan oleh PS Kanwil DJP Jakarta Pusat menerima sebagian keberatan pada tanggal 26 Maret 2008 sehingga lebih bayar pajak pertambahan nilai untuk masa pajak Januari sampai dengan Juni 2006 yang masih harus dikembalikan adalah sebesar Rp60.498.615 dan atas Kanwil DJP Jakarta Pusat tersebut, PS telah mengajukan banding ke pengadilan pajak. Perhitungan manfaat pajak tangguhan atas beda waktu untuk periode yang berakhir pada tanggaltanggal 30 September 2009 dan 2008, dengan menggunakan tarif pajak maksimum sebesar 30%, adalah sebagai berikut: Rugi fiskal Induk Perusahaan (873.823.705) (4.439.272.635) Anak Perusahaan (592.144.262) (26.908.769) Penyusutan dan lain-lain - bersih Induk Perusahaan 1.620.931.222 3.541.074.330 Anak Perusahaan 1.702.520.639 2.085.988.844 Manfaat pajak tangguhan 1.857.483.894 1.160.881.770 28

11. HUTANG PAJAK (lanjutan) Rincian aktiva dan kewajiban pajak tangguhan - bersih adalah sebagai berikut: Induk Perusahaan Aktiva Pajak Tangguhan Rugi fiskal 8.245.600.718 - Kewajiban imbalan karyawan 3.006.604.750 - Jumlah 11.252.205.468 - Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan dan lain-lain bersih 5.888.920.561 - Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 5.363.284.907 - Anak Perusahaan Aktiva Pajak Tangguhan Rugi fiskal Induk Perusahaan - 5.146.314.209 PT Indo Yongtex Jaya 192.682.577 - Kewajiban imbalan karyawan Induk Perusahaan - 3.058.693.800 PT Indo Yongtex Jaya 154.350.500 194.055.600 PT Primarajuli Sukses 287.664.250 278.449.200 Jumlah 634.697.327 8.677.512.809 Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan dan lain-lain - bersih Induk Perusahaan - 7.311.112.626 PT Indo Yongtex Jaya 1.028.210.858 1 900.238.427 PT Primarajuli Sukses 4.695.542.482 7.899.817.108 Jumlah 5.723.753.340 17.111.168.161 Kewajiban Pajak Tangguhan - Bersih 5.089.056.013 8.433.655.352 Berdasarkan penelaahan status dari aktiva pajak tangguhan pada akhir masing-masing periode, manajemen berpendapat bahwa aktiva pajak tangguhan dapat terealisasi. 29

12. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban jangka panjang terdiri dari: A. Pinjaman bilateral Induk Perusahaan PT Bank Chinatrust Indonesia (AS$1.080.800 pada tahun 2009) 10.463.224.800 - Euroasiatic Machinery (S) Pte.,Ltd, Singapura (AS$4,170,000 pada tahun 2009) 40.369.770.000 - PT Primarajuli Sukses PT Bank Chinatrust Indonesia (AS$704.184 pada tahun 2008) - 6.603.835.958 Jumlah 50.832.994.800 6.603.835.958 Dikurangi bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 14.523.653.054 6.603.835.958 Bagian jangka panjang dari kewajiban jangka panjang 36.309.341.746 - Pada tanggal 6 Februari 2009, Induk perusahaan membeli 1 (satu) unit Kawasaki Gas Turbine Cogeneration Plant dengan Waste Heat Recovery Boiler beserta Gas Compressor Station sebesar AS$4,402,500, dengan fasilitas pinjaman supplier sebesar AS$4,170,000. Pembayaran pinjaman dilakukan angsuran bulanan sebesar AS$100,000, selama 47 (empat puluh tujuh) bulan dan sebesar AS$70,000 pada bulan ke 48 (empat puluh delapan), pembayaran angsuran terhitung mulai tanggal 26 Oktober 2009 sampai dengan 25 Maret 2013. Sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman tersebut adalah mesin yang bersangkutan. B. Kewajiban sewa guna usaha Pada tanggal 29 Juli 2005, Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan, PS mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali (sale-and-leaseback) dengan PT BCA Finance untuk mesin dan peralatan pabrik tertentu sebesar Rp37.000.000.000. Perjanjian tersebut memberikan hak opsi untuk membeli kembali aktiva yang disewakan tersebut pada akhir masa sewa pada nilai yang disetujui sebesar Rp539.106.535. Perjanjian sewa guna usaha tersebut akan dilunasi dalam 36 kali cicilan bulanan yang dimulai sejak tanggal 26 Agustus 2005 sampai tanggal 26 Agustus 2008. Pada bulan Agustus 2008, Induk Perusahaan dan PS telah melunasi saldo kewajiban sewa guna usaha tersebut. Keuntungan tangguhan yang belum diamortisasi Keuntungan tangguhan yang belum diamortisasi yang berasal dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali sebesar Rp771.834.078 dan Rp1.070.203.755 masing-masing pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, disajikan sebagai akun Penghasilan Tangguhan (bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun dan bagian jangka panjang) pada neraca konsolidasi. 30

12. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (lanjutan) B. Kewajiban sewa guna usaha (lanjutan) Rincian penghasilan tangguhan adalah sebagai berikut: Penghasilan tangguhan 2.983.696.412 2.983.696.412 Akumulasi amortisasi (2.211.862.334) (1.913.492.657) Bersih 771.834.078 1.070.203.755 Kerugian tangguhan yang belum diamortisasi dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp18.908.566.172 dan Rp22.990.677.800, disajikan sebagai bagian dari Beban Tangguhan pada neraca konsolidasi. Rincian beban tangguhan adalah sebagai berikut: Beban tangguhan 40.336.197.773 40.336.197.773 Akumulasi amortisasi (21.427.631.600) (17.345.519.973) Bersih 18.908.566.173 22.990.677.800 13. EKUITAS a. Modal Saham Rincian pemegang saham Induk Perusahaan pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Cahaya Interkontinental 1.188.337.373 58,97% 118.833.737.300 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PV BK (Suisse) SA SG-TR 274.224.215 13,61% 27.422.421.500 Masyarakat (masing-masing pemilikan kurang dari 5%) 552.647.132 27,42% 55.264.713.200 Jumlah 2.015.208.720 100,00% 201.520.872.000 31

13. EKUITAS (lanjutan) a. Modal Saham (lanjutan) 2008 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Cahaya Interkontinental 1.049.051.433 52,06% 104.905.143.300 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PV BK (Suisse) SA SG-TR 274.224.215 13,61% 27.422.421.500 Nusantara Investment Fund Limited 139.285.940 6,89% 13.883.594.000 Masyarakat (masing-masing pemilikan kurang dari 5%) 552.647.132 27,44% 55.309.713.200 Jumlah 2.015.208.720 100,00% 201.520.872.000 Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, saldo hutang dividen kepada PT Cahaya Interkontinental sebesar Rp100.000. b. Tambahan Modal Disetor Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, tambahan modal disetor terdiri dari: Tambahan modal disetor dari: - Penawaran umum terbatas II 36.934.830.720 - Penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham yang telah ada (lihat Catatan 1b) 8.770.956.048 Biaya penerbitan saham (3.444.418.414) Bersih 42.261.368.354 b Tambahan Modal Disetor (lanjutan) Biaya penerbitan saham berasal dari penerbitan saham sehubungan dengan penawaran umum saham pada tahun 1992 dan penawaran umum terbatas II pada tahun 2000. Sesuai surat keputusan BAPEPAM No. Kep-06/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan No. VIII.G.7 mengenai Pedoman dalam Penyajian Laporan Keuangan, yang menyatakan bahwa biaya penerbitan saham disajikan sebagai pengurang Tambahan Modal Disetor. c. Laba (Rugi) yang Belum Direalisasi atas Penilaian Investasi Jangka Pendek ke Harga Pasar Akun ini berasal dari laba (rugi) yang belum direalisasi atas penilaian investasi jangka pendek ke harga pasar dari efek ekuitas yang terdaftar pada bursa efek (lihat Catatan 2d). d. Saldo Laba yang Telah Ditentukan Penggunaannya Akun ini merupakan laba bersih Induk Perusahaan yang telah ditentukan penggunaannya sebagai cadangan umum sehubungan dengan Undang-undang Perseroan Terbatas, yang telah disetujui oleh pemegang saham pada tahun 2000. 32

14. INFORMASI SEGMEN USAHA Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan mengklasifikasikan dan mengevaluasi segmen informasi keuangan ke dalam dua pelaporan segmen utama yaitu segmen usaha sebagai segmen primer dan segmen geografi sebagai segmen sekunder. A. Segmen Primer Tidak Tekstil Pakaian Jadi Teralokasi Eliminasi Bersih 2009 Penjualan bersih Pihak luar 322.436.948.771 80.465.409.244 - - 402.902.358.015 Pihak dalam 53.779.934.124 - - (53.779.934.124) - Jumlah penjualan bersih 376.216.882.895 80.465.409.244 - (53.779.934.124) 402.902.358.015 Beban pokok penjualan 359.919.232.142 71.505.697.227 - (53.911.184.449) 377.513.744.920 Laba kotor 16.297.650.753 8.959.712.017-131.250.325 25.388.613.095 Laba usaha 1.340.576.667 3.677.556.157-131.250.325 5.149.383.149 Beban penyusutan 18.842.750.013 854.632.074 - (7.387.478) 19.689.994.609 Beban amortisasi 2.837.806.490 - - - 2.837.806.490 Aktiva 692.901.649.558 46.761.905.149 19.105.419.040 (231.893.156.502 ) 526.875.817.245 Kewajiban 387.520.878.479 7.722.244.782 11.698.467 (128.765.828.160) 266.488.993.568 Tidak Tekstil Pakaian Jadi Teralokasi Eliminasi Bersih 2008 Penjualan bersih Pihak luar 351.780.801.916 83.367.857.549 - - 435.148.659.465 Pihak dalam 71.762.990.533 - - (71.762.990.533) - Jumlah penjualan bersih 423.543.792.449 83.367.857.549 - (71.762.990.533) 435.148.659.465 Beban pokok penjualan 415.806.657.143 62.995.375.369 - (72.743.798.416) 406.058.234.096 Laba kotor 7.737.135.306 20.372.482.180-980.807.883 29.095.533.369 Laba usaha 3.469.786.115 4.516.886.348-980.807.883 8.967.480.346 Beban penyusutan 19.348.006.190 1.098.487.745 - (25.000) 20.446.468.935 Beban amortisasi 2.711.643.374 - - - 2.711.643.374 Aktiva 632.174.662.844 76.199.931.786 18.756.462.916 (189.364.562.113 ) 537.766.495.433 Kewajiban 326.510.098.064 5.773.630.615 10.195.646.000 (75.885.448.808) 266.593.925.871 33

14. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) B. Segmen Sekunder Penjualan bersih Dalam negeri 186.042.093.584 204.346.077.956 Ekspor 216.860.264.431 230.802.581.509 Jumlah penjualan bersih 402.902.358.015 435.148.659.465 Aktiva Dalam negeri 526.843.714.468 537.735.397.422 Luar Negeri 32.102.777 31.098.011 Jumlah aktiva 526.875.817.245 537.766.495.433 Pengeluaran modal untuk pembelian aktiva tetap - dalam negeri (lihat Catatan 7) 76.165.452.660 12.932.427.227 15. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: Bahan baku yang digunakan 169.769.490.307 207.703.587.604 Upah buruh langsung 33.205.419.048 29.575.450.719 Beban pabrikasi 151.345.101.104 136.521.389.919 Jumlah Beban Produksi 354.320.010.459 373.800.428.242 Barang dalam proses (lihat juga Catatan 6) Awal periode 21.392.871.547 29.334.241.041 Akhir periode (25.803.242.508) (27.049.263.176) Beban Pokok Produksi 349.909.639.498 376.085.406.107 Barang jadi (lihat juga Catatan 6) Awal periode 133.327.187.488 155.142.271.459 Pembelian 2.069.676.517 3.758.980.747 Akhir periode (107.792.758.583) (128.928.424.217) Beban Pokok Penjualan 377.513.744.920 406.058.234.096 Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai pembelian signifikan (di atas 10% dari penjualan) dari sebagai berikut: PT Indonesia Toray Synthetic 52.734.041.610 103.225.580.940 Formosa Chemicals and Fibre Corp,Taiwan 39.176.840.572 31.594.427.937 34

16. BEBAN USAHA Rincian akun ini adalah sebagai berikut: Penjualan Perjalanan dan transportasi 7.692.228.591 7.353.065.918 Gaji dan kesejahteraan karyawan 3.393.648.584 2.765.243.993 Beban sewa 258.333.334 64.583.333 Listrik, air dan telepon 266.504.300 276.766.020 Beban kendaraan 192.998.002 350.922.106 Iklan 31.583.750 58.135.872 Penyusutan (lihat juga Catatan 7) 20.659.445 46.539.167 Lain-lain 692.659.399 909.091.804 Sub-jumlah 12.548.615.405 11.824.348.213 Umum dan administrasi Gaji dan kesejahteraan karyawan 3.122.755.394 3.642.596.604 Honorarium tenaga ahli 134.379.381 785.089.458 Pajak dan perizinan 1.883.762.645 1.360.744.920 Penyusutan (lihat juga Catatan 7) 636.195.330 705.724.924 Perlengkapan kantor 711.920.374 414.915.154 Listrik, air dan telepon 247.010.933 232.980.668 Representasi dan jamuan 406.850.236 460.107.427 Perjalanan dan transportasi 207.728.900 265.549.557 Asuransi 133.416.935 114.002.344 Beban kendaraan 165.479.506 215.743.385 Lain-lain 41.114.907 101.142.369 Sub-jumlah 7.690.614.541 8.298.596.810 Jumlah Beban Usaha 20.239.229.946 20.122.945.023 17. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 30 September 2009 Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing sebagai berikut: Mata Uang Asing Rupiah AKTIVA Kas dan setara kas AS$1,598,024 15.470.470.247 Eur79,303 1.122.812.969 Piutang usaha AS$3,882,450 37.586.001.838 Uang muka Pembelian AS$544,841 5.274.605.721 Jumlah 59.453.890.775 35

17. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) Mata Uang Asing Rupiah KEWAJIBAN Hutang bank AS$12,000,000 116.172.000.000 Hutang usaha AS$5,654,072 54.737.066.605 Eur17,861 252.886.273 Sin$14,561,60 99.619.254 140,445 15.139.170 Biaya yang masih harus dibayar AS$82,462.24 798.316.945 Bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun AS$1,500,222 14.523.653.054 Kewajiban jangka panjang AS$3,750,578 36.309.341.746 Jumlah 222.908.023.047 Kewajiban Bersih 163.454.132.272 18. REKLASIFIKASI AKUN Untuk penyesuaian penyusunan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2009, akun bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun untuk periode yang berakhir 30 September 2008 telah dilakukan reklasifikasi ke akun hutang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun sebagai berikut : 30 September 2008 Seperti dilaporkan 30 September 2008 Sebelumnya Direklasifikasi Reklasifikasi Bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 158.527.435.958 (151.923.600.000) 6.603.835.958 Hutang Bank - 151.923.600.000 151.923.600.000 36