BAB II KAJIAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

II. KINEMATIKA PARTIKEL

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

Fisika Dasar I (FI-321)

Komponen Struktur Tekan

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

Fisika Dasar I (FI-321)

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

Gelombang Elektromagnetik

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

KERETAKAN KRISTAL TUNGGAL LITHIUM NIOBATE YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE CZOCHRALSKI

TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

Gambar 4.3. Gambar 44

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )

1 Sistem Koordinat Polar

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

Gerak melingkar beraturan

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

Fisika Dasar II Listrik - Magnet

LAMPIRAN A. (Beberapa Besaran Fisika, Faktor konversi dan Alfabet Yunani)

BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH?

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd

Penggunaan Hukum Newton

III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang

BAB II Tinjauan Teoritis

BAB III EKSPEKTASI BANYAKNYA PENGGANTIAN KOMPONEN LISTRIK MOTOR BERDASARKAN FREE REPLACEMENT WARRANTY DUA DIMENSI

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

PENYELESAIAN SOAL SOAL INSTALASI CAHAYA

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

DISTRIBUSI BERKAS CAHAYA LASER DISTRIBUSI GAUSS, HERMITE-GAUSS, LAGUERRE-GAUSS, BESSEL

Konsep energi potensial elektrostatika muatan titik : Muatan q dipindahkan dari r = ke r = r A Seperti digambarkan sbb :

Teori Dasar Medan Gravitasi

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

TRANSFORMASI HOPF-COLE PADA APPROKSIMASI DIFUSI UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN TRANSFER RADIASI DALAM INVERSE PROBLEM PENCITRAAN KANKER OTAK

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb:

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

HANDOUT KULIAH LISTRIK MAGNET I. Oleh: Dr. rer. nat. Ayi Bahtiar

Fisika Dasar I (FI-321)

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

INTEGRAL TENTU. x 3. a=x 1. x 2. c 1. c 2. panjang selang bagian terpanjang dari partisi P. INTEGRAL LIPAT DUA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

Osilasi Harmonis Sederhana: Beban Massa pada Pegas

LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2

Solusi Persamaan Ricci Flow dalam Ruang Empat Dimensi Bersimetri Bola

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perpindahan Panas Konduksi. Steady-state satu arah pada permukaan datar, silinder, dan bola

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom

BAB II DASAR TEORI. S 12 Gambar 2-1. Jaringan Dua Port dan Parameter-S

Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.

BAB - X SIFAT KEMAGNETAN BAHAN

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Hand Out Fisika II HUKUM GAUSS. Fluks Listrik Permukaan tertutup Hukum Gauss Konduktor dan Isolator

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

MODEL CAMPURAN LINEAR. Bab 6 Linear Mixed Models ( )

Bahan Ajar Listrik Statis Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMA Negeri 1 Maja LISTRIK STATIS

BAB II DASAR TEORI 2.1. Pengertian Umum

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

SUPLEMEN MATERI KULIAH FI-1102 FISIKA DASAR II

Integrity, Professionalism, & Entrepreneurship. Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : CIV 303. Tekuk Torsi Lateral. Pertemuan 13, 14, 15

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri

Konstruksi Fungsi Lyapunov untuk Menentukan Kestabilan

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan

BAB 7 Difraksi dan Hamburan

BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KOVARIANS PADA RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN DENGAN DATA HILANG SKRIPSI

II. TINJAUAN PUSTAKA

PRINCIPLES OF STATIC

UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA. Bahan Ajar 1: Kelistrikan (Minggu ke 1 dan 2)

ALGORITMA SIMPLIFIKASI PERAMBATAN PANAS KONDUKSI PADA BENDA DENGAN BENTUK BOLA

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

Dan koefisien korelasi parsial antara Y, X 2 apabila X 1 dianggap tetap, dinyatakan sebagai r y 2.1 rumusnya sebagai berikut:

BAB IV GERAK DALAM BIDANG DATAR

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Gambar 2.1. Proses fluoresensi dan fosforesensi [14].

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)

Transkripsi:

Bab II : Kajian Pustaka 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA Mateial bedasakan sifat popetinya dibagi menjadi bebeapa jenis, yaitu:. Isotopik : mateial yang sifat popetinya sama ke segala aah, misalnya baja.. Othotopik : mateial dengan dua plane of symmety yang saling tegak luus, sehingga popetinya tedefinisi menjadi dua aah, misalnya mateial komposit dengan aah seat 9 deajat. 3. Anisotopik : mateial yang tidak memiliki plane of symmety, popetinya bisa didefinisikan dalam dua aah juga sepeti pada mateial othotopic, misalnya mateial komposit dengan aah seat 3 deajat.. Mateial Othotopik Pada mateial othotopik popetinya tedefinisi dalam dua aah yang saling tegak luus, sepeti gamba di bawah ini : Gamba. Besanya stain adalah : σ ε E υσ ε υ. ε E (..)

Bab II : Kajian Pustaka 4 Pesamaan konstitutif untuk mateial othotopik : υ E E σ ε υ ε σ E E τ G (..) Dai pesamaan di atas dipeoleh matiks kekakuan untuk mateial othotopik : E υ. E ( υ. υ) ( υ. υ) σ ε υe E σ ε ( υ. υ) ( υ. υ) τ G E υ. υ E (..3) (..4) Dengan mendefinisikan Q, matiks kekakuan di atas dapat ditulis lebih sedehana : σ Q Q ε σ Q Q ε τ Q 66 Q E υ E υ E ; Q υυ υυ υυ E Q ; Q G 66 υυ (..5) (..6). Mateial Anisotopik Mateial othotopik memiliki aah seat tetentu (bukan atau 9 deajat). Matiks kekakuannya dipeoleh dengan caa mentasfomasikan matiks kekakuan mateial othotopik sesuai aah oientasi seat.

Bab II : Kajian Pustaka 5 Gamba. Tansfomasi tegangan dan egangan kea ah dan y : σ σ ε ε σ [ T] σ y ε [ T] εy τ τ y y m n mn m n mn T n m mn T n m mn mn mn m n mn mn m n [ ] [ ] m cos θ n sinθ Dai matiks kekakuan : { σ} [ Q]{ ε} Dipeoleh : Definisikan : Dipeoleh : Atau : { σ} [ T ] [ Q][ T ]{ ε} { Q} [ T ] [ Q][ T] { σ} Q {} ε σ Q Q Q 6 ε σ y Q Q Q6 ε y τ y Q6 Q6 Q 66 y (..) (..) (..3) (..4) (..5) (..6) (..7)

Bab II : Kajian Pustaka 6 Q Q m + ( Q + Q ) m n + Q n 6 6 66 4 4 66 Q Q n + ( Q + Q ) m n + Q m 4 4 66 Q ( Q + Q 4 Q ) m n + Q ( n + m ) 4 4 66 Q ( Q Q Q ) m n+ ( Q Q + Q ) n m 3 3 66 66 Q ( Q Q Q ) mn + ( Q Q + Q ) nm 3 3 66 66 Q ( Q + Q Q Q ) m n 66 + Q n + m ( 4 4 ) 66 (..8).3 Lamination Theoy Teoi lamina mendeskipsikan espon linea popeti pada komposit lamina tehadap gaya lua yaitu in-plane loads dan bending moments. Teoi ini digunakan untuk mencai matiks ABD yang meepesentasikan popeti mateial pada susunan dan aah seta tetentu. Gamba.3 Pesamaan konstitutif lamina : N A A A6 B B B6 ε N A A A B B B ε y 6 6 y N y A6 A6 A66 B6 B6 B 66 y M B B B6 D D D κ 6 M y B B B6 D D D κ 6 y M B B B D D D κ y 6 6 66 6 6 66 y (.3.)

Bab II : Kajian Pustaka 7 n B n Q ij k k z z D n Q ij 3 k k z z Untuk simetik lamina : (.3.) [ B ] (.3.3) { N} [ A]{ ε o } (.3.4) Tegangan ata-ata lamina : { σ} [ A ]{ ε } (.3.5) h dan { ε } h[ A] { σ} (.3.6) Definisikan laminate compliance : [ a] [ ] * h A (.3.7) Dipeoleh : ( ) A Q z z ij ij k k k k ( ) ij k k 3 3 ( ) ij k k ε a a a σ * * * 6 * * * ε y a a a6 σ y * * * y a6 a6 a 66 τ y Dai pesamaan-pesamaan di atas dapat dipeoleh popeti : E E y G y a * a * a * 66 (.3.8) v y a (.3.9) a * *

Bab II : Kajian Pustaka 8.4 Laminated Tube Theoy Laminated Tube Theoy meupakan teoi tentang stuktu silinde belubang yang tesusun dai bebeapa lamina. P T P Ro θ R T P Gamba.4.4. Regangan pada Sistem Koodinat Silinde Pepindahan yang tejadi pada tabung dinyatakan dalam aah aksial, tangensial dan adial, yaitu : u u(, θ, ) v v(, θ, ) w w(, θ, ) Hubungan egangan-pepindahan pada tata acuan koodinat silinde : u ε v ε + w w θ θ ε w v + () u w v u v θ θ + + d θ θ (.4..) (.4..)

Bab II : Kajian Pustaka 9 Untuk tabung yang simetis, pepindahan, egangan,dan tegangan tidak tegantung pada θ. Dan pada sepanjang tabung, pepindahan adial,w, juga tidak tegantung pada koodinat. Maka : u u(, ) v v(, ) (.4..3) w w(, ) Hubungan egangan-pepindahan menjadi : ε θ u w ε w θ ε v v u θ v (.4..4).4. Pesamaan Konstitutif Pada lapisan othotopik, pesamaan konstitutif pada sumbu-sumbu dengan aah sejaja seat (), tegak luus seat (), dan tegak luus bidang (3) adalah : σ 3 ε σ 3 3 3 3 3 ε σ 33 τ 3 44 3 τ 3 55 3 τ 66 ε (.4..) Pesamaan konstitutif pada tata acuan koodinat silinde dengan oientasi seat membentuk sudut φ tehadap sumbu- (aksial) adalah : ' ' ' ' 3 6 ε σ ' ' ' ' 3 6 ε θ σ θ ' ' ' ' 3 3 33 ε σ 36 ' ' τ θ θ 44 45 τ ' ' 45 55 τ θ ' ' ' ' θ 6 6 36 66 (.4..)

Bab II : Kajian Pustaka [ ] [ ][ ] ' T T T dan T adalah matiks tansfomasi yang behaga : [ T ] [ T ] m n mn n m mn m n n m mn mn m n m n mn n m mn m n n m mn mn m n (.4..3) (.4..4) dan v v EEΔ m cosθ dan n sinθ 3 3 3 v + v v EEΔ 3 3 3 v v EEΔ 3 3 3 3 v + v v EEΔ 3 3 3 3 v + v v EEΔ 3 3 3 33 v v EEΔ G 44 3 G 55 3 G 66 Definisikan : [ ε ] [ S][ σ ] (.4..5) (.4..6)

Bab II : Kajian Pustaka Dipeoleh matiks komplians : S S S S ' ' ' ' ε 3 6 σ ' ' ' ' ε θ S S S 3 S 6 σ θ ' ' ' ' ε S 3 S 3 S33 S 36 σ ' ' θ S 44 S τ 45 θ ' ' S 45 S τ 55 ' ' ' ' τ θ θ 6 6 36 66 S S S S (.4..7).4.3 Pesamaan Kesetimbangan dσ σ σθ + d dτθ τθ + d dτ τ + d Integasikan sehingga dipeoleh : E τ θ F τ E dan F adalah konstanta integasi. (.4.3.) (.4.3.).4.4 Pesamaan Pepindahan Pesamaan egangan gese : u ' E ' F S45 + S 55 Integasi pesamaan diatas akan didapat : (.4.4.) ' E ' u (, ) S45 + S55Fln + f( ) (.4.4.) f ( ) adalah fungsi sembaang, besanya sama dengan ε ditambah konstanta, misal F, sehingga didapatkan :

Bab II : Kajian Pustaka ' E ' u (, ) ε S45 + S55Fln+ F (.4.4.3) Pesamaan kompatibilitas untuk egangan gese : d d ( ) d d θ (.4.4.4) Integasikan, dipeoleh : K K θ + (.4.4.5) K dan K adalah konstanta integasi Kombinasikan dengan hubungan egangan-pepindahan, didapat : K v K + + g () g() adalah fungsi sembaang θ v v ' K g( ) g () (.4.4.6) (.4.4.7) Kombinasi pesamaan konstitutif dan kesetimbangan, didapatkan : ' E ' F θ S44 + S 45 (.4.4.8) Haga K dan g() haus memenuhi pesamaan diffeensial d g() ' E ' F g () S44 + S 45 (.4.4.9) d Solusinya adalah : ' S44E ' g() S45F + G (.4.4.) G adalah konstanta integasi. Definisikan K, sudut twist (adian) pe satuan panjang, didapatkan : ' E ' v (, ) S44 S45F + G (.4.4.) Kombinasi antaa pesamaan petama dai pesamaan-pesamaan kesetimbangan, pesamaan egangan-pepindahan dan pesamaan pepindahan akan mendapatkan pesamaan diffeensial ode dua dai w sebagai fungsi dai, ε o,g : ' ' ' dw dw (.4.4.) w ( 3 ) ε ' ' + + ( ' ' 6 36) d d 33 33

Bab II : Kajian Pustaka 3 Solusi dai pesamaan diffeensial di atas adalah : w () A + A + + λ Definisikan : 4 ' ' ' ' λ λ 3 6 36 ' ' ε ' ' 33 433 ' ' 33 ' ' 3 ' ' 33 ' ' 6 36 ' ' 33 Γ Ω (.4.4.3) (.4.4.4) (.4.4.5) Jika konstanta geak benda padat F dan G sama dengan nol maka didapatkan : ' E ' u (, ) ε S45 + S55Fln ' E ' v (, ) S44 S45F (.4.4.6) λ w (, ) A + A +Γ ε +Ω λ.4.5 Pesamaan Regangan Dengan mensubstitusikan hubungan egangan-pepindahan dengan pesamaan pepindahan, dipeoleh : w λ λ ε λa λa +Γ ε + Ω v w A λ A λ εθ + + +Γ ε +Ω θ u ε ε w v v θ + θ w u + + v u θ + θ (.4.5.)

Bab II : Kajian Pustaka 4.4.6 Pesamaan Tegangan Dengan mensubstitusikan pesamaan konstitutif dan pesamaan egangan, didapatkan hasil : τ θ Substitusi dengan pesamaan egangan, dipeoleh : θ τ τ ε + ε + ε + ' ' ' θ 6 6 θ 36 66 { 6 ( 6 36) } { 66 ( 6 36) } τ + + Γ ε + + + Ω ' ' ' ' ' ' + ( + λ ) A + ( λ ) A ' ' λ ' ' λ 6 36 6 36 Pesamaan tegangan nomalnya { } σ ' ' ' ' ' ' + ( 3 + ) Γ ε + ( + 3) Ω+ 6 ' ' λ ' ' λ + ( + λ ) A + ( λ ) A 3 3 { } σ ' ' ' ' ' ' θ + ( + 3) Γ ε + ( + 3) Ω+ 6 ' ' λ ' ' λ + ( + λ ) A + ( λ ) A 3 3 { } σ ' ' ' ' ' ' 3 + ( 3 + 33) Γ ε + ( 3 + 33) Ω+ 36 + ( + λ ) A + ( λ ) A ' ' λ ' ' λ 3 33 3 33 (.4.6.) (.4.6.) (.4.6.3) (.4.6.4) (.4.6.5) Pada pesamaan di atas tedapat empat vaiabel yang tidak diketahui yaitu ε,,a, dan A..4.7 Pesamaan Simultan Pesamaan kondisi batas pada pemukaan dalam dan pemukaan lua tabung: { } p ' ' ' ' ' ' 3 + ( 3 + 33) Γ ε + ( 3 + 33) Ω+ 36 + ( + λ ) A + ( λ ) A ' ' λ ' ' λ 3 33 3 33 { } p + ( + ) Γ ε + ( + ) Ω+ ' ' ' ' ' ' 3 3 33 3 33 36 + ( + λ ) A + ( λ ) A ' ' λ ' ' λ 3 33 3 33 (.4.7.) (.4.7.)

Bab II : Kajian Pustaka 5 Pesamaan kesetimbangan gaya aksial R P πσ d R R R θ d (.4.7.3) Subtitusi dengan pesamaan gaya nomal, dipeoleh : 3 3 ' ' ' R R ' ' ' R R P π ( + ( 3 + ) Γ ) ε ( 6 ( 3) ) + + + Ω 3 ' ' ' ' ( + λ3) λ+ λ+ λ+ λ+ ( λ3) + A( R R ) + A R R λ+ λ+ (.4.7.4) Pesamaan kesetimbangan momen : T π τ (.4.7.5) Subtitusi dengan pesamaan gaya nomal, dipeoleh : 3 3 4 4 ' ' ' R R ' ' ' R R T π ( 6 + ( 6 + 36) Γ ) ε + ( 66 + ( 6 + 36 ) Ω) 3 4 ' ' A λ+ ' ' A λ + ( 6 + λ36) + ( 6 λ36) λ+ λ (.4.7.6) Dengan empat pesamaan simultan tesebut, dapat dipeoleh empat vaiabel yang tidak diketahui pada pesamaan tegangan sehingga distibusi tegangan bisa diketahui dengan caa mensubtitusikan pesamaan-pesamaan tesebut.