PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK"

Transkripsi

1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah)

2 Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Daftar isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Interim Konsolidasian 1 Laporan Laba Rugi Komprehensif Interim Konsolidasian 2 Laporan Perubahan Ekuitas Interim Konsolidasian 3 Laporan Arus Kas Interim Konsolidasian 4 Catatan atas Laporan Keuangan Interim Konsolidasian 5 60 Laporan Keuangan Terpisah i v

3 Approved by: LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) Catatan 30 Juni Desember 2013 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2d,2k,4,20,23, Piutang usaha Pihak ketiga, bersih 2c,2k,5,8,12,20,23, Piutang lain-lain 2c,23, Persediaan 2e,6,8, Pajak dibayar di muka 2l, Uang muka dan biaya dibayar di muka 2f Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Taksiran tagihan pajak 2l, Aset pajak tangguhan 2l, Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp pada tanggal 30 Juni 2014 dan Rp pada tanggal 31 Desember g,7,8,12, Aset lain-lain - bersih Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 1

4 Approved by: LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) (Lanjutan) Catatan 30 Juni Desember 2013 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Hutang bank 2c,8,23, Hutang usaha Pihak ketiga 2c,2k,9,20,23, Hutang lain-lain 2c,2m,10,23,24 Pihak berelasi Pihak ketiga Beban masih harus dibayar 2c,13,23, Hutang pajak 2l, Uang muka pelanggan Hutang bank jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun 2c,12,23, Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun 2c,12,23, Imbalan kerja 2i, Jumlah Liabilitas Jangka Panjang JUMLAH LIABILITAS Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 1a

5 Approved by: LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) (Lanjutan) Catatan 30 Juni Desember 2013 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar saham Modal ditempatkan dan disetor penuh saham Agio saham 2o, Saldo laba Sub-jumlah Kepentingan nonpengendali Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 1b

6 Approved by: LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF INTERIM KONSOLIDASIAN Catatan (Enam Bulan) (Enam Bulan) PENJUALAN BERSIH 2j,16, BEBAN POKOK PENJUALAN 2j,17 ( ) ( ) LABA BRUTO Beban penjualan 2j,18 ( ) ( ) Beban umum dan administrasi 2j,13,18 ( ) ( ) Beban keuangan 2j,2k,7,21 ( ) ( ) Pendapatan keuangan 2j,2m Lain-lain bersih LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK ( ) MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2l,11 Kini - ( ) Tangguhan Jumlah manfaat (beban) pajak - bersih ( ) LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN ( ) Pendapatan komprehensif lain - - LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN ( ) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 2

7 Approved by: LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF INTERIM KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Catatan (Enam Bulan) (Enam Bulan) Laba (rugi) periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk ( ) Kepentingan nonpengendali 14 ( ) Jumlah ( ) Laba (rugi) komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk ( ) Kepentingan nonpengendali 14 ( ) Jumlah ( ) LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 2n,22 ( 6,48 ) 3,07 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 2a

8 Approved by: LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM KONSOLIDASIAN Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal Saham Ditempatkan dan Kepentingan Disetor Penuh Agio Saham Saldo Laba Jumlah Non pengendali Jumlah Ekuitas Saldo 1 Januari Laba komprehensif periode berjalan Saldo 30 Juni Saldo 1 Januari Rugi komprehensif periode berjalan - - ( ) ( ) ( ) ( ) Saldo 30 Juni Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 3

9 Approved by: LAPORAN ARUS KAS INTERIM KONSOLIDASIAN Catatan (Enam Bulan) (Enam Bulan) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan ( ) ( ) Kas yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi Pembayaran pajak ( ) ( ) Pembayaran beban keuangan ( ) ( ) Penerimaan pendapatan keuangan Penerimaan penghasilan lain-lain Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap 7 ( ) ( ) Uang muka pembelian aset - ( ) Perolehan aset lain-lain - ( ) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan hutang bank jangka pendek Pembayaran hutang bank jangka pendek 8 ( ) ( ) Penambahan hutang bank jangka panjang Pembayaran hutang bank jangka panjang 12 ( ) ( ) Pembayaran hutang lain-lain 10 ( ) ( ) Penambahan hutang lain-lain Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan

10 Approved by: LAPORAN ARUS KAS INTERIM KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Catatan (Enam Bulan) (Enam Bulan) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK ( ) KAS DAN BANK AWAL PERIODE KAS DAN BANK AKHIR PERIODE Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 4a

11 1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Sekawan Intipratama Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan akta notaris Lilia Devi Indrawati, SH. No. 68 tanggal 5 November 1994, yang diubah dengan akta No. 266 tanggal 28 Desember 1994 dari notaris yang sama. Akta pendirian dan akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Indonesia dengan Surat Keputusan No.C2-179 HT TH.95 tanggal 5 Januari 1995 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 19 Tambahan No tanggal 5 Maret Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta No. 42 tanggal 16 Mei 2008 dari notaris Maria Tjandra, SH., mengenai perubahan status menjadi perusahaan terbuka dan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang disesuaikan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 40 tahun Akta perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. AHU AH TH.2008 tanggal 1 Juli Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang perindustrian, perdagangan, pertambangan, pembangunan, pengangkutan, pertanian, percetakan, dan jasa. Kegiatan utama Perusahaan adalah di bidang industri percetakan dan perdagangan. Perusahaan dan pabriknya berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan telah memulai kegiatan komersialnya pada tahun Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai entitas induk karena tidak ada pemegang saham Perusahaan yang memiliki porsi kepemilikan efektif atau hak suara di atas 50%. b. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 26 September 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melalui suratnya No. S-6957/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum saham perdana atas saham (Nominal Rp 100/saham) Perusahaan kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 150 per saham. Pada tanggal 17 Oktober 2008 saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 30 Juni 2014, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dengan suratnya No. S-333/D.04/2014 mengenai Pemberitahuan efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I (PUT I). Pada tanggal 30 Juni 2014, seluruh saham Perusahaan yang ditempatkan dan disetor penuh telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. 5

12 1. UMUM (Lanjutan) c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Dewan Direksi Komisaris utama : Teguh Luntoro Direktur utama : Onny Soendjaja Komisaris : Jusuf Herjanto Direktur : Oei Denny Kurniawan Komisaris independen : Vern Subagya Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota : Vern Subagya : Herlina Kumalasari Fredy Winanto Pembentukan komite audit Perusahaan telah dilakukan sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.1.5. Jumlah gaji dan kesejahteraan dewan komisaris dan direksi Perusahaan dan Entitas Anak selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki masing-masing 199 dan 201 orang karyawan tetap (tidak diaudit). d. Entitas Anak Laporan keuangan interim konsolidasian tahun 2014 dan 2013 meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang dimiliki secara langsung lebih dari 50% sebagai berikut: Persentase kepemilikan Jumlah Aset Tahun operasional Domisili komersial Kegiatan Usaha (Rp) 2013 (Rp) PT Zensei Indonesia Gresik 2006 Industri alat 65% 65% kesehatan dan kebutuhan rumah tangga Entitas Anak memiliki kantor di Gresik dan lokasi pabrik di Gresik dan Tangerang - Banten. 6

13 1. UMUM (Lanjutan) e. Tanggal Penyelesaian Laporan Keuangan Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah disetujui oleh direksi untuk diterbitkan pada tanggal 21 Juli IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Interim Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan interim konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ( SAK ), yang mencakup Pernyataan dan Interprestasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Indonesia dan peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan keuangan interim konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK No. 3 (Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim. Laporan keuangan interim konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan. Laporan arus kas interim konsolidasian yang disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan interim konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak. b. Prinsip Konsolidasian Laporan keuangan interim konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak seperti yang sebutkan pada Catatan 1d yang dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan keuangan dan operasi perusahaan tersebut sehingga memperoleh manfaat dari aktivitas perusahaan tersebut. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari 50% hak suara, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. 7

14 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) b. Prinsip Konsolidasian (Lanjutan) Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian. Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non pengendali ( KNP ) bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non pengendali mempunyai saldo defisit. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan dan Entitas Anak: i. menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak; ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP; iii. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada; iv. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; v. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; vi. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan vii. mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba. KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas Anak yang diatribusikan pada kepentingan ekuitas yang tidak dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan interim konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. c. Instrumen Keuangan i. Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. 8

15 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) c. Instrumen Keuangan (Lanjutan) i. Aset Keuangan (Lanjutan) Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai berikut: Nilai wajar melalui laporan laba rugi Dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Pinjaman yang diberikan dan piutang Klasifikasi tersebut tergantung pada sifat dan tujuan dari aset keuangan tersebut dan ditentukan pada saat pengakuan awal. Nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian (FVTPL) Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika aset keuangan sebagai kelompok diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL. Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok diperdagangkan, jika: diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat; atau merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini; atau merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai. Aset keuangan selain aset keuangan yang diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal, jika: penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau aset keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan atau liabilitas atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan dokumentasi manajemen risiko atau strategi investasi Perusahaan dan Entitas Anak, dan informasi tentang kelompok tersebut disediakan secara internal kepada manajemen kunci; atau merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK No. 55 (revisi 2011) memperbolehkan kontrak gabungan (aset atau liabilitas) ditetapkan sebagai FVTPL. 9

16 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) c. Instrumen Keuangan (Lanjutan) i. Aset Keuangan (Lanjutan) Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian mencakup dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan. Dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan, dengan pengakuan pendapatan diakui berdasarkan metode hasil efektif. Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS) Aset keuangan yang dimiliki yang tercatat di bursa dan diperdagangkan pada pasar aktif diklasifikasikan sebagai AFS dan dinyatakan pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi revaluasi investasi AFS kecuali untuk kerugian penurunan nilai, bunga yang dihitung dengan metode suku bunga efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset moneter yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian. Jika aset keuangan dilepas atau mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakumulasi pada revaluasi investasi AFS, direklasifikasi ke laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian. Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak tercatat di bursa yang tidak mempunyai kuotasi harga pasar di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal diklasifikasikan sebagai AFS, diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai. Dividen atas instrumen ekuitas AFS, jika ada, diakui pada laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian pada saat hak Perusahaan dan Entitas Anak untuk memperoleh pembayaran dividen ditetapkan. Pinjaman yang diberikan dan piutang Piutang pelanggan dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain termasuk dalam kategori ini. 10

17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) c. Instrumen Keuangan (Lanjutan) i. Aset Keuangan (Lanjutan) Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai. Untuk aset keuangan lainnya, bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. 11

18 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) c. Instrumen Keuangan (Lanjutan) i. Aset Keuangan (Lanjutan) Penurunan nilai aset keuangan (Lanjutan) Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan dan Entitas Anak atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang. Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian. Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian. Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan dapat dikaitkan secara obyektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan. Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian tidak boleh dipulihkan melalui laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke pendapatan komprehensif lain. 12

19 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) c. Instrumen Keuangan (Lanjutan) i. Aset Keuangan (Lanjutan) Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan dan Entitas Anak mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan dan Entitas Anak tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan dan Entitas Anak mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan dan Entitas Anak masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. ii. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan dan Entitas Anak setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Liabilitas keuangan Hutang bank, hutang usaha, hutang lain-lain dan beban masih harus dibayar pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. 13

20 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) c. Instrumen Keuangan (Lanjutan) ii. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas (Lanjutan) Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan dan Entitas Anak telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. iii. Saling Hapus Antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan interim konsolidasian jika: saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. d. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak saat penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman. e. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method). Penyisihan atas persediaan usang dan penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih. Nilai perolehan ditentukan dengan metode rata-rata yang meliputi biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lainnya yang timbul hingga persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai. Persediaan barang jadi mencakup alokasi yang layak atas biaya produksi tidak langsung tetap dan variabel, disamping bahan baku dan upah langsung. 14

21 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) e. Persediaan (Lanjutan) Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. f. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaatnya dengan metode garis lurus. g. Aset Tetap Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), Aset Tetap dan ISAK No. 25, Hak atas Tanah. ISAK No. 25 menetapkan bahwa biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Pakai (HP) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun aset tetap dan tidak diamortisasi. Sementara itu, biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan hak-hak tersebut di atas diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomi tanah, mana yang lebih pendek. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian pada saat terjadinya. Penyusutan atas aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straightline method) dengan estimasi masa manfaat sebagai berikut: Tahun Bangunan Mesin dan peralatan 4-16 Instalasi listrik 4-8 Alat pengangkutan 5-8 Inventaris kantor dan pabrik

22 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) g. Aset Tetap (Lanjutan) Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi. Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari Aset tetap. Akumulasi biaya perolehan direklasifikasi ke jenis aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tetap yang bersangkutan selesai dikerjakan dan siap digunakan. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir periode buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. h. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan Pada tanggal pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menelaah nilai tercatat aset nonkeuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Perusahaan dan Entitas Anak mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas dan aset. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 2c. 16

23 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) i. Imbalan Kerja Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja. Perusahaan mengakui penyisihan atas imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010) Imbalan Kerja, atas kesejahteraan karyawan dengan metode yang disyaratkan dalam standar tersebut. Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), biaya penyediaan imbalan kerja ditentukan menggunakan metode penilaian aktuaria "Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui di akhir periode pelaporan tahun sebelumnya melebihi 10% dari jumlah nilai kini liabilitas imbalan kerja pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian aktuarial tersebut diamortisasi dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para karyawan. j. Pengakuan Pendapatan dan Beban Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 23 (Revisi 2010), Pendapatan. Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN). Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual. k. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing PSAK No. 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, terutama mengatur penentuan mata uang fungsional, penjabaran akun dalam mata uang asing ke mata uang fungsional dan penggunaan mata uang penyajian yang berbeda dengan mata uang fungsional. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan bahwa mata uang fungsionalnya adalah Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada periode yang bersangkutan. 17

24 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) k. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (Lanjutan) Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, kurs rata-rata yang digunakan adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing 30 Juni Desember 2013 Dolar Amerika Serikat (US$) Yen Jepang (JPY) l. Manfaat (Beban) Pajak Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), Pajak Penghasilan. Pajak Kini Beban pajak penghasilan merupakan jumlah dari pajak penghasilan badan yang terutang saat ini dan pajak tangguhan. Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Penghasilan kena pajak berbeda dengan laba yang dilaporkan dalam laba atau rugi karena penghasilan kena pajak tidak termasuk bagian dari pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun yang berbeda, dan juga tidak termasuk bagian yang tidak dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Pajak Tangguhan Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali bagi liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari: i. pengakuan awal goodwill; ii. atau pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang: (ii.1) bukan transaksi kombinasi bisnis, dan (ii.2) pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak/rugi pajak. 18

25 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) l. Manfaat (Beban) Pajak (Lanjutan) Pajak Tangguhan (Lanjutan) Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang: i. bukan transaksi kombinasi bisnis dan; ii. tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak/rugi pajak. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak dan asosiasi, kecuali yang waktu pembalikannya dapat dikendalikan dan kemungkinan besar perbedaan temporer tersebut tidak akan dibalik di masa depan yang dapat diperkirakan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang telah secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan disaling-hapuskan jika terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset dan liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang sama, Perusahaan dan Entitas Anak yang bermaksud untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas lancar berdasarkan jumlah neto. m. Transaksi Pihak-pihak Berelasi Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. 19

26 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) m. Transaksi Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan) Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas laporan keuangan yang relevan. n. Laba Per Saham Dasar Laba per saham dasar dihitung dengan membagi jumlah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan. Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal-tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian. o. Agio Saham Agio saham merupakan selisih antara jumlah harga jual dengan jumlah nilai nominal saham yang ditawarkan kepada masyarakat setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang berhubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan. p. Informasi Segmen Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi. Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan dan Entitas Anak yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama). b. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. 20

27 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) p. Informasi Segmen (Lanjutan) Segmen operasi dapat terlibat dalam aktivitas bisnis yang belum menghasilkan pendapatan, misalnya operasi permulaan dapat menjadi segmen operasi sebelum memperoleh pendapatan. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Perusahaan dan Entitas Anak, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasian. Untuk tujuan manajemen, Perusahaan dan Entitas Anak dibagi menjadi tiga segmen operasi berdasarkan produk dan jasa yang dikelola secara independen oleh masingmasing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada manajemen Perusahaan dan Entitas Anak yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen. Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 19, termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi segmen. 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN Penyusunan laporan keuangan interim konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan interim konsolidasian. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat. a. Pertimbangan Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan interim konsolidasian: 21

28 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan) a. Pertimbangan (Lanjutan) i. Penentuan Mata Uang Fungsional Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi. Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan serta mempertimbangkan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasari. ii. Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak seperti diungkapkan pada Catatan 2c. iii. Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu dimana diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan untuk penurunan nilai piutang. Nilai tercatat dari piutang usaha Perusahaan dan Entitas Anak sebelum penyisihan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp Penjelasan lebih jauh diungkapkan dalam Catatan 5. 22

29 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan) b. Estimasi dan Asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan interim konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan yang digunakan saat ini, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi yang berada diluar kendali perusahaan tersebut. Perubahanperubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. i. Imbalan Kerja Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama ratarata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas estimasi liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah Rp Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13. ii. Penyusutan Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7. 23

30 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan) b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan) iii Instrumen Keuangan Perusahaan dan Entitas Anak mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi. iv. Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. v. Ketidakpastian Liabilitas Perpajakan Dalam situasi tertentu, Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena kemungkinan adanya pemeriksaan dari otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interprestasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57 (Revisi 2009), Provisi Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. Perusahaan dan Entitas Anak menganalisa semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan liabilitas pajak untuk beban yang belum diakui harus diakui. vi. Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. 24

31 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan) b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan) vi. Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan (Lanjutan) Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6. vii. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Penurunan nilai terjadi pada saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi jumlah terpulihkannya, yaitu yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada data yang tersedia dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas diproyeksikan untuk masa depan dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau investasi signifikan di masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji. Jumlah terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi. 4. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Kas

32 4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) 30 Juni Desember 2013 Bank Dalam Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Permata Syariah PT Bank Permata Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Ganesha PT Bank Mutiara Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Sinarmas Tbk Dalam Dolar Amerika Serikat PT Bank Mutiara Tbk (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Bank Central Asia Tbk (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Bank DBS Indonesia (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ 409 pada tanggal 31 Desember 2013) PT Bank Permata Tbk (US$ 711 pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) Dalam Yen Jepang PT CIMB Niaga Tbk (JPY pada tanggal 30 Juni 2014 dan JPY pada tanggal 31 Desember 2013) Deposito Berjangka PT Bank Permata Tbk PT Bank DBS Indonesia Jumlah Tingkat suku bunga tahunan deposito berjangka sebesar 7,75% dan 8% per tahun masingmasing pada periode 2014 dan Tidak terdapat kas dan setara kas Perusahaan dan Entitas Anak yang dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi. 26

33 5. PIUTANG USAHA a. Berdasarkan mata uang: 30 Juni Desember 2013 Pihak ketiga Lokal Dalam Rupiah Dalam Dolar Amerika Serikat (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) Ekspor Dalam Yen Jepang (JPY ) Jumlah Penyisihan penurunan nilai piutang ( ) ( ) Jumlah bersih b. Berdasarkan pelanggan: 30 Juni Desember 2013 PT Bayaco Agung PT Sinar Surya Cemerlang UD Laju Jaya PT Obor Baru Maju UD Pilar PT Akur Pratama PT Sai Indonesia PT Duta Abadi Primantara PT Mitra Arta Sukses CV Adiwarna Tunggal Jaya UD Delta Plaza PT Meiwa Indonesia (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) UD Aldy Jaya CV Bintang Prima Perkasa PT Cahaya Buana Intitama UD Gloria

34 5. PIUTANG USAHA (Lanjutan) b. Berdasarkan pelanggan: (Lanjutan) 30 Juni Desember 2013 UD Tiara UD Sumber Baru PT Bestari Jaya Permai Tbk PT Putro Narimo PT Sumber Abadi Sentratama PT Matahari Inti Perkasa PT Selera Asli UD Sinar Utara Nusantara PT Royal Abadi Sejahtera PT Matahari Putra Prima Tbk Lain-lain (di bawah Rp 500 juta) Jumlah Penyisihan penurunan nilai piutang ( ) ( ) Jumlah bersih c. Berdasarkan umur: 30 Juni Desember 2013 Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai Jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai: Sampai dengan 1 bulan > 1 bulan - 3 bulan > 3 bulan - 6 bulan > 6 bulan - 1 tahun > 1 tahun Jumlah Penyisihan penurunan nilai piutang ( ) ( ) Jumlah bersih

35 5. PIUTANG USAHA (Lanjutan) Berdasarkan penelaahan terhadap adanya penurunan nilai pada akhir periode, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang yang telah dibentuk cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas penurunan nilai piutang tersebut. Piutang usaha Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Permata Tbk (lihat Catatan 8 dan 12). 6. PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Bahan baku dan penolong Barang jadi Barang dalam proses Lain-lain Jumlah Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada akhir periode, manajemen berpendapat bahwa seluruh persediaan dapat digunakan dan tidak diperlukan penyisihan persediaan usang pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut. Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, persediaan Perusahaan dan Entitas Anak digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Permata Tbk (lihat Catatan 8 dan 12). 7. ASET TETAP Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Pemilikan langsung: Biaya perolehan Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Instalasi listrik Alat pengangkutan

36 7. ASET TETAP (Lanjutan) 2014 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Inventaris kantor dan pabrik Sub-Jumlah Aset tetap dalam pembangunan ( ) - Jumlah Pemilikan langsung: Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Instalasi listrik Alat pengangkutan Inventaris kantor dan pabrik Jumlah Nilai Buku Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Pemilikan langsung: Biaya perolehan Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Instalasi listrik Alat pengangkutan Inventaris kantor dan pabrik Sub-Jumlah Aset tetap dalam pembangunan ( ) Jumlah Pemilikan langsung: Akumulasi Penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Instalasi listrik Alat pengangkutan Inventaris kantor dan pabrik Jumlah Nilai Buku

37 7. ASET TETAP (Lanjutan) Pengurangan aset tetap berupa penjualan aset tetap sebagai berikut: 2013 Biaya perolehan Akumulasi penyusutan Nilai tercatat - Harga jual neto Keuntungan penjualan aset tetap Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014, penambahan aset tetap bangunan sebesar Rp merupakan reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian. Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, penambahan aset tetap mesin dan peralatan sebesar Rp merupakan reklasifikasi dari uang muka pembelian aset. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki beberapa bidang tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2024 sampai dengan tahun Manajemen berpendapat bahwa hak tersebut dapat diperpanjang apabila telah jatuh tempo karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai. Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, jumlah biaya perolehan aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan dalam kegiatan operasional masing-masing sebesar Rp dan Rp Aset tetap dalam pembangunan Perkiraan Persentase Perkiraan Waktu 31 Desember 2013 Penyelesaian Nilai Tercatat Penyelesaian Bangunan 70% April

38 7. ASET TETAP (Lanjutan) Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 masing-masing dialokasikan sebagai berikut: Beban pokok penjualan (lihat Catatan 17) Beban penjualan (lihat Catatan 18) Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 18) Jumlah Seluruh aset tetap, kecuali tanah telah diasuransikan pada PT Asuransi Wahana Tata terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp dan US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan Rp dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013 yang menurut pendapat manajemen, cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut. Berdasarkan evaluasi, manajemen berpendapat tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang menunjukkan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember Aset tetap berupa tanah dan bangunan, mesin dan alat pengangkutan milik Perusahaan dan Entitas Anak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank DBS Indonesia pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 (lihat Catatan 8 dan 12). Nilai wajar dari aset tetap berupa bangunan dan prasarana pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp 162 milyar yang telah ditentukan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen KJPP Yanuar Bey dan Rekan dalam laporannya tertanggal 11 Maret HUTANG BANK Akun ini terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Pihak ketiga Perusahaan PT Bank CIMB Niaga Tbk Pinjaman tetap Pinjaman transaksi khusus Pinjaman rekening koran

39 8. HUTANG BANK (Lanjutan) 30 Juni Desember 2013 Entitas Anak PT Bank Central Asia Tbk Pinjaman revolving loan Pinjaman rekening koran PT Bank Permata Tbk Pinjaman murabahah - bersih Invoice Financing Buyer PT Bank DBS Indonesia Pinjaman uncommitted account payable financing Jumlah Semua saldo hutang bank tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 dalam mata uang Rupiah. Perhitungan untuk pinjaman murabahah: 30 Juni Desember 2013 Hutang murabahah Beban murabahah tangguhan ( ) ( ) Pinjaman murabahah - bersih Perusahaan: Pada tahun 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit rekening koran dan pinjaman tetap dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp , serta pinjaman transaksi khusus dengan batas maksimum sebesar Rp dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, pinjaman yang diperoleh Perusahaan akan digunakan untuk tambahan modal kerja. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tanah dan bangunan, mesin dan persediaan milik Perusahaan. Fasilitas ini jatuh tempo pada bulan Maret 2014 dan telah dilunasi oleh Perusahaan. Berdasarkan perjanjian pinjaman, Perusahaan harus memenuhi beberapa pembatasan, antara lain, mempertahankan nilai persediaan dan piutang minimal 125% dari saldo pinjaman; pembiayaan aset tetap dan penarikan modal serta penambahan hutang kepada kreditur lain harus dengan persetujuan Bank; menjaga current ratio minimal 1,2 kali dan leverage maksimal 1,0 kali selama periode pinjaman. Perusahaan telah memenuhi rasio yang diatur dalam perjanjian pinjaman tersebut di atas pada tanggal 31 Desember

40 8. HUTANG BANK (Lanjutan) Entitas Anak: Pada tahun 2011, Entitas Anak memperoleh fasilitas dari PT Bank Central Asia Tbk ( Bank ) berupa kredit rekening koran dengan batas maksimum sebesar Rp 4,5 milyar dan kredit revolving loan dengan batas maksimum sebesar Rp 40 milyar. Pada tahun 2013 batas maksimum kredit revolving loan meningkat menjadi sebesar Rp 43 milyar. Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, pinjaman yang diperoleh Entitas Anak digunakan untuk membiayai modal kerja. Entitas Anak juga memperoleh fasilitas Letter of Credit (Sight L/C) dengan batas maksimum pinjaman sebesar US$ dan dibebani biaya provisi sebesar 0,125% dari jumlah pinjaman tersebut. Fasilitas ini digunakan untuk pengadaan bahan. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 11,5% masing-masing pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Fasilitas di atas akan jatuh tempo pada bulan September 2014 dan dijamin dengan piutang, persediaan dan aset tetap tertentu milik Entitas Anak (lihat Catatan 5, 6, dan 7). Berdasarkan perjanjian pinjaman, Entitas Anak harus memenuhi beberapa pembatasan, antara lain, tidak ada tambahan pinjaman tanpa pemberitahuan tertulis terlebih dahulu dari Bank, tidak ada penurunan jumlah modal disetor selama periode fasilitas kredit di Bank berlaku, minimum Debt Security Coverage Ratio (DSCR) satu kali. Entitas Anak belum memenuhi rasio yang diatur dalam perjanjian pinjaman tersebut di atas pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 dengan sepengetahuan Bank. Pada tahun 2012, Entitas Anak memperoleh fasilitas dari PT Bank Permata Tbk berupa fasilitas Murabahah dengan batas maksimum sebesar Rp 20 milyar yang digunakan untuk modal kerja dengan nilai tunai Rp Pinjaman ini dibebani marjin sebesar 13,5% masing-masing pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan biaya administrasi sebesar 0,125% flat dari jumlah outstanding fasilitas Murabahah yang ditarik. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 7 bulan dan akan jatuh tempo pada bulan Agustus Pada tahun 2014, Entitas Anak memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa Invoice Financing Buyer sebesar Rp 10 milyar, dan fasilitas FX Line sebesar US$ Entitas Anak juga memperoleh tambahan fasilitas Murabahah sebesar Rp 10 milyar. Fasilitas ini dijamin dengan piutang dan persediaan milik Entitas Anak (lihat Catatan 5 dan 6). Berdasarkan perjanjian pinjaman, Entitas Anak harus memenuhi beberapa pembatasan, antara lain Entitas Anak harus memberitahukan secara tertulis kepada Bank bila menerima segala bentuk fasilitas pinjaman/pembiayaan dari pihak ketiga atau Entitas Anak bertindak sebagai penjamin untuk pihak ketiga (selain pinjaman komersial yang dibuat sehubungan dengan kegiatan bisnis sehari-hari); menjual, menyewakan, mengalihkan, melepaskan atau menjaminkan, seluruh atau sebagian besar asetnya kepada pihak ketiga selain dari Bank; menghadapi sengketa perdata dimana jumlah tuntutan adalah sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah total Pembiayaan Murabahah yang diberikan oleh Bank berdasarkan perjanjian tersebut; menghadapi suatu sengketa dengan otoritas pemerintah; dan terjadinya suatu kejadian dimana dengan berlalunya waktu atau diberikannya pemberitahuan akan menyebabkan timbulnya wanpretasi. 34

41 8. HUTANG BANK (Lanjutan) Entitas Anak: (Lanjutan) Pada bulan Juni 2013, Entitas Anak memperoleh fasilitas uncommitted account payable financing dengan batas maksimum sebesar Rp dari PT Bank DBS Indonesia. Pada tahun 2014, fasilitas tersebut berubah menjadi sebesar Rp 20 milyar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 9,50%-10% per tahun untuk mata uang Rupiah dan 4,90%-5,40% untuk mata uang Dolar Amerika Serikat. Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, pinjaman yang diperoleh Entitas Anak akan digunakan untuk tambahan modal kerja. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada bulan September 2014 dan dijamin dengan aset tetap tertentu milik Entitas Anak. Berdasarkan perjanjian pinjaman, Entitas Anak harus memenuhi beberapa pembatasan, antara lain: a. menyampaikan pemberitahuan kepada Bank selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender, apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: (i) terjadi sesuatu cidera janji, proses arbitrase atau administratif, proses perkara baik perdata maupun pidana maupun perkara yang berhubungan dengan kewajiban pajak Entitas Anak atau proses perkara di peradilan manapun yang dapat mempengaruhi usaha Entitas Anak; (ii) perubahan terhadap Anggaran Dasar Entitas Anak; (iii) perubahan secara material yang dapat mempengaruhi usaha Entitas Anak dan/atau kondisi keuangan Entitas Anak dan/atau kemampuan Entitas Anak melakukan kewajiban pembayaran kepada Bank; (iv) mengakibatkan atau menyetujui untuk mengakibatkan terjadinya pengeluaran modal (capital expenditure) melebihi 25% (dua puluh lima persen) total modal; (v) menerima kredit dan/atau pinjaman baru dan/atau tambahan dari bank lain atau pihak ketiga lainnya. b. menjaga dan mempertahankan setiap waktu: (i) Total Debt/Total Networth : Gearing Ratio sebesar-besarnya 2,5 kali; (ii) Networth tidak berkurang lebih dari 25% dari tahun ke tahun. c. tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank, Entitas Anak tidak akan: (i) (ii) mengubah susunan Direksi dan Dewan Komisaris Entitas Anak; mengubah susunan pemegang saham Entitas Anak apabila perubahan tersebut terhadap lebih dari 51% jumlah saham dengan hak suara sah; (iii) membagikan dan/atau membayar dividen dalam bentuk apapun kepada para pemegang saham Entitas Anak apabila rasio pembayaran dividen tersebut lebih dari 30%; (iv) mengubah jenis usaha Entitas Anak; (v) mengubah bentuk dan/atau status hukum Entitas Anak, melikuidasi, meleburkan, menggabungkan dan/atau membubarkan dan/atau melakukan hal lain untuk kepentingan krediturnya (selain Bank) termasuk mengeluarkan saham-saham baru dan/atau menjual saham-saham yang telah ada, hak opsi, waran atau instrumeninstrumen sejenis lainnya; (vi) mengajukan permohonan untuk dinyatakan pailit atau permohonan penundaan pembayaran; 35

42 8. HUTANG BANK (Lanjutan) Entitas Anak: (Lanjutan) (vii) mengikatkan diri sebagai penjamin (borg) terhadap pihak ketiga; (viii) memindahtangankan sebagian besar aset (major asset) atau aset penting (material asset) atau perusahaan dalam bentuk atau dengan nama apapun juga dan dengan maksud apapun juga kepada pihak ketiga; (ix) membuat dan menandatangani suatu perjanjian yang bersifat material yang menguntungkan anggota Komisaris, Direksi atau pemegang saham Entitas Anak atau pihak-pihak yang terkait dengan pihak yang disebutkan sebelumnya; (x) membuat atau memberikan ijin untuk dibuatkan pengalihan hak secara fidusia, surat pengakuan hutang, hak tanggungan, pembebanan biaya (baik biaya tetap atau mengambang), gadai, atau penjaminan lain dan/atau perjanjian dan/atau pengaturan lain terhadap tanah, bangunan dan mesin yang terletak di Jalan Raya Serang KM Cikupa Tangerang. Entitas Anak belum memenuhi rasio yang diatur dalam perjanjian pinjaman tersebut di atas pada tanggal 30 Juni 2014 dengan sepengetahuan Bank. Pada tanggal 31 Desember 2013, Entitas Anak telah memenuhi rasio yang diatur dalam perjanjian pinjaman tersebut di atas. Pembayaran pokok pinjaman pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp HUTANG USAHA a. Hutang usaha merupakan hutang kepada pemasok atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu dengan rincian sebagai berikut: Berdasarkan lokasi dan mata uang: 30 Juni Desember 2013 Pihak ketiga Lokal Dalam Dolar Amerika Serikat (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) Dalam Rupiah Impor Dalam Dolar Amerika Serikat (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) Jumlah

43 9. HUTANG USAHA (Lanjutan) Berdasarkan pemasok: 30 Juni Desember 2013 PT Multi Spunindo Jaya (US$ dan Rp pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ dan Rp pada tanggal 31 Desember 2013) PT Itochu Indonesia (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Nitto Material Indonesia (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Henkel Adhesive Technologies (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Simo Pandu Artistik PT 3M Indonesia (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Megah Sembada Indutries (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Agansa Primatama (US$ pada tanggal 30 Juni 2014 dan US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT S&S Hygiene Solution (US$ pada tanggal 31 Desember 2013) PT Asia Pasific Fortuna Sari (US$ ) Grand Wise Enterprise Limited (US$ ) Lain-lain (di bawah 500 juta) Jumlah

44 9. HUTANG USAHA (Lanjutan) b. Berdasarkan jangka waktunya: 30 Juni Desember 2013 Belum jatuh tempo Sudah jatuh tempo: Sampai dengan 1 bulan > 1 bulan 3 bulan > 3 bulan 6 bulan > 6 bulan 1 tahun > 1 tahun Jumlah Hutang usaha merupakan hutang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga. 10. HUTANG LAIN LAIN Akun ini terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Pihak berelasi Oei Denny Kurniawan (lihat Catatan 21) Pihak ketiga Pengangkutan Lain-lain Jumlah PERPAJAKAN a. Hutang pajak terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Perusahaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat Pasal Pasal Pasal Pasal

45 11. PERPAJAKAN (Lanjutan) a. Hutang pajak (Lanjutan) 30 Juni Desember 2013 Entitas Anak Pajak Penghasilan (PPh) Pasal Pasal Jumlah b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (Enam Bulan) (Enam Bulan) Pajak kini Perusahaan - ( ) Entitas anak - ( ) Jumlah pajak kini - ( ) Pajak tangguhan Perusahaan Entitas anak Jumlah pajak tangguhan Jumlah ( ) Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak Perusahaan sebagaimana tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Laba (rugi) sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ( ) Rugi (laba) Entitas Anak sebelum beban pajak ( ) Laba (rugi) Perusahaan sebelum beban pajak ( )

46 11. PERPAJAKAN (Lanjutan) b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (Lanjutan) (Enam Bulan) (Enam Bulan) Beda waktu Penyusutan dan amortisasi Beda tetap: Pajak Penyusutan Penghasilan bunga yang telah dikenakan pajak bersifat final ( ) ( ) Lain-lain Taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan ( ) Taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) (dibulatkan) ( ) Taksiran pajak penghasilan Pajak di bayar di muka Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal Taksiran tagihan pajak ( ) ( ) Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak Entitas Anak untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Laba (rugi) sebelum beban pajak ( ) Beda waktu: Penyusutan dan amortisasi Provisi pinjaman

47 11. PERPAJAKAN (Lanjutan) b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (Lanjutan) (Enam Bulan) (Enam Bulan) Beda tetap: Penyusutan ( ) Jamuan dan sumbangan Penghasilan bunga yang telah dikenakan pajak bersifat final ( ) ( ) Taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) ( ) Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan) ( ) Taksiran pajak penghasilan Pajak dibayar di muka Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal 29 (taksiran tagihan pajak) ( ) c. Manfaat (beban) pajak tangguhan Rincian manfaat (beban) pajak tangguhan untuk periode 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Pengaruh pajak atas beda temporer pada tarif pajak yang berlaku: Rugi fiskal Penyusutan Provisi pinjaman Amortisasi ( ) ( ) Manfaat pajak tangguhan bersih

48 11. PERPAJAKAN (Lanjutan) c. Manfaat (beban) pajak tangguhan (Lanjutan) Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum beban pajak seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Laba (rugi) sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasian ( ) Tarif pajak yang berlaku ( ) Penghasilan bunga yang telah dikenakan pajak final Beda tetap bersih ( ) Lain-lain ( ) Manfaat (beban) pajak bersih ( ) d. Aset pajak tangguhan bersih Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut: 30 Juni Desember 2013 Aset (liabilitas) pajak tangguhan Perusahaan Rugi fiskal Aset tetap ( ) ( ) Imbalan kerja Piutang usaha Entitas Anak Rugi fiskal Aset tetap Imbalan kerja Piutang usaha Hutang bank ( ) ( ) Aset lain-lain Aset pajak tangguhan bersih

49 11. PERPAJAKAN (Lanjutan) e. Pajak dibayar di muka terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Perusahaan Pajak Pertambahan Nilai Entitas Anak Pajak Pertambahan Nilai Jumlah f. Taksiran tagihan pajak terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Perusahaan Periode 2014 Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal Entitas Anak Tahun 2013 Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal Pajak penghasilan pasal Periode 2014 Pajak penghasilan pasal Jumlah HUTANG BANK JANGKA PANJANG Akun ini terdiri dari: 30 Juni Desember 2013 Pihak ketiga PT Bank Permata Tbk PT Bank DBS Indonesia

50 12. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan) 30 Juni Desember 2013 PT Bank Central Asia Tbk Installment Loan Kredit Investasi I (KI 1) Kredit Investasi III (KI 3) Jumlah Dikurangi Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi ( ) ( ) Jumlah bersih Bagian jatuh tempo dalam satu tahun ( ) ( ) Bagian jangka panjang Pada tahun 2014, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Permata Tbk berupa fasilitas Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk pembiayaan kembali mesin full servo adult diaper yang telah dimiliki dan telah terpasang di parik sebesar Rp yang terutang dalam 60 kali angsuran bulanan dan akan berakhir pada bulan Januari 2019, serta dibebani marjin sebesar 12,5% pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan yang sama dan memiliki pembatasan yang sama dengan fasilitas lainnya yang diperoleh dari bank yang sama (lihat Catatan 8). Pada tahun 2013, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank DBS Indonesia berupa fasilitas Amortizing Term Loan Facility sebesar Rp yang terutang dalam 60 kali angsuran bulanan dengan grace period enam bulan sejak tanggal pertama penarikan dan akan berakhir pada bulan Oktober Pada tahun 2014, fasilitas ini diubah menjadi sebesar Rp dan akan berakhir pada bulan September Tingkat bunga sebesar 10,25% masing-masing pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan yang sama dan memiliki pembatasan yang sama dengan fasilitas lainnya yang diperoleh dari bank yang sama (lihat Catatan 8). Pada tahun 2011, Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk berupa fasilitas Installment Loan sebesar Rp 10,5 milyar dan fasilitas Kredit Investasi (KI 1 dan 3) masing-masing sebesar Rp 4,035 milyar dan Rp 8,152 milyar. Untuk fasilitas Installment Loan dan KI 3 terutang dalam 60 kali angsuran bulanan tanpa grace period dan akan berakhir pada bulan September Fasilitas KI 1 terutang dalam 40 kali angsuran dan akan berakhir pada bulan Januari Tingkat bunga sebesar 11,5% masing-masing pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Fasilitas di atas dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas lainnya yang diperoleh dari bank yang sama (lihat Catatan 8). 44

51 12. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan) Pembayaran pokok pinjaman pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp IMBALAN KERJA a. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Liabilitas imbalan kerja jangka pendek pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 merupakan akrual upah untuk karyawan masing-masing sebesar Rp dan Rp b. Imbalan Kerja Jangka Panjang Perusahaan dan Entitas Anak mengakui penyisihan imbalan kerja yang tidak didanai untuk karyawan yang mencapai usia pensiun sesuai dengan Undang-undang No. 13/2003 tanggal 25 Maret Perhitungan liabilitas estimasian atas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2013 didasarkan pada perhitungan aktuaris yang dilakukan oleh PT Dian Artha Tama, aktuaris independen, berdasarkan laporannya bertanggal 10 Februari 2014, dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut: Usia pensiun : 55 tahun Tingkat kenaikan gaji tahunan : 8% Suku bunga diskonto : 9% Tingkat kematian : Indonesia II Tingkat pengunduran diri : 2% per tahun pada umur tahun 0% per tahun pada umur tahun Mutasi liabilitas estimasian atas imbalan kerja adalah sebagai berikut: 30 Juni Desember 2013 Saldo awal tahun Penyisihan tahun berjalan Saldo akhir tahun

52 13. IMBALAN KERJA (Lanjutan) b. Imbalan Kerja Jangka Panjang (Lanjutan) Beban imbalan kerja yang diakui dalam laporan laba rugi interim komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut: Beban jasa kini Beban bunga Kerugian (keuntungan) aktuarial Amortisasi bersih atas biaya jasa lalu yang belum diakui Jumlah Liabilitas imbalan kerja yang disajikan pada laporan posisi keuangan interim konsolidasian adalah sebagai berikut: 30 Juni 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember Nilai kini liabilitas Biaya jasa lalu yang belum diakui ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Kerugian (keuntungan) aktuarial yang belum diakui ( ) Liabilitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku. 14. MODAL SAHAM Berdasarkan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek, PT Sharestar Indonesia, susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut: Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Rp PT Graha Sakti Cemerlang ,00% PT Graha Sakti Prima ,00% PT Antaboga Delta Sekuritas ,83%

53 14. MODAL SAHAM (Lanjutan) Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Rp Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) ,17% Jumlah ,00% Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, kepentingan non pengendali (KNP) atas ekuitas PT Zensei Indonesia (ZI), Entitas Anak, masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp KNP atas rugi komprehensif periode berjalan ZI adalah sebesar Rp pada periode 2014 dan laba komprehensif tahun berjalan ZI pada periode 2013 adalah sebesar Rp AGIO SAHAM Akun ini merupakan agio saham dikurangi biaya emisi saham sehubungan dengan penawaran umum saham yang rinciannya sebagai berikut: 30 Juni Desember 2013 Agio saham Biaya emisi efek ekuitas ( ) ( ) Jumlah - bersih PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih berdasarkan kelompok produk utama adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Pihak ketiga Lokal Alat kesehatan dan industri kebutuhan rumah tangga Perdagangan Percetakan

54 16. PENJUALAN BERSIH (Lanjutan) (Enam Bulan) (Enam Bulan) Ekspor Alat kesehatan dan industri kebutuhan rumah tangga Percetakan Retur dan potongan penjualan Alat kesehatan dan industri kebutuhan rumah tangga ( ) ( ) Jumlah Penjualan Bersih Pada periode 2014 dan 2013, tidak terdapat penjualan kepada pelanggan pihak berelasi. Pada tahun 2014 dan 2013, terdapat penjualan kepada pihak ketiga yang jumlah penjualannya melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian, yaitu penjualan kepada PT Bayaco Agung sejumlah Rp atau sekitar 10,29% pada periode 2014, dan Rp atau sekitar 10,6% pada periode 2013 dari jumlah penjualan bersih konsolidasian. 17. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Pemakaian bahan baku dan penolong Upah langsung Beban pabrikasi *) Jumlah beban produksi Persediaan barang dalam proses Awal tahun Akhir tahun ( ) - Beban Pokok Produksi Persediaan barang jadi Awal tahun Akhir tahun ( ) ( ) Beban Pokok Penjualan

55 17. BEBAN POKOK PENJUALAN (Lanjutan) *) Beban pabrikasi termasuk beban penyusutan sebesar Rp dan Rp masing-masing pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 (lihat Catatan 7). Pada periode 2014 dan 2013, tidak terdapat pembelian dari pemasok pihak berelasi. Pada periode 2014 dan 2013, terdapat pembelian dari pemasok pihak ketiga yang jumlah pembeliannya melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian yaitu pembelian dari PT Multi Spunindo Jaya sejumlah Rp dan Rp atau sekitar 21,6% dan 14,4% masing-masing pada periode 2014 dan 2013, serta PT Itochu Indonesia sejumlah Rp dan Rp atau sekitar 16,3% dan 13,3% masingmasing pada periode 2014 dan BEBAN PENJUALAN DAN BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Rincian beban penjualan dan beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Beban Penjualan Pengangkutan Iklan dan promosi Gaji dan tunjangan Klaim Perjalanan dinas Komisi penjualan Asuransi Penyusutan (lihat Catatan 7) Lain-lain Jumlah Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Gaji dan tunjangan Honorarium tenaga ahli Penyusutan (lihat Catatan 7) Konsumsi Administrasi publik Perjalanan dinas dan transportasi Perlengkapan kantor Sewa Komunikasi Listrik, telepon dan air

56 18. BEBAN PENJUALAN DAN BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (Lanjutan) (Enam Bulan) (Enam Bulan) Beban Umum dan Administrasi (Lanjutan) Perbaikan dan pemeliharaan Jamuan dan sumbangan Asuransi Pajak Lain-lain Jumlah Beban Umum dan Administrasi INFORMASI SEGMEN Segmen Perusahaan dan Entitas Anak dibagi dalam 3 kelompok yaitu: - Segmen produk percetakan Segmen ini memproduksi dan menghasilkan produk-produk non woven, seperti fabric, fancy, agriculture, building, bedding, dan applikasi lainnya. - Segmen perdagangan Segmen ini mendistribusikan produk non woven tanpa pengolahan lebih lanjut dari produsen kepada konsumen. - Segmen alat kesehatan dan industri kebutuhan rumah tangga Segmen ini memproduksi alat-alat kesehatan dan kebutuhan rumah tangga. Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba serta aset dan liabilitas tertentu sehubungan dengan segmen Perusahaan dan Entitas Anak: Alat Kesehatan dan Industri Kebutuhan 2014 Rumah Tangga Percetakan Perdagangan Eliminasi Jumlah Penjualan bersih Beban pokok penjualan Beban penjualan dan beban umum dan administrasi Beban (penghasilan) operasi lain ( ) - ( ) Hasil segmen ( ) Pendapatan keuangan Beban keuangan ( ) ( ) ( ) Rugi sebelum manfaat pajak ( ) ( ) ( ) Manfaat pajak Laba (rugi) periode berjalan ( ) ( ) ( ) 50

57 19. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan) Alat Kesehatan dan Industri Kebutuhan 30 Juni 2014 Rumah Tangga Percetakan Perdagangan Eliminasi Jumlah INFORMASI LAINNYA ASET Aset segmen ( ) LIABILITAS Liabilitas segmen Penambahan aset tetap Penyusutan Alat Kesehatan dan Industri Kebutuhan 2013 Rumah Tangga Percetakan Perdagangan Eliminasi Jumlah Penjualan bersih ( ) Beban pokok penjualan ( ) Beban penjualan dan beban umum dan administrasi Beban (penghasilan) operasi lain ( ) Hasil segmen ( ) Pendapatan keuangan Beban keuangan ( ) ( ) - - ( ) Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak ( ) Beban pajak Laba periode berjalan ( ) Alat Kesehatan dan Industri Kebutuhan 31 Desember 2013 Rumah Tangga Percetakan Perdagangan Eliminasi Jumlah INFORMASI LAINNYA ASET Aset segmen ( ) LIABILITAS Liabilitas segmen ( ) Penambahan aset tetap Penyusutan Segmen geografis Analisis penjualan bersih berdasarkan wilayah pemasaran adalah sebagai berikut: (Enam Bulan) (Enam Bulan) Lokal Ekspor Asia Australia Jumlah

58 20. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 30 Juni 2014, aset dan liabilitas moneter Perusahaan dan Entitas Anak yang dinyatakan dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Aset Kas dan setara kas US$ JPY Jumlah kas dan setara kas Piutang usaha US$ Jumlah piutang usaha Jumlah Aset Liabilitas Hutang usaha US$ Jumlah Liabilitas Liabilitas bersih Pada tanggal 21 Juli 2014 kurs rata-rata mata uang asing yang dikeluarkan Bank Indonesia adalah US$ 1 sama dengan Rp , dan JPY 1 sama dengan Rp 114 yang dihitung berdasarkan kurs rata-rata jual dan beli uang kertas asing dan/atau kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Jika aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2014 dikonversikan dengan menggunakan kurs rata-rata pada tanggal 21 Juli 2014 tersebut, maka proforma laba selisih kurs bersih Perusahaan dan Entitas Anak dalam mata uang asing pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 sebesar Rp SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI Oei Denny Kurniawan Pihak Berelasi Sifat Hubungan Pemegang saham Entitas Anak dan Direksi Perusahaan 52

59 21. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELAS (Lanjutan) Pada tanggal 3 Oktober 2013, Entitas Anak meminjam dana dari Oei Denny Kurniawan sebesar Rp untuk modal kerja Entitas Anak dengan tingkat bunga sebesar 11% per tahun pada periode 2014 dan 2013 dan telah dilunasi pada bulan Juni Pinjaman ini tidak memiliki jaminan. Saldo hutang tersebut pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp (8% dari jumlah liabilitas) dicatat sebagai bagian dari Hutang Lain-lain di laporan posisi keuangan interim konsolidasian (lihat Catatan 10). Beban bunga selama periode 2014 adalah sebesar Rp yang disajikan sebagai bagian dari Beban Keuangan pada laporan laba rugi komprehensif interim konsolidasian. 22. LABA PER SAHAM DASAR Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan (Enam Bulan) (Enam Bulan) Jumlah laba (rugi) tahun berjalan untuk tujuan perhitungan laba per saham dasar ( ) Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar Laba (rugi) per saham dasar ( 6,48 ) 3, ASET KEUANGAN DAN LIABILITAS KEUANGAN Tabel di bawah ini mengikhtisarkan nilai tercatat instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang dinyatakan dalam laporan posisi keuangan interim konsolidasian tanggal-tanggal pelaporan yang mana nilai tercatatnya mendekati nilai wajarnya: 30 Juni Desember 2013 Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar Aset keuangan Kas dan setara kas Piutang usaha Piutang lain-lain Jumlah

60 23. ASET KEUANGAN DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan) 30 Juni Desember 2013 Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar Liabilitas keuangan Hutang bank Hutang usaha Hutang lain-lain Beban masih harus dibayar Hutang bank jangka panjang termasuk bagian jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan disajikan dalam jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties), bukan dalam penjualan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut: 1. Semua aset keuangan yang disajikan sebagai aset lancar. Seluruh aset keuangan tersebut merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya. 2. Semua liabilitas keuangan yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Seluruh liabilitas keuangan tersebut merupakan liabilitas jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya. 3. Hutang bank jangka panjang, termasuk bagian jatuh tempo dalam satu tahun. Liabilitas keuangan dari pihak ketiga merupakan pinjaman yang memiliki suku bunga pasar variabel sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya 54

61 24. INSTRUMEN KEUANGAN, RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO MODAL a. Manajemen Risiko Modal Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo hutang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari hutang, yang mencakup pinjaman yang dijelaskan pada Catatan 8 dan 12, kas dan setara kas, kepentingan non pengendali dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh, dan saldo laba yang dijelaskan pada Catatan 4 dan 14. Direksi Perusahaan dan Entitas Anak secara berkala melakukan review struktur permodalan Perusahaan dan Entitas Anak. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan. 30 Juni Desember 2013 Pinjaman Kas dan setara kas Pinjaman bersih Ekuitas Rasio pinjaman bersih terhadap ekuitas 135% 115% b. Kategori Instrumen Keuangan 30 Juni Desember 2013 Aset keuangan Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) - - Investasi dimiliki hingga jatuh tempo - - Pinjaman yang diberikan dan piutang Aset keuangan tersedia untuk dijual - - Liabilitas keuangan Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) - - Biaya perolehan yang diamortisasi

62 24. INSTRUMEN KEUANGAN, RISIKO KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO MODAL (Lanjutan) c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perusahaan dan Entitas Anak dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar (yaitu tingkat suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko harga komoditas), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan dan risk appetite Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas Anak secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktik pasar terbaik. i. Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan dan Entitas Anak gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha dari pelanggan yang timbul dari aktivitas perdagangan, distribusi dan penjualan produk. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh masing-masing unit usaha sesuai dengan kebijakan, prosedur dan pengendalian dari Perusahaan dan Entitas Anak yang berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan. Batasan kredit ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara internal. Saldo piutang pelanggan dimonitor secara teratur oleh unit-unit usaha terkait. Maksimum risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak kurang lebih sebesar nilai tercatat bersih dari piutang usaha sebagaimana ditunjukkan dalam Catatan 5. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha. Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya yang terutama mencakup kas dan setara kas, risiko kredit yang dihadapi timbul karena wanprestasi dari counterparty. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk tidak menempatkan investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit tinggi dan hanya menempatkan investasinya pada bank-bank dengan peringkat kredit yang tinggi. Nilai maksimal eksposur setara dengan nilai tercatat masing-masing merupakan kategori dari aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan interim konsolidasian. Lihat Catatan 5 untuk informasi piutang yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai, serta piutang yang telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai. 56

63 24. INSTRUMEN KEUANGAN, RISIKO KEUANGAN, DAN MANAJEMEN RISIKO MODAL (Lanjutan) c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) ii. Risiko pasar Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Perusahaan dan Entitas Anak dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko tingkat suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko harga komoditas. Risiko tingkat suku bunga Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan pinjaman jangka pendek dan panjang dari Entitas Anak yang dikenakan suku bunga mengambang. Perusahaan dan Entitas Anak memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Perusahaan dan Entitas Anak secara tepat waktu. Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini. Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari tingkat suku bunga atas saldo pinjaman yang dikenakan suku bunga mengambang pada tanggal 30 Juni 2014, dimana semua variabel lainnya dianggap konstan, terhadap laba sebelum beban pajak konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014: Kenaikan (penurunan) dalam persentase Efek terhadap laba sebelum pajak Mata uang pinjaman Rupiah 0,5% ( 0,5% ) ( ) Risiko nilai tukar mata uang asing Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Pengaruh dari risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama berasal dari aktivitas usaha Perusahaan dan Entitas Anak (ketika pendapatan dan beban terjadi dalam uang yang berbeda dari mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak). 57

64 24. INSTRUMEN KEUANGAN, RISIKO KEUANGAN, DAN MANAJEMEN RISIKO MODAL (Lanjutan) c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) ii. Risiko pasar (Lanjutan) Risiko nilai tukar mata uang asing (Lanjutan) Sebagai akibat transaksi yang dilakukan dengan pembeli dan penjual dari luar negeri, laporan posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak dapat dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar Dolar Amerika Serikat/Rupiah dan Yen Jepang/Rupiah. Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata uang asing. Namun, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai penjualan ekspor yang dapat memberikan lindung nilai alamiah yang terbatas terhadap dampak fluktuasi nilai tukar Rupiah dengan mata uang asing. Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, dimana semua variabel lain konstan, terhadap laba sebelum beban pajak konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014: Kenaikan (penurunan) dalam persentase Efek terhadap laba sebelum pajak Dolar Amerika Serikat Rupiah 10% ( ) ( 10%) Yen Jepang Rupiah 10% ( 10%) ( ) Aset dan liabilitas moneter yang signifikan dari Perusahaan dan Entitas Anak dalam mata uang asing pada tanggal pelaporan disajikan pada Catatan 20. Risiko harga komoditas Perusahaan dan Entitas Anak, secara khusus, dipengaruhi oleh labilnya harga beberapa komoditas di pasar internasional dari waktu ke waktu terutama dari harga bahan baku, karena marjin laba atas penjualan barang jadi dapat terpengaruh jika harga bahan baku meningkat, namun Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat mengalihkannya kepada pelanggannya. Manajemen memonitor pergerakan (tren) dan analisa pasar atas harga bahan baku secara ketat dan terus menerus untuk meminimalisasi efek signifikan dan negatif terhadap kinerja keuangannya. Manajemen juga mengurangi risiko ini dengan memelihara tingkat persediaan secara tepat untuk mengambil efek terbaik dari lindung nilai alami. 58

65 24. INSTRUMEN KEUANGAN, RISIKO KEUANGAN, DAN MANAJEMEN RISIKO MODAL (Lanjutan) c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) iii. Risiko likuiditas Perusahaan dan Entitas Anak mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi hutang yang jatuh tempo dengan menyediakan kas dan setara kas yang cukup, dan ketersediaan pendanaan melalui kecukupan jumlah fasilitas kredit yang diterima. Perusahaan dan Entitas Anak secara teratur mengevaluasi informasi arus kas proyeksi dan aktual dan terus-menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasikan kesempatan melakukan penggalangan dana yang mencakup hutang bank dan pasar modal. Tabel di bawah merupakan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2014: Lebih dari 1 Di bawah tahun sampai Lebih dari 1 tahun dengan 2 tahun 2 tahun Jumlah Liabilitas Keuangan Hutang bank Hutang usaha pihak ketiga Hutang lain-lain Beban masih harus dibayar Hutang bank jangka panjang Jumlah Liabilitas Keuangan KOMITMEN a. Pada tahun 2008, Entitas Anak mengadakan kontrak pembelian mesin dengan GX Equipments Co., Ltd untuk pengadaan mesin Baby Diaper dan Stacker. Pada tahun 2011, kontrak pembelian tersebut digantikan dengan pengadaan mesin Baby Pill Up Diaper sebesar US$ Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah pembayaran yang sudah dilakukan sebesar US$ yang disajikan sebagai bagian dari akun Uang muka pembelian aset. Pada tahun 2013, mesin tersebut telah diterima dan digunakan oleh Entitas Anak, sehingga direklasifikasi ke Aset tetap mesin dan peralatan (lihat Catatan 7). b. Pada tahun 2012, Entitas Anak mengadakan kontrak pembelian mesin dengan Quanzhou Hanwei Machinery MFG.Co.Ltd. untuk pengadaan mesin Baby Diaper dengan jumlah pembayaran yang telah dilakukan sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 sebesar US$ dan disajikan sebagai bagian dari akun Uang muka pembelian aset. Pada tahun 2013, mesin tersebut telah diterima dan digunakan oleh Entitas Anak, sehingga direklasifikasi ke Aset tetap mesin dan peralatan (lihat Catatan 7). 59

66 26. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN Pada tanggal 30 Juni 2014, Perusahaan telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan para pemegang saham telah menyetujui: - perubahan tempat kedudukan Perusahaan dari Sidoarjo-Jawa Timur menjadi di Jakarta; - perubahan maksud dan tujuan utama Perusahaan menjadi menjalankan usaha dalam bidang pertambangan dan usaha lain yang terkait pertambangan; - peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi sebesar Rp dengan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp 100; - menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ; - menyetujui transaksi dalam rangka penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) Perusahaan untuk mengakuisisi RITS Ventures Limited; - menyetujui penjualan dan pengalihan seluruh aset dan liabilitas Perusahaan sehubungan dengan kegiatan usaha lama Perusahaan kepada pihak terafiliasi; dan - perubahan susunan pengurus Perusahaan menjadi sebagai berikut : Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Independen : Rennier Abdul Rachman Latief : Chandra Purwanto Erry Firmansyah Direksi Direktur Utama Direktur Independen : Onny Soendjaja : Yuli Sudargo Berita acara RUPSLB tersebut diaktakan dengan akta notaris Humberg Lie, SH, SE, M.Kn No. 206 tanggal 30 Juni Berita acara tersebut telah dinyatakan kembali dengan akta notaris Humberg Lie, SH, SE, M.Kn No. 117 tanggal 4 Juli 2014 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan No. AHU tanggal 4 Juli TRANSAKSI NON KAS Pada periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2014 dan 2013, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas dan tidak termasuk dalam laporan arus kas interim konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Reklasifikasi aset tetap dari uang muka pembelian aset Reklasifikasi aset dalam penyelesaian ke aset tetap

67 Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN TERPISAH 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) 30 Juni Desember 2013 ASET ASET LANCAR Kas dan bank Piutang usaha Pihak ketiga, bersih Piutang lain-lain Persediaan Pajak dibayar di muka Uang muka dan biaya dibayar di muka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Taksiran tagihan pajak Aset pajak tangguhan Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp pada tanggal 30 Juni 2014 dan Rp pada tanggal 31 Desember Investasi pada entitas anak Aset lain-lain - bersih Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET i

68 Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN TERPISAH 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) (Lanjutan) 30 Juni Desember 2013 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Hutang bank Hutang usaha Pihak ketiga Hutang lain-lain Pihak ketiga Beban masih harus dibayar Hutang pajak Uang muka pelanggan Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Imbalan kerja Jumlah Liabilitas Jangka Panjang EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar saham Modal ditempatkan dan disetor penuh saham Agio saham Defisit ( ) ( ) Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS ii

69 Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TERPISAH (Enam Bulan) (Enam Bulan) PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN ( ) ( ) LABA BRUTO Beban penjualan ( ) ( ) Beban umum dan administrasi ( ) ( ) Beban keuangan ( ) ( ) Pendapatan keuangan Lain-lain bersih ( ) ( ) LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK ( ) MANFAAT (BEBAN) PAJAK Kini - ( ) Tangguhan Jumlah manfaat (beban) pajak - bersih ( ) RUGI PERIODE BERJALAN ( ) ( ) Pendapatan komprehensif lain - - RUGI KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN ( ) ( ) iii

70 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TERPISAH Modal Saham Ditempatkan dan Jumlah Disetor Penuh Agio Saham Defisit Ekuitas Saldo 1 Januari ( ) Laba komprehensif tahun berjalan Saldo 30 Juni ( ) Saldo 1 Januari ( ) Rugi komprehensif periode berjalan - - ( ) ( ) Saldo 30 Juni ( ) iv

71 Approved by: LAPORAN ARUS KAS TERPISAH (Enam Bulan) (Enam Bulan) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok ( ) ( ) Pembayaran kas kepada karyawan ( ) ( ) Kas yang digunakan untuk (diperoleh dari) Aktivitas Operasi ( ) Pembayaran pajak ( ) ( ) Pembayaran beban bunga ( ) ( ) Pembayaran lain-lain ( ) ( ) Penghasilan lain-lain Kas Bersih Digunakan untuk (Diperoleh dari) Aktivitas Operasi ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap ( ) ( ) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran hutang bank jangka pendek ( ) - Penerimaan hutang lain-lain Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan ( ) - PENURUNAN BERSIH KAS DAN BANK ( ) ( ) KAS DAN BANK AWAL PERIODE KAS DAN BANK AKHIR PERIODE v

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT), 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember 2017 beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi

Lebih terperinci

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017

p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Neraca Konsolidasi 2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan

Lebih terperinci

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) dan enam bulanan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 - 1 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PER 31 MARET 2018 DAN 31 DESEMBER 2017 ASET

Lebih terperinci

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2013 Dan 31 Desember 2012 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir (Mata

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris

Lebih terperinci

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN KEUANGAN Dan Laporan Auditor Independen Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 dan 31 Maret 2013 (tidak

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT 2013 PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2013 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN

Lebih terperinci

PT LIPPO SECURITIES Tbk

PT LIPPO SECURITIES Tbk Laporan Keuangan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak Diaudit), serta Laporan Posisi Keuangan Tanggal 31 Maret 2018 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2017 (Diaudit)

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Catatan ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e,2h,4 3.481.123.418 22.905.396.860 Dana yang dibatasi penggunaannya 2e,2i,5 38.299.113.429 43.658.804.298 Piutang usaha 2e,6 Pihak

Lebih terperinci

PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk

PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk PT PARAMITA BANGUN SARANA Tbk Laporan Keuangan Interim Pada Tanggal 30 Juni 2017 Dan Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit) (Mata Uang Rupiah Indonesia) Have been

Lebih terperinci

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) dan tiga bulanan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2013 DAN 31 MARET 2012 Daftar Isi Halaman

Lebih terperinci

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September 2017 dan 2016

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2013 (diaudit) Serta Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2014 dan 30 Juni 2013 (tidak diaudit)

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT )

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT ) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 (Tidak diaudit)

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 (Tidak diaudit) PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2017 dan 2016 (Tidak diaudit) serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 (Audit)

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN. 30 Juni 2016 dan PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk. Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah Besar Jakarta Pusat

LAPORAN KEUANGAN. 30 Juni 2016 dan PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk. Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah Besar Jakarta Pusat PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk LAPORAN KEUANGAN PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk 30 Juni 2016 dan 2015 PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah Besar Jakarta Pusat

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2015 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 dan 31 Maret 2011 (tidak

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor

Lebih terperinci

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT ALKINDO NARATAMA TBK ARSYAD & REKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PT ALKINDO NARATAMA TBK LAPORAN KEUANGAN INTERIM BESERTA LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN 30 SEPTEMBER 2011 (DIREVIEW), 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN UNTUK SEMBILAN BULAN

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013) (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT. PUSAKO TARINKA, Tbk

PT. PUSAKO TARINKA, Tbk PT. PUSAKO TARINKA, Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM 6 (ENAM) BULANAN Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 DAFTAR ISI Halaman 1. Laporan Posisi Keuangan Interim 30 Juni 2012

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2011 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR/L-099/12 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Sidomulyo Selaras Tbk Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Sidomulyo Selaras Tbk

Lebih terperinci

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM UNTUK PERIODE TIGA BULAN DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT)

Lebih terperinci

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014 PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ASET 31 Desember 31 Desember

Lebih terperinci

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 D A N LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT TUNAS ALFIN Tbk LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

PT TUNAS ALFIN Tbk LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT LAPORAN KEUANGAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Perubahan Ekuitas...

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Perubahan Ekuitas... Laporan Keuangan (Mata Uang Rupiah) LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 (DIAUDIT) DAN UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2017 DAN 2016 (TIDAK DIAUDIT)

Lebih terperinci

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT PANASIA INDOSYNTEC Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Catatan 30 JUNI 2012 31 DESEMBER 2011 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 4 9.315.350.590 15.243.524.140 Piutang usaha 5,12,21 Pihak

Lebih terperinci

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 Juni 2017 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2016 (diaudit) Serta Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2017 dan 30 Juni 2016 (tidak diaudit)

Lebih terperinci

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7 PT ALKINDO NARATAMA Tbk dan ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Desember 2011, 2010 Dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 Dan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember

Lebih terperinci

PT VICTORIA INSURANCE

PT VICTORIA INSURANCE ` PT VICTORIA INSURANCE Laporan Keuangan 30 September 2015 (Tidak Diaudit), 31 December2014 Dan Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2015 dan 2014 (Tidak Diaudit) LAPORAN

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK 30 September 2014 Dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2014 dan

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO TBK

PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

Lebih terperinci

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 Dan 2012 Dan Laporan Auditor Independen

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 Dan 2012 Dan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. ASR/L-102/14 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Golden Retailindo Tbk Kami telah mengaudit laporan keuangan

Lebih terperinci

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT)

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2014) (MATA UANG INDONESIA)

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar

Lebih terperinci

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SAT NUSAPERSADA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN UNTUK PERIODE 9 BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DENGAN PERBANDINGAN ANGKA - ANGKA

Lebih terperinci

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Maret 2018 Dan Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Lebih terperinci

PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak

PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 30 September 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) dan untuk periode enam bulan yang berakhir

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2017 DAN 2016 (2016 - TIDAK DIAUDIT) DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Lebih terperinci

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas.. Laporan

Lebih terperinci

PT ALDIRACITA CORPOTAMA DAN ENTITAS ANAK

PT ALDIRACITA CORPOTAMA DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2011 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2010) Beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi

Lebih terperinci

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Desember 2016 Dan Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut Beserta Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia)

Lebih terperinci

PT PANASIA INDO RESOURCES Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah

PT PANASIA INDO RESOURCES Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Disajikan dalam Rupiah LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 Catatan 30 SEPTEMBER 2012 31 DESEMBER 2011 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 4 5.255.573.011 15.243.524.140 Piutang usaha

Lebih terperinci

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 30 September 2014 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2013 (diaudit) Serta Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014 dan 30 September

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 JUNI 2010 DAN 2009 Daftar isi

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGALTERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT )

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGALTERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGALTERSEBUT ( TIDAK DIAUDIT ) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2017 SERTA PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT ( TIDAK

Lebih terperinci

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR

Lebih terperinci

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Desember 2017 Dan Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut Beserta Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia)

Lebih terperinci

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2015

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 Daftar Isi Halaman Laporan

Lebih terperinci

PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk

PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk LAPORAN KEUANGAN PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk 30 Juni 2014 dan 2013 (Tidak Diaudit) PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi

Lebih terperinci

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012

Lebih terperinci

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT SIDOMULYO SELARAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 Dengan Angka Perbandingan untuk Tahun yang Berakhir Pada

Lebih terperinci

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK PT FORTUNE INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN PT FORTUNE INDONESIA TBK

Lebih terperinci

PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT ALKINDO NARATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) (Mata Uang Indonesia)

Lebih terperinci

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Perubahan Ekuitas.. Laporan

Lebih terperinci