PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
|
|
|
- Siska Chandra
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia)
2 Laporan Auditor Independen Laporan No S Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Selamat Sempurna Tbk. Kami telah mengaudit neraca konsolidasi PT Selamat Sempurna Tbk. dan Anak perusahaan tanggal 31 Desember 2001 dan 2000, serta laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas konsolidasi dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Selamat Sempurna Tbk. dan Anak perusahaan tanggal 31 Desember 2001 dan 2000, hasil usaha, perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
3 - 1a - Catatan 26 atas laporan keuangan konsolidasi berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap Perusahaan dan Anak perusahaan serta tindakan yang ditempuh dan rencana yang dibuat oleh manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan untuk menghadapi kondisi ekonomi tersebut. Laporan keuangan konsolidasi terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Penyelesaian kondisi ekonomi tersebut tergantung pada kebijakan fiskal, moneter dan kebijakan lainnya yang telah dan akan diambil oleh pemerintah Indonesia, suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan dan Anak perusahaan. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan Perusahaan dan Anak perusahaan, termasuk dampak yang berasal dari pelanggan, pemasok, kreditur dan pemegang saham. PRASETIO, UTOMO & CO. NIU-KAP Drs. Hermawan Setiadi NIAP Maret 2002
4 - 2 - NERACA KONSOLIDASI 31 Desember AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas (Catatan 2c, 3 dan 25) Rp Rp Piutang usaha Hubungan istimewa (Catatan 2d, 2e, 4, 5, 8 dan 14) Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp pada tahun 2001 dan Rp pada tahun 2000 (Catatan 2d, 4, 8, 13, 14 dan 25) Piutang lain-lain Persediaan - bersih (Catatan 2f, 6, 8, 14 dan 19) Pajak dibayar di muka dan aktiva lancar lainnya (Catatan 2g) Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Penyertaan saham (Catatan 2b) Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sejumlah Rp pada tahun 2001 dan Rp pada tahun 2000 (Catatan 2h, 2i, 2j, 7, 8 dan 14) Uang muka pembelian mesin dan peralatan (Catatan 7 dan 24) Tanah yang belum digunakan dalam operasi (Catatan 2h) Lain-lain (Catatan 2k dan 10) Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA Rp Rp
5 - 3 - NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan) 31 Desember KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank (Catatan 4, 6, 7, 8, 25 dan 27) Rp Rp Hutang usaha Hubungan istimewa (Catatan 2e, 5 dan 9) Pihak ketiga (Catatan 9, 25 dan 27) Hutang pajak (Catatan 2o dan 10) Biaya masih harus dibayar dan hutang lain-lain (Catatan 11, 13 dan 25) Hutang sewa guna usaha - jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 2i) Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban pajak tangguhan - bersih (Catatan 2o dan 10) Akrual atas estimasi pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan (Catatan 2p, 12 dan 27) Hutang sewa guna usaha - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (Catatan 2i) Hutang obligasi - bersih (Catatan 2k dan 14) Jumlah Kewajiban Tidak Lancar LABA DITANGGUHKAN DARI TRANSAKSI PENJUALAN DAN SEWA KEMBALI - Bersih (Catatan 2i) SELISIH LEBIH NILAI BUKU AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN DI ATAS BIAYA PEROLEHAN SAHAM - Bersih (Catatan 2b) HAK PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN (Catatan 2b) (Berlanjut)
6 - 4 - NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan) 31 Desember EKUITAS Modal saham - nilai nominal per saham Rp 500 Modal dasar saham Modal ditempatkan dan disetor penuh saham (Catatan 1 dan 15) Rp Rp Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak perusahaan (Catatan 2b dan 16) Selisih penilaian kembali aktiva tetap Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya untuk dana cadangan umum (Catatan 15) Belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Rp Rp Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
7 - 5 - LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember PENJUALAN BERSIH (Catatan 2e, 2l, 5, 18 dan 23) Rp Rp BEBAN POKOK PENJUALAN (Catatan 2e, 2l, 5, 6, 12 dan 19) LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan (Catatan 2l, 20 dan 24) Umum dan administrasi (Catatan 2l, 12 dan 21) Jumlah Beban Usaha LABA USAHA (Catatan 23) PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga (Catatan 2l dan 22) Selisih kurs - bersih (Catatan 2m, 2n dan 13) Beban keuangan (Catatan 2l dan 22) ( ) ( ) Lain-lain - bersih (Catatan 10) Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih ( ) LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN (Catatan 2o dan 10) Tahun berjalan ( ) ( ) Tangguhan ( ) ( ) Jumlah Taksiran Pajak Penghasilan ( ) ( ) LABA SEBELUM HAK PEMEGANG SAHAM MINORITAS ATAS BAGIAN LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN HAK PEMEGANG SAHAM MINORITAS ATAS BAGIAN LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN (Catatan 2b) ( ) ( ) LABA BERSIH Rp Rp (Berlanjut)
8 - 6 - LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (Lanjutan) LABA PER SAHAM (Catatan 2q dan 15) Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember Laba usaha Rp 415 Rp 350 Laba bersih Rp 210 Rp 227 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
9 - 7 - LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Saldo Laba Tambahan Telah Ditentukan Modal Disetor Selisih Transaksi Selisih Penilaian Penggunaannya - Agio Saham Perubahan Ekuitas Kembali untuk Dana Belum Ditentukan Jumlah Modal Saham - Bersih Anak Perusahaan Aktiva Tetap Cadangan Umum Penggunaannya Jumlah Ekuitas Saldo 1 Januari 2000 Rp Rp Rp - Rp Rp Rp Rp Rp Penyesuaian akibat perubahan perlakuan akuntansi untuk saldo biaya emisi efek saham (Catatan 2k) - ( ) ( ) Selisih penilaian kembali aktiva tetap Anak perusahaan (Catatan 2b dan 16) Laba bersih Dana cadangan umum (Catatan 17) ( ) - - Dividen kas (Catatan 17) ( ) ( ) ( ) Penawaran umum perdana saham Anak perusahaan (Catatan 2b dan 16) Saldo 31 Desember Laba bersih Dana cadangan umum (Catatan 17) ( ) - - Dividen kas (Catatan 17) ( ) ( ) ( ) Saldo 31 Desember 2001 Rp Rp - Rp Rp Rp Rp Rp Rp Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
10 - 8 - LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Rp Rp Pembayaran kas kepada pemasok ( ) ( ) Kas yang dihasilkan dari operasi Pembayaran beban usaha ( ) ( ) Pembayaran pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai ( ) ( ) Pembayaran beban bunga ( ) ( ) Penerimaan (pembayaran) piutang (hutang) lain-lain - bersih ( ) Penerimaan (pembayaran) lainnya - bersih ( ) Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aktiva tetap Penurunan (penambahan) aktiva lain-lain ( ) Perolehan aktiva tetap ( ) ( ) Penambahan uang muka pembelian mesin dan peralatan ( ) ( ) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran dividen kas oleh Perusahaan ( ) ( ) Pembayaran dividen kas oleh Anak Perusahaan kepada pemegang saham minoritas ( ) ( ) Pembayaran hutang bank ( ) ( ) Pembayaran hutang sewa guna usaha ( ) ( ) Penerimaan bersih dari penerbitan obligasi Penerimaan dari penawaran umum perdana saham Anak perusahaan - bersih Pembayaran hutang hubungan istimewa - ( ) Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan ( ) (Berlanjut)
11 - 9 - LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (Lanjutan) Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS Rp Rp KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Rp Rp AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS Reklasifikasi uang muka pembelian mesin dan peralatan ke aktiva tetap Rp Rp - Peningkatan ekuitas yang berasal dari selisih penilaian kembali aktiva tetap Anak perusahaan Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
12 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 1. U M U M PT Selamat Sempurna Tbk. ( Perusahaan ) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Januari 1976 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H. No Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/96/5 tanggal 22 Maret Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Frans Elsius Muliawan, S.H. No. 6 tanggal 6 Juli 2001 sehubungan dengan peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan setelah pemecahan nilai nominal saham (stock split) (lihat Catatan 15). Perubahan ini telah diterima dan dicatatkan di Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan registrasi No. C HT TH.2001 tanggal 5 Oktober Ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah bergerak dalam bidang industri alat-alat perlengkapan (suku cadang) dari berbagai macam alat-alat mesin pabrik dan kendaraan. Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat yang beralamat di Jalan Pluit Raya I No. 1, Jakarta Utara, sedangkan pabriknya berlokasi di Jakarta dan Tangerang. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun Berdasarkan Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-1287/PM/1996 tanggal 13 Agustus 1996, Perusahaan telah mendapat pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana sebagian sahamnya kepada masyarakat, yaitu sejumlah saham perdana, dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp per saham. Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2001 adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama : Darsuki Gani Komisaris : Handi Hidajat Suwardi : Johan Kurniawan Direksi Direktur Utama : Eddy Hartono Direktur : Royanto Jonathan : Surja Hartono : Joseph Pulo Jumlah remunerasi yang dibayarkan kepada Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tahun 2001 adalah sekitar Rp 1,58 milyar. Pada tanggal 31 Desember 2001, jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Anak perusahaan adalah orang (tidak diaudit).
13 IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi telah disusun sesuai dengan prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, dan aktiva tetap tertentu yang dicatat dengan nilai setelah penilaian kembali sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku (lihat Catatan 2h). Laporan arus kas konsolidasi menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang berasal dari aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Perusahaan dan Anak perusahaan menyajikan laporan arus kas konsolidasi dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung, sesuai dengan Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, Perubahan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak perusahaan yang dimiliki dengan kepemilikan saham lebih dari 50%, yaitu: Tahun Beroperasi Tempat Jumlah Aktiva Anak Perusahaan Kegiatan Utama Secara Komersial Kedudukan Persentase Pemilikan (Milyar Rupiah) PT Andhi Chandra Automotive Industri filter 1977 Jakarta 64,93% Products Tbk. PT Panata Jaya Mandiri Industri filter, terutama 1985 Jakarta 70,00% untuk alat-alat berat Selisih lebih nilai buku aktiva bersih anak perusahaan di atas biaya perolehan penyertaan saham pada tanggal akuisisi, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) dalam jangka waktu 20 tahun. Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antara perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Penyertaan saham yang dilakukan oleh Perusahaan dan/atau Anak perusahaan dengan kepemilikan sekurang-kurangnya 20% namun tidak melebihi 50% ( asosiasi ) dinyatakan berdasarkan metode ekuitas (equity method). Dengan metode ini, penyertaan yang dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, disesuaikan dengan bagian Perusahaan atau Anak perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal akuisisi. Bagian laba (rugi) bersih tersebut akan disesuaikan dengan amortisasi selisih biaya perolehan penyertaan saham dengan bagian Perusahaan atau Anak perusahaan atas nilai buku aktiva bersih perusahaan tersebut pada tanggal akuisisi dengan menggunakan metode garis lurus.
14 Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 40, Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi, selisih antara biaya perolehan dengan nilai bersih aktiva anak perusahaan/perusahaan asosiasi sehubungan dengan perubahan ekuitas anak perusahaan/perusahaan asosiasi yang disebabkan oleh transaksi yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan anak perusahaan/perusahaan asosiasi dicatat sebagai Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan dan disajikan sebagai bagian dari Ekuitas pada neraca konsolidasi. Penyertaan saham lainnya dinyatakan dengan biaya perolehan. c. Setara Kas Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak saat penempatan, serta tidak dibatasi penggunaannya, atau tidak dijaminkan untuk pinjaman dan hutang lainnya, diklasifikasikan sebagai Setara Kas. d. Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu, jika ada, ditentukan berdasarkan penelaahan atas akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. e. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7, Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan kondisi dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. f. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan persediaan usang dibentuk untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih. g. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan. h. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali aktiva tertentu yang dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah (lihat Catatan 7), dikurangi akumulasi penyusutan. Golongan bangunan dan prasarana pabrik disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus sebesar 5% per tahun dari biaya perolehan, sedangkan golongan aktiva tetap lainnya disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda, masing-masing dengan tarif sebagai berikut: Tarif
15 Mesin dan peralatan 10% - 25% Peralatan kantor 10% - 50% Kendaraan 50% Perusahaan menerapkan PSAK No.47, Akuntansi Tanah sejak tanggal 1 Januari Sesuai dengan PSAK ini, seluruh beban dan biaya insidentil yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan hak atas tanah, seperti biaya legal, pengukuran-pematokan-pemetaan ulang, notaris dan pajak terkait, ditangguhkan dan disajikan terpisah dari biaya perolehan tanah. Biaya ditangguhkan atas perolehan hak atas tanah tersebut diamortisasi selama masa manfaat hak atas tanah yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus. Selanjutnya, sesuai dengan PSAK No. 47 tersebut, tanah tidak disusutkan, kecuali dalam suatu kondisi tertentu. Tanah milik Perusahaan yang belum digunakan dalam operasi disajikan sebagai bagian Aktiva Tidak Lancar dalam neraca konsolidasi. Selanjutnya, PSAK No. 48, Penurunan Nilai Aktiva, yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2000, mengharuskan nilai wajar aktiva dikaji ulang atas kemungkinan penurunan pada nilai aktiva yang disebabkan oleh peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan nilai tercatatnya mungkin dapat dipulihkan. Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan. i. Sewa Guna Usaha Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease) apabila memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan. Jika salah satu kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Laba atau rugi yang terjadi dari transaksi penjualan dan sewa kembali ( sale-and-leaseback ) ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing-masing aktiva sewa guna usaha dengan menggunakan metode garis lurus. j. Aktiva dalam Penyelesaian Aktiva dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari akun Aktiva Tetap pada neraca) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aktiva tetap pada saat aktiva tersebut telah diselesaikan dan siap untuk digunakan. k. Biaya Emisi Efek Biaya Emisi Saham Sesuai dengan Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep- 06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran perdana saham Perusahaan dicatat sebagai pengurang tambahan modal disetor - agio saham. Sehubungan dengan telah dilakukannya kapitalisasi atas sebagian besar agio saham Perusahaan pada tahun 1997, Perusahaan tidak menerapkan peraturan tersebut secara retroaktif dan saldo biaya emisi saham yang belum diamortisasi pada tanggal 1 Januari 2000 setelah
16 dikurangi dengan saldo agio saham, setelah dilakukannya kapitalisasi tersebut, dibebankan pada operasi tahun berjalan. Biaya Emisi Obligasi Sesuai Peraturan No. VIII.G.7 tersebut, biaya emisi obligasi disajikan sebagai pengurang langsung atas saldo hasil emisi obligasi dalam rangka menentukan hasil emisi bersih obligasi tersebut, dan diamortisasi selama jangka waktu hutang obligasi tersebut, yaitu 5 (lima) tahun. l. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan untuk penjualan lokal dan penyerahan barang di atas kapal untuk penjualan ekspor. Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual). m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia pada tanggal transaksi terakhir tahun yang bersangkutan. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun berjalan. Pada tanggal 31 Desember 2001 dan 2000, kurs rata-rata dari mata uang utama yang digunakan adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing US$ 1 Rp ,00 Rp 9.595,00 JP 1 79,16 83,57 GB , ,45 Sin$ , ,05 n. Instrumen Derivatif Efektif tanggal 1 Januari 2001, Perusahaan menerapkan secara prospektif Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 55 Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. PSAK No. 55, mengatur mengenai perlakuan akuntansi dan standar pelaporan yang mewajibkan setiap instrumen derivatif (termasuk instrumen derivatif melekat pada kontrak lainnya) dicatat sebagai aktiva atau kewajiban berdasarkan nilai wajar setiap kontrak. PSAK No. 55 juga mengatur bahwa perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang bersangkutan diakui sebagai laba atau rugi dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan kecuali untuk lindung nilai tertentu yang memperkenankan saling hapus antara laba atau rugi akibat dari perubahan nilai wajar instrumen lindung nilai dengan laba atau rugi dari transaksi/saldo yang dilindung nilainya akibat risiko yang dilindung nilai dalam laporan laba atau rugi, dan juga mewajibkan terdapatnya kebijakan-kebijakan tertulis mengenai lindung nilai, tujuan manajemen risiko entitas dan strategi untuk melaksanakan lindung nilai dan bagaimana menilai efektivitas instrumen lindung nilai dalam menutup risiko perubahan nilai wajar transaksi/saldo yang dilindungi sebagai akibat dari risiko yang dilindungi. Pada tanggal 1 Januari 2001, tidak ada penyesuaian yang timbul sebagai akibat dari penerapan PSAK No. 55, karena tidak mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan tahun 2001.
17 Sebelum tanggal 1 Januari 2001, laba atau rugi dari pertukaran mata uang asing kontrak valuta berjangka yang digunakan untuk tujuan lindung nilai (hedging) dihitung dengan menilai kembali kontrak-kontrak tersebut pada nilai tukar akhir tahun dan diakui sebagai pendapatan untuk dibandingkan dengan biaya yang timbul dari perubahan nilai tukar uang transaksi/saldo yang dilindung nilainya. Premi atau diskonto yang timbul dari instrumen derivatif ini diakui sebagai pendapatan dalam periode kontrak terkait. o. Taksiran Pajak Penghasilan Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan PSAK No. 46, Akuntansi Pajak Penghasilan. PSAK No. 46 mensyaratkan pencatatan akuntansi untuk pengaruh pajak atas pemulihan aktiva dan pelunasan kewajiban pada nilai tercatatnya, serta pengakuan dan pengukuran atas aktiva pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan sebagai konsekuensi pembayaran pajak di masa yang akan datang atas pengakuannya dalam laporan keuangan, termasuk akumulasi rugi fiskal. p. Kesejahteraan Karyawan Mulai tahun 2001, sehubungan dengan penerapan PSAK No. 57, Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontinjensi, dan Aktiva Kontinjensi, yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2001, Perusahaan dan Anak perusahaan telah mencadangkan estimasi kewajiban pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep-150/Men/2000 mengenai Penyesuaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian. Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja, Perusahaan dan Anak perusahaan diharuskan untuk membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian kepada karyawannya apabila kondisi yang disebutkan pada keputusan tersebut terpenuhi. Cadangan yang dibuat sehubungan dengan biaya jasa lalu ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa kerja ratarata karyawan yang memenuhi syarat. Selain itu, cadangan untuk biaya jasa kini telah dibebankan secara langsung pada operasi tahun berjalan. q. Laba per Saham Laba usaha per saham dan laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba usaha dan laba bersih masing-masing dengan jumlah rata rata tertimbang saham Perusahaan yang beredar selama tahun yang bersangkutan, yaitu saham (lihat Catatan 15). Seperti terlihat dalam Catatan 15, proforma laba per saham dihitung dengan memberikan dampak secara retroaktif sehubungan dengan pemecahan nilai nominal saham (stock split) yang telah disetujui oleh para pemegang saham pada bulan Juli 2001, yang dianggap seolah-olah telah terjadi sejak tanggal 1 Januari KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari: Kas Rp Rp Bank Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank Prima Express PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Kesawan (Berlanjut)
18 Valuta Asing (Catatan 25) Dolar AS PT Bank Prima Express (US$ pada tahun 2001 dan US$ pada tahun 2000) Rp Rp PT Bank Mandiri (Persero) (US$ pada tahun 2001 dan US$ pada tahun 2000) American Express Bank Ltd. (US$ ) Dolar Singapura PT Bank Prima Express (Sin$ pada tahun 2001 dan Sin$ pada tahun 2000) PT Bank Mandiri (Persero) (Sin$ pada tahun 2001 dan Sin$ pada tahun 2000) Yen Jepang PT Bank Prima Express (JP pada tahun 2001 dan JP pada tahun 2000) PT Bank Mandiri (Persero) (JP pada tahun 2001 dan JP pada tahun 2000) Jumlah Kas dan Bank Setara Kas Deposito berjangka: Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Dolar AS PT Bank Mandiri (Persero) (US$ ) American Express Bank Ltd. (US$ ) Jumlah Setara Kas Jumlah Kas dan Setara Kas Rp Rp Tingkat bunga per tahun deposito berjangka Rupiah adalah berkisar antara 11,75% sampai dengan 17,88% pada tahun 2001 dan sebesar 11,50% tahun 2000, serta berkisar antara 5,75% sampai dengan 6,50% pada tahun 2000 untuk deposito dalam Dolar AS.
19 PIUTANG USAHA Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut: Hubungan istimewa (Catatan 5) PT Prapat Tunggal Cipta Rp Rp PT Mangatur Dharma PT Mangatur Setia Kawan PT Hidup Karya Tunggal Cipta Jumlah - Hubungan Istimewa Pihak ketiga Lokal Ekspor Jumlah - Pihak Ketiga Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) Jumlah - Pihak Ketiga - bersih Piutang Usaha - Bersih Rp Rp Analisa umur piutang usaha tersebut di atas pada tanggal 31 Desember 2001 adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing Ekuivalen Jumlah Rupiah Jumlah Dalam Rupiah Dalam Rupiah Belum jatuh tempo Rp US$ Rp Rp Sin$ JP Lewat jatuh tempo: 1-30 hari US$ Sin$ JP hari US$ Sin$ JP hari US$ Sin$ JP Lebih dari 90 hari - US$ Sin$ US$ Sin$ Jumlah Rp JP Rp Rp Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang. Piutang usaha tersebut digunakan sebagai jaminan dengan penyerahan hak secara fidusia sehubungan dengan pinjaman, sebagaimana yang dijelaskan dalam Catatan 8 dan 14.
20 SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Perusahaan dan Anak perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, terutama penjualan dan pembelian. Jumlah penjualan yang dilakukan kepada pihak hubungan istimewa adalah sekitar 14,25% dan 11,60%, masing-masing dari jumlah penjualan bersih konsolidasi pada tahun 2001 dan Jumlah pembelian dari pihak hubungan istimewa adalah sekitar 8,32% dan 3,40%, masing-masing dari jumlah pembelian konsolidasi pada tahun 2001 dan Saldo piutang usaha dari pihak hubungan istimewa adalah sebesar Rp dan Rp , masing-masing pada tanggal 31 Desember 2001 dan 2000 yang disajikan sebagai bagian dari Piutang Usaha (lihat Catatan 4), sedangkan saldo hutang usaha kepada pihak hubungan istimewa adalah sebesar Rp dan Rp , masing-masing pada tanggal 31 Desember 2001 dan 2000, disajikan sebagai bagian dari Hutang Usaha dalam neraca konsolidasi (lihat Catatan 9). Selain transaksi usaha di atas, Perusahaan dan Anak perusahaan juga menyewa ruangan kantor dan bangunan pabrik pendukung, masing-masing dari CV Auto Diesel Radiators Co., PT Adrindo Intiperkasa dan PT Hydraxle Perkasa (lihat Catatan 24). Jumlah beban sewa beserta beban lainnya yang terkait adalah sebesar Rp dan Rp , masing-masing pada tahun 2001 dan Transaksi dengan pihak hubungan istimewa dengan jumlah di atas Rp 1 milyar untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2001 dan 2000 adalah sebagai berikut: Penjualan PT Prapat Tunggal Cipta Rp Rp PT Mangatur Setia Kawan PT Mangatur Dharma PT Hidup Karya Tunggal Cipta Pembelian PT Selamat Sempana Perkasa PT Hidup Karya Tunggal Cipta PT Hydraxle Perkasa Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut adalah sebagai berikut: a. PT Adrindo Intiperkasa, merupakan pemegang saham mayoritas Perusahaan. b. CV Auto Diesel Radiators Co., PT Hidup Karya Tunggal Cipta, PT Hydraxle Perkasa, PT Mangatur Dharma, PT Mangatur Setia Kawan, PT Prapat Tunggal Cipta dan PT Selamat Sempana Perkasa, memiliki sebagian anggota manajemen yang sama dengan Perusahaan.
21 PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi Rp Rp Barang dalam proses Bahan baku dan bahan pembantu Barang dalam perjalanan Jumlah Dikurangi penyisihan persediaan usang ( ) ( ) Bersih Rp Rp Persediaan tersebut digunakan sebagai jaminan dengan penyerahan hak secara fidusia terhadap pinjaman, sebagaimana yang dijelaskan dalam Catatan 8 dan 14. Persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 70 milyar. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut. 7. AKTIVA TETAP Aktiva tetap terdiri dari: 2001 Pengurangan/ Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah Rp Rp Rp - Rp Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan kantor Kendaraan Jumlah Sewa Guna Usaha Kendaraan Aktiva dalam Penyelesaian Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Jumlah Jumlah Nilai Tercatat Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan kantor Kendaraan Jumlah Sewa Guna Usaha Kendaraan Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Rp Rp
22 Pengurangan/ Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah Rp Rp Rp - Rp Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan kantor Kendaraan Jumlah Sewa Guna Usaha Kendaraan Aktiva dalam Penyelesaian Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Jumlah Jumlah Nilai Tercatat Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan kantor Kendaraan Jumlah Sewa Guna Usaha Kendaraan Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Rp Rp Jumlah penyusutan untuk aktiva tetap pemilikan langsung yang dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi adalah sebesar Rp dan Rp , masing-masing untuk tahun 2001 dan 2000, sedangkan penyusutan untuk aktiva sewa guna usaha adalah sebesar Rp pada tahun 2001 dan Aktiva tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 239,6 milyar. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut. Pada tahun 2001, penambahan nilai tercatat termasuk reklasifikasi aktiva dalam penyelesaian dan uang muka pembelian mesin dan peralatan, masing-masing sejumlah Rp dan Rp Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aktiva Perusahaan dan Anak perusahaan dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aktiva tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2001, saldo aktiva dalam penyelesaian merupakan akumulasi biaya perbaikan bangunan pabrik milik Perusahaan dan pembuatan cetakan untuk memproduksi filter dan radiator. Persentase penyelesaian dari aktiva dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2001, dipandang dari sudut keuangan, adalah sekitar 50%.
23 Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 384/KMK/04/1998 tanggal 14 Agustus 1998 dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-29/PJ.42/1998 tanggal 17 September 1998, PT Andhi Chandra Automotive Products Tbk. (ACAP), Anak perusahaan, melakukan penilaian kembali atas sebagian aktiva tetap yang dimiliki per tanggal 31 Januari 2000, yang telah mendapatkan pengesahan dari Kantor Pelayanan Pajak melalui Surat Keputusan No. KEP- 248/WPJ.04/KP.1305/2000 tertanggal 21 Juni Nilai setelah penilaian kembali tersebut didasarkan pada laporan penilai independen dari PT Piesta Penilai dengan menggunakan pendekatan harga pasar. Selisih penilaian kembali aktiva tetap ACAP terdiri dari: Nilai Setelah Selisih Jenis Aktiva Tetap Nilai Buku Penilaian Kembali Penilaian Kembali Tanah Rp Rp Rp Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Jumlah Rp Rp Rp Pada tahun 2000, penambahan nilai tercatat termasuk reklasifikasi aktiva dalam penyelesaian sejumlah Rp , selisih penilaian aktiva tetap ACAP sejumlah Rp dan perolehan aktiva sewa guna usaha sejumlah Rp Aktiva tetap digunakan sebagai jaminan atas pinjaman, sebagaimana yang dijelaskan dalam Catatan 8 dan 14. Perusahaan dan Anak perusahaan memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) untuk jangka waktu yang berkisar antara tahun. Pada tanggal 31 Desember 2001, HGB Perusahaan masih memiliki sisa jangka waktu berkisar antara tahun, sedangkan HGB Anak perusahaan masih memiliki sisa jangka waktu selama 14 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu Hak Guna Bangunan tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo. 8. HUTANG BANK Akun ini merupakan pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) yang terdiri dari: Letters of credit (L/C) impor (US$ pada tahun 2001 dan US$ pada tahun 2000) (Catatan 25 dan 27) Rp Rp Kredit Modal Kerja untuk: Industri Pengembangan ekspor Jumlah Rp Rp Pinjaman bank tersebut akan jatuh tempo dalam bulan Juli 2002, dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aktiva tetap dengan penyerahan hak secara fidusia. Tingkat bunga per tahun atas pinjaman tersebut berkisar antara 19,0% - 19,5% dan antara 17,5% - 19,0% masing-masing pada tahun 2001 dan 2000 (lihat Catatan 4, 6, 7 dan 24). Pinjaman tersebut di atas memiliki jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp untuk Kredit Modal Kerja dan US$ untuk letters of credit impor.
24 HUTANG USAHA Rincian akun ini adalah sebagai berikut: Hubungan istimewa (Catatan 5) PT Selamat Sempana Perkasa Rp Rp PT Hidup Karya Tunggal Cipta PT Hydraxle Perkasa Jumlah - Hubungan Istimewa Pihak ketiga Impor (Catatan 25) Dolar AS (US$ pada tahun 2001 dan US$ pada tahun 2000) Yen Jepang (JP pada tahun 2001 dan JP pada tahun 2000) Dolar Singapura (Sin$ pada tahun 2001 dan Sin$ pada tahun 2000) Poundsterling Inggris (GB pada tahun 2001 dan GB pada tahun 2000) Mata uang asing lainnya Lokal Rupiah Jumlah - Pihak Ketiga Jumlah Rp Rp Pemasok utama Perusahaan dan Anak perusahaan antara lain adalah Daewoo International Corporation, Korea; Ahlstrom Co. Ltd., Korea; Clean and Science Co. Ltd., Korea; dan Hollingsworth and Vose Company, Amerika Serikat. 10. HUTANG PAJAK Hutang pajak terdiri dari: Pajak penghasilan: Pasal 21 Rp Rp Pasal 23/ Pasal Pasal Pajak pertambahan nilai Jumlah Rp Rp
25 Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2001 dan 2000 adalah sebagai berikut: Laba sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi Rp Rp Laba Anak perusahaan sebelum taksiran pajak penghasilan ( ) ( ) Eliminasi ( ) Laba sebelum taksiran pajak penghasilan Perusahaan Beda temporer Penyusutan ( ) Penyisihan piutang ragu-ragu Akrual atas estimasi pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan Laba (rugi) penjualan aktiva tetap ( ) Beban sewa guna usaha ( ) ( ) Amortisasi ( ) ( ) Beda tetap Sumbangan dan representasi Beban bunga Kesejahteraan karyawan Beban dan denda pajak Penghasilan yang pajaknya bersifat final ( ) ( ) Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan - tahun berjalan Rp Rp Perusahaan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) tahun 2000 kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai dengan perhitungan taksiran penghasilan kena pajak tersebut di atas. Perusahaan dan Anak perusahaan telah menerima penyesuaian kewajiban pajak sesuai hasil pemeriksaan pajak yang ditetapkan oleh KPP dan denda pajak lainnya, dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp dan Rp , masing-masing pada tahun 2001 dan Penyesuaian dan denda pajak tersebut dibebankan dalam operasi tahun berjalan dan disajikan sebagai bagian dari Beban Lain-lain dalam laporan laba rugi konsolidasi. Taksiran pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran hutang (klaim) pajak penghasilan adalah sebagai berikut: Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan Rp Rp Anak perusahaan Rp Rp (Berlanjut)
26 Taksiran pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan Rp Rp Anak perusahaan Taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi - tahun berjalan Pajak penghasilan dibayar di muka (pasal 22, 23 dan 25) Perusahaan Anak perusahaan Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka Taksiran klaim atas kelebihan pembayaran pajak penghasilan - Anak perusahaan Rp - Rp Taksiran hutang pajak penghasilan - Pasal 29 Rp Rp Taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi terdiri dari komponen sebagai berikut: Tahun berjalan Perusahaan Rp Rp Anak perusahaan Tangguhan Perusahaan ( ) Anak perusahaan Taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi Rp Rp Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut: Aktiva pajak tangguhan Beban sewa guna usaha Rp Rp Akrual atas estimasi pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan Penyisihan penghapusan persediaan Lain-lain Jumlah (Berlanjut)
27 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan (Rp ) (Rp ) Amortisasi ( ) ( ) Lain-lain ( ) ( ) Jumlah ( ) ( ) Kewajiban pajak tangguhan - bersih (Rp ) (Rp ) 11. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR DAN HUTANG LAIN-LAIN Akun ini terdiri dari: Bunga obligasi Rp Rp Beban penjualan Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Lain-lain Jumlah Rp Rp KESEJAHTERAAN KARYAWAN Sesuai dengan PSAK No. 57, Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontinjensi, dan Aktiva Kontinjensi, yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2001, Perusahaan dan Anak perusahaan pada tahun 2001 mencatat akrual atas biaya pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian sesuai dengan keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. Kep-150/Men/2000 (Kep-150) tanggal 20 Juni 2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan. Akrual yang dibentuk (terdiri dari biaya jasa lalu dan biaya jasa kini) berjumlah Rp disajikan dalam Kewajiban Tidak Lancar dalam neraca konsolidasi sebagai Akrual atas Estimasi Biaya Pesangon, Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian Karyawan, setelah dikurangi biaya jasa lalu ditangguhkan yang belum diamortisasi pada tanggal 31 Desember 2001 berjumlah Rp Total beban yang dibebankan pada operasi tahun 2001 berjumlah Rp , terdiri dari biaya jasa kini dan amortisasi biaya jasa lalu masing-masing berjumlah Rp dan Rp Sebelum 1 Januari 2001, jumlah akrual yang dibentuk untuk estimasi pesangon karyawan di tahun 2000 adalah sebesar Rp 1,6 milyar. Akrual tersebut ditentukan sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja tersebut, dan dibebankan langsung ke operasi tahun 2000.
28 INSTRUMEN DERIVATIF Perusahaan mengadakan perjanjian-perjanjian instrumen derivatif untuk melakukan lindung nilai (hedging) atas risiko kerugian dari fluktuasi kurs tukar mata uang asing atas piutang Perusahaan. Perusahaan tidak melakukan transaksi derivatif yang spekulatif. Instrumen derivatif yang dipergunakan adalah kontrak valuta berjangka (forward) jangka pendek. Perusahaan tidak menerapkan akuntansi lindung nilai akan tetapi melakukan penyesuaian atas perubahan nilai wajar atas instrumen lindung nilai sebagai laba atau rugi dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 31 Desember 2001, kontrak valuta berjangka (forward) tersebut berjumlah US$ dan akan jatuh tempo pada berbagai tanggal yang berbeda, terakhir tanggal 4 Maret 2002 (lihat Catatan 25). Pada tanggal 31 Desember 2001, kewajiban yang timbul dari penyesuaian atas nilai wajar kontrak valuta berjangka tersebut berjumlah Rp 1,1 miliar dan dicatat sebagai bagian dari Biaya Masih Harus Dibayar dan Hutang Lain-lain dalam neraca konsolidasi. 14. HUTANG OBLIGASI - BERSIH Akun ini terdiri dari: Nilai nominal Rp Rp Dikurangi biaya emisi obligasi ditangguhkan: Biaya emisi obligasi ( ) ( ) Akumulasi amortisasi Saldo biaya emisi obligasi belum diamortisasi - akhir tahun ( ) ( ) Hutang Obligasi - Bersih Rp Rp Pada tanggal 27 Juni 2000, Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM melalui Surat No. S-1541/PM/2000 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Selamat Sempurna I Tahun Obligasi tersebut dicatatkan di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 31 Juli 2000 dengan nilai nominal sebesar Rp dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Juli Obligasi tersebut dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 16,625% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan pada tanggal 17 Januari dan 17 Juli setiap tahun, dengan pembayaran bunga pertama pada tanggal 17 Januari Obligasi tersebut telah memperoleh peringkat id A (stable outlook) berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) serta dijamin dengan seluruh kekayaan Perusahaan secara paripasu, sesuai dengan pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Pengurusan dan pengawasan atas hak-hak pemegang obligasi dilakukan oleh PT Bank Bali Tbk. sebagai Wali Amanat. Perusahaan tidak diwajibkan untuk membentuk dana cadangan pelunasan obligasi.
29 Dalam perjanjian perwaliamanatan, selama obligasi belum dilunasi, Perusahaan diharuskan untuk memperoleh persetujuan tertulis sebelumnya dari Wali Amanat sehubungan dengan, antara lain, (a) penjaminan aktiva Perusahaan yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh kemudian kecuali untuk kondisi tertentu, (b) pemberian jaminan, (c) penerbitan obligasi atau instrumen hutang lain atau hutang bank kecuali untuk kondisi tertentu, (d) merger dan akuisisi, (e) mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan, (f) perubahan bidang usaha dan (g) penjualan atau pengalihan aktiva Perusahaan dan Anak perusahaan. Perusahaan dan Anak perusahaan juga diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu. 15. MODAL SAHAM Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2001 dan 2000 adalah sebagai berikut: Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah PT Adrindo Intiperkasa ,02% Rp Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan di bawah 5%) , Jumlah ,00% Rp Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 12 Agustus 1999, yang diaktakan dengan akta notaris Frans Elsius Muliawan, S.H. No. 50 tanggal yang sama, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pelaksanaan pembagian saham bonus sebesar Rp , yang terdiri atas saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Saham bonus tersebut berasal dari selisih penilaian kembali aktiva tetap, dengan ketentuan bahwa setiap pemegang saham yang tercatat pada tanggal 13 September 1999 berhak menerima 8 saham bonus untuk setiap 25 saham yang dimiliki. Selanjutnya, dalam RUPSLB tersebut para pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham dari Rp 500 per saham menjadi Rp 100 per saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut diaktakan dengan akta notaris Frans Elsius Muliawan, S.H. No. 6 tanggal 6 Juli 2001 dan telah diterima serta dicatat di Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan registrasi No. C HT TH.2001 tanggal 5 Oktober 2001 (lihat Catatan 1). Sampai dengan tanggal 8 Maret 2002, pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham tersebut belum dilakukan. Proforma laba per saham, setelah memperhitungkan dampak penyesuaian secara retroaktif atas pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 500 per saham menjadi Rp 100 per saham (stock split), adalah sebagai berikut: LABA PER SAHAM PROFORMA Laba usaha Rp 83 Rp 70 Laba bersih Rp 42 Rp 45 Anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2001 and 2000, adalah sebagai berikut:
30 Persentase Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah Komisaris Johan Kurniawan ,38303% Rp Darsuki Gani , Direksi Eddy Hartono , Surja Hartono , Joseph Pulo 113 0, Jumlah ,45416% Rp Persentase Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah Komisaris Johan Kurniawan ,38303% Rp Darsuki Gani , Paulus Johnny Somba , Direksi Eddy Hartono , Surja Hartono , Joseph Pulo , Jumlah ,90607% Rp SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS ANAK PERUSAHAAN Akun ini merupakan perubahan nilai penyertaan Perusahaan pada PT Andhi Chandra Automotive Products Tbk. (ACAP), Anak perusahaan, sebagai akibat terdapatnya perubahan ekuitas Anak perusahaan yang bukan berasal dari transaksi antara Perusahaan dengan Anak perusahaan, yang terdiri dari: Jumlah Selisih penilaian kembali aktiva tetap ACAP Rp Penawaran umum perdana saham ACAP Jumlah Rp Pada tahun 2000, ACAP melakukan penilaian kembali sebagian aktiva tetapnya (lihat Catatan 7), dengan jumlah selisih penilaian kembali aktiva tetap sebesar Rp , setelah dikurangi pajak penghasilan. Bagian pemilikan Perusahaan atas perubahan ekuitas ACAP tersebut adalah sebesar Rp Selanjutnya, berdasarkan Surat Ketua BAPEPAM No. S-3347/PM/2000 tanggal 17 November 2000, ACAP telah melakukan penawaran umum perdana sahamnya, yaitu sejumlah saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 875 per saham. Sehubungan dengan hal tersebut, bagian pemilikan Perusahaan atas ekuitas ACAP meningkat sebesar Rp , sedangkan persentase pemilikan Perusahaan atas saham ACAP menurun dari 99,99% menjadi 64,93%.
31 DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan pada tanggal 18 Mei 2001, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen kas sebesar Rp atau Rp 57 per saham yang dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal 15 Juni Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp dari laba bersih Perusahaan tahun 2000, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam RUPS yang diadakan pada tanggal 8 Mei 2000, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen kas sebesar Rp atau Rp 31 per saham yang dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal 5 Juni Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp dari laba bersih Perusahaan tahun 1999, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. 18. PENJUALAN BERSIH Akun ini terdiri dari: Ekspor Rp Rp Lokal Jumlah Rp Rp Sebagian penjualan lokal dilakukan kepada pihak hubungan istimewa. Pada tahun 2001 dan 2000, tidak terdapat penjualan yang dilakukan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang jumlah penjualannya selama setahun masing-masing melebihi 10% dari penjualan bersih konsolidasi (lihat Catatan 5). Penjualan kepada pihak ketiga yang nilai penjualannya melebihi 10% dari penjualan bersih konsolidasi dilakukan dengan Cooling System and Flexible, Inc., Amerika Serikat dengan nilai penjualan sebesar Rp dan Rp , masing-masing pada tahun 2001 dan BEBAN POKOK PENJUALAN Akun ini terdiri dari: Bahan baku yang digunakan Rp Rp Upah buruh langsung Beban pabrikasi Jumlah Beban Produksi Persediaan barang dalam proses Awal tahun Pembelian Akhir tahun ( ) ( ) Beban Pokok Produksi (Berlanjut)
32 Persediaan barang jadi Awal tahun Rp Rp Pembelian Akhir tahun ( ) ( ) Beban Pokok Penjualan Rp Rp Sebagian pembelian dilakukan dengan pihak hubungan istimewa. Pada tahun 2001 dan 2000, tidak terdapat pembelian yang dilakukan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang jumlah pembeliannya selama setahun masing-masing melebihi 10% dari penjualan bersih konsolidasi (lihat Catatan 5). Pada tahun 2001 dan 2000, tidak terdapat pembelian kepada pemasok pihak ketiga dengan jumlah pembelian selama setahun masing-masing melebihi 10% dari penjualan bersih konsolidasi. 20. BEBAN PENJUALAN Akun ini terdiri dari: Iklan, komisi dan promosi penjualan Rp Rp Pengangkutan Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Royalti (Catatan 24) Lain-lain Jumlah Rp Rp BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Akun ini terdiri dari: Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan Rp Rp Penyusutan Jasa profesional Sumbangan dan representasi Beban kantor Sewa Amortisasi biaya ditangguhkan Perjalanan dinas Lain-lain Jumlah Rp Rp
33 BEBAN KEUANGAN DAN PENGHASILAN BUNGA Beban keuangan terdiri dari: Bunga obligasi Rp Rp Bunga dan administrasi pinjaman bank Bunga sewa guna usaha dan lainnya Jumlah Rp Rp Sebagian besar penghasilan bunga, yaitu sekitar 85% dan 71% masing-masing pada tahun 2001 dan 2000, merupakan penghasilan bunga dari deposito berjangka. 23. INFORMASI SEGMEN USAHA Informasi segmen usaha berdasarkan perusahaan yang dikonsolidasikan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2001 dan 2000, yang pembebanan harga antar segmennya didasarkan pada rata-rata harga pasar, adalah sebagai berikut: a. Penjualan Bersih PT Selamat Sempurna Tbk. Rp Rp PT Andhi Chandra Automotive Products Tbk PT Panata Jaya Mandiri Jumlah sebelum eliminasi Eliminasi ( ) ( ) Konsolidasi Rp Rp Rincian penjualan bersih konsolidasi berdasarkan jenis produk Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai berikut: Filter Rp Rp Radiator Lain-lain Jumlah sebelum eliminasi Eliminasi ( ) ( ) Konsolidasi Rp Rp
34 b. Laba Usaha PT Selamat Sempurna Tbk. Rp Rp PT Andhi Chandra Automotive Products Tbk PT Panata Jaya Mandiri Jumlah sebelum eliminasi Eliminasi ( ) Konsolidasi Rp Rp c. Jumlah Aktiva Teridentifikasi PT Selamat Sempurna Tbk. Rp Rp PT Andhi Chandra Automotive Products Tbk PT Panata Jaya Mandiri Jumlah sebelum eliminasi Eliminasi ( ) ( ) Konsolidasi Rp Rp PERJANJIAN DAN KONTRAK PENTING a. Sejak tahun 1985, Perusahaan telah mengadakan perjanjian bantuan teknis dan manajemen dengan Tennex Corporation, Jepang (Tennex) untuk memproduksi jenis penyaring (filter) tertentu di Indonesia. Sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan harus membayar royalti sebesar 3% - 5% dari penjualan bersih atas produk-produk di bawah lisensi. Perjanjian yang terakhir diperbaharui tanggal 26 Desember 1997 tersebut, berlaku untuk 5 (lima) tahun dan dengan sendirinya diperpanjang setiap tahun, kecuali bila diakhiri oleh salah satu pihak dengan pemberitahuan enam bulan di muka. b. Pada tahun 1994, Perusahaan menandatangani perjanjian bantuan teknis dengan Usui Kokusai Sangyo Kaisha, Ltd., Jepang (Usui) untuk memproduksi pipa rem (brake pipe) serta mengadakan ikatan untuk membeli steel tubes secara eksklusif dari Usui, yang merupakan bahan baku utama pipa rem tersebut. Perjanjian tersebut berlaku untuk 5 (lima) tahun dan dengan sendirinya dapat diperpanjang setiap tahun. c. Pada tahun 1994, Perusahaan menandatangani perjanjian bantuan teknis dan manajemen dengan Tokyo Radiator Mfg. Co. Ltd., Jepang (Tokyo Radiator) untuk memproduksi jenis radiator dan tangki bahan bakar tertentu di Indonesia. Sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan harus membayar royalti sebesar 5% dari penjualan bersih atas produk-produk di bawah lisensi, yang terdiri dari 3% untuk jasa bantuan teknis dan 2% untuk jasa bantuan manajemen. Perjanjian ini berlaku untuk periode 3 (tiga) tahun dan dengan sendirinya dapat diperpanjang setiap tahun.
35 d. Pada tahun 1995, Perusahaan menandatangani perjanjian bantuan dan data teknis dengan General Motors Corporation (GM), Amerika Serikat, dimana GM bersedia untuk menyediakan informasi teknis yang dirancang dan diciptakan oleh DELPHI - Harrison Thermal System (salah satu divisi dalam GM) kepada Perusahaan. Sebagai imbalan, Perusahaan harus membayar sejumlah jasa teknis serta royalti sebesar 3% dari penjualan bersih atas produk di bawah lisensi. Perjanjian ini berlaku untuk periode 7 (tujuh) tahun. e. Sejak tahun 1984, PT Panata Jaya Mandiri (PJM), Anak perusahaan, telah mengadakan perjanjian bantuan teknis dan lisensi dengan Donaldson Company Inc., Amerika Serikat (Donaldson) untuk memproduksi, merakit dan memasarkan penyaring (filter) jenis-jenis tertentu di Indonesia, yang terakhir diperbaharui dengan perjanjian tertanggal 30 Juni Sesuai perjanjian tersebut, PJM harus membayar royalti sebesar 5% dari penjualan bruto produk-produk di bawah lisensi, diluar penjualan kepada Donaldson. Perjanjian ini berlaku untuk 5 (lima) tahun. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2000, PJM juga menandatangani perjanjian Kontrak Pengadaan (Supply Contract) dengan Donaldson, dimana PJM setuju untuk memproduksi produk-produk tertentu sesuai permintaan Donaldson dengan harga tertentu. Sesuai perjanjian tersebut, PJM menyetujui untuk tidak melakukan penjualan ekspor atas produk-produk di bawah lisensi tersebut secara langsung maupun tidak langsung, kecuali kepada Donaldson. Kontrak pembelian tersebut berlaku selama masa perjanjian bantuan teknis dan lisensi antara PJM dengan Donaldson tersebut masih berlangsung. f. Sejak tahun 1988, PT Andhi Chandra Automotive Products Tbk. (ACAP), Anak perusahaan, telah menandatangani perjanjian bantuan teknis dengan Tokyo Roki Co. Ltd., Jepang untuk memproduksi dan memasarkan berbagai jenis penyaring (filter) tertentu di Indonesia, yang telah diperbaharui dengan perjanjian tertanggal 1 Agustus Perjanjian tersebut berlaku untuk periode 5 (lima) tahun dan dengan sendirinya dapat diperpanjang setiap tahun. Jumlah beban royalti sehubungan dengan perjanjian sesuai butir a, c, d dan e di atas adalah sebesar Rp dan Rp , masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2001 dan 2000, dan disajikan dalam akun Beban Penjualan dalam laporan laba rugi konsolidasi (lihat Catatan 20). g. Perusahaan dan Anak perusahaan menandatangani perjanjian sewa ruangan kantor dengan CV Auto Diesel Radiators Co. untuk ruangan kantor pusat Perusahaan dan Anak perusahaan. Untuk Perusahaan, perjanjian ini berlaku untuk periode 60 (enam puluh) bulan, sejak tanggal 1 Juli 2000 hingga 30 Juni 2005, sedangkan untuk Anak perusahaan yaitu ACAP dan PJM, perjanjian ini berlaku untuk periode 60 (enam puluh) bulan, sejak tanggal 1 Januari 1997 hingga 31 Desember 2001, dan telah diperpanjang untuk periode 2 (dua) tahun sampai dengan 31 Desember h. Pada tahun 2001, salah satu Anak perusahaan, ACAP, memiliki perjanjian sewa menyewa dengan PT Adrindo Intiperkasa untuk menyewa bangunan pabrik pendukung yang terletak di Tangerang untuk periode 1 (satu) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2001 sampai dengan 31 Desember Perjanjian ini telah diperpanjang untuk periode 1 (satu) tahun sampai dengan 31 Desember i. Pada tahun 2001, salah satu Anak perusahaan, PJM, memiliki perjanjian sewa menyewa dengan PT Hydraxle Perkasa untuk menyewa bangunan pabrik pendukung, yang terletak di Tangerang untuk periode 1 (satu) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2001 sampai dengan 31 Desember Perjanjian ini telah diperpanjang untuk periode 1 (satu) tahun sampai dengan 31 Desember 2002.
36 j. Pada tanggal 8 April 1995, Perusahaan bersama-sama dengan pemegang saham lainnya dalam PJM menandatangani Perjanjian antar Pemegang Saham PT Panata Jaya Mandiri, yang antara lain menyetujui pemberian hak (opsi) kepada Donaldson Company Inc., untuk membeli terlebih dahulu setiap saham yang ingin dialihkan atau dijual oleh pemegang saham lainnya. k. Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai fasilitas impor yang belum digunakan (unused letters of credit) dari PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Desember 2001 dengan jumlah keseluruhan sekitar US$ Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama untuk fasilitas pinjaman modal kerja (lihat Catatan 8). l. Perusahaan dan Anak perusahaan memiliki kontrak pembelian mesin dan peralatan tertentu. Saldo uang muka sehubungan dengan pembelian mesin dan peralatan adalah sebesar Rp dan Rp , masing-masing pada tanggal 31 Desember 2001 dan 2000, yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar dalam neraca konsolidasi. 25. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2001, Perusahaan dan Anak perusahaan memiliki aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, terutama sebagai berikut: Mata Uang Asing Ekuivalen Dalam Rupiah Aktiva Kas dan setara kas US$ Rp Sin$ JP Piutang usaha US$ Sin$ JP Jumlah Kewajiban Hutang bank US$ Hutang usaha US$ JP Sin$ GB Biaya masih harus dibayar US$ Sin$ Kewajiban kontrak valuta berjangka (forward) US$ Jumlah Aktiva - Bersih Rp
37 Pada tanggal 8 Maret 2002, (tanggal Laporan Auditor Independen) kurs rata-rata beberapa mata uang asing yang dikeluarkan Bank Indonesia adalah: US$ 1 = Rp 9.937; JP 1 = Rp 77,73; GB 1 = Rp ,62; dan Sin$ 1 = Rp 5.460,50. Apabila kurs rata-rata pada tanggal laporan auditor independen tersebut di atas digunakan untuk menyajikan kembali aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing Perusahaan dan Anak perusahaan, proforma aktiva bersih dalam mata uang asing akan menurun sebesar Rp KONDISI EKONOMI Banyak negara di wilayah regional Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mengalami dampak memburuknya kondisi ekonomi, yang dimulai sejak semester kedua tahun 1997, terutama karena depresiasi mata uang. Akibat utamanya adalah sangat langkanya likuiditas, tingginya tingkat bunga dan kurs mata uang. Dampak kondisi ekonomi tersebut terhadap kondisi keuangan pelanggan Perusahaan dan Anak perusahaan telah meningkatkan risiko kredit bawaan dalam sebagian piutang usaha, terutama piutang usaha lokal. Dalam kondisi ekonomi tersebut, harga bahan baku dan komponen yang digunakan dalam produksi Perusahaan dan Anak Perusahaan menjadi semakin meningkat, karena sebagian besar bahan baku dan komponen yang digunakan tersebut diimpor. Pada saat ini, kondisi ekonomi Indonesia masih menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh ketidakpastian kondisi sosial dan politik di dalam negeri. Kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang asing lainnya (terutama Dolar AS) masih mengalami fluktuasi, yang antara lain dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi sosial dan politik di dalam negeri. Laporan keuangan konsolidasi pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2001 dan 2000 mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Dalam memberikan respon terhadap kondisi ekonomi tersebut, manajemen terus berupaya untuk meningkatkan penjualan ekspor, serta melakukan program pengurangan biaya, yang meliputi peningkatan efisiensi seluruh kegiatan utama Perusahaan dan Anak perusahaan. 27. REKLASIFIKASI AKUN Biaya masih harus dibayar - akrual atas estimasi pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan sebesar Rp pada tanggal 31 Desember 2000, telah direklasifikasi ke kewajiban tidak lancar untuk menyesuaikan dengan penyajian neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember Hutang usaha impor kepada pihak ketiga sejumlah Rp pada tanggal 31 Desember 2000, telah direklasifikasi ke akun hutang bank untuk menyesuaikan dengan penyajian neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2001.
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi (Mata Uang Indonesia) - 1 - NERACA KONSOLIDASI 30 Juni 2002 2001 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas (Catatan 2c, 3 dan 26)
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2006 dan (Setelah Penggabungan Usaha) (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2008 Dengan Angka Perbandingan Tahun 2007 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2007 dan 2006 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2009 dan 2008 Dengan Angka Perbandingan Tahun 2007 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit) 31 Maret 2010 Dengan Angka Perbandingan 31 Maret 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan
PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2010 dan 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN LAPORAN
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)
PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) 1 PT SIANTAR TOP Tbk NERACA PER TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT) Catatan
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Akbar Indo Makmur Stimec Tbk ( Perusahaan ) didirikan pada tanggal
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2010 DAN 2009 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen i Neraca 1 Laporan Laba Rugi 2 Laporan
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk LAPORAN KEUANGAN SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TANGGAL 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 ( Tidak Diaudit ) PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk NERACA 30 September 2009
PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008
Halaman 8 PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008 1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN a. Pendirian Perusahaan PT. Intanwijaya Internasional Tbk. (Perusahaan) didirikan
PT ANEKA KEMASINDO UTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA)
LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 Daftar Isi Halaman
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1 Sejarah Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. ( Perusahaan ) didirikan di Indonesia pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo,
Catatan 31 Maret Maret 2010
NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang
Daftar Isi. Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan...
LAPORAN KEUANGAN DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Neraca... 1-2 Laporan Laba Rugi... 3 Laporan Perubahan Ekuitas... 4 Laporan Arus Kas... 5 Catatan Atas Laporan
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2011 DAN 2010 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk LAPORAN KEUANGAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TANGGAL 31 MARET 2009 DAN 2008 ( Tidak Diaudit ) PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk NERACA 31 Maret 2009 dan 2008 ( Disajikan
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN
PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
PT Yanaprima Hastapersada Tbk Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN (tidak diaudit) Daftar Isi Halaman Neraca...
Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk.
Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan 2004 PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk. LAPORAN KEUANGAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2005 DAN
PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI 2002 DAN 2001 ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) KEWAJIBAN DAN EKUITAS
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI DAN ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) AKTIVA KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan Catatan AKTIVA LANCAR KEWAJIBAN LANCAR Kas dan setara kas
PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
PT Yanaprima Hastapersada Tbk Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN (tidak diaudit) Daftar Isi Halaman
PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )
1 UMUM a. Pendirian Perusahaan PT. Surya Toto Indonesia Tbk. ("Perusahaan") didirikan tanggal 11 Juli 1977 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1, tahun 1967 berdasarkan akte yang dibuat
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Neraca Konsolidasi 2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2006) (MATA UANG INDONESIA) 1 MUSTIKA
PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan
Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) Laporan Aset dan Kewajiban Laporan Operasi Laporan
PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)
PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT) - 1 - PT SIANTAR TOP Tbk NERACA PER TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011
PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011 PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 MARET 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 A S E T Aset Lancar Catatan 31-Mar-12 31-Dec-11
1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900
NERACA KONSOLIDASI` PER 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 3 CATATAN ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c, 2l, 4, 24 Rp 3,111,393,145 Rp 1,677,351,069 Investasi jangka pendek 2d, 5 5,348,940,000 6,606,593,125
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)
PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) 0 PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED) Daftar
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 Daftar Isi Halaman Laporan
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 JUNI 2010 DAN 2009 Daftar isi
ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI
P.T. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 AKTIVA 2004 2003 (Disajikan Rental' - Catatan 38) AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 161.020.965.269 41.211.323.789
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR/L-099/12 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Sidomulyo Selaras Tbk Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Sidomulyo Selaras Tbk
P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007
P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)
PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT MMS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No.14 tanggal 4 Oktober 1989 dari Notaris Winnie Hadiprojo, SH., notaris
PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekshibit A NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) A S E T ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2p,3,25 1,349,564,406,813 1,205,030,845,882 Investasi jangka
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN PER 30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 PT HARTADINATA ABADI, Tbk DAFTAR
JUMLAH AKTIVA
NERACA 31 DESEMBER 2007 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3 866.121.482 3.038.748.917 Piutang usaha - bersih Hubungan istimewa 2b, 2c, 4, 5, 8 2.635.991.416 328.548.410 Pihak ketiga - setelah dikurangi
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016
PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 PT HARTADINATA ABADI, Tbk DAFTAR
PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2007 DAN 2006
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2007 DAN 2006 NERACA KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2007 dan 2006 Catatan A K T I V A KAS DAN SETARA KAS Pihak Ketiga
PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
UN AUDITED PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Maret 2011 Dengan Angka Pembanding 31 Maret 2010 (Un Audited) (Mata uang Rupiah Indonesia) PT TRIWIRA INSANLESTARI
PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,
NERACA KONSOLIDASIAN AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2d,4 121.433.163.880 119.658.017.889 Deposito berjangka 5 2.135.930.652 2.424.600.790 Piutang usaha 2e (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)
NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Bank 2.b, 4 7.079.491 4.389.630 Investasi Jangka Pendek 2.d, 5 6.150 6.150 Piutang Usaha 2.b,
MEMBACA LAPORAN KEUANGAN
MEMBACA LAPORAN KEUANGAN Denny S. Halim Jakarta, 31 Juli 2008 1 Outline Pengertian Akuntansi Proses Akuntansi Laporan Keuangan Neraca Laporan Rugi Laba Laporan Arus Kas Pentingnya Laporan Keuangan Keterbatasan
PT WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Laporan Keuangan Konsolidasi Dengan Laporan Auditor Independen Tahun Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal PT WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
JUMLAH ASET LANCAR
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 30 September 2011 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 50948250925 80968763439 Investasi 1963117500 2016231750
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 Daftar Isi Halaman Laporan
PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,
NERACA KONSOLIDASIAN AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2d,4 70.490.918.058 100.111.129.147 Deposito berjangka 5 2.062.615.652 2.179.143.834 Piutang usaha 2e (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi Dengan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2010 dan 2009 (Tidak diaudit) PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk NERACA 30 September 2010 dan
PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2006 DAN 2005 Jakarta, 30 Oktober 2006 Peter Lembong Direktur NERACA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER dan DAFTAR ISI Halaman LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Laporan Posisi Keuangan... 1. Laporan Laba Rugi Komprehensif...
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN. 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit)
LAPORAN KEUANGAN 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit) PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk NERACA 30 SEPTEMBER 2009 dan 2008 ASET 30 September 30 September Catatan 2009 2008 '000 '000
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)
NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 AKTIVA LANCAR K E T E R A N G A N 2003 2002 Kas dan setara kas 5,048,154 5,040,625 Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 19,943,324 21,928,185 Pihak ketiga-setelah
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASIAN AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2a,2c,3,27 103.317.329.165 92.942.187.030 Deposito berjangka 2a,4 1.971.891.997 2.643.566.861 Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015
BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa
BAB IV ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk IV.1 Analisis Laporan Arus Kas Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya.
PT Bhakti Investama Tbk Dan Anak Perusahaan
PT Bhakti Investama Tbk Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2000 Dan 1999 (Mata Uang Indonesia) Laporan
PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk
L A P O R A N K E U A N G A N Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2005 dan 2004 L A P O R A N K E U A N G A N D A F T A R I S I Ekshibit N e r a c a A Laporan Laba Rugi
PT. Ekadharma International Tbk. & Entitas Anak
PT. Ekadharma International Tbk. & Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 Dan tahun yang berakhir 31 Desember 2010 (Auditan) 1 LAPORAN POSISI
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk. LAPORAN KEUANGAN PER 30 September 2007 (TIDAK DIAUDIT) dan 30 September 2006 (TIDAK DIAUDIT) Global Reports LLC
PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 3 September 27 (TIDAK DIAUDIT) dan 3 September 26 (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keuangan
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di
PT Wicaksana Overseas International Tbk Dan Anak Perusahaan
PT Wicaksana Overseas International Tbk Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Laporan Auditor Independen Laporan No. 35574S Pemegang Saham
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR 183 Pemegang Saham dan Direksi PT Suparma Tbk Kami telah mengaudit neraca PT Suparma Tbk tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, laporan laba rugi dan laporan perubahan
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 Peraturan Nomor VIII.G.7 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR
PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Laporan Keuangan Konsolidasi 30 Juni 2010 dan 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi 30 Juni 2010 dan 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT Bank Central Asia Tbk dan Anak Perusahaan
PT Bank Central Asia Tbk dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen Dua Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000 Dan (Mata Uang Indonesia) Laporan Auditor
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk L1 ASET PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2008, 2009, DAN 2010 Periode Analisis Horizontal
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,
NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) AKTIVA Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4,43 10.942.829 10.828.433 Penyertaan sementara 2c,2f,43 182.685 188.139 Piutang usaha 2c,2g,5,36,43 Pihak
PT ALLBOND MAKMUR USAHA
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Neraca.. 1-2 Laporan Laba Rugi... 3 Laporan Perubahan Ekuitas. 4 Laporan Arus Kas 5 Catatan
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2011 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2010 (diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2011 dan 31 Maret 2010 (tidak
PT ZEBRA NUSANTARA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit), 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010
LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit), 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010 / 31 Desember 2009 (Diaudit) dan sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September
